Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-06-13
Halaman: 07

Konten


Jumat, 13 Juni 1997 DAERAH ISTIMEWA ACEH fait en Kakanwil Depdikbud Aceh : Tidak Dibenarkan Kutipan Apapun dalam Penerimaan Siswa Baru 4/19 Banda Aceh, (Analisa). Dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru tahun ajaran 1997/1998, tidak dibenarkan adanya Nilai Ebtanas Murni (NEM) ter- harus sesuai dengan ketentuan yakni peringkat tinggi. pengutipan dalam bentuk apapun. Terutama yang menjurus ke praktek pungutan liar (pungli). Yang perlu mendapat perha- tian khusus dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru di jajaran Depdikbud Aceh adalah praktek pungli, sogok, calo dan tindakan negatif lainnya yang dapat me- nimbulkan keresahan masyara- kat. Ketentuan ini berlaku dalam setiap penerimaan siswa baru mulai jenjang TK,SD,SLTP dan SLTA se-Aceh. Sekolah yang tidak mengin- dahkannya, akan ditindak tegas esuai ketentuan yang berlaku, ungkap Kakanwil Depdikbud Aceh, Drs.H.Ng. Daeng Male- wa didampingi Kasubag Penera- ngan Adami Umar kepada "Ana- lisa", Kamis (12/6). Kutacane, (Analisa).- Dalam tahun anggaran 1997/1998 dan tahun-tahun ang- garan berikutnya pengembangan tanaman jagung di arahkan ke wilayah Pembantu Bupati Gayo Lues. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Aceh, Ir. H. Syo- fyan Soekirman menjawab per- tanyaan "Analisa" di ruang ker- ja Kadis Pertanian Aceh Tenggara Selasa (3/6). Menurut Syofyan, latar belakang pengembangan jagung pada Kecamatan Blangkejeren, Kuta Panjang, Rikit Gaib dan Terangun karena selama ini lahan sawah dan lahan kering belum ditanami dengan jagung. Pengembangan Jagung Diarahkan ke Gayo Lues Sementara potensi pengem- bangan jagung di keempat kecamatan itu sangat bagus sekali. Untuk itu diharapkan kepada petani yang mendapat bantuan bibit jagung di wilayah keempat kecamatan itu agar meman- faatkan bantuan itu sebaik-baiknya. Bagi petani yang tidak men- dapat bantuan diharapkan dengan swadaya menanami lahan pertaniannya dengan tanaman jagung itu. sendiri Ketika disinggung tentang turunnya harga jagung akhir- akhir ini di Aceh Tenggara, ia mengharapkan agar pihak swasta bersedia menjadi mitra kelompok taní jagung untuk menampung hasil panen.b Disamping itu, pihak swasta SYNERGY Communication jauh Dikatakan, dalam penerima- an siswa baru juga tidak dikenal adanya pemberian jatah kepada siapapun. Siswa yang diterima CHBC hendaknya dapat membantu petani mengupayakan peralatan untuk mengolah jagung, baik un- tuk menjadi tepung jagung maupun untuk diolah menjadi minyak jagung (az).- Jika ada pihak-pihak tertentu di luar organisasi Kadin yang menginginkan adanya Muslub, itu merupakan perbuatan yang ingin merongrong kewibawaan organi sasi pelaku ekonomi tersebut. Karenanya pengurus Kadin tidak akan, terpengaruh dengan isu Muslub yang belakangan ini dilontarkan oleh orang-orang yang kurang senang terhadap ke berhasilan Kadin Aceh itu. 10 "Kami akan menentang jika ada kelompok ataupun pihak-pi hak tertentu yang akan mencam puri urusan rumah tangga Kadin", tegas M. Dahlan Sulaiman SE kepada wartawan di kantornya, pekan ini, sehubungan dengan adanya isu Muslub di tubuh or ganisasi Kadin tersebut. Menurut