Tipe: Koran
Tanggal: 1995-11-11
Halaman: 03
Konten
BERIT Jangan Terjadi Munas IKADIN Seperti Di Horison Jakarta, Nov (BY).. Menteri Kehakiman Oetoyo Oesman menanggapi Munas Ika- din di Jogya yang ricuh, yakin tidak akan terjadi seperti Munas nya di Hotel Horison beberapa tahun lampau. Untuk itu diha- rapkan perbedaaan pendapat diantara mereka jangan mem- buat sikap yang berbuntut pan- jang, membuat retaknya persa- tuan dan kesatuan. Tanggapan Menkeh disam- paikan menjawab pertanyaan wartawan, di sela rapat Pansus RUU tentang Permasyarakatan di DPR, Jumat (10/11). Oetoyo mengatakan, belum tahun persis apakah mereka berantem, karena mungkin ha- nya berbicara keras dan volume pengeras suaranya (spekernya) yang besar, sehingga terkesan keras. "Insyaallah enggak terja- di, seperti di Horison", ujarnya. Diharapkan nanti justru mere- ka menjadi mitra dalam pemba- ngunan hukum. "Penegakan hu- kum ini tidak bisa berjalan nyelo- nong sendiri, tapi dijalankan oleh orang dan lembaga-lem- baga. Dijalankan oleh pengem- ban profesi hukum dari lingku- ngan masyarakat sendiri, kejak- saan, pengadilan. Jadi ini bersa- ma-sama. Karena kemunduran dari sikap atau perilaku dan tanggap jiwa salah satu dari di lembaga hukum, tentu akan berpengaruh terhadap kondisi penegakan hukum pada umumnya. Sebab, organisasi profesi yang satu ini diharapkan mampu mening- katkan profesinya dan berdiri dalam dalam "frame" Pancasila dan UUD 1945. Mengenai pemilihan calon Ketua Umum Ikadin dikatakan, "Di satu pihak mereka demok- ratis, tapi hendaknya tetap se- Bandar Lampung, Nov (BY) Empat pelajar sebuah SMA swasta yang diciduk polisi awal Oktober 1995 dan terbukti anggota jaringan pengedar obat terlarang, meski terancam dipecat dari sekolahnya, tetap diajurkan pindah ke sekolah lain setelah mempertanggungjawab- kan perbuatannya. Kakanwil Depdikbud Lam- pung, Drs. Enggus Subarman didampingi Kabid Pembinaan Generasi Muda, A. Kabir M.Ed di Bandar Lampung, Jum'at membenarkan, keempatsiswa itu menurut informasi dari sekolah sudah dinyatakan di- keluarkan. "Namun, jangan seperti "membuang" begitu saja, me- reka tetap harus mendapat pembinaan sehingga dianjurkan' untuk bisa pindah sekolah se- telah menjalani sanksi pidana," kata Enggus. Polisi kini terus menangani kasus ke-4 siswa SMA yang bersama tiga siswa SMP di satu Yayasan Pendidikan diciduk aparat Polresta Bandar Lampung berdasarkan informasi dari sekolah. UDHA Empat Pelajar Terlibat Obat Terlarang Dianjurkan Pindah Sekolah . Menyusul mencuatnya kasus itu, Kanwil Depdikbud bersama aparat keamanan dan dinas/ instansi terkait membentuk Tim Operasi Penertiban pelajar yang keluyuran pada jam sekolah. Operasi pertama Rabu (8/11) yang melibatkan 46 personil, SABTU, 11 NOVEMBER 1995 nantiasa memperhatikan kehi- dupan konstitusional, berdasar- kan permainan yang disepakati, karena dalam penegakan hukum diperlukan pimpinan-pimpinan yang tangguh dan pro-aktif. Menkeh belum memberikan isyarat akan turut campur, wa- laupun mungkin sampai batas akhir Munas belum selesai me- nuntaskan permasalahannya. Kita harapkan selesai dengan baik, tidak berkepanjangan kata Oetoyo. (( Ditanya soal calon Ketua Umum yang disebut-sebut Har- yono Tjitrosubono, Menkeh me- negaskan, tidak melihat siapa orangnya yang akan jadi calon, tetapi bagaimana calon tersebut nanti bila terpilih dapat me- ngembangkan organisasi dengan memperhatikan tradisi-tradisi yang baik, maju dan progresif. Itu sesuai dengan tekad mereka sendiri", katanya. Dikejar dengan pertanyaan, apakah artinya pemerintah tidak ada masalah dengan Harjono untuk mendudukui kursi Ketua Umum? "Saya katakan Peme- rintah tidak mempermasalahkan orangnya. Tentu