Tipe: Koran
Tanggal: 1995-11-11
Halaman: 04
Konten
BERIT
Boss TAM, Tukang Gelar
Musik Klasik
Kalau si Doel Anak Sekolahan dijuluki Tukang insinyur,
mungkin cukup beralasan kiranya Rudyanto Hardjanto, Presdir
PT Toyota Astra Motor, dijuluki Tukang gelar musik klasik.
Mengapa? Sebab, boss perusahaan otomotif terkemuka di
Indonesia ini sudah lima kali berturut-turut sejak tahun 1990,
menggelar konser klasik tingkat dunia di Indonesia.
Pagelaran musik klasik yang berlabel "Toyota Classic" itu
dilakukannya bekerjasama dengan pihak Toyota Motor Corpo-
ration, perusahaan dari merk prinsipalnya di Jepang. Dan
hasilnya selalu sukses.
Apa ukuran dari kesuksesan Rudyanto yang juga Ketua
Yayasan Astra Motor (Toyota Astra Foundation) ini ? Tolok
ukurnya, sangat jelas. Yakni, karcis yang terjual dengan harga
mahal itu selalu habis pada setiap pagelaran. Ini berarti apresiasi
musik klasik kepada masyarakat Indonesia cukup berhasil. Dan
juga yang tak kalah suksesnya adalah tujuan dari pagelaran itu
sendiri, yaitu menghimpun dana. Semua dana yang terkumpul
setelah dipotong pajak dari pertunjukan musik klasik tadi
disumbangkan untuk kemanusian kepada lembaga sosial dan
kemasyarakatan.
Pada pagelaran tahun ini yang dilakukan semalam (10/11) di
Puri Agung Hotel Sahid Jaya International berhasil terkumpul
dana (setelah dipotong pajak) sebanyak Rp 54.830.000,-. Dan
seluruhnya telah disumbangkan kepada Yayasan Kesejahteraan
Anak Indonesia, yang diterima oleh Prof. Lily, salah seorang
Ketuanya.
Tahun ini pihak Toyota sengaja mendatangkan orkestra dari
Eropa yang menurut Rudyanto diyakini banyak orang sebagai
"tanah kelahiran" musik klasik. Orkestra tsb adalah The Na-
tional Chamber Orchestra of Toulouse dari Perancis, dengan
konduktor Alain Moglia.
Tahun-tahun sebelumnya dipilih dari orkestra tingkat dunia
dari AS dan Jepang.
"Ini kesempatan untuk menikmati alunan suara orkestra,
sekaligus bisa menghimpun dana guna membantu kegiatan-
kegiatan kemanusiaan," kata Rudyanto.- (R-6)*
Jakarta, Ketua DPP Organda Irawan Sarpingi menyatakan
dukungan Organda terhadap rencana pemerintah menjadikan PPD
dan CAMRI sebagai tulang punggung (primadona) angkutan lebaran.
-
Palembang, PT Timah berhasil mengumpulkan dana untuk modal
pengembangan usahanya sebesar Rp440 miliar, setelah melakukan
penawaran saham melalui bursa.
SABTU, 11 NOVEMBER 1995
rintah Daerah
LINTAS EKONOMI langkah-langkah pengembangan
Medan, PT Abdi Rakyat Bakti (ARB) Medan, propinsi Sumut,
yang memproduksi lembaran kaca polos 300 ton per hari, mulai
Nopember tahun ini siap memasuki pasaran ekspor terutama ke Asia
Tenggara.
Tokyo, Dirjen Badan Perencanaan Ekonomi Jepang (EPA) Isamu
Miyazaki, Jum'at, mengatakan bahwa Bank Sentral Jepang (Bank
of Japan/BOJ) akan mempertahankan suku bunga pada tingkat
rendah.
Semarang, - Produksi kedele nasional tahun ini mencapai 1,64
juta ton atau naik 4,8 persen dibanding tahun 1994 yang hanya 1,56
juta ton, kata Direktur Bina Produksi Tanaman Pangan Deptan, Ir.
H.M. Munawir.
Banda Aceh, Pemda Aceh dinilai perlu segera menjajaki
kemungkinan pembukaan perwakilan dagang Aceh di Pulau Penang,
Malaysia.
