Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-04-23
Halaman: 07

Konten


4cm on, 23 April 1998 Rupiah Menguat aikkan SBI (Sertifikat perbankan nasional, t. Menguatnya rupiah Demikian dikatakan snawa, Rabu (22/4) ke- a pedagang valas mau- .850 (beli/dolar AS) dan k. 20.00 kemarin, rupi- eli) dan Rp 8.052 (jual) lak terlepas dari keseri- et reformasi ekonomi. positif oleh pasar di luar kin percaya pada rupi. adap dolar terpicu oleh ang diumumkan peme- unga SBI naik berkisar jangka waktu overnite ks harga saham gabun- n atau naik 0,6%. - - EMAS 998 JUAL TV 8.600,00 (027) 5.475,00 4:550,00 5.685,00 a 13. 500,00 1.350,00 4.250,00 5.675,00 1.225,00 5.475,00 6.500,00 2.350,00 550,00 280,00 4.350,00 ri: TV (Tarukan Valas). Infor n263598 Tarukan Valas. zarta, di PT.Central Inter- (beli) dan Rp 73.000/gram ) Rp 76.750/gram (beli), Rp 5.000/gram (beli), Rp 70.000/ 00/gram, 23 karat Rp 54.350/ at Rp 42.700/gram N VALAS CHANGER 98-756302 Ok D-33, Jl. Bakung Sari Kuta. SP. 2318 to Berjangka 6 bln 25%/Thn 12 bln 24 bln 20%/Thn 25%/Tho 22%/Thn 14%/Thn 14%/Thn 14% BUY 190 SVED D9 16%/Thn BPPN ARAH ATAN SC ARTHA aryawan ari Kartini. ukan Bank Indonesia adap BSP, dalam dua un terakhir (1996 dan 7) secara berturut-turut k bersangkutan dinya- an sehat. Bahkan ber- arkan hasil penilaian Bl ggal 14 April 1998, a medio Januari-Febru- 1998, BSP tetap sehat. Dengan performance g cukup mantap terse- sangatlah tepat apabi- masyarakat luas menga- lkan kepercayaan ke- a penilaian yang di- ukan pemerintah (Bank Onesia), dan tidak kepa- rumor-rumor yang nyesatkan. Bahkan syarakat juga tak perlu ilangan kepercayaan hadap perbankan khu- nya Bank Sri Partha. Apalagi hingga kini BSP ap konsisten terhadap mitmen semula yakni mbantu masyarakat nengah dan kecil. BSP a tetap konsisten pada mitmen untuk memper S wilayah pelayanan ke onesia Bagian Timur T) mulai dari Bali, NTB, T dan Timor Timur. Bah- komitmen pengabdian ng tersurat dalam motto engabdi Bangsa Mem- gun Negeri" tetap dipe- mg teguh BSP Asp. 23532 Kamis Pon, 23 April 1998 PARIWISATA Bali Promo perlu Ditindaklanjuti DALAM Pasamuan Pariwi- sata Bali" (2/4) terungkap jelas bahwa komponen pariwisata Bali harus menyamakan pan- dangan dalam menghadapi ber- gai cobaan belakangan ini. Baik cobaan yang datang dari luar negeri seperti pemberitaan yang cenderung memojokkan dan mengada-ada maupun yang datangnya dari dalam negeri berupa kesulitan ekonomi. Dalam pasamaun (perte- muan) itu lahir Deklarasi Pari- wisata Bali yang berisikan tu- juh poin ikrar (Sapta Dharma) komponen pariwisata. Pemerhati pariwisata Drs. I Nyoman Madiun, M.Sc., me- nilai, apa yang diikrarkan ko- mponen pariwisata seperti ter- tuang dalam deklarasi itu meru- pakan langkah maju bagi indus- tri pariwisata Bali. Karena menunjukkan adanya kesada- ran komponen pariwisata menginventarisasi kelebihan dan kekurangannya selama ini. Baik masalah fisik maupun non- fisik, sehingga menuntut ada- nya rasa kebersamaan meng- hadapi berbagai tantangan pada masa datang. Lebih-lebih di ten- gah ketatnya persaingan an- tardestinasi belakanagan ini. Akan tetapi, kata Madiun, yang terpenting dari deklarasi itu adalah tindak lanjutnya di lapangan. Dengan demikian, apa yang diikrarkan pada pesa- mauan itu tidak berhenti sam- pai di sana melainkan benar- benar dijadikan momen untuk memajukan pariwisata Bali khususnya dan pariwisata na- sional pada umumnya. Tampaknya kita masih sa- ling menunggu untuk memulai aksi nyata, merefleksikan ikrar