Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Kedaulatan Rakyat
Tipe: Koran
Tanggal: 1994-08-29
Halaman: 12

Konten


2cm Color Rendition Chart SENIN KLIWON 29 AGUSTUS 1994 (22 MULUD 1927) OLAHRAGA 4cm "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 12 SENIN KLIWON 29 AG 15 Sebagian Nama Pembalap Supercross yang Akan Berlaga di Mandala Krida NO FULL NAME MAKE CC/YEARS ORIGIN/NAT 37 BRIAN STEEL 38 PAUL TIMMINS PEE WEE 39 MARK WOODS 1 DANIEL CARROL YAMAHA 2 TOD GIBSON LEM 3 JAKE JOHNSON MORINI 4 BEN NORISH YAMAHA 5 BRIAN STARING YAMAHA PW/94 EX. AUSTRALIA 50/93 EX. AUSTRALIA 50/92 EX. AUSTRALIA PW EX. AUSTRALIA PW/94 40 JOHNY PRANATA SUZUKI HONDA KAWASAKI SUZUKI RM CR EX. AUSTRALIA KX/94 RM 41 FRANS TANUJAYA YAMAHA YZ EX. INDONESIA 42 PIETER TANUJAYA YAMAHA YZ EX. INDONESIA 43 SATYA SUNARSO YAMAHA YZ EX. INDONESIA 6 GILES WHITTON 7 MEEGHAN WILLIAMS 8 TIMOTHY WILTON LEM YAMAHA LEM EX. AUSTRALIA CR2/93 EX. AUSTRALIA PW EX. AUSTRALIA CR2/93 EX. AUSTRALIA 44 WAN CISS HONDA CR EX. INDONESIA 45 WILMAN JESS HONDA CR 250 CC 46 GLEN BELL HONDA CR EX. AUSTRALIA 80 CC 47 DALE BRITTON HONDA CR EX. AUSTRALIA O BEN ATTARD KAWASAKI KX/92 EX. AUSTRALIA 48 MICKY COOK YAMAHA YZ EX. AUSTRALIA 10 DANIEL BENNT YAMAHA MX/94 EX. AUSTRALIA 49 JASON DUNSTALL YAMAHA YZ EX. AUSTRALIA 11 SHANE BOOTH KAWASAKI KX94 EX. AUSTRALIA 50 ANDREW MCFARLANE KAWASAKI KX/94 EX. 12 ALLAN BRINKWORTH 14 15 34567 13 CLINT DEBNER KAWASAKI YAMAHA KX94 EX. AUSTRALIA KAWASAKI EX. YZ/94 EX. AUSTRALIA 51 JOHN FLINT HONDA CR/94 EX. AUSTRALIA TAKESHI KATSUYA YAMAHA YR/94 EX. AUSTRALIA 52 16 ARRON KLANJSEK YAMAHA YZ/94 EX. AUSTRALIA 17 TYSON KROLLIG KAWASAKI KX EX. AUSTRALIA 54 18 SHANE METCALFE YAMAHA YZF/94 EX. AUSTRALIA 21 23 24 25 0222222 19 KIM MOFFAT SUZUKI RM/94 EX. AUSTRALIA 56 JASON MCGUINNESS KAWASAKI KX EX. AUSTRALIA 57 MATHEW PIKE HONDA CR/92 EX. AUSTRALIA JON PORTER HONDA CR/94 EX. AUSTRALIA CHAD REED SUZUKI RM/94 EX. AUSTRALIA ATTILA SZERDA HONDA CR/91 EX. AUSTRALIA NICK SIDERIS HONDA CR/92 EX. AUSTRALIA 583333535853 WAYNE MCINNERNEY KAWASAKI BEN PERESE PHIL SARGENT SUZUKI CAMERON TAYLOR HONDA CR EX. AUSTRALIA JIMMY GADDYS KAWASAKI KX EX USA CRAIG MASSON HONDA CR EX USA BILLY WHITLY HONDA CR EX USA DARREN CAPPIL KAWASAKI KX EX NZ 59 JAMES MCNABNEY SUZUKI RM EX NZ 80 KEES ADVOKAAT SUZUKI RM EX. NETHERLAND 61 RUDY VAN LEEUWEN SUZUKI RM EX. BELGIUM 62 KELLY SWANSON SUZUKI RM (KR-Rep:WP). 125 CC INDONESIA 125 CC 26 LEITH AHLFORS KAWASAKI KX/94 EX. AUSTRALIA 63 WILMAN JESS HONDA CR EX. INDONESIA 27 ALLEN BACKHOUSE HONDA CR EX. AUSTRALIA 64 OKE JUNJUNAN SUZUKI RM EX. INDONESIA 28 NATHAN CHRISTIE KAWASAKI KX EX. AUSTRALIA 65 RONNY KARNO SUZUKI RM EX. INDONESIA 29 NICKY COATES KAWASAKI KX/94 EX. AUSTRALIA 66' 30 MICHAEL FALLINS KAWASAKI KX EX. AUSTRALIA 67 TONK ENK DEDEN NISP HONDA CR EX. INDONESIA HONDA CR EX. INDONESIA 31 BRAD MORRIS YAMAHA YZ/94 EX. AUSTRALIA 68 DANIEL TANGKA YAMAHA YZ 32 DANNY HAM Tapi jago balap moto cross 33 BEN JONES 34 DANNY KNAPPICK GREG NICHOLSON JARNO WELLS SUZUKI SUZUKI YAMAHA YAMAHA YZ KAWASAKI KX/93 RM EX. AUSTRALIA 69 EDDY SUMAPOUW SUZUKI RM EX. INDONESIA RM/93 70 EX. AUSTRALIA IRWAN ARDIANSYAH YAMAHA YZ EX. INDONESIA 71 YZ/93 EX. AUSTRALIA 72 BENNI PRIA N YUSSACIN SUZUKI RM HONDA CR EX. AUSTRALIA 73 DENNY ORLANDO SUZUKI RM EX. AUSTRALIA 74 HERRY GUNAWAN KIM ୯୯୯୪୫ X. AUSTRALIA X. AUSTRALIA EX. INDONESIA EX. INDONESIA AUSTRALIA KX/94 AUSTRALIA KX/94 EX. AUSTRALIA KAWASAKI KX/94 EX. AUSTRALIA CR/94 EX. AUSTRALIA RM/94 EX. AUSTRALIA HONDA EX. GREAT BRITAIN EX. INDONESIA EX. INDONESIA EX. INDONESIA EX. INDONESIA Cuaca Bu Gantole T SOLO (KR)- Karena tole Internasional mempertandingkan '94 di nom waduk Gajahmungkur. H masukan dalam point keju