Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-07-24
Halaman: 03

Konten


4cm 2cm on, 24 Juli 1998 bosi Takut? ersatuan Pembangunan angsa (PKB) tak dapat tak terlalu terpengaruh suk partai apa saja boleh, DPW PPP Bali Muhaji ini didominasi warga bang. Sedangkan dalam berjumlah 15 orang, tu- an PKB tidak ada salah- tak atau pemberitahuan der NU itu. koh NU mendeklarasi- PBNU Arifin Junaidy, warga NU, tetapi non- Banyak kalangan ber- mbosi PPP di mana sela- (028) ITARNYA Jompo jendra Denpasar di- Rintig mengunjungi nghuni Panti Jompo Menurut ketua Osis- siswa baru sengaja namkan rasa saling ga kaan lalu lintas di 20/7) lalu hingga kini ketahui oleh keluar- Dusun Temurejo RT wangi. Keluarga kor- anglah, demikian si- asaran Sosial RSUP 3 rja (Depnaker) Bali a 562 lulusan Pusat a Bali (P4B), Kamis P4B kali ini meru- at Drs. Made Nesa eluluskan 13.263 or- jumlah pencari kerja Car 25.000. Dari jum- A dan 15% sarjana. ang tersedia hanya m mang Arsana, Kamis Hministrasi Umum itu bertujuan untuk erampilan aparatur an sikap kepemimpi- (010) PTI Kodya Denpasar peri- hasil mengumpulkan ni melampaui target i menurut Wali Kota Kamis (23/7) kemarin t dalam membantu ngga Juli ini katanya, ukan bantuan. Penu- ar ditandai penyerah- ada Ketua PPTI Ca- enten Suparmi. (010) ional (HAN) 1998, Kamis Denpasar yang dipu- eringatan yang diha- si berbagai kegiatan (010) -ik mis (23/7) sore kema- ang bendera. Akibat- ngkan tiga karyawan anus kini dirawat ater Angin "karya Suryadarma emenang I kelompok Angin SMUN 1 Den- ng diraih cerpen ber- UN I Denpasar) dan andari (SMUN 1 Ta- uai cerpenis Ir. Gede pemenang cerpen un- an III berturut-turut sas (Negara), "Calon dan Peluru di Dada (sut) bolda mawan, Kamis (23/7) di lingkungan Direk- atan tersebut Kapol- olda mengharapkan erlatih keterampilan preventif dan tiap yang tinggi supaya a meninjau wilayah ggunakan kapal mo- Sarga Massa P permasalahan kat. Suwinda sendiri, u besar FH Unud ini, a relatif lebih lemah gkan dua calon lainnya at Suwinda relatif belum mampuannya memimpin ih-lebih jumlah dukun- jajak pendapat dan pe n dalam debat cagub meyakinkan," ujarnya. ng tergusurnya Sarga andha, Atmadja menilai, inan keduanya diang kberkeringat di Bali. a telah lama meninggal- sehingga kurang mam- ahami dinamika Bali. melihat Sarga dan Su- ergusur bukan karena pehartois. "Sulit meng Can demikian. Siapa di jabat negara yang tidak is, termasuk Mendagri n?" ujarnya retorik. (09) Jumat Kliwon, 24 Juli 1998 Setuju, Kongres PDI Perjuangan di Bali *Dipersiapkan Peringatan Peristiwa 27 Juli KETUA Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demo- krasi Indonesia (PDI) pen- dukung Megawati Soekar- noputri di Klungkung, Jem- brana dan Buleleng ma- sing-masing I Wayan Sutena, I Wayan Mawa dan Komang Sudharmadja-menyatakan sangat setuju Kongres PDI Perjuangan digelar di Bali. "Kami siap mendukung dana maupun tenaga untuk me- nyukseskan kongres partai," ujar Mawa di Negara, Kamis (23/7) kemarin. Hal yang sama dikemuka kan Sutena dan Sudharma- dja. Menurut mereka, desa- kan pelaksanaan Kongres PDI Perjuangan ini sesuai dengan keputusan semua DPC PDI se-Bali ketika ber- dialog dengan tokoh PDI yang juga mantan Sekjen PDI Sa- bam Sirait. Saat itu, kongres disepakati akan dilaksana- kan September 1998. Jika diselenggarakan di Bali, secara otomatis massa banteng perjuangan di Pulau Dewata yang memang masih solid akan makin kokoh, tak mudah dipecah belah," mere- ka menegaskan. Dalam kong- res nanti, pihaknya tetap menginginkan Mbak Mega- wati memimpin PDI periode 1998-2003. Alasannya, kha- risma Megawati masih diper- lukan dalam tubuh partai ber- lambang kepala banteng itu. Warga "banteng" pen- dukung Megawati di Bule- leng dalam pertemuannya Minggu (19/7) mendesak agar pelaksanaan Kongres PDI Per- juangan di bawah kepemimpi- nan Megawati Soekarnoputri dipercepat guna mempersiap- kan diri menghadapi pemilu mendatang. DPP PDI di bawah kepe- mimpinan Megawati saat ini sangat sibuk mengadakan koordinasi. Ibu Mega terpak- sa harus berkeliling mengada- kan koordinasi yang tentunya sangat melelahkan. Diharapkan, Bali yang sudah menyatakan kesiapan sebagai panitia pelaksana bisa disetujui DPP PDI maupun DPD PDI Perjuangan se-Indo- nesia. Dalam pertemuan juga di- sepakati