Tipe: Koran
Tanggal: 1994-01-12
Halaman: 01
Konten
4cm 4cm Radio Kabul Kembali Mengudara KABUL (Antara/AFP): Radio Kabul kembali mengudara setelah selama lebih dari seminggu absen akibat timbulnya peperangan baru untuk memperebutkan Kabul antara pa- sukan Presiden Burhanuddin Rabbani dengan pembe- rontak yang dipimpin mantan jenderal komunis Abdul Rashid Dostam. Sementara itu, peperangan mereda Selasa (11/1) di tengah. adanya dugaan bahwa kedua belah pihak yang bertikai berada di tepi jurang pertikaian berkelanjutan meski kondisi pepe- rangan tersebut tidak lagi sesengit sebelumnya. Dengan masing-masing pihak tidak lagi menduduki posisi yang menentukan, para pengamat mengatakan, kelompok- kelompok yang berperang itu kemungkinan akan menghim- pun kekuatan untuk melakukan serangan baru. (m18) FLA RABU, Legi, 12 Januari 1994/29 Rajab 1414 H Mensesneg Moerdiono Pada Hari Jadi ke 48 Waspada Masalah Sensitif Di RI Lebih Banyak Pers Punya Peranan Penting MEDAN (Waspada): Menteri Sekretaris Negara Drs. Moerdiono mengemukakan bahwa masalah sensitif di negara kita lebih banyak dibandingkan dengan negara- negara lain. Karena itu pers harus pandai-pandai untuk menimbang perlu atau tidaknya membuat sesuatu berita. Menteri mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan peserta ceramah mengenai ceramahnya yang berjudul "Peranan Pers Dalam Memantapkan Stabilitas Nasional" pada peringatan hari jadi Waspada ke 48 di Hotel Danau Toba Medan Selasa (11/1) pagi. WASPADA SEMINAR SEHARI PERANAN PERS DALAM MEMANTAPKAN STABILITAS NASIONAL PEMBICARA MENTERI SEKRETARIS NEGARA BAPAK MOERDIONO 11 JANUARI 1904 Waspada/Buary Mawalay Menteri Sekretaris Negara Drs.Moerdiono (nomor lima dari kiri) dan Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi Harian Waspada Hajjah Ani Idrus ketika foto bersama dengan tokoh- tokoh populer 1993 versi Harian Waspada pada Hari Jadi Ke 48 Harian Waspada di Hotel Danau Toba Medan Selasa (1171). Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, yang berbicara setelah Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi SKH Waspada Hajjah Ani Idrus, mengawali ceramahnya dengan kata-kata yang terasa bersifat humor, namun mempunyai makna yang jauh. Dia mengatakan, selama menjadi menteri baru SKH Waspada-lah yang meng- undangnya hanya dengan surat. Selama ini tidak ada yang berani mengundang saya tanpa lebih dahulu menghadap ataupun mengirimkan utusan khusus, katanya. Namun, ungkapnya, walaupun ia diun- dang hanya dengan surat, tetapi merasa mendapat kehormatan, bahkan bertanya, kenapa dia yang harus diundang. Dengan menyimak pemaparan PU/PR SKH Waspada Hajjah Ani Idrus yang menya- takan harian ini lahir di tengah-tengah kan- cah perjuangan mempertahankan kemerde- kaan RI dari penjajahan, Moerdiono menyata- Moerdiono Merasa Mendapat Kehormatan Walau Diundang Hanya Melalui Surat MEDAN (Waspada): Peringatan hari jadi ke 48 surat kabar harian (SKH)) Waspada yang berlangsung di Hotel Danau Toba Me- dan Selasa pagi 11 Januari 1994 berlangsung meriah, diwarnai heroisme, keterbukaan, kritik dan humor. kan kekagumannya pada SKH Waspada. Usia SKH Waspada