Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-22
Halaman: 07
Konten
e, 22 Agustus 1997 EKILAS an penggemar kelompok toko kaset, Kamis (21/8) um baru kelompok musik ow. Di tempat kelahiran ratusan fans sudah antre kelompok musik ini me- erhadap kelompok musik Now" merupakan album kan terjual 3,5 juta kopi ) ayi berumur satu tahun hnya sendiri, Kamis (21/ ia setempat, bayi terse- mentara sang ayah tidak di bawahnya. Kejadian mad, sekitar 24 kilome- ma. (pal/afp) GBOLONG-Dua pria tidak berdosa dan melu- merampok sebuah toko a. Demikian dilaporkan rin. Begitu usai menjalan- arikan diri. Secara detail, ang dari Suku Uighur, se- a Islam dan seorang lagi rjadi pertentangan sejak (pal/afp) Mengancam ara Filipina ena turun hujan musim glebat, ditambah oleh hem- an topan Winnie. Kata Pasinos, tanggul terse- yakni sebuah dari bebera- tanggul yang dibangun se- ai perintang terhadap arus mpur dari gunung berapi Pi- ubo, hanya dibuat dari bah- anah padat dan bahan py- astic dari gunung berapi itu, gtahan terhadap erosi. Sekitar 20.000 keluarga dari Kampungan dan kota-kota yah Pampanga yang teran- oleh bahaya banjir sudah ngsikan sejak Selasa lalu tercatat 100.000 keluarga 500.000 jiwa sudah diung- an dari lima propinsi di se- ah utara dari Manila. Pasi- memberikan jaminan bah- situasi terkendali". (ant/afp) DIO"99" PET.NDOLU D.150 Biru) di Lantai Il telp 224228 benar terampil & berpengalaman elama bulan Agustus/September Rp.9.000/Rp 15.000 Rp 15.000/Rp 20.000 Pible Rp 15.000/Rp 20.000 Rp 25.000-Rp 75.000 Rp 15.000 Rp 20.000 Rp 15.000 Rp 50.000 00 00 00 00 00 STUDIO-99" ner EUMUR BAN MOTOR MOBIL MADE IN USA C. 79946 AN KENDARAAN ANDA! AN GEMBOS SELAMA INI ?" WABANNYAI BERGARANSI gin di dalam ban % dari pemakaian normal saat ANG JUGA !!! A INTI MEDIA E & SUPPLIERS ANUR-TELP (0361) 289013 AR 80223-BALI 264 X Tlp. 484417 Denpasar ung 55 Tip. 426966 Denpasar (0370) 22984 Cakranegara-Lombok UTAMA KARYA PERDANA C.74452 KETELITIAN at yang dipakai orang dalam an halnya, apabila anda ingin Telitilah lembaga kami bergabung bersama kami. an adalah: Private MS-Office 97 Private Webpage Design Database Multiuser 8 September 1997 kami adalah pada sistem tiap hari anda akan belajar ktek bebas, 5 hari dalam 2 bulan dalam satu tahun. kami yaitu Total Quality jam sehari. Indonesia Amerika 275 Tlp. 243805-243806 denpasar.wasantara.net.id //www.balinetwork.com st one in Bali C 81754 . Jumat Wage, 22 Agustus 1997 Seyogianya, trayek baru yang dilayani kendaraan bus ini dipertimbangkan untuk dijadikan pilot rintisan dalam mewujudkan transportasi kota yang ideal di Bali. Langkah Kita Sambut Kehadiran Trayek Batubulan - Nusa Dua SETELAH lama dinanti warga masyarakat, trayek yang bisa ditempuh, misalnya, dengan mengatur jadwal angkutan umum terminal Batubulan - Bandara Ngurah Rai keberangkatan bus yang tepat dan mengatur tempat-tempat dan Batubulan - Nusa Dua akhirnya menjadi kenyataan. pemberhentian yang pasti. Dengan adanya tanda Gubernur Ida Bagus Oka, Selasa lalu meresmikan trayek pemberhentian yang pasti, berarti bus hanya bisa tersebut. Dengan hadirnya pelayanan angkutan di jalur menurunkan dan menaikkan penumpang di tempat itu. Di tersebut, banyak keuntungan yang bisa dirasakan tempat pemberhentian itu pun perlu disediakan tempat masyarakat. tunggu, di samping tempat bus menepi sehingga bus tidak bisa menekan berhenti di badan jalan lalu Pertama, warga transportasi yang tidak perlu. Selama ini, penumpang dari Bali Timur yang hendak ke Tuban atau Nusa Dua, dan sebaliknya, mesti masuk ke terminal-terminal kota Denpasar. Mereka berganti kendaraan umum beberapa kali. Tak hanya