Tipe: Koran
Tanggal: 1998-04-06
Halaman: 07
Konten
4cm manis, 6 April 1998 smon, Perda or Ditetapkan eroleh pemasukan dari pajak - (PBBKB) segera terwujud. eraturan daerah tentang PBB- i di tengah-tengah krisis mo- li yang dipimpin Ketua DPRD t fraksi menyatakan meneri- perda lainnya-pajak ken- k nama kendaraan bermotor erda. emukakan, sesuai UU No.18/ at I diberikan wewenang un- annya, 10% dari hasil pene- 90% untuk daerah tingkat II. ya, karena konsumsi bahan cukup besar dan tiap tahun ka. akar tersebut mencerminkan itannya dengan PDRB, pem- Sehubungan dengan banyak- alan. Perkembangan teknolo aan bermotor dewasa ini me us meningkat. disi tersebut, pemakaian ba- PBBKB di masa mendatang t diasumsikan, potensi objek apat diandalkan dalam me- tandasnya. a, pembicara FPP Muhaji lam mengesahkan pember -betul mempertimbangkan waktu menunggu keluarnya melakukan sosialisasi," kata masyarakat mendapat infor ngga tidak muncul polemik erlakukan." Beratkan Masyarakat Upadhana,S.H., menilai, pe- membawa dampak terhadap n diperkirakan kenaikannya i harapkan pihak eksekutif ya," pintanya. nurut pembicara FPDI IGKG a langsung dan tak langsung. naik. Secara tidak langsung ami melihat, dalam pember- t sulit," kesannya. an sampai dituduh member kondisi krismon saat ini. gggu pengesahan pemerintah à pusat secara arif dan bijak- annya." menegaskan, walaupun per- ata merupakan beban berat ak kenaikan harga di segala si bunyi pasal 17 perda terse- isnis rah (028) ama para pengusaha yang gelar pasar murah di Br. npasar Barat Sabtu (4/4). erjual kepada masyarakat sama akan digelar lagi di (011) M Gianyar TOUS VORDB BQB GD jadi Pelaksana Harian (Plh) Daerah Air Minum (PDAM) anjaya yang ditarik ke Dinas masih menjabat Kabag Pe- Plh. berdasarkan SK Bupati rah terima kedua pejabat itu Bupati Gianyar, Sabtu (4/4) uryawan, S.H. sito Bejangka 6bln 12bln 18%/Thn 17%/Thn (031) 24bln 27%/Thn 24%/Thn 14%/Thn 14% Thn 14% 16%/Thn NDAN KUNINGAN '98 kan Album terbaru 3 AIRUM PTSP BALL UBAD KENEH CAN PINACE S COADO 3 Panca Pendawa TE Anda dengan yang "GENDING POP yang pernah HITS IR DOKAR, RAJA Denpasar (Distributor) AT di Kota Anda C. 19396 Senin Umanis, 6 April 1998 Bali Post KULTUR Seniman Berpolitik, Terima Kasih Nieuwenkamp MULANYA Pura Batur terletak di kaki Gunung Batur. Saat gunung tersebut me- letus sekitar tahun 1907, semua yang be- rada di bawahnya musnah oleh lahar ter masuk Pura Batur. Atas inisiatif umat, pura yang termasuk Sad Kahyangan terse- but kemudian dipindahkan ke Desa Ba- tur yaitu lokasi yang kini kita kenal. Oleh karena saat tersebut di Bali belum banyak alat perekam sehingga bayangan kita tentang posisi, bentuk, dan lingkung- annya ikut musnah pula. Beruntung pe- lukis Belanda Wijnand Otto Jan Nieuwen- kamp sempat mengabdikannya dengan de- tail lewat pensil, pena, dan tinta pada tahun 1904, sehingga kita masih sempat tahu bagaimana tampak depan Pura Ba- tur pada lokasi awal. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita berterima kasih, karena Nieuwenkamp yang dilahirkan di Amsterdam, Holland (1874) tidak hanya meninggalkan lukisan Pura Batur sebelum letusan Gunung Ba- tur yang kini sedang dipamerkan di Mu- seum Puri Lukisan Ubud, 4-30 April, na- mun masih banyak lagi peninggalannya dalam bentuk drawing etsa, sket, paha- tan kayu, litograpi, dan lukisan. Nieuwenkamp datang pertama kali ke Bali tahun 1903, jauh sebelum seniman Eropa lainnya seperti Walter Spies, Ru- dolf Bonnet ataupun Arie Smit menginjak- kan kakinya di Bali. Kalau kemudian Nieuwenkamp tidak begitu populer di ka- langan seniman Bali saat ini, karena dia tidak mempengaruhi gaya dan aliran lukisan Bali. Bahkan, Nieuwenkamp yang juga menjelajahi pulau-pulau lain di Nu- santara, belajar teknik lukis klasik Bali. Itu terlihat pada beberapa karyanya. Pola kerja Nieuwenkamp begitu ken- tal dengan idiom jurnalistik dokumenter dia secara cermat mendokumentasikan berbagai macam peristiwa, manu- sia, pura, alam dan benda, baik de- ngan gaya realisme yang dibawa- nya dari Eropa maupun gaya Bali yang dipelajari dari banyak pelukis yang dianggap hebat (dalam masa itu gaya lukis tidur oleh Eropa masih dianggap sesuatu seni primitif dan terbelakang). Bahkan dia juga meng- gambar secara detail hal-hal (tema) kecil yang sangat jarang diminati pe- lukis, seperti gagang sendok kera- jaan, pemotong pinang (Bali: caket), gagang keris, sampai taji. Kekuatan pelukis jurnalistik do- kumenter seperti Nieuwenkamp ter- letak pada kejujuran dan bukan pada sejauh mana fantasi atau eks- presi disampaikan, sehingga lu- kisannya terkesan begitu bersahaja dan apa adanya. Namun di sinilah nilai berita" disampaikan secara cermat bagi generasi berikutnya. Hasil reportase Nieuwenkamp sela- ma beberapa kali datang ke Indone- sia (dulu Hindia-Belanda) dibuku- kannya dalam "Bali en Lombok" (1906-1910) yang kemudian dipakai sebagai pegangan akademis ma- syarakat Belanda untuk lebih me- ngetahui Bali. Nieuwenkamp juga merupakan saksi perang Puputan Badung (1906). Kepekaan sebagai seniman yang humanis membuat dirinya mengabarkan pada istri dan teman- temannya, bagaimana ribuan orang Bali melawan kolonial Belanda. Dengan berbagai keraguan sebelum akhirnya dia mempublikasikan ar- tikelnya tentang Puputan Badung, dia menulis surat kepada istrinya Anna Wilbrink: "Aku masih belum mengambil keputusan apakah harus membuat surat kepada koran Han- delsblad mengenai kejadian tempo hari. Apalagi aku tahu bahwa lapo- ranku akan berlawanan dengan pro- paganda yang resmi dan dengan ini aku bisa saja mendapat banyak musuh. Pada waktu membaca 'kebenaran' tentang jatuhnya Denpasar yang diangkat dalam surat kabar sangat memuakkan, karena berita-berita mengenai kelakuan tentara kita yang sebenarnya tidak bisa dikatakan sebagai perang. Tentara kita berposisi di depan puri ketika ratusan orang Bali, laki, perempuan dan anak- anak keluar dari tempat mereka. Yang laki menusuk yang perempuan dan anak- anaknya sampai mati untuk kemudian maju ke depan menghadang tentara Be- landa tanpa senjata. Selama kejadian tersebut pihak kita cuma kehilangan 4 kor- ban yang mana sebenarnya menjadi bukti bahwa kita tidak bisa bicara soal perang. Hal ini sangat memuakan dan tidak pan- tas kalau tentara kita disebut sebagai pah- lawan." Walau artikel itu kemudian masuk hal. 9 di surat kabar Algemene Dagblad kare- na dianggap tidak penting, Nieuwenkamp tetap mendapat sorotan sebagai seniman yang penuh emosi dan hal tersebut telah membuatnya frustrasi. Penyelenggara pameran, Tjok Kertiasa mengatakan, pameran