Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-04-23
Halaman: 05

Konten


4cm 2cm n, 23 April 1998 Kamis Pon, 23 April 1998 Global an Khalifah Umar bin ab. Dalam bahasa popul- moko sewaktu menjadi n, disebutnya komunika bung rasa. pemimpin Mudjitahid n cerdas mengajarkan perlunya seorang mpin memahami ma- atnya. Mudjitahid men- bahwa untuk menyuruh hidup bersih, diri sendi- s lebih dulu bersih. Men- kan rakyat hidup seder- hendaknya diri kita lebih helakukannya. Walhasil, perbuatan bukan cuma mpu menghindarkan ter mpang tindih sebut mis- an agama. menantikan tokoh yang Hi gubernur periode 1998- a tokoh NTB, di antaran- Syekh H. Zainuddin Ab- utra daerah yang paham masyarakat NTB gtak retak. Itu harus di- Tetapi dengan keung- itahid (60) bisa menjadi hadap kerinduan orang d begitu tinggi apresias- r lokal? Tak lain karena ngah kultur desa, tepat- hatan Kediri di Lombok. lingkungan santri, men- di sekolah agama di desa. terik atau penuh dengan menggemaskan. adid m H. Lalu Akbar, telah djitahid untuk selalu bek- miliki akhlak mulia. Ma- gai pribadi ia sukses tetapi erniasih, ia mampu mem- ah. ●Muslimin Hamzah asuknya Daerah n Kamis ini (23/4) untuk kukan investigasi terhadap akit anjing" gila" ini. tempat terpisah Ketua Pel- a Perbakin NTT Mayor (Inf) litonga telah menyatakan nggupanya mengerahkan tanya untuk membantu la Flores Timur menembak g liar yang diduga telah gidap penyakit rabies di ah itu. Kalau hasil pemeriksaan ratorium menunjukkan a banyak anjing di Flotim gidap penyakit rabies anggota Perbakin NTT membantu menembak g-anjing tersebut. Saya mengerahkan penem- penembak jitu untuk "kata Siliton- umpasnya, (eny) Kegagalan lagi (rekanalisasi) jika ter- Kemungkinan yang tak di- kan. Untuk memiliki anak anjut Soesbandoro, bisa saja elayanan rekanalisasi bisa ukan di Surabaya, Ujung- ang, Medan dan Jakarta. entara pelayanan pemasan- ontap sudah bisa dilakukan ataram. NTB sudah memili- aparoscopi di beberapa ke- atan seperti Tanjung dan mada. Tahun ini direncana- penambahan 10 laparoscopi na minat masyarakat yang in tinggi. enurut Kepala BKKBN Drs.DN Sutrisno, pemasan kontap dengan sistem tem- ini hanya menghabiskan a Rp 100 ribu hingga Rp 250 Saat ini, pemerintah mem- Kan subsidi dana Rp 40 ribu casus bagi pelaksana kontap. in 1997/98 ditargetkan 1500 ptor kontap, tahun berikut- 3000. rmasi Menteri (057) eri pemerintah/swasta, UU monopoli dan oligopoli, UU mankan, Revisi terhadap PP 994 dalam bentuk produk andangan yang lebih tinggi andingkan PP, Devense tax, geterisasi setiap penggalan- dana publik, Desentralisasi rah dalam bidang keuangan, a lembaga audit kekayaan bat. Sementara itu, Drs. Sam Abe Pareno, wartawan senior endapat dengan mahasiswa. mpus ini menolak menteri suk kampus untuk melakukan og dengan mahasiswa," kata ng Sam, yang juga PD I kom Unitomo, ketika tampil mimbar bebas. a juga tidak sependapat den- Mendikbud, Wiranto Arismu- dar, bahwa aksi mahasiswa rupakan kegiatan politik prak- Aksi mahasiswa bukan keg- n politik praktis," tambahnya. Abede Pareno juga mengkri sejumlah pejabat kabinet VII. Usai rapat akbar, ratusan hasiswa dari 17 perguruan gise-Surabaya pulang dengan an kaki. Tidak seperti biasan- long march mahasiswa tidak ga oleh polisi dalmas. Bahkan, hasiswa bebas melakukan march dengan dikawal poli- alu lintas jalan. untuk mengaman (079) Harian untuk Umum Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila Terbit Sejak 16 Agustus 1948 Tajuk Rencana Reformasi Ekonomi dari Sisi Penyehatan Perbankan Bali Post Halaman 5 Gubernur Bali Esok Pemimpin Masa Depan yang SIAPA Gubernur Bali periode 1998-2003 mendatang? Belum ada satu pihak pun yang sampai hari ini berani memastikannya. Sudah lebih dari 30 orang yang dicalonkan oleh berbagai kelompok masyarakat. Kalau- pun ada sudah bisa meyakinkan seratus persen bahwa seseorang pasti bakal jadi gubernur, maka ada dua kemungkinan. Pertama, ske- nario calon gubernur sudah dirancang sejak awal, yang berarti demokra- si kita bak sinetron TV yang sarat kecengengan. Kedua, orang yang bisa ADA dua hal yang menjadi sorotan masyarakat memastikan siapa calon jadi gubernur sebelum proses penjaringan, pe- berkaitan dengan reformasi ekonomi dari sisi penyehatan milihan di DPRD dan penetapan oleh Mendagri, pastilah