Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-09-10
Halaman: 04

Konten


Rabu, 10 September 1997 Penerbit Pemimpin Umum/Pendiri Wakil Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Perusahaan Managing Editor Sekretaris Redaksi Redaktur Anggota Redaksi Terbit Tarip Iklan Alamat Telepon Perwakilan Jakarta Perwakilan Banda Aceh SIUPP Dicetak Oleh : : : : Yayasan SIKAP PRESS. Harta Susanto. Supandi Kusuma. H. Soffyan. H. Ali Soekardi. ANALISA Suatu Renungan pada Hari Aksara analisa Apakah Bahasa dan Aksara Batak Bertahan Satu Abad Lagi? Oleh Sudin Simanjuntak DENGAN makin terbukanya hubungan antar daerah dan an- tarbangsa makin jelas adanya tendensi beberapa kebudayaan daerah seperti bahasa, ceritera rakyat dan aksara makin lenyap, sehingga menjadi asing bagi suku daerah bersangkutan. Pemakaian bahasa Batak umpamanya makin lama makin berkurang, terutama di daerah di luar Bona ni Pasogit, antar sehingga hubungan ompung-ompung dari Tapanuli dengan cucu mereka kurang mesra disebabkan tidak saling mengerti. sekitar Portibi dan daerah Man- dailing lain yang ketemu dihan- curkan dengan alasan berten- tangan dengan ajaran Islam. Disamping itu Pustaha Batak di daerah-daerah lain diboyong dan disimpan di Eropa, antara lain di Amsterdam pada Indische Insti tut, yaitu hasil pembelian Van der Tuuk dari Barus (1852-1857) dan pada Koninklijke Nederlandsche Akademi van Wetenschappen, yang terkumpul pada tanggal 3-10-1785. Juga terdapat di Leiden pada Universiteitsch Bibliotheek, yang juga dikumpul oleh Van der Tuuk dari Barus, di London pada British Museum, yaitu Aksara Batak Toba terkum- pul tanggal 18-5-1764, pada Biblioktheca Lindesiana (1901) dan pada John Rylands Library. Menurut P. Voorhoeve Litt Joeli Salim. Paulus M. Tjukrono. H. War Djamil. H. Amir Siregar, H. Kaharudin, H. Bahari Effendy, H. Naswan Effendi, Usman Alie, H. War Djamil, Mulyadi Franseda, H. Ismail Lubis, H. Basyir Ahzar, Buoy Harjo, Agus Salim, H. Azmi Majid (foto). M. Hatta Lubis, Mac. Reyadi MS, A. Rivai Siregar, Hasan Basri Ns, Timbul O. Simarmata, Johan Jambak, Ismugiman, Idris Pasaribu, M. Sulaiman, Ali Sati Nasu- tion, Samil Chandra, M. Nur, Hermansyah, Aswadi, Faisal Fardede, Kwa Tjen Siung. Hendar Tusmin, Anthony Limtan. Seminggu 7 kali. Rp. 4.500,- per mm/kolom (umum). Rp. 3.000,- per mm/kolom (keluarga). Jalan Jend. A. Yani No. 35- 43 Medan. Kotak Pos: 1481. Telex No. : 51326 ANALIS IA. Fax: (061)- 514031, Telegram: ANALISA MDN. Redaksi: 556655 (2 saluran)/511256. Tata Usaha: 554711 (3 saluran)/513554. Frans Tandun, Jln. K.H. Hasyim Ashari. No. 43-A Jak. Pusat Tel. 3446609/3844339/3453912 Fax.: (021) 363388. H. Harun Keuchik Leumiek Jalan Tgk. Cik Ditiro 106 Tel. (0651) - 23839. Fax: (0651) 23839. SK. Menpen No. 023/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1985. Tanggal 24 Desember 1985. P.T. KUMANGO Medan (Isi di luar tanggung jawab pencetak). Tajukrencana Utamakan Memperkokoh Fundamental Ekonomi AKHIRNYA PM Malaysia, Mahathir Mohamad harus mengalah kepada realitas ekonomi dan tunduk pada kekuatan pasar dengan mengadakan "U-turn" (membalikkan arah) dari serangkaian keputusan moneter yang telah diambil terhadap spekulan asing. Beberapa proyek raksasa senilai sekitar 41 milyaran ringgit (US$13,7milyar) terpaksa ditangguhkan pelaksa- naannya guna menghemat cadangan devisa. Larangan penjualan forward saham unggulan kepada investor asing yang baru berlaku seminggu dicabut untuk menjaring kembali fund manajer asing. Jelas nampak reaksi positif dari bursa regional terhadap ringgit dan pasaran saham Malaysia yang mencatat rally kuat setelah perubahan sikap PM Malaysia yang dinilai "investor unfriendly" sebelumnya. Praduga tak perlu, kalau tidak didukung fakta konkrit. Emosi akhirya diatasi rasio yang sehat. Spekulasi di bursa finansial juga akan mengalah kepada fundamental ekonomi yang kuat. Adalah pilihan yang baik, keputusan Mahathir untuk menarik mundur dari "perang ekonomi" terhadap spekulan asing yang dilukiskan sebagai "binatang liar". Bukan suatu porkas imajinatif, kalau Deputi PM/Menkeu Melaysia, Anwar Ibrahim mengantisipasi, pertumbuhan ekonomi Malaysia masih bisa mencatat atas 8 persen, inflasi di bawah 4 persen dan defisit transaksi berjalan turun dari 5,2 persen dari produk nasional bruto tahun ini, setelah depresiasi ringgit sampai