Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Suara Karya
Tipe: Koran
Tanggal: 1980-05-05
Halaman: 05

Konten


r 7 1 8 5 n 0 5 SENIN, 5 MEI 1980 DUNIA PENDIDIKAN A Keterlibatan bimbingan dan penyuluh- Pandangan atas perkelahian an dalam proses belajar-mengajar massal antar pelajar -LOCK memberikan peranan negatip terhadap studinya. Hal ini dapat kita maklumi. Sebab eksistensi seorang Mahasiswa sebagai manusia yang menga- pendewasaan lami proses dalam artian sikap mental tidak dapat kita abaikan begitu saja. Disamping itu sejalan dengan perkembangan usia dan jiwa seorang Mahasis- wa, problematika yang dia lami juga semakin kompleks. Baik persoalan-persoalan pri- badi, keluarga atau lingkung- an. Kasus seperti ini sedikit banyak akan memperngaruhi keseimbangan mental seseo- rang. Meskipun kalau dilihat tingkat kecerdasaannya dapat diyakini bahwa orang tsb. lancar studinya. Artinya tidak bakal mengalami hambatan sedikitpun. Tapi toh realita- nya hambatan itu selalu ada Dus, kelancaran studi seseo- rang tidak selamanya diten- tukan oleh tingkat kecerdas- annya semata-mata, tapi ma- sih ada faktor lain yang mempengaruhinya. atau karakter fisiologis sangat mempengaruhi pola berpikir dan perangai anak. Dalam hal perkembangan itu normal, pengaruh kejiwaan dapat dikatakan kecil. Tapi bila perkembangan fisik seorang anak itu tidak/atau kurang normal, sidikit banyak akan berpengaruh negatip terhadap sangan-rangsangan Demikian pula proses keseimbangan mental. Merasa belajar di sekolah-sekolah, tidak sama dengan kawan- yang tak kalah pentingnya kawannya. Rasa rendah diri untuk kita bicarakan, teruta- selalu menghantuinya. Bah- kala dapat kadang ma yang menyengkut proses kan belajar seorang murid dalam mengakibatkan berkurangnya kaitannya dengan kondisi kepercayaan pada diri sendiri. dan lingkungan Sehingga hal-hal seperti ini kejiwaan mereka. Kemudian dapat kita dapat menghambat proses tinjau sejauh mana peran belajar seorang murid. Meski- yang telah dijalankan oleh pun tingkat kecerdassannya sebuah lembaga penunjang tidak diragukan untuk menca- disebut pai prestasi baik. yang pendidikan "Bimbingan dan Penyulu- Perkembangan psikis erat han". Kalau tadi dibicarakan hubungannya dengan tingkat usia dalam artian kronologi. kehidupan seorang mahasiswa dalam hal proses belajar, yang Perubahan tingkah laku, sifat dan pertumbuhan emosi ada- meskipun mereka (baca ma- hasiswa) dapat disebut seba- lah merupakan hasil dari proses pendewasaan dalam gai manusia dewasa dalam arti cara berpikir. Tapi toh tetap artian mental. Proses pende- wasaan antara individu satu saja ada hambatan belajar. Apalagi seorang murid seko- dengan lainnya tidaklah sama. lah dasar maupun menengah Hal ini sangat dipengaruhi yang masih dalam tingkatan oleh problem sosial dan (fase) "self recognition" dan proses penyesuaian dari se- lama fase adolesens dari self identification". Anak yang berada dalam masing-masing individu. tingkatan ini banyak sekali mengalami goncangan keji- dalam Tindakannya masih Peranan keluarga (orang tua) terhadap perkembangan self anak rangka identification dan self recog- nition sangat menentukan. Keadaan keluarga baik dalam segi sosial ekonomi maupun kondisi kejiwaan, terutama mekanisme interelasi diantara anggota keluarga akan ber- pengaruh terhadap proses belajar si anak. Bagaimanapun tu Beberapa waktu yang lalu, dunia pendidikan kita pernah diributkan soal skripsi penting atau tidak. Ada yang pro dan tak sedikit pula yang Akhirnya banyak kontra. orang menyimpulkan, bahwa yang penting bukannya skrip- si itu hapus atau tidak. Penghapusan skripsi bukan cara penyelesaian yang baik untuk memperkecil keter- hambatan studi Mahasiswa. Pendapat lain mengata- kan bahwa, bukan skripsi itu sendiri yang jelek, apabila seorang mahasiswa tertunda kelulusannya karena skripsi. Tetapi memang ada beberapa faktor yang menghambat di dalam proses penyelesaian- nya. Faktor pertama adalah Mahasiswa itu sendiri. Semen- tara orang mensinyalir akan kekurang-latihannya Mahasis- wamenuangkan "kemauan kedalam suatu pikir "nya media tulisan yang berupa karangan ilmiah. Faktor lain yang menghambat (atau yang menyebabkan terhambatnya) proses penyelesaian skripsi adalah dosen pembimbing- nya. Ini memang kenyataan yang tak dapat dipungkiri. Baru menemui dosen pem- bimbing saja (ada yang) sulit. Dengan adanya gejala- gejala demikian, orang lalu berpendapat bahwa betapa besar urgensi Bimbingan dan di Perguruan Penyuluhan Tinggi. Eksistensinya perlu dilembagakan secara formal dan