Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-06-13
Halaman: 09

Konten


Jumat, 13 Juni 1997 ILMIAH POPULER Gunung Anak Ranakah Tiba-tiba Muncul dari Perut Bumi mencapai permukaan bumi. Keesokkan harinya baru tam- pak jelas, magma telah menutu- pi lubang letusan' dan menyem- bul di permukaan bumi yang kemudian diberi nama Anak Ra- nakah. Pada malam hari tanggal itu, petani jagung bernama Dioni- sio Pulido terkejut karena ta- nahnya tiba-tiba retak sepanjang 17 meter kemudian dari dalam- nya menyembur abu dan batuan pijar yang panas. Keluarga Pulido kagum atas fenomena tersebut dan sekali- gus menjadi saksi mata dari pe- ristiwa alam yang langka, yaitu fenomena geologi berupa kela- hiran gunungapi. TAK terpeta- kan sebelum-'- nya baik oleh vulkanolog Be- landa maupun oleh pakar gu- nungapi Indonesia, bahwa di Flores barat, NTT, ternyata ada gunung-api yang "tiba-tiba non- gol" dari perut bumi. Secara kasat mata, proses ke- lahirannya diawali pada malam hari 28 Desember 1987 sampai awal 1988. "Bayi" raksasa itu kemudian diberi nama Gunung- api Anak Ranakah. Kisahnya di mulai pada tang- gal tersebut, ketika sebuah ka- wah "mati" bergaris tengah seki- tar 100 meter yang bertengger di antara beberapa kubah lava dan telah menjadi kebun pisang serta cengkeh milik penduduk tiba-tiba terbuka dan menyem- burkan uap. Dalam Edisi Khusus Berita Berkala Vulkanologi, 1992, me- ngenai gunung Anak Ranakah yang disusun Willem Rohi di- nyatakan bahwa letusan perta- ma (28/12-1987) terjadi pukul 22.00 waktu setempat. Penduduk merasakan getaran gempa, disusul kepulan asap hi- tam kecoklatan yang disertai suara gemuruh dan dentuman. Tinggi asap yang terjadi bela- kangan hari diperkirakan antara 3.000-4.000 meter dari titik letu- san. Hujan abu tebal turun di seki- tar lubang letusan dan sebagian kecil menyebar ke arah timur hingga ke Rana Mese sejauh kurang lebih tiga km dari titik letusan. Letusan awal tersebut belum sepenuhnya bersifat magmatik, melainkan masih berupa letu- san uap (freatik) yang bertugas mendobrak lapisan penutup dan melancarkan jalan bagi magma naik ke permukakan. Direktorat Vulkanologi sete- lah mendapat laporan tersebut kemudian menempatkan seis- mograf tiga kilometer dari tem- pat itu. "Akan tetapi, karena tidak ada letusan baru yang berasal dari magma yang disemburkan pada letusan pertama, para pa- kar gunungapi Indonesia pada mulanya berpendapat kejadian 27 Desember 1997 bukan peris- tiwa serius," kata Prof John A. Katili DSc, Phd, FGS Hons, dan Suparto S. Siswowidjojo DSc dalam buku mereka yang diter- bitkan Ikatan Ahli Geologi Indo- nesia (IAGI) pada 1994 "Pe- mantauan Gunungapi di Indone- sia dan Filipina". Ketika asap letusan kemudian kian hitam dan mencapai tinggi 2.000 meter menjelang tahun baru 1988, yang juga disertai peningkatan gempa vulkanik (mencapai 200 kejadian sehari) dengan diiringi 200 letusan kecil, para ilmuwan baru yakin bahwa suatu letusan besar akan terjadi. "Kejadian ini secara drama- tis menandai proses kelahiran sebuah gunungapi baru," kata Katili dan Siswowidjojo. Pada 10 Januari 1988, menu- rut mereka, aparatur pemerin- tah memperingatkan penduduk setempat mengenai kemungki- nan terjadinya letusan. Bupati Manggarai di Ruteng, Flores Ba- rat, menginstruksikan sekitar 5.000 penduduk untuk me- ngungsi ke radius 10 km dari titik letusan. Menurut Rohi, sampai 3 Ja- nuari 1988 letusan kuat tipe frea- tik masih terjadi 17 kali dan 200 kali letusan ringan. Pada 9 Janu- ari tampak sinar api yang kian terang dari titik letusan, menan- dakan bahwa magma sudah Sementara itu, menurut Kati- li dan Siswowidojo, sehari sesu- dahnya, 11 Januari 1988, letu- san besar terjadi, menyembur- kan awan panas yang menyebar sampai radius lima km. Abunya mencapai ketinggian 8.000 meter dan bongkah lava dengan suhu sekitar 1.200 dera- jat Celsius meluncur ke lereng yang curam. Batuan pijar yang berjatu- han di tengah malam dari kubah menimbulkan kepanikan dan memekakkan telinga penduduk yang tidak pernah mengalami kejadian serupa "neraka" itu. "Untungnya, tak