Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-02-23
Halaman: 03

Konten


PORTOFOLIO Mitos-mitos Karir Generasi X stilah Generasi X cenderung mengacu pada kelompok masyarakat yang terbentuk setelah generasi Baby Boomers di Amerika Serikat. Lalu kapan generasi ini lahir, tak ada yang bisa memastikannya. Ada pengamat yang menyatakan tahun 1960 s/d 1970 sebagai tahun lahirnya generasi ini. Sementara lainnya antara 1965 s/d 1975 dan antara 1961 s/d 1981. bahwa anak-anak muda dari kalangan Generasi X menyebutkan mereka Kapanpun tahun lahirnya yang jelas identitas pengikut Generasi X ini bisa dilihat dari aktivitasnya sehari-hari. Orang yang lahir pada generasi ini mempunyai sifat yang lebih meng- global, sangat berorientasi pada teknologi dan berbeda secara budaya dengan generasi-generasi sebelumnya. Bagi mereka, tidak ada lagi karir yang adalah kelompok pekerja yang sinis, lurus-lurus saja, di mana pendapatan rata-rata sudah dianggap terlalu kecil dan perubahan yang terus menerus telah menjadi norma. Banyak buku, artikel dan survei yang menggambarkan tak berambisi menggapai karir, selalu mengelak tugas, sehingga sering menjadi kutu loncat, alias pindah- pindah kerja. Tetapi, itu semua nyatanya hanya mitos. Lalu bagaimana sebenarnya si GX itu berkarir ? Bany anyak buku, artikel dan survei menggambarkan individu pada Generasi X sebagai orang yang selalu mengelak tugas, bersikap sinis terhadap masa depan dan sangat membenci generasi di atasnya, generasi Baby Boomers yang dianggap telah "merebut semua pekerjaan terbaik. Maklum saja bila ada gambaran suram semacam itu. Sebab, berdasarkan obeservasi, generasi X ini selalu pindah-pindah kerja. Apalagi harus mengikuti kemauan organisasi atau perusahaan yang tak sesuai dengan alam pikirannya. Mereka juga akan selalu meninggalkan pekerjaan yang membosankan dan tidak MR. Pindah Kerja demi OTO Visi Karir ANDA TENTU TIDAK INGIN MENJALANI KARIR DENGAN MELAKUKAN PEKERJAAN YANG SAMA MENERUS TANPA ANDA SENDIRI MENYUKAINYA. LALU ANDA PUTUSKAN UNTUK MEMULAI KARIR BARU. PINDAH KERJA, ATAU MALAH ANDA MEMUTUSKAN UNTUK BERHENTI DARI PEKERJAAN LAMA. LANTAS APA YANG LAYAK ANDA PERTIMBANGKAN SEBELUM Mitos Pertama Cenderung Mengelak Tugas MELAKUKANNYA? ing terhadap orang lain serta memban- tu mereka berkembang. Dia berhenti dari bisnis anggur, sekarang dia me- mimpin sebuah workshop dan mela- kukan konseling terhadap orang lain. Seorang partner yang menjual produk teknik di sela pekerjaannya juga memprogram perangkat lunak untuk beberapa klien. Kini Semua dia lakukan pekerjaannya membuat pro- gram hanya dari rumah kantornya. O Seorang penulis telah diberhenti- kan dari perusahaan teknologi tinggi. Tetapi, kini dia bekerja di perusahaan kecil yang ternyata cocok untuk di- rinya. O Mantan konselor/guru ternyata malah cocok berkarir di pembangun- an real estate dan berhubungan dengan klien. Transisi yang tidak mudah Transisi-transisi yang mereka laku- kan seperti itu tidak pernah mudah. Bahkan, bila kita kehilangan kontrak antara karyawan dan perusahaan, ke- hilangan sebuah penerimaan tetap me- rupakan suatu pukulan. Pemberhentian seperti itu seakan merampok kita dari dunia kerja. Lebih fundamental lagi, hal itu mencegah ki- ta memiliki visi positif mengenai pe- rubahan karir. Suatu usaha untuk mengatasi situa- si transisi ini adalah dengan mengikuti jejak mereka, yaitu melakuan konsul- tasi