mapan. Lingkup operasi- onalnya mencakup seluruh unsur (faktor) yang ada dalam proses belajar-menga- jar. Demaksudkan dengan adanya lembaga ini dapat membantu para Mahasiswa memperlancar studinya atau setidak-tidaknya dapat mem- perkecil hambatan belajar. -00- ni Berbicara soal proses belajar di Perguruan Tinggi, maka penulis ingat sebuah sinyalemen Sdr. Sugiarto Sargo yang pernah dimuat pada Harian Suara Karya ini beberapa waktu yang lalu, bahwasanya hambatan belajar yang dialami seorang Mahasis- wa kebanyakan bukan dise- babkan tingkat kecerdasan- nya melainkan karena ganggu- an ketidak seimbangan men- Total si Mahasiswa tsb. yang udbaid amave develo dey Bar BELAKANGAN INI per- soalan IPA dan IPS menjadi pembicaraan hangat. Lebih hangat lagi menjelang akhir tahun ajaran 79/80, dimana bakal pelajar SLÁ para beradu mengikuti test di Perguruan Tinggi (PT). Para bakal pelajar merasakan betapa ketatnya persaingan antara kedua jurusan terse- but. waan. banyak didominir oleh gelom- bang emosional. Sikap men- talnya sangat sensitip terha- dap situasi lingkungan. Arti- nya anak-anak (baca: murid) belum mempunyai sikap men- tal yang mantap. Padahal sikap mental ini mau tidak mau berpengaruh terhadap tanall Konsekuensi yang harus ditempuh oleh para lulusan IPS bagi kelanjutan studinya di Perguruan Tinggi adalah merupakan konkretisasi dari citra pelajar IPS sebagai warga negara yang selalu kalah pintar, kalah mampu dan kalah apa lagi, dari pelajar IPA. Pendeknya anak IPS itu anak bodo. Ekonomi yang Fakultas tergolong jurusan sosial itu, lebih banyak ditempati lulusan IPA sedang IPS mungkin sekali ada tetapi sudah langka. Lulusan IPS tidak mampu diajak bermain- angka dan menyingkir, sedang lulusan IPA dengan gampang melalap angka dan singgahlah mereka di sana. Meskipun dengan malalui pola yang lain para lulusan IPS juga diberi kesempatan untuk mengambil jurusan- Melalui pola seleksi jurusan eksak seperti Geografi Proyek Perintis tahun 80 atau kedokteran, namun terlihat akan bekal kesempatan serta kemampuan secara materiil jarang bisa yang berbeda antara IPA dan IPS. Lulusan IPA dasamping menjangkau persayaratan dapat mengambil jurusan yang ditentukan seperti jurusan IPA yang memang pelajaran biologi, fisika atau kimia. Mereka tidak mempu- bagiannya boleh juga me- ngambil jurusan IPS. Sedang- kan lulusan IPS ya hanya kejurusan sosial saja, lain itu tidak. Disamping berkompeti- si dengan sesama lulusan IPS Ini barangkali yang masih yang sudah segudang, masih dirasakan sebagai penganak harus bertemu dengan lulusan IPA. Karena itu wajar jika tirian jurusan IPS. Oleh: Agoes Setyanto S. cara berpikir seorang anak. Banyak persoalan yang diha- dapi sesuai dengan kehadiran- nya sebagai individu sekaligus sebagai makluk sosial. Secara garis besar, probelematika seorang murid bersumber dari tiga faktor, yakni Biologis, keluarga dan masyarakat/- lingkungan. Faktor biologis disini dimaksudkan adalah proses se- perkembangan alamiah orang anak. Baik perkem- bangan fisik maupun psikis. Hal ini erat sekali kaitannya dengan proses pendewasaan. Perkembangan pisik faktor sosial ekonomi keluar- tak dapat diabaikan. ga Karena faktor ini merupakan penunjang dari pada proses belajar itu sendiri. Fasilitas belajar yang memadai, menu makanan yang memenuhi syarat, relatip dapat memper- tinggi tingkat kemudahan anak dalam mencapai prestasi yang lebih baik. Situasi dalam keluarga dan hubungan antara anak dan orang tua mempu- nyai peranan yang sangat penting. Hal ini akan mencip- takan suatu kondisi belajar tertentu. serta Demikian pula situasi masya- rakat dan lingkungan. Betapa- pun, murid dan sekolah tidak dapat berdiri sendiri, lepas dari masyarakat/lingkungan proses yang terjadi didalamnya. Murid di dalam perkembangannya akan me- ngalami proses sosialisasi, yakni penerimaan terhadap rangsangan sosial. Baik rang- positip atau negatip. Pengaruh per- gaulan serta media media akan komunikasi lainnya mempengaruhi motivasi dan perangai, yang kadang kala akan berpengaruh negatip terhadap perkembangan men- tal si anak. Hal ini dapat dipastikan akan berpengaruh negatip pula terhadap proses belajar. 