Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Waspada
Tipe: Koran
Tanggal: 1994-01-12
Halaman: 02

Konten


4cm 4cm WASPADA TOKOH POPULER: Menteri Sekretaris Negara Drs. Moerdiono menyerahkan award kepada 16 Tokoh Populer 1993. Keterangan gambar dari kiri ke kanan, Walikota Medan H. Bachtiar Djafar dan Walikota Tebingtinggi Hj. Rohani Darus, SH ketika bersalaman dengan Moerdiono. Dan suasana peringatan Hari Jadi Waspada ke 48 di Deli Room Hotel Danau Toba Medan Selasa (11/1). Barisan depan terlihat Hj. Ani Idrus, Moerdiono, Gubsu Raja Inal Siregar dan Teruna J. Said. Mensesneg. ... (Lanjutan dari hal 1) hal menjaga stabilitas nasional. Semuanya terpulang kepada pers untuk menilainya. Karena, katanya, keadaan dari suatu waktu ke waktu akan selalu berbeda. Dia memberikan contoh se- derhana. Dahulu wanita ber- pakain you can see dianggap tidak sopan, tetapi sekarang menjadi hal yang biasa. Dikatakan pula, friksi atau perbedaan pendapat adalah wajar. Sebab, kalau tidak ada tentu masyarakatnya 'tidur'. Namun friksi tersebut jangan keterlaluan karena dapat me- nyebabkan keambrukan. "Di Sumut ini misalnya, kalau ada terjadi friksi tentu saja gubernurnya bingung apalagi yang sifatnya nasional. Justru itu yang penting adalah bagai- mana menyelesaikannya secara baik," kata Moerdiono. Perihal kritikan pers terhadap pemerintah, Moerdiono ber- pendapat, dia ingin melihat apakah kritikan terhadap pers oleh pemerintah, juga ditulis besar-besar oleh pers. "Sebab, biasanya jika pers mengritik pemerintah ditulis, tetapi kalau pemerintah mengritik pers tidak ditulis," ujarnya dalam nada gurauan yang disambut tawa oleh hadirin. Mensesneg juga mengakui bahwa peranan pers sangat besar dewasa ini. Dicontohkannya pers negara-negara maju yang sedikit banyaknya sangat mewarnai pikiran-pikiran dan pemikiran pemerintahnya maupun masyarakatnya. "Karena itulah, tolong pers berhati-hatilah dan terus terang. Kadang-kadang sebenarnya tidak ada apa-apa, namun ke- mudian ternyata bisa meledak. Pers ibukota baru-baru ini me- muat tentang soal 'masuk kotak, namun sebenarnya ya...sudah begitu karena ada peraturannya," ungkap Mensesneg seraya memisalkan Pamen atau Jenderal yang usia pensiunnya adalah 55 tahun. beritaan atau berita yang kena telepon tersebut. Namun, saya yakin suatu saat budaya telepon akan sangat-sangat berkurang," ujarnya. Pada bagian lain ceramahnya, dia mengemukakan, kalangan pers sendiri harus benar-benar menyadari implikasi politik dari profesi pers itu, dan itulah yang melatarbelakangi kesepakatan mengenai rumusan pers yang kita anut yaitu pers yang bebas dan bertanggungjawab. Tentang Demonstrasi Menjawab pertanyaan dari salah seorang mahasiswa STIK Pembangunan Afkar tentang 'unjuk rasa' atau 'demonstrasi" yang cenderung meningkat akhir- akhir ini, Moerdiono memberikan jawaban bahwa suatu saat kelak demonstrasi' tersebut mungkin akan menjadi bagian dari kehidupan kita (bangsa Indo- nesia). Dia juga mengingatkan, ada dua hal yang perlu memperoleh perhatian pers secara khusus yaitu masalah nuansa dan kono- tasi kata serta kalimat yang dipakai dan masalah kendala- lembaga-lembaga negara yang harus menyelesaikan masalah yang diangkat oleh liputan pers tersebut. Menteri dalam kesempatan itu juga mengingatkan masalah keterbukaan yang akhir-akhir ini makin mencuat. Ada orang yang ingin berlindung di balik keterbukaan dengan melakukan. manipulasi. Misalnya melakukan unjuk rasa, padahal sasarannya ada orang yang memang secara pribadi tidak disenanginya, ujar Moerdiono. Presiden: Kekuatan Ekonomi Jangan Saling Mematikan ●AR. Ramli Dan Aburizal Nyatakan Siap Jadi Ketua Umum Kadin JAKARTA (Antara): Presiden kata Presiden yang juga didam- Soeharto menegaskan, kekuatan pingi Ketua Umum Kadin Sotion ekonomi yang besar, menengah Ardjanggi. serta kecil harus saling beker- jasama sehingga tidak boleh berusaha saling mematikan. Pada acara yang dihadiri dua calon ketua umum masing- masing Abdul Rachman Ramly (Komisaris Utama PT Astra) ser- Menjawab pertanyaan serta tanggapan atas pertanyaan wartawan Waspada Akmal AZ soal perlunya batasan secara hukum tentang pers bebas dan bertanggungjawab, Moerdiono menyatakan sulit untuk meru- muskannya karena penafsiran tentang kebebasan itu sendiri berubah. Tentang pers di daerah yang takut karena masih ada budaya telepon, Menteri Sek- retaris Negara yang dikenal ber- bicara pelan dan lembut itu me- ngatakan, mengapa mesti takut. "Kenapa takut atau karena ditelepon. Lho...ya seharusnya bisa dijelaskan tentang pem- Masing-masing tidak mung- kin saling mematikan. Yang