Tipe: Koran
Tanggal: 1997-09-10
Halaman: 15
Konten
Rabu, 10 September 1997 Pengamat: Sipil Belum Siap Ambil-alih Kepemimpinan Nasional Jakarta, (Analisa). Pengamat militer Dr. Salim Said berpendapat bahwa kekuat an sosial politik (sospol) kalang- an sipil belum siap mengambil alih kepemimpinan nasional se- cara utuh, namun tidak berarti tokoh-tokoh penting di jajaran sipil tidak memiliki kesempat an dan peluang untuk menjadi pemimpin nasional. "Dalam arti sebagai lembaga . atau kekuatan sosial politik, si- pil memang belum siap me- ngambil alih kepemimpinan na- sional," katanya kepada warta- wan di Jakarta, Selasa. Salim Said adalah salah satu tokoh perfilman nasional, tetapi juga mendalami tentang kemili- teran Indonesia. Ia mantan war- Medan, (Analisa) Sidang kasus perampokan uang senilai Rp 500 juta lebih milik Bank Tamara Cabang Medan yang melibatkan oknum ABRI dari satuan Brimob Poldasu, Selasa (9/9) pagi digelar Pengadilan Negeri Medan. Dalam sidang perdana ter- sebut, Jaksa Penuntut Umum Aman Hutagaol SH meng- hadirkan terdakwa AJS (42) penduduk Jalan Tuntungan Pancur Batu yang merupakan salah seorang dari empat pelaku perampokan itu. Dalam dakwaannya di depan majelis hakim diketuai Kimar Saragih SH jaksa menyebutkan, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa pada Kamis 22 Peb- ruari 1996 di jalan tol Amplas Medan Patumbak, bersama dengan tiga temannya masing- masing Kopka MY,BS dan MGM. Untuk melaksanakan niatnya tersebut ujar jaksa, MY me- ngajak terdakwa AJS bersama PN Medan Gelar Sidang Perampokan Uang Bank Tamara Senilai Rp. 500 Juta Poldasu Cari Pemilik 40 Kg Ganja Medan, (Analisa). Petugas Unit Reaksi Cepat (URC) Serse Poldasu terus mencari seorang yang disebut disebut pemilik lebih kurang 40 kilogram ganja. tawan Tempo yang melanjutkan pendidikan di AS. Menurut jaksa, perampokan itu bermula dari niat Kopka MY oknum Brimob Poldasu (kasus- nya disidangkan di Mahmil), Tidak berapa lama kemudian ungkap jaksa, mobil Bank Ta- memasuki pintu gerbang tol. mara yang dikawal MY terlihat yang selama ini ditugaskan melakukan pengawalan di Bank Lalu terdakwa AJS bersama BS Tamara Medan. Setiap hari kerja dengan mengendarai mobil MY dipercaya melakukan pe: Kijang lalu mengikuti mobil ngawalan membawa uang dari membawa uang tunai kantor kas Bank Tamara Tebing ratusan juta rupiah itu dari arah Tinggi ke Medan. yang belakang. Pencarian petugas tersebut menyusul tertangkapnya dua pria membawa barang terlarang tersebut dari Aceh ke Medan baru baru ini. Ketika ditanya mengenai kepemimpinan nasional se- hubungan pendapat Wakil Gu- bernur Lemhanas Prof. Dr. Ju- wono Soedarsono bahwa dalam jangka waktu setidaknya lima tahun mendatang, sipil tampak belum siap mengambilalih kepemimpinan nasional, baik menjadi Presiden maupun Wakil Presiden. "Untuk jangka waktu terse- but, ABRI masih akan me- megang kendali untuk me- mimpin," katanya. Menanggapi pendapat itu, Salim Said menyatakan bahwa apa yang dikemukakan Juwono sama sekali tidak diarahkan ke- Pemuda Muhammadiyah Tegalrejo Adakan Rapat Medan, (Analisa) Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota- madya Medan, Drs. Ahmad Ho- sen Hutagalung, mengatakan, pe- ran aktif tim dalam menggerak-pintu belakang. kan organisasi sangat penting. Minimal suatu gerakan dapat ak- tif apabila ketua dan sekretaris bergerak. Hal itu disampaikan pada ra- pat pimpinan I Pemuda Muham- madiyah Tegalrejo, Minggu (7/9) di aula Madrasah Muhammadi- yah Jalan Mesjid Taufiq, Medan. Keterpaduan ketua dan sekre- taris perlu dipelihara dan sejalan. Kalau tidak, perjalanan