Tipe: Koran
Tanggal: 1997-09-10
Halaman: 09
Konten
h ai 8 Rabu, 10 September 1997 TAMAN REMAJA & PELAJAR Menulis di Media Massa dalamnya harus ada kebaruan. Dengan kata lain kita harus mam- pu mengolah nasi basi menjadi se- gar dan enak rasanya. Ini menun- tut seorang penulis kecuali memi- liki pola pikir terskema juga tang- gap terhadap perkembangan dan perubahan yang terjadi di masya- rakat hingga kitalah pertama ka- li membahasnya atau bila sudah digarap orang tulisan kita harus memiliki warna dan sentuhan lain. Boleh saja membahas topik yang sudah digarap orang lain ta- pi tulisan kita mempunyai karak- ter tersendiri dengan begitu pem- baca pun tidak bosan atau redak- tur mencekalnya. BANYAK remaja khususnya pembaca tetap, ingin jadi penu- lis. Ada kemudian berhasil dan ti- dak sedikit pula gagal baik keti- ka dalam tahap penulisan mau- pun karena karyanya tidak di- muat di media di mana ia mengi- rimkan tulisannya. Hal kedua ini bukan hanya penulis pemula mengalami bahkan mereka yang sudah menekuni bertahun-tahun dan namanya sudah dikenal re- daktur dan pembaca, masih se- ring mengalami kegagalan, tu- lisannya tidak laik muat (tentunya berdasarkan pertimbangan re daktur). Problema ini wajar saja, baik menurut kita belum tentu layak menurut redaktur. Jadi kalau ke- mudian sudah berulang-kali me- ngirim tulisan tapi belum dimuat, tidak usah putus asa sebab itu di- alami oleh hampir setiap orang, dan penulis-penulis sekarang du- lunya pun mengalami kejadian se- rupa. Tak semua orang bernasib mujur. Untuk itulah kita dituntut terus berusaha dan berlatih agar harapan itu terwujud. MANFAAT MENULIS Menulis di media massa me- miliki manfaat besar, dilihat dari aspek material maupun non-mate rial. Material tentu saja karena se- tiap tulisan yang dimuat akan mendapat honor. Hanya saja ho- nor ini tergantung di media ma- na kita menulis. Mau honor be- sar silakan ke koran beken (ibu- kota), mau kecil di koran terbitan daerah (beroplah rendah). Tapi untuk soal ini bagi kita penulis pe- mula jangan dulu terlalu dipikir- kan, terpenting tulisan dimuat su- dah syukur. Sebab biasanya ka- lau tulisan sudah dimuat minat se lanjutnya bakal lebih menggebu. Sedangkan manfaat lain ten- tu saja intelektualisme kita makin diasah sebab ketika kita mence- burkan diri dengan kegiatan tulis- menulis saat itu pula kita berada dalam lingkungan ilmiah. Kita akan diajak berpikir, meneliti, melihat, mendengar, membaca, mengamati dan merumuskan pi- kiran atau masalah yang akan di- tuangkan ke dalam tulisan. De- ngan begitu kita akan diasah dan diasah terus hingga menjadi insan FINAL Lomba Pemain Pi- ano Muda Berbakat tingkat Sumut 1997 yang diselenggara- kan Lembaga Musik Murni (LMM) Medan hari Minggu 31 Agustus lalu di Hotel Emerald Garden Medan telah berlang- sung dengan sukses. Miss Ling Yin selaku salah seorang panitia menyebutkan, lomba yang diikuti 16 finalis dari empat kategori (masing- masing finalis membawakan dua nomor lagu) dan dihadiri sekitar 400 pengunjung tersebut mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Sebelumnya, telah diadakan babak penyisihan pada 23-24 Agustus lalu yang diikuti 102 peserta. Disebutkan, dewan juri ter- diri dari Frater Johan van Roosmalen (ketua), Daud Kosa- SELAMA ini hubungan anta- ra keluarga Gugun dengan ke- luarga Pak Tompel yang di sebe- lahnya selalu baik-baik saja. Bah- kan berkesan sebagai hubungan bertetangga yang harmonis. Ha- nya saja akhir-akhir ini hubungan mereka agak renggang akibat ke- jadian beberapa hari yang lalu. Waktu itu, beberapa hari yang lalu, saat jam menunjukkan pu- kul dua belas siang, emaknya Gu- gun lagi duduk-duduk di dapur dan tiba-tiba mendapat ide untuk membuat rujak. Apalagi meng- ingat bahwa pohon mangga yang di halaman rumahnya udah mu- lai ranum, makanya wajar aja saat itu juga emaknya Gugun mengambil ketapel dari laci. "Ngapain ngambil ketapel, Mak?" tanya Gugun yang saat itu lagi asyik berjoget mengikuti irama lagu dangdut dari radio nya. "Mau ngetapel mangga yang di halaman kita, buat ngerujak. "Kan asyik", jawab emaknya pe- nuh