besar akan lumpuh jika tak ada yang menengah dan tidak ada yang kecil," kata Presiden di Istana Negara Selasa (11/1) ketika membuka Munas II Kadin. Instabilitas Nasional Dalam ceramahnya, Mensesneg Drs. Moerdiono berkesimpulan bahwa negara nasional baru yang belum mempunyai tradisi politik yang kuat mempunyai berbagai kerawanan yang dapat berujung pada instabilitas nasional. Kepala Negara yang didam- pingi Menko Indag Hartarto mengatakan, kekuatan ekonomi yang menengah tidak akan bisa bergerak jika tak ada yang besar dan kecil yang tak mungkin berkembang tanpa ada yang besar dan menengah. "Semuanya harus menjadi kekuatan ekonomi yang handal lebih-lebih karena kita meng- hadapi dunia yang penuh dengan persaingan yang bertambah erat," Sedangkan stabilitas nasional secara sistemik dapat diartikan berfungsinya dengan lancar seluruh lembaga kenegaraan sesuai konstitusi dan peraturan perundangan lainnya. Bersama dengan lembaga-lembaga lainnya, pers dapat mempunyai peranan konstruktif dalam pemantapan stabilitas nasional dengan memelihara suasana kebersamaan dan keterkaitan antar lembaga yang menjadi tumpuan kehidupan kebangsaan. Demikian antara lain Mensesneg Moerdiono dalam ceramah dan tanya jawab dengan peserta ceramah yang terdiri dasri wartawan Waspada dan media massa lainnya serta sejumlah mahasiswa. 9 Dalam politik, katanya melanjutkan, satu kata dapat mempunyai berbagai makna sehingga menimbulkan salah persepsi. Demokrasi atau keterbukaan', misalnya dapat mempunyai berbagai gambaran. Dalam hubungan inilah dapat dipahami permintaan para tokoh yang diwawancarai untuk mengoreksi kata atau kalimatnya yang dikutip oleh pers. Masalah kedua, yaitu pertim- bangan pers terhadap kendala yang dialami lembaga-lembaga negara yang harus menye- lesaikan masalah yang diliput pers. Perlu dikaji bersama mekanisme serta tatakramanya. Dampak liputan pers terlalu cepat yang tidak dapat ditangani dalam tempo yang sama oleh lembaga-lembaga negara, secara tidak sadar dapat menyebabkan timbulnya akumulasi rasa tidak Apakah di dalam pemilihan sudah diputuskan menteri, itulah tetapi Mendagri mencoretnya, inilah puas dalam masyarakat. Minta... (Lanjutan dari hal 1) rapat gabungan FKP. DPRD sekaligus anggota Golkar, untuk menentukan sikap agar men- sukseskan pemilihan Bupati tanggal 15/1-94. Siapa yang lebih diunggulkan? tanya wartawan, B.Haloho mengatakan, DPRD bebas dalam menentukan pilihannya. Secara terpisah, pengurus Golkar Tk. I al: MPL. Lumban- tobing, Pontas Pardede, Drs. Amirullah Purba mewakili Ketua Golkar Tk. I Sumut mengatakan kepada wartawan kehadiran mereka untuk menghadiri sidang tersebut guna mengamankan pemilihan bupati mendatang dapat berjalan dengan tertib. sudah ada arahan dari atas? Ir. MPL. Lumbantobing menga- takan, tidak ada arahan, tergan- tung kepada anggota DPRD itu sendiri untuk menentukan pilihannya. Atas pertanyaan, seandainya di kalangn anggota DPRD ada Ant/AFP KORBAN KECELAKAAN TURIS DI BALI. Para dokter bagian pelayanan medis darurat mendekati seorang kor- ban kecelekaan bus di Bali yang tiba di rumahsakit Singapura Selasa (11/1). Sepuluh turis Perancis tewas dalam kecelakaan bus turis di Bali sehari sebelumnya. Kira-kira 15 turis Per- ancis dan dua Belgia luput dari maut namun mereka cedera. Tiga Residivis ... (Lanjutan dari hal 1) lolos dari kejaran pihak berwajib. Pada Senin (10/1) malam, pihak kepolisian Medan Teladan. mendapat informasi bahwa ketiga penjahat itu sedang ber- keliaran. Informasi tersebut kemudian dikembangkan dan petugas segera mengatur strategi hingga persembunyian mereka diketahui. ta Abdurizal Bakrie (Komi-saris Utama Bakrie Group) Kepala Negara menyebutkan, karena dunia bisnis di masa mendatang semakin ketat maka diperlukan dunia usaha yang tangguh dan handal. Ceramah Mensesneg Moer- diono ini dipandu oleh Managing Editor Hr. Waspada Teruna Jasa Said dengan notulis Drs. Syakhyan Asmara dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan. Teruna Mantan Gubri Arifin Achmad takan, Hr. Waspada mengundang Meninggal Dunia Moerdiono untuk memberikan ceramah karena masih adanya perbedaan persepsi mengenai stabilitas nasional antara insan pers di satu pihak serta birokrat dan ABRI di lain pihak. Karena itulah kami ingin mendengar ceramah Pak Moer mengenai Peranan Pers Dalam Meman- tapkan Stabilitas Nasional, kata Managing Editor Hr. Waspada. (m.20/m.32). "Dunia usaha harus makin dikembangkan. Kita harus memi- liki dunia usaha yang tangguh, handal dan mandirin. Dunia usaha yang tangguh dan handal. "Dunia usaha harus makin dikembangkan. Kita