Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-22
Halaman: 08
Konten
Jumat, 22 Agustus 1997 Hewan Liar, Kebun Kopi dan Transmigrasi di Lampung PENDUDUK di beberapa kecamatan di Lampung, saat ini masih bingung dengan ulah he- Iwan liar yang dalam dua bulan terakhir ini "unjuk gigi" dengan memangsa manusia dan merusak harta benda penduduk. Umumnya, serangan hewan liar harimau, serigala dan gajah itu, berlangsung di kecamatan- kecamatan yang memiliki ka- wasan hutan, banyak perkebunan kopi dan penduduknya merupa- kan penduduk pendatang dari Jawa, baik melalu program transmigrasi beberapa tahun lalu maupun datang sendiri. Bulan Juni lalu, empat pen- duduk di kawasan hutan lindung Gunung Tangkit Tebak seba- giannya penduduk Kec. Sumber- jaya ditemukan tewas semen- tara empat lainnya lolos dari maut akibat terkaman harimau Sumatera. Belum lagi penduduk Sumber- jaya merasa tenang karena seekor harimau jantan usia empat tahun berukuran 2,04 m berhasil ditang kap tim Balai Konservasi Sumber- daya Alam (BKSDA) II Tanjung karang, pada akhir bulan Juli ini, kembali merasa resah. Pasalnya, dalam seminggu terakhir bulan Juli ini, puluhan ekor binatang peliharaan kam- bing, domba, angsa dan sejenis- nya dikandang, mati dengan ciri khas usus terburai yang diduga akibat diserang serigala atau an- jing hutan. Penduduk Simpangsari, Sum berjaya, Mirwan membenarkan, telah banyak binatang di desanya yang dibantai serigala yang umumnya menyerang pada dini- hari saat penduduk pulas tidur, dengan rombongan biasanya ber- jumlah delapan ekor. "Peternak bingung, karena se kalipun kambingnya ditempatkan di kandang bertingkat, tapi tetap saja diterkam serigala. Makanya sekarang banyak kambing yang dibawa masuk ke dapur agar lebih aman," katanya. Bahkan, karena bingung ada nya amuk hewan liar ini, Lurah Desa Simpangsari, Yayan, meng ambil inisiatif mengajak warga menyumbang apa pun bentuknya untuk melakukan sedekah bumi pada Jumat (1/8/97) memohon perlindungan kepada Allah agar dihindari dari mengganasnya hewan liar tersebut. Belum lagi penduduk Sumber- jaya ini tenang, tiba-tiba di beberapa desa di Kecamatan Blambangan Umpu, Kab. Lam- pung utara, dikejutkan serangan sekitar 80 ekor gajah liar terhadap pemukiman penduduk. Akibatnya, walaupun tidak ada korban jiwa namun sekitar 25 rumah rusak dan hancur, semen- tara, 20 hektar tanaman jagung, 10 hektar sawah dan 5.000 pohon pisang, kopi rusak porak poran- da, dan sampai akhir Juli ini, para pemiliknya belum berani kembali ke rumahnya. "Rombongan gajah itu datang malam hari, langsung menghan- tam rumah dan menerjang apa sa- ja yang ada di depannya, dan saya pun kabur meminta bantuan. Tapi karena gajahnya mengamuk, kita tak berani mendekat dan mem- biarkan saja mereka melakukan aksinya," ujar Subandi (50) warga Dusun Sumbersari, Desa. Negeri batin, Blambangan Umpu. Para petani kopi ini mengakui bahwa kedatangan gajah liar ini berlangsung hampir setiap tahun, tapi tahun ini aksinya sampai merusak rumah, padahal pada tahun-tahun sebelumnya hanya merusak kebun kopi, pisang atau jagung. "Tahun lalu juga datang tapi hanya merusak tanaman, tapi sekarang kok merusak rumah. Tapi gimana ya, gajah itu kan milik Pemerintah, nggak boleh dibunuh. Makanya kita biarkan saja, karena gajah juga butuh makan," ujar Subandi mewakili korban lainnya. INTROSPEKSI Aksi "brutal" hewan liar itu mulai menyadarkan masyarakat NOGMOBR Oleh: Agus Suroso untuk mencari tahu apa penye- babnya dan salah satunya disadari bahwa