Tipe: Koran
Tanggal: 1997-06-13
Halaman: 08
Konten
Jumat, 13 Juni 1997 MIMBAR AGAMA ISLAM Jalan Menyandang Gelar Muttaqin tuk mengurus diri sendiri susah, apalagi mengurus orang lain. Tapi justru disinilah tingkat taqwa seseorang teruji, apakah ia betul bertaqwa atau belum. TAQWA merupakan kata kun- ci dalam Islam. Semua pelaksa- naan ibadah dalam Islam selalu diarahkan kepada pencapaian tingkat ketaqwaan. Shalat, puasa, zakat, haji dan amal lainnya bila disederhanakan, maka kelihatan bahwa target pelaksanaannya adalah taqwa. Itulah sebabnya kata taqwa paling banyak kita temukan dalam al-quran dalam berbagai konteks dan kata jadiannya. Namun walaupun demikian, untuk mencari definisi taqwa dalam Al-Qur'an, dipastikan tidak akan pernah ditemukan. Al- Qur'an dan Hadits memang tidak menyebutkan secara khusus apa defenisi taqwa tersebut, yang ada hanyalah penyebutan sifat dan kriteria serta bentuk amaliyah orang yang bertaqwa saja. Para ulamalah yang kemudian men- coba memberikan defenisi pendekatan tentang taqwa sesuai dengan kadar penyerapannya ter- hadap isi kandungan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah. HARI itu setelah perintah hij rah ke kota Madinah turun, berbondong-bondong kaum mus limin hijrah dari Mekah ke Ma dinah. Beberapa orang sahabat mendengar bahwa banyak di an- tara para muhajirin yang melaku kan hijrah, motivasi (niat)nya bukan karena Allah Swt tetapi ka rena kepentingan yang lainnya dunia dan wanita). Mendengar hal tersebut Rasulullah Saw bersab da: "Bahwasannya semua amal itu tergantung niatnya dan bah wasanya apa yang diperoleh oleh seseorang adalah sesuai dengan apa yang di niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena Allah dan rasulNya, maka hijrah nya menuju Allah dan rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya mem Ayat berikutnya menerangkan siapa kelompok orang yang ber- taqwa tersebut, yakni mereka yang menyatakan beriman ke pada Allah dan kepada segala apa yang diwajibkan Allah untuk diimani. Lalu beriman kepada masalah- masalah ghaib yang banyak ditemui dalam ajaran agama Islam. Yang ghaib berarti sesuatu yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghaib berarti mengi'tikadkan adanya sesuatu "yang maujud" yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya seperti adanya Allah, Malaikat, hari akhirat dan lain-lain. Oleh: Ahmad Samsuri M. AL-BAQARAH : 2-5 Pembicaraan Al-Qur'an tentang orang orang yang bertaqwa sudah dimulai di awal surat Al-Baqarah. Pada ayat ke dua Allah men- jelaskan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan melalui Rasulullah Muhammad SAW, jelas tidak ter- dapat keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi orang yang bertaqwa. Di antara definisi taqwa yang paling populer adalah, "usaha maksimal seseorang untuk memenuhi segala perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya". Definisi yang kemudian sering dibacakan khatib dalam pesan mimbarnya ini, juga diambilkan dari sifat, sikap dan tindakan orang-orang yang disebutkan Allah dalam Al- Qur'an sebagai orang yang bertaqwa. Begitu pentingnya taqwa tersebut, ini dapat dilihat dari banyaknya firman-firman Allah yang memerintahkan agar manusia "mau bertaqwa" kepada Allah. Di antara firman-firman Allah tentang taqwa adalah, "Dan bertaqwalah kepada Allah sesung- guhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. Al-Maidah : 8) "Dan bertaqwalah kepada Allah, sebab Allah amat berat siksaNya" (QS. Al-Maidah: 2), "Dan Al-Qur'an itu adalah sebuah kitab yang kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat" (QS. Al-An'am: 155), "Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu Niat dan Tahun Baru Hijrah Oleh: Adnan Ginting S. Ag. Mardiah adalah satu sisi "potret" wanita di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat yang selama ini menekuni sektor kerajinan rakyat. dan dengarlah serta taatlah.... (QS. At-Taghabun 16), "Hai orang-orang yang beriman, ber taqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar" (QS. Al-Ahzab : 70). Selain memerintahkan agar manusia bertaqwa kepada Allah, Al-Qur'an juga banyak menyebutkan tentang ciri dan kriteria yang harus dan dimiliki oleh orang yang bertaqwa itu. Orang-orang yang bertaqwa juga adalah orang yang suka menafkahkan sebagian rezeki yang dianugerahkan Allah kepada mereka, dengan penuh kesadaran bahwa sebenarnya pemilik asal semua harta adalah Allah, mereka tidak merasa keberatan untuk mengeluarkan sebagian kecil saja dari harta itu. Ketaqwaan menurut ayat ke empat ditandai juga dengan adanya keimanan kepada kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan juga beriman bahwa selain Al- peroleh apa yang diniatkannya dalam hijrahnya itu" (HR. