Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1995-11-11
Halaman: 04

Konten


BERIT Boss TAM, Tukang Gelar Musik Klasik Kalau si Doel Anak Sekolahan dijuluki Tukang insinyur, mungkin cukup beralasan kiranya Rudyanto Hardjanto, Presdir PT Toyota Astra Motor, dijuluki Tukang gelar musik klasik. Mengapa? Sebab, boss perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia ini sudah lima kali berturut-turut sejak tahun 1990, menggelar konser klasik tingkat dunia di Indonesia. Pagelaran musik klasik yang berlabel "Toyota Classic" itu dilakukannya bekerjasama dengan pihak Toyota Motor Corpo- ration, perusahaan dari merk prinsipalnya di Jepang. Dan hasilnya selalu sukses. Apa ukuran dari kesuksesan Rudyanto yang juga Ketua Yayasan Astra Motor (Toyota Astra Foundation) ini ? Tolok ukurnya, sangat jelas. Yakni, karcis yang terjual dengan harga mahal itu selalu habis pada setiap pagelaran. Ini berarti apresiasi musik klasik kepada masyarakat Indonesia cukup berhasil. Dan juga yang tak kalah suksesnya adalah tujuan dari pagelaran itu sendiri, yaitu menghimpun dana. Semua dana yang terkumpul setelah dipotong pajak dari pertunjukan musik klasik tadi disumbangkan untuk kemanusian kepada lembaga sosial dan kemasyarakatan. Pada pagelaran tahun ini yang dilakukan semalam (10/11) di Puri Agung Hotel Sahid Jaya International berhasil terkumpul dana (setelah dipotong pajak) sebanyak Rp 54.830.000,-. Dan seluruhnya telah disumbangkan kepada Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, yang diterima oleh Prof. Lily, salah seorang Ketuanya. Tahun ini pihak Toyota sengaja mendatangkan orkestra dari Eropa yang menurut Rudyanto diyakini banyak orang sebagai "tanah kelahiran" musik klasik. Orkestra tsb adalah The Na- tional Chamber Orchestra of Toulouse dari Perancis, dengan konduktor Alain Moglia. Tahun-tahun sebelumnya dipilih dari orkestra tingkat dunia dari AS dan Jepang. "Ini kesempatan untuk menikmati alunan suara orkestra, sekaligus bisa menghimpun dana guna membantu kegiatan- kegiatan kemanusiaan," kata Rudyanto.- (R-6)* Jakarta, Ketua DPP Organda Irawan Sarpingi menyatakan dukungan Organda terhadap rencana pemerintah menjadikan PPD dan CAMRI sebagai tulang punggung (primadona) angkutan lebaran. - Palembang, PT Timah berhasil mengumpulkan dana untuk modal pengembangan usahanya sebesar Rp440 miliar, setelah melakukan penawaran saham melalui bursa. SABTU, 11 NOVEMBER 1995 rintah Daerah LINTAS EKONOMI langkah-langkah pengembangan Medan, PT Abdi Rakyat Bakti (ARB) Medan, propinsi Sumut, yang memproduksi lembaran kaca polos 300 ton per hari, mulai Nopember tahun ini siap memasuki pasaran ekspor terutama ke Asia Tenggara. Tokyo, Dirjen Badan Perencanaan Ekonomi Jepang (EPA) Isamu Miyazaki, Jum'at, mengatakan bahwa Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) akan mempertahankan suku bunga pada tingkat rendah. Semarang, - Produksi kedele nasional tahun ini mencapai 1,64 juta ton atau naik 4,8 persen dibanding tahun 1994 yang hanya 1,56 juta ton, kata Direktur Bina Produksi Tanaman Pangan Deptan, Ir. H.M. Munawir. Banda Aceh, Pemda Aceh dinilai perlu segera menjajaki kemungkinan pembukaan perwakilan dagang Aceh di Pulau Penang, Malaysia. VALUTA