dia, isu Muslub yang merebak dan sempat meresahkan para pelaku ekonomi di Aceh itu, sengaja dihembuskan oleh sege lintir orang yang tidak senang ORIENT VOT HBO X M [V] THE Dengan pola penerimaan se- perti ini, diharapkan para peserta didik yang berprestasi akan memperoleh kesempatan perta- ma dalam menduduki bangku sekolah pada jenjang berikut- nya. Kadin Aceh tidak akan Selenggarakan Muslub Banda Aceh, (Analisa). dengan keberhasilan Kadin. Ketua Kadin Aceh, M.Dah- lan Sulaiman, SE mengatakan, organisasinya tidak akan mela- kukan Musyawarah Luar Biasa (Muslub) karena tidak ada per- soalan yang mendasar yang me- langgar AD/ART, ataupun per- mintaan dari para anggota Kadin di tingkat II. Begitu juga kalau terdapat sejumlah calon siswa yang me- miliki jumlah nilai NEM sama, maka hasil tes khusus menjadi pertimbangan utama. HANYA TIGA KELAS Untuk sekolah swasta yang masih menggunakan atau me- numpang gedung milik sekolah negeri, hanya boleh menerima siswa baru sebanyak 3 kelas saja. Jumlah maksimun yang dite- rima setiap kelas baik SLTP maupun SLTA sebanyak 40 orang, termasuk di dalamnya siswa yang mengulang, kata Daeng. 2002 Begitu juga penambahan ke- las pararel, hanya dapat dilaku- kan atas persetujuan Kakandep- Discovery Karenanya diminta kepada Kadin tingkat I Aceh beserta ja- jarannya, tidak perlu risau de- ngan isu-isu yang dengan senga- ja dikembangkan dengan mak- sud melemahkan kinerja Kadin Aceh. Atas dasar itulah, Dewan Pe ngurus, Dewan Pertimbangan dan Dewan Pembina Kadin Aceh, Ka mis (5/6) telah mengadakan rapat koordinasi dengan Ketua/Utusan Kadin Tingkat II se daerah Aceh untuk membahas munculnya isu Muslub yang merebak selama se- pekan ini. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Ketua Kadin Aceh itu telah dibahas beberapa persoalan yang menyangkut adanya rong- rongan dari pihak-pihak tertentu terhadap Kadin Aceh tersebut. Sepuluh orang Ketua/Utusan Kadin tingkat II se-Aceh sepakat masih mempercayakan kepemim pinan Kadin Aceh kepada pengu rus yang sekarang ini, dan me minta agar pengurus tetap menja lankan roda kepengurusan Kadin hingga berakhir. "Kami diminta tetap melaksa nakan tugas-tugas keorganisasian seperti biasa dengan meningkat kan persatuan dan kesatuan ser- ta koordinasi dengan pihak-pihak An NBC dikbud/ Kantor Inspeksi Daerah Tingkat II yang bersangkutan. Atau dilakukan sebatas ke- mampuan yang ada, baik ditin- jau dari keterlaksanaan proses belajar mengajar secara sempur- na maupun jangkauan pembina- an yang efektif dan efisien. Selain itu, juga perlu mem- perhatikan keberadaan sekolah yang sejenis di sekitarnya agar jangan sampai terjadi persai- ngan tidak sehat Gila! punya parabola belum tahu apa-apa ****** Pelaksanaan penerimaan sis- wa baru untuk tingkat Taman Kanak-kanak dan Sekolah Da- sar berlangsung 23 Juni sampai 5 Juli 1997. Untuk SLTP 19 Juni sampai 2 Juli 1997 dan khusus SMP Terbuka 5 sampai 10 Juli 1997. Sementara Sekolah Menengah Umum (SMU) 12 hingga 25 Juni 1997. Sekolah Menengah Kejuruan program bidang studi khusus, menerima siswa baru dari 12 sampai 28 Juni 1997 yang ter- buka bagi calon siswa asal se- luruh propinsi dan sekolah Indo- nesia di luar negeri. (bma). X "Bila Anda termasuk orang