Tipe: Koran
Tanggal: 1994-08-28
Halaman: 08
Konten
Color Rendition C 4cm 2cm MINGGU WAGE 28 AGUSTUS 1994 (21 MULUD 1927) "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 8 MINGGU WAGE 2 Menanti Ketoprak Sayembara Menasional Makna Filosofis Tari Bedhaya Kraton Emha KETHOPRAK Sayembara GEBRANANG ING GEGAYUHAN karya SH Mintardja, produksi TVRI Stasiun Yogyakarta, bersama Skh. Kedaulatan Rakyat, Pos Giro dan Memorandum, nampaknya menarik untuk dicermati. Menilik penggarapan artistik, Kethoprak Sayembara yang telah selesai masa tarnya Selasa, 23 Agustus lalu, ternyata menampilkan banyak adegan per- kelahian dan trick-trick faiting dan pemilihan setting lo- kasi yang cukup apik. Dari kacamata teknis, diikut serta- kannya sub title bahasa Indonesia dan dipancarkan se- cara serentak di empat stasiun TVRI (four in one), Bandung, Surabaya, Denpasar dan Yogyakarta. Menja- dikan acara ini dapat dinikmati dikawasan Jawa dan Bali, dengan sasaran segmen yang lebih luas lagi. Paling tidak selain masyarakat Jawa atau yang tidak mengerti bahasa Jawa, bisa ikut menikmati sajian kesenian dra- matik tradisional ini. OLEH: DIAH TAVIPA Kethoprak Sayembara yang di oleh TVRI Stasiun Yogyakarta, selenggarakan sejak tahun 1988 memang menjadi contoh yang tepat dari Kethoprak Televisi. Seluruh anasir pendukungnya telah menyatu dalam kaidah sen- ema elektronik. Bahasa gambar baik verbal (verbal image) mau- pun simbolik (simbolik image) su dah menjadi 'kekuatan' untuk menuntun emosi penonton. La- kon-lakon yang disayembarakan seperti, Prahara, Ampak-Ampak Kaligawe, Sirnaning Satru Be- buyutan, Telik Sandi, Pangeran Siung Macan Kumbang, dan Am- pak-Ampak (produksi TVRI Stasi- un Surabaya), terus menunjuk- kan peningkatan dalam produksi nya. Local Genius Salah satu sebab mengapa ke- ternak JIKA anda seorang sarjana dengan predikat lulus dengan nilai terbaik, taklah berarti ke- mujuran dan nasib baik akan dengan serta merta menyertai anda. Artinya, lapangan peker- jaan yang mungkin anda idam- idamkan tak akan dengan se- dirinya dan dengan mudah un- tuk mendapatkannya. Bahkan jikapun anda sediakan segepok uang hasil penjualan sapi atau sawah misalnya, ia tak selalu bisa diandalkan un- tuk memenangkan pertarun- gan yang tidak saja keras, tapi juga penuh kelicikan dan ke- busukan untuk memperebut- kan sebuah tahta yang dina- makan lapangan pekerjaan itu, Sangatlah mungkin bahwa an- da hanya akan mendapatkan memperoleh lapangan-nya sa- ja, tapi tanpa pekerjaan! Sege- nap jerih payah -tenaga dan nan). Dalam membawakan tarian namun rut ciri Kedua sangat tertentu. karta, disyahkan Bedhaya Bedhaya endhel apit wingking, endhel we (Kraton Surakarta), dan Bedhaya Nampak paling kreatif adalah Sri dalan ngajeng, dan endhel wedal- Semang (Kraton Yogyakarta), ke- Sultan Hamengku Buwono IX. Di an wingking. Aspek rasa tersirat duanya hasil karya Sultan Agung, ciptaannya, pada penari endhel (pajeg), se- dang aspek ratio dalam penari atau penggarapan batak. Dari segi sosio edukatif, tari Bedhaya merupakan sim- bolisasi pertentangan abadi an- dianggap tara aspek rasa melawan ratio uanya silih berganti dalam mem- Bedhaya Ketawang telah IX juga menyempurnakan pengaruhi kehidupannya. dalam Wedha atau menggarap kembali Bedha- Pada awalnya, tari Bedhaya se- Pradangga. Antara lain menetap ya Jaler, ciptaan Sri Sultan Ha- lalu dibawakan sembilan penari kan, karena masih dianggap kera- mengku Buwono I. Tari Bedhaya puteri yang masih dalam keadaan mat hanya boleh dipergelarkan tersebut, tidak dibawakan oleh suci. Ini merupakan transpormasi pada upacara Jumenengan. Me- para penari puteri, tetapi oleh pe- budaya, bahwa pendidikan yang nurut Kitab Titi Asri, iringan nari putera dan sering diperge- menyangkut budi pekerti, nilai gending masa pemerintahan sikap harus dimulai sejak dini di asli bernama Sultan Hamengku Buwono V. lingkungan k keluarga. Untuk pen- tan Agung sendiri, Menyusul, didikan lain, seperti ilmu penge- tarinya dicipta Kangjeng Ratu ku Buwono X sempat membuat tahuan dan logika diperoleh da- Kidul. Saat latihan tidak boleh dua bentuk tari Bedhaya. Bedha- lam pendidikan formal. sembarang waktu, hanya dilaku ya Sang Amurwa Bumi, khusus dipersembahkan almarhum Sri Landasan filosofis yang tersirat kan setiap Selasa Kliwon. dalam tari Bedhaya, menurut Untuk yang Hamengku Buwono IX, GPH Suryobronto salah seorang ada di Kraton Yogyakarta, telah dan Bedhaya Jumenengan Dasa- pakar tari kraton Yogyakarta, se disyahkan dalam Serat Babad Ni- rengga, dipergelarkan dalam lanjutnya diterapkan sebagai lan- tik. Konon, sewaktu pertama kali upacara memperingati 4 tahun dasan tari Jawa yang lain dan dicipta Kangjeng Ratu Kidul be- Jumeneng Dalem. dikenal dengan istilah Joged Meta lum sempat diberi nama, yang ke- Melihat maksud dan tujuan- raman. Antara lain harus sawiji mudian oleh Sultan Agung diberi nya, kedua bentuk Bedhaya itu Bedhaya Da- telah terjadi perubahan marwulan Jumeneng Ratu, Bed- kembali menu- haya Aryo Penangsang, Bedhaya masing-masing Kraton. Wiwoho Sangaskara atau Bed- bentuk tari Bedhaya itu haya Manten, dan Bedhaya Sapta keramat, hingga yang dibawakan tujuh orang pe- antara Di Kraton Sura- Sri Sultan Hamengku Buwono pernah Serat Ketawang yang larkan pada Anduk, dicipta Sul- Sri sedang bentuk Sri Sultan Hameng- Semang Sultan