Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-22
Halaman: 09
Konten
Bali Post birasi JUMAT WAGE, 22 AGUSTUS 1997 Kodya Denpasar masih maki dalam kondisi penuh tantangan itu. Dalam gkapkan pandangannya ten menghadapi tingginya urbanisasi yang meny- on wali kota menurut versi PDI. erbu Denpasar misalnya, diperlukan kete- ma, baru kriteria, itu pun kami anti di rapat cabang," ujarnya gasan. Dalam kurun lima tahun usia Kodya Den- e pasar sudah banyak perubahan dan tak bisa sempurna. Pasti ada beberapa kendala. Ka- laupun ada kebijakan yang belum berjalan 100 persen itu bisa dimaklumi. Adalah tugas wali kota berikutnya membuat dan mengan- tarkan Denpasar menjadi lebih baik. kader yang dijagokan? "Apalah ang kecil ini," tangkisnya. arat khusus yang digariskan aya lebih melihatnya pada tan- ihadapi Denpasar yang makin warnai persaingan makin ket- Masih dari fraksi PDI, Mudana Wiguna impin yang tegas diperlukan mengatakan selain mampu menerjemahkan Wali Kota yang Tegas banyaknya untuk kemudian dikon dengannya. Bila perlu lima belas masalah. Golkar memiliki persyaratan yang benar-benar unggul akan menjadikannya bakal calon. F-PP juga tak masalah kalau calon yang diunggul- kannya dari Golkar atau ABRI atau kader PDI, bila calon bersangkutan benar-benar mendap- at dukungan sesuai aspirasi rakyat serta me- menuhi persyaratan. Perasu bakal diserahkan sepenu ksi-fraksi untuk menjaring bakal lan proses pemilihan wali kota itu kan ancer-ancer. Pada minggu per nama-nama bakal calon itu sudah Fanatisme daerah juga tak dipertaruhkan di sini. Dari mana pun asalnya, bila persyaratan dan kemampuan serta menguasai situasi dan kondisi Denpasar, bisa untuk dicalonkan. epan. tuk dikonsultasikan dengan guber sampai tanggal 20 Agustus kemar atakan baru menjadwalkan akan pim dengan pimpinan fraksi-fraksi Dari ancer-ancer jadwal yang telah ditetap masalah penjaringan ini. kan DPRD, pada tanggal 1-6 September, pimp- sa waktu yang dua minggu ini un inan fraksi sudah harus menyampaikan hasil kal calon? Secara perorangan, pen- konsultasi dengan induknya kepada ketua ini sudah berlangsung oleh tiap DPRD guna dikonsultasikan dengan gubernur. Pribadi-pribadi sudah menangkap Minggu kedua (8-13 September) DPR sudah rang berkembang di masyarakat sepakat akan bakal-bakal calon wali kota terse- kota macam apa yang diinginkan but. Selanjutnya adalah tugas panitia teknis uk memimpin daerah ini pada masa untuk menggodok bakal calon yang disepakati. Panitia teknis ini dipimpin oleh salah satu wakil ketua. Apa yang dihasilkan panitia teknis ini, pada minggu keempat September sudah harus al nama-nama bakal calon. ada keputusan DPRD tentang bakal calon. idian kewajiban fraksi di DPR un- Keputusan yang dihasilkan oleh DPRD itu si dengan induk organisasinya di selanjutnya harus mendapatkan pengesahan di DPC. F-PP misalnya mengko dari pejabat berwenang dalam hal ini gubernur, penjaringannya dengan DPC PPP sehingga pada pertengahan Oktober (13-18 Ok- an halnya F-KP dengan DPD II tober) ditetapkan sebagai waktu pemilihan rusnya F-PDI dan F-ABRI dengan bakal calon guna menjadi calon untuk dikirim inya masing-masing. kai di DPRD itu mengajukan bakal Turunnya calon yang telah mendapat per- er partainya sendiri. Dalam hal setujuan dari Pusat akan dilakukan pemilihan mereka akan memilih figur-fig sehingga ditelorkan satu nama yang paling unggul yang capable. Bisa saja F-PDI yang memenuhi semua persyaratan. Pelantikan di berapa calon yang bukan meru lakukan tepat saat berakhirnya masa jabatan wali DI. Demikian juga F-ABRI yang kota yang diambil bersamaan dengan Hari Pahla- ingannya menemukan kader wan Margarana, 20 November. malnya, getar aspirasi