Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Solopos
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-04-08
Halaman: 07

Konten


WA 1 SOLOPOS, RABU PON, 8 APRIL 1998 baru 2 bulan mendatang, tentu akan banyak kebu- tuhan pendidikan yang harus dipenuhi. Dijelaskan, di Salatiga ada perusahaan tekstil PT Damatex dan Tritex yang merupakan perusahaan pertek- stilan cukup mapan. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika Darnatex maupun Tritex bersedia memberikan subsidi beru- pa kain seragam yang dijual dengan harga murah dan terjangkau masyarakat. "Di sini kan ada pabrik kain, tidak ada jeleknya bila poten ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Salatiga," jelas Aris Mengenai tudingan para aktivis Semesta bahwa masiswa peserta dialog tidak membawa suara mahasiswa karena tidak melibatkan BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa), dengan santai Aris menga takan itu hanya miss communication. "Koordinator aksi Semesta (Solidaritas Mahasiswa STAIN Salatiga), Achmad Dimyati belum memahami perubahan status IAIN Salatiga yang kini sudah menjadi STAIN. Sekali lagi ini cuma miss communication," ujarnya sembari tersenyum. "Kemudahan fasilitas pendidikan itu di antaranya meniadakan uang gedung, sehingga orang tua siswa dapat sedikit bernapas longgar," tandas Aris Di samping itu, lanjutnya, menjelang tahun ajaran Seperti diketahui, Sabtu (4/4) lalu mahasiswa aktivis Semesta STAIN Salatiga melakukan aksi unjuk rasa menolak pertemuan koordinatif yang menghasilkan kesepakatan dialog antara maha- siswa 3 perguruan tinggi di Salatiga dengan Walikota Soewarso. (std) AMI PEDULI ES R Sema STAIN Salatiga minta kemudahan fasilitas Salatiga (Espos) Berkaitan rencana dialog antara mahasiswa tiga perguruan tinggi di Salatiga dengan Walikota Drs Soewarso, pihak Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Negeri (Sema-STAIN) Salatiga akan meminta agar Pemda Kodya Salatiga nanti segera mencari jalan keluar dan menurunkan harga, khususnya di Salatiga. Selain itu, yang paling prinsip, Sema STAIN meminta agar Walikota dengan wewenangnya dapat memberikan kemudahan fasilitas kepada paramahasiswa di bidang pendidikan. Demikian ditandaskan Ketua I Sema STAIN Salatiga, Aris Nur Ahmad, menjawab pertanyaan Espos, Sabtu (4/4). Dikatakan, saat ini sangat per lu sekali dilakukan dialog antara mahasiswa dan pemerintah guna menyamakan visi sehingga tidak terjadi kerancuan. Menurut Aris, saat dialog dengan Walikota nan ti dirinya akan berbicara mengenai dua hal. Secara makro yakni mengenal langkah-langkah Pemda setempat dalam mengatasi melonjaknya harga. Kedua, secara mikro Sema STÁIN meminta Walikota memberikan kemudahan fasilitas di bidang pendidikan. Rokok kretek pertama tanpa rasa lengket di bibir International dengan satin tip yang membuat bibir Anda terhindar dari rasa lengket yang mengganggu di saat merokok. Rokok kretek pertama tanpa bercak kuning dan percikan api Terobosan sistem large stem removal menghasilkan rajangan tembakau yang halus dan seragam, didukung kertas lapisan dalam (inner wrap) yang tipis