aksi itu akibat habitatnya terganggu. Banyak pohon di hutan ditebang dan diganti dengan tanaman kopi. Perilaku masyarakat merusak hutan dan menggantikannya dengan perkebunan kopi ini, agaknya menjadi persoalan pem- bangunan ekonomi di Lampung, di satu sisi penduduk - khususnya petani marjinal -- berusaha me- ningkatkan kesejahteraannya, tapi di sisi lain, lahan tersedia terbatas hingga terjadi perambahan hutan. Luas areal komoditas ekspor andalan propinsi Lampung ini, sekitar 130.633 hektar dengan rata-rata produksi 120.000 ton per tahun. Dari areal ini, 113.916 Ha produktif, 11.110 Ha belum meng hasilkan dan 5.600 Ha rusak tapi terus direhabilitasi. Angka tersebut agaknya be- lum memasukkan areal tambahan baru, mengingat bila diamati, perluasan kebun kopi penduduk terus meningkat setiap saat seperti terlihat di Sumberjaya, Kab. Lam- bar maupun di Blambangan Um- pu, Kab. Lampung Utara itu. Data ekspor kopi daerah ini tahun 1995 mencapai 109.129 ton dengan nilai devisa 275,5 juta dolar AS, tahun 1996 meningkat mencapai 202/862 ton dengan nilai devisa 317,8 juta dolar, dengan jumlah negara pengimpor mencapai 33 negara. Meningkat dan stabilnya harga kopi, menyebabkan petani marginal, berusaha membudida yakan kopi dengan mendatangi daerah daerah yang cocok untuk budidaya ini yang umumnya berada di kawasan hutan. "Dari kebun yang ada, setiap panen saya mendapat lima pikul Kota ini terus berbenah diri sesuai dengan semboyannya "Ika bina En Pabolo" yang artinya ini dibina itu diperbaiki. Tujuannya bukan mengejar Adipura IV ser- ta Adipura Kencana dan status menjadi kotamadya saja. Tapi lebih dari itu kota ka ret dan sawit ini ingin menjadi IDAMAN (Indah, Damai, Aman, Makmur, Anggun, Nyaman) se- panjang masa. Kemudian bersih dan tertib berkesinambungan. Selain membenahi fisik di an- taranya merenovasi toko-toko bertingkat menjadi berwajah ba- ru sesuai dengan zamannya, Got, jalan-jalan, terminal yang mo- dern dan sebagainya. "Gajah tidak akan mengamuk jika habitat dan jalur jelajahnya untuk mencari makan tak tergang gu," kata Sjamsudin. Bagi masyarakat sendiri, mereka bukannya tak menyadari telah mengganggu habitat hewan liar, gajah, harimau dan sebagai nya, tapi mereka berbuat demi kian demi panggilan meningkat kan kesejahteraan diri dan keluarganya. Sementara upaya translok, belum menunjukkan hasil dan mengalami kesulitan karena walau telah dilakukan berbagai upaya, namun para perambah itu tetap kembali ke asalnya, sehingga Dan keberhasilan hidup man- tan transmigran ini, makin memancing kedatangan sanak familinya dari Jawa yang hidup- nya masih marjinal untuk berbuat Gedung Kesenian Rantau Prapat Juga pembinaan serta pemba ngunan mental spiritual sudah di- buat Bupati Labuhan Batu H Ba- nua Ispensyah Rambe untuk dae- rahnya sebelum orang lain ikut memikirkan. Antara lain pem- bangunan Gedung Kesenian di Jalan Pramuka yang baru saja di- resmikan, tepatnya 3 Juli 1997, berkenan Nyonya Hj Banua Ispen syah Rambe menggunting pita pertanda diresmikannya pemakai- an Gedung Kesenian tersebut un- tuk berbagai kegiatan. @100 Kg dengan harga Rp 3.000/kg. Lumayan untuk menghidupi keluarga," kata Subandi yang mengaku datang dari Jawa Timur beberapa tahun lalu. Gedung ini dibangun perma- nent, berukuran 9 x 31 meter, dengan gaya atau motif Melayu Labuhan Batu. Pembangunan ge- dung ini menghabiskan dana se- kitar Rp 225 juta dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Be- lanja Daerah) tahun 1995/1996 - 1996/1997. Agaknya, keberhasilan