yang gemar menikmati tontonan yang eksklusif, dengan kualitas gambar digital yang tajam dan suara sejernih compact disc yang belum pernah Anda nikmati sebelumnya Tidak tahukah Anda bahwa banya dengan satu ayunan langkah kecil Anda Indovision dengan 19 saluran digital akan membuka segala impian Anda. Sebuah tontonan tanpa batas dengan lebih dari 500 film setiap bulannya, acara olah raga spektakuler dari arena-arena besar di dunia yang disiarkan langsung serta berita dunia yang paling aktual dan masih banyak lagi hiburan bagi Anda sekeluarga. Disajikan selama 24 jam terus menerus, Semuanya itu hanya Anda dapatkan dari Indovision. Segera kunjungi agen resmi Indovision terdekat atau hubungi customer service kami sekarang juga !". CITRAAN terkait", ujar Dahlan Sulaiman mengutip kembali pernyataan Ke tua/Utusan Kadin tingkat II tersebut. Rapat koordinasi, katanya me mandang tidak perlu diadakannya Musyawarah Luar Biasa Kadin Tingkat I Aceh, karena Dewan Pe ngurus Kadin Tingkat I dalam menjalankan tugasnya selama ini tidak melakukan penyimpangan atau pelanggaran terhadap AD /ART Kadin maupun peraturan dan ketentuan yang terkait de ngan Kadin. Rapat juga menyepakati agar ketentuan pelaksanaan pengutip an uang pangkal, uang iuran yang dilakukan Kadin dan Kadin Ting kat II selama ini agar diteruskan berdasarkan surat Kadin Indone sia No.922/SKI/VI/1997 tanggal 2 Juni 1997. Menanggapi hasil rapat koor- dinasi Kadin tersebut, Dahlan Sulaiman kembali mengingatkan pihak-pihak yang kurang senang terhadap Kadin agar tidak meng ulangi perbuatannya yang mere sahkan itu. Pihaknya akan bertindak tegas jika mereka masih melakukan lon taran isu yang dapat meruntuh kan persatuan dan kesatuan di tubuh Kadin Aceh (erh). 141 INDOVISION SATU VISI BANYAK AKSI Agen Resmi INDOVISION: PT. BIMO SAKTI UNGGUL (021) 426 5147-426 5148-426 5149, (061) 859 440 - 868 780 HANKI BARU (061) 569 125 CAN NTNCORA CAR WA CHANDR Hotline (021) 392 0888 ANALISA Analisa/soe DARURAT: Jembatan darurat yang menghubungkan PIRSUS kelapa sawit Kaloi II dengan PKS Pulau Tiga perlu diganti jembatan permanen. Kades Kaloi Tepati Janji kepada Masyarakat Kuala Simpang, (Analisa). Kepala Desa Kaloi Kecama- tan Tamiang Hulu, Aceh Timur menepati janjinya kepada ma- syarakat untuk memperbaiki sa- rana dan prasarana desa. Sebelumnya Kades tersebut berjanji, bila Pemilu berlang- sung aman dan Golkar menang, pihaknya akan langsung mem- perbaiki sarana dan prasarana desa. Dalam Pemilu di desa tersebut, dari jumlah pemilih sebanyak 1.750 orang yang memberikan suaranya di lima TPS, Golkar berhasil meraup suara 99%. Atas kemenangan yang cukup spektakuler ini, Kades langsung memperbaiki galangan besi dan lantai papan sebuah jembatan gantung yang dibangun pemerin- tah tahun 1990. "Dana perbaikan jembatan sekitar Rp. 700 ribu itu seratus persen uang pribadi saya", ucap Kades Kaloi, Alisyah saat ditemui "Analisa" di kantornya pekan lalu. Selain perbaikan jembatan yang merupakan urat nadi perekono- mian dan perhubungan ratusan jiwa warganya dengan warga desa tetangga itu, menurut Kades, pihaknya kini tengah meram- pungkan pemasangan bola lampu jalan di semua jalan dusun. Sedangkan sebagai ungkapan terimakasih kepada