hampir sama dengan negeri tercinta ini. "Saya pikir ma- syarakat Sumatera Utara boleh bangga karena daerahnya menjadi pelopor pers perjuangan," kata Moerdiono. Hal lain yang mungkin membuat Moer- diono bersedia menerima undangan SKH Waspada untuk memberikan ceramah adalah Hj. Ani Idrus lebih dulu terkenal darinya. Hj. Ani Idrus mengatakan, Selasa 11 Januari 1994 SKH Waspada genap beru- sia 48 tahun. Dalam usianya itu harian Was- pada telah melalui berbagai dinamika dalam konteks jurnalistik maupun realitas kehi- dupan masyarakat yang berada di ling- kungannya. Harian Waspada Peringati Hari Jadi Ke 48 Semangat Menegakkan Kebenaran Dan Keadilan Tidak Akan Berubah Terlepas dari tinggi rendahnya nada sua- ra harian Waspada serta besar kecilnya sorot mata yang ditujukan kepada harian Waspa- da, namun Alhamdulillah, kata Ani Idrus, sampai juga ia pada usianya yang ke 48, hanya dua tahun kurang dari genap setengah abad. Menurut Ani Idrus, penyelenggaraan acara hari jadi ini bukan hanya sekedar untuk HONUMEN PERS NASIONAL WASPADA MEDAN (Waspada): Tiga residivis yang selalu melakukan berbagai tindak kejahatan di kawasan Kota Medan ditembak petugas kepolisian dalam suatu penyergapan secara terpisah Selasa (11/1) dinihari. MEDAN (Waspada): Semangat dan idealisme surat kabar harian (SKH) Was- pada untuk tetap berjuang demi menegakkan kebenaran dan keadilan tidak akan berubah sampai kapanpun, demikian sambutan Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi SKH Waspada Hajjah Ani Idrus pada peringa- tan hari jadi ke 48 Waspada di Hotel Danau Toba Medan Selasa pagi (11/1). Hadir pada acara itu Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, Gubsu Raja Inal Sire- gar, Ketua DPD Golkar Sumut H. M. Effendi Ritonga, Pj. Ketua DPW PPP Sumut Bachtiar Menurut Ani Idrus, masyarakat sangat Chamsyah, unsur-unsur pimpinan orsospol membutuhkan informasi tentang perkem- dan OKP tingkat Sumut lainnya, Walikota bangan lingkungannya. Pers menyajikan Medan Drs. H. Bachtiar Djafar, Bupati informasi itu sesuai sasarannya dengan Deliserdang Ruslan Mansyur, penyelenggara penuh rasa tanggung jawab, terutama dalam SKH Waspada serta undangan lainnya. melakukan sosial kontrol. Sementara Pe- merintah sangat memerlukan informasi se- bagai landasan evaluasi dan kebijaksanaan, Sedangkan 14 pemuda yang mengendarai tiga mobil melaku- kan perampokan di Jalan Tham- rin Medan. PL Ketiga residivis yang ditem- bak itu masing-masing berini- tial DS, 26, penduduk tidak menetap, Jo, 31, penduduk Jalan Pelita II Kampung Durian dan CL, 28, penduduk Dusun VII De- sa Pematungan Biara, Pantai La- Tidak pernah mundur Menyinggung lahirnya harian Waspada untuk pertama kalinya tanggal 11 Janua- ri tahun 1947 di Medan, Ani Idrus meng- ungkapkan, waktu itu bangsa kita masih dalam suasana perjuangan. Perjuangan itu ialah untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan RI. Dan harian Waspada tidak pernah mundur barang setapakpun demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Repub- lik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Berlanjut ke hal 2 kol 7 Tiga Residivis Johnny Pardede Bertekad