Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Solopos
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-04-08
Halaman: 06

Konten


SOLOPOS, RABU PON, 8 APRIL 1998 KRONIK SURAKARTAN Khidmat, Idul Adha di Wonogiri Wonogiri (Espos) "Hari Raya Idul Adha 1418 H memberi makna tersendiri bagi umat Islam Indonesia di saat menghadapi krisis. Sehingga mak na persaudaraan di antara umat manusia akan semakin terasakan besar," tandas Parjo, Kepala KUA Ngadirojo, Selasa (7/4), keti- ka memberikan ceramahnya di hadapan ribuan umat Islam yang melaksanakan salat Id di Mesjid Takwa, Ngadirojo, Wonogiri Sebelumnya Panitia hari Besar Islam (PHBD) Mesjid Takwa menyampaikan pihaknya telah menerima hewan korban terdiri 7 ekor lembu dan 24 ekor kambing. Sedangkan, dari Pemda Wonogiri tercatat hewan korban 1 ekor lembu dan 4 ekor kam bing. Senin (6/4) malam sebelumnya, takbir tetap menggema di mesjid-mesid dan musala-musala kendati hujan mengguyur sejak pukul 18.00 WIB. (bus) Marimin tewas saat kuras sumur Karanganyar (Espos) Marimin, 28, warga Sidorejo RT 01/RW III Sidomukti, Jenawi, Karanganyar, Minggu (5/4) sore lalu tewas, diduga akibat ke racunan gas carbon monooksida (CO) dari mesin diesel penye dot air saat menguras sumur sedalam 15 meter di dekat rumah nya. Diperoleh keterangan, sore itu Marimin bermaksud menguras sumur yang sudah lama tidak difungsikan lantaran kemasukan anjing. Sesaat setelah menyalakan diesel yang dipasangnya pada kedalaman 5 meter, tiba-tiba Marimin pingsan dan terjatuh ke dalam sumur. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu berusaha mem- berikan pertolongan dengan dibantu aparat setempat. Namun diduga karena keracunan gas CO yang dihasilkan diesel tadi. nyawa korban akhirnya tidak tertolong. (dwt) Akseptor MOW Wonogiri ke Ponorogo Wonogiri (Expos) Sebanyak 13 orang calon akseptor MOW Kecamatan Purwan- toro, Wonogiri belum lama ini dikirim ke klinik KB Ponorogo, Jatim. Metode Operasi Wanita (MOW) merupakan salah satu jenis KB yang menggunakan alat kontrasepsi dengan sistem tembak. Mereka dikirim untuk menjadi motivator dan pendorong/peng gerak bagi masyarakat di pedesaan Ponorogo, khususnya yang belum mengikuti program KB dengan menggunakan alat kon- trasepsi mantap dan aman. (wat) 234 Karyawan Pemda naik pangkat Boyolali (Espos) Sejumlah 234 karyawan di lingkungan Pemda Boyolali mem- peroleh kenaikan golongan pangkat. Kenaikan tersebut terdiri dari berbagai golongan mulai golongan 1 hingga IV. Penyerahan SK dilakukan dalam upacara bendera di halaman kantor Pemda, Senin (6/4), Di antara karyawan Pemda Boyolali yang mem- peroleh kenaikan pangkat ialah Kabag Humas Drs Sugiyanto dan Asisten I Drs Joko Murdiono. (rif) Salat Idul Adha di Boyolali Boyolali (Espos) Pelaksanaan salat Idul Adha di Kecamatan Boyolali Kota, Selasa (7/4), dipusatkan di Lapangan Sono Kridango dengan kho tib Muhadjir SPD, Kepala Sekolah SMU Bhineka Karya (BK) Boyolali. Sebelumnya, Senin (6/4) malam telah dilaksanakan tak- bir keliling menyambut tibanya Hari Raya Kurban dengan rute keliling kota dimulai dari depan kantor kabupaten. Menurut Kabag Humas Drs Sugiyanto, Pemda Boyolali tahun ini menyem- belih tiga ekor sapi dan 25 ekor kambing. (rif) INFO MEDIKA Persediaan