tapi fleksibel, membuat setiap batang International lembut dihisap serta bebas dari bercak kuning dan percik api! Rokok pertama dengan fasilitas flavor trap Kertas lapisan dalam yang tipis namun berkualitas tinggi agar: aroma tidak menguap terhindar dari bercak kuning batang lebih lentur, tidak mudah patah Adanya lapisan kertas kedua membuat aroma & International akan bertahan dan terkondensasi agar dapat dinikmati pada hisapan berikutnya; aromanya tetap utuh sejak hisapan pertama hingga hisapan terakhir. Kertas lapisan luar berkualitas tinggi bertekstur rapi menambah eksklusifitas Rokok kretek dengan abu yang lebih halus dan lebih panjang CEMARA KAMPUS Berkat proses modern dan kertas berkualitas, abu rokok International mampu bertahan lebih lama sehingga tidak perlu harus di buang tiap saat, menjadikannya sangat pas untuk pribadi yang dinamis dalam percakapan. DONO WARKOP 05 rang tua itu tersenyum meluruskan duduknya, "Habis mau apalagi sih Kod?" O "Lagi kagak ada order pak?" "Payah....sepi!" Jawab Pak Bakri lagi, sam- Sukoharjo (Espos) kades yang sempat berlangsung "panas", kendati sejum Suasana Desa Grogol mulai agak tenang pasca Pil- lah warga mengaku masih merasa waswas. Sementara itu, sebagian korban akibat bentrok fisik saat ini berang- sur pulih kondisinya. bil menggeliat, Suara gemerutuk tulang tuanya terdengar nyaring. Kodi pun melanjutkan pem- bicaraan. Tapi terasa suaranya bergema dalam ruangan yang sepi ini. Maka kata pertama yang sudah di ujung lidah, buru-buru ditelannya kem- bali. SURAKARTAN Sebagian korban pulih Desa Grogol berangsur tenang Sedangkan si Abidin sudah dari tadi jongkok di antara rak buku. Kepalanya dimiringkan, supaya bisa membaca judul yang diletakkan ver- tikal. Mulutnya komat-kamit kayak modin di Tempat Pemakaman Politik. Sebetulnya Kodi tak begitu berminat masuk perpustakaan ini. Tapi kemudian dia ingat bah- wa minggu depan dia harus menyerahkan ker- tas kerja Sosiologi Politik. Pantauan dan sejumlah kete- rangan yang diperoleh Espos di beberapa kawasan Desa Grogol, Selasa (7/4), menyebutkan bah- wa situasi mulai tenang lantaran masih ada aparat keamanan yang diterjunkan ke lokasi. "Ndak tahu nanti setelah mere ka (petugas keamanan-red) dita- rik, kata satu warga Desa Gro gol, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Selasa (7/4) pagi. Pasca pemilihan kepala desa (Pilkades) Grogol, Kamis (2/4), berbuntut kericuhan karena ter jadinya bentrok fisik antara kubu Raharjo dan Supriyadi-keduanya Cakades yang juga anggota ABRI dari kesatuan berbeda. Kades terpilih adalah Supriyadi, yang meraih 836 suara, sementara saingannya Raharjo memperoleh 782 suara (Espos, 6/4). Sejumlah warga lainnya, yang rata-rata enggan dikutip nama- nya, berharap situasi aman dan nyaman segera terwujud di desa mereka. Warga juga berharap bahwa kedua kubu bisa saling menahan diri dan tak saling me- lempar isyu. Sementara itu, Supomo, yang mengaku kubu Supriyadi, dan T Winarto, warga setempat, secara terpisah menyatakan bahwa sejumlah korban kericuhan su- dah mulai pulih. "Tinggal bebe- rapa orang saja, yang dirawat," imbuh