Pertahankan Kena Dor Seluruh Asset Mendiang Ayahnya ●HDTI Tidak Tutup bu, Kabupaten Deliserdang. Saat ini mereka menjalani perawatan di Ruang Elang Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan da- lam status tahanan Polisi. Yang lebih hebatnya lagi, kata Moer- diono pula, Hajjah Ani Idrus pada usia 13 tahun sudah menulis, yang untuk dewasa ini pada usia demikian sangat jarang terjadi. Moerdiono juga menyinggung ucapan PU/PR SKH Waspada pada hari jadi Was- pada itu, agar masyarakat tetap mencin- tai SKH Waspada. Sumber Waspada di kepo- lisian mengatakan, ketiga re- sidivis itu selama ini selalu Berlanjut ke hal 2 kol 3 "Untuk membeli surat kabar harus Waspada, membaca surat kabar juga harus Waspada, wah dibolak-balik memang juga kembali ke Waspada. Wah memang hebat Waspada," ujar Moerdiono. Ucapan-ucapan humor dari Mensesneg Moerdiono ini membuat hadirin tertawa. (m.20/m.32) memperingatinya saja, tetapi ingin menem- patkannya sebagai suatu momentum untuk lebih menguatkan suasana keba-tinan yang telah menyatu selama ini antara harian Was- pada dengan Pemerintah, khu-susnya Pe- merintah Daerah Tingkat I Sumatera Utara. Kondisi inilah agaknya yang dapat dika- takan sebagai manifestasi dari proses interaksi yang positif antara Pers - Pemerin- tah dan Masyarakat, sebagaimana yang diisyaratkan dalam nafas kehidupan Pers Pancasila, tambahnya. Moerdiono mengatakan, konsep stabilitas nasional tidak lah timbul tiba-tiba. Konsep itu timbul sebagai akibat wajar ter- hadap instabilitas dalam berbagai bidang, yang terjadi tiada henti sejak pengakuan kedaulatan RI dalam tahun 1949 sampai dengan 1965. Demi Kebenaran Dan Keadilan Menurut Moerdiono, kepu- tusan mengandalkan stabilitas nasional sebagai prakondisi bagi pembangunan nasional adalah merupakan salah satu keputusan paling strategis sejak tahun 1966. Tidak dapat kita bayangkan bah- wa kita akan mencapai taraf ke- majuan sekarang ini seandainya suasana "revolusioner" tidak kita hentikan secara mendasar, katanya. Bukan statis Moerdiono menegaskan, stabilitas nasional yang kita inginkan bukanlah yang statis dan reaksioner. Yang kita ingin- kan adalah stabilitas nasional yang mantap dan dinamis. Man- tap dalam arti setiap langkah kita telaah dan kita rancang dengan cermat, sehingga tujuan dapat tercapai tanpa perlu mengalami goncangan dan kejutan. Dinamis dalam arti mampu berkembang dan bergerak maju, memberi pe- luang dan kesempatan bagi potensi dinamik dalam masya- MEDAN (Waspada): Johnny Pardede tetap bertekad untuk memper- tahankan seluruh asset milik mendiang Dr TD Pardede, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, sesuai ketetapan surat wasiatnya. Hal ini ditegaskan Johnny Pardede salah seorang putra men- diang Dr TD Pardede di Medan Selasa (11/1), menanggapi pertanyaan Waspada sekitar adanya keributan di Hotel Danau Toba Medan Inter- nasional (HDTI) beberapa hari lalu. Malah di antara mereka ada yang menginginkan penjualan hotel tersebut. Menurutnya, dalam surat wasiat mendiang ayahnya itu disebutkan bahwa seluruh asset yang ada baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak tidak boleh