00 fenomena- Melihat fenomena di atas, kiranya tak dapat disangkal lagi betapa penting kehadiran suatu "ins- titusi khusus" yang dapat menampung segala persoalan yang dihadapi Mahasiswa/- murid yang menyangkut belajar. Sekaligus proses memberi jalan keluar, agar si mahasiswa/murid dapat me- ngatasi persoalan-persoalan- nya. Kalau di muka penulis katakan tentang berbagai hambatan dalam menyelesai- kan studi di Perti. Maka adanya sebuah lembaga seper- ti "Bimbingan dan Penyulu- (BP) di Perguruan Tinggi sangatlah penting arti- nya. Dengan harapan agar institusi ini dapat membantu mahasiswa dalam memecah- kan segala persoalan yang menyangkut studinya. Bah- han" deleho tud Jika kita perhatikan, maka pembagian SMA menjadi bagian A, bagian B dan C lebih terasa sebagai warisan sistim pendidikan kolonial yang berkelangsungan hingga nyai dasar dan persiapan kini. Dengan adanya dinami- semacam itu, sehingga ka masyarakat baik yang walaupun dibuka peluang menyangkut struktur sosial- kemungkinan lolosnya ham- pir satu dalam seribu. nya maupun struktur ekonomi dan pola interaksi, maka warisan sistim itu perlu ditata dan di susun kembali ke dalam suatu sistim yang lebih relevant dengan kemajuan masyarakatnya. Pekan Chairil dikaitkan dengan pendidikan BOGOR, (Suara Karya).- Organisasi pertama, setelah dibacakan Kebudayaan puisi-puisi Chairil Anwar, dan Pendidikan Bogor Studi akan didiskusikan Peranan Klub (BSK), mulai Jumat Puisi-puisi Chairil Anwar tanggal 2 Mei ini, akan tersebut sebagai sarana menyelenggarakan Tidak adanya kemajuan pendidikan kita juga karena tidak adanya inisiatif yang kuat, konsep yang menyelu- ruh sehingga sistim serta struktur pendidikan yang ada tidak mapan dan terkatung- -katung. Pembaharuan me- mang senantiasa membawa konsekuensi serta resiko, PEKAN pendidikan. Dan DIALOG namun seberapa besar resiko CHAIRIL ANWAR II BSK SASTRA VIII BSK 1980, yang harus kita tempuh jika 1980, dengan tema "mening- yang berupa Pembacaan Puisi di bandingkan dengan segi katkan daya apresiasi sastra oleh penyair muda arahan positif yang bakal kita para pelajar, mahasiswa dan BSK Ioes Prayadi, akan peroleh dari perubahan umum". Demikian dikemuka dilanjutkan dengan Diskusi tersebut? Pertimbangan ini kan Ketua Umum BSK Drs. Apresiasi Puisi dan Pengem- barangkali yang tidak pernah Deddy Roamer Ps dalam bangannya bagi para pelajar. selesai dan tidak melahirkan keterangannya kepada Suara Pun, demikian Pendidikan kebijaksanaan pembaharuan. Karya hari Selasa. Dikatakan Apresiasi Puisi yang merupa- Sesungguhnya persoalan bahwa penyelenggaraan Pe- kan pembinaan langsung IPA dan IPS ini tidak kan Chairil Anwar II BSK dalam hal pengertian puisi, berhenti di SLA/ SMA saja, tahun ini akan dipusatkan di apresiasi puisi, pembacaan tetapi juga akan berkelanjut- Auditorium RRI Stasiun puisi yang baik, dan an sampai di PT bahkan Bogor mulai jam 16.00 WIB, contoh-contoh pembacaan mungkin dengan Pembacaan puisi. Hal tersebut menurut- sebelumnya. dengan tingkat Sistim Puisi puisi Chairil Anwar nya serta dipandang penting struktur itu pada dasarnya tanggal 2 Mei 1980, DIALOG mengingat masih banyaknya akan membawa hubungan SASTRA VIII BSK tanggal 4 apresiasi yang belum mengerti yang berkaitan antara satu Mei 1980, dan Pendidikan pembacaan puisi yang dengan yang lain. Untuk Apresiasi Puisi bagi para sebenarnya. mengatasi persoalan IPA dan pelajar dan mahasiswa tanggal IPS ini dapat ditempuh 9 dan 11 Mei 1980. beberapa kemungkinan pe- mecahannya. Langkah ini perlu dilakukan agar jurusan IPS memperoleh tempat yang sama atau ruang gerak yang lebih luas. Alternatif tersebut di antaranya : 1. Pembagian jurusan tetap seperti sekarang yakni IPA dan IPS, tetapi pedoman atau dasar bagi pembagian jurusan tersebut adalah acara bahwa On Aus sastra di Lebih jauh dikemukakan oleh Drs. Deddy Roamer Ps, Dikaitkan dengan pihaknya sering pendidikan mengadakan Dialog-dialog Atas pertanyaan dikemu- Sastra untuk meningkatkan kakan oleh Drs. Deddy daya apresiasi Roamer Ps, bahwa acara-acara kalangan masyarakat. Dalam Pekan Chairil Anwar BSK Dialog-dialog yang dilakukan tahun ini, amat berlainan sekali sebulan itu, BSK dengan Pekan Chairil Anwar I bertakar pikiran dengan tahun 1972, karena lebih Guru-guru bahasa Indonesia, banyak dikaitkan dengan para mahasiswa, pelajar dan pendidikan. Pada hari para peminat. (PRAM).