mena- nam kopi sejumla pendudu Lampung - baik pendatang man- tan program transmigrasi maupun bukan, menyebar dan meman- cing sanak saudaranya di Jawa yang umumnya memiliki lahan pertanian terbatas hingga sulit mengembangkan kesejahteraan nya. Diresmikan, Untuk RANTAU PRAPAT salah sa- tu ibukota Kabupaten berstatus Oleh: Basyaruddin Bas administratif di Sumatera Utara, berhasil meraih sertifikat Adipu- ra dan piala Adipura tiga kali berturut-turut. Tepatnya tahun 1994, sertifikat serta tahun 1995, 1996 dan 1997 piala Adipura. Akibatnya, secara diam-diam dan sulit dimonitor, banyak keluar ga dari Jawa ini tertarik untuk mengadu nasib seperti saudaranya yang datang duluan ke Lampung, dan secara diam-diam pula mem- buka lahan baru di sekitar ka- wasan hutan. PT INDOMOBIL SUZUKI INTERNATIONAL WISMA INDOMOLJ MI Haryono Kow. Jakarta 13:30-INDONESIA Meningkatnya kesejahteraan penduduk Lampung mantan transmigrasi dari Jawa ini, sebenarnya suatu "keberhasilan" program transmigrasi, namun di sisi lain, berakibat memancing berdatangannya sanak saudara ke Lampung untuk mengikuti jejak pendahulunya. Pemda Lampung sendiri, ti- dak tinggal diam dalam soal perambah hutan ini, buktinya, seperti dikatakan Kepala Dinas Kehutanan Lampung Ir. Sjam- sudin Rachmat, sebanyak 1.000 kepala keluarga di propinsi ini yang merupakan perambah hutan, tahun 1997 ini akan ditransmigra sikan ke Kalimanan. atau berdrama dan sebagainya te- lah tertampung di Gedung Kese- nian Rantau Prapat yang baru. Dalam kesempatan acara pe- resmian di hari Kamis 3 Juli 1997 itu, Ketua MABMI (Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia) La- buhan Batu Drs H Chairuddin mewakili etnis budaya yang ada di daerah ini mengungkapkan ke- besaran hatinya sebagai berikut : Labuhan Batu daerah idaman Tempat bermukim berbagai etnis dan kebudayaan Gedung Kesenian sudah lama ka- mi dambakan Di masa kepemimpinan H Banua Ispensyah Rambelah baru dapat diwujudkan. Sewajarnyalah, kata Drs H Chairuddin melanjutkan sam- butannya, dengan adanya gedung kesenian tentu berbagai kegiatan budaya etnis yang ada dapat tam- pil memperlihatkan identitasnya. Di samping dapat meningkatkan penggalian khasanah budaya Bangsa dan perlu dilestarikan se- panjang masa. Sehingga setidak- tidaknya dapat menangkal arus budaya asing yang tak sesuai de- ngan Pancasila dan UUD 1945. Patut kita bangga, kata Chai- ruddin, salah seorang putra dae- rah Labuhan Batu yaitu H Banua Ispensyah Rambe yang kaya de- ngan inovasi tampil sama-sama menghantarkan kabupaten ini un- tuk lebih dikenal. Dengan berba- gai programnya yang bertujuan agar masyarakat Labuhan Batu mampu bersaing dalam berbagai kesempatan, terutama dalam menghadapi era globalisasi. Menurut Chairuddin pepatah China mengatakan jangan beri- kan ikan pada seseorang, tetapi berilah ia pancing. "Memang te- pat pepatah tersebut," ucap Chai ruddin. mengakibatkan kerusakan hutan semakin parah. KERUSAKAN HUTAN Sjamsudin menjelaskan, aki bat perambahan hutan yang tak terkendali, tingkat kerusakan hutan sudah mengkhawatirkan dari luas seluruhnya 336.000 hektar, 62 persen rusak, sementara hutan produksi 150.000 hektar, 80 persen di antaranya juga rusak seperti di register 37, 40 dan 35. Luas hutan di Lampung men- capai 32,5 persen luas daratannya yaitu 1,1 juta hektar, 80 persen berupa hutan produksi dan 60 persen berupa hutan lindung. Upaya penghijauan pun telah dilakukan terhadap ribuan hektar di kawasan hutan rusak, namun hasilnya tak seimbang karena