Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-11-15
Halaman: 09

Konten


Sabtu, 15 Nopember 1997 TAMAN REMAJA & PELAJAR Mengatasi Rasa Jenuh tuk gagah-gagahan. SUATU masa di kehidupan- mu, pasti pernah mengalami saat jenuh, saat di mana rasa jemu mengepung, bagai tak terben- dung. Di saat seperti ini, saat kamu merasa teramat bosan atau lagi bad mood, apa saja yang dapat kamu lakukan ?. Tidak jarang, rasa jenuh itu bikin otak bisa macet, malah kadang bisa mampet. Mau ngapa- ngapain kok malas banget. Mau ngerjain ini itu kok lesu sekali, seolah tak bertenaga. Lesu seperti kurang darah. Kalau dipaksain juga untuk mengerjakannya, kok hasilnya seperti nggak maksimal, nggak sesuai dengan harapan dan tujuan yang ingin dicapai. Masih mending kalau hasilnya bisa men- capai lima puluh persen. Kadang, belum apa-apa sudah down. Ibarat olahraga, belum pemanasan kok udah loyo, hilang tenaga. Disadari atau tidak, keadaan seperti ini terjadi karena otak kita terganggu, saraf konsentrasi kita terpecah pecah. Apa-apa yang kita lakukan nggak bisa konsen. Nah, kenapa kamu bisa sam- pai merasa jenuh, malas, bosan dan sebangsanya ?. ΜΟΝΟΤΟΝ Faktor utama penyulut hadir nya virus jenuh itu adalah monotonnya kegiatan atau aktivitas yang kamu lakukan. Yang kamu kerjakan sehari-hari dari itu ke itu saja. Nggak ada variasinya. Dengan kata lain, aktivitas yang kamu kerjakan nggak beragam, nggak seimbang. Misalnya, kamu yang masih berstatus pelajar. Otomatis kegiatan kamu sehari hari adalah belajar di sekolah. Itu jelas kewa- jiban. Namun di saat jenuh, pasti deh kamu pernah madol alias bolos sekolah. Kamu yang tadinya berangkat dari rumah menuju sekolah, eh, ditengah jalan kok terbersit niat untuk bolos, menghindar dari kewa- jiban. Di tengah jalan ngeluyur entah kemana. Bisa jadi kamu merasa lebih enak main ke rumah teman. Atau kamu merasa lebih oke bisa mejeng di mal atau "MEMANG boleh dibilang bahwa restoran yang barusan di- resmikan kemarin ini, termasuk restoran kelas menengah ke atas. Hal ini terlihat dari pelayanannya yang serba hebat. Bayangkan aja, setiap meja selalu diberi lilin su- paya berkesan romantis," demi- kian promosi dari si Bret. "Mati lampu kali...," celutuk Gugun dengan wajah serius. Setelah mendengar pendapat dari kedua konconya itu, Bobin yang lagi ulang tahun hari ini se- gera mencari emaknya supaya bi- sa mensponsori acara hari besar- nya di restoran yang masih gres itu. gabung di tempat kumpul- kumpul anak muda. Parahnya, bisa saja kamu yang sudah duduk dengan manis di kelas, tapi pas pelajaran yang nggak disukai atau ada guru yang membosankan, kamu malah nekad loncat pagar belakang sekolah. Saat itu kamu memang lagi nggak mood, malas dan ngantuk. Namun, pernahkan kamu bayangkan akibatnya kelak? Bukan nggak mungkin kan akibat rasa jenuh tadi, lain waktu pun kamu lebih nekad untuk bolos dan bolos lagi. Ih, amit-amit!. Masih mending sesudah kamu lolos bolos lalu distrap oleh wali kelas keesokan harinya. Atau kamu dijejali seribu tiga nasihat dari yang sederhana sampai yang canggih-canggih. Disaranin ini itu dan buntut-buntutnya kamu kena skorsing. Atau bisa jadi kemu didiami oleh wali kelasmu, lalu di saat kamu terlena (baca : keenakan bolos), suatu hari ortu kamu dipanggil dan selanjutnya kamu diancam akan dikeluarkan dari sekolah. Jangan ampe, deh!. Seringkali terjadi, saat kita jenuh, yang kita cari justru yang bersifat "enjoyable". Yang kita inginkan lebih condong ke hiburan yang kurang bermanfaat. Kita lebih sering ke bioskop atau kafe untuk menghilangkan rasa jenuh akibat rutinitas. Kamu lebih suka lari ke diskotik saat lagi perang dingin ama doi, jenuh pada tingkah doi yang sok dewasa dan