Tipe: Koran
Tanggal: 1997-06-13
Halaman: 04
Konten
Jumat, 13 Juni 1997 Penerbit Pemimpin Umum/Pendiri Wakil Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Perusahaan Managing Editor Sekretaris Redaksi Redaktur Anggota Redaksi Terbit Tarip Iklan Alamat Telepon Perwakilan Jakarta Perwakilan Banda Aceh SIUPP Dicetak Oleh Yayasan SIKAP PRESS. Harta Susanto. Supandi Kusuma. analisa H. Soffyan.. A. Ali Soekardi Joeli Salim. Paulus M. Tjukrono. H. War Djamil. H. Amir Siregar, H. Kaharudin, H. Bahari Effendy. H. Naswan Effendi, Usman Alie. H. War Djamil, Mulyadi Franseda, H. Ismail Lubis, H. Basyir Ahzar, Buoy Harjo, Agus Salim, H. Azmi Majid (foto). M. Hatta Lubis, Mac. Reyadi MS, Budiman Tanjat, A. Rivai Siregar, Hasan Basri Ns, Timbul O. Simarmata, Johan Jambak, Ismugiman, Idris Pasaribu, M. Sulaiman, Ali Sati Nasution, Samil Chandra, M. Nur, Hermansyah, Aswadi, Faisal Fardede, Kwa Tjen Siung. Hendar Tusmin, Anthony Limtan. Seminggu 7 kali. Rp. 4.500,- per mm/kolom (umum). Rp. 3.000,- per mm/kolom (keluarga). Jalan Jend, A. Yani No. 35-43 Medan. Kotak Pos: 1481. Telex No.: 51326 ANALIS IA. Fax: (061) - 514031, Telegram: ANALISA MDN. Redaksi: 556655 (2 saluran)/511256. Tata Usaha: 554711 (3 saluran)/513554. Frans Tandun, Jln. K.H. Hasyim Ashari. No. 43-A Jak. Pusat Tel. 3446609/3844339/3453912 Fax.: (021) 363388. H. Harun Keuchik Leumiek Jalan Tgk. Cik Ditiro 106 Tel. (0651) - 23839. Fax: (0651) 23839. SK. Menpen No. 023/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1985. Tanggal 24 Desember 1985. P.T. KUMANGO Medan (Isi di luar tanggung jawab pencetak). Tajukrencana Kutipan dengan Dalih Uang Terima Kasih MASALAH pengutipan uang dengan dalih uang terima ka- sih kepada setiap murid yang akan melegalisir atau mengam- bil Daftar Nilai Ebtanas Murni (Dan Nem) maupun STTB, se- tiap akhir tahun muncul ke permukaan dan mewarnai berita berita suratkabar. Tampaknya pungutan liar seperti itu sudah mentradisi di sekolah sekolah negeri maupun swasta. Sangat disayangkan se- jumlah peraturan sudah dilayangkan oleh pihak Kanwil Dep- dikbud ke sekolah sekolah agar tidak melakukan kutipan apa- pun yang dikaitkan dengan penyerahan Dan Nem maupun Su- rat Tanda Tamat Belajar (STTB). Namun masih saja terdengar ada sekolah sekolah yang melakukannya, tanpa merasa takut ditindak oleh instansi pendidikan di daerah ini. Kakanwil Depdikbud Sumut Drs. Soekarno dalam perte- muan dengan wartawan pekan lalu saat mengumumkan ran- king NEM SLTP dengan tegas menyatakan, bahwa pungutan pungutan seperti itu jelas melanggar peraturan. Jika ada seko- lah masih melakukannya, menurut Kakanwil akan diam- bil tindakan tegas. Tindakan itu berupa "pembinaan". Bagi se- kolah negeri kepala sekolahnya akan dipindahkan, sedang ba- gi swasta berupa peninjauan kembali akreditasi perguruan ter- sebut. yang Apa yang dikemukakan Kakanwil itu sudah cukup jelas, bahwa pihaknya tidak akan mentolerir setiap pelanggaran ber- kaitan dengan penyerahan NEM dan STTB itu. Bahkan ia ju- ga berjanji akan mewujudkan tindakan itu nanti pada saat pe- nerimaan murid baru yakni akan ada mutasi terhadap kepala sekolah yang melakukan pelanggaran itu. Namun meski sudah ada sikap tegas dari o. ang nomorsatu di jajaran pendidikan Sumut itu, masih saja ada sementara se- kolah terutama negeri yang berani melakukan pengutipan da- lam penyerahan atau melegalisir Dan Nem dan STTB dengan dalih uang terima kasih. Apapun alasannya, menurut hemat kita setiap pengutipan dilakukan tanpa dilandasi ketentuan yang jelas tidak da- yang pat dibenarkan. Jika alasan untuk keperluan pengadaan sara- na dan prasarana sekolah atau kesejahteraan guru, seyogianya- lah pengutipan itu dimusyawarahkan lebih dahulu dengan Ba- dan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP-3) sekolah ber- sangkutan bersama sama walimurid. Dan jumlah kutipan hendaknya disesuaikan dengan kemam- puan orangtua murid. Tidak main pukul rata. Sebab orang- tua murid juga tidak sama kemampuan keuangannya sesuai tingkat sosial ekonomi masing masing. Timbulnya keresahan orangtua murid terhadap kutipan ku- tipan umumnya karena dilakukan tanpa musyawarah dan pe- laksanaannya seakan dengan paksa. Jika disebutkan "uang te- rima kasih" tentu jumlahnya sesuai dengan keikhlasan masing masing. Kalau tak ikhlas tentu bukan uang terima kasih na- manya. Bukan ditetapkan dengan jumlah tertentu yang kadang kadang tak terjangkau walimurid yang pendapatannya pas pasan. Adanya pungutan pungutan dikaitkan dengan pengambil- an Dan Nem dan STTB itu mencerminkan sekolah dimaksud kurang dikelola dengan baik. Seakan tak ada program dalam setiap tahun ajaran. Sekolah yang dimenej dengan baik tentu telah memprogramkan sejak awal segala keperluan yang ber- kaitan dengan peningkatan