se- jak 1976 hanya berhasil menyela- matkan 20 persen dari kerusakan. Sementara pengawasan hutan sen- diri, sangat terbatas karena Kehutanan hanya memiliki 174 jagawana. Akibat kerusakan hutan ini, dampaknya sangat luas di an- taranya terhadap penyediaan air maupun mengamuknya binatang liar. "Jika diberikan ikannya ke- pada seseorang, maka orang ter- sebut akan tidur. Dan setelah ia Apa? bangun kembali terasa lapar ser- ta kembali minta ikan lagi. Seba- liknya jika diberikan pancing ke- pada orang yang tidak tahu mem- pergunakannya akan sia-sia juga. Oleh sebab itu tepatlah kebijak- sanaan Bupati Labuhan Batu me ngadakan pendidikan atau latihan buat orang yang belum tahu me- mancing tadi," katanya. Þ Untuk itu Bupati lebih mem- prioritaskan atau mengutamakan program pembangunan pada Pe- lita VI di Labuhan Batu ini "me- ningkatkan kualitas sumber daya manusia". 13 Sebagai etnis yang berbudaya kami merasa bangga, ujar Chai- ruddin, H Banua Ispensyah Ram- be telah dapat mewujudkan ber- bagai prasarana dan sarana pem- bangunan terutama yang berhu- bungan dengan peningkatan SDM tadi. Karena kami telah da- pat melihat dan merasakan, di samping gedung kesenian, sudah ada SMU (Sekolah Menengah Umum) Plus yang dikelola Ya- yasan Nur Ikhlas Rantau Prapat. Kemudian Akademi Perawat (Ak per), Universitas terbuka dan ba- nyak lagi. Sedang dilaksanakan seka- rang ini pembangunan Gedung Olah Raga dan Masjid Raya. Ge- dung Olah Raga berlokasi di pinggir jalan masuk kota Rantau Prapat dari Medan. Sedang mas- jid keluar dari kota jurusan Kota Pinang. Sebelumnya tidak pernah kita bayangkan untuk memba- ngun masjid yang lumayan besar dan megah ini bersama prasara- na dan sarana fisik lainnya yang semua itu tentunya bertujuan men cerdaskan kehidupan dan kese- jahteraan masyarakat Labuhan Batu khususnya, ujarnya. Dalam kesempatan ini Chai- ruddin mengimbau semua seni- man/ti Labuhan Batu yang terse- bar di berbagai etnis agar sema- rakkan gedung kesenian ini de- ngan berbagai kegiatan. ANALISA sama di Lampung dengan salah satu alternatif usaha adalah : menanam kopi di hutan. Agaknya persoalan pemba ngunan di Lampung ini, perlu penanganan bijak secara terus menerus dengan -- jika mungkin -- tidak mengorbankan salah satunya Hutan dengan bewan liarnya dan manusia dengan upaya kesejahteraannya. Secara khusus kepada berba- gai etnis yang ada di kabupaten Antara JEMBATAN KABEL: Dua pekerja menyelesaikan tiang pancang pada pembuatan jembatan untuk kabel tegangan tinggi di atas Sungai Ciliwung di Kawasan Manggarai, Jakarta, Selasa (5/8). tegangan listrik 150 KV itu ditanam dalam tanah untuk wilayah Manggarai-Jatinegara. ini agar ikut menyemarakkan dan memperindah ruangan gedung ke senian ini dengan lukisan atau fo- to tentang adat istiadat perkawin an misalnya atau benda-benda bu daya lainnya, tambahnya. Sebagai kata penutup, untai- an pantun jugalah yang dapat ka- mi sampaikan, kata Drs H Chai- ruddin : Di akhir kata penghujung madah Syair dinyanyikan sangat meng gugah Pemerintah daerah mengukir se jarah Gedung Kesenian berdiri megah Ramai sungguh jalan Meranti Dikunjungi anak seisi Negeri Gedung Kesenian siap menanti Etnis Budaya mohon berbenah diri Sebelumnya di hari yang sama Bupati Labuhan Batu H Banua Is pensyah Rambe meresmikan pe- makaian kios-kios Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Dae- rah) Kabupaten ini di jalan WR Soepratman Rantau Prapat. Ketua Dekranasda Labuhan Batu Nyonya Hj Banua Ispensyah Rambe menamakan komplek