DALAM Festival Kraton 1994 tan dan Kethoprak Eksperimen, di Yogyakarta selama sembilan visi. Kethoprak Sayembara men- justru tersugesti oleh film-film hari, salah satu kegiatan menarik yang kemudian sering diklasi jadi alternatif yang perlu diper- yang sangat mengeksploitir kek- adalah pergelaran kesenian. Dari pan. Tentunya penggolongan se- fikasikan dalam Kethoprak Gara- timbangkan keberadaannya. Ke- erasan, sadisme dan seksual. Dis- tujuh Kraton peserta festival, macam adalah pasca periodesasi tika sinetron tradisi ini diduduk adari banyaknya peminat pada dipentaskan berbagai seni tradi- an diantara paket soap opera pro- Kethoprak Sayembara selain ada sional satu sama lain mempunyai kethoprak yang menurut Han duksi luar seperti Khasandra, nya kuis dengan hadiah yang ciri khas tersendiri. Baik yang di- dung Kus Sudyarsa (almarhum) Isamar, Kristal, Gadis Pemimpi, menggiurkan, juga pada materi gelar di Pura Paku Alaman mau dibagi dalam tiga bagian, periode Maria Marcedes, dan beberapa sajiannya. Namun sebagai teve pun di Pura Mangkunegaran, li- dalam diri manusia. Dimana ked. Sempat disyahkan dalam kitab- nari puteri. Kethoprak Lesung (1887-1925) produksi lokal Buku Harian, Ja publik yang harus mengemban ma Kraton menampilkan sebuah dengan ciri-ciri tetabuhan lesung, lan Pintas, Bunga-Bunga Kehidu- misi penerangan, pendidikan dan seni tari yang punya tema sama, tari, tembang, cerita, pakaian. Ke pan, Hati Seluas Samudra, san- hiburan, sudah selayaknya TVRI mengandung makna maupun thoprak Peralihan (1925-1927) gat kontras perbedaannya. Selain menseimbangkan komposisi etika filosofis dalam kehidupan manu- mempunyai kekhasan pada alat Kethoprak Sayembara, lakon- dan estetika. sia, yaitu Tari Bedhaya. musik yang berupa : lesung, reba- lakon tersebut tidak banyak meng Ini mungkin salah satu kelebi- Dari kelima kraton masing- na, tari, tembang, cerita, pakaian, angkat warna lokal sebagai keka- han produksi lokal yang terasa masing menampilkan, Bedhaya rias. Kethoprak Gamelan (1927- sekarang) identitasnya pada teta- yaan budaya. Apalagi sinetron lebih lekat dengan pemirsanya. Tunjunganom (Kraton Yogyakar- buhan gamelan, cerita, tembang, (film teve) produksi luar yang se- Meski kendala yang dihadapi oleh ta), Bedhaya Angron Akung (Pura pakaian dan rias. cara kultural jelas berbeda sub- Kethoprak Sayembara, terletak Paku Alaman), Bedhaya Pangkur tansinya. Meskipun tema cerita pada faktor bahasanya. Kalaupun (Kraton Surakarta), Bedhaya Di media elektronik 'lahir' pula Gebranang Ing Gegayuhan tidak dua paket terakhir (Ampak-Am- Bedhah Madiun (Pura Mangku- Kethoprak Di Televisi (baca: ke- banyak berbeda dengan lakon-la- pak dan Gebranang Ing Gega- negaran), dan Bedhaya Menjan- thoprak panggung ditevekan) dan kon terdahulu. Berkisar pada in- yuhan) sudah disertai sub title ba- gan Wulung (Kraton Kacrebo- Kethoprak Televisi. Keduanya se- trik-intrik dan konflik psikologis hasa Indonesia. Itupun masih ku- kilas memang senada tetapi me- penguasa dalam mempertahan rang jika dibanding produksi luar thoprak pada setiap zaman mam- (form) berbeda. Kethoprak Di Te- miliki gaya (style) dan bentuk kan legitimasi kekuasaannya. Di yang di dubbing dalam bahasa In- tersebut, para penari dituntut bumbui persoalan asmara sebagai donesia. Karena dengan begitu penuh konsentrasi serta disiplin dukungan masyarakat. Karena transformasi media yang dipergu- bersifat illustratif. pu tetap bertahan dan mendapat livisi memiliki spesifikasi sebatas kembang' alur cerita yang hanya tidak ada lagi jarak antara pemir yang terarah pada pedoman dan selain sebagai kesenian rakyat, nakan dari panggung ke medium sa dalam menghayati tontonan- patokan-patokan yang ada. Baik Sementara pembunuhan masih nya. Tetapi jika kemudian Ketho- dalam teknik tari, maupun isi ke- kethoprak juga memiliki kapa- audio visual. Sedangkan unsur- menjadi pusat perhatian yang di- prak Sayembara di dubbing da- jiwaannya. sitas sebagai seni hiburan yang unsur kethoprak panggung masih pergunakan untuk memicu kuis lam bahasa Indonesia atau dibuat Komposisi tari Bedhaya Kra- bermuatan pendidikan dan pene- tetap dipertahankan, seperti ke- (baca: pertanyaan sayembara). dalam bahasa Indonesia apakah ton, secara vertikal mengandung rangan. Dalam posisi ini ketho- prak pada setiap pengadegannya Untung saja adegan-adegan pem- kethoprak? makna ritual dan sakral. Secara prak barangkali bisa disebut se- (mise en sine), pola akting, game- bunuhan (mungkin sadisme lain- Jika kelonggaran klasifikasi itu horizontal membawa misi sosio bagai 'Local Genius', karena pada lan, kustum, tata rias, tembang, nya) tidak dieskspose menjadi pu- mengacu lebih jauh dari pakem edukatif yang ditujukan kepada gilirannya 'semangat kreatifnya' dan tata teknik pentasnya. Se- sat perhatian penonton (center of kethoprak. Keluar dari identitas- para kerabat Kraton, maupun mampu menjadi daya tarik dangkan dalam Kethoprak Tele- interest). Disinilah letak kebijak- nya seperti tertulis di atas. Maka masyarakat diluar tembok Kra- sangat kuat. visi unsur-unsur tersebut telah an penulis dan TVRI untuk tidak Sinetron 'Saur Sepuh' produksi ton. Dan secara edukatif, tari Apalagi setelah munculnya ek menyatu dalam kaidah audio vi- ikut-ikutan selera film teve dan Global Sarana Media Nusantara, Bednaya