Tipe: Koran
Tanggal: 1981-04-18
Halaman: 02
Konten
L BERITA YUDHA-SABTU, 18 APRIL 1981 opini kita Untuk Orang-Orang Kecil bahwa pembangunan Presiden Soeharto menyatakan, yang kita kerjakan sekarang ini memang ditujukan untuk "orang-orang kecil", untuk kepentingan seluruh rakyat. Pernyataan itu dikemukakan Kepala Negara ketika hari Kamis lalu meresmikan Bendung Gunungsari Baru dan meresmikan nama Bendungan/PLTA Sutami untuk menggantikan nama Karangkates. Bendung Gunungsari Baru di Surabaya ini merupakan bendung baru yang memberikan manfaat bagi rakyat kecil disekitarnya yang cukup luas. Pertanian dan perikanannya akan lebih bisa ditingkatkan produksinya, air minumnya bertambah, demikian pula air bagi industri. Oleh karena pertanian, perikanan, pengairan serta baik kegiatan maupun meningkat perindustriannya produksinya, maka jelaslah tingkat hidup dan kesejahteraan rakyat menjadi lebih baik lagi. Kerapkali orang hanya melihat suatu proyek pembangunan itu pada proyeknya itu sendiri saja. Pada bangunannya atau pada besarnya biaya. Padahal orang harus mampu melihatnya jauh lebih luas lagi, yaitu pada manfaat-manfaat dan kegunaan yang berkembang disekitar proyek itu. Bendung Gunungsari Baru memang sepintas hanya terlihat sebagai suatu bendungan saja, yang membendung arus air dan kemudian mengalirkan air itu sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Padahal Gunungsari Baru serta juga bendungan-bendungan dan proyek-proyek pembangunan lainnya, telah menyebarkan manfaat dan kegunaan yang sangat besar. Air yang disalurkan dari bendungan bagaikan aliran kegunaan yang tiada putus-putusnya bagi rakyat kecil dipedesaan, kaum tani dan peternak kecil yang setiap hari bekerja membanting tulang untuk kehidupannya. Mungkin pada saat air itu mengalir kekota manfaatnya barangkali hanya sekedar tempat untuk mandi, mencuci atau membuang kotoran saja, sehingga orang kota akan melihatnya dengan kacamatanya sendiri. Maka apabila Presiden Soeharto menyatakan, bahwa pembangunan kita ditujukan untuk orang-orang kecil, hal itu benar-benar dirasakan oleh rakyat kecil, rakyat yang berada dipedesaan, kaum tani, peternak, pengrajin kecil dan sebagainya. untuk memperbaiki dan Pembangunan sebagai usaha meningkatkan tarap hidup rakyat sehingga menjadi lebih sejahtera dan lebih makmur telah mendorong rakyat pedesaan yang merupakan 80 persen dari penduduk negeri ini untuk terus giat dimedan kerjanya masing-masing. Disini sebenarnya letak jawaban terhadap pertanyaan apakah pembangunan nasional kita berjalan diatas rel yang tepat atau tidak. Apakah pembangunan nasional kita itu memperoleh hasil-hasil yang dirasakan oleh rakyat atau tidak. Rakyat telah menjawabnya, bukan dengan gembar-gembor atau propaganda, tetapi dengan terus bekerja keras dan tekun, dipeternakannya dan dipertaniannya, ditempat-tempat kerajinan tangannya. Oleh karenanya, keinginan rakyat dewasa ini tidak lain hanyalah agar pembangunan ini tidak putus, apalagi diputuskan oleh hal-hal atau masalah-masalah lain. Apabila ada fihak-fihak yang hendak menghambat atau dibawah menghalangi jalannya pembangunan nasional Pemerintahan Orde Baru, maka rakyatlah yang akan membabat habis. 