ongkos yang mesti dibayar lebih, waktu untuk bepergian pun menjadi panjang. Dengan hadirnya trayek Batubulan - Nusa Dua dan Bandara Ngurah Rai, pengguna jasa angkutan umum bisa menghemat waktu, uang, dan tentu saja tenaga. Kedua, kehadiran trayek baru dengan jenis angkutan bus yang nyaman menunjukkan adanya peningkatan dalam kualitas angkutan kota. Hal ini mestinya sudah lama terjadi, lintas yang relatif cepat di Bypass Ngurah Rai. Pengaturan jadwal pemberangkatan bus akan mendorong pengguna jasa angkutan itu membiasakan diri menghormati waktu. Disiplin waktu bisa memotivasi mereka untuk disiplin di bidang-bidang lain. Lalu lintas bisa menjadi saluran untuk menyukseskan Gerakan Disiplin Nasional. Jalur baru yang dilayani dengan kendaraan bus yang relatif besar, dengan kapasitas lebih banyak dari bemo, bisa dijadikan proyek percontohan dalam menyempurnakan sistem operasi angkutan kota dan tepi kota secara keseluruhan. Mungkin, kalau terbukti bagus, angkutan kota bisa diremajakan dengan bus secara bertahap tanpa merugikan pengusaha bemo. Dewasa ini, semrawutnya lalu lintas kota selain karena tidak sebandingnya kapasitas jalan "NAMUN kita perlu sadar, bahwa abad ke- 21 yang segera akan kita masuki mempunyai banyak perbedaan dengan abad ke-20 yang akan kita tinggalkan. Bagaimana wujudnya yang pas- ti masih belum tampak jelas. Masih banyak pem- benahan yang harus kita lakukan untuk meng- ambil manfaat sebaik-baiknya dari perkemba- ngan masa datang. Juga masih banyak pembe- nahan yang harus kita lakukan, agar tatanan baru yang akan terbentuk nanti tidak memba- wa kerugian yang besar terhadap bidang-bidang yang kita belum sepenuhnya siap. Untuk itu kita terus mendorong agar masyarakat kita menjadi masyarakat lebih terbuka. Kita melancarkan upaya-upaya untuk menyebarluaskan, meman- tau dan mengkaji pelaksanaan hak asasi manu- sia, yang sesungguhnya merupakan pelaksana- an dari Sila Kemanusiaan yang Adil dan Ber- adab dari Pancasila. Kita terus berusaha untuk dengan lalu lalang kendaraan, juga karena banyaknya bemo makin memantapkan kehidupan demokrasi, dengan sistem operasi yang tidak teratur. Di antara mereka ada yang mendadak berhenti menaikkan dan menurunkan penumpang dengan kurang memperhatikan situasi lalu lintas. Dengan menggunakan kendaraan besar, jumlah mobil yang diperlukan akan lebih sedikit, sehingga secara logika lalu lalang kendaraan angkutan umum di kota bisa dibatasi, diatur, dan dijadwal pemberangkatannya, serta hanya diizinkan berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di tempat-tempat pemberhentian tertentu. Kelak, bemo-bemo yang beroperasi di kota bisa diproyeksikan untuk menangani angkutan pedesaan. apalagi jika dikaitkan bahwa sarana angkutan umum di Bali juga dimanfaatkan wisatawan. Dengan populernya kawasan wisata Ubud, Candidasa, Tulamben, banyak wisatawan yang tur secara estafet memanfaatkan jalur dari Selatan ke Timur, yang selama ini mesti dilalui dengan berganti kendaraan beberapa kali. Demikian halnya dengan warga masyarakat atau wisatawan yang berlibur di Sanur, tidak perlu lagi ke kota jika hendak ke Selatan dengan angkutan umum. Dengan adanya trayek baru ini, wisatawan dan warga masyarakat bisa memanfaatkan sarana angkutan yang nyaman dan lancar di jalur Bypass Ngurah Rai. khususnya demokrasi yang disemangati oleh moral Pancasila". Ketiga, pembukaan trayek baru ini bisa dilihat sebagai antisipasi pemerintah menghadapi perkembangan Bandara Ngurah Rai. Bandara itu kini memasuki tahap perluasan yang diproyeksikan akan menjadi sangat ramai setelah tahun 2000. Lalu lalang pekerja, warga masyarakat dan wisatawan dari