dipresentasikan dalam splorasi yang membuat kethoprak sual. Bahasa gambar menjadi layar lebar. Sehingga penonton yang banyak mengangkat warna tiga aspek kejiwaan, cipta - rasa tidak saja bersandar pada kon- utama karena lewat frame itulah lebih terkonsentrasi pada latar lokal, bisa juga disebut kethoprak. karsa. Dimana tersirat bahwa se- vensi tradisi. Tetapi şudah 'me- dibangun alur dramatik dan ceri- cara internal, mikrokosmis rangkul' aspek-aspek teater mod- ta. belakang peristiwa tersebut, di- Walaupun berlatar belakang se- banding adegan pembunuhan itu jarah abstrak yang tidak terkait kehidupan setiap individu terjadi ern dalam tata pentasnya. Mun- Layakkah Menasional? sendiri. Strategi semacam inilah dengan suatu peristiwa sejarah kesenjangan yang berakibat culnya kemudian Kethoprak Ba- Di tengah 'bom' sinetron yang yang perlu dipertahankan TVRI yang riil. Tetapi hanya berdasar nimbulkan masalah atau konflik. hasa Indonesia, Kethoprak Plese- kini sedang merambah dunia tele- dalam mengangkat cerita sayem- perkiraan tahun kejadian yang di- Kesenjangan tersebut meru- bara selanjutnya. Jangan sampai pakai sebagai konsep penggara- pakan kepentingan yang selalu semangat menggali kreatifitas pannya. Namun ditilik dari tata berlawanan, antara kepentingan rasa (emosi) dengan pikir (ratio). pakaian, rias, illustrasi, properti- Bila penonjolan nampak pada ke- dekorasi, sangat kental sentuhan pentingan rasa, berakibat mene- tradisinya. Dan elemen-elemen pendukung tersebut sudah ma- mui kebebasan, kesenangan, ser- ta kepuasan yang belum tentu suk pula dalam klasifikasi ketho- sesuai prak. dengan aspek etika esteti- ka Patut disayangkan kalau TVRI maupun aspek logika. Dengan demikian, baik dunia kecil mau- dalam hal Stasiun Yogyakarta, yang telah dengan susah payah pun dumia besar akan mudah me- sejak 1968 mengembangkan aset ngalami kehancuran. Maka perlu kesenian nasional kethoprak, jika adanya pengendalian dengan as- kemudian tidak dioptimalkan. pek ratio, karena akan menuntun Paling tidak dengan perhatian dan memberikan petunjuk secara dari berbagai pihak yang concern logika. Bila penonjolan terjadi se- terhadap kesenian tradisional ini. baliknya, kehidupan akan menja- Trobosan yang telah dilakukan di kaku, tidak luwes yang masih bisa disebut ini dalam me- CATATAN BUDAYA Wabah yang berbau materi atau ke- nanya, bukankah demi kebahagiaan' dan 'sorga' harus ditebus dengan harga sangat mahal? Pertimbangan kemanusiaan tak selayaknya dikedepankan. Dan pertimban- gan yang hak dan yang batil hanya omong kosong; perse- tan! Meminum darah dan memakan daging sesamanya bukanlah soal ketegaan atau kekejaman, tetapi kewajaran! Jika anda telah menjadi seo- rang pekerja (apa saja) di Kan- tor, di pabrik atau perusahaan, bahkan pada bidang kesenian sekalipun, misalnya, prestasi dan kÜAlitas kerja anda bukan senjata dan modal yang ampuh untuk bisa meletakakn pantat atau menjejakkan kaki pada kursi atau tangga di atasnya. Maka apabila anda berkeingi- nan untuk nangkring pada kur- si atau tangga yang lebih atas, nolak anda perlu memiliki dan me- nerapkan 'kiat' dan 'siasat' sus. Sebab dalam kenyataan kiat' dan 'siasat' khusus tadi sumber dan lebih banyak menentukan ke- ukuran kebahagiaan, bahkan OLEH: AHMED DALA DY lumrah jika lam ketebalan cukup, dengan tangan pepunden anda. ciumlah punggung telapak tan- gannya penuh takzim. Jangan tinggalkan sikap hormat anda, baik di hadapan- nya maupun di belakangnya. Tak cukup hanya dengan mem- bungkuk dan ngapurancang. Kalau perlu berjongkok dan merangkaklah. Lalu khu- berhasilan usaha anda. Cara- kukan menerapkan 'kiat' dan 'siasat' tadi dengan sebaik-baik nya, yakinlah bahwa keber- hasilan yang gemilang adalah sebuah keniscayaan. Dan jika anda merasa mem- punyai musuh, 'kiat' sat' tadi dapat pula anda jadi kan sebagai senjata andalan yang sama ampuhnya untuk mengenyahkannya. memperkuat pertahanan dan demi keamanan', tempuhlah bagai pihak untuerilya ke pel- dengan cara kubu "pertahanan" dan "kea- manan" anda tadi. Sekiranya dengan segala 'kiat' dan 'siasat' khusus tadi, ditambah dengan cara gerilya belum menampak- kan hasil yang memuaskan, maka mintalah bantuan - mes- ki dengan malu-malu dan sem- bunyi-sembunyi, demi gengsi khas eksekutif masa kini - pada para ahli mantra dengan an- dalan keampuhan 'kekuatan' kembang-menyan. Bahkan jika perlu, mintalah jasa baik "sang penolong dan penyelamat" se- macam Ki Jabut Nyawa itu, misalnya. Tapi tolong, sebelum anda benar-benar melakukan semua itu, sempatkan dan bersung- guh-sungguhlah bermufakat lebih dulu dengan yang ber- nafas "nurani"! dan 'sia- Dan untuk harmo- memperoleh sampai ini pun Senetron ram. Bersambung hal 9 dan Drs Suryanto selaku Kepala Sta- nis. Hal itu nampak terasa pada setiap kehidupan manusia dan se- siun untuk memancarkan siaran Kethoprak Sayembara ke lalu muncul secara pasti. Adanya hal-hal tersebut, sejak Bali, layak mendapat acungan awal di lingkungan Kraton diberi- jempol. Kalau memungkinkan us- aha tersebut berkembang hingga kan pendidikan moral lewat gam- (konsentrasi), nama Bedhaya Semang. mempunyai tema dan kethoprak mamu siaran di ting- baran tari Bedhaya, juga dalam mauan), sengguh (percaya pada Pada periode pemerintahan Sri Bedhaya Sang Amurwa Bumi, kat nasional. Seperti selama bentuk Srimpi. Dalam