gerakan akan mandeg dan vakum, lanjut nya. Setelah rencana matang dan masing-masing sudah mengerti fungsinya kemudian MY kem- bali bertugas, sementara terdak- wa AJS bersama dua terdakwa lainnya dengan mengendarai mobil Toyota Kijang dan Chev- rolet Trooper berangkat menuju arah Tanjung Morawa untuk menunggu mobil Bank Tamara yang dikawal MY. Sewaktu melintas di Titi Ku- ning mobil Chevrolet Trooper yang dikemudikan AJS menga- lami kerusakan, lalu ditinggal- kan dan dijaga oleh terdakwa MGM. Sedangkan terdakwa AJS bersama BS meneruskan perjalanan menggunakan mobil Kijang menuju Tanjung Mo- rawa. BS dan MGM.Mereka bersa- ma sama merencanakan peram- pokan tersebut. Diawali melakukan survey lapangan lokasi mobil Bank Tamara yang dikawal Kopka MY nantinya akan melintas. MENGGARI Lebih kurang 1 kilometer se- belum gerbang tol Amplas, Kop- ka MY lalu mengeluarkan gari (borgol) sambil memerintah saksi Poniman (supir) meng- hentikan mobil tersebut. Kemu- dian menggari kedua tangan Poniman ke stang kemudi. Selanjutnya MY memutar mobil ke tepi jalan seraya mengambil kunci kontak dan turun menuju Seperti diberitakan, petugas Unit Reaksi Cepat (URC) Serse Poldasu berhasil menangkap dua pria asal Aceh dan menyita lebih kurang 40 kilogram ganja kering, Sabtu (6/9) sore. Kedua tersangka tersebut Su (27) penduduk Kota Bahagia Kecamatan Kuala Bate Aceh Selatan dan U (19) penduduk Kampung Blang Kucir Keca- matan Trangon Aceh Tenggara kini ditahan di RTP Mapoldasu bersama barang terlarang ter- sebut yang dikemas dalam kotak kardus besar dilapisi ikan asin. Tersangka ditangkap ketika petugas membuntuti mobil yang mereka carter dari Aceh melalui Berastagi ke Medan. Dalam pemeriksaan awal tersangka mengaku terus terang membawa barang tersebut hanya mendapat imbalan Rp 100 ribu perkilogram dari seorang yang disebut sebut pemilik ganja itu. Terdakwa AJS dan BS yang memang sudah menunggu di belakang mobil Bank Tamara, tersebut selanjutnya bersama 86 mm X 60 mm Lebih jauh Hutagalung dide-= Rp. 75.000,- pan peserta Rapim mengimbau Pembayaran ΚΟΝΤΑΝ warga gerakan Pemuda Muham- madiyah menjaga dan memeliha- Tamanah. Kita harus berpan- dangan berbuat bagi gerakan Pe- muda Muhammadiyah adalah untuk kepentingan lebih luas. Se- la: manfaat diri, juga memper- juangkan amanat Muhammadi- yah, ummat dan bangsa. Alimad Hosen Hutagalung menambahkan, kinerja Pimpinan Daerah dalam merencanakan pa- da September 1997 melakukan kunjungan kerja ke cabang- cabang. Pada Oktober diadakan Porseni, Nopember, Seminar Menggali Sejarah Pemuda Mu- hammadiyah, Desember, Rapat Pimpinan III. "Semua cabang di- harapkan mempersiapkan diri mengikuti even itu," tegasnya. (rel) Dikatakan perbuatan tersebut baru pertama kali dilakukan. Kini tersangka terus diperiksa secara intensif dan ditahan bersama barang bukti ganja yang disita petugas untuk pengustan lebih lanjut. Sementara seorang yang disebut sebut sebagai pemilik barang terlarang ter- sebut masih terus dicari petugas Poldasu. (imn). Ruangan Khusus Ukuran: 66 mm X 40 mm = Rp. 60.000,- pada orang per orang dan sipil secara pribadi, apalagi figur ter- tentu, namun lebih diarahkan untuk melihat kenyataan yakni kekuatan sosial politik kalang an sipil yang tampak belum siap mengambilalih kepemimpinan nasional. Meskipun secara kelem- bagaan sipil belum siap me- ngambilalih kepemimpinan na- sional, namun secara pribadi seorang sipil bisa menjadi Pre- siden atau Wakil Presiden sete- lah Soeharto asal didukung ABRI. "Dukungan dari ABRI sa- ngat penting karena ABRI adalah kekuatan politik yang 'solid' dan