Tipe: Koran
Tanggal: 1996-04-16
Halaman: 03
Konten
. BERITA + ETRO Sejumlah Pelajar Melempari Bus PPD Jakarta, BY Sejumlah pelajar sekolah menengah, Senin (15/4) tiba- tiba melempari bus PPD yang tengah melintas di kawasan Kampung Melayu dengan batu. Aksi pelemparan itu menurut keterangan pengemudinya, He- ddy Simanjutak, terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. "Saya tidak tahu mengapa tiba-tiba anak-anak sekolah itu melempari bis dengan batu," tu- tur Heddy kepada pihak Polres Jakarta Timur. Jackson Tewas Ditusuk Jakarta, BY Jackson Fredi Tampubolon (23) alias Jenton tewas setelah * ditusuk pada bagian punggung dan pinggangnya. Korban me ninggal dunia hari Senin (15/4) pada pukul 07.00 setelah 4 jam sebelumnya sempat dirawat di RS UKI Jakarta Timur. Pihak Polres Jakarta Timur sampai saat ini masih menye- lidiki sebab-sebab terjadinya pe- lemparan batu oleh sejumlah siswa tersebut. Apakah mung- Akibat insiden tersebut Bus kin akibat tidak diangkutnya se- Kota PPD Jurusan Kota-Kam- jumlah siswa itu oleh Bus PPD? pung Rambutan bernomor poli- Hal ini masih diteliti. (nan) si B 7681 BK itu, pecah kaca ba- gian belakang dan samping kiri. Tak ada korban dalam insi- den kecil tersebut. "Para pe- numpang yang berada dalam bis mencoba menghindari pecahan kaca akibat lemparan batu de- ngan menghindarkan diri saja menjauhi jendela bis," tutur Heddy Atas kesadaran kemanusia- an, selanjutnya saksi membawa korban ke RS UKI. Empat jam kemudian korban menghem- buskan nafasnya dan dibawa ke RSCM. keras. Karena teriakan tersebut, Sholeh bersama Tono dan Andri pemilik warteg langsung berlari ke lokasi teriakan itu. Namun, setelah dicek, mereka menemu- kan korban tergeletak dengan keadaan cukup mengenaskan. Berdasarkan keterangan sak- si yang bernama Soleh, Satpam di sebuah perusahaan angkutan kawasan Kampung Makasar, saat itu ia sedang beristirahat di sebuah warung tegal. Tiba-tiba Sampai saat ini pihak Polres sekitar pukul 02.15 dinihari Jakarta Timur masih mengusut dikejutkan dengan suara teriak- sebab-sebab kematian terse- an maling....maling yang cukup but.(nan) Gubernur Diminta Tutup Hotel Chitra Jakarta, BY Tapi usaha Rahmat tidak ber- Gubernur DKI diperintahkan henti sampai Pengadilan Nege- Pengadilan Tata Usaha Negara ri. Dia terus memperjuangkan Jakarta segera menutup Hotel haknya sampai ke MA dan ke- Chitra di Jakarta Barat. Masalah- luarlah keputusan bernomor nya, sejak diputuskan oleh 3692 K/Pdt/1987 tertanggal 21 Mahkamah Agung (MA) RI ta- Mei 1989. Surat MA inilah yang hun lalu, perintah itu tidak per- memerintahkan Gubernur DKI nah dipatuhi. mencabut izin usaha Hotel Chi- tra dari PT AKL. Lalu memberi- kan izin itu kepada Rahmat Sadeli. Keputusan bernomor 86K/ TUN/ 1994 tertanggal 14 Sep- tember 1995 itu berisi perintah kepada Gubernur DKI untuk menutup Hotel Chitra di Jalan Toko Tiga Seberang No.23 Jakar- ta Barat. Penutupan itu, menu- rut keputusan MA, karena izin kesnya dibawa Rahmat Sadeli izin operasinya telah dicabut sejak 16 Januari 1990. Pencabutan izin operasi itu sendiri sesuai dengan SK Gubernur No. 01/ 1990 tentang pencabutan izin usaha Hotel Chitra dari PT Ayu Kumala lestari (AKL). ke Pengadilan Tata Usaha Nega- ra (PTUN) Jakarta. Ketika itu, man you Pemda