Tipe: Koran
Tanggal: 1998-04-08
Halaman: 08
Konten
SOLOPOS, RABU PON, 8 APRIL 1998 SEKILAS JATENG & DIY Harga gula, minyak dan telur naik lagi Semarang (Expos) Beberapa harga bahan pokok seperti gula pasir, minyak goreng dan telur ayam pekan ini mulai merambat naik lagi di Semarang. Kepala Pasar Johar Semarang, Paimin, Senin (7/4), menyatakan kenalkan harga tidak begitu mencolok, berkisar antara 10% sam pai 15%. la menambahkan setelah beberapa pekan harga gula pasir dan minyak goreng sempat stabil, mulai pekan lalu harga mulai naik, gula pasir dari Rp 3.000/kg menjadi Rp 3.250, minyak goreng pabrik naik menjadi Rp 1900 dari Rp 1.700/kg. Sedang harga telur naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.000. Sementara harga beberapa kebutuhan pokok lain, menurut Paimnin, cenderung stabil, seperti tepung terigu tetap Rp 1.500/kg. bawang merah besar Rp 7.000/kg, bawang merah sedang Rp 5.500, bawang putih impor Rp 8.500 Tetapi harga bawang putih cating justru menurun dari Rp 8.000 menjadi Rp 7.500. Demikdan juga dengan cabal merah kris- ing dari Rp 2.000/kg menjadi Rp 1.800/kg, cabe merah tropottg dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.000, dan cabe rawit dari Rp 2.000/kg menjadi Rp 1.500/kg sampai Rp 1.800/kg (5) Petugas pemeriksa ternak diterjunkan Semarang (Expos) Dinas Peternakan Kodya Semarang dalam Hari Raya Idul Adha tahun 1998 atau 1418H menerjunkan 45 orang petugas mela kukan pengawasan dan pemeriksaan ternak dan daging kurban untuk membantu panitia penyembelihan ternak kurban. Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kodya Semarang, Drh Gagak Subroto di Semarang, Senin (6/4), mengatakan meskipun selama ini tidak pernah ditemukan penyakit yang membahayakan pada ternak kurban pemeriksaan perlu dilakukan dan pihaknya tidak memungut biaya. (Ant) Harga mobil bekas di Semarang naik Semarang (Espos) Harga mobil bekas di pasaran Semarang makin menguat Mo- bil merk Honda jenis Genio keluaran tahun 1992 misalnya, ming gu labu seharga Rp 45 juta sekarang menjadi Rp 50 juta, sementa- ra mobil buatan Jerman seperti BMW tipe 318 buatan tahun 1992 harga mencapai Rp 80 juta hingga Rp 85 juta. "Naiknya harga mobil bekas ini kemungkinan terimbas mero- ketnya harga mobil bekas di Jakarta," kata Londo, pemilik ruang pamer London Motor di Jl Dr Cipto Semarang, Senin (6/4). Mobil Kijang buatan 1994 kini mencapai Rp 32 juta, Kijang 1995 Rp 37,5 juta, Daihatsu Feroza 1994 Rp 25 juta, Feroza 1985 Ro 27,5 juta. Sedang Suzuki Jimny Katana 1994 Rp 24 juta, 1995 Rp 27,5 juta dalam kondisi prima balk bodi dan mesin. (Ant) Purwokerto (Expos) Pada tahun anggaran 1998/1999 Perda Jateng akan meman- faatkan anggaran pembangunan sebesar Rp 600 miliar untuk proyek-proyek padat karya (PPK) di seluruh Dati II. Dana ter- sebut berasal dari pemerintah Pusat maupun dari APBD L Turun, hewan kurban di Mesjid Semarang Semarang (Espos) Jumlah hewan kurban yang diterima Panitia Hewan Kurban Mesjid Besar Baiturahman Semarang tahun ini mengalami penu- runan dibanding tahun 1997. Drs H Rajab Senin, Ketua Panitia, mengemukakan penurunan itu boleh jadi berkaitan dengan