berpengalaman," ka- tanya. at Berdubacts TURUT BERDUKACITA (Memorial) Atas meninggalnya : dalam sama dengan MY, terdakwa AJS lalu mengangkat cash box (peti besi) yang berisikan uang senilai Rp.529.106.195. Setelah peti besi tersebut di- angkat ke dalam mobil Kijang yang dikendarai AJS, terdakwa MY kembali mendatangi korban Poniman, Tian Hock dan Pedya ketiganya karyawan Bank Ta- mara yang berada di dalam mobil tersebut. Kemudian menggari tangan ketiga korban. Setelah berhasil melancarkan aksinya ketiga terdakwa mela- rikan diri dan keluar lewat gerbang tol Amplas. Suami : ONG SUI LIM/MARI (†) Anak Ik : ONG TIAO KENG (†) ONG TIAO IN ONG TIAO AN Anak pr: ONG KIM SUAN ÔNG KIM ENG ONG KIM HOA Menantu pr: Kemudian bertempat di kediaman terdakwa AJS, Kopka MY lalu membagikan hasil ram- pokan tersebut dengan perin- cian Rp.110 juta buat terdakwa AJS, Rp.30 juta untuk BS dan 20 juta untuk MGM. Sisanya lebih kurang Rp.369 juta lebih untuk Kopka MY. Menurut terdakwa AJS, dari hasil pembagian Rp. 110juta itu Rp 2 juta diberikannya kepada terdakwa BS, kemudian mem- beli pasir korekan senilai Rp.19 juta, membeli mobil Isuzu Pan- ther secara kredit dengan uang muka Rp.10 juta. Sisanya dihabiskan terdakwa untuk berfoya-foya, antara lain ber- main judi dan biaya keperluan. sehari-hari. Bapak TAN A HOK (Ayahanda dari HONGGARA TANDEAN/TAN BENG HONG) Semoga arwah beliau diterima disisi Tuhan Yang Maha esa dan kepada keluarga yang ditinggalkan hendaknya tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini. Ayah : NG THIAN HUN (†) Ibu : LIAU GEK KIE (†) Ayah Angkat: NG HAP SUN Ibu Angkat: LIAU A SHIA > Ayah Mertua : SALIM Ibu Mertua : BARIYEM Istri : ASMAWATI Hampir setahun lebih AJS menikmati hasil kejahatan itu akhirnya ia ditangkap Serse Poldasu dalam suatu peng- gerebekan di kawasan Tun- tungan Pancur Batu menyusul tertangkapnya otak peram- pokan itu Kopka MY di Jambi. Sidang dilanjutkan pekan de- pan guna mendengarkan kete- rangan para saksi. Sementara dua terdakwa lainnya masing BS dan MGM yang terlibat dalam kasus perampokan ini disidangkan secara terpisah. (di) Dari : PT. BUANA TRANS MEGA RAJAUTAMA-Pekan Baru RIANTO SALIM KABAR DUKACITA Telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga : Ibu/Mertua/Nenek kami yang tercinta. SO LIAN AN NIO/YULIANA (Lahir di G. Sitoli) (Tutup usia 91 tahun) Pada hari Selasa tgl. 9 September 1997 pukul 05.00 WIB dikediaman kami Jl. Irian Gg. Pekong No. 453 Tg. Morawa. Jenazah mendiang disemayamkan di Balai Sosial LVRI Blok 2 Jl. Bakaran Batu No. 1 Tel. 717339 -719359 Medan dan akan dikebumikan pada hari Kamis tgl. 11 September 1997 pukul 11.00 WIB diperkuburan Marga Ong Tg. Morawa. KAMI YANG BERDUKACITA: (MEI LIE) Anak Lk: LO LENG KIM CIA CEN NIO Menantu lk: CIA SENG HONG LIM CIEN YEN (†) Beserta Cucu/Cicit Dan segenap keluarga Jl. Irian Gg. Pekong No.453 Tg. Morawa Menurut dia, tidak perlu ada pemikiran atau dikotomi sipil- militer dalam melihat peluang kepemimpinan nasional, tetapi lebih menitikberatkan kepada kemampuan pribadi dan duku- ngan yang ada di belakangnya. Salim sependapat dengan Ju- wono bahwa kekuatan sipil be- lum "solid" untuk mendukung- nya meraih kepemimpinan na- sional, walaupun secara pribadi di masa datang peluang itu bisa diperoleh jika ada dukungan dari ABRI. NG SEN HUẤ NG SEN SIONG Anak Pr NG CHAI SIÊN (MARIANA) NG CHAI YEN NG CHAI LING NG CHAI YONG Abang Kandung : NG LÃI SENG NG LAI SUN (†) Adik Kandung: "Karena kekuatan sipil be- lum 'solid', maka di masa da- tang peluang seorang sipil bisa meraih kepemimpinan nasional jika atas dukungan ABRI se- bagai