Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-04-06
Halaman: 06

Konten


4cm Halaman 6 Catatan Ekonomi Sepekan Bali Post Krismon di Indonesia Senin Umanis, 6 April 1998 Di Tengah Krismon, Perda Dilema Penyehatan Perbankan Investor Asing Ramai-ramai PBBKB Bermotor Ditetapkan BADAN Penyehatan Perbankan Na- sional (BPPN) mulai unjuk gigi. Akhir pekan lalu (Sabtu, 4/4), badan yang juga dikenal dengan sebutan IBRA (The Indone- sian Bank Restructuring Agency) itu mem- bekukan tujuh bank swasta yang diang. gap tak layak lagi beroperasi. Tujuh bank yang dibekukan itu adalah Bank Kredit Asia, Centris International Bank, Bank Deka, Bank Subentra, Bank Pelita, Hokin- do Bank dan Bank Surya. Tidak hanya itu. BPPN juga mengambi- lalih dan mengawasi secara langsung tujuh bank yang telah menggunakan dana likui- ditas Bank Indonesia melebihi batas. Ketu- juh bank itu adalah Bank Dagang Negara Indonesia, Bank Ekspor Impor Indonesia, Bank Danamon Indonesia, Bank Umum Nasional, Bank Tiara Asia, Bank PDFCI dan Modern Bank. Bank-bank yang berada di bawah penga- wasan BPPN ini bukanlah bank-bank kecil. Semuanya merupakan bank-bank devisa besar yang memiliki jaringan usaha cukup luas. Enam di antaranya termasuk bank públik, malah satu bank lainnya adalah Bank BUMN yang berperan besar dalam kegiatan perdagangan internasional, yaitu Bank Ekspor Impor Indonesia. Bisa dibayangkan bagaimana rumitnya masalah yang akan muncul bila bank-bank itu dilikuidasi. Karena selama operasinya, bank-bank itu tentunya memiliki keterkai- tan yang luas dalam kegiatan ekonomi di dalam dan luar negeri. Bukan hanya men- yangkut penyimpanan dana nasabah, tetapi juga menyangkut pemberian kredit dan hubungan bisnis dengan kreditor serta de- bitor. Dilihat dari kondisi perbankan nasional saat ini, baik pemerintah maupun kala- ngan perbankan sendiri, mengakui betapa kebanyakan bank di Indonesia berada pada kondisi sulit. Bila pemerintah mengambil tindakan tegas, mungkin lebih dari 100 bank sudah harus dilikuidasi. Tetapi, mengapa hal itu tidak dilakukan? Salah satu faktor yang dikemukakan peme- rintah selama ini adalah adanya keterkai- tan yang luas dalam operasi suatu bank, sehingga harus dipikirkan dampak dari pe- nutupan bank. Contohnya nyata adalah likuidasi Bank Summa tahun 1992 lalu. Begitupun likuidasi 16 bank pada Novem- ber 1997. Ada masalah nasabah, masalah karya- wan, kepentingan pemegang saham yang umumnya orang berpengaruh dan keterkai- tan dengan kegiatan ekonomi mikro mau- pun makro. Untungnya, pemerintah telah memberlakukan jaminan pada keamanan dana nasabah, sehingga keresahan masya- rakat bisa diredam. Namun, seiring dengan jaminan yang diberikan pemerintah itu, harus ada penga- wasan ketat terhadap bank-bank yang ber- operasi. Karena bila tidak, akan terjadi pe- nyalahgunaan jaminan, yang akan sangat memberatkan beban pemerintah sebagai penjamin. Untuk melakukan pengawasan dan penyehatan bank, di sinilah penting- nya peranan BPPN. Banyak pihak berharap, BPPN dapat menjalankan tugasnya dengan transparan dan tegas. Tujuannya, tak lain untuk menye- hatkan sektor perbankan nasional yang su- dah sakit parah. Harus diakui, parahnya sakit perbankan ini merupakan akumulasi dari