karir. Sebaiknya Anda memahami bagaimana karir itu sebenarnya. Career Action Center, telah me- ngembangkan definisi baru tentang karir, yaitu "Komitmen yang tanpa henti untuk perkembangan kehidupan karir Anda." Kehidupan karir itu sen- diri didefinisikan sebagai "situasi di mana "siapa diri Anda cocok dengan a- pa yang Anda lakukan". Saya suka definisi itu karena Saya yakin karir kita selalu berubah dan pa- ling memuaskan bila kita melakukan sesuatu yang berarti untuk kita sendiri. Saya juga yakin kita punya lebih ba- nyak pilihan bila kita mengenali ke- butuhan untuk belajar secara terus me nerus. Konsep lainnya dari definisi ini a- dalah pengenalan bahwa sukses adalah tekad dari dalam diri sendiri. Rekan ada jamannya, ayah sa- yang sama sepanjang usia karir Anda. saya H.B. and Carol Gelatt berbicara ya bekerja selama 15 P Tetapi, ketika Anda menjalani alih dan menulis dengan persuasif menge- tahun untuk satu peru- karir, atau malah berhenti dari satu pe- nai kebutuhan untuk masing-masing sahaan yang sama atau kerjaan, Anda memasuki masa-masa dari kita untuk mendapatkan visi yang seperti mertua saya yang berat. Beberapa catatan di bawah berdasarkan pilihan karir kita. yang hanya ganti pekerjaan sekali saja ini merupakan contoh-contoh orang Kepekaan terhadap kemampuan seumur hidupnya. Sekarang ini Anda yang melakukan transisi dalam karir diri itu membuat kita mengerti lebih dianggap tidak berkembang karirnya nya dan kemudian berhasil. Mereka baik lagi mengenai apa yang lebih co- kalau pada usia tertentu Anda tidak sebelumnya datang pada Saya untuk cok untuk sistem yang lebih berarti mampu menduduki jenjang tertentu. konsultasi karir: Terutama kalau Anda bekerja pada pe- O Seorang vice president yang ber- Dalam analisis final, karir terbaik rusahaan-perusahaan besar. Anda ten- hasil dari perusahaan anggur merasa adalah satu hal yang mempengaruhi tu tidak ingin bekerja tanpa tujuan, tan- karirnya meningkat karena satu aspek keberhasilan dan kepuasan diri. pa perencanaan, atau mengerjakan hal dari pekerjaannya. la melakukan train- untuk kita. INT/efi menyenangkan mereka. Karenanya tak heran, generasi sebelumnya menilai Generasi X sebagai generasi yang ambisi dan karirnya rendah. Mereka yang telah bekerja pun umumnya tidak punya pengharapan. Sebagian dari mereka bahkan percaya tahun-tahun terbaik sudah berlalu di belakang mereka. Tak ada lagi pekerjaan menggiurkan yang dapat mereka raih, karena sudah direbut oleh kelompok yang lebih senior (baby boomers). MALAS Di Amerika Serikat, generasi ini digolongkan "satu-satunya generasi sejak Perang Sipil yang tidak menyukai jika dikait-kaitkan dengan peruntungan ekonomi orang tua mereka." Mereka tidak terlalu percaya dengan keamanan suatu pekerjaan. Mereka berpersepsi dunia kerja ini dibentuk saat terjadinya kekecauan ekonomi. Karenanya mereka cenderung setiap pekerjaan itu sementara dan setiap perusahaan hanya sebagai batu loncatan ke perusahaan lain yang lebih baik. Sejak mereka menerapkan falsafah di atas, mereka tidak tertarik bekerja di tempat yang kemajuan karirnya bertahap. Mereka sangat ingin kemampuannya sangat dihargai. Mereka melihat kekuatan karirnya dalam hal kemampuannya memecahkan masalah dan kemampuan mengerjakan pekerjaan yang tak bisa dikerjakan orang lain. Mereka menggunakan pengharapan kerja sebagai jalan untuk membangun keterampilan dan membuatnya lebih "laku" di