harus me- miliki dunia usaha yang tangguh, handal dan mandini. Dunia usaha yang tangguh adalah dunia usaha yang strukturnya kukuh," tegas Presiden. yang memboikot bagaimana tanggapan bapak? Dengan nada emosi Ir. MPL. Tobing menga- takan jangan bicara andaikata. Kalau andaika anggota DPRD "mencret" atau terjadi gempa bumi, pemilihan pasti tidak akan jadi. Missi kita datang ke mari agar pemilihan bupati dapat berjalan lancar, katanya. Tetapi ketika akan disergap mereka mengadakan perlawanan dan coba melarikan diri sehingga pihak berwajib terpaksa menem- bak kaki mereka setelah tem- bakan peringatan tidak digubris. Menurut petugas,tersangka DS bersama seorang rekannya (buron) sekitar 26 Agustus lalu melakukan perampokan dan penikaman terhadap korbannya Ahok, 46, penduduk Jalan Seram- PEKANBARU (Antara): Mantan Gubernur Riau Brigjen (Purn) Arifin Achmad mening- gal dunia Selasa dini hari sekitar pukul 03:45 WIB di ru- mah kediamannya di Kamang V, Jalan Gomok, Jakarta. Wakil Kepala Biro Humas Pemda Riau A. Azis di Pekan- baru Selasa (11/1) menye- butkan, almarhum menjabat sebagai Gubernur Riau selama dua periode yaitu tahun 1966- 1978 dan merupakan Guber- nur Riau yang ketiga. Almarhum yang meru- pakan putra daerah Riau, lahir di Bagansiapi-api 23 Oktober 1924. Dia wafat dalam usia 69 tahun, meninggalkan tiga anak dan enam cucu, sedangkan istri almarhum Marthalena, juga sudah almarhumah. Almarhum selama tu- gasnya telah menerima beber- apa penghargaan dari negara, seperti bintang Gerilya, bin- tang LVRI, medali Sewindu APRI, satya lencana Kesetiaan VIII dan XXVI, serta satya len- cana Aksi Militer I dan beber- apa penghargaan lainnya. Turut melayat almarhum Selasa pagi di rumah duka, antara lain Prof. Dr. Haroen Zein, Ali sadikin, Alamsyah Ratu Perwiranegara, Baharud- din Yusuf (mantan Wagub Riau) dan Firdaus Mali (Wagub Riau). Ketua DPRD Taput Ir. MF. Lubis, wakil ketua Ny. ASP. Gultom, DP. Sitompul didamp- ingi ketua fraksi FKP. TN. Nainggolan, ketua F.PDI. TH. Sihombing, ketua F.ABRI B.Haloho mengatakan kepada wartawan di ruang kerjanya, keberangkatan mereka ke Jakarta diterima Dirjen PUOD. Dengan sangat hati-hati, Ir. MF. Lubis mengatakan apa yang Menurut Azis, almarhum dikebumikan di pekuburan Tanah Kusir Jakarta Selasa. yang terbaik dan yang akan dipilih menjadi bupati. Atas pertanyaan wartawan, apakah di kalangan anggota DPRD akan terjadi pemboiko- tan, ketua F.ABRI B.Haloho men- gatakan bahwa DPRD akan mensukseskan pemilihan. (A.43) VIII Medan. Melihat Ahok tersungkur bersimpah darah akibat perutnya robek kena tikam, tersangka terus menyikat cincin emas, jam tangan dan dompet berisikan uang tunai. Selanjutnya DS bersama rekannya kabur. Perampokan Wadah pembinaan Kepada 400 dari 700 peserta yang akan mengikuti Munas Kadin, yang berasal dari seluruh tanah air, Kepala Negara me- ngemukakan, Kadin merupakan wadah penyaluran aspirasi para pelaku ekonomi yang terdiri atas dunia usaha swasta, koperasi serta BUMN. Pada Senin (10/1) dinihari, serombongan pemuda yang terdiri 14 orang dengan mengen- derai tiga mobil melakukan perampokan dan pengaaniayaan terhadap dua orang korbannya di Jalan Thamrin dekat Pasar Rame Medan. "Kita mendirikan Kadin karena kita memerlukan wadah pembinaan untuk meningkatkan kemajuan profesi pengusaha Indonesia sebagai pelaku eko- nomi nasional. Sementara itu, ketika ber- bicara tentang pembangunan selama PJPTI dan PJPT II yang akan dimulai 1 April 1994, Presiden mengatakan, industri harus menjadi motor penggerak perekonomian nasional. "Sektor industri juga menjadi Dua Anggota... (Lanjutan dari hal 1) yang diajukan DPRD setempat kepada Gubsu yang diteruskan kepada Mendagri merupakan pe- lecehan terhadap rakyat daerah itu. bahwa segala aspirasi masyarakat yang mendukung balon bupati ditampung. Tetapi setelah aspirasi itu ditampung dan dimajukan ke atas ternyata nama balon aspiratif itu dipangkas. Ini kan suatu pe- lecehan, kata Kemat Sumarto kepada Waspada. Menurut Kemat, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Yogie SM se- harusnya juga menampung aspi- rasi rakyat apalagi kita sedang memperhatikan arus bawah demi tegaknya demokrasi. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. "Hanya DPRD yang diminta menampung yang kita pertanyakan," katanya. Ketika ditanya tentang sikap anggota FKP yang menyatakan boikot terhadap pemilihan bupati, Kemat mengatakan, dia menghar- gai sikap FKP itu apalagi kenyataan yang dituntut FKP yakni menin- jau ulang keputusan Mendagri terhadap tiga nama balon yang disyahkan adalah wajar karena dua dari tiga nama yang turun itu tidak andalan sebagai penyerap utama tambahan angkatan kerja produktif yang secara bertahadap menggantikan peranan per- tanian," kata Presiden. Namun, diingatkan, per- tanian akan tetap memainkan peran yang strategis pada PJTPT II karena masih menjadi sumber mata pencaharian utama bagi sebagian besar angktan kerja di samping untuk memenuhi kebutuhan pangan. Harmoko:... (Lanjutan dari hal 1). bahwa Golkar akan mengem- bangkan single majority (mayoritas tunggal) seperti kekhawatiran Ketua Umum DPP PDI Megawati Soekar- no Putri dalam pidato politiknya pada HUT ke-21 PDI Senin malam (10/1). Seusai acara pembukaan Mu- nas, Ramly yang pernah menjadi Dirut PT. Tambah Timah, Per- tamina serta Dubes di AS menga- takan siap dicalonkan dan dipilih untuk menjadi Ketua Umum Ka- din menggantikan sotion. Menurut Usman Hasan, tidak mungkin Golkar menjadi single majority yang diktator karena Demokrasi Pancasila tidak meng- hendaki hal seperti itu. "Golkar sangat paham, di negara Pancasila tidak dikenal adanya diktator mayoritas. Golkar mempertahankan Pancasila dan pasti menghindari praktek-praktek diktator sekalipun Golkar mayoritas," kata Usman Hasan, menanggapi kekhawatiran Megawati soal single majority di Jakarta Selasa (11/1). "Saya berterima kasih telah dicalonkan dan saya siap dipilih," kata Ramly yang dikabarkan mendapat dukungan pemerintah. Sementara itu Aburizal juga mengatakan siap dipilih. Korban Djoni Dikdo, 24, pen- duduk Sambu Baru Kelurahan Gang Buntu dan Rusmin Wijaya, 25, penduduk Jalan Cirebon yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit dinihari itu sekitar pukul 03:00 baru keluar dari Dalam pidato politiknya pada tempat hiburan diskotik Fire lantai VII Thamrin Plaza Medan. peringatan HUT ke-21 PDI Megawati menegaskan, pemikiran Korban bersama seorang re- dan semangat single majority yang kannya itu terus menuju ke tem- terus dikembangkan akhir-akhir pat parkir mobilnya. Beberapa ini dapat menjerumuskan Indonesia meter mobil tersebut meluncur, pada budaya politik "diktator tiba-tiba mobilnya dipepet tiga mayoritas dan tirani minoritas". "Hal mobil masing-masing jenis sedan ini bertentanga dengan semangat Ford BK 919 EG, Suzuki Katana, musyawarah dan mufakat yang Zebra Pick Up didalamnya merupakan inti dari demokrasi Pancasila," kata alumnus USU itu. berisikan 14 pemuda dan dua diantaranya dikenal identitasnya. Menurut Usman Hasan, Golkar Persis di persimpang Pajak mencapai single majority melalui Rame, lebih kurang 100 meter cara-cara yang sehat dalam pemilu. Golkar, lanjutnya juga melakukan dari pintu masuk Thamrin Plaza Medan, kawanan itu terus konsolidasi organisasi. "Golkar yakin, melalui konsolidasi organisasi melakukan penganiayaan de- ngan cara main keroyok. Melihat dan cara-cara yang sehat dalam pemilu, kepercayaan masyarakat terhadap Golkar semakin bertam, bah besar dari waktu ke waktu," tandas politisi Golkar. Djoni Dikdo dan Rusmin Wijaya ber mandi darah, salah seorang dari kelompok itu merampok kalung emas seberat 100 gram yang melingkar dileher Djoni Dikdo yang disebut-sebut pemain karate. Setelah kawanan itu ber- hasil melumpuhkan kedua kor- bannya terus tancap gas untuk meng-hindarkan dari kejaran petugas kepolisian. (m.27) Johnny Pardede (Lanjutan dari hal 10 aspiratif sehingga mengundang protes. Tolak Balon Titipan Sementara itu sebanyak 28 orang Ketua Umum Lembaga Adat Pakpak menyatakan tidak setuju dengan balon bupati titi- pan di Dairi karena dianggap tidak aspiratif. Demikian Ketua Umum Lembaga Adat Budaya Pakpak Silima Marga Ujung R. Malum Ujung kepada Waspada di Medan Selasa malam (11/1). Malum Ujung menjelaskan, 28 ketua umum lembaga adat Pakpak atau raja adat Pakpak itu telah membuat pernyataan ter- tulis yang disampaikan pada Presiden Soeharto, Ketua DPR RI, Menko Polkam dan instansi terkait. Dia menjelaskan bahwa balon bupati titipan di Dairi seperti Drs. Frans Mangara Banjar Nahor, Drs. Toga Haro Rajagukguk dan Drs. Sabam Isodarus Sihotang, dinilai tidak aspiratif. Karena itu mereka tidak mau menerimanya. Dalam surat pernyataan itu, 28 raja adat Pakpak itu juga mengatakan, selama 48 tahun, putra daerah Dairi belum pernah memperoleh kesempatan jadi kepala daerah di situ.