Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Kedaulatan Rakyat
Tipe: Koran
Tanggal: 1994-08-28
Halaman: 09

Konten


be- T" HALAMAN 8 raton baling kreatif adalah Sri mengku Buwono IX. Di taannya, Bedhaya Da- Jumeneng Ratu, Bed- Penangsang, Bedhaya Sangaskara atau Bed- ten, dan Bedhaya Sapta wakan tujuh orang pe- an Hamengku Buwono rnah menyempurnakan ggarap kembali Bedha- ciptaan Sri Sultan Ha- Buwono I. Tari Bedhaya tidak dibawakan oleh ri puteri, tetapi oleh pe- ra dan sering diperge- da masa pemerintahan Hamengku Buwono V. ul, Sri Sultan Hameng- no X sempat membuat k tari Bedhaya. Bedha- Amurwa Bumi, khusus bahkan almarhum Sri amengku Buwono IX, aya Jumenengan Dasa- dipergelarkan dalam memperingati 4 tahun Dalem. maksud dan tujuan- a bentuk Bedhaya itu MINGGU WAGE 28 AGUSTUS 1994 (21 MULUD 1927) "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 9 Emha Menggugat Kepenyairannya Sendiri Arjuna Mendahului ke Gadamadana sendiri dalam khazanah kepe- nyairannya merupakan refleksi kesadaran pengakuan atas karya yang telah dihasilkan selama 25 nyairan. tahun menggeluti dunia kepe- Emha Ainun Najib ketika membaca puisi- MENGADILI proses kreatif kepenyairan dari pelaku kreat- ifnya sesuatu yang menarik, kare- peta kepenyairan di tanah air. na hampir jarang terjadi dalam Tapi bagi penyair muda Emha Ainun Nadjib, mengadili diri Iwal Fals. anak (Galang Rambu Anarkhi dan Anissa Cikal Rambu Basae- red) hasil buah kasih yang diberikan oleh Rosanna, istrinya, memang tak bisa dipisahkan dari dunia musik. Meski berulangkali ia dicekal, namun tak mengura- ngi semangatnya dalam ber karya. "Kalau mau dicekal, silah kan saja. Tapi itu tak akan men cekal imajinasi dan kreativitas ku," katanya. "Setelah seperempat abad men- ..Sambungan hal 6 masukan yang bisa kita terima bersama. Malah-malah selama kami bersatu kok rasanya justru aku yang menunggangi mereka," katanya sembari ketawa lepas. Menurut Iwan, selama terjun dalam perjalanan musik, keterli batan dirinya dalam Kantata Takwa dan Swami merupakan bagian yang paling asyik untuk dikenang dan dinikmati. (KR-Ant) jadi penyair, puisi saya masih be- gitu-begitu saja. Demi Allah ini sama sekali bukan rendah hati demi meningkatkan gengsi, sung-, guh-sungguh saya sedang menge- mukakan kesadaran bahwa pen- galaman terbesar saya selama 25 tahun menulis puisi adalah perasaan rendah diri dan keti- dakpercayaan bahwa saya memi- liki bakat yang cukup untuk menulis puisi," ungkap Emha Ainun Nadjib. Pengakuan budayawan muda itu dikemukakan dalam diskusi Tidak Adil.. Tanggungjawab Kreatif, Pertang gungjawaban Emha sebagai Penyair di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, kemarin (23-25/8). Forum dialog ini merupakan satu rangkaian dari pagelaran pemba- caan puisi Emha yang diiringi Ki- ai Kanjeng. banyak. Tetapi sama sekali tidak ada jaminan bahwa itu peristiwa kreativitas. Karena saya tahu be- tapa sakralnya kata kreatif," ujarnya. sih ada, tapi forum ini kan atas Nasihat Bagawan Abyasa wasan "Saya hanya seorang pekerja, jika saya harus memberikan su- OLEH: KI SUWARTONO atu penghargaan kepada diri saya "Saya selalu merasa gagal se- sendiri, tidak ada yang lebih dari bagai penyair, karena itu saya penghargaan sebagai seorang SEUSAI menghadap raman- Dwarawati, namaku Patih Uda- merasa kurang berhak pula un- pekerja. Akhirnya cita-cita hidup danya, sesampai di alun-alun ne- wa. Apa maksudmu masuk ka- tuk menyebut kata sebagai saya, karir saya adalah bekerja gara, Raden Begasukma memer- ini, lengkap dengan penyair," tegasnya. Emha masih sampai tak mampu lagi bekerja. intah abdinya: persenjataan segala?" melanjutkan pengakuan ini den- Menterengnya, bukan to have "Hayo Gog, siapkan segera te- "Ketahuilah Udawa, aku me- gan rangkaian kata yang cukup atau to be, melainkan to do. Ayat- arif. Katanya seandainya dunia nya gawal kita raksasa agar men- ngemban tugas dari gustiku Ra- perpuisian dan kesenian umum- bukan kuliah qabla tarwih," kata den Begasukma yang juga akan nya bermurah hati untuk menye- Emha. Togog dan Sarawita melang ke Dwarawati, entah apa perlun- butkan puisi, maka pastilah kah cepat meninggalkan ben- ya aku tak ingin mengetahui. Tu- Dalam pengakuan yang ber- daranya lalu menghubungi para gasku hanya melakukan pen- karya-karya saya adalah karya lebihan ini ketika ia tiba pada ke- raksasa. Pembagian tugas pun di- gawasan dan pengawalan!" paling dekaden, terutama es- wajaran untuk memperband- lakukannya, sebagian mengawal tetikanya. "Pastilah saya hanya ingkan roda kreativitas dengan istana Tawanggantungan, seba- penyair gerbong paling belakang," sejumlah penyair lain, Emha gian lagi menjaga praja, lainnya tukas Emha. mengaku bahwa karya maupun siap menuju Dwarawati ikut am- taraf pemikiran kesenian dan ke- bil bagian merebut Dyah Brata- budayaan penyair lebih muda su- jaya. Begasukma yang pintar ter- dah tidak terkejar olehnya. bangitu kemudian mengangkasa, "Jika salah satu konsekuensi sedang raksasa Kalamarica de- dari psikosenionarisme dan feo- ngan beberapa prajurit yang selu- dalisme adalah purnawira-wa- ruhnya telah berbadan sukma nisasi penyair, maka saya pasti mendahului pergi menuju Dwara mematuhinya dengan riang gem- wati lewat darat. bira," tegas Emha. (Yos/Ati)-b Menurut Cak Nun, panggilan akrab budayawan