sekitar 20 persen dalam dua bulan terakhir, asal Malaysia lebih mengutamakan perbaikan fundamental ekonomi domestik dan langkah-langkah pragmatis daripada melontarkan amarah kepada pelaku ekonomi asing. Menurut PM Malaysia, ia membenarkan spekulasi, tapi bukan manipulasi. Bagi para pelaku bursa yang tujuan terakhirnya ialah "memburu laba", sukar membedakan antara spekulasi dan manipulasi, sepanjang mekanisme operasi perdagangan atau aturan main setempat mem- benarkannya. Spekulan atau manipulator tersebut takkan mencoba serbuan membabi-buta terhadap suatu valuta negara yang dilindungi oleh fundamental ekonomi yang kuat. Terjadinya serbuan berturut-turut terhadap valuta-valuta kawasan ini, menurut analis, disebabkan secara kebetulan adanya persamaan kerawanan ekonomi di antara negara regional ini, seperti: membengkaknya defisit transaksi ber- jalan, besarnya hutang luar negeri, melambannya ekspor, relatif kecilnya cadangan devisa, besarnya risiko kredit macet yang dihadapi perbankan, kemungkinan ambruknya sektor properti, penerima kredit perbankan terbesar dan absennya upaya pemerintah mengekang memanasnya ekonomi. Para otorita moneter dan pengelolaan ekonomi harus pertama dicela kalau kita ingin menyalahkan spekulan, karena telah menciptakan situasi ekonomi yang favorabel bagi spekulasi dan manipulasi. Dengan terjadinya serbuan ini, negara-negara di kawasan ini seakan-akan tersentak dan baru mau meninjau kembali kebijakan-kebijakan yang terlanjur diambil dan mengadakan konsolidasi dan perbaikan melalui pembekuan dan pembatalan pengeluaran, pembatasan impor barang-barang non-esensial, penghematan dan peningkatan tabungan masyarakat serta penerimaan negara. Kestabilan regional diharapkan dapat berangsur pulih dan titik keseimbangan kurs akan muncul, setelah keprihatinan bursa mereda dan kepercayaan investor meningkat, seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi. Tiada alasan bagi spekulan "membenturkan kepalanya" ke tembok pertahanan moneter yang kokoh dan tiada "binatang liar" akan berkeliaran di halaman rumah yang terpelihara rapi dan bersih. Surat Pembaca Pelayanan Pembayaran Rekening Telepon di BTN Perlu Ditingkatkan Sehingga mereka yang punya tabungan di bank yang ditunjuk oleh Telkom sebagai tempat pem- yaran rekening tak perlu repot repot lagi memikirkan mem- bayarkan rekening tiap bulan. Disamping memerlukan waktu, kita sendiri terkadang terlupa un- tuk membayarnya. Padahal bila lewat tanggal 20 sudah pula terkena denda bahkan bila sam- pai berbulan bisa diputus. Untuk menghindarkan hal ini lah, banyak pelanggan telepon yang menjadi nasabah di suatu bank melakukan pindah buku sa- ja. Lebih enak, lebih praktis ! Namun belakangan ini pelayan an pengiriman rekening ini kurang menjadi perhatian. Bahkan rekening telepon saya sempat empat bulan tak dikirim kan, mulai bulan Mei, Juni, Juli dan Agustus. Itupun setelah saya langsung meminta ke kantor BTN baru diberikan. Ketika di tanyakan mengapa tidak dikirim kan setiap bulannya seperti biasa, malah dijawab ada juga dikirim via pos tetapi kembali. SEJAK PT Telkom memberi kemudahan terhadap pelanggan telepon untuk membayar reke ning telepon tiap bulan di seluruh bank negara dan juga banyak bank swasta, memang cukup melegakan. Tidak ada lagi tam- pak antri antrian panjang mem- bayar rekening telepon diterima, karena alamatnya jelas Alasan ini tentu saja sulit sesuai dengan yang ada di reke ning tabungan BTN, dan lagi sudah selalu sampai dikirimkan. Lagi pula bila kiriman pos di kembalikan karena alamat tak Di bank mana saja pelanggan jelas, di amplop surat akan bisa membayarnya, dan hanya dituliskan oleh pengantar pos. memerlukan waktu beberapa Sementara yang saya terima menit sudah selesai. Bahkan lebih rekening telepon empat bulan itu mudah lagi, dengan cara pemin- di dalam amplop yang masih ber- dahan buku di bank yang bersih dan terbuka (tidak ada bekas sangkutan. lem) sama sekali. Begitu juga saya sebagai pelanggan telepon dan juga jadi penabung kecil kecilan Batara di BTN Medan, membayar rekening telepon dengan pemindahan buku. Pembayaran sampai sekarang memang terus berjalan lancar, dan rekening telepon pun tiap bulannya dikirimkan oleh BTN ke alamat rumah. Nama dan alamat harus jelas Sertakan Fotokopi KTP berapa besar rekening telepon Tentu saja saya ingin tahu