seorang pun korban jatuh," kata Katili dan Siswowidjojo. Hujan lebat, sinar api, kabut, dan awan yang rendah menyeli- muti kubah yang sedang tum- buh pada malam hari itu. Pada waktu matahari bersi- nar esok harinya, 12 Januari 1988, penduduk dibingungkan oleh pemandangan yang sama sekali baru telah hadir gu- nung yang menyemburkan api di kebun pisang dan kebun ceng- keh milik penduduk, ujar mere- ka. Kubah lava pijar setinggi 30 meter hari itu telah berdiri di tempat yang sebelumnya hanya tampak sebagai lubang sembu- ran yang kecil. Khasanah gunungapi Indo- nesia dengan demikian bertam- bah satu lagi, yang kemudian dicatat bernomor 129 (paling baru) dan ditambahkan pada Ka- talog Gunungapi Aktif di Indo- nesia, juga pada katalog serupa di dunia internasional, yaitu Gu- nungapi Anak Ranakah. Gunungapi itu tumbuh per- lahan, sekitar 200.000 meter ku- bik setiap hari, kata Katili dan Siswowidjojo. Pada 18 Januari 1988 "bayi" itu mencapai tinggi sekitar 150 meter. Pertumbuhannya stabil, tapi pada bagian yang terletak pada lereng yang curam longsor sebagai guguran lava. Menurut mereka, pada 19 Ja- nuari 1988 atau sepekan setelah kelahirannya, volume lava dan timbunan batuannya mencapai 8,5 juta meter kubik, dan yang meluncur ke bawah sekitar 1 ju- ta meter kubik. em son rell Sementara itu, Willem Rohi mencatat, pada 17 Januari 1988, tinggi gunung itu mencapai 100 meter, lidah lavanya menjulur sepanjang 600 meter dan menu- tupi dinding Nampar-Nos (batu hitam besar tegak) di hulu su- ngai Wae Reno. Pada 21 Januari 1988, kata Rohi, volume kubah lavanya ku- rang lebih lima juta meter ku- bik. Karena beratnya sendiri dan migrasi magma ke permukaan, maka longsoran tubuh kubah la- va dan luncuran awan panas se- ring terjadi menuju hulu sungai Wae Reno dan Wae Teko. Bertepatan dengan musim hujan saat itu, maka banjir lahar menerjang jembatan kedua su- ngai itu, kata Willem Rohi. PERTAMA DI MEKSIKO Peristiwa di Flores, kata Kati- li dan Siswowidjojo, merupa- kan kejadian kali kedua yang pernah diketahui umat manusia sepanjang sejarah. Kelahiran gunungapi baru dari perut bumi pertama terjadi pada 20 Pebuari 1943 di ladang jagung penduduk Meksiko. WFPC2 Tinggi Paricutin -- bayi gu- nungapi Meksiko itu -- menjadi 11 meter pada pagi hari berikut- nya, lalu 163 meter menjelang akhir pekan pertama. Padahal, program pemasa- ngan satu juta unit "Solar Home System" (SHS) yang akan dimu- lai 1997 merupakan langkah awal kerja besar, yaitu memenu- hi kebutuhan listrik bagi 70 per- sen pedesaan di Tanah Air. Pemenuhan kebutuhan listrik bagi sebagian besar penduduk Indonesia itu sendiri diharap- kan dapat tercapai tahun 2004. Program satu juta listrik tenaga surya ini memungkinkan setiap keluarga di daerah terpencil mendapatkan listrik 50 watt. Jumlah watt ini tentu saja sa- ngat kecil bagi ukuran kota atau desa yang selama ini menikmati listrik PLN, tapi bagi masya-ra- kat kecil yang selama ini masih mengandalkan lampu minyak, 50 watt itu mungkin berarti ba- nyak. Kumbang Kenneth Bow dari Departemen Entomologi (ilmu serangga) di Museum Australia, Sydney, me- ngamati contoh seekor kumbang Hercules asal Amerika Selatan 10 Juni yang merupakan kumbang terbesar di dunia bila fumbuh normal sampai dewasa. Museum itu memiliki koleksi lebih lima juta contoh serangga yang berbeda, dan sebagai bagian dari suatu pameran yang akan diadakan, pu- blik diminta mengumpulkan serangga-serangga yang mereka temukan di belakang rumah guna menambah koleksi hampir 10.000 spesies serangga baru yang ditemukan setiap tahun di seluruh dunia.