Supomo, Supomo menyatakan bahwa korban Suramto (nama lengkap dari Ramto, Espos 6/4) kifi ma sih dirawat di Rumah Sakit Islam Klaten. Dia terluka di kepala dan lutut akibat dikeroyok salah satu pendukung Cakades saat men- gajar di SMP Muhammadiyah Sementara itu korban salah sasaran, Sri Suparti, sudah kem- bali ke rumahnya meski dise- butkan agak waswas dan sedikit trauma akibat lemparan batu salah sasaran. Saudara dekatnya mengatakan Sri Suparti sempat dijahit di dua tempat sekitar pipi akibat kekerasan itu. Kubu Supriyadi melalui Supo- mo menolak tudingan bahwa menjelang hari-H kubunya ma- buk dan mengintimidasi lawan. "Itu tidak benar," kata Winarto yang datang langsung ke kantor SOLOPOS di Jl Slamet Riyadi No 325, Solo, Selasa kemarin. Boyolali (Espos) Meski sempat diwarnai adu fisik antarpendukung sepekan sebelumnya, pemilihan kepala desa (Pilkades) putaran kesepuluh tahap 1 di Desa Karang Kendal, Musuk, Boyolali, Senin (6/4) ber- langsung lancar. Dia justru menilai kubu Raharjo-yang akhirnya tak ter- pilih menjadi Kepala Desa, yang menghembuskan isyu bernada intimidasi. Tanpa menyebut uca- pan ancaman itu, mereka meni hai isyu adanya jamuan minuman keras terlalu mengada-ada. Padahal sebelum pelaksanaan, panitia dan bebe- rapa pihak terkait sempat khawatir pelaksanaan akan terhambat akibat adanya sedikit perselisi han antara kedua pendukung calon kepala desa (Cakades) yang akan tampil Gejolak antara pendukung Sumaryono dan Sumadi (mantan Kades) berawal dari ucapan Sriyanto yang juga pendukung Sumaryono. Ketika Babinsa setempat tengah berpidato di rumah Sumadi, Sriyanto mengucapkan kata-kata sindi- ran dan tidak mengenakkan. "Akibat lontaran kata-kata yang kurang men- genakkan itu, pendukung Sumadi lantas marah. Sehingga sempat terjadi adu fisik dan mengaki- batkan Sriyanto dilarikan ke rumah sakit," ujar salah seorang warga Pilkades di Desa Karang Kendal sendiri kemarin menampilkan dua Cakades yakni mantan Kades Sumadi dengan tanda gambar padi dan Sumaryono tanda gambar ketela. Keduanya bersaing ketat dalam meraih dukungan warga desa. Pada Pilkades besok, keenam desa yang akan menjadi ajang arena demokrasi desa yakni Desa Rejosari, Bandardawung. Ke- dungjeruk, Kedawung, Taman sari dan Sukosari. Dalam Pilka des sebelumnya, F Sribandriyo (padi) menjadi Kades Alastuwo, Kebakramat dengan 2.653 suara dari 4.062 jumlah pemilih dan 3.763 pemikh hadir. Sedangkan calon lainnya, Suwarto (ketela) de ngan 683 suara dan mantan Ka- des Sukarno (jagung) 341 suara Untuk Desa Dayu, Gondang (Pol) Drs Suherlan, kepada Es posSenin (6/4) sebelumnya me nyatakan kericuhan pasca Pilka- des di Desa Grogol hanya lan- taran kesalahpahaman. Dikatakan, dari hasil pantau- annya langsung saat berlangsung Pilkades di lokasi, pelaksanaan- nya berjalan aman dan tertib. Jadi menurutnya kericuhan bukan di- picu oleh kegiatan pra pelak- sanaan ataupun saat pelaksanaan, melainkan lantaran situasi sete lah pengumuman hasil Pilkades. Antara lain adanya kecuran- gan-kecurangan oleh panitia, adanya calon dambaan warga yang tidak terpilih, kurang opti- malnya