yang awah itu disatukan ke dalam fraksi ke Pusat. Pugeg kebijakan dari atas, ke samping juga harus memiliki hubungan harmonis, tak terkecua- li dengan Kabupaten Badung yang sebelum- Denpasar. nya menjadi ibu kandung" yang melahirkan yang juga wakil ketua dewan, Lekol Cpl. I Bagi ABRI, demikian penasihat F-ABRI Made Adnyana, sampai detik ini belum menyebut nama. Kalaupun ada isu sebuah nama yang berembus dari Kodam, menurut Adnyana itu hanyalah kabar burung, sama sekali tidak ada titipan. Wakil ketua yang dalam periode dewan se- "Bila perlu, bak mandi sayangan Adi pun dapat diangkut. Itulah enaknya Kijang" apan. ya nama Kol. Inf. I Komang Arsana yang menjagokan Assospol Kodam ali kota, cepat-cepat ditangkis oleh berbagai bidang kehidupan. hetbelumnya merupakan anggota penggan- ti antarwaktu ini, menilai syarat khusus tegas itu tak berarti lampu hijau bagi ABRI. Semua memiliki kesempatan yang sama asal memenuhi persyaratan. Mobilitas warganya, derap pem- bangunannya, kehidupan kota yang 24 jam, dan pertumbuhan berbagai aspek positif dan negatifnya berpacu cepat. Denpasar memiliki karakteristik tersendiri, yang tak bisa disamakan Bali, Surabaya, Jakarta atu Ujung- dengan kota-kota besar lainnya di luar pandang misalnya. Bagi pegawai negeri sipil kata dia, pal- ing tidak harus berpangkat IVa untuk bisa masuk bursa, sementara ABRI sudah harus menyandang pangkat letnan kolo- nel. Golkar yang menempati mayoritas kur- si di DPR dipastikan bakal menjadi penen- tu suara dalam pemilihan wali kota terse- but. Namun Golkar juga belum berani mengumbar nama. Ketua fraksi terbesar di dewan, I Gusti Ketut Anom tak mau mendahului karena banyak yang harus dikoordinasikan apala- gi berupa kebijakan. fraksi karya, IGM Perasu mengatakan pe- Ketua dewan yang adalah penasihat munculan nama baru akan ditelorkan set- elah ada konsultasi dengan induk organ- isasi. Nama yang selama ini masuk bursa ber- permukaan baru Suwendha (wali kota yang dasarkan aspirasi masyarakat yang naik ke segera berakhir masa jabatannya) dan IB Yu- dara (saat ini sekwilda yang juga ketua DPD Golkar Badung). Dukungan kelihatan dari surat resmi yang masuk ke dewan. Yudara mendapat dukungan dari FKPPI sementara Suwendha didukung oleh P2M. Akankah Aspirasi Rakyat Dikebiri? ASPIRASI kepastian ikut meramaikan bursa bakal calon. masyarakat "Apa yang harus saya komentari karena belum Denpasar yang ada apa-apa. Saya serahkan sepenuhnya kepada naik ke permu- rakyat Denpasar yang menilainya," kata Suwendha kaan baru seba suatu ketika. Yudara juga tak ingin memberi komentar soal tas dukungan terhadap satu disebut-sebutnya nama dirinya. Pada suatu kesem- nama yakni Su patan ia berujar, kalau berkaitan dengan bidang wendha. Meski tugasnya saat ini, silakan tanya apa saja tetapi ada beberapa tidak untuk yang satu itu. Sementara tokoh tua masyarakat Denpasar nama di luar Su- wendha yang Made Pugeg yang juga ketua veteran daerah ini Pugeg. disebut-sebut; blak-blakan menginginkan Suwendha untuk diper- tak ada yang bertahankan menjadi wali kota pada masa jabatan Disebutnya perhatian Suwendha terhadap masalah-masalah seni dan budaya, pembangunan. upaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya di rani blak-blakan kedua. Kehidupan budaya dan adat istia- datnya yang heterogen tak menyebab- kan masyarakat terkotak-kotak. Sua- sana desa masih kental mewarnai kehidupan perko- taan. dampak terhadap perilaku keseharian termasuk Beragam kesibukan dari warganya, membawa dalam hal politik pemerintahan. Warga Denpasar sangat menyadari kalau peranan di bidang politik relatif masih didominasi oleh kelompok-kelompok tertentu yang dekat dengan pemegang kebijakan