diperjual-belikan ke dalam maupun ke luar. Surat wasiat tersebut ditandatangani kesembilan putra-putri mendiang Dr TD Pardede di hadapan notaris sebelum ayahnya meninggal dunia. Karena itulah, kata Johnny, dia bertekad mempertahankan sampai mati semua asset yang dibina dari nol oleh ayahnya itu agar tidak dijual. Dia mengakui sangat menyesalkan tindakan-tindakan kerusuhan di HDTI seperti melakukan perusakan-perusakan serta merampok uang di ruang kantor PT Mutiara Holiday yang terletak di salah satu ruangan hotel tersebut. Hargai hukum Katanya, perbuatan perbuatan sama sekali tidak dapat diterimanya. Namun karena menghargai hukum di Indonesia, Johnny Pardede tidak mau meladeninya kecuali melaporkan kepada pihak berwajib, Berlanjut ke hal 2 kol 4 Sulit membuat batasan Menjawab pertanyaan peser- ta ceramah, Moerdiono mengakui sulit membuat batasan secara umum mengenai pers yang bebas dan bertanggung jawab dalam Berlanjut ke hal 2 kol 1 Masyarakat Taput Berdelegasi Ke Kantor Golkar Minta Revisi Balon Bupati TARUTUNG (Waspada): Lebih dari 70 orang warga Taput yang menyatakan dirinya sebagai warga Golkar (Selasa (11/1) berdelegasi ke kantor Golkar Tk. II Taput di Jalan DI. Panjaitan Tarutung. Saat bersamaan se- dang berlangsung rapat FKP DPRD yang juga dihadiri oleh unsur pengurus DPD Golkar Sumut dalam penentuan sikap tentang pemilihan calon Bupati Taput yang dijadwalkan tanggal 15/1-1994 dalam rapat Paripurna di DPRD Taput. Para delegasi tergabung dari berbagai kecamatan al: Taru- tung Pahae Jae. Paheo Julu dll. Mereka berjalan tertib dengan membawa 10 buah spanduk yang bertuliskan: "Horas pak DPRD mohon revisi Calon Bupati Taput Priode 1994/1999, Terima kasih FKP tetap teguh pada prinsipmu, Hidup Pancasila Hidup, Golkar, Hidup Golkar, Hidup PDI, Hidup PPP, Perhatikan Hati Nurani Rakyat, kami tidak menerima. calon titipan. Delegasi yang dipimpin Hengky Hutagalung, sampai di Kantor pada pukul 09:30 WIB. Setelah selesai rapat lima orang utusan delegasi diterima Ketua Golkar B.Sihaloho al: Hengky Hutagalung (tokoh pemuda Taput), A. Sinurat (tokoh umat Islam Taput), B.Panggabean (tokoh adat) Hamzah T. (tokoh masyarakat) S.Panggabean (tokoh muslimin). Pada saat ini mereka menye- rahkan surat untuk disampai kan kepada unsur pimpinan DPRD Tk. II Taput yang isinya mohon calon Bupati Taput direvi- si. Mereka merasa prihatin sete- lah penjelasan Gubsu bahwa IA yang diusulkan oleh tiga Orsos- pol, Fraksi ABRI dan PDI al: Lun- du Panjaitan SH dan Drs. Buha Tambunan tidak diikutsertakan. Dalam surat tersebut diha- rapkan demi kesinambungan pembangunan di Taput dan demi menghindari perbedaan Persepsi agar diajukan kembali lima orang, calon terdahulu yakni Lun- du Panjaitan SH, Drs. AM. Situ- morang, Drs. Buha Tambunan, Drs. TMH. Sinaga dan Dr. S. Silaban. Ketua DPRD Golkar Tk. II B.Haloho didampingi Sekretaris TJ. Hutabarat, mengatakan mereka akan menyampaikan surat ini ke pimpinan DPRD hari itu juga. Tentang rapat yang diadakan FKP, di kantor Golkar B. Haloho mengatakan adalah Berlanjut ke hal 2 kol 3 SURAKARTA rakat kita sendiri, serta mampu mengambil prakarsa dan man- faat peluang