tersebut," ungkap Bagus Sudi- bya, salah seorang pengusaha hotel, dan agen perjalanan wisa- ta di Bali. Sementara kinerja industri tetap bergulir mengiku- ti waktu dan perkembangan yang ada. Ada kekhawatiran bahwa hasil pesamuan berupa ikrar tersebut hanya sebagai aksara di atas kertas, tambah- nya. "MICE" dan Bali Promo Kembali pada tujuh poin ikrar dalam deklarasi tersebut, menurut Madiun yang juga dos- en di Sekolah Tinggi Pariwisa- ta (STP) Nusa Dua itu, ada dua hal penting yang perlu menda- pat perhatian. Pertama, soal kesanggupan komponen pariwisata untuk ikut aktif dan bertanggung jawab dalam memposisikan pariwisata Bali sebagai tujuan wisata dunia, melalui program pemasaran Bali Promo. Kedua, menyangkut tekad komponen pariwisata Bali untuk berparti- sipasi dan mendukung secara aktif, menjadikan Bali sebagai destinasi MICE (Meeting, Incen- tive, Convention and Exhibition), melalui biro konvensi yang akan segera dibentuk. Dikatakannya, menjadikan Bali sebagai destinasi MICE di satu sisi merupakan tantangan yang cukup berat. Mengingat, banyak negara di dunia yang menggarap potensi wisata MICE ini. Namun di sisi lain, ini merupakan peluang yang harus digarap. Betapa tidak? Bali memiliki sarana dan fasili- tas penunjang "Sayang, jika peluang tersebut tidak dimanfaatkan," kata Ma- diun. giatan MICE. Sebenarnya potensi wisata MICE sudah mulai dilirik pen- gusaha pariwisata Bali. Salah seorang pengusaha yang mulai menggarap potensi wisata MICE, Ida Bagus Lolec bebera- pa waktu lalu mengatakan Bali cukup potensial bagi pengem- bangan wisata MICE. Sement- ara untuk program pemasaran Bali Promo, menurut dia, meru- pakan suatu hal harus segera dilakukan. Hasil kajian yang dikemuka- kan pakar pemasaran pariwisa- ta Rob Langtry bahwa, produk pariwisata Bali sudah berada pada titik kejenuhan dengan kematangan (maturity) produk berada pada titik batas. Karenanya, perlu trik pe- masaran yang lebih atraktif. Rob Langtry mengatakan, me- ngatasi kejenuhan itu Bali me merlukan bentuk promosi yang lebih inovatif, atraktif dan proaktif mengantisipasi selera pasar. Bentuk promosi yang inova- tif, kata Madiun perlu investasi dan dana yang jelas. "Ingat, pro- mosi tidak bisa dilakukan seka- darnya, karena tidak akan men- genai sasaran yang diharap kan," paparnya. (sua/dwi) Menghilangkan Citra "Wisman Kacangan" STEREOTIP tentang kual- itas wisman Taiwan sebagai "wisman kacangan" yang selalu ingin harga murah serta pelit tampaknya harus segera diha- pus, Inilah salah satu hal yang mendasari penandatanganan kerja sama antara Asita Bali dan Taipei Association of Trav- el Agents (TATA) di Sheraton Nusa Indah, Nusa Dua, beber- apa waktu lalu. Menurut Ketua TATA Peter HH Chen, kerja sama itu pen- ting artinya bagi kedua belah pi- hak. Wisman Taiwan, kata dia, memiliki daya beli yang cukup tinggi. Produk yang ditawarkan Bali sendiri, katanya lebih lanjut, mempunyai kualitas tinggi se- hingga patut dihargai tinggi pula. Timbulnya stereotip tersebut juga diakui Peter, rendahnya nilai jasa wisata ke Bali juga akibat permainan kalangan pengusaha Bali. Persaingan tidak sehat di kalangan pen- gusaha BPW di Bali ini diman- faatkan sebesar-besarnya oleh kalangan mitra bisnisnya di Taiwan. Artinya, pengusaha Taiwan mendapat kontrak mu- rah, tetapi dia menjual paket itu dengan harga tinggi kepada ca- lon wisatawan Taiwan. Akibatnya, penjual produk harus membebankan biaya-bi- aya tersebut ke konsumen atau mengurangi margin keuntu- ngannya. Trik ini