ini, kalau dalam konteks ini ditanyakan soal pertanggungan jawab kreatif, maka yang dimaksudkan adalah pertanggung jawab produktif. "Kalau ini yang dimaksudkan mungkin saya tergolong produk tif. Buku puisi saya cukup Jurus Tradisi. "Uiiiii lha dalah! Belum lama aku meninggalkan Tawanggan- tungan lha kok bertemu prajurit yang siap tempur. Dari mana kalian? Siapa pula yang jadi ko- Mul. 99 sudah siap mengantisipasi. Bra- hadiranmu galba diembat kepalanya terseok- "Kecuali menghaturkan jubah seok sebelum ambruk mencium dan kain untuk eyang, hamba tanah. Yang lain pun kewalahan siap menerima perintah yang menghadapi amukan trio Udawa, bakal eyang sabdakan," Satyaki-Samba. Akhirnya Kala- "Oh cucuku ngger, bocah bagus. marica memberi aba agar seluruh Sesungguhnyalah aku telah me- pasukannya mundur, menyela- maklumi apa yang kau maksud- matkan diri. kan. Sebetulnya bukan di Sapta Belum puas tiga tokoh Dwara Arga sini yang kau kejar. Ke- wati itu mempermainkan prajurit tahuilah Arjuna, hari ini rakan- Tawanggantungan, Raden Samba damu Sinuwun Dwarawati dan usul agar menghentikan penge- Sinuwun Mandura akan bertapa jaran terhadap raksasa-raksasa di makam leluhurnya: Gada- yang berbadan sukma. Betapa madana. Oleh karena itu jangan- Sebab papar kita syuting, tidak dari san mengaku "tidak bisa menjadi ibu yang baik". Untuk itu mereka para Atau hal itu disebabkan oleh setiap tan Setelah praja Tawanggantung an ditinggalkan, tanpa diduga ... Sambungan hal 6 wadya Prabu Godakumara ber- jumpa dengan yang tampil malam itu. Bentuk kan sebuah alternatif garapan wati dipimpin aksen demikian merupakan ciri musik baru tersebut, sebuah ter- dan Arya Satyaki serta Raden khas pukulan Hadrah Kuntulan, api lewat pembinaan naluri atau Samba. Dua pihak saling curiga. yang dalam teknik musik secara rasa yang memang merupakan Ditya Kalamarica mendahului umum jarang ditemukan. Motif penularan nilai-nilai kharismatis bertanya: pukulan yang dimainkan tiap mu- secara intens. Ketika struktur sisi cukup sederhana, namun keti- sosial masyarakat mulai cerai be- ka kesederhanaan motif tersebut rai, mengalami diskontinuitas, dipadu dengan efek bunyi yang sistim pendidikan kesenian tak beraneka ragam, komposisi per- mungkin hanya mengandalkan kusi tersebut menjadi istimewa. cara tradisional. Karena upaya Pola imajinasi yang ditransfor- dengan pretensi pembinaan kebu- mandan?" masikan Innisisri dalam kehidu- dayaan nasional, pendidikan kese Merasa di ka- pan musisi-musisi tradisi itu nian tak hanya berurusan dengan wasan Dwarawati, Patih Udawa, Ketahuilah Arjuna. Hari ini rakandamu Sinuwun Dwarawati dan Sinuwun Mandura akan akhirnya membentuk sebuah pola nilai kharismatis, namun juga ni- Raden Samba dan Arya Satyaki bertapa di makam leluhurnya, kata Begawan Abiyasa. (KR-Mul). bermusik yang baru. Nilai-nilai lai-nilai standart yang berlaku tidak segera menjawab perta- Sambungan hal 6 "Raksasa, kukira kau lebih merepotkan bila sosok tubuh lah kau sampai tertinggal. Seka- tradisi tetap terpelihara, terlahir dalam lingkungan masyarakat lu- nyaan Kalamarica, malah ganti baik kembali saja. Jangan asal be- kasar harus perang melawan in- rang juga kuharap kau mendahu- ran dangdut, pasti akan rugi kembali dalam pola rokestrasi as, tradisi serta akademis. Maka bertanya karena selaku pejabat rani menjamah wilayah Dwara- sar jika tidak tampil erotis. musik Barat yang teratur dan yang terlahir kemudian adalah san beraga sukma. Semua me- lui ke pasareyan tersebut." Dwarawati lebih banyak menge- wati!" nyetujui pendapat Samba, akhir Mengapa rugi? Sebagian besar modern. Materinya telah lama perkembangan yang cukup Sosok monumental pria kelahi- "Sudah jelas perintah paduka. Berbicara tentang musik, me- para penonton pergelaran musik ada, nilai kebaruan yang di- ngagetkan. tahui dibanding orang asing: "We lha, kau berani melawan nya prajurit Dwarawati beristira- Perkenankan hamba mohon diri, ran 3 September 1961 itu tetap nurut Iwan, kecintaan masyara- "Jagad dewa batara! Aku juga dangdut menomorsatukan hadirkan lewat repertoar Camar, hat di kubu mereka. restu eyang dimilikinya meski ia bergabung kat saat ini masih di sekitar dang- saja pacak baris di luar ibu Di tengah menggebunya ang- "Kenapa mesti takut?" Sementara itu di Sapta Arga, kan." goyang erotis dan menomor du- Komposisi II, Perang-perangan, garan pembangunan untuk kota, kok muncul raksasa-rak- Rampung tantang-menantang, Begawan Abyasa tengah dihadap "Doaku menyertaimu, Arjuna. dengan WS Rendra, Setiawan Djo dut dan musik Barat. "Masyara- akan suara penyanyi. "Benar Arak-arakan, Dolanan, Semilir, dang sosial dan ekonomi yang tak sasa bersenjata. Hai manusia berlanjut gebug-gebugan. Terbuk oleh Raden Arjuna yang baru saja Semar, bendaramu akan berang- di ataupun Sawung Jabo. Menu kat masih membatasi musik pada mas, jadi jangan juga salahkan Geger, Selengkoh, Badai dan kunjung selesai, ternyata eksis- gede, siapa namamu, dari mana ti Kalamarica tak mampu me- datang dari Madukara. Berta- kat ke Gadamadana. Kawallah rutnya tak ada yang perlu diku- hal yang mengenakan kuping, penyelenggara yang meminta Lewong adalah sikap penggara- tensi fenomena kehidupan kese- atirkan. Iwan merasa begitu co- masyarakat cenderung untuk dili- penyanyi tampil seronok. pannya. pula asalmu?" Udawa