Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Waspada
Tipe: Koran
Tanggal: 1994-01-12
Halaman: 04

Konten


4cm 4cm WASPADA -600 Terbit sejak 11 Januari 1947 Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Hj. ANI IDRUS Pemimpin Perusahaan: dr. Hj. Rayati Syafrin Wakil Pemimpin Umum/ Wakil Pemimpin Redaksi: H. Teruna Jasa Said Managing Editor: H. Teruna Jasa Said Dewan Pelaksana Redaksi: H. Teruna Jasa Said, H. Prabudi Said, dr. Hj. Rayati Syafrin. As. Atmadi Penerbit: P.T.Harian Waspada, Direksi: Hj. Ani Idrus, Direktur Utama: dr. Hj. Rayati Syafrin, Indra Buana S. Pembantu Direksi; Tribuana Said, Direktur Redaksi, Alamat Kantor Pusat, Penerbit, Redaksi, Tata Usaha/Periklanan: Jalan Letjen Suprapto/Brigjen Katamso No.1 Medan 201511 Tel. $50858 (3 saluran). Teleks: 51347 WASPADA MEDAN. Kantor biro redaksi/perwakilan periklanan: (1) Bumi Warta Jaya, Jalan Kebun Sirih Timur Dalam No.3 Tel. 322216, 320817, Jakarta Pusat, (2) Perwakilan Waspada, Jalan Sri Ratu Safiatuddin No, 21-C, Tel. 22385, Banda Aceh 23122. Harga iklan tiap mm kolom Rp 3.500,- Ukuran 42 mm. SIUPP: 065/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1985 tanggal 25 Februari 1986. ISSN 0215-3017. Pencetak: Percetakan Web P.T.Prakarsa Abadi Press, Jalan Letjen Suprapto/Brigjen Katamso No. 1 Medan 20151. Protes Terhadap Balon Bupati Tak Aspiratif P emilihan bupati di beberapa daerah tingkat dua se-Sumut kelihatannya bakal berlangsung seru dan menarik. Ini berkaitan dengan banyaknya nama bakal calon (balon) aspiratif yang gugur di tengah jalan, sehingga tim FKP DPRD Deliserdang sudah mengambil sikap melakukan protes keras ke Jakarta. Menyusul FKP Taput akan menen- tukan sikap serupa. Keberadaan UU No.5/1974 yang mengatur masalah pemilihan kepala daerah kini diuji kembali setelah berbagai kasus serupa terjadi di tanah air, di antaranya dalam pemilihan Gubernur Kalteng yang ricuh belum lama ini sehingga calon titipan yang sudah diloloskan oleh Mendagri akhirnya mengundurkan diri. Itu membuktikan pada kita masih juga terjadi penyimpangan-penyimpangan oleh sementara pihak yang mempunyai kepentingan baik untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun kelompok. Padahal, kasus-kasus memalukan itu semestinya tidak dilakukan bila mereka yang terkait dalam proses pergantian pemimpin di daerah itu memahami benar-benar makna yang terkandung dalam undang-undang tersebut. Sepertinya ada usaha atau ekspansi pihak luar untuk mengebiri fungsi lembaga legislatif di daerah-daerah. Mereka itulah yang mati-ma- tian mendampingi calonnya dalam proses seleksi di Jakarta agar nama calonnya tidak tercoret. Nyatanya, mereka berhasil mengelabui pejabat di Depdagri sehingga nama-nama balon yang aspiratif sekalipun akhirnya digugurkan, seperti yang terjadi di Deliserdang, Tapanuli Utara dan Dairi. Merujuk UU No.5/1974 bahwasannya pihak DPRD setempatlah yang bertanggung jawab dalam memilih figur pemimpin di daerahnya. Konsekuensinya, anggota dewan yang dipilih oleh rakyat akan memperhatikan aspirasi yang berkembang di daerahnya. Justru itu kita menilai protes yang diajukan kalangan DPRD setem- pat terhadap balon titipan merupakan suatu kewajaran mengingat harga diri mereka sudah diinjak-injak dengan adanya pemaksaan untuk memilih calon titipan yang dikatrol oleh pihak lain yang sebenarnya tidak punya hak sama sekali. Dengan demikian anggota dewan punya hak untuk menolak calon titipan setidaknya melakukan tawar-menawar yang berarti B keprihatinan para pecinta lingkungan hidup tersebut hingga Selasa (11/1) telah meng- hanguskan 1,2 juta hektar lebih hutan dan padang. Memusnahkan sedikitnya 298 rumah, puluhan ribu ternak, bahkan merenggut empat korban jiwa manusia. Menyaksikan laporan pandangan mata stasiun televisi Australia atas musibah terbesar dalam sejarah negeri Kanguru itu, seakan-akan kita juga merasakan panasnya kobaran sijago merah meluluh-lantakkan pohon-pohon hutan yang sebelumnya tumbuh subur. Tidak saja mengusik ketenangan manusia, tetapi juga satwa penghuni hutan. NIKI pencalonannya harus diulang kembali. Kiranya hak tolak inilah yang dipakai FKP di Deliser- dang dan mungkin menyusul fraksi-fraksi lain di masing-masing daerah bila kejadian serupa menimpa mereka nantinya. Tragis, Kebakaran Hutan Di Australia erita tentang kebakaran hutan di Aus- tralia sejak awal pekan lalu tampaknya menjadi salah satu berita besar di awal Dari kasus merebaknya kasus penolakan balon yang tidak aspiratif sekarang ini kita perlu mempertanyakan kekuatan UU No.5/1974 apakah masih cukup relevan dipertahankan atau sebaliknya