(m.28/a.04/ a.05/m.45) voting. "Dalam sistem seperti itu, tidak ada tempat bagi suara-suara yang kecil. Tapi dalam demokrasi Pancasila kan semua dimusya- warahkan. Bila satu suara yang belum setuju pun kita masih mengadakan pendekatan. Tidak menuntut cara-cara voting," tegas- nya. *** Semangat (Lanjutan dari hal 1) Semangat perjuangan itu, tegas Ani Idrus, terus dipelihara hingga sekarang, dengan suatu komitmen yakni senantiasa membela kaum tertindas dan memberantas kaum penindas, yang sudah barang tentu ber- gantung dengan konteks kese- jahteraannya masing-masing. kuensi yang harus ditanggung Menurut Ani Idrus, konse- oleh harian Waspada dengan semangat perjuangan serta idealismenya itu, adalah berbagai tantangan dan resiko, termasuk pembreidelan seperti yang pernah dialami sebanyak lima kali selama kurun waktu 1947 - 1949. Dan tantangan itu seakan tiada pernah berhenti meskipun saat ini kita telah berada dalam masa kemerdekaan, dan bahkan memasuki suasana keterbukaan dalam rangka meningkatkan kualitas demokratisasi yang berada dalam bingkai landasan ideologi Pancasila. Mengenai ajakan Ketua Umum DPP Golkar Harmoko guna mempertahankan single majority, menurut Abu, hal itu merupakan ajakan bagi warga Golkar dalam mempertahankan dan menjaga kepercayaan masya- rakat. "Ajakan seperti itu sah-sah DPP saja. Yang terpenting, l berlomba-lomba meningkatkan kemampuan mengagregasikan aspirasi masyarakat, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat," katanya. Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Drs Mardinsyah menegaskan, bila ABRI sungguh-sungguh me- laksanakan fungsinya selaku stabilisator, dinamisator dan ikut mewujudkan demokrasi Pancasila, maka tidak ada lagi orsospol yang menjadi kekuatan mayoritas tunggal di lembaga-lembaga legislatif. "Kalau bicara dengan hati nurani kita akan sepakat bahwa lima kali pemilu di masa Orde Baru adalah Pemilu reka- yasa, "ujarnya. Dia mengatakan, mayoritas tunggal dikenal selama Orde Baru yakni keanggotaan legislatif, baik di pusat maupun di daerah didominasi oleh satu kekuatan. "Fungsi sebagai stabilisator dan dinamisator, berarti ABRI ikut mendorong perwujudan demok- rasi, sehingga mencapai keseim- Tidak Mentolerir bangan. Fungsi ini benar-benar Sementara itu, Ketua FABRI terwujud, kalau tidak ada lagi DPR RI Abu Hartono secara terpisah kekuatan dominan atau mayoritas mengatakan, ABRI tidak akan tunggal," kata Mardinsyah. mentolerir adanya single majority Mardinsyah mengakui, yang mengarah pada diktator masyarakat selama ini dengan kesadaran tinggi tidak memasa- mayoritas. "ABRI juga tidak meng- hendaki Golkar mulai dengan men- lahkan fungsi ABRI maupun jadi diktator mayoritas," tegasnya. mayoritas tunggal, karena Abu mengatakan, single majority menyadari adanya musyawarah merupakan hal yang wajar sebagai mufakat, walaupun pada prak- hasil kemenangan dalam pemilihan teknya musyawarah sebenarnya "Tidak tertutup kemungkinan umum karena arti sesungguhnya tidak terlepas dari kekuatan akan terjadi pertumpahan darah dari single majority adalah suara mayoritas. "Mufakat, misalnya. tidak bisa terhindar dari kekua- sesama mereka, kalau sekiranya terbanyak. "Tidak mungkin dari tidak menghargai hukum di In- 400 kursi DPR dapat dibagi secara saan mayoritas. Nah, dimana donesia ataupun menuruti hati merata buat ketiga organisasi fungsi stabilisator ABRI," tandas- panas, "kata Johnny Pardede. peserta pemilu. Kan mesti ada yang Sikapnya inipun sebenarnya terbanyak meskipun hanya selisih dua kursi. Tapi jangan sampai single terpaksa dilakukannya karena perbuatan-perbuatan tersebut majority mengarah pada diktator benar-benar sudah keterlaluan. mayoritas. Demikian juga yang kecil Apalagi kasus gugatan penjual- jangan merintangi, sehingga muncul tirani minoritas," katanya. belian harta peninggalan orang Single majority, kata Abu, tuanya itu serta perkara lainnya menjadi kekhawatiran jika diter- sedang dalam proses Pengadilan jemahkan ke dalam sistem Negeri Medan. Berkenaan de- Demokrasi Liberal. Dalam sistem ngan adanya isyu bahwa Hotel Demokrasi Liberal, jelasnya single Danau Toba akan ditutup, menu- majority memang akan mengarah rut Johnny, tidak benar. Jadi, pada diktator mayoritas, karena Hotel Danau Toba tetap dibuka semua keputusan diambil ber- dan tidak ada masalah. (m12) dasarkan suara terbanyak melalui nya. Memerahkan Telinga Ani Idrus mengatakan pula, berita maupun opini yang disa- jikan oleh Waspada, tak jarang dipandang oleh sementara pihak sebagai suatu informasi yang dapat memerahkan telinga. Begitu juga dengan rubrik yang memuat opini singkat dituding sebagai kolom yang member- sitkan kritik pedas yang pada akhirnya redaksi Waspada harus berlapang dada berhadapan dengan dering telepon yang mengandung muatan berbagai pesan yang bersifat restriktif atau membatasi sebagaimana yang dihadapi juga oleh pengelola pers lainnya. Bagaimanapun, kata dia, kebesaran