sangat merugikan pengusaha di Bali, ungkap Ju- naedi Januar dari Bali Harapan Utama Tour & Travel. Jika de kade berlakunya istilahzero tour fee, anggota Asita Bali masih dapat menangguk keuntungan dari penjualan paket tur tam- bahan. Begitu tur operator Tai- wan menerapkan loss tour fee, anggota Asita Bali atau BPW non-Asita benar-benar menjadi sapi perah atau kerja bakti Se hubungan dengan ini, Asita Bali meminta TATA, menindak ang- gotanya yang berlaku curang. Selaku Ketua TATA, Peter mengakui kemungkinan ke- curangan tersebut, dan itu da- pat terjadi di pasar mana saja. Akan tetapi, ini berisiko tinggi bagi konsumen, pembeli paket. Sebab, dengan harga murah, penjual jasa di Bali jelas akan mengurangi kualitas produk yang diberikan. Potensial Pembenahan pasar wisata- wan asal Taiwan, menurut Ket- ua Asita Bali, I Gusti Bagus Trik lain, paket tersebut di- Yudhara perlu segera dilaku- jual melalui jaringan retailer kan. Potensi pasar Taiwan un- (pengecer) dengan fee khusus. tuk Indonesia sangat besar dan saat ini pasar Taiwan merupa kan pasar ketiga terbesar sete- lah pasar Australia dan Jepang Meskipun arus kunjungan langsung ke Bali tahun 1997 tu- run 5,07 persen (202.095 orang) dibanding tahun 1996 (212.884 orang). Peluang pasarnya tetap terbuka dengan rata-rata warga Taiwan ke luar negeri per tahun mencapai angka 7 juta orang, tegas Direktur Pusat Promosi Pariwisata Indonesia (P3I) di Taipei, P. Siregar. Pasalnya se- mentara pasar menunjukkan kecenderungan melemah, target kunjungan dari pasar Taiwan masih dapat dilampaui. Tercatat total kunjungan wisatawan Taiwan tahun 1997 lalu mencapai 600 ribu orang, tahun ini diharapkan men- ingkat menjadi 715 ribu orang. Dengan catatan pengusaha pariwisata Indonesia dapat meningkatkan nilai jual produk yang ditawarkan. Untuk meningkatkan kuali- tas produk yang dijual dan ma- suknya wisatawan berkualitas dari Taiwan, Asita Bali dan TATA sepakat melakukan pen- ingkatan kualitas kerja sama antardua organisasi dan anggo ta-anggotanya. Antara lain, melakukan pertemuan dan pro- (dwi/sua) mosi bersama secara rutin. KESEMPATAN Meraih Devisa...! Bergabunglah dalam JAKARTA INTERNATIONAL GIFT SHOW 98 THE INTERNATIONAL SHOW CASE OF GIFT, HANDICRAFT, INTERIOR DECORATION & ACCESORIES 24-28 JAKARTA CONVENTION CENTER m e Organized & Managed by: REKKA MEDIA Meeting, Incentive, Convention & Exhibition Organizer PT REKKAMANDIRI EKAYASA MEDIA Jl. Tebet Timur Dalam II No. 9 Jakarta 12820 Phone: (062-21) 829 1548, 830 3339, 830 3450 Fax: (062-21) 830 6158 Homepage (URL): http://www.rekkamedia.com/gift98 E-mail: rekka@rekkamedia.com Officially Supported by: of Indonesia (DEKRANAS) National Crafts Council World Crafts Council (WCC) Parauaxs or A RAN ASSOCIATION PRA APRINDO Indonesian Retail Merchants Association PHILIPPINE Thal Retailers RETAILERS Association ASSOCIATION MRA MALAYSIAN RETAILERS ASSOCIATION Host: Agency for Development of Small Industry, Ministry of Industry and Trade, Republic of Indonesia Official Airline: Bali Post Halaman 7 Bali kurang Dipromosikan di Taiwan Telewisata DALAM bulan April ini, komponen pariwisata Bali men- catat beberapa terobosan penting untuk mengantisipasi me- nurunnya kedatangan wisman akibat berita-berita miring di luar negeri. Pertama pasamuan pariwisata yang dise- lenggarakan 2 April lalu di Sheraton Nusa Indah. Kedua, dialog dengan sejumlah wartawan serta pengusaha Jepang yang digelar di Hotel Kartika Plaza. Ketiga, dialog Asita Bali dengan Taipei