Tipe: Koran
Tanggal: 1998-07-24
Halaman: 02
Konten
4cm 2cm Halaman 2 Mahasiswa dan Rakyat Datangi PN Denpasar Bali Post Marah-marah, Somya Disoraki Denpasar (Bali Post) - Ratusan mahasiswa dan rakyat, Ka- mis (23/7) kemarin mendatangi PN Den- pasar. Mereka menuntut agar hakim yang terlibat KKN segera mundur. Mahasiswa yang terlibat dalam aksi itu yakni dari Unud, Unwar, Unmas dan Politeknik Nasional. Se mentara masyarakat yang ikut bergabung dari Se lasih-Payangan (Gianyar), Serangan (Denpasar), Gerih-Abiansemal (Badung), Pecatu (Badung), Sen- dang Pasir (Buleleng), dan Kerandan-Culik (Karan- gasem) serta generasi muda Hindu (Kasus Bali Kini). Mereka berangkat pukul 09.29 wita dari Pos- ko Unud menuju Gedung Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Mereka membentangkan spanduk, an- tara lain bertuliskan "Solidaritas Rakyat untuk Ma- fia Peradilan". Pada Pukul 09.44 wita massa terse but baru ditemui pejabat PN Denpasar di lobi. Se mentara Ketua PN Denpasar baru menemui massa dua puluh menit kemudian. Kami datang kemari karena kami ingin lembaga peradilan benar-benar menegakkan keadilan dan hukum," ujar Sukataya, mahasiswa Fakultas Hukum Unud Secara bergiliran wakil-wakil masyarakat yang terkena kasus-kasus bermasalah menyampaikan orasinya. Pak tolong jangan direkayasa kasus kami. Kami yang digusur justru kami yang dipenjara," ujar Simarudin wakil masyarakat Sendang Pasir. Sementara itu masyarakat Gerih-Abiansemal yang diwakili Drs. Ketut Suma menggugat sikap dualisme pengadilan dan keterlibatan oknum PN Denpasar saat mengadili mereka. "Tanah pelaba pura Desa Gerih itu sudah kami garap ratusan tahun. Tetapi kenapa justru di pengadilan kasus tersebut dimenangkan masyarakat Jemawan. Ini karena hakim yang mengadilinya masih ada hubu- ngan kekerabatan dengan masyarakat Jemawan," ujar Suma sembari menyebut inisial hakim terse but, SL. Dalam aksi itu juga tampil wakil-wakil dari Serangan, Pecatu, Kerandan. Rakyat Ditipu Pada kesempatan itu tampil pula beberapa tokoh masyarakat, praktisi hukum dan dosen menyampai- kan orasinya. Di antaranya Made Duana, S.H. (LBH KRI), Soni Qodri (YLBHI), Drs. Putu Suasta (pe- ngamat), Agus Indra Udayana (Asrham Gandhi), Drs. Chusmeru, M.Si. (dosen Unud) dan Kusuma War- dhana. "Selama ini keadilan dan kepastian hukum tidak ditegakkan. Padahal keadilan itu soal hati nu- rani. Kalau hati nurani ini diabaikan justru akan menyengsarakan rakyat," ujar Suasta. Bahkan se- cara tegas Kusuma Wardhana menggugat pejabat PN Denpasar. "Kalau Bapak-bapak tidak bisa me negakkan hukum, saya siap membela rakyat meng- hadapi bapak-bapak," kata tokoh Puri Kesiman itu. Saat dibuka dialog, sempat terjadi ketegangan antara Ketua PN Denpasar IB N Somya, S.H. dan salah seorang masyarakat dari Sendang Pasir. Kontan saja sikap Somya yang marah-marah di- soraki massa. Massa yang hadir sempat terharu ketika seorang masyarakat yang berusia 60 tahun tiba-tiba menyambung orasi rekannya. "Pak, masyarakat kecil itu masyarakat beragama. Teta- pi kenapa kami ditipu. Kami menuntut karena kami perlu makan, Pak. "ujar lelaki tua itu sem- bari berdiri dan bergetar. Pada akhir unjuk rasa dibacakan pernyataan sikap aksi rakyat dalam reformasi hukum oleh Soni Qodri. Menanggapi tuntutan pengunjuk rasa Ke- tua PN Denpasar berjanji akan memberikan jawa- ban Jumat (24/7) ini. (nan/011/wit) KA eng IKUT- Sebagian warga yang sudah uzur ikut memekikkan salam re- formasi. Bali Post/wan Hakim "Dikuliahi" Mahasiswa DIDATANGI dan didemo reformis, bukanlah harapan dari Ke- tua Pengadilan Negeri Denpasar IB Somya, S.H. Digugat oleh masyarakat atau pihak-pihak yang berperkara, bukan pula hara- pannya. Tetapi itu sudah menjadi risiko jabatan," katanya setelah didatangi ratusan mahasiswa yang mengantar beberapa kelompok warga yang selama ini merasa tertindas. Demo di kantor pengadilan ini terjadi di tengah ramainya berita media massa yang menggoyang pimpinan lembaga tersebut atas tudu- han KKN dalam kasus lelang ruko Kuta Square dan eksekusi Hotel Sol Elite Paradiso. Di halaman gedung terhormat, sebagai benteng terakhir keadi- lan itu, Somya dan hakim lain "dikuliahi" mahasiswa, para aktivis dan kalangan praktisi hukum. Mereka meminta Somya untuk memberikan secercah harapan dari kasus-kasus tanah di Bali yang selama ini seakan menyengsa- rakan masyarakat kecil. Putusan-putusan dan keberpihakan sela- ma