1 Rakyat Indonesia sekarang sudah terbuka lebar-lebar matanya, bahwa Pemerintahan Orde Baru dibawah Presiden Soeharto yang dengan landasan ideologi Pancasila dan UUD 1945, dengan sekuat tenaga telah membawa mereka menuju pada kesejahteraan dan kemakmuran yang adil dan merata. Sejarah mencatat selalu, bahwa kekuatan terbesar bukanlah terletak pada suara yang keras yang biasa diperdengarkan dikota, tetapi kerja keras yang tekun dari delapan puluh persen rakyat Indonesia yang berada dipedesaan, yang tanpa ragu menetapkan pilihannya pada Pemerintahan Orde Baru. Pemerintahan yang telah membawa mereka pada tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran yang adil merata, setahap demi setahap dengan bekerja keras.**** Irja Akan Segera Dikembang kan Sebagai " Lumbung Pangan" Nasional Jayapura, April (BY). Menteri Pertanian, Soedarsono Hadisapoetro mengatakan, propinsi Irian Jaya yang memiliki puluhan juta hektar dataran rendah secara bertahap akan dikembangkan menjadi "lumbung pangan" nasio- nal mulai Repelita III. Dalam suatu jumpa pers di gedung Dinas Kehutanan Irian Jaya, Jayapura, Rabu malam menteri mengatakan, produksi tanaman pangan tersebut terutama dititik Untuk itu mulai tahun depan beratkan pada persawahan untuk secara bertahap akan dikembangkan menghasilkan beras, disamping "sistem ladang ternak mini" yang aneka ragam tanaman pangan luasnya sekitar 50 hingga 100 lainnya. hektar. Dalam tahap pertama melalui Ditjen Peternakan mulai tahun ini di kirim 800 ekor bibit sapi unggul dari Australia dan 800 ekor lainnya dari Bali. (Ant). itu akan segera diperkenalkan teknologi baru yang kini sudah dilaksanakan di pulau Jawa dan beberapa tempat lainnya. akan mengatakan, selain kabupaten Manokwari pemerintah juga merencanakan akan mengem- bangkan pertanian di Kabupaten Manokwari pemerintah juga meren- canakan mengembangkan pertanian di kabupaten Merauke yang memiliki ratusan ribu hektar padang. Berdasarkan suatu survai ternyata tanah tersebut cocok untuk produksi pangan beras. "Untuk itu kunjungan kali ini dikhususkan ke kedua kabupaten tersebut" kata Menteri Soedarsono, Dikatakan, dalam rangka mem- percepat terwujudkan usaha pening- katan produksi pangan itu mulai tahun depan anggaran sektoral Ditjen Tanaman Pangan untuk Irian Jaya akan ditingkatkan. Disamping Peternakan juga ditingkatkan. Kawasan yang sangat ideal bagi pengembangan tanaman pangan Irian Jaya dengan sendirinya membuka peluang luas bagi bidang peternakan khususnya sapi, kata menteri. Strategi ini akan didukung dengan peningkatan arus transmi- grasi nasional yang dikaitkan dengan pemantapan pemukiman penduduk Irja di sekitar pusat2 pertanian. Selain itu akan dikembangkan Pembangunan pula sistem perkebunan inti rakyat (PIR) melalui kehadiran perusaha- an2 perkebunan negara. Untuk itu mulai tahun ini PT Perkebunan II Sumatera Utara ditugaskan peme- rintah untuk merintis pembukaan areal perkebunan yang berlokasi di dataran Arfak, Manokwari. Tahun depan akan diharapkan akan menyusul dibuka sebuah perkebunan coklat yang diusahakan sebuah perusahaan patungan antara Inggeris dan yayasan kerjasama untuk pembangunan Irian Jaya di kecamatan Ransiki, Manokwari. Menteri Perlu Waktu Pembukaan Lahan Transmigrasi: Program Yang Dibebankan Dan Dana Yg Disediakan Tidak Seimbang Jakarta, April (BY). Masalah