Tipe: Koran
Tanggal: 1980-05-05
Halaman: 08
Konten
SUARA KARYA - HALAMAN IV Faktor meteorologi amat menentukan keberhasilan hujan buatan TERJADINYA hujan menurut peristiwa alam dapat dijelaskan dengan dua metoda: 1. Karena peristiwa mendingin dan membekunya inti awan yang kelewat dingin. 2. Karena pertumbuhan bintik- bintik air yang berukuran besar yang ada di sekitar awan. Kedua metoda inilah yang menja- di dorongan untuk membuat hujan buatan. ILMU & TEKNOLOGI Membuat hujan buatan atas dasar metoda pertama dijalankan dengan menaburkan zat-zat kimia ke awan. Sedangkan untuk me to- da kedua dijalankan dengan menyemprotkan bintik-bintik air yang berukuran 50 mikron ke awan. Membuat hujan buatan sebe- tulnya telah lama dilakukan orang, seperti halnya di Amerika yang tahun 40-an sudah mulai mengadakan percobaan ini. Dan juga di Thailand yang konon saat ini hujan buatan sudah menjadi suatu lembaga di sana. Sedangkan di Indonesia baru- sekitar tahun 1977 mulai diadakan percobaan hujan buatan. SEDIKIT CATATAN PERCOBA- AN HUJAN BUATAN. Zat-zat kimia yang ditaburkan ke awan pada hakekatnya meru- pakan inti-inti kondensasi. De- ngan bertambahnya inti-inti kon- densasi pada awan, bertam- bah cepat pulalah proses kondensasi pada awan-awan terse- but, Dan apabila keadaan udara memungkinkan baru turunlah hujan. Suatu hujan buatan dianggap berhasil bilamana awan yang ditaburi inti kondensasi berubah keadaannya dan kemudian jatuh hujan. Sedangkan awan di sekitar- nya (yang tidak ditaburi) tidak berubah keadaannya. Dan hujan buatan dianggap sia-sia bila sesu- dah penaburan inti kondensasi, masih tetap tidak jatuh hujan. Pada tahun 1948 s/d 1950 bagian Radiophysics Australia telah mengadakan percobaan hu- jan buatan. Hasil percobaan tersebut dapat diringkas sbb.: 1. Kemungkinan hujan akibat penaburan es kering pada awan semata-mata hanya ter- gantung kepada suhu puncak awan. Pada suhu puncak awan yang lebih dingin dari -7°C kemungkinan jatuhnya hujan adalah 100% 3. Hujan dapat mencapai tanah bilamana tinggi dasar awan tidak melebihi dua kali tebal awan. Intensitas hujan berban- ding langsung dengan tebal awan. Pada umumnya hujan sebanyak 0,1 - 6,3 mm dihasilkan sesudah 40-60 menit dari saat penaburan. 4. Bilamana keadaan atmosfir sesuai, maka awan comulus akan berubah menjadi awan comulonimbus sesudah pena- buran dan dapat menghasilkan 12,5 mm hujan dengan mema- kan waktu sekitar 60 menit. Begitu juga percobaan pena- buran es kering yang dilakukan oleh biro cuaca Angkatan Udara dan Komite Nasional Aeronautics Amerika Serikat pada periode tahun 1948 dan 1949. Percobaan tersebut menghasilkan: 2. Tebal awan sangat mempenga- ruhi cepat atau lambat jatuh- nya hujan. Perkiraan waktusi tumbuhnya kristal es pada awan sekitar 10 menit. Kemu- dian dilanjutkan dengan pe- nambahan tebal awan tiap menit berikutnya untuk setiap 800 kaki. Catatan ini mungkin dianggap terlalu kuno karena hasil dari tahun 1940-an dan mungkin juga tidak sesuai lagi dengan kemajuan teknologi sekarang. Namun harus- lah kita ingat bahwa sifat serta tingkahlaku atmosfir dari saat itu hingga sekarang masih tetap dan masih banyak hal yang belum diketahui dengan pasti hingga sekarang. Seperti kata E.N. LORENZ, seorang ahli meteorologi dari Massachusets Institute of Techno- hukum-hukum