setiap bulan, apakah rekening di Batara masih cukup untuk menu tupnya. Maklumlah sebagai pena bung kecil kecilan. Ukurannya hanya ratusan ribu rupiah. Un- tunglah ketika saya ingin mengambil uang, rekening di tabungan masih bersisa sedi kit. Kalau tidak, kan malu sebab untuk rekening telepon Mei sam- pai dengan Agustus itu hampir Rp.300.000. Maunya BTN meningkatkan pe layanannya dalam pengiriman rekening telepon tiap bulan. Jika begini terus nasabah kan kesal, siapa tahu nasabah nasabah lain yang juga mengalami hal yang sama akan cabut dari BTN. Mohon perhatian dari pimpinan BTN di Medan PELANGGAN TELEPON no.854387 di Medan *** Banyak pemuda-pemudi, yang lahir dan dibesarkan di Bona ni Pasogit dan berada di kota- kota di Jawa melalui cara "tem- bak langsung" ikut-ikutan enggan berbahasa Batak antarremaja Batak dan berkomunikasi dengan bahasa nasional dengan dialek Batak yang masih agak kental. Yang lebih tragis adalah bahwa Aksara Batak tidak dikenal oleh sebahagian besar orang Batak, sehingga ilmu Batak Kuno yang ditulis dalam Pustaha tidak mungkin dapat digali oleh generasi Masa Kini, sehingga akan dapat lenyap dari Iptek Masa Kini. TIDAK DIAJARKAN Agak disayangkan, bahwa bahasa dan aksara Batak tidak lagi diajarkan di sekolah-sekolah, sehingga minat untuk mempela- jarinya dan memakainya dengan mudah dapat berkurang. Hampir tidak ada lagi yang dapat menguasai Bahasa Batak Asli lagi oleh karena bahasa daerah yang dipergunakan sekarang sudah terasimilasi dengan bahasa na- sional. Penulis sendiri pun yang sudah berumur lebih 70 tahun tidak dapat mengerti bahasa Batak Kuno, yang ditulis pada naskah-naskah yang tersimpan di Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara seratus tahun yang silam. BE AXIS BULAN September, merupakan hari Aksara Interna- sional. Justru pula pada bulan September 1997 ini genap 32 tahun. Seiring dengan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kun- jung Perpustakaan. Hal itu merupakan suatu ketetapan Presiden Soeharto yang dicanangkan pada bulan September 1995 lalu ketika mem- Konferensi Tingkat Menteri (KTM) 9 Negara Berkembang berpenduduk terbesar, bertempat di Hotel Hilton, Nusa Dua Bali. Dalam pembukaan KTM ter- sebut Presiden menyampaikan : "Untuk menghadapi masa depan yang makin kompleks, Indonesia menempuh cara menciptakan masyarakat belajar dan men- jadikan belajar sebagai kebutuhan sehari-hari. Diikuti dengan upaya menggugah minat baca. masyarakat, dengan menetapkan bulan Mei sebagai Bulan Buku Nasional dan Seminar sebagai Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan". Gemar Membaca dan Kun- jungan Perpustakaan, jelas dan gamblang sangat erat kaitannya dengan buku bacaan. Buku bacaan merupakan semacam imajinasi komunikasi yang dapat melahirkan daya pikir seseorang, layaknya dapat men- jangkau dunia luas tentang sektor-sektor ilmu pengetahuan apa saja yang dibutuhkan. Sam pai-sampai ada sementara orang tua yang mengemukakan: "ba lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudaya an di daerah-daerah di seluruh In- donesia terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Oleh karena itu disamping harus menguasai bahasa nasional - bahasa bahasa daerah harus juga dipelajari dan dilestarikan terutama oleh generasi penerus. Jika tidak dilestarikan terus, bahasa dan kebudayaan daerah dalam era globalisasi akan lenyap seperti bahasa Latin di Eropa dan bahasa Sanskerta di Asia. Bahasa Sanskerta pernah menjadi bahasa yang sangat dominan di Asia, sehingga sempat terserap dalam bahasa Kamboja, Tagalog, Bugis, Jawa, Batak dan Gayo, tetapi akhirnya lenyap disebabkan tidak dipergunakan lagi dalam berkomunikasi sehari-hari. Kembali ke masalah si Ozzie di Stop 35. Begitu dia mau turun, tadi. Tidak lama si bule itu turun dengan sedikit membungkukan badan dan menjulurkan tangan kanannya ke bawah (ala Jawa), dia bilang. "Permisi, monyét mau lewat" sambil berlalu meninggal kan orang-orang kita yang kata nya mahasiswa dalam kebengong an. Kaget. Malu. Kagum. Dan se bagainya. Bercampur jadi satu. Saya yang menyaksikan kejadian langka itu juga sempat terpera ngah. BAHASA INDONESIA Agak disayangkan jika bahasa Batak yang begitu gigih dipertahankan eksistensinya oleh nenek moyang kita dalam daerah yang terisolir dari dunia luar satu waktu lenyap dari Nusantara. Kiranya menjadi salah