atau yang berada di radius tertentu dari kekuasaan. tersendiri bagi kota yang menjadi pusat pemerintah- Kondisi itu membawa keunikan-keunikan an di pulau dewata ini sehingga diperlukan pula seor- ang pemimpin yang spesifik yang dekat dengan rakyat nya. Ketut Artadi S.H., S.U. Figur seorang pemimpin yang tegas juga sempat men- jadi topik yang mengemuka pada paruman sulinggih di Denpasar belum lama ini. Sikap tegas seorang pemimpin, tetapi tidak menyinggung perasaan umatnya, sangat diperlukan. Seorang pemimpin harus mampu mengay omi semua rakyatnya tanpa membedakan siapa dan dari mana dia. nur bagi wali kota Denpasar mendatang, Artadi lebih Menerjemahkan syarat tegas yang diberikan Guber- condong melihat pada pengaplikasian peraturan per- udang-undangan yang ada. Bagaimana seorang pemimpin yang mampu mengaplikasikan peraturan-per- aturan dan kebijaksanaan dengan tepat di lapangan. Syarat itu disertakan Gubernur bukan berarti sela- ma ini tidak ada ketegasan dalam pelaksanaan pemer- intahan di Denpasar, katanya. Melainkan makin berat- nya tantangan yang dihadapi Denpasar pada masa men- datang. Tak hanya tekanan masalah kependudukan, lingkungan dan keamanan, tetapi juga ketahanan men- tal masyarakatnya khsusnya generasi penerus. Sebuah ketegasan tak harus main labrak dan gusur. Ia mencontohkan pembangunan trotoar di daerah ini yang merupakan permasalahan bertahun-tahun yang tak mampu dipecahkan karena di situ berkutat soal hak-hak pribadi. Namun perkembangan terakhir kata Artadi, tro- memberi suasana yang serasi. Itu berarti sebuah kete- toar sudah berhasil dibangun hampir di tiap ruas jalan gasan sudah berjalan di sini menembus kepentingan akan hak-hak pribadi. ya lahan di Denpasar sementara menumpuknya penan- Tegas, kata Artadi juga berkaitan dengan terbatasn- aman investasi di daerah ini. Kondisi seperti itu menim- "Sementara bila orang baru, masyarakat belum tahu bulkan kenakalan-kenakalan pihak pengusaha dalam kemampuannya, bisa lebih baik dan bisa lebih buruk. menyiasati tata ruang yang ada. Di situlah diperlu- Kenapa mesti mencoba-coba kalau ada yang di depan mata kan ketegasan sejak awal, bukan ketegasan yang ter- sudah kita tahu keberhasilannya. Kalau menyebut lambat dengan jalan melabrak dan membuldoser, kekurangan, tak ada manusia yang sempurna," tandas karena kerugiannya tak hanya pengusahanya tetapi juga menelantarkan tenaga kerja dan keluarganya. ketegasan yang terlambat tetapi harus bangga mam- "Pemerintah semestinya tidak bangga melakukan kata dia sembari menambahkan rugi kalau tegas di be- pu menyedot tertanamnya investasi di daerahnya," Derasnya dukungan yang mengalir menginginkan Suwendha belum berarti itu murni aspirasi masyarakat. lakang. Ada yang melihat itu hanyalah rekayasa semata dari kel- ompok tertentu. kita lihat apa yang dihasilkan selama ini dan ia mem- punyai kesempatan untuk dipilih lagi. Masa lima tahun belum apa-apa bagi seorang pemimpin. Apa kelebihan nya dan apa kekurangannya tinggal menyempurnakan kelebihannya dan menutup kekurangan-kekurangan yang ada. Dukungan dari berbagai penjuru, peguyuban, asosiasi, lembaga swadaya masyarakat dan sebagainya juga menga- lir masuk ke sekretariat DPRD yang meng- harapkan Suwendha bersedia dipilih kembali menduduki masa jabatan kedua. Namun dukungan itu tak sepenuhnya menentukan bakal calon akan jadi. Setidaknya dukungan akan menjadi se- buah pertimbangan. Penegasan itu pun diatur dalam Permendagri No. 4 tahun 1995 tentang tata cara pencalonan, pemil- ihan, pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah. Warga Rindu Pemimpin Merakyat Man Ana, Planet Bali dan Pisang Susu DENPASAR sudah mengarah se- aktivitas kota