logi, bahwa alam yang mengatur tingkah laku atmosfir deterministik, dan hukum- hukum itu sendiri belum sempurna diketahui lebih-2lagi karena tidak ada ukuran yang mutlak yang bisa mengukur atmosfir dengan sem- purna. SUNGAI-SUNGAI di DKI Jakarta memiliki berbagai fungsi dan peruntukan. Karena itu persyaratan kualitas air pada badan-badan sungai ditetapkan sesuai dengan fungsi dan perun- tersebut. Pemda DKI mengatur hal itu dalam Keputu- san Gubernur Nomor 448 tertang- gal 30 Juni 1974. tukan Sebagai contoh sungai Banjir Kanal yang diperuntukan sebagai air baku air minum, secara fisis kimiawi harus tidak membahaya- kan kesehatan manusia. Demikian pula karakteristik khusus, zat. organik dan radioaktip yang dikandung harus sesuai dengan kebutuhan sebagai bahan baku air minum, Oleh: Wasito Hadi 1. Pada 67 buah awan Comulus yang ditaburi es kering ternya- ta hanya 18 buah awan yang menghasilkan hujan. 2. Dari 16 kasus hujan yang mencapai tanah dalam radius 30 mil ternyata sudah terjadi hujan sebelumnya. Penaburan es kering serupa telah dilakukan di Hawali dan mengha- silkan: Dari 19 buah awan yang suhunya lebih tinggi dari 00 hanya 10 buah yang mengha- silkan hujan sesudah ditaburi es kering. Dan jumlah hujan- nya sebanyak 31,25 mm dari awan yang suhunya 0° sesu- dah ditaburi dan selama hujan. Pada awan yang suhunya 0 s/d -5°C menghasilkan 6 dari 8 kasus yang hujannya lebat. Pengetahuan tentang udara sekitar pembuatan hujan jelas sangat dibutuhkan. Sebab mau tidak mau hal itu besar pengaruh- nya. Untuk itu analisa yang tepat dari udara sekitar pembuatan hujan akan sangat membantu berhasilnya proyek hujan buatan. Dengan analisa udara yang tepat dapatlah diketahui apakah kondisi udara saat itu menguntungkan atau bagi pertumbuhan awan tidak. Karena hujan buatan itu pada hakekatnya membantu me- numbuhkan awan hingga turunlah hujan. Lain lagi dengan sungai Angke dan sungai Pasangrahan yang peruntukan dan fungsinya untuk pertanian dan perikanan. Zat-zat yang terkandung dalam sungai tersebut harus tidak mengganggu kehidupan tumbuh-tumbuhan dan hewan, DIBUTUHKAN METEOROLO- GIST YANG TANGGUH. Untuk sungai yang hanya berfungsi sebagai drainase atau buangan seperti sungai Sekretaris dan sungal Grogol tentu syarat- syarat kurang begitu ketat. Buangan industri dan buangan rumah tangga. Ia mengambil contoh-contoh yang sederhana yang secara lang- sung menjadi kepentingan konsu- men. Yaitu masalah telur asin, Seorang pengusaha telur asin menceritakan kepadanya bahwa satu batch olahan telurnya ba- nyak yang berwarna hitam, kalau dibuka baunya busuk dan kuning telurnyanya pun hitam. Padahal dalam proses pembuatannya sama dengan hari-hari lain. Yang agak berbeda, telur itu dibeli setelah masa produksi telur dari peter- nak peternak telur meningkat. Telur yang hitam tadi sudah dipilih menurut prosedur lazim- nya, yaitu dengan "penawangan" (melihat telur di cahaya matahari dengan mata seperti mengintai). Yang menjadi tantangan di sini menurut gurubesar itu ialah bagai- Ada beberapa hal dari atmosfir mana cara pemilihan telur sebagai yang sangat mempengaruhi pem- bahan mentah, sebab cara "pena bentukan awan di antaranya angin, kelembaban udara dan masyarakat dengan memperhawangan kurang dapat dipercaya Bagaimanapun syarat airnya, dan pengaruh adveksi udara sekitartikan aspek-aspek keamanan, sani- peranan fluktuasi suhu dalam pengasinan. 