ini memenangkan pengusaha dan investor, sehingga kecurigaan masyarakat kecil terjadi KKN tak dapat disalahkan. Somya menyatakan, kasus Sendang Pasir bukanlah kewenangan Pengadilan Negeri Denpasar. "PN Denpasar hanya menangani ka- sus-kasus di wilayah Kodya Denpasar dan Badung," elaknya. Tetapi salah satu warga Sendang Pasir-Simarudin-menya- takan ia bukan mencari jawaban atas kasus yang menimpanya se- mata. Tetapi ia mengangkat permasalahan yang dihadapai warga Sendang Pasir agar tidak menimpa dan terjadi pada warga lainnya di Bali dan bumi Indonesia ini. Keterdesakan warga ini pun seperti mendapat "sokongan" dari apa yang dikemukakan Chusmeru. Dosen Unud ini berbicara sete- lah didaulat oleh pemegang mikrofon untuk berorasi. Ia mengingatkan hakim yang duduk di lembaga terhormat itu mampu memberi kepastian hukum. Dicontohkan warga Sendang Pasir, tanah yang ditempatinya turun temurun dipermasalahkan. Tetapi toh sampai detik ini belum mendapatkan kepastian hukum. Ketua Pengadilan sempat emosi menerima keluhan warga, teta- pi kemudian kembali tenang dan menanggapi tiap permasalahan yang diadukan warga secara proporsional. (lik/nan) IGN Bagus Bersedia Gantikan Bandem Mereka tak Tahu Seluk-beluk Kasino Denpasar (Bali Post)- Budayawan Unud Prof. Dr. IGN Bagus ternyata tak mengikuti jejak Rektor Undik- nas Prof. Dr. Drs. IGN Gorda, M.S. yang menolak menggantikan Prof. Dr. Made Ban- dem, M.A. di MPR. Dengan alasan panggilan sejarah untuk mentransformasikan perjuan- gan reformasi dan menciptakan moral baru, Prof. Bagus menyatakan bersedia menggan- tikan Bandem. Bahkan ia sedang memper- siapkan persyaratan administrasi untuk itu. "Karena ini merupakan upaya ke arah reformasi, ya saya bersedia," kata Prof. Ba- gus dihubungi di rumahnya di Denpasar, Kamis (23/7) kemarin. Kesediaan Bagus itu sudah disampaikan kepada utusan pimpinan DPRD Bali yang menghubunginya, Selasa (21/7). Kedatangan utusan itu kemudian disusul telepon Ketua DPRD Bali Ketut Sundria. 'Saya terkejutkok tumben ada begini," tuturnya. Dengan masuk lembaga politik MPR, Ba- gus berpendapat, perjuangan reformasi yang selama ini getol ia perjuangkan bisa dilanjut kan pada tahap formal. Artinya, ketika ber- ter Molem juang di kampus, sebagian sasaran sudah ber- hasil. Namun, sebagian lainnya masih me- merlukan proses lanjut. Dalam kaitan tersebut, Bagus bertekad ambil bagian masuk jalur formal. Perjuangan jalur formal itu ia yakini mampu memberi arti terhadap proses misi dan aksi reformasi baik di pusat maupun daerah dalam men- transformasikan aspirasi lingkungan yang mengarah tercapainya tujuan aksi. Terhadap kemungkinan dituding mengkhianati komitmen kalangan reformis, Bagus mengatakan," Tiap orang bisa saja menafsirkan begitu. Sebelum perjuangan re- formasi mencapai sasaran, banyak jalan bisa ditempuh." Bagus tak menampik kesediaannya dilan- dasi alasan politis. Namun, alasan politis di- maksud bukan meraih kedudukan. 'Alasan politis tentu ada, yaitu turut bergerak me- ngubah politik. Tetapi, bukan dalam konsep mencari kedudukan," tegasnya. Bagus juga menegaskan, ia tak akan terpengaruh jika kalangan reformis keberatan atas kesedian- nya itu. "Socrates mengatakan, kita perlu menciptakan lahirnya moral baru. Kalau panggilan sejarah telah datang, sekecil apa pun itu harus kita manfaatkan," lanjut dia. Di tempat terpisah, Rektor Undiknas IGN Gorda menegaskan, ia tetap menolak penca- lonan dirinya. Alasan pokok penolakannya, Gorda ingin mengkonsentrasikan pikiran di kampus untuk mempersiapkan manajemen pengelolaan Undiknas abad 21. Keterlibatan- nya dalam perjuangan reformasi beberapa waktu lalu, sama sekali bukan untuk mere- but jabatan politik tertentu. Semuanya kare na cetusan hati nurani sebagai seorang ilmu- wan dan cendekiawan yang ingin memberi kan pemikiran terbaik kepada bangsa. "Saya memilih tetap menjadioutsider. Itu lebih efektifkarena saya bisa lebih jernih mem- berikan sesuatu pemikiran, tidak ada ewuh pakewuh, sehingga apa yang benar saya ka- takan benar dan apa yang salah saya katakan salah," katanya. Budayawan Bali lainnya, dr. AAM Djelan- * Giliran Praktisi "Jewer" Budayawan Denpasar (Bali Post) - Ide kasino yang digulirkan IB Oka Abiana ter- nyata tetap menjadi sorotan, Kini kalangan praktisi pariwisata yang tampil gigih 'membela ide Abiana. Kalau sebelumnya, budayawan dan pengamat menyatakan ide Abiana merupakan ide