harapan kita masalah pembangunan hukum ini mencakup usaha-usaha yang dalam kuantitas maupun kuali- tas memerlukan upaya yang be- sar dan memerlukan kebersama- an dan ini kita tentu berharap tokoh-tokoh yang nantinya akan bisa bekerja dengan baik", ujar Menkeh sambil menuju ruang sidang Pansus. (R-28). Apakah mungkin pemerintah diminta turun tangan, apabila sampai batas terakhir tidak tercapai kesepakatan? Menkeh menjawab: "Apabila diminta. Tapi kita mengharapkan mereka bisa menyelesaikan masalah- nya". Jakarta, Nov (BY). Guru besar ilmu politik UI Prof.DR.Nazaruddin Sjamsudin berpendapat, pesatnya arus glo- balisasi akan menipiskan kedau- latan suatu negara. Perubahan yang demikian cepat bidang in- formasi dan transportasi menja- dikan kedaulatan negara men- jadi berkurang atau bahkan tidak penting lagi, paling tidak di bi- dang-bidang tertentu. Pengamat politik yang berbi- cara dalam seminar politik ten- tang Nasionalisme dan Patrio- tisme di era globalisasi yang di- selenggarakan DPD PDI DKI Jakarta, dalam rangka memper- ingati Hari Pahlawan 10 Novem- ber, Jumat (10/11) di Gedung Joang, Jakarta. Di sisi lain Drs.Cornelis Lay pengajar Fisipol UGM-Jogya- karta mengatakan, nasionalisme sering dijadikan instrumen se- pihak untuk memaksakan ke- berhasil menjaring 58 pelajar, 53 siswa SMTA (SMU, STM, dan SMEA) serta lima siswa SMP negeri maupun swasta. Namun sejauh ini tak ditemu- kan obat terlarang/narkotika, senjata tajam maupun buku porno yang memang menjadi sasaran operasi, hanya seorang siswa kedapatan membuang dengan bungkusan kertas sebuah pisau lipat. Menurut Enggus Subarman, operasi terpadu yang dijadual secara kan selain di Tk. I juga akan diperluas ke masing-masing Dati II se-Lampung. Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto sudah menyatakan persetujuannya, begitupula dukungan dari Kapolwil Kol. Pol.Drs. Didy Kusumayadi dan Danrem 043 Garuda Hitam, Kol. Inf. SN Suwisma, bahkan Pemda menanggung secara penuh dana yang diperlukan. SILATURAHMI ANAK ASUH: Seorang Pengurus Lembaga Anak Yatim Piatu Masjid Cut Mutiah mengadakan temu akrab dengan anak asuhnya di Masjid Cut Mutiah Jakarta. Pertemuan ini diisi dengan lomba Adzan, baca puisi, lomba baca Al-Qur'an dengan maksud untuk mengikat silaturahmi antar pengurus, anak asuh dan para penyandang dana/donatur. (Foto: Antara). Karena itu, Enggus minta Kepsek dan guru mengaktifkan diri dengan tidak membiarkan siswanya pulang lebih awal dari sekolah yang memungkinkan mereka keluyuran tak karuan. "Orangtua juga harus mem- beri perhatian lebih ekstra bersama masyarakat yang ikut mengawasi pefilaku pelajar terutama selama berada di luar sekolah agar tidak terseret melakukan perbuatan buruk," kata Enggus. (Ant). hendak kepada masyarakat dan bukan lagi berfungsi sebagai instrumen dialog antara masya- akat dan negara. Hal itu tampak dalam berbagai kenyataan yang menempatkan masyarakat pada posisi yang lemah. Alasan Nazaruddin berpen- dapat, mengapa suatu negara tidak berdaya untuk menerapkan kedaulatannya menghadapi per- kembangan informasi dan trans- portasi, karena arusnya demi kian deras, sehingga negara tidak mampu mengatasinya. Di sisi lain, karena adanya kebutuh- an untuk menerima dan meman- faatkan seluruh atau sebagian arus informasi dan transportasi tersebut. Bogor, Nov. (BY) Stabilitas Nasional bukanlah hasil rekayasa politik, tetapi adalah keluaran (OUTPUT) dari proses keterpaduan secara si- nergistik seluruh kondisi sosial yang meliputi kondisi di bidang Ideologi, Politik, Ekonomi, So- sial Budaya, dan Pertahanan Keamanan. Hal tersebut dikemu- kakan Menhankam di depan 97 peserta Calon Penatar P-4 Tingkat Pusat/Manggala yang terdiri