dirubah/direvisi kembali jika memang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman kini. Memaksakan kehendak untuk menggol- kan calon titipan sama halnya dengan melecehkan perundang-undangan dan beresiko tinggi. Sebab, tidak mudah untuk membungkam suara arus bawah yang kian berkembang dewasa ini. Menteri Sekretaris Negara Drs. Moerdiono menyebutkan dalam ceramahnya di Hotel Danau Toba Medan, Selasa (11/1) sekaitan dengan peringatan Harijadi Harian Waspada ke-48 betapa pentingnya stabilitas keamanan dijaga. Stabili- tas nasional merupakan kondisi dinamis yang berwujud berfungsinya seluruh lembaga-lem- baga negara, baik pada tataran suprastruktur politik maupun pada tataran infrastruktur politik. Apa yang dikatakan Pak Moer itu kiranya patut kita renungkan terutama mereka yang terkait dalam pemilihan kepala daerah yang kini hangat di berbagai daerah di Sumut sejalan dengan banyaknya calon titipan menggusur calon aspiratif. Caranya dengan memfungsikan lembaga yang sudah ada dan mengikuti aturan main yang su- dah diundang-undangkan, niscaya tidak akan menimbulkan masalah apa-apa. Bagaimanapun juga segala sesuatu yang dipaksa itu tidak membawa kebaikan. Dan pemaksaan kehendak secara eksplisit maupun implisit semestinya tidak dilakukan oleh pihak- pihak yang tidak berkompeten dalam proses pemilihan balon bupati agar rakyat setempat memperoleh pemimpin yang disukainya. Kita khawatir, dampak dari pemaksaan itu bisa menimbulkan hal-hal yang tak diingini dalam konteks lebih luas. Rakyat yang merasa kecewa karena aspirasinya tidak didengar sulit untuk bisa diajak bekerja sama dan ini jelas tidak kita kehendaki. Padahal interaksi positif pemerin- tah dengan rakyat seharusnya ditumbuhkem- bangkan bukan malah dipecah-belah seperti Belanda menjajah kita tempo doeloe. Tampak juga oleh kita, para petugas pema- dam kebakaran yang kendati bekerja keras untuk memadamkan kobaran api, namun seakan tidak berdaya. Curahan hujan yang mengguyur Sydney pun tampaknya tak banyak menolong melum- puhkan ganasnya api. Bahkan laporan akhir menyebutkan, kota metropolitan Sydney yang gemerlap, kini terancam dikepung lautan api. Kebakaran itu sudah terjadi. Yang perlu diusut adalah penyebabnya. Hutan adalah ladang kekayaan. Lebatnya hutan yang kadang dianggap menyeramkan bagi sebagian orang, justru merupakan lahan yang diperebutkan. Sebab, dalam kelebatan itu ter- kandung batang-batang pohon lantakan yang ni- lainya mampu mengalahkan potensi ekonomi yang tersimpan dalam tambang emas sekali pun. Di balik itu, nasib hutan rupanya sungguh tragis. Kelestariannya tidak saja terancam oleh ketamakan dan tindakan semena-mena manusia. Ada hutan yang habis dibabat untuk keperluan industri. Ada yag digunduli untuk dijadikan se- bagai areal perladangan, persawahan maupun lokasi pemukiman. Tragisnya, ada juga yang habis karena terbakar, baik disengaja mau pun karena kecelakaan biasa. Apa yang dialami Australia sekarang ini, yang jelas negara yang telah makmur itu kini mengalami kekurangan areal hutan. Akibat ke- bakaran yang tampaknya masih sulit diantisi- kungan atau polusi. Dalam kerangka ini diper- lukan peran serta aktif masyarakat internasional untuk mengerahkan bantuan langsung me- madamkan kobaran api yang memangsa kawasan hutan di negara itu. Satu hal yang paling terasa dampaknya ialah akan timbulnya beberapa efek ekonologi seper- ti perubahan iklim yang membahayakan kehi- dupan manusia bila hutan di kawasan itu semakin sempit atau hilang. Musibah kebakaran hutan di Australia, juga pernah kita alami ketika ka- wasan hutan Bukit Soeharto di Kalimantan beberapa tahun lalu juga terbakar. Bagi kita di Indonesia, hutan jelas sekali me- rupakan sumber kehidupan. Sebagai sumber hidup bagi kita yang sekarang, juga bagi anak cucu kita di masa datang. Hutan juga sumber pembangunan. Dengan demikian, hutan punya peranan penting sekali. Oleh sebab itu kita wajib menjaga kelestariannya agar dapat berfungsi sebagaimana diharapkan. Kita semua harus ber- tanggungjawab untuk mencegah kerusakan hu- tan, seperti petambahan maupun pembakaran sehingga tidak sampai menimbulkan derita bagi kita. Kita boleh saja memanfaatkan hutan untuk keperluan pembangunan, tapi perlu ada ikhtiar agar pembangunan itu tidak sampai merusak hutan itu sendiri. Apalagi membakarnya deng- an sengaja. Karena itu, kita telah sepakat, pem- bangunan yang digalakkan harus berwawasan. Dengan kata lain, pembangunan yang dilakukan harus dapat menunjang keutuhan lingkungan. Dengan memperhatikan tragedi yang me- nimpa Australia tersebut, selain kita ikut prihatin, juga