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khattab). Kisah 15 abad yang silam ini masih tetap relevan hingga kini bahkan di masa datang. Dalam hadits tersebut Rasulullah Saw mengingatkan kita kembali ke pada niat yang ikhlas dalam melakukan seluruh aktifitas hidup ini. Beliau menjelaskan secara implisit bahwa akan banyak niat (motivasi) yang berbeda-beda yang dilakukan manusia dalam bertindak. Terbukti sewaktu men- jelaskan tentang niat hijrah karena Allah dan rasul-Nya di atas, nabi memberi jawaban yang sama pula (niat yang tersebut akan menuju kepada Allah Swt dan rasul-Nya). Namun pada saat beliau menjelaskan tentang nia". hijrah sebagian muhajirin yang ka Dalam khasanah pasaran batu cincin nasional, Kabupaten Kota waringin Barat dengan Ibukota Pangkalan Bun memang tidak bisa dilepas dari batu cincin jenis kecubung. Batu kecubung, merupakan sa lah satu idola para kolektor batu hias atau batu cincin. Dan di Pangkalan Bun, berbagai kecu bung banyak dijumpai. Tak heran jika kerajinan batu cincin menjadi salah satu jenis mata pencaharian yang ditekuni penduduk setempat. Banyaknya orang yang menjajakan batu dengan harga murah, rasanya ada yang masih kurang jika berkun- jung ke sana, lalu kembali tanpa membawa pulang batu cincin. Maklum saja, sumber batu cincin memang banyak di sana dan penduduk juga sebagian mengandalkan kerajinan batu sebagai salah satu mata pen- caharian utama. Itulah yang mendasari Pemda setempat menetapkan Kotawa ALI IMRAN : 133-136 : Pada surat Ali Imran ayat 133 sampai 136 Allah juga memberi gambaran sifat orang yang bertaq wa itu. Pada rangkaian ayat ini Allah mengungkapkan bahwa sifat orang bertaqwa itu adalah "orang yang suka berinfak baik ketika kaya maupun dalam kea- daan sempit?" Mengapa Allah memakaikan sifat ini, sebab tidak sedikit dalam orang yang walaupun keadaan longgar (berke cukupan) namun enggan menge luarkan sebagian hartanya itu karena mereka selalu menghitung- hitung kekayaannya. Semakin besar kekayaan seseorang, maka seharusnya semakin bertambah besar infak yang dikeluarkan, dan seringnya karena hal itulah maka banyak manusia yang enggan berinfak. Bila seseorang berpenghasilan satu juta, harta yang wajib dikeluarkannya adalah 2,5% itu berarti Rp. 25.000 angka nominalnya masih sedikit, namun bila kekayaan itu sampai pada angka seratus juta, maka ia harus mengeluarkan minimal 2,5 juta, satu jumlah yang memang pantas untuk dihitung-hitung. Biasanya orang tidak menghi tung betapa banyak nikmat yang telah diberikan Allah padanya, tapi menghitung mengapa mesti begitu banyak jumlah yang harus dikeluarkan. Bila dalam keadaan longgar orang banyak merasa berat mengeluarkan infak, lebih lebih dalam keadaan terjepit. Un- Mardiah, 28 Tahun Hidup dari Batu Kecubung Banyak keluarga mengolah batu mentah untuk dijadikan batu halus yang mengkilat, lalu dijual ke toko-toko atau dikirim ke daerah lain, termasuk ke Jakarta. Batu kecubung Pangkalan Bun saat banyak diburu kolektor karena memang sulit didapat dan memiliki kekhasan yang tak mudah disamakan dengan jenis batu lain. Mardiah bersama suaminya adalah salah satu orang yang mengolah batu mentah menjadi batu berkilau. Pekerjaan itu telah ditekuni hampir 30 tahun, suatu kurun waktu yang tidak bisa dibilang sedikit. Qur'an, telah ada kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelum kerasulan Muhammad yakni Taurat, Zabur, Injil serta shuhuf-shuhuf yang tersebut dalam Al-Quran. Terakhir, sifat dan sikap orang bertaqwa dalam ayat ini adalah kepercayaan sepenuhnya bahwa kehidupan akhirat (hidup setelah mati) itu benar-benar ada. Mengapa Allah menekankan ten- tang hal ini, tidak lain adalah karena masih banyak manusia yang tidak mempercayai bahwa masih ada kehidupan setelah kematian.. la selalu berkeliling menemui tamu di ruang tunggu atau ruang lobi penginapan yang ada di kabu paten itu. Selama bertahun-tahun ia jalani pekerjaan itu dengan keteguhan, kesedihan dan kegem biraan. Hasilnya lumayan. Ia memili ki penghasilan tetap yang cukup untuk membiaya keluarga dan menyekolahkan anak-anak. rena mencari kesenangan dunia dan menikahi wanita beliau men- jawab balasannya secara umum (maka hijrahnya itu hanya mem peroleh apa yang diniatkannya) bukan sesuai dengan masalah sebelumnya (niat karena dunia dan wanita). KETURUNAN BATU Bu Mar -- begitu ia biasa dipanggil -- agar sulit dilepas dari persoalan batu. Berbagai jenis dan kualitas batu diketahui, na mun pengetahuan itu tidak untuk dirinya saja tetapi ia terangkan kepada calon pembeli yang belum tahu banyak tentang batu. "Saya jelas tahu banyak soal batu, karena memang hidup saya dari dulu dari batu," katanya. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa disamping niat-niat tersebut dalam hadits itu masih banyak niat yang lain dalam diri para muhajirin pada waktu itu, namun niat karena Allah dan rasul-Nya merupakan amal yang diterima karena dinilai ikhlas. IKHLAS DALAM SELURUH AKTIFITAS HIDUP Masalah niat (motivasi) sebe narnya masalah yang abstrak karena berada dalam diri sese orang. Orang lain hanya dapat membacanya setelah melihat adanya indikasi-indikasi tertentu, Ia bercerita, awal muasal men- jadi perajin dan pedagang batu sebenarnya dimulai dari keluarga orang tuanya yang juga perajin batu. Ia pun tak segan disebut sebagai keturunan keluarga batu karena memang mengelola usaha kecil berupa kerajinan batu, Semasa kecil, ia telah banyak "SAYA tidak menduga sama Adipura," kata Bupati Kendari BANYAK cara dan akal yang ringin Barat sebagai "Bumi bermain di sekitar pengolahan sekali bisa merebut Piala Oleh: Zainuddin Bakulu digunakan untuk bisa men- dapatkan penghasilan. Mardiah (43), ibu rumah tangga di Kota waringin Barat, Kalimantan Tengah, melakukannya dari hasil jerih payah menjual batu cincin. Marunting Batu Aji" atau sebagai daerah yang penduduknya banyak mengolah (meruncingkan) batu aji. batu orang tuanya. Pada 1969 ketika usianya baru 15 tahun, ia mulai kerja membantu orang tua dagang batu cincin. Drs. Abd. Razak Porosi, sesaat sebelum bertolak ke Jakarta un- tuk menerima penghargaan ter- tinggi kota terbersih itu. "Sejak tahun 1969, saya hidup dari batu. Maklumlah tak ada keterampilan lain yang cocok. Mungkin inilah jalan hidup saya," katanya di Kotawaringin Barat. la ditemui ketika sedang berkeliling dari penginapan ke penginapan lain untuk menja- jakan cincin kepada tamu kabu paten. Meskipun kerjanya mem- bawa batu ke sana ke mari, tam- pak tanpa beban berat sehingga lebih gesit untuk menjangkau beberapa penginapan di sana. Pekerjaan membatu itu akhir- nya berlanjut ketika ia membina keluarga dengan Sukiman tahun 1970. Perkawinannya telah mem- buahkan tiga putra-putri yang seluruhnya tamat SMP dan di biayai dari hasil mengolah dan menjual batu cintin. Hingga kini keluarga itu me neruskan pekerjaan sebagai pera- jin batu cincin. Bahkan atas kegigihan keluarga itu, rumahnya menjadi salah satu pusat aneka rupa batu kecubung dan permata di Kotawaringin Barat. Rumah yang tidak jauh dari Lapangan Terbang Iskandar Kota waringin Barat di Jalan Merpati No. 47 Sidorejo RT XII Pang kalan Bun, Kalimantan Tengah, berisi berbagai bahan batu cincin, peralatan teknis pengolahan batu serta aneka rupa hasil kerajinan batu. MENAHAN AMARAH Ciri berikutnya adalah "mam- pu menahan amarah". Orang yang bertaqwa adalah orang yang jiwanya stabil, tidak lantas marah bila dirinya dizalimi orang lain, tidak cepat bergembira saat menerima keberuntungan dan tidak hanyut dalam kesedihan ketika ditimpa musibah, tidak cepat marah ketika mendapati kesalahan, mampu mengontrol diri dan mengarahkan kepada yang lebih baik. Inilah orang yang kuat, demikian sabda nabi dalam pesannya bahwa, "Bukanlah dikatakan kuat orang yang kuat bergulat, akan tetapi yang dikatakan orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah" (HR. Bukhari Muslim). "Kecubung paling digemari tamu hotel di sini. Kami harus siapkan banyak stok dan berbagai corak," katanya. la menyatakan, kecubung Pangkalan Bun memang banyak diminati tamu yang berkunjung ke kabupaten itu, Kecubung di sana umumnya berwarna bening keungu-unguan yang tembus pandang saat diarahkan ke matahari atau lampu listrik. Di sana, kecubung dijual ber- bagai corak, dari yang hanya sebesar ujung jari kelingking seharga minimal rata-rata Rp. 5.000/biji hingga jari jempol senilai minimal Rp. 25.000.-/biji. Namun jika kualitas batu mentahnya memang betul-betul matang, harganya bisa minimal Rp. 75.000.- Sedangkan di toko yang ada di pasar Pangkalan Bun harga kecubung kecil minimal Rp. 7.500.- hingga Rp. 150.000.-/ biji. (Spektrum) "Mudah memberi kemaafan" itulah sifat muttaqin berikutnya. Orang bertaqwa sadar bahwa dapat saja setiap orang melakukan kesalahan, karenanya perlu diberi kemaafan. Orang yang bertaqwa akan merasa sangat bersalah bila tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, padahal Allah sendiri suka memberi maaf kepada orang yang sudah jelas berbuat dosa. Orang yang bertaqwa harus memiliki hati yang lapang, dada harus ter- buka lebar untuk memberi maaf sebab kita sendiri pun kadang tidak luput dari kesalahan dan kadang memerlukan kemaafan dari orang lain. Orang yang bertaqwa adalah orang yang "bila melakukan keke- jian, segera berzikir dan mohon ampun pada Allah". Orang yang