kekuatan yang telah 'so- lid'. Jadi bukan murni kekuatan orang per orang," katanya. Ketika ditanya mengenai kapan waktunya akan tiba bagi sipil untuk memimpin bangsa ini, Salim Said berpendapat, saatnya akan tiba jika kekuatan sipil sudah tergalang dan tum- buhnya kelas menengah secara mandiri. "Itu memerlukan wak- tu," ujarnya. Menjawab pertanyaan apa- kah mungkin ABRI akan men- dukung seseorang dari sipil un- tuk memimpin bangsa ini, Sa- lim Said meyakinkan bahwa ABRI akan mendukung siapa- pun untuk memimpin bangsa Indonesia, asal tokoh tersebut diyakini mampu memimpin. "Selama ini 'kan memang sudah demikian, mekanisme memilih pemimpin nasional juga didasarkan pertimbangan bahwa Pak Harto memang dini- lai mampu," katanya. Sebaliknya, kalangan sipil juga berpandangan akan men- dukung tokoh siapapun, terma- suk dari ABRI yang dinilai mampu untuk memimpin bang- sa. Ketika ditanya lagi mengenai kapan kekuatan sipil akan muncul dan tergalang hingga menjadi kekuatan yang me- madai untuk memimpin bang- sa, Salim Said mengatakan se- muanya butuh proses. Tetapi yang jelas untuk me- lihat proses itu tidak perlu disi- mak berdasarkan dikotomi si- pil-militer.(Ant) Kami Yang Berdukacita: NG LẠI BÙN Kakak Kandung: NG SAU CỤ NG SIU TUAN Adik Kandung Pr : NG SIU TIU” NG SIU KIẾT NG SIU LIE NG SIU MET Abang Angkat: CUANG CAI HUAT & KEL Adik Angkat Pr: NG SIU HUA & KEL Kakak Ipar : Dari : Jawaban Serupa tapi tak Sama (Soal lihat hal. 8) Atas meninggalnya : KABAR DUKACITA Telah meninggal dunia dengan tenang Anak/Menantu/Suami/Ayah/Saudara/Ipar kami yang tercinta. NG LAI CIN/HERMANTO WIJAYA (Tutup Usia 55 Tahun) Pada hari Senin tanggal 8 September 1997 pukul 09.40 Wib di Rumah Sakit Umum Deli Medan. Jenazah mendiang sementara disemayamkan di kediaman kami Jln. K.H. Wahid Hasyim d/h Jln. Mesjid No. 33-B Binjai dan akan dikebumikan pada hari Jumat tanggal 12 September 1997 pukul 11.00 Wib di pekuburan Tionghoa Paya Jambu Selesai. Suami : ANG HAI ENG Anak Lk : ANG KIEN HOK ANG KIEN CHAI ANG KIEN PHENG ANG KIEN CUAN ANG KIEN SUN ANG KIEN CAI Anak Pr ANG PO CU ANG PO LIEN Menantu Pr TAN MOU NIE LIM AI LIEN LIM SUI YONG LIAU SUI CEN Menantu Lk : TURUT BERDUKACITA است را BANK DANAMON ANALISA Menkes: Menko Polkam : Tak Ada Sanksi untuk Petugas yang Semua Saja Oke Asal Salah Beri Vaksin Jakarta, (Analisa). Menteri Kesehatan Sujudi menegaskan, tidak akan ada sanksi hukum bagi petugas su- karelawan yang salah mengam- bil dan memberikan vaksin un- tuk anak Balita pada pelak- sanaan PIN di Pekanbaru, Riau, pekan lalu. Menkes Sujudi menyatakan hal itu kepada pers seusai sila- turahmi dan perpisahan dengan anggota Komisi VIII DPR RI periode 1992-1997, di Jakarta, Selasa. Menkes diminta tang- gapannya mengenai kasus salah mengambil dan memberi vak- sin pada PIN putaran kedua di Pekanbaru. Sujudi mengatakan, peran kader dalam membantu tenaga medis dalam pelaksanaan PIN selama ini besar sekali, sedang- kan kesalahan itu terjadi karena adanya salah komunikasi antara petugas dan kader. "Hal ini bisa terjadi karena petugas medis datang terlambat pada waktu pelaksanaan se- hingga kader tidak tahu bahwa di dalam termos penyimpanan yang sudah tersedia di tempat pelaksanaan, terdapat dua vak- sin berbeda yang akan diberi- kan di hari yang sama," kata- nya. 1948 Derechon Ranervados 17D/U11 HAN CIN FANG (†) TAN LING CU LIM BIE CU (†) Abang Ipar : CHAI GUAN HUA & KEL LAL IN CHIN (†) & KEL Adik Ipar Lk : TAN HONG HUAT & KEL ING SENG HUAT & KEL Dan Segenap Keluarga Jln. K.H. Wahid Hasyim No. 33-B (d/h Jln. Mesjid) Binjai Menkes mengatakan, kader