yang paling berat dalam lahan pembukaan pelaksanaan ialah transmigrasi pemukiman ketidak seimbangan antara program yang dibebankan dan dana yang dapat disediakan. Demikian Direk- tur Penyiapan Tanah Pemukiman Transmigrasi (PTPT) Departemen PU. Ir. Sudarsono kepada pers Kamis di Jakarta. Ketidak seimbangan tersebut, menurut Sudarsono, tetap memba- akibat pada kelancaran pekerjaan dan harapan diletakkan pada datangnya Anggaran Belanja Tambahan. Jakarta, April (BY) Dirjen. Bimbingan Masyarakat Katolik Ig. Djoko Moeljono dalam menyambut Hari Raya Paskah yang diperingati oleh Umat Nasrani sedunia mengatakan dewasa ini Bangsa Indonesia telah sampai pada Pelita III dalam usaha pembangun- an Besar bangsa dan Negara ini. Selanjutnya Djoko Moeljono mengatakan hasilnya telah tampak nyata dan dinikmati oleh rakyat semua. Banyak yang sudah dicapai, tetapi masih banyak lagi yang harus dikerjakan. Menurut Djoko Moeljono pembangunan itu memerlukan waktu, dan tidak mungkin segala sesuatu seketika. capai Pembangunan akan berjalan terus generasi demi demi generasi dan sambung-menyambung. kita Pembangunan memerlukan ilmu pengetahuan, memerlukan tehnolo- gi, memerlukan dana dan akhirnya memerlukan kemauan, kemauan bekerja keras dan kemauan berkorban serta kemauan bersatu. Masyarakat Katolik Indonesia (Ke halaman VI) wa Sebagai contoh Direktur PTPT tahun program menyebutkan 1980/1981 dari target penyediaan lahan pemukiman sebanyak 70.400 KK hanya tersedia dana untuk 38.000 KK. Namun Ir. Sudarsono menjelaskan bahwa target penyedia- an lahan untuk sejumlah itu sampai dengan tanggal 14 April 1981 ybl. telah tercapai. Pembukaan lahan kering untuk pekarangan tercapai 103,76% dan lahan usaha I 95,44%. lahan basah untuk Pembukaan pekarangan 114,33% dan lahan usaha I 100,52%. Lanu Ranai Akan Bisa Didarati Dalam rangka mengisi kegiatan selama reses masa persidangan I tahun 1981, 8 orang anggota DPR-RI Komisi I selama 2 hari pada tanggal 15 16 April 1981, melakukan peninjauan on the spot anggota DPR-RI dibawah pimpinan Abdul Manaf Lubis tersebut terutama ditujukan kepada pembangunan Pangkalan Udara Ranai yang saat ini sebagai sedang dipersiapkan TNI-AU Pangkalan Operasi diwilayah perbatasan sebelah Utara didaerah Laut Cina Selatan. Ketua rombongan Abdul Manaf Lubis dalam tersebut peninjauan mengatakan bahwa Natuna sebagai kepulauan bagian wilayan Indonesia bagian Utara memiliki posisi strategis disamping pula kaya akan sumber alam, khususnya minyak. Dikatakan pula bahwa ia pernah mengunjungi Pangkalan. Udara Ranai disaat pangkalan TNI - AU yang paling Utara itu masih banyak ditumbuh rumput. Tetapi setelah melihatnya sekarang, keadaannya telah sangat berlainan, banyak perobahan disana-sini dan banyak pembangunan. Komandan Pangkalan Ranai Mayor Penerbang T.Sugita dalam laporan kepada anggota komisi I DPR-RI tersebut antara lain men- jelaskan bahwa dalam rangka mempersiapkan Pangkalan Ranai Natuna sebagai Pangkalan Udara Operasi untuk pertahanan, saat ini sedang dibangun sarana-sarana Pangkalan udara seperti meningkatkan kondisi Landasan dari Strip menjadi landasan aspal sepanjang 2250 meter dan lebar 45 meter. Bila kelak landasan tersebut telah selesai dibangun, maka semua jenis pesawat yang dimiliki TNI Angkatan