proses belajar mengajar untuk sa- tu tahun pelajaran. Tanpa ada pungutan pungutan di akhir tahun ajaran, apalagi dengan dalih uang terima kasih dan lain lain. Tegasnya kutipan apapun namanya tanpa musyawarah de- ngan walimurid merupakan pelanggaran yang perlu ditindak tegas, Jika perlu Kakanwil Depdikbud Sumut tidak hanya me- lakukan tindakan administratif kepada oknum yang melaku- kan perbuatan tersebut. Tapi juga menempuh jalur hukum sam- pai ke pengadilan agar hal yang sama tidak terjadi lagi di ke- mudian hari. Surat Pembach. ucapan Saya tahu saya harus me ngawas ujian anak-anak murid Nama dan alamat harus jelas Sertakan Fotokopi KTP Saudara Sopir Mobil BK 1207 NH (Merah) Datanglah! JARAK antara rumah dengan tempat saya mengajar cukup jauh, yaitu Tanjung Morawa ke Jln.Dr.Mansyur, Medan Sela yang. Hari Senin (9/6) naas menimpa diri saya. Setiba di Jalan Brigjen Katamso, jika dari arah Kampung Baru ke Istana Maimoon, lewat sedikit Jln. Pelangi (simpang), depan pelukis Hardy, tiba-tiba saja mobil kijang putih bernomor polisi BK 1207 NH (Plat merah) mendadak minggir di depan sepeda motor yang saya kenderai terkesan ia kelewatan maju. Tentu saya harus mengelak ke kanan untuk mene ruskan perjalanan. Tapi sopir ki- jang tiba-tiba mundur, bamper belakangnya menghantam saya. Saya jatuh terkepit dan spon- tan menjerit. Lima kali saya berteriak." Maajuuu....!" Tapi sopir kijang malah mendiamkan mobilnya. Kaki sebelah kiri saya benar-benar masih dalam posisi terjepit amat sakit. Agak lama keadaan itu, sebem akhirnya sang sopir tancap gas dan kabur. Saya masih sangat bersyukur karena sempat melihat nomor polisinya. Sepeda motor saya dipinggir kan orang lain. Dengan amat kesakitan saya merayap ke sisi kiri jalan. Dipan pertokoan itu saya catatkan nomor polisi mobil Menanggapi Tulisan yang kabur. Sepuluh menit saya Sdr.Alfian Salim pegangi kaki sambil pasrah lalu mengurutnya dengan berulang Mengenai Tissu "" saya. Saya yakin saya dapat meneruskan perjalanan, lalu saya berangkat. Saya hanyalah seorang guru yang hidup sederhana. Oleh karena itu saya sangat berharap ketulus ikhlasan Saudara sopir untuk datang baik-baik menemui saya. Mengapa Saudara lari, sedangkan saya telah Saudara sakiti? Setipis itukah rasa kemanusiaan Saudara?. Tak ada niat saya buat mem- balas dendam. Oleh karena itu, datanglah Saudara. Tak usah ke rumah saya di Tanjung Morawa. Datanglah ke sekolah tempat saya mengajar. Setiap hari saya ada di sana, sekali pun nanti libur. Tapi jika Saudara memang tak berniat baik, saya akan selalu berusaha untuk mendapatkan. Secara hukum saya telah melapor. Adi Negoro, seketika URC telah ke TKP. Tak ada yang kebal hukum wahai Saudara! Jika ti dak, saya juga tampaknya harus minta tolong kepada Ibu-ibu di yayasan tempat saya mengajar. Sebab kejadiar. Senin pagi sekitar pukul setengah delapan itu benar sangat menyakitkan. Sekali lagi, datanglah..... DRS.SUPRI HARAHAP Guru di Yayasan Dharma Pancasila Dharma Wanita Propinsi Sumut Jln Dr Mansyur 71 A Medan 00000 TULISAN Alfian Salim mengenai "tissue" (tisu jika ANALISA Narapidana Masih Punya Kesempatan Menjadi PNS "Nasib serupa juga dialami penerimaan pegawai/petugas Pe pungut oleh keluarganya yang mau men- tumkan (1). Peserta yang telah Tahun 1976 tersebut ada di berhasil menyelesaikan latihan kerja, diberikan sertifikat oleh Departemen Tenaga Kerja. (2). Bekas Narapidana yang telah berhasil mengikuti rehabilitasi sosial dan resosialisasi diberikan sertifikat oleh Departemen Sosial. Dalam Fasal I dan Fasal 5 berarti, sekembalinya eks Nara pidana ke tengah-tengah masya rakat, dapat di tampung bekerja sesuai dengan kemampuannya. Keputusan Bersama ke tiga Kementerian tersebut, membuat hilangnya was-was serta ke khawatiran eks Napi bahwa hidupnya akan suram. Sudah ten- tu dengan syarat : para eks Napi harus benar-benar berlaku baik dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya yang melanggar hukum. MANTAN Menteri Kehakiman (Menkeh) RI Ismail Saleh SH, beberapa waktu lalu pernah memberikan pendapatnya :" Arah penegakan hukum di In- donesia sudah benar. Sekarang tinggal menyempurnakannya yang membutuhkan kesabaran. Oleh karena itu jika ada yang merasa tidak puas, boleh-boleh saja dan itu wajar." Demikian Ismail Saleh usai acara pelun- curan buku tentang dirinya September 1996. Pendapat itu sudah tentu di dasarkan atas pengalaman ketika beliau masih aktif sebagai Menkeh. Secara jujur kita pun menilai, semasa Ismail Saleh menjabat Menkeh ada upaya yang sangat menonjol di dalam penataan bidang lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (LP), ke arah pembenahan kehidupan para Na rapidana (Napi). Itu dapat dilihat dengan tercip- tanya Keputusan Bersama Tiga Menteri. Antara Menteri Keha kiman RI, Menteri