terlalu mendikte. Jenuh bela- jar, kamu merasa lebih sip main sega atau nintendo. Trus, bisakah semua pelarian itu memulihkan rasa jenuh kamu? Habis nonton di bioskop hilangkan stres kamu? Keluar dari diskotik, sirnakah perasaan gundahmu? Habis main ninten- do, plongkah perasaanmu ? Jawabnya memang tergantung tiap individu. Memang, tidak sedikit orang yang mampu menghilangkan ke- jenuhan itu dengan lari ke diskotik atau ke tempat hiburan Rencana awalnya sih, Bobin mau ngajak Diana yang kece itu agar dapat merasakan suasana ro- mantis bersama-sama. Tapi, apa mau dikata, dana yang disponsori emaknya Bobin itu enggak cukup memadai, makanya dengan ter- paksa Bobin merayakan ultahnya sendirian. Daripada cuman si Diana yang sendirian, siapa yang bayar nantinya ? Gitulah kira- kira pemikiran si Bobin mengenai DAH.. DAH... Oleh: Hodland Rp Rp alasan kepergiannya sendiri itu. Sedangkan Gugun en Bret bisa aja nanti ditraktir makan bakso di warungnya Mas Kendro. Mu- rah meriah lagi! Dasar Bobin aja yang kikir! Tepat pukul dua siang Bobin menapakkan kakinya memasuki restoran itu. Di pintu dia disam- but seorang pramusaji cewek adu- hai yang mengedipkan mata ke arahnya. DONGENG ANAK SEKOLAHAN Gosip Oleh: Frans X.I. "Wah, hebat nih restoran. Barusan aja masuk udah disam- but kedipan mata ama cewek ke- ce," begitulah kira-kira kedengar an suara hati si Bobin yang tampil habis-habisan. Hari ini dipakai- nya sandal baru emaknya yang an ti selip, juga tak ketinggalan ka- camatanya yang setebal pantat botol itu gagangnya disemir de- ngan semir sepatu bapaknya su- paya mengkilap. Pokoknya oke dah! 0 Setelah duduk, pramusaji itu memberikan daftar menu sambil kembali mengedipkan matanya. Bobin juga memamerkan senyum nya yang ekstra dingin itu. Kemu- lainnya. Namun bila rasa jenuh itu datang lagi, haruskah kita lari ke sana dan ke sana lagi ? Lalu sampai kapan keadaan seperti ini berakhir? Sampai kapan kita 'bercumbu' dengan inex atau se- jenis ekstasi lainnya? Sampai tubuh kita keropos akibat sering begadang dan menenggak minuman beralkohol ?. Bila rasa jenuh itu sudah sedemikian akut, masih man- jurkan pelarian sekejap itu ? Kalau kadar kejenuhan itu telah sampai pada titik tertinggi, masih mampukah kamu mengatasinya dengan lari ke diskotik? Rasanya tidak! Yang terjadi justru sebaliknya. Kamu rusak ! Begadang di diskotik jelas merusak kesehatan. Asap rokok, alkohol, udara malam, psikotropika, apa nggak cari penyakit namanya? Yang lebih parah, mata kamu bisa sakit. Maksudnya mata pencaharian. Rp Solusinya? Kamu butuh terapi yang intens. Suatu terapi yang berkelanjutan, terus- menerus. Kamu perlu spirit baru. Suatu kesadaran untuk mengatasi rasa jenuh dengan semangat baru. Berikut ini ada empat kiat yang dapat kamu simak. Mudah- mudahan dapat mengatasi rasa jenuhmu. 1. Aktivitas Baru Bila selama ini aktivitasmu sepulang sekolah hanya ikut les kimia atau fisika, nggak ada salahnya kamu ikut aktivitas yang lebih seru, lebih menantang. Bela- jar bela diri misalnya, atau ikut aktivitas panjat dinding. Mungkin juga masuk klub bola basket lebih menantangmu, atau masuk perkumpulan renang, ikut teater, les olah vokal atau ikut kursus merancang busana. Ya, begitu banyak 'kan hal-hal menarik yang dapat kamu lakukan? Selain bakat kamu ter- salur, sifatnya positif lagi. Coba kalau sekedar mejeng tak karuan, atau bersantap fast food yang kebanyakan motifnya hanya un- 20 moder dian dia memesan beberapa me- nu kesukaannya, yang tak sampai lima menit udah diantar ke me- janya. Padahal dia mesannya yang lumayan sulit lho. Bayangkan aja, si Bobin mesan cap cai go- reng, es teler, ama bakso yang enggak pake saos, enggak pake sambel, juga enggak