komposisi kemampuan diri), dan ora ming- Sultan Hamengku Buwono I, Be- nampak jelas gambaran watak paket kethoprak ada yang sudah tari Bedhaya selalu digambarkan kuh (pantang menyerah). Kese- dhaya Semang sempat mengala- kepemimpinan, kejujuran, dan di on air secara nasional. Meski- awal kehidupan dalam kondisi muanya mempunyai nilai univer- perubahan, khususnya dalam kesederhanaan teratur, rapi, dan harmonis, di- sal. paket tersebut hanya di re- penataan tari maupun gending Sultan Hamengku kam di dalam studio dengan presentasikan dalam komposisi Sejak Kraton Mataram dibagi pengiringnya. Sedang dalam Bedhaya Jumenen- keterbatasan artistik. lajur. Kemudian terjadi perten- dua, Kasultanan Yogyakarta dan Adanya bentuk tari Bedhaya, gan Dasarengga, sekedar gam- Menasionalnya Kethoprak Sa- tangan, tersirat dalam bentuk Kasunanan Surakarta, bentuk kemudian tercipta beberapa tari baran prosesi Jumenengan Da- yembara memang perlu mengala- peperangan. Dapat dipadamkan seni budaya yang telah ada memi- Bedhaya yang lain, dengan meng- lem sejak awal sampai upacara mi transfigurasi terlebih dahulu. menjadi teratur, kembali keben- liki identitas sendiri-sendiri. Da- ambil dasar cerita Mahabarata, kirab. Mungkin berubah hanya menjadi tuk komposisi semula (lajur). lam bentuk seni tari maupun Baratayuda, Serat Menak, Babad Dilihat keseluruhan komposisi, mini seri kethoprak yang tidak lagi di sayembarakan. Yogyakarta maupun Surakarta, Yogyakarta dan Gragag Surakar- Khusus tari Bedhaya Kraton karawitan muncul istilah Gagrag Panji, Babad Segaluh, atau cerita unsur edukatif yang mengkait sejarah yang lain. tiga aspek kejiwaan semuanya Mengingat sayembara pada hake- rakit gelar terlukis dalam karak- ta. Tetapi keduanya tetap menga- Seperti Bedhaya Lambangsari ada. Juga katnya hanya untuk merangsang ter sembilan penarinya. Yaitu, en- cu pada satu sumber, yaitu Mata- dan Bedhaya Tunjunganom (Sri aspek ratio yang terkandung dhel (pajeg), batak, jangga, dhad- Sultan HB VII), Bedhaya Tun- dalam diri manusia nampak jelas. ha, bunthil, endhel apit ngajeng, Seperti tari Bedhaya Ketawang jungsari (Sri Sultan HB VIII), Tari Bedhaya Kaci rebonan dan Surakarta- greged .(KR-Moelyono). (penuh ke- warna lain. mi almarhum Buwono Sri IX. antara aspek rasa dan (Moelyono)-k. nya? pikiran amblasss! terkuras, uang pun Dan mimpi yang gemerlapan itu pun kandas. Tak guna anda menyesal dan memelas, "kok ya tega-te- Sebab di negeri ini - ganya.. yang konon dihuni oleh bangsa yang sosialis religius kon- sumerisme telah benar-benar menjangkiti hampir setiap manusia. Paham bahwa segala bendaan adalah sorga, telah menjadi wabah di seluruh pelosok "desa" yang bernama Indonesia ini. Kare- Bersikaplah sebaik mungkin dan gosokkan tangan anda da- bahwa dalam bek- Berbuatlah sesuatu (apa sa- ja) yang mengesankan anda adalah seorang yang rajin dan penuh dedikasi erja setiap saat sang pepunden ada di hadapan anda. Sampaikanlah gagasan atau ide-ide, sekalipun tidak bermu- tu dan atau orisinil, tetapi pasti membuatnya senang. Sanjung dan pujilah ia da- lam setiap kesempatan. Dan jangan sekali-sekali anda me- atau membantah atas segala yang dikatakan dan di- kehendakinya. Katakan selalu, "Ya", "Betul", "Setuju", "Bagus" "Heibat", "Mengagumkan" dan "Luar Biasa". Pendeknya, lakukan apa sa- ja yang bisa bikin sang pepun- den manggut-manggut, puas! Maka apabila anda telah mela- *) Ahmed Dalady dla SMP Negeri Ngluwar Magelang 56485 Jateng-b. MENYONGSONG PENTAS PUISI-MUSIK EMHA DAN KIAI KANJENG: TANGGAPAN TULISAN DAMAYANTI SUGENG: Egosentrisme, Bombastis dan Oportunisme "Abacadabra Kami Tiarap...." Di Kalangan Seniman itu bukan na tak ada bra kami mabuk/ Karena se- tiap ingatan terlalu menu- siapa-siapa yang menjamin apa-apa Abacada- Emha masih tetap konsisten sebagai penyair yang kritis dalam merefleksikan kondisi masyara- kat, lewat puisi-puisi sosial berna- da 'protes. Potongan puisi Aba- cadabra yang dikutip di atas me- nunjukkan hal itu: suatu puisi yang menandai kondisi masyara- kat yang sedang tiarap'; masya- rakat yang gemetar karena te- kanan kekuatan eksternal. Suatu kekuatan di luar dirinya yang sangat berat diatasi. penjelajahan Timur Tengah, Peristiwa Sastra bahwa kreatif dan musikal bersama pendukung pertunjukan gai dengan mengawinkan atau men- ini mampu menyatakan diri ten- dialogkan gamelan Jawa (yang tang apa yang dirasakan, dialami, bukan slendro-pelog melainkan dihayati, digagas berkaitan de- bersistem nada solmisasi) dengan ngan pengalaman estetik, pen- instrumen Barat (biola, synthesiz galaman sosial, pengalaman religi er dll). Berbagai nuansa musik et- dan seterusnya. Dan wujud ek- nik pun muncul antara lain, spresi yang paling dominan itu Jawa, Sunda, Bali dan Sumatra. ialah keprihatinan, baik secara Tak ketinggalan nuansa musik sosial maupun spiritual. seriosa, dan jazz. Menurut Emha, di dalam se- jarah, manusia membutuhkan "Pergelaran Puisi-Musik Emha media untuk bukan saja untuk dan Kiai Kanjeng" tak hanya saling mengkomunikasikan diri, menjadi fenomena sastra (pemba- tetapi juga untuk berdialektika caan puisi sebagai peristiwa sas- menemukan berbagai metoda un- tra), lebih dari itu ialah fenomena tuk mengubah keadaan yang seni pertunjukan (baca: teater). mereka alami. Dunia jurnalistik, Pergelaran ini mencoba