Tenaga Kerja RI, Menteri Sosial RI. Masing- masing ditandatangani oleh Ismail Saleh,SH, Sudomo dan Nani Sudarsono SH, pada 15 Oktober 1984. Keputusan bersama itu sangat terasa manfaatnya bagi para Napi terutama yang telah selesai men- jalani masa vonisnya. PP NO.6 TAHUN 1976 Dapat kita lihat melalui Fasal I disebutkan Program latihan kerja sebagai salah satu usaha persiapan Narapidana kembali ke masyarakat serta rehabilitasi dan resosialisasi bekas Narapidana dan anak Negara, diselenggara kan dalam bentuk kerjasama an- tara Departemen Kehakiman RI, Departemen Tenaga Kerja RI dan Departemen Sosial RI. Kemudian dalam Fasal 5 dican- SETELAH usai melewati pe milu, yang ditandai dengan keberhasilan meraih kemenangan spektakuler, selanjutnya Golong an Karya (Golkar) akan meng hadapi tantangan yang lebih berat yaitu menyiasati dan memberan- tas secara tuntas berbagai bentuk penyelewengan yang potensial menyengsarakan rakyat. Pengamat politik UI Prof Budyatna misalnya, menandas kan, kemenangan Golkar menye babkan OPP tersebut harus mewujudkan janji dan program yang dijualnya saat kampanye yakni pemberantasan korupsi, kolusi, dan manipulasi. "Jadi jangan sampai kedengaran lagi alasan klasik, bahwa tidak ada negara di dunia ini yang bebas korupsi dan kolusi", sindir Guit Deli Analisa (3/6). *** MEWUJUDKAN janji-janji, apalagi janji yang tidak tertera hitam di atas putih, memang bukanlah pekerjaan mudah. Bah kan tidak jarang, janji-janji semacam itu hanyalah sekadar menghibur belaka demi membuai dan menyenangkan masyarakat agar tertarik kepadanya. Fenomena sedemikian ini juga lazim berlaku di negara-negara lain, seorang kandidat presiden atau perdana menteri, dalam kampanye mengumbar janji-janji kepada massa agar mau memilih nya. Dan tatkala terpilih, janji- janji tadi akhirnya hanya tinggal sekadar janji belaka. Tentu fenomena yang terdapat di negara asing tadi, tidaklah semestinya ditiru Golkar, sebab Pancasila dan UUD '45 sebagai kerangka acuan kita dalam ber- bangsa dan bernegara, tidak menghendaki munculnya manu sia-manusia yang suka berbohong dan menghalalkan segala cara un- tuk meraih kemenangan. dilidah-indonesiakan) di harian ini tgl.05-06-1997 amat menarik. Dalam dunia serba mutakhir kini, insan Indonesia pun memang sudah ikut menerapkan sikap untuk mudahnya" sehingga meman faatkan dan menikmati kemudahan kemudahan hidup yang tersedia seperti tisu tadi. Hanya saja tulisan itu masih terbatas mengulas terutama mengenai pengguna atau kon- sumen, seleranya, jumlah pemakaian dan biaya. 35 Karena dikaitkan dengan ling kungan hidup, bagaimana kalau tulisan itu dikembangkan dan dilengkapi dengan kajian perihal beberapa kilogram perorang per tahun pemakaian misalnya secara nasional, beberapa ton bubur ker- tas diperlukan untuk menghasil Lebih jauh lagi, sekalipun tisu tidak menimbulkan pencemaran seperti limbah plastik, tisu larut dalam tanah dan air atau menjadi bagian dari lumpur yang pada gilirannya sebagian besar (?) larut ke dalam parit parit dan mungkin menjadi sebab pence maran lingkungan termasuk banjir. Sejalan dengan Keputusan Ber- sama tiga Menteri tersebut, lebih dipertegas lagi apa yang dikemu kakan Menteri Kehakiman Oeto- jo Oesman SH: Menurut hemat kita penting juga harus diperhatikan mengenai Tantangan Golkar Pasca Pemilu Oleh: Agus Salim Ujung Catatan tambahan kegemaran memakai tisu kini juga telah menggusur kata yang semula lazim dipakai untuk benda peng- elap tangan, yakni servet atau serbet. Terima kasih CORNELL R.H.TOBING Helvetia Raya 151 Medan, 20214. 00000 "Para eks Narapidana, asal bukan pelaku tindak pidana jabatan, seperti membocorkan rahasia atau makar, bisa diterima jadi pegawai negeri sipil (PNS). Kemungkinan diterima sebagai pegawai negeri itu tetap terbuka." Demikian Menkeh Oetojo Oes man kepada pers seusai meng hadiri pemberian remisi kepada sementara Narapidana di LP kelas I Cipinang, beberapa tahun lalu. Apa yang dikemukakan Men keh Oetojo Oesman, sesuai dengan PP.No.6 Tahun 1976 ten- tang pengadaan PNS. Dalam PP No.6 Tahun 1976 itu. Dari 11 butir huruf Pasal 3 tentang persyaratan pengisian formulir lowong dalam penga- daan PNS, jelas bahwa setiap eks Narapidana tetap memiliki hak yang sama. Pada butir c Pasal 3 PP.No.6 Butir-butir nilai Pancasila sangat kental dengan nuansa religiusitas. Itulah sebabnya masyarakat kita dikenal sebagai masyarakat beragama, beradab, dan memiliki tata-krama yang tinggi. Identitas bangsa yang amat dikenal itu selayaknya dapat disosialisasikan Golkar dalam kiprahnya membangun negeri ini. nyatakan "tidak pernah di Oleh : Rahmad Prihatin masyarakatannya (walaupun berlakunya sistem hukum penjara atau kurungan 1994, yang dituangkan di dalam berdasarkan keputusan penga tidak perlu dicantumkan