gila, kini gi- liran praktisi pariwisata yang menilai pengamat dan budayawan tak tahu seluk-beluk kasino. "Mereka hanya tahu dari film," kata Oka Wiracika, Kamis (23/7) kemarin. Sementara Pujawan yang Ketua HPI Bali me- ngatakan, bentuk judi ini jangan terburu-buru diben- turkan dengan budaya Bali dan dikaitkan dengan prostitusi. IB Oka Wiracika, pemilik Restoran Oka ini me- ngatakan orang yang berkomentar soal kasino di Bali kebanyakan tak tahu seluk-beluk kasino. "Mereka hanya melihat sisi abstrak bahwa di arena itu ada cewek cantik, heroin dan yang berbau maksiat lain- ujar Wiracita tik belum bisa ditemui karena yang ber-nya, padahal jika dilakoni soal itu tak ada di kasino,” sangkutan berada di Australia dan kemungki- nan baru kembali 27 Juli mendatang. (nom) Pemilihan Gubernur Molor lagi leg nexusoms BIM JO921 Denpasar (Bali Post) - Proses pemilihan Gubernur Bali kian amburadul saja. Setelah diprotes sana-sini, untuk kedua kalinya waktu pemilihan molor lagi. Semula pemilihan dijadwalkan 23 Juli, namun diundur menjadi 28 Juli. Tetapi, da- tang lagi kabar baru, pemilihan akan dilak- sanakan, Kamis (30/7). Ketua DPRD Bali I Ketut Sundria menge- mukakan kepada wartawan, Kamis (23/7) kemarin, pihaknya menerima berita resmi dari Sekwan Ngakan Made Samudra, S.H. yang berada di Jakarta bahwa memang be- nar pemilihan Gubernur Bali diundur men- jadi 30 Juli "Ini keputusan Depdagri. Setelah Bali, Dirjen PUOD selaku penanggungjawab akan menghadiri pemilihan Gubernur NTB," kata Sundria. Molornya pemilihan Gubernur Bali, sama dengan pengunduran jadwal sebelumnya, karena molornya jadwal pemilihan di Jateng dan Jatim. Masalahnya, Dirjen PUOD ingin hadir secara berturut-turut ke daerah-daer- ah pemilihan. Sekalipun terjadi pengunduran lagi, Sun- dria melihat hal itu tidak mengganggu dan memperlambat tahapan Bali memperoleh gubernur definitif. "Pelantikan gubernurkan 28 Agustus, masih ada waktu hampir satu bulan," ucapnya. Konsekuensi mundurnya jadwal pemilihan secara langsung mengubah pula jadwal presentasi cagub. Menurut Sun- dria, presentasi akan diselenggarakan han- ya sehari pada Selasa (28/7). Soal tiga nama, hingga kemarin, Sundria belum secara resmi menerima surat dari Mendagri. "Saya baru membaca dari koran. Karenanya saya tidak berkomentar dulu, apakah betul demikian, tunggu sampai be- sok (Jumat ini-red.)," kilahnya. Seperti diberitakan, Karo Humas Depda- gri Drs. H. Zumaidy menyebutkan tiga nama yang ditetapkan Mendagri sebagai cagub Bali adalah Drs. Dewa Made Beratha, I Made Suwinda, S.H., dan Prof. Dr. K. Sukardika, DSMK Tak Mengarahkan Siapa pun tiga nama yang diturunkan dari pusat, menurut Sundria, itu sudah mendap- at persetujuan Presiden melalui Mendagri. Ketiganya memiliki bobot dan kemampuan seimbang. Tak ada istilah pendamping. Ka- lau ada yang tidak puas atas tiga nama itu, semua pihak harus menerimanya dengan lapang dada. "Kita semua harus berpikir bahwa kalau itu sudah merupakan kebijaksanaan dan per- setujuan pemerintah pusat, bagaimanapun harus kita terima sebagai bangsa ber- demokrasi dan memiliki tananan hukum," ujarnya. "Siapa pun tiga nama yang diturun- kan, takkan bisa memuaskan semua pihak. Kita tak boleh bicara hanya soal puas puas. Apa sih yang sempurna di dunia ini?" katanya. tak Bali, menurut Sundria, mencari pemimpin yang bersih, jujur, adil, dan berani memper- juangkan nasib daerah dan masyarakat. Jan- gan sampai yang muncul malah yang tidak jujur, tidak ksatria, dan tidak berjuang un- tuk rakyat. Sejauh mana kebebasan anggota dalam memilih satu dari tiga cagub? Anggota DPRD memiliki satu hak suara sesuai hati nurani mereka. Era reformasi tak mengenal arah- arahan atau jatah-jatahan suara. Termasuk Golkar sendiri tak akan mengarahkan ang gota F-KP untuk memilih satu nama. Sila- kan, mereka bebas," tangkis Ketua DPD Golkar Bali itu. (028) Diduga, 35% Istri Pejabat Terserang Penyakit Seksual Denpasar (Bali Post)- Ini kabar menarik yang boleh saja mem- buat banyak orang terkejut. Sekitar 35% istri pejabat dan wanita intelek di Denpasar diduga terserang penyakit menular seksual (PMS). Menurut sebuah sumber di Puskesmas Denpasar Timur I, dugaan itu muncul meny- usul dilakukannya pemeriksaan dan penang- gulangan kasus PMS ibu hamil di Puskesmas Puskesmas Dentim I. Apalagi menyangkut dugaan angka 35% tadi. "Kalau dugaan itu benar, kami khawatir dalam jangka waktu