pasaran. Meski individu pada Generasi X tampaknya sinis, tapi mereka tidak kehilangan arah. Orientasi diri mereka untuk mengetahui apa yang bisa mereka dapatkan sangat luar biasa. Mereka juga lebih percaya diri dan terbuka. Mereka sangat ingin terlibat dalam suatu pekerjaan dan pindah ke hal lainnya. Mereka juga tidak ingin dinilai dari berapa lama bekerja di suatu tempat, tapi dari hasil kerja mereka. Uang memang motivator yang sangat penting bagi generasi ini. Namun kenyataannya, banyak studi hal itu merupakan prioritas utama. Memang tidak mengejutkan sejak banyak anggota generasi X ini dalam menggunakan uangnya dan cita rasa yang sangat mahal. Misalnya seorang remaja yang memanfaatkan uangnya untuk semua yang diinginkannya. Misalnya pakaian, mobil, perangkat stereo, compact disc dan hiburan. Hal ini lah yang memungkinkan mereka "membeli kekayaan dari sokongan orang tua." Realitas akan menghantam mereka setelah meninggalkan rumah atau sekolah. Keadaan ekonomi saat ini menawarkan sedikit pekerjaan kepada pencari kerja golongan. ini dengan sedikit gaji. Dengan mengutamakan uang, kekuasaan dan status, maka banyak generasi-X yang menjadi pengusaha dan mempunyai perusahaan pada tingkatan yang siap berpacu ketimbang milik generasi sebelumnya. Sebuah studi Universitas Marquette dan Michigan, tahun 1993 ditemukan pengusaha dari generasi ini berumur antara 25 sampai dengan 34 tahun. Sebagian besar (70 persen) memulai bisnis baru yang sudah siap berjalan. Generasi ini juga mempunyai kemampuan penuh menerapkan instink wirausahanya dan sangat menguasai bahasa, komputer dan kemampuan penjualan. ntuk ekonomi Utingsi, banyak perusahaan yang menawarkan pendidikan dan training kepada pekerjanya agar mereka tidak pindah tempat kerja. Hal itu, memang menguntungkan, baik perusahaan maupun pekerja itu sendiri. Kondisi seperti ini menarik perhatian generasi X yang haus pengetahuan. Jenis pendidikan yang dilakukan perusahaan sangat mudah diserap generasi MTV ini. Meski generasi X mampu menjadi pimpinan perusahaan, mereka tetap membutuhkan lebih banyak bimbingan dan informasi dari penyelianya (supervisor) ketimbang generasi terdahulu. Mereka umumnya sangat ingin komunikasi yang jelas. Mereka sangat ingin tahu bagaimana kebijakan yang ada dan bagaimana keputusan perusahaan itu dibuat. Karena merasa berpendidikan dalam keseluruhan proses manajemen. Pekerja dari generasi X biasanya sangat mengharapkan pendapatnya bisa diperhitungkan dan menganggap mereka dapat menciptakan hal-hal yang Mitos Ketiga Nyaris tak Punya Pengaruh agi mereka yang kurang terampil depan memang suram. Bahkan hanya dengan bekal pendidikan sekolah menengah atas, masa depan masih penuh risiko. Untuk itu, prinsip ekonomi generasi X, "Pendapatan lulusan universitas rata-rata 70 persen lebih banyak dari lulusan sekolah menengah atas dan perbedaannya sangat besar. Untungnya, mereka yang tergolong generasi X umumnya memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Tahun 1993 misalnya, 47 persen generasi ini (berusia 18 - 24 tahun) mempunyai pendidikan yang lebih tinggi dari tahun 1980 yang hanya 31 persen saja. Tingkat "drop-out" SMU pun menurun. Wanitanya, umumnya di usia dua puluhan, lebih suka menjadi ibu bekerja. Mereka berpendidikan lebih baik daripada wanita dari generasi lainnya, terutama sepanjang sejarah AS. The Club Petites Collection: Go anywhere favourites, Mitos