menter- kaum intelektual, para pejalan perenungan dan jemahkan puisi dari "jagat kata" agama, pelaku-pelaku kehidupan tawar-menawar atas nilai-nilai (pinjam istilah Mas Bakdi sosial-politik, memiliki bahasa Sumanto) ke jagad pentas'. Ben- masing-masing untuk menyum- tuk komunikasinya pun berubah: bangkan gagasan-gagasannya da- dari peristiwa membaca (puisi se- Jika kita percaya puisi masih mampu bicara tentang kejujuran dan menjadi cermin bening ma- syarakat, maka puisi-puisi Emha yang dibacakan secara tunggal maupun dengan iringan musik gamelan Kiai Kanjeng, bisa di- jadikan bahan yang kita agungkan: kemanusi- aan, keadilan dan kebebasan. Paket Puisi-Musik Emha dan Ki- sosok-sosok seniman di daerah tersebut. Di bawah ini, saya ke- mukakan beberapa contoh gam- baran faktual, dengan memuncul kan figur-figur yang kesemuanya seniman Banyumas. Egosentris Daerah Kabupaten Banyumas, sangat potensial dibidang seni-bu- daya. Baik mengenai lingkup ke- hidupan kesenian, maupun ki- prah para pekerja seninya. Berba- gai cabang seni, hidup dan ber- langsung di daerah ini. Unsur-un- sur pelaku kesenian, berkecim- pung dan beraktivitas di dalam- nya. Namun sejauh ini, kelompok- kelompok kesenian dan para pe- kerja seninya (senimannya) yang berhasil mencuat dan tampil di 'panggung seni budaya' bertaraf dengan jari. Ini disebabkan oleh nasional, masih dapat dihitung banyak hal. Salah satu diantara nya, bertumbuhannya sifat peng- utamaan kelompok sendiri atau pun kepentingan individual ma- sing-masing. Banyumas Sangat mencolok dalam hal ini, adalah sikap yang telah 'mewa tak' di kalangan individu-individu seniman Purwokerto. Seperti yang pernah dikatakan seorang sastrawan Nasional dari Banyu- mas, kepada saya sekitar lima tahun silam. Bahwa kebanyakan seniman Purwokerto, baru di ting kat daerah (kabupaten) saja, su- dah merasa dirinyalah yang pa- ling 'besar'. Merasa paling terke- nal! Paling beken dan sebagainya. seperti ini, mendasari sifat buruk yang lain pada diri mereka. Umpamanya, dalam upa ya mereka menyisihkan dan menyingkirkan tiap-tiap kelom- layak, dapat menimbang konotasi predikat tersebut sebagai lebih rendah nilai dan tingkatan 'ke- dudukannya' bila dibandingkan dengan predikat pengarang novel. Tentu, dengan catatan, bukannya berarti merendahkan martabat komikus, dalam klasifikasi status pada kenyataan yang sebenar- nya. Bombastis Untuk mendukung pola sikap perilaku mereka, kerap terjadi pula para seniman dalam golon- gan mereka, harus melancarkan psywar, dan manuver kecil-kecil ABACADABRA kami tiarap/ Seadanya Mengenai Kepala, Puisi hanya salah satu metode kon- lam memperbaiki situasi-situasi seakan sering mereka anggap se- Karena tak ada janji peluru yang Sengaja Dibikin Gelap Me- tribusi sosial saya. Saya memilih sejarah. bagai cara terbaik untuk mem- OLEH: WRATSONGKO PUTRAWIRATHA untuk kami Aba- ngenai Harimau, Puisi Juragan, untuk mendayagunakan kese- "Namun ada saatnya di mana bentengi' nama 'besar' dan keter cadabra kami ngumpet/ Kare- Puisi Tembok dan Gelombang nian termasuk sastra sejauh ia berbagai media dan bahasa-ba- kenalan mereka. Mereka jadikan RASANYA, akan menjadi ob- na kata merdeka masih dalam dan Waktu). Juga disajikan bermanfaat bagi kerja kebu- hasa itu mengalami semacam 'senjata' untuk mengalahkan men an. Move yang mereka gunakan perdebatan/ Abacadabra kami nomor musik Jazz Kiai Kanjeng dayaan dan kemanusiaan yang kemacetan, kebuntuan atau 'ter- sesi yang melarut berkepanjan- tal (menurunkan moril) siapapun untuk itu, tak jarang merupakan sandera oleh kekuasaan-kekua- gan dalam diri saya, jika tulisan masuk liang-liang gelap Kare- dimainkan G. Djaduk Ferianto luas jangkauannya." ujar Emha. saan yang tak bisa diatasi. Mu- Damayanti Sugeng yang mengu trick yang fantastis. Namun yang yang mereka anggap sebagai sa- dan Novi Budianto dkk, dua mu- Pernyataan Emha menyirat- ingan atau rivalnya. Untuk kemu lebih banyak dilakukan antara sisi yang menata seluruh nomor kan bahwa pertunjukan ini dah-mudahan kita bersepakat sik benak dan perasaan saya, tak dian, mereka berusaha menjatuh lain, ulah-tingkah maupun per segera ditanggapi. Tulisan yang puisi-musik dalam pergelaran ini. (kalau boleh disebut begitu) tidak kataan yang sensasional dan kan nama baik sang rival. Mereka didukung para pemain sekadar berorientasi kepada es- dewasa ini kita sedang be- dimuat di 'KRM' 14 Agustus 1994 Banyak media, kesempatan bombastis. musik; Narto Piyul. Bayu, Joko tetika belaka, meskipun estetika rada dalam keadaan yang sema- tersebut, memang cukup menarik cam itu: lembaga-lembaga ker- dan peluang bagi mereka untuk. Banyak rencana-rencana dibu- Kamto, Jujuk Prabowo, Purwan- tetap penting. Yang juga diang: akyatan semakin kehilangan gigi, untuk disimak sebagai bahan re- melampiaskan lontaran sinisme at dan dijanjikan. Tak sedikit pro- to, Bobiet dan Toto Rahardjo. gap penting ialah komunikasi media-media massa dipaksa un-nungan. Bagi saya sendiri, yang nya. Melalui kegiatan sarasehan, gram-program kegiatan dikonsep tuk 'bertiarap', sementara berba- paling menarik, terutama adalah Djaduk, Novi dkk, melakukan sosial yang memungkinkan ia diskusi, rapat dan pertemuan or- dan dirancang, dengan sangat hal-hal yang menyangkut peri- ganisasi kesenian, dan acara lem- muluk-muluk. Sejumlah ucapan lembaga