ASING Dolar AS US.TC Dolar Dolar Australia Dolar Singapura Ringgit Malaysia Dolar Hongkong Mark Jerman Pound Inggris Guiders, Belanda Franc Prancis Franc Swiss Yen Jepang Dolar Kanada 00Riyal Saudi Arabia Beli 2.250 2.220 1.660 1.586 Logam Mulla HARGA EMAS PERHIASAN 880 290 1.570 3.535 1.398 449 1.945 21,40 1.646 585 24 Karat 23 Karat 22 Karat 18 Karat Jual 2.290 1.710 1.620 902 298 1.620 3.625 1.448 469 2.015 22,70 HARGA EMAS DI JAKARTA, 10 NOPEMBER 1995 Boll Jual Rp 28.250/gram Rp 28.550/gram 1.690 615 Rp 28.100/gram Rp 26.700/gram Rp 25.300/gram Rp 21.075/gram (Belum termasuk ongkos pembuatan) HARGA EMAS DI PASARAN INTERNASIONAL HONGKONG Penutupan hari Kamis, 9 November 1995 HK $.3545/Tael Pembukaan hari Jum'at, 10 November 1995 HK $ 3554/Tael LOCO LONDON Penutupan hari Kamis, 9 November 1995 US $385.90-386.40/T.oz Pembukaan hari Selasa, 7 Nov 1995 US$385.70-386.20/T.oz LONDON Penutupan hari Kamis, 9 Nov 1995, US $385.40-385.90/T.oz Pembukaan hari Kamis, 9 Nov 1995 US $385.80-386.30/T.oz NEW YORK Penutupan hari Kamis, 9 Nov 1995 Futures untuk Desember '95 US $ 387.40/T.oz Spot untuk bulan Nov '95 US $ 386.50/T oz; Rp 28.430.630/kg Sumber: PT Duta Pratama International Pangan Bukan Komoditas Yang Bisa Diprogramkan Jakarta, Nov. (BY) Pangan bukanlah komo- ditas yang dapat dipro- gramkan oleh sektor per- tanian dan perdagangan. Masalah moneter dan fiskal yang umumnya dicakup oleh analisis makro ekonomi sa- ngat diperlukan sehingga dapat meletakkan kebijak- sanaan pangan dalam totalitas pengembangan ekonomi Efisien sistem pangan Indo- nesia seperti banyak diung- kapkan oleh berbagai analis hendaknya dilihat dalam konteks yang lebih kompre- hensif, sehingga tidak ter- kesan hanya menjadi sektor pangan semata. Hal itu dikatakan oleh KA. BULOG, DR. Ir. Beddu Amang MBA pada ceramah yang disampaikan kepada Peserta Penataran P-4 Bagi Eselon II Angkatan IX ke- marin dan selanjutnya dika- takan transformasi atau per- geseran pola konsumsi yang akan terjadi seiring dengan pertumbuhan ekonomi me- merlukan kebijaksanaan dini, sehingga subsektor non beras dapat mempersiapkan diri menyongsong perubahan tsb. Demikian juga dengan Jakarta,Nopember (BY) Di Sulawesi Tenggara, rata- rata petani memiliki 1-3 Ha la- hah, bahkan ada yang memiliki lebih dari 5 Ha. Dalam memba- ngun dunia pertanian di daerah ini dengan luas kepemilikan la- han demikian itu, kemampuan daya olah merupakan suatu ken- dala yang besar. Hal ini dikatakan oleh Guber- nur Kepala Derah Tk.I Sulawesi Tenggara melalui Sekwildanya ketika menerima kunjungan Menteri Pertanian ke daerah ter- sebut baru-baru ini (6-7/11). Dikatakan lebih lanjut,saat ini Sulawesi Tenggara memili- ki 225.712 Ha areal persawahan. Sedangkan 693.117 Hadiperun- tukan bagi pengembangan Pala- wija, Hortikultura dan tanaman Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Darat.52 m Dalam memanfaat potensi daerah seperti tersebut, Peme- antara menerapkan program pembangunan rakyat terpadu yang didukung dengan program pembangunan pertanian lainnya serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan selaku basis sum- ber daya. NAMA BANK Bank BNI Bank Exim BRI Kemampuan Daya Olahan Lahan Kendala Pembangunan