kios-kios ini "Pujasera" (Pusat jajan selera rakyat). Karena di komplek ini selain tempat menja- jakan hasil industri kecil, restoran dan pentas hiburan. Produksi industri kecil La- buhan Batu yang dijajakan di si- ni, selain hasil kerajinan rakyat (home industry), tak ketinggalan kain tenunan khas Labuhan Ba- tu dengan berbagai motif. Di an- taranya kopiah, selendang, bahan untuk jas, baju biasa dan sebagai nya. Menurut Nyonya Hj Banua Is pensyah Rambe di daerahnya se- karang ini terdapat 5.700 industri kecil. Baik formal maupun non- formal yang menghasilkan berba- gai ragam produksi. Seperti kain songket, kerupuk udang, gula ke- lapa, berbagai bentuk atau jenis anyaman dari bambu, alat-alat pertanian, anyaman pandan dan kerajinan umum lainnya. Dengan demikian, apa yang akan dilakukan masyarakat Desa Simpangsari, Kec. Sumberjaya, untuk mengadakan sedekah bumi memohon ditiadakannya gang- guan hewan liar, agaknya merupakan upaya kontemplasi dan instrospeksi diri bagaimana berbuat adil: Hidup aman ber- dampingan tanpa merusak ling- kungan masing-masing. (Ant). hadap barang hasil produksi me- reka. Mengakibatkan mereka ti- dak bersemangat meningkatkan produksi dan kualitasnya. De- ngan demikian, produksi mereka semakin tidak laku dijual. SUZUKI Permasalahan "pemasaran" ini layaknya seperti lingkaran se tan yang tidak berujung-pangkal. Dengan tak tentu ujung pangkal- nya inilah perlu ada kekuatan un- tuk pemecahannya. Dalam kedudukan sebagai is tri H Banua Ispensyah Rambe, otomatis menjadi Ketua Dekra- nasda Kabupaten ini. Salah satu tujuan Dekranasda adalah mem- perhatikan dan memperjuangkan kepentingan pengusaha kecil atau perajin dan mendorong semangat kewiraswastaan mereka. Pemerintah Daerah sudah memberikan tempat buat berba- gai kegiatan Kesenian maupun Kebudayaan. Misalnya musik, ta- ri menari, menyanyi, berdeklama- si atau berpuisi, melukis, teater Permasalahan yang menda- sar, kata Nyonya Hj Banua Ispen syah Rambe yang dihadapi para perajin dalam mengembangkan usahanya, adalah "pemasaran". Dengan lemahnya permintaan ter BUKTI KEUNGGULAN KUALITAS & Usaha yang perlu dilakukan antara lain, membina, meningkat- kan, mempromosikan dan mema- sarkan hasil kerajinan tersebut. Agar para pengrajin dan industri kecil dapat berkembang dengan baik. Dengan demikian kata Nyo- nya Hj Banua Ispensyah Rambe dalam kedudukan sebagai Ketua Dekranasda yang didorong seba- gai putra daerah Labuhan Batu pula lagi, merasa terpanggil un- tuk menolong para perajin, agar mereka terlepas dari belenggu permasalahan yang tidak beru- jung pangkal tadi. Panggilan ha- ti nurani Nyonya Hj Banua Ispen- syah Rambe mendapat dorongan sepenuhnya pula dari Bupati yang juga putra daerah ini. Maka lahirlah gagasan untuk memanfaatkan pertapakan bekas terminal dapat dipakai sebagai arena pemasaran hasil industri ke- cil dan kerajinan yang dikelola Dekranasda Labuhan Batu. Untuk pertama kali dibangun kios-kios darurat sebagai tempat penjualan produksi kerajinan atau industri kecil tadi. Tetapi kios tersebut tidak dikunjungi, mungkin karena kurang menarik perhatian orang banyak. Agar dapat menarik minat ma syarakat timbul pula pemikiran, perlu diupayakan kerja sama de- ngan pihak swasta, yang dapat menyediakan makanan dan mi- numan khas Labuhan Batu dimi- nati seluruh lapisan masyarakat. Halaman 8 Jateng Manfaatkan Internet untuk Tingkatkan Investasi JAWA TENGAH memanfaat kan jaringan internet untuk "memperkenalkan" semua poten sinya ke dalam dan luar