- d'Tool Trolb kan tidak hanya terbatas pada lingkup persoalan mahasiswa saja, tetapi melibatkan semua unsur di Perguruan tinggi. Termasuk di dalamnya staff menjadi dapat edukatip Sebab "klient" biro ini. diakui atau tidak, sedikit atau banyak, dosen pasti mempu nyai problem yang kadang- kadang tidak dapat dipecah- kan sendiri. Terutama yang menyangkut aspek akademis. Sehingga dapat dikatakan bahwa "Bimbingan dan Pe- nyuluhan" ini mempunyai peranan yang penting dalam proses belajar-mengajar di Perguruan Tinggi. dari kombinasi antara tiga faktor (minat, bakat, kemampuan) secara terpa- du. Jika pada waktu dulu dititik beratkan pada faktor bakat atau kemam- puan saja, maka sekarang siswa yang tidak atau kurang memiliki kemam- puan maupun bakat dapat diikutkan ke jurusan IPA selagi menunjukkan minat atau kesungguhan yang besar terhadap bidang IPA. Tentu saja disini dibutuhkan metode serta sistim yang dapat menun- jang alternatif ini. Demikian pula halnya di Sekolah-sekolah. Baik Seko- lah Dasar maupun sekolah Menengah Pertama dan Atas. Baiklah. Di sini akan kita coba uraikan secara singkat tentang lingkup operasional dari Bimbingan dan Penyu- luhan. Seperti yang penulis katakan di muka bahwa program BP ini menyangkut proses belajar mengajar. Se- bab lembaga ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan program Maka keseluruhan. secara aktifitasnya tentu saja menca- kup seluruh komponen/unsur yang ada dalam institusi pendidikan itu, yakni Murid dan Guru. Alternatif - alternatif untuk masalah IPA - IPS Oleh Hidayat Hisyam Beberapa Alternatif Beberapa waktu yang lalu ketua Komisi Pembaharu- an Pendidikan Nasional (KPPN) Prof Dr Slamet Iman Santoso menyatakan kemung- kinannya penghapusan jurus- an di SMA, namun ketentuan terakhir ada di tangan pemerintah cq Departemen P dan K. Mungkin juga hasil rumusan KPPN (yang sudah dibubarkan red) itu akan dimajukan ke DPR sebagai RUU Pokok Pendidikan. Demikian pula kepada guru, Bimbingan dan penyu- luhan dapat membantu kelan- caran tugas, terutama yang berhubungan dengan anak Beberapa jasa yang didik. dapat disumbangkan oleh BP al. (1). membantu guru untuk ten- mengetahui data-data anak didik. (2) membantu untuk memperbaiki guru aktifitas mengajarnya setelah mengetahui dan mengevaluasi data murid. (3) memberi informasi-informasi khusus seperti hasil penelitian ten- tang pendidikan, hasil survey tentang peran serta masya- rakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dan masih banyak lagi jasa-jasa yang sangat diharapkan dari BP ini. Salah satu aktifitas BP ini adalah membantu murid di dalam membuat suatu renca- na(program) kerja. Pekerjaan merencana merupakan proses yang kooperetip, Maksudnya setiap langkah yang akan sd n Memang, secara institutip diambil harus menurut suatu Bimbingan dan Penyuluhan di sistematika yang dibuat sesuai tanggungjawabnya. dengan Namun kadang-kadang ba- nyak kita jumpai murid- murid SLTA bahkan seorang mahasiswa mampu rencana atas tidak membuat rencana pekerjaan. studi) (termasuk dengan dasar pertimbangan daya jangkau dan timing yang tepat. Hal seperti inilah yang memerlu- kan jasa dari Bimbingan dan Penyuluhan untuk memban- tunya. Sekolah sudah mapan adanya. Bahkan dalam kurikulum pada institusi-institusi pendi- dikan guru seperti IK IP misalnya, secara khusus mem- produsir tenaga-tenaga spea- sialis bidang Bimbingan dan Penyuluhan (BP). Namun demikian, sampai kini kita masih bertanya-tanya, apakah peranan yang sangat vital dari BP ini sudah dapat diperlihat- kan dalam dunia pendidikan kita dewasa ini?!, Itulah persoalannya.! baik BP juga dapat membantu murid untuk menentukan kebijaksanaan bila ia dihadap- kan pada beberapa alternatip. berhubungan Terutama yang berhubungan E PATE perkembangan puan anak didik. kemam- dengan aktifitas sekolah. Banyak murid yang bengong dan ragu-ragu dalam memilih suatu kegiatan dari beberapa aktifitas yang ada. Di sini BP dapat membantu murid dalam menentukan aktifitas yang tentu saja sesuai dengan dan interest kemampuan murid ybs. Tugas lain yang tak kalah pentingnya adalah membantu murid dalam memecahkan problematika yang dialami- nya. Baik persoalan akademis, pribadi, keluarga ataupun problem sosial. BP di sini bukannya menentukan policy pemecahannya, Tetapi "mem- bantu" tiap individu murid untuk mencapai pada suatu titik dimana ia dapat menye- lesaikan sendiri persoalan- persoalannya itu. 4. Pembagian jurusan tetap tetapi untuk menempuh study selanjutnya (PT) diadakan pembatasan, di- mana IPA hanya diperbo- lehkan ke jurusan eksak dan sebaliknya IPS hanya ke jurusan atau fakultas sosial. Langkah ini mungkin akan melahirkan PT atau fakultas nomer wahid atau PT super sementara IPS tetap kelas dua. Namun demikian kelemahan-kelemahan ini dapat diatasi dengan jalan kombinasi atau pengga- bungan misalnya antara alternatif kedua dengan keempat. Atau cara lain yang lebih dapat menyem-a purnakan kombinasi ini. Kisah nyata perjalanan Pendi- dikan Formal pada SD di daerah Kabupaten Brebes ini, kami sajikan sebagai bahan pertimba- ngan Departemen P dan K umumnya