penyakit yang menular selama berta- hun-tahun. Meskipun penyakit itu sebenarnya telah diketahui, namun tampaknya pemerintah tak bisa mengambil tindakan tegas. Sete- lah krisis meledak dan IMF turun tangan, barulah tindakan tegas mulai dijalankan. Memang, pemerintah kerap berdalih, tan- pa IMF pun reformasi perbankan akan di- jalankan. Tapi toh faktanya, reformasi itu baru terjadi setelah masuknya IMF. Likuidasi 16 bank misalnya, diumumkan tak lama setelah pemerintah melakukan perundingan dengan tim IMF yang dikoman- dani Wakil Direktur Pelaksana IMF Stanley Fischer. Begitupun, pengumuman pem- bekuan tujuh bank kali ini. Maka tak heran bila orang kemudian mengaitkan tindakan tegas ini berkaitan dengan negosiasi terha- dap perundingan dengan IMF. Berita yang muncul sebelum pengumu- man ini keluar adalah adanya 54 bank yang sedang ditangani oleh BPPN. Bila hal itu benar, akankah terjadi lagi likuidasi atau pembekuan bank atau apalah namanya? Tentunya perlu ada penjelasan dari peme- rintah, agar tidak menimbulkan keresahan pada masyarakat di tengah adanya krisis kepercayaan saat ini. K. Darmawan Pengusaha Perikanan Sambut Baik Pencabutan Retribusi Pangkalan Cekik Negara (Bali Post)- Para nelayan dan pengusaha perikanan di kawasan Pengambengan dan sekitarnya, me- nyambut baik pencabutan retribusi di Pangka- lan Cekik Gilimanuk sesuai Inmendagri No. 10 tahun 1998 tentang pencabutan Perda Tk.I dan II menyangkut pajak dan retribusi daerah. Sebelumnya para nelayan dan pengusaha perikanan sempat mengeluhkan pungutan re- tribusi perikanan di Pangkalan Cekik, yang di- nilai cukup tinggi sehingga mereka (para pe- ngusaha perikanan-red) tidak mampu bersaing di pasaran. Sesuai Perda Bali No.10 tahun 1994, ikan segar dikenakan retribusi Rp 40/kg, ikan dalam kaleng Rp 25/kaleng, ikan asap Rp 50/kg, udang segar Rp 50/kg. Beberapa nelayan dan pengusaha yang ditemui Minggu (5/4) kemarin mengatakan, pencabutan retribusi perikanan di Pangka- lan Cekik akan memberikan angin segar bagi para nelayan dan pengusaha perikanan. Para pengusaha yang sebelumnya melakukan pembelian ikan dengan harga rendah kepada nelayan, sekarang mulai bisa mengatrol har ga sehingga nelayan bisa mendapatkan har ga jual yang lebih layak. Ketua KUD Mina Karya Abdul Kadir Jae- lani mengakui, pencabutan retribusi peri- kanan di Pangkalan Cekik akan memberi kan dampak positif bagi industri perikanan di Pengambengan dan sekitarnya. Sebelum- nya para pengusaha membeli ikan dengan harga murah kepada nelayan, karena mere- ka memperhitungkan retribusi yang akan dikenakan di Pangkalan Cekik. Pengusaha perikanan menurut Jaelani, ti- dak mau ambil risiko sendiri terhadap tinggi nya retribusi yang harus dibayar. Mereka (pe- ngusaha-red), jelas akan menekan harga seren- dah-rendahnya dari nelayan untuk menutupi retribusi. Kenyataan itu akhirnya memang memperburuk nasib nelayan, mengingat sela- ma ini yang menjadi konsumen terbesar adalah pengusaha perikanan yang bergerak dibidang pengalengan dan penepungan. Dikatakan, selain retribusi, pengusaha peri- kanan masih dikenai beberapa jenis pungutan lain seperti sumbangan pembangunan 1% dari nilai beli serta sertifikat mutu khususnya bagi yang melakukan antar pulau ikan