remaja pemilih pemula, pihaknya juga telah mempersiapkan sejumlah bola kaki lengkap dengan kostum- nya yang akan dibagikan kepada klub sepakbola di desa itu. AKHIR JUNI Penyerahan bola lengkap dengan kostumnya itu, diren- canakan berbarengan dengan acara syukuran sukses Pemilu yang dijadwalkan akhir Juni ini," ujar Kades. Alisyah yang mulai menjadi Kades tahun 1994 itu mengakui, Tapaktuan, (Analisa). Beberapa ruas jalan desa di Kecamatan Kluet Utara perlu mendapat perhatian Pemda Aceh Selatan untuk ditingkatkan agar prasarana ekonomi lebih mendukung di kawasan itu. Pantauan "Analisa", Rabu di beberapa lokasi menyimpulkan jalan tersebut merupakan sarana vital bagi perhubungan kekelu- argaan serta sebagai prasarana untuk meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Jalan desa yang belum pernah mendapat perhatian pemerintah untuk ditingkatkan berupa peng- aspalan adalah jalan desa se- panjang Desa Kampung Tinggi, Kluet Utara. Menurut keterangan, jalan tersebut bukan saja sebagai per- hubungan antarkawasan pedesa- an di kawasan itu, melainkan sebagai sarana perhubungan an- tara dua kecamatan yakni Kluet Utara dengan Kluet Selatan. Jika penduduk ingin mem- persingkat jarak tempuh ke Klu- et Utara dari udik Kecamatan Kluet Selatan seperti penduduk Desa Lawesawah, Lawe Buloh- didi, Payadapur, Pucuk Lem- bang dan Desa Alai maka yang dipergunakan mereka adalah ja- lan Desa Kampung Tinggi, kata tokoh masyarakat asal Kluet Utara, Z.Daud. Menurut pengamatannya, justru karena fungsinya begitu vital maka jalan tersebut bukan Beberapa Jalan Desa di Kluet Utara deyshen Perlu Ditingkatkan Sonya kelihatannya kesal se- kali melihat kepergian Arifin itu. Tapi Sebelum lelaki itu sam- pai di pintu, Sonya berteriak me- manggilnya kembali. "Dik Ripin!". Arifin yang sudah hendak keluar, berhenti kembali. Lalu membalikkan tubuh untuk menghadapi Sonya. "Ada apa lagi, Nyonya?", ta- nya Arifin dengan sedikit kesal. "Boleh saya tahu kapan Tria- na datang dari Amerika dan ka- pan pula surat wasiat suami saya itu akan Anda buka?". pihaknya, secara pribadi hanya mampu merealisasi sejumlah janji yang kecil-kecil saja. Sedangkan program pembangunan yang memakan dana banyak tetap diteruskan ke atasan. "Surat wasiat dibuka sekitar jam satu siang di hadapan selu- ruh keluarga dan seluruh kar- "Yang sudah kami teruskan ke tingkat atasan antara lain per- baikan atau pembangunan total jembatan Kiara", katanya. Jembatan sepanjang 15 meter ini dirasakan cukup mendesak dibangun dengan konstruksi per- manen, mengingat fungsinya cukup vital, yakni sebagai sarana hubungan PIRSUS kelapa sawit Kaloi II dengan PKS Pulau Tiga. Alisyan Sementara untuk menjamin hak atas tanah warga desa, selaku Kades dia juga sudah mengajukan permohonan agar pihak BPN Aceh Timur memprogram paket proyek nasional agraria (Prona) di desa ini.. Menurut Alisyah, kepemilikan sertifikat hak atas tanah dipan- dang sangat penting. Sebab di wilayah ini cukup banyak HGU perekbunan swasta, sehingga bila belum memiliki sertifikat, dikhawatirkan akan terjadi tum- pang tindih. "Untuk itu, kami sengaja memilih Prona, karena program inilah yang bisa terjangkau biayanya oleh masyarakat," ucap Alisyah. (soe). iugno