yang terbuka dalam lingkungan yang berubah dengan cepat. Moerdiono juga mengemu- kakan, stabilitas nasional meru- pakan kondisi dinamis yang ber- wujud berfungsinya seluruh lem- baga-lembaga negara, baik pada tatanan suprastruktur politik maupun infrastruktur politik. Ditambahkan, stabilitas na- sional yang mantap dan dinamis Mensesneg Serahkan Hadiah MENYERAHKAN CENDERAMATA: Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian Waspada Hj. Ani Idrus menyerahkan cenderamata kepada Menteri Sekretaris Negara Drs. Moerdiono pada acara peringatan Hari Jadi Harian Waspada ke 48 di Deli Room Hotel Danau Toba Selasa (11/1). Terlihat di kiri kanan Moerdiono beberapa orang tokoh Populer 1993 Harian Waspada seperti Hassan Wijaya bukan hanya bermanfaat bagi Pada Tokoh Populer (pengusaha), Walikota Medan H. Bachtiar Djafar dan Vincent Wijaya (pengusaha). mantapnya sistem politik, teta- pi juga diperlukan oleh rakyat banyak itu sendiri. Seperti ter- nyata dalam pengalaman bangsa kita, yang paling dirugikan oleh instabilitas apapun juga adalah rakyat banyak, kata Moerdiono. Menurutnya, terwujudnya stabilitas nasional selain me- mungkinkan rakyat dan peme- rintah menunaikan peranannya masing-masing, juga memung- kinkan rakyat untuk menikmati hidupnya sendiri dalam suasana aman dan damai. PERHATIKAN KAMI TIDAKIATI NURANI ATENERIMA RAKYAT UP CALON TITIPAN HIDUP GOLMAR FANCASILA JANUARI 1994 1993 Hr. Waspada MEDAN (Waspada): Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Drs. Moerdiono menyerahkan hadiah kepada 16 orang Tokoh Populer Tahun 1993 versi Was- pada dalam acara hari jadi ke 48 Harian Waspada di Deli Room Hotel Danau Toba Internasional Medan Selasa (11/1). Dua Anggota Panmus FPDI DPRD DS Mengancam Tidak Hadiri Sidang Ke-16 tokoh populer terse- but terpilih berdasarkan popu- laritasnya dan nama mereka sering menjadi serta mengiringi pemberitaan-pemberitaan di Harian Waspada selama perjala- nan tahun 1993. Mereka adalah Walikota Kotamadya Tebingtinggi Ny. Hj. Rohani Darus SH, Kakanwil Perindustrian Sumut Drs. Buha Tambunan, pengusaha/wiras- wastawan H. Rahmat Shah, wi- raswastawan Rudy Adil Rang- kuty, Walikota Kotamadya Me- dan H. Bachtiar Djafar, Dirut PDAM Tirtauli Dati II Pematang- siantar Drs. Agoes Wardhana, Direktur PT Gunung Lintong Hassan Widjaya, pengusaha Johny Pardede, dosen/komponis Drs. Ben M. Pasaribu MMA, pegawai negeri sipil/atlit karateka putri Nilawaty Daud, Rektor USU Prof. DSOG. MD Moham- mad Jusuf Hanafiah, Dirut PT Ira Widya Utama Yopie S. Batu- bara, Dirut Suka Group Bernada Sukma Harahap, Dirut PT Juta Jelita Vincent Wijaya, Ketua DPP Pudjakesuma Ir. H. Sujono Giat- mo dan Humasy PSSI Amran YS. Penyerahan hadiah dan cen- deramata kepada Tokoh Populer 1993 versi Harian Waspada dila- kukan Mensesneg Moerdiono di dampingi Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi Hr. Waspada Hj. Ani Idrus dan Managing Editor Hr. Waspada Teruna Jasa Said. Berlangsung seusai cera- mah Mensesneg sehubungan dengan HUT/Hari Jadi ke-48 Harian Waspada. (m32/m20) 28 Ketua Lembaga Adat Pakpak Tolak Balon Titipan DELISERDANG (Waspada): Dua dari tiga anggota