di dalam UU). Tamatan atau pendidikan apa. dilan yang sudah mempunyai Kepmenkeh (Keputusan Menteri Kehakiman) No.M.01/HN.02. kekuatan hukum yang tetap, 01/1994 tanggal 28 April 1994. karena melakukan sesuatu tindak Inti dari Kepmenkeh tersebut : pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana yang ada hubu memberikan peluang bagi Nara pidana, yang terkena hukuman ngannya dengan jabatannya." Sedangkan pada butir d Pasal yang dinyatakan pula:" tidak pernah terlibat dalam suatu gerakan yang menentang Pan- casila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah." PENDIDIKAN PETUGAS penjara seumur hidup" untuk mendapatkan "remisi" juga. Di "" mana terlebih dahulu meminta "gerasi" kepada Presiden, agar supaya "pidana penjara seumur hidup" bisa diturunkan jadi "pidana penjara sementara." Kenyataan dari Kepmenkeh No.M.01/HN.02.01/1994 itu, telah diberlakukan terhadap man- tan Menlu Soebandrio dan man- tan men. Pangau Omar Dhani. FUNGSI PETUGAS PEMASYARAKATAN Pada sisi lain Menkeh Oetojo Oesman SH, telah mengemu kakan RUU (Rancangan Undang - Undang) Pemasyarakatan, ten- tang status petugas Pemasya rakatan. PEMASYARAKATAN. Sesuai apa yang dikemukakan Menkeh Oetojo Oesman, nampak jelas bahwa pemerintah berupaya untuk memperbaiki hak-hak para Narapidana. Justru pemerintah juga meng himbau kepada masyarakat supaya menyadari, tidak sedikit Narapidana di antaranya yang benar-benar mau dan menyadari kesalahan-kesalahannya, kemu- dian mengikuti program program pendidikan yang ada di LP. Ada sementara Narapidana yang sejak masuk ke LP, tidak pernah mengenal huruf "alif lam", lalu tekun belajar ngaji. Akhirnya beberapa tahun kemu- dian bebas bisa menjadi da'i (pen- dakwah). Yang tidak pernah sekolah membaca huruf latin kemudian mengikuti paket A selama di LP lalu pandai mem- baca koran dan lain lain. PERKEMBANGAN teknolo- gi informasi akan memberi nuan- sa pada abad ke-21 mendatang. Melalui sistem teknologi informa- Apabila di teliti tidak semua Narapidana itu benar-benar memang berprofosi penjahat. Paling tidak keterpaksaan, ikut- ikutan tanpa kesadaran yang mendalam. Mungkin ditarik dari pertim bangan-pertimbangan tersebut, Pemerintah cq Departemen Ke hakiman - pada dekadenya Men keh Oetojo Oesman SH, tahun kemudian dijadikan sebagai legitimasi dalam melakukan ber- bagai hal, yang pada akhirnya menyebabkan masyarakat "men- jerit" dan mengalami ketersiksaan secara moral dan material. Bila hal ini yang terjadi berarti telah terjadi pengingkaran janji. *** "Karena merupakan rangkaian penegakan hukum, lebih-lebih kalau dikaitkan dengan -in- tegrated criminal justice system - maka sangat wajar apabila pe tugas Pemasyarakatan dipandang dan diterima sebagai salah satu unsur penegak hukum." Hal itu ketika Menkeh Oetojo Oesman mengemukakan di dalam Rapat Paripurna DPR RI dua tahun lalu. RUU Pemasyarakatan tersebut merupakan " angin baru," bagi setiap petugas Pemasyarakatan, yang mungkin sudah disyahkan dan disetujui oleh DPR RI dan Presiden, sebagai Undang- Undang (kemungkinan penulis alpa mengenai pengesahan tersebut). pu lebih mengefektifkan sosial kontrol di kalangan internal, In- trospeksi ke dalam ini akan lebih memudahkan bagi Golkar dalam menata langkah ke depan sehing ga pada masa mendatang tetap eksis dan unggul dalam per- caturan politik di tanah air. Karena dominasi keputusan politik dan kebijakan di berbagai bidang (ekonomi, pendidikan, so sial-budaya) berada di tangan Golkar, dengan sendirinya baik- buruknya citra bangsa kita di mata dunia akan sangat tergan- tung pada kinerja Golkar dalam menyiasati berbagai masalah yang ada di negeri ini. TANTANGAN untuk mem berantas secara tuntas korupsi, kolusi, dan manipulasi jelas merupakan pekerjaan yang amat berat bagi Golkar sebab yang melakukan korupsi dan berbagai bentuk penyelewengan tadi ter- masuklah Sebagai contoh, dalam bebera dalam hara kader Golkar, yang pa tahun belakangan ini bangsa kita berdasarkan survei berbagai oknum. lembaga penelitian mancanegara ditempatkan pada kualifikasi negara yang cukup tinggi tingkat korupsinya. Fakta ini sudah barang tentu amat mengkhawatir kan sekaligus menggelisahkan. ini disebut moonte hit Jadi yang melakukan penyele wengan itu bukanlah Golkarnya tetapi oknumnya. Masalahnya, bagaimana kalau oknum yang menyeleweng ini amat banyak jumlahnya. Tentu apa pun dalihnya merupakan tugas Golkar untuk secara tuntas segera menyiasati dan melakukan upaya nyata menghilangkan berbagai borok yang menggerogoti tubuh nya sendiri. NAIKKAN NILAI Hilangnya matematika dalam Rochim, justru menaikkan nilai Kurikulum 1994, menurut Abdul non-matematika di banding tahun lalu. Dengan demikian, nilai ku- mulatif siswa SMU IPS relatif sa- ma seperti tahun sebelumnya. "Dihilangkannya