Tipe: Koran
Tanggal: 1994-08-28
Halaman: 04
Konten
Color Rendition C 2cm 4cm MINGGU WAGE 28 AGUSTUS 1994 (21 MULUD 1927) Opspek UGM Dilengkapi Mahkamah Mahkamah penyimpangan," mencegah Panitia UGM SK dengan yang ini melekati mito. pem- Lembaga khusus yakin 33 tersebut, Diharapkan, "Kami selalu melakukan kordi- akan melakukan pengawasan kontrol tersebut, jalannya Opspek mungkinan belum tertutup total. Memanfaatkan Opspek Masih Juga Ditakuti TAKUT mendapat cercaan di kemudian hari, panitia sekaligus memberi sanksi bagi di UGM yang akan diikuti oleh Opspek (orientasi program studi dan pengenalan siapa saja yang melanggar keten- sedikitnya 4.955 mahasiswa baru kampus) UGM membentuk Mahkamah lembaga tuan. "Tak terkecuali panitia dan melibatkan 400 panitia akan pasti, akan dilandrat (dihukum) bejalan sebagaimana seharusnya. peradilan khusus yang akan memberi sanksi setiap bila ternyata menyimpang dari "Kami yakin, dengan adanya kon- pelanggar. Menjamin tak terjadi perpeloncoan yang wewenangnya," tandas Edy lagi. trol semua akan beres. Terjadinya Di tingkat fakultas, sudah dilarang itu? Lalu bagaimana antusiasme ma- penyimpangan di masa-masa hasiswa baru mengikuti kegiatan itu? Opspek beranggotakan 7 orang- lalu, itu lantaran tidak ada kon- masing-masing dari Badan Ek- trol yang efektif," tambah Restu Opspek sekarang ini jadi nasi dengan semua panitia agar sekutif Sema Fakultas. Secara hi- Widiatmo. masalah yang menimbulkan pro- tidak rarkis, Mahkamah Opspek Fakul- ada Penyimpangan kegiatan Op- kontra. Ada pihak yang melihat- ujarnya. tas dengan Mahkamah Opspek spek-dari semula sebagai ajang nya positif, ada juga sebaliknya. Pjs Ketua Senat Mahasiswa Universitas memang terpisah, kegiatan pra-akademis yang san- Tak bisa dipungkiri, Opspek ser- (Sema) UGM Edy Sasmito malah tetapi keduanya ada hubungan gat baik, tetapi kemudian melen- ing memberi kesan negatif. lebih tegas lagi mengatakan bah- koordinatif. Terutama anggota Mahkamah ceng sebagai ajang aksi gagah- Dalam praktek, acara itu kerap wa Opspek UGM besok itu lebih gagahan, serta wahana menun- menjadi ajang perpeloncoan. bersih. Kegiatan tersebut benar- Opspek di tingkat universitas, se- jukkan superioritas para senior benar merupakan ajang diskusi lama kegiatan Opspek-baik serta balas dendam, itulah yang "Sampai kini anggapan Opspek rasional dan ajang latihan yang menjadi tanggungjawab di kemudian sebagai ajang perpeloncoan, saya berpikir kreatif mahasiswa baru," panitia Opspek universitas berbagai cercaan dari bermacam kira masih hidup Kami ingin ujarnya. ataupun panitia lokal fakultas menghapus kesan itu pada Op- pinak. Bahkan tidak jarang, ekor Dalam usahanya akan "ditanam" di masing-masing Opspek harus berakhir di pen- spek UGM tahun akademik terjadinya 'praktek balas dendam' fakultas atau gugus kegiatan Op- gadilan. 1994/1995," ujar Ketua Umum mahasiswa lama kapada maha- spek. Pelaksanaan Opspek UGM, Dengan kiat serta upaya antisi- siswa baru, Opspek UGM Mahasiswa baru yang merasa pasi panitia Opspek UGM sam- Restu Widiatmo. Ia tak menutup- yang dibentuk berdasarkan diperlakukan semena-mena boleh pai-sampai membentuk lembaga Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPIS, BJ Habibie (kiri), berbincang dengan Mendik nutupi, di kalangan panitia Op- Rektor spek sendiri, boleh jadi masih ada Nomor mengadu kepada Mahkamah. khusus, yakni Mahkamah Op- bud, Wardiman Djojonegoro, seusai menandatangani naskah kerjasama "Peningkatan Mutu 91/4572/UGM/02/37 tanggal 11 yang berpikiran begitu. Tapi ia Walaupun begitu, tambahnya, spek, apakah secara otomatis dan Relevansi Pendidikan Menengah Kejuruan Melalui Pelatihan dengan Sisten Ganda" di Agustus 1994, dilengkapi bukan berarti peserta Opspek kegiatan Opspek di UGM yang Jakarta, belum lama ini. Kerjasama antara BPIS dan Depdikbud ini dimaksudkan untuk menc menjamin anasir perpeloncoan, berdirinya Mahkamah Opspek. boleh bermanja-manja atau bah- menelan ongkos mendekati Rp 50 etak tenaga kerja terlatih dengan kualifikasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia penggojlogkan, dan lain-lain hal "Ini salah satu pembeda Opspek kan membandel. "Dari panitia benar-benar tidak me- Industri Indonesia dewasa ini. - (KR-Ant). selama UGM tahun ini dengan tahun- tidak bermaksud memberi pelu- kegiatan Opspek, pada pelak- tahun sebelumnya," ujar Edy Sas- ang kepada mahasiswa peserta sanaan Opspek mahasiswa baru Opspek melakukan UGM, 5 September hingga 8 Sep- dengan berontakan," katanya. mendatang, bisa EPARTEMEN PENDIDI BADAN PENGE ing TU DA LEVA DIDJV GAN JAKA memunculkan ada celah-celah 'oknum melampiaskan menaannya. dan bawah pengawasan dari kedua dan lain. per- melakukan kesalahan media massa yang diharuskan menjadi seorang ma- djad)-b AMINEF. juta itu nyimpang? Meskipun kedua 'petinggi' di kepanitiaan Opspek UGM haqul bahwa tidak akan adanya penyimpangan, toh segala ke- Sangat boleh jadi masih ada yang bisa diterobos KALANGAN Perguruan Ting- orang untuk program nongelar. tur. Sedangkan program D2 panitia untuk gi Swasta (PTS) belum banyak Setiap siswa rata-rata memper- menawarkan 13 macam jurusan, kesemena- yang memanfaatkan beasiswa oleh AS $ 18.500 dari East-West antara lain teknik sipil, mode, fo- jadi yang ditawarkan negara asing. tografi, manajemen hotel, nutrisi, Hal itu besar kemungkinan- Padahal negara-negara, seperti BENTUK kegiatan dalam Op- spek yang