segar. Ba- nyaknya jenis pungutan yang harus dibayar inilah, para pengusaha perikanan akhirnya menekan para nelayan melalui penetapan har ga yang rendah. "Secara ekonomis pengusaha tidak mau rugi sendiri, sehingga dia menekan serendah mungkin harga pembelian dari nela- yan," ujar Jaelani. Berdasarkan data yang ada, potensi peri- kanan di Jembrana mencapai 44.947 ton perta- hun. Untuk tahun ini, dari jumlah potensi yang ada baru dimanfaatkan 29.444,7 ton atau 65,5% dengan melibatkan 9.664 nelayan serta 1.780 armada perikanan. YAMAHA PT. BISMA TUNAS JAYA-SENTRAL YAMAHA JL. TEUKU UMAR 72-76, TELP. 232528 (HUNTING) DENPASAR-BALI. Hubungi Dealer-dealer terdekat di kota anda : (032) Beli Hotel di Bali Denpasar (Bali Post) - ngan wisatawan ke Bali, ti- Denpasar (Bali Post)- Obsesi Pemda Bali untuk memperoleh pemasukan dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) segera terwujud. Walaupun sempat dipertanyakan, peraturan daerah tentang PBB- KB akhirnya ditetapkan DPRD Bali di tengah-tengah krisis mo- neter yang masih berkepanjangan. Pada Sidang Paripurna DPRD Bali yang dipimpin Ketua DPRD Ketut Sundria, Sabtu (4/3), keempat fraksi menyatakan meneri- ma ranperda PBBKB dan dua ranperda lainnya - pajak ken- (BBNKB)-ditetapkan menjadi perda. Krisis moneter (krismon) yang berkepanjangan transportasi udara kelebihan Rob Lantry, wisatawan tidak daraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor ini mengakibatkan investor asing ramai-ramai membeli hotel di Bali. Negosiasi antara investor asing dengan para pemilik hotel sudah mulai ra- mai beberapa hari belakangan ini. Demikian dika- takan Ketua BPD PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Bali I Gede Wiratha, di Nusa Dua Jumat (3/4). Dikatakannya, sedikitnya empat buah hotel berbintang empat dan lima sudah mulai diincar investor asing tersebut. Dari jumlah itu, dua hotel di antaranya berlokasi di kawa- san wisata Kuta. Tingginya minat para investor membeli hotel ke Bali tidak lepas dari kondisi perekonomian Indone- sia saat ini. Menyusul makin kuatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Di samping prospek dari pariwisata Bali itu sendiri di masa datang yang dinilai sangat cerah. "Dengan membawa uang 100 juta dolar saja, mereka itu (investor) sudah bisa membeli hotel wah...,"kata Wiratha. yang Dalam situasi seperti ini, para pemilik hotel tidak me- nentukan harga, justru si calon pembeli (investor, red) yang menentukan harganya. Mereka tahu posisinya lagi untung dan sekarang merupakan kesempatan un- tuk membeli barang di Indo- nesia. "Kayak burung elang saja, begitu dilihat lalu dicaplok," ujar pemilik Villa Rumah Manis Kuta itu. Untungnya, pengusaha ho- tel di Bali masih menahan diri. Sesuai imbauan peme- rintah daerah, agar pengusa- ha tidak menjual hotelnya kepada investor asing. "Itu sangat tepat karena dana akan lari ke luar," katanya sembari menegaskan, jangan lupa, pariwisata ini masih memerlukan investasi tiga kali lipat dari yang ada seka- rang. Semua itu untuk mem- beri kesempatan kerja kepa- da masyarakat. "Booming" Sementara dalam per- temuan besar pariwisata Bali di Nusa Dua, tak kurang presentasi Direktur BTDC- Bali Tourism Development Corporation, AA Gde Rai