Pertanian Di Sultra BBD BON BTN Bapindo Bank Bali BCA Bank Danamon Lippobank Bank Dharmala BONI Citibank Chase MB Deutsche Bank Hongkong Bank Standard CB Bank of Tokyo Bank of America Bank Tiara Bank Universal Bank Utama Panin Bank Tamara Bank Jaya Bank Modem Bank Bank Pacific Bank Papan S Bank Naga Bank NISP Bank Mashill Bank DKI Bank Duta Termasuk Daerah Tertinggal Menurut Bambang Subian- toro, Kabiro Humas Deptan, Po- tensi lahan yang sangat produktif disertai pemilikan lahan yang cukup luas, sepertihalnya di Sulawesi tenggara itu, bukanlah ningkatkan taraf hidup para merupakan jaminan untuk me- petani di daerah itu. Sebagai salah satu kiat untuk mengentaskan daerah tertinggal di Sulawesi Tenggara seperti Kecamatan Moramo dan Sum- bersari, Pemerintah Daerah be- kerjasama dengan Deptan mela- lui Proyek P2RT memasyara- katkan program PRT. Dan hasilnya kini telah menjadikan dua kecamatan tersebut sebagai pusat-pusat pertumbuhan baru, dan tidak lagi menjadi daerah SUKU BUNGA DEPOSITO Bank Bira Bank BHS Bank Buana Ind Bank Aspec Bank Arta Prima Bank Pelita Bank Surya Andromedia Bank Subentra Bank Unibank SGP Bank Yama Bank RSI Bank Hastin Bank Haga Bank Guna Bank 1 BULAN 14,00/6,00 15,00/6,25 15,00/6,00 15,00/6,50 15,00/6,00 14,50/6,50 15,00/6,00 15,00/7,25 15,00/6,75 15,00/7,00 15,00/6,75 15,50/8,00 15,00/6,75 13,00/2,50 14,50/4,93 10,50/3,50 11,75/5,25 12,00/4,50 9,75/3,00 10,50/6,25 15,00/7,75 15,50/7,50 16,00/8,25 15,00/6,25 16,00/6,50 15,00/7,00 16,00/8,00 16,00/7,50 15,00/6.50 15,00/6,75 15,00/7,25 15,00/6,50 14,50/6,25 pergeseran pola konsumsi yang makin cenderung pada pangan olehan (khusus di- berbagai kota besar) memer- lukan kecermatan semua pihak tidak sehingga tidak membuat peluang yang me- rugikan bagi konsumen. 15,00/7,00 15,50/8,00 15,00/7,00 Bagi Indonesia, kata Bed- du Amang bagi Indonesia politik pangan sudah berada pada jalur yang tepat, yaitu dengan mengantisipasi ber- bagi kecenderungan baik disisi penawaran maupun permintaan. Untuk itu secara dini upaya untuk meman- faatkan sumber daya yang ada, termasuk sumber protein nabati dan hewani akan menjadi perhatian utama. 15,00/7,00 16,00/7,00 16,00/7,00 15,00/7,00 16,00/7,50 15,00/6,75 15,00/8,00 16,00/7,50 16,00/7,50 16,00/8,00 14,00/6,50 15,50/6,50 15,00/7,50 15,00/7,00 Dalam awal, ceramahnya, Beddu Amang mengatakan posisi pangan Indonesia se- lama 25 tahun terakhir dalam perekonomian Indonesia telah mengalami berbagai transfirmasi yang disebabkan antara lain keberhasilan mencapai swasembada beras sejak tahun 1984, pertum- buhan pendapatan per kapita diversivikasi produksi, kesa- daran terhadap nilai gizi pa- ngan dan perubahan struktur Dibidang perkebunan di Ke- camatan Moramo, para petani tampaknya lebih cenderung menanam Jambu Mete dan saat ini tanaman Jambu Mete ter- sebut merupakan tanaman pokok petani, sehingga oleh pihak pe- merintah daerah, Moramo díja- tertinggal, ujar Bambang. Kata Bambang Subiantoro, di Kec.Sumbersari misalnya, mata pencarian dan makanan pendu- duk hanya "sagu". Tapi,seka- rang ini lahan lahan yang meng- hasilkan sagu sudah berubah menjadi hamparan sawah. "Per- ubahan ini adalah hasil dari pro- yek P2RT dan masuknya trans- migrasi dari Bali, Jawa