sukarelawan tersebut tidak tahu kalau salah satu vaksin adalah vaksin tetanus teksoid untuk wanita usia subur yang akan diberikan setelah pelaksanaan PIN itu. Atas meninggalnya : Bapak LIANG NAN WIE/NAWIE (Ayahanda dari Bapak LIANG THIEN CHI/HADI) Semoga arwah beliau diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa dan kepada keluarga yang ditinggalkan hendaknya tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini. Mungkin, katanya, kader me- lihat dua label yang berbeda tapi karena belum diberi tahu petu- gas medis, mereka mengang- gap sama fungsinya. "Hal ini yang belum dikomu- nikasikan petugas dengan ka- der sehingga terjadi kesalahan pemberian vaksin," jelasnya. Ketika ditanya dampak bagi pasien akibat kelalaian itu, Su- judi menjelaskan, tidak akan ada Pada hari Senin, 8 September 1997 di RSU Elizabeth Medan, dikebumikan, Rabu 10 September 1997 di Desa Kutabuluh, Kabupaten Karo. Semoga arwahnya diterima Tuhan Yang Maha Esa dan ditempatkan pada tempat sebaik-baiknya di sisiNya. Dari : - Keluarga Besar DPRD Tingkat II Karo, Sekwan dan seluruh Staf Keluarga Besar DPD GOLKAR Tingkat II Karo dan seluruh Staf # KABAR DUKACITA Telah meninggal dunia dengan tenang: Istri/Ibu/Mertua/Nenek/Ipar/Saudari/Makcik kami yang tercinta. TURUT BERDUKACITA LIM A GEK (Tutup usia 58 Thn) Pada hari Senin Tgl. 8 September 1997 Jam. 07.20 Wib di kediaman kami Jl. Pajak Rambei Kec. Labuhan Deli. Jenazah mendiang disemayamkan di kediaman kami dan akan dikebumikan pada hari Kamis Tgl. 11 September 1997 Jam.14.30 Wib di Pekuburan Tionghoa Sei. Mati. TOK MIN LUAN LIM LIANG EK Cucu Dalam Lk : ANG KOK AN ANG KOK MIN ANG KOK LIANG ANG KOK CHONG ANG MIN CHONG noblid diw bsish: An of Ibu JENDA MULI Br PERANGIN-ANGIN Ibu Mertua Bapak Kol. Inf. Drs. DD SINULINGGA (Bupati KDH Tingkat II KARO ) ANG BUN PIN Cucu Dalam Pr: ANG YU LIE ANG WIE NIE Cucu Luar Lk : TOK A HO TOK KOK PIN LIM MOU BIE Cucu Luar Pr : TOK MEI SIAN 7781 Kami Yang Berdukacita: efeknya untuk sekarang atau di masa depan si anak yang terlan- jur minum vaksin itu. Hal ini mengingat vaksin tetanus tek- soid itu diberikan dengan cara tetes dan bukan disuntikkan. "Vaksin yang diberikan, ha- nya dua tetes yang langsung masuk mulut dan dihancurkan oleh asam lambung diperut, ke- mudian dikeluarkan lagi mela- lui air seni," katanya. Wakil Ketua Komisi VIII DPR yang juga mantan Kakan- wil Depkes Jawa Barat, dr Rus tandi membenarkan pendapat Sujudi bahwa kesalahan pem- berian vaksin, tidak menyebab- kan akibat fatal. TOK MEI CHIN LIM MEI BIE LIM MEI LA "Tidak benar kalau bisa menyebabkan kematian pada pasien, karena hanya diberikan dua tetes sehingga tidak ber- dampak apa-apa, kecuali kalau disuntikkan," katanya. TIDAK BERBAHAYA Lagi pula, vaksin tetanus tok- sin tidak mengandung zat ber- bahaya. Didalam Vaksin TT ter- dapat zat putih telur yang tidak mengandung kuman dan hanya protein dari tetanus toksin de- ngan beberapa bahan pengawet. Menurut dia, vaksin itu ber- bahaya jika disuntikkan, karena Adik Ipar : ANG HAI SAN Kakak Ipar : ANG SIU ENG "Harus dicek kebenarannya. Sekarang ini, informasi yang masuk kita cek benar atau ti- dak," kata Ketua Bapepam Ary Suta kepada pers usai mengiku- ti raker Menkeu dengan Komisi APBN di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan hal itu berkait an adanya berita bahwa penga- mat pasar uang Theo Toemion bertindak sebagai "insider in- formation" dalam transaksi sa- ham Elang Realty. Bapepam sendiri, menurut dia, menanggapi dengan hati- hati informasi yang masuk me- ngenai adanya dugaan terjadi- nya "insider