orang yang tak- itulah yang menjadi kunci suk- 41) secara tegas menyatakan lukisan, adat dan budaya, perbankan. Pertama, arah suku bunga deposito yang belakangan ini melejit tinggi menyusul kenaikan suku abur dan merasa lebih tahu dari kehendak Tuhan. bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Setelah Selasa (21/4) bunga SBI dinaikkan lagi dari sekitar 45% menjadi maksimum 50%, diperkirakan suku bunga deposito akan meningkat pula, menjadi lebih dari 47,5%, bahkan lebih dari 50%. Sekalipun mungkin kenaikan suku bunga ini bisa mengerem kenaikan harga dolar AS atau memperkuat nilai tukar rupiah, efektivitasnya untuk mengerem laju inflasi masih bisa dipertanyakan. Dalam kenyataannya, harga barang umumnya sudah naik tinggi sekali dan masih cenderung naik lagi, karena masyarakat masih belum memiliki gambaran jelas arah situasi ekonomi yang bakal terjadi. Padahal inflasi kali ini tidak sepenuhnya merupakan fungsi dari jumlah uang yang beredar. Kenaikan suku bunga deposito mungkin bisa menyerap sebagian uang yang beredar, tetapi sebagian uang lagi diduga masih berada di kantong pemiliknya yang menanti-nanti kejelasan situasi. Di kalangan mereka ini masih ada beberapa pilihan untuk menempatkan uangnya, dan tidak semata-mata pada deposito berjangka. Kalaupun pilihan mereka deposito berjangka, jangka waktu yang dipilih pasti yang terpendek. Sementara itu penguatan nilai tukar rupiah sebagai akibat yang diharapkan dari kenaikan bunga SBI mungkin bersifat sementara. Para pemilik uang akan menganalisis kekuatan pemerintah dalam mempertahankan stagnasi ekonomi akibat mengerutnya investasi. Kenaikan suku bunga akan mengurangi rangsangan orang berinvestasi, selain menghambat pengembalian utang pengusaha yang kelabakan dengan suku bunga supertinggi. Dampak berikutnya akan terjadi banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan meluasnya pengangguran. Kedua, perihal tuntutan transparansi bank-bank bermasalah yang kini ditangani BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional). Setelah 14 bank bermasalah yang termasuk dalam kategori "dibekukan" dan "diambil alih manajemennya' diumumkan pemerintah, kini 40 bank lainnya dalam pengawasan BPPN. Ke-40 bank dalam pengawasan BPPN itu, 3 BUMN, 11 BPD dan 26 bank swasta. Meski kemudian diumumkan, 10 bank dibebaskan dari pengawasan BPPN karena telah mulai sehat. Di beberapa tempat sebagian masyarakat sebelumnya sudah mendapatkan selebaran berisi daftar 40 bank bermasalah itu dengan berbagai versi. Sehingga bank- bank tersebut sudah mengalami dampaknya, mengalami rush. Bahkan bank yang tidak termasuk dalam selebaran itu pun ikut terkena getahnya. Jauh-jauh hari sebelum ini banyak warga masyarakat kita yang sudah menduga-duga bank-bank yang dimaksud, baik dari hasil analisis sendiri maupun setelah mendengar dari komentar pakar atau membaca dari selebaran yang gencar beredar dalam beberapa versi. Dengan fakta ini diperkirakan rush yang dikhawatirkan itu tidaklah terlalu besar. Hal itu mengingat banyak warga masyarakat yang jauh sebelumnya sudah mentransfer uang mereka ke bank lain yang dianggap aman atau menyimpannya "di bawah bantal". Pengumuman nama-nama ke-40 bank bermasalah itu mungkin bukan jaminan normalnya perekonomian seketika. Namun, sebagai langkah awal, reformasi ini bagus, sehingga masyarakat mendapatkan fakta yang transparan dan tidak merasa "dibohongi" pemilik bank. Langkah penyehatan perbankan ini hendaknya tetap diikuti langkah-kangkah sejenis dalam berbagai bidang lainnya, secara drastis dan tegas walaupun pahit rasanya. Yang penting asal adil, transparan, konsisten dan konsekuen, tidak pandang bulu, tidak terkecuali yang menyangkut orang penting. Dengan demikian kepercayaan masyarakat akan bisa dipupuk kembali. Sesungguhnya yang penting sekarang adalah keterbukaan, sebagai dasar pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap institusi ekonomi dan politik. Rapuhnya kepercayaan ini mengakibatkan fondasi reformasi juga terkikis. Jadi kebijakan reformasi ekonomi mestinya tidak dijadikan tujuan, tetapi jadikan sebagai pembuka jalan untuk melakukan penyehatan perekonomian secara keseluruhan. Pil pahit hendaknya diterima dengan jiwa besar, sebab konsekuensi sebuah reformasi akan mengakibatkan adanya