kota atau dari kawasan wisata ke Bandara Ngurah Rai dan sebaliknya akan meningkat tajam. Sudah saatnya Bali mewujudkan dan, atau mulai merencanakan sistem lalu lintas yang baik, lancar, nyaman, dan teratur. Sebagai daerah tujuan wisata yang berkembang pesat, Bali seharusnya menampilkan lalu lintas yang tertib, aman, lancar. Lalu lintas yang tidak tertib, tidak lancar, dan tidak aman, merupakan salah satu faktor yang ikut memerosotkan daya tarik Bali. BERITA terakhir menyebut-nyebut jatuhnya kubu pertahanan terakhir Pangeran Ranariddh ke tangan pasukan pendukung Hun Sen. Namun kepastian berita tersebut masih simpang-siur. Pihak satu-satunya yang membenarkan berita tersebut adalah penguasa Kamboja. Pihak Ranariddh maupun pihak netral Thailand, menolak kebenarannya. Pangeran Ranariddh menolak kebenaran berita itu, sementara pejabat Thailand yang bertugas di wilayah perbatasan hanya mengkonfirmasikan adanya pertempuran gencar selama beberapa hari terakhir ini. Yang jelas, pertempuran kini telah merambat memasuki wilayah negara gajah putih itu. Seandainya benar bahwa kubu terakhir Ranariddh berhasil dikuasai pasukan Hun Sen, apakah maknanya? Kita mungkin akan segera tergelitik untuk melihat hal itu sebagai akhir dari kemelut politik-militer di Kamboja. Jatuhnya kubu Ranariddh berarti jatuhnya seluruh Kamboja dalam penguasaan dan kekuasaan Hun Sen. Perlawanan Ranariddh secara militer praktis berakhir. Satu-satunya hal yang mungkin dia lakukan mengadakan perlawanan diplomatis melalui pangkalan di luar negeri. Kalau toh pendukungnya masih ada, dia harus menggerakkannya dari pangkalan di luar negeri dan perlawanannya dalam bentuk gerilya. Berkaitan dengan itu, nasib gerilyawan Khmer Merah akan menjadi lebih terpastikan lagi. Selama ini, sikap Ranariddh terhadap kelompok pemberontak itu amat tidak jelas. Menurut kubu Hun Sen, Ranariddh bukan hanya lemah terhadap faksi pembelot itu, tetapi juga menunjukkan gejala-gejala niat untuk bekerja sama. Hun Sen bahkan pernah dengan tegas menuduh lawan politiknya itu berusaha merangkul Khmer Merah untuk menjatuhkan dirinya. Tampaknya, Ranariddh belum bisa melepaskan diri dari hubungan kerja sama masa lalu pada saat kubunya bekerja sama dengan aktor adegan medan pembantaian itu untuk menjatuhkan Hun Sen yang saat itu berkuasa di Kamboja melalui dukungan Vietnam. Hun Sen pun tampaknya belum mampu menghapus kesan lama yang sudah telanjur tercetak tebal dalam ingatannya, betapa kedua faksi itu bau-membahu untuk menyingkirkan dirinya. Harian untuk Umum Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila Terbit Sejak 16 Agustus 1948 Tajuk Rencana Apabila Ranariddh Benar-benar Kalah Memang masih ada kesempatan bagi Ranariddh untuk kembali ke Kamboja. Kesempatan ini terbuka apabila ayahandanya, Raja Norodhom Sihanouk, mengangkatnya menjadi putra mahkota, dan menyatakan dirinya mundur dari kursi istana. Namun jabatan raja di Kamboja dewasa ini sudah Pengujian "Sound-System" di Taman Budaya Belakangan ini konser- konser musik digelar di Art Centre (Taman Budaya Den- pasar), seperti Nugie, Slank dan mungkin kelompok mu- sisi Ibu Kota lain yang akan menyusul menunjukkan ke- bolehannya. TU TES.. Surat Pembaca Persyaratan: Sertakan Fotokopi KTP atau SIM bergeser jauh. Raja bukan lagi penguasa real, tetapi hanya sekadar simbol persatuan dan kekuasaannya lebih bersifat protokoler. Nama dan alamat ada di Redaksi Bay Apalagi, selama ini ada niat kuat Hun Sen untuk menangkap Ranariddh dan menyeretnya ke meja hijau. Tuduhan yang dipersiapkannya pun bukan main beratnya. Walaupun tuduhan itu lebih bersifat politis, dampak hukumnya cukup