Association of Travel Agent (TATA) yang berlangsung di Sheraton Nusa Indah, Sabtu (18/4). Keem- pat, dialog dengan sejumlah wartawan Taiwan yang diada- kan di Hotel Bali Hyatt, Rabu (22/4). Berikut laporannya. ADA usul simpatik yang dilontarkan Chao Chen Li, salah seorang pejabat bea cu- kai Departemen Keuangan Taiwan di sela-sela rehat kopi dialog komponen pariwisata Bali dengan 15 wartawan me- dia cetak dan televisi Taiwan di Hotel Bali Hyatt, Rabu (22/ 4) kemarin. "Klarifikasi tentang peluru- san berita-berita miring ten- tang Indonesia di luar negeri itu penting. Namun yang leb- ih penting lagi menurut saya adalah bagimana Anda lebih misalnya tentang kerusuhan serta gerakan anti-Cina - membuat wisatawan Taiwan berpikir panjang sebelum men- jatuhkan pilihan berlibur ke Bali. "Kami telah membuktikan bahwa hal tersebut tidak benar," ujar salah seorang wartawan. Beberapa pengusaha yang memprakarsai dialog ini se- perti Jimmy Rusli dari Bida- mempromosikan potensi yang e tem dimiliki di luar negeri, khusus- nya Taiwan," ujarnya dalam percakapan dengan Bali Post. Ucapan Chao Chen Li ini dibe- narkan Chang Chun Mei, war- tawati United Daily News. Menurut dia yang mengaku telah dua kali ke Bali, penge- nalan potensi Indonesia-ter- utama Bali sangat minim di negerinya. Jadi jangan he- ran kalau kami kemudian lan- tas lebih memilih Thailand ser- ta Filipina sebagai tujuan ber- libur," ungkapnya. Dibandingkan dengan ked- ua negara ini, diakuinya Bali lebih menarik bagi turis Tai- wan. "Meskipun biaya yang kami keluarkan lebih besar," katanya. Untuk ke Thailand atau ke Filipina, biayanya se- kitar 20 ribu dolar Taiwan se- lama sekitar delapan hari. Se- dangkan ke Bali, mereka harus merogoh kocek sekitar 25 ribu dolar Taiwan untuk masa tinggal selama lima hari. Para wartawan Taiwan ini mengakui bahwa berita-berita miring tentang Indonesia sta dari Tour serta Adjis Budi- djaya dari Inta Tour berharap hal ini membuat pasar Taiwan kembali cerah. "Sekarang lesu. Biasanya kami tangani 60-70 grup kini melorot menjadi se kitar 20 grup saja," ujar Adjis Budidjaya. Tentang pernyataan bahwa Bali kurang dipromosikan di Taiwan beberapa pengusaha mengiyakan. Malah, kata salah seorang dari mereka, kunci keberhasilan Thailand merebut pasar Taiwan adalah karena adanya sinergi dari pi- hak penerbangan, hotel dan travel agent. Menurut Chao Chen Li, kri- sis ekonomi yang juga menim- pa Taiwan akan menyurutkan masyarakat Negeri Pulau For mosa itu ke luar negeri. Tai- wan bagi Bali merupakan penyumbang ketiga terbesar TUBAN BALI ソドネシア 日本観光対話集会 avel Dialogue sia Japan ACH HOTEL APRIL 8, 1998 KAINTIKA PLACK BEACH ZJLI setelah Australia dan Jepang. Diskusi yang cukup me- narik tersebut menghadirkan Kasubdin pemasan Diparda Bali Putera Prata, Ketua HPI Bali I Gusti Kompyang Pu- jawan serta General Manager Bali Hyatt Brad Kirk. Prata secara umum mema- parkan kondisi Bali beserta budaya serta masyarakatnya yang khas. Kirk, menuturkan pengalamannya ketika beker- ja di Taiwan serta budaya Asia yang hampir sama di seluruh negara di Asia yang tidak dite- mukannya dalam masyarakat Amerika maupun Eropa. Dari segi pramuwisata, menurut Pujawan, tidak ada masalah lagi. Saat ini HPI Bali sudah mempunyai anggota seki- tar 352 pramuwisata yang fasih berbahasa Mandarin. (pal) Bali Post/Ist DIALOG - Dirjen Deparsenibud Andi Mappi Sammeng memberikan pengarahan dalam dialog antara pengusaha pariwisata dan pengusaha serta wartawan Jepang di Hotel Kartika Plaza, Tuban, belum