(Reuter) BERBEDA dengan pengem- (AFI) Bambang HS dalam semi- bangan satu juta hektare lahan nar mengenai pengembangan gambut di Kalimantan Tengah energi baru dan terbarukan. yang mendapat perhatian luas dari masyarakat, pemasangan satu juta unit instalasi listrik te- naga surya bagi masyarakat di pedesaan menjadi masalah yang tidak menarik perhatian. "Program satu juta unit SHS ini cukup ambisius, karena akan menyerap hampir 25 persen dari produk dunia," kata Ketua Aso- siasi Fotovoltaik Indonesia Sembilan tahun dan 12 hari setelah kelahirannya yang dra- matik itu, tinggi Paricutin men- capai 510 meter dan kemudian diam. Listrik Surya Sejuta Unit, Alternatif bagi Si Kecil STIS Optical Keluarga Pulido, menurut Katili dan Siswowidjojo, kehi- langan kebun jagung mereka dan sekitar 4.500 penduduk di dua desa kehilangan tempat tingg- gal. STIS Ultraviolet Inti NGC 4151 Gambar-gambar hasil pemotretan Teleskop Antariksa Hubble yang disiarkan 9 Juni ini me- nunjukkan bagian inti dari NGC 4151 dalam galaksi Seyfert, di mana menurut dugaan terdapat sebuah lubang hitam yang besar. Space Telescope Imaging Spectrograph (STIS) pada Hubble se- cara serentak merekam ratusan kelompok gas yang mengalir dari pusatnya, dengan energi yang diperoleh dari Lubang Hitam tersebut. Gambar-gambar ini, yang menunjukkan orientasi yang sa- ma dari NGC 4151, memperlihatkan gambar kiri atas: emisi oksigen hasil pemotretan Wide Field Planetary Camera-2 mengenai emisi oksigen dari pusat NFGC 4151: kanan atas: gambar spektral hasil pemotretan STIS mengenai gas oksigen; kanan bawah gambar optik STIS yang menun- jukkan dua jalur pancaran gas oksigen, dan kiri bawah: gambar spektral hasil pemotretan STIS yang menunjukkan emisi karbon dari gas itu di dalam inti NGC 4151. (Reuter) Bagi dunia ilmu pengetahu- an, kejadian alam itu berarti membuka cakrawala baru, memberi pandangan yang lebih baik mengenai kelahiran dan pertumbuhan suatu gunungapi. (ANS/A. Jo Seng Bie) STIS Optical Ini juga diakui oleh Menris- tek/Ketua BPPT BJ Habibie. yang mengatakan, proyek yang peluncurannya dilakukan Pre- siden Soeharto awal Juni ini ada- lah proyek besar, karena harus menyediakan 10 MW listrik se- tiap tahun. Padahal, produksi listrik te- naga surya dunia saat ini baru mencapai 25 MW/tahun, yang 80 persen di antaranya untuk keperluan militer dan kebutu- han energi satelit. Di lain pihak, potensi pe- ngembangan dan pemanfaatan energi surya secara fotovoltaik untuk pemenuhan listrik di pede- saan di Tanah Air dipandang se- bagai hal yang tepat, karena po- sisi Indonesia yang berada di Garis Khatulistiwa memang tid- ak pernah kehabisan sinar ma- tahari. Selain itu, sistem listrik surya yang berdiri sendiri dan tidak bergantung pada pasokan ba- han baku merupakan alternatif tepat bagi masyarakat Indone- sia yang terpencar di pelosok pulau saling terpencar. Fotovoltaik merupakan akti- vitas mengubah energi surya se- cara langsung menjadi energi listrik dengan menggunakan sel surya. Energi surya ini merupakan satu dari beberapa sumber ener- gi non-konvensional di Indone- sia seperti energi air, panas bumi, dan biomassa. Menurut kajian PT LEN In- dustri, BUMN nasional di ba- wah Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS), tenaga surya merupakan sumber energi ter- barukan dan bebas polusi, se- hingga dapat dipasang di ham- pir semua tempat. ANALISA Tamagochi, Mainan Elektronik yang Bisa Berfungsi sebagai Hewan Sungguhan Penggunaan teknologi foto- voltaik, selain tidak menghasil- kan polusi buangan hasil pem- bakaran seperti debu, gas H2, atau partikel lain, juga tidak menghasilkan polusi suara. "Oleh karena itu, tenaga sur- ya mempunyai prospek baik dan ekonomis untuk diterapkan di daerah terpencil, terutama yang tidak terjangkau jaringan distri- busi PLN," kata Ashwin Sasong- ko S., ahli di PT LEN. KESIAPAN Namun, bagaimana kesiapan di bidang teknologi dan daya dukung perusahaan di Indone- sia agar dapat mendukung pro- gram ini? DEMAM mainan Tamago- chi mewabah di negara Sakura. Tamagochi, gabungan antara kata dalam bahasa Jepang tama- go (telur) dan kata bahasa Ing- gris watch (arloji), adalah seje- nis mainan berupa hewan elek- tronik maya (virtual electronic) yang bisa dipelihara layaknya seekor hewan sungguhan. Mai- nan elektronik berbentuk telur ayam gepeng itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup remaja dan orang tua di Jepang. Fanatisme yang kuat dari pa- ra penggemarnya membuat Ta- magochi terus dicari. Bahkan untuk mendapatkannya, mere- ka bersedia menunggu berbu- lan-bulan. Tak mengherankan