021 legadsz tasi dan hygiene. nya. Pada hujan buatan diperlu- kan angin yang kurang dari 10 knots dan kelembaban udara di atas 70 %, disamping adveksi udara yang besar pengaruhnya pada hujan buatan. Setiap orang untuk kepenting- an fungsi-fungsi tubuhnya mem- butuhkan makanan. Tetapi bukan sembarang makanan, melainkan makanan yang mengandung zat- zat bergizi seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, elemen- elemen mineral dan air. Di Indonesia secara garis besar makanan itu selain terdiri dari makanan pokok, terdapat pula makanan-makanan sampingan ha- sil pengolahan industri besar, industri kecil-kecilan dan per- orangan. Dalam makanan pokok, seperti pada beras sudah jelas diketahui banyaknya kalori, protein dan lain2. inti-inti kondensasi pengaruh ad- veksi udara panas kuat, maka awan-awan yang akan terbentuk akan dihambat oleh tingkahlaku atmosfir tersebut. Oleh sebab itu seperti disebut- kan di muka tadi, maka perkiraan yang tepat tentang keadaan udara akan sangat dibutuhkan. Untuk maksud ini tentu saja dibutuhkan meteorologist-meteorologist yang tangguh untuk menganalisa keada- an tersebut. melarang membuang sampah, sisa-sisa pabrik atau kotoran lainnya ke dalam sungai, rawa- rawa, empang serta badan air lainnya. Di 1gne Indonesia khususnya di Jawa kita lavnog telah mengenal beberapa jenis ikan yang sudah biasa diternakan di kolam-kolam pemeliharaan. Misalnya ikan mas, tawes, nila, tambakan, nilem dan gurami. Pada umumnya ikan-ikan tersebut tidak mengalami kesulitan untuk cm dipijahkan (di kawinkan). Di- Tsamping jenis-jenis ikan ini, di- kenal pula jenis-jenis akan lain seperti bandeng dan mola,jilawat dan bulu (Punctius sp] ikan-ikan ini mempunyai kemampuan per- i noh bisa dibiakan secara alami. iklim, misalnya saja suatu keke ringan di daerah pertanian dapat merusak hasil pertanian. Hujan buatan merupakan suatu upaya manusia untuk mengatasi kekeng tumbuhan yang baik tetapi belum Salah satu cara untuk mem- ringan di suatu daerah.. Oleh sebab itu keberhasilan dari hujan buatan di Indonesia sangat biakan ikan, terutama jenis-jenis diharapkan, dengan mengingatan ikan yang sulit untuk melakukan bahwa banyak daerah di Indonesia pemijahan secara alami, dapat dilakukan dengan mempergunakan kadang-kadang mengalami keke hormon dari kelenjar hypophysa. Beberapa penelitian dan percobaan ringan yang panjang sehingga telah dilakukan untuk mengetahui dapat menimbulkan kerugian acolib hasilnya. BARDACH (1971) yang tidak sedikit. Telah disebutkan dimuka tadi, menyatakan bahwa dengan cara hujan buatan di Indonesia telah pemijahan rangsangan meng- mulai dicoba pada tahun 1977.da gunakan hormon hypophysa akan Pada saat itu dilakukan percobaan menghasilkan keuntungan yang besar terhadap fekmiditas atau di daerah Bogor dan Solo. Bahan-bahan kimia yang dipergu- jumlah telur karena dengan cara ini proces pembuahan telur oleh nakan saat itu adalah NaCl sperma dapat diatur manusia. tepung, larutan urea, aerosil, CaC12 tepung dan es kering, navcle Sudah barang tentu hasilnya akan Menurut laporan visual dari lebih dari pada pemijahan secara penyelenggaraan, zat-zat kimia alami, yang proses pembuahan Lihat halaman V kol, 80 telur oleh sperma terjadi begitu