baik bukanlah mereka yang tidak pernah bersalah, sebab tak mungkin ada orang yang terlepas dari kesalahan kecuali nabi yang ma'shum. Orang yang baik adalah orang yang ketika berbuat keji, langsung ingat kepada Allah dan memohon keampunan-Nya. Rasul bersabda, Pentingkanlah untuk banyak-banyak membaca kalimat Laa Ilaha Illallah dan seperti ucapan yang bersangkut an, perbuatannya dan sebagainya. Dengan demikian esensi niat hanya diketahui oleh seseorang itu dan Allah Swt.. Di dalam kehidupan, kita di suruh untuk mengikhlaskan se luruh aktifitas (amal) kepada Allah Swt. Intinya segala per buatan berarti menuju kepada Allah bukan kepada yang lainnya. Hal ini dijelaskan Allah melalui firman-Nya dalam surat al-Bayyi nah ayat 5: Artinya: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali su paya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada- Nya dalam menjalankan agama dengan lurus....... ANALISA istighfar, karena iblis pernah berkata, "aku merusak manusia dengan dosa-dosanya dan mereka merusak aku dengan istighfar dan bacaan Laa Ilaha Illallah"... (HR. Imam Ahmad dan Abu Ya'la). BALASAN TAQWA Selain yang disebutkan di atas masih beberapa kriteria lagi yang biasa dimiliki orang-orang yang bertaqwa, semua sifat dan sikap tersebut mencerminkan adanya "kebaikan" yang mendalam pada jiwa mereka. Biasanya orang yang bertaqwa itu lebih mementingkan Allah daripada urusan keduniaan, kecuali urusan keduniaan yang berorientasi kepada akhirat, sebab mereka punya prinsip bahwa kam- pung akhirat itu lebih baik daripada kampung dunia (QS. An-Nahl : 30). Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa, karenanya Allah menjanjikan balasan yang setim- pal atau lebih baik kepada orang orang yang menuju jalan taqwa tersebut. Firman Allah," Sesung- guhnya orang-orang yang ber taqwa itu berada dalam syurga (taman) dan (di dekat) mata air yang mengalir' (QS. Al-Hijr : 45). Balasan bagi mereka adalah syurga dan ke ni'matan, mereka bersuka ria di dalamnya, menik mati semua hidangan syurga, didudukkan ditempat yang tinggi, diberi pelayanan yang sempurna (QS. Ath Thuur: 17-21). "Sesung- guhnya orang-orang bertaqwa mendapat kemenangan, yaitu kebun dan buah anggur, dan gadis remaja yang sebaya, dan gelas yangg penuh berisi minuman, dalam kemenangan itu mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan perkataan dusta, itulah balasan dari Allah dan sebagai pemberian yang cukup" (QS. An- Naba': 31-36). Begitu besar keuntungan yang diperoleh oleh orang yang ber taqwa itu, sehingga seharusnya tidak ada alasan bagi setiap muslim untuk tidak mencobanya. Lagi pula bila mencermati beberapa kriteria yang harus dipenuhi, tidak terlalu berat, malah di dalamnya terdapat pelajaran-pelajaran yang berman- faat bagi diri. Ketidakyakinan akan meneri ma Adipura itu disebabkan pada waktu mengisi kusioner yang diserahkan tim penilai dilakukan apa adanya, karena anggapan bahwa kota yang baru dalam tahap pembenahan itu kecil kemungkinannya bisa meraih piala bergengsi itu. Yang jelas taqwa itu ibarat tanaman yang perlu dan bahkan dipupuk supaya terus berkembang dengan subur, selain dipupuk dengan pelatihan-pelatihan, taq wa juga harus terus diusahakan agar semakin meningkat dari waktu ke waktu. Bila anda mam- pu melakukannya maka tentunya berhak menyandang gelar "Mut- taqin"" kan lewat do'a: "Ya Tuhan kami berilah kepada kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan diakhi rat serta jauhkanlah kami dari sisa api neraka. (Al-Qur'an surat al- Baqarah ayat 201). Dari uraian di atas berarti jika kita ingin seluruh kehidupan kita dihitung ibadah (pahala) maka niat yang ikhlas harus mengiringi nya. Karena ada amal ibadah yang pokok seperti shalat, puasa, haji dan sebagainya yang ganjaran pa halanya begitu besar tapi karena niat yang tidak ikhlas dihitung menjadi amalan yang buruk (tidak dihitung ibadah) akan tetapi ada amal yang kelihatannya sepele tetapi karena niatnya ikhlas maka dihitung ibadah oleh Allah Swt. Misalnya seseorang yang me lakukan shalat tetapi karena riya (ingin dipuji orang lain) maka sha latnya tidak akan diterima karena tidak ikhlas. nyempurnaan. Desa Unaaha, ibukota Keca matan Unaaha baru menyandang predikat "kota" ketika Ibukota Kabupaten Kendari dipindahkan dari Kendari ke desa itu tahun 1982. Kalau pada usianya yang ke-14 ini "Desa Unaaha" sudah memperoleh Adipura untuk kate gori kota kecil, ini suatu hal yang sangat mengharukan, ujar Bupati. Di sisi lain, penataan Kota Unaaha, tidak seperti Kota Batam yang ditunjang dengan dana yang cukup besar, tetapi berkat kemauan dan kerja keras aparat pemerintah serta swadaya masya rakat kota ini bisa dipoles