dikalahkan oleh PTUN. Lalu Pemda DKI naik banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN). Hasilnya tetap kalah. Namun, keputusan itu tidak segera dilaksanakan. Akibatnya Siswa SMA Ditusuk terkatung-katung sehingga ka- Tidak dilaksanakan Diambil alih Upaya terakhir yang ditem- Hotel Chitra dipersengketa- puh Pemda DKI adalah menga- kan sejak 10 tahun lalu. Saat itu, jukan kasasi ke MA RI. Pada kepemilikan diambil paksa oleh tanggal 14 September 1995 pun PT AKL dari Rahmat Sadeli. MA mengeluarkan keputusan yang merupakan pemilik sah. yang menguatkan semua kepu- Padahal, semasa pemerintahan tusan terdahulu. Karenanya, Wiyogo Atmodarminto izin usa- ha hotel itu diberikan kepada Rahmat Sadeli sesuai dengan mor 01/1990 untuk menutup SK Gubernur bernomor 63/JB.S/ Hotel Chitra. Namun, sampai 6 -1.757 tertanggal 17 Januari bulan belum ada tanda-tanda akan dilaksanakan. MA meminta Gubernur DKI se- gera melaksanakan SK berno- 1990. Surat itu berisi pemberian izin sementara usaha kepariwi- sataan bidang perhotelan kepa- da Rahmat Sadeli. Namun, sejak 25 Juni 1986 OC Kaligis yang mengaku seba- gai komisaris utama dan Ny As- mawi Manaf sebagai Direktur utama PT AKL mengambil alih dengan paksa hotel tersebut. De ngan dalih sebagai aset PT AKL, mereka mengusir seluruh ke- luarga Rahmat Sadeli dari hotel tersebut. Sementara itu, warga sekitar juga berusaha membantu meng- atasi api dengan menyiramkan air apa saja yang mereka dapat- kan, seperti juga air comberan. Melalui kuasa hukumnya, Patrialis Akbar SH, Rahmat juga sudah beberapa kali menyurati Gubernur untuk segera melak- sanakan putusan MA. Padahal putusan itu mempunyai kekuat- an hukum tetap. Karena tidak terima diperla- kukan semena-mena, Rahmat Sadeli mengadukan PT AKL ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pertokoan Pondok Kebakaran mulai sekitar pu- kul 21.00 Api kemudian me- rembet ke kios sayur-mayur, se- hingga ratusan pedagang di situ kocar-kacir. Begitu pula dengan pengunjung warung makanan yang sedang menikmati hidang- an di sekitar. Meskipun tidak a- da korban jiwa, namun diperki- rakan kerugian mencapai ratus- an juta rupiah. Dari lokasi kebakaran diketa- hui bahwa ada dua buah toko di sekitar Sinar Baru, dibongkar. Hal ini dilakukan berkaitan de- ngan upaya pencegahan rembet- an api. Gede Terbakar Bekasi, BY Pusat Pertokoan Pondok Gede yang terletak di Jalan Raya Hankam Bekasi, semalam me- ngalami kebakaran. Api diperki- rakan bersumber dari hubungan pendek arus listrik di Studio Foto Sinar Baru, pada saat akan tutup. Tak lama kemudian empat u- nit Dinas Pemadam Kebakaran RAS/BY JENDELA ANTI PECAH - Bagi penduduk di sekitar Jalan Anyar Rt 04/09 Kelurahan Menteng, Jakata Pusat, memiliki jendela kaca seperti layaknya sebuah mimpi. Sebab, begitu kaca terpasang, tak lama kemudian pecah terkena batu nyasar. Menilik kondisi jendela kayu itu, agaknya perkelahian antar warga itu sudah berlangsung lama. Foto diambil kemarin Senin (15/4). Berita di halaman 1 Siang itu, sepulang sekolah korban Zulkarnaen bersama te- man-temannya main ke Stasiun kereta api (KA) Cawang-Kebon Baru Jakarta Selatan, tempat ke- jadian perkara (TKP). Tak lama kemudian, korban melihat pelaku yang belum jelas identitasnya, melompat dari pa- gar