berganti nandingi hajaran Patih Udawa. nyalah pinisepuh Amarta itu dia. Nasihatilah bila perlu, agar nian Indonesia mampu berbicara tanya. cok dengan gagasan-gagasan ke- batkan dalam garapan musik Datanglah Kala Bragalba ingin kepada cucunya: begitulah keadaannya." berhasil segala yang jadi damba Proses interaksi antar pelaku dan siap muncul dengan tegar lompoknya tersebut. "Mereka yang agak serius, apalagi serius. "Baiklah aku terus terang saja. menolong, sayang Arya Satyaki "Arjuna, adakah maksud ke- annya." (Bersambung)-k orang-orang kaya ide dan se- Jadi apresiasi masyarakat Ambar dengan nada yakin. (musisi) merupakan andil besar ditengah aktivitas budaya dunia. Aku dari Praja Tawanggantun- Penyanyi yang kabarnya per- kesuksesan pementasan. Sisri Dan hasil yang bisa ditangkap gan, anak buah Prabu Godaku- muanya selalu digarap dengan masih sekitar dangdut dan musik nah 'dicekal' untuk tidak tampil di lebih bersikap sebagai seorang dari usaha inovasi Sisri tak lagi mara. Namaku Kalamarica. Se- serius. Saya paling senang saat Barat, itu menurut Iwan. arena Sekaten Yogyakarta ini, konduktor dalam sebuah orkes- hanya sekedar agenda budaya, baliknya kubertanya: kau prajurit diskusi dengan mereka, banyak (Heroe)-k mengatakan jadi nampaknya su- tra, menuntun para musisi lewat namun juga menjadi tawaran darimana, siapa pula nama Demi Anak.. dah menjadi modal dasar bagi sumber bunyi yang dihadapinya dari subkultur kepada subkultur kalian!" Sambungan hal 6 penyanyi daerah yang ingin dan terkadang memberikan 'kyu' lainnya. Sukses !-h. "Akulah tulang punggung raja Dengan kalimat lain kalau rumahtangganya, dia sendiri tampil ketingkat nasional. Sebab, guna memancing pola ritmis yang boleh lama mengaku "bukan ibu yang baik". untuk menuju popularitas mem- rampak. Sementara para musisi Arthur. Sambungan hal 6 berpisah dengan ketiga anaknya Apalagi sebagai pendidik. Entah butuhkan dana yang tidak sedik- tradisi itu bermain dengan se- itu. Atau lokasinya tidak jauh sebagai excuse atau sikap rendah it. Padahal, kebanyakan para mangat tinggi, karena mereka musik rock pernah dilarang. "Se- tadi terus dikembangkan, hingga rumah, atau anak-anak bisa hati (sebab orang lain memang penyanyi dangdut berasal dari menemukan kembali roh musik bagai salah satu pembuka jalan di menjadi profesionalisme. dibawa ke tempat syuting. memuji keibuan Susan!), tapi Su- kalangan yang tidak mampu. daerahnya. Dan yang mereka jalur rock, saya banyak menguca Dan sungguh bukan suatu ke- betulan, bila tiga film mu- takhirnya justru menjadikan Su- san Sarandon sebagai ibu. Dalam The Client yang diangkat dari novel bestseller John Grisham, Susan memerankan ahli hukum yang harus melindungi seorang anak yang diburu mafia. Dalam tahun! Little Women yang diangkat dari Dengan itu terbukti novel klasik karya Louisa May Al- kali faktor anak akan menen- cott, jelas dari judulnya, Susan ju- tertawa. "Ya iya dong, pengala- tukan karir Susan Sarandon. ga harus jadi ibu. Sedang film man saya jika tidak goyang maka Atau nanti akan menjadi pen- ketiga atau yang mutakhir, dukung dan pendorong, atau batu dan botol berterbangan ke adalah Safe Passage malah menjadi penghalang. Su panggung. Lalu kalau sudah begi- drum dan tu siapa yang disalahkan. Apa la- Ironinya Susan Sarandon san Sarandon belum bisa mera- sebenarnya main film antara lain mal. Yang pasti, "anak anak gi panitia harus membayar pajak dan pungutan tidak terduga lain- untuk 'break', 'mengaso sebentar penginnya selalu bersamaku". nya?" tutur Ambar. dari tugas-tugasnya sebagai ibu They want to live with me forever Menyinggung perjalanan kari- tiga anak. Eh, tak tahunya, dalam ! ernya, Ambar mengisahkan be- ketiga film terakhir itu, malah sangat ingin main dalam film berapa waktu lalu dipanggil Itulah sebabnya Susan kini harus memerankan tokoh ibu! Bukan Pendidik komedi. "Karena saat ini aku me- petugas ketika tampil di Brebes. sangat ingin ketawa" "Rencananya ada tiga lagu yang (hend) menjadi favorit dalam album saya yang baru yakni 'Mobil Putih' cip- taan Yunus, 'Mati Langkah' Puji Raiseta dan 'Pencuri Cinta' cip Yanto. Ibu dari 3 anak yang lahir 10 Nopember 1960 ini men- gaku membiayai sendiri rekaman album yang kini tengah disele- saikan. Total uangnya Rp 25 juta termasuk rekaman video clip un- tuk TV, katanya. Kalau tampil di TV ya erotis, kejar KR, Ambar kembali tertawa. "Ya, jelas tidak, yang prajurit Patih Dwara Udawa masih berada me- aku?" selalu hamba harap- baru bi- "Saya sangat prihatin sekali di- gi tersebut diajarkan khususnya seni-budaya daerah Banyumas. Untuk mewujudkan sebuah ang, .