menjadi Halaman 8 Materi Dakwah pada Masyarakat Industri Oleh: Dra. Yusna Hilma Sinaga memberi minum seekor anjing yang kehausan merupakan pela jaran yang begitu berharga dalam masalah niat yang ikhlas. Dengan demikian seluruh as pek kehidupan kita dituntut un- tuk meniatkannya karena mencari ridha Allah semata (ikhlas) agar Allah menghitungnya sebagai iba dah. Secara rational jika hanya ibadah seperti shalat, puasa dan sejenis dengan itu yang dihitung ibadah dengan niat yang ikhlas, begitu banyak waktu kita ter- buang percuma oleh aktifitas yang lain seperti tidur yang memakan sepertiga waktu kehidupan kita, bekerja dan sebagainya. Sedang kan ibadah seperti diatas hanya terbatas waktu dan kesempatan- nya. Allah dengan sifat kemu rahan-Nya menghitung aktifitas kita seluruhnya sesuai dengan niatnya selanjutnya menilai apakah termasuk amal hasanah (kebaikan) ataukah sayyiah (ke burukan). Hal ini sesuai dengan janji yang selalu kita ikrarkan didalam shalat: "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya semata-mata untuk Allah, Tuhan semesta alam. "Jika Ayat ini kita pahami bahwa agama yang disuruh untuk kita laksanakan adalah menyangkut se luruh aspek kehidupan baik yang berhubungan dengan kepentingan duniawi maupun ukhrawi. Dalam Islam tidak ada dikhotomi antara dunia dengan akhirat, keduanya harus sejalan dan seimbang serta dapat menjalaninya dengan baha gia. Hal ini sebagaimana pengha rapan kita yang selalu dilantun Kemudian sebaliknya kita se ring mendengar amal yang menu rut kita tidak mempunyai arti namun karena niat yang ikhlas Allah membalasnya dengan sorga- Nya. Kisah seseorang yang Unaaha, Kendari, Raih Adipura Hadiah Bukan Sebagai cungi jempol, sebab seluruh masyarakat sudah mampu menam pilkan dirinya sebagai penduduk kota, meskipun masa adaptasinya dari "desa" ke "kota" sangat singkat. Tetapi ternyata tim penilai Adipura berasumsi lain. Mereka menganggap Kota Unaaha, 70 km barat Kodya Kendari, adalah kota "masa depan," dengan sistem tata kota yang apik berbentuk "sarang apik. laba-laba" serta gerakan penghi- Sebagai kota kecil penerima jauannya sudah mendekati pe Adipura, Unaaha pantas dia - DAKWAH dikelompokkan kepada dua bagian, pertama dakwah dalam arti sempit yakni dakwah identik dengan tabligh, dan lainnya. Sedangkan dalam arti luas dakwah yakni meliputi semua usaha untuk merealisasi kan ajaran Islam dalam setiap aspek kehidupan manusia. Dengan demikian semua bidang kehidupan manusia itu dapat di- jadikan media atau sarana untuk dakwah. Hal ini dapat dilihat pada pen- dapat M. Amien Rais dalam bukunya berjudul "Cakrawala Islam', terbitan Mizan, Bandung halaman 27 yang menyebutkan kegiatan politik, kegiatan ekonomí, usaha usaha sosial, kreasi seni, kodifikasi hukum dan lain sebagainya bagi seorang Muslim seharusnya memang men- jadi alat dakwah. Dalam bentuk komprehensif dakwah dikenal dalam tiga serangkai yakni dakwah bil-lisan (oral), bil-kitabah (tulisan) dan dakwah bil-hal (tindakan). Tiga serangkai dalam dakwah ini sudah cukup dikenal dengan con- toh bil-lisan sering action-nya dilakukan para penceramah, dai dan mubaligh. Sedangkan dakwah bil-kitabah (tulisan) dilakukan para penulis buku agama dan juga penulis ruang mimbar agama di media cetak seperti yang dilakukan pen dalam kolom Harian Analisa Medan ini dan dakwah Bil-hal adalah dakwah yang dilakukan dengan tindakan, berbuat baik dan perbuatan yang diridhoi oleh Allah SWT atau yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Dakwah bil-hal ini dinilai sangat baik dan Quraish Shihab dalam bukunya "Membumikan Al-Qur'an yang diterbitkan Mizan, Bandung halaman 398 menulis Dakwah bil-hal sering diartikan sebagai dakwah melalui keteladanan dan ada juga yang menyebut dengan "dakwah pembangunan". secara ceramah agama, penyiaran Islam mendengarkan ceramah, dakwah kemampuan teknologi yang efisiensi, terarah dan lebih yang cenderung kepada formulasi y kongkrit. Skala prioritas dakwah harus bil-lisan kurang efektif untuk dilakukan, maka dakwah bil-hal dinilai banyak pakar dakwah saat ini masuk kelompok materi dakwah yang mempunyai nilai tinggi dan dalam ajaran Islam ketangguhan makin meningkat, peningkatan pertanian; penetapan sistem kelembagaan koperasi, penyempurnaan pola diperhatikan, sikap sikap pen- dakwah harus diperhatikan, pada perdagangan, jasa dan sistem sangat distribusi; pemanfaatan secara pada prinsipnya setiap Muslim itu optimal dan tepat guna faktor in- tahap ini dakwah bil-hal s Bentuk komprehensif dakwah yang dikenal dengan tiga serangkai itu harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari penerima materi dakwah tersebut. Secara awam bila audensi-nya