negeri, agar mampu menggairahkan mi nat investasi dan mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar tu juh persen per tahun selama Peli ta VI. Pemanfaatan internet untuk menyebarluaskan potensi yang ada di Jateng memang mendesak untuk dilakukan agar investor ter- tarik untuk menanamkan modal- nya di Jawa Tengah. Pada era informasi yang sema kin deras dan canggih ini, jika ti- dak memanfaatkan jaringan inter net untuk memperkenalkan poten si yang ada, maka investor tidak akan banyak yang melirik Jateng. "Oleh karena itu, mulai tahun ini Jateng telah menggunakan ja- ringan internet untuk menyebar- kan potensi yang ada baik ke luar negeri maupun dalam negeri", ka ta Gubernur Jateng Soewardi di Semarang, baru-baru ini. Penggunaan jaringan internet yang "menjual" potensi dan pe- luang bisnis yang ada di Jateng tersebut dioperasikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) dan PT Indo sat. Di dalam "home page" inter- net yang dioperasikan 24 jam ter- sebut, disajikan secara rinci fokus Jateng, proses perizinan, aturan perizinan, profil perusahaan, pe- luang bisnis, tenaga kerja poten- si, serta penyediaan sarana mau- pun prasarana. "Dengan memanfaatkan jasa internet, diharapkan BKPMD Ja- teng dapat memberikan data bis- nis kepada perusahaan, negara, dan institusi bisnis internasional", katanya. Selain menggunakan jasa inter net, untuk "menjual" potensi bis- nis Jateng pihaknya juga meng- gunakan "promotion tour", baik di dalam maupun di luar negeri. "Tanpa adanya langkah me- lakukan promosi, maka semua pe luang bisnis yang ada di Jateng ti- dak akan dikenal atau diketahui para investor", paparnya. Menurut Soewardi, promosi Di samping tersedianya ma kanan maupun minuman, juga di harapkan dapat dipentaskan hi- buran rakyat yang menarik. De- ngan tetap mengutamakan keso- panan sebagai pencerminan bu- daya Indonesia. Pengusaha yang mau mena- namkan modalnya membantu Dekranasda adalah H Azis Rito- nga bersama-sama pemerintah daerah Labuhan Batu, terciptalah "Pujasera" seperti yang dapat di- lihat sekarang. Dalam komplek "Pujasera" IDAMAN ini disediakan empat pintu kios untuk Dekranasda. Di antara empat kios tersebut, baru dua pintu yang diisi Bapak atau Ibu Angkat. Sedang dua pintu lagi masih kosong, untuk sementara di man- faatkan Dinas Perindustrian gu- na memasarkan berbagai produk- si diluar produksi yang ditangani Bapak atau Ibu angkat tadi. Sekali lagi Ketua Dekranasda bermohon kepada Bupati H Ba- nua Ispensyah Rambe agar me- ngimbau pengusaha atau pemo dal di daerah ini dapat menjadi Bapak angkat dari berbagai pera- jin yang ada. GARANSI 1 TAHUN & SERVICE GRATIS 5X P Oleh: Herry Soebanto yang sudah dilakukan antara lain ke Jepang, Korea Selatan, Peran- cis, Ceko, Jerman, Australia, AS, Timur Tengah, Italia, dan ASEAN. Langkah melakukan promosi tersebut memang membawa dam- pak positif dengan banyaknya investor dari luar negeri yang mu- lai melakukan penjajakan bisnis di Jateng. Dengan pemanfaatan jaringan internet dan promosi, gubernur Jateng optimistis target pertum- buhan perekonomian Jateng sebe- sar tujuh persen per tahun sela- ma Pelita VI ini akan tercapai. Untuk memacu pertumbuhan ekonomi tujuh persen per tahun, maka Jateng selama Pelita VI di- harapkan mampu menyerap inves tasi sebesar Rp 64,1 triliun lebih, dengan perincian dari pemerintah Rp 15,6 triliun lebih (24.40 per- sen) dan swasta sebesar Rp 48,4 triliun lebih (75,60 persen). "Saya yakin, target pertum- buhan ekonomi Jateng sebesar tu- juh