information" atau "insider trading" karena masa- lah tersebut tidak sederhana. Sebelumnya Theo Toemion membantah bahwa dirinya su- dah diperiksa Bapepam, meski ia sendiri mengakui membeli Suami : LIM THIAN CIN Adik : SUN GIOK LAN Anak lelaki : LIM HOCK KIE (†) LIM HOCK CUAN LIM HOCK MIN LIM HOCK KUANG LIM HOCK KHUN LIM HOCK KIET LIM HOCK SUN Anak perempuan : LIM CHING LIAN LIM HUI LIAN LIM AI LIAN LIM PIEK LIAN LIM HO LIAN Menantu perempuan : CUANG MING HUI TAN LING PHING BUTET Menantu lelaki : SULAIMAN KAYO KWEK SENG CHI I WAN 4 GODT FBX HE AR PIM ANG SIU HUA ANG SIU HONG Suami Kakak Ipar : LIM MIN GUAN (†) KHO CHENG LIM (†) KHO NAI CHA Abang Kandung: LIM KIM CUI (ROBERT SALIM) Istri Abang Kandung : OEI HUN JEN Bapepam Teliti Kebenaran Theo Toemion Lakukan "Insider Information" Jakarta, (Analisa). Bapepam saat ini sedang meneliti kebenaran keterlibatan pengamat pasar uang Theo Toemion berkaitan dengan adanya informasi bahwa ia ter- libat sebagai "insider informa- tion" dalam transaksi saham Elang Realty. (LILI TOSALI) Kakak Kandung: LIM A MIK (†) LIM IK SIANG (†) LIM IK ING LIM CEN CU LIM A SUK (†) Suami Kakak Kandung : ANG CUI LENG (†) TAN A CUI (†) GOH HAN HO (†) CUANG THI SENG (†) Beserta Kemanakan & Keponakan Dan Segenap Keluarga Jl. Pajak Rambei Kec. Labuhan Deli Cucu luar Ik : FADLY HASBY ABI MR CỦA Cucu luar pr : RIRI NISHA bisa meresap di bawah kulit untuk selanjutnya di edarkan ke seluruh tubuh oleh darah. MAME S Anak angkat Ik : TAN YU HAU LIM BUN SENG CIA KIET SIONG Anak angkat pr : KHU BENG TIN SIE PANG PANG Suami anak angkat : LIE HAN BIE Ia mengharapkan, tidak akan terulang lagi kejadian serupa. Menkes Sujudi meminta agar pelaksanaan PIN putaran ketiga pada 7 Oktober mendatang, be- nar-benar dipersiapkan matang dan sungguh-sungguh agar ti- dak ada lagi kealpaan petugas yang meletakkan dua jenis vak- sin yang berbeda di dalam tem- pat yang sama. Ia menghimbau agar pelak- sanaan lebih teratur dan tertib dan selain itu para kader hen- daknya lebih teliti dan hati-hati karena menyangkut nyawa ge- nerasi masa depan bangsa. Seperti yang sudah diberitakan beberapa hari terakhir, pada pelaksanaan PIN kedua di Tang- kerang Tengah, Pekanbaru, Riau, ada tiga RW yang menga- lami musibah, karena kekeliru- an petugas dalam memberikan vaksin pada 224 balita. Cucu dalam Ik : LIM CONG CHEN LIM CONG WIE Cucu dalam pr: TAMI YOLANDA Petugas sukarelawan seha- rusnya meneteskan vaksin po- lio pada Balita, tetapi salah am- bil vaksin dengan meneteskan vaksin tetanus yang sebenarnya diperuntukkan wanita usia su- bur yang akan dilaksanakan setelah PIN. (Ant) saham Elang Realty. Pembelian itu, katanya, dilakukan setelah adanya rencana dan pengumu- man di media massa bahwa akan ada pengalihan mayoritas sa- ham Bank Perniagaan dan Elang Realty. Ia juga mempertanyakan apa- kah tindakannya dengan mela- kukan pembelian saham Elang Realty dan kemudian melepas- nya kembali itu dapat digolong- kan sebagai "insider trading" mengingat pembelian dilakukan setelah ada pengumuman peng ambilalihan. BERDAMPAK POSITIF Sementara itu ketika me- nanggapi keputusan pemerintah untuk menghapuskan pem- batasan pembelian saham per- dana oleh investor asing, Ary Suta mengatakan, langkah terse- but berdampak positif bagi Jakarta, (Analisa). Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Soesilo Soedarman menegaskan semua pihak, baik sipil maupun ABRI, disebutnya 'oke' saja un- tuk menjadi pemimpin nasional sebagai Presiden dan Wakil Pre- siden, asal memenuhi kriteria. Ayah: KWEE TIANG IN (†) Ibu: NYO GUAT NGO (†) Adik kandung Ik: "Tergantung apa orangnya siap atau tidak. Bagi saya, semua saja oke asal memenuhi persyara- tan dan kriteria," katanya men- jawab pertanyaan wartawan di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Selasa. SIMON KWEE THIAM SAN (†) KWEE THIAM SENG (SOE BAGIO KELANA) KWEE THIAM HUAT (JOHAN KELANA) Adik kandung pr KWEE CHAI YU KWEE GIOK SWAN Memenuhi Kriteria Seusai membawakan makalah berjudul Pembangunan Kemari- timan Berbudaya Iptek Menuju Era Industri di Abad 21 dalam Konferensi Internasional Maritim Internasional, ia menyatakan pi- haknya tidak pernah sangsi akan kemampuan generasi penerus. FADILLA Abang ipar : LIM THIAN SANG (†) LIM THIAN HAN (†) LIM THIAN SENG (†) Istri abang ipar : TENG KUI KIE NG SAI GEK KUMLA THASLIM Adik ipar Ik : LIM THIAN LAI (†) Istri adik ipar : ONG SU KHENG Ini ditanyakan berkaitan de- ngan pernyataan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Prof Dr Juwono Sudarsono di Jakarta, Senin (8/9) bahwa sampai lima tahun ke de- pan belum ada pemimpin dari si- pil yang pantas menerima tampuk kepemimpinan nasional, sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Kakak ipar : LIM SAI GIN (†) LIM SAI LUAN (†) Suami kakak ipar : OEI THAM CIN (†) LIE CUI GUAN (†) Adik ipar pr: LIM SAI HONG Suami adik ipar : CAN A SENG (†) Abang kandung : CUANG KIM TEK (†) pengembangan pasar modal In- donesia. "Sejak pengumuman itu, gai- rah di lantai bursa kembali se- marak setelah sebelumnya sem- pat lesu akibat gejolak mone- ter," katanya. Telah meninggal dunia dengan tenang Istri/Kakak/Ibu/Ibu Mertua/Ibu Angkat/Nenek/Saudari/Ipar/Makcik kami yang tercinta. - Jln. Iskandar Muda No. 44/46 KUALA SIMPANG Adik kandung pr : CUANG A CIOK (†) CUANG KIM LUI CUANG KIM GIOK CUANG PIK YIN Suami adik kandung : YAP YI HONG (†) KWEK ENG MO CỦA PIK CAI (1) HWAI CHUNG Kemanakan Ik : LIM HOCK AN LIM HOCK SUANG LIM HOCK KUI Dengan ini kami sekeluarga mendiang :. LIANG NAN WIE / NAWIE (tutup usia 56 tahun) (AGUSTINA) Isteri adik kandung: LU KIM HOA (NANI KELANA) LIE LIAN NIO (LINA KELANA) Suami adik kandung: KHO CUAN CENG (†) CHIA HON FOEK (EDWARD CHIA) Kemanakan Ik: SOEROSO KELANA JIMMY KELANA CUANG LAI HO (tutup usia 74 tahun) Pada hari Senin tanggal 8 September 1997 jam 21.00 WIB di kediaman kami Jln. KERIS No. 16 Tanjung Balai - ASAHAN. Jenazah mendiang sementara disemayamkan di Yayasan Sosial Kemalangan Jln. W.R. Supratman No. 36, 38, 40 Tel. 92072 Tanjung Balai - ASAHAN dan akan diperabukan pada hari Kamis tanggal 11 September 1997 jam 14.00 WIB di Crematorium HUA SAN TENG Km 9 Tanjung Balai - ASAHAN. KAMI YANG BERDUKACITA: Ia juga berpendapat, peng- hapusan itu bermanfaat bagi pengawas pasar modal yang ti- (Ant) UCAPAN TERIMA KASIH Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : - Dr. SUKMAWATY Kuala Simpang - Rumah Sosial PTMKS Kuala Simpang Bapak-bapak, Ibu-ibu, Famili-famili, Rekan-rekan serta Handaitolan sekalian yang telah memberikan bantuan/sumbangan baik berupa moril maupun materil kepada kami sewaktu meninggal hingga selesainya upa- cara pemakaman Suami/Ayah/Saudara/Ipar/Paman kami yang tercinta. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas segala budi baik tersebut. Hormat kami : Segenap Keluarga Mendiang KABAR DUKACITA Ketika Soesilo dimintai tang- gapannya, ia menjawab, "Itu kan khas, penilaian beliau, dia kan Wagub Lemhannas, dia kan orang sipil. Mesti ada alasan un- tuk sampai pada kesimpulan itu." Ditanya lagi, apakah untuk memperoleh tokoh sipil misalnya Bung Hatta dan Adam Malik di- perlukan situasi kondusif terten- tu. Ia kemudian menjawab sing- kat, "terpulang pada orangnya". UCAPAN TERIMA KASIH Dengan ini kami sekeluarga mendiang : WONG/LIM LIEN KIE (tutup usia 94 tahun) Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Bapak- bapak, Ibu-ibu, Famili-famili, Rekan-rekan serta Handaitolan sekalian yang telah memberikan bantuan/sumbangan baik berupa moril maupun materil kepada kami sewaktu meninggal hingga sele- sainya upacara perabuan Ibu/Ibu Mertua/Ibu Angkat/Mertua Angkat/Nenek/Nenek Mertua/Nenek Angkat/Buyut/Saudara Angkat kami yang tercinta. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas segala budi baik tersebut. Hormat kami: - Jln. Kuantan No. 30 MEDAN Apakah dalam hal ini ABRI dinilai lebih siap untuk menjadi pemimpin nasional di masa de- pan, tanya wartawan. Soesilo menyatakan pendiriannya bahwa pihaknya tidak pernah sangsi akan kemampuan generasi pene- rus. † KABAR DUKACITA Telah meninggal dunia dengan tenang, Abang/Abang Ipar/Uwak/Paman kami yang tercinta. KASIM PETRUS KELANA (Tutup usia 78 tahun) Pada hari Selasa tgl. 9 September 1997 pukul 11.10 Wib. di Rumah Sakit, jenazah mendiang disemayamkan di Balai Persemayaman Angsapura Blok 2 Jln. Waja No. 2 Medan dan akan dikremasikan pada hari Kamis tgl. 11 September 1997 pukul 13.00 Wib. di Crematorium Te Cong Tian Tanjung Morawa. Halaman 15 "Saya selalu mengatakan, saya tidak pernah sangsi pada ke- mampuan generasi penerus bang- sa ini, itu saja pegang," katanya menegaskan. KAMI YANG BERDUKACITA: KHO ING LIONG RICHARD Kemanakan pr TITIN KELANA ENNY KELANA THERESIA KELANA PAULA KELANA LINDA KELANA KHO CIAN YIN (KHO LIAN KIE) KHO CIU YIN (KHO LIAN CIE) JULIANA CUANG KIM AN (†) LIM HOCK LENG Istri abang kandung : GUNAWAN ASLIM LIM HOCK CHONG OEI SUANG SEK OEI SUANG U (†) LIM HOCK HAU CANG SUI LING LIM HOCK CUAN Adik kandung Ik : LIM HOCK SIANG CUANG SUI AN LIM HOCK KIEN CUANG LIEN AN LIM HOCK DJIN Istri adik kandung : TAN KIOK ENG YANG SUKCIN Konferensi Internasional Ma- ritim Indonesia diadakan pada 9-11 September 1997 dengan dii- kuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Jer- man dan Belanda. Kegiatan konferensi tersebut yakni lokakarya, pameran dan diskusi. (Ant) dak perlu repot-repot lagi me- ngawasi investor asing dan lokal akibat adanya perbedaan harga. Penghapusan pembatasan itu, lanjutnya, juga akan memu- dahkan perusahaan penanaman modal asing (PMA) untuk "go public". Ketika ditanya apakah kebi- jaksanaan itu akan menyisihkan investor lokal, Ary Suta berpen- dapat, semua pihak berkewa- jiban untuk meningkatkan par- tisipasi lokal di pasar modal. Segenap keluarga mendiang HARMONIS Ahli Gigi Jln. Pandan No. 55 Medan Istri kemanakan : TIO SU CHIN LIE MIN TAN SU CHIAU Kemanakan pr: LIM HIANG LIAN LIM SIU LIAN LIM SUI LIAN LIM BIE LIAN LIM LI YONG LIM TJUI LIAN SONY ASLIM IRA ASLIM LIM SIM LIEN LIM GUEK LIEN REGINA YOSELINE LIM Jln. Panglima Polem No. 48 KUALA SIMPANG MARY Isteri kemanakan: KHUANG MEI SIA ONG MEI LING Suami kemanakan: PETER CHIA ALWI WILLY WITARYO TEH HAN GUAN OEN CONG LING (RACHMAN ASWIN) Calon suami kemanakan: RUDI WILOKA Cucu kemanakan: STEPHANIE YOHANA KELANA VIDYA ANDARIKA KELANA ANDROMEDA SEBASTIAN VANESSA VICARIO ALWI DAN SEGENAP KELUARGA Jln. Imam Bonjol No.14 F Jln. Haji Misbah No. 18 AA Jln. Kejaksaan No. 3 C Medan LIM LIANG HUI CAROLIN YAPARDI THIA SOW ENG DAGMAR KURZMANN ROESIAWATI TANUWIDJAJA OEI SIU BIN LIE YEK NGO LINA Suami kemanakan : LIE SIAN MIN JIMMY HONGDIARTO LAU YIN HO LIE BENG SUN (†) RUSLI JOHANNES KURNIA ANES HANDREAN CHOW AGUSTINUS LIOEWANTA GEORGIUS (†) Serta Keponakan 5660 Sum Dan segenap keluarga - Jalan Keris No. 16 Tanjung Balai ASAHAN