notabene sering diwar hasiswa yang berdisiplin tinggi Pemerintah Jepang juga me- dan pendidikan sekretaris. spek biasanya berisi ceramah-ce- nya, sebab panitia Opspek di Amerika Serikat, Inggris, Aus- nawarkan beasiswa Monbusho nai dengan peristiwa atau kejadi- dan dilatih untuk belajar bertang- Pemerintah Inggris ramah untuk memberikan penger an-kejadian yang dipandang per- gung jawab pada dirinya sendiri, UGM pada dasarnya belum padu tralia, dan Jepang setiap tahun (Depdikbud Jepang) kepada para menawarkan beberapa program tidak tergantung orang lain. Se- betul di bawah satu komando. An- memberikan beasiswa untuk S2 di tian yang benar mengenai fakul- lu dan menarik untuk dicermati. Indonesia. Bahkan Mon- beasiswa. Ada dua golongan besar tas dan jurusan-jurusan yang Hal ini secara tidak langsung lain itu mereka diharuskan tara panitia pusat universitas dan dan S3 bagi para dosen di Indone- busho menawarkan 7 macam bea- program yang mereka kelola, per- ada, diskusi-diskusi, berbagai ben panitia lokal, meski ada hubun- sia. Kesempatan ini lebih banyak telah menimbulkan image terten- melaksanakan segala macam tu- siswa termasuk tingkat S2 dan tama bersifat kerjasama antar pe- tuk permainan dan keakraban. tu, dan biasanya image yang gas yang diberikan dengan se- gan koordinatif, tetapi juga memi- dimanfaatkan para dosen Pergu- S3. Menurut Dr Sodiq Azis Kun- merintah dan non kerjasama. Un- Selain itu, biasanya diselingi de- muncul adalah bahwa kegiatan baik-baiknya, masih ditambah la- liki waktu dan wewenang sendiri. ruan Tinggi Negeri (PTN) daripa- toro, penerima beasiswa Mon- tuk kerjasama antarpemerintah ngan kerja bakti membersihkan "Hari pertama dan terakhir, da dosen PTS. busho tahun 1972, untuk program namanya Technical Corporation Opspek ini tidak lain merupakan gi dengan banyaknya aksesoris halaman sekitar kampus. Misalnya master (S2) bisa diselesaikan 3,5 Training Program (TCTP). De- Opspek berlangsung selama ajang "balas dendam" dan lebih atau atribut yang mesti dibawa kegiatan Opspek langsunat ditawarkan AS melalui program tahun. Sebenarnya hanya dua ngan program ini setiap tahun bantaian bagi mahasiswa baru, nuntut kreativitas dan kecakapan Tetapi hari kedua dan ketiga, Fullbright tidak banyak diman- tahun tapi selebihnya untuk bela- sekitar 161 parah lagi disebut "arena pem- dikenakan, itu semua me- panitia pusat. empat hari dengan perincian dua hari Opspek tingkat universitas karena itulah mahasiswa baru masing-masing peserta Op- masing-masing menjadi tang- faatkan oleh para dosen PTS. Sek- jar bahasa Jepang. gris untuk belajar. Kemudian pro- gungjawab panitia fakultas," ujar itar 75 Persen lebih peserta pro- SAMPAI saat ini masih sedikit ini dipandang perlu adanya dialog dan dua hari Opspek tingkat fa- mempunyai perasaan was-was spek. Beasiswa Monbusho yang gram beasiswa yang ditawarkan mahasiswa yang aktif menyeleng- yang intens antara pihak kampus kultas. Biasanya mahasiswa baru dan dihinggapi semacam rasa je- Mahasiswa baru yang akan Restu Widiatmo. gram Fullbright berasal dari mengkoordinir Kedutaan Besar kepada orang-orang Indonesia se- Andai saja tidak ada kontrol dosen negeri. Padahal AMINEF Jepang di Jakarta. Kedutaan cara pribadi dinamakan Foreighn garakan berbagai kegiatan ilmi- dengan pihak ektern. akan terbagi menurut gugusnya rih walaupun belum mengala- mengikuti Opspek, sebaiknya Kalangan aktivis kampus ber masing-masing. Pada Opspek minya. yang efektif terutama di hari (American Indonesian Exchange menawarkan ke PTN, PTS, dan and Commenwealth Office Special ah/akademis. Pada umumnya memperhatikan betul masalah Kemudian Award Scheme (FCOSAS). "Calon mereka lebih menyukai kegiatan- pendapat serupa, Menurut Edy tingkat universitas mahasiswa ketiga pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan Opspek kesehatan, menjaga kondisi tu- Foundation dari USIS), penye- berbagai instansi. ini menimbulkan berbagai penda- buh agar tetap fit selama Opspek Opspek, maka sangat tidak mus- lenggara program ini telah me- baru pada satu fakultas akan kegiatan nonakademik, misalnya Chrisjanto, Ketua Bakorda Forum yang berminat mengirim lamaran ini tergantung dari relasi," ujar kesenian, olahraga dan kegiatan Komunikasi Mahasiswa Kek- vengan oleh oknum- nyebarkan brosur dan menghu- berbaur dengan fakultas yang pat dan tanggapan dikalangan berlangsung. Kegiatan Opspek tahil penyel ke Kedaulatan Besar. Biasanya Direktur British council 1990 oknum tertentu tak terhindark- bungi perguruan tinggi baik test wawancara dilaksanakan pa- Caroline Warrior. rekreatif lainnya. Keengganan eryaan (Fokusmaker) DIY, se- masyarakat luas, baik yang na- sangat melelahkan dan juga men- an. Bila demikian, dua hari di te- negeri maupun swasta. Tapi ha- da, sekitar bulan September. mereka untuk melibatkan diri baiknya untuk menyelengga Kemudian pemerintah Aus- guras tenaga. Karena itu sebaik- Mengenai atribut yang dipa- danya menentang maupun men- nya pergunakan waktu istirahat ngah pelaksanaan Opspek di nya beberapa dosen di PTN dan Calon dalam kegiatan ilmiah, selain rakan kegiatan akademis di kam- tralia juga menawarkan beasiswa kaipun akan berbeda antara Op- dukungnya. Ini tentu saja menja- sebaik mungkin. Biasanya Op- UGM, bakal menjadi 'dua hari di sedikit di PTS yang lolos seleksi membuat program dalam bahasa kepada dosen Indonesia. Program karena masih lemahnya sema- pus