dan NTB," ujarnya. Dari 21 Pusat pertumbuhan di Sulawesi Tenggara, Kecama- tan Moramo merupakan salah satu Pusat Pertumbuhan di Ka- bupaten Kendari yang termasuk dalam wilayah pengembangan. Sentra Buah-buahan Mulai awal Pelita VI tahun 1994/1995, Sulawesi Tenggara di sektor pertanian juga mengem bangkan sentra buah-buahan seperti Mangga Arum Manis diatas lahan seluas 500 Ha. Pe- ngembangan sentra buah-buah- an ini juga dilaksanakan mela- lui proyek P2RT. Tanaman Mangga di Moramo ini baru berumur 7 bulan dan diharapkan dapat dijadikan pohon induk pengembangan lebih lanjut. Dibidang komoditi lain se- naman pa- perti di subsektor ngan, kini telah ditanam Kakao di areal seluas 500 Ha, Jeruk 600 Ha, Kedelai 2300 Ha dan ngan penyuluh pertanian, Kede- Jagung 500 Ha. Dengan bimbi- lai yang ditanam disela-sela po- hon Mangga telah memberikan hasil yang cukup baik. Dalam tahun 1995, ujar Bambang Su- biantoro, petani telah melakukan panen sebanyak dua kali. Diren- canakan pada bulan Nopember 1995 ini akan ditanam kembali Kedelai seluas 650 Ha pada areal yang sama. 3 BULAN 14,00/6,00 15,00/6,63 15,00/6.50 15,00/6,50 15,00/6.50 15,00/6,50 15,00/6,50 15,50/7,25 15,00/6,75 15,50/7,25 15,50/7,00 15,50/8,00 15,50/7,00 13,50/3,00 14,50/4,93 10,75/4,00 12,00/5,25 12,25/4,75 10,50/3,25 11,50/6,25 15,00/7,75 16,00/7,50 16,50/8,50 15,00/6.50 16.50/7,00 15,50/7,00 16,25/8,25 16.50/7,50 15,00/7,00 15,50/7,00 15,50/7,50 16,50/6,50 14,50/6,50 15,00/7,25 EKONOMI 16,00/8,00 15,50/7,25 15,25/7,25 16,50/7,00 16,50/6,50 16,00/7,50 16,50/7,50 16,00/7,00 15,50/8,25 16,25/7,50 16,00/7,50 16,00/8,00 14,50/6,75 16,00/7,00 15,50/7,50 15,50/7,25 komposisi sektoral ekonomi Indonesia. Akan tetapi dibalik dari transformasi demikian suatu kenyataan ialah, konsumsi pangan masyarakat masih terus meningkat. Secara teoritis, dikala pendapatan meningkat maka pertamba- han konsumsi beras pada umur menurun, seperti di- tunjukkan oleh angka elas- tisitas pendapatan. Namun kenyataan kebutuhan untuk konsumsi beras bertambah besar. Salah satu penye- babnya bersumber dari ke- nyataan bahwa kenaikan konsumsi bagi mereka ber- pendapatan rendah masih lebih besar dari pengurangan konsumsi mereka yang ber- pendapatan tinggi. Perkembangan permintaan dalam waktu yang akan da- tang banyak diwarnai oleh pertumbuhan pendapatan, perubahan selera serta nilai tukar antara komoditas pa- ngan terhadap comoditas lainnya. Sumber karbohidrat yang besarnya masih sebesar 73 persen dalam tahun 1988 diharapkan menurun menjadi 59 persen dalam tahun 2010. (r-20) dikan areal pengembangan Jam- bu Mete. Di Sub Sektor Peternakan, Moramo juga merupakan salah satu wilayah pengembangan ternak Sapi, selain kambing dan Ayam Buras. Sementara di sub sektor perikanan, hasil penang- kapan ikan yang dicapai sampai saat ini di Sulawesi Tenggara baru 110.000 ton atau 45% dari potensi lestari 250.000 ton. Dalam memanfaatkan potensi yang ada di sektor perikanan ini, Departemen Pertanian me- lalui Direktorat Jenderal Perika- nan telah memberikan bantuan ● kapal penangkap ikan kepada nelayan berukuran 3 dan 5 GT lengkap dengan alat tangkap sebanyak 174 unit. Dari jumlah kapal bantuan itu, 16 unit diantaranya dari Proyek P2RT tahun