ten- tang kondisi industri pari- wisata Bali dalam kurun waktu dua tahun terakhir. AA Gde Rai, juga menegas- kan arus kunjungan wisata- wan ke Bali, langsung mau- pun tidak cenderung menu- run. Penurunan ini bukan ha- nya karena masa sepi, diper- buruk dengan beredarnya ru- mor diluar negeri, sehingga diperlukan upaya 'mengge- brak' pasar wisata dunia, bahwa Bali masih layak men- jadi pilihan tempat berlibur. Penurunan arus kunju- dak hanya mengakibatkan tempat duduk, hotel pun kelebihan kamar, begitu juga kinerja agen alanan wis ta. Dalam tahun 1997 lalu, tercatat jumlah wisatawan yang berlibur di Bali 1.845.316 orang. Dengan a- sumsi lama tinggal 2,9 hari dan sekamar dihuni dua orang mereka hanya memer- lukan 7.700.950 room night. Atau permalam wisatawan yang menginap di hotel ha- nya 21.098 orang yang me- merlukan kamar tidak lebih dari 10 ribu kamar per malam. Sementara di Bali sampai akhir tahun 1997 lalu telah dioperasikan 14.355 kamar hotel berbintang, 10.610 kamar di hotel melati dan 1.144 kamar klas pondok wisata. Dalam kondisi tak berimbang tersebut tidak hanya kalangan perhotelan yang akan perang tarif, agen perjalanan wisatapun mela- kukan trik yang sama. Seper- ti diungkapkan Bagus Sudib- ya dari Nusa Dua Bali Tur. Idealnya, BPW yang mapan, hidup dan berkembang da- lam satu tahun dia harus da- pat menangani 24 ribu orang wisatawan. Jadi dengan ang ka kunjungan ke Bali hanya berkisar 1,2 juta per tahun Bali memerlukan tidak lebih dari 50 BPW. Kenyataannya saat ini BPW anggota Asita Bali saja sudah 252, non ang gota Asita bisa mencapai dua kali lipat. Dapatkah industri pariwisata Bali bersaing, ujarnya dengan nada berta- nya. Suku Bunga Tinggi Untungkan Segelintir Orang Denpasar (Bali Post)- Tingginya suku bunga simpanan berjangka yang di- patok oleh perbankan, hanya menguntungkan segelintir orang terutama mereka yang berduit. Namun di sisi lain justru merugikan banyak pihak, terutama pengusaha kecil maupun besar. Hal itu diungkapkan pemerhati masalah per- bankan IB Yadnya, di Den- pasar, ketika diminta komen- tarnya tentang dampak dari tingginya suku bunga dewa- sa ini, Sabtu (4/4).. Dikatakannya, kebijakan kontraksi moneter dengan menaikkan bunga SBI, di- maksudkan untuk menekan laju inflasi yang sekarang ini sudah cukup tinggi. Namun seharusnya pemerintah teru- tama otoritas moneter juga mempertimbangkan bahwa tindakan itu hanya mengun- tungkan beberapa gelintir orang atau golongan, mulai dari bank-bank yang banyak mempunyai idle money (dana kesulitan dengan bunga yang menganggur-red), masya- sangat tinggi, karena kredit rakat yang memiliki rupiah yang dikucurkan potensial berlebih dan mereka yang macet. Hal ini akan berpen- memiliki dolar ditukarkan garuh buruk terhadap per- rupiah kemudian dideposi- formance portofolio per- tokan. bankan. "Kalau sudah demi- kian baik bank maupun pe- ngusaha yang selama ini di- biayainya potensial menjadi bangkrut. Kalau sudah demi- kian, tenaga kerja yang men- jadi korbannya," ujar Yadnya. Namun perlu diingat kebi- jakan kontraksi moneter de- ngan menaikkan suku bunga SBI, juga berdampak paling buruk terhadap kalangan pengusaha kecil, menengah dan besar yang selama ini selalu berkecimpung dan ber- main