pake kol. Tapi belum lima menit udah dian- tar. Kan heran ? "Kok cepat sekali makanan- nya siap dimasak ?" tanya Bobin keheranan. "Ah, enggak dimasak kok ! Hanya dipanasin aja, kan sisa makanan kemaren masih ada," jawab cewek itu kalem. Bobin sempat kaget juga, tapi dia eng- gak bisa protes lagi berhubung ce- wek itu kembali mengedipkan ma tanya. Sementara itu lilin di mejanya udah dinyalakan. "Eh...boleh minta lilinnya la- gi enggak ?" tanya Bobin ke ce- wek itu. "Ngapain elo minta lilin sega- la en mau minta berapa batang?" tanya cewek itu kembali dengan RP Dengan 'membuka cabang' aktivitas tadi, kamu pasti dapat pengalaman baru, teman baru dan ssstt... pacar baru (siapa tahu)! Kian beragamnya aktivitas melahirkan spirit baru yang secara tidak kamu sadari akan mampu memacu kreativitasmu, juga daya nalarmu dan tentu prestasimu pun bisa meningkat. Dengan catatan, aktivitas utama sebagai pelajar jangan sampai ter- tinggal. Tempatkanlah aktivitas belajar dan eksetrakurikuler tadi sesuai dengan proporsinya. Mencari dan menciptakan aktivitas baru di antara aktivitas rutinmu bakal dapat mengatasi rasa jenuh. Rasa bosan tadi hilang dengan sendirinya, karena kamu bisa masuk dan aktif dalam suasana yang berbeda, dan yang jelas tidak monoton. 2. "Refreshing" Penyegaran. Setelah jenuh melakukan seabreg aktivitas selama sekolah, pas minggunya atau sabtu sorenya kamu kudu bikin acara yang membuat kamu kembali fresh, segar. Bisa dengan liburan ke desa, berkunjung ke rumah teman, ke pantai atau sekedar jalan-jalan ke taman. Bisa juga bernostalgia ke tempat- tempat yang dulu sering kamu kunjungi berdua doi. Atau mengerjakan sesuatu yang berbau hobi. Senang menulis ? Cobalah di saat santai, kamu ciptakan sebuah puisi atau misalnya. Untuk kamu nikmati saja dulu, tapi kalau mau berlan- jut, apa salahnya mengirimkan- nya ke media kita ini. Yakinlah, kamu berusaha bersungguh- sungguh, pasti berhasil. cerpen 3. Teman Baru Teman baru, ini perlu tapi nggak mesti. Artinya, tergantung keinginanmu. Namun biasanya teman baru bisa membawa kamu ke suasana baru. Teman periang tentu akan membawanya ke suasana riang. Tawa, canda, humor segar akan mewarnai suasana hari-harimu. Hitung- hitung obat awet muda. Pacar baru ? Bisa juga.. keheranan. "Eh, buat ulang tahun gue. Kalo bisa gue minta digenapin aja jadi tujuh belas batang. Kan gue lagi ultah ke tujuh belas." "Huuh, dasar pelit," celutuk cewek itu sambil melengos me- ninggalkan Bobin yang masih senyum-senyum sendiri. Maka mulailah Bobin menyikat habis makanan yang terhidang di de- pannya. Namun pada saat mela- hap cap cai pesanannya, rupanya tuh cap cai kebanyakan cabe hing ga Bobin hampir kelenger kepe- dasan sambil garuk-garuk kepala nya. "Ketombe...!" teriak Bobin tanpa sadar. "Saat itu juga selu- ruh pengunjung restoran itu me- ngalihkan pandangan ke arah Bo- bin yang masik sibuk menggaruk- garuk kepalanya. Tapi herannya di sudut ruangan ada dua orang yang sepertinya enggak ikut ter- kejut oleh teriakan Bobin, malah berpandangan. Jadinya Bobin yang kepedes an itu merasa heran juga dan me- mandang ke arah kedua orang itu yang masih diam-diam aja. Saat Bobin ngelihat ke arah kedua orang itu, dia langsung kaget dan hampir berteriak lagi. Laki-laki botak itu 'kan Pak Ronggur ? Siapa pula cewek yang di depan- nya itu? Bahenol pula tuh cewek? Setahunya bini Pak Ronggur itu orangnya gemuk banget en muka- nya sangar. WAh, cilaka ! Pasti Pak Ronggur udah mulai main sarung, eh...maksudnya main se rong. Karena takut kelihatan ama Pak Ronggur itu, Bobin segera menghabiskan makanannya. Ke- mudian pramusaji yang tadi me- ngantarkan tagihan. Totalnya se- mua sembilan puluh sembilan ri- bu, sembilan