satu kewa- jiban suku Batak untuk tetap melestarikan bahasa daerahnya seperti yang dilakukan oleh suku Jawa. Mereka membawa bahasa dan kebudayaan Jawa sampai ke Suriname. Juga bahasa dan kebudayaan Jawa dipelajari secara khusus diperguruan tinggi di Jawa. Oleh karena itu bahasa Batak hendaknya dipergunakan dalam berkomunikasi dalam keluarga antara orang tua dengan anak dan cucu mereka, dalam seminar kebudayaan Batak, dalam kebak- tian para remaja Batak dan memasyara katkannya melalui mas media. Bahasa dan aksara Batak perlu diajarkan di sekolah sekolah seperti yang dilakukan dalam pendidikan zaman pemerintahan Belanda, sehingga minat berbahasa Batak dan menguasai kebudayaan Batak tidak padam. POPULER Kejadian di atas adalah salah Memang bahasa Nasional ha rus dikuasai dan dipergunakan sebagai bahasa pengantar dalam hubungan resmi. Walaupun demi kian bahasa-bahasa daerah dalam Bhineka Tunggal Ika juga harus dapat terus dilestarikan dan dihormati serta dipelihara oleh Negara dan bangsa. Pada pen- jelasan pasal 32 dan 36 UUD 1945 ditentukan, bahwa kebudayaan Dengan menguasai bahasa Batak asli dan aksara Batak generasi Masa Kini akan dapat mempelajari dan menimbah ilmu- ilmu kuno yang ditulis dalam Pustaha Batak untuk dikem- bangkan dalam Ipten Masa Kini dan Masa Datang. Sayang mesin Ilmu Batak Kuno yang sempat begitu tinggi nilainya tidak dapat dikembangkan lagi terus dalam Iptek Masa Kini. TAK SEORANG Sayang, bahwa sewaktu saya menghabiskan waktu saya men- cari data-data dari Perpustakaan Nasional RI di Jakarta beberapa Dalam gerakan Paderi sekitar tahun 1830 Pustaha Batak di Melek Aksara, Gemar Membaca, dan Kunjung Perpustakaan Horval-cot fami ds-snizem Oleh: R. Prihatin nyak membaca buku-buku ilmu pengetahuan hampir sama dengan pengeliling dunia". Jika dikaji-kaji banyak pemimpin negara di dunia berhasil mengendalikan negara serta memimpin rakyatnya menu- ju ke arah apa yang dicita citakan, melalui buku-buku yang dibacanya. DAYA BACA YANG BERBEDA Oleh karenanya supaya pan- dai membaca dimulai sedini mungkin di bangku Sekolah Dasar (SD). Justru SD merupakan titik awal menuju ke jenjang bangku pendidikan berikutnya. Dan bagi insan insan yang tidak pernah mengecap bangku SD, kemudian keburu berumah tangga sehingga buta aksara, masih ada jalan dan kesempatan untuk pandai mem- baca melalui kursus buta aksara. Pokoknya ada kemauan dan tidak merasa sungkan. SAYA sedang dalam tram (semacam kereta api dalam kota) di Melbourne, Australia ketika per cakapan antara beberapa maha siswa orang Indonesia terjadi dengan serunya saat itu. Mereka sedang memperolok-olok seorang Ozzie (orang Australia) yang tam- pangnya penuh dengan bulu yang duduk di belakang mereka. Yang satu bilang kalau dia seperti monyet Sumatera. Yang lain ten- tu saja jadi geeerrr. Saya sedikit kaget. Kok berani- beraninya mereka melakukan itu di negeri orang yang notabenenya nya sekolah menengah (college) di milik sang Ozzie itu. Saya jadi awal tahun ajaran baru 1997 yang mencari guru bahasa Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa sedikit segan melihat peristiwa itu. Soalnya, saya sendiri dan juga mereka adalah penumpang di negeri kangguru itu untuk men- dapatkan transfer ilmu. bahasa Indonesia sudah men duduki posisi yang penting di sana. fotokopi Setting Aksara Surat Pustaha yang seharusnya masih ada di Pemdasu Sumut semenjak tahun 1991 tidak pernah diman- faatkan, sehingga mesin yang begitu mahal dan langka menjadi mubazir.' AKSARA BATAK Di antara 419 bahasa In- donesia hanya beberapa bahasa saja yang memiliki aksara, yaitu Aksara Batak, Bugis, Lam- pung/Rejang, Komering, Jawa, Sunda dan Bali. Oleh siapa dan kapan aksara Batak diciptakan belum dapat diketahui secara konkreet disebabkan bahan pem- buktian yang terpercaya secara il- miah belum diperdapat. satu dari sekian kejadian yang saya alami ketika studi di Melbourne, Australia. Ini menun jukkan bahwa bahasa nasional kia, bahasa Indonesia, sudah mulai dikenal luas dan populer di sana. Kursus-kursus bahasa In- donesia tersebar di mana-mana. Saya sendiri berkesempatan mengajar bahasa Indonesia di salah satu kursus di Hampton Suburb. Minat Ozzie untuk bela- jar bahasa kita cukup banyak. Hal ini terbukti dengan banyak Aksara Batak ditulis pada Pustaha Kuno berupa bambu dari arah bawah ke atas, pada kulit kayu (lakkat ni hau) dan terakhir pada kertas dari arah kiri ke kanan. Ilmu inti sifatnya rahasia dan dijaga supaya tetap mmen- jadi monopoli para datu/guru. Dengan demikian guru/datu adalah tempat bertanya oleh rakyat umum tentang semua hal, yang berhubungan dengan penghidupan manusia. Sebagai golongan yang sangat dihormati, sering datu/guru merantau dari daerah yang satu ke daerah yang lain. Dengan demikian mereka memainkan peran penting sebagai penyebar ilmu di kalangan suku- suku Batak. Oleh karena itu aksara Batak di Tapanuli Selatan, Toba, Dairi, Simalungun dan Karo hampir mirip satu sama lain. Memang bahasa kita belum menduduki posisi pertama sebagai bahasa asing yang dipe la- jari di sana. Bahasa asing pertama yang populer di sana masih di pegang oleh bahasa Jepang, dan Vietnam. Namun, kebutuhan ko munikasi antar negara telah mem buat pemerintah John Howard memberikan porsi pelajaran bahasa Indonesia di kurikulum lokal di setiap negara bagian di Australia. Hal ini tentunya meru pakan satu kebanggaan bagi bang sa kita. Ini tentunya berbau diplomatik dan politis. Dengan kurang terbukanya para guru/datu memasyarakat kan aksara Batak, maka hanya mereka saja yang menguasai aksara Batak. Ilmu Batak Kuno yang begitu tinggi nilainya dalam ilmu kesehatan, perbintangan, perang dan sebagainya menjadi seolah-olah "hak paten" bagi mereka. Pustaha Batak tersebut jika para datu/guru meninggal dunia ikut juga dikubur, sehingga lenyap dari peradaban dunia. BAHASA RESMI ASEAN Mengingat sebegitu bergengsi - Pada umumnya animo mem- baca bagi masyarakat terutama pada suratkabar, apalagi masyarakat yang hidupnya kurang mampu - mereka melihat berita terlebih dulu tentang situasi harga pokok pangan, seperti harga beras dan kebutuhan lain- nya. Lalu mencari-cari berita yang dianggap top, seperti penodongan, pemerkosaan, pem- Jika kita buta aksara - justru bunuhan dan lain-lain. Apalagi menyadari bahwa ilmu jika hangat-hangatnya unjukrasa dan dimiliki - sangat terasa dunia pengetahuan itu penting diketahui dan baku hantam dalam ini begitu sempit dan hampa. Pada sisi lain banyak membaca dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). huru-hara. kemampuan seseorang memang Bila diperhatikan dari daya tangkapnya tidak sama terhadap huruf-huruf yang diejanya. Sedangkan para bisnis ter- masuk konglomerat, yang penting bagi mereka situasi moneter, ekonomi pasar dunia, kemudian situasi politik dalam dan luar negeri. Paling banyak mendapat perhatian dari publik yang dibaca adalah media cetak, yaitu suratkabar. memang jauh bedanya dengan orang orang dewasa yang baru mentas dari buta aksara. Terutama di bangku SD itu bukan hanya membaca saja yang dipelajari, tetapi nulti kompleks mata pelajaran lainnya. Sedangkan pada kursus buta aksara pada umumnya hanya dikususkan mengenal huruf dan pandai membaca. Namun demi kian apabila sudah lancar di dalam membaca maupun me nulis, mata pelajaran lainnya tahap demi tahap dapat juga dikuasai. D. dalam bukunya "Batak-Bark Books", di John Rylands Library tersimpan 26 tulisan Batak diser- tai catatan C.K. Niemann 1878. yang terdiri dari Aksara Batak Toba 13 dari kulit kayu dengan masing masing sekitar 39 lembar dan 4 dari bambu dengan panjang masing masing sekitar 1148 mm, Aksara Batak Mandailing pada 3 kertas dengan 36 lembar masing- masing, Aksara Batak Angkola 6 dari bambu dengan panjang masing-masing 603 mm. Hendaknya pustaha-pustaha Batak Kuno tersebut dapat- diusahakan dikembalikan kepada Indonesia, setidak-tidaknya kopinya, supaya ilmu kuno yang sangat tinggi nilainya dapat terus dipelajari dan dikembangkan melalui Iptek Masa Kini dan seterusnya. Oleh karena itu, tajuk rencana Analisa (25/08 /97) "Bahasa Melayu sebagai Bahasa Asean" hadir pada momentum yang sangat tepat. Dimana bahasa ini dirasa memiliki latar belakang dan persamaan yang tidak sedikit dengan bahasa kita. Setidak-tidak nya, bahasa ini pun jadilah jika dijadikan bahasa resmi Asean. Kalau bahasa Indonesia belum memiliki kans itu. Yang penting masih serumpun. Pustaha dan Naskah Batak memuat berbagai nilai sastra Batak Kuno yang sangat tinggi nilainya dan bermacam-macam ilmu Batak Kuno, seperti ilmu pengobatan (hadatuon), imunisasi (pagar), pengobatan cara telepati (parsili), psikologi (dorma), taktik peperangan (aji, pangulu balang), hukum dan nasehat (poda), cerita rakyat yang bernilai mendidik (turi-turian) dan kata-kata mutiara (torsa-torsa) serta ilmu pengairan dan ilmu perbintangan. MEMBERSHIPS & LINGUISTIC FEATURES Setidak-tidaknya, ada dua faktor yang dapat mendukung im- pian untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi Asean. seperti TV dan siaran radio selain merupakan hiburan, film film keras, musik-musik pada sisi lain iklannya. Karena hampir melewati dari 100 persen iklan- iklan (promosi) di TV itu ada kuisnya dengan puluhan juta rupiah hadiah. Bagi anak-anak usia 6 sampai dengan 7 tahun, mereka akan gembira pada acara-acara film karton, lagu anak-anak dan lain-lain. Kalau dicari-cari tentang ajakan untuk Gemar Membaca dan Kunjungan Perpustakaan tidak ada di TV. Terutama bagi TV (TV-TV Swasta) yang penting adalah pemasukan iklan-iklan nya. PERPUSTAKAAN DI PEDESAAN Di dalam masalah pengen- tasan buta aksara pemerintah memang terus berupaya agar rakyat Indonesia benar-benar mentas dari Buta Aksara. Pada dekade 1970-an masih terdapat sekitar 40 persen pen- duduk Indonesia Buta Aksara. KENAPA ORANG MATI MESTI DIKIRIMI BUNGA, BANG? Belajar sejak dari bangku SD Sedangkan media elektronik Bahasa Resmi Asean, dalam Pencarian Oleh Yan Liawinardi negara ASEAN yang mengguna kan bahasa Melayu. Setidak- kanguru tersebut, saya jadi ber- nya bahasa Indonesia di negeri tidaknya ada lima negara, di an- tara sembilan, yang berkomuni pikir kalau-kalau bahasa kita ter- kasi dalam bahasa itu. Malaysia, cinta itu dapat dijadikan salah Brunei Darussalam, Singapura, satu bahasa resmi. Entah itu di Thailand (selatan/sebagian), dan Indonesia (meskipun Melayu bukan bahasa nasional). Asia. Atau paling tidak di Asean. punan bangsa-bangsa Asia Teng- Karena Asean sebagai perhim- gara yang sudah berusia tiga puluh tahun memang sudah sela yaknya memiliki bahasa resmi sendiri. Agar komunikasi di an- tara sesama anggota dapat semakin erat. Bukankah dengan bahasa sendiri, keakraban akan semakin terjalin. Itu berarti lima per sembilan. Sudah lebih dari separuh jumlah anggota ASEAN. Sedangkan empat negara lainnya (Filipina, Vietnam, Laos, Myanmar) memi liki bahasa masing-masing yang tidak memiliki kemiripan dengan bahasa Melayu. Dengan memper timbangkan persentasi jumlah negara ini, bahasa Melayu sangat dimungkinkan berkiprah di kawas an Asia Tenggara. Faktor kedua yang mendukung perjuangan bangsa-bangsa di Asean untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi adalah linguistic and grammatical features yang akan diuraikan di bawah ini. :( tahun yang silam saya tidak per- nah ketemu seorang pun yang menggali ilmu Batak Kuno dari Pustaha Batak yang banyak ter- dapat di Perpustakaan tersebut selain peneliti-peneliti tulisan Jawa Kuno dan Bugis. Memang Aksara Batak sudah asing bagi suku Batak masa kini. Indonesia. Jepang Inggeris. Tetapi menjejak pada dekade Malaysia. 1990 berkurang jadi 14 persen. Pada dekade berikutnya tahap demi tahap akan terus berkurang. Di sini pula pentingnya, di dalam menekan pertumbuhan penduduk melalui kelahiran bayi perlu di perhatikan masalah per- tumbuhan balita sampai usia sekolah SD jangan sampai terhen- ti. Di sini pula ketergantungan kemampuan dari orang tua. Karena jika tiap kelahiran bayi kemudian berusia sekolah, tidak DUCACITA Apakah ilmu Batak Kuno akan habis lenyap dari muka bumi ini tanpa dapat diman- faatkan oleh generasi penerus ? Padahal pengobatan "baro im- bulu" oleh orang Batak Kuno mungkin berguna dalam pengobatan penyakit ganas kanker, pengobatan penyakit busung mungkin dapat diman- faatkan dalam pengobatan penyakit lever, ilmu perbintangan dimanfaatkan dalam berbagai arus iklim, epidemi dan mampu maka buta aksara akan bertambah juga. Pada sisi lain untuk meng- gerakkan animo Gemar Membaca dan Kunjungan Perpustakaan, perlu adanya perpustakaan- perpustakaan ditiap pedesaanua Di dalam menggerakkan hasrat Gemar Membaca dan Kun- jungan Perpustakaan, sudah ten- tu penting adanya buku-buku ber- mutu yang disesuaikan oleh daya baca masyarakat. Dalam hal ini perlu diikutkan peran serta dari pihak IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), agar supaya para anggota IKAPI tidak bertolak belakang dalam mener- bitkan buku bukunya. Misalnya ada suatu ketentuan dari IKAPI, supaya mengurangi penerbitan buku-buku novel semi pornografi. NEGARA 