VALUTA ASING
Dolar AS
US.TC Dolar
Dolar Australia
Dolar Singapura
Ringgit Malaysia
Dolar Hongkong
Mark Jerman
Pound Inggris
Guiders, Belanda
Franc Prancis
Franc Swiss
Yen Jepang
Dolar Kanada
00Riyal Saudi Arabia
Beli
2.250
2.220
1.660
1.586
Logam Mulla
HARGA EMAS PERHIASAN
880
290
1.570
3.535
1.398
449
1.945
21,40
1.646
585
24 Karat
23 Karat
22 Karat
18 Karat
Jual
2.290
1.710
1.620
902
298
1.620
3.625
1.448
469
2.015
22,70
HARGA EMAS DI JAKARTA, 10 NOPEMBER 1995
Boll
Jual
Rp 28.250/gram Rp 28.550/gram
1.690
615
Rp 28.100/gram
Rp 26.700/gram
Rp 25.300/gram
Rp 21.075/gram
(Belum termasuk ongkos pembuatan)
HARGA EMAS DI PASARAN INTERNASIONAL
HONGKONG
Penutupan hari Kamis, 9 November 1995 HK $.3545/Tael
Pembukaan hari Jum'at, 10 November 1995 HK $ 3554/Tael
LOCO LONDON
Penutupan hari Kamis, 9 November 1995 US $385.90-386.40/T.oz
Pembukaan hari Selasa, 7 Nov 1995 US$385.70-386.20/T.oz
LONDON
Penutupan hari Kamis, 9 Nov 1995, US $385.40-385.90/T.oz
Pembukaan hari Kamis, 9 Nov 1995 US $385.80-386.30/T.oz
NEW YORK
Penutupan hari Kamis, 9 Nov 1995
Futures untuk Desember '95 US $ 387.40/T.oz
Spot untuk bulan Nov '95 US $ 386.50/T oz; Rp 28.430.630/kg
Sumber: PT Duta Pratama International
Pangan Bukan Komoditas
Yang Bisa Diprogramkan
Jakarta, Nov. (BY)
Pangan bukanlah komo-
ditas yang dapat dipro-
gramkan oleh sektor per-
tanian dan perdagangan.
Masalah moneter dan fiskal
yang umumnya dicakup oleh
analisis makro ekonomi sa-
ngat diperlukan sehingga
dapat meletakkan kebijak-
sanaan pangan dalam totalitas
pengembangan ekonomi
Efisien sistem pangan Indo-
nesia seperti banyak diung-
kapkan oleh berbagai analis
hendaknya dilihat dalam
konteks yang lebih kompre-
hensif, sehingga tidak ter-
kesan hanya menjadi sektor
pangan semata.
Hal itu dikatakan oleh KA.
BULOG, DR. Ir. Beddu
Amang MBA pada ceramah
yang disampaikan kepada
Peserta Penataran P-4 Bagi
Eselon II Angkatan IX ke-
marin dan selanjutnya dika-
takan transformasi atau per-
geseran pola konsumsi yang
akan terjadi seiring dengan
pertumbuhan ekonomi me-
merlukan kebijaksanaan dini,
sehingga subsektor non beras
dapat mempersiapkan diri
menyongsong perubahan tsb.
Demikian juga dengan
Jakarta,Nopember (BY)
Di Sulawesi Tenggara, rata-
rata petani memiliki 1-3 Ha la-
hah, bahkan ada yang memiliki
lebih dari 5 Ha. Dalam memba-
ngun dunia pertanian di daerah
ini dengan luas kepemilikan la-
han demikian itu, kemampuan
daya olah merupakan suatu ken-
dala yang besar.
Hal ini dikatakan oleh Guber-
nur Kepala Derah Tk.I Sulawesi
Tenggara melalui Sekwildanya
ketika menerima kunjungan
Menteri Pertanian ke daerah ter-
sebut baru-baru ini (6-7/11).
Dikatakan lebih lanjut,saat
ini Sulawesi Tenggara memili-
ki 225.712 Ha areal persawahan.
Sedangkan 693.117 Hadiperun-
tukan bagi pengembangan Pala-
wija, Hortikultura dan tanaman
Perkebunan, Peternakan dan
Perikanan Darat.52 m
Dalam memanfaat potensi
daerah seperti tersebut, Peme-
antara menerapkan program
pembangunan rakyat terpadu
yang didukung dengan program
pembangunan pertanian lainnya
serta menciptakan pusat-pusat
pertumbuhan selaku basis sum-
ber daya.