tersebut diseleng- garakan agar masyarakat Bali, terutama kalangan seniman, budayawan, dan aka- demisi serta pelajar dan mahasiswa, bisa belajar banyak dari lukisan Nieuwenka- mp. "Sebagai pengelola museum adalah ke- wajiban saya menyelenggarakan pameran ini untuk menambah wawasan masya- rakat. Kini terserah masyarakat, teruta- ma pelajar dan mahasiswa, apa mereka benar-benar mau lebih banyak belajar?" ujarnya. Dikatakan pula, pameran itu merupa- kan kerja sama Museum Puri Lukisan dengan Erasmushuis Jakarta dan Bruce W Carpenter yang menulis petualangan Nieuwenkamp di Bali dalam bukunya "W.O.J. Nieuwenkamp, Frist European Artist In Bali." (wan) Mengapa Tidak? Sen eniman dan budayawan Bali "turun gunung". Mereka tak hanya terjebak pada olah seni dan dialog budaya. Kali ini, mereka mendatangi DPRD Bali. Tidak hanya sekali, tetapi secara bergelombang menyampaikan pernyataan sikap dan dukungan terkait dengan suksesi kepemimpinan di Bali. Seniman dan budayawan yang tergabung dalam kelompok Pemerhati Seni dan Budaya (PSB) yang dipimpin Made Wianta dan Agung Rai menyampaikan aspirasinya ke DPRD Bali, Jumat (3/4), sedangan pemilik galeri, sanggar, dan museum yang dimotori Drs. Nyoman Gunarsa dan Drs. Wayan Sika diterima Ketua DPRD Bali, Sabtu (4/4). Para seniman dan budayawan seakan terpanggil jiwanya ikut menyampaikan aspirasi. Fenomena apa ini? PENGAMAT sosial dan politik Dr. AA Putra Agung men- gatakan, fenomena seniman dan budayawan berpolitik menje- lang penentuan calon Gubernur Bali periode 1998-2003 meru- pakan jiwa zaman. Artinya, suatu zaman, di mana seniman dan budayawan dipanggil dan diketuk hati nuraninya untuk ikut berkiprah dan memikirkan kepemimpinan Bali untuk masa lima tahun atau sepuluh tahun ke depan. Gerakan para seniman dan budayawan Bali ini, menurut Putra Agung, meru- pakan hal yang wajar dalam konteks demokrasi. "Seniman dan budayawan bukan manusia mati. Mereka juga punya jiwa, rasa, dan punya hati. Siapa pun atau lembaga mana pun tidak boleh mengintimidasi keingi- nannya. Mereka juga mempunyai kebe- basan menentukan sikapnya. Mereka bukan mati dalam bentuk ide dan pemikiran saja, akan tetapi mereka juga punya kepentingan, seperti halnya orang atau lembaga lain," papar dosen sejarah FS Unud itu, menilai wajar dan sah-sah saja jika seniman berpolitik. Jika tidak berpolitik, malah seniman sendiri yang digilas politik," tambahnya. Jika kita kembali kepada sejarah pemerintahan di Indonesia, katanya, keterlibatan para seniman dan bu- dayawan dalam kancah politik bukan hal yang baru. Di Indonesia, sejak Orde Lama (Orla) sampai Orde Baru (Orba), keterlibatan kelompok seniman dan budayawan malah lebih rapi dan teror- ganisasi, apabila dibandingkan saat ini. Dikatakan ada beberapa wadah sen- iman dibentuk pada zaman Orla. Di antaranya, Manifes Kebudayaan (Mani- kebu) merupakan embrio dari Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Lemba- ga Kesenian Rakyat (Lekra) merupakan embrio Partai Komunis Indonesia (PKI). Masing-masing wadah ini atau kelom- pok seniman dan budayawan ini mem- punyai tujuan, sasaran, dan orientasi tersendiri. Manikebu contohnya, pada zaman multipartai berorientasi nasion- alisme dan kebangsaan, sedangkan Le- kra mempunyai tujuan dan orientasi mempertahankan