para Rektor/Rektor IAIN dan Pembantu Rektor, Kamis (9/11) di Bogor. Penataran P4 tingkat Pusat Manggala diikuti 97 peserta yang terdiri dari Rektor/pembantu Rektor/Rektor IAIN seluruh Indonesia berlangsung, Kamis (9/11) di Istana Bogor, dalam gambar Menhankam Edi Sudradjat, memberi ucapan selamat kepada para peserta penataran. (Foto: Biro Humas Kermalugri Dephankam). Menhankam menyatakan, adalah mustahil melaksanakan pembangunan dalam suasana Stabilitas Nasional yang tidak mantap. Tanpa kemantapan Stabilitas Nasional, yang terjadi bukanlah proses pembangunan untuk kemajuan dan mening- katkan taraf hidup rakyat, tetapi Dalam hal ini berarti negara "terpaksa" mengalah terhadap "pemaksaaan" dari luar demi terpenuhinya kepentingan war- ga negara atau masyarakatnya. Di sini ternyata negara tidak " Jakarta, Nop (BY)* Mengingat kemampuan De- partemen Agama yang sangat terbatas, maka diterapkan hanya 13 Kabupaten di 5 Propinsi (Lampung Jabar, Jateng, Jatim dan NTB) yang ditunjuk seba- gai sasaran proyek peningkatan pendidikan agama yang dibia- yai ADB (Asian Development Bank) melalui program pendidi- kan dasar. Menpen mengatakan, hakekat Pencapaian tujuan pembangu- nan, merupakan manifestasi dari upaya pembangunan yang ber- kelanjutan, sekaligus peningka- tan nilai-nilai kemajuan dan ke- mandirian yang telah dirintis oleh para pendahulu. Sikap ke- mandirian akan tetap relevan meneruskan pembangunan na- sional menjelang abad ke XXI dan mampu memberikan jawa- ban terhadap tuntutan perkem- bangan ekonomi serta ilmu pe- ngetahuan dan teknologi. Menyinggung tema peringa- tan Hari Pahlawan ke-50 kali ini "Dengan Semangat Kepahlawa- nan, Kita Syukuri Kemerdekaan melalui peningkatan Disiplin Nasional Dan Kesetiakawanan Sosial Nasional", Menpen H. Harmoko menghimbau seluruh jajaran Departemen Penerangan untuk tetap konsisten memeliha- ra rasa kesetiakawanan sosial. Selain itu juga semangat kebang- saan harus dipertebal, persatuan dan kesatuan harus diperkuat, disiplin diri dalam rangka Gera- kan Disiplin Nasional harus te- rus menerus ditegakkan, serta kerja keras harus ditingkatkan bagi keutuhan hidup bangsa dan negara dan suksesnya pemba- ngunan nasional. (R-26) Kepada tamunya, Menpen H. Harmoko menyatakan bahwa selama ini hubungan perwaki- lan PBB dengan instansi terka- it telah berjalan baik. Untuk itu Stabilitas Nasional Bukanlah Rekayasa Politik Kasus Keracunan Banyak Ragamnya nunjang. Apabila hal itu dipro- yeksikan pada tingkat hubungan dalam masyarakat, maka di kalangan anggota-anggota ma- syarakat terwujud kesamaan rasa, serta tanggung jawab terhadap kesejahteraan maupun masa depan masyarakat. Dengan demikian, maka pada ujungnya dapat terwujud persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh yang memancar sebagai kekua- tan bangsa. Semangat kerakyatan sesung- guhnya sudah merupakan ama- nat yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam Pancasila se- bagai Ideologi, tiap Sila mengan- dung amanat bahwa semua upaya harus ditujukan bagi ke- pentingan rakyat. Oleh sebab itu segala sesuatu yang mengalir Halaman 11 Demikian dikemukakan Sek- jen Depag, Drs. Ahmad Gozali dalam sambutannya pada penan- datanganan kerjasama Direkto- rat Pembinaan Perguruan Aga- ma Islam Ditjen Binbaga Islam dengan ADB, Kamis pagi (9/11/ 95) di Jakarta. Bantuan untuk madrasah Mr. Ricardo Loi memimpin Misi ADB melakukan penelitian selama 3 minggu (dari 17 Okto- ber sampai 9 Nopember 1995) Dia menambahkan bahwa yang diperlukan oleh penyan- dang cacat adalah peraturan yang mendasar dan berlaku di- semua instansi pemerintah. Koesbiono mengharapkan pe- raturan tersebut dapat segera di- laksanakan, sejalan dengan