(KR-Moelyono). i tema dan warna lain. Sang Amurwa Bumi, las gambaran watak inan, kejujuran, dan naan almarhum Sri mengku Buwono IX. am Bedhaya Jumenen- engga, sekedar gam- sesi Jumenengan Da- awal sampai upacara eseluruhan komposisi, katif yang mengkait kejiwaan semuanya antara aspek rasa dan io yang terkandung manusia nampak jelas. (Moelyono)-k. at menimbang konotasi ersebut sebagai lebih lai dan tingkatan 'ke- ya' bila dibandingkan dikat pengarang novel. gan catatan, bukannya rendahkan martabat alam klasifikasi status ataan yang sebenar- Bombastis hendukung pola sikap nereka, kerap terjadi seniman dalam golon- a, harus melancarkan n manuver kecil-kecil ang mereka gunakan tak jarang merupakan antastis. Namun yang ak dilakukan antara tingkah maupun per ng sensasional dan rencana-rencana dibu- jikan. Tak sedikit pro- am kegiatan dikonsep cang, dengan sangat uk. Sejumlah ucapan h pun ditawarkan dan askan. Tetapi pada mereka tak akan, tak tak mampu berbuat uk merealisasikan se- elah dimuntahkannya. pada akhirnya, apa menjadi rencana, ga- rancangan dan sege- pan sikap-perkataan ya, pun menjadi tak a sama sekali. Mereka anya bermulut besar, rbagai corak warna ngnya. contoh lainnya. Ada alang wayang kulit, sudah kondang. ali berbagai surat ka a maupun daerah, me nya an mengekspose diri ser- ar-gemborkan' bahwa gini, suka membantu kung berbagai kegiat n yang diselenggarak ah Banyumas. Bila- tulisan tersebut, , ia pun tak segan-se- erikan bantuan atau gan kongkrit materiil, na finansiil, kepada ara kegiatan dimak- at, ada sebuah panitia teater, datang pada tersebut. Grup teater hementaskan sebuah sional kolosal dengan alam Raden Kamandaka' alang tadi dipandang hal lakon ah satu pakar yang kisah aka rombongan awak un sowan kepadanya, ohon bantuan pen- lama latihan menje- tasan (belum mem- an sumbangan uang ang pun menjanjikan g ke sanggar teater a hari kemudian. Pa- erombongan sembilan mu, itu pun berpami- bersalaman, telapak dalang terasa kaku dak menyambut de- t jabat tangan rom- tia teater. Itu artinya, tak mengharapkan rombongan mereka Pada sore yang di- ternyata Tuan' da- Bersambung hal 9 W TAPI MESKI Susan Sarandon mang mengutamakan Perjalanan.. kehidupan katanya.- Sambungan hal 8 Banyumas Butuh Perguruan Tinggi Seni berbagai lakukan adalah menghidupkan pkan terima kasih kepada Pang- jaman yang sudah maju baik sa- KARESIDENAN Banyumas penyanyi dangdut harus bisa roh atau semangat dalam seman- dam IV/Diponegoro yang mengha- rana maupun prasarannya, masih yang meliputi empat daerah Ting OLEH: S SUGITO ESWE mata kuliah tentang seni-budaya, mendapatkan dana dari pentas- gat yang mengandung unsur-un- pus larangan tersebut. Terbukti, ada musisi yang belum profesion kat II, yaitu Kabupaten Banyu- kenyataan pahit ini: setiap kali pentas terbuka yang hidup dan sur lama, namun toh seluruhnya beberapa waktu lalu diadakan al dalam bermain musik. Diband- mas, Cilacap, Banjarnegara dan Dalam bidang seni teater mod- dia memperoleh peran baik dalam matinya ditentukan uang penon- bisa dikenal secara jelas. rock sehari penuh," papar Arthur ingkan tiga puluh tahun lalu, je- Purbalingga merupakan pusat ern, banyak sekali berdiri teater- film besar, selalu saja dia dalam ton. "Salah satunya untuk meraih Pesona tetabuhan itupun men- Kaunang yang dikenal pula las tantangannya berat dulu," tu- seni-budaya tersendiri yang unik teater di Banyumas seperti Teater Perguruan Tinggi di Banyumas, keadaan hamil. Sehingga penonton dengan tampil sesuai jadi seperti peta yang bisa dipilah- pentholan grup AKA. tur Arthur sembari menambah dan tak pernah habis untuk dika- Air Mas, Bak, Timbang, Sasmi memang Purwokerto merupakan harus istirahat paling tidak dua minat penonton, yakni dengan pilahkan. Ada suara cember, Akibat kemunculan musisi dari kan, kita dulu untuk masuk reka- J1. Dikatakan unik, karena senidan Corak (Purwokerto), Teater kota yang paling tepat. Purwoker- masif atau dalam. Ada keras, kondisi sosial berbeda, jelas kon- erotis." tambah Ambar. budaya baik seni-budaya.tradi- Gethek (Ajibarang), Teater Pun- to sebagai kota pelajar ke-2 sete- man saja susah minta ampun. sional maupun modern yang tum- cak (Banjarnegara), Teater Mula lah Yogyakarta, di kota itu telah "Apa erotis merupakan tuntu- lemah. Ada jarak fisik yang mem- sep bermusik pun menjadi lemah. Bahkan, tak jarang show naik penonton"? tanya KR. Ambar pengaruhi ruang dan produksi Tak heran kalau masih ada yang truck dan lagu-lagu ciptaan pun buh dan berkembang di wilayah (Purbalingga), Teater Gotrah (Pa- berdiri berbagai Perguruan Ting- suara. Ada irama, bentuk dan po- terjun ke musik rock hanya seke hanya dipandang sebelah mata. ini mempunyai kesamaan corak tikraja, Banyumas), dan Igranin gi, baik Negeri maupun swasta. la tetabuhan. dar menyalurkan hobi. Padahal, dan warna tersendiri yang mem- dya Club (Kroya, Cilacap), Sekarang, sarana dan prasa- Tetapi belum ada satupun Pergu- Ketika Sisri memainkan set pemahaman bermusik atau filo- rana lebih maju. Jadi, selayaknya bedakannya dengan karesidenan- Satu hal yang sangat mem- ruan Tinggi Seni di kota itu. membentuk sebuah po- sofi bermusik yang baik dimulai musisi muda terpacu kehandalan- karesidenan lain di Jawa Tengah banggakan dan harus tetap di- Walaupun begitu, para maha- la ritme rock, empat musisi tera- sejak dini. Artinya, begitu anak nya, tidak cengeng dan terus seperti Pekalongan, Kedu, Sema- lestarikan adalah adanya rasa ke- siswa di Purwokerto tidak pernah rang dan Pati. Bahkan Banyumas bersamaan dan kekeluargaan sepi/absen dari aktivitas seni-bu- disi-pun menimpali dengan motif menyenangi musik, orang tua mengembangkan diri. motif pendukung kewat rebana, di hendaknya mendorong dan mena- Apresiasi dalam hal seni-budaya dapat dise- yang tinggi di antara para seni- daya, terutama seni teater. Ini sisi lain instrumen bonang dan namkan keoptingisan bahwa mu- Menjawab pertanyaan belum jajarkan dengan pusat-pusat ke- man di Banyumas. Ini terbukti