tertentu bisa terjadi leda kan kasus PMS termasuk HIV/AIDS. Ini san- gat berbahaya," jelasnya. Namun, Oka membenarkan memang ada bantuan AusAIDS untuk penanggulangan kasus PMS bagi ibu hamil yang dipusatkan di Dentim I dan Puskesmas Kuta I-atas ban- Puskesmas Dentim I dan Puskesmas Kuta I. tuan yayasan Australia, AusAID. Penanggulangan kasus PMS yang dilak- sanakan mulai Oktober 1997 itu sedikitnya telah memeriksa 200 ibu hamil khususnya di Puskesmas Dentim I. Kepala Dinas Kesehatan Kodya Denpasar dr. I Gusti Ngurah Oka, Kamis (23/7) ke- marin menjelaskan, pihaknya belum mem- peroleh laporan pasti tentang penanggulan gan PMS bagi ibu hamil yang dipusatkan di Usaha yang ditempuh untuk menghindari makin merebaknya kasus PMS yakni mela- lui peningkatan penyebaran berbagai infor- masi dan penyuluhan. Cukup Tinggi Oka melihat angka serangan PMS bagi 35% ibu hamil memang cukup tinggi. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kodya Denpasar segera mengambil langkah antisipasi teruta- ma menyangkut penyuluhan PMS dan lebih menanamkan pengetahuan tentang kasus penyakit HIV/AIDS. Apalagi, menurutnya, Bali kini sudah memiliki tambahan kasus penderita HIV tiga orang akhir Juni 1998 yang jumlah keseluru- han penderitanya sudah 47 orang. Untuk itu semua pihak diharapkan lebih waspada. Berdasarkan data yang dilaporkan kepa- da Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Depkes RI, Indonesia memiliki tambahan penderita HIV/AIDS selama 7 bulan terakhir ini 83 orang. Dengan tambahan tersebut jumlah pen- derita HIV/AIDS di Indonesia mulai April 1987-30 Juni 1998 secara kumulatif tercatat 702 orang. Dari jumlah itu 193 orang AIDS dan 509 orang pengidap HIV yang dilapor- kan oleh 23 propinsi dari 27 propinsi yang ada di Indonesia. (08/028) Oka Wiracika mengaku sejak tahun 1990 terli- bat judi di Perth, Australia dan di Genting Ailand, Malaysia. Menurutnya, penyelenggara kasino biasa- nya dalam bentuk perkumpulan. Umumnya tem- pat yang digunakan adalah pegunungan yang dilengkapi dengan lapangan golf dan lain-lain. Or- ang-orang lokal tak diberbolehkan masuk ke kasi- no. Mereka yang datang harus menunjukkan kartu identitas dengan membayar uang jaminan tertentu. Uang ini bisa ditagih usai main dan jika kalah masih bisa makan dan pulang ke negaranya. "Saya yang sering main kasino tak pernah melihat cewek can- tik dan heroin di sana, justru kami dijaga ketat dan aman bermain. Mereka yang berkomentar baru melihat di film saja," ujarnya. Kompyang Pujawan menyebutkan, sekarang ter- gantung transparansi saja. Daripada semua bentuk permainan seperti golf, bulutangkis ada taruhannya, lebih baik diadakan judi secara transparan. "Apa- kahtajen bukan bagian budaya orang Bali, buktin- yaada lontar pengayam-ayam' (mengatur soal ayam jago-red)," ujarnya. Hal itu disambut baik Wiracita karena pajak dari judi termasuk kasino cukup besar. Khusus kasino penyelenggara tak pernah rugi karena umumnya orang punya duit banyak tak peduli berapa kalah yang penting bisa menghibur diri. Agar tak sem- barang orang bisa mengikuti, buatkan kartu anggo- ta dengan tarif mahal dan uang jaminan yang ma- negeri orang akan berebutan ingin buka kasino di Bali karena pariwisatanya maju, tak perlu promosi lagi," ujarnya seraya mengatakan, wisatawan yang paling suka kasino adalah Taiwan, Hongkong dan Jepang, yang justru pangsa pasar wisatawan utama Bali V hal pula. "Saya rasa jika kasino dilempar ke luar تسونامة العلماء Kompoyang Pujawan mengatakan Jepang memi- liki panchingho (sejenis kasino) tetapi budaya masyarakatnya tak rapuh. Karena itu ia meminta jangan berpikiran jahat dulu kalau IB Oka Abiana (025) melontarkan ide kasino di Bali. PN Denpasar Sangkal Berkolusi Denpasar (Bali Post) - Pengadilan Negeri (PN) Denpasar secara resmi menyangkal dugaan rekayasa dan prak- tik kolusi dalam kasus pelelangan Hotel Sol Elite Paradiso (SEP) serta ruko Kuta Square. Tidak ada kolusi atau permainan dalam ka- sus itu," tegas Ketua PN Denpasar IBN Somya, S.H., Kamis (23/7) kemarin. Menurut Somya, eksekusi Hotel SEP mau- pun proses lelang ruko Kuta Square telah ber- jalan sesuai dengan prosedur hukum yang ber- laku. Keduanya, kata Somya, dilelang lanta- ran pemiliknya melakukan wanprestasi ter- hadap perjanjian kredit. Dalam kasus Hotel SEP misalnya, telah ter- jadi wanprestasi terhadap jadwal pembayaran pinjaman. Dalam perjanjian, pemilik