matematika da- lam kurikulum tidak mempenga- ruhi hasil Ebtanas siswa SMA IPS Di tengah persiapan serius menghadapi tantangan global yang ditandai dengan persaingan bebas, kita justru masih bergelut dengan berbagai persoalan inter- nal bangsa (kualitas SDM). Men- tal birokrat dan kecenderungan korup ini niscaya akan dapat dihilangkan manakala Golkar me mang serius memegang janjinya : secara konsisten berupaya mewu- Oleh: Fahrizal Halomoan BUKU MASIH DIPERLUKAN Namun Kepala Perpustakaan The British Council Jakarta, Ja- ne E. Campbell, MLS, dalam ke- sempatan seminar tersebut mene- pis kekhawatiran sebagian pusta- kawan tradisional akan punahnya bahan-bahan tercetak seperti bu- ku akibat membanjirnya media informasi elektronik, sehingga da- pat mengurangi pekerjaan atau kegiatan pustakawan. SMA, SMEA, IKIP atau me mang ada pendidikan yang khusus dalam jurusan Pemasya rakatan. Sehingga kelanjutan tugasnya di Pemasyarakatan tidak terlalu sulit untuk di tatar maupun dididik untuk meningkat kan kemampuannya sesuai de ngan tujuan dari Lembaga Pe masyarakatan itu sendiri. Petugas Pemasyarakatan bu kan hanya berfungsi sebagai pegawai negeri, akan tetapi lebih dari itu memiliki rasa tanggung jawab kemanusiaann, untuk "ber upaya mengembalikan jiwa manu sia" yang salah kaprah berbuat modus operandi melanggar hu kum. Abdul Rochim mengakui, ada lah tidak tepat membandingkan nilai kumulatif Ebtanas matema- tika 1997 dengan Ebtanas tahun 1996. Alasannya, tuntutan kuri- kulumnya berbeda, mengingat, pe serta Ebtanas kelas III SMU ta- hun ini merupakan peserta Ebta- nas pertama yang menggunakan Kurikulum 1994. Kedudukan LP bukan mutlak sebagai "penjara," akan te tapi merupakan wadah (education house). Kendati dalam demokrasi Pan casila tidak dikenal apa yang disebut partai pemerintah dan partai oposisi, namun harus diakui dominasi Golkar di legislatif, dengan sendirinya akan menyebabkannya lebih leluasa da lam melakukan apa saja yang diinginkannya. (19) egna Dengan posisinya itu, praktis Golkar bisa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) serta bisa pula mensahkan kebijakan yang diajukan. Masalahnya, tak jarang terdapat beberapa kebijakan yang tak sesuai dengan kehendak rakyat alias masih memerlukan penyempurnaan, tetapi disahkan juga. Agaknya dalam hal inilah dituntut peran maksimal Golkar untuk menghambat setiap kebi- jakan dan aturan yang berten- Jangan sampai di dalam diri tangan dengan suara rakyat. Golkar terdapat pula pemeo : Sebaliknya jangan sampai maling teriak maling. Dalam hal dominasi dan kekuatannya itu ini Golkar sudah selayaknya mam Perkembangan Teknologi Informasi Pengaruhi Perpustakaan "Memang tidak tepat mem- bandingkan nilai Ebtanas 1997 dengan 1996 karena kurikulum- nya berbeda. Tetapi, dengan hi- langnya matematika dalam kuri- kulum malah meningkatkan nilai ratanya tidak ada masalah", tu IPS. Jadi kalau dihitung rata- turnya. Oleh karenanya petugas Pe masyarakatan bukan seperti pegawai-pegawai pada kantor- kantor lain. Terutama tidak berhati keras, jauh dari sifat-sifat membenci dan bukan sebagai tu kang pukul. Setidak-tidaknya memiliki rasa kejiwaan (psycho logy). Karena yang dihadapi di LP itu berbagai tingkah-laku manusia. Mereka-mereka itu perlu digugah atau disadarkan kembali jati diri kemanusiannya, justru dalam menyadarkan para Narapi dana itu bukan dengan bentakan- bentakan atau caci maki serta pukulan. Disinilah pentingnya tanggung jawab petugas Pema syarakatan. HENTIKAN KUTIPAN KUTIPAN Paling menonjol sekarang ini hampir pada setiap LP dan Rutan judkan pemerintahan yang bersih (clean government) dan berwiba wa. ton pula kayu dibutuhkan untuk Matematika tidak Pengaruhi karena nilai kumulatifnya relatif "Nilai rata-rata di sekolah ung- sama ujar nya. jumlah bubur kertasnya yang berarti sekian luas hutan yang pohonnya harus ditebang untuk keperluan itu. gulan memang di atas re- guler. Namun secara sepintas se- kolah reguler tahun ini meng- alami peningkatan dari rata-rata 4,6 menjadi 5,2", paparnya. KRITERIA Hasil Ebtanas SMU IPS KEKHAWATIRAN sejumlah siswa SMA IPS mengeluh tentang kalangan pendidikan bahwa akan "menghilangnya" mata pelajaran banyak peserta Ebtanas dari pro- matematika dalam Kurikulum 94 gram studi IPS di SMU tidak lu- untuk kelas III IPS, mengingat lus karena "tersandung" mate- matika agaknya tidak terlalu ber- materi matematika selain diebta- alasan. Di Jakarta, nilai Ebtanas matematika siswa SMU IPS me- nunjukkan angka yang relatif sa- Selain itu, kalangan pendidik ma dibanding tahun lalu yakni juga khawatir akan banyak peser- berkisar 3-4,6. ta Ebtanas dari programstudi IPS "Dihilangkannya matematika di SMU tidak lulus karena tersan- dung matematika. naskan juga diujikan dalam UMPTN (Ujian Masuk Pergu- ruan