semangat lalu berjalan ke luar. Hasil Final Lomba Pemain Piano Muda Berbakat LMM sih BM, Roland Gerstmans, Jacques Derhet, Ester Yu BM, dan dr.Mardiana DSA. Lomba tersebut merupakan kerjasama LMM Jalan Mahoni 12 Medan dengan sekolah musik IMEP (Insitut Superieur de Musique et Pedagogoe) di Namur, Belgia. Di halaman rumah, dia mende kati pohon mangganya yang udah berumur puluhan tahun itu. La- lu tersenyum memandang ke se- buah papan di bawah pohon mangga itu yang bertuliskan 'Di- larang memetik mangga tanpa seijin pemiliknya, tertanda Gu- gun'. Ck...ck...ck... emang si Gu- gun ini anak yang betul-betul pin- ter. Tapi sandal siapa tuh yang di- bawah pohon mangga ? Dengan sigap emaknya Gu- gun langsung memandang ke atas pohon dan di sana terlihat se- orang anak kecil lagi asyik makan mangga. Oleh : Henny yang kreatif, dinamis, inovatif dan penuh gagasan baru. "Haha...? Semprul! Maling! Pencuri! Turun luh Tompel Ju- nior!" terdengar gelegar suara emak Gugun yang diikuti dengan gerakan membidik ke arah ter- sangkanya. Gugun yang ada di dalam rumah langsung aja keluar, "Jangan...jangan...jangan di- ketapel!" teriak si Tompel Junior yang anaknya Pak Tompel itu da ri atas pohon mangga. "Turun lah segera sebelum gue sambit lo!" "Iya...iya...," jawab anak itu sambil bergerak turun. Sementa- Sementara tulisan yang di- muat di media cetak, dalam satu pendapat, dari segi volume fre- kuensi mampu menjangkau kha- layak ramai dan dapat bertahan lama, sebab ia berbentuk tertulis. Juga karya tulis akan diuji oleh banyak orang, dengan begitu se- orang penulis senantiasa berusaha agar hasil pemikirannya berang- kat dari ungkapan-ungkapan yang menjelaskan keterkaitan yai- tu adanya keterkaitan antara se- suatu dengan yang lain dan ada- nya kebenaran uraian dengan fakta serta dunia realitas. Dengan kata lain akan terjadi upaya peng- kajian terus-menerus tanpa mema dakan yang sudah ada sebab se- makin banyak mengoreksi kian banyak pula kelemahan ditemu kan. Berangkat dari pendapat ini seorang penulis selalu berusaha agar mutu tulisannya semakin baik, berarti ia belajar dan terus kreatif. Seorang penulis tak akan pernah puas dengan hasil yang di- peroleh dan tak pernah pula me- madakan yang sudah ada. Laksa- na meminum air laut, semakin di- minum semakin haus dan di situ- lah ia telah menjadi seorang yang haus ilmu pengetahuan. MEMULAI TULISAN Tak semua orang bisa menu- lis (dalam arti sesungguhnya) ta- pi tak jarang pula bakat itu ada. Namun saat pertama kali memu- lai pasti menemukan masalah. Misalnya begini, tadinya dibenak bertumpuk pikiran dan ide-ide ta- pi setelah dituangkan baru bebe- rapa alinea sudah putus, mandeg atau bila pun selesai tulisannya kadang tumpang tindih, kaki ke kepala, perut ke ekor dan bera- gam bentuk lain. Sekali lagi itu biasa, namanya juga baru memu lai. Ada beberapa hal perlu diper- hatikan sebelum ataupun ketika menulis, di antaranya : Pertama, masalah yang diba- has harus dikuasai secara menye- luruh dan memiliki batasan- batasan agar dalam penulisannya Seteru Oleh: Frans X.I Untuk kategori A (usia 8-10 tahun) juara I Sisilia, juara II Isabella, juara III Doreen Chitra, juara Harapan Wenny Natalia. Kategori B (11-13 tahun) juara I Lilies Citra, II Sofie Natalia, III Berinda dan Harapan Darwin Makmur. Kategori C (14-16 tahun) juara I Joselyn Wibowo, II Nora Lesly, III Sophie Christian dan Harapan Felix Lawi. Kategori D (17-21 tahun) juara I Sutini, II Olivia Matius, dan juara III Monalisa. (Siung) ra itu emak Gugun udah emosi kali sampe hidungnya kembang kempis. Begitu sampai di bawah, bu- kannya ketakutan, malahan tuh anak berdiri sambil berkacak pinggang berhadapan dengan emaknya Gugun. Terang aja emak Gugun yang udah naik da- rah tingginya itu jadi makin menggile sambil berteriak, "Hah, nantang lo? Tak getek kamu...!" "Bukannya gue nantang, ta- pi cara Ibu yang enggak bagus. Emang gue tahu bahwa gue ini maling mangga, tapi Ibu jangan teriak-teriak, dong! Bagaimana kalo gue terjatuh karena kaget, 'kan bahaya? Laen kali kalo mau negur, yang benar dong cara- nya!" jawab anak kecil