dan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah pada khusus Klaten, April 1980. Alamat penulis: Agoes Setyanto S. Sendowo E 109 Yogyakarta. TATU2 delo fatebib 18CRX 2. Pembagian jurusan tetap seperti sekarang, tetapi untuk jurusan IPS disamping pelajaran mate- matik juga diberikan pelajaran biologi, fisika, kimia agar dapat memper- kuat, merangsang dan membiasakan berfikir se- cara analitis, cepat dan cermat. Langkah ini perlu ditempuh agar siswa IPS tidak menderita "alergi angka" atau buta hitung- no non Basah dan Kering. Dalam banyak segi Jika masalah IPA dan IPS memang banyak bedanya di SLA terasa sebagai suatu antara orang eksak dengan pengelompokan atau pengko- eksak, mereka biasa tak-kotakan antara kelompok melihat angka yang berderet cerdas dan tidak cerdas, maka di PT lebih dari sekedar deferensiasi. IPA dan IPS lebih dekat dengan persoalan kepentingan hidup dan masa depan. Pembagian tersebut berakibat pada jurusan basah dan kering atau daerah basah dan kering. belasan dan senang melihat- nya tetapi orang eksak alergi, kagum campur pusing. Bisa jadi seperti sesuatu ajaib. yang an. Sementara ini siswa IPS setengahnya tabu terhadap hitung menghi- tung angka dan tidak berkutik jika bertemu dengan angka. Kelemahan ini bisa dikurangi dengan diberinya kebiasaan hi- tung menghitung. anda Penggunaan metode kwan- titatif dalam ilmu sosial belakangan ini menjadi semakin nyata bahwa Kenapa basah dan kenapa pengertian dan kemampuan kering? Jurusan basah lebih pada sejumlah ilmu pasti dekat dan banyak mendatang- mutlak diperlukan. Kefaham- kan uang sedang jurusan an akan bahasa angka entah kering langka dan seret itu statistik maupun matema- uangnya. Hal ini dapat dilihat tik dll akan di capai bila dari jenis-jenis proyek yang terdapat persiapan, latihan menjadi obyek empuk bagi atau dasar pengetahuan Sekali orang-orang eksak. tentang ilmu-ilmu eksak. berproyek mungkin hitungan- Sesungguhnya kemampu- an bukanlah sesuatu yang nya jutaan, tetapi proyek-pro- yek fakultas sosial mungkin mutlak dari bakat saja tetapi hanya dapat dihitung dengan dapat pula melalui latihan ratusan atau puluhan ribu. atau kebiasaan-kebiasaan Itupun kerjanya tidak yang dapat see fisien orang eksak, bisa kearah kemampuan itu. tersebut dua kali lebih banyak dapat ditempuh alternatif kemampuan yang digunakan. ketiga yakni dengan menghapus pembagian kan 3. Dari dua alternatif diatas mungkin akan menimbul- pertanyaan lantas bedanya dengan IPA apa? Bedanya tentu ada yakni faktor kemampuan yang lebih mendasar dari pada IPS, karena berangkat dari infra struktur yang disebut bakat. Dengan pertimbangan bod membentuk Wonosobo, April 80. jurusan di SMA. Langkah Catatan dari SD-SD Brebes : ini didasarkan atas assumsi bahwa segala sesuatu yang dapat dilihat oleh manusia sesungguhnya bisa dipelajari. Pilihan ini memang membawa resiko dimana siswa yang kurang mampu akan terting- gal dari yang lain, terlambat naik kelas atau tidak naik. Meskipun ada perasaan tersiksa jika mengikuti pelajaran-pelajaran pasti (IPA), tetapi dengan penanaman kesadaran dan kebiasaan keterlambatan tersebut akan teratasi, Alternatif ketiga ini adanya cara mengajar yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak dan bimbingan serta penga- matan yang lebih terhadap nya. Dalam tulisan ini, akan disoroti kelemahan SD di Brebes sekarang ini, yang terletak pada faktor: (1.) Guru (2.) SPG. sebagai pengantarnya. (3.) Struktur Operasional, 1, GURU. Realita ini hidup di tengah masyarakat ilmiah sampai di alam kerja. Prof Secara kodrati kemampu- an menusia itu terbatas dan lagi kemampuan itu senantia- sa berbeda menurut jenis, kadar dan penguasaan serta Dr fungsi tertentu. Winarno Surachmad mengata- kan bahwa belajar bukanlah untuk menyusun atau menemukan mata pelajaran baru tetapi untuk kepenting an hidup. Penganak tirian jurusan IPS sesungguhnya tidak perlu ada seandainya ilmu-ilmu sosial sudah berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dan ditempatkan sejajar dengan ilmu yang lain. Kondisi yang tumbuh di negara berkem- bang belum sampai pada itu, karena kesejajaran ilmu-ilmu sosial lebih bersifat abstrak dan mengambang. Se- dangkan ilmu-ilmu eksak kon krit dan teruji di laboratorium. Guru sebagai pengantar ilmu dipaksakan menjadi guru yang serva bisa walau guru itu sendiri tidak siap untuk menyajikan secara mantap ke delapan macam bidang studi dan hanya dibantu oleh seorang guru agama sebagai pengantar bidang studi agama. Sedangkan bekal yang diperoleh dari SPG hanya pas-pasan saja. 201 Malah