seluas 123,98 m2 ini. bagai kota metropolitan dilihat dari Demikian Gubernur dalam suatu Nyoman Ana gregeh-gregeh di sudut kantin Bu Ketut. bau porno. Tomat saring satu gelas Mbok Tut," kata Nyoman Ana kepada Bu Ketut. kesempatan. Kesejukan hendaknya dapat dialirkan oleh seorang pemimpin dalam semua as- pek hidupan. Lebih-lebih tingginya tingkat kehidupan religi di daerah ini. Denpasar yang menjadi barometer bagi daerah lainnya di Bali sering menja- di bahan perbandingan. Kasus-kasus adat yang masih marak di kabupaten lain tak terlalu kentara di Denpasar. Pun keruku- nan hidup berdampingan antarumatnya sering menjadi pujian mereka dari luar Denpasar maupun luar Bali yang melakukan studi banding di daerah ini. Pugeg mengajak melihat realita yang ada, melihat as- pirasi yang berkembang di masyarakat. Akankah aspira- itu Dukungan itu menurut Perasu barulah aspirasi yang tampak ke permukaan. Masih banyak aspirasi yang terpendam yang perlu digali. Mungkin masih di saku atau di bawah bantal. Di situlah diperlu- jaring dan mengamati situasi yang kan kepekaan anggota dewan dalam men- berkembang kemudian mencoba melihat tantangan yang akan dihadapi. Tokoh-tokoh mayarakat perlu didengar- kan, ahli-ahli di berbagai bidang perlu di- lapisan masyarakat tak boleh diabaikan. minta pendapatnya. Keinginan semua gali semua itu sehingga wali kota Adalah tugas fraksi di DPR yang meng- yang dite- lorkan benar-benar memiliki kualifikasi yang dapat diandalkan di semua medan. Seorang kepala daerah dan kepala wilayah yang ca- pable dan acceptable. -Perhatiannya kepada veteran tak perlu di- DPRD Kodya bahwa itu hanya seka Adalah sangat sulit membuktikan itu suatu rekayasa, ragukan lagi. Bahkan Pugeg menyatakan, tak begitu korbeter Ketua DPRD Kodya IGM Perasu. Aspi orang. Demikian halnya nama IB ada nama lain yang direkomendasi veteran se- rasi yang berkembang di masyarakat merupakan salah ilda Badung yang juga Ketua DPD lain Suwendha. satu indikator dalam melakukan penjaringan bakal calon gitu, baru sebatas dukungan dari Ketika disebut nama-nama lain yang meng wali kota. Tinggal pintar-pintar memilah karena aspirasi g dipimpinnya di tingkat I yakad hangat di masyarakat, dengan lugas sesepuh itu ada yang muncul dan ada yang malu-malu di bawah ama-nama yang disebut-sebut itu masyarakat Denpasar ini berujar hanya Su permidak salah piliewan senantiasa diperlukan seh- ilih tak jelas bisa ingga Adalah seorang pengamat sosial dan bidang hukum Ketut Artadi S.H., S.U., yang memberikan penilaian kondisi ke- hidupan dan situasi ketenangan masyarakat Denpasar saat ini perlu dipertahankan. Swadaya masyarakat di daerah pinggiran dalam pen- dengan bagus. Masyarakat menyambut secara swadaya gamatan Artadi mampu dimotivasi dan diakomodasikan membangun daerahnya meski bantuan yang diulurkan pemerintah hanya sekadar aspal atau bantuan alat be- rat untuk mengerjakan jalan misalnya. "Di situ mem- perlihatkan peran pemerintah yang memang didukung oleh rakyatnya," ujar dosen Fakultas Hukum Unud itu. Dari segi fisik, belum pernah terlihat pelanggaran yang perda. Kerancuan dalam beberapa penerapan hukum fatal terhadap keberadaan aturan hukum seperti perda- memang masih ada. Sebut saja pembangunan swalayan perbelanjaan yang ak pertanyaan dan ketidakmengertian masyarakat. pemimpin yang senantiasa mengerti dan memperhati- Adalah kerinduan masyarakat perkotaan akan kan aspirasi rakyatnya, dan bukan pemimpin yang han- ya menjulang ke atas bak menara gading. TEGAS - Wali Kota madya Denpasar Drs. Made Suwendha dalam suatu acara berbaur dengan masyarakat. Denpasar di masa datang memerlukan figur yang tak hanya tegas tetapi juga bisa diterima di semua