jika sejak diperkenalkan perta- makali Nopember 1996, hewan elektronik produksi Bandai Co.Ltd. itu telah terjual seba- nyak lima juta unit.. Harga di pasaran pun ikut Secara teknologis, menurut pengakuan LEN, cara pembua- tan sel surya dan sistem Pem- bangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan menggunakan sel surya telah dikuasai. Banyak sistem dari LEN yang sudah diinstalasi dan diap- likasikan untuk proyek listrik pedesaan dan sistem komuni- kasi, seperti Stasiun Bumi Kecil, di beberapa wilayah Indonesia. Dari segi teknis, kata Ash- win, harga sel surya akan terus turun menurut perkembangan yang terjadi, dan efisiensinya akan terus naik akibat ditemu- kannya teknologi di bidang ma- terial dan proses yang lebih baik. Namun begitu, masalah yang ditemui adalah faktor pembia- yaan dalam pengembangannya, terutama dalam investasi awal yang tinggi, sehingga sangat berpengaruh dalam menentukan pasar sebenarnya. Masalah ini diakui tidak saja oleh PT LEN, tetapi juga oleh pengusaha yang bergerak dalam bisnis fotovoltaik. Investasi awal yang tinggi akhirnya memang membuat har ga fotovoltaik menjadi terbilang mahal, apalagi konsumen yang potensial justru berada di pede- saan terpencil, yang umumnya memiliki daya beli sangat ren- dah. Menurut Bambang, pengusa- ha PLTS Indonesia pada umumnya kurang memiliki mo- dal untuk investasi, sehingga un- tuk berperan dalam pemasa- ngan sejuta listrik ini, diperlu- kan kredit yang dapat menjem- batani kelemahan ini. Sementara itu, bank di Indo- nesia, katanya, kurang bermi- nat untuk berpastisipasi dalam pengembangan SHS. Selain itu, bank juga membe- rikan alasan bahwa para kredi- tur tidak mempunyai jaminan yang memadai, SHS masih di- anggap konsumtif sehingga ti- dak secara langsung mening- katkan pendapatan kreditur, dan biaya pengembalian kredit un- tuk daerah terpencil masih ter- lalu tinggi. "Dalam hal ini, para pengusa- ha lebih banyak bergantung pada program pemerintah yang men- jamin 'cash flow' yang pasti," katanya. Namun di lain pihak, kata- nya, program ini sebenarnya me- rupakan peluang yang besar bagi anggota asosiasi, yang seka- rang tercatat berjumlah 25 pe- rusahaan, untuk mengembang- kan usaha dan pemasarannya. Di tengah keterbatasan dana ini, para anggota asosiasi itu me- mang wajib tertantang, karena adanya program pemerintah yang akan memasang satu juta instalasi SHS di seluruh Indone- sia berarti ada tantangan untuk memasang 3.000 sampai 4.000 unit per tahun. Tapi, dengan adanya bantu- an dana asing dalam pengemba- ngan listrik tenaga surya ini, pe- luang mereka akan lebih luas, kata Bambang, karena harga yang ditanggung konsumen nan- ti akan lebih murah sekitar 25 persen. Hal itu, misalnya, kredit bank dunia dengan pola komersial- isasi murni yang menargetkan pemasangan 200.000 unit SHS. Setelah masalah "equity" (modal sendiri) 35 persen dan partisipasi modal 30 persen, kata Bambang, kendala terbesar un- tuk berpartisipasi di kredit bank dunia ini adalah kesanggupan pembayaran kembali dari selu- ruh konsumen selama masa kre- dit empat tahun. Kalau melihat besarnya jum- lah tagihan yang mesti diambil dari masyarakat yang mengiku- 'ti program ini sebenarnya cukup kecil, yaitu Rp10 ribu rupiah per bulan per kepala keluarga, selama sepuluh tahun. Tagihan itu untuk membayar listrik Rp7.000 yang akan men- jadi dana bergulir, Rp1.000 bi- aya perawatan, dan Rp2.000 bi- aya penggantian batere. Tentu saja, semua masalah penguasaan tek dan pe- ngembangan pemasaran dalam upaya pemenuhan kebutuhan listrik di daerah terpencil ini juga telah diantisipasi pemerintah, agar seluruh wilayah Indonesia menjadi terang.