dike- luarkannya UU penyandang ca- cat yang kini masih berupa ran- kemandegan pemikiran, menu- runnya kreatifitas dan produk- tifitas kerja, menurunnya efek sinergi, melemahnya etos kerja, seperti menurunnya kredibilitas Bangsa di mata internasional. Kepada Calon Penatar P-4 Tingkat Nasional Menhankam mengemukakan dalam mengha- dapi berbagai tantangan, maka apapun yang kita perbuat di ne- geri ini harus mengacu pada nilai-nilai dasar Pancasila yang mengandung empat semangat yaitu: Kekeluargaan, Keseimba- ngan, Kerakyatan, dan Perjua- ngan. Sebagai bangsa dari sebuah negara kepulauan yang terdiri dari 17.000 pulau dan didiami oleh sekitar 370 kelompok etnik, semangat kekeluargaan sungguh amat diperlukan oleh Bangsa Indonesia. Semangat kekeluar- gaan mengisyaratkan bahwa Negara maju pun tidak dapat menghindarkan pengaruh globa- lisasi, seperti Inggris yang bersi- keras mempertahankan mata uang Poundsterling, akhirnya menerima mata uang Euro seba- gai konsep mata uang tunggal Eropa. Myanmar yang selama ini kukuh mengasingkan diri dari pergaulan internasional, mulai membuka pintu, yang akan disu- sul oleh Korea Utara dan Kuba. Perubahan sikap terhadap arus globalisasi sebelumnya dila- kukan oleh RRC dan Vietnam. Berbicara terhadap nilai-nilai politik seperti musyawarah-mu- fakat, gotong royong, kekeluar- gaan akan meluntur dan lambat Pelaksanaan proyek akan di- lakukan dengan memberi bantu- an kepada Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah Negeri mau- pun Swasta dalam bentuk pem- bangunan gedung baru atau re- habilitasi ruang kelas, perpusta- kaan, laboratorium, fasilitas pe- nunjang pengajaran dan pelati- Depag Terima Bantuan ADB han bagi para guru, kepala mad- rasah, inspektur/pengawas, pe- ngurus yayasan dan pesantren... di Indonesia, dengan mengada- kan beberapa kali pertemuan dan pembicaraan, baik dengan para pejabat terkait di tingkat Pusat dan Daerah serta mengunjungi lokasi yang akan dijadikan sasa ran proyek. Tujuan proyek a.l. : mening- katkan mutu dan pemerataan memperoleh pendidikan dasar, serta pemantapan kemampuan kelembagaan Departemen Aga- ma Pusat, Kanwil/Kandepag, Pengurus Yayasan dan Pesan- tren. cangan UU. "Pemerintah dalam hal ini De- partemen Sosial memang terli- hat 'gigih' dalam membuat ranca- ngan tersebut, tapi kami belum mengetahui kapan RUU tersebut akan diserahkan ke Sekretariat Negara," kata Koesbiono. Lebih lanjut Koesbiono me- ngemukakan tentang permasa- lahan yang dihadapi oleh pe- nyandang cacat. "Yang paling sulit adalah mengajak penyan- dang cacat tersebut keluar dari lingkungannya," tambahnya. NASIONAL/INTERNASIONAL Ia mengatakan, ada lima unsur yang dapat mendorong berhasil- nya rehabilitasi bagi penyandang cacat, yaitu penyandang cacat- nya sendiri, keluarga, lingku- ngan, masyarakat dan pemerin- tah. "Kelima unsur tersebut harus dapat bersatu dan berjalan ber- sama-sama agar rehabilitasi ter- hubungan antar Warga Negara atau kekuatan bangsa dapat di ibaratkan sebagai hubungan yang ada dalam sebuah keluarga dimana tiap anggota keluarga memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Peran dan ke- ikut sertaan seluruh anggota keluarga dalam kegiatan kehi- dupan bersama, betapapun ke- cilnya anggota keluarga itu ada- lah inti dari jiwa dan semangat kekeluargaan. Hubungan keke- luargaan pada hakekatnya ber- landaskan pada pengutamaan sikap saling memberi" antar anggota keluarga yang tujuannya bukanlah untuk kepentingan individu tetapi kepentingan ke- luarga secara keseluruhan. PPCI Harapkan Pemerintah Hapuskan Peraturan Melarang Penyandang Cacat Jadi PNS Jakarta, Nov (BY)* cat," tegasnya. Dalam kesempatan tersebut Koesbiono juga mengungkap- kan