adalah yang kurang mau mem- baca, maka dakwah bil-kitabah Tetapi melalui kerjakeras rakyat yang dipimpin dua sosok putra daerah yang pernah men- jabat bupati yaitu H. Andrei Djufri, SH sebagai pelaku per- siapan dan realisasi pemindahan Ibukota Kabupaten, serta Drs. H. Anas Bunggasi sebagai pembuat dan peletak pertama 'master plan' kota Unaaha, semua bisa berjalan sesuai harapan. kurang efektif dilakukan pen- dakwah, begitu juga dengan audensi-nya yang kurang mau "Saya mengucapkan terima kasih kepada para bupati se belumnya yang sudah mele takkan landasan pembangunan Kota Unaaha secara sempurna, sebab dengan dana terbatas dan dalam waktu singkat mampu adalah pendakwah. Hadist nabi besar Muhammad SAW bersabda, "sampaikanlah ajaran Islam itu walaupun hanya satu ayat yang kamu ketahui". Makna dari sabda nabi besar Muhammad SAW ini bukan berarti satu ayat itu terus disam- paikan kepada masyarakat, sudah jelas tidak efektif, namun dengan mengetahui satu ayat dari ajaran agama Islam diamalkan, dilak sanakan dengan baik oleh seorang Muslim tersebut dan otomatis menjadi suri teladan bagi yang melihatnya. Hal ini yang dikenal dengan dakwah bil-hal. Celakanya, pendakwah melalui bil-lisan dan bil-kitabah sering terjebak pada bil-hal. Apa yang diucapkannya, apa yang ditulisnya sering sekali kon- tradiksi dengan apa yang dilakukannya dalam kehidupan nya sehari-hari sebagai seorang Muslim. MASYARAKAT INDUSTRI Materi dakwah sebagai penen- tu dari keberhasilan dakwah itu sendiri, maka pada saat sekarang ini dikenal dengan masyarakat pembangunan, sebagaimana yang disebutkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) maka materi dakwah juga harus sesuai dengan kondisi masyarakat yang ada. Quraish Shihab berpendapat dakwah bil-hal identik dengan dakwah pembangunan dan bila dari GBHN yang ada cenderung terlihat bahwa pembangunan di Indonesia diarahkan kepada pem- angunan sektor industri dan dalam kehidupan sehari-hari (ac- tion) terlihat masyarakat industri semakin hari komunitas semakin besar dan berangsur angsur masyarakat agraris (perta- nian) berkurang. Pembangunan bidang industri secara umum digambarkan dalam GBHN yakni, "Penataan industri ada sebagian saudara kita yang tidak membaca hal ini didalam bacaan doa iftitah sewaktu sha lat, maka cukuplah ia sebagai bagian dari wahyu Allah yang mulia (surat al-An'am ayat 163) sebagai pedoman kita. NIAT BAIK DAN BURUK Sebagaimana dijelaskan sebe lumnya bahwa yang paling menge tahui esensi niat adalah seseorang itu sendiri dan Allah Swt. Hik mah yang cukup besar diberikan Allah kepada kita dalam masalah rahasia niat orang lain. Jika ma sing-masing kita mengetahui isi hati orang lain (niatnya), maka hidup kita ini akan habis hanya semata-mata memikirkan maksud (niat) orang lain kepada kita. Disebabkan karena niat berada dalam hati (abstrak) maka tidak lah begitu aneh dalam pandangan kita kejadian yang sering menim- pa orang-orang yang ingin ber buat baik dengan niat yang ikhlas tetapi mendapat respon (tanggap an) yang tidak baik. Dan banyak diantara kita yang terpesona oleh penampilan lahir (performance) padahal niat orang tersebut sangat buruk. meraih Adipura," tambahnya. PENUH HARU Muspida dan pejabat serta masyarakat Kabupaten Kendari sejak Jumat (6/6) sudah me nunggu di Bandara Wolter Monginsidi Kendari, guna me nyambut kedatangan piala Adipura yang dibawa langsung Bupati Kendari dan Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Abd. Razak Porosi. Bupati Razak Porosi di tangga pesawat, langsung disambut Ketua DPRD Tk. II Kendari H.Hino Biohanis serta dua putera/puteri berpakaian adat Tolaki membawa 'Opau' payung kerajaan Konaweeha. Payung kerajaan yang hanya diturunkan untuk menyambut tamu agung dan mengiringi maharaja yang sedang bepergian itu, sengaja diturunkan karena Piala Adipura sebuah lambang perhargaan tertinggi kepada daerah dan masyarakat. nasional yang mengarah pada penguatan dan pendalaman struktur industri yang didukung dakwah harus dirumuskan Dari tangga pesawat, piala Adipura perlahan-lahan diarak penuh haru oleh seluruh pim- pinan instansi dan sejumlah warga masyarakat di Kabupaten Ken- dari. Linangan air mata tampak pada hampir semua yang hadir. Pada saat itu, sekumpulan pemuda ikut menyemarakkan suasana penyambutan dengan membawa spanduk bertuliskan "Selamat Datang," Piala Adipura, dan motto Kabupaten Kendari "Balii Mate Ano Amba Menduka Bunggu" (lebih baik mati dari pada mundur dan menanggung malu) Diraihnya Piala Adipura, menurut Razak Porosi, dilandasi enam faktor penentu yaitu par- tisipasi, kesadaran, kepedulian, kerja keras dari seluruh aparat pemerintah dan masyarakat, ser- ta ditunjang