krisis moneter, Semarang (Espos) yang tidak diberikan kepada pe- Komisi B (Bidang Perekonomian) DPRD Jateng menenyelewengan. "Saya tidak tahu tani akan membuat peluang pe- mukan ketidakberesan dalam manajeman Pusat Kope- apakah itu disengaja atau tidak, Dana pembangunan dimanfaatkan untuk PPK rasi Unit Desa (Puskud) Jateng dalam hal dana penyer yang jelas petani saat ini tidak taan petani cengkeh yang jumlah akumulatifnya sejak memiliki bukti cukup kuat, pada- 1991 sampai dengan 1997 mencapai Rp 123,7 miliar. hal jelas mereka memiliki dana penyertaan itu," katanya. Puskad tidak boleh tinggal diam, uang milik rakyat harus dikembalikan ke yang berhak," pintanya. Sementara itu ribuan umat Islam di Semarang, Selasa (7/4), me laksanakan salat Idul Adha di Lapangan Pancasila Semarang. Tampak duduk di barisan depan Gubernur Jateng H Soewardi beserta Ny Jani Soewardi, Wakil Gubernur Bidang II Hartono dan segenap Muspida Jateng. Drs Muchtar Hadi dari Kanwil Depag Jateng dalam khotbahnya mengatakan pada zaman pembangunan sekarang ini dituntut pengor- banan dari semua pihak demi tercapainya cita-cita pembangunan nasional, yakni masyarakat adil dan makmur la menandaskan pengorbanan saat ini sangat diperlukan berkait- an dengan krisis ekonomi yang melanda negara Indonesia, baik beru pa harta benda maupun jiwa raga dari segenap lapisan masyarakat termasuk pejabat. "Hanya dengan bersatu padu dengan merelakan apa yang kita miliki kepada Nusa dan Bangsa maka Insyaallah kri- sis akan segera berakhir," tandasnya. Proyek padat karya yang menggunakan anggaran pemba ngunan itu tidak sama dengan proyek padat karya. Melalui pro yek yang dipadatkaryakan ini nantinya mampu menyerap tena- Drs AA Munir Basyir, Anggota taan itu dibebankan kepada peta Komisi B, kepada Espos Selasa ni setiap kali menjual cengkeh (7/4) di Semarang, mengatakan, ke Badan Penyangga Pemasaran selama ini para petani tidak me Cengkeh (BPPC) melalui Kope miliki sertifikat bukti kepemilikan rasi Unit Desa (KUD) sejumlah dana penyertaan. Padahal, bukti Rp2000/kg. Dana tersebut akan ga kerja sekitar 50.000 orang," tandas Wagub II Jateng, H Djoko sertifikat itu kelak hak petani dikembalikan ke petani bersama Sudantoko SSos, Senin (6/4), di Purwokerto. (git) an dengan pembubaran BPPPC "Dana penyertaan petani ceng keh seharusnya segera dikem balikan kepada yang berhak kare na BPPC (Badan Penyangga Pe- masaran Cengkeh-red) sudah ha- rus selesai segala urusannya de ngan petani sampai dengan tang ditentukan, akan menerimakem- bali dana penyertaan itu dengan jumlah tertentu atau tidak. Bila tanpa bukti sertifikat, kata Munir, petani tidak bisa meneri ma hak mereka kendati sebenar nya telah memberikan dana pe nyertaan setiap kali menjual hasil cengkehnya. Dia menjelaskan dana penyer- gal 30 Juni 1998," kata Munir. la khawatir, bukti sertifikat Usai salat Id Gubernur Soewardi menyerahkan hewan seekor sapi kepala Ketua Panitia Hewan Kurban Mesjid Baiturahman Drs H Rajab Senin. Sementara Walikota Semarang besarta isteri Ny Soetrisno Suharto dan Ketua DPRD Semarang H Samsuri Mastur SH melaksanakan salat Id di halaman Balaikota setempat. Purwokerto (Espos) "Maklum, tahun ini kan sedang krisis ekonomi," ucapaya, Selasa (7/4), di Semarang, Dijelaskannya, tahun ini panitia menerima ker- bau 1 ekor, sapi 16 ekor (duhu 18 ekor) dan kambing 51 ekor atau turun 33 ekor ketimbang tahun lalu yang 84 ekor. Hasil daging Gara-gara sering diancam akan 2.880 kg dalam waktu singkat habis dibagikan pada fakir miskin sel- diperlakukan kasar, Ny Priyati, tar Mesjid Baiturrahman. 