cukup memberitahu aparat. spek tingkat universitas dengan di polemik yang hangat dibica- neraka lantaran begitu beratnya program Fullbrigt. tingkat fakultas, karena akan dis- ngat atau tradisi ilmiah di kalan- Alasannya, pemberitahuan itu Inggris, kemudian program terse- yang ditawarkan antara lain Eq- rakan terutama menyangkut spek dimulai tepat pukul enam gan mahasiswa, juga karena lebih sederhana ketimbang de- Program Fullbright seleksinya but ditawarkan ke Universitas- uity and Merit Scholarship pagi dan baru berakhir sekitar esuaikan dengan kondisi masing- lu tidaknya kegiatan Opspek di- materi yang harus diikuti oleh pe- memang ketat. Untuk nilai TOE- Universitas yang ada di Jepang. (EMSS) dibiayai Australian Inter masih begitu ruwetnya prosedur ngan perizinan. masing. Hal ini tentu saja menun- adakan. Namun terlepas dari pukul empat atau lima sore hari. serta Opspek. FL minimal harus 550 (interna- Jika ada yang disetujui, calon pe- national Development Assistance penyelenggaraan kegiatan ilmiah. Lagi pula, dengan pemberi- tut mahasiswa baru untuk pan- berbagai tanggapan diatas, Para peserta akan selalu Untuk Kecenderungan ini, telah ter- sional maupun institusional), usia serta dipanggil. "Test program kegiatan tahuan itu, aparat toh tetap bisa melakukan Bureau (AIDAB). Program ini dai-pandai membedakan atribut kegiatan Opspek sampai seka- mendengar teriakan dan ben- bukti di kesempatan Opspek se- maksimal 35 tahun untuk pro- Monbusho tidak begitu sulit, menawarkan dua macam tingkat penelitian misalnya mereka harus datang ke lokasi untuk men- yang harus dikenakan, karena rang tetap dilaksanakan, karena takan-bentakan dari para panitia belumnya. Meski pihak Rektorat gram S2. Kebanyakan calon pe- prgram yang ditawarkan sesuai S1, dan beasiswa Merit untuk berurusan dengan birokrasi yang gawasi jalannya kegiatan. Ke- kalau tidak, salah-salah bisa sudah merupakan salah satu berbelit dan rumit. hadiran aparat perlu untuk yang telah menghukum peserta melalui PR bidang kemaha- serta banyak yang gagal di TOE- dengan minat universitas ke- dan S3. terkena sangsi. agenda kegiatan tahunan pada yang siswaan sudah wanti-wanti agar FL, karena rata-rata dosen di In- mungkinan besar diterima," ujar Selain itu masih banyak Mestinya, sebagai warga ma- memelihara ketertiban dan kea- Bagi kebanyakan mahasiswa seuap penerimaan mahasiswa maupun yang berani membantah Opspek jangan diubah jadi peng donesia nilai TOEFL-nya kurang Sodiq. gram beasiswa yang ditawarkan. syarakat ilmiah, mahasiswa manan, katanya seraya meng- baru, Opspek adalah bentuk baru." perintah yang diinstruksikan. gojlogan, toh dalam praktek tidak dari 500. Untuk seleksi program Amatlah sayang jika kesempatan diberi keleluasaan untuk menye- ingatkan agar kehadiran mereka Monbusho tidak kegiatan yang paling ditakuti. Ini Kesiapan mental dan fisik mut- Anggap. saja suara-suara itu demikian. ini biasanya dilaksanakan antara menawarkan program S2 dan yang diberikan ini tidak diman- lenggarakan berbagai kegiatan jangan dianggap sebagai pelang- mungkin bisa dimaklumi mengi- lak diperlukan bagi mahasiswa seperti hiburan yang menye- Antisipasi panitia dan juga pi- bulan Mei-Juli di Jakarta, kemu- tapi juga program S1, D3 dan D2. faatkan. Dosen-dosen di lingkung- ilmiah di kampusnya. "Untuk garan otonomi kampus. ngat gencarnya berita-berita di baru dalam mengikuti rangkaian nangkan. Dua aktivis mahasiswa UII, Ari hak universitas secara lebih lan- dian sekitar bulan Juli-Agustus Program S1 memakan waktu 5 kegiatan akademis di kampus tak an PTS memang harus meman- menyoroti ten- kegiatan Opspek. Mereka akan jut tampaknya masih sangat keluarlah calon nama-nama yang tahun, program D3 (Collece of tau program beasiswa yang perlu izin dari aparat, sebab dan Arvan, juga berpendapat tang pelaksanaan kegiatan Op- diperlukan. (Riadho S)-b. disetujui Technology) membutuhkan wak- ditawarkan negara-negara asing. kegiatan itu merupakan kegiatan serupa. Menurut keduanya, ke gi- tu 3,5 tahun, dan program D2 Hanya sedikitnya dosen-dosen intern kampus," kata Pembantu atan akademis di kampus cukup (Senshu Gakko) 2,5 tahun. Pro- PTS yang memanfaatkan Rektor III UGM Ir Haryana M dengan memberitahu. Arch. gram S1 yang ditawarkan bidang gogram beasiswa hukum, politik, sastra, segala warkan, kemungkinan tidak tahu Pendapat senada dikemukakan fasilitas Kalangan PTS Belum Optimal dalam Beasiswa Luar Negeri Center. dosen beasiswa yang orang dikirim ke Ing "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 4 N KEBUDAYA Perpustakaan Perguruan Tinggi UN Masih Miskin Pengunjung NDUSTRI STRA PENDIDIK N DE 994 PERPUSTAKAAN perguruan yang berkualitas dan yang paling tinggi jarang digunakan maha- sering adalah kebebasan staf pen- siswa untuk menunjang perkulia- gajar memakai koleksi. hannya. Selama ini mereka Selanjutnya apabila kendala merasa cukup hanya dengan diatas dapat diatasi maka perpus- mendengarkan kuliah dosen dan takaan akan berjalan lancar kare na sebenarnya perpustakaan hibawa modul yang diter- mahasiswa. tinggi universitas bersangkutan. adalah jantung kehidupan se Walau modulpun kadang sudah buah perguruan tinggi. Maka lengkap dalam mengupas suatu layaklah apabila pemerintah teori, tetapi itu saja belum cukup dalam UU No 2 tahun 1989 pus- untuk dijadikan pedoman bagi takawan digolongkan dalam tena- ga pendidikan. Sebab perpus Menurut