rencana PPCI untuk menga- dakan temu akbar 1-3 Desember mendatang di Solo. Ketua Umum Persatuan Pe- nyandang Cacat Indonesia (PP- CI) Koesbiono Sarmanhadi mengharapkan agar pemerintah menghapuskan peraturan yang melarang penyandang cacat un- tuk menjadi pegawai negeri sipil, "Memang sebagian departe- men telah memberlakukan ke- bijaksanaan yang memperbo- lehkan penyandang cacat untuk menjadi pegawai dilingkungan- nya," kata Koesbiono kepada pers di Jakarta, Jum'at. Temu Akbar tersebut menurut rencana akan dihadiri oleh 500 peserta dari berbagai cabang PP- CI di daerah. Harus Berani Berkorban Menurut Cornelis Lay, kon- teks nasionalisme mengalami kemerosotan drastis menjadi 'keharusan untuk berkorban' bagi masyarakat terutama pada tingkat produksi tanpa efek apa- pada tingkat distribusi. Da- Pam kenyataan sehari-hari, eks- Dalam kerangka kekeluargaan itulah kita jumpai hubungan yang sangat unik atar anggota- anggota keluarga, dimana akan terjalin sikap yang saling me- presi nasionalisme dilakukan dalam bentuk keharusan meneri- ma penggusuran dengan dalih pembangunan, dengan ganti rugi bukan ganti untung. Nasionalisme, kata pengamat politik itu lagi, kadang-kadang digunakan sebagai sarana meng- absahkan atau membela sesuatu pilot izatey gedig olgar Beasiswa dan pinjaman sepeda Sekjen Depag; Ahrhad Go! zali lebih jauh mengharapkan, agar proyek dengan dana bantu- an 137 juta US dapat menun- jang penyuksesan wajib belajar di madrasah. Karena sembilan puluh persen sekolah agama di Indonesia dikelola oleh pihak swasta yang kurang mampu. Dengan adanya bantuan ADB ini, madrasah tersebut dapat le- bih mandiri dan berkesinambu- ngan. Untuk itulah diadakan penye- leksian oleh proyek, tanpa mak- sud meninggalkan daerah lain yang juga sangat membutuhkan bantuan serupa. Kriteria yang di- Arus Globalisasi Akan Menipiskan Kedaulatan Negara Dan Nasionalisme lagi berdaulat untuk menentu- kan bentuk kepentingan warga- nya, sebab bentuk kepentingan tersebut dipengaruhi atau ikut ditentukan dengan kemajuan ne- gara lain", ujar Nazaruddin yang juga Ketua Umum AIPI. laun menghilang yang diganti yang bertentangan dengan logika dengan nilai-nilai Barat. Pada yang melekat dalam hal yang gilirannya akan terjadi pula per- bersangkutan. ubahan dalam sikap serta peri- laku politik masyarakat selain perubahan ciri dan bentuk struk- tur politik. sebut dapat berjalan dengan lan- car," tegasnya. Menurut dia, saat ini yang ma- sih perlu ditingkatkan partisipasi dalam upaya rehabilitasi penyan- dang cacat ini adalah peran serta dari masyarakat dan pemerintah. "Masyarakat saat ini sudah mulai menyadari keberadaan pa- ra penyandang cacat, sementara kepedulian dari pemerintah ma- sih perlu untuk ditingkatkan," katanya. Dia mengungkapkan bahwa apa yang sekarang dibutuhkan oleh penyandang cacat adalah kepedulian dari pemerintah dan masyarakat untuk menyadari bahwa penyandang cacat adalah bagian dari masyarakat yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama. "Potensi yang dimiliki oleh penyandang cacat sama besarnya dengan mereka yang tidak ca- Pada bagian lain Cornelis Lay mengatakan, nasionalisme dan negara-bangsa (nation state) akan berbenturan dengan per- kembangan peradaban manusia yang sedang bergerak kearah globalisme. Hal itu disebabkan semakin meluasnya gejala pem- bentukan blok-blok ekonomi, OB pilih adalah daerah yang memi- liki angka tertinggi anak usia se- kolah yang tidak bersekolah. Dalam usaha memeratakan kesempatan belajar, proyek juga menyediakan bantuan untuk sis wa yang tidak mampu dalam bentuk bea siswa dan mereka yang rumahnya jauh dari madra- sah, terutama anak perempuan akan diberikan pinjaman