Udara baik itu pesawat Angkut Berat seperti C-130 H yang Segala Jenis Pesawat Catatan: thing dalam Artikel ini di susun rangka akan diadakannya Kon- Berencana ferensi Keluarga dunia di Jakarta tanggal 26-30 April yad. Di masa abad perobahan ini revolusi keluarga berencana mung- kin adalah salah satu kejadian yang paling tidak diperhatikan tetapi yang paling berarti dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah memungkin kan manusia diseluruh dunia untuk mengendali kesuburan mereka. Ir. Sudarsono, Direktur PTPT Dalam rangka pelaksanaan Program transmigrasi, Direktorat PTPT bertugas menyiapkan lahan (kering dan basah) bagi pemukiman dalam kondisi siap tanam atau siap olah. Pekerjaan untuk ini meliputi penebasan, penebangan, pengum- pulan, pembakaran dan pembersih- an akhir, pembajakan/penggaruah. Selain itu membuat jalan penghu- Pada tanggal 26 April yang akan datang di Jakarta akan berkumpul 150 ahli terkemuka dunia dibidang keluarga berencana tersebut untuk menilai kemajuan yang telah dicapai oleh revolusi tersebut selama masa dua dasawarsa yang lampau dan meninjau prospeknya untuk dasawarsa mendatang. Terbang berbadan panjang ataupun pesawat - pesawat Tempur yang dimiliki seperti A-4 Skyhawk atau F-5E Tiger II, akan bisa take off/landing disana. Juga pembangunan sarana Pangkalan pendukung Penerbangan sedang dikerjakan, sehingga nantinya Lanu Ranai dapat melayani Penerbangan siang maupun malam dalam segala cuaca. Karena Pangkalan Udara Ranai dalam pembangunan tersebut dilengkapi dengan peralatan memenuhi Penerbangan yang persyaratan Internastional Civil Aviation Organization (ICAO), maka kelak pangkalan tersebut dapat pula digunakan untuk kepentingan Penerbangan Sipil atau penerbangan dalam mendukung pelaksanaan pengeboran minyak di lepas pantai Natuna oleh Pertamina. Dalam kesempatan meninjau Lanu Ranai, ke 8 anggota DPR-RI Komisi I yang antara lain membidangi Hankam, juga melihat langsung kondisi Pelabuhan laut di Penagi, Stasion Ralay TVRI yang diresmikan oleh Menteri penggunaannya Koramil, Hankam, Kosek Kepolisian, Kecamatan dan anggota Komando Pasukan Gerak Cepat (KOPASGAT) yang bertugas disana. Kepada Kompi Kopasgat yang dibebani tugas menjaga Pangkalan Udara Ranai tersebut rombongan banyak bertanya tentang keadaan mereka. Ketua rombongan DPR-RI Komisi I Abdul Manaf Lubis ber- pesan hendaknya mereka selalu tabah melaksanakan tugas didaerah terpencil seperti Lanu Ranai. Menyertai rombongan antara lain Marsekal Pertama TNI Sukendro Wardoyo dari Mabes TNI - AU, Marsekal Pertama TNI Beni Par- woto dari Hankam dan Komandan Jenderal Kopasgat Kol. Penerbang Sugiantoro. Demikian Dispen TNI-AU. Pertemuan tersebut akan meru- pakan konferensi dunia yang pertama sesudah diselenggara- kannya. pertemuan Genewa 16 tahun yang lalu. Pertemuan menjadi lebih penting artinya Karena pertemuan tersebut disponsori bersama oleh UNFPA yang baru dapat dibentuk pada tahun 1969 tetapi sekarang sudah diberi anggaran $150 juta untuk membantu proyek pemerintah; Federasi Keluar Berencana Internasional yang kini beranggauta 95 organisasi keluarga berencana di berbagai negara yang tadinya hanya mempunyai anggauta 34 organisasi Ir. yang bung, jalan poros dan jalan desa. Sudarsono mengatakan pekerjaan