Kepala Perpustakaan takaan perguruan Universitas Sanata Dharma, Drs didirikan dengan maksud dapat B Bastian Arief MLS, perpus- dipakai sebagai sarana belajar takaan yang jarang dikunjungi mengajar, sehingga dalam kon- mahasiswa adalah gejala lama teks ini wajar jika perpustakaan yang cukup memprihatinkan. menjadi salah satu rantai proses Masalah tersebut dapat diatasi, belajar mengajar. hubungan Agar apabila mahasiswa banyak diberi Dalam proses selanjutnya per- tugas perkuliahan yang ber- pustakaan perguruan tinggi bersama-sama dengan unsur-un- dengan penggunaan referensi perpustakaan. sur lain diharapkan menunjang Bastian Arief yang mendapat pelaksanaan tugas untuk menca- gelar Master dalam ilmu perpus- pai tujuan yang dicita-citakan takaan di Filipina ini mengata- oleh lembaga induknya. Sesuai kan, mahasiswa akan tertantang dengan tugas yang digariskan apabila banyak tugas yang meng- kepadanya, unit ini harus mampu haruskan mereka menggunakan memenuhi kebutuhan-kebutuhan Sebe- pemakainya. perpustakaan. narnya modul adalah hal positif perpustakaan dapat dari dosen untuk memudahkan berfungsi secara efektif dalam mahasiswa mempelajari dasar- program peningkatan diri civitas teori mata kuliah akademika, pimpinan perguruan bersangkutan. Walaupun tinggi dituntut memberikan per- demikian jangan menjadi maha- hatian dan dukungan untuk ikut siswa yang minimalis dan text mengatasi kendala yang dihadapi book jadilah mahasiswa yang perpustakaan. kaya ilmu. Hal tersebut akan ter- apabila mahasiswa banyak Mahasiswa sebagai salah satu pengguna perpustakaan hen- membaca buku. Diakui Bastian, ada kendala daknya menggunakan fasilitas juga yang sering dihadapi perpus- tersebut semaksimal mungkin. takaan. Kendala tersebut di- Karena kemajuan perpustakaan antaranya adalah fasilitas fisik tidak terlepas dari disiplin si pe- atau gedung, kecilnya dana yang makai dan pustakawan yang tersedia untuk menambah kolek- menjadi pekerjanya. si, kurangnya tenaga pustakawan (Wahyu Pengasih)-b. dasar Kegiatan Akademis di Kampus MINGGU WAGE 28 Problem SEGERA diberlakukann ma hari sekolah/bekerja, me tut kaum ibu sebagai 'seksi sumsi dalam keluarga m memperhatikan kandungan makanan yang disajikan bag luarganya. Karena dengan w sekolah/bekerja yang sem panjang, tubuh pun makin nyak memerlukan gizi. "Aga mina, prestasi serta terjaga kata Doktor) ti, Ahli Gizi, juga dosen Fale Teknologi Pertanian UGM. Dengan lima hari sekolah erja, kata DR Marry, makan bakal menjadi problem. semula keluarga bisa m siang di rumah dengan yang rapi direncanakan, kim sing-masing harus improw Alian mencari menu se sendiri" kata Marry. Bagi orang dewasa, kiran itu tidak begitu menjadi pru Karena orang dewasa memiliki uang dan bisa me mana makanan bergizi. N bagi anak-anak-apalag SD, SMP misalnya "ke sanaan mereka memilih makan siang yang sehat amat disangsikan" ujar Ma tuti. Kondisi seperti itu akan parah bila kita tak sempat Padahal sampai saat ini, pagi (sarapan) secara orang dewasa dan ana yang enggan sarapan. En ngan alasan terburu-buru sarapan tidak menarik ata menurut DR yang mengiba paling fatal, karena sang ibu tak menyajikan sarapan" Bila hal ini menjadi keb otomatis anak-anak pus terbiasa dengan makan pa dahal,.makan pagi ama lukan bagi tubuh sebagai energi dan konsentrasi da lajar maupun bekerja" Terkendala Faktor Nonakademis Marry makan pagi adalah bens sebuah mesin di mana pa hari, tersebut mesin melakukan aktifitas maks Kantin Sekolah yang jug Di luar negeri Cerita. penerima diharuskan . asal tingkat S2 pro- hanya S3 pr- yang dita- (Hendy Wijaya/Samsu Dra- BEDAH BUK Potret Nasionalisme Indonesia 1908-1945 Sejarah Pergerakan Nasional dan Budi Utomo sampan Proklamasi 1908-1945 D SUDAH cukup banyak buku yang mengungkap perjalanan bangsa Indonesia sejak Budi Uto- mo (1908) hingga Proklamasi Ke- merdekaan (1945), baik yang di- tulis oleh para pelaku sejarah maupun para sejarawan. Kalau dari Fakultas Sastra UGM, ikut kali ini Dr Suhartono, sejarawan melengkapi khasanah pustaka se- jarah perihal masa-masa itu, ten- tu tak bisa diibaratkan 'meng- garami air laut. Karya Dr Suhartono ini, Sejarah Perger- melengkapi akan Nasional, deskripsi dan analisis yang telah ada terhadap materi yang relatif sama. Dengan demikian, rekon- struksi terhadap masa-masa menjelang sebelum Proklamasi Kemerdekaan, menjadi semakin lengkap. Bahkan, rekonstruksi tersebut menjadi semakin banyak oleh penulisnya, karyanya ini pada Sebagaimana diakui mulanya adalah diktat yang dipe- runtukkan bagi mahasiswa di lu- ar Jurusan Sejarah. Bahan yang dianggap masih relatif ringkas sehingga bisa tampil seperti tersebut lantas disempurnakan, direvisi dan ditambah sana-sini, sekarang ini. Berhubung embri- onya berupa diktat, bila buku ini disimak, nampak jelas bahwa dimensinya. Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Wakil Pemimpin Redaksi I Wakil Pemimpin Redaksi II Pemimpin Perusahaan Redaktur Pelaksana Redaktur Staf Redaksi Fotografer Sekretaris Redaksi Alamat Kantor Redaksi Judul Buku : Pengarang : Penerbit Cetakan 0 Tebal : SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL mengapa organisasi itu lahir. Dari Budi Utomo sampal Proklamasi, 1908-1945 Dr Suhartono Padahal sebenarnya kalau diakui kelahirannya merupakan adap- tasi dan inovasi yang dilakukan bangsa Indonesia untuk menye- suaikan dengan politik kolonial. (halaman V). Sejarah Pergerakan Indonesia didominasi oleh uraian yang men- cakup masa kolonialisme Belanda (1900-1942. Memang masa itulah yang berperan besar membentuk Pustaka Pelajar, Yogyakarta Pertama, Agustus 1994 171 halaman. : buku ini merupakan buku teks 1945. untuk kalangan mahasiswa, kesadaran Dalam mengurai perjalanan khususnya mahasiswa yang bera- nasionalisme Indonesia menje- da di luar spesialisasi ilmu se- lang kemerdekaan, Dr Suhartono jarah. Dengan uraiannya yang mendudukan nasionalisme In- runtut, pembagian bab dan sub- donesia dalam perspektif jaman bab yang rinci, dan deskripsi yang dan masyarakatnya. Sejarawan jelas dan mudah dimengerti, jadi- ini tak memisahkan nasionalisme lah Sejarah Pergerakan Nasional dari masyarakatnya. Oleh karena sebuah karya yang bisa dinikmati itu, selain menguraikan tumbuh oleh seluruh kalangan terpelajar, kembangnya organisasi-organ- bahkan oleh para siswa SMTA isasi sosial, politik dan keaga- sekalipun. Dan yang juga maan selama kurun waktu terse- menarik, buku ini tidak dijejali but, umum, utama Suhartono Dr juga oleh banyak catatan kaki seba- mendeskripsikan politik pemerin- gaimana karya tulis ilmu sejarah tah penjajah dan kondisi ke- pada umumnya. Hal ini cukup masyarakatan (sosiologis) masa- positif bagi pembaca awam masa itu. Materi yang ditulis dalam buku maupun pembaca dari luar bidang ilmu sejarah, mengingat ini dibagi menjadi 14 bab. Secara upaya penikmatannya' tak di- umum, materi itu dibagi menjadi dua bagian besar, yakni masa ganggu catatan kaki. Secara melalui kolonialisme Belanda dan masa karyanya kali ini, Dr Suhartono fasisme Jepang. Dengan pijakan mencoba mengetengahkan na- uraian mengenai nasionalisme sionalisme Indonesia sebagai dan politik kolonial yang modal meraih ke- meliputi politik kolonial konser- merdekaan. Nasionalisme terse- vatif (1980-1870), politik kolonial but dibeber mulai dari embrionya liberal (1970-1900) dan politik hingga pengkristalannya pada kolonial etis (1900-1942) saat-saat menjelang Proklamasi Suhartono mengarahkan pemba- Kemerdekaan. Dr Suhartono hen- ca untuk sampai pada kesimpu- dak menunjukkan bahwa nasion- lan besar bahwa tumbuhnya na- alisme yang pada akhirnya mem- sionalisme Indonesia dan berkem- bukanlah sesuatu yang terbentuk merupakan dampak dari politik buahkan hasil pada th 1945 bangnya nasionalisme tersebut dengan sendirinya. Nasionalisme kolonial etis yang melahirkan adalah sebuah dinamika yang kelompok terpelajar dalam ma- terus berproses. Bahkan pada syarakat Indonesia masa itu. nasionalisme dalam Kata Pengantar, bahwa masa-masa sebelum Proklamasi Maka penulispun menulis bangsa Indonesia memerlukan kebangkitan nasional adalah Kemerdekaan, waktu relatif lama untuk timbul dampak yang tak disadari oleh tenggelam, jatuh-bangun, men- pemerintah, karena itu dengan akhirnya lahirnya Budi Utomo pihak-pihak gental-pudar mengkristal, karena dimulai se- yang sehaluan dengan pemerip- jak 1908, 1928 dan selanjutnya tah merasa keheran-heranan, dan Kedaulatan Rakyat H Soemadi M Wonohito SH. Suwariyun Drs M Idham Samawi. Bambang Daulat Drs M Idham Samawi. Drs Octo Lampito, Krisnam. Drs Suhadi Sukarno SU, Wismoko Poernomo, Theo Sutiyono, Drs Al Sugeng Wiyono, Djuweni, Lalu Hidayat, Soeparno S Adhy, Joko Budhiarto, Arifin Husein. Drs Y Sarworo Soeprapto, Rakiman S, Bambang Soenarno, Dra Esti Susilarti, Maksum Parjiyo, Mulyadi Adhisupo, Ronny S Viko. Dra Fadmi Sustiwi, Mussahada. Ircham, Moeljono, Yuwono. Frans Budisukaranto. Arief Budiarto Jalan P Mangkubumi 40-42 Yogyakarta 55232 Facs (0274-63125 Telp (0274)-65685 dan 63125. SIUPP Surat Izin Usaha Penerbitan Persi Perwakilan dan Biro: Jakarta Magelang Surakarta Semarang Purwokerto No. 127 SK/MENPEN SIUPP/A7/1986 tanggal 4 Desember 1990. Anggota SPS Penerbit Terbit Perdana Perintis Pembina Direktur Utama Direktur Pemasaran Manajer Sirkulasi Manajer Iklan dan dewan pengurus Kemudian selain program Full- bright, pemerintah AS juga me- nawarkan program East-West Center yang dibiayai Konggres Amerika. Setiap tahun mena- warkan kepada 3-7 orang untuk program gelar, dan sekitar 100 bidang teknik, pertanian, dan ke- informasi dari penyelenggara pro- dokteran. Program D3 hanya gram. Atau boleh jadi kemam- mencakup (TYh/R-12/R-33)-b. oleh Drs Pranowo MPd, dosen 5 Judul Buku Sarjanawiyata Yogyakarta. Me- bidang-bidang puan dosen-dosen PTS memang nurutnya, selagi kegiatan di kam- tentang PPP Terbit rekayasa, elektronik, dan arsitek tidak memenuhi syarat. (Ono)-h. Kualitas Penelitian Masih Rendah Belum Manfaatkan Dana RUT Optimal riset di Indonesia saat ini terjadi DI DUNIA penelitian atau kontroversi yang cukup mencolok. Intensitas, kualitas dan produk- tivitas kegiatan penelitian masih memprihatinkan. Salah satu fak- tor penyebabnya dana. Namun ternyata, dana yang disediakan, belum dimanfaatkan secara opti- mal. Faktor utamanya, konon keberanian muskan dan mewujudkan dalam bangsa Indonesia dalam meru- kenyataan praksis, semangat dan jiwa nasionalismenya. Berkat politik etis, pendidikan pada masa itu mampu menghantar manusia. Indonesia bangsa untuk helum siapnya sumberdaya sangat minim di perguruan ting. amping juga alokasi dana yang gi. Keprihatinan Prof Dr Prayoto ini tampaknya akan terobati bila SDM seperti yang diharapkan Prof Dr Ir Triharso bisa dipenuhi. Untuk tahun-tahun lagu alokasi dana untuk penelitian bagi dosen memang sangat kecil. Penga- matan