berat. Menurutnya, Ranariddh telah melakukan pengkhianatan terhadap negara dengan jalan membawa musuh (negara) Khmer Merah masuk ke Phnom Penh. Tuduhan pengkhianatan terhadap negara dan bangsa, memiliki konsekuensi hukum amat berat di kalangan negara- negara berkembang. Hal itu akan menjadi makin berat begitu tuduhan berupaya menjatuhkan penguasa yang sah, yaitu Hun Sen, ditambahkan. Dengan tuduhan segawat itu sementara pendukungnya sudah tercerai-berai, nasib Ranariddh memang menjadi sangat tidak enak apabila kembali ke Kamboja. Dampak jatuhnya benteng pertahanan FUNCINPEC bukan hanya akan dirasakan tokoh utama orpol itu, atau rakyat Kamboja umumnya, tetapi juga oleh ASEAN. Asosiasi bangsa-bangsa Asia Tenggara ini akan mengalami kekikukan diplomatik untuk berperan sebagai juru damai. Dengan tersingkirnya Ranariddh secara penuh, kedudukan Hun Sen menjadi makin kuat. Dia akan bisa berperan sebagai penguasa sebenarnya atas Kamboja, walaupun tetap berstatus sebagai perdana menteri II. FUNCINPEC memang tidak mati, tetapi berada di bawah bayang-bayang kekuasaan Hun Sen. Menghadapi pemilu mendatang, bisa saja Hun Sen menyingkirkan dulu kerikil-kerikil tajam dalam orpol tersebut, dan menjadikannya sebagai mesin kekuasaan yang justru akan mendukungnya. Masih mungkinkah ASEAN mengusulkan kembalinya Ranariddh ke kancah politik praktis? Rasanya akan menjadi makin sulit. ASEAN sudah termakan ikrar sendiri, tidak akan ikut campur urusan dalam negeri orang. Kalau toh asosiasi itu akhirnya memaksakan diri untuk melakukannya, bisa saja Hun Sen akan menjawabnya dengan balik bertanya: "Bagaimana sikap Anda terhadap Myanmar?" Sementara persoalan masih berkembang, kita hanya bisa berharap semoga ASEAN menemukan jalan terbaik dalam mengatasi konflik politik di Kamboja. Tentunya, demi perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Bali Post Apriyanto Rajah Jl. Diponegoro 232 Sanglah Denpasar Bali Post Artha, Alt Suamba, Ka- Anggota Redaksi Denpasar Agustinus Dei, Dwi Yani, Legawa Partha, Nikson, Palgunadi, Pasma, Srianti, Sri Hartini, Suana, submahardi, Martinaya, Mas Ruscitadewi, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi. Bangli: Karya, Buleleng: Tirthayasa, Gia- nyar: Alt Sumertha, Jembrana: Edy Asri, Karangasem: Dira Arsana, Klungkung: Daniel Fajry, Tabanan: Alt Pumatha, Jakarta: Wisnu Wardana, Muslimin Hamzah, Bambang Hermawan, Darmawan, Sahrudi, Dadang Sugandi, Alogius Widiyatmaka, Suyadnya, Djamilah, Rudiyanti, Suharto Oli NTB: Agus Talino, Nur Haedin, Riyanto Rabbah, RakaAkriyani, Sid Husnin, Izzul Kairi, Syamsudin Karim, Ruslan Effendi Surabaya: Endy Poerwanto, Bambang Wiliarto. NTT: Hilarius Laba Yogyakarta: Suharfo. Wartawan Foto: Arya Putra, Djoko Moeljono Mengarah ke Ambang Pintu Gerbang Abad Ke-21 inilah yang tanpa henti- hentinya dan dengan sega- la jerih-payah pengorbanan telah berjuang mati-matian menghancurkan belenggu penjajahan. Sambutan Ketua Umum DHN Angkatan 45 Jenderal TNI Purn. H. Surono, pada upacara bendera memperingati ke-52 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI di Jakarta, 17 Agustus 1997. Tri Dimensional Tiap kali kita memperingati Ha- ri Proklamasi Ke- merdekaan, maka renungan kita se- lalu mengembara ke tiga hal. Oleh Dr. H. Roeslan Abdulgani Pertama, tengokan ke Ini bersifat retrospeksi dan belakang ke masa lampau. introspeksi-mawas bela- kang dan mawas diri. Ked- ua, menyadarkan diri ke masa kini. Ini bersifat me- realisasi sekarang. Ketiga, menatap kenyataan masa depan. Ini bersifat proyeksi dan antisipasi apa yang akan kita hadapi ber- sama. Jalan Bisma Negara kita lahir di akhir kancah peperangan