NAMA BANK
Bank BNI
Bank Exim
BRI
Kemampuan Daya Olahan Lahan
Kendala Pembangunan Pertanian Di Sultra
BBD
BON
BTN
Bapindo
Bank Bali
BCA
Bank Danamon
Lippobank
Bank Dharmala
BONI
Citibank
Chase MB
Deutsche Bank
Hongkong Bank
Standard CB
Bank of Tokyo
Bank of America
Bank Tiara
Bank Universal
Bank Utama
Panin Bank
Tamara Bank
Jaya Bank
Modem Bank
Bank Pacific
Bank Papan S
Bank Naga
Bank NISP
Bank Mashill
Bank DKI
Bank Duta
Termasuk Daerah Tertinggal
Menurut Bambang Subian-
toro, Kabiro Humas Deptan, Po-
tensi lahan yang sangat produktif
disertai pemilikan lahan yang
cukup luas, sepertihalnya di
Sulawesi tenggara itu, bukanlah
ningkatkan taraf hidup para
merupakan jaminan untuk me-
petani di daerah itu.
Sebagai salah satu kiat untuk
mengentaskan daerah tertinggal
di Sulawesi Tenggara seperti
Kecamatan Moramo dan Sum-
bersari, Pemerintah Daerah be-
kerjasama dengan Deptan mela-
lui Proyek P2RT memasyara-
katkan program PRT. Dan
hasilnya kini telah menjadikan
dua kecamatan tersebut sebagai
pusat-pusat pertumbuhan baru,
dan tidak lagi menjadi daerah
SUKU BUNGA DEPOSITO
Bank Bira
Bank BHS
Bank Buana Ind
Bank Aspec
Bank Arta Prima
Bank Pelita
Bank Surya
Andromedia Bank
Subentra Bank
Unibank
SGP Bank
Yama Bank
RSI Bank
Hastin Bank
Haga Bank
Guna Bank
1 BULAN
14,00/6,00
15,00/6,25
15,00/6,00
15,00/6,50
15,00/6,00
14,50/6,50
15,00/6,00
15,00/7,25
15,00/6,75
15,00/7,00
15,00/6,75
15,50/8,00
15,00/6,75
13,00/2,50
14,50/4,93
10,50/3,50
11,75/5,25
12,00/4,50
9,75/3,00
10,50/6,25
15,00/7,75
15,50/7,50
16,00/8,25
15,00/6,25
16,00/6,50
15,00/7,00
16,00/8,00
16,00/7,50
15,00/6.50
15,00/6,75
15,00/7,25
15,00/6,50
14,50/6,25
pergeseran pola konsumsi
yang makin cenderung pada
pangan olehan (khusus di-
berbagai kota besar) memer-
lukan kecermatan semua
pihak tidak sehingga tidak
membuat peluang yang me-
rugikan bagi konsumen.
15,00/7,00
15,50/8,00
15,00/7,00
Bagi Indonesia, kata Bed-
du Amang bagi Indonesia
politik pangan sudah berada
pada jalur yang tepat, yaitu
dengan mengantisipasi ber-
bagi kecenderungan baik
disisi penawaran maupun
permintaan. Untuk itu secara
dini upaya untuk meman-
faatkan sumber daya yang
ada, termasuk sumber protein
nabati dan hewani akan
menjadi perhatian utama.
15,00/7,00
16,00/7,00
16,00/7,00
15,00/7,00
16,00/7,50
15,00/6,75
15,00/8,00
16,00/7,50
16,00/7,50
16,00/8,00
14,00/6,50
15,50/6,50
15,00/7,50
15,00/7,00
Dalam awal, ceramahnya,
Beddu Amang mengatakan
posisi pangan Indonesia se-
lama 25 tahun terakhir dalam
perekonomian Indonesia
telah mengalami berbagai
transfirmasi yang disebabkan
antara lain keberhasilan
mencapai swasembada beras
sejak tahun 1984, pertum-
buhan pendapatan per kapita
diversivikasi produksi, kesa-
daran terhadap nilai gizi pa-
ngan dan perubahan struktur
Dibidang perkebunan di Ke-
camatan Moramo, para petani
tampaknya lebih cenderung
menanam Jambu Mete dan saat
ini tanaman Jambu Mete ter-
sebut merupakan tanaman pokok
petani, sehingga oleh pihak pe-
merintah daerah, Moramo díja-
tertinggal, ujar Bambang.