persen per tahun akan reali- sir, karena peningkatan investasi setiap tahun selama Pelita VI ra- ta-rata mencapai 84,35 persen", ujarnya. Selama tiga tahun berturut-- turut pada Pelita VI, proyeksi investasi di Jateng 1994/1995 se- besar Rp 4,1 trilyun terealisir Rp 9,3 trilyun (226,43 persen), 1995/ 1996 sebesar Rp 4,4 trilyun tereali sir Rp 5,9 trilyun (134,68 persen), dan pada 1996/1997 sebesar Rp 4,7 trilyun terealisir Rp 9 trilyun lebih (191,97 persen). Dengan kenaikan rata-rata 84,35 persen per tahun, maka Ja- teng optimistis proyeksi investasi 1997/1998 yang dicanangkan sebe sar Rp 5 trilyun lebih akan ter capai. STRATEGI Meskipun peranserta masyara kat dan dunia swasta dalam pem- bangunan sangat diharapkan, na- mun dalam perencanaannya ha- rus tetap memperhatikan rencana tata ruang wilayah/daerah, keles- tarian lingkungan, dan pengen- dalian penggunaan lahan yang ti- dak sesuai dengan fungsinya. IDAMAN menuntut masyarakat mau dan tidak malu mempergu- nakan barang-barang hasil indus tri kecil dan kerajinan daerah sendiri. Restoran "Puja sera" IDAMAN jelas ada pengelola- nya, yaitu ditangani pengusaha swasta asal daerah ini sendiri, H Azis Ritonga. Tapi Gedung Kese- nian Rantau Prapat setelah dires- mikan, untuk apa ? Kembali direnungkan apa yang dikemukakan Drs H Chai- ruddin tentang pepatah China yang diibaratkannya pemberian pancing lebih baik dari memberi- kan ikannya langsung. Pemberian pancing oleh Pemerintah Daerah Labuhan Batu ini perlu ditindak lanjuti. Maksudnya para pemuka Kepada seluruh lapisan masya adat etnis yang ada hendaknya rakat Nyonya Hj Banua Ispen- dapat mensponsori mempertemu- syah Rambe minta bantuan agar kan para seniman seniwati daerah dapat memberikan saran maupun ini. pendapat demi berkembang dan majunya "Puja sera" Idaman di- maksud, agar seluruh lapisan ma- syarakat kota Rantau Prapat khu susnya dapat selalu mengunjungi Restoran "Pujasera" IDAMAN sambil berbelanja di kios Dekra- nasda juga silakan mencicipi ma- kanan dan minuman khas La- buhan Batu. Demikian Ny Hj Ba- nua Ispensyah Rambe mengakhiri sambutannya penuh harap. Dari dua tempat yang diresmi- kan sehari itu diperoleh kesan pertama, gedung kesenian menan- ti para seniman dan seniwati me- ningkatkan aktifitasnya. Jadi di samping Gedung Ke- senian, Restoran "Pujasera" IDAMAN menuntut Seniman se- niwati agar dapat berbuat demi kejayaan daerah Karet dan sawit ini di hari esok yang lebih cerah. Termasuk pimpinan instansi dan masyarakat Labuhan Batu agar selalu menginformasikan barang- barang komoditi industri kecil dan kerajinan daerah ke luar ka- bupaten ini. Pertemuan apa bentuknya ter- serah. Sarasehan, boleh. Temu Budaya juga tak salah. Yang pen- ting kegiatannya mulai terlihat di Gedung Kesenian tersebut. Baru dari pertemuan tersebut dibentuk Dewan Kesenian Daerah (DKD) Labuhan Batu, dengan tugas an- tara lain mengelola Gedung Ke- senian dan Gedung Nasional yang telah lama ada. Karena Gedung Nasional juga layak tempat kegiat an seni budaya. Termasuk me- ngisi acara di pentas Restoran "Pujasera" IDAMAN diatur dari Gedung Kesenian. Begitu juga pe- manfaatan Gedung Nasional ko- Kedua, bagi "Pujasera" ta ini. Untuk mengantisipasi masa- lah tersebut, maka diterapkan strategi pengembangan wilayah yang memadukan pertumbuhan dan pemerataan, pengembangan kawasan lindung ataupun budi- daya, pengembangan sistem pra- sarana wilayah untuk memerata- kan pertumbuhan di seluruh wila yah dengan potensi dan kendala yang ada. INOVASI TIADA