untuk melakukan konsolidasi organisasi sampai ke tingkat komisaris desa (ko- rdes) melalui korcam yang ada pada awal Agustus 1998 men- datang, mulai dari Kecamatan Tejakula, Kubutambahan dan Sawan. I Ketut Kadjar pada kesem- patan itu menyampaikan oleh- oleh dari Jakarta, ketika ikut serta bersama-sama fungsion- aris DPD PDI Perjuangan Bali bertemu Megawati Soekar- noputri, 16 Juli 1998. Serangkaian Peristiwa 27 Juli" (gedung DPP PDI diser- bu, 27 Juli 1996-red), massa PDI Perjuangan di Klungkung memperingatinya dengan sem- bahyang bersama dilanjutkan tabur bunga di laut, "Kami be- lum memikirkan lokasinya, sebab baru akan rapat Ming- gu (26/7)," ujar Sutena. Menurut Wayan Mawa didampingi salah seorang ak- tivis Forum Reformasi Jem- brana (FRJ) Gusti Nyoman Budiarta, akan diselenggara kan doa bersama yang melibat kan seluruh umat yang ada di Jembrana. Doa bersama dige- lar di halaman gedung sekre- tariat, diikuti seluruh anggota PDI Perjuangan dan anggota FRJ. Sehubungan hal itu, pihak DPC PDI sudah mengirim su- rat kepada seluruh tokoh aga- ma untuk memimpin doa ber- sama. Melalui doa bersama, semua kesulitan yang sedang dihadapi bangsa diharapkan segera berakhir. "Semua tokoh agama yang ada seperti Hin- du, Islam, Kristen dan Buddha kami undang untuk melaku- kan doa bersama di sekretari- at," ujar Mawa. Di pihak lain, melalui per- temuan yang dibuka Sekreta- ris DPC PDI Perjuangan Bule- leng Putu Mara Artha, S.H. di Sekretariat Jalan Merak No. 8C, Minggu (19/7) disepakati, peringatan "Sabtu Kelabu" se- bagai tragedi 27 Juli 1996 di- laksanakan secara meriah di Singaraja. Kesepakatan pertemuan anggota pengurus dan korcam se-Kabupaten Buleleng itu diperkuat dengan pengesahan panitia peringatan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Drs. Ko- mang Sudharmaja. Ketua pa- nitia ditetapkan Ketut Kadjar, didampingi sekretaris dan bendahara, masing-masing M. Gozali Machmud, S.E. dan Mangku Muliartha, de- ngan dilengkapi seksi-seksi. Sebagai orang nomor satu dalam jajaran partai "ban- teng" di Buleleng, Komang Sudharmaja menugaskan panitia menyiapkan peringa- tan 2 tahun kerusuhan 27 Juli untuk dilaksanakan di Sekretariat DPC PDI Perjua- ngan dengan menutup se- mentara Jalan Merak, Singa- raja. Dia memperkirakan massa pendukung Megawati akan membludak dalam per- ingatan 'Sabtu Kelabu" terse but. Dia mengimbau para tokoh maupun kader PDI yang sejak fusi masih tetap eksis mengibarkan bendera banteng sampai di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri bisa memberi- kan contoh secara kongkret tanpa mempermasalahkan warga simpatisan yang mau bergabung membesarkan PDI. "Saya bangga masih banyak tokoh PDI yang ma- sih konsisten mengibarkan bendera PDI," ujarnya. Dalam penyelenggaraan acara tersebut, Sutena, Mawa dan Sudharmaja merasa tidak perlu izin, na- mun secara lisan tetap memberitahukan kepada aparat keamanan. Kegia- tan yang dilakukan hanya dalam bentuk doa bersa- ma. (022/032/033) Pembelot dan Ajakan Masuk PNI Itu KALAU pendukung Megawati sibuk mempersiapkan Kongres PDI Perjua- ngan dan peringatan "Peristiwa 27 Juli", pihak PDI pendukung Soerjadi setidak- tidaknya harus merespons beredarnya surat ajakan bergabung dari pihak PNI dipimpin Bachtar Oscha Chalik. Sejauh ini Wayan Suwirna-Ketua DPC PDI Klungkung pro Soerjadi-menyatakan, pihaknya belum menerima ajakan itu. Alasannya, sekretariat belum per- manen. "Rencananya, sekretariat di ru- mah saya Dusun Pangi, Pikat," ujar mantan pemeran raja buduh (gila) dalam drama gong itu. Sebagai tokoh politik yang sudah ber- pengalaman, dia mengaku tidak kaget dengan ajakan bergabung oleh PNI Bachtar, mengingat PDI telah memili- ki jaringan kuat sampai ke pelosok desa. "Biasanya, kalau partai baru kesulitan mengadakan konsolidasi, sehingga me milih merangkul parpol yang mempu- nyai jaringan sampai jajaran terbawah misalnya DPD atau DPC. Namun, pihaknya tak gegabah sebab DPC PDI pro Soerjadi memiliki hirarki ke pusat. "Saya tak mau berkomentar setuju atau tidak, tergantung DPP. Kami kan berada di jajaran DPC," kilah- nya. Lalu, mengenai kemungkinan tetap bertahannya dualisme dalam tubuh PDI jika masalah intern tidak kunjung terse- lesaikan, dinilai Ketua DPC PDI Kara- ngasem pro Soerjadi I Ketut Denes, bisa menimbulkan