Kata Bambang Subiantoro, di
Kec.Sumbersari misalnya, mata
pencarian dan makanan pendu-
duk hanya "sagu". Tapi,seka-
rang ini lahan lahan yang meng-
hasilkan sagu sudah berubah
menjadi hamparan sawah. "Per-
ubahan ini adalah hasil dari pro-
yek P2RT dan masuknya trans-
migrasi dari Bali, Jawa dan
NTB," ujarnya.
Dari 21 Pusat pertumbuhan
di Sulawesi Tenggara, Kecama-
tan Moramo merupakan salah
satu Pusat Pertumbuhan di Ka-
bupaten Kendari yang termasuk
dalam wilayah pengembangan.
Sentra Buah-buahan
Mulai awal Pelita VI tahun
1994/1995, Sulawesi Tenggara
di sektor pertanian juga mengem
bangkan sentra buah-buahan
seperti Mangga Arum Manis
diatas lahan seluas 500 Ha. Pe-
ngembangan sentra buah-buah-
an ini juga dilaksanakan mela-
lui proyek P2RT. Tanaman
Mangga di Moramo ini baru
berumur 7 bulan dan diharapkan
dapat dijadikan pohon induk
pengembangan lebih lanjut.
Dibidang komoditi lain se-
naman pa-
perti di subsektor
ngan, kini telah ditanam Kakao
di areal seluas 500 Ha, Jeruk
600 Ha, Kedelai 2300 Ha dan
ngan penyuluh pertanian, Kede-
Jagung 500 Ha. Dengan bimbi-
lai yang ditanam disela-sela po-
hon Mangga telah memberikan
hasil yang cukup baik. Dalam
tahun 1995, ujar Bambang Su-
biantoro, petani telah melakukan
panen sebanyak dua kali. Diren-
canakan pada bulan Nopember
1995 ini akan ditanam kembali
Kedelai seluas 650 Ha pada areal
yang sama.
3 BULAN
14,00/6,00
15,00/6,63
15,00/6.50
15,00/6,50
15,00/6.50
15,00/6,50
15,00/6,50
15,50/7,25
15,00/6,75
15,50/7,25
15,50/7,00
15,50/8,00
15,50/7,00
13,50/3,00
14,50/4,93
10,75/4,00
12,00/5,25
12,25/4,75
10,50/3,25
11,50/6,25
15,00/7,75
16,00/7,50
16,50/8,50
15,00/6.50
16.50/7,00
15,50/7,00
16,25/8,25
16.50/7,50
15,00/7,00
15,50/7,00
15,50/7,50
16,50/6,50
14,50/6,50
15,00/7,25
EKONOMI
16,00/8,00
15,50/7,25
15,25/7,25
16,50/7,00
16,50/6,50
16,00/7,50
16,50/7,50
16,00/7,00
15,50/8,25
16,25/7,50
16,00/7,50
16,00/8,00
14,50/6,75
16,00/7,00
15,50/7,50
15,50/7,25
komposisi sektoral ekonomi
Indonesia.
Akan tetapi dibalik dari
transformasi demikian suatu
kenyataan ialah, konsumsi
pangan masyarakat masih
terus meningkat. Secara
teoritis, dikala pendapatan
meningkat maka pertamba-
han konsumsi beras pada
umur menurun, seperti di-
tunjukkan oleh angka elas-
tisitas pendapatan. Namun
kenyataan kebutuhan untuk
konsumsi beras bertambah
besar. Salah satu penye-
babnya bersumber dari ke-
nyataan bahwa kenaikan
konsumsi bagi mereka ber-
pendapatan rendah masih
lebih besar dari pengurangan
konsumsi mereka yang ber-
pendapatan tinggi.
Perkembangan permintaan
dalam waktu yang akan da-
tang banyak diwarnai oleh
pertumbuhan pendapatan,
perubahan selera serta nilai
tukar antara komoditas pa-
ngan terhadap comoditas
lainnya. Sumber karbohidrat
yang besarnya masih sebesar
73 persen dalam tahun 1988
diharapkan menurun menjadi
59 persen dalam tahun 2010.