ratus sembilan pu- luh sembilan rupiah. Wah, persis seperti yang jualan di tivi aja. Bo- bin mengambil beberapa lembar duit dari sakunya dan membayar ke pramusaji itu. Tak lama kemu- dian pramusaji itu membawa duit kembalian dengan sebutir permen kepada 'Bobin. DOT Bro BANK BANK TETAPI, besoknya di rumah Gugun. "Mak, masih inget enggak ama guru Bahasa Indonesia kami yang botak dan nyentrik itu ?" Gugun bertanya sambil bergayut manja di bahu emaknya. SEKOLAHAN mener e "Yang mana tuh ?" tanya kepala Gugun. "Yang pernah Gugun kenalin sewaktu bertemu di dokter khu- sus penyakit ambeien itu." "Oh...yang kepalanya seper- ti tuyul dan istrinya gemuk kayak tong sampah itu? Emangnya ke napa ?" LIKUIDASI ANALISA Barangkali pacar baru bisa mem- bawa semacam kesamaan fungsi seperti juga teman baru. Tinggal dari segi mana kamu meman- dangnya. Yang jelas 'teman khusus' tentu akan membuatmu lebih bersemangat, punya spirit baru untuk melalui hari-hari yang serba melelahkan. 4. Evaluasi ANALISA SE2 Dalam hal ini kamu perlu mengevaluasi rutinitas sehari hari. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mendeteksi sejauh mana dampak dan pengaruh aktivitas yang kamu jalani terhadap dirimu. Menguntungkan, nggak? Menyenangkan, nggak ? Atau, malah menyengsarakan kamu ? Menambah beban kita? Lebih jauh lagi, apakah aktivitas itu bisa mengkatrol atau memacu prestasimu di masa depan ?. Setiap aktivitas perlu dievaluasi, karena hal ini akan sangat membantu menurunkan kejenuhan. Evaluasi tentu dilakukan untuk memperbaiki mana yang kurang dan mendata mana yang lebih. Bila semuanya sudah 'pas' tentu kita akan merasa enak. Ya, nggak ? ***.- HUMOR BA BEDANYA Mega dan David sedang duduk-duduk di pinggir jalan melihat orang-orang yang berlalu lalang.... Mega: Vid, apa bedanya orang kaya dengan orang miskin? 는 David: Yah, jelas kalau orang kaya banyak duitnya. Orang miskin nggak punya duit. Mega: Salah! Yang benar, kalau orang kaya suka pura-pura miskin. Lihat pakaiannya pendek-pendek, pakai bikini, rok mini atau celana pendek saja. Tapi kalau orang miskin suka pura-pura kaya. Pakaiannya berwarna-warni ditambal sana- sini. David: ??? (bingung) ROTI JATUH Amir dan Budi sedang beristirahat setelah kelelahan berlari pagi..... Amir: Bud, misalkan aku membawa roti yang sudah jatuh, apakah kamu mau memakannya lagi? (Soerya) Budi: Tentu saja! Amir: Ternyata kamu rakus, juga yach? (Dinawati) nol, cakep, pokoknya asyik pu- nya, cing!" Demikian kata Bo- bin sehabis menceritakan kepada Bret dan Gugun mengenai keja- dian barusan. "Wah, enggak nyangka bah- wa Pak Ronggur yang udah pu- nya bini ama anak itu bisa tega, begituan," Bret ikut memberi komentar. "Walah...ini restoran atau swalayan. Kok kembaliannya pa- ke permen sih ?" keluh Bobin la- lalu secepatnya meninggalkan res toran itu menuju ke rumah Bret. "Pokoknya tuh cewek bener-tuk.... bener assoi bah! Ramping, bahe- "Tapi elo berdua harus janji jangan bilang-bilang ama orang lain masalah ini. Nanti bisa pan- jang masalahnya kalo ketahuan orang lain," kata Bobin lagi. "Oke...," sambut Bret dan Gugun secara serentak. "Gugun mau nyeritain sesua- tu tentang Pak Ronggur, tapi Emak harus janji enggak bakalan bilang ke orang lain karena hanya Emaklah satu-satunya yang tahu rahasia ini." OLEH: SUHARTINI BANK BANK "Rahasia apaan itu ?" tanya emaknya semakin penasaran me- lihat keseriusan si Gugun. "Rahasia Madura...." "Ah, elo main-main aja, Gun!" "Enggak, Mak. Gugun serius nih! Rupanya selama ini istrinya Pak Ronggur enggak memanfaat- kan rahasia Madura, makanya Pak Ronggur udah berani main se rong. "Apa lo bilang ? Main se rong?" Maka berceritalah Gugun ke- pada emaknya mengenai kejadian