kerancuan dan memper- panjang friksi dan saling tuding di ka- langan massa "banteng". Apa pun ala- sannya, kata dia, sedapat mungkin harus dicari upaya damai untuk me- nyatukan massa pendukung PDI agar tidak selamanya terbelah. Itu dikemukakannya untuk menang- gapi kemungkinan adanya dua PDI yang terlibat dalam Pemilu 1999. Denes mengaku siap menempuh upaya-upaya damai untuk kembali dalam satu wadah. "Masalahnya sekarang, adalah keterbukaan dan saling menerima antar- sesama pendukung PDI. Bagi saya, tidak masalah wadah ganda saat ini dileburjadi satu," katanya. Massa PDI pendukung Megawati, kata dia, hendaknya tidak mudah mem- vonis koleganya sebagai pembelot meng- ingat apa yang dilakukan selama ini se- mata-mata upaya menyelamatkan par- tai. Menurut Ketua F-PDI DPRD Karang asem ini, dalam krisis seperti sekarang, tak selayaknya terus menerus bergumul pada masalah politik. Semua pihak harus menengok ke bawah serta turun ke lapangan melihat rakyat memperjuangkan hidupnya. "Apa pun keputusan Kongres PDI, saya siap menerima. Saya bukan tipe orang ambi- sius," dia menegaskan. Denes yang me- ngaku lebih tertarik berbicara masalah ketersediaan bahan pangan, tidak mau berkomentar banyak tentang munculn- ya kembali PNI. "Pokoknya tergantung UU Parpol yang akan dipakai landasan pemilu. Sepak ter- jang partai selama belum ada UU yang mengatur akan mentok sebatas pengu- muman keberadaannya kepada publik," katanya. Dengan alasan ini, menurut Denes, seseorang belum bisa berkomen- tar banyak terhadap sepak terjang lawan politiknya terlebih untuk menduga yang bukan-bukan. Ketua DPC PDI Perjuangan Karang- asem Drs. Sumantara Adipranatha mengatakan, pihaknya saat ini masih konsisten melakukan konsolidasi de- ngan para kader PDI yang dipimpin- nya. Pihaknya, tetap menuntut peme- rintah agar segera menyatakan PDI So- erjadi menyalahi konstitusi mengingat kelahirannya melalui proses rekayasa. Hengkangnya PNI dari tubuh PDI, kata dia, memang menjadi masalah tersendiri. namun diyakini tidak akan membuat PDI perjuangan kerdil. Dia optimis PDI Perjuangan tetap jaya jika diberi peluang sama seperti peserta pemilu lainnya. "Buktikan nanti, apa- kah PDI langsung jadi bonsai setelah ditinggal PNI atau malah tumbuh rimbun," ujarnya. Munculnya dugaan PDI pro Soer- jadi melakukan kerja sama dengan PNI Bachtar untuk merangkul kelom- pok Soeharto ke dalam barisannya, be- lum diketahui dengan pasti oleh Ke- tua Dewan Pertimbangan Cabang (Deperca) PDI pro Soerjadi Tabanan Dewa Gede Oka. Ketika dihubungi di sekretariatnya di Bajra, Selasa (21/7), dia menyatakan selama ini tak ada yang menghubungi. "Soal itu tak tahu- lah, dan saya punya prinsip tak ingin kecag-kecog (lompat-lompat) dari PDI. Sekali PDI tetap PDI, kecuali ada pe- rubahan lain setelah UU politik baru lahir," katanya santai. Berseliwerannya partai baru sekarang ini, kata dia, dapat diang- gap sebagai menjamurnya organisasi kemasyarakatan. PNI yang belaka- ngan muncul dianggap tidak ada, se- belum lahirnya undang-undang poli- tik yang baru. "Semasih undang-un- dang lama belum dicabut yang meng- atur adanya PPP, Golkar dan PDI, yang lainnya dianggap tak ada," ka- tanya. Menyinggung sebutan PDI 1 dan PDI 2, Dewa Oka yang kini anggota DPRD Tabanan itu mengemukakan ketidaksetujuannya. PDI hanya ada satu dan tak ada duanya. "Kalau PDI, ya PDI dong tak ada yang lain," ka- tanya. Menyangkut kegiatan orga- nisasi, diakuinya, belum banyak di- lakukan saat ini. Sebelum UU politik yang baru lahir, keberadaan organisa- si nanti belum diketahui, terutama menyangkut pengakuan pemerintah. "Saat ini ya menunggu dulu, tetapi kontak pengurus dan kader tetap saja ada namun masih terbatas," katanya. Kegiatan AMD di Payangan hampir Rampung (022/dir/020) Pangdam IX/Udayana Serahkan "Kucit" Gianyar (Bali Post) - Pangdam IX/Udayana May- jen TNI Adam R. Damiri menye rahkan bantuan kucit (bibit ter- nak babi) kepada koordinator mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Undiknas Lusiano Desil- va Mira untuk selanjutnya di- serahkan kepada masyarakat Tegallingah, Karangasem, Ka- mis (23/7) kemarin. Setelah itu, Panglima di- dampingi Danrem 163/Wirasa- tya Kolonel Inf. I Made Yasa dan Bupati Karangasem I Ketut Mertha meninjau pembangu- nan jalan yang menghubungkan