lapisan masyarakat. Semua itu bukan mengada-ada. Bahkan bukan cuma itu saja yang bisa dilakukan. Karena, tempat duduk Kijang dirancang secara fungsional sehingga Anda bisa mengatur kapasitas kabin sebebas dan seleluasa mungkin sesuai kebutuhan. Tidak percaya? Cobalah sendiri! Gampang sekali: lipat saja tempat duduk belakang, Anda bisa meletakkan barang-barang berukuran sedang, sementara di tempat duduk tengah penumpang tetap bisa duduk dengan nyaman. Atau kalau perlu lepaskan tempat duduk belakang dan lipat lagi kursi tengah! Anda bisa meletakkan barang- barang lain, bahkan seukuran bak mandi. Tentunya, Kijang bukan hanya hebat di konfigurasi tempat duduknya, mesinnya bandel, sistem keamanannya canggih dan kenyamanannya pun optimal. Yang pasti Kijang memang pantas menjadi kebanggaan dan andalan setiap keluarga. Menunggu minuman favoritnya dihidangkan, mata Nyoman Ana kelayapan di atas piring. Berhenti di ujung meja sana. Ada pisang susu yang ranum. Nyoman Ana angkat pantat dan diraihnya dua sisir pisang. Dikupas satu dan..., "Beh nyem leteg," seru Man Ana. "Aduh Mbok Ketut, masak pisang karbitan dijual," kata Nyoman Ana protes. "Ah Nyoman. Jangan suka protes begitu ah...Mbok terus terang saja ndak tahu pisang susu itu nasak mekarbit. Zaman sekarang ini kan susah me- nentukan mana yang asli, mana yang palsu. Begitu juga pisang susu itu. Susah mengetahui mana yang nasak di punya mana yang nggak," kata Bu Ketut membela diri. Disodorkannya segelas air tomat saring pesanan Nyo- man Ana. KIJANG Memang Tiada Duanya Nyoman Ana kemudian segera mengangkat gelas itu ke mulutnya. Ketika itulah datang sohib kentalnya, Putu Lengkong. 1/1 ASEL "Beh, Bli Nyoman amen suba baang ngewalek (kalau sudah ngeledek) pasti nomor satu. Selalu pas dan kena di hati," kata Putu Lengkong. Sama sekali dia tak merasa terganggu oleh ledekan sahabatnya. "Ya jelas dong Tu, salah satu menu harianku adalah bagaimana aku bisa memuaskan diri, menghibur diri. Masalah orang lain merasa rugi atas cara pencapaian kepuasaanku itu, tak soal bagiku. Apalagi kalau yang dirugikan orang-orang kecil seperti dirimu itu, terus ter- ang saja aku sangat-sangat tak peduli. Ha..ha...,"kata Nyoman Ana meningkatkan kadar godaannya. Halaman 9 Wah Kong, guruanmu itu cukup merangsang untuk diden- garkan," Nyoman Ana menyela. "Nah, kan, otak Bli Nyoman ternyata sudah cukup kena polusi. Mendengar kata susu saja dikatakan merangsang. Apalagi kalau mendengar yang lebih dari itu. Entah, Bli akan bilang apa ?" Putu Lengkong merasa mendapat kesempatan membalas meledek Nyoman Ana. Rupanya kali ini, lagi-lagi Putu Lengkong kena jebak. Ternyata kata merangsang yang diucapkan Nyoman Ana sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang ber- PT. TOYOTA-ASTRA MOTOR JI. Laksda Yos Sudarso Sunter II- Jakarta 14330 *** "Mas, sate kuah, kering. Campur dengan lontongnya," seru Putu Lengkong kepada dagang sate Madura yang warungnya bersebelahan dengan kantin Bu Ketut. "Pesananmu aneh-aneh saja Tu. Minta sate kuah teta- pi kering. Mana mungkin itu terjadi. Sekering-keringnya sate, kalau sudah dicampur kuah yang hasilnya tetap saja Melihat perkembangan yang terjadi dijagat Bali, khusus- basah. Sama dengan lengar-mu itu, tak mungkin bisa nya di Badung dan Kodya belakangan ini, maka kalau dicer- kering sekalipun dijemur berlama-lama, pasti akan ke luar keringat," kata Nyoman Ana. Rupanya hobi jahilnya menggoda tetap saja muncul sekalipun dia sedang men- galami tak enak badan. mati simbol-simbol peristiwa itu sebetulnya ada di kantin ini. Pertama, karena perkembangan sistem rekayasa, maka kita sulit menentukan mana sesungguhnya sesuatu yang asli dan mana yang hanya hasil