sepeda. bergesernya arena pengambilan keputusan ekonomi-politik dari organ-organ negara ke tangan sejumlah terbatas lembaga in- ternasional dan semakin terin- tegrasinya masyarakat ke dalam sistem dunia. Menurut Gozali, Departemen Agama baru pertama kali men- dapat bantuan ADB tanpa mela- lui lembaga terkait lainnya. Ka- rena itu, perlu disiapkan tenaga trampil yang mempunyai ke- mampuan manajerial sebagai pe- laksana proyek tersebut. Untuk menanggulangi kelangkaan te- naga dimaksud, dalam waktu de- kat akan dilaksanakan pelatihan di tingkat Pusat. (R-05) Dengan semangat patriotisme dan nasionalisme, kata Nazarud- din, diharapkan dapat memben- dung dan menangkal arus ne- gatip globalisasi agar dapat lebih menguntungkan. Dalam bidang sosial budaya Dalam kegiatan itu akan dise- lenggarakan secara dialog untuk merenungkan mengenai perma- salahan penyandang cacat. Aca- ra itu juga merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperi- ngati hari cacat internasional, 3 Desember mendatang. Bersama dengan acara terse- but akan diluncurkan buku ber- judul "In Memoriam Bapak Soe- harso" sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap Prof. Dr. Soeharso pendiri rehabilitasi ca- cat Solo. (R-26) misalnya dengan melarang pe- masangan antene parabola atau diskoder di rumah-rumah tangga seperti yang dilakukan Singa- pura dan Arab. Dengan cara itu diharap akan mampu mengu- rangi serbuan nilai-nilai Barat yang negatf sehingga nilai-nilai bangsa sendiri dapat terus dipe- lihara. Kita harus menolak pemak- saan yang diterapkan oleh ne- gara-negara industri maju de- ngan dalih liberalisasi pekono- mian dunia dan penolakan itu adalah dengan memperkuat per- ekonomian bangsa dengan meng ambil keuntungan yang sebesar mungkin dari negara-negara in- dustri maju." Patriotisme dan nasionalisme diarahkan pada penumbuhan serta pengem- bangan nlai serta serta sikap mencintai dan menghargai apa- pun yang dimiliki oleh bangsa ini," kata Nazaruddin. (R-28). Menpen Terima Utusan Khusus PBB Untuk GNB Jakarta, Nov (BY)* Menteri Penerangan H. Har- moko diruang kerjanya Jum'at pagi menerima kunjungan utu- san khusus Sekjen PBB untuk Gerakan Non-Blok di Indonesia, Budimir Loncar untuk berpa- mitan sehubungan telah ber- akhirnya masa tugas di Indone- sia. Pada kesempatan tersebut Menpen H. Harmoko menilai bahwa peranan PBB dalam Ge- rakan Non-Blok telah memberi- kan dampak positif bagi usaha- usaha pembangunan penerangan di negara-negara anggota Non- Blok. Oleh karena itu Menpen RI mengharapkan, program-pro- gram PBB untuk gerakan Non- Blok dimasa-masa mendatang hendaknya tetap mengacu pada program-program pembangunan informasi dan komunikasi pada negara-negara berkembang Pembangunan bidang informasi dan komunikasi, menurut Men- pen, akan dapat mendorong dan meningkatkan pembangunan di bidang ekonomi dan perdaga- ngan. Jakarta, Nop. (BY). Memasuki tahun 2000 nanti, kita akan dapat memberantas penyakit menular yang disebab- kan oleh bakteri, jamur dan vi- rus, atau mengurangi penyakit yang disebabkan oleh gaya hi- dup. Namun kita tidak dapat menghindar dari penyakit yang disebabkan oleh ketuaan atau jompo yang sudah alamiah dan kasus keracunan yang banyak ragamnya menimpa masyarakat. Masalah keracunan ini banyak sumbernya antara lain, dari uda- ra, air yang tidak memenuhi sya- rat pakai, tanah, cat, polusi in- dustri, asap kendaraan dan asap rokok. Demikian masalah keracunan "leaded Gasoline" diungkapkan Direktur Friends of Lead Free Children Mr. Stephen L. Null yang bekerjasama dengan PT. Balai Makmur Adyatama Kon- sultan Dra. Umi R. Lengkong, MPA, dalam menyalurkan ban- tuan hibah dari The New York City Department of