Dusun Karang Cermai dengan Dusun Nyuling, Desa Tegalling- gah. Berkaitan denagn pembua- tan jalan ini, Pangdam menda- pat banyak penjelasan dari Re ktor Undiknas Prof. Dr. IGN Gorda, M.S. si dan transfer hasil pertanian. Warga Satung mengatakan, se- belumnya mereka sangat sulit melakukan komunikasi ke luar wilayahnya. di Desa Tegalinggah. Jalan ini sudah melebihi 95% dari sasa- mudah melakukan komunika- diperkirakan menelan dana ran pokok pengerjaan jalan. puluhan juta lebih jika dihitung Bupati Gianyar Tjokorda Gde sampai biaya pembebasan Budi Suryawan, S.H. mengata- tanah dan swadaya masyarakat kan hal itu, Rabu (22/7) usai setempat. Sebelum jalan ini meninjau lokasi AMD ke-58 di dibangun, dua dusun ini hanya Banjar Satung, Desa Buahan, bisa dicapai lewat jalan setapak Payangan. dan sangat berbahaya mengin- gat jalan yang ada relatif sem- pit dan terletak di antara batu- batu keras. Dalam peninjauan itu Suryawan didampingi Ketua DPRD Gianyar, Tjokorda Anom, Dandim Gianyar, Letkol CZI Sulaya dan instansi terkait. Selain melihat pengerjaan jalan dan jembatan di Satung, Ban- jar Amo serta Dasong, juga di- lakukan tatap muka dengan masyarakat. Setelah berjalan kaki sepan- jang 300 meter dari Tegalinggah menuju Amlapura, Pangdam bersama rombongan langsung menuju lokasi ABRI Masuk Desa (AMD) di Desa Tianyar, Kubu. Di lapangan Pangdam Dalam acara tatap muka di sempat mendengarkan pema- Satung, Bupati Suryawan min- paran Bupati Karangasem I ta warga tetap bersatu, saling Ketut Mertha mengenai sasa ran AMD setempat. Dijelaskan, pengerjaan sejumlah proyek Jalan selebar 7 meter dan fisik selama program AMD panjang 500 meter ini digarap diperkirakan menelan dan Rp secara terpadu melibatkan 727 juta. Kodam Udayana, Pemda Di pihak lain, kegiatan AMD Karangasem serta mahasiswa di Desa Buahan, Payangan kini membantu dan bekerja keras. Potensi sektor pertanian di dae- rah ini sangat baik. Dengan ker ja keras diyakini warga akan dapat meningkatkan penghasi- lannya. Dengan keberhasilan mem- buka jalan tembus Satung ke KKN Undiknas angkatan ke-25 hampir rampung. Pengerjaan dusun lainnya, warga akan Dengan demikian, penduduk yang berjumlah 62 KK dengan 300 jiwa itu jarang bisa ke luar untuk memasarkan produk per- taniannya. Menurut warga se tempat, warganya yang sakit terpaksa ditandu karena harus melewati jurang. Di Satung proyek AMD ini menggarap pembuatan jalan dan jembatan sepanjang 3 km dengan lebar 6 meter tembus ke dusun lainnya. Di Amo dan Dasong disele saikan jalan sekitar 1 km yang nantinya akan tembus ke Dusun Tangkub, tetangganya. Dusun Amo, Satung maupun Dasong sebelumnya merupa- kan dusun yang terisolasi. De ngan tergarapnya jalan di dusun tersebut, menurut Suryawan, Gianyar kini sudah tidak lagi memiliki dusun yang terisolasi. (dir/031) Truk Mini di Bangli segera Ditertibkan Bangli (Bali Post) - Truk mini (pick-up) sebagai sarana pe- ngangkutan barang namun dimanfaatkan mengangkut penumpang, segera ditertibkan pihak Polres Bangli. Sebagian besar warga pedesaan terutama yang belum dilayani ken- daraan umum masih memerlukannya. Itu disampaikan Kapolres Bangli Letkol Pol. Drs. Agusnam Usman, Rabu (22/7), menanggapi masih maraknya angkutan barang yang me- ngangkut penumpang di desa-desa daerah sejuk itu. Menurutnya, di satu sisi masyarakat masih memerlukan kemudahan transporta si dan di pihak lain angkutan umum reguler belum menjangkau seluruh pelosok desa. Untuk itu Polres Bangli bersama instansi ter kait (DLLAJ dan Organda) merencanakan mengadakan "penertiban" agar pelayanan kepada warga tetap jalan namun tidak me- langgar aturan. perti keamanan penumpang terjamin. Syaratnya, ruangan muatan dindingnya minimal 0,6 meter, persediaan luas lan- tai kendaraan 0,4 meter/penumpang dan tersedia surat keterangan yang dikeluar kan oleh pihak kepolisian," ujarnya me- ngutip PP tersebut. Bali Post Halaman 3 Pembantu Culik Balita, Diringkus *Gusti Ayu Noni Novianti nyaris Jadi Kompensasi Utang Rp 270.000 Tabanan (Bali Post) - Baru sehari menjadi pembantu di rumah Gusti Ayu Ribek di Subagan, Karangasem, Ni Made UI (20) asal Dusun Kaja-Kangin, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng nekat menculik anak majikannya, Gusti Ayu Noni Novianti (3,5), Rabu (22/7) malam. Upayanya membawa