terbukti dengan berdirinya teater- kendang menbuat pola ritmis pen- sik pun bisa dijadikan mata pene- mencuatnya musisi rock Semar- budayaan di Jawa Tengah seperti dengan seringnya diadakan perte teater kampus seperti Bak, Tim- dukung, sementara instrumen Ji- aharian. padalah di Semarang berk- Solo dan Semarang atau Yogya- muan antar seniman seperti da- bang, Sasmi dan Corak. Hadirnya dor, Kenong dan Gong menjaga karta. Keunikan dan kekhasan lam bentuk Kemah Keakraban Perguruan Tinggi Seni di kota tempo. ragu-ragu terjun dijalurnya, se- "Para musisi muda rock jangan umpul kurang lebih 50 an grup seni-budaya Banyumasan, yang Teater Banyumas (KKTB) di Bat- tersebut akan menambah marak musik rock Arthur Kaunang jus- tru mempertanyakan masalah merupakan identitas masyarakat uraden pada bulan September nya kota ini dengan aktivitas seni- Meski pola orkestrasi Barat bab kehidupan itu bak roda yang membaur dalam komposisi gara selalu berputar. Suatu saat rock tersebut. Kualitas pemusik muda Jawa Tengah bagian Barat me- 1993, peluncuran antologi budaya. Fungsi kampus tidak saja mang harus tetap dipertahankan bersama berjudul 'Melacak Jejak sebagai lahan untuk menimba il- pannya, namun tidak berarti berada di atas, suatu ketika diba- Semarang cukup bagus, kuantitas pun tak perlu diragukan. Berarti, sebagai bukti adanya keaneka yang memuat 35 puisi dari tujuh mu pengetahuan, namun lebih se- cip mengurangi kebebasan gerak wah. Tapi, jangan sampai mati," sang musisi. Tak sedikit gerak ucap Arthur Kaunang yang pe- itu perkembangan positif. Tetapi, ragaman budaya di Jawa Tengah. penyair tiga kota (Cilacap, Pur- bagai kampung seni yang banyak Banyumas sebagai pusat seni- wokerto/Banyumas, dan Purbal- melahirkan gagasan kreatif. Pros- sayang belum ada saluran-salu- sang musisi memancing tawa au- main bass kidal. ran yang menggarapnya untuk budaya, merupakan wilayah yang ingga) pada Oktober 1993. Juga es kreatif dalam kesenian ini bisa Arthur pun berharap musisi muda jangan segan-segan atau mencuat ke tingkat nasional. subur untuk tumbuh dan berkem- sarasehan dalam rangka Baca digali jika mahasiswa mau mere- malu belajar kepada para senior Diharapkan, para kritikus, bangnya seni-budaya tradisional Puisi di Kroya, dimana puisi yang nung dalam lingkungan masya- wartawan, promotor maupun dan modern. Kekayaan Banyu- dilombakan dari antologi 'Mela- rakatnya. nya. Sehingga, kalau ada jurang mas akan ragam seni-budaya te- pemisahnya jaraknya tak terlalu sponsor dan musisi sendiri mem- cak Jejak ', sarasehan di SMA Kita sadari bahwa manfaat jauh. Kini, Arthur Kaunang me- buat apresiasi agar musik rock di lah melahirkan seniman-seni- Negeri 1 Purwokerto dan sarase- kesenian masih sangat besar ngembangkan karirnya sebagai Semarang benar-benar bangkit. man, baik itu seniman lukis, sas- han penyair dan seniman Banyu- dalam kehidupan manusia, yakni mas yang antara lain dihadiri Eka sebagai sarana untuk meng- solis. Tujuannya, dengan bersolo "Saya dengar Simpanglima kini tra, maupun seniman teater yang dirinya bisa bermain bareng den- diperbolehkan untuk pertunjukan reputasinya mencapai tingkat na- Budianta, Kurniawan Junaedhie, haluskan perasaan, sebagai salu- atau pementasan. Mumpung di- sional, bahkan internasional. Da- gan para muda musisi rock. dan Andri Darmadji Woko. Ada- .ran daya interpretasi, sarana un- Bermain musik bukan hanya perbolehkan, buat saja pentas lam bidang seni lukis misalnya, nya kegiatan-kegiatan semacam tuk menaklukkan kerutinan, dan tercatat nama-nama pelukis kon- itu merupakan forum yang sangat sebagai wahana untuk pengem- cara kontemporer, yaitu berada di atas panggung, habis musik rock dari berbagai daerah, Banyumas antara lain tepat untuk saling tukar pengala- bangan (Wko)-h memadukan nafas pukulan per- itu selesai. Kita juga musti punya sehingga musisi Semarang bisa kusi Barat dengan kekayaan et- sikap dan rasa nasionalis tinggi belajar kekurangannya dari sau- Bikis, Gesang dan Soedarsono. man, dialog demi mempererat tali terhadap negara tercinta ini. Ka- dara-saudaranya di luar Jawa Dalam bidang seni sastra modern silaturahmi antara para seniman. Produk-produk lulusan dari Kita akui bahwa tokoh-tokoh Perguruan Tinggi Seni memang ada semisal Dharmadi, Afandi, renanya, sebagai musisi rock wa Tengah." tandas Arthur yang la- seniman yang lahir di Banyumas, saat ini dan diwaktu-waktu men- jib memiliki greget atau spirit, gu-lagunya sempat hits, seperti Edi Romadhon, Haryono Sukiran, mayoritas bukan seniman kam- datang masih sangat dibutuhkan tidak hanya diatas pentas. Diluar Suminah, Rudal, Sirkuit dsbnya. dan Wanto Tirto (penyair), serta Ahmad Tohari (novelis), Sang pus/akademisi. Artinya, mereka dan luas sekali lapangan peker- (Fredo)-b. panggung pun greget atau spirit Pendekar 'Dukuh Paruk' dengan berhasil menjadi seniman yang jaannya. Mereka bisa mandiri se- ternama bukan karena mereka bagai seniman profesional, seba- triloginya Ronggeng Dukuh Pa- ruk dan Bekisar Merahnya. pernah mendalami suatu seni ter- gai peneliti seni, pengemas sub- Dalam bidang seni teater, baik tentu di sebuah Perguruan Tinggi stansi seni atau sebagai pegawai negeri, khususnya di lingkungan Departemen Pendidikan dan Ke- budayaan. cana-Nya kita tidak pernah me pertempuran maha dahsyat, yang