Panwas (panitia pen- gawas) dan Panlak (panitia pelak sana) yang diperparah pelak sanaan administrasi kurang ba gus, serta adanya kekecewaan dari calon yang tidak terpilih. Sementara Suherlan mene Kubu Raharjo yang dicoba gaskan tidak ada indikasi deya Calon dihubungi Espos tak ada yang mau berkomentar, dengan alasan ingin menjaga situasi keamanan sebagaimana dianjurkan petugas Polres, Kodim dan lainnya. Kapolres Sukoharjo, Letkol pihak ketiga yang ikut bermain di keributan. Namun demikian diakuinya situasi yang cenderung panas saat itu bisa jadi lahan em- puk bagi pihak ketiga yang ingin memanfaatkan situasi (ayu/ys) Setelah melalui pemilihan suara, Sumaryono muncul sebagai Kades terpilih dengan 925 suara, menyisihkan mantan Sumadi yang memperoleh 699 suara dari 1.677 pemilih hadir dan kartu suara kosong 20 lembar. (rif) Berdasarkan sejumlah kete- rangan yang didapat, Suherlan melihat, keributan rupanya ter- sulit hanya karena pihak peme nang membuat pesta yang agak berlebihan. Pesta tersebut ditaf sirkan sebagai aksi memanas manasi oleh kubu Raharjo Karanganyar besok gelar Pilkades Karanganyar (Espos) Pemilihan kepala desa (Pilka des) putaran ketiga di Kabupaten Karanganyar akan kembali dige- lar Kamis (9/4) besok. Pada putaran ini akan dipilih Kades (kepala desa) untuk enam Desa, Sedangkan pada putaran kedua sebelumnya, Sabtu (6/4), ber- hasil dipilih 6 Kades. Dia menuju ke rak katalog. Begitu tangannya meraih salah satu laci. Tik.....tak! Sebuah pen- sil jatuh dekat kakinya. Dengan gerak refleks Kodi jongkok mengambil pensil itu. Wah! Kaki mulus putih bersepatu dengan tali yang manis dekat dengan tangannya. Edan! Ternyata pemi- lik kaki mulus itu juga pemilik pensil yang jatuh. Pensil itu ujungnya patah. Edan mack! Kodi menyerahkan, sekilas matanya yang jeli itu menatap wajah mungil yang acuh tak acuh saja tanpa memberi sambutan. Wouuu! Cakep sekali, gumam Kodi. la berusaha senyum memancing perhatian. Tapi gadis itu cuma meng- angguk sebagai tanda terima kasih. Sombong amat sih! Wakil Ketua DPRD Sukoharjo H Suradi MS serta Letkol (Inf) Aryanto Wangsa Miharja, secara terpisah menyesalkan adanya Pilkades berbuntut kericuhan. Menurut Aryanto, ada sejumlah sebab yang biasanya memicu keributan seputar Pilkades rejo, persaingan antarcalon terl- jumlah pemilih. Hendro men- hat sengit. Tampak dari perole- gungguli saingannya dengan han suara masing-masing calon 3.379 suara sedangkan Sumim- terpaut angkat tipis. Tampil seba pang memperoleh 1.956 suara. gai Kades terpilih, Sutardjo (ketela) yang memperoleh 482 suara dari 1.817 pemilih hadir Saingannya Sunaryo (padi) 477 suara, Paino Abdul Rahmat (- gung) 406 serta Wakiman Sa- timan 425 suara. Pilkades di Dayu ini diikuti 2.078 pemilih. Pilkades berlangsung cukup hangat di Desa Jatiyoso, Jatiyoso dengan tampilnya lima Cakades dan dihadiri 2.784 pemilih dari jumlah keseluruhan pemilih 3.067. Haryanto (ketela) akhirnya tampil sebagai Kades baru sete lah mendapat 1.013 suara. Pur woto Sudarmadí SPt (padi) 927 suara, Sugino (kacang) 608 suara dan Tugino (kelapa) 494 suara serta Wagiyo (agung) 