penyiapan lahan pemu- kiman transmigrasi disesuaikan dengan tahun anggaran berjalan. Idealnya, demikian dika- takan, jika pekerjaan dilaksanakan setahun sebelumnya untuk meng- hindari keterlambatan penempatan para transmigran. pada tahun 1965; dan Dewan Kependudukan yang memelopori penelitian dan latihan internasional dibidang keluarga berencana dan kependudukan. satu Menurut Carl Wahren, Sekretaris Jenderal IPPF, keluarga berencana merupakan salah sektor pembangunan yang paling berhasil selama masa dua dasawarsa ini, yang membantu memajukan kese- hatan ibu dan anak dan nilai kehidupan keluarga. Dan dilihat dari segi pelaksanaan pencegahan kehamilan dan perubahan sikap rakyat dan pemerintah, sungguh menakjubkan. Pada Penentuan pemenang tender berlangsung dalam bulan April dan sampai pada pelaksanaan dilapangan memakan waktu sampai 6 bulan, antara lain diperlukan untuk mobilisasi alat-alat berat dsb. Pembukaan lahan sampai pada kondisi "siap tanam" diselesaikan menjelang datangnya musim hujan untuk menjaga utuhnya top-soil. Dalam masalah penempatan transmigran, menurut Sudarsono, kelambatan bisa saja terjadi karena belum siapnya lahan yang dibuka atau belum siapnya rumah yang dibangun oleh sektor lain. Dalam kaitan ini Direktorat PTPT sedang memproses pencabutan kontrak di dua lokasi karena pemborongnya dinilai terlambat dalam penyelesai- an pekerjaan. Dalam tahun anggaran 1979/1980, Direktorat PTPT mendapat tugas membuka areal pemukiman untuk 42.500 KK dan telah berhasil diselesaikan seluruh- nya pada 14 April ybl. Dalam tahun 1981/1982 anggaran mendapat tugas membuka aral pemukiman bagi 80.425 KK termasuk program resettlement di Lampung sebanyak 10.000 KK. Program 1981/82 terletak di 129 lokasi dan diperkirakan akan melibatkan 101 kontraktor mulai dari kontraktor berpengalaman Nol tahun sampai berpengalaman 2 tahun. "Jumlah kontraktor sampai dengan akhir Pelita III akan meningkat diperkirakan mencapai 170 kontraktor", demikian Ir. Ir. Sudarsono. lahan Pekerjaan pembukaan dalam pemukiman transmigrasi skala besar merupakan pekerjaan sama sekali baru di Indonesia. Boleh dikatakan, keseluruhan kontraktor mulai melaksanakan pekerjaan tanpa memiliki pengala- Namun akhirnya mereka menjadi berpengalaman dan jumlah- nya terus meningkat setiap tahun. man. Dalam menghadapi kontraktor dengan telah Nol pengalaman ditempuh langkah meningkatkan dengan cara membantu melalui pendidikan dan latihan. Pendidikan dan latihan disiplin untuk tenaga operator dan mekanik diberikan dengan bantuan pusat-pusat latihan Departemen Hankam. Selain itu, Pemerintah juga membantu kon- traktor dalam pendidikan dan latihan tehnik dibidang dan menejemen untuk tenaga-tenaga pimpinan. Atas pertanyaan Direktur PTPT itu mengatakan kesulitan lain dalam pelaksanaan dilapangan ialah ada- nya areal hutan yang ditentukan untuk penempatan transmigrasi sudah pemegang HPH-nya. Dibeberapa lokasi bahkan sudah ada penduduk yang merasa menjadi "pemiliknya". ada Untuk areal yang sudah ada penghuninya, pihaknya terpaksa menggeser lokasinya, sedangkan areal hutan HPH harus menunggu SK dari Dirjen Kehutanan yang akan itu menetapkan lokasi selanjutnya. non dimulainya permulaan upaya, usaha keluarga berencana di banyak yang diorganisasikan