darah PMI (Hingga pukul 18.30 WIB) Hari Selasa, 7 April 1998 Wonogint Sukoharp Sragen Boyolal RS Sukoharjo A 16 NOK 8 64 2 O Korban kecelakaan Kelk 15, Nambangan, Selogin Wonogiri Dokter jaga Rabu, 8 April 1998 RS Sragen dr R Purwad, dr Hi Sudiya PW, dr Lies Puspasart dr Fa Kustunartu, or H Bambang MDS, ar Didik Harjanto, dr BE Lisa Meliana Dipag), dr Tandio Suhardko (sang), dr Djoko Purwanto (malam) KRIIIIIING... SURAKARTAN Sukoharja: Polial 500110, RS 580678 PM 5331575, Polerangan 108. Kebakaran 502113 Kisten: Pola 2234, RS 21041 PM 21306, Penerangan 22108 Katakaran 113, Boyolal: Polisi 110, RS 2105, PM 21104, Penerangan 21108, Kabiskann 113. Sragen Polal 91510, RS 91008 PM 91587, Perieningin 91108 Kebakaran 9111, Karanganyar Potal 495110, RS 495005, PMI 495139, Penerangan 495108, Kebakaran 113. Wonogiri: Polisi 21110, RB 21008, PMI 21123, Permangan 21108, Kebakaran 113. Salanga: Pola 26710, RS 24074 PMI 25833, Penerangan 21100, Kebakaran 113 Madiun: Polisi 53881, PS 64325, PM 62475, Penerangan 64108, Kebakaran 82222, Ngaw: Pollal 79510, RS 79023 PM 79243. Penerangan 79108, Kebakaran 113 Bojonegoro: Pols 64300, RS 81193. PMI 62704 Penerangan 81108 Kebakaran 113 Pacitanc Polisi 81310, RS 81410, PM 81238, Penerangan 81108, Kebakaran 113 AB $ (kartong) 6 PENDEKAR MENCARI CINTA SURAKARTAN Warga pertanyakan EPISODE GEGER KARTASURA T api eh, apakah Kakang Kandar sudah pulang ke Cepogo dan melaksanakan kejahatannya? "Sampai sekarang belum. Tapi kami selalu sedih dan malu, apakah sebab Kandar sampai tersesat seperti itu. Bukan saja tega membunuh pamanmu Juminta, tapi juga merencanakan per- buatan jabat akan meracun kakek guru dan semua pamanmu!" hasil kerja tim Itwilkab Sukoharjo (Espos) rima Darsono SH dari FKP juga mengadukan ulah mantan Kades Kasimin yang kini terpilih kem- bali. Sekitar 50 warga Desa Singopuran, Kartasura, Su- koharjo, Senin (6/4), mendatangi DPRD setempat. Me- reka mempertanyakan hasil kerja tim Itwilkab terkait masalah penjualan dua bidang tanah kas desa 1992 lam oleh Kades setempat. Diungkapkan, dua bidang ta nah tersebut pertama di sebelah selatan Sungal Pati seluas 11.100 m2. Tanah yang dianggap warga humayan hias ini 1902 silam dijual kepada seorang kontraktor. Ir Tedjo Wiyono seharga Rp 300 juta. Namun ternyata keputusan Gubernur Jateng menyebutkan tanah tersebut hanya dijual sehar ga Rp 230 juta. "Artinya ada se sih yang harus dipertanyakan kemana perginya," ujar seorang warga yang mengaku bernama Ratono, Belakangan, awal tahun lalu, tanah tersebut berpindah tangan kembali kepada PT Jawa Pos Berdasarkan pengukuran ulang saat tanah berpindah tangan, diketahui luas tanah sebenarnya ternyata 11.760 m2. The artinya ada lagi selisih luas yang bila dihi tung dengan rupiah bisa meram- bah pemasukan kas desa," tam- bah Ratono. Sragen (Espos) Gara-gara belum bisa mengembalikan utang Rp 56.000, Parmin, 38, warga Dukuh Barong RT 9/RW I Galeh, Tangen, Sragen terpaksa menjalani rawat inap di RSU Sragen sejak Minggu (5/4) lalu akibat dianiaya Pardi, 40, pemilik uang tersebut yang dibantu Ngatman, 39, keduanya warga sedesa dengan korban. Selain tanah di sebelah sela tan Sungai Pati, warga juga mem- pertanyakan penjualan tanah kas desa seluas 420 m2 di sebelah