(r-20)
dikan areal pengembangan Jam-
bu Mete.
Di Sub Sektor Peternakan,
Moramo juga merupakan salah
satu wilayah pengembangan
ternak Sapi, selain kambing dan
Ayam Buras. Sementara di sub
sektor perikanan, hasil penang-
kapan ikan yang dicapai sampai
saat ini di Sulawesi Tenggara
baru 110.000 ton atau 45% dari
potensi lestari 250.000 ton.
Dalam memanfaatkan potensi
yang ada di sektor perikanan
ini, Departemen Pertanian me-
lalui Direktorat Jenderal Perika-
nan telah memberikan bantuan
●
kapal penangkap ikan kepada
nelayan berukuran 3 dan 5 GT
lengkap dengan alat tangkap
sebanyak 174 unit.
Dari jumlah kapal bantuan
itu, 16 unit diantaranya dari
Proyek P2RT tahun anggaran
1994/1995 khusus diberikan ke-
pada nelayan di Kabupaten Mu-.
na. Dalam tahun anggaran 1995/
1996 kepada nelayan Sulawesi
Tenggara akan diberikan lagi
10 unit kapal ukuran 10 GT me-
lalui proyek P2 RT dan 20 unit
melalui program ZEE (Zone
Ekonomi Ekslusif), ujar Bain-
bang Subiantoro. (R.27)
Penyalur/Agen "BY"
SUMATERA SELATAN
SMEN
AGENCY
(BAKARUDDIN St.ENDAH)
Jalan Medan No.17
53224
Tanjung Karang
6 BULAN
15,00/6,50
16,00/7,00
16,00/7,00
16,00/7,50
16,00/7,50
16,00/7,00
16,00/7,00
16,00/7,25
15,50/7,00
16,00/7,50
16,00/7,25
15,00/8,25
16,00/7,25
15,00/3,50
14,38/4,93
11,00/4,25
12,50/550
12,50/5,00
11,00/3,25
12,00/6,25
14,50/8,00
16,50/8,00
16,50/8,50
15,00/6,75
16,50/7,00
16,00/7,00
16,50/850
16,50/8,00
16,00/7,50
16,50/7,25
16,00/7,75
16.00/6,50
15,00/7,09
16,00/7,50
16,00/850
15,50/7,50
15,50/7,25
17,00/7,50
16,50/6,75
16,50/7,50
17,00/8,00
16,00/7,50
16,00/850
16,50/7,50
16,50/800
16,50/850
14,75/7,00
16,50/7,50
15,50/7,50
16,00/7,50
RUPIAH
DOLAR AS
12 BULAN
15,00/6,50
16,00/7,81
16,00/7,50
16,00/7,50
16,00/7,50
16,00/7,00
16,00/7,50
16,00/7,25
15,50/7,00
16,00/7,50
16,00/7,50
15,00/8,50
16,00/7,50
15,00/4,25
15,13/5,32
12,00/4,50
13,00/6,00
12,50/5,50
11,50/3,50
12,50/6,25
14,50/8,00
16,50/8,00
16,50/8,50
16,00/7,00
1700/7,00
16,00/7,00
16,50/850
17,00/8,00
16,50/7,50
16,50/7,50
16,50/8,00
17,00/6,50
15,00/7,50
16,00/7,75
$16.00/850
15,50/7,75
15,50/7,25
16,00/7,50
16.50/6,75
16,50/8,00
17,00/8,00
15,00/7,75
16,00/850
16,50/7,50
16,50/8,00
17,00/8,50
15,00/7,50
FASTEN
16,00/7,50
15,50/7,50
15,50/7,50
•
●
●
RAJA KECEPATAN DALAM PENANTIAN: Penggemar otomotif segera akan bisa menikmati sebuah mobil dengan kecepatan
maksimum 450 km per jam. Mobil itu merupakan prototipe Ferrari dan akan menjalani test di Utah, AS bulan depan yang diharapkan
akan memecahkan, record dengan kecepatan 436 km perjam. Nampak pada gambar, desainer Luigi Colani dengan bangga mendampingi
mobil berharga 1,5 juta mark (sekitar 49 juta dolar Singapura) yang diperkenalkan pada Pameran Teknologi ISTEC di Saarbruecken
hari Rabu yl. (Reuter/Ernatn)
Sudah Saatnya Keluarkan Deregulasi Bidang Pers
Denpasar, Nov (BY)
Ketua Harian Dewan Pers, Jacob Oetama, berpendapat pemerintah
sudah saatnya mempertimbangkan untuk mengeluarkan deregulasi
bidang pers yang meninjau kembali peraturan pembatasan jumlah
halaman dan iklan media cetak, mengingat perkembangan media
elektronika yang pesat dewasa ini.