dikategorikan sebagai jalan desa melainkan jalan kecamatan atau mungkin jalan kabupaten. Panjang jalan tersebut yang sudah beberapa tahun dilakukan pengerasan badan jalan melalui swakarya/swadaya masyarakat Kampung Tinggi sekitar 1km, perlu ditingkatkan menjadi jalan aspal. Sementara itu beberapa ruas jalan di Desa Lawesawah dan Lawe Bulohdidi tampaknya juga perlu ditingkatkan, demikian di- kemukakan Kepala Desa Kam- pung Paya, Husnaini. Menurutnya panjang jalan yang diidamkan masyarakat un- tuk diaspal sekitar 1.000 meter yang sejak lama diusahakannya melalui camat dan DPRD. PENANGGULANGAN EROSI Selain itu yang menjadi hara- pan masyarakat adalah penang- gulangan erosi Krueng Kluet/ Kandang yang tetap mengan- cam perkampungan penduduk. "Selama ini memang sudah ada upaya Pemda untuk me- nanggulanginya namun belum maksimal", katanya. Tahun ini alasannya untuk memperjuangkan pembangunan keduanya di kampungnya kare- na sudah memenangkan Golkar mencapai 80 persen. Dalam kampanye lalu, Gol- kar sering mengumbar janji jika partai ini menang rakyat akan semakin senang, demikian dike- mukakannya.(m) yawan kantor perusahaannya pada tanggal 15 bulan ini juga. Triana diharapkan akan datang pagi hari itu juga. Dari bandar udara dia akan langsung datang ke kantor perusahaan untuk menghadiri acara pembukaan surat wasiat tuan Harianto itu". "Tanggal lima belas?". "Betul, Nyonya. Permisi....". Sonya hanya melirikkan ma- ta ke arah pintu ketika Arifin meninggalkannya. Sejenak dia diam, sepertinya sedang ber- pikir-pikir tentang sesuatu. La- lu, pelan-pelan bibirnya me- nyunggingkan seulas senyuman sinis. "Tanggal lima belas, heh? Oleh: Wiwid Misteri Tanah Warisan 20- Halaman 7 Dephub Aceh Miliki Rp. 17,1 Milyar Dana untuk 11 Proyek Banda Aceh, (Analisa). Kanwil Dephub Aceh memi- liki dana Rp. 17,1 milyar untuk Il proyek yang akan dikerjakan tahun anggaran 1997/1998. Demikian diungkapkan Ka- bid Perencanaan Kanwil Dep- hub Aceh, Ir.Tunjung Inderawan mewakili Kakanwil Dephub Aceh dalam dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Aceh di ruang rapat komisi tersebut, pekan lalu. Rapat dengar pendapat itu di- pimpin Ketua Komisi D, Ahmad Zaini Ibrahim didampingi Wakil Ketua Komisi D, Drs. H.M. Hu- sain Wahab dan para anggota ko- misi D DPRD-I Aceh. Dalam penjelasannya kepada Komisi D, Tundjung mengata- kan, proyek tersebut adalah pe- ngembangan fasilitas lalulintas ja- lan Banda Aceh senilai Rp. 623 juta, berupa pemasangan empat tanda lalulintas pemasangan 208 buah rambu jalan, marka jalan dan pagar pengaman. Proyek pengembangan Banda- ra perintis. Pengembangan fasili- tas keselamatan penyeberangan, berupa pengadaan alat-alat Tel- Proyek peningkatan angkutan penyeberangan senilai Rp. 4,7 milyar, berupa subsidi pengopera- sian kapal perintis Meulaboh - Si-kom, listrik dan navigasi indra. Proyek pembangunan gedung Kanwil Departemen Perhubungan Aceh sehingga nanti bisa berkan- tor satu atap, karena selama ini berada di tiga tempat. nabang, pembebasan tanah ren- cana pengembangan di Ujung Pancu, pengadaan/pemasangan lampu suar di Balohan dan pem- bangunan tahap III dermaga di Labuhan Haji. Proyek metrologi dan geofisi- Meulaboh, (Analisa). Kasus pemotongan