dalam rangka Sistem Monitoring dan Evaluasi Pen- Seperti diungkapkan oleh didikan Tinggi (Simes-Dikti) anggota Dewan Riset Nasional tahun 1990/1991 rata-rata sebe- mendirikan berbagai organisasi, (DRN) Bidang Pertanian, Prof Dr baik yang bersifat 'sekuler' Ir Triharso di sela Seminar Na- yang dilandasi oleh intelektuali- sional Bioteknologi Virus Pertani- maupun keagamaan, maupun an, dari Rp 700 miliar yang dise- Sebagaimana karya tulis ilmu diakan untuk riset, baru diman- sejarah lain yang kebanyakan faatkan sekitar Rp 20 miliar. Per- menonjol unsur subjektivitasnya, anan SDM dalam menyalurkan Dr Suhartono nampak sekali dana lewat Riset Unggulan Ter- tas modern. berusaha netral sar Rp 120.000 setiap tahun. Menurut Prayoto, dengan dana sebesar itu jangan berharap men- dapatkan penemuan atau kema- juan yang berarti, lebih-lebih kalau berharap melakukan tero- bosan Iptek. bahwa Dapat dalam kondisi seperti itu baik pro- Sedangkan keprihatinan Prof duktivitas maupun kualitas hasil dalam padu (RUT) ini penting artinya. dimengerti sar merupakan publikasi yang bersifat lokal. Dari segi kualitas memang tidak mudah menilai publikasi ilmiah, tetapi salah satu cara yang bisa dipakai adalah melihat aspek evaluasi, publikasi serta distribusinya ke masyara- kat ilmiah. keilmiahan/akademisannya, tak bisa diganggu gugat. Sebab hal itu Pranowo sepenuhnya pus itu masih dalam batas-batas Menjelang Muktamar Sedikitnya menurut menjadi Jadi, menurutnya, JAKARTA (KR) ada lima buku tentang Partai Persa- wewenang rektor. tuan Pembangunan (PPP) yang ter- kegiatan bit menjelang Muktamar III PPP akademis di kampus izin aparat. Tapi kalau kegiatan yang akan digelar mulai 29 Agustus tak perlulah atau pertemuan ilmiah itu mem- hingga 1 September mendatang. Sa- bahas persoalan-persoalan non lah satunya buku berjudul PPP akademis, menurutnya, perlu Problema dan Prospek karya Sekre- izin. Bahkan disarankan perte- taris Dewan Pimpinan Wilayah muan semacam itu diseleng- (DPW) PPP DKI Jakarta, H Mu- garakan di luar kampus. hammad Rodja, yang diluncurkan malam. Tegas di Jakarta Jumat Pranowo berpendapat, bila Empat buku lainnya adalah Fo- kegiatan akademis di kampus harus izin, jelas itu merupakan rum Komunikasi Nahdlatul Um- Masih menurut Prayoto di de- bentuk intervensi atau campur mah Nusantara (Konun) Memper- pan anggota dan pengurus HFI tangan terhadap kampus. Dalam kenalkan Diri" yang diterbitkan Jateng dan DIY di Kampus MIPA kaitan ini pimpinan perguruan Manajemen Konum, 'Mendayung UGM, dalam satu tahun setiap tinggi disarankan bersikap tegas di Sela-Sela Karang' yang merupa- 100 dosen perguruan tinggi negeri dengan menolak segala bentuk kan kumpulan pidato Ketua Umum DPP PPP Ismail Hasan Metareum, hanya menghasilkan seperempat campur tangan itu. publikasi ilmiah yang mampu Dia menduga terjadinya inter- Bintang Menuju Suksesi karya menerobos media publikasi ilmi- vensi pihak luar di kampus kare- pengamat politik Arbi Sanit, dan ah internasional. Dari segi ini pro- na soal otonomi kampus masih Buku Biru yang berisi Laporan dan kua duktivitas hasil kabur atau tidak jelas batas- Fraksi PP di DPR/MPR. (Ant). penelitian perguruan tinggi di batasnya. Untuk mengatasi hal tanah air masih jauh di bawah be- berapa negara berkembang lain baik di Asia bahkan di Afrika. Kondisi Pendidikan Tinggi Guru kan analisis tersamarnya. Karena Dr Prayoto yang diungkapkan di kegiatan penelitian akan sangat hatinkan ini bukannya tidak di Australia Kini Digugat menjadi perhatian pemerintah. Sejak tahun 1998/1989 telah diusahakan dana penelitian tahu- nan untuk perguruan tinggi terutama dengan dana yang ber- Bersambung hal 11 Kian Banyaknya Calon Mahasiswa yang tak Daftarkan Kembali, Suatu Fenomena Menarik depan pertemuan ilmiah Him- rendah. sikapnya tersebut, terkadang ba- hasannya kurang hidup. Penila- punan Fisika Indonesia (HFI) ke- Menurut Prayoto dari segi pro- ian ini tentu saja bersifat subjek- 12, setelah melihat masih sedikit- duktivitas, hanya 10 diantara se- tif. Tetapi justru di sinilah ter- nya publikasi ilmiah. Baik kuan- tiap 100 dosen perguruan tinggi titas maupun kualitas publikasi negeri yang menghasilkan pub- letak kekuatannya. Uraian 'Sekitar Proklamasi' ilmiah masih sangat rendah, dis- likasi ilmiah. Itupun sebagian be- (bab XII) terkesan agak pendek (5 halaman lebih sedikit), seba- gaimana halnya sejumlah bagian Tainnya. Padahal uraian sekitar Proklamasi Kemerdekaan bisa diceritakan lebih komplit lagi. Ak- DALAM tahun akademik pembaca hanya memperoleh 1994/1995 terdapat fenomena ibat relatif pendeknya uraian, gambaran global. Saat-saat men- menarik saat pendaftaran kem- jelang Proklamasi, sebagai saat- bali mahasiswa baru di lingkung saat yang sangat bersejarah, jelas an PTN. Di hampir semua PTN, sumber yang bisa dimanfaatkan baru yang sudah diterima menarik sekali bila dikisahkan re- ada beberapa calon mahasiswa latif komplit dan panjang. Banyak untuk mengembangkan penu- melalui UMPTN) tidak mendaf- lisan materi tersebut. Dan banyak sedikitnya calon mahasiswa baru tarkan kembali. Untuk mengatasi pembaca tetap ingin mengetahui yang tak mendaftarkan kembali, peristiwa yang sesungguhnya bahkan sejumlah PTN mengun- sekitar Proklamasi. durkan batas akhir masa pendaf- taran kembalinya. Akibat adanya yang tak mendaftarkan kembali sejumlah calon mahasiswa baru tersebut, kursi yang telah disedi- akan bagi mereka menjadi kosong. Ini terjadi karena dalam UMPIN tidak dikenal calon ma- hasiswa yang diterima sebagai cadangan. (Herman St, Fisipol UGM).