Dunia Kedua, yang kemudi- an pada tahun 1947 disu- sul dengan Perang Dingin, antara ideologi liberal-ka- pitalisme kontra otoriter- komunisme. Dengan terse- Bagaimana wujudnya lenggaranya Konferensi AA yang pasti masih belum Bandung pada tahun 1955, perlu Diaspal tampak jelas. Masih ba- ditingkatkan menjadi Ge- nyak pembenahan yang rakan Non-Blok pada tahun Sangat membanggakan harus kita lakukan. Jangan 1961, maka Indonesia Indo- sangat mengganggu di te- bahwa sosis Aroma terkon- layak untuk dikonsumsi tus bahwa Ubud menghasil- akan terbentuk nanti mem- aktif dalam memelihara membaca Bali Post, 4 Agus- sampai tatanan baru yang nesia dapat berpartisipasi ngah malam. Kami sangat taminasi daging babi dan olehnya. mengharapkan Bapak-Ba- hal ini berakibat dengan kan PB I sebesar Rp 3,5 mi- bawa kerugian besar ter- perdamaian dunia. Untuk memenuhi per- lyar, yang merupakan 90% hadap bidang-bidang yang pak pemberi izin pelaksa- dinyatakan bahwa produk syaratan halal dan tidak dari seluruh pendapatan kita belum sepenuhnya naan pagelaran konser-kon- tersebut tidak halal. Im- halal untuk umat muslim, PB I Gianyar. Juga atas ke- siap. Globalisasi ser musik juga melihat fak- plikasinya ada seruan un- tentu telah ditentukan berhasilan Ubud/Gianyar Itulah sekilas padat- tor ketenangan di sekitar tuk menghentikan produk- sejumlah peraturan. Kalau meraih beberapa trofi. singkat apa yang telah kita Taman Budaya Denpasar. si sosis tersebut dan surat memang sosis Aroma telah H. Surono menyebut be- kerjakan pada awal, tengah izin operasi pabrik dicabut. mencantumkan label halal bih cantik, mohon dapatlah belum sepenuhnya siap, karang. Kini dalam mena- Agar Ubud menjadi le- berapa bidang di mana kita dan akhir abad ke-20 se- dan ternyata berdasarkan kiranya Bapak Bupati Gi-yaitu antara lain di bidang tap masa depan ke arah pin- Langkah penutupan pemeriksaan dari pihak anyar mempertimbangkan keterbukaan, pelaksanaan tu gerbang abad ke-21, kita pabrik bukan merupakan yang berkompeten sosis untuk memperbaiki dan HAM, dan di bidang me- menghadapi tantangan glo- Halal Sebelum pagelaran, ba- pemecahan yang baik dan tersebut tidak halal, tidak mengaspal Jalan Bisma mantapkan kehidupan de- balisasi dan konglomerati- bijaksana, karena menurut perlu menutup pabrik yang sekarang dalam mokrasi. Baik tuntutan di sasi internasional. Gelom- gaimana jika pengujian dan tidak Halal saya sosis Aroma tidak tersebut. Cukup meminta keadaan rusak. Di sepan- bidang keterbukaan, HAM bang pengaruhnya, baik sound system-nya dilakukan diproduksi hanya untuk kepada pabrik sosis Aroma jang Jalan Bisma banyak dan di bidang demokrasi yang positif maupun yang pada siang hari saja, tidak Beberapa hari ini media golongan tertentu dalam untuk tidak mencantum- terdapat homestay dan bu- itu, pada dasarnya merupa- negatif, telah masuk ke pada malam hari. Pembunyi- massa memberitakan ten- hal ini golongan muslim kan label halal pada ke- ngalow yang bagus, tetapi kan pelaksanaan Sila Ke- dalam situasi domestik an suara-suara keras dan tang kehalalan sosis Aro- yang menuntut suatu jenis masan produknya dan ke- sayang jalannya dari tanah, manusiaan dan Sila Ke- kita. mengaung-ngaung tersebut ma. Isu yang berkembang makanan harus dinyatakan pada pihak-pihak yang me- bergelombang, dan becek rakyatan yang disemangati waktu hujan. oleh moral Pancasila. TES sis apa saja. halal baru bisa dikonsum- 'mang tidak boleh mengkon- Di samping kemajuan si. Menurut saya sosis Aro- sumsi makanan yang belum pesat di bidang pemba- Padahal banyak jalan- ma diproduksi untuk me- dinyatakan halal jangan jalan lainnya di sekitar