itu lan tang. Gugun yang berdiri di sam- ping emaknya berpikir sejenak, lantas mengangguk-ngangguk sambil berkata, "Bener juga ya..." Di saat itulah terdengar teriak an Bu Tompel dari rumah sebe- lah, "Tompel Junior...! Ayo ma- kan siang !" Si Tompel Junior memandang dengan sinis, lantas berlari me- ninggalkan Gugun dengan emak- nya yang udah mulai limbung ka- rena penyakit darah tingginya ku- mat. Semenjak kejadian itu hu- bungan antara kedua keluarga itu menjadi renggang. Hingga akhirnya pada suatu hari Minggu sore, suasana santai dan angin bertiup sepoi-sepoi. Emak Gugun lagi berdiri di hala- man depan rumahnya ketika saat itu terlihat Bu Tompel dengan si Tompel Junior kedua sedang me- ringis kesakitan. tidak seperti rel kereta api. Pe- nguasaan masalah bertujuan agar tulisan tidak berhenti sebelum se- lesai ataupun berbelok ke-sana si- ni, demikian pula agar hasilnya singkat dan mudah dipahami. Dalam tahap ini bila memang membutuhkan literatur, bahan bacaan, sebagai penguat argumen hendaklah diserap terlebih dahu- lu. Pun masalah tidak memerlu- kan literatur harus digenggam du- lu secara utuh misalnya lewat pengamatan/observasi, penelitian langsung maupun tukar pikiran. Jadi diperlukan perenungan, pe- mikiran, yang mendalam. Kedua, setelah menguasai ma- salah buatlah kerangka pemba- hasan atau berupa catatan-ca- tatan kecil, gunanya agar pemba- hasan tidak ngawur. Tulisan ter- sebut betul-betul memiliki mata rantai antara satu alinea kepada alinea lainnya hingga tidak tum- pang tindih, juga bila tidak sele- sai dalam satu kesempatan keti- ka melanjutkan kembali tidak meraba, tetap dalam garis lurus telah dibuat. Ketiga, pilihlah topik baru dan berhubungan dengan kepen- tingan orang banyak. Memilih to- pik baru, yaitu membahas hal hal tengah ramai dibicarakan dan bila pun mengangkat hal lama tapi di Iranda Novandi : Puisi-Puisi, dir. BAHASA CINTA Masih banyak kata-kata yang tak sempat kutuang lewat dinding kalbu pada cawan hatimu yang kian membiru tentang jiwa yang senantiasa bergerak tentang cinta yang sempat tertunda tentang cahaya yang ditelan hari Tatapan sinar matamu, menikam jadikan hening yang membisu diam seribu kata hanya bahasa hati yang berbicara lewat pancaran matamu menembus dinding kalbuku isyaratkan keteduhan pada dermaga hati menanti berlabuhnya nakhoda biru Keempat, setiap tulisan harus berangkat dari kerangka pikir yang sistematis, logis, akurat dan disertai fakta-fakta konkrit, da- pat diuji kesahihannya dan dapat diterima orang banyak. PERJALANAN WAKTU Sekelumit kisah de symulow nois yang pernah kita bentuk tidal motais. THA A di antara garis-garis mega pieni vnitat (od none2x51 yang merona merah di ujung cakrawala senyum ceria; suka dan duka canda serta tawa kerap menghiasi hari-hari mewarnai perjalanan waktu Kuncup-kuncup mulai mekar sebar aroma tawarkan keindahan angin berhembus berlahan basahi dedaunan di pagi hari salam kedamaian menyapa salam kedamaian akan direguk bersama datangnya panggilan suci di antara baris-baris waktu yang semakin panjang "Jangan gitu dong! Emang- nya Ibu ini nyindir atau ngenyek?" jawab Bu Tompel yang kelihatannya tersinggung. Apalagi kalau mengingat giginya yang makin nyut-nyutan itu. Kelima, misinya harus jelas untuk kemaslahatan semua, bu- kan tulisan yang mengandung SARA, adu domba, fitnah, men- cemarkan citra pihak tertentu de- ngan tujuan pribadi, meresahkan masyarakat. Dengan kata lain tu- lisan itu sifatnya membangun, maka si penulisnya harus mampu mengemukakan ide-ide baru kons truktif serta mungkin diterapkan. Bukan ide yang mengambang dan tak mungkin diterapkan. Keenam, dalam penuangan secara komunikatif atau mudah "Kalo situ ada ngerasa ter- singgung, ya terserah...," balas emak Gugun semakin cuek aja. Sementara Gugun yang di sam- pingnya udah mulai nyanyi, "Le- bih baik sakit gigi, daripada sa- kit di hatiii... "" Maka, rusaklah hubungan har monis yang selama ini terjalin. Bahkan antara keluarganya Gu- gun udah memutuskan hubungan diplomatik dengan keluarga Tom pel. Tetapi, ini bukanlah merupa- kan akhir. SEBAGAI sahabat