kabur anak balita itu gagal karena Ul diringkus polisi di Baturiti, Kamis (23/7) siang kemarin, seperti dikemukakan Kapolres Tabanan Letkol Pol. Drs. DBM Suharya, S.H, kemarin. Menurut Kapolres, Ul sempat mengelabui polisi dengan menitipkan balita itu di Dusun Sekargula, Desa Luwus. Menurut Kapolres Suharya yang didampingi Kasat Lantas Lettu Pol. M. Hidayat dan Kapolsek Baturiti Letda Pol. Surata, pada saat razia ken- daraan bermotor, secara kebe- tulan UI salah satu dari dela- pan orang yang melanggar. Dia mengendarai sepeda mo- tor Honda Astrea DK 2524 DH dan tidak punya SIM, sehing- ga mendapat blangko teguran simpatik. Dua anggota Satlantas yak- ni Serma Swandana dan Ser- ka Ardika ketika memberi te- guran menaruh curiga, kare- na Ul sama dengan ciri-ciri pelaku penculikan anak di Karangasem yang disiarkan melalui Orari. Kecurigaan makin kuat karena baju yang dipakai se- suai dengan informasi yakni berisi gambar telapak kaki di bagian belakang dan ada tu- lisan "Mambo" di bagian depan. Upaya melakukan pe- meriksaan, ternyata tak me- nemui kesulitan. Ul mengakui terus terang perbuatannya dan anak yang diculik dititipkan kepada Ibu Kartini di Dusun Sekargula, Desa Luwus Batu- riti. Atas informasi itu, polisi melakukan pengecekan di Sekargula untuk melakukan penyelamatan terhadap balita itu. Motif penculikan itu ha- nya masalah utang piutang," kata Suharya yang dilantik menjadi Kapolres Tabanan 9 Juli 1998. Noni Novianti. Ul menculik Noni Novianti ti Letda Pol. Surata; setelah menyatakan ingin mengantar Menurut Kapolsek Baturi- Rabu (22/7) malam. Pelaku pelaku penculikan ditangkap, Gusti Ayu Noni menemui ibu- Novianti diserahkan kepada nya yang berjualan di sebuah Polres Karangasem. "Ul telah kios, di Subagan. Kepada ke- ditangani Serse Polres Taba- luarga Gusti Ayu Ribek, Ul nan karena peristiwanya ter- mengaku akan pergi sebentar jadi di wilayah hukum Polres saja. Tabanan," kata Surata. Sumber berdekatan di Ba- turiti mengemukakan, pencu- likan dilakukan, karena Ul mengaku punya utang ter- hadap seseorang di Denpasar Rp 270 ribu. Rupanya, pemi- lik uang memberi kompensasi bahwa utang itu akan lunas jika Ul mampu memberikan seorang balita. Diduga tergiur dengan kompensasi tadi, akhirnya Ul melakukan pen- culikan anak majikannya di Subagan, Karangasem. Kejadian ini bermula dari rasa kasihan Gusti Ayu Ribek warga Dusun Tengah, Desa Subagan terhadap seorang wanita muda yang tidak dike- nalnya terlunta-lunta di Su- bagan Selasa (21/7). Selanjut- nya wanita muda yang berna- ma Ul itu dijadikannya pem- bantu. Gusti Ayu Ribek adalah ibu kandung dari Gusti Ayu Dihentikan, Penyidikan TPK di Cempaga Singaraja (Bali Post) - Proses penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja atas dug- aan kasus tindak pidana ko- rupsi (TPK) di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Cempaga Kecamatan Banjar dihentikan. Kasus di lemba- ga keuangan milik desa adat sekitar Rp 1,2 juta itu sudah diselesaikan secara damai, sehingga penyidikannya tidak dilanjutkan, seperti di- ungkapkan Kepala Kejak- saan Negeri (Kajari) Singa- raja I Made Suela, S.H., Rabu (22/7) malam. Penghentian penyidikan kasus yang sama, menurut dia, juga telah dilakukan ter- hadap LPD Selat Kecamatan Sukasada. Menurutnya, mereka yang terlibat dalam kasus tersebut bisa menyele- saikan secara damai tanpa ada pihak-pihak yang dirugi- kan. Didampingi para kepala seksi (kasi) - seperti Kasi Intel Made L. Swastika, S.H., Kasi Pidsus Silitonga, S.H. dan Kasi Datun Dewa Gede Raka, S.H.-Made Suela, S.H. juga menjelaskan kiprah Kejari Singaraja dalam era reformasi ini. Menurutnya, Kejari telah membentuk tim peneliti kekayaan pejabat yang diket- uai Kasi Datun dan membu- ka Kotak Pos 777 untuk me- nampung laporan anggota masyarakat erat kaitannya dengan praktik korupsi, ko- lusi, nepotisme (KKN) di Buleleng. yang seluruhnya sudah di- limpahkan dan masih dalam proses persidangan di Peng- adilan Negeri Singaraja. Di antara kasus-kasus tindak pidana umum itu, kasus pembakaran rumah yang menelan korban jiwa di wilayah Banyualit, Lovina sebagai perkara menarik dan menonjol. Selain kasus pelecehan seksual di wilayah Desa Pan- ji maupun penganiayaan ter- hadap oknum Polri hingga te- was di Desa Kalopaksa. Dari seksi pidsus (pidana khusus), pihaknya pernah menangani tujuh kasus pidana ekonomi menyangkut tata niaga ceng- keh. Pencabutan terhadap tata niaga cengkeh menyebabkan penyidikan atas kasus tersebut dihenti- Dalam proses penegakan hukum tahun 1997/98, pi- haknya menerima 242 kasus tindak pidana umum dari kan. penyidik utama (Polri-red) Ahli Waris Minta Ganti Rugi atas untuk Kenyataannya sampai Gus- ti Ayu Ribek kembali ke rumah seusai berjualan, Ul dan Noni Novianti tidak kembali. Ribek menyatakan, selama ini dia sama sekali tak pernah dida- tangi oleh anaknya selama ber- jualan. Karena anaknya tidak datang sampai larut malam, keluarga korban melaporkan hal ini ke Polsekta Amlapura dan Pamapta Polres Karang- asem. Sesuai petikan laporan ke- hilangan No.231/VII/98/Polres Karangasem diuraikan identi- tas penculik itu berambut se- bahu, postur tubuh tinggi, tahi lalat di sebelah kiri hidung, dan memakai pakaian serba hitam. Pada bagian punggung kaos yang dipakainya bergam- barkan telapak kaki. Menurut penuturan sumber berdeka- tan, Ul membawa tas besar namun setelah diperiksa tidak berisi apa-apa. Kepada salah seorang anggota keluarga Gus- sempat menanyakan tempat ti Ayu Ribek, penculik ini juga majikannya menyimpan per- hiasan. Untuk menindaklanjuti laporan ini, sejumlah intel dan anggota Serse Polres Karang- asem telah disebar. Informasi yang berhasil dihimpun, pe- laku penculikan sempat me- nginap di rumah salah seora warga Kecicang Bedugul, Am- lapura yang juga sopir bus Sri Krisna. Di rumah warga ini, Ul mengaku habis bertengkar dengan suaminya. Keesokan harinya, Kamis (23/7) kema- rin sekitar pukul 04.00 pelaku tadi menyatakan akan ke Den- pasar dengan menumpang bus Sri Krisna. Sebelumnya, petugas juga meragukan UI berasal dari Baturiti, Tabanan seperti pen- gakuan sebelumnya kepada Gusti Ayu Ribek. Kasus pen- culikan ini sempat mengun- dang perhatian, puluhan war- ga Subagan yang Rabu (22/7) malam berkumpul di rumah I Gusti Ayu Ribek. Syukur, Ul diringkus dan Noni Novianti pun selamat. (020/dir) LINTAS DEWATA Pujawali Ida Batara Dalem Tarukan BANGLI - Pujawali Ida Batara Dalem Tarukan di Pura Pa- dharman Pusat Dusun Pulasari, Peninjauan Bangli nyejer se- lama 3 hari mulai Buda Kliwon Ugu (29 Juli 1998) sampai Saniscara Pon Ugu (1 Agustus 1998). Sebelumnya didahului dengan Ida Batara ke pesucian, Senin 27 Juli 1998 pagi di daerah Penida (2 km ke utara Pura Padharman Pusat). Ketua Umum Pengurus Pusat Para Gotra Sentana Dalem Tarukan, I Wayan Waya, S.H. didampingi Sekum IG Suwardhiyana mengemuka- kan hal itu, Rabu (22/7) di Denpasar. Menurut Waya, seluruh warga diharapkan hadir pada acara ke pesucian tersebut dan pada puncak pujawali sudah dapat ngaturang bakti mulai pukul 10.00. Mendak pakuluh Ida Batara Putra (Ida Dewa Bagus Darma, Sekar, Pulasari, Bandem, Belayu, Balangan, Dangin, Ida Dewa Ayu Wanagiri, Kuda Panandang Kajar) oleh penge- mong pura yang bersangkutan, mendak pakuluh di Pura Puri Agung Dalem Tarukan, Pejeng, Gianyar dan pakuluh lainnya sudah tiba di Pura Padharman Pusat Senin 27 Juli 1998. Susunan acara selengkapnya sebagai berikut, 24 Juli ngawit mekarya catur, mesapuh-sapuh, 25 Juli ngias pelinggih, 26 Juli ngelanturang mekarya sanganan catur, sarad, 27 Juli nanding catur, Ida Batara ke pesucian, tirta pakuluh rawuh, 28 Juli ngugah Ida Batara, 29 Juli-1 Agustus Ida Batara (033) nyejer. (*) Pemakaian Tanah untuk "Workshop" PU Bupati Karangasem I Ketut Mertha memberikan paket sem- Semarapura (Bali Post) - Gara-gara merasa tanah warisannya dipa- kai workshop Dinas Pekerjaan Umum (PU) di Gunaksa, tiga orang terdiri atas Wayan Ban- dem (56) ahli waris almarhum I Puglig, Nyo- man Sondra (56) ahli waris Nang Sapelig dan Made Artika (46) ahli waris ahli waris Pan Suweca meminta ganti rugi. Ketiga ahli waris itu, pada 15 Februari 1995 melayangkan surat kepada Bupati Klungkung agar diberikan ganti rugi. Alasannya, pada 1987 sebagian tanah warisan mereka digunakan lokasi workshop, padahal ketiga ahli waris tetap melunasi pajak bumi dan bangunan (PBB). Kenyataannya, Bandem dan Sondra (kedu- anya warga Sampalan Klod), dan Artika (war- ga Paksebali) tetap belum menerima ganti rugi. Mereka ingin menagih kembali ganti rugi se- raya siap menunjukkan batas-batas pemilikan tanah. Selain