lama ini. Bali Layak Dijual Mahal BOHONG besar, jika dikatakan harga paket ber- libur bukan menjadi daya tarik bagi seseorang untuk menentukan pilihan tempat berlibur. Mungkin, masalah harga tidak menjadi hal uta ma bagi wisatawan Eropa dan Amerika sepanjang ada jaminan kualitas produk yang dibeli. lainnya. Misal dengan mem- buat paket wisata ke Bali yang lebih murah dari harga paket wisata selama ini. Namun pernyataan untuk memberlakukan tarif "mir- ing" dengan angka diskon mencapai 40-60 persen dari tarif normal ini, sempat dipertanyakan dari pihak HIS Tour dari Jepang. HIS melihat Bali dengan keuni- kan wajah hotel, keindahan alamnya dan budayanya yang khas, layak dijual ma- hal. Apakah harus banting harga," ujar pembicara dari HIS dengan nada bertanya. Lain halnya dengan per- ilaku wisatawan asal benua Asia, terlebih ASEAN. Mere- ka baru merasa senang, an- tusias jika membeli sesuatu termasuk produk wisata dengan harga diskon. Tidak Persaingan mengherankan dalam tiap Menurunnya harga jual pertemuan atau dialog, per- mintaan penurunan tarif produk pariwisata di Bali, penerbangan, kamar hotel, muncul akibat persaingan harga paket tur menjadi pasar akibat tidak seimbang- fokus utama pembicaraan. nya permintaan dan penawa- Berbisnis dengan orang Jepang, pembicaraan ten- tang harga juga sangat mengedepan. Dalam dialog di Hotel Kartika Plaza beber- apa waktu lalu, dari sekian puluh pertanyaan yang mun- cul, baik dari pengusaha Bali maupun Jepang, masalah harga tidak pernah tidak tersentuh. Komponen pariwisata asal Jepang meminta pihak penerbangan, hotel, restoran dan agen perjalanan wisata Bali untuk menurunkan har- ran, juga karena faktor rendahnya profesionalisme pengelolaan usaha. Seperti dikemukakan penulis bidang industri pari- wisata asal Jepang, Nobuko Otsu-mantan karyawati kantor P3I (Promosi dan Pe- masaran Pariwisata Indone- sia) di Tokyo, pembangunan industri pariwisata di Bali hendaknya memiliki visi ke depan. Maksudnya, bangun- lah Bali sesuai kebutuhan dan daya dukung Bali. Se- laku penulis pariwisata, dia ta alam dan budaya. Kekua- tan industri pariwisata Bali, justru pada konsep pengem- bangan pariwisata budaya yang didukung keadaan alamnya. Pada saat yang sama pe- ngusaha tidak menyertakan pembangunan pasar. Akibat nya pasar kehilangan informa- si terlebih dengan munculnya berita miring dan konsumen cenderung menghindar untuk datang. Lantas, siapa yang akan mengisi fasilitas pariwi- sata yang tersedia tersebut," ujarnya lebih jauh. pariwisata asal Jepang dap- at mempublikasikan ke- nyataan yang ada kepada pem- bacanya. Baik melalui tulisan panjang, atau berita foto. Turun Akibat rumor kebakaran hutan, musibah asap dan berita kerusuhan yang pada akhirnya menempatkan In- donesia pada posisi siaga I oleh Deplu Jepang, berdam- pak pada minat pasar untuk berlibur ke Bali, Indonesia pada umumnya. Pada dasarnya penurunan arus kunjungan wisatawan Cabut Siaga I Jepang tidak hanya dialami Selain masalah harga dan Bali. Hal yang sama juga di- pembangunan fisik dan alami tujuan-tujuan berlibur pasar wisatawan untuk Bali, lainnya. Pasalnya, menurut dalam travel dialog Jepang- pihak Japan Association for Indoneisa tersebut juga me- Travel Agency (JATA), per- munculkan ide penyelengga- tumbuhan warga Jepang un- rakan lembaga public rela- tuk melakukan perjalanan tions untuk dapat menyiap ke luar negeri sejak tahun kan produk informasi andal 1997 telah mengalami penu- bagi kalangan wisatawan runan. khususnya