yang dialami Bobin di restoran. Bahkan, sebagaimana kebiasaan orang banyak, cerita ini ditam- bahkan bumbu lagi supaya sema- kin menarik. Sementara itu, di suatu per- simpangan jalan di kampung Sun "Mas, ada jual obat cacing Analisa/ist JUARA UCK: Peserta Uji Coba Kemampuan (UCK) bidang studi EBTANAS dari SLTP Kalam Kudus Medan berhasil meraih juara I, II dan III dalam UCK yang diselenggarakan BT Bima pada 2 Nopember lalu di Jl.Batam Medan, yang diikuti sekitar seribu siswa dari berbagai SLTP se-Kodya Medan. Tampak Kepala Sekolah SLTP Kalam Kudus, J. Simamora berfoto bersama ketiga juara tersebut dari kiri ke kanan, Rosmawaty (juara II), Cecilia Sutanto (juara I) dan Sherly (juara III). Ketiganya masing-masing mendapat hadiah tropi, uang Rp25 ribu dan gratis biaya pendaftaran untuk UCK berikutnya. (rel/ton) Puisi-Puisi DAH.. DAH... Idris Siregar: ANTARA PENYAIR DAN KORAN-KORAN antara penyair dan koran-koran puisi barangkali bagaikan dinamit yang dapat meledak setiap saat di meja makan maupun di tempat tidur Redaktur mengemasi nama-nama yang layak muat, layak untuk meledak setiap saat, layak mengambil jarak ratusan musim, dan layak susuri jejak yang tertinggal dalam amplop lusuh itu Idris Siregar: akan ada waktu untuk terpilih sebagai pengusung hari-hari dan dikerubuti media cetak setiap saat sebagai apapun namanya yakin ada waktu untuk memilih jalan menuju rumah tanpa penjagaan di mana taman sarat bunga-bunga dan wajahmu ada waktu ! enggak?" tanya Bret ke Mas Koplo siang itu. MENJADI YANG TERBAIK "Enggak, tapi kalo obat kuat ada. Elo mau enggak ?" "Ah, kuno !" "Tapi nih obat kuat hebat Iho! Buktinya Pak Ronggur yang guru sekolahan elo itu sering beli obat kuat ini. Katanya diminum sehari dua kali, siap action!" "Wah, magic! "Tapi kalo elo enggak mau, gue punya obat lain yang meru- pakan biangnya. Jadi buat apa beli botohnya?" kata Mas Koplo terus berpromosi. "Omong-omong, gue tahu mengapa Pak Ronggur beli obat kuat." "Kenapa tuh?" "Gue mau menceritakan ra- hasia ini kepada Mas, dengan ca- tatan bahwa Mas Koplo mesti menjaga rahasia ini. Soalnya ra- hasia ini hanya gue ceritakan ke Mas Koplo aja berhubung ini me- masalah rupakan yang heee...boh." "Oke, gue suer deh enggak bakalan cerita ke orang lain." "Begini...bla bla bla," Maka mulailah Bret menceritakan kisah yang sama dengan versi berbeda kepada Mas Koplo. Memang ki- sah yang diceritakan Bret itu me- ngalami revisi di sana sini untuk meningkatkan mutu ceritanya. Siangnya di pasar.... "Wah, Bu Nora, apa kabar? Masih ngajar di sekolahan ?" Emak Gugun merangkul Bu No- ra yang merupakan teman lama nya. 33 "Ya, masih, Bu...", jawab Bu Nora. "Wah, Bu Nora pasti belum tahu masalah Pak Ronggur." "Agaknya ada masalah apa dengan Pak Ronggur, Bu ?" "Saya yakin dia ada masalah dengan istrinya." "Bagaimana Ibu tahu? Ceri- takan, dong!" Bu Nora yang ber- pakaian hijau itu membetulkan letak kacamatanya yang berga- gang hijau. "Boleh, saya ceritakan. Tapi janji dulu bahwa Bu Nora enggak bakalan membocorkan rahasia ini dengan orang lain. Karena me- mandang hubungan kita sebagai temen lama aja, makanya saya mau menceritakan hal ini kepada Bu Nora." "Mencoreng nama baik? 