pada jaman krisis guru menjelang jaman Orde Baru banyak amate tamatan SLTP dan SD yang hanya dengan persyaratan yang amat mudah dapat menjadi guru SD sampai sekarang. Mampukah guru Belakangan ini pers ibu kota memuat berita tentang perkelahian massal antara para pelajar penegak remaja sehingga beberapa menteri, para hukum dan para petugas keamanan turun tangan, Hal ini tidak saja merupakan spontanitas darah remaja. Ada beberapa peninjau yang memasukkan ke kategori kriminil, Bila kita ingat masa remaja dan masa sekolah kita sendiri dulu, masalah perkelahian antar pelajar itu adalah masalah yang biasa mewarnai romantika para pelajar remaja. Tetapi sampai merusak sarana sekolah dan lain sebagainya itu adalah baru, yang perlu penelitian yang lebih lanjut dan tuntas, apalagi bila kita ingat sekolah adalah tempat pendidikan juga penelitian. Dalam hubungan ini, tidaklah pantas kita menyalahkan salah satu pihak, apalagi yang nadanya memvonis, SIAPAKAH SEBENARNYA YANG DISEBUT GURU?, Biasanya masyarakat luas hanya beranggapan bahwa yang disebut guru itu adalah para pendidik di sekolah saja, Tanggapan ini tidak benar, Secara garis besar kita kenal catur guru yang sangat berkaitan dengan pendidikan du masyarakat, Guru-guru yang dengan tidak kita sadari itu antara lain : 1. Guru Rupaka. Yaitu guru kita dalam rumah tangga, biasanya ibu dan bapak yang menjadikan kita ada, Guru inilah yang secara teoritis dan praktek mendidik anak secara fundamentil; karena disinilah anak pertama kali mengenyam pendidik- an, Kalau disini salah mendidiknya, maka guru yang lainnya akan sulit atau lebih sulit lagi mendidiknya, 2. Guru Pengajian. Yaitu para guru yang mendidik anak di sekolah baik yang namanya sekolah formil atau non formil. Yah di sinilah wadah para guru yang sudah biasa dikategorikan guru oleh masyarakat, 3, Guru Wicesa, Yaitu pemerintah dengan segala aparatnya, Dalam hal ini biasa kita kenal berbagai peraturan dan hukum yang menjadi ajaran atau pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita tidak bisa bebas, jadi dibatasi peraturan atau hukum. Oleh I Putu Pudja 4. Guru Swadiyaya, Sebagai masyarakat Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa, kita juga berguru kepada Tuhan yang Maha Esa, Jadi dalam masalah yang kita bahas ini terlalu pagilah rupanya kita bila begitu saja memvonis salah satu fihak, apalagi dengan data yang kurang lengkap dan penelitian secara peninjauan bagitu saja. Jadi siapakah sebenarnya yang salah?, Secara globalnya penulis berpendapat bahwa yang salah adalah lingkungan. Jadi baik lingkungan sekolah maupun luar sekolah, yah siapa yang berada pada, dan menjadi lingkungan para murid atau pelajar itulah yang salah. Tinggal sekarang jujur atau enggak para lingkungan itu sendiri mengakui kesalahannya. Tentunya dalam hal-hal ini para pendidik di sekolah itupun bersalah, Tetapi bukan seratus persen, Penulis cenderung menyebut hal itu Keliling Kampus Sementara itu menurut Hubungan Masyarakat Universitas Mulawar- man, 9(sembilan) orang Staf Universitas Mulawarman yang terdiri dari Pembantu2 Rektor dan Dekan2 Fakultas di lingkungan Unmul akan berangkat pula ke Amerika Serikat dan ke negara ketiga yang akan mengikuti latihan jabatan selama 15 hari dan 30 hari, sambil meninjau dan melihat persiapan pelaksanaan program BKS/WSU di negara ter- sebut. SUARA KARYA - HALAMAN VII Sedangkan di dalam bulan Juli yang akan datang, Universitas Mulawarman akan mengirimkan 17 (tujuh belas) orang Staf Pengajar (dosen) nya keluar negeri guna mengikuti latihan/upgrading selama dua tahun untuk mengikuti Program Master dan DR/Ph.D. 5(lima) orang ke Amerika Serikat. 2 (dua) orang kenegara negara anggauta ASEAN dan 10(sepuluh) orang Staf Pengajar Unmul lainnya akan mengikuti latihan didalam. negeri(di Indonesia), demikian HUMASUNMUL. Sedangkan kalau kita kaji Kuri- kulum SD tahun 1975 guru SD harus menguasai sembilan macam bidang studi secara lengkap. Kami kira seorang sarjana lengkappun tidak akan mampu mengajarkan sembilan macam bidang studi secara lengkap. Alhasil guru SD dituntut untuk SD acak-acakan semacam itu menjadi guru bidang studi dan melaksanakan tiga fungsi guru meninggalkan sistim guru kelas. sebagai erosi wibawa guru. Bila kita tinjau kembali lokasi terjadinya peristiwa di atas kita bisa melihat bahwa sekolah yang kena musibah ini pada umumnya sekolah yang sudah top dikalangan masyarakat (masyarakat ibukota). Karena topnya sekolah tersebut tidak jarang terjadi demi gengsi para orang tua berlomba dengan berbagai cara agar