dana Bandes di Kecamatan Woyla, Aceh Barat yang sempat meng- hebohkan masyarakat, kini dita- ngani Polres setempat. Polres Aceh Barat telah me- manggil oknum camat, Drs. TRA bersama Kasi PMD mela- lui surat panggilan, setelah me- minta izin Bupati Aceh Barat. Demikian dikatakan Kapol- res Aceh Barat, Letkol Pol.Drs.R Kusman yang dihubungi "Ana- lisa" melalui Wakapolres, Ma- yor Pol.Drs.M Akmil dan Kasat Serse Lettu Pol.Isman Nofiardi SH. Kasus Pemotongan Dana Bandes di Woyla Polres Aceh Barat Panggil Oknum Camat dan Kasi PMD Proyek pengembangan pelabu- han laut senilai Rp. 4,9 milyar be- rupa pembangunan fasilitas kapal di Lhokseumawe, pemba- ngunan/pengadaan fasilitas pela- buhan Tapaktuan dan replasma pembangunan dermaga di Sinabang. Surat panggilan kedua tokoh wengkan dana Bandes tersebut yang diduga telah menyele- dikirim pada hari Senin (9/6) dan harus menghadap Rabu (11/ 6) pukul 09.00 WIB untuk mem- beri keterangan kepada pihak kepolisian. Sumber "Analisa" di Polres setempat menyebutkan, hingga Rabu pukul 12.00 WIB, kedua oknum tersebut tidak mengha- dap. Pengembangan fasilitas udara senilai Rp. 3,3 milyar berupa pembangunan lapangan udara di Takengon, perpanjangan landa- san I Bandara Maimun Saleh di Sabang, lanjutan pembangunan lapangan udara Cut Ali, Tapak- tuan dan lapangan udara Cut Nyak Dhien. Menurut sumber itu, kedua- nya tidak bisa menghadap mem- beri keterangan kepada pihak kepolisian, karena di Woyla ada acara. Its Intoi attimon Kasus pemotongan dana Bandes secara besar-besaran ter- sebut kini semakin mencuat ke permukaan, setelah beberapa media memberitakannya. Beberapa kepala desa di ke- camatan lain mengatakan, pe- motongan dana Bandes itu bu- kan hanya terjadi di Kecamatan Woyla, tapi juga di kecamatan lain. Munculnya kasus pemoto- ngan dana Bandes tersebut di- sebabkan oknum tersebut me- Jadi tinggal sebelas hari lagi?" Dengan menenteng tas hi- tamnya, Arifin bergegas mema- suki mobilnya yang diparkirkan di depan rumah besar itu. Dia segera masuk ke dalam mobil- nya sambil memasukkan kunci starter ke lobang kuncinya. Sebentar Arifin menghela nafas dalam-dalam. Disandar- kannya tubuh di jok. Terbayang kembali adegan antara dia de- ngan Sonya tadi. Ada terbersit rasa malu di dalam dada Arifin. Ah, kenapa tadi dia begitu saja terjerat oleh pesona yang dilemparkan oleh Sonya? Apa jadinya kalau tadi dia sampai terjebak dalam rayuan manis nyonya cantik itu? Tentu saja dia tidak bisa menolak lagi apa sa- ja yang diinginkan oleh Sonya. Tentu saja berarti dia sudah mengkhianati sumpahnya sendi- ri ketika dilantik sebagai Sarja- na Hukum dan sebagai Notaris dulu. Sungguh, memalukan seka- li apa yang terjadi tadi. Beberapa detik Arifin meng- istirahatkan pikirannya dari ke- jadian yang dianggapnya cukup memalukan tadi. Barulah dia memutar kunci kontak mobil- nya. Mesin pun menderum keras. Proyek pengembangan fasilitas keselamatan pelayanan, berupa pembangunan bantu sarana navi- gasi Tanjung Seke dan pulau lain- nya. Proyek pengembangan fasi- litas keselamatan pelayaran II, berupa pembangunan gedung operasional kesahbandaran Singkil. Mobil itu segera berjalan ke depan meninggalkan depan ru- mah besar yang berarsitek sedi- kit