komunikasi lain juga laku seniman daerah Banyumas bar sastra ataupun 'obrolan san- indah-indah pun ditawarkan dan menemukan kebuntuan yang dalam keterkaitannya dengan tai' di radio-radio swasta, yang disebar luaskan. Tetapi pada sama," tutur budayawan itu. dunia kepenulisan dan keseni- pok ataupun individu seniman menyangkut masalah seni-bu- akhirnya, mereka tak akan, tak Pada saat seperti itu, lanjut manan mereka sendiri. yang dianggapnya sebagai rival daya. Emha, kita selalu mencoba untuk bisa dan tak mampu berbuat mendayagunakan bahasa kese- Juga ada versi lain senada, banyak untuk merealisasikan se- ataupun saingan. Menjatuhkan Begini, Saudari (atau Sauda- sesama pengabdi dan pekerja seni yang mereka gunakan untuk gala yang telah dimuntahkannya. nian, khususnya puisi, untuk ra?) Damayanti Sugeng. Dalam yang dicurigai bakal atau akan merendahkan nilai keberadaan Sehingga pada akhirnya, apa menjalankan peran sejarah yang menanggapi tulisan Anda, sebaik semakin langka pelakunya. Puisi nya saya akan memulai dari per- dapat menenggelamkan kebesar seniman lainnya. Misal, dengan yang telah menjadi rencana, ga- an' dan keterkenalan mereka. barangkali sekadar membantu masalahan pola perilaku seniman cara menurunkan tingkatan predi gasan, ide, rancangan dan sege- Sifat buruk dimaksud, antara kat si seniman yang dianggapnya nap ungkapan sikap-perkataan untuk menyatakan diri penyair- di daerah Banyumas dalam ke- lain dapat berupa lontaran ung- dapat menjadi saingan. Satu con- klise lainnya, pun menjadi tak nya serta mengukuhkan berbagai hidupan berkeseniannya, sebagai toh, ada seorang pekerja seni. Dia ada artinya sama sekali. Mereka kapan sinisme terhadap sesama komitmen sosialnya, namun lebih pokok bahasan. Setelah itu, se- eksponen di kancah percaturan kecuali sebagai seniman teater, ternyata hanya bermulut besar, dari itu kita harapkan, betapa cara runtut nanti sampai pada seni-budaya. Bahkan untuk itu, juga merangkap cerpenis dan dengan berbagai corak warna pun kecilnya, ia berupaya mengisi keterlibatan seniman Banyumas mereka tak segan-segan 'men- penyair. Ia memberikan sebutan omong kosongnya. kekosongan sejarah' tersebut. di bidang kepenulisan. jatuhkan lawannya' dengan me- bagi seorang rekannya yang kebe- "Puisi bersifat nisbi. Namun ia Menurut pengamatan saya, ke- nyerang segi-segi masalah pribadi tulan pengarang novel dan ro- tetap mampu mempresentasikan hidupan berkesenian dan keseni- individu senimannya, bukan lagi man-sejarah, dengan predikat tuk kepura-puraan dan kepalsu- susnya Purwokerto, dihinggapi mengenal hal-hal yang berkaitan komikus'. Hal yang perlu dire- hati nurani, ketika berbagai ben- manan di daerah Banyumas, khu dengan lingkup seni ataupun ke- nungkan dalam kaitan ini adalah, an mengurung dan menekan," berbagai 'penyakit'. Hal ini, acap hidupan berkesenian. Dan aneh bahwa predikat 'komikus' secara kali menimbulkan sikap 'khas' ujar Emha. nya, pola 'strategi' semacam ini, (Indra Tranggono).-k yang 'nganeh-anehi' dalam diri umum menurut pandangan kha- atu dengan waktu. Engkau punya ing keemasan, menyala-nyala. Satu pemandangan yang me- kelebihan untuk bebas dari ruang nakjubkan, mengingatkan akan waktu. Engkau terlalu pendek kebesaran Tuhan dan menya- menerjemahkan keadaan," jawab darkan betapa kecilnya kita. waktu yang dirinya merasa dihi- na dengan keinginanku menyatu Kereta kencana terus menembus air, masuk ke dasar samodra, bersamanya. "Aku hanya ingin hinggasampailah di suatu kamu tidak terlindas oleh penger padang yang luas dengan di sebe- tianmu, keinginanmu akibat dari lah timur agak ke selatan keli- keporakprandaan sejarah. Se- jarah bukannya menjadikan ka- hatan rerimbunan pohon-pohon mu frustasi, tetapi sebagai pi- bambu dengan daun yang lebat sekali saling mengikat begitu ku jakan untuk bergerak perkasa at. Dengan warna hijau tua, menembus segala rintangan. rerimbunan pohon-pohon bambu Dalam rintangan itulah akan kau itu lebih terasa sebagai pohon capai keberhasilan. Di dalamnya purba yang merupakan tempat akan kau temui kebahagiaan tinggal Dinosaurus, binatang-bi- yang sebenarnya. Sebagaimana natang buas yang tak ter keberadaan panas karena adanya bayangkan, belantara tanpa ba dingin. Untuk apa kau lanjutkan tas, ya satu rimba raya yang hidup, apapun yang kau pilih, hanya orang-orang sakti mandra- kalau kamu frustasi? Tahukah guna yang mungkin bisa hidup di kamu, kematian tidak akan mem- bikin kamu lebih tentram. Di sana, di lembah kematian itu, di alam yang belum kamu ketahui itu akan kaudapati rintangan yang lebih dahsyat lagi, satu padang kurus kesangsian, yang orang menyangkanya adalah ke- abadian yang tanpa masalah, berhenti dan sudah. Di sana akan kau rasakan, akan kau saksikan suatu keberadaan yang mungkin lebih menimbulkan pertanyaan." "Apakah kamu pernah mera- sakan mati? ai Kanjeng ini, setidaknya, dapat kita jadikan sebagai rangsangan dialog pengukuhan ketiga nilai di atas Begitulah yang secara tersir- at dinyatakan dengan rendah hati oleh Emha Ainun Nadjib dan Lingkaran Komunitas Pak Kan- Jeng Giliran Yogya dan Solo Setelah digelar di Taman Is- mail Marzuki (TIM) Jakarta 22- 24 Agustus lalu, paket Puisi Musik kembali Emha dan Kiai Kanjeng akan digelar di Yogya, I 2 September 1994, pukul 20.00 WIB di Gedung Purna Budaya. Budaya Yogyakarta (TBY) dan di Solo, 8-9 September, pukul 20.00 WIB di Teater Arena Taman Taman Kentingan. Budaya Surakarta (TBS), Pementasan di dua kota itu dis- elenggarakan oleh Komunitas Pak Kanjeng bekerjasama de- ngan TBY dan TBS SKH Ke- daulatan Rakyat Yogyakarta ikut mempersembahkan pergelaran ini. Dalam paket Puisi-Musik ini akan digelar sekitar 14 puisi Emha terbaru (ditulis tahun 1984) yang terkumpul dalam an- tologi Abacadabra Kami Ngum- pet. Tujuh puisi dibacakan de- ngan iringan gamelan (Aba- cadabra, Puisi Kubangan, Cerita Kanak-kanak dari Dunia Kucing, Indonesia Pantun pantunan Raya, Jalan Sunyi, HAM, HAM lain dibacakan secara tunggal dan Selamatan). Tujuh puisi yang Kudekap Kusayang sayang. Puisi oleh Emha (Doa Mohon Kutukan, Perjalanan Sunyi bagai teks sastra) ke peristiwa 'melihat dan mendengar. Disini, telah terjadi perubahan bentuk komunikasi, yakni dari peristiwa 'membaca sastra secara individ- ual' ke peristiwa 'melihat dan mendengar yang bersifat sosial. Telah terjadi semacam 'penghan- curan' otonomi puisi sebagai wa- simbolik. Pang- WIB cana komunikasi gung, sebagai suatu jagad pentas (dengan aktor pembaca, pemain musik, berbagai spektakel yang dimunculkannya dan unsur-un- sur pendukung lain seperti lam- pu, sound-system, set dan lainnya) telah 'mengambilalih' peran puisi (teks sastra) sebagai unsur yang takan nikasi paling dominan untuk mencip- komunikasi sosial, komu- dengan para penonton. Posisi puisi, akhirnya 'hanya' menjadi salah satu "warga jagad pentas" yang hidup dan menjalin interaksi dengan "warga lainnya" seperti musik dan unsur pemen- tasan lainnya. Karena itu, pada dasarnya, peran musik bukan hanya sekadar pengiring' (seba- gaimana dalam lagu), melainken tampil sebagai 'teks musikal' per- tunjukan. Ia sama besar peranan- nya dengan puisi, di dalam mem- bentuk struktur makna komu- nikasi. Kedua teks itu akhirnya lebur dan bersenyawa, sehingga kadang-kadang musik menjelma menjadi puisi dan puisi menjel- Bagi Emha, puisi selalu bersi ma menjadi musik fat nisbi, sebagaimana produk bu daya lainnya. Karena itu tidak berlaku pensakralan puisi. "Puisi CERPEN: PUJIHARTO SEJENAK merenungkan diri tentang arti perjalanan hidup ini, aku terkesima mengikuti per- yang betul-betul hidup, ia adalah jalanan hati. Seperti suatu mitos suatu prses panjang. Lukisan dengan komposisi warna yang menakjubkan. Sebuah kereta kencana dengan seekor kuda yang kurang begitu besar dan aku duduk di atasnya, melawat ke ke selatan memasuki samodra, barat, ke senja temaram, berbelok menembus air yang kelihatan be- gitu senang, berpendar-pendar ditingkah matahari, warna kun terus sana. Kereta yang kukendarai men- coba menembus hutan itu. Ku- daku yang kurang begitu kekar jang sekuat tenaganya, namun badannya itu berusaha mener- gagal dan gagal lagi. Hutan itu tampak begitu perkasa, angker, sangar dan mengandung keku- atan maha dahsyat: hingga kere- ta kudaku undur diri dan jatuh terkapar. Sebentar kemudian ku- daku berusaha berdiri dan mener- jang rerimbunan pohon-pohon itu lagi. Namun gagal dan gagal lagi. kereta-kudaku putus asa dan tak Hingga akhirnya, rupa-rupanya mau lagi melanjutkan perjalanan. Hutan itu lebih pantas dihuni oleh orang-orang yang ingin pun seniman perseorangan, ingin Baik grup-grup kesenian mau- menonjolkan diri. Sering kali de- ngan over acting, mencari perha- tian. Dan ngecap' untuk mendap- at pengakuan dari masyarakat. hidup menyendiri bersama-sama hewan liar yang besar-besar, yang masih mampu berdialog dengan alam secara murni, memakan udara tanpa mematikan binatang lain. Hutan itu lebih pantas dihu- ni oleh orang-orang yang tak akan pernah mati, kekal dan hidup seperti apa adanya, biasa, saling pengertian dan tidak bunuh membunuh. Kereta dan kudaku berhenti se- jenak. Aku merenungkan arti se- buah perjalanan, mengenang kembali masa lalu, masa yang telah kurintis sedemikian rupa untuk bisa lebur dengan waktu tanpa banyak bertanya, berjalan apa adanya sebagaimana tum buhan ilalang di hutan yang hi- dup tanpa kenal mengeluh, mene- rima apa adanya keberadaanitu untuk terus diliputi waktu, me- ngikuti saja ke mana waktu melangkahkan kaki-kakinya. Te- tapi, keinginan, kehendak dan pemberontakan sepertinya timbul ketika waktu tak mengantar kanku masuk ke hutan. Rerim- bunan pohon telah menjadi pem- batas yang sedemikian kuat, hingga perjalanan waktu adalah diam, berhenti di tempat, pere- nungan dan keberhentian. "Aku tak mendapatkan apa- apa bila ini yang kupilih: berhen- tí, diam dan sunyi. Apa arti se- muanya ini? Demikian kejamnya waktu meninggalkanku. Terlalu kencang engkau berlari, sedang hutanpun tak mampu kutembus, kataku geram. "Tak seharusnya engkau meny- "Belum." "Kenapa dengan gigih kamu mengkhotbahiku. Aku pun ber- tanya tentang kematian. Andai saja kematian adalah sorga, tidak pernah kurasakan kesalahan, ti- dak pernah kudapati kesulitan, aku memilih mati saat ini juga. Tapi aku berpikir, bila kuma- sukkan air ke sebuah kolam ke- mudian di dasar kolam itu ku- pasang selang dan kuhubungkan dengan kolam lain, air kolam itu akan mengalir dan kolam yang satunya akan setinggi kolam yang pertama airnya. Hidup, rasa- rasanya, bila dipikir-pikir, bila direnung-renungkan demikian ju- ga mungkin. Di sana, paling tidak akan kutemui satu warna yang hakekatnya sama dengan di sini