anak mereka bisa sekolah di sana. Tidak jarang para orang tua menjajikan peningkatan kesejahteraan sosial para guru di sekolah tersebut, tentunya demi gengsi. Itulah salah satu kesalahan masyarakat yang mengakibatkan terjadinya erosi moral para guru, Untuk mengatasi hal ini perlu sekali diadakannya perubahan sistim dalam hal penempatan guru untuk mengalihkan anggapan adaya salah satu sekolah yang lebih top dari yang lain; padahal kurikulum sama, kadang-kadang methode sama pula sehingga para guru yang berada di sekolah. yang dianggap kurang top merasaheranTidak jarang pula terjadi bahwa guru yang mengajar disekolah tersebut pada tempat lain juga mengajar, kok bisa berbeda anggapan dari masyarakat sekarang. Satu satunya jalan untuk mengatasi hal ini diadakannya mutasi para guru beberapa tahun sekali. Walaupun hal hal yang lainnya perlu diteliti lebih lanjut, Jadi dapatlah disimpulkan bahwa untuk menghin- dari terjadinya erosi wibawa guru perlu diperhatikan dan diteliti lebih lanjut para oknum yang berkecimpung dalam hal itu, terutama para wali dan orang tua murid itu sendiri di samping kebiasaan masyarakat yang punya anggapan yang berbeda terhadap sekolah yang satu dengan yang lainnya, seperti apa yang telah dicontohkan oleh Kartini sehingga Ibu2 sukses secara tuntas dalam menghadapi Menurut Humas Unmul, karena Penelitian itu, mencakup 5 kegiatan maka Rektor telah membentuk pula segala permasalahan disamping TEAM I yang bertugas meneliti bertanggung jawab terhadap "LAND CLASIFICATION OF keluarga dalam membantu suami. EAST KALIMANTAN AC- Demikian kata sambutan Ibu Gatot CORDING TO SOIL, Imam Mahdi yang mewakili Ibu GEOLOGICAL, AND REKTOR2 BKS-PTN INDONE- Prakosa Ketua Dharma Wanita sub TOPOGRAPHICAL unit UNS Sebelas Maret dalam. VEGETATION CHARACTER" SIA TIMUR KE A.S. perayaan Hari Kartini Dharma yang diketuai oleh Ir. Tejomantri Wanita sub unit Kantor Pusat UNS Sutejo Msc. dengan 6 orang Sebelas Maret yang diselenggarakan anggauta. pada hari Jumat tgl. 18 April 1980 di Kampus Kontingen Jurug Surakarta, Hadlir dalam kesempatan itu drh. Herdi Sumeri selaku Pembina Dharma Wanita UNS dan Ketua Dharma Wanita Kantor Pusat UNS Ibu Herdi Sumeri. TEAM II; diketuai oleh Ir. Muhammad Brotokusuma dengan 6 orang anggauta meneliti masalah "RESEARCH ON THE IMPACT OF FOREST HARVESTING ON CASE STUDIES". Dalam rangka acara kegiatan Kartini telah diselenggaran Lomba merangkai bunga seharga Rp.200,- juara I: Ibu Herdi Sumeri. juara II: Ibu. M. Sidik. juara III: Ibu Sutoyo, dan dalam lomba memasak seharga Rp.200. TEAM III; diketuai oleh Ir. Komariah Iman Kuncoro dengan 7 orang anggauta menetili; PROTECTION FOREST CRITERIA DETERMINATION BASED ON CASE STUDIES 8 (delapan) Rektor Universitas Negeri, anggauta Badan Kerjasama (BKS) Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur, 15 Mei mendatang akan berangkat ke Amerika Serikat, demikian diterangkan oleh Rektor Universitas Mulawarman Samarinda Ir. R. Sambas Wirakusumah M.Sc yang juga adalah Wakil Ketua BKS. Keberangkatan mereka menurut rencana selama 3 minggu untuk mengadakan peninjauan dan akan melakukan perundingan secara terperinci mengenai program Ker- jasama BKS dengan Washington State University (WSU). Seperti diketahui dalam rangka kerjasama dengan Washington State University, 8 (delapan) Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur (anggauta BKS) yaitu Universitas Cen- derawasih, Universitas Pattimura, Universitas Sam Ratulangi, IKIP Manado, Universitas Mulawarman, Universitas Lambung Mangkurat, IKIP Ujung Pandang dan Universitas Hasanuddin memperoleh bantuan berupa pinjaman dana sebesar US.$.5000 dan berupa grant US.$- 2500 yang akan dipergunakan untuk pengembangan Perguruan Tinggi yang bersangkutan berupa latihan didalam negeri dan latihan diluar negeri serta untuk pengadaan bahan bahan pengajaran (instructional materials). TEAM IV.; diketuai oleh Ir. Mak- mun Ali Badrun dengan 6 orang anggauta meneliti masalah; "AP. PROPRIATE CROPS AND CULTIVATION METHODS FOR AGRICULTURAL DEVELOP- KESIMPULAN DAN SARAN, Dalam permasalah ini kita dapat menarik sedikit kesimpulan sehingga tercetus beberapa pemikiran sebagai berikut : (1) Bila para aparatur pemerintah ada yang mengatakan bahwa pada peristiwa perkelahian para remaja itu karena wibawa guru sudah menurun, Penulis tidak setuju seratus persen dengan angapan ini, karena pengertian guru sehari-hari dengan guru sebagai pendidik itu agak berbeda, Penulis lebih setuju apabila yang disalahkan adalah lingkungan murid itu sendiri. (2) Penyebab