stasiun KA. Melihat tingkah yang tidak menunjukkan kedis- plinan tersebut, dengn niat baik Karenanya PTUN mengeluar- korban mencoba menegur. kan surat penetapan eksekusi Namun pelaku tidak menun- bernomor 03/PEN/KT/EKS/ jukkan kesalahan, meski rasa PTUN-JKT/1996. Isinya mene- dongkol tersirat di benaknya. gaskan kembali agar Gubernur segera melaksanakan perintah MA untuk mencabut izin usaha Hotel Chitra dari PT AKL. Na- mun, sampai detik ini perintah belum dilaksanakan. (fan) Diam-diam pelaku pergi me- ninggalkan korban bersama re- kannya di tempat kejadian. dari Pemda Bekasi datang me- ngatasi keadaan. Petugas kepoli- sisan dari Polres dan Polsek ser- ta unsur Kecamatan juga datang membantu sehingga setengah jam kemudian api dapat dipa- damkan. Menurut Umar (30) petugas pengelola pasar, kebakaran ini sudah pernah terjadi sekitas dua tahun lalu. "Pasar ini juga per- nah kebakaran bulan Maret 1994,"ujarnya 4 Jam, Pisau 10.1 soweit 1160 Tertancap di Perut Jakarta, BY Lagi siswa SMA menjadi korban penusukan dan selama empat jam pisau belati belati tercantap di bagian tubuhnya. Peristiwa berdarah itu, menimpa diri Zulkamaen (18) salah seorang pelajar SMA swasta, Senin (15/4) pukul 14.00 wib Ditambahkannya pasar se- mentara itu terdiri dari 140 bu- ah kios yang semi permanen se- hingga mudah terbakar dan be- berapa masih kosong. "Bangunan kios sebelum ter- jadi kebakaran tahun 1994 lebih bagus dari pada yang terbakar sekarang,"Umar menjelaskan. Kebakaran tersebut sempat membuat lalu lintas di kitar lo- kasi macet. Tetapi sekitar pukul 24.00 tadi malam lalu lintas su- dah mulai lancar. Polisi kemu- dian menutup jalan menuju lo- kasi. Didapat keterangan pemi- lik Studio Foto Sinar Baru, kini sedang dimintai keterangan di kantor Polisi. (bin/tok/ras/sas/don/kus) Saat itu semua terjadi biasa saja, pelaku yang ditegur tidak menunjukkan perasaan yang ti- dak senang. Sehingga Zulkar- naen dan teman-temannya de- ngan tenang bermain di tempat kejadian. Setelah dilakukan pertolong- an pertama, korban dikirim ke RSCM, untuk mencabut pisau yang menancap di perut. Dalam keadaan kronis, sam- bil menyebut-nyebut nama Al- lah, Zulkarnaen dibawa ke Cip- to. Para pengunjung RSCM me- lihat pisau masih tertancap di- perut Zulkarnaen, merasa ngeri. Tim dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM, yang me- nangani pencabutan pisau di perut Zulkarnaen, belum mela- kukan operasi hingga pukul 18.00 wib. Dan sampai saat itu, korban masih berbaring dalam Teman korban, di antaranya keadaan tidak sadarkan diri di Yanto melihat sebilah pisau te- ruang operasi, lantai IV RSCM lah menancap di perut, tidak Jakarta.(gar) Sepuluh menit kemudian, kelompok ini didatangi oleh o- rang yang telah ditegur korban. Di tangan orang itu tertenteng sebilah pisau belati dan lang sung menusukkannya ke bagian perut Zulkarnaen. Ironisnya pi- sau dibiarkan begitu saja me- nancap diperut. AUG Distributor Barang Impor Dijarah Jakarta, BY hari Sabtu toko buka setengah hari sampai pukul Penyalur tunggal kunci pintu dan door 14.00, sedangkan hari Minggu tutup. Jika toko closer, impor (asal Jepang), PT Citra Amantosa sedang tutup, rolling door-nya selalu dikunci. Sejati, milik Anwar Heryantoro (42) berlokasi Selain itu, pintu depan