mengharapkan pemerintah Australia segera melakukan pengusutan terhadap penyebab ke- bakaran hutan tersebut. Jika memang positif penyebab kebaran hutan itu akibat tangan-tangan jahil, maka sebaiknya pihak berwenang Aus- tralia segera mengambil tindakan. SELAMAT HARI JADI ΚΕ 48 WASPADA HARIAN 11.1.47 11.1.94 SELAMAAAT! RABU, 12 JANUARI 1994 Relevansi "Tritura" Terhadap Pembangunan Nasional kan makna bagi masa depan bangsa. Oleh benar-benar telah menjadi satu kekuatan masyarakat, kekua- tan pembangunan, dan ke- kuatan pemersatu bangsa. Bukan hanya itu, tetapi orientasi politik pun berubah. Berarti tidak lagi ideologi yang dipertentangkan, tetapi benar- benar orientasi program yang dikedepankan. Apa lagi de- ngan diterimanya oleh seluruh organisasi politik dan organi- sasi massa azas tunggal Pancasila. ritura, yang dice- tuskan oleh para ma- hasiswa itu, kini telah memasuki tahun ke T 28. Sejarah bangsa Indonesia barangkali akan mengatakan lain, seandainya Tritura itu mengalami kegagalan. Dua puluh tahun terakhir ini, ba- nyak yang sudah kita lakukan yang mampu memberi makna untuk memenuhi aspirasi rakyat. Secara khusus apa yang telah diusahakan oleh peme- rintah Orde Baru dengan pe- rubahan-perubahan yang ter- jadi selama ini bukan tidak ada timbulnya tantangan. Kema- juan yang kita capai, pasti di- iringi oleh berbagai masalah baru yang kadang-ka-dang tidak terlepas dari berbagai so- rotan. Dan barangkali, itulah dinamikanya Pembangunan. Karena setiap perubahan yang kita inginkan, selalu disertai dengan timbulnya suatu kera- wanan. Baik di bidang iptek, pembangunan sistem politik/ ekonomi, masalah generasi muda dll. Perkembangan ekonomi yang telah memasuki era glo- balisasi sekaligus dapat men- jadi peluang ataupun ancaman bagi ketahanan nasional. Salah satu gejala globalisasi yang patut diantisipasi sejak dini adalah iklim kompetisi yang semakin meningkat. Peru- bahan cepat di bidang ekonomi ini ternyata mempengaruhi bidang-bidang lainnya. Akibat itu perkiraan kebu- tuhan dalam dekade menda- tang ternyata jauh melebihi ren- cana yang dibuat pemerintah atau swasta. Secara gamblang bagi kita peranan eksponen '66 telah menentukan jalannya sejarah yang mampu memberi- P eranan guru sangat penting untuk mema- jukan bangsa dan ne- gara. Karenanya me- reka selalu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Di ne- gara maju hal itu sudah dira- sakan kaum pendidik generasi pengganti tersebut... Dalam kaitan perhatian ter- hadap guru tersebut Sekjen De- partemen P dan K Prof Dr Ha- san Walinono menjelaskan di Ujungpandang Senin 3 Janu- ari 1994, birokrasi kenaikan pangkat guru disederhanakan sehingga tidak perlu melewati "meja" Kakandep, Kakanwil dan Karo Kepegawaian Dep- dikbud. Proses kenaikan pang- kat guru hanya melalui Kepala Sekolah lalu dinilai Panitia Angkat Kredit dan langsung dikirim ke Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN). Tugas Guru dan Tanggung Jawabnya Follow-Up yang telah me- matangkan situasi ini meru- pakan situasi lebih lanjut dari- pada sejarah, yang tentunya tidak dalam arti statis saja. Te- tapi diharapkan kita mampu mengambil intisari dari nilai- nilai Tritura yang telah dice- tuskan sejak 10 Januari 1966. Tritura lahir akibat "situasi konflik" 28 tahun lalu. Ia di- pandang sebagai bagian "per- jalanan" sejarah kita yang menggambarkan sebagai taha- pan yang mencerminkan luapan semangat dan aspirasi rakyat, yang pada waktu itu sebetulnya ingin mengadakan pembaharuan terhadap ta- tanan kehidupan bernegara terutama setelah G-30-S/PKI. Tugas guru cukup berat. yakni membina generasi muda dari yang tidak tau menjadi tau. Terutama dari segi budi peker- ti dan tindak tanduknya. Ka- rena itu pula calon guru perlu dipersiapkan secara baik dan lebih terbina ilmu pengetahu- annya dan budi pekertinya. Itu pula sebabnya tidak semua yang sudah berpendidikan bisa jadi guru, terutama di pen- didikan dasar dan menengah. Untuk tadi guru di sekolah Anak Angkat Dalam Warisan Rakyat menganggap G-30- S/PKI adalah suatu pengkhi- anatan, tetapi kepemimpinan nasional ketika itu mengang- gapnya lain. Disamping itu kita tidak bisa melupakan akibat politik memegang komando yang telah menyebabkan ke- adaan ekonomi kurang diper- hatikan dan menjadi tidak karuan. Al Quran dalam surat al- Ahzab ayat 4 dan 5 yang artinya: "Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu sendiri, yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja, sedangkan Allah itu mengatakan yang sebenarnya dan menunjukkan jalan (yang benar), panggillah mereka dengan memakai nama ayah mereka (sebenarnya), sebab yang demikian itu lebih adil disisi Allah. Jika kamu tidak menge- tahui ayahnya maka (panggil- lah mereka sebagai memanggil) saudara-saudaramu seagama dan orang-orang yang di bawah pemeliharaannya." Salah satu sebab adalah ke macetan produksi serta inflasi yang naik begitu tajam sam- pai mencapai 650%. Tetapi yang terjadi kemudian adalah pemotongan uang. Tindakan yang sama sekali tidak diperhi- tungkan ini telah mempertajam situasi konflik, sehingga sebagi- an dari masyarakat yang dipe- lopori oleh mahasiswa telah me- manifestasikan situasi keingi- nan rakyat untuk memperbaiki keadaan. Mahasiswa yang waktu itu mampu menyerap aspirasi yang hidup dalam masyarakat, antara lain menentang dan Banyak orang tua menye- pelekan tugas dan tanggung jawab guru terhadap kemajuan bangsa. Tapi jika anaknya ku- rang pandai dan nakal dia me- nyalahkan guru. Sangat jarang orang menyalahkan dirinya yang kurang perhatian ter- hadap anak-anaknya. untuk mendapatkan suatu harta warisan dari ayah angkat. Ditinjau dalam kompilasi hukum Islam dalam pasal 209. ayat 2 Inpres No.1 Tahun 1991 tentang kompilasi hukum Islam memberikan suatu hal kedu- dukan anak angkat dalam wasiat wajiban sebanyak sepertiga kepada anak angkat, dalam hal ini mempunyai suatu alasan. bahwa kompilasi hukum Islam memberikan wasiat wajibah terhadap anak angkat karena kenyataan hubungan yang tidak dapat dimungkiri secara hukum yang berdasarkan konstruksi hukum wasiat wajibah. Dari pasal 209 ayat 2 dalam Mendidik berbeda dengan mengajar, karena itu sangat berbeda guru di lingkungan kursus dengan guru dalam pen- didikan formal (sekolah). Jika di kursus, tidak perlu mempu- nyai tata cara (didaktik meto- dik) mengajar. Tidak perlu mempunyai ilmu jiwa anak, ilmu jiwa perkembangan, Ada memprotes ideologi komunis yang membahayakan Pancasila. Jadi aspirasi rakyat pada waktu itu adalah keinginan men- gadakan koreksi terhadap kehidupan kenegaraan dan itulah sebenarnya yang dicetuskan dalam Tritura. Abdurrahman 'Ardo' Relevansi pembubaran PKI dengan situasi dewasa ini be- lum berarti masalahnya sele- sai. Sebab kita tahu bagaiman- apun gerakan komunisme itu tidak akan terhenti walaupun beberapa pergeseran politik telah terjadi di Eropa Timur ser- ta di Uni Soviet sendiri. Maka kewaspadaan harus tetap ada dan jangan sampai sisa-sisa PKI itu membina kekuatan kembali. Di samping itu masyarakat benar-benar menginginkan apa- ratur pemerintahan dan Pan- casila, jadi benar-benar apara tur itu yang bersih dari unsur- unsur anti Pancasila. Untuk ini satu segi positif telah mencer- min melalui jalur-jalur yang telah ditempuh dalam me- masyarakatkan Pancasila dalam P-4. Inpres No.1 Tahun 1991 tentang kompilasi hukum Islam ini tidak lain berdasarkan atas rasa ke- adilan dan prikemanusiaan se- bab wasiat wajibah ini suatu hasil kesimpulan pemikiran para ulama dan ahli hukum Islam di Indonesia untuk mewujudkan hukum Islam yang positif dan unifikasi dalam rangka me-- menuhi kebutuhan hukum waris Islam bagi masyarakat muslim di Indonesia. NAULI POHAN Jl. Buluh Perindu Gg. Baiduri Medan Dana Mengalir Dari penjelasan surat di atas berarti syariat Islam tidak mem- benarkan pemberian warisan kepada anak angkat, sebab anak. angkat dalam hukum Islam tidak sama kedudukannya dengan anak kandung, oleh karena itu anak angkat tidak mendapatkan warisan dari ayah angkatnya, dan syariat Islam melarang un- tuk menghilangkan identitasnya oleh 3 konglomerat. Sudut Ba- anak angkat tersebut. Karena tuah cuma ngomel: "Kita bisa anak angkat itu harus dibang- bilang apa?"" sakan kepada ayahnya, oleh kare- na itu anak angkat tidak berhak Sebentar pernah koran ribut- ribut tentang dana revolusi. Akhirnya "lenyap" tak tentu. rimba. Akhir-akhir ini koran cerita tentang dana pembangu- nan "bocor" tapi dibantah. Ada lagi cerita koran tentang "menga- lirnya" dana ke negeri leluhur" Penjelasan Kepala Desa Dan Ketua LKMD Panigoran Rakyat sudah maklum, se- muanya tentu demi stabilitas/ keamanan dan rakyat memang "butuh" keamanan zahir batin bukan intimidasi. Yang jelas, semua dana itu "aman" biarpun lenyap, bocor dan mengalir. RE NASUTION Medan Dari hal yang menyangkut segi ekonomi, ditinjau dari sudut pandangan yang lebih luas berarti telah mencakup pem- bangunan nasional secara keseluruhan. Sampai sekarang walaupun belum merata te tapi sudah ada kemajuan yang dicapai. Pokoknya Tritura se- lalu mengingatkan kita dalam mengembankan tugas untuk mensejahterakan masyarakat atas dasar Pancasila serta UUD'45. Dalam perjalanan berma- syarakat dan bernegara kita mengenal istilah "Dassollen" Menyederhanakan Jenjang Kenaikan Pangkat Guru Oleh dasar, harus punya ilmu jiwa, tata cara mengajar dan sikap jujur untuk membina anak, agar tumbuh pada dirinya ingin belajar. Bukan dengan cara kekuasaan/otoriter menerap- kan ilmu pengetahuan itu kepada anak didik yaitu siapa yang tidak tau langsung di- pukul, siapa yang tidak me- nuruti aturan langsung di- hukum dengan kekuasaan. Sebagai contoh karena anak didik tidak mematuhi perin- tah guru, lantas anak didik di- hukum dengan adu kepala, sampai korban. Ini cara yang at paling salah dan sudah me- langgar aturan sistim pendi- dikan zaman maju. Zaman penjajahan dulu memang ada sistem hukuman demikian namun tidak diberlakukan kepada anak-anak. katkan mutu sumber daya ma- nusia, tapi sarana untuk itu ti- dak sediakan. Modal pokok untuk meningkatkan SDM ialah memperhatikan guru secara sungguh-sungguh bukan hanya omongan dan peraturan. Pemerasan terhadap guru pun perlu dihapus secepatnya, se- hingga guru tidak mengeluh setiap ada kenaikan pangkat, setiap ada acara penting dan kegiatan lainnya. Pihak Dinas P dan K perlu tegas, tidak lebih sering membantah dari pada menindak pelaku pemotongan gaji, pemotongan rapel itu. grind Rod button aqu Penutup Mudah-mudahan keten- tuan baru mempersingkat jen- jang pengurusan kenaikan pangkat guru ini dapat terlak- sana dengan baik. Termasuk tentunya pelaksanaan pem- berian tunjangan guru sesuai dengan pangkatnya. ijasahnya boleh saja mengajar di kursus tertentu. Karena itulah ada sekolah kurang berhasil memajukan seko- lahnya sebab terpokus memilih guru yang baru tamat dari perguruan tinggi. Perhatian Terhadap Guru Di negara maju guru sang- diperhatikan. Gaji dan fasi- litas lain cukup mendapat per- hatian. Karena itu guru itu be- nar-benar mencurahkan per- hatiannya terhadap tugasnya. Pengawasan pun berjalan se- bagaimana layaknya, tidak seperti belakangan ini, penga- wasan itu hanya sekedar untuk tidak disebut menjalankan tugas. Bahkan sebaliknya peng- awas itu pergu bertugas untuk sambil lalu menerima oleh-oleh. Apa yang diawasi jika mengha- rapkan pemberian dari yang diawasi? dan "Dassein" namun begitu cita-cita kita bermuara pada satu tujuan akhir, yaitu menuju masyarakat adil dan makmur. Sampai sekarang ini memang kenyataannya belum sampai begitu. Akibatnya timbul lon- taran-lontaran berbagai ko- Sudah silih berganti pera- turan untuk membantu guru, tapi pelaksanaannya sering ter- jadi penyimpangan. Sebagai contoh kenaikan pangkat oto- matis, yang masih memerlukan uang terima kasih kepada orang tertentu ketika menerima SK kenaikan pangkat tersebut.. Pengerjaannya terlambat, sehingga tidak sesuai dengan mentar serta kritik terutama dalam hal pembangunan ekonomi. Marihot Siagian Terlepas dari masalah Tri- tura, pemerintah Orde Baru mendapat kesempatan untuk memenuhi tujuan dan cita-cita kemerdekaan. Dalam kiprah pembangunan ada sementara penilaian bahwa kondisi kini sangat memberi kesempatan kepada "pemupukan modal" sehingga muncul sistem yang kapitalistik, sementara sistem koperasi belum bisa berkem- bang. Masalah hubungan dengan Ketua LKMD Desa Panigoran Menanggapi berita Harian (Lamin Prayitno) adalah baik Waspada Sabtu 1/1-94 kolom 8, dalam Pemerintahan, dan benar 9, halaman 8 berjudul "Dana bertempat tinggal di Desa Sido- Bandes Panigoran Cenrung Men- mulyo yang letaknya bersebe- guap", adalah tidak benar. Drup lahan jalan saja, dan benar ybs usulan Bandes 1993/1994 dan penduduk Desa Panigoran. Menghadapi penilaian tersebut dapat kita ambil ke- simpulan bahwa "itulah suatu tantangan pembangunan". Padahal sebenarnya kita sudah punya sistem ekonomi yang ber- pijak pada Pancasila, UUD'45 serta GBHN. Dasar itulah yang dilaksanakan dalam pem- bangunan sekarang ini, yang dipelopori oleh pemerintah. Belum berkembangnya sistem gotong-royong dalam wujud koperasi bukan berarti pemerintah belum memulai- nya. Lagipula timbulnya unit- unit ekonomi yang bersifat ka- pita-listik memang "Das- sein"nya begitu. Karena kita mulai memang dari yang me- larat apalagi akibat "pukulan- pukulan" yang terjadi di masa Orde Lama. "Worry" dan "Concern" yang yang diharapkan. Bahkan ada yang mengomel tidak ada gu- nanya bekerja baik, sebab yang baik kerja dengan yang tidak baik, sama-sama naik pangkat. Bahkan bisa juga lebih fatal, yang baik kerja terlambat me- nerima kenaikan pangkat se- dangkan yang kurang rajin tapi licik bisa lebih dulu menerima SK kenaikan pangkat tersebut. Muncul peraturan baru, setelah menteri berganti yakni melalui angka kredit, sehingga untuk naik pangkat tidak perlu menunggu sampai empat