kebudayaan dari segi kerakyatan. WOJN. BOEROENANG Salah satu lukisan Nieuwenkamp FUN ELECTRIC AIR CONDITIONER Kembali ke soal fenomena di Bali, Putra Agung mengatakan, melihat perkembangan Bali sejak sepuluh tahun terakhir ini, dalam hal menentukan cagub (calon gubernur) juga memiliki sasaran. Sebab, suatu politik adalah mencapai tujuan/sasaran tertentu. Lalu apa yang dicari seniman dan budayawan Bali dalam kaitannya dengan pencalo- nan cagub. Menurutnya, fenomena seniman dan budayawan Bali berpolitik punya ke- pentingan tersendiri, sama halnya dengan kepentingan profesi lainnya. "Apabila krite- ria cagub hanya kemampuan budaya, tentu kapasitas dalam memimpin Bali perlu diper- tanyakan," katanya. Sebab, ke- pala daerah atau wilayah se- lain memiliki keahlian terten- tu, juga seorang negarawan yang andal. Sikap dan perilaku kenegarawanannya yang pen- ting di sini. Wajar-wajar saja, kata dia, apabila seniman dan buda- yawan mencalonkan figur yang menguasai seni dan ke- budayaan. Mengapa? Bali saat sekarang menghadapi tan- tangan yang berat. Apalagi Bali sedang menghadapi erosi budaya. Artinya, pemimpin di Bali perlu berorientasi budaya. Tentu tidak saja pada tataran kebudayaan, juga pada aspek- aspek lainnya. Gubernur di Bali bisa me- nampung semua aspirasi dari semua golongan. Jangan hanya, karena teman dekat- nya, lalu aspirasi teman dekat nya tadi disetujui. Ini yang tidak benar. Gubernur menda- tang jangan sebatas ahli pada bidang tertentu, lalu dipakai sebagai kriteria. Belum tentu keahliannya bisa dipakai memimpin Bali pada masa depan. Alangkah baiknya, guber- nur nanti selain menguasai seni dan budaya, juga me- nguasai bidang-bidang ilmu yang lainnya seperti ekonomi, sosial, hukum, dll. Yang pa- ling pokok, seorang gubernur adalah seorang negarawan tulen. Artinya, gubernur tidak mementingkan kelompoknya, tetapi bisa menampung semua aspirasi rakyat," kata dosen senior Faksas Unud itu. Dicontohkan, mantan Gu- bernur Bali Prof. Ida Bagus Mantra. Selain budayawan, juga seorang negarawan. IB Mantra, ketika menjabat Gu- bernur Bali, banyak men- curahkan perhatiannya pada kesenian dan kebudayaan. Begitu juga Presiden RI perta- ma Ir. Soekarno, adalah seo- rang insinyur, seniman, bu- dayawan, politikus, dan seo- rang negarawan tulen Hal senada diungkapkan pengamat sosial dan hukum Wayan Candra, S.H. Ia yang selalu mengikuti perkembang an berita-berita bakal calon Gubernur Bali di Bali Post, mengatakan, semua calon yang diajukan berkualitas. Kemampuan intelektualnya bisa dilihat dari jenjang pen- didikan dan pengalaman. Menurut Candra, dari mana pun asalnya dan apa pun profesinya, Cagub Bali tidak jadi masalah. Bagaimana jika yang memimpin Bali sosok bu- dayawan? "Tidak masalah," kata Wayan Candra, salah se- orang advokat yang tinggal di Denpasar. Yang penting ada- lah sikap mental pemimpin- nya. Di Bali sekarang banyak yang pintar dan banyak orang yang kaya. "Apabila sikap mentalnya yang bobrok dan hanya berpikir untuk menjual Bali, ini pola pikir pemimpin yang keliru." Justru Keharusan Lantas bagaimana panda- ngan seniman sendiri? Drs. Nyoman Gunarsa yang baru- baru ini juga datang ke DPRD Bali atas nama galeri, sang- gar, dan pemilik museum un- tuk memberikan dukungan kepada Prof. Dr. I Made Ban- dem