(ANS/Sapto HP dan Biqwanto) melonjak seiring dengan per- mintaan yang tinggi - bisa men- capai 100.000 yen atau sekitar 2 juta rupiah) (bandingkan de- ngan harga normal yang hanya 1.980 yen atau sekitar 39.600 rupiah). "Saya mujur bisa mem- beli Tamagochi dengan harga normal, kata seorang pelajar SMU di Tokio. JASMINE lahir lima bulan lalu dengan tulang-tulang yang demikian rapuhnya, sehingga bi- la dia bersin agak kuat, tulang iganya bisa berpatahan. Hasil foto rontgen menun- jukkan retak-retak yang sudah sembuh pada sekujur lengan, kaki, iga dan lehernya. Pada usia 10 bulan nanti, se- mua tulang besar Jasmine Pass diduga sudah akan mengalami kepatahan, paling tidak satu kali. Tapi, walaupun dengan tu- lang-tulang yang rapuh itu, ma- tanya melihat anda dengan rasa ingin tahu dan mencerminkan kecerdasan - mata yang mengi- kuti setiap gerak benda di de- pannya. Jasmine adalah seorang anak yang lewat matanya nampak se- bagai seorang bayi yang ingin tetap hidup, walaupun dibung- kus oleh kulit yang seperti akan meleleh serta tulang-tulang pe- nyangga yang sewaktu-waktu bisa saja berpatahan. Jelas, un- tuk menyelamatkannya, bayi ini harus diperlakukan lebih tela- ten daripada perlakuan terha- dap porselein antik yang sangat mahal. "Tulangnya bisa berpatahan setiap saat," kata neneknya yang berusia 38 tahun, Ellen Paylor, yang merawat Jasmine di ru- mahnya yang kecil di Baltimore. "Cara perawatan yang diberi- kan sekarang ini akan menentu- kan apakah Jasmine akan dapat bertahan atau tidak." ILMUWAN TIDAK BERDAYA Tapi, dalam era di mana ilmu- wan sudah berhasil meng-clone domba dan memperlambat laju perkembangan AIDS, para il- muwan ternyata tidak berdaya menghadapi kondisi Jasmine, penyakit tulang yang dikenal se- bagai osteogenesis imperfecta. Cacat genetik ini membuat tu- lang-tulangnya begitu rapuh se- hingga pinggulnya akan berge- meretak pada waktu kita mele- takkannya bahkan di tempat yang kita anggap paling aman dan paling lembut." Dua waktu lalu, Jasmine pu- lang dari Kennedy Krieger In- stitute Inc., rumahsakit khusus tempat dia dirawat untuk mem- biasakan diri makan melalui slang, menggunakan peralatan pernafasan, alat bantu duduk serta berbagai macam alat ban- tu lainnya. Neneknya dan para perawat sempat berbesar hati melihat ke- berhasilan Jasmine melewati ha- ri-harinya tanpa sesuatu yang buruk seperti perkiraan mere- ka, sejak dibawa pulang. Orang sulit untuk memper- caya kondisi tulang Jasmine yang rapuh itu, dan sedemikian jauh belum ada obat yang ber- fungsi sebagai pencegah. Bahkan dalam waktu terbaik sekalipun, tulang-tulang kecil- nya bisa patah, walaupun biasa- nya sembuh kembali bila "di- berondong" terus dengan obat- obatan, buah kuil Budha di Hiroshima merasa perlu membuka home- page khusus untuk menerima pendaftaran pemakaman "tama- gochi" sebagaimana diminta pe- miliknya. PEMBELI DIUNDI Diam-diam Tamagochi kini sudah pula menjadi semacam benda koleksi. Bagi para kolek- tor, Tamagochi putih yang lang- ka dinilai lebih mahal katim- bang yang berwarna lainnya. Se- mentara ini mereka yang belum memiliki koleksi itu harus me-. nerima nasib disebut sebagai orang yang ketinggalan mode. Demikian sulitnya mempe- roleh Tamagochi, para peminat di Jepang sering harus mengi- rimkan kartu pos ke toko-toko untuk mendaftarkan diri sebagai calon pembeli. Lalu toko itu me- ngundi kartu pos tersebut untuk menentukan siapa yang berun- tung bisa mendapatkan kiriman Tamagochi yang baru datang. Matzukaya Department Store di Kota Nagoya, misalnya, awal Maret lalu mengumumkan akan memperoleh 3.000 kiriman Ta- magochi dari pabriknya. Tak la- ma kemudian sekitar 25.000 kar- tu pos berdatangan. Para pengusaha dari berba- gai bidang perumahan, per- bankan dan produsen makanan -pun terpaksa mengikuti wabah Tamagochi guna melariskan da- gangannya. Mereka menempat- kan Tamagochi sebagai umpan atau bonus bagi produksinya. Sulitnya mencari Tamagochi bisa dilihat pada homepage yang dibuka Bandai Co. Ltd. di Inter- net. Homepage yang khusus di- desain untuk memperkenalkan Tamagochi itu (http://www2. channel.or.jp/tam/tac tamhome/ htm) konon diakses oleh lebih satu juta orang per minggu. Ke- banyakan pengunjung bertanya di mana mereka bisa mempe- roleh Tamagochi. Para pengge- mar menyebut Tamagochi seba- gai barang dagangan yang pa- ling susah dicari dalam sejarah kapitalisme Jepang. Para penggemar fanatik Ta- magochi bahkan membuat wa- rung internet Tamagochi untuk mendaftar nama dan data