HENTI Namun pada prinsipnya, stra- tegi pengembangan tata ruang ter- sebut dimaksudkan untuk mening katkan efektivitas dan efisiensi penggunaan ruang sesuai dengan kondisi dan potensi daerah yang bersangkutan guna mencapai sa- saran pembangunan yang telah di tetapkan. Menurutnya, untuk pencapai- an sasaran di bidang pemba- ngunan tersebut maka ditempuh berbagai kebijakan, antara lain meningkatkan bidang usaha ber- orientasi ekspor, penyediaan sa- rana/prasarana, kemudahan pela yanan informasi, perizinan, dan ikut merangsang tumbuhnya in- dustri kecil. Industri kecil dan koperasi di Jateng sendiri berkembang cukup pesat, karena hingga kini terda- pat 50.523 pengusaha kecil dan 588 koperasi unit desa (KUD). "Agar berkembang dan tum- buh mandiri, maka kalangan pengusaha kecil dan KUD akan di beri kesempatan untuk ikut ter- libat dalam pembangunan dan perekonomian di provinsi ini", katanya. Kalangan pengusaha kecil akan dilibatkan langsung untuk menggarap potensi dan peluang penanaman modal di sektor per- tanian (perkebunan/perikanan), pertambangan, pariwisata, dan in dustri. Dengan adanya hambatan se- perti itu, kata Kristanto, hingga kini banyak eksporter dan impor- ter Jateng melakukan bongkar muat atau kirim barang lewat Pe- labuhan Tanjung Perak Sura- baya. (Ant) PELAYANAN SUZUKI Jaminan Kualitas Suzuki Benar..., memang cuma Suzuki yang nggak kepalang tanggung berani memberi Garansi 1 tahun atau 12.000 Km dengan pelayanan perawatan dan perbaikan Gratis 5 kali. Tentu saja, semua ini dipersembahkan karena Suzuki selalu memberikan kualitas terbaik untuk memuaskan Anda. Buktikan segera kebenarannya. Hubungi secepatnya dealer-dealer Suzuki terdekat. Ikuti buku petunjuk service, agar motor tetap dalam kondisi prima Soewardi mengakui, potensi tersebut saat ini belum digarap se- cara optimal oleh kalangan inves- tor, padahal mempunyai prospek yang cukup cerah. Meskipun pertumbuhan inves tasi terus meningkat, namun Ja- teng masih menghadapi kendala atau tantangan yang dapat meng- hambat lajunya pembangunan, be rupa pendapatan per kapita pen- duduk Jateng yang masih rendah dan pertumbuhan penduduk usia kerja yang lebih tinggi dibanding- kan perkembangan lapangan kerja. Kendala atau tantangan lain- nya adalah kesenjangan pertum- buhan antardaerah karena penga- ruh globalisasi ekonomi akan le- bih terasa, karena pertumbuhan mengarah pada daerah yang rela- tif maju mengingat adanya fasi- litas penunjang sektor industri di daerah tersebut dan tuntutan ke- mampuan kompetitif tinggi akan sumber daya manusia. Ia mengatakan, untuk meng- hadapi kendala dan tantangan da- lam pembangunan, maka pihak- nya mengharapkan adanya ban- tuan dan dorongan dari instansi terkait atau kalangan swasta, se- hingga perkembangan pemba- ngunan maupun ekonomi di pro- vinsi ini maju pesat. Anggota komisi B DPRD I Jateng Kristanto mengimbau agar jajaran instansi terkait di provinsi ini untuk ikutserta memikirkan dan meminimalkan tantangan atau kendala yang dihadapi Ja- teng dalam memajukan pemba- ngunan dan perekonomiannya. "Tanpa adanya keinginan se- jak dini untuk 'mematahkan' kendala maupun hambatan,-ma- ka bukan tidak mungkin investor enggan menanamkan modalnya di Jateng dan malah melirik ke provinsi lain", katanya. Menurut dia, masih banyak sektor yang belum begitu optimal mendukung iklim investasi di Ja- teng, seperti lamanya bongkar muat barang di Pelabuhan Tan- jung Emas Semarang dan klas ja- lan yang belum dapat dilalui truk trailer besar. SUZUKI -