utara Sungai Pati. Tanah tersebut telah dijual kepada Toko Damai milik Tik Am seharga Rp 20 juta akhir tahun lalu. Berdasar pengakuan Parmin saat ditemui Espos di zal Mawar No 9 RSU Sragen, peng aniayaan yang menimpanya terjadi Kamis (2/4) malam lalu sekitar pukul 20.00 WIB, saat ia tengah menghadiri upacara pernikahan salah seorang rekannya di Desa Banyuurip, Jenar, Sragen. Penjualannya dinilai warga menyalahi aturan lantaran tidak dibicarakan dulu dengan masya- rakat dan LMD-nya. Di samping itu, warga Singopuran yang dite Di tengah-tengah kemeriahan pesta per- nikahan, tiba-tiba Parmin diminta menemui Pardi dan Ngatman yang telah menunggun ya di luar. "Begitu sampai di luar, tubuh saya langsung diikat dengan tali plastik oleh mere ka. Lalu mata saya yang waktu itu sebenarnya sudah saya pejamkan dibuka paksa dan ditaburi bubuk kapur dicampur semen," tutur Parmin. "Tapi paman, sedikit banyak aku tahu, sebab- nya Kakang Kandar berbuat sejauh iu. Ada orang yang menyebabkan dia tersesat jauh." "Hem...... anakku, dengan dalih apa pun, kesalahan bocah itu sudah tidak bisa lagi diampuni. Sudahlah, anakku, kalau bocah itu memang jahat, relakanlah dia memperoleh huku- man setimpal dari perguruan. Mari, mari Bagian 156 sekarang kita pulang ke Cepogo." Tiba-tiba Lintang Utara teringat kepada Jambul. Maka kemudian ia berteriak memang gil, "Hai Jambul, datanglah kemari!" Pemuda itu segera berteriak pula menjawab teriakan rajanya. Mengenai bubuk kapur dan semen itu, Parmin mengaku ketika matanya dibuka pak sa ia sempat melihat benda itu dikeluarkan dari dompet Pardi. Parmin menduga bahwa peris tiwa malam itu sebagai buntut dari masalah utang piutang antara dia dengan Pardi. "Kira-kira sepuluh hari sebelum kejadian itu saya memang pinjam uang Rp 56.000 sama "Ah... Lintang Utara berseru terkejut. Prasangka tersenyum getir, kemudian katanya setengah mengeluh, "Anakku, aku tahu kau seorang yang jujur dan welas asih, perkara pengkhianatan yang dilakukan oleh Kandar ini jangan kau ukur dengan hati dan perasaanmu. Tetapi kau harus ingat, bagi setiap perguruan, murid yang melakukan pengkhianatan tiada ampun lagi. Menyedihkan memang, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa dan membela murid yang sudah berani berkhianat." Meski telah usai masa jabatan- si-nya, katanya, akhir tahun lalu la diduga telah memberikan fasili- tas bengkel kepada salah satu warga. Hal tersebut sempat me munculkan kecemburuan di kalangan warga lainnya. Gara-gara utang, Parmin Sungai Sekayu masuk rumah sakit telan 2 warga Sawahan lagi. Anakku, pengkhianatan yang sudah dila- WIPI WIPAYAT kukan oleh Kandar itu harus ditebus dengan Jambul pergi ke Karta Sekar nyawa. "Tapi saya percaya paman, Kakang Kandar masih bisa diperbaiki dan bisa disadarkan.!" "Sebaliknya aku tidak percaya bocah itu bisa Jambul memberikan hormatnya, lalu jawab- diperbaiki dan bisa disadarkan." nya, "Kalau Paduka Raja memperkenankan, "Lho paman, apakah sebabnya?" kiranya lebih baik saya terus menuju Karta "Dia sudah tega hati membunuh pamannya Sekar menyusul yang lain. Di samping itu kare- sendiri. Juminta. Perbuatan seperti itu bukan na sudah cukup lama berpisah dengan ayah, sepele. Itu membuktikan sudah tersesat terlalu tentu ayah