ten- tang Tamagochi yang telah "ma- ti", lengkap dengan komentar dukacita dari "kerabat" yang di- tinggalkan. Yang lebih unik, se- Lewat riset selama kurang lebih dua tahun, Maita bersama tim Bandai mengembangkan se- buah permainan dengan tiga sya- Jasmine, Tulangnya Begitu Rapuh 200.000 orang di AS yang men- derita osteogenesis imperfecta dalam berbagai bentuk dan tingkatan.Dalam kasus ringan, seorang anak yang menderita osteogenesis imperfecta boleh dibilang menggembirakan, ka- rena mereka masih bisa bero- lahraga. Melindungi Jasmine adalah tantangan yang harus dihadapi setiap hari. Dan bagaimanapun hati-hatinya kita mengangkat- nya, misalnya pada waktu meng- ganti bajunya, selalu ada baha- ya yang mengancam jiwanya. gaimana supaya dia tidak ber Yang paling penting adalah ba- sin, dan jika bersin tidak terlalu keras, karena bisa menyebab- Keranjingan Tamagochi juga memicu munculnya banyak ka- sus tindak kriminal. Yang ter- banyak adalah kasus pemera- san lewat ancaman antarpelajar SMP dan SMU di Jepang. Kor- bannya tak lain adalah para pe- milik Tamagochi, sedangkan pe- lakunya adalah pelajar yang be- lum memilikinya. Kelompok kriminal Yakuza juga melibat- kan diri. Belum lama ini, seo- rang anggotanya ditangkap de- ngan tuduhan pemerasan. De- ngan alasan pesanan 200 unit Tamagochi tak mampu disedi- akan seorang pengusaha dalam waktu yang tepat, si Yakuza me- maksa pengusaha itu memberi "uang maaf" sebesar 5 juta yen: Laporan terakhir menyebut- kan, penjualan Tamagochi imi- tasi juga merebak. Kepolisian Jepang membongkar pemalsu- an Tamagochi oleh sebuah pe- rusahaan besar, Eiko di Osaka. Telur Jepang itu memiliki na- ma resmi agak panjang: "Hy- per-Interactive Digital Pet Ta- magochi (HIDP-Tamagochi)". Menurut jurubicara Bandai Co.Ltd. pada awalnya mainan itu memang diarahkan untuk pa- sar pelajar putri SMU di Jepang. Para siswi SMU Jepang yang biasa dijuluki kogal - semacam ABG (anak baru gede) di Indo- nesia-memang dikenal sebagai lokomotif bagi setiap trend baru di pasar Jepang. Pemilikan pa- ger dan telepon genggam, mi- salnya, mewabah setelah para kogal itu berlomba-lomba me- milikinya, Adalah Aki Maita, seorang ibu rumahtangga yang bekerja sebagai staf riset pemasaran Bandai Co.Ltd yang mencermati fenomena lain masyarakat Je- pang sejak awal 1990-an, yakni kesukaan pada hewan pelihara- an. Di Jepang ada ketentuan bah- wa para pengurus rumah susur dan kondominium melarang pa- ra penghuni memelihara anjing atau kucing karena kotor dan bi- sing. Akibatnya, mereka demam memelihara hochurui, hewan je- nis reptil seperti ular, kadal hi- jau, biawak dan kura-kura. Banyak yang menggunakan alat bantu berjalan atau kursi ro- da. Tapi untuk bersekolah, me- ngemudi mobil dan menemu- kan pekerjaan, menjadi hal yang langka bagi mereka. Yang lain- nya hidup penuh ketergantu- ngan kepada orang lain. Namun demikian, yang kondisinya be- gitu parah seperti Jasmine bi- oleh dibilang tak sampai bila- ngan jari. "Dia kemungkinan paling pa- rah di antara anak cacat seusia- nya yang dapat hidup sampai kini," kata Eileen Atkins, dok- ter yang merawat Jasmine di Kennedy Krieger. rat: harus berupa hewan kesa- yangan/piaraan; mudah dibawa kemana-mana, dan disukai re- maja putri siswi SMU. Dengan tiga batasan itu tim Bandai ke- mudian menciptakan Tamago- chi. Kesuksesan dalam mene- lurkan ide tersebut menyebab- kan Maita dikenal sebagai "Ibu Tamagochi". BISA BUANG HAJAT Yang memunculkan demam Tamagochi adalah fungsi per- mainan Tamagochi itu sendiri. Selama ini, dalam permainan apapun, konsumen atau pemain- lah yang memegang inisiatif, tapi dengan Tamagochi, inisia- tif datang dari si telur elektronik. Mau tak mau, sang majikan ha- rus ikut mendengar, memper- hatikan dan memenuhi tuntutan yang disampaikan benda peli- haraan itu. Cacat itu disebabkan oleh gen yang menghasilkan serat- serat dengan senyawa yang sa- ngat jelek lebih melemahkan katimbang memperkuat ikatan. "Orang tidak bisa apa-apa de- ngan tulang yang sangat buruk seperti itu, kata Dr. Jay Shapi-. ro, kepala bagian penyakit tu- lang