faktor lingkungan yang masih mudah diatur, karena keberadaan kota yang masih baru. Keenam faktor tersebut, sudah diterapkan pemerintah dan masya rakat Kendari, meskipun belum secara utuh, namun sudah mulai dilandasi kesadaran sendiri, Antara PENGAMEN JALANAN: Seorang bapak tua yang mengamen di pinggiran jalan sekitar pertokoan sehingga tanpa ada paksaan Blok M, Jakarta, baru-baru ini, tengah menanti pemberian uang yang diberikan para pejalan kaki yang melewatinya sementara istrinya menanti dibelakang. Menurut mereka, dari hasil mengamen ini bisa mencukupi kehidupan mereka sehari-hari dengan tiga anaknya. mereka sudah berbuat secara swadaya. "Pada prinsipnya, kesadaran dustri dan sumber daya ekonomi serta ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai prasyarat terbentuknya masyarakat industri yang menjamin peningkatan keadilan kemakmuran dan pemerataan pendapatan serta kesejahteraan rakyat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila". Dari gambaran GBHN di atas dapat dilihat posisi sentral (cen- tral) dari pembangunan itu adalah pola hidup industri yang ditandai dengan proses perkembangan teknologi dan hadirnya pem- bagian kerja yang jelas antara manusia dan mesin. Masyarakat industri ditandai dengan rutinitas, disiplin yang ketat, etos kerja yang tinggi dan efisiensi dalam segala bidang kehidupan. Realitas masyarakat industri yang penuh rutinitas dan disiplin yang ketat menjadikan kemam- puan membagi dan meman- faatkan waktu sangat baik, karena kemampuan meman- faatkan waktu sangat menen- tukan keberhasilan seseorang dalam masyarakat industri. Etos kerja yang tinggi sebagai manipestasi dari memperoleh jaminan hidup, karena gaji yang diperoleh adalah hasil kerja keras dan etos kerja yang baik. Bila tidak yang namanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah jodoh yang tidak terelakkan bagi seseorang yang berada di kelom- pok masyarakat industri. Efisiensi dalam segala bidang kehidupan adalah modal dalam meraih masa depan, saving (tabungan) merupakan modal produktif atau tidak mempunyai hidup di hari tua setelah tidak kemampuan kerja lagi. Kenyataan kenyataan yang ada dalam masyarakat industri ini, maka materi dakwah pada masyarakat industri lebih kompleks. MATERI DAKWAH MASYARAKAT INDUSTRI kekomplekan Melihat masyarakat industri, maka materi Allah dengan keadilannya meli hat hal ini sebagaimana dijelas kan Rasulullah Saw dalam hadits nya : Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuhmu dan tidak pula ketam pananmu, tetapi Allah melihat hatimu (niat). (HR Muslim dari Abi Hurairah). Allah tidak melihat manusia dari ketampanan atau cantiknya bawaan tubuh seseorang karena la yang menciptakannya. Ia juga tidak tertipu dengan tubuh sese orang yang dibalut dengan kos. metik karena Ia sangat luas penge tahuan-Nya. Allah menilai kita se cara objektip yaitu niat yang terkandung di dalam hati manu sia. Namun kecenderungan kita ma nusia menilai dari penampilan lahiriyah (mungkin pengaruh alir an materialisme) sehingga lupa esensi niat yang sebenarnya. Di- jaman modern ini kita sering terke coh oleh penampilan (perfor- mance) lahir yang meyakinkan kita akan kebaikannya tetapi ter- nyata seorang penjahat (penjahat berdasi). Karena kecenderungan inilah para penjahat menipu kita warga kota Unaaha sudah ada, sehingga tidak terlalu sulit lagi un- tuk mengajak mereka meningkat kan kebersihan kota dan menjaga kelestarian lingkungan agar tetap asri," tambahnya. TIDAK BERTEMU Menurut Razak Porosi, begitu mendengar berita rencana kedata ngan Tim Penilai Adipura ke Unaaha, ia langsung menghubu ngi Pemda Tk. II Luwu di Palopo, Sulsel yang saat itu baru selesai dinilai oleh tim. "Saya memerintahkan bebera pa orang kurir untuk menjemput tim penilai di Pelabuhan Feri Kolaka dan Bandara Wolter Monginsidi, tetapi hingga selesai penilaian kota Unaaha, tidak per- nah berhasil bertemu," katanya. Tim penilai yang datang di Kendari ibarat pepatah datang tanpa muka, pulang tanpa pung- gung sehingga Pemda Kendari berasumsi keberhasilan meraih Adipura itu atas dasar penilaian yang murni dan tidak terkesan sebagai hadiah. Ketua Tim Penggerak PKK Ka bupaten Kendari, Ny. Abd. Razak Porosi mengatakan, upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kebersihan kota antara lain mela lui partisipasi ibu rumah tangga, terutama dalam membersihkan halaman rumah masing-masing. Terobosan itu dilakukan para ibu rumah tangga sebagai ujung tombak karena keberadaannya yang selalu di rumah, sehingga mudah melakuan pembersihan dibanding kepala rumah tangga yang umumnya berada di tempat kerja. menentukan, karena audensi yang maka rasionalnya dari