diakan hadiah uang sekita Pada nomor ini peserta hany diwajibkan memotret tiga loka sasaran di seputar waduk, yakm di Wuryantoro, Jembatan Sem dang dan bukit pinus di sekita yang akhirnya mendar sendang di Sendang. Kejuaraan yar berlangsung di sekitar wadu tersebut praktis menyedot perh tian masyarakat, sebab merek bisa menikmati dengan jela Lain dengan hari sebelumny yang rute penerbangan selal Tim Polri Merah T Mengawali Turna SEMARANG (KR)-Tim Pol Merah merupakan tim pertam yang berhasil membuka peluar setelah dalam pertandingan pem bukaan turnamen sepakbola p ala Pangab ke-6 berhasil menum dukkan tim TNI AL Merah 1-0 S Stadion Jatidiri Karangrejo marang, Minggu sore kemarin. Pertandingan kedua tim menampilkan permainan cuku menarik, tim TNI AL pada baba pertama berhasil menekan ti Polri. Namun dalam penyelesaia akhir kurang tajam, sehing peluang yang diciptakan tidak c pat dimanfaatkan penyerang C Menit akhir babak pertama t TNI AL nyaris membuat gol, ak tetapi tendangan yang penyerang tengah berhasil ditepis penjaga gawa Ig Tangkas. Setelah peluang in tim AL berkali kali menco pan. EX. INDONESIA menggedor namun dilakuk Suka pertahanan serangan tim Po terseb Monumen Hiasan TOKIO (KR) - Monumen d batu granit seberat 17 ton ter lah dua, lima pekan sebelum jadikan hiasan pada salah sa tempat pertandingan Asi Games XII di Hiroshima, Jepa kata seorang pejal Oktober, Sabtu. "Kami rektur amat menyayangk hal itu terjadi saat pesta olahra se-Asia semakin dekat," kata Gimnasium provinsi roshima, Toshiyuki Yamaguc Sabtu, "Kami akan segera me bicarakannya dengan pemal mengetahui apa yang be MELONCATI tiga gundukan sekaligus perlu teknik mendarat yang cermat. Kanan: Tatkala melayang, posisi tubuh dan cara mengendalikan kendaraan mesti pintar. Tapi tanpa kesiapan mental yang penuh keyakinan pada diri akrobat di atas tak bakalan terjadi. Balap Supercross: Perang Mental! PERISTIWA otomotif sekaligus hiburan paling akbar di Yogya tahun ini atau tahun sebelumnya hanya akan terjadi dalam Bentoel International Supercross '94 3-4 September mendatang, di Mandala belum tentu lihai merebut jawara Krida. BENTOEL SUPERCROSS rata, paling banter pada tikungan mendarat, mereka yang be- yang sangat tajam. Itupun jalan raninya cuma mendaki, bisa ke- rata yang becek, untuk kemudian jatuhan sepeda motor trail yang ngegas lagi buat berpacu di jalan rata rata berbobot mati 95 kilo- yang begitu banyak rintangan- gram itu. nya. mendaki rintangan Harap maklum, bahwa untuk Kalau pada jarak sepuluh atau supercross mesti pakai sepeda limabelas meter terdapat rintan- motor trail bermesin khusus yang gan terdiri enam rintangan set- dalam bahasa Kraton Bucking- inggi 1,5 hingga dua meter, tak ham disebut 'special engine'. bakalan menang kalau harus Disebut bermesin khusus lan- menerobos rintangan dengan taran jenis sepeda motor trail spe- cial engine tak boleh dipakai di satu persatu. Itulah sebabnya, mereka yang jalan umum dan Pemerintah di dihalalkan terjun di arena Super- negara manapun tak bakalan cross mesti yang sudah menggaet kasih STNK dan BBKB buat mo- Kalau cuma Motocross, orang Yogya sudah cukup kenyang derajad A atau derajad tertinggi tor trail special engine untuk je- menonton. Tapi untuk Supercross (Grade A) Untuk mencapai dera- lalatan di jalan raya. Bagi orang yang terbiasa atau dan di layar TV jad setinggi itu, harus sudah ter- bakalan bisa cermat melihat biasa meloncati tiga gundukan sudah mahir naik sepeda motor, Supercross. dalam satu loncatan. Pasalnya, saat pertama kali menaiki sepeda kalau berpacu dengan mendaki motor trail special engine belum motocross, seremnya banyak pada jumping atau melon- gundukan tanah satu persatu, tentu tanpa kaget. cati