sudah rindu kepada diri saya!" jauh. Bagi kakekmu dan seluruh keluarga Lintang Utara dan Prasangka membujuk Cepogo sudah dicoreng dan amat memalukan, supaya Jambul ikut serta ke Cepogo. Tetapi karena bocah itu sudah berkhianat. Jambul kukuh pendiriannya untuk langsung ke Pengkhianatan kepada perguruan tiada ampun Karta Sekar dengan alasan sudah rindu ayah- Tutupi jalan Namun yang membuat warga jengkel, letak bengkel dinilal telah menutup jalan menuju ke lo kasi pemakaman umum Nga- beyan. "Herannya penjualan tanah kepada pemilik Toko Damai dan pemberian fasilitas bengkel dila kukan Kasimin saat dia tak lagi menjabat Kades," ungkap Bam- bang, 40, warga lainnya seraya menambahkan warga yang hen- dak mendatangi DPRD awalnya lebih dari 100 orang, tapi seba- gian diminta pulang. Menurut Bambang, belum la Pardi. Kalau pun ia minta uangnya dikem balikan saat itu, saya pasti akan berusaha mes ki saya sedang tidak pegang uang. Yang saya tidak mengerti, mengapa tiba-tiba ia bersikap kasar begitu, tanpa didahului dengan mena gih atau apa," lanjut Parmin tampak tidak ha bis mengerti dengan kejadian yang dialaminya itu. Ditambahkan, meski tidak sampai dipukul, namun gara-gara matanya dimasuki serbuk itu ia tidak bisa melihat sampai saat ini. "Bahkan saya tidak tahu siapa yang lantas menolong saya malam itu. Seingat saya ada dua orang mengantarkan saya pulang, karena saya tidak bisa melihat apa-apa," kenang Parmin. Kejadian itu pun baru diketahui aparat setempat tiga hari kemudian, yakni Minggu (5/4) sorenya. Hari itu juga Pardi dan Ngat- man dimintai keterangan terkait kasus pen- ganiayaan tersebut. Sementara sebagian aparat yang lain mengantar Parmin ke RSU Sragen, Kapolres Sragen, Letkol (Pol) Drs Siswaluyo, ketika dikonfirmasi Selasa (7/4) petang membenarkan adanya kasus penga- niayaan terhadap Parmin tersebut. Dikatakan, kedua tersangka yakni Pardi dan Ngatman sampai saat ini masih diperiksa petugas. Kedua tersangka sudah dalam penanganan Polsek Jenar. Kita lihat bagaimana perkem- bangannya nanti, kalau kasusnya membesar ya akan kita tarik ke Polres," tegas Kapolres (dwt) "Pos pelayanan itu tidak hanya dilakukan di kantor DPC saja, tetapi juga disetiap Komcat- Komcat PPP. Jadi masyarakat tidak perlu takut membawa per- PPP buka pos pelayanan masyarakat Wonogiri (Espos) dengan pengurus Komcat (comi- soalan yang dihadapi atau dike- Perda, juga mengenai persetu- Ketua DPC PPP Wonogiri, An- saris kecamatan). "Dan di dalam ding Sukiman, menilai kekritisan rapat itu biasanya mereka (Kom dan kepedulian masyarakat cat) telah membawa persoalan Wonogiri sekarang ini semakin yang timbul di daerahnya ma- tinggi dalam ikut memperbaiki sing-masing. Sementara kita di dan mencermati kondisi yang ter- Dewan, selain memperjuangkan jadi di wilayahnya. di tingkat komisi juga di tingkat paripurna," jelasnya. juan renovasi Pasar Induk Wo- nogiri (PTW) terhadap pihak keti- ga serta menetapkan APBD 1998/99. (Espos, 3/4) "Untuk itu, setiap Minggu Pahing PPP siap melayani peng aduan masyarakat. Pada hari itu kami membuka pos pelayanan masyarakat," tegas Anding kepa- da Espos, Sabtu (4/4), menang- gapi semakin kritisnya masyara- kat Wonogiri terhadap kebera- daan wakil rakyat di Dewan. tahuinya kepada Komcat