negara sedang berkembang baru pada tahap yang sangat dini sekali. Sekarang sekitar 90 juta pasangan di negara sedang berkembang melaksanakan pembatasan kelahir- an, sebagian besar melalui usaha dan badan pemerintah dan juga usaha pemerintah komersial. Dan tingkat kesuburan telah dengan sangat berarti diantara mereka itu. Di semua negara industri dan di enam negara sedang berkembang: Hongkong, Singapura, Mauritius, Taiwan, Costa, Rica dan Panama paling tidak separuh dari kaum wanita yang telah berkeluarga dan pada usia subur mempergunakan alat kontrasepsi. Empat puluh persen sisanya akan terhindar dari kehamilan yang tidak dikehendaki terutama karena menurun semuanya masa KETUA YAYASAN DIREKTUR DIREKTUR PELAKSANA PEM.RED./PENJAB mereka memang mengingini anak atau memang mandul. Dibeberapa tempat memang tidak begitu menggembirakan keadaannya, tetapi berkembangnya kontrasepsi di banyak meningkat secara dramatis. Dari 13 menjadi 36 persen di Meksiko di dalam periode empat tahun, dari angka yang sangat rendah menjadi 36 persen di Malaysia, dan dari 18 menjadi 36 persen di Filipina. Indonesia dan Thailand merupakan contoh peningkatan penggunaan alat kontrasepsi, dari tingkat yang tadinya sangat rendah sepuluh tahun yang lalu. Di dalam sebuah masalah yang disiapkan untuk konferensi Jakarta nanti, para penyelenggara mendapati bahwa kalau tadinya di tahun 1965 hanya lima negeri Latin Amerika memberi izin dinas kesehatannya untuk melayani pembatasan kelahir an, sekarang ini hampir semua program keluarga berencana di Amerika Latin dan daerah Karibia dimasukkan kedalam program kesehatan rakyat mereka. Di Asia yang dihuni oleh lebih dari separuh penduduk dunia, 18 negara yang dihuni 94 persen dari penduduk di kawasan itu, sekarang sudah melaksanakan kebijaksanaan untuk menurunkan tingkat pertum- buhan penduduk mereka, termasuk pemberian dukungan kepada prog- ram keluarga berencana. REDAKSI PELAKSANA DEWAN REDAKSI Di Afrika sub-Sahara dimana pelayanan keluarga berencana modern berkembang lambat, gagas- an keluarga berencana sebagai dari REDAKTUR KEBUDAYAAN KA.BAG. PHОТО REPORTER WARTAWAN PHOTO PENERBIT IZIN TERBIT TARIP IKLAN BANK Berita Yudha : Tjokropranolo : Sunardi DM-WAKIL: A. Sooglyanto Anggota DPR-RI Komisi I sedang meninjau pelabuhan Laut Penagi. Nampak dalam perahu jerican -jerican air bersih yang diambil - dari sumber air TNI AU Lanu Ranai sedang dipasarkan oleh masyarakat (kiri) dan (kanan) rombongan yang dipimpin oleh Abdul Ma naf Lubis sedang berdialog dengan seorang anggota Kopasgat yang bertugas menjaga Lanu Ranai. (Foto: DISPEN TNI - AU). baik DICETAK OLEH ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA/BAG. IKLAN : : A. Begyo Purwantho : Sunardi DMWAKIL: P. Buderto-Alex Dinuth : Alex Dinuth-WAKIL: H. Endang Ahmadi : H. Endang Ahmad Dan Soewaryono - Djumaryo- Soeglyanto HM. Mangol-Mugiento - Ngatidjo Mw. Mud Avianto : Dan Soewaryono : Djumaryo Bobby Monks Jr. - Ratino - Casmo T H. Ansor Fahiem- Nardi Sahib Harkam Effendi - Sem Lantang Rahmat Riyadi - Dawud A- Junus Inuhan- Amiruddin N- Bob Silitongs- Jasidi Iskandar Nurmimi TV-M Sunaryatmo Supriyadi Jatim Kelana Eko Sukamantri - Azwir Tanjung - Refles Chep. Taty Permadi - : Djumaryo - M. Saleh Djoko Soesanto - Waskito