anggaran 1994/1995 khusus diberikan ke- pada nelayan di Kabupaten Mu-. na. Dalam tahun anggaran 1995/ 1996 kepada nelayan Sulawesi Tenggara akan diberikan lagi 10 unit kapal ukuran 10 GT me- lalui proyek P2 RT dan 20 unit melalui program ZEE (Zone Ekonomi Ekslusif), ujar Bain- bang Subiantoro. (R.27) Penyalur/Agen "BY" SUMATERA SELATAN SMEN AGENCY (BAKARUDDIN St.ENDAH) Jalan Medan No.17 53224 Tanjung Karang 6 BULAN 15,00/6,50 16,00/7,00 16,00/7,00 16,00/7,50 16,00/7,50 16,00/7,00 16,00/7,00 16,00/7,25 15,50/7,00 16,00/7,50 16,00/7,25 15,00/8,25 16,00/7,25 15,00/3,50 14,38/4,93 11,00/4,25 12,50/550 12,50/5,00 11,00/3,25 12,00/6,25 14,50/8,00 16,50/8,00 16,50/8,50 15,00/6,75 16,50/7,00 16,00/7,00 16,50/850 16,50/8,00 16,00/7,50 16,50/7,25 16,00/7,75 16.00/6,50 15,00/7,09 16,00/7,50 16,00/850 15,50/7,50 15,50/7,25 17,00/7,50 16,50/6,75 16,50/7,50 17,00/8,00 16,00/7,50 16,00/850 16,50/7,50 16,50/800 16,50/850 14,75/7,00 16,50/7,50 15,50/7,50 16,00/7,50 RUPIAH DOLAR AS 12 BULAN 15,00/6,50 16,00/7,81 16,00/7,50 16,00/7,50 16,00/7,50 16,00/7,00 16,00/7,50 16,00/7,25 15,50/7,00 16,00/7,50 16,00/7,50 15,00/8,50 16,00/7,50 15,00/4,25 15,13/5,32 12,00/4,50 13,00/6,00 12,50/5,50 11,50/3,50 12,50/6,25 14,50/8,00 16,50/8,00 16,50/8,50 16,00/7,00 1700/7,00 16,00/7,00 16,50/850 17,00/8,00 16,50/7,50 16,50/7,50 16,50/8,00 17,00/6,50 15,00/7,50 16,00/7,75 $16.00/850 15,50/7,75 15,50/7,25 16,00/7,50 16.50/6,75 16,50/8,00 17,00/8,00 15,00/7,75 16,00/850 16,50/7,50 16,50/8,00 17,00/8,50 15,00/7,50 FASTEN 16,00/7,50 15,50/7,50 15,50/7,50 • ● ● RAJA KECEPATAN DALAM PENANTIAN: Penggemar otomotif segera akan bisa menikmati sebuah mobil dengan kecepatan maksimum 450 km per jam. Mobil itu merupakan prototipe Ferrari dan akan menjalani test di Utah, AS bulan depan yang diharapkan akan memecahkan, record dengan kecepatan 436 km perjam. Nampak pada gambar, desainer Luigi Colani dengan bangga mendampingi mobil berharga 1,5 juta mark (sekitar 49 juta dolar Singapura) yang diperkenalkan pada Pameran Teknologi ISTEC di Saarbruecken hari Rabu yl. (Reuter/Ernatn) Sudah Saatnya Keluarkan Deregulasi Bidang Pers Denpasar, Nov (BY) Ketua Harian Dewan Pers, Jacob Oetama, berpendapat pemerintah sudah saatnya mempertimbangkan untuk mengeluarkan deregulasi bidang pers yang meninjau kembali peraturan pembatasan jumlah halaman dan iklan media cetak, mengingat perkembangan media elektronika yang pesat dewasa ini. "Kalau kita tetap ingin berpendapat bahwa budaya baca diperlukan, maka budaya baca ini harus diberi tanah yang lebih subur. Mengembangkan budaya baca bisa dilakukan antara lain lewat membaca surat kabar," paparnya. Ia juga mengemukakan bahwa deregulasi dalam hal penambahan jumlah halaman media cetak tidak akan mematikan surat kabar terbitan daerah, karena perkembangan terakhir menunjukkan bahwa yang berkembang justru koran-koran di daerah. Bahkan, pertumbuhannya lebih baik dari koran yang terbit di Jakarta. Jacob Oetama yang juga Pemimpin Umum Harian Kompas mengemukakan pendapatnya itu kepada wartawan di sela-sela penutupan Kongres ke-19 Periklanan Asia (AdAsia) di Bali Inter- national Convention Centre (BICCO Nusa Dua, Kamis petang. Ia mengatakan, "Kalau kita lihat televisi