Tinggi Negeri). dalam kurikulum tidak mempe- ngaruhi hasil Ebtanas SMU IPS. Secara sepintas, nilai matematika- lalu", kata Kabid Pendidikan nya relatif sama dibanding tahun Menengah Umum Kanwil Depdik bud DKI Jakarta, Drs Abdul Ro- chim, di Jakarta, Senin (2/6) ke- tika ditanya mengenai nilai Ebta- nas matematika siswa SMU IPS di Jakarta. Seperti diberitakan, sejumlah (Rumah tahanan Negara), masih "" ruang atau dinding. akan cocok, dan untuk itu perpus- si dan elektronik yang canggih dia informasi suatu saat harus lagi terlalu membutuhkan sekat dimana format elektronik tidak orang akan semakin mudah me- mampu menyesuaikan diri terha- nemukan informasi yang dibutuh- dap berbagai perubahan tersebut. Kegiatan perpustakaan berupa pe- nataan koleksi dan pelayanan pro- kan. Bahkan, orang akan merasa- kan betapa jarak antar negara se- makin dekat seolah tanpa batas untuk saling berkomunikasi. Mi- salnya, melalui sistem komputer duknya harus berani merubah sis- tem dari yang tradisional menja- di moderen. Sebab, suatu saat pengguna Karena untuk menyimpan me- dia-media yang umumnya berupa takaan akan masih tetap diguna- kan untuk menyimpan buku-buku CD-ROM atau disket-disket mini cukup praktis dalam kotak-kotak tersebut, untuk mengatur agar da- standar khusus. "Kalau pun di- bantu pengguna untuk mendapat- pat digunakan dan untuk mem- perlukan ruangan barangkali cu- kan buku-buku tersebut," tandas yang sudah masuk ke dalam ja- perpustakaan akan dipengaruhi pustakaan USU, Drs. A. Ridwan ma 3 x 4 meter," kata Kepala Per- Jane yang menyajikan makalah- ringan Internet, seseorang cuma nya pada sesi pertama. berhadapan dengan layar monitor untuk menemukan informasi yang PENERBITAN ELEKTRONIK aktual diberbagai belahan bumi. Menurut Drs. A. Ridwan Si- Boleh dibilang, abad-21 ini regar, SH, MLib, sejumlah bahan- bahan telah diterbitkan atau diha- terlihat berbagai perangkat keras dan lunak dari sistem teknologi silkan dalam bentuk elektronik termasuk penyebaran karya pre- informasi canggih akan mewarnai setiap lini kegiatan. Akibatnya, print dari para pakar, dan peng- alihan bahan berbasis cetak yang besar kemungkinan akan memba- wa perubahan pola dan sistem pa- sudah pernah diterbitkan ke da- da berbagai lembaga, terutama lam bentuk elektronik. Makalah- pada lembaga-lembaga pengelola makalah simposium atau konfe- dan penyedia informasi. rensi, jurnal dan produk multime- dia lainnya banyak dikembangkan PERPUSTAKAAN TANPA dan ditawarkan dalam bentuk DINDING elektronik. Penerbitan elektronik akan merupakan hal yang umum terutama di lembaga-lembaga Siregar, SH, MLib. pada sesi ke- dua seminar sehari yang bertajuk "Peranan perpustakaan Pada Abad 21", beberapa waktu lalu di Perpustakaan USU. oleh situasi yang konpetitif, mem- buat masalah penghematan wak- tu menjadi penting untuk diper- hitungkan dalam percaturan ke- giatan usaha. Sehingga untuk membaca di perpustakaan peng- guna akan lebih tertarik pada sis- tem yang bersifat- real-time. Mungkin karena jenuh dengan bacaan-bacaan dalam bentuk ter- cetak pengguna akan tiba pada pi- lihan yang bersifat elektronik. Bukanlah suatu hal yang mus- tahil kelak semua media informasi yang berbasis cetak akan beralih tipe kepada media yang berbasis Perpustakaan yang kerap di- elektronik. Dengan demikian mo- dengungkan sebagai pusat penye- del bangunan perpustakaan tidak Pemerintah bersih dan ber- wibawa hanya akan dapat diwu judkan bila segala bentuk korup- si, kolusi, manipulasi dapat dikikis habis. Bagaimana mung kin arapat akan berwibawa jika kebijakannya justru tak "populer" di mata masyarakat.? "Buku masih akan tetap digu- nakan untuk mendapatkan kete- rangan yang rinci atas suatu sub- kreasi, jek, atau membaca untuk Karenanya tradisi sogok- menyogok tidak pada tempatnya lagi ditolerir. Tradisi negatif ini harus diganti dengan mengem- bangkan sikap apresiatif (meng hargai) kreativitas dan reputasi seseorang. Misalnya dalam rek rutmen pegawai negeri, kalangan generasi muda hendaknya dapat diberi kepercayaan untuk mengem bangkan karir di instansi pemerin- tah tanpa harus membekali diri dengan uang sogoku bus si Dalam pada itu para pegawai negeri yang secara faktual memiliki monoloyalitas terhadap Golkar hendaknya dapat menya dari kedudukan dan statusnya sebagai abdi negara dan masya rakat sehingga tidak lagi bersikap arogan terhadap warga masyara kat yang memiliki urusan dengan nya. an".Kejadian seperti itu hampir jenguk, sebab harus membayar petugas dulu dan mana pula harus membiayai kebutuhan Narapidana untuk membayar ini dan itu di dalam LP." NAPI ADALAH SUBYEK Untuk menghadapi kurun waktu dalam perjalanan tahun 2002, sudah tiba saatnya" budaya langgeng kutipan" pada LP LP maupun Rutan - Rutan mendapat perhatian serius