gundukan tanah yang cukup mudah timbul kecelakaan. Kalau tinggi, tapi para pembalap masih terjatuh, yang sakit bukan hanya sempat berpacu di tanah rata de- yang jatuh, tetapi peserta lain di ngan kecepatan tinggi, sehingga belakangnya atau disampingnya banyak peluang buat merebut po- yang melaju dengan kecepatan tinggi bisa ikut terjatuh karena menabrak atau menyenggol yang jatuh pertama kali. baru di TV, tak seremnya Pada sisi terdepan. Dalam Supercross, kesempatan seperti itu kecil, karena jalan yang rata buat start cuma terse- dia 40 meter setelah start dan se- lebihnya harus berpacu melewati sekian banyak gundukan rendah, setengah tinggi atau tinggi sekali (sesuai standard internasional). Kalaupun masih menjumpai jalan Selain senggolan, soal ke- jatuhan motor trail bisa terjadi. Sebab, pembalap supercross yang jago tak mau mendaki satu per- satu gundukan handicap, tapi tiga gundukan sekaligus bisa dilam- paui dengan 'terbang dan saat Itu lantaran sentakan selepas kopling setelah persnelling perta- ma masuk, bisa gawat. Mampu bikin orang terpental ke belakang dengan roda depan naik ke atas. Dengan kata lain, orang yang me- mang tak punya hobby cross crossan pasti malas naik sepe- damotor gila' itu. Kecuali itu jangan sekali kali berharap, sepeda motor trail kalau dinaiki bisa seempuk se- pedamotor kreditan yang bersliw- eran di jalan raya setiap hari. Itu lantaran shockbreaker spe- OTOMOTIF supercross. Jago supercross pun 35 belum tentu kampiun main moto 36 cial engine kerasnya bukan main cross. Kalau bisa jagoan di kedua dan spesial buat ngeper di jalan bidang, memang hebat. Soalnya, yang kelewat terjal penuh lon- karakter sirkuit moto cross de- catan yang bikin pinggang jadi ngan sirkuit supercross, sangat langganan tukang pijat. Tak lain. Untuk jumping atau melon- pelak lagi, hanya mereka yang cati gundukan setinggi lima atau bertulang muda yang paling enam meter, para motocrosser banyak silang sengkarutnya di punya ancang ancang cukup kare- dunia moto cross dan supercross. na jalur sirkuitnya panjang, se- Yang berumur 40 tahun ke atas hingga bisa meloncat dengan ke- biasanya memilih pensiun jadi cepatan maksimum. Tapi untuk motocrosser atau supercrosser. supercross, ancang ancangnya Terkilir, patah tulang, adalah pendek, tapi harus meloncat, bagian dari 'kelengkapan' para tidak mendaki, karena bisa disal- motocrosser atau supercrosser. Kalau dalam ib lawan. balap sepeda motor, Pada moto cross, salah men- para pembalap cuma harus pintar darat setelah jumping, bisa sakit main persnelling, main stang atau parah karena dalam moto cross menjaga keseimbangan tubuh kecepatan motor bisa pol gas. saat membelok. Dan untuk men- Kalau dalam supercross, salah jaga keseimbangan tubuh cuma mendarat, jatuhnya ala kadarnya. meliuk liukkan pantat atau ping- Kalau sakit, paling terkilir dan gang. Tapi dalam moto cross atau baru lebih sakit kalau diseruduk supercross, tangan, leher, kepala, musuhnya dari belakang. Hanya saja, pada moto cross, pinggang, pantat, dengkul, sam- pai paha dan telapak kaki, se- setelah jumping para pembalap muanya main. masih berhadapan dengan jalan "Kadang kadang para pembal- rata. Pada supercross, setelah ap harus berposisi seperti orang jumping, dalam beberapa detik push up," kata Satya Sunarso, atau tidak sampai sedetik sudah yang sudah kondang sebagai berhadapan lagi dengan gun- jawara nasional motocross. dukan tanah yang harus diloncati. Kalau para pembalap sepeda Di Mandala Krida 3-4 Septem- motor biasa, rintangannya hanya ber nanti, sirkuit cuma sepanjang mesin dan pembalap yang lain, 900 meter. Tidak sampai satu kilo maka dalam moto cross atau su- meter. Nampaknya jarak yang percross, rintangannya kelewat ditempuh