pihak-pihak yang dirugikan. Surat Persyaratan Pembaca : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM Kriteria Sebenarnya yang lebih me narik dari fenomena suksesi kepemimpinan di daerah Bali ini bukan pada "siapa"-nya, tetapi lebih kepada apa yang sering dilontarkan banyak pengamat sebagai visi dan misi calon gubernur mendatang. Mengapa misi dan visi itu sedemikian penting, lantaran gubernur Bali mendatang ada- lah pemimpin yang akan menghadapi tantangan abad industrialisasi, era informasi, dan globalisasi. Persyaratan normatif dan syarat khusus sudah jelas di- gariskan oleh kesepakatan frak- si-fraksi di DPRD Tingkat I Bali. Butir ke-4 dari syarat khusus yang ditambahkan DPRD juga jelas-jelas menyatakan bahwa calon gubernur harus memiliki wawasan visi jauh ke depan dalam mengantisipasi era glo- balisasi atau kesejagadan yang penuh dengan tantangan, gang- guan, hambatan, ancaman, dan perubahan yang makin cepat dan kompleks. Hanya, sejak awal Mochtar Oleh Chusmeru Lubis (1985: 33) sudah mengi- ngatkan bahwa masyarakat kita, sebagaimana masyarakat negara berkembang lain dicap sebagai soft states, negara yang empuk dan lemah. Lemah dalam disiplin sosial dan mo- ral, korupsi yang merajalela, disiplin hukum yang amat kendur. Masyarakat kita juga tersohor dengan kemunafikan nya, rajin melontarkan slogan- slogan yang tidak pernah di- laksanakan, dan rajin pula menumpuk kekayaan dengan cara ilegal. Jika benar peringatan Mo- chtar Lubis itu, betapa riskan wakil rakyat kita di DPRD Bali untuk memilih calon gu bernur yang sekaligus calon pemimpin masa depan. Con- toh kasus berkaitan dengan peringatan itu sudah sangat bertumpuk. Meningkatnya kader merkuri di Teluk Jakar- ta dan sungai-sungai di Sura- baya tiada lain disebabkan lim- bah industri; dan tentu saja ak- ibat lemahnya pengawasan aparat pemerintahan di dae- rah itu. Mudah-mudahan wakil bangan yang selalu terlontar, melakukan rekayasa teknolo- teknologi. Pembangunan juga sebagaimana disindir Mochtar gi untuk kesejahteraan mas- digerakkan dorongan-doron- rakyat kita di DPRD Bali Lubis adalah: "apa buat saya, yarakat? Jawabnya, sesunggu- gan yang terkandung dalam mempunyai kepekaan untuk atau berapa buat saya". hnya sangat mudah. Adakah batin manusia, seperti tercer- menangkap tanda-tanda za- Pemimpin Intelektual di antara sekian calon guber- min dalam keyakinan religius man. Jika tidak, calon guber- nur yang sekadar "asal ada" Siapa pun gubernur Bali nur yang tahu, mampu dan dan moral. Bali adalah daerah yang atau "asal dititipkan", apalagi mendatang sudah pasti ditun- menguasai iptek untuk kese- tut untuk menciptakan kesejahteraan rakyat. Jika ada se- sangat unik, spesifik, sekaligus produk nepotisme justru akan jahteraan rakyatnya. Hanya lesai sudah hiruk-pikuk pen- sarat kompleksitas permasala- menjadi bumerang bagi pem- han. Pariwisata, pertanian, bangunan masyarakat pada cara, teknik, dan strategi pen- gajuan calon gubernur Bali. Apalagi Soedjatmoko (1987: garmen, kerajinan, patung, masa datang. ciptaan kesejahteraan rakyat ses pemimpin daerah di masa bahwa ada lima ciri pemimpin keindahan alam, betapapun depan. Kunci sukses itu san- masyarakat yang berhasil dalam kurun waktu menda- gat tergantung pada derajat in- menyesuaikan diri dengan tan- tang pasti akan bersentuhan telektualitas sang calon guber- tangan masa depan. dengan ilmu pengetahuan dan Pertama, mereka harus teknologi. Hanya calon guber- bersifat fleksibel dan inovatif, nur yang akrab dengan iptek- tidak terjebak dalam konsep- lah yang mampu menjawab konsep yang usang agar terus tantangan Bali di masa depan. dapat mengambil prakarsa baru dalam menempuh arah baru pembangunan. nur. Kedua, harus terbiasa me- nerapkan hasil mutakhir dalam bidang sains dan teknologi. Ketiga, berakal penuh dalam kebudayaan yang menopang masyarakat yang ingin mereka layani serta mampu untuk mengaitkan sasaran-sasaran masyarakat itu dengan arus perkembang- an di dunia internasional. Sebuah contoh diungkap Untuk Bali, kasus Jakarta kan Filino Harahap (dalam YB dan Surabaya tersebut sangat Mangun Wijaya, 1983: 9). berpeluang hadir. Daftar pan- Dalam rangka Tri Dharma jang pencemaran lingkungan Perguruan Tinggi, di ITB di- akibat limbah hotel, industri lakukan dua jenis pemindah- garmen, perusakan