kuno itu. Tetapi ketika sam- pai di depan pintu pagar, Ari- fin tertegun. Di depan pintu pagar dili- hatnya Misno yang tadi memba- wakan dua gelas minuman. Pem ngait-ngaitkannya dengan ke- perluan dana Pemilu. Padahal dana Pemilu sudah disediakan pemerintah pusat. Di kecamatan itu, Rp. 500 ribu ko- non katanya untuk dana kontak Pemilu. Sebagaimana pernah diberi- takan harian ini, oknum TRA dikabarkan telah memotong da- na Bandes yang tidak diketahui jumlah dan kegunaannya. Seperti pengakuan beberapa kepala desa di Woyla, seharus- nya mereka menerima dana Ban- des tahun ini sebesar Rp. 6,5 ju- ta. Namun yang mereka terima hanya Rp. 1,5 juta. Sedang sisa- nya tidak diketahui rimbanya. Hanya beberapa kepala desa mengetahui dana yang dipotong itu untuk keperluan kontak Pe- milu Rp. 500 ribu, kebun terpa- du Rp. 400 ribu, bibit Rp. 1 juta dan untuk buku PKK Rp. 35 ri- bu. Selebihnya tidak diketahui. (fud). Tapaktuan, (Analisa). ka, berupa pengadaan perangkat perkantoran, pengatur suhu dan alat-alat metreologi lainnya serta taman penghijauan. Proyek perkeretaapian Aceh yang nilai- nya mencapai Rp. 954,9 juta. Khusus masalah proyek perkeretaapian tersebut kini se dang dibicarakan dengan Bap- penas anggaran. Semoga rencana untuk menghidupkan kembali ke- reta api di Aceh segera terealisa- si, kata Tundjung. Rapat sempat menimbulkan kekecewaan para anggota dewan dikarenakan hingga lebih 35 me- nit dari jadwal yang telah ditetap- kan, pihak perhubungan belum juga muncul. Sedangkan ketidak- hadirann Kakanwil karena hingga kini masih merangkap tugas di Jambi. Menurut Nyoto, proyeksi desa berlistrik ahir tahun 1997 di Aceh 4.990 desa (91,31%). Sedangkan rencana tahun 1998 akan menca- pai 5.190 desa (94,97%). Pada ta- hun 1996 konsumsi kapita per ta- hun di Aceh 99,25 kwh, sedang- kan angka nasionalnya 293,10 kwh. Pada tahun 1997 perkiraan- nya 108,05 dan rencana tahun 1998 diperkirakan dapat menca- pai 121,77 kwh. (pat) Polres Aceh Selatan Temukan Dua Ladang Ganja Polres Aceh Selatan berhasil menemukan dua lokasi ladang ganja di wilayah Kecamatan Ba- kongan baru-baru ini. Sumber "Analisa" di Mapol- res Aceh Selatan mengungkap- kan Rabu (11/6), salah satu lo- kasi ladang ganja tersebut di- temukan Jumat (6/6) di Gunung Batee Rayeuk Desa Seulekat, sekitar 60 km sebelah timur Ta- paktuan. Sementara ladang ganja lain- nya berada di Gunung Labu dan ditemukan Minggu (8/6) sekitar pukul 14.00 WIB. Luas kebun diperkirakan Analisa/bay ABRASI: Sepanjang 1,5 km pantai Desa le Rhob Kecamatan Gandapura Aceh Utara dilanda abrasi berat sejak dua dasawarsa lalu. Akibatnya ratusan hektare kebun kelapa milik penduduk setempat ditelan laut Selat Malaka. Dalam gambar tampak air laut terus menguras daratan terutama pada musim barat dan timur. no. bantu setengah baya itu terse- nyum sambil menganggukkan kepalanya dengan hormat kepa- da Arifin. "Selamat siang, Tuan. Sela- mat jalan," ujar Misno ramah. Arifin menghentikan mobil- nya tepat di hadapan Misno. Di- bukanya kaca mobilnya. Lalu dia melambaikan tangannya un- tuk memanggil Misno. Misno pun segera datang mendekat. "Saya tuan ?", tanya Mis Sebelumnya, rapat dengar pen- dapat dilaksanakan dengan Kepa- la Dinas PU Aceh, Ir. Zakaria