sebagai calon Gubernur Bali periode 1998-2003 me- nilai hal ini sebagai sesuatu yang wajar, malah sebagai ke- harusan. "Jangan apriori begitu. Kami bukan latah sekadar ikut-ikutan. Ini hati nurani seniman dan pengamat seni yang merasa terpanggil dan tergerak untuk ikut berparti- sipasi," paparnya. Bahkan, kata pelukis yang juga pemilik Museum Seni Lukis Klasik Bali di Klung- kung dan Museum Seni Lukis Kontemporer Indonesia di Yog- yakarta itu, suatu keharusan seniman itu peka terhadap apa yang terjadi di lingkungan- nya. "Apalagi soal suksesi kepemimpinan, ini kan per- soalan mendasar yang harus kita pikirkan bersama-sama. Jadi jangan buru-buru dicu- rigai ada apa-apanya," papar pelukis yang dijuluki para kritisi itu sebagai "si tangan emas". Gunarsa bahkan mengajak agar seniman pada masa- masa datang lebih gencar dan lebih berani menyampaikan aspirasinya. "Seniman se- karang kan banyak yang in- telek, banyak yang keluaran kampus. Jadi seharusnya le- bih peka dan lebih tahu peta politik, apakah politik seni, politik kebudayaan, maupun politik dalam arti yang sebe- narnya. Jadi, sekarang kan tidak zamannya seniman han- ya puas berkarya, menghasil- kan karya yang bagus lantas laku, selesai. Tidak, kita se- bagai warga masyarakat di- tuntut lebih progres, lebih ak- tif, dan lebih dinamik dalam menanggapi dinamika za- man," tandasnya menggebu- gebu. Sementara Drs. Wayan Sika, ketua Sanggar Dewata Indonesia, mengatakan apa yang dilakukan itu sebagai kepedulian seniman terhadap persoalan Bali. "Ini kan mun- cul dari dorongan hati nurani, dan sudah tak zamannya se- niman hanya bisa berkarya. Sebagai seniman, kami juga punya pemikiran dan gagasan, serta tanggapan terhadap per- soalan daerah," paparnya. Lebih jauh, Gunarsa yang mantan dosen ISI Yogyakarta itu menekankan, yang terpen- ting seniman tetap berpegang pada kata hati nurani dan tu- juan demi perbaikan. "Oleh karena, biasanya seniman kan lebih tajam dan objektif dalam memandang persoalan. Jadi, jangan terbawa emosi atau pamrih. Seniman biasanya le- bih jujur dan lebih bertang- gung jawab terhadap sikap- nya," papar Gunarsa bangga terhadap seniman-seniman Bali yang mulai peka terhadap persoalan-persoalan yang di- hadapi masyarakatnya. (sut/tra) Halaman 7 Prasi Seniman dan Politik SEJAK awal seseorang memutuskan dirinya sebagai se- niman, dalam lingkup yang paling kecil bisa dikatakan berpoli- tik. Oleh karena dalam proses kreatifnya ada obsesi untuk mem- pengaruhi orang baik disengaja maupun tanpa disadari. Seorang penulis puisi "berusaha" mempengaruhi masyarakat dengan rangkaian kata-kata. Demikian pula pe- lukis, dengan sapuan kuasnya dia ingin menyampaikan se- suatu. Masyarakat pun menerima pengaruh yang disampai- kan seniman, lalu terdorong melakukan sesuatu, baik tindakan yang secara sadar dilakukannya sebagai hasil dari pengaruh karya seni, maupun tidakan yang kemudian timbul sebagai akumulasi dari berbagai pengaruh karya seni yang masuk tan- pa disadari. Seniman film Hollywood selama ini secara sengaja dan ter- struktur menjadi "humas" politik luar negeri Amerika Serikat. Film yang dihasilkan, terutama yang berhubungan dengan negara luar, sangat sejajar dengan kebijakan politik negara- nya. Lihat saja film-film perang yang diproduksi