terjadinya hilang atau turunnya wibawa guru disekolah adalah masyarakat itu sendiri baik yang secara langsung berkepenting- an ataupun yang tidak langsung dengan sekolah itu sendiri. (3) Dalam kesempatan ini penulis menghimbau para aparat yang berkaitan dengan masalah pendidikan untuk mengadakan penelitian terhadap lingkungan sekolah itu sendiri yang ada kaitannya dengan masalah diatas. Tentunya disertai dengan tindakan yang diperlukan. Juga dihilangkannya anggapan masyarakat terhadap adanya sekolah top dan yang biasa baur di masyarakat. kue juara I: Ibu Sumarno. juara II: Ibu Sunarto. juara III: Ibu M.Legino, dan untuk lomba merangkai sayur seharga Rp.200,- juara I: Ibu. Suwandi juara II: Ibu M. Legino dan juara III: Ibu Sutanto. Peringatan hari Kartini tersebut dimeriahkan pula dengan Tari2an - Drama renungan Kartini dan persembahan musik Kulintang Ibu2 Dharma Wanita Kantor pusat UNS Sebelas Maret. Mengalami kelemahan guru, SPG dan struktur operasional sebagai Instructionalfunction, Educationalfunction, dan Manage- rial function?. Yang meghasilkan tamatan yang cerdas, trampil dan bermoral tinggi? Qua Vadis SD kita? DRAMA DI UNS. Drama "SECUWIL ATI" karya Suliyanto telah dipentaskan pada Hari Minggu tgl 20 April 1980 jam : 19.30 bertampat di Aula Kampus Mesen Jl. Urip Sumoharjo. 122 Sala. Pementasan tersebut merupakan kegiatan mahasiswa dalam rangka memperingati perintis dan pengarang wanita Kartini dan juga untuk Khairil Anwar. Drama diperagakan oleh Studi Teater mahasiswa UNS Sebelas Maret dengan para pelaku: Joko Heranto- Rintik-Tyas - Widyarti dan Ratno dengan sutradara Joko Heranto, dan sebagai penyelenggara Koordinator Kesenian Mahasiswa Univ. Se las Maret. (ES-IPMI- SOLO) TEAM PENELITI UNTUK JICA TERBENTUK Team Peneliti Kerjasama Penelitian "PEOPLE AND FOREST AN ASSESSMENT OF INTER RELATIONSHIPS" belum lama ini telah dibentuk oleh Rektor Unmul dalam rangka pelaksanaan kerja- sama Proyek Penelitian antara Universitas Mulawarman dan JICA (The Japan Internasional Cooperation Agency). Team Peneliti tersebut diketuai HUT KARTINI DI UNS. oleh Ir. R.Sambas Wirakusumah Ibu2 Dharma Wanita harus lebih. Msc. dan Issudarsono S.H. selaku maju mengingatkan tugas sebagai Ibu Sekretaris. MENT. TEAM V.; diketuai oleh Ir. Bandi Supraptono M.Ag. dengan 6 orang anggauta meneliti masalah; ". FOREST AND PEOPLE, DEVELOPMENT, ASTUDY OF HUMAN BEHAVIOUR IN ALTERED ENVIRONMENTAL CONDITIONS". Ditambahkan, bahwa Team Peneliti dari Unmul tersebut akan bekerja sama dengan 17 orang Akhli Peneliti dari Jepang, yang akan mengadakan penelitian selama 5 tahun di Kalimantan Timur dan akan Tinggal di Kampus Unmul bergantian masing-2 selama 2 tahun. Dalam hubungan dengan rencana Riset (Penelitian) itu, Maret lalu 7 orang Guru besar dari berbagai Universitas di Jepang dipimpin oleh Prof- .Dr.Akira Kawana telah datang di Unmul dan telah mempersiapkan suatu rencana Riset dengan Rektor Unmul. dan stafnya. Sementara itu tenaga-2 muda dari Universitas diberikan Mulawarman akan kesempatan untuk memperdalam tehnik penelitian dipel gai Universitas di Jepang Demikian Humas Unmul.- 3. Sruktur Operasional di SD. Setelah Departemen P dan K 6 (enam) orang dosen Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Mulawarman Samarinda, yaitu Ir. Simanjuntak, Robby Ir. Fx.Dwi. Susanto, Ir. Slamet Mulyono, Ir.Risman Sito meang, Ir. Deddy Hadriyanto dan Ir. Oman Suherman, telah berangkat ke Jepang untuk belajar di beberapa Universitas di negara itu selama 3 tahun atas beaya MOBUSHO. Mereka akan belajar menurut bidang dan keakhlian masing-2 untuk mencapai dan meraih gelar Master Agriculture (M.Ag.). Demikian Humas Unmul.- : Contoh Kecamatan, 2S.P.G. sebagai pengantarnya. mengalami reorganisasinya sejak tahun 1976 dari pusat sampai Kan Sekolah Pendidikan Guru harus Wil, Kandepkab dan Kakancam- tegas, SPG harus membawa nya, perangkat Departemen P dan siswanya ke profesinya sbg guru. K berkumpul menjadi 1 kantor. SPG sebagai wadah calon-calon di Kantor Dep. guru SD harus berorientasi pada tujuan yaitu mencetak guru-guru bidang studi yang berbobot. Yang berarti guru SD yang siap diterjunkan di lapangannya. Bukan guru SD yang bingung setelah diterjunkan di medan tugasnya. Dengan kata lain, SPG adalah pabrik guru SD yang bonafid. Walaupun pada kantor terse- but terdapat banyak petugas pendidikan tapi yang menangani SD secara penuh hanya Kepala Kantornya, dibantu oleh Penilik- penilik TK/SD saja. Sedangkan Penilik ahli Kesenian/Kebudayaan olahraga dan generasi muda Lihat halaman VIII kol, 5