pembalap kelewat pen- banyak, terutama sirkuitnya. Uji Coba Accord Ciello Jawa-Sumatera Sempat Melejit 190 Kilometer per-Jam USAI keliling Jawa, mobil langsung kembali ke Jakarta, un- tuk melanjutkan perjalanan beri- kutnya yaitu keliling Sumatra. Sebelum menyeberang ke Suma- tra, KR bergabung dengan Aswin Bahar dan crew, sehingga per- jalanan ke Sumatra melibatkan 8 dua unit mobil. Aswin CS meng: personil dengan menggunakan gunakan mobil Honda Accord Cielo transmisi otomatis, salah se- orang penumpang diantaranya adalah Yanai dari Honda Motor Company Jepang. Sementara itu KR tetap kebagian mobil tranmisi manual dengan empat penum- pang diantaranya driver adalah salah seorang teman dari Singa- pura Jefri Perjalanan kali ini gila-gilaan, mobil terus di-geber menuju Pa- selepas dari pelabuhan Bakahuni, lembang dengan memotong jalan di Terbanggi Besar menuju Meng- gala, Kayu Agung dan Palem- bang. Melewati jalan ini jauh lebih dekat jika dibanding melalui Batu Raja atau Muara Enim, tetapi kondisi jalan di Menggala hingga Kayu Agung kurang me- nguntungkan karena banyak lu- bang, sehingga tidak memung- kinkan untuk memacu Cielo se- cara maksimal. Setelah berma- lam di kota pek-empek Palem- bang ke-esokan harinya perjalan di-lanjutkan ke Pakan Baru melalui Jambi. Di rute ini bisa melakukan kombinasi speed, ha- nya saja geografis jalan naik tu- run tajam membuat pandangan jauh ke depan terganggu, sehing- ga mobil dari lawan arah yang po- sisinya berada di bawah sulit di monitor, sehingga harus ekstra hati-hati plus perhitungan yang cermat, untuk menghindarkan hal yang tidak di-inginkan. Dari Jambi mobil tidak di- arahkan ke Muara Bungo dan Kiliranjau seperti biasanya untuk menuju Pakan Baru, melainkan terus melewati jalan tembus yang menuju Rengat dan berakhir di baru saja selesai di bangun yaitu Pakan Baru. Begitu juga rute berikutnya untuk menuju ke Medan tidak lagi melalui Bukit Tinggi, melainkan jalan alternatif jalur timur dari Pakan Baru melalui Duri, Kota Pinang, Ran- tau Prapat, Tebing Tinggi dan be- rakhir di Medan. Nyaris masuk jurang Setelah bermalam di Medan, Menjelang lari 190 kilometer per jam. (KR-Bernhard Susanto), perjalanan dilanjutkan ke Padang Sidempuan melalui Tebing Ting- gi, Pematangsiantar, Prapat, Ba- lige, Tarutung, Sibolga dan Pa- dangsindempuan. Di rute ini KR giliran duduk di jok belakang, se- mentara kemudi di ambil alih oleh driver. Rute yang dilewati tergolong paling berat, artinya kondisi jalan yang 90% tanjakan dan tikungan membutuhkan per- hitungan cermat untuk mengan- tisipasi tikungan yang karak- ternya berbeda-beda, rute terse- but di-kenal dengan kelok 1000 (1000 tikungan). Meninggalkan kota Pematang- siantar menuju Prapat, perja- lanan di iringi hujan gerimis di sebagian jalan. Saat memasuki tikungan persis di atas Danau To- mobil ringsek yang dikelilingi ba dari jarak 200 meter terlihat anggota Polisi. Mobil tes pun di- kurangi kecepatannya, semen- tara entah melamun atau mem- perhatikan kerumunan orang, driver agak terlena, sehingga ketika membelokkan kemudinya ke kiri sambil menginjak rem, ro- da selip dan merosot lurus tidak terkendali, bahkan semakin di- rem mati. Akhirnya mobil keluar jalur dan ke-dua roda depan menggantung di bibir jurang, se- mentara Aswin CS berada di be- lakang juga mengalami hal yang sama, tetapi karena cepat men- gantisi-pasi maka mobil masih dapat di kendalikan. Kalaulah sampai Aswin menabrak tamat- lah riwayat mobil tersebut ber- ikut penumpang dan tester KR. Untunglah Tuhan masih melin- dungi dan kami pun bersyukur di- selamatkan dari maut. Setelah di-tolong oleh anggota polisi dan masyarakat setempat mobil mampu didorong kembali di jalan. Sebenarnya tikungannya