rekayasa. Buktinya saya telah terje- bak dan mengalami kerugian karena membayar pisang susu yang masak karena karbit. Kalau hal ini kita kaitkan dengan kasus Planet Bali misalnya, kita juga bisa terjebak oleh uca- pan pejabat sekitar kasus tersebut. Kita sulit menentukan mana ucapan yang benar-benar berasal dari lubuk hati dan mana ucapan yang sekadar sebagai rekayasa alias sekadar dalih untuk membebaskan diri dari tudingan masyarakat. Dalam hal ini, kalau kita tidak hati-hati, bisa-bisa kita ikut- ikutan menyalahkan aparat yang di bawah. Padahal, apa mungkin proyek sekaliber Planet Bali itu begitu saja lolos dari instansi yang lebih atas. Kali ini kalau salah terka lagi Tu," kata Man Ana. "Ah jangan mengelak Bli, bilang saja terus terang. Bli, tadi kulihat lirikanmu penuh makna pada Mbok Ketut ketika kukatakan pas susunya'," Putu Lengkong mencoba menjelas- kan. Bu Ketut yang namanya dibawa-bawa dalam debat itu, penuh perhatian memandang ke arah Man Ana. Dia yang sudah cukup lama mengenal Man Ana masih saja belum bisa menebak, kira-kira bagaimana jalan pikiran Man Ana kali ini. Man Ana melihat ditatap dengan pandangan mata penuh harap oleh janda kembang itu, senyum menggoda. Tetapi akhirnya, merasa kasihan juga membiarkan Bu Ketut lama dalam harap-harap cemas. Mbok Tut. Tadi Mbok kan mengatakan sekarang ini sulit menentukan mana yang asli dan mana yang palsu. Demikian juga dengan pisang susu yang Mbok jual itu," kata Man Ana. "Betul Man. Lalu?" tanya Bu Ketut yang lebih senang dan merasa lebih mesra kalau dipanggil dengan sebutan Mbok itu *** Bu Ketut tersenyum saja mendengar gurauan dua sekawan, langganannya itu. Ngopi Tu," tanya Mbok Ketut kepada Putu Lengkong. "Dadi mase (boleh juga)," kata Tu Lengkong. "Pakai susu Tu?" "Susu apa Mbok?" "Susu ya susu. Susu kental cair," Mbok Tut memper- jelas maksudnya ketika tahu Putu Lengkong mulai den- gan godaannya. Ha...ha... Ingat lho, Pak Gubernur membolehkan frak- Ooh..susu kental cair, kukira...susu yang...pas sus- si-fraksi mengajukan sampai 15 nama bakal calon. Nah unya," kata Tu Lengkong dengan memberi irama terten- itu kan basa-basi. Biasanya maksimal kan boleh mengaju- tu pada kata 'pas susunya'. Dia mencoba melucu dengan kan lima nama. Kalau sampai nanti Dewan manut saja apa mengutip iklan produk kopi susu dalam kemasan yang kata babe, barangkali nama-nama bakal calon yang diaju- biasa ditawarkan melalui iklan di TV. kan itu sama seperti pisang susu yang Mbok Tut jual, tak jelas apakah nasak di punya atau mesekeb aji karbit. Jangankan memilih 15, menentukan 3 nama saja biasanya sudah susah, dan haruswara wiri minta petunjuk. Kalau nanti sampai wak- il-wakil rakyat manut apa kata babe, tak mustahil muncul nama karbitan," kata Nyoman Ana." Nyoman Ana lalu merangkai jalan pikirannya lewat kata- kata. Dia mulai dari percakapannya dengan Mbok Ketut, ke- mudian ditambah dengan gurauan tentang susu yang diu- capkan Putu Lengkong. Kedua, sekarang fraksi-fraksi di DPRD Kodya Denpasar sibuk mempersiapkan kreteria bakal calon wali kota. Mereka tentu sibuk menerjemahkan arti kata tegas' sebagai salah satu kriteria yang diisyaratkan Pak Gubernur. Kalaupun mereka sudah sepakat dengan definisi tegas', tentu mereka disibukkan lagi memasangkan kriteria itu pada beberapa nama yang kabarnya sudah digulirkan....." Man Ana belum selesai bicara. "Cepetan dikit...Man, akhirnya gimana," Mbok Ketut tum- ben merajuk. Tak tahan rupanya dia. "Tetapi kan di situ istimewanya Man. Kalau pisang susu karbitan pasti nyem leteg dan tak ada yang suka, tetapi kalau calon karbitan biasanya laku dan banyak yang memilih," kata Bu Ketut. Suryawan U. 79369 4cm Color Rendition Chart