terumbu an teknologi, yaitu pemindah- karang, pelanggaran batas an teknologi tidak langsung di sempadan pantai, pelanggaran mana teknologi itu berpindah jalur hijau, dan proyek-proyek melalui sarjana lulusan yang fisik lain sudah terinventarisa- terjun ke dalam masyarakat. si. Jika demikian, siapa yang Lantas ada pemindahan layak menjadi pemimpin yang teknologi langsung di mana se sanggup mengantisipasi per- mua unsur dosen dan maha- masalahan tersebut? Jawab- siswa ITB melakukan proses nya jelas orang yang tahu dan penelitian dan pengabdian menguasai ilmu pengetahuan masyarakat yang menghasil- dan teknologi (iptek). Tidak kan teknologi atau unsur-un- Keempat, pemimpin masa mengherankan jika sedari sur teknologi tertentu yang ke- awal orang memprediksi bah- mudian secara langsung di- depan hendaknya menghada- wa BJ Habibie bakal menjadi pindahkan, diterapkan dan di- pi tugas belajar yang teramat manfaatkan dalam masya- sukar itu dengan rendah hati, rakat untuk pembangunan. karena menyadari bahwa us- pemimpin bangsa. Contohnya, pemindahan aha manusia itu bisa meng- teknologi yang dikembangkan hasilkan kearifan dan ke- dalam program ruang angkasa tololan. untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan industri kera- jinan rumah tangga di pedesaan. Itu pun jika birokrasi pe- merintahan di daerah sangat kreatif, inovatif dan sensitif terhadap perkembangan pros- es industrialisasi. Sayangnya, birokrasi pemerintahan daer- ah di Tanah Air ini sudah sedemikian gawat. Korupsi sudah menjadi wabah dan "penyakit" turunan dari satu pejabat ke pejabat lain. Pertim- Masalahnya untuk Bali; adakah dari 30 lebih calon gu- bernur itu yang mampu Kelima, pemimpin, dalam hal ini calon gubernur Bali di kemudian hari hendaknya sa- dar sepenuhnya bahwa pem- bangunan itu jauh lebih luas dan rumit daripada sekadar obat mujarab dalam bidang Kata Kunci TKI Bermasalah: Ilegal dan Taikong MENGALIRNYA tenaga kerja ilegal dari Indonesia ke Malaysia menimbulkan beberapa permasalahan, seperti kejahatan penodongan, pemerkosaan, perampo- kan dan pembunuhan. Lee (1988) melaporkan bahwa 85 persen dari berbagai keja- hatan tersebut dilakukan oleh migran ilegal, termasuk migran yang datang dari Indonesia. Oleh Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra tempat simpul-simpul yang rawan. Implikasi Kebijakan Departemen Tenaga Kerja ja yang ke Malaysia meng- gunakan jalur legal. Semua bentuk kolusi dan korupsi un- tuk memperlancar pengiriman tenaga kerja lewat jalur ilegal harus diberantas. rakat ekonomi bawah. Ketida- khadiran petugas dari Dep- naker di wilayah ini yang se harusnya dapat memberi- kan informasi tentang jalur perlu mempelajari strategi resmi (legal) yang lebih baik yang digunakan para taikong dan aman dibandingkan de- untuk membujuk calon TKI ngan jalur ilegal, memungkin- yang akan pergi ke Malaysia. kan para taikong dapat ber- Kemudian strategi para gerak lebih leluasa. Taikong taikong ini perlu diimbangi menciptakan ketergantungan, oleh strategi yang lebih jitu rah tadah hujan, keterbatasan jaringan migran ilegal yang calon TKI yang menyebabkan dengan bersifat proaktif dalam kesempatan kerja, serta sering disebutaladestin migra- TKI bersangkutan tidak da- usaha menggiring tenaga ker- rendahnya tingkat pendidikan tion, yaitu sebuah jaringan pat menghindar dan kemudi- mengkondisikan para calon yang bekerja terselubung, an masuk ke dalam perangkap TKI untuk memilih jalur ile- tidak berbentuk, tetapi memi- jaringan mereka. Setelah para galds liki pengaruh cukup kuat, ter- TKI terperangkap dalam ja- utama di dalam masyarakat ring-jaring migrasi ilegal yang yang terdapat banyak tenaga dibentuk para taikong, maka Jalur legal yang dipandang kerja potensial yang tidak me- dapat diibaratkan seperti ikan miliki pekerjaan tetap. Jarin- yang sangat mulus masuk ke berbelit-belit perlu disederha- gan ini cukup kuat karena sebuah bubu, tetapi sulit un- nakan. Para calon TKI yang pada tingkat tertentu mampu tuk keluar. Para TKI mulai ke- belum mempunyai uang perlu menjalin lobi melalui organisa- hilangan kemerdekaannya, diberi kredit lunak oleh bank si maupun perorangan di lem- mereka harus melakukan se- yang ditugaskan, dan uang baga pemerintahan, khusus- suatu sesuai dengan kehendak