Panitia Mu- syawarah (Panmus) pemilihan Bupati Deliserdang dari FPDI DPRD, masing-masing Mansyur Dalimunthe dan Waldemar Sipa- hutar akan memboikot sidang sidang Panmus menjelang pemi- lihan bupati sebagai partisipasi mereka terhadap sikap FKP. Hal itu ditegaskan Mansyur Dalimunthe, anggota DPRD Deli- serdang dari FPDI kepada Was- pada di DPRD Deliserdang Selasa (11/1). Menurut Mansyur, dia dan Waldemar sebagai ang- gota Panmus tetap tidak meng- hadiri sidang-sidang menjelang pemilihan. Hal ini, katanya, se- lain menghargai sikap FKP juga menilai dua dari tiga nama balon bupati yang diserahkan Gubsu kepada DPRD Deliserdang dinilai cacat administrasi. Karena itulah kami ingin meluruskannya, kata Mansyur Dalimunthe. Menurut keterangan dari DPRD, anggota Panmus pemi- lihan Bupati Deliserdang terdiri dari 14 orang, masing-masing li- ma dari FKP, tiga dari FABRI, tiga dari FPDI dan tiga dari FPPP. Pelecehan Secara terpisah Ketua Fraksi PDI DPRD Deliserdang Kemat Sumarto mengatakan, pencore- tan nama balon bupati aspiratif Berlanjut ke hal 2 kol 5 HIDUP PPP HUMAS FOR VYKD REVISI CALON BUPATI TAPIT IN AH Kohandak MU Y TUHAN/ TERIMA KASIH FKP// TapTEOUH Pada PRINSIPMU No. 17288 Tahun Ke-48 NEGARA BAPAK MORDIONO Waspada/Mujur Manalu Puluhan masyarakat Tapanuli Utara berdelegasi ke kantor Golkar Tk.II Tapanuli Utara di Tarutung saat FKP mengadakan rapat Golkar. Harmoko: Masyarakat Yang Menentukan Mayoritas Tunggal Golkar Tidak Akan Menjadi Diktator Mayoritas JAKARTA (Waspada): Ketua Deppen mengatakan, sebenarnya Jadi hendaknya kehendak rakyat Umum DPP Golkar Harmoko orsospol lain tidak perlu mence- tersebut jangan disalahartikan mengatakan, pemberian istilah maskan tentang keberadaan mempunyai pemikiran-pemi- mayoritas tunggal kepada Golar kiran yang lain," katanya. mayoritas tunggal karena Gol- ditentukan oleh masyarakat yang kar hanya menerima hasilnya merasa aspirasi dan kepen- saja dari kehendak masyarakat. tingannya dapat diwujudkan Golkar selama lima kali pemilu bersama Golkar melalui program- selalu menang dan mengumpul- program yang dijalankannya. kan suara terbanyak. Karena itulah, kata Harmoko yang juga Menpen berterima kasih kepada masyarakat yang telah membesarkan Golkar. Tak akan menjadi diktator mayoritas Mantan Wakil Sekjen DPP Gol- kar Usman Hasan membantah Berlanjut ke hal 2 kol 5 "Masak kehendak masya- rakat itu harus direm. Tidak benar dong, berarti tidak meng- hargai hak-hak asasi orang lain. "Yang menentukan mayori- tas tunggal adalah masyarakat bukan Golkar sendiri. Hal itu merupakan fakta dan demokra- tis bila masyarakat menilai seper- ti itu. Masak hak mereka untuk menilai harus dikekang, kata Harmoko kepada wartawan di Jakarta Selasa (11/1) yang minta tanggapannya atas pernyataan Ketua Umum DPP PDI Mega- wati. Pada HUT ke-21 PDI 10 Ja- nuari lalu, Megawati berpidato bahwa istilah mayoritas tunggal tidak sejalan dengan UUD 1945 dan GBHN 1993 dan bila terus dikembangkan akan terjerumus dan terperangkap pada diktator mayoritas dan tirani minoritas. Harmoko yang ditemui di Ucapan Selamat Mengalir MEDAN (Waspada): Ucapan selamat Hari Jadi ke-48 Harian