"Kalau kita tetap ingin berpendapat bahwa budaya baca
diperlukan, maka budaya baca ini harus diberi tanah yang lebih
subur. Mengembangkan budaya baca bisa dilakukan antara lain lewat
membaca surat kabar," paparnya.
Ia juga mengemukakan bahwa deregulasi dalam hal penambahan
jumlah halaman media cetak tidak akan mematikan surat kabar
terbitan daerah, karena perkembangan terakhir menunjukkan bahwa
yang berkembang justru koran-koran di daerah. Bahkan,
pertumbuhannya lebih baik dari koran yang terbit di Jakarta.
Jacob Oetama yang juga Pemimpin Umum Harian Kompas
mengemukakan pendapatnya itu kepada wartawan di sela-sela
penutupan Kongres ke-19 Periklanan Asia (AdAsia) di Bali Inter-
national Convention Centre (BICCO Nusa Dua, Kamis petang.
Ia mengatakan, "Kalau kita lihat televisi penayangannya berjam-
jam, koran paling dilihat/dibaca setengah jam. Oleh karena itu, untuk
menyaingi perkembangan televisi, pers perlu diregulasikan atau,
minimal jumlah halamannya ditambah dari ketentuan yang ada
sekarang (maksimal 20 halaman)."
Menurut dia, masyarakat pers sekarang ini mesti sadar bahwa
selain kondisi sudah berubah, media cetak tidak hidup lagi sendirian,
karena ada media elektronika yang kalau dihitung jam siarannya
lebih lama dari media cetak.
Jakarta, Nov (BY)
Menhub Haryanto Dhanutirto
mengatakan, pemerintah dalam
dua tahun ini akan banyak me-
rombak perjanjian udara, se-
hingga perusahaan penerbangan
swasta bisa juga melayani jalur
ke Eropa atau Amerika.
"Ya kami akan bicarakan dulu
dengan negara bersangkutan.
Apakah bisa lebih dari satu air-
lines. Misalkan Jerman dan
Belanda dalam perjanjiannya
hanya satu airlines, kalau swasta
mau masuk ya harus mengubah
perjanjian udara bilateral lebih
dahulu," kata Menhub, Kamid
malam.
Menhub Haryanto Dhanutirto
mengatakan hal itu ketika di-
tanya para wartawan tentang
kemungkinan penerbangan
swasta boleh mengambil rute
penerbangan Garuda ke Eropa,
khususnya beberapa daerah
tujuan yang ditutup sementara,
misalkan Madrid, Berlin, Wina
dan Munchen.
Ia mengemukakan hal itu usai
menyaksikan kesepakatan di
antara enam maskapai reguler
● tentang pelaksanaan sistem en-
dorsable tiket di ruang kerja
Menteri Perhubungan, Kamis
malam.
Menhub: Penerbangan Swasta Bisa Ke Eropa
"Kami perlu bikin juklak
(petunjuk pelaksanaan)," tam-
bah Dirut Sempati Hasan Sud-
jono.
pandangan, sehingga perlu ada
kesepakatan yang lebih teknis,'
kata Soelarto.
"Pada prinsipnya bisa saja
asalkan mendapatkan ijin dari
negara bersangkutan," katanya.
Menurut dia, pemerintah
sedang mengkaji rute penerba-
ngan internasional untuk jarak
.
di atas bunga deposito
Kredit Griya Multi
Kredit Griyatamal
Kredit Griyatama II
Tipe RSS T-21 hingga T-36
- Tipe-T27 hingga Tipe-T-70
• Tipe RS T-16-RS T21
KSB-54 hingga KSB-72
SUKU BUNGA KREDIT PEMILIKAN RUMAH
BANK TABUNGAN NEGARA
- Kredit Swadana:
- Kredit Tipe Non-RSS
BANK PAPAN SEJAHTERA
KPR s/d Rp 75 juta
di atas Rp 75 juta-Rp 500 juta
BANK BALI
10