PPP." Setelah dilakukan rapat park purna DPRD 28 Maret lalu, se mua fraksi menyetujui RABPD yang diajukan eksekutif ditetap- kan menjadi APBD, meski di dalam klausulnya tetap mencan- tumkan penganggaran dua Wakil Ketua Dewan. (Espos, 31/3). Menanggapi hal itu, dua tokoh masyarakat Wonogiri, Soepar- man Poncoprabowo dan Sutarto HPmeniki DPRD II lumpuh. Pe nilaian itu segera dibantah Ketua DPRD Wonogiri, Utomo TS. Anding yang juga anggota Komisi B DPRD Wonogiri me ngemukakan karena semakin kri tisnya masyarakat, maka diren- canakan di tiap-tiap Komcat di- jadikan pos pelayanan bagi masyarakat. Anding menambahkan lang kah yang diambil partainya itu semata-mata didorong kecintaan PPP dalam membangun daerah Wonogiri. Disebutkan, dengan dibukanya pos pelayanan, maka jembatan antara rakyat dan wakil rakyat ada. Pos itu sebagai langkah untuk menjembatani aspirasi yang ber- kembang di masyarakat, disaat masyarakat masih takut datang ke gedung Dewan. Itulah me ngapa kami lantas berinisiatif membentuk pos pelayanan," pa- Tidak benar kalau Dewan lumpuh, bahkan produk Dewan juga cukup banyak. Maret saja, misalnya, Dewan telah mene tapkan enam Raperda menjadi parnya. (tus) Lebih lanjut dijelaskan sebe- narnya Minggu Pahing oleh DPC PPP dipergunakan untuk rapat koordinasi antara pengurus DPC nya. Mereka tak bisa memaksa, lalu melepaskan Sungguh kebetulan Prasangka juga berkuda. Maka kemudian bersama Lintang Utara, lang- sung menuju ke Cepogo Ketika itu Bayu tengah duduk di pendapa dan di depannya duduk seorang perempuan. Lintang Utara bertanya, "Paman, siapakah perempuan itu?" "Dia sudah agak lama di sini. Dia bemma Limaran, puteri paman Sabuk Bumi yang bermukim di Lawu...." Lintang Utara memotong dan berkata, "Ah. aku sudah cukup lama mendengar rama Sabuk Bumi. Jadi, apakah kakek Sabuk Bumi itu masih punya hubungan keluarga dengan Cepogo. "Apakah gurumu ketika masih hidup, belum pernah bercerita?" tanya Prasangka. "Guru meninggal ketika diriku masih ingu- san dan belum pernah cerita." "Hem........ pantas saja jika kau belum tahu, Cepogo itu memang keluarga dengan paman Sabuk Bumi di Lawu. Maka tidak heran Limaran sudah cukup lama di Cepogo, sejak Limaran cerai dengan suaminya." "Siapa dia?" tanya Prasangka. "Dia bernama Jambul, salah seorang anggota Kelompok Pemburu." "Cerai? Apakah sebabanya?" "Menurut Limaran, suaminya cemburu dan tinggi hati. Tapi sebab yang utama, karena tiba- tiba Limaran berubah menjadi buruk wajah nya, sesudah mencuci wajah di sebuah sumber "Ah, kalau begitu kita ajak saja ke Cepogo." air." Sesudah Jambul datang, kata Lintang Utara, "Adi Jambul, aku harus menyertai Paman Prasangka ke Cepogo. Karena itu sebaiknya jelek. Dengan begitu dirinya akan aman dari kau ikut dulu ke Cepogo." "Ah...apakah keracunan? "Limaran memberi alasan, biar wajahnya ma ini lantaran adanya peng- aduan warga, pihak Itwilkab telah memanggil dan memeriksa Ka- serta pihak-pihak terkait lainnya. Sayang, sambungnya, sampai kini warga tidak ada yang tahu bagaimana dan sejauh mana hasil pemeriksaan Itwilkkab. Pada kesempatan tersebut, Darsono SH yang menerima war ga di ruang FKP berjanji akan menyampaikan keluhan warga kepada eksekutif. Di samping itu, pihaknya juga berjanji akan ber usaha