depan. Masa depan adalah ratur negara dan masya- Itulah proyeksi ke masa ngunan kita, sebagian apa- menuhi selera pasar akan membeli produk tersebut. Ubud yang lebih kecil teta- buatan masa lalu, dan masa rakat kita terjangkit penu- sosis, baik sosis daging babi, Kalau memang produknya pi sudah diaspal. Jalan yang lalu kita dalam permulaan laran virus arogansi, korup- daging sapi atau entah so- yang tidak halal beredar di berlubang dan bergelom- abad ke-20 adalah masa si, kolusi, malversasi-we- pasaran dengan label halal, bang tersebut membahaya- penjajahan Belanda dan wenang dan komersialisasi Selama pasar masih me- mintalah pemilik sosis Aro- kan bagi pejalan kaki, teru- masa penindasan militeris- jabatan, serta nepotisme minta suatu produk makan- ma untuk menarik produk tama bagi yang sudah beru- me Jepang. Tetapi syukur dan koncoisme yang sempit an, produsen masih bisa tersebut. Lagi pula menu- mur. Jalan tersebut juga Alhamdulillah, bangsa kita "money-politics" merajalela. memproduksinya. Suatuje- rut saya tidak perlu semua banyak dilalui turis yang di bawah pimpinan Bung Kesenjangan di berbagai nis makanan diproduksi produsen makanan untuk berjalan kaki, terutama Karno dan Bung Hatta ber- bidang meluas dan men- untuk konsumen yang uni- mencantumkan label halal, pada waktu malam hari. hasil mendengungkan Pro- dalam. versal. Kalau ada golongan karena hal itu tidak mu- Apabila terjadi kecelakaan klamasi Kemerdekaan kita yang tidak bisa mengkon- ngkin dipenuhi produsen dapat mencoreng nama 52 tahun yang lalu. sumsi karena alasan terten- makanan daging babi. tu, tidak perlu menutup pabrik tersebut. Cukup konsumen yang memilih makanan yang dirasakan baik Ubud. Wawasan berdimensi tiga, atau tri dimensional itu sangat penting dan sa- ngat vital. Bangsa yang berwawasan demikian ada- lah bangsa yang hidup, dan ingin hidup bersiklus evolu- sioner, yaitu selalu ingin meningkatkan dirinya. Ba- ik meningkatkan kualitas fisik badaniah, maupun kualitas mental spiritual dan intelektual. Kini, dalam memper- Kemerdekaan, kita tentu ingati 52 tahun Proklamasi menyadari bahwa abad ke- 21 sedang berada di depan kita. Jarak waktunya masih 2 1/2 tahun lagi. Atau sudah sangat dekat, diukur sekitar 900 hari lagi. Jadi oleh sang waktunya per- kembangan sejarah umat manusia yang sudah beribu- ribu tahun lamanya. H. Surono menyebut beberapa bidang yang kita belum sepenuhnya siap, antara lain di bidang keterbukaan, pelaksanaan HAM, dan pemantapan kehidupan demokrasi. Baik tuntutan di bidang keterbukaan, HAM dan di bidang demokrasi itu, pada dasarnya merupakan pelaksanaan Sila Kemanusiaan dan Sila Kerakyatan yang disemangati oleh moral Pancasila. Karmawan Jalan Bisma Ubud Bukankah dari rumusan ini secara indah, serasi dan Bukankah alinea ketiga Pembukaan UUD kita ber- bunyi: "Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa SEPERTI tahun-tahun sebe- ke-52 dan dengan didorongkan kemerdekaan RI di bulan Agus- oleh keinginan luhur, su- paya berkehidupan kebang- saan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyata- tus ini terasa marak. Segenap masyarakat di kota maupun di desa, di lembaga pemerintah atau swasta, bahkan di tingkat kan dengan ini kemerde-kampung turut menyambut de- kaannya? "Pre-destination", yaitu Takdir Tuhan, dengan hu- kum "Free-will", atau ke- merdekaan dan kebebasan yaitu ikhtiar? menentukan kemauan, Sekali lagi, Proklamasi Kemerdekaan kita adalah hasil perjuangan dan pe- ngorbanan rakyat serta pemimpin-pemimpinnya, yang diridhoi oleh rahmat Tuhan. Tanpa perjuangan dan pengorbanan kita tidak akan merdeka. Tanpa ri- dho Tuhan pun kita tak akan