hotel menyatakan siap untuk membayar cicilan ber- dasarkan pemasukan hotel. "Kenyataannya, pihak hotel tidak menepati janjinya," kata Somya. Begitu pula dalam kasus ruko Kuta Square. Pemiliknya sudah melakukan wanprestasi baik menyangkut perjanjian kredit maupun hasil lelang. Pada lelang pertama - Rachmad Kar- jadi sudah dinyatakan menang, tetapi tidak me menuhi kewajiban alias wanprestasi," tegas Somya. Terhadap kasus Hotel SEP, Somya men- yarankan agar pemilik hotel melakukan pende- katan terhadap bank dengan harapan terjad- inya perdamaian. "Saya juga kasihan kalau sampai hotel itu dilelang," paparnya. Mengenai sorotan kuasa hukum Harjanto Karjadi, Suryatin Lijaya, S.H. dan Ruhut Sito- mpul, S.H. yang mempersoalkan lelang ter- hadap ruko dinilai tidak sah lantaran Akte Pem- berian Hak Tanggungan (APHT) cacat yuridis, dikatakan Somya, dalam surat perjanjian itu secara jelas telah disebutkan bahwa keberadaan Harjanto Karjadi atas nama pribadi maupun atas nama PT Saka Utama Dewata. (010/011) Penodongan di Blungbung, Mengwi Denpasar (Bali Post) - Rumah pasangan suami istri-I Made Lastra dan Ni Made Muliatini-di Br. Blungbung, Pena- ru-ngan, Mengwi, Badung, Kamis (23/7) dini hari ke marin disatroni dua orang tak dikenal. Sambil men- gancam korban dengan pisau sepanjang 50 centime ter, kedua pelaku yang memakai kostum ala ninja, mengobrak-abrik lemari pakaian milik korban dan membawa kabur sejumlah uang tunai dan perhiasan emas dengan total kerugian sekitar Rp 7 juta. Kapolres Badung Letkol pol. Drs. S. Sebayang didampingi Kapolsek Mengwi Lettu Pol. Supriyadi membenarkan adanya laporan itu. gram. Made Lastra yang pensiunan karyawan Hotel The Grand Bali Beach (GBB) mengatakan, sekitar pukul 01.30 ia dibangunkan dua orang tak dikenal. Kedua pelaku yang masuk ke rumah korban de- ngan terlebih dahulu mencongkel kaca nako diru- ang tamu, lanjut menodongkan pisau ke arah Made Lastra. Hasil pengecekan di TKP, petugas hanya mene- mukan dua pasang sandal yang diduga milik ke- dua pelaku yang tertinggal di dekat jendela kaca nako bekas congkelan itu. Sementara tindak kriminal di wilayah hukum Polres Badung belakangan ini, khususnya me- nyangkut kasus curanmor mengalami kenaikan cukup tajam. Bahkan dalam waktu sehari, Rabu (22/7) dilaporkan empat sepeda motor berbagai je Kepada polisi, kedua korban mengaku ketaku- tan ketika diancam pelaku dengan senjata tajam. Karena takut akan dihabisi nyawanya korban pun rela menyerahkan kunci almari tempat menyim- pan uang dan sejumlah perhiasan emas seberat 40 nis hilang. Bukan untuk Muluskan Jalan Dewa Beratha pendamping. Saya juga tidak sependapat jika tergusurnya Pak Sarga dan Suwandha untuk memuluskan calon lainnya. Se cayaan untuk mengikuti tahapan mua kan telah sesuai dengan pemilihan cagub berikutnya. Saya prosedur dan mekanismenya. Kita juga menyatakan terima kasih ke sebaiknya berpikir positif saja. pada insan pers, karena berkat Kini, siapa pun di antara keti- merekalah gagasan dan pengab- ga cagub yang terpilih, mari kita dian saya selama ini bisa dinilai berikan dukungan dn iklim yang masyarakat Bali. Peranan debat baik kepada yang bersangkutan cagub 16 Juli juga saya hargai agar dapat membangun Bali. karena memberi peluang kepada DPRD tentu kita harapkan mam- saya untuk mengkomunikasikan pu menentukan sikap sebaik- gagasan saya kepada masyarakat baiknya, sehingga yang terbaiklah dan kerja sama. Tanpa itu, niscaya Saya menilai ketiga nama yang me-mimpin Bali. kita tidak punya kekuatan yang sama kuat. Tak ada istilah calon (art) cukup untuk membangun Bali, lebih-lebih melepaskannya dari krisis ini. SIAPA PUN yang terpilih, itu dalam rangka upaya kita ber- Drs. Dewa Made Beratha saya. Pemerintah pusat tentu pu- Sukardika dan Dewa Made sama-masyarakat Bali-untuk Secara resmi saya belum nya pertimbangan sendiri yang Beratha mengaku siap saling memfungsikan diri sesuai dengan mendapat pemberitahuan dari kita tidak ketahui. Saya sendiri mendukung. Sukardika menya peranan yang dimiliki demi kema- DPRD Bali. Saya hanya menge menilai Pak Sukardika dan Su- takan bahwa turunnya nama juan Bali. tahui perihal tiga nama cagub winda sama bobotnya dengan Suwinda dan dirinya, dengan Dari tiga nama yang turun, yang turun itu dari koran. cagub yang tidak turun. menggusur Sarga dan Su- saya tidak melihat ada istilah pen- Kesan? Saya malah melihat Prinsip