125,4 Juta. 58,4 Juta. 19,8 Juta 194,7 Juta. Dilihat dari tabel di atas pa- ling unggul adalah Jepang. Di samping merupakan negara industri terbesar, rakyatnya pun memang gemar membaca. Begitu pula Inggeris. bahwa Para penerbit di Indonesia pada tahun 1950-1964 termasuk unggul penerbitannya adalah penerbit dan toko buku Gunung Pertama, membership. Jumlah harus terjadi. Untuk menjadikan satu kalimat past, cukup ditam- bahkan keterangan waktu, semisal tadi malam, tadi pagi, minggu lalu, dan seterusnya. Hal ini saja sudah memberikan satu fasilitas yang 'meringankan'. Ibarat per mohonan kartu kredit sekarang ini. Hal ini dapat disamakan dengan penghapusan beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi oleh applicant guna memperoleh kartu kredit. Memang ditinjau dari segi dagang, novel-novel semi porno itu sangat gencar laku, maupun disewa hanya untuk dibaca saja. Kita ambil saja perbandingan Pada sisi lain harga-harga dari 3 negara dalam Tabel di buku pun disesuaikan dengan bawah ini, sesuai dengan kemampuan daya beli, karena perhitungan jumlah penduduk. PADA DEKADE 1995 JUMLAH PENDUDUK Kedua, tidak terdapat perbe- daan personal pronoun/address system (sistem penyapaan) yang berbeda-beda untuk subyek yang sama. Artinya, dalam kedua bahasa itu (Melayu dan Indone sia), kata 'kamu' dapat ditujukan kepada pria maupun wanita tan- pa mempedulikan jenis kelamin nya. Hal ini berbeda dengan bahasa orang Laos, Lao, ataupun Thai misalnya. Dalam bahasa Lao dan Thai, addres system untuk orang kedua tidak dapat disama ratakan. Artinya, untuk pria dan wanita address systemnya ber beda. TIDAK ADA KONJUGASI TATA BAHASA ASEAN Melihat struktur tata bahasa- bahasa Asean, dapat dikatakan bahwa bahasa Melayu ataupun Ketiga, kata kerja dalam bahasa bahasa Inonesia masih lebih se Melayu dan Indonesia tidak ber derhana dan mudah dipelajari. Ini konjugasi terhadap subyek. Se dikarenakan oleh beberapa hal. dangkan dalam bahasa Thai, Lao Pertama, di dalam kedua ba dan Vietnam, hal itu terjadi. Jadi, hasa itu tidak terdapat tenses yang seperti bahasa Jerman. Misalnya menyebabkan konjugasi kata kerja kata kerja machen. Untuk saya KARENA DIKIRIMI DUIT PUN PERCUMA, DUL...! WIWID-97.- sebagainya. Dalam era globalisasi, bangsa- bangsa maju di dunia seperti Inggeris, Belanda, Jerman, Perancis dan Jepang mencintai bahasa ibu mereka. Mereka memakai bahasa ibu di rumah- tangga, dalam pergaulan sehari- hari antar mereka dan menulis buku-buku ilmiah dalam bahasa me reka. Untuk dapat menggali ilmu bermutu yang mereka tulis, bangsa-bangsa lain harus mempelajari bahasa-bahasa mereka sendiri. Apakah tidak mungkin satu waktu juga suku Batak menulis il- mu pengetahuan yang berbobot dalam bahasa Batak, sehingga bangsa-bangsa lain harus ter- paksa mempelajari Bahasa Batak untuk menggali ilmu dari buku bahasa Batak tersebut. dan Jepang banyak juga orang-orang yang ingin memiliki buku yang akan dibacanya. Dalam penerbitan buku-buku tersebut hendaknya pemerintah jangan terlalu memberatkan PPN dan PPh terhadap para penerbit, sudah tentu melalui penilaian secara selektif, mana-mana pener- bit yang benar-benar tanggap terhadap penerbitan buku-buku bernilai pengetahuan. Tidak merusak jiwa para remaja. Memang kita pahami bahwa kendala paling besar dihadapi ningkatnya harga kertas dan kewa oleh para penerbit adalah me- jiban harus membayar PPN dan PPh, sedangkan buku-buku sedikit sekali terjual. MENINGKATKAN SDM BERKUALITAS Di dalam industri buku kita tidak perlu harus menutup mata terhadap negara-negara lain, seperti Malaysia, India, Jepang, Inggeris maupun Korea Selatan. comm PRODUKSI BUKU 80.000 Buku 50.000 Buku 9.000 Buku 4.000 Buku Agung, ketika itu banyak mener- bitkan buku-buku perjuangan bangsa tokoh-tokoh pergerakan Indonesia, dan yang paling banyak menerbitkan buku- buku sastera (novel, puisi dan ulasan dunia sastra) adalah pener- bit Balai Pustaka. Saat ini yang boleh dikatakan produktif. Menurut hemat kita, per- pustakaan atau taman bacaan (ich) kata kerjanya 'mache'. Sedangkan untuk subyek lainnya, kamu)du), dia (er), dan lain-lain 'machen' itu masing-masing men- jadi 'machst', dan 'macht'. Jadi, ag ak complicated. Hal ini pulalah yang membuat sebagian orang enggan belajar bahasa Jerman. Nah, dalam bahasa Thai, Lao BELA SUNGKAWA ATAS bahasa ini ada empat pitch