ketiga ahli waris tadi, pemilik lahan lain yang tanahnya terkena lokasi work- shop tetapi belum menerima ganti rugi terdiri atas Geradig, Gusti Ngurah Tegig, Senggong Dangin, Men Rempiyeg, Nang Sapig, dan Nang Sangkerib. Kepala Dinas (Kadis) PU Klungkung Ir. AA Ngurah Agung, Dipl. HE. M.Sc. beberapa wak- tu lalu mengakui dirinya saat itu belum men- jabat Kadis PU. Namun, berdasarkan informa- si yang diterima, lahan di atas bangunan work- shop itu adalah bekas aliran sungai. Setelah Gunung Agung meletus 1963, bekas aliran sun- gai tertimbun tanah, sedangkan aliran sungai berpindah. Dikemukakannya, pascabencana alam se luruh lahan galian C dinyatakan dalam status quo. "Tanah workshop sekarang juga terkena LC galian C di utara jaringan listrik tegangan tinggi (JLTT)," ujar Ngurah Agung. Sesuai per- aturan, kata dia, tanah bekas aliran sungai dipakai mengganti tanah pemilikan untuk su- ngai. "Workshop Dinas PU Klungkung dan propin- si lokasinya berdampingan di Gunaksa," ka- tanya menambahkan, sebelum menjabat Ka- dis PU pihaknya menerima laporan tanah yang digunakan work-shop tak masalah, bahkan beberapa warga mengklaim miliknya tetapi tak bisa menunjukkan bukti yang kuat. Jadi, kami berkeyakinan tanah untuk bangunan work- shop berstatus tanah negara (TN)," dia mene- gaskan. Khusus LC galian C di utara JLTT, kata dia, pemerintah menetapkan pembagiannya 75 persen peruntukannya pemukiman bagi pemi- lik lahan, sisanya 25 persen untuk sarana umum. "Sarana umum jalan harus ada teraser- ing, tetapi pemilik ngotot agar patokannya se- bagaimana LC 80 persen dan 20 persen," ujar Ngurah Agung. (022) Bupati Klungkung IB Oka Berjanji Tuntaskan Kasus Kadus Batununggul Semarapura (Bali Post) - kan dari Camat untuk men- Bupati Klungkung Ida Ba- gus Oka berjanji secepatnya akan menuntaskan kasus Kepala Dusun (Kadus) Dalem Setra Batununggul, Nusa Penida berkaitan de- ngan tuntutan warga Banjar Sampalan dan Batununggul yang menginginkan agar I Dewa Gede K dicopot dari ja- batannya sebagai kadus. Ini disebabkan yang bersangku- tan dinilai cacat hukum, mor- al dan politik. Janji tersebut disampai- kan Bupati ketika menerima wakil warga Banjar Sam- palan Drs. Dewa Made Sutha Sastradhinata di Semarapu- ra, Kamis (23/7) kemarin. Kepada Bupati Klungkung, Sastra mempertanyakan ha- sil pemeriksaan dan kesan lambannya pemda menanga- ni kasus tersebut. gambil inisiatif memanggil pihak-pihak yang terkait un- tuk dimintai keterangan. Semestinya dalam me- nangani kasus tersebut in- stansi terkait seperti Itwil- kab, Pemerintahan Desa dan Camat meminta keterangan kepada semua warga Dusun Batununggul di empat ban- jar (Sampalan, Mentigi, Ba- tununggul, Geria Tengah), bukan hanya kepada anggo- ta LMD. Sebab, kuat dugaan kami laporan yang diberikan LMD cenderung direkayasa oleh oknum-oknum tertentu se- hingga tidak objektif," Dewa Sastra mepaparkan. Dia juga menyesalkan sikap Camat Nusa Penida Drs. Ketut Ma- jawata yang kurang transpa- ran dalam menangani kasus tersebut. Serahkan Sembako KARANGASEM Terkait Perayaan Hari Anak Nasional, anak yang sedang sakit di Amlapu- ra, Kamis (23/7) kemarin. Dia menekankan, yang terpenting bukan materinya tetapi momen tersebut sangat baik untuk menekankan kembali agar anak-anak mendapat pendidikan yang layak. Dalam acara yang juga disaksikan Muspida Karang- asem itu, Mertha juga menyerahkan 13 paket sembako kepa- da 13 orang ibu melahirkan yang diterima secara simbolis oleh Dirut RSU Amlapura dan Kadis Kesehatan Karangasem. Se- rangkaian acara tersebut, Rabu (22/7), Mertha juga menyerah- kan bantuan dana Rp 1.000.000 untuk menunjang kelengka- pan belajar siswa SDLB Amlapura di Kecicang. Kasus Toya Bungkah (dir/*) BANGLI Polsek Kintamani telah meminta keterangan dua tersangka yakni Jro Dang dan Wayan Das berkaitan de- ngan kasus pemukulan terhadap Jro Mula karyawan sebuah penginapan di Kawasan Toya Bungkah, Kintamani, Senin (20/ 7). Kapolsek Kintamani Lettu Pol. Ida Bagus Herry R. seizin Kapolres Bangli Letkol Pol. Drs Agusnam Usman mengungkap- kan hal itu, Kamis (23/7) kemarin. Tanpa merinci seluruh ha- sil pemeriksaan sementara, dia mengatakan selain dua ter- sangka, beberapa saksi juga telah dimintai keterangan. Jangan Paksakan Kehendak (karjan) BULELENG - Dalam situasi