ABRI tidak bisa dilepaskan dari peranan ABRI. Sementara, ABRI harus berada pada jarak yang sama dengan semua orsospol dan menunjukkan netralitasnya. "Karena itu, di masa mendatang, terutama memasuki PJPT II kesepakatan yang kita berikan kepada ABRI harus benar- benar ditaati dan digunakan sebaik-baiknya, agar kehidupan politik guna mewujudkan demokrasi benar-benar terlihat," tukasnya. (Ant/j07). Menurut Ani Idrus, sebagai negara yang berdasarkan Pancasila, jalan kita harus memahami bagaimana seha- rusnya menumbuhkembangkan budaya komunikasi yang sesuai dengan ciri kepribadian dan landasan filosofis bangsa kita. Sehingga kita dapat mempolakan suatu sistim komunikasi yang cocok dengan langgam politik negara kita terutama dalam rangka melaksanakan tugas untuk memelihara stabilitas nasional. Perspektif Ekonomi Ani Idrus mengemukakan, dilihat dalam perspektif ekonomi, harian Waspada juga cukup mengalami pahit getir mela- kukan kontinuitas penerbi- tannya. Terutama tuntutan dalam rangka menjaga kese- imbangan antara kepentingan untuk tetap tegaknya idealisme harian Waspada dengan per- kembangan tuntutan ekonomi baik secara personal maupun institusional. Musibah kebakaran yang dialami oleh kantor harian Waspada Medan tahun 1983 dan kantor Perwakilan Waspada Jakarta tahun 1984, berpengaruh dalam melakukan mekanisme manajemen perekonomian harian Waspada. Lebih lagi sesudah musibah kali devaluasi dan dikeluar kannya berbagai kebijaksanaan pemerintah seperti Tight Money Policy, serta situasi ekonomi negara kita yang kadang kala tidak tentu arah, mengakibatkan sistim manajemen perekonomian dalam penerbitan harian Was- pada mengalami berbagai ham- batan seperti sulitnya mem- peroleh fasilitas suntikan dana bagi peningkatan kualitas hidup harian Waspada. Umum/Pemimpin Redaksi para remaja dan anak-anak. Dan tak kalah pentingnya, Waspada menyampaikan ucapan kata Ani Idrus, guna menjawab terima kasih yang tulus serta obsesi kami untuk melahirkan penghargaan yang setinggi- para pekerja jurnalistik maupun tingginya kepada Menteri Sekretaris Negara Moerdiono dan praktisi kehumasan yang handal, para pembaca Waspada yang kami telah pula mendirikan setia. Semoga kiranya hubungan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi ini yang kami katakan sebagai "Pembangunan" dengan status bersatunya suasana kebatinan diakui yang berdiri sejak tahun tetap dapat terpelihara terus 1987 dan telah menghasilkan 60 sampai pada masa-masa yang sarjana. Pada kesempatan itu akan datang, kata Hj. Ani Ani Idrus selaku Pemimpin Idrus.(m20/m32). Dia juga mengemukakan, sebagai surat kabar nasional yang terbit di daerah, Waspada menga- lami sistim kompetisi yang begitu ketat karena pada kenyataannya sebagian besar surat kabar yang terbit di daerah telah diken- dalikan oleh para pemodal kuat, terutama dari kalangan non pribumi. Namun Alhamdulillah tantangan itu tetap dapat diatasi dengan sekuat tenaga serta segala daya upaya yang dimiliki harian Waspada, ujar Ani Idrus. Aktif Dalam Kegiatan Sosial Ani Idrus juga menge- mukakan, sebagai surat kabar yang concerned terhadap masalah-masalah sosial, maka dalam mengembangkan sayap pengabdian serta idealismenya Waspada senantiasa aktif dalam kegiatan sosial. Seperti pengembangan berbagai cabang olaharaga lewat turnamen yang terjadwal. RABU, 12 JANUARI 1994 2 Bahkan Waspada memelo- pori berdirinya Sekolah Sepak bola bagi usia 10 sampai 12 tahun yang pada tanggal 7 Januari 1994 genap berumur satu tahun dan saat ini sedang mengadakan kompetisi dalam rangka hari jadi Waspada ke 48. Melalui Yayasan Pendidikan Ani Idrus, Waspada juga mendirikan Perguruan Eria yang mengasuh Taman kanak-kanak, SD, SLTP, SLTA dan SMEA, Lembaga Pendidikan Komputer Komunikasi serta Madrasah Rohaniah yang memberikan pembinaan ahlakul karimah bagi Kakanwil Trans Dan PPH Riau Berita Hr. Waspada Positif Dan Objektif "Keberadaan Harian Was- pada sebagai koran daerah ber- skala Nasional, belum bisa disaingi oleh koran-koran lain yang terbit di daerah Sumatra ini," kata Ir.Iskandar Hoesín (foto), mengomentaril keberadaan Waspada yang 11 Januari 1994 ini memperingati hari jadinya ke 48 tahun. Ditemui Waspada di ruang kerjanya di Pekanbaru, Selasa (11/1), mantan Kakanwil Transmigrasi Aceh itu mengakui, eksistensi Waspada sebagai media cetak sangat dipercaya oleh masyarakat. Sebab berita-berita yang ditampilkan Waspada selalu positif dan objektif. PEKANBARU (Waspada): Kakanwil Transmigrasi dan PPH Riau Ir.Iskandar Hoesin optimis, jika harian Waspada terbit di Jakarta pasti akan menjadi koran terbesar