saat Amerika terlibat perang dengan Vietnam: selalu yang menang tentara Amerika. Baru setelah perang usai dan peperangan tersebut dievaluasi, lantas muncul film "Platoon" yang menceritakan ten- tara Amerika kalah melawan para Vietkong. Tanpa disadari masyarakat penonton, khususnya di luar Amerika, kemudian menilai benar semua tindakan Amerika sebagai polisi dunia. Penonton yang sudah dicekoki "hero" le- wat film macam "Rambo" kemudian tanpa disadari "memeta- kan" musuh Amerika seperti negara-negara Amerika Latin, Rusia, dan Timur Tengah sebagai musuh dirinya, misalnya tim- bul perasaan apriori terhadap lawan Amerika. Ini terlihat jelas saat Perang Teluk. Di dunia sastra, pengarang mengekspresikan pengalaman dan pandangan hidup diri dan masyarakatnya. Walau sesung- guhnya sebuah karya tidak sepenuhnya merekam kehidupan itu sendiri, telah mewakili masyarakat di zamannya. Namun secara nyata sangat sulit membedakan apakah sebuah karya sastra kemudian benar-benar berasal dari kehendak mewakili atau memperjuangkan ketidakbenaran yang ditemuinya dan kemudian memiliki dampak besar dalam mempengaruhi masyarakat? Namun asumsi ini tampaknya sama-sama dibe- narkan baik oleh seniman, masyarakat maupun penguasa. Buktinya, pemilik kekuasaan cenderung memperketat ruang gerak seniman karena dianggap mempengaruhi masyarakat. Sebagai contoh, peraih Nobel sastra tahun 1958, Boris Paster- nak dari Rusia, harus tersingkir dari negaranya karena puisi dan novelnya dianggap mengancam rezim yang sedang berkuasa. Demikian pula Vaclav Havel dari Cekoslovakia, yang kenyang masuk keluar penjara karena dianggap puisinya me- ngandung bahaya oleh partai komunis yang sedang berkuasa. Di Indonesia tidak kurang seniman yang dibatasi ruang ge- raknya. Penyair WS Rendra sempat tak boleh tampil mem- bacakan puisinya dan dijebloskan ke penjara, demikian pula EmhaAinun Najib, penyanyi balada Iwan Fals, dan Teater Koma. Selain itu, banyak buku-buku sastra dicabut izin edamya kare- na dianggap memiliki muatan-muatan politik yang bisa meru- sák persatuan dan kesatuan bangsa. Namun tidak jarang seniman dipakai sebagai alat politik. Sebelum tahun 1965 kesenian tari janger dipakai sebagai alat propaganda politik oleh masing-masing partai yang ada pada saat itu. Demikian pula saat masa kampanye Pemilu 1997, fenomena tersebut kembali muncul, bukan lagi janger, tetapi genjek yang hampir mirip janger-namun lebih informal dan bebas pakemnya. *** SENIMAN terkadang harus berjuang di luar bidangnya un- tuk "mewakili" masyarakat, bila apa yang selama ini dipakai untuk menyuarakan "hati nurani masyarakat" buntu. Ratna Sarumpaet turun ke jalan (demonstrasi), meneriakkan ketidakadilan yang menimpa kaum buruh, saat "Marsinah Menggugat sebuah karya teater yang dimainkan Satu Me- rah Panggung, kelompok teater yang dipimpinnya-tidak boleh dipentaskan di beberapa kota besar. Demikian pula Vaclav Havel yang masuk ke kancah politik praktis, ketika puisinya tidak dibiarkan bicara oleh penguasa, dan ini membawanya menjadi Presiden Ceko (Cekoslovakia pisah setelah komunis bubar) tahun 1993. Hal yang hampir sama dilakukan penyanyi rock kenamaan Sting. Untuk menye- lamatkan hutan tropis di Brazil, dia membawa suku aslinya ke- liling dunia untuk mengkampanyekan anti