-b PT-BP Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Tanggal 27 September 1945 H Samawi (1917-1984) M Wonohito (1912-1984) H Probosoetedjo. H Soemadi M Wonohito SH. telp (0274)-65683. Drs M Idham Samawi, telp 0274-65682. Drs Guno Indarjo. telp (0274)-62911 Dewi Marni Astriyanti BSc. telp (0274)-63541 dan 65683 (siang). Langganan per bulan termasuk Kedaulatan RakyatMinggu.. Iklan 1 mm/kolom Rp 12.000,00 Rp 3.000,00 Rp 2.500.00 Rp 2.000.00 Iklan Keluarga 1 mm/kolom.. Iklan Cilik I baris/kolom minimum 3 baris/kolom Tambahan biaya 200% dari Tarif yang berlaku Iklan Halaman I Ukuran Maks. 2 klm x 150 mm Iklan Halaman XII Tambahan biaya 100 dari Tarif yang berlaku. Full Colour 14 warna 3 warna: 1 mm/kolom. Rp 6.000.00 Iklan Warna Dua Spot (2 warna) 1 mm/kolom1 Rp 4.500.00 3.500.00 Satu Spot 1 warna 1 mm/kolom Iklan ditambah PPN 10, Bank Bank BNI 1946 Rek. Giro 428931-001 Bank Bukopin-Rek. No. 004 016845 Dinas Giro dan Cekpos Noj 15.78. Jalan Utan Kayu No. 85, telp 021 8563515.8563602 Jakarta Timur 13120 Kepala Perwakilan HRH Soctoto SH. Pis Kepala Biro Imong Dewanto Rp. Jalan Achmad Yani No.9. telp (0293-3552 dan 2502 Kepala Perwakilan Didiek Santoso. Ps Kepala Biru Eko Hadi Pranowo tp 0271 48015. Kepala Perwakilan Drs Asn Salman, Kepala Biro Theo Sutivono Jalan Bhayangkara No Jalan Lampersari No 35 telp 24-315769. Kepala Perwakilan Djoko Suprapto. Kepala Biro FN Arfin Husein. MBA Jalan Achmad Yani No. 14. telp (02 1347. Kepala Perwakilan Drs Zulkardi. Kepala Biro Sugeng Pamudj A Silmi SH Dicetak di Percetakan Kedaulatan Rakyat Jalan Raya Yogya - Solo km 11 Sleman Yogyakarta 55573, telp 10274-96549 dan (0274)-96449 Koordinator Perwakilan Isi diluar tanggungjawab percetakan Adanya sejumlah calon maha- siswa baru yang tak mendaf- tarkan kembali tersebut meru- pakan gejala yang menarik. Per- tama, dari tahun ke tahun jum- semakin lahnya bukannya menyusut, melainkan justru se- baliknya, yakni terus bertambah. Kedua, gejala yang sama tidak hanya ditemukan di lingkungan PTN yang kurang favorit, tetapi juga ditemukan di lingkungan PIN favorit seperti ITS, Unair dan UGM. Dan ketiga, PTN yang bersangkutan tidak belum tahu pasti penyebab tidak mendaf tarkan kembalinya calon-calon mahasiswa baru tersebut. awam, masyarakat kosongnya sejumlah kursi bagi Bagi mahasiswa baru di lingkungan PTN memang dianggap ironis. Mereka berebutan ikut testing. tetapi sesudah diterima, ada yang tidak memasukinya. Selain itu. pada saat banyak pendaftar san- gat berkeinginan masuk PTN, ada sejumlah kecil yang menyia nyiakan kesempatan yang sudah jelas-jelas diberikan. Diduga, tidak mendaftarkan baru disebabkan beberapa hal kembalinya calon mahasiswa Sebab pertama, kemungkinan be- guruan tinggi lain (PTS). Bagi sar mereka sudah diterima di per- orang-orang tertentu yang cukup mampu secara ekonomi dan wawasannya jauh ke depan, PTS tertentu dianggap lebih baik mu- tu pendidikannya dan lebih prospektif. PTS-PTS seperti UK- SW (Salatiga), STT Telkom (Ban- dung), Ikopin (Bandung), misal- nya, dianggap lebih menjanjikan. Bisa juga, calon mahasiswa yang lulus UMPTN tadi telah diterima di perguruan tinggi tertentu las-jelas lebih baik segala sesu- seperti STAN (Jakarta), yang je- atunya. Kemungkinan kedua, peserta UMPTN tadi sudah diterima bek- erja di suatu tempat. Banyak calon mahasiswa lebih memilih kerja dibanding kuliah. Bukan ra- hasia lagi, bagi sebagian calon mahasiswa, studi di perguruan tinggi identik dengan memper- Sedangkan kemungkinan lain panjang masa menganggur. yang ini hanya berlaku ba- nya gi sedikit calon mahasiswa-ku rang mampunya mereka memba- yar biaya pendidikan menjadikan mereka tak mendaftarkan kem- bali, walaupun lulus testing. Aki bat naiknya SPP di PTN, sejum- lah 'calon mahasiswa baru tak mendaftarkan kembali. SPP di PTN, bagi rakyat kecil, kini di- anggap tak murah lagi. Di sejum- lah PIN, kini SPP-nya per semes ter ada yang di atas Rp 300 ribu. Memang ada yang masih kurang dari Rp 300 ribu, tetapi itu pun bukan angka kecil bagi rakyat ke- cil. Apalagi situasi perekonomian saat ini cukup menggencet rakyat sebagai petani dan pegawai ren kecil, khususnya yang berprofesi dahan. Untuk mengantisipasi kian banyak calon mahasiswa baru yang tak mendaftarkan kembali, nampaknya masing-masing fa- kultas (dan juga jurusan) perlu menambah sedikit jumlah maha- siswa yang diterima. Tentu saja penambahannya sedikit saja. Dalam hal ini, kalaupun yang di- terima masuk semua, kursi yang disediakan tetap bisa menam- pung. Sedangkan kalau ada yang tak mendaftarkan kembali, kursi yang kosong tak begitu terlihat. yang bermutu dan semakin Dengan kian banyaknya PTS banyaknya program non-gelar di lingkungan PTN, banyak calon mahasiswa bersikap realistis. Ori- entasi gelar akademik sudah mu lai ditinggalkan oleh sebagian warga masyarakat. Yang lebih di- utamakan adalah kerja atau ke- sempatan memperoleh pekerjaan. ah, mahasiswa tidak hanya cukup Dalam prakteknya, untuk kuli- dengan uang SPP. Bahkan biaya di luar SPP jauh lebih banyak. seperti halnya biaya hidup, biaya untuk pemondokan, biaya fo. tokopi dan beli buku, serta kebu- tuhan lain. Kuliah di PTN me- mang relatif murah dibandingkan di PTS, tetapi bukan berarti bi- ava-biaya lainnya lebih murah. Padahal tanpa biaya lain-lain itu. mahasiswa tak mungkin bisa ku- liah dengan lancar. Kondisi ini pa- da akhirnya menyadarkan para orang tua untuk bersikap realis- (Irawan).