sulit, kades seyogianya jan- penyususan APPKD, kades agar tidak terlalu membebani warga gan memaksakan kehendak untuk membangun desa. Dalam yang saat ini perlu memprioritaskan masalah perut, seperti dikemukakan Bupati Buleleng Drs. I Ketut Wirata Sindhu di depan anggota masyarakat Desa Tigawasa Kecamatan Ban- jar, Kamis (23/7) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Bupati melantik dan mengambil sumpah Putu Suyasa menjadi Kades Tigawasa menggantikan pejabat lama Ketut Muliawan. (033) Model KKN Usaha Menurut Sastra, Camat Nusa Penida untuk semen- BULELENG- Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendi- tara tidak ada keinginan un- dikan (STKIP) Singaraja mulai tahun ajaran 1998/99 mengem- tuk mengadakan dialog de- bangkan model Kuliah Kerja Nyata (KKN) Usaha. Pengem- ngan warga masyarakat ber- bangan model KKN-Usaha ini sangat diyakini mengingat ma- kaitan kasus Kadus Dalem hasiswanya memiliki potensi, kemampuan dan peluang untuk Setra Batununggul, sebelum ikut berperan aktif, seperti diungkapkan Pelaksana Pemban- warga masyarakat yang me- tu Ketua I STKIP Singaraja Dr. R. Rudiyanto, M.Ed. ketika mintanya. menyerahkan mahasiswa KKN kepada Pemda Buleleng di "Sebagai abdi mas- Gedung Kesenian Singaraja, Rabu (22/7). yarakat, sikap camat seperti (033) itu sungguh tidak bijaksana, lebih-lebih dikaitkan dengan semangat reformasi seperti sekarang. Semestinya, se- bagai abdi masyarakat dia kan harus jemput bola' ter- hadap permasalahan yang berkembang di masyarakat. Bukan sebaliknya, mas- yarakat yang disuruh me- ngambil inisiatif. Mental feodal seperti itu sudah tidak relevan lagi pada era refor- masi," papar Sastra. Bupati Klungkung Drs. Kasus Kadus Dalem Se- Hal itu terbukti saat dim- Ida Bagus Oka mengatakan, tra Batununggul sudah di- intakan konfirmasi melalui dalam menangani kasus Ka- laporkan lebih dari sebulan telepon, Majawata tidak ba- dus Dalem Setra Batunung- ke DPRD Klungkung, namun nyak berkomentar. "Masalah gul pihaknya sudah menu- sampai sekarang penyelesa- tersebut sudah dilaporkan ke runkan tim. "Dalam menyi- iannya belum ada titik ter- Pemda Tingkat II, untuk itu kapi kasus tersebut pemda ang. "Kami menangkap ada silakan Anda tanyakan lang sudah menaruh perhatian. Langkah yang akan dilakukan dengan indikasi kasus ini tidak di- sung kepada Pak Wirata (Ka- Pokoknya tunggu saja hasil- mengoptimalkan angkutan yang sudah ada. tangani secara serius, pada- bag Pemdes Klungkung)," nya, jika sudah waktunya Optimalisasi itu mengacu pada PP No.41 Saat ini, upaya penertiban itu masih hal tuntutan warga sudah ujar Majawata, seperti akan kami beri tahu," janji tahun 1993 tentang angkutan umum dan UU dalam pembahasan lebih lanjut. Menu- jelas," ujarnya. dikutip Dewa Sastra. mantan Kakanwil Depsos No.28 tahun 1997 tentang Kepolisian RI. rut rencana Jumat (24/7) ini, akan diada- Dia juga menyesalkan Tidak itu saja, kata dia, Bali itu, sembari menyata- Kapolres Bangli menjelaskan, dalam pasal 3 kan pertemuan melibatkan DLLAJ, Or sikap Camat Nusa Penida Camat Nusa Penida yang kan akan mengundang mere- ayat (1) PP No.41 tercantum bahwa di daer- ganda dan beberapa pemilik kendaraan. yang terkesan kurang ako- sudah bertugas lebih dari ka yang mempermasalahkan ah yang belum dilayani angkutan umum de "Dalam pertemuan itu juga akan diba- modatif dan antisipatif ter- dua tahun itu, wajahnya dan yang dimasalahkan (Ka- ngan trayek tetap dan teratur, masih memu- has ketentuan pemberlakuan surat ke hadap aspirasi warga setem- tidak banyak dikenal warga dus I Dewa K) untuk di- ngkinan dilayani dengan angkutan barang. terangan yang dikeluarkan polisi," dia pat. "Buktinya sampai masyarakat Nusa Penida mintai keterangan. "Asalkan memenuhi persyaratan se- menegaskan. (kar/jan) sekarang belum ada tinda- akibat kurang bersosialisasi. (05) PLAZA BALI CHINESE SEAFOOD Ingin menikmati Mie Traditionil? Hanya ada di "PLAZA BALI CHINESE SEAFOOD" Restaurant dengan harga lokal dan diolah oleh tenaga import Di jamin anda pasti puas !!!! Sambil menikmati sajian anda dapat MENYAKSIKAN !!!!! demo pembuatan mie tarik secara traditionil oleh juru masak dari Hongkong HARI SABTU, 25 JULI 1998 Pukul : 19.30 Wita Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Bali U. 50425 Color Rendition Chart