juga dikunci ditambah di Ruko Kebun Jeruk Baru Blok A-15, Jakbar, dua gembok pengaman ukuran paling besar. Senin (15/4) kemarin dijarah maling. Ratusan Hingga berita ini ditulis jumlah pelaku pen- unit kunci pintu dan door closer berbagai jarahan masih dalam pengusutan pihak berwa- merek dibawa kabur. Akibatnya perusahaan penyalur tersebut ditaksir menderita kerugian Rp 100 juta. Barang-barang yang raib tersebut di antara nya dipesan oleh proyek PLN Kota Panjang, Pe- kanbaru dan proyek Apartemen Taman Ang- grek, Tanjung Duren, Jakbar. berani mencabutnya, karena takut. Sehingga mereka meng- ambil jalan pintas membawa korban Zulkarnaen, warga Jalan Cikoko nomor 17 Rt 01/01, Pan- coran Jakarta Selatan ini ke RS Budi Asih Cawang, guna men- dapatkan pertolongan. "Selain itu, sebetulnya masih ada barang barang sejenis yang hingga kini belum masuk hitungan, juga ikut dicolong," ujar Eny (24), karyawali bagian pemasaran. Barang-barang pesanan dua proyek tersebut sudah akan dikirimkan hari Jumat dan Sabtu minggu lalu. Namun karena pihak proyek ma- sih belum siap menerima barang-barangnya, maka pengiriman dari penyalur ini ditunda. "Sayangnya belum juga sempat dikirim, ba- rang-barang dibawa kabur duluan," tambah karyawan lainnya. Setiap harinya penyalur barang-barang im- por itu buka dari pukul 08.00 - 17.00. Khusus Dendam Membara, Peluru Meletus di Kepala Agustus 1995 terdakwa yang be- kerja di Padang, nekat memba- wa revolver berisi 5 peluru, ha- sil pinjaman dari Zulpadil seo- rang anggota Polisi di Padang. Tetapi niat itu dapat dihalangi oleh Yunita. Jakarta, BY Karena dendam, Erifiandi Taufik alias Siang (29), tak lagi berakal sehat. Dari Padang, niat Siang cuma satu, menghabisi Lukman Liyas (58), pria yang telah berselingkuh dengan kekasihnya, Yunita Aristina, Sekitar pukul 14.00, 30 De- ngan Hakim Ketua Soebardi SH. sember 1995, persis di depan Jaksa Suriansah menuduh Eri- Coca-Cola, Jakarta Pusat. Sian fiandi dengan pasal 340 KUHP, menembak lelaki gaek penggaet pembunuhan berencana dengan kekasihnya. ancaman hukuman mati. Tudu- han subsider, melakukan pem- bunuhan seperti pasal 338 KUHP. Dan terakhir dijerat de- Menyusul terdengarnya le tusan senjata, sebuah mobil Vol- vo B-415-ST meliuk di jalan Su- prapto dan terjerembab di tang- ngan UU darurat No.12 tahun gul jalan. Di dalam mobil seo- 1951, menggunakan senjata api rang lelaki tua tersungkur de- tanpa hak. ngan darah mengucur di kepala. Masyarakat panik, tapi dari da- lam mobil itu pula keluar seo- rang lelaki muda. Tangannya menggenggam revolver kaliber 38. Dan dengan tenang lelaki itu menyetop taxi, naik dan meng- hilang di keramaian ibu kota. Senin (15/4), lelaki muda berwajah keibuan yang pernah menembak itu duduk di kursi pesakitan PN Jakarta Pusat de- Di awal tuduhan, jaksa me- nuduh Efrianto sengaja mem- bunuh Lukman Lijas. Itu karena terdakwa sering diteror dan di- ancam Lukman, akibat berhu- bungan dengan Yunita Aristina, mahasiswi "simpanan" korban. Tiba-tiba terdakwa menyapa, Pak, tolong antar saya ke hotel. Ternyata terdakwa yang juga Tanpa curiga Lukman menyila- mencintai Yunita tidak tinggal kan terdakwa masuk ke mobil. diam. Kebenciannya kepada le- Tiba di tempat kejadian terdak- laki tua itu, memperteguh niat- wa