baik, ten- tu aja Bret ama Bobin juga keba- gian cerita dari Gugun mengenai konfrontasi yang telah terjadi. Bobin yang punya jiwa bisnis (biasanya disebut mata duitan) se- gera saja mengintip peluang un- tuk mengeruk keuntungan dari kejadian tersebut. Caranya yaitu dengan menyebarkan berita itu ke seluruh pelosok kampung dan ia bertindak sebagai bandar untuk taruhan bagi pertarungan antara kedua keluarga itu. Sementara Bret sudah menyusun rencana un- tuk pembalasan atas kehilangan selusin mangga ranum yang telah dicolong oleh Tompel Junior. "Terus terang aja bahwa gue ini juga panas dengan tingkah la- ku keluarga sebelah lo itu. Soal- nya dari selusin mangga yang di- colong itu ada sebagian yang udah dijatahkan emak elo buat gue. Jadinya jatah gue dianggap hangus. Padahal gue udah nung gu-nunggu dari dulu. Hm, awas dia...," ujar Bret sambil meng garuk-garuk dagunya pertanda dia lagi mikir-mikir. "Ada apa Bu Tompel, kok meringis-meringis gituan?" tanya emak Gugun (hanya basa-basi...!) "Aduh gigi gue nyut-nyutan Kemudian dibisikkannya ide lho, Bu," jawab Bu Tompel. itu ke telinga Gugun walaupun se- "Si Tompel Junior juga sakit benarnya sia-sia aja karena Gu- gigi juga, Bu ?" gun yang bloon itu pasti enggak ngerti juga. "Iya..." "Ele...ele...barusan umur be- berapa tahun giginya udah ka ratan," celetuk si Gugun seperti iklan odol di tivi itu tuh. Besoknya, siang-siang hari, pintu rumah keluarga Tompel di ketuk-ketuk dengan keras. De- ngan terburu-buru Bu Tompel membuka pintu. Di depannya ber diri Gugun dengan bungkusan di tangan kanannya. "Mungkin kebanyakan ma- kan mangga tuh...!" sambung emak Gugun dengan maksud nyin Tak lama kemudian Bret udah berteriak, 'Nah, idenya udah ada!" April '97 Maret '97. "Ngapain elo ke mari ?" ta- nya Bu Tompel dengan ketus. "Ini...gue ke sini mau ngan- tarin masakan yang disuruh an- tar oleh emak gue," Gugun me- nyodorkan bungkusan yang dipe- gangnya. Sejenak Bu Tompel ter- kejut oleh kejadian itu. Memang dulu ketika hubungan antara ke- luarga mereka masih harmonis, mereka sering saling mengantar- kan makanan. Tapi, dalam situasi seperti ini, mana mungkin! Tapi Bu Tompel membawa masuk bungkusan itu ke dalam disambut anaknya yang berumur tiga belas tahun itu. Bungkusan itu dibuka dan diletakkan di piring. Ternya ta beberapa potong ayam goreng yang masih hangat. "Hmm...harum,' "kata Tompel Junior. "Ini memang spesial," jawab emaknya. si ANALISA dipahami. Karenanya penggu- naan kata muluk-muluk tapi tak mengandung arti serta kata belum memasyarakat seperti istilah/ba- hasa asing perlu dihindari. Bila- pun menggunakan istilah tersebut tapi disertai penjelasannya, agar tidak terjadi salah paham pemba- ca maupun kebingungan yang da- pat merusak tujuan tulisan. Ketujuh, menghindari kata ka limat atau kalimat berulang-ulang dan tak memiliki arti. Jangan ter- lalu royal menggunakan kata ter- utama kata penghubung atau tu- gas seperti kemudian, dengan, dan, sehingga, setelah, adalah, yaitu, serta, lalu, itu, ini, tersebut, "Ayam goreng ini seperti ayam yang gue pelihara ya, Mak?" tanya si Tompel Junior sambil asyik menyantap ayam ter sebut. Ada yang berta- nya dari makanan favorit, tokoh favorit, hobi, cita-citanya hingga pertanyaan apakah tidak bermak- sud menjadi Habibie kedua. MENJADI DIRI SENDIRI Semua pertanya- an ia jawab dengan santai sembari sese- Tony Tan, Peraih Juara Lomba Fisika Regional di Turki: Saya Hanya Ingin Menjadi DARI perawakannya, remaja yang berhasil harumkan nama bangsa Indonesia pada lomba Fisika Regional di Turki ini tampak biasa-biasa saja dan terkesan malu-malu kucing. Tapi awas..., cobalah ajak dia ngobrol atau mengajukan beberapa pertanyaan, ia akan menjawabnya dengan kalimat-kalimat yang cukup padat tanpa bertele-tele. Ketika tatap muka dengan adik kelasnya di gedung SMU Su- tomo I, cukup banyak pertanyaan diso- dorkan pada lelaki kelahiran Pematang Siantar 16 Oktober 1979 ini. yang, dan lain lain. Pengroyalan kata hanya akan melonggarkan makna tulisan, memperpanjang halaman dan membosankan pem- pantat, persis seperti ayam kesa- yangan