mencari informasi menge- nai hasil kerja Itwilkab gangguan laki-laki." Lintang Utara terkejut dan menghela napas dalam, Biasanya perempuan berusaha agar wajahnya buruk? Ketika itu kakek ini melambaikan tangannya supaya mereka datang mendekat. Mereka hormat lalu masuk pendapa. Sebelum duduk, mereka memberi hormat lagi. Bayu Prakosa memandang penuh perhatian kepada Lintang Utara. Karena tidak ingat lagi, maka kemudian Bayu Prakosa akan bertanya Selanjutnya, disepakati akan diadakan pembicaraan kembali Rabu pekan depan. "Saya akan sampaikan dulu pengaduan war- ga ini kepada Ketua DPRD, Se Lanjutnya, kami akan ikuti kebija- kan ketua. Rabu mendatang, ka mi akan usahan Itwilkab dan pihak terkait dapat menjelaskan masalah ini kepada warga Singo- puran," katanya kepada Espos usad menerima warga. (ayu) Ponorogo (Espos) Dua pemuda mesjid Dusun Sawahan, Desa Gandu Kepuh, Sukorejo, Ponorogo masing-masing Siswanto, 18, dan Suroso, 18, Selasa (7/4) pukul 12.00 WIB terseret banjir di Sungai Sekayu. Hingga pukul 16.00 WIB kemarin kedua belum berhasil ditemukan. Informasi yang dihimpun Espos me- nyebutkan siang itu Siswanto dan Suroso bersama 10 rekannya mendapat tugas menyembelih kambing di mesjid setem- pat Usai menyembelih kambing, para pemu- da itu berniat mencuci tangan. Mereka kemudian bersama-sama menuju Sungai Sekayu yang berjarak sekitar 200 meter dari mesjid. Di sungai itu, tanpa diko- mando mereka menceburkan diri kendati arusnya agak deras. Nasib sial menimpa Siswanto dan Su- roso. Keduanya terperangkap kubangan bekas galian pasir. Keduanya kontan panik, tiba-tiba arus air sungai bertambah deras Beberapa pemuda berhasil menyela- matkan diri dengan cara naik ke tebing sungai. Akhirnya para pemuda itu melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa setempat yang kemudian diteruskan ke Polres Ponorogo, (st4) kepada Prasangka Tetapi sebelum kakek itu membuka mulut, Lintang Utara tahu diri, lalu berkata, "Kakek, cucu murid Lintang Utara memberi hormat." Dan pemuda itu kemudian berlutut di depan Bayu Prakosa. "Bangkitlah, cucu!" kata Bayu Prakosa. "He he he he! Sudah lama sekali kau pergi tanpa kabar. Kemana saja kau selama ini?" "Kakek, cucu mohon ampun!" jawab Lintang Utara. "Sebab dalam beberapa bulan ini cucu hanya menurutkan kepentingan pribadi dan malah hampir saja terperangkap perbuatan lain orang dengan terbunuh matinya paman Juminta." pamanmu Prasangka!" kata kakek itu. "Untung "Hem....., semuanya kuketahui oleh laporan juga Tuhan serba tahu, hingga kau selamat dari tuduhan, sesudah lebih dulu kau harus meng- hadapi keroyokan empat pamanmu. Eh....sebe- namya memalukan juga, empat orang paman mengeroyok kemenakannya. Tapi yang benar tetap benar dan yang salah tetap salah." Kakek ini berhenti, sesudah menghela napas pendek, meneruskan, "Hem ya, Tuhan Maha Besar! Orang yang bersalah membunuh paman- mu Juminta seperti dituntun oleh tangan gaib, membuka rahasia sendiri di depan hidung empat pamanmu. Hingga empat pamanmu menyadari kesalahannya, karena sudah salah tuduh. Orang seperti Kandar memang sudah seharusnya dijatuhi hukuman berat dan kalau perlu guna menghapus kejahatannya, orang itu dibunuh! Tapi kau seorang muda yang pantas dipuji. Membuktikan keperwiraanmu