Waspada mengalir dari para ulama, berbagai instansi peme- rintah dan swasta, pem- baca, penulis dan simpa. tisan Selasa (11/1). Ucapan selamat terse- but berdatangan baik seca- ra langsung maupun me- lalui surat, telepon dan melalui karangan bunga. Seperti dari Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Sumtera Utara, ucapan se- lamat buat Harian Was- pada melalui surat yang ditanda-tangani Ketua dan Sekretarisnya Drs Haji Muhammad Yamin Lubis dan Drs Haji Chai- ruman Pasaribu. "Dengan ini Pimpinan Wilayah Mu- hammadiyah Sumatera Utara beserta majelis-ma- jelis, lembaga dan badan (di bawah naungan PW Muhammadiyah Sumut) mengucapkan "Selamat Hari Jadi ke-48 Harian Waspada 11 Januari 1947-11 Januari 1994, semoga semakin sukses di masa mendatang, "tulis Ketua dan Sekretaris PW Muhammadiyah Sumut itu. Perkelahian Massal Libatkan Dua Kampung, 5 Orang Tewas KUPANG (Antara): Gara-gara memperebutkan sepetak tanah, terjadi perkelahian massal yang melibatkan warga. kampung Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, mengakibatkan lima orang tewas. Wakapolwil NTT Letkol. Pol. Johannes Paulus ketika dihubungi Antara akhir minggu lalu di Kupang membenar- kan terjadinya peristiwa berdarah 31 Desember itu, namun dia belum memberikan keterangan terperinci, dengan alasan hal itu bukan wewenangnya. Kapolwil NTT Kol Polisi Luntungan yang dihubungi secara terpisah juga belum memberikan keterangan mengenai kasus itu. Ucapan selamat yang sama juga datang dari Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy dan Keluarga Besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DI Aceh. Ketua MUI Aceh Prof. Ali Hasjmy mengirim ucapan selamatnya mela- lui Telegram. Dia ber- harap Harian Waspada bertambah maju dan tetap berani mengungkapkan keberanian. Kepala Cabang Bel- mera beserta seluruh ja- jarannya juga menyam- paikan ucapan selamat melalui Telegram. "Sela- mat Ulang Tahun Harian Waspada semoga semakin sukses, "tulisnya. Sementara dari pem- baca Waspada di Lam- jame Permai Banda Aceh juga mengirimkan ucapan selamat melalui telegram. (m17) Penonton 'Sandera' PSMS JAKARTA (Waspada): Kekalahan PSMS 1-3 atas Persijatim di Bekasi menimbulkan kekecewaan dan amarah besar bagi pecintanya. Rasa kecewa itu diungkapkan dengan teriakan, ejekan, makian bahkan lemparan benda-benda keras. Beberapa pecinta, yang selama ini fanatik, mengatakan tidak wajar PSMS bisa dikalahkan Persijatim. Para pendukung ini sangat kecewa, apalagi mereka sengaja datang dari Jakarta dengan naik bus. Sekitar 1000 pecinta PSMS masih bertahan di tribun dan menung- gu di depan atau di sekitar stadion, meski pertandingan sudah usai. Mereka menunggu para pemain PSMS keluar dari kamar ganti dan naik mobil pengangkut. Mereka lakukan ini karena tidak puas atas kekalahan itu. Khawatir akan terjadi hal yang buruk, petugas keamanan meminta pemain PSMS untuk tetap berada di kamar ganti. Sebab ketika pertandingan usai pencinta PSMS tersebut melempari kubu bondan Medan ini dan berusaha untuk menyerbu ke lapangan. Pemain dan manajer tim PSMS seperti 'disandera'. Mereka bertahan di kamar ganti beberapa saat. Rombongan