Is- mail yang membahas masalah pembangunan gelanggang olahra- ga senilai Rp. 46,6 milyar di Lhongraya, Banda Aceh. "Siapa namamu, Mang?", tanya Arifin pula. "Saya Misno, Tuan. Saya pembantu rumahtangga di ru- mah ini." Gelanggang yang akan diresmi- kan langsung oleh Presiden Soe- harto sekaligus dengan upacara peringatan hari olahraga nasional awal September itu, hingga saat ini kondisi fisiknya telah rampung 77,2% dengan realisasi keuangan 62,6% diharapkan pada H-10 su- dah selesai, janji Zakaria. Selanjutnya juga dilakukan pertemuan dengan Kantor PLN Wilayah-I Aceh yang dihadiri de- puti pimpinan bidang pengusa- haan (DBIUS) Ir. Nyoto Sulaksono. Diam-diam Arifin membuka tas hitam yang ada di jok di sampingnya. Dari sana diambil- nya dua lembar uang merah se- puluh ribuan. Diberikannya uang itu kepada Misno. Misno pun terkejut. "Uang apa ini, Tuan ?", ta- nya Misno heran. ujar Arifin. "Ambil sajalah, Mang," "Tapi saya harap mamang tidak bercerita kepada siapa- siapa, tentang apa yang ma- mang lihat di ruangan tamu ta- di. Tolong saya ya, Mang?". Beberapa saat Misno diam. Tapi kemudian dia mengangguk kan kepalanya, menandakan se tuju. "Ya, saya janji tidak cerita sama siapa pun. "Terima kasih, Mang.' "Tapi, boleh saya tanya, Tuan ?", tanya Misno kemu dian. 99 Dalam pertemuan itu diung- kapkan, dari 5.465 desa di Aceh, yang telah dilistriki mencapai 4,557 desa atau sekitar 83,39% te- tapi rasio elektrifikasinya di Aceh cuma 48,58% padahal angka na- sionalnya mencapai 68,9%. Dari 10 daerah tingkat II se- Aceh, yang telah mencapai angka 100% sebagai desa berlistrik ba- ru Kodya Banda Aceh dan Aceh Tengah. Sedangkan yang paling rendah adalah Aceh Barat (59,84%). mencapai 0,5 hektare dengan tanaman ganja 500 batang yang sudah mencapai ketinggian le bih 30 cm. lio) Dikatakan, dua tersangka pe- milik ladang ganja itu sudah di- tahan di Mapolres Aceh Selatan, sedangkan barang bukti bata- ngan ganja diamankan di Polsek Bakongan. Kapolres Aceh Selatan, Let- kol Pol.Drs.M.Kamil Fahmi yang dihubungi "Analisa" via telepon Rabu (11/6), membenar- kan ditemukan dua ladang ganja tersebut dan pemiliknya kini te- ngah diproses di Mapolres. (m). "Soal apa, Mang?". "Apakah tuan memang akan memberitahukan surat wa- siat tuan Harianto kepada nyo- nya sebelum non Triani pulang dari Amerika?", tanya Misno takut-takut. Arifin tersenyum kecut sam- bil menggelengkan kepalanya. "Ah, tidak. Saya tidak mungkin akan melanggar sum- pah jabatan saya sendiri. Surat wasiat itu tetap akan dibuka nanti setelah nona Triani pu- lang. Mamang tidak usah kha watir." "Kapan rupanya non Tria- ni mau pulang?". "Tanggal lima belas bulan ini, Mang." Misno merenung sebentar sambil menga guk-anggukan kepala. "Kalau ternyata pada tang- gal itu dia tetap tidak hadir, ba- gaimana jadinya, Tuan?", ta- nyanya kemudian. "Kalau dia tidak bisa da- tang, akan kita tanyakan kem- bali kepadanya, kapan dia bisa datang. Dia diberi tenggang waktu 15 hari berikutnya. Ka- lau dia tetap tidak bisa datang, Triani bisa mewakilkan kesak- siannya kepada orang yang sa- ngat dipercayainya. Atau, kalau dia tidak punya wakil, dia ter- paksa harus mengakui semua yang ada di surat wasiat itu!". (Bersambung )