dari Menkeh dan Kakanwil Dep.Kehakiman setem pat. Pembinaan mental pegawai negeri (birokrat) ini menjadi kewa- jiban Golkar sebab setiap kali pemilu, mereka ini cukup setia berada di belakang Golkar. Na mun di sisi lain monoloyalitas terhadap Golkar ini hendaknya di seluruh Propinsi tanpa kecuali di Jakarta. ni)nya 7,5- ke atas, B bila nilai- nya 5-7,5 C bila 3,5 sampai 5 dan D jika D nilainya 3,5 ke bawah. Ditanya berapa sekolah yang berkategori A,B,C dan D, Abdul Rochim mengaku belum tahu. "Saya tidak tahu karena datanya baru dikumpulkan, "tandasnya. Di Jakarta pungutan itu ter- dapat di LP.Cipinang demikian juga di Rutan Salemba. Sedangkan di daerah Sumatera Utara (Sumut) di LP.Tanjung Gusta, yang dikategorikan sebagai LP.Kelas I buat daerah Sumut. Pada LP.Binjei, yang di- juluki dengan LP.bersih dan baik. Di Rutan Pangkalan Beran- dan, Rutan sebelah LP.Tg.Gusta dan kemungkinan juga kutipan- kutipan itu terjadi pada LP-LP yang ada di Tingkat II. Ketika Prof.Dr. Baharuddin Lopa, menjabat selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan, beliau sangat menentang pungutan pungutan tersebut. Ditanya mengenai nilai Ebta- nas di sekolah unggulan Jakarta, Abdul Rochim mengatakan, nilai rata-rata di 6 sekolah unggulan Jakarta sama seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu di atas angka 7. (SK) Namun sampai saat ini pu ngutan - pungutan itu masih tetap dilakukan, sepertinya rutine dibuat sebagai "budaya langgeng kutipan." Mungkin ketika itu Baharuddin Lopa menentangnya melalui dialog lisan, tanpa di tuangkan di dalam SK. Di dalam suatu Seminar Na- sional Pemasyarakatan III di Serena Kalibonso SH sebagai Jakarta beberapa waktu lalu. Rita salah satu pembicara, mengemu kakan melihat masalah pembi- naan terhadap Napi, sebagai suatu realitas yang mem- prihatinkan. Beda dengan teori dan keterangan resmi. "Berurusan dengan kehidupan di LP dan Rutan bisa membuat mata terbelalak,, karena penuh dengan soal birokratis dan pengeluaran uang. Sebab dalam praktek fasilitasnya, yang seharusnya menjadi hak adalah Narapidana, ternyata hanya bisa diperolehnya dengan memba yar." hanya berlaku dalam pemilu sa- ja, dan tidak perlu dipraktekkan di saat menjalankan fungsi dan kedudukannya sebagai abdi ne gara. *** PADA pemilu mendatang (2002) dapat dipastikan kalangan pemilih khususnya pemilih pemu la, akan lebih kritis dan "berani" dalam bersikap atau tepatnya akan lebih mandiri. Dalam men- jatuhkan pilihannya, mereka akan lebih bebas dari pengaruh- pengaruh faktor eksternal. Di lain pihak masyarakat pun akan semakin cerdas dan tak lagi gampang dipengaruhi. Keadaan ini dengan sendirinya akan mem- buat masyarakat tak lagi mau menerima begitu saja, segala sesuatu yang bersifat janji-janji dan omongan kamuflase belaka. Masyarakat yang semakin ra- sional ini lebih butuh bukti dan karya nyata. Berbekal aset sumberdaya ma nusia yang dimilikinya, diyakini Golkar akan dapat memerangi ber yang menghasilkan karya tulis se- perti universitas. Orang kini semakin merasa- kan betapa banyaknya dokumen yang tadinya berupa unpublished, tapi sudah banyak yang disajikan untuk umum melalui internet. "Cara ini akan menjadikan orang supaya betul-betul menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas 'se- bab karya yang disajikan ke Inter- net merupakan karya pilihan dan berbobot," katanya. OCLC Salah satu badan konsorsium perpustakaan terbesar di dunia, Online Computer Library Centre (OCLC); yang beranggotakan le- bih dari 6.000 perpustakaan, yang melayani pengatalogan dan re- source sharing, yang memiliki se- kitar 24 juta cantuman katalog dan mengelola sekitar 7,6 juta pinjam antar perpustakaan; me- rencanakan akan mendistribusi- kan secara elektronik lebih dari 125 judul jurnal, 90% diantaranya Halaman 4 Dengan demikian perjalanan Golkar dalam konstelasi politik di tanah air akan sangat tergantung kepada sejauh mana kemampuan Segenap Kader Golkar hen- nya meningkatkan kesejahteraan daknya menyadari, betapa seluruh ekonomi masyarakat kecil dan rakyat Indonesia saat ini me menengah. Pemberdayaan ekono nunggu dan sekaligus akan mi ini akan dapat berjalan mulus melakukan penilaian, sejauh manakala pemberantasan penyele mana Golkar mampu meningkat wengan di berbagai aspek dapatkan kesejahteraan rakyat. Apabila dihapuskan. harapan masyarakat ini tak dapat direalisir, maka Golkar pun harus bersiap untuk menerima kritik dan caci-maki. Abdul Rochim mengemuka- kan, mulai tahun ini Kanwil Dep- dikbud DKI Jakarta mengganti kriteria pengukuran mutu sekolah dari sekolah papan atas, mene- ngah dan bawah menjadi sekolah kategori A,B,C dan D. Alasan. penggantian itu, kata Kabid Dik- menum DKI Jakarta, hanya su- paya lebih enak didengar. Krite-. ria sekolah kategori A bila