25, seorang ibu rumah tangga di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Banyumas, nekad meracuni Dirowibowo, 29, warga Kelurahan Arcawinangun, Keca- matan Purwokerto Timur, de ngan racun tikus pada minuman kopi yang dihidangkannya. Bertindak selalu imam Drs H Fatah Dahlan dan khotib Drs H Qodri Azizy, dengan diikuti oleh ratusan umat Islam di sekitar Balaikota Sedang untuk penyembelihan hewan kurban direncanakan akan dilakukan pada hari Kamis (9/4) di halaman Mesjid Al Khusuf. (5) PIERCE BROSNAN MICHELLE YEOH TERI HATCHER Том CCE REGENT & FATIN 1 10.30 15.00 17.15 19.30 21.45 WINDY CHINDYANA NEVER DIES SENOPATI 10.00 15.00-17.00 19.00 21.00 Látalarar A Bergairah PERDAGANGAN AKIK-Beberapa penggemar akik sedang memi th-milih puluhan jenis akik yang ditawarkan seorang pedagang di Jl P Senopati, Yogyakarta, Senin (6/4). Sudah beberapa tahun ini jalan E PUNCAK Komisi B: Dana petani cengkeh tak beres Takut dikasari, Ny Priyati meracun seorang pria Namun peristiwa yang terjadi pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 20.00 WIB itu gagal merenggut nyawa Diro, Bahkan Ny Priyati yang merasa ketakutan pada hari Minggu (5/4) menyerahkan diri ke Polsek Kembaran. Pada Sabtu malam lalu, Diro datang ke rumah Priyati sekitar pukul 20.00. Tampaknya trauma lekat dalam diri wanita tersebut. terhadap ancaman itu masih me- Lalu timbul pikiran untuk menyu- piyang telah dicampuri dua bung guhi lelaki itu dengan segelas ko kus racun tikus. sung disruput Diro. Semula Diro Kopi bercampur racun itu lang ACADEMY AWARD BERY PICTURE LEONARDO DICAPRIO KATE WINSLET BIOSKOP YOGYA EMPIRE & LIPIRE & 10.00-12.30 17.00 70.30 RATIN 2 RECENT 2 10.30 14.00 17.30 21.00 EXPLEE B 11.00-14.30 18.00 21.30 COLD COME BETWEEN THEM A JAMES CAMERON FEM TITANIC JATENG & DIY FROM THE DIRECTOR OF ALIENS, T2, TRUE LIES EMPIRE T 18.30 15.30 17.30-19.30 21 30 HOE PESCI 8 HEADS IN A DUFFEL BAGS menyangka pahit yang ia rasakan adalah karena kopinya terlalu ba nyak. Kopi itu pun diminum lagi hingga beberapa sruputan. masih berada di rumah Priyati Sekitar pukul 21.20, Diro yang mulai merasakan mulas dan mun tah-muntah Melihat kejadian itu, Priyati menjadi ketakutan. Kha- watir bakal terjadi hal yang tak diinginkan, oleh Priyati, lelaki yang sakit keracunan itu segera dibawa ke rumah bidan Ny Heru di Arcawinangun. Namun bidan Heru tak sang- gup mengatasinya, dan menya- rankan untuk dibawa ke rumah mantri kesehatan, Dul Mukti, 45, di Arcawinangun juga. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh mantri kesehatan, kondisi Diro Mukti pun tidak sanggup. sudah cukup serius sehingga Dul Lalu Diro dibawa ke Rumah berhasil ditolong. Sakit Sinar Kasih di Mersi dan Pada Minggu siang, Priyati Polsek terdekat. (git) akhirnya menyerahkan diri ke EXPIRES YOGYA 10.00 15.00 17.00 13.00 21.00 Epoksiry Pro itu menjadi pusat perdagangan akik di Yogyakarta. Para pedagang mendapatkan dagangan dan Jakarta, Kalimantan dan Sumatra. Me- reka menjual akik mulai dari harga Rp 2.000 - Rp 75.000,00. EMPIRE 7 10.00 15.00-17.00 19.00 21.00 WILLIAM BAK VIDYA 11.00-14.30 16.45 19.00 21.15 LEONARDO LEABHID LALLE DARES Dengan dibubarkannya BPPC, menurut Munir, Puskud wajib segera mengurus dana-dana hak petani untuk segera dikembali kan sehingga nantinya KUD di daerah tidak menjadi sasaran pa ra petani cengkeh JULIET Hal itu perlu dilakukan meng- ingat setelah pembubaran BPPC Di samping itu, tambahnya, bisa jadi petani sudah tidak lagi umur manusia terbatas, bisa jadi menjadi anggota KUD dan men- para petani yang memiliki hak jual langsung produknya kepa- sudah meninggal sehingga ahli da produsen rokok, kata Munir. warisnya nanti akan lebih sulit la juga mempersoalkan belum jika akan mengurus. (guh) REGENT 10.30 15.30-17.30-19.30-21.30 PHONG THAN SENSUAL ACTRESS 98 Dubes bangga Semarang raih KALGA Semarang (Espos) Duta Besar RI untuk Filipina, Abu Hartono, menyatakan ikut bangga atas keberhasilan Kodya Semarang meraih juara II dalam penghargaan Konrad Adenaeur Local Government Award (KALGA) yang berlangsung di Hotel Manila, Filipina, Jumat (3/4) lalu. Kemenangan Kodya Semarang tersebut, menurut Abu Hartono menunjukkan bahwa salah satu kota di Indonesia telah berhasil memenuhi kriteria internasional sebagai pengelola perkotaan yang mengarah kepada kenyamanan untuk tempat tinggal DEO WHICH SHUM ANDA UNTUK PUCKT STEFANITA TAP LAHOGAT TURIS RIGHITUNGKAN DEMI KEDAMEANS FIRST CLASS KILLERS "Selain itu juga Kota Semarang sudah masuk dalam jaringan internasional, tentang inovasi pembangunan kota. Semoga langkah ini bisa diikuti oleh kota-kota lain di Indonesia," ucap Dra Harini Krisniati, Kabag Humas Pemda Semarang, Senin (6/4), mengutip pernyataan Abu Hartono. seleksi internasional penghargaan KALGA, setelah berhasil menyi- Seperti diketahui Kodya Semarang adalah wakil Indonesia dalam sihkan 15 kota besar lainnya, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Denpasar. medali perak, sedang juara satu diraih Kumi City, Korea," kata "Kodya Semarang akhirnya hanya meraih juara II dan mendapat Harini. Sebagai juara ketiga Kota Kuantan, Malaysia, disusul kemu- dian Irosin, Filipina, Saensuk, Thailand dan Ha long City, Vietnam, Peter Woods Oam, salah satu anggota Dewan Juri KALGA menga takan Kota Semarang pantas meraih juara karena memang telah mela kukan inovasi manajemen dalam pembangunan, khususnya dalam menangani masyarakat berpenghasilan rendah bisa menjadi con- toh bagi kota-kota lain di negara berkembang. Penanganan peda- gang kaki lima, serta pembangunan perumahan rakyat di kawasan kumuh, sangat berhasil," kata Peter. (st5) 6 COP LAND CAMIKAJAD VARČINU VANGARDALS EMPIRE 2 REGENT 3 10.30 15.30 17.30 19.30 21.30 STALLONE LIOTTA dihitungnya bunga dari dana pe- hun-tahun. Saat dikembalikan nyertaan yang mengendap berta kepada petani cengkeh harus di