tersebut dikembalikan setelah nya lembaga-lembaga yang para taikong, bahkan tidak mereka kembali dari Malay- berkaitan dengan aktivitas ke- jarang sebelum mendarat di sia. Selain itu, dalam menjaga luar dan masuk individu-indi- pantai Malaysia mereka diter- hubungan baik antara pemer- vidu, seperti pengawasan junkan ke laut dan harus ber- intah Indonesia dan kerajaan antarnegara, baik negara asal enang menuju pantai. Banyak Malaysia, pemerintah Indone maupun negara tujuan. di antara mereka yang akhir- sia perlu mengimbau pihak Di Kabupaten Lombok Te- kerajaan Malaysia, agar peru- ngah terdapat ratusan taikong sahaan-perusahaan yang tenaga kerja yang beraktivitas mempekerjakan TKI hanya secara ilegal. Bentuk percaloan menerima TKI yang ke- tenaga kerja tersebut hampir berangkatannya lewat jalur dapat dikatakan dilegitimasi legal, dan perusahaan yang secara sosial oleh masyarakat mempekerjakan TKI ilegal setempat sehingga ruang ge- perlu dikenai sanksi. raknya begitu leluasa. Para Peran Taikong taikong menarik simpati teru- Para taikong membentuk tama dari kelompok masya- Pemerintah kerajaan Ma- laysia selalu berupaya memu- langkan para TKI gelap terse- but kembali ke Indonesia. Na- mun upaya pemulangan terse- but tidaklah berjalan lancar, disebabkan banyak di antara Pengiriman TKI melalui mereka tidak mau dikembali- jalur formal yang dikoordinasi kan ke Indonesia, bahkan ada kan oleh Departemen Tenaga yang berusaha lari dari kamp- Kerja masih dirasakan sangat kamp penampungan dan tidak birokratis. Proses pengurusan jarang terjadi bentrok fisik an- yang berbelit-belit, menghabis- tara para TKI dengan aparat kan waktu dan biaya yang keamanan kerajaan Malaysia. tidak sedikit, serta masa tung- Status ilegal yang dimiliki gu yang lama-rata-rata satu para TKI merupakan sumber tahun sejak pendaftaran hing- dari semua masalah, baik yang ga pemberangkatan dihadapi para TKI, maupun yang dihadapi pemerintah Ma- laysia. Permasalahan ini dikhawatirkan akan menye- babkan ketidakharmonisan hubungan antara Indonesia dan Malaysia. Alasan Jalur Ilegal Penelitian yang dilakukan pada tahun 1997 di Kabupa- menyebabkan para calon TKI lebih memilih jalur ilegal. Mo- bilitas yang dilakukan para TKI melalui jalur ilegal teruta- ma yang melalui calo atau taikong jauh lebih mudah, le- bih cepat dan biaya yang dike- luarkan lebih murah. Seringka- li calo menawarkan berbagai kemudahan, seperti biaya per- ten Lombok Tengah-daerah jalanan relatif murah dan da- asal sebagian besar TKI ilegal pat diangsur setelah bekerja di Malaysia-menyimpulkan, dengan persyaratan tertentu. keadaan fisik wilayah yang se- bagian besar merupakan dae- Dalam Dialog jangan Curiga sini diperlukan keseragaman penggunaan bahasa antara pe Makna hakiki dialog ter- perikemanusiaan. jabat di bawah dan pejabat di cantum dalam Batang Tubuh Kesediaan Presiden Soe- atasnya, sehingga tidak menim- Undang-Undang Dasar 1945. harto mengadakan dialog den- bulkan kesimpangsiuran pema- Dalam pasal 28 Undang-Un- gan mahasiswa merupakan haman. Apabila kita sebagai dang Dasar 1945 disebutkan cermin bahwa Presiden telah pejabat bawahan tidak dapat bahwa kemerdekaan ber- mencermati isi dan jiwa Un- memastikan apa yang menjadi serikat dan berkumpul men- dang-Undang Dasar 1945. pemikiran pejabat atasan dan geluarkan pikiran dengan Dengan dialog, segala per- ada wartawan yang mewawan- lisan dan tulisan dan sebagain- masalahan yang mengemuka carainya, lebih baik kita men- ya ditettapkan dengan un- dan yang akan mengemuka gatakan tidak tahu, atau dapat dang-undang. Pasal itu lebih dapat diakumulasi secara te- kita jawab dengan no comment, dipertegas lagi dalam penjela- pat sehingga nantinya dapat kemudian naik ke mobil dinas san tentang Undang-Undang dicarikan formula solusi yang langsung meninggalkan war- Dasar Negara Indonesia yang tepat pula. Dalam berdialog, tawan. Akhirnya, semoga tu- menyatakan bahwa hasrat masing-masing pihak yang ter- lisan ini dapat menjadi petun- bangsa Indonesia memban- libat harus membawa konsep juk kepada kita untuk lebih ber- gunkan negara yang bersifat yang jelas dan bermanfaat un- hati-hati dalam menyampaikan demokratis dan yang hendak tuk kepentingan hajat hidup pendapat, apalagi pendapat itu menyelenggarakan keadilan orang