214 suara. Sri Sunaryo (padi) terpilih sebagai Kades Kaliboto, Mojo- gedang, setelah dalam perhi- tungan suara mendapat 1.465 suara Calon lainnya, Sutaryo BSc (Jagung) mendapat 1.224 suara sedangkan Djoewadi (ketela). mantan Kades sebelumnya hanya mendapat 574 suara. (din) Di Desa Plosorejo, Kerjo, Pilkades dikuti 1.617 pemilih dan 1438 pemilih di antaranya hadir Sugiman (padi) akhirnya keluar sebagal Kades terpilih dengan 634 suara disusul kemudian Supar (ketela) 429 suara dan Joko Suhardi (agung) 347 suara. Sementara itu di Desa Malang jiwan, Colomadu, diikuti dua Ca kades yakni Hendro Sugito (padi) dan Sumimpang (ketela) dengan dihadiri 5.429 pemilih dari 6.268 Kodi jadi menduga-duga. Hatinya penasaran, tapi mau nekat mengajak bicara, rasanya gengsi juga. Jadinya diam saja dan meneruskan mem- buka-buka katalog. Tetapi sebenarnya pikiran- nya sedang berkeliaran mencari akal, bagaima- na caranya bisa menangkap burung kenari yang manis di sebelahnya itu. Desa Ngargorejo, Ngemplak terpilih sebagai Kades Legimin (padi) 912 suara, mengalahkan Saimin (ketela) 890 suara dari jumlah pemilih hadir 1.844 dan kartu suara rusak 42 lembar. Dua desa lainnya, Kenteng, Nogosari dan Kunti, Andong tampil tiga Cakades. Di Desa Kenteng, Suharsi (agung) memperoleh 1.002 suara menga lahkan dua Cakades lainnya yakni Parno (padi) 836 suara dan Ngadimin Yoso S (ketela) 743 suara dari 2.733 pemilih hadir dan kartu suara rusak ser- ta kosong 132 lembar. Desa Kunti terpilih sebagai Kades Sahlan (padi) 893 suara, mengalahkan Maryoto (jagung) 618 suara dan Nursalim (ketela) 334 suara, dari pemil- ih hadir 1.865 orang dan kartu suara rusak serta Kebetulan! Pikimya. Pokoknya dapat bahan, Cari buku-buku berbahasa Indonesia saja cukup, nggak terlalu capek menterjemahkan. Sebab Wanda, penterjemahnya sedang sibuk ikut peneli- tian dan sudah seminggu ini ia tak menjumpainya di ruang laboratorium program studi komunikasi; habis capek naik turun ke tingkat empat tanpa lemari otomatis itu. Ah nanti ditambah kutipan Si burung berjalan ke arah pak Bakri. Meng dari berbagai artikel dari majalah yang me- ambil pensil lain di tasnya yang ditinggal di nyangkut Sosiologi Politik dan sedikit impro- meja dekat pak Bakri. Kodi mengikuti dengan visasi bahasa kan bisa juga naju seminar. Yang ujung matanya, Pak Bakri yang melihat Kodi penting aku pinter ngomong! Tersenyum sendiri. mendehem kecil. Kodi tersenyum sambil meng- Mulus, Pilkades di Boyolali rusak 53 lembar. Calon tunggal Pelaksanaan Pilkades Senin lalu kembali muncul Cakades tunggal. Kali ini di Desa Jagoan, Sambi, saat Suhadi tampil sebagai calon tunggal dengan tanda gambar padi. Hasil akhir pemilihan Suhadi memperoleh 1.950 suara dari 2017 pemilih hadir, dan kartu suara kosong tercatat 47 lembar serta rusak 20 lembar. Pilkades di beberapa desa lainnya tergolong MENDUNG MENGGULUNG cukup lancar. Desa ter- pilih sebagai Kades Joko Sukoco (padi) 967 suara, menyisihkan Jumadi (ketela) 422 suara. Jumlah pemilih hadir 1.407 orang dan kartu suara kosong serta rusak 18 lembar. DI LANGIT UTARA acungkan jempol ke arah orang