gue. Hmm...lezat." baca. Pilihlah kata yang singkat, padat dan mengena. Diri Saya Sendiri "Astaga!" Bu Tompel kaget dan langsung berlari keluar ke samping rumahnya dan membu- ka kandang ayam milik si Tom- pel Junior. Kedelapan, tulisan idealnya bersifat elastis, bila ingin dikem- bangkan atau diperkecil bisa di- lakukan. Terpenting, tidak hanya berisi gambaran dari permasa- lahan yang dijawab secara apa adanya (deskriptif) tapi harus mampu menjawab 5 W + 1 H dan 1 W (what next), bagaimana kelanjutannya yaitu bersifat ga- gasan dari penulis. Kesembilan, tulisan yang telah Dalam pengakuannya, memasuki institut yang terhandal di negeri ini sudah menjadi obsesinya. Oleh karenanyalah, ia berusaha menembus rintangan itu dengan belajar keras. Bayangkan saja, ketika dipersiapkan sebagai anggota Tim Olimpiade Fisika Indonesia "Tompel...! Cilaka, ayam yang dikasih Gugun itu rupanya ayam elo vang digorengnya !" te- riak perempuan itu dari samping rumahnya. Di dalam rumahnya, si Tompel Junior hanya dapat ter- kali menyodorkan sepotong roti di mu- lutnya. Tingkah lugu namun simpatik ini membuat adik-adik kelasnya dan hadirin lainnya tertawa ter- keke-keke. "Saya tak ingin menjadi siapa-siapa kecuali diri saya sen- diri," katanya datar. Ungkapan polos dan jujur ini, kembali membuat seisi rua- ngan tertawa terping- kal-pingkal. Bahkan ada juga adik kelasnya me- ngetes bahasa Ing- grisnya. Soalnya To- ny mengatakan keti- ka ujian di Turki, lembaran ujian yang mengacu pada teori grafitasi itu disodorkan dalam dua bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Arab, lantas Tony pilih bahasa yang pertama ini. Tony Tan dan tiga medalinya duta bangsa sampai menyumbangkan 2 medali emas dan satu perak. Kontan saja anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Eddyanto dan Choe Ai Hoa menjadi ENGI BOSAN sangoclelnA ibns girang. Soalnya obsesinya tercapai, yakni hyni Anehnya, meskipun lomba Fisika yang diterima masuk ITB Bandung tanpa testing og membuat namanya menjadi lebih dikenal, tapis de la menuturkan medali emas ia tambang dari kuliah di ITB ia justru memilih jurusan ujian teori sedangkan perak dari ujian Informatika Komputer. ekperimen, dan gabungan kedua jenis ujian ini ia kembali meraih medali emas. "Saya sudah sangat bosan dengan Fisika. Saya ingin mencari suasana baru dengan jurusan yang lain," katanya. MENONJOL Ketika ia diminta menjelaskan soal yang diuji di Turki, Tony pun tak keberatan dan langsung beranjak ke depan papan tulis menggores-goreskan spidolnya tentang teori grafitasi yang dipopulerkan Isac Newton, tokoh idolanya. diam sambil memandang tulang- tulang ayam tersebut dengan se dih. Sementara itu di rumah sebe- lah, di kamarnya, Gugun dan Bret tersenyum senang karena udah berhasil membalas dendam- nya. Mereka hanya berdua berhu- bung Bobin lagi keliling kampung untuk mengajak taruhan dari pen duduk setempat. selesai sebaiknya di-koreksi, sia- pa tahu ada perlu ditambah, di- kurangi dan bila itu ada jangan merasa rugi bila harus mengetik ulang. Kitalah orang pertama kali mengoreksi tulisan kita. Di antara hal-hal tersebut tan- pa disertai minat (motivasi), ke- sungguhan, latihan, banyak mem baca tertulis dan tak tertulis, bertanya disertai kesadaran diri, tak ada artinya. Ingat, tak ada ke- berhasilan tanpa kerja keras, ber- latih dan berlatih terus. Mudah- mudahan paparan singkat ini ber- guna khususnya bagi kita yang ingin menerjunkan diri di belan- tara kepenulisan. (TOFI) 1997, ia harus belajar satu hari minimal 8 jam dan dibimbing gurunya. Seleksi berikutnya pada tahap semifinal dan final di Jakarta dan Bogor, Tony mengungguli ratusan rekan yang dicalonkan sebagai duta Indonesia. Alhasil, berkat dipacu panitia belajar 12 jam sehari dan dukungan orangtua dan para guru serta teman-temannya ia terpilih sebagai ru berteknologi tinggi yang gam- barnya bisa dua, suaranya bisa empat, hebat 'khan? Padahal se- tiap selesai menonton semuanya jadi bingung sendiri. Tapi geng- sinya itu lho! Menurut pengakuan guru Fisikanya, Emmy Gani BSc rangking Tony Tan di SMU Sutomo I hanya nominasi antara 10 