saya, siapa pun yang wandha, bukan untuk memu- damping atau calon yang satu leb- bahwa sekarang ini tantangan kelak terpilih mari kita dukung. luskan laju Dewa Beratha, ih kuat dari yang lain. Malahan makin berat. Siapa pun yang men- Jika Pak Sukardika tampil, akan Berikut komentar ketiga cagub saya kira kawan-kawan saya lain- jadi gubernur Bali tidak akan gam- saya dukung sepenuhnya. Bali ini yang dihubungi di Denpasar, nya, termasuk yang tidak masuk pang di tengah situasi sulit ini. kecil, modal kita hanya persatuan Kamis (23/7) kemarin. tiga besar, rasanya jauh lebih Jadi, saya melihat turunnya tiga berkualitas dari saya. nama ini adalah sebuah tantangan Prof. Dr. dr. K Sukardika, Saya sendiri merasa bahwa yang makin berat bagi diri saya. DSMK masuknya nama saya dalam Saya berpendapat bahwa tidak tiga besar tidak berarti untuk ada istilah pendamping. Pak sekadar menyenangkan kaum Sukardika dan Suwinda punya reformis. Terus terang, saya bobot yang kuat. Justru saya me Made Suwinda, S.H. tidak mampu mengetahui lihat sekarang inilah proses cagub Saya mengetahui informasi perasaan orang lain, apalagi berjalan begitu ketat, terbuka, tentang tiga nama ini dari kawan- mengaitkan proses ini dengan dengan kualitas calon yang berim- kawan di Jakarta. Segera setelah kerja besar reformasi. Saya pun bang tidak melihat bahwa tampiln- Saya tidak sependapat jika ada ya saya dan Suwinda, untuk yang menyatakan bahwa tidak memuluskan jalan bagi Dewa turunnya Pak Sarga dan Su- Made Beratha. wandha untuk memuluskan diri Terus terang, saya belum be- rani mempercayai informasi ten- tang tiga nama cagub ini 100%. Saya masih menganggap kebena- ran ini sebagai tersamar". Jika informasi tersebut datang dari DPRD Bali secara resmi, barulah saya percaya sepenuhnya. Soal kesan? Saya berpikir posi- tif saja. Saya mencoba menyikap inya dengan kesan bahwa semua itu, rekan-rekan wartawan mem- beritahu saya. Yang pasti saya menyatakan rasa syukur ke hadapan Hyang Widhi, karena mendapat keper- Beratha Sukardika Suwinda (050) Jumat Kliwon, 24 Juli 1998 PPP Digembosi PKB, Siapa Takut? Denpasar (Bali Post) - Kemungkinan bakal gembosnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) oleh kehadiran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak dapat terhindarkan. Tetapi, PPP Bali menyatakan tak terlalu terpengaruh dengan peluang penggembosan itu. Siapa takut digembosi? Warga negara masuk partai apa saja boleh, itu hak individual mereka," ujar Sekretaris DPW PPP Bali Muhaji kepada Bali Post, Kamis (23/7) kemarin. Muhaji mengakui, warga PPP Bali saat ini didominasi warga Nahdlatul Ulama (NU) terutama di tingkat cabang. Sedangkan dalam komposisi kepengurusan DPW saat ini yang berjumlah 15 orang, tu- juh di antaranya kader NU. "Jadi, kalau mereka ingin bergabung dengan PKB tidak ada salah- nya. Yang jelas sampai saat ini belum ada kontak atau pemberitahuan rencana mereka," ujar Muhaji yang juga kader NU itu. Seperti diberitakan kemarin, sejumlah tokoh NU mendeklarasi- kan berdirinya PKB. Menurut Wakil Sekjen PBNU Arifin Junaidy, PKB tidak hanya untuk muslim khususnya warga NU, tetapi non- muslim pun termasuk warga Tionghoa bisa. Banyak kalangan ber- pendapat, kelahiran partai itu akan menggembosi PPP di mana sela- ma ini warga NU bergabung. DENPASAR DAN SEKITARNYA (028) Kunjungi Panti Jompo TERCATAT 350 siswa baru SMU Dwijendra Denpasar di- pimpin kepala sekolahnya Drs. Made Rintig mengunjungi dan menyumbang sembako kepada penghuni Panti Jompo Tresna Werda Wana Seraya, Biaung. Menurut ketua Osis- nya Hetty Aprillita, kegiatan orientasi siswa baru sengaja diarahkan ke panti jompo untuk menanamkan rasa saling menolong sesama manusia. (025) Tanpa Keluarga TONDO PURWITO, korban kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Badung, Senin (20/7) lalu hingga kini menjalani rawat inap di RSUP tanpa diketahui oleh keluar- ganya. Korban mengaku berasal dari Dusun Temurejo RT 02, RW I Kecamatan Genteng Banyuwangi. Keluarga kor- ban agar segera menghubungi RSUP Sanglah, demikian si- aran pers Bagian Informasi dan Pemasaran Sosial RSUP Sanglah. (08) Wisuda P4B KAKANWIL Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) Bali Drs. I Gusti Ngurah Mayoen mewisuda 562 lulusan Pusat Pendidikan Perhotelan dan Pariwisata Bali (P4B), Kamis (23/7) kemarin di Kuta. Wisuda lulusan P4B kali ini meru- pakan yang ke-34. Direktur