penayangannya berjam- jam, koran paling dilihat/dibaca setengah jam. Oleh karena itu, untuk menyaingi perkembangan televisi, pers perlu diregulasikan atau, minimal jumlah halamannya ditambah dari ketentuan yang ada sekarang (maksimal 20 halaman)." Menurut dia, masyarakat pers sekarang ini mesti sadar bahwa selain kondisi sudah berubah, media cetak tidak hidup lagi sendirian, karena ada media elektronika yang kalau dihitung jam siarannya lebih lama dari media cetak. Jakarta, Nov (BY) Menhub Haryanto Dhanutirto mengatakan, pemerintah dalam dua tahun ini akan banyak me- rombak perjanjian udara, se- hingga perusahaan penerbangan swasta bisa juga melayani jalur ke Eropa atau Amerika. "Ya kami akan bicarakan dulu dengan negara bersangkutan. Apakah bisa lebih dari satu air- lines. Misalkan Jerman dan Belanda dalam perjanjiannya hanya satu airlines, kalau swasta mau masuk ya harus mengubah perjanjian udara bilateral lebih dahulu," kata Menhub, Kamid malam. Menhub Haryanto Dhanutirto mengatakan hal itu ketika di- tanya para wartawan tentang kemungkinan penerbangan swasta boleh mengambil rute penerbangan Garuda ke Eropa, khususnya beberapa daerah tujuan yang ditutup sementara, misalkan Madrid, Berlin, Wina dan Munchen. Ia mengemukakan hal itu usai menyaksikan kesepakatan di antara enam maskapai reguler ● tentang pelaksanaan sistem en- dorsable tiket di ruang kerja Menteri Perhubungan, Kamis malam. Menhub: Penerbangan Swasta Bisa Ke Eropa "Kami perlu bikin juklak (petunjuk pelaksanaan)," tam- bah Dirut Sempati Hasan Sud- jono. pandangan, sehingga perlu ada kesepakatan yang lebih teknis,' kata Soelarto. "Pada prinsipnya bisa saja asalkan mendapatkan ijin dari negara bersangkutan," katanya. Menurut dia, pemerintah sedang mengkaji rute penerba- ngan internasional untuk jarak . di atas bunga deposito Kredit Griya Multi Kredit Griyatamal Kredit Griyatama II Tipe RSS T-21 hingga T-36 - Tipe-T27 hingga Tipe-T-70 • Tipe RS T-16-RS T21 KSB-54 hingga KSB-72 SUKU BUNGA KREDIT PEMILIKAN RUMAH BANK TABUNGAN NEGARA - Kredit Swadana: - Kredit Tipe Non-RSS BANK PAPAN SEJAHTERA KPR s/d Rp 75 juta di atas Rp 75 juta-Rp 500 juta BANK BALI 10 40 % harga rumah BANK DANAMON Uang muka 20% Uang muka 25-50% Uang muka di atas 50% menengah atau jauh sehingga tidak ada persaingan sesama penerbangan Indonesia. "Walau begitu pemerintah tetap terus mengembangkan rute-rute Garuda," tambah dia. "Pokoknya akan banyak pe- rubahan perjanjian udara bilat- eral dalam dua tahun ini," ujar dia. BANK NIAGA CITIBANK TAMARA BANK BANK UNIVERSAL Uang muka 40% - Uang muka 30% - Uang muka 20% BANK DHRAMALA LIPPOBANK Ketika ditanya jika INACA sebagai asosiasi terus berkem- bang maju apakah INACA bisa mengatur sendiri rute-rute domestik dan internasional bagi para anggotanya, Menteri me- ngatakan tidak bisa. 'Soal pengaturan rute itu hak pemerintah," katanya. Perlu Juklak Usai menyerahkan kesepaka- tan para anggota INACA tentang penerapan endorsable tiket kepada Menteri Perhubungan, Ketua dan Sekjen INACA masing-masing Soelarso H dan Benny Rungkat mengadakan jumpa pers. Dalam jumpa persnya, Soe- larto mengatakan walaupun sudah ada kesepakatan, INACA masih belum dapat melaksana- kan penerapan sistem tiket baru itu, karena masih banyak aturan yang perlu disepakati bersama. Untuk itu, INACA telah mem- bentuk pokja-pokja (kelompok kerja). 