tidak begitu tajam, tetapi kon- struksi jalan pas di tikungan licin ketika terkena air hujan tidak terserap sehingga ban tidak mampu mencengkeram permu- kaan jalan, ibaratnya seperti be- rada di atas permukaan keramik yang licin. Dalam kondisi seperti ini memang pengemudi harus menghindarkan pengereman, te- tapi harus pandai-pandai me- mindahkan gigi agar terdapat en- brake, sehingga roda tetap berputar di permukaan jalan dan tidak terjadi-spin. Menurut petu- gas yang ada di tempat, lokasi itu gine memang rawan kecelakaan terutama di waktu hujan. "Sehari ini sudah tiga kali terjadi kece- lakaan, yang memakan 7 orang meninggal, kata salah seorang petugas "Makanya jauh sebelum- nya kami sudah berikan rambu hati-hati." Setelah di-cek memang mobil tidak mengalami kerusakan yang berarti, sehingga masih dapat melanjutkan perjalanan kembali. Yang tadinya mau istirahat ter- nyata tidak bisa malahan menjadi tidak tenang. Akhirnya kemudi diambil alih kembali hingga sam- pai di Padang Sidempuan untuk istirahat dan melupakan kenang an yang baru saja terjadi. Keesokkan harinya pun mobil kembali di-pacu menuju Bukit Tinggi, Padang dan berakhir di Muara Bungo. Lepas dari Solok kondisi jalan Trans Sumatra memungkinkan untuk melajų de ngan kecepatan tinggi walau me- mang lalu-lintas sudah mulai ra- mai tetapi tidak seramai di Jawa. Mobil pun terus di geber di atas kecepatan 160 km/jam bahkan sampai 190 km/jam. Setelah bermalam di Muara Bungo, kembali perjalanan di lan- jutkan ke Palembang melalui Muaratebo, Muara Tembesi, Jam- bi dan berakhir kembali di Palem- bang. Sesudah istirahat di Palem- bang hari terakhir adalah kem- bali ke Jakarta, melalui rute yang sama yaitu Kayu Agung, Meng- gala dan pulang ke Jakarta. Sete- lah di hitung-hitung, ternyata perjalanan kali ini menempuh jarak 4.432 km selama 7 hari, jadi rata-rata per hari menempuh jarak 633 km/hari. Ini perjalanan gila-gilaan yang dilakukan hanya pada siang hari rata-rata 8 jam/ hari. Sedangkan pemakaian ba- han bakar untuk transmisi manu- al 9,30 km/liter dan 8,96 km/liter untuk transmisi otomatis ini de- ngan kondisi jalan berat dan mesin pada rpm tinggi terus. Dalam perjalanan tes ini trans- misi otomatis yang di kemudikan oleh Aswin lebih boros, padahal secara teknis mestinya transmisi otomatis akan lebih irit di ban- ding transmisi manual, kalau pe- makaiannya normal. Tetapi gaya Aswin membawa mobil seorang pembalap tidak pernah memper- hitungkan bahan bakar yang penting mobil harus bisa di pacu dengan kecepatan tinggi, praktis mesin di geber habis-habisan. Apalagi untuk transmisi otomatis jika di geber malah akan menjadi boros karena mengalami kelam- batan dalam akselerasi. Dengan demikian irit tidaknya bahan bakar, tergantung bagaimana cara mengendalikan mobil dan kondisi jalan yang di lalui. Yang jelas dari perjalanan tersebut merupakan input untuk melakukan evaluasi bagi mobil Honda Cielo yang sedang di gan- drungi oleh konsumen papan atas. Yang penting kami semua sampai di tempat kembali dengan selamat dan sekali lagi kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Bernard Susanto)-t dek. Tapi mesti diingat, jalan sep- anjang itu kalau ditempuh de- ngan sepedamotor biasa dengan kecepatan 20 km per jam saja bisa bikin shockbreaker bocor. Apalagi jika pakai jumping dari gundukan rintangan setinggi 2,5 meter. Kalau yang tak terbiasa naik motor trail special engine, jarak sekian itu mungkin sudah jumpalitan hanya setelah bebera- pa puluh meter dari start. Di Mandala Krida nanti, yang tampil semuanya special engine yang untuk ukuran sepedamotor orang Indonesia kelewat tinggi. Tak pelak lagi, Supercross di Mandala Krida 3-4 September nanti merupakan tontonan yang disuguhkan anak anak