perhitungkan bunganya," ungkap Munir, No One Is Above The Law PERMATA 11.00 15.00 17.00-10.05 21.00 INDRA 10.30-17.30 19.30 21.30 MARYAM D'ABO SAVAGE HEARTS Mahasiswa Purwokerto demo di alun-alun kan diri. "Kalau tidak bubar seka rang, kalian akan saya angkut," ancam Agus Purwokerto (Espos) Setelah beberapa kali gagal melakukan long march ke Alun- Alin Purwokerto, akosi unjuk rasa Peserta unjuk rasa yang mena yang dilakukan mahasiswa semakan diri Forum Komunikasi tempat, Senin (6/4), akhirnya berhasil digelar di tempat itu. Aksi gelar poster dan pembaca an pernyataan sikap itu sempat menimbulkan kemarahan aparat keamanan, Bahkan Kapolres Ba- nyumas Letkol (Pol) Drs Agus Judharto dan Dandim 0701/Ba- nyumas, Letkol (Inf) Suratno, sempat emosi melihat ada unjuk rasa digelar di alun-alun. Apalagi aksi ini digelar beberapa saat sete lah alun-alun dipakai untuk upa- cara memperingati Hari Jadi kenyataan sikap itu pun tak bisa di- 416 Banyumas hindari. Aparat dari Polres dan Kodim Banyumas yang telah me ngepung mereka juga langsung menyita spanduk dan poster yang Mahasiswa Islam Purwokerto (FKMIP), semula bersikukuh untuk meneruskan aksinya de ngan membacakan pernyataan sikap. Namun Kapolres dan Dan dim Banyumas yang tidak meng- hendaki mahasiswa menggelar aksi di luar kampus itu, langsung merebut megapon dan selembar kertas pernyataan sikap yang se- dang dibaca oleh salah seorang peserta aksi. Aksi rebutan megapon dan per- Dengan nada tinggi, Dandim maupun Kapolres meminta agar mahasiswa segera membubar Semarang (Espos) Ratusan nasabah pada hari Senin (6/4) menyer bu sejumlah bank dalam pengawasan Badan Pe- nyehatan Perbankan Nasional (BPPN) di wilayah Semarang untuk menarik dana tabungannya, sete lah pada hari Sabtu dan Minggu menyerbu beber- apa anjungan tunai mandiri (ATM). Akibat serbuan itu di sejumlah bank terlihat an- trean panjang nasabah sejak pagi hingga sore Se- nin lalu, terutama di cabang-cabang Bank Danamon di Jalan Pemuda, Jalan Majapahit, Jalan MT Har yono, Bank BDNI Jalan Pemuda, Jalan Peterongan, Bank Exim di Jalan Mpu Tantular dan BUN di Jalan Pandanaran. Di Bank BDNI Cabang Peterongan dan BUN Ca- Banyak nasabah menutup rekening di sejumlah bank Jumlah perhitungan kasar tan pa bunga, lanjutnya, dana penyer- tan petani cengkeh secara nasio nal mencapai Rp 1,1 triliun lebih, tanpa memperhitungkan bunga. Anggota DPRD dari FPP itu juga menyatakan kekhawatiran dana penyertaan akan mudah di- manipulasi apabila petani melaku suma (Unwiku) Purwokerto, Prof bat bangsa dan negara sedang vitas kehidupan masyarakat, kan mutasi. "Selama ini petani timewisuda 237 sarjana negara ke korupsi, kolusi, monopoli, penya- Dr Iswanto SH, Senin (6/4) lalu sakit karena dilanda penyakit tuturnya. dak mendapatkan apa-apa dari 16 Unwiku Purwokerto, di Kam- lahgunaan wewenang yang me dana penyertaan, kan kasihan," pus Karangsalam, Purwokerto. landa semua lapisan masyarakat tutur Munir. alumni lima fakultas yang dimi- Ke-237 orang sarjana baru itu dan di semua aktivitas kehidupan. liki Unwiku, yakni Fakultas Hu- kum, 59 orang: Fakultas Isipol, 28 orang, Fakultas Ekonomi, 124 