yang membedakan arti (-, /, V, \). Misalnya, sebuah kata dalam bahasa Hokkien (salah satu bahasa daerah suku Hokkien/ China) "kau". Dengan tekanan ini (-) kata "karu artinya adalah Halaman 4 2 Oleh karena itu lestarikanlah Bahasa dan Aksara Batak dalam berkomunikasi secara intern terutama dalam kalangan ke luarga sendiri. Hendaknya jangan korbankan Bahasa dan Aksara Batak dalam mengejar ilmu pengetahuan dalam bahasa asing, padahal Bahasa dan Aksara Batak pun mempunyai nilai yang tinggi juga. Sangat ironis jika bahasa Batak, kebudayaan Batak yang relevan dengan perkembangan zaman, aksara Batak akan lenyap dari permukaan bumi ini dalam satu abad ini. Generasi penerus dituntut untuk tidak malu-malu melestarikan kebudayaan Batak Kuno, yang pada dahulu kala dengan susah payah dilestarikan oleh nenek moyang kita dalam masyarakat yang terisolir. harus dimulai dari daerah-daerah Tingkat II- Kabupaten maupun Kotamadya di mana kepala daerahnya harus benar-benar tanggap terhadap animo Gemar Membaca dan Kunjung Per- pustakaan terhadap masyarakat. itu Kurang mantap dan terasa timpang dalam upaya untuk meraih Adipura, tetapi per- pustakaannya hanya ala kadarnya saja, membuat animo masyarakat enggan berkunjung. Meskipun hal yang dinilai untuk mendapat kemungkinan tidak termasuk Adipura, kiranya perlu juga men- jadi pertimbangan Pemerintah Pusat. Bersih daerahnya harus bersih pula hatinya masyarakat- nya, apalagi jika penduduknya terhindar dari buta aksara. Selain daripada itu janganlah Gemar Membaca dan Kunjung Perpustakaan itu hanya terbatas pada bulan September saja, harus dilakukan terus-menerus pada bulan-bulan berikutnya. Pada sisi lain merupakan dasar dari melek aksara, bahwa hasrat Gemar Membaca dan Kun- jung Perpustakaan itu perlu didukung buku-buku bermutu. Jangan hanya sekedar-sekedar sa- ja, cukuplah membaca buku- buku komik dan novel-novel semi picisan, yang dipajang ditiap kios persimpangan jalan atau di lorong-lorong pinggir kota. Namun apa yang dimaksud oleh Presiden Soeharto tentang Gemar Membaca dan Kunjung Perpustakaan itu adalah bersifat multikompleks, melalui buku- buku yang bernilai dalam upaya meningkatkan SDM yang berkualitas, setidak-tidaknya jangan sampai merusak jiwa generasi muda ***.. "monyet". Dalam tekanan ini (/) artinya "tebal". Sementara dalam tekanan (V) berarti "tiba". Terakhir dengan tekanan () me ngandung pengertian "anjing". Prof. Dr. Gorys Keraf, ahli tata bahasa Indonesia, pernah meng uraikan hal yang sama dalam salah satu bukunya. Bayangkan dan Vietnam, hal serupa terjadi. betapa repotnya mempelajari Jadi, kemungkinan bahasa-baha pitch yang berag am itu. Lain sa itu untuk menjadi bahasa resmi Asean, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap negara yang memiliki bahasa itu tentunya, akan sedikit mengalami per pitch, lain pula artinya. Hal ini terjadi pada bahasa Vietnam. Ada sekitar lima sampai pitch dalam bahasa ini. Mrs. Brenda, guru juangan yang lebih panjang. Di pernah bilang ke saya bahwa Linguistics saya di Melbourne samping, jaman yang sudah ser- ba instant sekarang ini. Serba beliau give up belajar bahasa Viet- nam. Waktu saya tanya alasannya, cepat, singkat dan prkatis. Di beliau bilang yah itu tadi pitch- mana orang-orang sudah menjadi nya. Repot sekali. Sehingga dia sedemikian instant dan praktis switch ke bahasa jepang dan pula, sehingga hanya hal-hal yang bahasa Indonesia yang katanya simple dan cepat saja yang akan jauh lebih mudah. Dengan demi menjadi pilihan utama. kian, harapan untuk go interna- PITCH tional untuk bahasa ini kelihatan- nya juga repot. Faktor keempat berkaitan dengan pitch. Dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia tekanan suara itu masih flat (datar). Tidak ada pitch wajib un- tuk kata-kata tertentu. Kalau pun ada, hal itu tidak membedakan arti. Secara sederhana dapat dicontohkan pitch dalam bahasa Mandarin/Hokkien. Dalam KARAKTER KHUSUS Faktor kelima berkaitan dengan characters. Sistem penulisan huruf. Dalam bahasa Melayu atau bahasa Indonesia, penulisan (bahasa tulisan) dilakukan dengan huruf internasional atau yang se ring disebut huruf Latin. Yang ter- diri dari 26 karakter. Huruf demi huruf dirangkai menjadi kata. Dari kata disusun menjadi kali mat. Dari kalimat tersampaikan pesan. Sementara bahasa Asean lain- (Bersambung ke hal. 11) lan