sampai 20 besar. Tapi khusus untuk mata pelajaran Fisika ia cukup menonjol, dan selalu mendapat nilai di atas sembilan bahkan 10. Sedangkan pelajaran lainnya biasa-biasa saja. Untuk meraih suatu keinginan, Tony punya memiliki motto "Harus Ada Kemamu Keras". Nasihat ini dipesankan penggemar film action mengakhiri tatap muka dengan adik-adik kelasnya. (Anthony Limtan) Berikutnya keluarga Tompel memesan satu set sofa canggih yang dapat diubah fungsinya men jadi tempat tidur dan kadang-ka dang juga dapat diubah menjadi bak mandi. Hebat 'khan ? Besok- nya juga, langsung diantar pesa- Gugun jatuh sakit selama tiga ha- ri tiga malam berturut-turut. ✰✰✰ DONGENG ANAK SEKOLAHAN mungkin juga keluarga Gugun mau berdamai, jadi enggak salah toh kalau masakan ini diterima. Maka, disambutnyalah bungkus an tersebut. Gugun langsung pa mit. nan ke rumah Gugun berupa sa- tu set sofa yang bisa mijit sendi- ri. Bahkan sofa yang dipesan emak Gugun itu juga bisa buat ngerik kalo yang duduk lagi ma- suk angin. Gile 'khan ? Konfrontasi antara kedua ke- luarga itu makin hari makin me- runcing, sehingga pasar taruhan yang digelar oleh Bobin menjadi semakin ramai. Bahkan perten- tangan kali ini menjadi berkem- bang ke tingkat persaingan keka-, diri dalam kegiatan pengemba- Setelah beberapa kali pertem- puran tersebut, persaingan beralih pada kegiatan yang diikuti oleh kedua keluarga itu. Awalnya se- mua kaluarga Gugun menjadi ke- anggotaan kegiatan pelatihan aerobik yang lagi ngetrend di kampung mereka. Makanya tak lama kemudian, semua anggota keluarga Tompel juga enggak mau kalah dengan mendaftarkan ngan kepribadian yang cukup elit itu. yaan. Diawali oleh keluarga Tom- pel yang membeli tivi baru merk 'Dikira Bakso' yang merupakan merk beken yang harganya cukup wah... Emak Gugun yang panas hatinya segera membongkar ta- "Apanya yang sama?" tanya emaknya balik. Akibat pertempuran-pertem puran tersebut penyakit darah tinggi yang diderita emak Gugun semakin parah jadinya. Hingga nu dengan sepeda gunungnya de "Nih, ada bekas panunya di bungannya dan membeli tivi ba- akhirnya pada suatu hari emak ngan gaya santai. Lantas dengan "JADI ke mana si Gugun se- lama tiga hari ini?" begitulah pertanyaan Om Wisnu kepada Bret dan Bobin yang berdiri di de- pannya. Hari ini sudah hari keti- ga menghilangnya Gugun dari du- nia sekolahan, bahkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Makanya enggak heran kalau Om Wisnu segera menyeret Bret dan Bobin ke kantornya berhubung mereka berdua adalah teman de- kat Gugun. "Eh...lagi jagain emaknya yang sakit, Om," jawab Bret ber- terus terang. "Apa? Sakit apa emaknya ?" Om Wisnu berdiri dari kursinya. "Darah tinggi komplikasi dengan penyakit kurap, Om." "Ck...ck...ck...kasihan. Kok bisa sampe gawat begitu ?" Maka mulailah Bret menceri- takan kisah perseteruan antara dua keluarga yang selama ini menjadi pusat perhatian mereka. Begitu selesai menceritakan se- muanya, Bret udah kehausan se- hingga tanpa disadarinya segelas kopi yang ada di meja Om Wis- nu habis diteguknya. "Baiklah, kalo gitu Om akan berusaha mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan ini. Sekarang kalian boleh kem- bali ke kelas kalian," kata Om Wisnu. Bret dan Bobin berdiri dan berjalan keluar. Tapi sebelum menutup pintu, Bobin masih sem- pat berbalik dan memanggil, "Om...?" "Hm, kenapa ?" "Mau ikut taruhan enggak ? Kesempatan untuk menang gede lho." "Gile luh! Dasar mata duit an! Nah, lho! Kok kopi gue bi- sa kandas ?" ✰✰✰ SORE itu, Bret dan Bobin se- dang duduk-duduk di teras rumah Gugun. Di halaman depan, emak Gugun yang udah mulai sehat, se- dang asyik beradu mulut dengan Bu Tompel yang berdiri di hala- man rumahnya sendiri. Pertengkaran itu mengundang lumayan banyak penonton di se- keliling pagar rumah. Di saat-saat keramaian itu, lewatlah Om Wis- Halaman 9 Kontak Sayang (Kts) Dari: Juliana Thamrin Toek: Harianto Tiyo. 