saja tomth secara untung-untungan. HUJAN BUATAN DI INDONESIA. Indonesia sebagian besar rak- yatnya hidup dari hasil pertanian. Hasil pertanian yang baik tentu sangat diharapkan untuk menaik- kan taraf hidup rakyat. Suatu hasil pertanian yang baik tergan- tung dari berbagai faktor. Salah satu diantaranya adalah faktor Selain dilarang mendirikan industri atau badan-badan usaha lainnya dalam wilayah DKI Jakarta yang kegiatannya menga- kibatkan pengotoran udara., air dan lepas pantai tanpa megguna- kan perlengkapan yang telah diijinkan. Perusahaan yang bandel selain diancam dengan hukuman denda serta pidana kurungan juga bisa dikenakan pencabutan ijin usaha. Secara terencana dan bertahap. Tantangan untuk ahli teknologi pangan MASALAH kecukupan pangan ran, nilai gizinya meragukan dan dari segi pengamanan masih men- dan gizi bagi rakyat Indonesia, jadi pertanyaan. sejak Pelita I terus mendapat perhatian utama. Sampai sekarang usaha swasembada bahan pangan terus diusahakan. Dengan mening- katkan produksi dalam negeri dan jika belum bisa dipenuhi, masih mengimpor dari luar. Masalah ini tidak hanya me- nyangkut ahli-ahli pertanian saja dan para petani yang merupakan produsen utama bahan makanan, Tetapi kini menuntut para ahli teknologi pangan untuk ikut aktif menanganinya. Teknologi pangan, menurut Ir, Wikantyoso M.Sc. dari Boma Universitas Gajah Mada, adalah aplikasi berbagai ilmu dan "engi- neering" untuk meningkatkan da- yaguna bahan makanan sejak dipanen sampai menjadi hidangan. Ada lagi definisi lain yang jelas arah tujuannya, yaitu: Teknologi pangan pada prinsipnya diartikan sebagai aplikasi berbagai ilmu dan "engineering" terhadap segala ba- han dalam usaha meningkatkan penyediaan bahan makanan dalam berbagai bentuk yang baik atau lebih baik dan lebih mudah dipergunakan, lebih menarik sele- ra, bernilai gizi tinggi, mempunyai daya simpan yang lebih lama, mempunyai nilai pasaran yang lebih baik dan dapat diterima Kepala Pusat Penelitian Masa- lah Perkotaan dan Lingkungan DKI Jakarta, Ir. Bainpun menga- takan kepada "Suara Karya" belum lama berselang, keadaan sungai-sungai di Jakarta terutama di bahagian muara dilihat dari segi pencemaran lingkungan sangat parah, Sampah, kotoran, buangan dari pabri dan rumahtangga dibuang saja ke sungai. Warna air Sungai Cidengyang berrauara di pelabu- han Pasar Ikan misalnya bukan lagi biru tetapi hitam legam. Kepala Pusat Penelitian Masa- lah Perkotaan dan Lingkungan DKI Jakarta itu menyebutkan Pemerintah bermaksud menjernih- kan air sungai itu, sehingga menarik masyarakat untuk bere- ran udara, air dan lepas pantai, kreasi, tetapi harus secara berta- Pencemaran yang terjadi berupa hap, karena baiayanya sangat pembusukan dan pendebuan, besar. Perkembangan Jakarta sebagai kota industri serta meningkatnya secara pesat pertambahan pendu- duk kota menimbulkan pengoto- Pengotoran udaya diakibatkan Dikatakan untuk usaha terse- oleh pembusukan, pembakaran but harus menggunakan filter dan zat-zat kimia yang jumlahnya besar dan tentunya membutuhkan anggaran yang besar pula. segala macam bahan dan proses kimwi yang mengeluarkan gas. Pengotoran lepas pantai disebab- kan oleh pembuangan sampah, bahan kimia atau sisa-sisa minyak yang disebut residu, Di DKI kini sampah telah menumpuk di daerah pemukiman atau di