-k. tis. REKTOR Universitas Mel- bourne, Prof David Penington, menyarankan agar standar da- lam menyeleksi dan mendidik para calon guru dinaikkan. Ia melukiskan banyak mahasiswa yang diterima belakangan ini un- tuk pendidikan guru sebagai lulu- san sekolah lanjutan atas yang ni- lai akademisnya kurang baik. Katanya, memang banyak gu- ru yang naik dan penuh dedikasi. Tapi profesi guru di Australia tidak menikmati status sosial ataupun imbalan gaji yang sebaik rekan-rekan seprofesi mereka di Eropa. Kata Prof Penington, kalau profesi guru ingin diakui pen- tingnya bagi masyarakat, profesi ini perlu menarik orang-orang berkaliber tinggi, dan merekapun masih perlu dipersiapkan dulu dengan pendidikan yang benar- benar. Selama bertahun-tahun be- lakangan ini sebagian mahasiswa yang masuk jurusan pendidikan keguruan ini adalah para lulusan sekolah lanjutan atas yang tidak diterima dalam jurusan-jurusan humaniora atau sains di suatu universitas terkemuka Prof Penington juga menyerang perubahan dalam bidang pendidikan dalam bebera- beberapa pa tahun terakhir ini dan mengin- dentifikasi sejumlah pertanda yang mengkhawatirkan dalam pengajaran di sekolah-sekolah, universitas dan pendidikan keju- ruan yang katanya bisa meng- hambat terealisirnya potensi anak didik. jaran baca tulis, berhitung dan il- la menyarankan agar penga- mu pengetahuan alam, lebih dit- ingkatkan lagi di sekolah-sekolah di Australia. Katanya, anak-anak perlu ditantang untuk mencapai kemampuan aksara dan angka setingkat dengan anak-anak di negara Asia tetangganya. Menanggapi ucapan Prof Pe- nington mengenai mutu maha- siswa yang diterima masuk di ju- rusan pendidikan keguruan, Wakil Ketua Federasi Serikat Gu- ru Victoria Jud Caveli mengata- kan, agaknya pendapat rektor Universitas Melbourne itu dikait kan dengan angka persyaratan masuk bagi penerimaan maha- siswa untuk jurusan pendidikan keguruan yang lebih rendah di- bandingkan dengan jurusan-juru- san lain seperti teknik, hukum dan kedokteran. Kalau yang dijadikan patokan baik buruknya guru itu cuma angka persyaratan masuk, ia ti- dak setuju. Yang penting katanya ialah apa yang terjadi selama masa pendidikan mereka. Tajuk rencana surat kabar The Age mengatakan pendapat peja- bat serikat guru itu memang ada benarnya. Tapi pendidikan yang sebaik apapun tidak akan bisa 100 persen mengimbangi keku- rangan akibat pendidikan yang kurang baik pada jenjang pen- didikan yang lebih rendah dan ju- ga mutu mahasiswa yang diteri ma masuk dengan nilai lebih ren- dah. Dikatakan, memang ucapan Prof Penington itu merupakan tuduhan serius, tapi ia selama ini memang dikenal sebagai orang yang gigih mengutamakan ke- unggulan akademis dalam pen- didikan di tingkat perguruan tinggi. Dan sebagai seorang rek- tor universitas terkemuka, pan- taslah kalau ia menilai mutu para mahasiswa yang diterima masuk universitas. Ia berpendapat, mereka yang nilainya baik, bercita-cita masuk profesi bergengsi, sedangkan yang kurang baik cukup puas de- ngan menjadi guru. Menurut isi tajuk itu, Prof. Penington bukanlah satu-satunya akademisi yang pernah meng- utarakan keluhan tentang ku- rangnya penguasaan aksara dan angka di kalangan lulusan seko- lah lanjutan atas. Universitas Melbourne bukan- lah satu-satunya universitas yang menyelenggarakan kelas-kelas perbaikan bagi mahasiswa ting- kat pertamanya. Tajuk rencana The Age tadi se tuju dengan pendapat Prof. Pen- ington bahwa kalau Australia tng- in bersaing di dunia, tidak bisa terus-terusan menerima mereka yang bukan terbaik untuk menja- di pengajar. (Murti BS)-b Bergambar dan berw disukai anak-anak ( SAYA menyukai k meski letaknya di tenga jauh dari keramaian ko" Tapi saya senang. Mesk suara-suara katak, dan natang yang mengerik saya tidak takut. Ham yang saya takuti.... Mahasiswa Deakin U of Australia, Helen V menghentikan bacaan. Bahaya dan Per TAK hanya peremp juga pria kini tak bi paskan diri dari kosmet wanita, kosmetika bahl pakan kebutuhan yang t dinomorduakan. Dan k memang mempunyai yang sangat besar bagi lan. Tidak saja untuk cantik dan menutupi ke- saja. Tetapi juga me penuaan. nyikan proses Maka wajar apabil orang, terlebih wanita, a boros mengkonsumsi Mulai dari pemerah kul parfum lipstick, eye sha pai semir rambut dan la Tentu saja, bukan pe macam itu yang mer salah. Tetapi sadarka bahwa barang yang d itu mempunyai efek yang bisa membahaya kuku atau rambut ya pelinya? Menurut Dosen Fal dokteran UGM Spesiali Hardyanto Soebono dall lahnya yang disampa Bimbingan Teknis dan hatan di Departemen belum lama ini, efek sa metik tidak hanya berl da kulit, rambut dan Tetapi juga bisa meng lain. Sebagai contoh, akibat sampoo atau sa guan pernapasan ab spray atau deodoran s kan bisa mengakibatk nan. Efek samping kosn kulit dapat berupa atau peradangan kul tandai dengan timbull kemerahan dan prunt (papel) pada kulit. Dag rupa gangguan pigme biasanya diderita oleh berkulit gelap, Krim yang mengandung menimbulkan bercak. putih, sedang pemutih gandung merkuri dag bulkan keracunan. Selain itu pemakaia pada kulit dapat jug- batkan tumbuhnya, bidur serta adanya Si eransi Kosmetik (SII- makai merasakan gat nas dan tidak enak tanpa adanya kelaina nyata Sedangkan efek saz rambut, dapat berup