dan kebaikan hatimu, sehingga pamanmu Jiwangga sadar diri. Hem, apakah kau pernah bertemu dengan Kandar sesudah peristiwa itu?" "Kakek, maafkanlah cucu," sahut Lintang Utara, "Secara tidak terduga, cucu melihat Kakang Kandar itu tengah orang-orang gerom- bolan Gunung Kendeng." Prasangka terkejut sekali lalu berkata, "Kau Kendeng? Hem kau terlalu sembrono, untung menyelundup ke tengah gerombolan Gunung kau selamat." (Bersambung) Palsu surat nikah, Sekdes Randulanang divonis 2 bulan muka pengadilan, juga bahwa terdakwa dike tahui pernah divonis di PN Klaten dalam kasus serupa. Klaten (Espos) Sekretaris Desa (Sekdes) Randulanang, Ja tinom, Klaten, RY Priyono, 50, akhirnya divonis hukuman penjara 2 bulan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Klaten, Senin (6/4) gara-gara memalsu surat nikah salah seorang warganya Hukuman tersebut lebih ringan satu bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ansori Senen SH pada Kamis (2/4) lalu. Selain kena 2 bulan kurungan, Priyono diharuskan memba yar biaya perkara Rp 2.000. Terlebih penting lagi, menurut hakim, perbu atan terdakwa telah merugikan beberapa piliak baik secara materi maupun moril, dalam hal ini Satiyem dan Sri Lestari serta keluarganya. Priyono memalsu surat dalam mengeluarkan surat izin menikah untuk warga bernama Sumarno, Ketika itu Sumarno mengatakan bah wa ia telah menikah, tetapi minta dibuatkan surat untuk bisa menikah lagi. (Espos, 24/3) Meski mengetahui Sumarno sudah menikah dengan Satiyem dan telah dikaruniai dua orang anak, Priyono meluluskan permintaan Sumarno dengan catatan disertal imbalan uang Rp 80.000. Kasus ini terungkap gara-gara Satiyem curiga saat Sumamo jarang pulang dan memberikan nad kah lahir maupun batin. Merasa belum pernah mengizinkan suaminya menikah lagi, Satiyern ak hirnya mengadukan kasus ini ke pihak berwajib Sementara Sri Lestari dalam kesaksian menya takan merasa malu dengan kejadian ini. Apabila Bukti itu antara lain surat izin menikah N-1, dia mengetahui Sumarno sudah beristeri dan lengkap dengan tandatangan dan cap stempel punya anak, niscaya dia tidak akan pernah mau Sekdes serta fotokopi bukti tanda menikah. Selain menikahi pria itu. Dari perkawinannya dengan itu, hal yang memberatkan terdakwa dianggap Sumarno, Sri sekarang sudah dikaruniai seorang bertele-tele dalam memberikan keterangan di anak. (far) Vonis majelis hakim yang dipimpin Manis Socjono SH, didampingi Jansen Pasaribu SH dan Sugito SH, atas dasar pertimbangan bahwa apa yang dilakukan terdakwa 14 Februari 1996 silam jelas terbukti secara sah membuat surat palsu. Menurut pertimbangan majelis hakim, hukum- an itu sudah setimpal dengan perbuatan dan ti- dak ada alasan bagi terdakwa untuk tidak dita han. Hal itu juga didasari pertimbangan berupa bukti-bukti yang diperlihatkan di persidangan, yang dibenarkan para saksl maupun terdakwa sendiri. KARENA KA Rokok Indonesia pertama yang dirancang dan dijual untuk pasaran global International dirancang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dan mampu bersaing di pasar internasional, karena itu mulai dari batang, kemasan hingga pemasarannya dipersiapkan secara seksama. Rokok kretek pertama dengan kemasan isi 20 batang International produk rokok