orang, Fakultas Teknik, 9 orang dan Fakultas Peternakan, 17 bertepatan dengan krisis mone Ditambahkan oleh Iswanto, ter dan krisis ekonomi yang me landa pada semua negara Asean, perlu diakui bahwa yang paling parah mengalami krisis adalah Indonesia. Bahkan sampai seka rang tampak belum siuman, baru berusaha ke arah siuman agar menjadi sadar bahwa dirinya se dang dalam keadaan sakit. orang. Dalam pidato wisuda, Rekttor menegaskan meskipun Indone- sia merupakan negara hukum, bukan negara atas dasar kekuasa an semata-mata, hukum di negeri ini tak dapat diterapkan dengan bang Pandanaran, nasabah yang mengambil dana simpanannya terlihat cukup banyak, bahkan seba- gian besar menutup buku tabungannya. "Dana tabungan di BDNI terpaksa saya tutup, daripada nantinya mengalami kesulitan, lebih baik Unwiku wisuda 237 sarjana negara nyalahgunaan wewenang yang melanda semua lapisan dan akti- baik. Purwokerto (Espos) Rektor Universitas Wijayaku- Iswanto menyatakan hal itu aki Selanjut terdakwa mencatat syarat-syarat seper- ti yang tercantum dalam koran kemudian men- datangi rumah korban di Kendeng II A Semarang. Kepada korban Ny Mamik mengatakan bisa mema- ni bukan adegan film Ninja. Juga bukan perbuatan seorang maling. Tapi, Jumat (3/4) siang itu sekitar pukul 14.30 WIB, seorang berambut pendek mengenakan kaos berwarna merah tiba-tiba sanggup meloncati pogar pembatas Wisma Kagama, Yogyakarta, setinggi 5 meter. Lalu, la segera meloncat ke atap sebuah rumah Guru Besar Universitas Gadjah Mada dan terus berlari menapaki genting. Begitu sampai di ujung atap lain. la nekad anjlog, Gedebug! Terde ngar bunyi hentakan kedua kakinya yang menahan dorongan badannya ke bumi. Ke seimbangannya terjaga, sehingga ia lang sung bisa mengambil langkah seribu, bak seorang maling yang dikejar-kejar pendu duk. HALAMAN 8 La terus berlari dan berlari terus tanpa me noleh kiri kanan atau belakang, hingga mencapai sebuah danau buatan di kawasan lembah, sekitar 700 meter dari Wisma Ka- gama. Begitu mencapai bibir danau, la lang sung terjun ke air dan angslup selama beber apa menit di dalam air, ditabung pada bank pemerintah yang jelas aman," ucap Edi Mulyanto, seorang wiraswastawan, di BDNI Jalan Peterongan. Ketika menampakkan diri di permukaan air, ia langsung menengok kanan kiri dan mungkin sembari bergumam, "Ah sudah aman. Lelaki bercelana kumal itu lalu be- renang ke tepi. berisi tuntutan reformasi di bi dang ekonomi, politik dan hukum. Jumlah peserta aksi itu hanya sekitar 25 orang, namun ada yang menyebut aksi itu membuat apa- rat keamanan Banyumas keco longan. Secara umum pencairan dana nasabah di berba gai bank berjalan lancar dan aman dengan penga wasan ekstra petugas keamanan. Namun di Bank Danamon Jl Pemuda sempat ter jadi ketegangan antara petugas Satpam dan wartawan maupun fotografer yang bertugas meliput. Tapi, begitu sampai di bibir danau buatan, la tampak terperangah menjumpal Espos su dah di depan mata. "Maaf masl saya warta wan SOLOPOS," ujar Espos "Yang benar saja, wartawan atau intel," tanggapan lela ki itu penuh curiga. "Betul, saya wartawan. Kalau nggak percaya, nih, kartu saya," kata