'Met Ultah 7 Sept. Toek: Hui Lie di SMU Hang Kesturi. Masihkah kamu ingat aku? Me: Steven Thay Especially: Yuly. Happy birthday on 7th Sept '97! I hope you'll succeed in your study and jangan marah lagi ya? Aku sayang kamu lho! From: JN To: Tr. Yanti. Happy birthday on 7th Sept '97. Moga sukses di segala kegiatan! Me: Chi 4U: Johan at II-1 Sutomo-2. Happy birthday on 2nd Sept '97! I wish you always happy in that day dan hope you can reach your first love! Don't hesitate it because we always support you! Sender: Morning Glory Dear: Seluruh fans "Kts". Salam kenal! Dear: Metty at LL. Jawabannya No.1. Jadi banyak. No.2. Pulut, ubi kayu en ketan. From: Mr.Top Secret To: Meri MDS Pandu. 'Met Ultah 16 Juli lalu. Abis, gua baru tau sih! From: Thio Bu Ki To: Fans "Kts". Hai, gue pendatang baru dari dunia persilatan. Salam kenal! To: Metty at LL. Boleh ikutan kuisnya 'kan? No.1. Orang gila jadi kurang waras. No.2. Bumi yang bulat ini terbuat dari ide gila profesor! From: Pinokio To: 1278 dan Metty at Lippo. Wa mau kenalan boleh nggak? Kalian masih orang serumah kan? From: 2906 To: Someone at 20233. Apa masih nonton Superman? Moga-moga jadi Superman yang super-cerewet. Dari: Minnie Untuk: Johan/Asui. Masih ada lowongan nggak? Kalau masih, ada yang mau daftarkan diri. From: Favourite Girl Dear: Tanto Yensen di SMU WRS-2. Kalau jadi orang jangan terlalu takut sama cewek. Soalnya mereka kagak makan elu. Jadi tolong diubah sikapnya ya? Soalnya elu adalah tipe idola kami.... Dari: Girl Zone Ho: Di-999. Sikapnya tolong diubah ya? Jangan seperti anak-anak, soalnya udah SMU tau?! Ho: Suminy. Kalau mami bawa oleh-oleh dari Penang, jangan lupa bagi-bagi ama 'Putri Girl Zone' ini lho? From: Mr.007 at ex-Budi Utomo For: Olivia with the nickname Olive at Iskandar Muda. Mission: Find Popeye with... Hi, how do you do? Have you found Popeye as your boyfriend yet? If you haven't, I have a good idea. Why don't you buy some spinach to find him? From: Angels 4U: Mr.Tony at Leo English Course. Hi, Sir...how are you? Can you guess who I am? I think you can't. I hope you will succeed in every subject. To: Miss Juliono di GBPS. How are you? Gimana hubunganmu dengan si Levis? Pasti lancar kan? Gue selalu doain kalian. From: Rici Rich 3479 To: Lily at Diponegoro. Thanks ya atas fotonya? Moga lu tambah caem aza and have a nice day! To: Ik Phin (Ratna) at Lippo Siantar. Boleh ke rumahmu nggak? Ena at Lippo Siantar, gue naksir berat padamu, boleh 'kan? From: Someone To: Ena at Lippo (Siantar). Udah punya gandengan belum? Kalo belum, saya mau. From: Cat Woman Dearest: Mr.Vampire. Boleh nggak kenalan? Soalnya nama beken lu kagak pernah absen di "Kts". For: Double Virces. Kabarnya lu sering bikin orang penasaran. Sekarang lu yang gue bikin penasaran, he..he... ayo tebak siapa gue?! ini aku mau menunggu di sini supaya aku orang pertama yang dapat melihatnya...." (Jenny) HUMOR CERDAS CERMAT Suatu hari, Tina, Dini dan Rika bermain cerdas cermat. Tina sebagai regu A, Dini regu B dan Rika regu C. Ayah: Siapa penemu listrik? Regu A: Tidak bisa... Regu B: Tidak bisa... Regu C: Bisa! Ayah: Seratus untuk regu C...! (Merry Tandela) ORANG PERTAMA d Suatu hari Pak Karim terlihat sedang berdiri di pinggir jalan simpang empat. Orang sekelilingnya pun heran karena ini bukan kebiasaannya. Setelah beberapa jam, tetangganya memberanikan diri bertanya kepadanya, "Sedang apa kamu di sini? Apakah sedang menunggu seseorang?" Pak Karim menggeleng- gelengkan kepalanya dan menjawab, "Kata orang, di sini sering terjadi kecelakaan. Tapi setiap kali aku mau datang melihatnya, selalu tidak bisa karena sudah terlalu banyak orang yang datang. Maka hari gaya pe de, Om Wisnu turun dari sepedanya dan melangkah masuk ke halaman rumah Gugun. "Siapa elo, berani-beraninya ke rumah orang tanpa ijin ?" ta- nya emak Gugun dengan lantang (maklum aja, karena darah ting- ginya lagi memuncak). "Oh, perkenalkan nama gue Wisnu Bratasakti, biasanya di- panggil Om Wisnu aja. Gue ini kepsek di sekolahan Gugun dan datang ke sini untuk menyelesai- kan permasalahan yang selama ini menghantui keluarga Anda berdua. Tentunya Anda sekalian lebih suka berada dalam keadaan damai daripada berseteru terus 'kan ?. Pilih snip atau snap?" Kepsek botak itu tersenyum lebar. "Gue