kretek pertama dengan kemasan isi 20 batang, guna memberikan kepuasan merokok yang lebih lama dalam setiap bungkusnya. Rokok kretek pertama yang menggunakan hologram International menggunakan logo berhologram, merefleksikan citra eksklusif yang selaras dengan kepribadian Anda. Rokok kretek pertama dengan kemasan segi delapan (bevel edge) HALAMAN International memiliki kemasan eksklusif segi delapan (bevel edge) rancangan Kornick-Lindsay, desainer kemasan terkemuka dunia yang juga mendesain kemasan kaleng dan botol Coca-Cola. SAMPOERNA A Internation 1 al Rokok dengan kemasan yang terlindungi lapisan film berkualitas tinggi Klaten (Espos) Sebanyak 21 sekolah dasar negeri (SDN) di 13 kecamatan di Kabupaten Klaten terpaksa harus dihapus. Selain itu, dalam tahun ajaran 1997/98 ini di 18 kecamatan di Klaten masih kekurangan seki- tar 352 guru. CLOVE CIGARETTI LASERTIP FILTEES R Kemasan International dilindungi dengan lapisan film berkualitas tinggi, guna menambah eksklusifitas sekaligus mencegah isi dari perubahan kualitas (20% lebih tinggi dibanding kemasan biasa). Klaten kekurangan 352 guru pendidikan di Klaten. Sebab keadaan ini tentu akan mempengaruhi mutu siswa." babnya antara lain banyaknya guru memasuki Kekurangan guru di Klaten salah satu penye masa pensiun, sementara penggantinya tidak bisa segera didapatkan dengan mudah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Klaten, nerima sekitar 10-15 orang guru yang mengajukan Sekolah yang terpaksa dihapus itu, menurut Dinas P dan K sendin, ujar Soetardi, selalu me Drs Soetardi, Minggu (5/4), karena muridnya pensiun setiap bulannya. Untuk mengatasi keku sangat sedikit atau tidak ada. Juga dikarenakan rangan, diusahakan mendapatkan guru dari dae keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). rah lain seperti dari Tegal, Pekalongan, dan dae- "Jadi untuk sekolah tersebut terpaksa dihapus, rah lainnya. sementara murid sekolah bersangkutan digabung buku sesuai sekolah barunya," jelas Soetardi. dengan SD-SD terdekat. Mereka juga diberikan Dikatakan, baru-baru ini sekitar 180 calon guru dari Klaten mengikuti tes guru yang diselenggara kan Pemda Tingkat 1. Hasilnya, sekitar 51 orang dinyatakan lulus dan seorang mengundurkan diri. Gedung-gedung SD yang tidak dipergunakan la gi, lanjutnya, karena penghapusan tadi akan diper- gunakan bagi kegiatan-kegiatan pertemuan desa, nya akan ditempatkan di Klaten. Mungkin mere- "Namun dari 51 orang tadi belum tentu semua taman kanak-kanak atau kegiatan positif lainnya. ka juga akan ditempatkan di daerah lain yang lebih Sementara itu masalah kekurangan guru di kekurangan dan patut diprioritaskan," sambung Klaten, Soetardi mengatakan bila dibandingkan Soetardi lagi. pengaruhi kualitas murid. dengan daerah lainnya jumlah tersebut masih relatif kecil. Tetapi sekecil apapun tetap akan mem- Di Klaten sendiri ada 26 kecamatan, 4 dian- taranya justru kelebihan 96 guru, yakni Kecamatan "Memang termasuk kecil bila dibandingkan renggo. Guru-guru itu sendiri sebenarnya juga Gantiwarno, Jogonalan, Prambanan dan Manis dengan daerah lain. Tetapi bagaimana pun masa akan diusahakan bisa bertugas di dekat tempat lah kekurangan guru ini sangat penting bagi dunia tinggalnya masing-masing. (far)