tapi beda bentuknya. Satu kom- posisi dan keberadaan yang me- mang demikianlah seharusnya, seperti, mur dengan bautnya," ucapku panjang lebar. "Tetapi, bagku, keyakinan yang kupe- gang." Berikut,, contoh lainnya. Ada seorang dalang wayang kulit, yang namanya sudah kondang. Beberapa kali berbagai surat ka bar ibukota maupun daerah, me muat tulisan mengekspose diri nya. Dalam tulisan tersebut, ser- ing 'digembar-gemborkan' bahwa sang dalang ini, suka membantu dan mendukung berbagai kegiat an kesenian yang diselenggarak an di daerah Banyumas. Bila- mana perlu, ia pun tak segan-se- gan memberikan bantuan atau pun dukungan kongkrit materiil, berupa dana finansiil, kepada penyelenggara kegiatan dimak- sud. Suatu saat, ada sebuah panitia pergelaran teater, datang pada Pak Dalang tersebut. Grup teater ini, akan mementaskan sebuah drama tradisional kolosal dengan judul lakon 'Raden Kamandaka'. Karena si dalang tadi dipandang sebagai salah satu pakar yang mumpuni dalam hal kisah lakon tersebut, maka rombongan awak teater itu pun sowan kepadanya, untuk memohon bantuan pen- "Berarti itu sudah paten, tak garahan selama latihan menje- bisa ditawar-tawar lagi. lang pementasan (belum mem- inta bantuan sumbangan uang lho!). Sang dalang pun menjanjikan akan datang ke sanggar teater tersebut, tiga hari kemudian. Pa- nitia yang berombongan sembilan orang bertamu, itu pun berpami- tan. Ketika bersalaman, telapak tangan si dalang terasa kaku melurus, tidak menyambut de- ngan hangat jabat tangan rom- bongan panitia teater. Itu artinya, dalang tadi tak mengharapkan kedatangan rombongan mereka lagi! Dan benar. Pada sore yang di- "Entahlah. Yang jelas ia seper- tinya sudah lekat betul di mata- ku. Seperti jelas sekali nampak, kerinduan yang telah menyatu, tetapi tak mampu juga aku me- mahaminya. Entah itu fatamor gana, atau sebaliknya ia adalah hakekat realitas itu sendiri." Aku diam sejenak, mencoba lebih jauh bertanya tentang semuanya ini. "Ya, perjalanan panjang mau tak mau memang harus kulewati. Jalan satu-satunya hanyalah me- nerima keberadaan ini apa adanya. Nrimo, sumeleh, tawad- hu'. berserah diri, karena apa yang menjadi kemauan dan ren- janjikannya, ternyata Tuan' da- Bersambung hal 9 Bersambung hal 9 Emha Ainun Najib keti MENGADILI proses kepenyairan dari pelaku ifnya sesuatu yang menar na hampir jarang terjad peta kepenyairan di tax Tapi bagi penyair muda Ainun Nadjib, mengac Iwal Fals. anak (Galang Rambu dan Anissa Cikal Rambu red) hasil buah kasi diberikan oleh Rosanna, memang tak bisa dipisah dunia musik. Meski beru dicekal, namun tak ngi semangatnya dal karya. "Kalau mau dicel kan saja. Tapi itu tak all cekal imajinasi dan krw ku," katanya. 18 m Sosok monumental pri ran 3 September 1961 i dimilikinya meski ia be dengan WS Rendra, Setia di ataupun Sawung Jab rutnya tak ada yang pe- atirkan. Iwan merasa be cok dengan gagasan-gag lompoknya tersebut. orang-orang kaya ide muanya selalu digarap serius. Saya paling sen diskusi dengan mereka Demi Anak..... Dengan kalimat lair syuting, tidak bolell berpisah dengan ketiga itu. Atau lokasinya ti dari rumah, atau anak-a dibawa ke tempat syutin Dan sungguh bukan : betulan, takhirnya fi bila tiga justru menjac sebagai ib san Sarandon Client yang diang The novel bestseller John Susan memerankan ah yang harus melindung yang diburu mafi Little Women yang dian novel klasik karya Louis cott, jelas dari judulnya, harus jadi ibu. Sed ketiga atau yang m adalah Safe Passage. Ironinya ga Susan S main film an sebenarnya 'break', 'mengaso untuk dari tugas-tugasnya se tiga anak. Eh, tak tahun. ketiga film terakhir it harus memerankan toke Bukan Pendie TAPI MESKI Susan: k mengutamakan Perjalanan..... cana-Nya kita tidak pe ngetahui. Kita, apapun kita, apa yang kita lak marin sekarang atau be kapan pun sudah sedem rencana dalam kitab-N keabadian yang tentu tak mampu membacany kita hanya semata yang Sang Maha Sutr mana menghendakinya lah kita melangkah?" "Ya, tetapi kamu puny kah untuk dapat mengatasik bisa lebih leluasa meng hadiran-Nya, mengena han-Nya yang begitu m kan. Sedangkan aku? Al- lah sarana bagimu unt sampai ke sana, yang nam ga akan kau tinggalkan." "Sama saja. Kita sam mahluk, sama-sama ham Bahkan kamu telah de mesti-Nya, keseharusan- ngabdi pada-Nya. Sedang kau lihat sendiri, cela aku karena saat ini, kausaksikan kurang bisa ma keputusan yang beg keputusan yang memb frustasi. "Di sinilah letak kesall Akan kausaksikan, ak rasakan nanti bila kamu Karena demikianlah p pasangan diciptakan Tu tapa bahagianya kamu r lah dengan keberanian mu miliki dapat mene layah yang asing bagi wilayah yang menjadik adaan manusia diakui: s Menanti.. Sambungan hal peminat agar lebih tert acara tersebut. Tetapi penting dengan adany bara, berarti ada iklan iklan berarti beaya proc tertopang. Persoalanny an bagaimana mengika dang dana agar mau beaya produksi (produm hanya dengan kontra pr jasama. Sebagaimana p lakukan senetron min rumpun Bambu, Dr San Nurbaya, dan 'Sengse bawa Nikmat Tentu dengan begi TVRI akan lebih mer Senetron Kethoprak be menasional. Setidaks mengangkat martabat tonggak kebudayaan n ta sekaligus memberi - lain pada layar kaca. ma ini banyak dipadati ar. Kita tunggu saja. Yogyakarta, 13 Agus Dra. Dyah Tavipc FPIPS IKIP Sana Jurusan Sejarah. S Produksi PT. C L