di Jepang. Ter- masuk penyebarluasan hasil dialog, sekaligus meminta pihak Deplu Jepang men- cabut atau menurunkan ra- ting siaga I bagi Indonesia. Pasalnya, tidak hanya pi- hak pengusaha Indonesia yang melihat pemberitaan media massa di Jepang yang merugikan, pihak Jepang pun mengakui pemberitaan ga. Paket harga diskon ini mengkhawatirkan pemba- pers Jepang tidak adil. penyesuaian kata mereka, boleh jadi diberlakukan pada Selera Baru Turis Jepang SELERA baru muncul di kalangan warga Jepang yang menjadi turis di dalam negeri, dan lebih-lebih di luar negeri dalam beberapa bulan terakhir ini. Menurut surat kabar Ja- pan Times (19/2/1998) turis Jepang mulai memilih paket wisa- ta yang memberikan mereka pengalaman kegiatan di desti- nasi yang dituju, bukan semata-mata menjadi turis dan berkunjung ke objek-objek wisata. Di dalam negerinya, "green and experience tours" seperti itu diarahkan ke daerah perladangan, tempat mereka bisa mencoba ikut "memeras susu sapi" atau meninjau pabrik soba" (mie). Paket tur ke Eropa-Prancis, Italia, Irlandia, Inggris, misalnya, memberikan kesempatan kepada turis Jepang untuk tinggal di kawasan ladang (farm) di daerah pedesaan negeri tersebut. Green tours seperti ini memungkin- kan mereka untuk dekat dengan alam. Mereka juga diajak meninjau pabrik pembuatan cheese & ham (keju dan sisir lapis daging babi). Harga paket tur untuk delapan hari ke Eropa itu mencapai 400.000 yen (sekitar Rp 22 juta) per or- ang. Peminat tur semahal itu sering membludak, sampai empat kali lipat dari kapasitas yang tersedia. Model tur seperti itu merupakan realisasi dari konsep tur modern. Secara tradisional, turis biasanya datang ke suatu tempat untuk berkunjung ke objek wisata, menonton tarian, makan di restoran, tinggal di hotel dan sedikit berenang di pantai. Hampir tidak ada kesempatan bagi mereka untuk melakukan atau mempraktikkan sesuatu yang berhubung- an dengan budaya lokal. Dengan konsep tur modern, priori- tas diletakkan pada pemberian kesempatan kepada turis untuk mempraktikkan atau menikmati pengalaman baru, sementara tur ke objek wisata nomor dua. Turis-turis yang berkunjung ke Australia, misalnya, sering mendapat bujukan untuk berkunjung ke pabrik anggur, tem- pat turis bisa melihat langsung proses pembuatan anggur, mulai dari pemetikan sampai pembotolan. Selain itu, turis juga diberi kesempatan memegang gunting listrik untuk men- cukur bulu domba (biri-biri). Di Indonesia atau Bali, penye- diaan tur seperti ini sudah banyak terjadi. Wisatawan dia- jak untuk bermain gamelan, belajar melukis, membatik, membuat patung, atau juga turun ke sawah menanam padi. Semuanya sebagai kegiatan untuk mendapatkan pengala- man, bukan mendapatkan keahlian. Melihat munculnya kecenderungan "experience tours" di Jepang seperti itu, Bali sebagai destinasi yang mengharap- kan banyak turis dari negeri Matahari Terbit sepantasnya untuk mengantisipasinya lebih jeli, aktif, dan strategis. Direk- tur Niaga Garuda Indonesia Sudarso Kaderi, dalam dialog pariwisata Bali-Jepang di Hotel Kartika Plaza, Kuta, 8 April lalu, mengakui adanya "perubahan keinginan" turis Jepang dari sekadar mengunjungi objek wisata menuju keinginan untuk beraktivitas guna mendapatkan pengalaman baru. Garuda Indonesia bersyukur telah sejak lama, bahkan dalam satu dekade terakhir ini, sudah mengantisipasi kecenderun- gan seperti itu dengan tepat sebagai bagian dari strategi pe- masaran untuk menarik lebih banyak lagi turis Jepang berkunjung ke Bali. Sebagai