Nirmanto : YAYASAN "PARIKESIT" Masalah Hubungan Perburuhan Cukup Kompleks Jakarta, April (BY). Sekjen Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Urip Widodo SH mengemukakan, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan perburuhan cukup kompleks dan rumit. gu kelancaran Oleh sebab itu, kalau tidak dapat dibatasi secara tepat, maka keadaannya akan dapat menggang- dalam proses akhirnya dapat produksi yang menimbulkan kerugian bagi semua pihak buruh, pengusaha maupun masyarakat luas, katanya. Disamping itu menurut Sekjen, keadaan itu akan dapat mengganggu lajunya pembangunan nasional, sehingga untuk itu diperlukan pengetahuan yang memadai dan sederajat antara pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan perburuh- an. Dasawarsa 1980 Kunci Revolusi Keluarga Berencana pemeliharaan kesehatan ibu dan anak meluas. Daerah sub-Sahara merupakan daerah yang tingkat pertumbuhan penduduknya di tertinggi Walaupun demikian negara dunia. sembilan. negara (ter- masuk Botswana, Ghana, Kenya, Mauritius, Uganda dan Senegal) sekarang mendukung program keluarga berencana atas landasan untuk menekan pertumbuhan penduduk. Dan di beberapa bagian dunia Arab seperti di Mesir, Maroko dan Tunisia, para pemerintahnya sudah mulai mendukung gagasan keluarga berencana dengan maksud yang sama. No. 001190/SK/Dr. PP/SIT/1971 Rp.1000,-/mm kolom; Keluarga Rp.700,- Khusus Rp.700/mm; Film/mm Rp.500; Iklan Mini :1 baris (25 huruf) Ro.700, minimum 2 beris, maksimum 10 baris, : BRI Keb, Baru No. 31-51-1276 BBD Kab. Baru No. 1110-03440 Giro Pos No. A12770 : P.T. ANEM KOSONG ANEM Hal itu semua dikemukakan oleh Sekjen dihadapan para peserta Seminar tentang Hubungan Perbu- ruhan ditingkat perusahaan baru-- baru ini di Semarang dimana Sekjen sendiri yang membuka seminar tersebut. Dikatakan selanjutnya, bahwa kalau faktor-faktor tersebut sudah dapat diatasi dan diketemukan, maka langkah-langkah selanjutnya adalah diperlukannya pendekatan yang edukatip dan kemudian baru proses pengambilan keputusannya. lima Gedung AKA Lantal II J. Bengke No.2 Tlp. 794807 pst. 65 s/d 70 dan 796260 JAKARTA SELATAN- Namun demikian, kata Sekjen selanjutnya, diharapkan agar kepu- tusan-keputusan yang diperoleh dalam seminar tersebut harus dikembalikan kepada hubungan terus HALAMAN II Manila, April (BY) hari Rabu Marcos Presiden menolak permintaan fihak oposisi untuk menunda pemilihan Presiden bulan Juni dijadwalkan yang mendatang sampai tahun depan bahwa "ini dengan mengatakan diluar persoalan". juga Presiden mengatakan hal itu menjawab pertanyaan para war- tawan di kamar kerjanya di istana setelah Batsang kepresidenan Pembansa (Majelis Nasional Semen- Marcos Tolak Usul Oposisi tara) menyetujui suatu undang2 pemilihan yang diusulkan, pada pembahasan kedua. Undang2 akan diduga disetujui pada pembahasan ketiga dan yang terakhir hari Senin setelah Paskah. itu Ukuran lain mengenai peru- bahan tentang keterlibatan orang ialah penegasan kembali gagasan bahwa keluarga berencana itu adalah salah satu hak azasi manusia. Hal tersebut ditonjolkan baru-baru ini di konferensi wanita inter- nasional di Kopenhagen dan dimasukkan kedalam konstitusi Perubahan negara. dalam perundangan nasional beberapa negara cenderung untuk melonggarkan larangan