P4B Pusat Drs. Made Nesa mengatakan, sampai saat ini telah meluluskan 13.263 or- ang. Menurut Mayoen, sampai saat ini jumlah pencari kerja yang tercatat di Kanwil Depnaker sekitar 25.000. Dari jum- lah tersebut, 74% berpendidikan SLTA dan 15% sarjana. "Padahal, jumlah kesempatan kerja yang tersedia hanya 136," katanya. (bud) Diklat Adum WALI KOTA Madya Denpasar I Komang Arsana, Kamis (23/7) kemarin membuka Diklat Administrasi Umum (Adum). Diklat yang diikuti 33 orang itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparatur pemerintah serta membentuk kepribadian sikap kepemimpi- nan sesuai dengan tuntutan reformasi. (010) Sea Pure Bulan Dana PPTI PELAKSANAAN bulan dana PPTI Kodya Denpasar peri- ode Februari 1997 hingga Mei 1998 berhasil mengumpulkan dana Rp 135.788.500. Besarnya dana ini melampaui target Pemda Bali Rp 80 juta. Keberhasilan ini menurut Wali Kota Madya Denpasar I Komang Arsana, Kamis (23/7) kemarin tak lepas dari partisipasi masyarakat dalam membantu memikirkan penderitaan orang lain. Hingga Juli ini katanya, terdapat 43 penderita TBC yang memerlukan bantuan. Penu- tupan bulan dana PPTI Kodya Denpasar ditandai penyerah- an dana dari Ny. Komang Arsana kepada Ketua PPTI Ca- bang Kodya Denpasar Dra. Ni Made Wenten Suparmi. (010) Hari Anak Nasional PERINGATAN Hari Anak Nasional (HAN) 1998, Kamis (23/7) kemarin dilaksanakan Kodya Denpasar yang dipu- satkan di Taman Budaya Denpasar. Peringatan yang diha- diri Wali Kota Komang Arsana itu diisi berbagai kegiatan antara lain pidato, melukis, drum band. (010) Setrum Listrik EMPAT karyawan Smilling Tour, Kamis (23/7) sore kema- rin tersetrum listrik saat menaikkan tiang bendera. Akibat- nya I Made Sadi meninggal dunia. Sedangkan tiga karyawan lainnya Usman, Sunastra dan Septrianus-kini dirawat di RSUP Sanglah. (08) Pemenang Cerpen Teater Angin CERPEN berjudul "Impian Sang Juara" karya Suryadarma (SLTPN 7 Denpasar) terpilih sebagai pemenang I kelompok pelajar Lomba Cipta Cerpen III Teater Angin SMUN 1 Den- pasar. Pemenang II dan III masing-masing diraih cerpen ber- judul "Tilem" karya Kawitri Resen (SMUN I Denpasar) dan "Tunangan karya Putu Eka Ratna Wulandari (SMUN 1 Ta- banan). Selain itu dewan juri yang diketuai cerpenis Ir. Gede Aryanta Soetama ini juga menetapkan pemenang cerpen un- tuk kategori umum. Sebagai Juara I, II dan III berturut-turut adalah: Pra-KS" karya Nanoq da Kansas (Negara), "Calon Istri karya Riyanto Rabbah (Mataram) dan Peluru di Dada Markum karya Denik RV (Mataram). (sut) Kunjungan Kapolda KAPOLDA Bali Brigjen Pol. Drs. Gunawan, Kamis (23/7) kemarin mengadakan kunjungan kerja di lingkungan Direk- torat Samapta Polda Bali. Pada kesempatan tersebut Kapol- da juga mengunjungi Unit Satwa. Kapolda mengharapkan kepada jajaran Samapta di samping berlatih keterampilan juga harus melaksanakan tugas-tugas preventif dan tiap komandan harus memiliki kreativitas yang tinggi supaya punya kreasi yang tinggi. Kapolda juga meninjau wilayah perairan Pos Polair Benoa dengan menggunakan kapal mo- tor Polair 219. (wit) Tergusurnya Suwandha dan Sarga bisa Munculkan Gerakan Massa Denpasar (Bali Post) - merasa tidak puas atas penilaian terhadap permasalahan Tergusurnya cagub Nyoman pemerintah pusat mengingat masyarakat. Suwinda sendiri, Suwandha, S.H., dan Drs IBP Sar jumlah dukungan dan hasil jajak kata guru besar FH Unud ini, ga berpeluang menimbulkan gera pendapat cukup memberi pembe posisinya relatif lebih lemah kan massa. Di lain pihak, peluang naran ke arah itu. dibandingkan dua calon lainnya cagub Drs. Dewa Made Beratha Kendati demikian, ujar At- mengingat Suwinda relatif belum dan Prof. Dr. dr. K Sukardika, madja, karena sistem politik teruji kemampuannya memimpin DSMK sama kuat untuk terpilih masih menerapkan tatanan yang Bali. "Lebih-lebih jumlah dukun- menjadi Gubernur Bali periode ada, mau tidak mau, hasil terse gan, hasil jajak pendapat dan pe- 1998-200 Demikian dikatakan haruslah diterima dengan nampilan dalam debat cagub pengamat politik Prof. Dr. Dewa lapang dada. "Secara prosedur kurang meyakinkan," ujarnya. Gede Atmadja, S.H., M.H., di Den- dan mekanisme telah sesuai, ken- Tentang tergusurnya Sarga pasar, Kamis (23/7) kemarin. datipun sampai saat ini saya dan Suwandha, Atmadja menilai, Menurut Dekan FH Unud ini, masih menilai DPRD Bali tidak kemungkinan keduanya diang- Suwandha dan Sarga memiliki lagi memiliki