'Gi- mana ceritanya kok sampai Mas ngambil kesimpulan seperti itu?" Istrinya kembali berjalan menu- ju ruang tamu dan duduk di sam- ping Mas Koplo. Medan, April 1997 Maka kembali beredarlah ce- rita versi baru tentang perseling- kuhan seorang guru es em u be- ken yang telah berkeluarga itu. TEPAT empat hari sesudah ulang tahun Bobin, di kelas Bret Tanjung Morawa, 1997 dan kawan-kawannya... "Bret, elo udah denger belum bahwa Pak Ronggur punya sim panan di luaran ?" Menik yang ayu dan menjadi idola kelas itu bertanya ke Bret yang masih ngan tuk. "Hah....? Dari mana elo de- nger berita itu?" tanya Bret yang kaget sampe kepalanya kejedut. "Ya, bener Bret. Gue juga ada dengar dari tetangga gue bah- wa Pak Ronggur itu punya kebia- saan makan siang di restoran me- wah ama cewek cantik," Aida yang temen akrabnya Menik ju- ga ikutan nyelutuk. "Cilaka!" Itulah kata yang sempat dikeluarkan oleh Bret yang singkat, padat, dan bermak- na bahaya. "Padahal setahu gue, istrinya Pak Ronggur itu baik lho," sam- bung Menik. Bret yang sudah dari jaman dahulu kesengsem ama Menik ha- nya mengangguk-ngangguk aja. 'Menurut elo sebenarnya ba- gaimana sih tipe cewek idaman itu?" tanya Menik ke Bret yang masih linglung. "Wah, kalo menurut gue sih...biarlah cewek itu cantik, asalkan kaya aja, tapi mesti baik hati lho. Pokoknya seperti kamu deh," jawab Bret spontan. "Dasar buaya!" Di dalam hatinya, Bret sem- pat berkhayal, kalau gue yang be- gini ganteng punya bini seperti Menik yang secantik ratu ini, ba- gaimana pula anak kami nanti nya?" "Kayak anak cicak, dong!" terdengar suara Gugun menyelu- tuk di sampingnya. Lho kok bisa? Memang kejadian di ruangan kelas itu masih belum seberapa ji- ka dibandingkan dengan kejadian di sebuah pasar di luar kampung Suntuk. Pagi itu di tengah keramaian pasar, seorang ibu kurus menarik lengan seorang ibu gemuk. "Bu Ronggur, sini dulu deh!" kata ibu yang kurus itu kepada ibu yang gemuk. "Ada apa, Bu ?" Wanita yang dipanggil Bu Ronggur itu bertanya keheranan. 'Apa suami Ibu sering bilang bahwa dia rapat ?" "Ah, enggak. Emangnya ada apaan sampe Bu Ceking bisa na- nya gituan ?" "Eh...sebenarnya enggak ada apa-apa, tapi...," wanita kurus yang dipanggil Bu Ceking itu se nyum-senyum kayak kuda. Halaman 10 Kontak Sayang (Kts) "Ah...Bu Ceking pasti ada nyimpan rahasia. Ceritain, dong!" From: L.A To: Chien Chien. Happy birthday on 14th November, Sorry, ngucapinnya nggak seperti biasa (ini memang agak lain). Jadi, gua hanya bisa ngucapin lewat "Kts". To: Cat Woman. Nama samaran elu keren juga yah? Tapi kok bisa jadi 'Cat' yah? From: Giraffe For: B-rex en Kuda Nil. 'Met ultah 12 dan 13 Nov 1997 ya? Moga makin rajin melayani Tuhan en makin kreatif tuh! Buat Kuda Nil, jangan bandel nanti gua pijak! Buat B-rex guesarankan be yourself! You are my best friend boh! Immanuel. To: Susanti, Verawaty, Rudy, Yenny en Dessy M. Selamat ya atas keberhasilannya dalam ujian CW I ! Dari: Su Ie SS di Surya Baru no.53 Medan Untuk: Seng Guan J-R. Boleh kita kenalan? Soalnya le penasaran banget dengan kamu itu. Kalau ingin kenalan lewat surat bisa tidak? Kalau tidak bisa, lewat apa? Untuk: Kak Pengasuh TRP. Selamat bertugas. From: Rosnah To: Everyone. Hai, bagi kamu-kamu yang suka koresponden, layangkan dong suratnya ke Jl.Jend. Sudirman no.205 T.Tinggi-20615. Pasti dibales! From: Woman in Black (WIB) Love: Pinokio & Snoopy. waktu wisuda sudah siap dicuci? Sender: Mr.Vampire Toek: 5177. Kok tak ada kabarnya lagi? Salam kompak selalu! Apakah foto Toek: Crazy Guy. Are you sure to let me guess who you are? From: Sun Flower To: All fans "Kts". Salam kenal, gua boleh ikutan nggak? Dear: Chiau Siang di Harapan. Sudah jadi orang sibuk yach sekarang? But don't forget to contact me, OK?! Love: Young To: Chery Chandra. I love you forever! To: WW & SC. Moga + mesra deh! To: Kak Pengasuh. Trims atas dimuatnya "Kts" ini. From: Andy at Sabaruddin To: Yulianni at Hindu. Gimana kabar elu? Semoga makin tambah pede. Suratnya udah gue kirim kepada Nes tapi entah udah nyampe ke tujuannya apa belum. To: Michael Ruby. Kaset Andy Lau & Jacky Cheung saya gimana cara ngembaliin? Kalau bisa pakai perantara, oke? From: Simon RK To: Elisa at IBSU. Pak