Espos sambil menunjukkan kartu pers. Se telah yakin bahwa yang dihadapi seorang wartawan, in langsung menyergah, "Mau Pasalnya, sesuai rencana un- juk rasa mahasiswa bakal digelar di Kampus Universitas Muham- madiyah Purwokerto (UMP) oleh gabungan lima perguruan tinggi di Purwokerto yang mena makan Forum Aksi Mahasiswa Purwokerto untuk Reformasi (FA-MPR). Namun aksi di UMP itu uning dilaksanakan. Kendati begitu kepada warta- wan, Dandim maupun Kapolres mengaku tidak kecolongan. "Se jak pagi saya sudah tahu kalau akan ada unjuk rasa. Aparat tidak kecolongan," tutur Suratno. (git) Satpam bank tidak memperbolehkan fotografer mengambil gambar, dengan alasan tidak diizinkan atasannya, namun kalangan fotografer tidak dapat menerima larangan tersebut, karana tidak ada pen- jelasan resmi dari pimpinan bank tersebut. BANYAK IKANNYA, MAS? Sakit karena dilanda penya- kit korupsi, kolusi, monopoli, pe Antrean nasabah juga terjadi di berbagai lokasi ATM, namun sebagian besar nasabah merasa ke- cewa, terutama mereka yang datang sore hari, se- telah diketahui ATM-ATM bank bersangkutan ter nyata sudah tidak ada lagi dananya. (st5) Demi kuliah anak, ibu tipu Canaker Semarang (Espos) Tlogosari, Semarang, terdakwa penipuan calon Ny Mamik Surahmi, warga Jalan Bledak Kantil, tenaga kerja (Canaker), hanya terisak menangis di kursi pesakitan, ketika Majelis Hakim yang dike- tual Soetrisno SH dengan hakim anggota Mar- paung SH, menanyakan alasannya melakukan penipuan terhadap Canaker. sukan anaknya menjadi PNS di Kodya Semarang. berpengaruh di Pemda Semarang. Tapi harus ada Saya tanggung bisa masuk, karena punya kenalan uang pelicinnya," ucap terdakwa meyakinkan kor ban. "Saya terpaksa melakukan penipuan karena ter- desak untuk menghidupi keluarga dan membayar dengan terisak, pada sidang di Pengadilan Negeri uang kuliah anak saya," ujarnya Mamik, masih (PN) Semarang, Senin (6/4), Pertama kali terdakwa meminta uang sebesar Rp 250.000 sebagai tanda jadi. Sukses dengan kor- ban pertama kemudian terdakwa mendatangi kor ban kedua, Sidorini, kekasih Rumani, yang ter- nyata tergiur juga dengan tawaran terdakwa. Solo, itu pun menyerahkan uang Rp 500.000. Wanita lulusan SMEA asal Tunggulsari, Laweyan, Selanjutnya terdakwa mendatangi kedua kor- Kemudian terdakwa menceritakan awal mula ban meminta uang tambahan, sehingga masing- 1996 itu. Menurut dia, ide muncul ketika mem- "Jadi kalau ditotal kami berdua telah tertipu Rp 5,5 penipuan yang sudah berlangsung sekitar tahun masing menyerahkan uang sebanyak Rp 2.750.000. baca pengumuman di koran Suara Merdeka ten- juta," ucap Rumfani yang hadir sebagai saksi kor- tang adanya penerimaan calon Pegawai Negeri ban. Sipil (PNS). Terdakwa kemudian ingat kenalan- nya, Ny Ngadimin, pernah meminta tolong agar anaknya, Rumani, dicarikan pekerjaan. Yang tercecer dari insiden UGM tanya apa, silakan mas. Asal tidak menjebak saya lho? Ia menambahkan dalam era globalisasi ini terjadi persaingan daya tarik, persaingan antarsum- ber daya manusia yang sangat keras dan ketat. Ketika ditanya mengapa bisa sampal menceburkan diri ke danau, ia menjawab, "Wah, gila benar