menodongkan ujung senjata nya untuk membunuh lelaki ini. ke kepala Lukman. Jakarta, BY .Agar Tjen Piu alias Opiu--sa- lah satu tersangka dalam kasus pembunuhan Nyo Beng Seng- tidak lolos dari masa tahanan, maka Ditserse Polda Metro Jaya buru-buru menyerahkan berita acara pemeriksaan (BAP) kepa- da Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DKI). Selang beberapa hari kemudian, BAP itu dise- rahkan kepada Kejaksaan A- gung. Demikian dikatakan oleh Humas Kejati DKI, Petrus Sam- bora SH kepada BY, Senin (15/4) di kantornya. Tersangka Opiu bersama BAP-nya diserahkan 10 April, empat hari menjelang masa tahanannya berakhir. Opiu ditangkap 14 Desember SELASA, 16 APRIL 1996 3 Namun dendam tetap den- dam, akhirnya 29 Desember 1995, terdakwa berhasil menye- wa revolver dengan 3 peluru se- besar Rp 350.000, dari sahabat- nya John Hendri. Kepada John terdakwa mengatakan mempergunakan senjata itu un- akan tuk berburu. Dan berbekal senja- ta itu Efrianto berangkat lagi ke Jakarta. Agar Opiu tidak lolos dari masa tahanan, pihak Kejati ma- sih memiliki hak memperpan- jang masa tahanan 20 hari lagi. Mengenai kelengkapan BAP tersebut, Petrus Sambora belum bersedia menanggapinya. Masih diperiksa lagi oleh pihak kejak- Sabtu, 30 Desember 1995 ter- dakwa mendatangi rumah keka- sihnya untuk menemui Lukman Lijas. Tak lama datanglah Luk- man yang lama ditunggu. Luk- man langsung masuk kekamar Yunita. tak lama kemudian Luk- man pergi. Sidang yang berlangsung dua jam ini mendengarkan saksi-saksi meringankan, dr Abdul Mun'im dan Gabriela Koban. Dan si- dang dipimpin oleh Ketua Soenarto SH de- ngan penuntut umum Abdurachman SH dan penasehat hukum O.C Kaligis SH. BAP Opiu Buru-buru Diserahkan ke Kejati 1995, berarti sudah 117 hari di- Opiu kini ditahan di LP Cipi- tahan. Sesuai KUHAP tersangka nang sambil menunggu berkas harus dibebaskan, kalau sudah perkaranya dilimpahkan ke PN menjalani masa hukuman 120 Jakarta Utara. hari. Karena waktu penyerahan Opiu dan BAP tanggal 14 April, berarti jaksa J.Kamaru dan Mu- hamad Yamin SH, hanya memi- liki sisa waktu penyerahan dua hari kerja saja. Padahal Sabtu dan Minggu libur. Jakarta, BY "Tidak bisa dipastikan apa penyebab ke- Sidang lanjutan kasus pembunuhan matian tersebut meskipun ada barang bukti Bambu Apus atas keluarga Rohadi, 2 Okto- senjata," ucap Mun'im mengomentari per- ber 1995 lalu kembali digelar, di PN Jakarta tanyaan penasehat hukum. "Visum hanya Timur, kemarin (15/4) dengan menghadir- bisa memperkirakan waktu kematian berda- kan dua saksi yang meringankan tersangka sarkan hasil identifikasi dan ciri-ciri sete- Philipus. Agaknya kasus pembantaian itu lah kematian," ujar Mun'im. masih membekas di ingatan masyarakat, yang terbukti dari membludaknya pengun- jung --lebih dari 100 orang menyaksikan persidangan. Sementara itu, Gabriela Koban mengata- kan, mengetahui kejadian itu dari keterang- an Pak Sueb tetangga korban. "Saya diberi- tahu oleh Pak Sueb sekitar pukul 12.00. Ke- tika lewat rumah Pak Rohadi, saya sempat melihat anak Rohadi bernama Mieke se- dang berjalan tertunduk, dipapah temannya Nurhayati. Lalu saya berlari ke rumah Pak Philipus untuk memberitahu mengenai pembunuhan itu," tutur Gabriela yang ma- sih kental logat daerahnya. Jakarta, BY Senin (15/4), seorang pencuri berhasil menggasak Rp 20 juta milik Koperasi PT Telkom dari dalam mobil yang diparkir di bilangan Jatinegara, Jakarta Ti- mur. Abdul Mun'im, seorang dokter ahli forensik dari FKUI, pernah menangani ka- Hakim Ketua tiba-tiba memotong, me- sus Marsinah, Diah dan Pak De beberapa nimpali keterangan saksi. "Kenapa kok, waktu lalu mengatakan, kematian seseorang anda langsung lari ke rumahnya Pak Phili- bisa diperkirakan waktunya melalui peme- pus. Apakah dia itu ketua Rt atau Rw?" riksaan isi lambung korban. Meski ada ba- tanya Soenarto disambut tertawa pengun- rang bukti, senjata yang mungkin diguna- jung. kan untuk membantai, namun forensik ti- dak bisa memastikan apakah benda itu yang digunakan untuk membunuh. "Kita bicara, bagaimana ja- lan keluar yang bagus, berkaitan dengan," kata Lukman sambil melirik laras senjata di kepa- lanya. "Boleh ngomong, mobil jalan terus," jawab Terdakwa. Tetapi Lukman ingin mobil diberhentikan dulu. Terdakwa tidak mau, bahkan mengancam akan menembak. jib. Namun, diperkirakan dilakukan oleh lima orang dan menggunakan sebuah mobil untuk mengangkut hasil jarahannya. Cara "mereka" Informasi yang dihimpun BY di lokasi keja- masuk adalah membuka dua gembok peng- dían, menyebutkan barang-barang yang berha- aman pintu depan dan membuka kunci pintu- sil dibawa kabur adalah 120 set door closser nya serta mengebor mur rolling door. Modus yang berharga antara Rp 50.000 Rp 150.000 yang "mereka" gunakan berjalan cukup rapi. perunit, 56 set kunci pintu berbagai jenis Selain cara membuka dua gembok besar ti- merek dan 40 set kunci jenis US (dapat dikunci dak meninggalkan bekas, juga tidak mengaki. Rp 20 Juta Milik Koperasi dari dalam tanpa mata kunci) yang berharga Rp 50.000. PT Telkom Raib batkan yang berarti pada pengaman pintu. Oleh sebab itu diperkirakan penjarah menggunakan kunci-kunci duplikat (tiruan) untuk membuka berbagai jenis kunci pengaman toko. Kepastian mengenai terjadinya penjarahan masih belum diketahui. Namun, karena penjarahan baru diketahui Senin (15/4) pagi, maka dipastikan penjarahan terjadi antara Sabtu atau Minggu malam. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh salah satu karyawati bagian keuangan, Umi, yang hendak masuk kerja. Umi yang datang ke tempat kerjanya itu sekitar pukul 07.30 Senin kemarin kaget begitu melihat pintu toko da- lam keadaan tidak terkunci sementara dua gembok yang biasa mengunci pintu toko juga raib dibawa kabur. Peristiwa ini kemudian ke- pada dilaporkan pemiliknya dan ditangani Polsek Metro Kebon Jeruk untuk pengusutan lebih lanjut. (din) saya mati," kata Lukman. Tiba- "Kalau kau tembak, paling ngah jalan tiba mobil dipalangkan di te- kemacetan. Suara bising klak- menimbulkan son dan cací maki pengemudi menimbulkan kepanikan. Saat itulah, sebuah letusan terde- ngar, menyusul mobil meluncur menabrak tanggul jalan. Dari pengakuan terpidana Agiono Danudartono ditegas- kan bahwa Opiu berperan pe- ting dalam pembunuhan Bos ju- di, Nyo Beng Seng. Opiu disebut terlibat, mulai dari perencanaan hingga tewasnya pemilik reka- man PT Irama Tara Fakta perbuatan yang dapat Ternyata penangguhan pena- dibuktikan polisi, antara lain hanan Eng Sau bukan ditandata- tersangka adalah orang yang me- ngani Kol (Pol) Adang Rismanto milih dan menunjuk eksekutor melainkan Serdit Serse. Karena yang menghabisi Beng Seng. Pa- saat itu usai dilantik sebagai Ka- da saat eksekusi, 15 April 1994 dit Serse Polda Metro Jaya. A- Opiu disebut memantau lang- dang kembali ke Semarang me- saan agung. sung pelaksanaannya. Itu sebab- nyelesaikan tugasnya sebagai Tetapi untuk pengamanan, nya Opiu lantas "komandan" Kapoltabes.