contoh adalah Bali Nittoh Maraton yang berlang- sung sejak tahun 1987 di Nusa Dua. Kegiatan kombinasi olah raga dan wisata itu diselenggarakan Garuda Indonesia dan Dinas Pariwisata Bali dengan sponsor perusahaan teh dari Jepang. Turis Jepang yang terbang ke Bali untuk mengikuti maraton itu bisa mencapai 1.000 orang, bahkan sesekali lebih dari itu. Lumayan untuk menambah tingkat isian hotel-hotel di Bali, khususnya Kuta-Sanur-Nusa Dua. Tampaknya maraton itulah yang banyak menjadi pendor- ong warga Jepang untuk datang. Sambil berlibur mereka bisa menyalurkan hobi olah raga, bukan untuk prestasi. Sam- bil berolah raga mereka pun bisa berlibur di Bali. Beberapa tahun belakangan ini, maraton dilaksanakan di kawasan Tuban. Pelaksanaan Bali Maraton yang berlangsung sepu- luh kali lebih dan peralihan pelaksanaan ke kawasan Tuban jelas menunjukkan bahwa penawaran paket berlibur dan berolah raga merupakan strategi pemasaran yang tepat dalam merangsang turis Jepang berlibur ke Bali. Selain maraton, Garuda Indonesia yang melayani jalur langit Jepang-Bali juga menyelenggarakan kegiatan liburan yang dikombinasikan dengan lomba olah raga seperti gate- ball, sepeda gunung, termasuk lomba mancing (yang akan diselenggarakan Juni mendatang ini). Lewat penawaran paket tur seperti itu jelas tampak adanya prioritas untuk memberikan kesempatan kepada turis untuk terlibat dalam suatu aktivitas sehingga mereka bisa mendapatkan pengala- man baru sesuai dengan munculnya selera baru turis Jepang untuk berlibur. Selain pengalaman yang mengesankan, mere ka juga bisa berbaur atau bertemu dengan penduduk lokal, tidak dalam konteks sebagai turis tetapi lebih sebagai te- man bermain atau berolah raga. Keuntungan lain dari mo- del tur seperti ini adalah besarnya kesempatan bagi pen- duduk lokal untuk kontak personal-profesional dengan turis mancanegara, dalam hal ini turis Jepang. Dalam perjalanan bisnis pariwisata Bali, posisi pasar Jepang penting sekali. Pertama, daya beli pasar ini kuat. Hal itu ter- bukti dalam situasi krisis mereka berlibur juga, tetap menga- lir ke Bali. Kedua, kegiatan berlibur bagi penduduk Jepang yang sehari-hari tenggelam dalam kesibukan kerja sudah men- jadi kebutuhan sehingga apa pun yang terjadi mereka akan berlibur juga. Dalam tahun 1998-2000, tiap tahun diperkira- kan 17-18 juta warga Jepang menjadi turis ke luar negeri. Ketiga jalur Jepang-Bali dilayani maskapai penerbangan Garu- da Indonesia, ANA, GAA, JAL dalam frekuensi terbang yang banyak sekali, bahkan tiap hari. Hal ini memudahkan warga Jepang yang ingin bepergian, karena kapan saja ada pesawat. Faktor lain, jarak Bali yang dekat dan daya tarik yang kuat menjadikan Bali harus gigih merebut pasar Jepang. Dengan adanya kecenderungan perubahan keinginan tur- is Jepang dalam berwisata, sudah saatnya biro perjalanan wisa- ta di Bali dan komponen wisata lainnya mengintip dengan baik selera tersebut dan dengan aktif menciptakan paket-pa- JATA mencatat arus kun- jungan ke Bali bulan Janu- ari tahun ini turun 6 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 1997. Kunjun- gan bulan Februari turun 7 persen dan dipastikan bulan Maret juga turun. Untuk mengembalikan animo war- ga Jepang berlibur ke Bali, menurut pembicara dari JATA diperlukan trik khusus. Seperti menggencar- ngunan fisik Bali saat Pers, ungkap seorang pe- kan pemberitaan positif ten- sekarang. Dicontohkannya serta dialog asal Jepang, cen- tang kepariwisataan Indone-ket tur baru yang memikat