merdeka. Ini merupa- kan hukum besinya hidup. Hidup adalah rentetan tak terputus-putus antara ber- juang dan bekerja dengan memohon doa. Mohon ridho dan berikhtiar, berjuang dan berusaha. Ora et labo- terus terkait secara per- ra! Kedua-duanya harus manen-langgeng. Retrospeksi Menengok ke belakang sekarang, maka kita semua sampai awal abad ke-20 tentu teringat akan fase- fase perjuangan kemerde- kaan kita. Mulai dari tahun 1908 dengan Kebangkitan Nasional kita, melalui Proyeksi Masa Depan tahun 1928 dengan Sum- Surono, Ketua Umum DHN kat dengan 1 Juni 1945 de- Seperti dikemukakan H. pah Pemuda kita, mening- Angkatan 45 pada upacara ngan Pancasila kita, maka bendera memperingati ke- kemudian menggelegarlah 52 tahun Hari Proklamasi puncak eksplosinya pada baru-baru ini, dan yang tanggal 17 Agustus 1945, saya kutip di atas, maka yaitu Hari Proklamasi Ke- abad ke-21 mempunyai ba- merdekaan kita. nyak perbedaan dengan abad ke-20 yang akan kita tinggalkan. Proklamasi Kemerde- kaan kita kemudian berha- sil menyusun negara, mem- bentuk ABRI pada tanggal 5 Oktober 1945, dan dengan dijiwai semangat kepahla- wanan 10 November 1945, maka kita berhasil meng- genggam negara sebagai alat perjuangan untuk men- capai masyarakat adil dan makmur, serta kerakyatan demokratis, sesuai dengan Pancasila. Inilah yang perlu kita atasi bersama, antara lain seperti yang dikemukakan Ikhtiar Ketua Harian DHN Angka- Mudah-mudahan per- Sesuai dengan adagium tan 45, Letjen Purn. H. Su- mintaan untuk memperbai- religius, yang menegaskan rono di atas. Inti pokok an- ki Jalan Bisma akan men- bahwa "Takdir di tangan jurannya ialah tidak lain dapatkan perhatian Bapak Tuhan, ikhtiar di tangan dari membangkitkan kem- Bupati Gianyar, dan dapat manusia", maka Proklama- bali sikap kejiwaan yang diaspal sebelum musim hu- si Kemerdekaan kita dulu kritis positif-konstruktif, jan yang akan datang. itu selain berkat Takdir, sambil terus dengan kokoh Ridho dan Rahmat Tuhan, beriman, berilmu dan bera- juga hasil ikhtiar manusia- mal. Ora et Labora, sesuai manusia Indonesia. Manu- dengan jiwa Proklamasi sia-manusia Indonesia dan moral Pancasila. Kolom Halaman 7 Jiwa Merdeka ngan penuh gembira dan penuh rasa syukur (kepada Tuhan) atas anugerah kemerdekaan ini. Mengukuhkan kesetiakawanan masyarakat sebagai dasar kekuatan nasional", inilah tema peringatan HUT Kemerdekaan RI kali ini. Di samping terus memperkokoh persatuan dan kesatuan, upaya menumbuhkan kebersamaan di antara kita menjadi hal mendasar untuk memaknai pembangunan di era merde- ka ini. Meningkatkan kesetiakawanan masyarakat berarti kita yang terdiri atas berbagai unsur, kelompok, profesi, golo- ngan sosial dsb. harus memupuk rasa kebersamaan un- tuk maju, membangun bangsa ini. Kesetiakawanan masyarakat juga menyiratkan bahwa manusia adalah makhluk kolektif yang hidupnya bergantung dengan sesa- manya. Seseorang dapat memberikan apa yang terbaik bagi sesama/masyarakatnya apabila hak-hak individu- nya sudah terpenuhi dengan baik. Dengan demikian, upa- ya mengembangkan kesetiakawanan antarkelompok, golongan di masyarakat bisa diwujudkan apabila kemer- dekaan masing-masing warga negara (individu) berupaya dipenuhi. Manusia yang merdeka adalah manusia yang memili- ki pilihan sendiri tanpa dipaksa atau terpaksa. Tidak ada intervensi baik yang datang dari dalam diri maupun luar dirinya-yang mempengaruhi tindakan atau pilihan itu. Akan tetapi kemerdekaan yang dimiliki manusia ternyata bersifat relatif karena yang memiliki kemerdekaan mut- lak hanyalah Tuhan sendiri. Kendati manusia bisa me- nentukan pilihan atau kehendaknya, bisa memperjuang- kan