(mar) Lukman akhirnya meninggal setelah pelipis kirinya diterjang peluru. Sidang Lanjutan Kasus Bambu Apus Saat Kejadian Philipus Baru Bangun Tidur Ketika Hakim menanyakan kebenaran surat tuduhan itu, tim pembela yang diketuai Pas- kalis Pieter SH mengatakan, ti- dak keberatan. "Kami akan bersidang lagi Jum'at mendengar saksi mahko- ta, Yunita Aristina," ujar Paska- lis SH.(bob) pembantaian. Di PN Jakut, saat diadili ter- pidana Agiono (dihukum 20 ta- hun) dan Sudartono alias Atok (dihukum 17 tahun). Sementara berkas perkara Eng Sau lias Hasan hingga kini belum tuntas. Kasum ABRI Let- jen Soeyono pada 11 Maret min- ta Kapolda melengkapi kejang- galan berkasnya dan segera dan segera diserahkan ke kejati DKI. mengatakan bahwa Pak Udar- wono memanggil saya," ucap Suwandi menerangkan. Gabriela yang tinggal di Bambu Apus se- jak tahun 1990 itu mengatakan, hubungan- nya dengan Philipus amat baik. Gabriela pun tahu bahwa Philipus pu- nya tanah yang berlokasi di sekitar rumah Rohadi. Gabriela sempat menemui Philipus di rumahnya yang saat itu baru bangun tidur. Sidang yang berakhir pada pukul 12.00 wib itu sayang tidak memberi kesempatan mendengarkan keterangan terdakwa. Pada- hal pengunjung tampaknya tak sabar me- nunggu momen itu. Di bagian akhir sidang hakim menanyai Philipus mengenai tangga- pannya tentang keterangan Gabriela. Philipus yang hadir lesu berbaju putih bercelana biru hanya duduk tertunduk. "Ya, dia sempat memberitahu saya pada pukul setengah satu dan waktu itu saya me- mang baru bangun tidur," ucap Philipus ter- "Pokoknya, yang terpikir di kepala saya bata. Dan hakim memutuskan sidang akan ya, cuma Pak Philipus. Jadi, saya lari keru- dilanjutkan Kamis (18/4) untuk mendengar- mahnya!" ujar Gabriela tak mau kalah. kan keterangan terdakwa. (nan) Tabrak Teman, SS Dituntut 5 Tahun Jakarta, BY RSCM. ngemudi sepeda motor tewas mengenaskan. jam. Jaksa Penuntut Umum, Ny Tiangsa BR Karo SH, Senin (15/ 4), menuntut SS, 5 tahun pen- jara, karena telah menabrak te mannya sendiri hingga tewas. Oleh Jaksa, dalam kejadian yang berlangsung 27 Oktober 1995, SS, dianggap telah menyerobot lampu merah. Dalam persidangan di PN Ja- karta Pusat, SS mengatakan bah- wa dirinya tak pernah ada masa- lah dengan korban semasa ma- sih hidup. Dan pada saat menge- mudikan kendaraan Terdakwa SS dalam keadaan sehat. Kira-kira pada jarak 10 meter Atas permintaan ayah kan- di depan rambu-rambu lalulin- dung korban, Carol tidak dio- tas, SS melihat lampu kuning se- topsi, tetapi hanya divisum luar. hingga Terdakwa memperlambat Sehari kemudian korban dike- kendaraannya. Namun karena bumikan di Pemakaman Pon- SS merasa tanggung, walaupun dok Kelapa. Berdasarkan visum telah lampu telah berubah me- RSCM, pada jenasah ditemukan rah, terdakwa yang hanya ber- luka memar, lecet, dan kulit ter- Menurut keterangan saksi