legitimasi untuk gap tidak berkeringat di Bali. basis massa yang kuat di tingkat memproses cagub Bali," ujarnya. Keduanya telah lama meninggal- elite politik dan massa. Secara Ditanya soal peluang Beratha kan Bali sehingga kurang mam- real politik, kata dia, massa ke- dan Sukardika, Atmadja menga- pu memahami dinamika Bali. dua cagub ini dinilai besar. Dia takan, peluang Beratha kuat Atmadja melihat Sarga dan Su- mengkhawatirkan pencoretan karena dia berasal dari jajaran wandha tergusur bukan karena nama keduanya akan memanas- birokrasi yang telah teruji pe faktor Soehartois. "Sulit meng- kan situasi politik di Bali. "Dug- ngalamannya. Sedangkan indikasikan demikian. Siapa di aan saya kuat sekali ke arah itu," Sukardika dinilai kuat karena antara pejabat negara yang tidak tuturnya. Dia memahami jika pada saat era reformasi inilah Soehartois, termasuk Mendagri para pendukung kedua cagub ini orang kampus dinilai lebih peka sendiri kan?" ujarnya retorik. (09). Jumat Kliwon, 24 Setuju, H * KETUA Dewan Pimpina Cabang (DPC) Partai Demo krasi Indonesia (PDI) per dukung Megawati Soeka noputri di Klungkung, Jen brana dan Buleleng-ma sing-masing I Wayan Suten I Wayan Mawa dan Komar Sudharmadja-menyataka sangat setuju Kongres PI Perjuangan digelar di Ba "Kami siap mendukung dar maupun tenaga untuk m nyukseskan kongres parta ujar Mawa di Negara, Kam (23/7) kemarin. Hal yang sama dikemuk kan Sutena dan Sudharm dja. Menurut mereka, des kan pelaksanaan Kongr PDI Perjuangan ini sesu dengan keputusan sem DPC PDI se-Bali ketika b dialog dengan tokoh PDI ya juga mantan Sekjen PDI S bam Sirait. Saat itu, kong disepakati akan dilaksan kan September 1998. "Jika diselenggarakan Bali, secara otomatis mas banteng perjuangan di Pul Dewata yang memang ma solid akan makin kokoh, t mudah dipecah belah," me ka menegaskan. Dalam ko res nanti, pihaknya tet menginginkan Mbak Me wati memimpin PDI perio 1998-2003. Alasannya, kl risma Megawati masih dip lukan dalam tubuh partai b lambang kepala banteng i Warga "banteng" pe dukung Megawati di Bu leng dalam pertemuan Pembel KALAU pendukung M mempersiapkan Kongres ngan dan peringatan "Peri pihak PDI pendukung So tidaknya harus merespor surat ajakan bergabung d dipimpin Bachtar Oscha C ini Wayan Suwirna-Ke Klungkung pro Soerjadi- pihaknya belum menerin Alasannya, sekretariat manen. "Rencananya, sek mah saya Dusun Pangi mantan pemeran raja dalam drama gong itu. Sebagai tokoh politik ya pengalaman, dia mengak dengan ajakan bergabu Bachtar, mengingat PDI ki jaringan kuat sampai ke "Biasanya, kalau partai b mengadakan konsolidasi, milih merangkul parpol nyai jaringan sampai jaja misalnya DPD atau DPC Namun, pihaknya tak DPC PDI pro Soerjadi me ke pusat. "Saya tak mau setuju atau tidak, terg Kami kan berada di jajara nya. Lalu, mengenai kemu bertahannya dualisme dal jika masalah intern tidak k lesaikan, dinilai Ketua D ngasem pro Soerjadi I Ket menimbulkan kerancuan panjang friksi dan saling langan massa banteng" sannya, kata dia, seda harus dicari upaya dam nyatukan massa penduk tidak selamanya terbelah Itu dikemukakannya u gapi kemungkinan ada yang terlibat dalam Pemil mengaku siap menempuh damai untuk kembali Ke Pangda Gianyar (Bali Post) - Pangdam IX/Udayana M jen TNI Adam R. Damiri men rahkan bantuan kucit (bibit t nak babi) kepada koordina mahasiswa kuliah kerja ny (KKN) Undiknas Lusiano De va Mira untuk selanjutnya serahkan kepada masyara Tegallingah, Karangasem, mis (23/7) kemarin. Setelah itu, Panglima dampingi Danrem 163/Wira tya Kolonel Inf. I Made Yasa d Bupati Karangasem I Ke Mertha meninjau pemban nan jalan yang menghubung Dusun Karang Cermai deng Dusun Nyuling, Desa Tegalli gah. Berkaitan denagn pemb tan jalan ini, Pangdam men pat banyak penjelasan dari ktor Undiknas Prof. Dr. I Gorda, M.S Jalan selebar 7 meter d panjang 500 meter ini diga secara terpadu melibatk Kodam Udayana, Pem Karangasem serta mahasis KKN Undiknas angkatan ke Truk M Bangli (Bali Post) - Truk mini (pick-up) sebas ngangkutan barang namun mengangkut penumpang, seg pihak Polres Bangli. Sebagia pedesaan terutama yang belur daraan umum masih memer disampaikan Kapolres Bangli I Agusnam Usman, Rabu (22/7 masih maraknya angkutan ba ngangkut penumpang di des sejuk itu. Menurutnya, di satu sis masih memerlukan kemudah si dan di pihak lain angkutan u belum menjangkau seluruh Color Rendition Chart