muda Amerika, Australia, Eropa, Je- pang, Selandia baru, Indonesia yang mentalnya lain daripada yang lain. Sebab, walau hebat dalam mengendarai sepeda motor trail special engine, tapi kalau mentalnya gombal, tak bakalan berani jumping, karena takut ter- jerembab. "Jadi crosser harus yakin pada diri sendiri", kata Satya Sunarso. Sedangkan Jeremy McGrath jawara supercross 1994 dari Amerika Serikat bilang "jadi crosser 90 persen mental". pakan 'perang mental' para pem- Dan ajang supercross meru- balapnya. Menguasai teknik tan- pa mental, tak ada artinya, kare- na bisa ditilep lawannya. (KR-W. Poer).-k 'Bukit Pembuat Janda' Mewarnai Sejarah Lahirnya Supercross Kira-kira 'Bukit Pembuat Janda'lebih serem dari yang terpapar dalam gambar di atas. JAUH sebelum sepeda motor Nippon merajalela di bumi Nu- santara, di Amerika Serikat su- dah muncul jenis sepeda motor yang tahan buat lintas alam. Yang mempelopori pabrik sepeda motor Harley Davidson. Selama ini orang kebanyakan hanya tahu sepeda motor Harley Davidson cuma buat nampang garang atau buat status. Tapi di sononya, Amerika, banyak type Harley Davidson, dari kelas 50 cc sampai 1.250 cc dan type trail. Karena trail Harley tahan bantingan buat kelayapan di hutan atau tempat berbukit buk it. Maka lahirlah apa yang terke- nal dengan 'Bukit Pembuat Jan- da'. Sejarahnya begini: keampuhan motor trail buat menerobos jalan jalan terjal dan jalan berlumpur, mendorong naluri iseng buat me- manfaatkan kemampuan menda- ki dan meloncat motor trail seba- gai alat berlomba. Bahkan buat cross dan (KR-Rep: WP). semua negara. Bentuk bentuk sirkuit buatan untuk supercross pun harus sesuai peraturan atau standard FIM. Apa yang akan ter- taruhan. Caranya: Siapa yang di jalan jalan umum. Kecuali itu, 3-4 September nanti mampu menaiki bukit yang cu- demam ngawur di Bukit Pembu- mentermaktubkan perhitungan' ram kemudian menuruninya de- at Janda berlanjut ke sirkuit keselamatan pembalap, ngan selamat pantas diacungi alam yang ditentukan jaraknya walaupun pertarungan jarak pen- jempol. untuk lomba kemudian menjadi dek para supercrosser tetap seru. Demi acungan jempol, banyak sirkuit alam campur buatan Lebih dari itu soal cross crossan orang ikut lomba. Mereka yang dalam bentuk lomba motocross, telah melahirkan FIM (Federa- tidak mahir bisa melorot bersama sampai sirkuit motor trail seratus tion International Motorcycle) sepeda motornya sebelum sampai persen buatan yang bernama su- yang peraturan lomba moto cross ke puncak bukit. Kalau badan percross. supercrossnya paling cuma babak belur tak bakalan Hal ihwal seni membuat janda berwibawa di dunia dan ditaati ada kata 'Bukit Pembuat Janda', oleh para crosser bule sudah tapi lantaran banyak yang mati meningkat 'modus operandi'nya, karena keplorot atau keburu yakni: para crosser tidak lagi gila ngawur meloncati bukit yang be- gilaan mendaki bukit dengan gitu tinggi, maka banyak orang trail, tapi meloncati puluhan mo- lihat di Mandala Krida 3-4 Sep- yang gila acungan jempol bil, meloncati bertingkat tember nanti juga sesuai ketentu- akhirnya mati dan isterinya men- dllnya yang untuk itu tidak hanya an FIM, karena jadi janda. diperlukan teknik start, teknik tional Supercross' Walaupun banyak yang mati, mendarat, tapi juga teknik di tapi lomba mendaki bukit den- menghemat nyawa melalui lati- ganmotor trail itu makin gayeng. han jumping secara intensif dll- Tetapi sejarah kemudian berkem- nya. bang lain, karena motor trail Tapi Mandala Krida tak menjadi sangat terhormat. Tidak bakalan menjadi Stadion Pembu- hanya untuk kelayapan di alam at Janda', karena sistem FIM yang liar, tetapi juga digunakan yang diterapkan dalam Super- gedung "Biar Tulang Retak, Asal nge-Trail" kata "KALAU dirontgen, tu- buh motocrosser atau su- percrosser, sudah retak tu- langnya", Helmy Sungkar, Ketua I panitia 'Bentoel International Su- percross 94' atau 'World Class Bentoel Supercross'. Tapi, walau sang mo- tocrosser atau supercross- er tahu tulang tulangnya ada yang retak, tak berarti mereka kapok. Dan kenya taan, kalau lomba mo- tocross atau supercross, pa ra crosser dalam dan luar nege ri selalu saja 'kebelet' ngetrail. Mungkin adanya mo- tocross atau supercross melariskan ahli permak tu- lang ala Sang kal Putung. Soalnya, orang yang baru belajar atau baru senang senangnya cross cros san, tak bakalan tanpa terkilir, tulang selip atau retak/ patah. Singkat kata, jalan kasar berlumpur, terjal dengan gundukan tinggi, rendah atau ting gi sekali harus terlampaui dengan ke- cepatan. Melalui jalan an seperti itu, yang harus di tempuh dengan kecepatan, bukan tak mungkin tanpa terpeleset, kehilangan ke- seimba ngan untuk kemu- dian jatuh sembari tertin dih sepeda motor sendiri atau milik orang lain yang ikut balapan. Belum lagi kalau jumpingnya tinggi dengan kecepatan tinggi tapi jatuhnya keliru kare- belum menguasai na teknik mendarat. Kalau terbiasa pakai se peda motor trail standard, kemudian tune up dan ke- mudian spesial engine, ten- tu mengalami perubahan sikap dalam menguasai teknik balapan ngetrail. Perlu banyak latihan dan dalam latihan dari lari pelan ke lari cepat, sering terjadi kekeliruan dalam memainkan RPM pada je- nis jalur jalur tertentu, seperti pada tanah ber lumpur, penuh gundukan atau untuk jumping pada gundu kan yang rendah atau tinggi atau bahkan pa- da jalan berpasir yang ker- ing, semua memerlukan teknik mengendalikan se- peda motor sembari bersi- kap peka terhadap jalur sirkuit yang akan dilalui. Itulah sebabnya pemba- lap jenis apapun memer lukan latihan langsung di sirkuit sebe-lum balapan yang sebenarnya agar men- genal karakter sirkuit, se- hingga bisa lincah mema inkan kopling dan per- nelling atau mempersiap- kan teknik yang pas buat balapan sejak start hingga finish dalam sekian kali putaran. Kalau cuma menempuh c tiga atau líma kali putaran konsentrasi, stamina mu- dah terjaga. Tetapi kalau harus menempuh 10 atau 20 kali putaran untuk sekali berlaga, maka kon- sentrasi dan stamina mesti yahud. Buat supercross di Man- dala Krida, sekali putaran menempuh jarak 900 me- ter. Para pembalap akan menempuh 3 hingga 20 kali putaran. 3 Kali putaran be- rarti menempuh jarak 2,7 kilometer. Kalau 20 kali pu- taran berarti jarak yang ditempuh 18 kilometer alias dari Yogya ke Pram- banan ngetrail di jalan berlumpur, terjal, berpasir dan sebentar sebentar ber- hadapan dengan gundu- kan tanah setinggi 1 meter hingga 2,5 meter. Bisa dibayangkan jika dari Yogya ke Prambanan harus balapan tapi jalan- nya seperti sirkuit super- cross di Mandala Krida. Bisa diperkirakan berapa puluh atau berapa ratus kali harus jumping. Untuk nyupercross sejauh itu bila dibayangkan getaran yang mempengaruhi tubuh aki- bat goncangan sepeda mo- tor trail. Apalagi yang jenis special engine. Bisa diba yangkan pula jika keting- galan satu atau beberapa putaran akibat gangguan mesin atau karena terjatuh tapi nekad meneruskan balapan. Setiap ketinggalan satu atau beberapa kali pu- taran, biasanya para pem- balap tidak lantas nglokro dan 'tinggal glanggang co- long playu', tapi terus berusaha menyelesaikan lap yang ditentukan. Ini lantaran ada harapan, bah- wa pembalap lain bisa mengalami kerusakan me- sin atau kecelakaan yang membuka peluang buat menghabiskan sampai ke finish. Supercross putaran tergolong olahraga keras seperti ka- rate atau taekwondo. Soal membludagnya jumlah pembalap supercross, bisa karena faktor hero heroan yang mudah