Kedua Sulit Menyesuaikan Diri dengan Realitas Karir Aset yang sangat berharga untuk bekerja pada generasi X adalah pengetahuan teknologinya dan kemampuan berkonsentrasi pada sejumlah tugas dalam satu waktu. Hal itu menjadi sangat berarti dalam era komputer saat ini. Mereka biasanya tidak pernah takut mencoba setiap teknologi baru. Karenanya, mereka yang tergolong pekerja yang mampu menggunakan hampir semua software program komputer dan sangat cepat mempelajarinya. Mereka yang tergolong generasi X sangat mudah menerima perubahan, terutama terhadap sesuatu yang tidak menyenangkannya. Masa mudanya penuh dengan perubahan dan ketidaktetapan. Mereka mengetahui hampir semua prospek pekerjaan, dari yang baik sampai yang suram. Mereka juga melihat orang tuanya kehilangan atau berpindah pekerjaan akibat MINGGU, 23 FEBRUARI 1997 berbeda. Dengan kata lain, mereka sangat mengharapkan masuk dalam lingkaran pengambil keputusan dan dalam setiap proses yang sangat mempengaruhi hidupnya. Manajer dari Generasi X biasanya akan bertindak seperti mentor (semacam instruktur). Setiap hari mereka akan mengungkapkan visi organisasi yang ada kaitannya dengan kehidupan generasi X itu. Hal itu dilakukannya, karena mereka umumnya kehilangan komunikasi yang erat dengan orang tuanya. Itulah sebabnya, mereka sangat mengaharapkan lebih banyak petunjuk dari pihak yang dianggap "lebih." Mereka (generasi X) ingin perusahaan mendukungnya dengan seimbang antara pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Sementara itu, kaum wanitanya sangat ingin tahu apa yang bisa diberikan perusahaan kepada ibu-ibu bekerja dan tuntutan menjaga anak-anaknya. Bahkan kadang kala mereka juga ingin mengetahui rencana penmberian dana pensiun. ■INT/fan 3 $149 $69.95 GRACE BROS restrukturisasi perusahaan. Mereka juga telah menegetahui banyak pemimpin bangsanya dideskriditkan. Menurut penelitian di tahun 1994, 40 persen generasi ini berasal dari keluarga yang pecah. Bagi generasi X, kualitas hidup merupakan pertimbangan yang sangat besar saat menghadapi dunia kerja atau tuntutan karir. Generasi ini sangat memperhatikan hidup yang seimbang Mereka bukan pecandu alkohol dan mempercayai spesialisasi dalam pekerjaan, kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Kepentingan terhadap hal-hal di luar dirinya sangat penting mendapat perhatian sebagaimana pentingnya pekerjaan bagi generasi ini. Merasa diabaikan orang tua pada masa kecilnya, maka mereka akan menyediakan waktu untuk berkumpul dengan anak-anaknya sendiri. Nilai-nilai pada keluarga biasanya sangat mirip dengan nilai-nilai pada keluarga tahun 1950-an. Karenanya, diperkirakan tingkat perceraian pada generasi ini akan menurun. Mereka akan lebih realistis terhadap keseimbangan kerja dan kehidupan sosial atau keluarganya. Masalahnya, hal itu akan memberi kepuasan dan membuat mereka bahagia. Sementara itu, wanita dari generasi ini biasanya mempunyai kesadaran akan karir pekerjaannya. Banyak di antara mereka yang menyingkirkan pekerjaan di perusahaan konsultan dan keuangan. Padahal, pekerjaan ini menjadi dambaan wanita dari generasi sebelumnya yang di Amerika Serikat dikenal dengan generasi Baby Boomers. Mereka (wanita itu) tidak mau bekerja sepanjang hari. Bagi mereka yang mempunyai atau mendambakan anak, hanya mau bekerja paruh waktu karena akan mempunyai banyak waktu dengan anak-anak mereka yang belum sekolah.