tahun. Boleh dua tahun asal- kan cukup kredit yang ditentu- kan. Pangkat setinggi-tingginya bisa dicapai yakni sampai l E walaupun dia guru SD/ SMTP/SMTA. Yang diperma- salahkan bagaimana menda- patkan angkat kredit seperti yang diharapkan. terjadi itu wajar. Karena rasa tidak puas itu sudah meru- pakan kendala dari suatu nega- ra yang sedang berkembang. Namun kita harus yakin sa- saran sebagai "Sollen-Sein"nya dalam menuju arah pelak- sanaan untuk memperlancar pembangunan. Dan memang ada kelesuan, tapi hanya ber- skala kecil. Itupun hanya di bidang industri tertentu saja. Di bidang pertanian hal ini jelas tidak nampak. Di samping kita memang agaris, yang se- bagian besar penduduknya menggantungkan kehidupan dari pertanian. Pembangunan dibidang pertanian ternyata juga mendorong kehidupan dan pembangunan ekonomi sesuai dengan kebijaksanaan se- bagaimana yang telah diga- riskan pemerintah. Satu hal lain ialah jenjang/ meja yang harus dilalui menyu- litkan bagi siapapun di negeri tercinta ini. Semakin banyak meja yang dilalui akan mem- buat semakin banyak uang yang harus dijatuhkan di- tempat itu. Terkadang datang orang tertentu ke sekolah ber- sangkutan mengatakan SK kenaikan pangkatnya sudah turusn perlu biaya untuk mem- percepat pengeluarannya. Guru sepakat mengumpulkan uang, Pembaca Menulis Tulisan harus ditandatangani dan disertai fotokopi KTP atau tanda pengenal lainnya. Benar dan objektif. Maksimum 1 folio, 2 spasi sebelumnya tetap dimusya- warahkan dengan perangkat desa Ketua LKMD, dan pemuka ma- syarakat di desa tersebut. Usulan Drup tersebut juga ditanda-tangani oleh perangkat desa Ketua LKMD dan pemuka masyarakat. Drup Bandes tahun anggaran 1993/94 adalah untuk pengerasan Jalan Dusun III dan Dusun IV Desa Panigoran sepanjang 700 meter. Kami jelaskan, Drup Bandes selama saya menjabat sebagai kepala desa belum pernah me- nyimpang dari Drup yang telah ditentukan oleh Pemerintah, sebagaimana tersebut di bawah ini: 1. Drup Bandes 1987/1988 rehab Balai Desa Panigoran ukuran 9x14 meter, 2. Drup Ban- des 1988/1989 pengerasan badan jalan ujung Dusun IV Desa Pani- goran, 3. Drup Bandes 1989/1990 membuat titi, Jalan Peringgan Dusun III Desa Panigoran, 4. Drup Bandes 1990/1991 disatu- kan untuk membangun Kantor Camat Aek Natas, 5. Drup Bandes 1991/1992 membuat empat buah titi beton di Dusun III dan IV Pa- nigoran, 6. Drup Bandes 1992/ 1993 membuat titi beton perma- nen di Dusun IV Panigoran yang menghubungkan dengan desa tetangga, 7. Drup Bandes 1993/ 1994, pengerasan Jalan Dusun III, IV yang jumlah pangnya se- besar 700 meter, 8. Drup tahun anggaran 1994/1995 yang akan datang baru direncanakan untuk merehab kantor kepala desa. Kepala Desa Panigoran MSUDDIN JAMSARI Ketua LKMD LAMIN PRAYITNO Dalam demokrasi ekonomi rakyat merupakan mitra peme- rintah dalam menunjang pem- bangunan. Karena itu kalau adanya gejala kapitalistik sam- pai timbulnya kalangan kong- lomerat itu adalah wajar. Me- reka ini adalah potensi yang bisa dimanfaatkan untuk men- dorong yang lemah sehingga ketimpangan-ketimpangan semakin dapat dieliminasikan. Secara nyata pelimpahan nilai-nilai saham dari beberapa perusahaan raksasa yang ditu- jukan kepada koperasi sudah dimulai sejak tahun yang lalu. Dan kalau ada yang menyebut- kan bahwa koperasi belum berkembang, itu ada benarnya. Tak terkecuali pemba- haruan di bidang politik yang semakin nyata buah penataan dan pembaharuannya. Hal ini nyaris tidak pernah terjadi se- jak kemerdekaan diprokla- mirkan. Mantapnya stabilitas politik di masa Orde Baru ini Buruh Diterlantarkan Majikan Kami adalah 10 orang buruh dari sekian buruh yang bekerja di Toko RM di Jalan Semarang Medan. Kami sudah 5 tahun bahkan lebih mengabdi sebagai supir truk pengangkut sawit dari PT. SS berlokasi di Gebang, Kabupaten Langkat. Selama mengabdi pada AN (pimpinan), kami merasa Al- hamdulillah karena cukup untuk menghidupi keluarga kami se- lama ini, walau tunjangan/bonus tidak pernah kami terima, dan juga kami merasa bersyukur atas keberhasilan mengembangkan usahanya di daerah Riau. Tapi belakangan ini, tepatnya awal Desember 1993, lima truk pengangkut sawit yang kami bawa selama ini tanpa pertim- bangan pimpinan ditarik dengan alasan untuk direhab dalam be- berapa hari. Dan, sementara me- nunggu masa pengoperasiannya, oleh pimpinan kami diberi uang senilai Rp.20.000,- untuk ma- sing-masing satu truk (supir+ kenek). Tapi ternyata sampai saat ini penantian kami sia-sia saja. Di- duga mobil dipakai sebagai usaha pengembangannya di daerah Riau. Kami sangat merasa dike- cewakan/diterlantarkan. Kalau memang