di Johns Hopkins Hospital School of Medicine. Banyak orang yang tinggi- nya tidak melebihi tiga atau em- pat kaki. Lengan-lengan dan ka- ki mereka bengkok akibat tari- kan otot pada tulang-tulang yang lembek. Efek dari tulang yang lem- bek itu bahkan terlihat pada ba- gian kening yang sering mele- bar dan rata. Ini adalah pe-nga- ruh daya tarik pada tengkorak yang mengembang. Tamagochi diciptakan bisa merasa lapar, memiliki nafsu makan, bisa sakit, tidur dan ber- main dengan pemiliknya. Tak hanya itu, Tamagochi juga bisa membuang hajat dan "sengaja" menganggu pemeliharanya, ser- ta mati akibat berbagai sebab. Dengan komunikasi dua arah itu, pemilik Tamagochi benar- benar merasa sedang memeli- hara dan menunggu tumbuh de- wasanya seekor hewan peliha- raan. Jasmine memiliki semua ka- rakteristik ini secara ekstrim. Ibunya adalah Keishell Pass, pu- tri Ellen Paylor yang masih beru- sia 16 tahun. Dalam proses per- salinan, para dokter terpaksa me- lakukan bedah Cesar karena bayi dalam posisi yang sulit. Pada tu- lang-tulang si bayi kemudian dokter menemukan keretakan yang luas. Permainan Tamagochi ber- langsung di layar monitor kristal cair berukuran 2x2 sentimeter yang terdapat di badan telur itu. Lewat tiga tombol yang ada, pemilik Tamagochi menjalan- kan permainan. Di sisi atas dan sisi bawah monitor itu terdapat empat simbol mini yang me- nunjukkan menu pilihan cara pemeliharaan. Simbol garpu-pisau misal- nya, menandakan jenis makanan yang bisa diberikan kepada Ta- magochi. Pilihan makanan yang ada adalah nasi (makanan be- sar) atau kue (makanan kecil). Pemberian makan tak bisa asal- asalan. Bila kekenyangan, Ta- magochi mudah sakit. Simbol lampu menunjukkan pilihan menyalakan atau menghidupkan lampu kamar Tamagochi. Jika karakter Tamagochi di layar me- nunjukkan bahwa ia sedang ti- dur, tugas pemiliknya adalah mematikan lampu. Ada juga simbol gambar pemukul bisbol jika Tamagochi ingin bermain. Simbol alat suntik adalah untuk menginjeksi Tamagochi jika sa- kit, dan seterusnya. Sering dia terserang infeksi paru-paru yang mengancam ji- wanya setelah menghirup for- mula yang menguap dari perut- nya. Awalnya Tamagochi hanya berbentuk telur, yang harus di- tunggu beberapa saat sebelum akhirnya menetas menjadi bebi- cchi (bayi Tamagochi). Permai- nan makin menarik jika si pemi- lik terlibat dalam pertumbuhan- nya dari masa telur, masa bebic- chi, masa anak, lalu masa dewa- sa. Pada tahap akhir, setelah ma- sa dewasa, ada sebuah karakter yang bernama jicchi, yang artinya "sang ayah". Karakter yang muncul, yang jumlahnya 12, berubah-ubah sejak masa telur hingga oyajicchi. Gangguan itu berasal dari ke- sulitannya mencerna makanan dalam posisi hampir horizontal, dan juga akibat batang tubuh- nya tidak normal sehingga tidak membantu turunnya makanan ke lambung. Pertama kali Jasmine pulang, Paylor menyadari bahwa dialah yang harus membesarkan anak itu. "Dia (Keishell) mengatakan bahwa dia tidak dapat merawat- putrinya dengan penyakit seper- ti itu," kata Paylor. Biasanya, penyakit peluna- kan tulang terjadi bila seorang anak mewarisi gen dominan tunggal dari salah satu orangtu- anya. Tapi tes menunjukkan bahwa baik Keishell maupun ayah bayi itu, yang tidak mem- bantu membesarkannya, tidak membawa gen yang dicurigai sebagai biang keladi itu. Ini da- pat berarti bahwa cacat genetis itu berawal pada sperma ayahn- ya atau atau telur Keishell-suatu kecelakaan alami. Paylor meninggalkan peker- jaannya sebagai sekretaris bebe- bulan lalu karena dia me- rapa nyadari dirinya tidak mungkin berkonsentrasi dengan pekerja- Halaman 9 kan tulang iganya berpatahan. Jasmine Pass dicium oleh neneknya, Ellen Paylor, yang merawat- Sebanyak 15.000 sampai nya dengan penuh kesabaran Semua pemilik akan berlom- ba-lomba memelihara Tamago-. chi hingga ke tingkat oyajicchi, walaupun terhitung sangat su- lit. Tamagochi yang tidak cukup terawat akan mati atau berubah menjadi karakter yang tak dike- hendaki. Karakter Tamagochi hanya berkembang dalam dua kemungkinan. Hanya satu ke- mungkinan yang benar, yang bisa