dengan rupiah. Misal, kalau tadinya mereka mem- peroleh pinjaman bank de- ngan bunga 2 hingga 3 persen, maka dengan kenaikan suku bunga terpaksa bunga kredit- nya dinaikkan menjadi 4 persen bahkan lebih. "Ini jelas akan mematikan usaha. Kondisi ini diperburuk lagi dengan mahalnya semua ba han yang diperlukan untuk produksi," ujarnya. Karena itu, menurut Yad- nya yang juga mantan Direk- si BPD Bali itu, pemerintah khususnya otoritas moneter dalam mengambil kebijakan dapat mempertimbangkan dari dua sisi. Dengan demiki- an akan ada keseimbangan dalam mengatasi laju inflasi dan mempertahankan nilai tukar rupiah. Sedangkan di satu sisi usaha tetap bisa bertahan hidup. Apalagi usa- ha merupakan kunci landas- an keberhasilan pembangu- nan perekonomian suatu ne- (026) Sedangkan di pihak lain bank pun akan mengalami gara. "WEEH.. EDAN! IRITNYA ITU LHO. DARI SEMARANG KE KUDUS TERUS KE SEMARANG LAGI, JARUM BENSINNYA SEPERTI NDAK GERAK. SAYA NDAK NYANGKA CRYPTON BISA 108 KM CUMA DENGAN SATU LITER BENSIN.. HEBAT!" MURYONO, PEMENANGI KONTES BAHAN BAKAR TERIRIT DAN TERIAUH, DI SEMARANG. KEUNGGULAN TEKNOLOGI YAMAHA PT. BINTANG MUDA MANDIRI JL. COKROAMINOTO No. 78, TELP. 435381 DENPASAR - BALI DENPASAR: TOKO BISMA JI. Gajah Mada No.130, UD. BISMA JI. Hasanudin No.74, TOKO KINTAMANI JI. Kartini No.35, UD. NIAGA JI. Patimura No.4A, KUTA MOTOR Jl. Raya Kuta No.508, UD. TUNAS KARYA JI Cokroaminoto No. 18, NUSA DUA MOTOR JI. By Pass Ngurah Rai No.29, PT. SEMANGAT CATURMERTA Jl. Raya Tuban No.40 D-E, SANUR MOTOR JI. By Pass Ngurah Rai No.28, S/S KINTAMANI PUTRA PERKASA JI Raya Tuba. No 88 Kuta, TRI TUNGGAL SEJAHTERA JI. Gatot Subroto No.21X GIANYAR: S/S WAJA MOTOR JI. Udayana No.99, WAJA MOTOR JI. Udayana No.1, WAJA CHANDRA MOTOR JL. Raya Peliatan, Ubud, FUJI MOTOR JI. Pudak No. 17, FUJI JAYA MOTOR J. Astina Utara No.6, TABANAN: S/S INDRAWAN MOTOR JI. A. Yani depan BTN Kediri, INDRAWAN MOTOR JI. Gajah Mada No.72, UD. SARI UNTUNG JI. Gajah Mada No.29. AGUNG MOTOR J. Pahlawan No 32 S/S KURNIA INDAH MOTOR JI. P. Batam No.21 NEGARA: UD. KASIH MOTOR JI. Gatot Subroto No. 19, UD. KASIH MOTOR JI. Gatot Subroto No.23, DWIPA MOTOR JI. Ngurah Rai No:81, DWIPA MOTOR (Cabang) Jl. Sriwijaya No 50, SINGARAJA: TRIO MOTOR JI. Achmad Yani No.21 TRIO MOTOR II JL. A. Yani 265, INDRA MOTOR JI. Imam Bonjol No.42A, INDRA MOTOR (Cabang) Jl. Sudirman No.207X Seririt, KLUNGKUNG ISTANA MOTOR JI Flamboyan No.19, KARANGASEM: HARAPAN MOTOR JI. Gajah Mada No.30, SANJAYA MOTOR JI. Untung Surapati No.254, BANGLI: WAJA MOTOR: Jl. Merdeka No.8 KONTES BAHAN BAKAR TERIRIT DAN TERJAUH 1996 diselENGGARAKAN di 25 kora dan diikuti RibuAN PEMilik MOTOR UNTUK MEMBUKTIKAN CRYPTON Adalah MOTOR PALING IRIT. C. 32607 Berkaitan dengan harga jasa yang ditawarkan, menurut berpedoman pada harga paket melainkan kualitas. Namun bagaimana dengan trik tour operator penjual paket tersebut di luar negeri, ujar seorang ang gota Asita. Dapat dipastikan mereka akan membeli dengan harga murah, menjual kepada wisatawan dengan harga ma- hal. Keuntungan sepenuhnya ada di tangan hole saler itu, te- gasnya menambahkan. Se- mentara di Bali kalangan BPW perang tarif untuk menda- patkan penjualan tersebut. Dengan harga murah, bahkan dibawah