yang memungkinkan wisatawan kasus booming kamar hotel. derung memilih menulis sisi sia termasuk Bali. Sebab, in- Fasilitas tersebut, diban- negatif suatu fakta. Kondisi formasi berpengaruh besar gun pada kawasan yang ini menjadi makin buruk terhadap kalangan pelan sudah padat sampai ke dengan tidak adanya pusat cong pemula yang menjadi sudut-sudut Bali dengan informasi yang mampu mem- sasaran baru industri pariwi- merusak lingkungan yang berikan informasi yang benar sata dunia. Pihak JATA juga ada. Investor, pengusaha, tentang Indonesia. Tidak menyarankan, pemerintah kata Nobuko Otsu, selayakn- fair-nya media massa Jepang Indonesia dan komponen ya tidak hanya mengejar tar- dalam memberitakan Indo- pariwisata segera mengaju- get jangka pendek. "Di masa nesia termasuk Bali juga di- kan permohonan pencabutan Menurut Direktur Niaga depan, apa yang hendak di- akui Nobuko Otsu. Dengan status siaga I untuk Indone- Garuda, Sudarso Kaderi, ke- unggulkan dari Bali," ujar melihat sendiri dan mengal- sia kepada Deplu Jepang. bijakan manajemen Garuda nya dengan nada bertanya. ami kondisi keamanan, ke- Pasalnya, pasar Jepang tetap pari- tersebut selayaknya diduku- Sementara Bali masih berku- nyamanan di Bali, selayakn- potensial bagi industri ng komponen pariwisata tat dengan menjual pariwisa- ya reporter, penulis di bidang wisata Indonesia. (dwi/sua) periode tertentu. Harga khusus tersebut, tidak menutup kemungkinan berlaku sepanjang tahun, un- gkap Robert Waloni, Wakil Direktur Garuda Urusan Aliansi. Kata Waloni, Garu- da telah memberlakukan ke- bijakan tarif "miring" untuk rute-rute tertentu. PT CAHAYA SURYA MEGAH ABADI JL TEUKU UMAR TEL. 231133-222580 Khusus menyambut Hari Raya Galungan & Kuningan SUZUKI MEMBERIKAN HADIAH BESAR Tape Compo Kompor Gas selama persediaan masih ada Periode 6 s/d 30 April 1998 Tidak termasuk Satria 120 S Supported Publication: retail UANG MUKA MULAI Garuda Indonesia Untuk pembelian tunai dapat diskon khusus SUZUKI INOVASI TIADA HENTI B 80 Rp. 1.000.000,- Terbukti tidak Ada Motor 4 Tak yang Secanggih Suzuki Shogun C 23779 BNW AVE Jepang bukan hanya untuk berlibur di Bali tetapi juga menda- patkan pengalaman kultural atau berolah raga di Bali. Suatu ketika, mungkin di Bali bisa diadakan festival gamelan atau jegog antara sesama penabuh warga Jepang. Di negeri Ma- tahari Terbit itu bermunculan beberapa sekeha kesenian Bali yang pandai menabuh. Klub tabuh Jepang juga ada di Jakar- ta. Jika mereka diundang untuk berlomba di Bali, selain ang- gota penabuh, turis Jepang bisa bergelombang datang sebagai penonton. Dari sana, hotel-hotel di Bali bisa terisi. Bentuk-bentuk paket tur serupa lainnya tentu banyak. Kalau Bali pasif, tentu akan gigit jari, karena destinasi lain di dunia, seperti Hawai dan negara-negara di Eropa, akan berusaha memenuhi selera baru tersebut. • Darma Putra Nikmati Sejuta Pesona khas Benua Kanguru hanya dengan USD 650.00 QANTAS THE SPIRIT OF AUSTRALIA PT. Bumi Nata Wisata Tours & Travel bekerja sama dengan QANTAS The Australia Airline mengajak anda beserta keluarga dalam program GEBYAR WISATA MURAH ke PERTH-Australia Barat pada tanggal 02-05 Mei 1998. Jangan lewatkan kesempatan menarik ini. Tempat terbatas! Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi : PT. Bumi Nata Wisata Tours & Travel JI.Tukad Pakerisan No.68, Panjer-DENPASAR Telp. (0361) 240858/229873 Fax. (0361) 241342 *Diskon khusus bagi yang mendaftar sebelum tanggal 15 April 1998 C. 19001 2cm Color Rendition Chart