membawa Tamagochi ke karakter oyajicchi, yang diha- rapkan. Menurut keterangan Bandai, karakter oyajicchi paling cepat baru muncul pada hari ke-10 setelah penetasan. Karakter oya- jicchi konon bisa hidup hingga usia 99 tahun (satu tahun usia virtual Tamagochi sama de- ngan sekitar satu hari pemeliha- MENULAR raan. Perlahan tapi pasti, kecen- derungan serupa mulai ditular- kan ke beberapa negara lain. Si- ngapura merupakan negara per- tama di luar Jepang yang men- jadi sasaran penjualan Bandai. Di negara itu antrian panjang terjadi sebelum toko pertama yang menjual Tamagochi dibu- ka. Hong kong yang menjadi gi- liran berikutnya, mencatat pro- tes guru SD, karena banyak anak didik mereka yang "cabut" un- tuk antri membeli Tamagochi di toko-toko. Hong Kong men- catat rekor 14.000 unit Tama- gochi terjual dalam waktu ha- nya tiga jam. Bandai kini me- rencanakan untuk memasarkan telur gepengnya itu secara be- sar-besaran di Amerika Serikat Juni ini juga. Perusahaan mainan terkemu- ka lainnya tentu saja tak tinggal diam. Mereka sibuk mengem- bangkan permainan ala Tama- gochi. Apalagi sebenarnya dari segi teknologi, Tamagochi tak banyak berbeda dari permainan komputer semacam Aquazone (pemeliharaan ikan) dan Prin- cess Maker (mengasuh putri raja). Maka kini bermunculan mainan sejenis Tamagochi de- gan bentuk dan jenis yang sedikit berbeda, misalnya dinosaurus. annya sambil merawat anak yang sakit itu. Kini, dia hidup dengan ban- tuan dinas sosial. Rekening per awatan kesehatan Jasmine da- pat melampaui 53.000 dolar AS sebulan bila dia tinggal di ru- mah. Biaya opname di rumah 'sakit baru-baru ini mencapai 180.000 dolar.AS. Jasmine terbaring di perlak plastik di atas ranjang mirip usu- ngan portabel. Ranjang itu di- miringkan sedemikian rupa su- paya posisi kepalanya lebih ting- gi dan air kencingnya mengalir menjauhi paru-parunya. Matanya yang penuh perha- tian menandakan bahwa anak itu miliki intelijensia yang baik. Tapi untuk mempertahankan pandangan seperti itu memerlu- kan usaha yang gigih dan kesa- baran. SEMBILAN MACAM OBAT Jasmine memakan antibiotik, penghilang rasa sakit dan obat- obat untuk lambung, ginjal, hati dan paru-paru - yang semuanya mencapai sembilan macam. Slang makannya harus dijaga agar tetap bersih untuk mence- gah infeksi. Dan karena dia ti- dak makan lewat mulut, untuk menjaga agar daya kecap lidah- nya tetap aktif, perawat merang- sangnya dengan menetesi lidah- nya pemanis. Mengganti pakaian dan me- mandikan Jasmine merupakan pekerjaan berat karena meng- angkat lengan atau kakinya ada- lah pekerjaan yang sangat ber- bahaya. Setelah memandikan- nya, dengan sangat hati-hati Paylor mengangkatnya ke ran- jang, suatu pekerjaan yang bila keliru sedikit saja dapat menye- babkan tulangnya berpatahan. "Dengan kondisi Jasmine ini, perlakuan yang normal akan bisa mematahkan tulang-tulangnya," kata Shapiro, spesialis tulang Hopkins. Para dokter yang merawat Jasmine dengan strategi-strate- gi yang sederhana, seperti "me- mancingnya" untuk mengambil main-mainan yang ditempatkan di dalam jarak jangkauannya. Dan menempatkan tubuhnya da- lam posisi sedikit miring, agar pinggangnya akan memperoleh manfaat dari daya gravitasi nor- mal. Selain tulang-tulangnya yang begitu rapuh, tubuhnya pun sa- ngat ringan. Kepalanya sangat besar hingga tidak seorang pun mengira dia akan dapat berdiri kelak. Untuk saat ini, para dokter tidak dapat menjanjikan pera- watan medis yang akan mengu- bah kehidupan Jasmine. Pera- watan-perawatan eksperimen memberikan sedikit harapan na- mun paling-paling hanya pada tahap awal. Hormon-hormon pertumbuhan dan transplantasi sumsum tulang sudah diusaha- kan, namun tidak memberikan manfaat yang berarti, kata Sha- piro. Dia berpendapat obat-oba- tan yang diberikan kepada orang dewasa penderita oeteoperosis diharapkan dapat memperlam- bat kemerosotan kondisi tu- langnya. Obat-obat itu, yang disebut bisphosphonates, sudah dicoba dalam tahap eksperimen pada orang dewasa yang menderita osteogenesis imperfecta, de- ngan beberapa bukti mengenai kemanjurannya.(Star)