irrasionalnya. dihadapi pendakwah lebih besa Bila bicara efisiensi waktu, a yang dinilai bukan ucapan, akan tetapi tindakan di lapangan. Benar tidak tepat waktu, jika hanya teori atau ucapan saja, maka materi dakwah kurang dapat diterima. Pendekatan dari 'hati-ke hati' kepada ibu-ibu rumah tangga dengan memberi ransangan beru pa kunjungan seluruh pengurus maupun Tim Penggerak PKK ke rumah-rumah penduduk. "Kalau lingkungan pekarang an dan rumahnya kotor tentu mereka akan merasa malu jika didatangi ibu-ibu pejabat," katanya dengan nada sedikit kelakar. Di sisi lain, upaya kebersinan diprioritaskan pada fasilitas umum seperti pasar, rumah sakit, rumah ibadah dan terminal se dangkan khusus untuk jalan diker Islam Materi dakwah untuk masyarakat industri harus diperluas, tidak hanya merujuk kepada Al-Qur'an dan Sunnah dalam arti sumber statis, tetapi juga sumber sumber dinamis yakni melihat alam kehidupan yang ada sekarang ini. Ajaran memiliki wawasan global sehingga apa dilakukan masyarakat in- yang dustri adalah tuntutan dalam Islam, rutinitas, etos kerja, disiplin yang tinggi adalah ibadah bagi ummat Islam dan dalam kehidupan Islam dituntut untuk bekerja keras dan berdisiplin tinggi serta memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih. Pada dasarnya dakwah bil-hal dan penerapan materi dakwah secara sistematika yang tersusun baik modal untuk mencapai sasaran dakwah di masyarakat in- dustri. Pada dasarnya pula dalam masyarakat industri materi dakwah tidak perlu panjang, tapi singkat, padat dan tepat pada sasaran dengan contoh yang kongkrit dalam kehidupan sehari- hari di masyarakat industri. Bila saja cara ini dilakukan para pendakwah maka sasaran dakwah di masyarakat industri akan lebih baik dan saat ini sasaran paling utama adalah masyarakat industri seiring dengan pola dasar pembanguann Indonesia mengarah kepada pem- bangunan industri. Penulis adalah sarjana pendidikan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara- dengan penampilan lahir yang tidak kita sangka sama sekali ia sebagai seorang penjahat. Dalam berbagai hal kita harus tetap waspada dan jangan mudah terke coh oleh penampilan yang la- hiriah. Dalam masa kampanye menje lang pemilu kita juga harus meli hat secara objektip jangan sam- pai tertipu dengan penampilan sehingga melupakan esensi yang sebenarnya. PENUTUP Di awal tahun baru hijriyah 1418 ini kita rubah niat (motivasi) kepada semata-mata mengharap ridha Allah Swt dalam menjalan kan seluruh aktifitas. Disamping itu kita menilai sesuatu bukan hanya bentuk lahir tetapi juga aspek inplisitnya. Kita adalah umat yang pertengahan tidak me lupakan yang lahir demi kepenting an yang batin, dan melupakan yang batin demi kepentingan yang lahir, tetapi menselaraskan antara yang lahir dan batin. Sebaik-baik pekerjaan adalah pertengahan (ha dits). Selamat Tahun Baru Hijri yah. jakan oleh petugas khusus, tam bahnya. Kegiatan kebersihan kota Unaaha masih memiliki beberapa kemudahan, terutama menyang kut lahan dalam kota masih banyak yang kosong, sehingga ditanam sendiri oleh masyarakat. sebagian sampah dibakar atau Kondisi ini memudahkan pe pah karena stok sampah sangat kerjaan petugas pengangkut sam- kurang, sehingga petugas hanya mengangkut sampah yang dikum- pulkan penyapu jalanan, sedang kan sampah rumah tangga volu menya relatif kecil. Tetapi dalam mengantisipasi perkembangan kota Pemda Kabu paten Kendari sudah menyiapkan 10 hektare lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) ber- jarak sekitar tujuh km sebelah Barat kota Unaaha. Kendaraan pengangkut sampah di Kota Kendari sebenarnya hanya dua buah, serta 20 orang petugas penyapu jalanan, namun jika pro- duksi sampah meningkat, pihak perusahaan swasta ikut memban- tu. "Masyarakat secara sukarela bertanggung jawab terhadap ke bersihan jalan di depan rumah masing-masing, begitu pula tempat-tempat ibadah," katanya seraya menambahkan pada prin- sipnya kebersihan Kota Unaaha dilakukan secara swadaya. ADIPURA KENCANA Ketua DPRD TK.II Kendari H.Hinol Biohanis mengatakan, keberhasilan memperoleh Piala Adipura merupakan hasil ker- jasama semua pihak sehingga wa- jar bila disambut dengan rasa haru oleh seluruh masyarakat. Masyarakat melalui wakil- wakitnya yang duduk di DPRD II setempat untuk berupaya memper tahankan penghargaan tertinggi di bidang kebersihan kota itu, na mun tentunya sangat mengharap kan sistem dan pengaturan yang lebih baik dari aparat pemerintah. "Warga masyarakat Kota Unaaha, pada prinsipnya masih memegang teguh adat istiadat masyarakat setempat, sehingga tidak sulit dalam mengaturnya, karena mereka patuh pada pim- pinan maupun aturan pemerin- tah," tambahnya. (Ant)