banyak. Dalam berdia- mewakili kepentingan bangsa sosial dan perikemanusiaan. log, kita tidak boleh menaruh dan negara. Sejalan dengan makna hakiki kecurigaan pada konsep yang itu, pendiri negara ini telah ditawarkan pihak lain. Hanya jauh-jauh sebelumnya dengan cara demikian, dialog memikirkan atas dasar apa dapat dikatakan berlangsung negara RI yang diproklamasi- dengan baik dan memperoleh kan 17 Agustus 1945 akan hasil yang efektif. dibentuk. Lalu, tercapailah Persoalan kita sekarang ad- suatu kesepakatan bahwa alah bagaimana dengan ucapan I Putu Gede Purwanayatha Praya, Lombok Dompet Hijau Hilang dompet hijau di Jalan Korupsi Versi Ir. Dodik nya tenggelam karena tidak bisa berenang. Bagi mereka yang selamat tiba di pantai, disekap di suatu gudang dan tidak boleh keluar sebelum taikong Malaysia mengambil- nya. Begitu juga pada waktu kembali ke daerah asal, per- jalanan penuh onak dan duri, mereka diperas dan harus membayar pada petugas di Penulis, guru besar Universitas Gadjah Mada. Golongan dan Pangkat Surat Pembaca Bali Post buat Saudara, seorang PNS "Ini bukan untuk mem- sarakan rakyat. Ketika men- 20/4, judul "Korupsi", yang golongan III tanpa pekerjaan batasi cagub. Cagub Bali jelang kampanye Pemilu ditulis Sdr. Ir. Dodik Ruddy lain, mampu membeli mobil harus golongan IV/E untuk 1997, saat Anda sibuk se- Budhi Utomo, terlalu bersi- dan rumah. Apakah cukup sipil dan pangkat mayor jen- bagai Ketua DPD Golkar/ fat pribadi dan terpaku hanya dari gaji PNS-nya? deral untuk ABRI." Itulah Komandan FKP Anda per- dalam kotak para birokrat. Pendapatan "lain-lain" itu pernyataan yang dilontar- nah berujar akan mengusut Bukan hanya Amien Rais rasanya perlu Saudara tanya- kan Pak Sundria yang tuntas dan mengusahakan seorang yang rajin menye- kan "sumbernya" dari mana. menurutnya sudah ber- uang nasabah BPR Ratnadi nandungkan" pemberantasan Coba hitung, entah berapa dasarkan ketentuan asas ke- keluar sebelum Pemilu 1997. korupsi di negeri ini. Banyak banyak PNS yang macam patutan dan kepantasan Lantas apa realisasinya...? yang berlaku. Saya baru kali Dari acara kebulatan tekad para intelektual kampus, para demikian. praktisi, anggota DPR, hingga Saran saya, hendaknya ini mengetahui tentang pemuda untuk mengaman- beberapa mantan menteri pun Saudara Dodik juga ikut ber- adanya asas tersebut. kan dan menyukseskan mengakui adanya korupsi itu. pikir, "Bagaimana memberan- Mudah-mudahan saja mak- Pemilu 1997 (Bali Post, 21- Kini beberapa Menteri Kabi- tas para koruptor atau yang na yang terkandung dalam 04-1997) hingga berganti net Pembangunan VII, ikut Saudara anggap setan gundul asas tersebut tidak setara dengan tuntutan mahasiswa latah menyenandungkan" Pe- itu?" bukan dengan tidak me- dengan asas "Ada Udang di memperjuangkan reformasi, merintahan yang Bersih dan ngakui keberadaannya. Saya Balik Batu". Tidak mem- belum juga ada wujud Berwibawa (PBB). Jika korup yakin, seyakin-yakinnya mere- batasi tetapi golongan/ kongkret kasus tersebut si itu tidak diakui keberadaan- ka para intelektual kampus, pangkat "harus" ditentukan! tuntas. Dari Golkar menang Jika tidak telat saya me- rakyat senang sampai nya sebagaimana pernyataan praktisi dan anggota DPR kita, Ir. Dodik, saya yakin "lagu sudah tidak lagi pintar asbun, nyampaikan aspirasi, figur akhirnya sembako kolap PBB" tidak lagi disenandung- tetapi bicara berdasarkan data yang diharapkan untuk rakyat makin sengsara, be- pemimpin daerah ini beser- lum ada gambaran yang kan para menteri kita. dan fakta. ta perangkat lain yang men- transparan bagaimana sebe- Bagawan Ekonomi" Indone- dampinginya (eksekutif, leg- narnya posisi kekayaan BPR islatif, yudikatif) hendaknya tersebut dari semula rush, dipastikan di dalam menem- kemudian terlikuidasi, hing- puh kebijakan. Kebijakan ga saat ini, di mana BI dan tersebut mampu melestari- Depkeu telah dipimpin wa- kan nilai-nilai budaya dan jah-wajah baru. sosial religius Bali, mampu mengemban dan mengam- ankan Bhisama PHDI, tidak materialistis, dan tentunya mampu mengantisipasi/ mua... sebagai penyambung sia, Prof. Dr. Sumitro Djojo- hadikusumo pun pernah me- ngatakan kebocoran uang negara sekitar 30 persen. Apa- kah pernyataan itu tidak le-bih pernyataan kosong dari seo- rang bagawan ekonomi? Jika Saudara Dodik