untuk penyediaan alat kontrasepsi ter- masuk pil, dan juga telah membuka jalan untuk meluasnya pemandulan secara suka rela, yang merupakan cara pembatasan kelahiran yang paling populer di dunia. Alat kontrasepsi sekarang tersedia dalam jumlah yang sedemikian besarnya yang tidak dapat digambarkan sebelumnya. (Bersambung) perburuhan Pancasila. Karena menurut Sekjen, Hu- Pancasila Perburuhan bungan merupakan penjabaran dari Panca- sila dan UUD 1945 yang intinya adalah musyawarah untuk menuju kepada mufakat dengan tujuan untuk menciptakan ketenangan kerja dan kepastian berusaha serta menghindari timbulnya gejolak pada masyarakat perusahaan. Sekjen juga mengharapkan, agar seminar tersebut dapat menjadi titik tolak peningkatan lebih lanjut dari Hubungan Perburuhan Panca- sila dan hasil-hasilnya agar dapat disebar luaskan. Negara-Negara berkembang: Sementara itu Direktur ILO Indonesia S. untuk Sankar dalam sambutannya Narayana mengemukakan, bahwa pada u- mumnya hubungan perburuhan menjadi masalah yang cukup rumit di negara-negara berkembang. Tetapi menurutnya, hal itu tidak berarti sebagai masalah yang kritis antara Serikat Buruh dan pengusaha, namun juga merupakan bagian dari tujuan pembangunan nasional. Dalam kaitannya dengan hu- pihaknya bungan perburuhan, meminta untuk mengadakan pene- litian dibidang hubungan perburuh- an ini termasuk dibidang perunding- an bersama dan berbagai masalah yang menyangkut hubungan perbu- ruhan dimana buruh ikut serta didalam pengambilan keputusan. (R-18). Partai Kilusang Bagong Lipunan (KBL) yang berkuasa memutuskan dalam suatu rapat untuk meng- adakan pemilihan itu tanggal 16 Juni dengan periode kampanye 55 hari sebelumnya. Ini akan merupakan pemilihan presiden pertama sejak 1969 ketika Presiden Marcos terpilih lagi untuk masa jabatan empat tahun yang ke dua berdasarkan konstitusi 1935. Presiden juga menyatakan harapannya agar fihak oposisi mengajukan seorang calon dalam pemilihan presiden bulan Juni itu. Mengenai berita2 yang meng- ata kan bahwa bekas senator Benigno Aquino yang berada di Amerika Serikat setelah menjalani operasi jantung tahun lalu, telah memperbaharui paspornya di kedutaan besar Pilipina di Washington, presiden mengatakan bahwa ia tidak mendapat informasi tentang hal itu. Tapi Presiden mengatakan, ia telah diberitahu bahwa Quino berusaha untuk pergi ke Honolulu atau Tokio, agaknya untuk bertemu dengan para pemimpin UNIDO (United Democratic Opposition) Sumber2 yang mengetahui meng- atakan, pembicaraan mungkin akan termasuk pemilihan mendatang. Presiden sudah pasti akan menjadi calon dari Kilusang Bagong Lipunan pada pemilihan bulan Juni itu. Mang Sink Menteri Agama Alamsyah mengatakan sebenarnya ummat Islam Indonesia tidak miskin baik dalam harta kekayaan maupun dalam negaranya. Tapi miskin dalam ilmu dan pengetahuannya, sehingga kita menjadi serba kekurangan dalam berbagai hal. - Bahan renungan buat ummat Islam. Ilmu dan pengetahuan nggak bisa dinilai dengan uang seperti harta kekayaan! Menmud Urusan Perumahan Rakyat, Cosmas Batubara, menghimbau para penghuni perumahan Perumnas agar menghindarkan diri dari tinda- kan yang menjurus kepada pamer kekayaan. - Kalau mau pamer kekayaan lebih baik tinggal diluar Perumnas saja, ya pak?! -