kami sudah tidak di- butuhkan lagi sebagai karyawan, mengapa tidak diberitahu ter- lebih dahulu agar kami bisa mem- persiapkan diri sebelumnya, khususnya untuk kehidupan ke- luarga. Yang lebih menyakitkan lagi uang senilai Rp.20.000,- apakah pantas kami terima tapi apa yang terjadi hanya janji saja. Inipun membuat guru patah semangat untuk meng- ajar sungguh-sungguh. Semua peraturan umum- nya baik, tapi pelaksanaannya sering menyimpang demi keun- tungan pribadi pelaksana pe- raturan itu. Kenaikan otoma- tis sudah cukup baik, tapi kare- na kurang pengawasan, se- hingga yang malas kerjapun dibiarkan begitu saja. Aturan- nya pengawasan harus ketat karena semua sudah sama- sama naik pangkat. Pelaksanaan Di Lapangan Diubah jadi sistem kredit lebih baik lagi karena ditun- tut untuk lebih berkarya lagi tidak saja di dalam kelas tapi juga di luar kelas. Tapi pelak- sanaan untuk mendapatkan kredit inilah yang selalu ken- dala seperti sebelumnya sudah dikhawatirkan sebelum pera- turan baru itu diberlakukan. Jenjang cukup banyak mem- buat lambat sampai kepada proses akhir yang menentukan. Sekarang jenjang itu sudah dikurangi, tentu dipelaksanaan juga yang masih diragukan. Sama halnya dengan tunjang- an guru, lambat pelaksanaan- nya, sehingga timbul pras- angka, memang guru kurang mendapat perhatian di Indo- nesia. Hanya keinginan dari pejabat yang mau mening- dinilai dari pengabdian kami selama ini. Kami mohon tanggapan/ perhatian dari Bapak atau dari yang berwenang atas keluhan. kami ini, terus terang kami sung- guh tidak mengerti dan buta akan hukum. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. RAMLY SENAN Alamat ada pada Redaksi Kejutan Dari PT. Jasa Marga Siapa tak merasa bahagia, bila tanpa diduga mendapatkan durian runtuh. Hal ini saya ce- ritakan karena pada malam peng- gantian tahun saya merayakan pesta tersebut dengan adik dan teman dekat. Kebahagiaan terasa lengkap manakala surprise itu Masalah pendewasaan ke- hidupan politik, memiliki kai- tan erat dengan kesadaran ma- syarakat mengenai aspek- aspek yang berhubungan de- ngan masalah-masalah kehidu- pan berbangsa dan bernegara. Walaupun pemerintah sudah mempunyai BP-7, tetapi kalau hanya itu tanpa ada parti si- pasi rakyat pasti jalannya akan lamban. Dalam krida-krida yang telah dicetuskan/dituangkan dalam program kerja kabinet Pembangunan I s/d VI, jelas me rupakan progres yang memer- lukan proses dengan suatu prinsip keterbukaan. Yang kepentingannya benar-benar mensukseskan tugas nasional yang menekankan terwujud- nya pemerintah bersih. "Clean-goverment" itu ti dak terlepas dari berbagai isyu. Namun generasi muda serta mahasiswa diharapkan tidak mudah untuk terpancing meli- batkan diri kehal-hal yang tidak berguna. Perjuangan Tritura sebagai pengejewantahan dari pada amanat Penderitaan Rak- yat, dimasa silam terbukti telah menjamin kemenangan-keme- nangan yang menyakinkan ba- gi perjuangan angkatan muda Indonesia. Penulis adalah Guru SMP Negeri I Langsa sana. 110 Jika memang ingin me- ningkatkan mutu pendidikan, tidak ada pilihan lain kecuali memperhatikan nasib guru itu terutama guru SD. Jika sudah ada tunjangan guru daerah ter- pencil, sudah perlu pula dipi- kirkan penggajian sistim rayo- nisasi/menurut daerahnya. Guru memang bukan men- datangkan uang, tapi membina yang hendak mendatangkan uang itu agar tidak terjadi ke- bocoran ke kantong pribadi. Bu- di pekerti harus mulai dibina di sekolah. jatuh ke tangan sasya. Ketika kami hendak bertahun baru ke Belawan, dan kami ambil jalan pintas melalui jalan tol. Nah di gerbang tol tersebutlah surprise itu terjadi, kami diberikan bing- kisan oleh PT, Jasa Marga seba- gai ucapan terima kasih PT. teri sebut kepada pemakai jalan tol. Wah, saya tidak tahu apa yang harus saya katakan, cuma ucad pan terimakasih saja. Yang membuat saya terpaku diam bukan bingkisannya tapi perhatian PT. tersebut terhadap kami dan juga bagi pemakai jalan tol lainnya. Harapan saya bagi PT. Jasa Marga tahun ini dan tahun yang akan datang tetap memberi pela- yanan yang baik, senyum sim- patik dan disiplin tinggi. Akhir kata saya ucapkan "Sa- lam Sejahtera Bagi Seluruh Staf dan Karyawan PT. Jasa Marga Medan". IRZAL M. RASYID Jl. G. Martimbang No. 31 Medan BATUAH + Kata berita, tim FKP DPRD Deliserdang Senin (10/1) bertolak ke Jakarta untuk menyampaikan protes tentang tidak turun- nya nama-nama balon bupati aspiratif. - Kalau demokrasi benar-benar ditegakkan kita yakin upaya itu berhasil. + Kata mubaligh kondang Zainuddin MZ, jika tanpa iman hidup menjadi 'semau gue'. - Misalnya jadi diktator. Begitu 