di Indonesia. "Koran-koran beken terbitan ibukota saja, kadang sering menurunkan berita yang kurang objektif. Sehingga mengurangi kepercaan kita untuk terus membacanya," begitu kata Iskan- dar Hoesin. Menyinggung keberadaan Waspada di Provinsi Riau, Iskandar menyarankan hendaknya Waspada membuka hala- man khusus Provinsi Riau atau minimal halaman Sumbagut. Sehingga Waspada bisa membentuk opini publik di Riau khususnya dan Sumbagut pada umumnya. "Dengan cara demikian, saya optimis Harian Waspada bisa berkembang di sini seperti halnya di Aceh. Karena Waspada itu koran yang selalu memperhatikan dan memperjuangkan aspi- rasi rakyat kecil," ungkap Iskandar. Dia menambahkan, masyar- akat Aceh dan Sumut jika sudah keluar dari daerahnya seperti ke Jakarta, pasti selalu mencari Waspada untuk bahan bacaan. Sebab tambahnya, Waspada sudah seperti kebutuhan rutin yang tidak bisa ditinggal-kan.(b.04). Aman Sembiring, Bahtiar Gayo Dan Ir.Abdullah Dadeh Repoter Harapan Terbaik Waspada Tahun 1993 MEDAN (Waspada): Aman hargaan sebagai Reporter Ha- Sembiring, Bahtiar Gayo dan rapan Terbaik. Ir.Abdullah Dadeh terpilih se- bagai Reporter Harapan Terbaik Waspada tahun 1993, masing- masing untuk daerah Sumatera Utara, Dista Aceh dan Kota- madya Medan. Demikian keputusan Dewan Juri yang diumumkan pada suatu pertemuan intern di Redaksi Harian Waspada, Selasa (11/1), bertepatan acara peringatan Hari Jadi Waspada Ke-48. Dewan juri sebelumnya memberi penilaian terhadap sembilan nominator dan selan- jutnya memutuskan ketiga reporter tersebut sebagai orang yang berhak menerima peng- (m.30) JAKARTA (Antara): ABRI mewaspadai gelagat me- ningkatnya kasus keresahan sosial, terutama di kota besar dan daerah lain yang sedang inten- sif membangun infrastruktur ekonomi yang disertai mening- katnya kadar konsumerisme dan gaya hidup internasional. Kapuspen ABRI Brigjen TNI Syarwan Hamid mengatakan hal itu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kolonel TNI (Kav) Halim Nawi pada acara pem- bukaan kursus foto jurnalistik untuk perwira ABRI di Jakarta Selasa (11/1). Aman Sembiring yang selama ini bertugas sebagai koresponden untuk daerah Deliserdang, dinilai memiliki keunggulan dalam mencari/menulis berita-berita peristiwa dan sosial kontrol serta memiliki kepekaan dan tang- gungjawab dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Demikian juga penilian terhadap Bahtiar Gayo dan Ir.Abdullah Dadeh. Kriteria penilaian yang ditetapkan Dewan Juri adalah, kualitas dan kuantitas berita, loyalitas, aktualitas, kecepatan, tanggungjawab, disiplin dan kepekaan serta wawasan. ABRI Waspadai Gelagat Meningkatnya Kasus Keresahan Sosial Kursus selama dua bulan yang diselenggarakan di Lem- baga Pendidikan Jurnalistik Antara (LPJA) itu diikuti 16 Perwira ABRI. Hadir pada acara itu Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi LKBN Antara Handjojo Nitimihardjo dan Ketua Dewan Direktur LPJA Drs. Bakran Asnawi Bsc. masyarakat. "Opini masyarakat mudah tergerak oleh nilai-nilai baru yang dipandang modern, sementara nilai-nilai lama cenderung men- galami kejenuhan," kata Syar- wan Hamid. Kapuspen ABRI juga menilai kemajuan taraf hidup rakyat sebagai hasil pembangunan 25 tahun pertama, membuat rakyat makin kritis dalam menanggapi berbagai ketimpangan yang terjadi dalam dinamika ke- hidupan. "Gejala ketergantungan global yang kait mengkait dengan gaya hidup internasional lain- nya, acap kali mencuat dalam perilaku sosial dan politik tertentu yang dikhawatirkan dapat menyimpang dari budaya bangsa," tegasnya. Tanda zaman Gejala seperti itu, lanjutnya, merupakan tanda zaman yang tak mungkin dapat dibendung di masa depan dan menuntut langkah antisipasi secara serius dan berlanjut. Menurut Syarwan Hamid, meningkatnya taraf kehidupan masyarakat sebagai hasil pembangunan, juga diikuti dengan meningkatnya taraf Sebagai konsekuensinya, berfikir dan tuntutan hidup, yang menurut Syarwan Hamid, maka pada gilirannya mengakibatkan peningkatan kadar pertentan- tugas peranan ABRI sebagai gan kepentingan dalam skala pengawal dan pengaman perjala- yang makin luas dan beragam. nan bangsa akan dihadapkan Pengaruh transparansi baik kepada meningkatnya tuntutan sebagai ekses globalisasi maupun dan keandalan, termasuk di dampak kemajuan teknologi, dalamnya aparat penerangan katanya, juga jalin menjalin den- ABRI dengan segenap per- gan meningkatnya taraf berfikir angkatnya. Pemberitahuan Dengan ini kami beritahukan bahwa nama-nama pene rima hadiah Angket Pembaca Waspada yang dimuat tanggal 12-12-1993 akan diumumkan pada halaman "Rupa-rupa" Minggu 16 Januari 1994. Harap maklum. Panitia Hari Jadi ke-48 Harian Waspada RABU, 12 JANUARI 1994 MEDAN SINGK Syukuran PDI Su Aktivis PDI Sumut melaksanakan syuku Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Um de 1993/1998 di Jalan Kejaksaan No.16 M Acara syukuran ditandai dengan membe yatim sekaligus merayakan Hari Ulang Ta 21, Peringatan Maulid Nabi Besar Muhamma dan menyambut kedatangan bulan suci Ram yah. Edi Suparman aktivis PDI Medan mengatal DPP PDI hasil Munas, tidak ada lagi kelompok partai berlambang kepala banteng di tana Untuk menghadapi tugas berat pada m perlukan pengorbanan, sebab perjuangan tanp omong kosong, kata dia. Megawati sebagai PDI telah membuat satu garis dimana dia bert partai kepada yang sebenarnya sesuai kor Camat Medan Perju Teliti Keluhan Kep Camat Kecamatan Medan Perjuangan D Djohor Nasution mengatakan, saat ini sedang m sejumlah Kepala Lingkungan di wilayahnya se Lurah Sidorame Barat II. Hal tersebut dikemukakannya ketika dihub dari Humas Pemda Medan Selasa (11/1). Me an kasus keluhan tujuh Kepala Lingkungar prosedur awal yang selanjutnya akan diterusk Medan. Dia menyebutkan, Lurah Kelurahan Side dari sekali dinasihati maupun diperingatka yang dapat meresahkan masyarakat. "Segala surat keluhan serta permohonan sejumlah Kepala Lingkungan tersebut perlu di termasuk kebenaran kasus-kasus dimaksu Djohor Nasution.(m32) Forum Silaturrahmi Generasi Muda Islam Thawalib dan S menyelenggarakan forum silaturrahmi, dia Minggu (9/1) di musholla Rhawalib Jalan Gg.Thawalib Medan. Menurut ketua panitia Darwin, jumlah lomba mencapai 144 orang, masing-masing 3 lomba azan tingkat anak-anak, 27 peserta haf anak-anak, 35 peserta puisi tingkat anak-a puisi remaja. Selain itu juga diselenggarakan anak-anak diikuti 19 peserta. Gemits yang baru diresmikan berdirinya ini sengaja mengambil momen Isra' Mi'raj c Ramadhan menyelenggarakan paket kegiat giatan itu juga akan diselenggarakan Isra' Mi dan pesantren kilat.(m49) Pameran Tenun Tradisi Dan Aceh 24 Januari MEDAN (Waspada): Sesuatu Herlan, ju yang tradisional saat ini sedang peragaan dirindukan orang dan atas gaga- san inilah pihak Museum Nege- minggu p Batak min kegiatan in lomba bus bekerja s dan HAR Penganti Menu Dra. Sita Ketua HA nurung, la Melayu in kan kemb tradisiona kan muse masi dan ri Sumut pada 24 Januari menda- tang mengadakan pameran khu- sus tenun tradisional daerah Su- mut dan Aceh, kata ketua pelak- sana pameran Drs. Herlan Pang- gabean di Medan Sabtu (8/1). Pameran tersebut menurut Herlan, akan dibuka Kakanwil Depdikbud Sumut Prof. Chainur Arrasjid, SH serta dihadiri pula Kakanwil Depdikbud Aceh. Pa- meran diselenggarakan mulai 24 Januari s/d 5 Februari pada pukul 8.00-17.00 wib dan akan menampilan 69 koleksi kain tenu- nan tradisional Sumut dan Aceh. Tenunan tradisional itu diklasifikasikan sesuai fungsinya seperti kain tenunan untuk ke- pala, selendang dan sarung. Te- nunan itu sebagian ada yang ber- usia tua dan bermotif lama, na- mun ada juga yang merupakan kreasi baru. Lomba busana tradisional Untuk lebih memasyarakat- kan tenunan tradisional, kata 5 041 4105 201 = 31= itu. Dugc Gadis Dayak berkulit pu- tih itu langsung pulang. Tak hendak lagi memedulikan panggilan laki-laki bernama Yuma itu. Tak lagi memedulikan, bah- wa sikapnya itu akan tambah memusingkan kepala laki-la- mat atas raih gela jana pert Gadi tih itu, t ki yang dulu sering bernasib menjatuh pan laki baik, tapi kini begitu kuyu itu. Men dan mengibakan hati. ke dada haru. "Bett nya di a tersende hut laki- "Ya, itu juga mendeko itu. Men "Kut ma, seba ma kunc 341 Entah lantaran merasa didesak, atau juga sebab Au semakin tak tahan berkurung di dalam rumah terus, akhir- nya laki-laki bernama Yuma itu menemukan jawab yang tosedang dicarinya. -sfr Lomb untuk ur usia pria. tahun. Pe d 25 Janu 9.00-15.0 geri Sum HARPI M dan. Peng hari Rabu Museum ambil tane ba dilaks Museum "Kulamar kau untuk men- jadi istriku, Ly," kata laki-laki bernama Yuma itu, satu ma- lam yang demikian cerah. Tadi pagi, gadis Dayak berkulit putih itu resmi men- jadi seorang sarjana ekonomi jurusan studi pembangunan. Meski tidak lulus dengan ni- lai sangat memuaskan, tapi indeks prestasi akhirnya sudah melebihi target indeks prestasi seorang sarjana yang ingin melamar jadi dosen di perguruan tinggi negeri. Laki itu menc dis Dayc Gadis Dayak berkulit pu- tih itu tak menduga bakal la- maran itulah yang disampai- Menata sudah ja kan laki-laki bernama Yuma Color Rendition Chart bakan," itu mak kasih, Ya diahmu kan. Ha mempere kaligus suami....