2% 18% 17% 17,50 % 8.50% 16% 11% 8,5% 18% 19% 19,5% 22,75% 21,75% 20,75% 17,75% 17,25% 17% 17,50% 21,50% 22% 17% 17,50% 18% 19% 21% CATATAN Informasi ini terbuka luas dan gratis bagi kalangan perbankan. Bagi yang berminat silakan kirim informasi suku bunga KPR bank Anda ke BERITA YUDHA dengan No Fax 021-8298331. Menyinggung tenang iklan, Jacob mengatakan bahwa ada jenis iklan yang lebih baik ditayangkan di media cetak dari pada media elektronika seperti promosi real estate. Keunggulan media cetak dibandingkan elektronika adalah dalam hal menggambarkan sosok produk yang diiklankan. "Dalam koran kita sekarang mengenal iklan advertorial yang menggambarkan secara rinci profil produk. Kalau di media elektronika, macam TV penggambarannya tidak bisa sedetail itu," ucapnya. Berdasarkan hasil riset di Belanda dan Prancis yang disampaikan pada Kongres Penerbitan se-Dunia, kata Jacob, untuk beberapa jenis promosi, media cetak tetap lebih unggul dengan media elektronika. "Misalkan masalah peredaran tiket endorsable dan non endors- able, masalah standarisasi ba- rang bawaan untuk penumpang kelas ekonomi dan eksekutif atau masalah pembukuan ma- sing-masing penerbangan. Masing-masing penerbangan masih memiliki perbedaan Penandatangan kesepakatan antar perusahaan penerbangan berjadwal mengenai pengeterapan interlining dan endorseable ticket oleh para Dirut Bouraq, DAS, Garuda, Merpati, Mandala dan Sempati. Ketua Umum INACA Soelarto Hadisoemarto ketika serahkan dokumen kesepakatan bersama kepada Dirut Bouraq danny R. Sumendap disaksikan Menhub Dr. Haryanto Dhanutirto, Kamis malam. (Foto: Japress/Yudha R. 10). PRODUK PERBANKAN NAMA BANK BRI BANK BUMI DAYA BAPINDO BCA LIPPOBANK BANK BALI BANK DANAMON BON BANK DHARMALA BANK UMUM NASIONAL JENIS Demuna Depobri Sertibri Simpedes Simaskot Smartbri Tabungan ONH Tabanas BRI Jumbo Budaya Ibadah Tabungan Mitra Tab Haji Mitra Tahapan Tapres Tabanas Tahapan Lippo Yunior Tab. Si Jempol Tab Ball Progres Tab Bali Turbo Primadana Primagold Primadolar US Hadir dalam kesepakatan itu ialah Dirut Garuda Soepandi, Dirut Sempati Hasan Sudjono, Dirut Merpati Budiarto Subroto, Dirut Mandala Subagyo, Dirut, Bouraq Danny R Sumendap dan Dirut DAS Makky Perdana- kusumah. Acara tersebut disak- sikan Dirjen Perhubungan Udara Zainudin Sikado. (Ant). BUNGA Tabunas Bunaktif Bunavalas 135 14 balas jasa 16 14 16 16 16 12 13 13 15 15 458 135 12 125 15 7 15157 Halaman 4 14 15 Tabungan Bil 145-16 Tabungan Kesra 15 17 14 Tab. Masyarakat Tab. DharmaGanda14Saldo harian Tab. Dharma Inti 15,25Saldo harian 6-14 10,5-13 6,25 KRITERIA 12 bulan 12 bulan 12 bulan aldo>Rp 2 juta aldo > Rp 2 juta Os/d Rp 2 juta Bagi hasil Saldo harian Saldo harian Bagi hasil Saldo harian Saldo harian Saldo harian Saldo harian Saldo harian Saldo harian Saldo harian. Saldo harian Saldo harian Saldo harian Saldo harian Saldo harian Saldo harian Saldo harian Saldo harian Valas dolar CATATAN Rubrik ini terbuka luas bagi kalangan perbankan tanpa dipungut biaya. Silakan kirimkan nama produk Anda ka Harian Berita Yudha dengan No Fax (021) 8296331.