kepentingannya sendiri, ia terpaksa harus kompromi (membatasi diri) terhadap sejumlah kenyataan: a) ada- nya aneka kepentingan yang dimiliki oleh sesamanya yang lain; b) berlakunya hukum baja" (sunnatullah) pada alam semesta, c), adanya batasan-batasan kemampuan yang ada dalam diri manusia sendiri. Betapa pun ma- sing-masing individu mempunyai eksistensinya sendiri, ia pun harus beradaptasi dengan kenyataan di luar dirinya. *** Manusia yang tidak merdeka ialah mereka yang bertin- dak di bawah bayang-bayang pengaruh atau ancaman. Teror, tekanan sosial dan ancaman yang membahayakan kedudukan, harkat dan jiwa merupakan faktor yang dap- at merongrong, bahkan merampas kemerdekaan seseo- rang. Di samping itu, lingkungan yang buruk, kebiasaan (tradisi) tertentu (gugon tuwon, takhayul) terkadang juga dapat membelenggu kemerdekaan manusia baik secara individu maupun kolektif. Di samping pengaruh yang datang dari luar, kemerde- kaan manusia juga ditentukan oleh pengaruh yang da- tang dari dalam diri sendiri (termasuk sikap picik, munafik, hawa nafsu). Seseorang yang terlampau dikua- sai oleh segala ambisi dan hawa nafsunya sendiri adalah orang-orang yang terampas kemerdekaannya. Orang- orang yang tega bertindak aniaya, memperkosa hak sesa- ma, tidak jujur, bertindak korup, melampaui kewena- ngan yang dimilikinya dsb, dst adalah jiwa-jiwa yang tidak merdeka, karena mereka masih dikuasai oleh hawa naf- sunya. Mereka masih diperbudak oleh penyakit rohani- nya, yakni SSE (serakah, sombong dan egois). Sikap dan perilaku yang tidak merdeka (akibat diperbudak oleh naf- su) ini, secara sistemik akan merampas kemerdekaan se- samanya. Banyak di antara kita yang terpaksa terpe- rangkap dalam keterbelakangan akibat hak-hak (hukum, sosial, pendidikan, kemanusiaannya) terperkosa oleh yang lain. Upaya mengentaskan saudara-saudara kita dari se- gala keterjajahan (kebodohan, kemiskinan, keterbelakan- gan dsb) merupakan perjuangan utama bangsa kita dalam era pembangunan sekarang ini. Orang merdeka adalah yang memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap kemanusiaan dan kebenaran, juga orang yang menyadari dirinya selaku pengabdi Tuhan (yang Maha Agung, benar, bijak dan indah), kemudian berupaya memberi makna atas fitrah kemanusiaan yang dimilikinya. Orang yang berjiwa merdeka adalah orang yang me- miliki dirinya sendiri. Ia berbuat dengan tanpa tekanan, tanpa paksaan (dari luar maupun dari hawa nafsunya). Ia berbuat menurut kata hati nuraninya. Ia selalu beru- paya untuk memberi arti akan peran kemanusiaannya. Jadi ukuran kemerdekaan yang dimilikinya adalah se- berapa jauh ia mampu menjadikan dirinya berarti baik bagi sesamanya yang lain. Mudah-mudahan kemerdekaan yang telah kita raih mampu mengembangkan kemerde- kaan masing-masing warga negara di negeri tercinta ini dan kemudian masing-masing warga negara mampu hingga kesetiakawanan masyarakat (tema yang diangkat memberikan apa yang terbaik bagi masyarakatnya, se- pada perayaan kemerdekaan kali ini) bisa terus dipeliha- ra dan makin termaknai. HS Habib Adnan Catatan Kata Ketua PHDI Bali, seorang pedanda hendak- nya tak hanya muput upakara tetapi mampu mem- beri jawaban dan bimbingan kepada umatnya. - Ada yang belum tahu, rupanya. Candi Prambanan salah satu candi yang terdapat di Indonesia telah diterima sebagai Warisan Budaya Dunia Nomor 349. - Nah, lestarikan terus budaya dan identitas. *** Tingginya utang luar negeri swasta lebih mencer- minkan kegiatan ekonomi Indonesia yang hanya "jago kandang", kata Faisal Basri Ketua Jurusan Ekonomi FE UI. - Cermin tanpa konsep jelas? Bang Podjok 4cm Color Rendition Chart