Health, berupa alat-alat Hematofluoro- meter, di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Jumat (10/11). Alat-alat Hematofluorometer berikut perlengkapan, obat dan pelatihan, berguna bagi pemerik saan keracunan Timbal (Pb) Lead/Timah Hitam bagi upaya pencegahan keracunan/Lead Poisoning Prevention & Iron De- ficiency Anemia kepada klinik yang membutuhkan. Karena menurut penyelidi- kan, keracunan TIMBAL (Pb) sering dijumpai dinegara-negara maju dan dinegara berkembang Menpen mengharapkan agar hal dimaksud dimasa mendatang da- pat lebih ditingkatkan lagi, ka- rena masyarakat Indonesia de- wasa ini telah semakin ber- kembang dalam mengikuti pera- nan PBB di dunia internasional. Jakarta, Nov. (BY) "Tidak semua nilai dasar yang tumbuh, berkembang dan ke- mudian diyakini oleh manusia dipergunakan sebagai pedoman hidupnya dalam mencapai ke- bahagiaan. Manusia akhirnya memilih nilai-nilai tertentu yang diyakininya bahwa nilai tersebut yang terbaik bagi hidupnya". Demikian dikatakan Kepala BP- 7 Pusat Soeprapto, M.Ed pada pembukaan penataran P4 bagi pejabat eselon II seluruh Indo- nesia Angkatan IX, Jumat (10/ 11) di Gedung Proklamasi, Jakarta. Bangsa Indonesia akhirnya sepakat untuk memilih nilai- nilai dasar yang diyakininya akan mengantar kepada keba- hagiaan apabila diterapkan se- cara konsisten. Nilai-nilai dasar inilah yang terumuskan dalam Pancasila. Menurut Kepala BP-7 Pusat, manusia peduli terhadap nilai tertentu karena manusia ter- dorong untuk selalu hidup yang lebih baik di kemudian hari. Menurut keyakinannya hal ter- sebut akan terjadi bila orang Hari Pahlawan. Sementara itu dalam pada ap- pel Bendera memperingati Hari Pahlawan, Jum'at pagi, Menpen menyatakan, dalam memasuki era teknologi komunikasi dewa- sa ini, kita dihadapkan pada ber- bagai tantangan yang lebih be- sar, baik yang bersifat nasional, regional maupun global. Terle- bih lagi jika dikaitkan dengan perkembangan dunia yang me- masuki era globalisasi, dimana kemajuan teknologi komunikasi seperti internet telah merambah keseluruh pelosok dunia, yang sering disebut sebagai "Adu ja- lan raya informasi atau informa- tion Super Highway". Dalam hal ini peranan informasi menjadi sangat penting, apabila kita hu- bungkan dengan implementasi dokrin Wawasan Nusantara, Wa- wasan Kebangsaan dan Ketaha- nan Nasional. Lebih lanjut dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Menpen Drs. Syamsir Alamsyah dimana terdapat pertumbuhan industri yang cepat. Data dari Departemen Kese- hatan, racun timbal dalam tubuh kita tersimpan 90% di dalam tu- Jang. Pendeteksian dalam darah dapat terlihat dalam kurun 28 tahun, beda dengan pendetek- sian rambut setelah 30 tahun yang sifatnya sudah terlambat. Maka pendeteksian lewat darah secara dini lebih bermanfaat Tanggapan Ny. Nely Hilman dari Bapedal mengatakan, krisis masalah timbal terbesar yang harus ditanggulangi bersama adalah timah hitam, yang banyak digunakan pada mesin-mesin kendaraan. Langkah menanggu- langinya dengan menggunakan bensin "unleaded" tanpa timah hitam. Namun mesin-mesin mo- bil yang menggunakan bensin unleaded masih sedikit, sedang- kan timah hitam masih diguna- kan pada mobil bensin non unleaded agar dapat berjalan. Halaman Kenyataannya, timah hitam masih sangat berguna karena untuk mengoptimalkan ken- daraan dengan bensin unleaded masih sangat jauh. Selain itu bensin super tanpa timah hitam tergolong mahal harganya dari bahan bakar lainnya. Rugi 2,2 triliun Karena Kera- cunan Tidak Semua Nilai Dasar Dijadikan Pedoman berpegang teguh pada nilai yang diyakininya. Dengan demikian nilai adalah perkara, hal ikhwal atau pensifatan yang memiliki makna bagi kehidupan