perusakan hutan tro- pis, karena dia merasa lagu-lagunya tidak begitu efektif untuk mengubah perilaku masyarakat terhadap hutan. Iwan Darmawan BEST VALUE BREAK Daily PACKAGE TOUR TANAH LOT from USD 18 KINTAMANI from USD 20 SINGAPORE from USD 235 AUSTRALIA from USD 437 BROMO from USD 100 E ORIENT EXPRESS JL.Ngurah Rai By Pass Sanur, Bali Fax: 287888 Telp: 288188 SINDU ALUMINIUM C. 16727 Improved performance and more compact indoor equipment is achieved through the use of an original new lambda-shaped heat exchanger. Konstruksi Baja, Pintu Harmonika model plat roll, Rolling door. Kusen Aluminium, Rak Aluminium, Tenda Krei, Railling Tangga Aluminium, STAINLESS STEEL JL. P. BACAN 27 TELP.224778, 222538 FAX. 224778 DENPASAR Vertikal Blinds, Kasa Nyamuk JL. TEUKU UMAR 123 BLOK 17, TELP.239781 2cm C. 15169 C. 19001 Feature Outdoor Unit with Rust-Proof PlasticBody (For RSW-97/97R/127/127R) Rust-Free Plastic Body with Sturdy Design for Long Service Life, Compact Size and Light Weight. Featur 2 Powerful Output in spite of small size i Compact Design Indoor Unit Though the indoor unit is compact, it features a large, high pressure cross fan (90 mm diameter) in a center mounted configuration and a lambda-type heat exchanger to provide plenty of power. The extra long diffuser provides a wide flow opening for air, This ensures a large air flow volume over a wide area to cool or heat all areas of the room. Beautiful Designs and Quiet Operation Utilizing a radiating type exhaust grille, the outdoor unit achieves beautiful design and quiet operation Hubungi Dealer-Dealer Kami yang terdekat : KRIDA DEWATA, Telp. 241481 CV. KARYA MAS Telp. 239181 26cm Auto Swing Louver 7-step air directions with auto swing louver. Horizontal Cooling Air Flow SWING Powerful horizontal cooling air flow lowers room temperature from upper side to lower side gradually to prevent too cool floor temperature. Conventional Model SURYA JAYA Telp. 422254 Fuji Denki Sosetsu CO. LTD Japan C.16456 UD. KARYA SUCI Telp. 461523 TWIN ENGINEERING Telp. 238516 CV. SATRIA TEKNIK Telp. 484129 OSAKA Telp. 234665 PALAPA AGUNG Telp. 225721 DIRGANTARA Telp. 423258 GORO JAYA Telp. 226832 TRIO ELECTRONIC Telp. 228451 Distributor Bali, Nusra: CV Jaya Teknik JI. Nusa Indah 54 Denpasar Telp. 236743 JIMS. JAKARTA INSTITUTE OF MANAGEMENT STUDIES Akreditasi: World Association of Universities and Colleges GO GLOBAL BAUG Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas SDM Di Bidang Manajemen, Kami Memberikan Kesempatan Kepada Para Lulusan SLTA/DIII/S1/S2 Untuk Mengikuti Program Pendidikan Berakreditasi Global BBA-MBA-Ph.D Program ini diselenggarakan oleh JIMS yang telah diakreditasi penuh oleh World Association of Universities and Colleges (WAUC) sebuah Lembaga Asosiasi Universitas-Universitas dan Sekolah Tinggi di Amerika, untuk menyelenggarakan Program Pendidikan dan memberikan Gelar Akademik bertaraf Internasional. Setelah Sukses Angkatan 1, dibuka kesempatan Pendaftaran bagi Angkatan II Program MBA dan Program Eksklusif Ph.D Hubungi: Sekretariat JIMS JI. Raya Hayam Wuruk 240 Telp. (0361) 246703 Fax: (0361) 246702 Denpasar - Bali C. 15461 a 00 QANTAS THE SPIRIT OF AUSTRALIA engan QANTAS The m program GEBYAR ggal 02-05 Mei 1998. batas! Color Rendition Chart