rata- rata NEM (Nilai Ebtanas Mur- taan dan pemenuhan tenaga kese hatan dikawasan segitiga pertum- buhan khususnya, tambahnya, Akademi Keperawatan Griya Husada membuat terobosan Untuk mengantisipasi permin- Karena sangat memalukan se kali dan tidak pada tempatnya, jika keluarga berikut Napi nya yang di dalam kesusahan/kepri hatinan itu harus turut menang- gulangi kebutuhan hidup para petugas Pemasyarakatan. Sebab Negara (Pemerintah) sudah memperhitungkan sedemi kian rupa santunan (gaji) berikut tunjangan yang diberikan kepada petugas Pemasyarakatan, juga tanpa mengabaikan sebagai pe ngabdian aparat terhadap tanah air, bangsa dan negara sesuai dengan ikrar/sumpah yang per- nah dilafaskan. Terlebih-lebih perbuatan tersebut tidak sesuai 1945. dengan jiwa Pancasila dan UUD "Beberapa produser sudah mulai merancang sistem guna me- lahirkan publikasi yang baru dan konpetitif. Antara lain sudah ada 100 judul jurnal yang telah diter- bitkan secara elektronik dalam bi- dang science, teknologi dan kese- hatan sejak tahun 1995", ungkap Drs. A. Ridwan Siregar, sembari menunjukkan contoh bahan refe- MELEK KOMPUTER Melihat kecenderungan abad 21 yang demikian, Jane E. Camp- bell, MLS mengharapkan agar pustakawan berusaha memiliki rensi yang pernah diperolehnya paket keahlian yang lain daripa- da keahlian yang dimiliki saat ini. dari Internet. Menurutnya, paling sedikit se- mua pustakawan haruslah melek komputer. "Hal ini menjadi dasar pengetahuan dalam mengenal pe- rangkat keras untuk berbagai me- dia, dan berbagai produk perang- kat lunak," tambahnya. Paling tidak, katanya, pusta- kawan perlu mengadakan kerjasa- ma dengan para ahli komputer, karena tidak semua masalah dan gangguan komputer dapat dipa- hami pustakawan secara men dalam. "Kita masih kekurangan tena ga kerja terdidik untuk dikirim ke luar negeri," kata Direktur Akade mi Keperawatan Griya Husada Batam dr. Ibrahim, Msc, di Batam, Jumat. Menkeh Oetojo Oesman pun menegaskan: "Sistem Kemasya rakatan, pembinaan Napi didasar kan atas falsafah Pancasila. Napi bukanlah obyek, tetapi subyek yang tidak berbeda dengan manu sia lainnya. Napi bukanlah pen- jahat yang harus dibrantas, yang justru harus dibrantas adalah faktor-faktor yang menyebabkan Napi berbuat hal melanggar hukum, agama dan kesusilaan, Sedangkan tujuan pembinaan un- tuk mengembalikan Napi menjadi warga masyarakat yang berguna serta bertanggung jawab." *** dengan menyelenggarakan pen- didikan keperawatan. bagai bentuk penyelewengan yang ada. Bukankah para pakar ekono mi paling hebat di negeri ini juga merupakan kader Golkar? Demiki an pula pakar di berbagai bidang lainnya juga milik Golkar. Jadi pada dasarnya, Golkar tidak akan mengalami kesulitan dalam memberantas korupsi, kolusi, dan manipulasi. Pada akhirnya akan terpulang kepada political will (kemauan politik) dan iktikad baik (good will) Golkar : apakah benar-benar mau melakukan yang terbaik kepada bangsa ini, kendati harus mengorbankan kepentingan dan pertimbangan lain yang mengun- tungkan bagi individu maupun kelompok. Selain itu, kata Ibrahim, keberadaannya di Batam sebagai wujud kepedulian Yayasan Griya Kepada para petinggi Golkar kita berharap, kiranya aktivitas pasca pemilu lebih dokonsentrasi kan pada upaya pemberdayaan rakyat dari sisi politis dan ekonomi. Dan sudah selayaknya pula jika Golkar dapat tampil sebagai pelopor keterbukaan dan demokratisasi. Akper di Batam Arahkan Lulusannya Menembus Pasar Luar Negeri ditawarkan secara cuma-cuma. Menurut Ridwan, lembaga ini ju- ga merencanakan untuk menjadi pusat penyimpanan dan penemu- balikan teks digital terbesar yang diperlukan pada tahun 2000. AKADEMI Keperawatan di Husada untuk mengembangkan Batam mengarahkan para lulusan pendidikan di Batam, khususnya nya untuk menembus pasar luar di bidang kesehatan. negeri seperti Malaysia, Singapura dan Arab Saudi. "Pustakawan dituntut untuk mengenal CD-Write dan teknolo- gi "scanning" sehingga mereka dapat mengatur proyek digitalisa- si, karena beberapa perpustakaan sedang mencari cara untuk meng- hemat ruangan melalui sistem elektronik, atau digital," katanya. (Penulis adalah Ajun Pustakawan Madya pada Perpustakaan USU) Penulis adalah pustakawan pada Perpustakaan USU Medan. Dikatakannya, tanpa ada rasa kepedulian itu, tak mungkin sese- orang mau mengembangkan pen- didikan di Batam, selain wilayah- nya jauh juga memerlukan biaya sangat besar. "Terutama untuk menghadir- kan tenaga pengajar yang umum- nya lebih tertarik untuk bekerja di kota-kota besar," ujarnya. APJATI Yayasan yang mempunyai universitas kedokteran di Lam- pung dan Aceh ini, dalam mem berdayakan para lulusannya telah bekerjasama dengan asosiasi penyalur tenaga kerja (APJATI) untuk menyalurkan tenaga kese hatan keluar negeri. (ant).