manusia. nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi lebih ope- rasional dan kontekstual. Bagi bangsa Indonesia yang menganut faham negara per- satuan suatu nilai akan mem- berikan makna dengan bertitik tolak dari sudut pandang mas- yarakatnya. Seperti nilai instru- mental akan nampak dalam berbagai bentuk perundang- undangan, mulai dari undang- undang dasarnya, sampai pe-. raturan pelaksanaannya. Selan- jutnya nilai instrumental yang terumuskan dalam berbagai bentuk peraturan perundang- undangan itu dijadikan norma dalam kehidupan bermasya- rakat, berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut Soeprapto me- ngemukakan, menterjemahkan nilai instrumental yang ter- kandung dalam berbagai pera- turan perundang-undangan ke dalam praktek yang operasional yang mengacu pada situasi dan kondisi tertentu merupakan pen- jabaran nilai praktis. Dengan cara ini maka penerapan nilai- Menurut Pusat Studi Lingku- ngan UI, dalam Lokakarya Pe- ningkatan Kesadaran Masya- rakat Dalam Pengelolaan Ling- kungan Hidup dengan Metro- politan Environmental Program- me (MEIP) 19 Oktober 1995 di Jakarta, pencemaran udara di Jakarta sudah melebihi ambang batas sehingga tingkat kesehatan masyarakat menurun tajam. Maka menurut perkiraan, setiap tahun masyarakat dirugikan Rp. 2,2 triliun karena diperlukan biaya tinggi untuk memulihkan kembali kesehatan masyarakat. Wakil dari Pertamina Dr. Dibeberapa negara maju, un- Ahmad Karno MPA, MA., me- ngatakan, perlu mengupayakan dang-undang mengharuskan se- bensin unleaded atau bensin tan-bokeracunan timbal (Pb) sebelum tiap anak menjalami tes terhadap pa timah hitam di masuk sekolah. Caranya sangat dalam upaya bebas polusi mencegah keracunan timah hi- mudah dan aman, yaitu dengan mengambil sedikit sampel darah tam pada manusia terutama pada dari jari dan kemudian diperiksa. anak-anak. Indonesia Bila ternyata anak menderita keracunan, maka diberikan obat hingga sembuh. Tujuannya agar anak sehat dan dapat belajar secara optimal dalam upaya membangun generasi penerus yang sehat dan bangsa yang kuat dikemudian hari. (R-24/CS) Masalah keracunan Timbal (Pb) dan penyakit anemia bia- sanya sangat mengganggu per- tumbuhan anak-anak 1-7 tahun juga ibu-ibu hamil. Karena meng akibatkan, kecerdasan otak (IQ) berkurang, kerusakan ginjal, hi- lang pendengaran, lead poison- ing & iron-deficiency anemia dan lainnya. Sementara itu Kepala Biro Administrasi Pendidikan A. Fa- thony, BA dalam laporannya menyatakan bahwa penataran P4 ini dilaksanakan sebagai tukar pikiran yang terbuka dan terarah secara aktif, kreatif, konstruktif dan dinamis untuk memahami, menghayati dan mengamalkan Pan UUD 1945, serta GBHN dalam melaksanakan fungsi dan tugas sistem ad- ministrasi negara dalam tubuh ja-jaran pemerintahan RI. Penataran P4 bagi pejabat eselon II Angkatan IX diikuti oleh 96 peserta utusan dari de- partemen/LPND pusat dan dae- rah. Penataran berlangsung dari tanggal 10 s/d 21 Nopember 1995. Pada kesempatan tersebut Kepala BP-7 Pusat didampingi oleh Deputi Bidang Pendidikan Drs. Ismu Edi Ismakun dan para Manggala.(R-4) Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 1995, Presiden RI menganugerahkan tanda kehormatan kepada enam tokoh di lingkungan Departemen Perhubungan masing-masing kepada Jarry Albert Sumendap (alm). Soelarto Hadisoemarto, Haji Basoman Nur, Boedihardjo Sastro Hadiwirjo, Soedarpo Sastrossatomo dan Irawan Sarpingi. Dalam gambar Menhub atas nama Presiden tengah menyematkan Satya Lencana Wira Karya kepada J.A. Sumendap (alm) yang diterima puteranya Danny R. Sumendap, Dirut PT. Bouraq Indonesia Airlines dalam upacara bendera di Dephub, Jum'at pagi. (Foto: Japress)/ Yudha R. 10).