ingin bukti, coba perhatikan di negara yang sangat majemuk pejabat sebelumnya yang men- Ulunswi Uluwatu (depan Terminal Ubung, berapa Novel Baraas Tabanan Pujawali di Batur Pelaksanaan karya dalam rangka upacara Pujawali di Pura Kayu Selem Tampurh- yang Batur, Kintamani, akan dilaksanakan sbb: 26 April: Upacara mecaru, Melaspas Lantas bagaimana kabar Bung Sugawa Korry cs dalam kerja Tim FKP? Wahai Saudaraku se- ini cocok dibentuk atas dasar yatakan bahwa apabila maha- Pasar Jimbaran), berisi surat- sopir atau kernet mengeluar- kerakyatan yang impin oleh siswa mau berdialog dengan surat penting dan sejumlah kan uang ekstra selain pun- pelinggih dan Nuwur tirta; 27 mengambil tindakan kong- lidah rakyat bangunlah dari hikmat kebijaksanaan dalam Presiden harus menjadi petani uang atas nama Ni Ketut Pad- gutan resmi? Coba tanyakan April: Ida Batara Kodal, kret atas kegiatan atau ka- kursi empukmu hampirilah permusyawaratan/perwak dahulu. Lalu pertanyaan yang miasih, S.Pd. Yang menemu- pada para kontraktor, bera- Melasti dan Puncak Karya; 28 ilan. Dengan kata lain pemer- muncul di benak kita bahwa kannya dimohon menginfor- pa persen dipotong dari nilai s.d. 30 April: Ida Batara Nye- intah sebagai penyelenggara yang bisa berdialog dengan Pres- masikan ke Jln. Uluwatu No. 22 proyek untuk "setan gundul"? jer, 1 Mei: Penyineban utawi negara akan secara taat asas iden hanya petani, sedangkan Jimbaran atau telepon 701134. Lebih kongkretnya, apakah Ngeluwur. dan konsekuen akan menye- yang lainnya tidak bisa. Perlu Uang dalam dompet dapat di- mega-kreditnya Eddy Tanzil lenggarakan negara ini sesuai dengan asas demokrasi yang kita pahami bahwa bangsa In- ambil dan akan diberi imbalan. donesia terdiri atas kelompok bukan dari kolusi dengan para oknum di bank? dilandasi keadilan sosial dan masyarakat yang beragam. Di Ni Ketut Padmiasih, S.Pd. Satu pertanyaan saya Seksi Humas Panitia Karya Ketut Badung sus-kasus yang pada prak- cermin, bersihkan wajah tiknya menyengsarakan ke- hidupan rakyat. Contoh kasus untuk per- lunya tindakan sungguh- sungguh: Kasus BPR Ratnadi/Bali- do Group adalah menyeng- Anggota Redaksi Denpasar: Agustinus Dei, Dwi Yani, Legawa Partha, Nikson, Palgunadi, Pasma, Srianti, Sri Hartini, Suana, Suarsana, Sudarsana, Sueca, Sugendra, Suja Bali Post Adnyana, Sutiawan, Artha, Alit Suamba, Subagiadnya, Sugiarta, Sutarya, Kasubmahardi, Martinaya, Rai Anom, Sarjana, Adnyana, Agus Astapa, Mas Ruscitadewi, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi. Bangli: Karya, Buleleng: Tirthayasa, Gianyar: Alit Sumertha, Jembrana: Edy Asri, Karangasem: Dira Arsana, Klungkung: Daniel Fajry, Tabanan: Alit Purnatha, Jakarta: Wisnu Wardana, Muslimin Hamzah, Bambang Hermawan, Darmawan, Suyadnya, Djamilah, Rudiyanti, Suharto Olii, Ghazali Ama Lanora, Yahya Umar, Pamuji Slamet, Ria Tanjung Pura. NTB: Agus Talino, Nur Haedin, Riyanto Rabbah, Raka Akriyani, Siti Husnin, Izzul Kairi, Syamsudin Karim, Ruslan Effendi, Antony Mithan. Surabaya: Endy Poerwanto, Bambang Wiliarto. NTT: Hilarius Laba. Yogyakarta: Suharto. Wartawan Foto: Arya Putra, Djoko Moeljono. agar berwibawa, sematkan- lah pangkat dan golongan- mu, melangkahlah sesuai aturan... temuilah rakyatmu dan tanyakanlah padanya: Sudahkah derap langkahku tadi transparan dan mampu menyerukan kebenaran... suara nurani rakyat? I Putu Eka Suyasa Banjar Lekok, Sampalan, Dawan, Klungkung Semoga masih ada seber- kas kearifan wakil rakyat kita. Mohon diingat, para anggota legislatif yang terhormat itu mengemban amanat rakyat untuk memilih pemimpin daerah yang dapat menganti- sipasi dan mengatasi masalah Bali di masa depan. Kolom Krismoń dan Refleksi Hari Bumi KRISIS moneter (krismon) yang kini sedang dialami bangsa Indonesia agaknya tidak mempengaruhi niat masyarakat untuk memeriahkan peringatan Hari Bumi 1998 Rabu (22/4) kemarin. Hal itu terbukti dari banyaknya acara yang digelar un- tuk menyambut Hari Bumi (Earth Day), yang dilaksanakan sejumlah LSM, intelektual pemerhati lingkungan, dan para seniman di berbagai kota di Indonesia. Suasana prihatin berkenaan dengan krismon agaknya justru menjadi pemacu semangat serta bahan renungan tersendiri bagi kalangan masyarakat yang mengemas acara refleksi diri tersebut. Misalnya saja dialog umum yang dike- mas