ngetahui. Kita, apapun keinginan di situlah kemanusiaan akan menyosokkan wujudnya. Demi- kita, apa yang kita lakukan ke- kianlah kamu lebih dapat me- marin sekarang atau besok, atau kapan pun sudah sedemikian ter- rasakan kebahagiaan dan kesedi- aan dibanding aku, dan pada rencana dalam kitab-Nya. Kitab keabadian yang tentu manusia saatnya nanti akan kausadari tak mampu membacanya. Bukan bahwa semua itu adalah karunia hanya semata wayang, bagimu. yang Sang Maha Sutradara ke mana menghendakinya ke sana kah kita lah kita melangkah? untuk dapat mengatasiku. Kamu "Ya, tetapi kamu punya potensi diens, kebebasan berekspresi se- penuhnya diserahkan pada mere- ka, namun tetap dalam batas- batas kewajaran. Ada gerak dasar tari Banyuwangi, ada gerak Jai- pong, ada respon obrolan, ada mu- sisi yang saling dorong dan kewa- jaran guyonan lainnya. Langkah yang ditempuh Sisri Aku mencoba merenungkan se- Karena media TV lain dengan mua nasehat-nasehatnya. Tiba-ti- pentas dipanggung." jawab wani- ba, kusaksikan rerimbunan hu- ta yang memiliki tinggi badan 160 adalah mengangkat musik rakyat tan itu pelan-pelan mulai mereng- gang, sedikit demi sedikit J-b. bisa lebih leluasa mengenal ke. Egosentrisme. hadiran-Nya, mengenal keinda- han-Nya yang begitu menakjub kan. Sedangkan aku? Aku hanya- lah sarana bagimu untuk dapat sampai ke sana, yang nantinya ju- ga akan kau tinggalkan." "Sama saja. Kita sama-sama mahluk, sama-sama hamba-Nya. Bahkan kamu telah dengan se- ngabdi pada-Nya. Sedangkan aku mesti-Nya, keseharusan-Nya me- kau lihat sendiri, celaka betul aku karena saat ini, seperti kausaksikan kurang bisa meneri- ma keputusan yang begini rupa, keputusan yang membikin aku frustasi. "Di sinilah letak kesalahanmu. Akan kausaksikan, akan kau- rasakan nanti bila kamu berhasil Karena demikianlah pasangan- pasangan diciptakan Tuhan Be- tapa bahagianya kamu nanti sete- layah yang asing bagimu, satu lah dengan keberanian yang ka- mu miliki dapat menembus wi- wilayah yang menjadikan keber adaan manusia diakui: satu arena Menanti.. Sambungan hal 8 peminat agar lebih tertarik pada bara. berarti ada iklan, jika ada acara tersebut. Tetapi yang ter- penting dengan adanya sayem- iklan berarti beaya produksi bisa tertopang Persoalannya kemudi- an bagaimana mengikat penyan- dang dana agar mau memberi hanya dengan kontra prestasi ker beaya produksi (production fee). jasama. Sebagaimana pernah di- lakukan senetron mini seri Se- rumpun Bambu, Dr Sartika, Siti Nurbaya, dan Sengsara Mem- bawa Nikmat Tentu dengan begitu wajah TVRI akan lebih menarik, jika Senetron Kethoprak benar-benar menasional. Setidaknya akan mengangkat martabat salah satu tonggak kebudayaan nasional ki- ta sekaligus memberi aksentuasi lain pada layar kaca, yang sela- ma ini banyak dipadati produk lu- ar Kita tunggu saja Yogyakarta. 13 Agustus 1994 J-h. Dra. Dyah Tavipa, Alumnus FPIPS IKIP Sanata Dharma Jurusan Sejarah Staff Desain Produksi PT Gatra Cipta Dipantara lang tak datang di sanggar teater tersebut. Biaya tak sedikit yang dikeluarkan pihak teater, untuk segala tetek bengek dalam mem- persiapkan penyambutan kehadi- ran 'tamu kehormatan' ya si da lang itu, menjadi mubazir sia-sia! Bila kita simak lebih dalam, akan ternyata kemudian, bahwa di balik promosi publikasi bom- bastis dalam 'episode Tuan Da- lang ini, tersembunyi hipokrasi yang lebih mempernyata sosok keaslian si dalang. Oportunis ment yang baik, pun sering diman Kesempatan, peluang dan mo- faatkan dan tidak disia-siakan oleh para pekerja seni yang tergo- long seniman sejenis tersebut di atas. Satu fakta lagi. Semenjak ada- nya 'ontran-ontran' ataupun 'Ge bagaimana yang diungkapkan ger Gedung Kesenian Sutedja' se- Saudari Damayanti Sugeng da- lebar-lebar bagi para pekerja seni lam tulisannya, sederet peluang dan kesempatan pun terbentang di daerah Banyumas, untuk ber- kiprah. Khususnya bagi golongan seni gera memanfaatkan moment egosentris dan bombastis, pun se- man yang termasuk berwatak' yang penting tersebut. Dengan kejelian, kecerdikan dan mobili- tas yang cukup tinggi, mereka cepat-cepat mengambil insiatip. laksanakan. Salah satu diantara Beberapa cara, mereka coba dan nya dengan mendirikan organi sasi kesenian. Mereka segera mencari pen- garuh, untuk kemudian berusaha merebut 'posisi' dan 'kursi'. Ini saat yang baik bagi mereka untuk lebih menjulangkan nama mere- ka. Walaupun, kalau mau secara jujur, hati kecil mereka berkata lain. Bahwa semua inisiatip dan langkah mereka itu, sesungguh- nyalah merupakan manifestasi pengakuan yang tak mereka sa dari. Yakni, mereka merasa telah kalah kedahuluan bhs Banyu- masan kedisitan dari seniman pengambil-inisatip lainnya. da lam hal pencetusan de ataupun gagasan inovatif positip. Kaitan Kepenulisan Dengan adanya penyakit' ego sentrisme, bombastisme dan opor cm dan berat 56 serta ukuran BH 36 itu. Sambungan hal 8 tunisme di kalangan seniman Banyumas, membuat interaksi dan komunikasi antar sesama seniman di daerah ini menjadi tidak harmonis. Di sisi lain, para seniman yang cerdik pun semakin agresif dan produktif dalam mencari dan me- manfaatkan peluang, pada berba- gai event dan media yang tersedia. Karena itulah, dengan terbuka nya 'lowongan' kesempatan yang ditawarkan' KRM melalui rubrik seni-budayanya, maka peluang ini pun tak