menghinggapi diri anak muda yang ter- kadang lega jika mampu menerobos rintangan be- rat. Dan betapa bangganya dan betapa nikmatnya jika bisa jumping tinggi, karena tidak semua orang berani berbuat seperti itu. Dan ke- beranian berakkrobat de- ngan motor trail memang enak ditonton dan men- gundang... wah! Itu yang mungkin mem- buat para crosser cen- derung berpen dirian "biar tulang retak asal ngetrail", sehingga demam super- cross dimana saja tak bisa dicegah. (KR-W. Poer)-h Bentoel Interna- yang pertama Yogya ini memang bertaraf in- ternasional. Itu lantaran semua pembalap yang boleh nyupercross dibatasi pada ranking atas baik pembalap dalam maupun luar negeri. Yang tak mahir tahan terbang melalui tiga gundukan diharamkan ikut, karena bisa menyulitkan diri sendiri dan mencelakakan orang lain. Walaupun hal itu tak berarti musykil terjadi kecelakaan, tapi minimalisasi kecelakaan bisa di- harap. Biasanya penonton justru senang jika terjadi kecelakaan, apalagi jika muncul tabrakan beruntun yang menyebabkan be- berapa crosser jumpalitan, terje- rembab, pingsan dilnya. Tapi di- pastikan panitia sudah menyiap- kan regu penolong untuk meng- hadapi terwujudnya impian penonton yang senang melihat orang lain celaka. Dan sangat beradab jika kita berharap agar Mandala Krida tidak menjadi 'Stadion Pembuat Janda'. (KR-W.Poer)-k. 8 Regu Tenis akan Ikuti POR Tripartite YOGYA (KR) - Tim tenis la- pangan Kedaulatan Rakyat Yog- yakarta berhadapan dengan Asuransi Tenaga Kerja (Astek), di babak pertama Pekan Olahraga (POR) LKS Tripartite Kodia Yog- yakarta akan dilaksanakan Sabtu (3/9). Dalam POR Tripar- yang tite khusus cabang tenis diikuti sebanyak delapan pertemuan regu, dan tekniknya dilak- sanakan di PT Sarihusada Kamis (25/8). Menurut Sekretaris panitia pelaksana tenis Supriyanto Hadi, kedelapan regu yang berpartisi- pasi adalah; Primagama, Bumiputera, PT Sari Husada, Budi Group, AJB Kedaulatan Rakyat, Astek, Gramedia dan Mirota Kampus. (Tyo)-t untuk kita lakukan." Monumen itu, yang terlil seperti sayap kapal terbang ngan salah satu sisinya meny TERBIT S Rp. 2000,00 per baris kolom +PPN Penerimaan teks pk 08.00 s/d 1 di Jl. P. Mangkubumi 4 ARLOJI Pusat Service Arloji & Jual Segala macam a Tukar Tambah baru/bekas JI Jagalan K 6 (Beji) Y 39 Service Jam, Kalkulator, Korek Gas-Dupont, Zippo, Dunhill Samijaya JI Malioboro 20 Yk. 40 BARANG HILANG Kehilangan STNK No Pol AB 3 PN a/n Sam Candra Perum Nogo III JI Semeru C 150 Gamping Sim 3045 Kehilangan BPKB No 6656797 Pol AB-3152-CC a/n Supriyadi D Panjatan KI Progo 3059 Kehilangan STNK No Pol AB 3 GH a/n Sudaryono Prawirodirjan 2/111 Yk Hilang STNK Yamaha AA 5349 Sim C KTP a/n Sumamo d/a Tala Krogowanan Swg Mgl 307C Dicarl Lususan STM jujusan m produksi usia max 20 Th Code pengemudi Sim B1 Usia 35 s/d 45 Code SP Lamaran Lengkap dise pas Photo ukuran 4x6: 2 Lb sebu tinggi dan berat badan dgn susam tarangan Dokter ke PO BOX E Yogyakarta 3075 BENGKEL BENGKEL BAMBANG Spesial kaca mobil pengadaan ba body Repair cat Oven JI Dr Sutom Telp 2395 Yk. 337 ANTAR JEMPUT NUSANTARA INDAH YK-Sby. L300, Rec seat, Sneck berangka 08.00 & 20.00 Hub: Bausasran C 594 Telp 61167 Yk 73 KENCANA TRAVEL YK-SBY LUX berhadiah. Hub: 66412, Terima Carteran 7 BOB MILA TRAVEL L300 AC 5 Yk Jkt (VIA SLT) Hub: Jend Sudi 42 Tip 61258, 61170 Gondolayu mat jati) 5 NIKI TRAVEL L300 baru AC. Seat Yk-Bgd-Jkt. Yk-Sby Berha T Carter L300 AC Telp 61884 39 ADETRAN'S TRAVEL Si Cantik Merah Jambu Yog-Bdg-Bgr PP, Yog-Mgi-Se Antar jemput executive, mobil L300; AC Rec seat; Snack; m melayani carteran. Hub: Tunju Bcr Telp 86580. KEBUMEN SINTA TRAVEL ke Jakarta 27.500,- fasilitas L-300, AC. j antar dan snack. Pesanan ke R haya Kota Jl. A. Yani 96 Ph. 811-