batas kewajaran bagaimana memberikan pela- yanan bermutu, tambah Sudi- bya. Pada akhirnya BPW terse- but ditinggalkan konsumen- nya, terbukti sejumlah anggota Asita Bali sudah berada pada batas lampu kuning. "Tinggal menunggu pengumuman pai- litnya," ungkap sumber kompe- ten di Asita Bali. Sementara banyak kalan- gan mengkhawatirkan penu- runan arus kunjungan wisa- tawan ke Bali. Í Gede Wira- tha justru mengatakan opti- mis tahun 1998 Bali menga- lami booming wisatawan. "Ini permainan belum selesai. Dalam situasi low season dan resesi seperti ini saja tingkat hunian hotel bisa 60-70 persen. Sekarang tinggal tung gu bulan ramai Mei, Juni Juli, Agustus dan Septem- ber," katanya yakin. Dikatakannya, berdasarkan tingkat isian hotel per April ini, hotel-hotel di Bali termasuk yang terbagus di Asia Tengga- ra, yakni 65-70 persen. Mengenai banyaknya muncul destinasi baru yang menjadi kekhawatiran karena akan men- jadi saingan berat bagi Bali, Wiratha mengatakan tidak ma- salah. Para pesaing Bali di Asia kini justru, lebih menonjolkan destinasi Bali dalam menjual destinasi negaranya. "Misalnya, come to Bali through Thailand, come to Bali through Hongkong, Come to Bali through Singapore, come to Bali through Malaysia, jelas Wiratha. Di (sua/073) Harga Grosir/ Borongan Sayur-mayur Tanggal 4 April 1998 Pasar Anyar Sari Denpasar Jenis Harga Komoditi (Rp/Kg 1. Kol Bulat 2. Kol Gepeng 3. Tomat Buah Lokal 4.Tomat Buah TW 5. Buncis 6. Wortel Gubernur Ida Bagus Oka mengemukakan, sesuai UU No.18/ 1997 jo PP No.21/1997 daerah tingkat I diberikan wewenang un- tuk memungut PBBKB. Pembagiannya, 10% dari hasil pene- rimaan untuk daerah tingkat I dan 90% untuk daerah tingkat II. "Pajak ini sangat baik potensinya, karena konsumsi bahan bahan bakar kendaraan bermotor cukup besar dan tiap tahun selalu meningkat," kata Gubernur Oka. Menurutnya, konsumsi bahan bakar tersebut mencerminkan kegiatan ekonomi daerah juga erat kaitannya dengan PDRB, pem- bangunan dan pemeliharaan jalan sehubungan dengan banyak- nya kendaraan bermotor pengguna jalan. Perkembangan teknolo gi otomotif dan kepemilikan kendaraan bermotor dewasa ini me- nunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Óka melihat, sejalan dengan kondisi tersebut, pemakaian ba- han bakar yang merupakan objek PBBKB di masa mendatang akan makin meningkat pula. "Dapat diasumsikan, potensi objek PBBKB punya prospek cerah dan dapat diandalkan dalam me- nopang sumber pembiayaan daerah," tandasnya. Pada pendapat akhir fraksinya, pembicara FPP Muhaji mengimbau pemerintah pusat dalam mengesahkan pember- lakuan perda PBBKB Bali betul-betul mempertimbangkan kondisi masyarakat sekarang ini. "Namun demikian, dalam kurun waktu menunggu keluarnya keputusan dari pusat, pemda dapat melakukan sosialisasi," kata Muhaji. "Sosialisasi penting agar masyarakat mendapat infor masi yang valid dan akurat, sehingga tidak muncul polemik berkepanjangan ketika PBBKB diberlakukan." Beratkan Masyarakat FKP lewat pembicaranya, Ketut Upadhana,S.H., menilai, pe- nerapan PBBKB sudah pasti akan membawa dampak terhadap harga barang-barang di pasar, namun diperkirakan kenaikannya tidak terlalu besar. "Untuk itu kami harapkan pihak eksekutif dapat mengantisipasi