mereka sia-siakan. Di bawah pengaruh ketiga sifat jelek yang menjadi 'anutan' atau pun 'aliran' mereka sebagaimana tersebut di atas, mereka pun lan- tas memanfaatkan berbagai me- dia semacam rubrik halaman 8 KRM, untuk menyalurkan ke- bisaan dan aspirasi mereka dibi garuhi faktor-faktor yang sama dang penulisan. Namun, dipen- pula, karya kepenulisan mereka ang, digunakan sebagai wahana pun menjadi berbau iklan kecap'. Media yang menawarkan pelu- untuk mempublikasikan nama diri ataupun kelompok mereka Seniman yang penulis, akan sendiri. kan namanya sendiri, dalam tulis menonjolkan dan mengunggul annya. Penulis yang seniman dan sebagian memiliki grup kesenian, berusaha 'memperjuangkan', me ngorbitkan dan 'mengkarbitkan' yang digelutinya, dalam karya kelompoknya serta bidang seni penulisannya. Sehingga, kerap kali tulisan mereka menjadi tidak obyektif sama sekali. Jadi, tidak beruntunglah ber bagai grup, kelompok, sanggar, paguyuban dan organisasi kesen- ian yang tidak memiliki seniman yang penulis, di dalamnya. Demikianlah, kondisi kehidu- pan berkesenian di daerah Ba- nyumas, dimasa yang sudah-su- dah. Semoga hal serupa tak terja- di di daerah lain. Khususnya bagi para seniman Banyumas, hara- pan saya, hendaknya kondisi so- sio-psychologis semacam itu, ke- sampingkan dulu. Yakinkan, bah- wa segala sesuatu dapat dibenahi lagi. Next time better!. Jh. seni, tinggal di Purwokerto. (*) Penulis adalah pekerja dengan Kahanan'. nis yang kemudian dinamakan Workshop yang diberikan Inni- sisri pada musisi tradisi Banyu- wangi yang kemudian, melahir- DESEMBER MENDATANG: 10 Kontingen Orang Asing Unjuk Kebolehan Main Gamelan KETIKA membuka Festival Kraton 1994 lalu, Menko Polkam akan dihadirkan 10 kontingen Soesilo Soedarman mengatakan, gamelan yang dimainkan orang asing. Diantara 10 kontingen yang akan menunjukkan kebole hannya di kawasan Wisata Candi Prambanan ialah Inggris, Peran- cis, Jepang, AS, Australia, Se- landia Baru, dan lainnya. Yang mainkan lagu Suwe Ora Jamu dalam pembukaan, akan di dari bocah-bocah cilik Inggris dan juga SD Mundu Klaten. Polkam itu sebenarnya dapat dili- Apa yang diungkapkan Menko hat sebagai 'cambuk bagi Bangsa Indonesia. Karena sudah bukan rahasia umum lagi sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua Umum H Boerhanuddin Loebis banyak I Majelis Luhur Tamansiswa, Ki orang Jawa yang sudah tidak pa- ham dan tidak menguasai game. lan lagi. Kalau apa yang diungkap Menko Polkam itu direalisasikan. maka pada Desember itulah kita nanti sebagai 'pemilik' seni game- lan akan melihat pergelaran gamelan yang dimainkan orang- orang asing. dalam beberapa hadiran para pengrauif penabuh kelompok. Walau sebenarnya ke- gamelan itu meski merupakan suatu tantangan bagi Bangsa In- donesia, tetapi bukan masalah Tantangannya, apakah kita tidak malu melihat mereka memainkan gamelan? Semen- tara, banyak diantara kita teruta- ma orang mudanya yang tidak tahu dan tidak dapat memain. kannya." ungkap Drs KGPH Poeger. mantan Dirjen Kebu- dayaan Depdikbud. Mungkin. itulah yang perlu menjadi perenungan kita. Kare- nanya menurut Ki H Boerhanud din Loebis hal-hal semacam itu sebenarnya sudah disinyalir Ki Hadjar Dewantara, jauh-kauh hari. "Sehingga bagi Tamansiswa. kesadaran untuk terus memeli hara dan mengembangkan kesen- ian tradisional sudah diwujud kan. Karena itu di sekolah Tamansiswa mulai dari Taman Indria (TK) hingga tingkat Madya (STM, SMA, Taman Karya dis) di- wajibkan menguasai kesenian pendidikan Tamansiswa tidak tradisional. Artinya, kurikulum memandang sebelah mata pada kesenian tradisional," lanjutnya. Kita lengah pada seni gamelan eh ini. Kalau kita lengah, kata Drs KGPH Poeger, mungkin sekali nanti harus belajar gamelan di lu- ar negeri. "Walau sebenarnya hal Mengingat kita juga memiliki itu tidak perlu dikhawatirkan. Sekolah Karawitan," katanya segera menambahkan. Walau merupakan tantangan. namun KPGH Poeger juga meli hat bahwa kehadiran 10 kontin- gen asing penabuh gamelan itu juga sangat membaggakan. Karena kehadiran mereka sebe- narnya dapat diisi pula dengan di- alog antara mereka dengan maha gan demikian akan dapat saling siswa/mahasiswa SMKIISI. Den- ngangsu kawruh", lanjut ravi Dalem kaping IX itu. Ngangsu kawruh, itu yang lebih dilihat KGPH Poeger mendengar adanya rencana yang diungkap Menko Polkam terse- but. Karena kelompok pengrawit asing itu dalam pandangannya pasti tidak sekadar tampil di de- pan publik Indonesia saja. Jadi mereka sebenarnya juga ingin gamelan itu sendiri memainkan melihat ketrampilan pemilik seni peralatan yang sama. Sehingga. mereka tetap mendapat keuntun gan datang ke sini," lanjut Drs KGPH Poeger. Karena itu pulalah, mantan Dirjen Kebudayaan Depdikbud ini optimis betapapun hebatnya orang asing itu bermain gamelan, namun yang asli Jawa tetap tidak akan kehilangan. "Karena mem- pelajari seni itu tidak dapat di- hafalkan. Dan ada sesuatu yang tidak dapat ditembus orang lain bila pemilik seni gamelan yakni gamelan ataupun nembang. Sesu- Bangsa Indonesia itu bermain atu yang khas," tambahnya. Lalu apa yang semestinya dang dari itu teater tradisional maupun mo- berkembang di Banyumas. Teater dern banyak sekali tumbuh dan pertunjukan tradisional seperti Jaran Kepang (Ebeg), Ronggeng Banyumasan (Ledek), Kethoprak, Wayang Orang, Wayang