tim PSMS akhirnya keluar dari pintu belakang. Namun di pintu ini pecinta PSMS itu juga sedang menunggu dan siap melemparkan benda- benda keras. Tetapi petugas keamanan bertindak sehingga pemain PSMS selamat meninggalka stadion. Mereka mendapat pengawalan petugas hingga ke pintu tol. Kami kecewa berat atas penampilan PSMS, kata salah seorang yang mengaku bernama M.Simatupang. Apalagi kami terpaksa meninggalkan pekerjaan kami sebagai supir angkutan kota untuk memberikan dukungan kepada PSMS. Mana fanatisme Medan yang selama ini menjadi kebanggan katanya pula dengan fanatik yang berlebihan. Rasa kecewa juga oleh manajer tim Isman Nurjadim serta tokoh sepakbola nasional Kamaruddin Panggabean. "Kami tidak mengetahui pola apa yang dilakukan pemain PSMS melawan Persija Timur ini kata: va. Isman mengemukakan saat ini PSMS berada dipinggir jurang, dan untuk itu ia Rabu ini hari akan membawa tim PSMS ke Bandung. Sebab di Bandung PSMS Berlanjut ke hal 12 kol 1 Korban Ungkapkan Kelakuan Jorok Michael Jackson LOS ANGELES (Antara/AFP): tuduhannya. "Michael Jackson memastur- Bintang penyanyi pop Michael Jackson telah memasturbasi basi saya beberapa kali baik dengan seorang anak laki-laki berusia 13 tangan maupun dengan mulutnya," tahun berulangkali baik dengan kata anak laki-laki itu yang genap tangan maupun dengan mulut- berusia 14 tahun. nya, demikian ungkap dokumen pengadilan. Kepolisian Los Angeles telah melakukan penyelidikan kriminal Agustus lalu namun belum meng- ungkapkan rincian hasil penye- lidikan tersebut. Dalam satu kesaksian tertu- lis yang diajukan Senin (10/1), anak tersebut mengatakan, Jackson "telah melakukan kontak seks dengannya dalam banyak kesem- patan." Jackson dengan keras mem- bantah telah melakukan tindakan pelanggaran hukum dengan anak tersebut. Sampai saat ini belum ada gugatan hukum yang dihadap- kan atas penyanyi kondang terse- but. Satu gugatan telah diajukan ke Pengadilan Tinggi California September lalu dan sidangnya menurut rencana dilakukan 21 Maret nanti. Anak laki-laki yang merasajadi korban Jackson itu mengatakan, bintang penyanyi pop tersebut mulai menggodanya dengan berbagai hadiah pada Februari lalu. Segalanya berlaku tanpa diper- kirakannya ketika dia menemani Jackson dalam perlawatan ke Eropa, pada saat itulah dia mulai mandi bersama bintang penyanyi Amerika tersebut, katanya. Pernyataan itu ditandatangani anak laki-laki tersebut 28 Desem- ber lalu dan itulah kali pertama dia mengungkapkan rincian Pengacara Jackson menga- takan, satu keputusan mengenai apakah akan diajukan tuduhan kriminal boleh jadi tidak akan dikeluarkan sebelum Februari. Salah seorang pengacara Jack- son, Howard Weitzman, mengata- kan, pernyataan yang ditandata- ngani anak laki-laki tersebut meru- pakan ulangan tuduhan yang lalu. Sebelumnya hari itu, perusaha- an Jackson mengatakan, pihaknya sedang merundingkan satu penye- lesaian dengan promoter yang menggugatnya US$20 juta untuk menutupi kerugian akibat pem- batalan konser Dangerous Tour Jackson. (m18) Serampang WASPADA - Mohon doa yooo... makin tua makin berminyak - He.... he.... he.... 2cm Color Rendition Chart