pelaksanaannya," pintanya. Beban terhadap masyarakat, menurut pembicara FPDI IGKG Adnyana,S.H, akan dirasakan secara langsung dan tak langsung. Secara langsung harga BBM akan naik. Secara tidak langsung harga barang-barang ikut naik. "Kami melihat, dalam pember- lakuan perda ini posisi pemda sangat sulit," kesannya. Pemda, menurut Adnyana, jangan sampai dituduh member- atkan masyarakat apalagi dalam kondisi krismon saat ini. "Mumpung perda ini masih menunggu pengesahan pemerintah pusat, kami mengimbau pemerintah pusat secara arif dan bijak- sana mempertimbangkan pengesahannya." Pembicara FABRII Gde Sugitha menegaskan, walaupun per- dan ternyata merupakan beban bera da PBBKB bagi masyarakat-karena berdampak kenaikan harga di segala bidang-pemda perlu mengantisipasi bunyi pasal 17 perda terse- but. (028) Lintas Bisnis Pasar Murah PEMDA Kodya Denpasar bersama para pengusaha yang tergabung dalam PBPTA menggelar pasar murah di Br. Batuparas, Padangsambaian, Denpasar Barat Sabtu (4/4). Sebanyak 1.200 paket sembako terjual kepada masyarakat disekitarnya. Pasar murah yang sama akan digelar lagi di Penatih, Senin (6/4) hari ini. (011) Plh. Dirut PDAM Gianyar disine to noHUS YASDB BQB 160 INSINYUR IB Kesawa kini menjadi Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar menggantikan Ir. IB Surya Sanjaya yang ditarik ke Dinas PU Propinsi Bali. Kesawa yang kini masih menjabat Kabag Pe- nyusunan Program ditunjuk sebagai Plh. berdasarkan SK Bupati Gianyar Nomor: 877/1644/Kepeg. Serah terima kedua pejabat itu berlangsung sederhana di Kantor Bupati Gianyar, Sabtu (4/4) dihadiri Bupati Tjokorda Gde Budi Suryawan, S.H. (031) 1.200 1.300 2.800 3.200 Suku Bunga Deposito Bejangka 1.500 Nama Bank Ibln 1.000 3bln 1.800 Bank Bukopin 1.300 12bln 24bln 22%/Thn 19%/Thn 18%/Thn 17%/Thn 6bln 3.000 250 4.500 Pangan Dati I Bali Tabungan Siaga 16% Bank Duta Bank Bapindo Tabungan 20% BPD Bali 45%/Thn 19%/Thn 7. Kentang 8. Sawi Putih 9. Seladri 10. Labu Siam 11. Lombok merah besar Sumber: Dinas Tanaman 30%/Thn 27%/Thn 24%/Thn 17%/Thn 14%/Thn 14% Thn 14% 20%/Thn 19%/Thn 16%/Thn DALAM RANGKA MENYAMBUT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN '98 BALI Dengan bangga mempersembahkan Album terbaru RECORD 11 Lewat sentuhan musik khas BALI RECORD, menjadikan Album yang satu ini begitu istimewa.... seperti pada lagu "UBAD KENEH, CANDI PINAKE SAKSI" dll. Manjakan telinga anda dengan Album yang satu ini. PANCA PENDAWA" VOL. 3 Instrumental Gending POP BUNGAN BANDAY BALI KUSIR DOKAR ALBUM PRO BALL UBAD KENEH CANDE PINAY SUN 3 Panca Pendawa Dan lengkapi pula koleksi CASSETTE Anda dengan yang satu ini "INSTRUMENTALIA" GENDING POP BALI, yang diangkat dari lagu-lagu yang pernah HITS seperti BUNGAN SANDAT, KUSIR DOKAR, RAJA PALA dll. Hub: ISTANA MUSIK JI. Hasanudin - Denpasar (Distributor) dan TOKO-TOKO CASSETTE TERDEKAT di Kota Anda BNW Nikmati Nikmati Sejuta Pesona khas Benua Kanguru hanya dengan USD 650.00 C. 19396 QANTAS THE SPIRIT OF AUSTRALIA PT. Bumi Nata Wisata Tours & Travel bekerja sama dengan QANTAS The Australia Airline mengajak anda beserta keluarga dalam program GEBYAR WISATA MURAH ke PERTH-Australia Barat pada tanggal 02-05 Mei 1998. Jangan lewatkan kesempatan menarik ini. Tempat terbatas! Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi : PT. Bumi Nata Wisata Tours & Travel JI.Tukad Pakerisan No.68, Panjer-DENPASAR Telp. (0361) 240858/229873 Fax. (0361) 241342 *Diskon khusus bagi yang mendaftar sebelum tanggal 15 April 1998 C. 19001 Senin Umanis, 6 April 1 Ku Terima Ka MULANYA Pura Batur terl Gunung Batur. Saat gunung te letus sekitar tahun 1907, sem rada di bawahnya musnah ole masuk Pura Batur. Atas inis pura yang termasuk Sad Kahya but kemudian dipindahkan k tur yaitu lokasi yang kini Oleh karena saat tersebut di banyak alat perekam sehingga kita tentang posisi, bentuk, da annya ikut musnah pula. Ber lukis Belanda Wijnand Otto Ja kamp sempat mengabdikannya tail lewat pensil, pena, dan tahun 1904, sehingga kita ma tahu bagaimana tampak depa tur pada lokasi awal. Oleh karena itu, sudah sepa berterima kasih, karena Nie yang dilahirkan di Amsterda (1874) tidak hanya meninggall Pura Batur sebelum letusan C tur yang kini sedang dipamer seum Puri Lukisan Ubud, 4-3 mun masih banyak lagi peni dalam bentuk drawing etsa, tan kayu, litograpi, dan lukisa Nieuwenkamp datang perta Bali tahun 1903, jauh sebelu Eropa lainnya seperti Walter dolf Bonnet ataupun Arie Smit kan kakinya di Bali. Kalau Nieuwenkamp tidak begitu po langan seniman Bali saat ini, tidak mempengaruhi gaya lukisan Bali. Bahkan, Nieuwer juga menjelajahi pulau-pulau santara, belajar teknik lukis Itu terlihat pada beberapa ka Pola kerja Nieuwenkamp tal dengan idiom jurnalistik d -dia secara cermat mendoku berbagai macam peristiwa, m sia, pura, alam dan benda, bai ngan gaya realisme yang dib nya dari Eropa maupun gaya yang dipelajari dari banyak pe yang dianggap hebat (dalam itu gaya lukis tidur oleh Eropa dianggap sesuatu seni primiti terbelakang). Bahkan dia juga n gambar secara detail hal-hal (t kecil yang sangat jarang dimina lukis, seperti gagang sendok jaan, pemotong pinang (Bali: ca gagang keris, sampai taji. Kekuatan pelukis jurnalisti kumenter seperti Nieuwenkam letak pada kejujuran dan b pada sejauh mana fantasi atau presi disampaikan, sehingg kisannya terkesan begitu bersa dan apa adanya. Namun di si nilai berita" disampaikan se cermat bagi generasi beriku Hasil reportase Nieuwenkamp ma beberapa kali datang ke In sia (dulu Hindia-Belanda) dib kannya dalam "Bali en Lom (1906-1910) yang kemudian di sebagai pegangan akademis syarakat Belanda untuk lebih ngetahui Bali. Nieuwenkamp juga merup saksi perang Puputan Ba (1906). Kepekaan sebagai sen yang humanis membuat dir mengabarkan pada istri dan te temannya, bagaimana ribuan Bali melawan kolonial Bela Dengan berbagai keraguan seb akhirnya dia mempublikasika tikelnya tentang Puputan Bad dia menulis surat kepada ist Anna Wilbrink: "Aku masih b mengambil keputusan apakah h membuat surat kepada koran delsblad mengenai kejadian t hari. Apalagi aku tahu bahwa ranku akan berlawanan dengan paganda yang resmi dan denga aku bisa saja mendapat ba FU ELE Feature Outdoor Uni PlasticBody (For RSW-97/97R Rust-Free Plastic Body with Sturdy De Long Service Life, Compact Size and L Hubungi Dealer-Dealer Kami ya UD. KARYA SUCI Telp. 461523 PALAPA AGUNG Telp. 225721 Distributor Bali, Nusra: 2cm Color Rendition Chart