Raden ane kiam siap, masak be kam pun mai, mai kak i liau lah! From: Drunken Master Chiu To: Shelly at STIE Harapan. Ane sombong e lu! Waktu khi batak sua bo kak wa lang sio pat.... From: Ling To: Vivi, Aphei 'n Liza. X'lam kompak selalu. To: Atok, Mimin 'n Edi Sugianto. Masih ingat gue nggak? Love: WW Especially: SC di MV. WW chayank kamu selamanya! To: Dada di S-II. Jangan lupa nyam-nyamnya ya? From: Nelly 4: Rantang, Kodok, Ju-hu, Inang, Semangka, Lembu. Gimana kabar kalian? Apa makin ngetop aza? Gua doakan kalian jadi cover di sekolah. Kapan kita kumpul lagi? Saya tunggu ya? Ciao.... 4U: Tony at Samarinda. Kok kamu makin sombong? Dan tentunya makin ganteng lho!Gua ada saran buat kamu: lain kali rambutmu jangan dipotong lagi ya? Soalnya kelihatan ganteng banget! (besar kepala ni yee?). Bye.... Me: Girlzone To: Mr.Vampire. Kalau elu tau saya zone dari mana, akan kuberi hadiah, oke? To: Semua fans "Kts" cowok-cowok yang keren dan cewek-cewek yang cantik. Boleh kenalan donk? Ditunggu lho! Malam Ini Teater Anak Negeri Pentaskan Bulan Bujur Sangkar lainnya seperti Mangatas Pasa- ribu, Hafiz Ta'adi, Munir Nasu- tion, Rahmad Steif dan seba- gainya. Malam ini, pukul 20.00 Wib, Teater Anak Negeri disutradarai oleh Idris Pasaribu, mementas- kan Bulan Bujur Sangkar Karya Iwan Simatupang. Pementasan itu dilaksanakan di auditorium Taman Budaya Sumatera Utara Jalan Pertintis Kemerdekaan No. 33 Medan. Latihan yang memakan wak- tu empat bulan itu, menampilkan bintang-bintang teater yang sudah punya kiprah di blantika perteateran di Sumut dan nasi- onal. Sucipto, Sukis Soe-kisno, Aishah Basar dan Aan Pasaribu. Seperti Aishah Basar, selain seorang sarjana pendidikan itu, juga sering menulis cerpen dan puisi di Harian "Analisa". Baik di ruang remaja dan pada cerpen senin juga di ruang budaya Rebana. Idris Pasaribu selain seniman dan sastrawan itu, juga seorang wartawan "Analisa" menggarap Bulan Bujur Sangkar (BBS) dibantu oleh para seniman di tengah keramaian pasar. HARI kelima sesudah ulang tahun Bobin, pas jam pertama pe- lajaran Bahasa Indonesia. "Baih deh, bakalan saya sim- pan rahasia ini baik-baik. Tapi ce- pat ceritakan, dong !" "Begini ceritanya...," kemba- li cerita kontroversial itu berpin- dah dengan edisi baru hasil reka- yasa ulang dari emaknya Gugun. Malamnya, di suatu rumah di perbatasan kampung Suntuk. "Mas, tidur yuk." "Baih deh...tapi saya mau Bu Bret dan Gugun cuma bisa "Sebentar dulu. Saya lagi Ronggur janji dulu enggak ba- ngangguk-ngangguk lemah. mikir-mikir kenapa Pak Ronggur yang seorang guru itu bisa men- coreng nama baik seorang guru," jawab Mas Koplo kepada istrinya yang udah berdiri di depan pintu kamar. kalan marah. Karena cerita ini pun sumbernya dari tukang loak yang katanya mendapat cerita ini dari istri seorang pedagang keli ling." "Kemudian gue juga dengar bahwa yang menjadi saksi peristi- wa di restoran itu adalah Bobin. Bener enggak?" 31 "Eh...enggak ada apa-apa. Saya hari ini masuk bukan nga- jar, melainkan mau bicara ama Bret, Bobin ama Gugun. Yang ti- ga ini harap segera ke kantor," lantas dengan gagah beliau kem- bali melangkah keluar diikuti ke- tiga jagoan kelas dua fisik itu. Bobin membetulkan letak ka- camatanya dan mengalihkan pan- dangan ke sudut di mana dia te- lah menyaksikan Pak Ronggur in- "Selamat pagi anak-anak!" sapa Pak Ronggur sambil me- langkah memasuki kelas. Hari ini dehoi. Tapi di sana...lho, kok Pak Ronggur tampil beda dengan berkemeja lengan panjang dan berkacamata hitam. masih ada ? Dengan masih tak percaya dikucek-kuceknya mata- nya dan memandang bahwa di sa- na masih ada orang yang dilihat- nya bermesraan ketika dia makan di restoran ini. Di kantor, Pak Ronggur