Kulit, Wayang (Dalang) Jemblung, Al- Barzanji (Sholawatan), dan Sal- moni (Kentongan), merupakan seni pertunjukan yang tetap hidup sampai sekarang dan ma- sih aktual. Pasangan.. Sambungan hal 6 juga mengharuskan Doc untuk membantunya. Doc diberi tugas tempat merampok uang di dipetik Bangsa Indonesia dengan pacuan anjing di Phoenix. Doc tak rencana kehadiran mereka? "Kita harus mempelajari sis- tem serta metode belajar menga- jar gamelan yang mereka gu- nakan. Karena mereka yang musik serta irama gamelan, dap- tidak sejak kecil mendengarkan at mempelajarinya dengan cepat dan bagus," tandas Drs KGPH Poeger. Sementara Ki H Boer- hanuddin Loebis mengungkap kan bahwa melalui gamelan akan dapat ditunjukkan nilai-nilai budi pekerti Bangsa Indonesia yang tinggi. Melihat kekayaan khasanah musik tradisional Ketua Dewan Nayono mengemukakan bahwa Kesenian Yogyakarta DKY, Ki harapannya. hendaklah gamelan disini tidak diartikan semata-ma- ta sebagai gamelan lain seperti Bali dan Sunda. Terlebih, secara sporadis gamelan sudah sering dipertunjukkan di luar negeri. Di lain pihak. banyak dipertun- jukkan di luar negeri. Di lain pi- hak, banyak sarjana yang meneli ti khusus soal gamelan ini. Ini meriunjukkan bila gamelan memi liki daya tarik bagi masya-rakat mancanegara. Kenapa ti-dak kita gencarkan misal melalui festival gamelan?" kata Ki Nayono. (Aniek/Jayadi)-h. bisa menolak, demi keselamatan diri dan isterinya. Tugas dari Benyon pada mu- lanya berhasil dilaksanakan de- ngan mulus. Uang 2 juta dollar Sayangnya, rekannya beraksi jus- berhasil disikat dengan rapi. tru menembak mati satpam. Akhirnya Doc diburu oleh petu- gas. Ternyata bukan hanya petu gas kepolisian saja yang mengu- bernya, melainkan juga bandit- bandit lain yang menginginkan uang yang dibawa Doc. Juga Rudy Travis ikut membayang. bayangi dan berambisi menyikat uang rampokan itu. Doc ibaratnya berada dalam kepungan banyak musuh. Bah- kan tasnya yang berisi uang sem- pat berpindah ke tangan penjahat lain. Dan untuk menghindari pengejaran. Doc bersama Carol sempat masuk ke bak sampah hingga diangkut ke tempat pem- buangan sampah. Dengan kelihaiannya. Doe dan Carol selalu lolos dari lubang jarum. Mereka berniat kembali ke Meksiko Di sebuah hotel wilayah perbatasan AS-Meskiko. keduanya harus berjuang mati- matian melawan musuh-musuh- nya. (Yadi)-h. Seni. Tetapi faktor gender atau ketu- runan darah seni yang didukung oleh faktor geografis-lingkungan, merupakan faktor utamanya. Mereka pada umumnya belajar tentang seni-budaya tertentu dari senior-seniornya sesama seniman atau bahkan mereka belajar se- cara autodidak. Kita ambil contoh semisal Bagio (almarhum) pela- wak kondang dari Purwokerto, Ahmad Tohari, novelis terma- shur, Ki Soegino Siswocarito, Ki Soegito Purbocarito, Gesang, Bi- kis dan lain-lain. perlambagan. punyai tugas merancang dan Sebagai seniman profesional, mereka diharapkan mampu mela- hirkan karya-karya bermutu yang dapat meningkatkan peminatnya. Sedangkan sebagai peneliti seni, tugas mereka adalah menyajikan paparan dan teori-teori tentang seni yang kemudian disebarlu- askan baik kepada sesama peneli- ti, pendidik/akademisi atau ma- syarakat melalui media massa. Sebagai pengemas substansi seni, mereka bisa membawakan kese- Bukan saya bersu'udhon akan nian karya para seniman atau profesionalisme seniman-seniman peneliti seni kepada konsumen lewat kiat-kiat khusus. Sebagai Banyumas yang mayoritas non- kampus, tetapi dalam era mo- pembina kesenian, mereka mem- dern-globalisasi seperti sekarang ini, sumber daya manusia (seni- menata kegiatan-kegiatan kese- man) yang berkualitas sangat nian dalam masyarakat sedemi diperlukan. Para seniman bukan kian hingga kesenian bisa tum- saja dituntut terus kreativitas- buh dan berkembang. nya, tetapi mereka juga harus bi- Alhasil, kalau di memasarkannya. Sumber daya (Purwokerto), sudah berdiri Per- sa mengelola, memenejemen dan seniman yang berkualitas seperti guruan Tinggi Seni, greget berke- di atas, mungkin akan dihasilkan senian di Banyumas akan lebih oleh sebuah Perguruan Tinggi semarak lagi seperti halnya pada dekade 70-an, Seni yang berkualitas pula. telah dirindukan oleh seorang penyair Banyumas, Dharmadhi (KRM: 16/1/1994). Memang saat ini banyak sekali seniman-seni- man asal Banyumas yang berte- baran di seluruh Nusantara. Dan setinggi-tinggi bangau terbang akhirnya akan hinggap juga, se- jauh-jauh orang merantau maka ia akan pulang juga. -b. Banyumas sebagaimana yang Adanya tuntutan kebutuhan akan Perguruan Tinggi Seni di Banyumas juga melihat bahwa Banyumas yang selama ini seba- gai pusat budaya di Jawa Tengah, jangan sampai di waktu-waktu mendatang terjadi kegersangan seniman karena tidak adanya ka- derisasi. Sebagaimana pernah di- ungkapkan oleh Mas'ut (KRM: 2/1/94) bahwa ia merasa prihatin ketika ia berkunjung ke Perpus daya Banyumasan. Tinggal di takaan Daerah di Purwokerto, ternyata buku-buku, naskah-nas- kah. dokumen-dokumen dan babad-babad tentang sejarah seni-budaya Banyumas jarang sekali yang menyentuh dan mem- bacanya Hal macam itu mungkin tidak akan terjadi apabila di Pur- wokerto ada 'Perguruan Tinggi Seni. Dimana di Perguruan Ting- (*)S Sugito Eswe; alumnus Undip, pemerhati seni-bu- Buntu RT 01/II, KROYA, CILACAP, 53282. Langganan 62911 2CM 4cm