'kan? +Menurut berita, berbagai kalangan masyarakat minta bakal calon walikota Binjai adalah putra daerah dan punya banyak wawasan. -Warga Binjai harap tenang, nanti kita kasi orang di 100 WASPADA -18 DE Keadaan beberapa gubuk warga miskin Kecamatan Peusangan Matang Geulumpang Karimuddin Hasajbullah, SE bersama ketuc rangkaian kunkernya ke Kecamatan tersebut, Ketua DPRD Ac Contoh Perilaku N Dalam Upaya Meng H PM et PEUSANGAN (Waspada): tinggal (ID: Ketua DPRD II Aceh Utara Kol. salurkan p GAM. H. Idrus mengajak tahun angg masyarakat di daerahnya, agar supaya da mencontohi prilaku Nabi Besar arahkan kep Muhammad SAW dalam me- produktif. L Lembaga ngentaskan kemiskinan. (LMD) dan nan Masyar uang terseb warga mis dapat beru sinya masir Kendati ketentuan j nya, namur Nabi besar Muhammad SAW mengajarkan kita dalam hidup ini saling berbimbing tangan, memberi jalan dan membantu saudara-saudara kita yang masih tertinggal. Sebaliknya bagi yang masih tersekap dalam kemiskinan supaya terus ber "ora et lab- ora", yaitu berdo'a sambil bek- erja (berusaha) menuju perbai- kan ekonomi di masa menda- tang, tandas H. Idrus pada kesempatan temu ramah de- ngan para alim ulama, tokoh- tokoh masyarakat dan para Kepala Desa di Balai Perte- muan Kecamatan Peusangan Matang Geulumpang Dua, Rabu pekan lalu. mulai saar dapat men tara kelomp sebaik uang desa per to kutat di des nerimanya sudah mer saran-sasa. bernilai ga Katany dari jumlah Kecuali itu, sementara pedoman lain dalam kaitan Aceh Utarc pengentaskan kemiskinan, tertinggal menurut pimpinan dewan yang desa tertia akrab dengan masyarakat dikentask. waktu tig daerah tersebut pula mengan- jurkan, kiranya warga Aceh pimpinar mengajak Utara mau memetik hikmah dari peringatan hari kesetika- wanan nasional, dan peringa- tah hari-hari besar lainnya yang mengandung hikmah ke arah sama. Coba renungkan, apa maksud hari-hari itu dipe- ringati dan dirayakan, kalau bukan untuk menyegarkan ingatan kita ke arah ukhuw- wah, dalam artian saling men- yantuni sesama, ujarnya. Khusus Pada bagian lain H. Idrus matan Peu mengingatkan, tentang peng- gunaan dana Inpres Desa Ter- lumpang D 26 KK Warga Trans Sisa Dana Bantuan tuk sama- dengan me gat, "tiga haram ad daerah itu. PEUDADA (Waspada): 26 asal Jawa Kepala Keluarga warga Trans- lah menem grasi swa. migrasi Swakarsa asal Jawa Kruet sejal Timur yang kini menempati lokasi pemukiman Transmi- hun lalu ya grasi Desa Potensial Cot Kruet mulai mer dusun Alue Kuta Kecamatan pekaranga Peudada Kabupaten Aceh Uta- Sementara ra pertanyakan di mana sang- I) hingga 5 kutnya sisa dana bantuan Kan- reka kerja tersebut be deptrans Jawa Timur, karena hingga saat ini Rabu (5/1) be- terkait di lum mereka terima. Padahal H Ketua rombongan warga sangat me transmigrasi asal Jawa Timur, usaha I te Jamaluddin Malik, kepada dupnya be Waspada di lokasi (5/1), men- berapa wan jelaskan, bantuan dari Kandep- trans Jawa Timur setiap kepala keluarga memperoleh sebesar Rp 285.000. Yang telah kami terima sebesar 60.000 saat keberangkatan ke lokasi. Se- mentara sisanya sebesar Rp terkait di 225.000 lagi hingga saat ini gera memb belum kami terima. "Entah di- mana sangkutnya," ucap Jama- hal untuk luddin dengan nada bertanya. jadupnya Kini w asal Jawa meminta k untuk sege bantuan Ka mur, sedan ga trans me i Rombongan Transmigrasi mana yam M S gat yang tepuk tan 300 hadiri kecamatan Massa PPM Aceh Ten Sukseskan Progra TAKE sehingga b NGON sa digunal (Waspada): ngun saran Massa pe- kur. muda Pan- ca Marga Menjav (PPM) tar kaderis Aceh Teng- menurut S ah siap me- jadi bahag nyukses- -T Color Rendition Char sasi pemud PPM Aceh' kan kegia- tan ABRI Masuk Desa (AMD) sanakan M di daerah itu. AMD yang akan pada Mei 11 membuka ruas jalan sepanjang 1km dari desa Kenawat (Ke- camatan Kota Takengon) ke desa Tebuk (Kecamatang Peg- asing). AMD yang akan ber- langsung 50 km itu, selain membuka ruas jalan juga akan melakukan bhakti sosial lain- M Aceh Te oleh Ir. Tag rapkan ak tafet kepe kader yang "Kita s calon yan mimpin PF ode menda kur. Nama nya. Ketua PPM Aceh Tengah calon kuat tua PPM d Ir. Tagore Abubakar (foto) dan Wakil Sekretaris Ir. Syukur Kobat kepada Waspada, Ka- menyebut mis (6/1) menjelaskan bahwa PPM untu pihaknya sudah menyiapkan PPM Aceh 50 orang massa PPM setiap PPMA harinya untuk menyukseskan OKP AMD itu. Menurut Sykur, pi- hak PPM akan menggunakan pemuda ya hasil pemotongan kayu dan pa- ganisasi in pan untuk membangun mere- yang bany pada kep habilitas masjid di desa Ke- muda dan nawat. "Ruas jalan yang dibu- ka itu masih hutan belantara, erah itu. C