du- duk di kursinya dan ketiga jago- an itu duduk di depannya. Suasana kelas langsung men- jadi mendengung persis seperti sa- rang lebah. Banyak komentar yang dilemparkan sehubungan penampilan Pak Ronggur yang trend ini. Bret yang agak pintar lang- sung menepuk dahinya, "Aduh, gue kelupaan! Cilaka! Mata si Bobin'kan udah rusak berat. Itu "Pak, kok hari ini tampil nge- 'kan patung? Mana gosipnya trend?" teriak Denok yang ba- udah nyebar ke seantero dunia la- gi !" henol itu. "Akhir-akhir ini beredar go- sip yang amat merugikan gue se- laku seorang guru. Setelah gue se- lidiki selama dua puluh empat jam, gue mendapat berita bahwa sumber dari semua gosip itu ada- lah dari Bret dan Gugun. Maka- nya gue mau bertanya apakah be- ner kalian berdua yang menyebar- kan gosip ini?" a- Menurut pengamatan, nyaknya para remaja yang kian meminati teater, sebagai tempat berlatih sebelum melangkah ke dunia sinetron. Bagaimana pementasan mereka malam ini, remaja menyaksikannya, betapa ada baiknya adik-adik para rumitnya sebuah pementasan teater. Menonton teater memang membutuhkan intelektualitas yang baik. Bagi remaja yang butuh akan hiburan dengan menggunakan otak bekerja sambil menonton, malam ini bisa ramai ramai menyaksikan- nya. Kali ini Bobin yang mengang- guk dengan lemah. Sementara penata musik dipercayakan kepada Dra. Cut Meutia Tenriolla dosen Fakultas Kesenian Nommensen dan Yuliana Yong serta Dohar L Tobing. Undangan tersedia di tempat pertunjukan. "Iya, iya, cepatan dong ceri- tanya !" Bu Ronggur yang udah enggak sabaran itu mulai mereng- gut kerah baju Bu Ceking. "Hm...sangat mengecewa kan! Lebih baik gue punya sera- tus murid yang bisu, daripada sa- tu orang murid penggosip !" ka- ta Pak Ronggur sambil mengge leng-gelengkan kepalanya. "Saat ini juga kalian ikuti gue ke restoran itu !" "Saya denger-denger bahwa suami Ibu yang guru itu udah mu- lai menyeleweng. Katanya banyak yang ngelihat suami Ibu lagi ma- kan siang ama cewek cantik setiap hari di restoran baru dan bahkan di warung-warung tegal." Cukup itulah penjelasan dari Bu Ceking, dalam waktu bebera- . pe, Pak Ronggur langsung men- pa detik Bu Ronggur udah mu dorong pintu masuk dan melang- kah dengan gagah. lai sempoyongan dan akhirnya buk...! Jatuhlah tubuh gemuk itu Maka berangkatlah mereka ke restoran di mana Bobin meraya- kan hari ultahnya itu. Begitu sam- "Ayo, coba elo tunjukkan di mana elo nampak gue duduk ama cewek cantik!" perintahnya ke- pada Bobin. "Makanya lain kali jangan asap ngegosip," jawab Pak Rong gur dengan nada emosi. "Sorry deh...!" jawab Bret kembali. "Eh, cewek yang tadi nyam- but kita, kayaknya jatuh cinta ama gue," kata Gugun tanpa menghiraukan pembicaraan sebe lumnya. "Darimana elo tahu bahwa dia kesengsem ama elo ?" tanya Bobin penasaran. "Habisnya...dari tadi tuh ce- wek ngedi-ngedip terus ke gue. Jadinya gue grogi nih !" "Hush...! Tuh cewek bukan- nya ngedip ke elo,, tapi memang matanya yang punya penyakit ke- biasaan ngedip aja. Ge er lo! Tuh lihat dia sekarang lagi ngedip ama ikan mas koki yang di akuarium! Bener 'khan ?" kata Bret sambil menunjuk ke cewek itu. "Wualah...sayang banget! Gue pikir tadi cewek itu emang tertarik ama gue. Rupanya... emang matanya yang enggak be- res," kata Pak Ronggur sambil tersenyum enggak kalah genitnya. "Tapi, omong-omong, nga- pain Pak Ronggur pake kacama- ta hitam segala ? Aksi banget," tanya Bobin penasaran. "Apanya yang aksi ?" Pak Ronggur membuka kacamata hi- tamnya dan kelihatanlah matanya yang biru lembam. "Gue habis dihajar bini gue gara-gara mendengar gosip yang kalian sebar. Nih kalo elo mau ju- ga!" Påk Ronggur mengangkat tinjunya. Kontan aja ketiga ku- nyuk itu melarikan diri.