pendidikan SD ini, nekat jalan buka akibat kekerasan atau ben- Kejadian yang berlangsung 4 Pratomo, pada hari yang naas terus. Akhirnya terjadilah ta- turan. Ayah kandung korban telah tahun lalu sekitar pukul 15.30 tersebut saksi berada di dalam brakan. Dari kepala korban ter- wib, di jalan Angkasa Kemayo- mobil jemputan yang dikemudi- jadi pendarahan yang banyak. menerima uang duka dari Ayah ran Jakarta Pusat, berlangsung kan Terdakwa SS. Bus datang Setelah melihat kejadian ta- Terdakwa tetapi tidak tahu bera- antara kendaraan bus jemputan dari arah Timur ke Barat di Jalan brakan ini saksi Pratomo lang- pa jumlahnya. Menurut ketera- milik Depertemen Perhubung Angkasa tepatnya di depan Ge- sung menyetop taxi dan mem- ngan Ayah Terdakwa, jumlah an, bernomor polisi B.7088 CQ dung Pelni Kemayoran Jakarta bawanya dalam keadaan sekarat uang tersebut Rp 1 juta. Selain dikendarai oleh SS dengan se- Pusat. Sedangkan motor dari ke RS Cikini. Namun dalam per- itu keluarga korban menerima peda motor bernomor B 7080 arah Utara ke Selatan. Terdakwa jalanan korban tidak dapat dito- uang sumbangan dari teman-te- CQ dikendarai oleh Carol S Sri- mengemudikan kendaraannya long lagi. Setelah meninggal du- man korban dan juga Jasa Rahar- yanto. Akibat tabrakan itu pe- dengan kecepatan 50 kilometer/ nia korban dipindahkan ke dja Rp 2 juta.(pur) "Philipus hanya bercelana pendek warna kuning dan bertelanjang dada," ujar Gabriela menjawab pertanyaan hakim tentang ciri Philipus saat kejadian. di jalan Jatinegara Timur No.92. Karena tempat parkir di loka- Suwandi lalu meninggalkan mobil dan setengah berlari me- nuju Bank Exim. PONDOKGEDE MACET Penyambungan kabel telpon di sekitar jalan Raya Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, ternyata telah memacetkan arus lalu lin- tas, utamanya yang berasal dari arah Pasar Pondok Gede dan si ini penuh, mobil selanjutnya dari arah Bekasi. Kemacetan itu lebih disebabkan cara pengerja- diparkir di depan Gang Bali. Ke- tika Udarwono menuju ke Bank "Ketika itulah saya sadar di annya proyek itu yang dilakukan "Harusnya pihak Exim, Suwandi menunggu di mobil ada uang. Pada saat kem- siang hari. mobil. Lima menit kemudian da- bali, ternyata betul dugaan saya, telkom tidak mengerjakan pe- Menurut Udarwono (46) dan tang seorang pemuda tak dikenal uang itu telah raib," papar kerjanya pada siang hari, karena sopirnya Suwandi, dalam lapor- mengetuk-ngetuk kaca mobil. Suwandi sendu. yang sudah-sudah jalan ini sela- annya kepada Polres Jakarta Ti- Aksi yang dilakukan oleh pe- lu macet malah ditambah de- "Saya tidak tahu apa-apa. Pe- mur mengatakan, bahwa kema- muda itu datang mengetuk muda dengan cara mengempesi ngan adanya penyambungan rin sekitar pukul 11.30 mereka ngetuk kaca dan menunjuk ke ban mobil dan mencongkel pin- kabel," kata Hesti warga DDN. mengambil uang di Bank Da- arah ban mobil," tutur Suwandi. tu mobil sebelah kiri tersebut Selain itu menurut pengamatan gang Negara (BDN) Cabang Ma- "Saya keluar dari mobil dan saat ini tengah dalam pemerik- BY, arus lalulintas disekitar traman. Selanjutnya mereka ketika saya cek ternyata ban mo- saan pihak Polres Jakarta Timur. Jatiwaringin terkenal macet. (han) melanjutkan menuju Bank Exim bil kempes. Pemuda itu juga (nan) 1