oleh Masyarakat Indonesia Anti Sampah Impor (MIA- SI), suatu jaringan kerja dari unsur LSM, serta individu yang peduli lingkungan, di Jakarta, baru-baru ini. Dialog umum bertema "Keberadaan Sampah Impor di Indonesia" itu membahas dampak sampah impor bagi lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial, terutama bagi para pemulung. Acara yang digelar di aula Kolese Kanisius Jakarta itu menjadi ajang pengungkapan perasaan dari hati ke hati dari para pemulung terhadap para pembicara, teru- tama dari unsur pemerintah dan pemerhati lingkungan dari Pusat Studi Lingkungan Universitas Indonesia (UI). Masalah yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah penolakan peserta terhadap sampah impor dan imbauan mereka kepada pemerintah untuk melarang masuknya sam- pah tersebut ke Indonesia. *** MIASI dalam pemaparannya menyebutkan bahwa pada tahun 1992 di Pelabuhan Tanjung Priok teronggok lebih dari 116 peti kemas berisi sampah impor. Masih menurut kelom- pok tersebut, pada tahun 1994 Badan Pengendalian Dam- pak Lingkungan (Bapedal) menemukan adanya kurang le- bih 500 peti kemas sampah impor yang masuk ke Indonesia. Di samping merusak lingkungan dan kesehatan, menu- rut koordinator MIASI, Azas Tigor Nainggolan, sampah impor telah mengancam kehidupan puluhan ribu pemulung, yang selama ini telah berhasil membantu pemerintah dalam menjaga dan menghemat biaya pelestarian lingkungan hidup dengan mendaur ulang. Dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup (UULH 1997) secara tegas disebutkan, tiap orang dilarang mem- buang limbah yang berasal dari luar wilayah Indonesia ke media lingkungan hidup Indonesia." Ini berarti impor segala macam jenis sampah dilarang. Perusahaan pengimpor diberi batas waktu lima tahun dan setelah itu dilarang melakukan impor sampah. Acara dialog publik itu juga dimeriahkan dengan pame- ran hasil karya para pemulung dan anak jalanan yang ter- buat dari bahan-bahan daur ulang. *** Sementara itu, kalangan seniman, intelektual, dan LSM yang tergabung dalam Aliansi Indonesia untuk Bumi dan Kehidupan Bersama (Indonesia Alliance for Better Earth and Human Life) mengadakan kegiatan "Ruwatan Bumi Tolak Bala" untuk memperingati Hari Bumi tahun ini. Ruwatan Bumi Tolak Bala itu ditampilkan dalam ben- tuk pergelaran kesenian, bakti sosial, dan berbagai kegiatan yang bersifat pribadi, misalnya meditasi," kata ko-koordi- nator kegiatan, Afrizal Malna. Kegiatan tersebut antara lain berupa pameran seni rupa, pembacaan puisi, dan pementasan. Sedangkan kegiatan so- sialnya berupa pengumpulan sembako bagi fakir miskin, pelayanan pengobatan alternatif bagi masyarakat kumuh, serta kerja bakti membersihkan saluran air dan sampah. Kegiatan tersebut, menurut Afrizal yang penyair itu, un- tuk refleksi dan berdialog guna mengembalikan energi krea- tif dan sinergis untuk memecahkan secara konstruktif ber- bagai permasalahan bumi dan kehidupan manusia. Selain untuk memperingati momentum Hari Bumi 1998, acara tersebut sekaligus sebagai respons terhadap berbagai gejolak yang sedang menimpa bangsa Indonesia Jaringan kerja lembaga ini meliputi individu dan kelom- pok masyarakat dari berbagai latar belakang. Mereka tersebar di Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Tuban, Gresik, Tulungagung, Madura, Denpasar, Medan, Padang Panjang, Lampung, Jambi, Ujung Pandang, Kutai, Flores, dan beberapa kota di luar negeri. Puncak acara Ruwatan Bumi Tolak Bala berlangsung pada Rabu kemarin (22/4). Tetapi di samping dialog dan ruwatan, masih ada pula doa bersama, yang dilakukan masyarakat Bali, dipimpin tokoh spiritual Hindu, Nyonya Gedong Bagoes Oka Agus Prasetyo Catatan Presiden Soeharto: kalau krisis tak teratasi, modal luar negeri akan masuk ke Indonesia dan menguasai peru- sahaan-perusahaan dalam negeri. Harus percaya diri: "badai pasti berlalu", tidak jadi "badai tetap berlaku". *** Begitu suku bunga SBI dinaikkan menjadi 50 persen, menyusul suku bunga simpanan deposito berjangka naik di atas suku bunga SBI. - Mungkin yang tidak berkutik penyaluran kredit komersial ya. *** Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) me- negaskan, bank-bank nasional yang di dalam penga- wasannya tidak akan dibekukan. - Tegas-tegas dijamin nih. Bang Podjok Color Rendition Chart