tua yang terkan- tuk-kantuk itu. Ex Dede Rube H KRMH Sriyanto S serahkan paket Sembako kepada karyawan Astana Girbangun, Senin (6/4) Buru-buru Kodi menarik tangannya yang tadi diacungkan ke arah pak Bakri, sebab si burung kenari dengan cepat membalik dan berjalan ke arahnya. Kodi menyadari kalau gadis itu sem- pat melihat kelakuannya, dan ia cepat berpura- puru sibuk kembali membuka-buka kartu kata- log. Keluarga Kalitan bagikan 2.000 paket Sembako Karanganyar (Espos) Sekitar 2.000 warga di Kecamatan Matesih, Karanganyar mendapatkan paket sembilan bahan pokok (Sembako), Senin (6/4). Pemberian paket ini sehubungan peringatan dua tahun wafatnya Ibu Negara Ny RAy Hj Siti Fatimah Hartinah Soeharto. Paket Sembako berupa 5 kg beras, 2 kg gula pasir, teh dan minyak dibagikan kepada para keluarga prasejahtera, warga kurang mampu, warga sekitar Astana Giribangun, tukang ojek, di samping para karyawan Astana Giribangun, Paket secara simbolis diserahkan H KRMH Sriyanto Sumanto mewakili Presiden HM Soe harto. Pada sambutannya Sriyanto mengung Wonogiri (Espos) Ratusan pelanggan listrik di Kabupaten Wonogiri memperta nyakan belum tersambungnya aliran listrik ke rumah mereka Padahal mereka dijanjikan listrik akan menyala Desember 1997 lalu. kapkan bahwa pembagian paket Sembako ini merupakan wujud kepedulian keluarga Presiden Soeharto terhadap warga di sekitar Astana Giribangun. Calon pelanggan listrik tagih janji beberapa warga Wonogiri Kota Mereka mengaku telah melunasi biaya pemasangan dan dijanjikan akan menyala Desember 1997, tetapi hingga saat ini listrik belum juga menyala. Sementara itu, sejumlah siswa SMA di Wono giri yang menamakan diri Tim Simpstisan, Selasa (7/4) menyerahkan bantuan Sembako kepada masyarakat Desa Ampel Sari, Giriwayo, Wonogiri Menurut ketua tim, Rendy Hatsanto, bantuan diberikan untuk 150 kepala keluarga (KK). "Ini murni bertujuan sosial, karena kami juga men- dapatkan dana dari beberapa masyarakat yang mampu," ujarnya seraya menjelaskan masing- masing paket berisi gula pasir, mie instan, sabun serta minyak goreng. (wat/din) Ditemui wartawan, Kepala PLN Rating Wonogiri, Ir Soeprap to, Senin (6/4), membenarkan bahwa sebanyak 803 pelanggan di tiga kecamatan. HALAMAN 7 PINTU KANDANG DIBUKA... ASTAGA ! DADUNG AWUK TERBELALAK, SE- UMURNYA BARU KALI INI MELIHAT KERBAU SEBESAR ITU, DENGAN TANDUK YANG LUAR BIASA !! "Saya sudah melunasi uang pe- masangan listrik, dan dijanjikan bulan Desember listrik akan me- nyala. Tapi kenyataannya hingga kini (April-red) listrik yang kami dambakan belum juga murup, keluh salah seorang pelanggan di Kecamatan Manyaran. Yakni Kecamatan Manyaran (3 desa yakni Kepuh Sari-10 pe Diperoleh pula keterangan, pe langgan, Biro-22 pelanggan dan masangan listrik dilaksanakan Piliharjo-77 pelanggan), Karang dalam bentuk paket dengan har Tengah (5 desa), Tirtomoyo (3 ga perpaket Rp 174.250 untuk ka- Hal senada dikemukakan desa) serta sebagian Wonogiri tegori R1 (rumah tangga). (wa) KERBAU LIAR INI MELURUG-KE- ARAH DADUNG AWUK. KRT. KRESNA HANDAYANINGRAT. AUK PONCOWARNO garan dan harus selekasnya menyelesaikan