aparat itu. Masak saya dikejar-kejar sampai sini," jawab dia sambil menahan dingin basah kuyupnya pakaian. Tampaknya ia tak merasa bahawa sejak dari Wisma Kagama, Espos terus mengikuti langkahnya. Ketika ditanya nama dan asalnya, pria yang mengaku berusia 18 tahun itu enggan menjawab karena takut terdeteksi aparat. "Maaf mas, jangan cantumkan nama dan ala mat saya. Saya takut diciduk," ujar dia. Begitulah, sebagian tingkah para peser- ta unjuk rasa di seputar Bundaran Kampus UGM, Jumat (3/4) lalu. Aksi yang semula berlangsung darnad, tiba-tiba berubah men- jadi beringas, Peserta demonstrasi melem- pari aparat dengan batu, sementara aparat menjawabnya dengan pentungan dan popor senapan laras panjang. "Contoh persaingan daya tarik antar negara yaitu telah terjadi pemindahan modal yang cepat dalam waktu singkat dari negara Indonesia ke negara lain, sehing- ga menimbulkan kekacauan eko- nomi Indonesia," demikian ung- kap Iswanto. la menambahkan terdapat per- bedaan jumlah tenaga kerja dan jumlah upah yang sangat menco- lok di Indonesia. (git) Setelah menunggu sekian lama kabar dari ter- dakwa tentang kepastian diterima sebagai PNS ternyata tidak kunjung tiba, korban menjadi jeng- kel Terdakwa selalu mengatakan urusan di pusat belum selesai setiap kali ditanyakan kepastiannya. Karena jengkel maka kedua korban melaporkan terdakwa pada polisi. (st5) sekadar menonton huru-hara itu. Dan keti ka serbuan aparat itu membabi-buta, para mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum langsung berhamburan menyelamatkan diri masing-masing. Musikus dan budayawan Djaduk Ferianto tampak di antara mereka yang berlindung di langit-langit Wisma Kagama. "Saya juga meloncat ke atap, setelah men- jebol eternit Kagama," katanya. Parit dangkal Kepanikan menghadapi serbuan sep asukan aparat keamanan yang menga- cung-acungkan pentung dan senjata laras panjang tidak hanya membuat orang-orang berlari tunggang langgang atau menjebol eternit untuk menyelamatican diri. Ada yang berlindung di parit yang dangkal, yang ten- tu saja mudah terlihat aparat. Di sebelah barat bundaran, tepatnya di de pan Kantor Bank BNI dan Kantor Pos Unit UGM dan di pojok pagar pembatas gelang gang mahasiswa UGM puluhan orang pria dan wanita bertiarap masuk parit. Barang- kali mereka mengira dengan cara itu sudah aman. Tapi tak disangka ternyata aparat tetap membekuk dan memukuli mereka. "Ngapain kamu tidur di sini, bangun. Kanni menghina kami," bentak aparat sambil memukuli dan menendangi mereka yang bersembunyi di parit. "Ampun Pak! Saya ha nya nonton, teriak seorang lelaki sambil kes mudian menangis. Tangisan dan rintihan orang yang ketaku tan itu tak membuat aparat keamanan iba. Aparat tetap saja mencangking dan membo- Aparat tak mau kalah, sehingga ketika ter wa mereka ke mobil dinas. Sementara ap dengar komando "majuu!", serentak sepa- rat lainnya terus kalap hingga masuk Ge sukan aparat menyerbu para mahasiswa, langgang dan Kopma UGM, merusak apa pelajar, pedagang dan aktivis, baik yang saja yang ditemui dan segera menghajar se mengikuti demonstrasi maupun yang tiap orang yang ada di depan mata. (tor)