enggak perlu campur tangan dari elo, minggir sana!" teriak Bu Tompel yang berdiri dengan gagah di halamannya. "Tapi, selama Anda berdua belum berdamai, keadaan ini akan semakin merugikan Anda. Dan Anda berdua memerlukan seorang juru damai seperti gue," jawab Om Wisnu tanpa kehila- ngan pe denya. "Tapi, sudah menjadi hak ka- mi untuk menolak adanya ban- tuan dari elo! Kalo perlu kami akan memanggil Komnas HAM untuk menunjukkan bahwa kami berhak menolak kehadiran elo," teriak emak Gugun juga enggak kalah gagahnya. "Kalo enggak mau, ya udah...", Om Wisnu melangkah ke arah sepedanya dan mulai mendorong ke arah jalanan. Ta- pi karena masih merasa kesal, di depan rumah keluarga Tompel, beliau masih terus mengomel, dan terdengar kata-kata terakhirnya,,, "Huuh...dasar perempuan eng- gak tahu diri! Udah mau dida- maikan, malahan mau manggil Komnas HAM. Dasar cerewet!" Sialnya, suara omelan Om Wisnu itu kelewat keras hingga kedengaran oleh kedua ibu-ibu yang barusan mau melanjutkan pertarungannya. Kontan aja sete- lah mendengar omelan Om Wis- nu, kedua ibu-ibu rumah tangga itu menghentikan niat mereka un- tuk melanjutkan pertarungan dan berpaling ke arah sang pemilik suara. ORANG GILA Mery: Kata guruku, orang gila itu digolongkan menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama hanya dapat mengata- kan, Sudah...sudah... sudah..., dan kelompok kedua hanya dapat mengatakan, Belum... belum... belum... Dan kelompok ketiga pasti kamu sudah pernah dengar? Yanti: Belum...belum pernah Mery: Nah! Berarti kamu termasuk orang gila kelompok yang kedua! Yanti: Sialan kamu! judgy? (James Aries) 320x Syarat-syarat Pemuatan "Kontak Sayang": - Lampirkan fotokopi KTP atau kartu pengenal lainnya yang masih berlaku. Diketik, rapi dan ditanda- tangani. Boleh tulis tangan asalkan rapi dan bisa dibaca. -Jika memakai nama samar- an, nama asli juga harus ditulis jelas. Cantumkan "Kts" atau "Kontak Sayang" pada sudut kiri atas amplop. (Kak Pengasuh) Tompel yang paling pertama ter- singgung karena dia udah mengi- kuti kegiatan pengembangan ke pribadian. "Iya, bener! Jadi apa maksud elo bilang kami cerewet ?" Emak Gugun yang paling enggak suka disebut cerewet itu juga mulai berpaling ke arah Om Wisnu. Om Wisnu yang melihat kega- nasan kedua ibu-ibu itu jadi gen- tar juga, dan dengan ilmu meri- ngankan tubuhnya, beliau segera meloncat ke atas sepeda untuk melarikan diri. Tapi sialnya... "Aduh...! Anu gue...!" Ke- dengaran teriakan tertahan dari Om Wisnu. Walaupun keadaan Om Wisnu udah sangat menye- dihkan, namun kedua ibu yang udah tersinggung itu tetap me- langkah maju. Emak Gugun me- ngambil ketapel yang terselip di pinggangnya dan Bu Tompel udah mulai memungut kerikil kecil-kecil. Melihat gelagat eng- gak menguntungkan itu, dengan menahan sakit Om Wisnu terpak- sa mengayuh sepedanya. Di bela- kangnya, Bu Tompel memberi- kan kerikil-kerikil itu ke emaknya Gugun dan yang terakhir ini lang- sung membidik dan melepaskan peluru ketapelnya. "Aduh...!" terdengar teriak an Om Wisnu kesakitan. Berarti tembakan pertama itu sukses. Ke- rikil kedua diberikan Bu Tompel dan emaknya Gugun yang ahli ke- tapel itu kembali membidik. Dari kejauhan terlihat Om Wisnu mendayung sepedanya de ngan kecepatan tinggi sambil mengibarkan sehelai kain putih. Nyerah nih ye...! Begitu bayangan Om Wisnu menghilang, kedua ibu-ibu yang selama ini bertengkar itu itu ber- pelukan sambil berkata, "Maka- nya jangan anggap remeh..." Gerombolan penonton juga berangsur-angsur pulang dengan kecewa. Bahkan ada yang penon- ton yang nangis. Lho kenapa ? "Kok ada yang nangis?" ta- nyà Gugun. "Hanya gue yang tahu ja- wabannya, he...he...he...," ja- wab Bobin sambil tersenyum. Je- las aja dia senang karena banyak yang bertaruh bahwa Bu Tompel bakalan menang. Banyak juga "Apa lo bilang? Elo bilang yang taruhan bahwa emak Gugun kami perempuan enggak tahu di- yang menang. Tapi enggak ada ri? Elo bilang kami cerewet? yang nyangka bahwa keduanya Emangnya elo ini siapa sampe be- akan berdamai. Jadinya yang un- rani bilang kami begitu ?" Bu tung pasti sang bandar, dong!