sar- jana lengkapnya sebelum batas waktunya habis? Kodi pun menduga-duga, jangan-jangan cewek ini masuk jajaran Kendo alias kelompok nyaris DO (drop our)! Ah pasti bukan! Sebab wajahnya belum tam- pak ada guratan ketuaan, seperti kebanyakan mahasiswa yang sering disebut, "Mahasiswa abadi." Kota belum mendapatkan sam- bungan listrik. "Sssst!" Abidin memonyongkan mulut, seba- gai tanda supaya bicaranya jangan terlalu keras Kodi menoleh ke kiri dan ke kanan. "Din!" teriaknya sekali lagi tanpa sadar dan lebih keras. Mereka yang sibuk menekuni buku serentak menoleh ke arahnya. Salah satu di antara mereka memperingatkan untuk tidak bicara ter- lalu keras dengan kode tangan ditempel di mulut. "Secara normal listrik seha- rusnya memang akan menyala bulan Desember 1997. Tapi kare na krisis ekonomi yang melan- danegara kita dan menyebabkan naiknya bahan baku, maka pe masangan sambungan rumah (SR) terpaksa belum bisa kami laksanakan," katanya memberi alasan. BIAR SEMUA TAHU... 2! PRIA INI SUDAH SIAP! AYO KEMARI BAHWA AKU TAK TERKALAH KAN/ 165 Kodi berkedip-kedip ke arah mahasiswa itu dan tersenyum kesel. "Din, dengerin dong!" suaranya dipelankan. Abidin memandang wajah temannya itu dengan jengkel. la merasa terganggu. "Di tempat katalog sebelah sana ada cewek selangit!" "Apa...?! Selangkangan item?!" "Serius nih!" Abidin tersenyum menahan geli sendiri. "Eh tingkat berapa sih?" berkata begitu dagu Kodi menunjuk ke arah lemari katalog. Untuk kesekian kalinya Kodi melirik ke arah Dengan berjalan pelan-pelan dan menunduk- gadis yang kini sibuk di rak katalog sebelahnya. nunduk ia menghampiri Abidin di antara rak-rak Sikapnya masih seperti tadi, diam, acuh tak acuh buku. Ternyata si Kacamata itu sudah tak tam- Konsentrasi Kodi memilih buku buyar seketi- pak di sana. Dia mencari dengan pandangan Abidin spontan berdiri. Apalagi mendengar ka. Muncul pikirannya untuk menangkap si matanya ke seluruh ruangan. Di ujung kanan kata-kata cewek cakep. Sebab Kodi tak pernah burung kenari. Anak semester berapa sih? Dia Abidin sedang membaca buku. Ia mengham- meleset kalau bilang begitu. Mereka berdua mencari jawab dari memori benaknya. Ah! Kalau piri. Suara berderit dari kursi yang ditarik mem- melihat ke arah yang sama. Tapi tak menema- mahasiswa semester satu tak mungkin masuk ke buat beberapa mahasiswa menoleh ke arahnya. kan gadis itu di sana lagi. ruangan ini. Belum berani dan tak ada gunanya. Kodi hanya cengar-cengir saja Kalau benar anak semester satu, pasti ia sudah "Din..." mengenalnya sejak tadi, sebab dia bekas ketua Masa Orientasi Studi. Istilah resminya Ospek, kependekan dari orientasi studi dan pengenalan kampus, yah, semacam upacara resmi untuk memasuki dunia kampus, begitu. Kodi heran, apa gadis ini tak ikut acara itu? Boleh jadi. Atau mungkin mahasiswa prayudicium yang harus balik kuliah lagi, karena kena program penye- "Tadi di sana Din! Bajunya kuning... kuning- nya Cory Aquino!" Abidin kembali duduk dengan tarikan napas kesal "Ada di samping lu!" bisik Abidin sambil menyentuh lengan Kodi yang masih berdiri celingukkan. (Bersambung)