jalan umum karena terpaksa, katanya Misalnya gu- nung sampah yang terdapat di Jln. Melalui Peraturan Daerah No- .12 tahun 1971, Gubernur Pembiakan dengan teknik hipofisasi pada ikan Oleh Ir. Sumardi Suriatna BALAI INFORMASI PERTANIAN CIAWI TANTANGAN AHLI TEKNOLOGI Sekarang krupuk udang, Pene- litian yang dilakukan Ir.Bambang Prof. Kamarijani, dosen Fakul- Haryono, ternyata ada macam- tas Teknologi Pertanian UGM, macam krupuk udang yang mem- punyai mutu pasaran berbeda- dalam ceramahnya di depan pe- ngurus Perhimpunan Ahli Tekno-beda, diselidiki kandungan zat logi Pangan Indonesia (Patpi) Yogyakarta, mengemukakan tan- tangan yang dihadapi ahli tekno- logi pangan. pati, garam, N-total, abu dan gula. Kadar-kadar itu diolah dengan "multiple regression method" dan ternyata bahwa hanya kandungan pati dan N-total sajalah yang mempunyai korelasi "significant" dengan mutu. Yaitu masing- masing 0,964 dan + 0,9464 yang berarti, bahwa makin rendah kadar patinya dan makin tinggi kadar N-totalnya, makin baik mutunya. Kembali ke beras. Beras me- mang sumber karbohidrat. Tetapi Karbohidrat di Indonesia melim- pah banyaknya, namun belum dimanfaatkan sebagai makanan pokok, misalnya saja: sagu tang padang ketidaktahunan yang maha luas bagi para ahli teknologi pangan. Adveksi udara yang mempe- ngaruhi pertumbuhan awan dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu: adveksi udara dingin dan adveksi udara panas. Adveksi udara dingin ditandai dengan pergerakan-pergerakan angin ther- mal dari lapisan bawah ke atas yang siklonik, Sedangkan adveksi udara panas ditandai dengan pergerakan angin-angin thermal yang anti siklonik dari lapisan bawah ke atas. Adanya adveksi 1017 Pada makanan lain misalnya roti-roti dari industru yang dijual dalam blik-blik dapat dijamin nilai udara dingin adalah sangat mem- gizi dan segi kesehatannya. bantu bagi pertumbuhan awan. Dari industri yang kecil-kecil masih belum ada jaminan dari Kalau pulen itu sifat lekat, Apabila pada saat pengaruh adveksi udara dingin ini kuat, lalu kebersihan serta nilai gizi yang kiranya ada hubungannya dengan Di segi lain dikemukakan usa- memenuhi di saat itu pula ditaburkan persyaratan. Lebih- amilopektin atau perbandingan ha menambah dan memperbaiki inti-inti kondensasi, maka pertum- perseorangan, yang harganya mu- lebih dari makanan yang dibuat antara emilosa dan amilopektin, nilai gizi sesuatu bahan makanan. Namun penelitian di ITB tidak Demikian pula masalah keracunan buhan awan akan sangat bagus rah dan merupakan sebagian besar mendapat korelasi antara amilodelpada bahan-bahan makanan rak- sekali. Begitu pula sebaliknya, yang dapat dicapai rakyat. Maka- pektin dan apresiasi konsumen.nyyat. Demikian antara lain Prof. seandainya di saat penaburan nan jenis ini, kebersihannya ku- Jadi di lapangan ini masih terben-Kamarijani. (Antara Spektrum). LINGKUNGAN Pencemaran air sungai dan lingkungan hidup di Jakarta Oleh Suyono M. MT Haryono. Untuk membuang sampah tersebut perlu tempat, padahal tanah di DKI ini tidak ada lagi. Kalau toh ada, harganya mahal. Sagu ini hanya dimanfaatkan oleh sebagian kecil dari penduduk Indonesia yaitu di Ambon, Irian, Malahan agaknya ada gejala perali- han ke beras, bila status sosial seseorang baik ada kecendurangan mengganti dengan beras. Maka sangat terpuji seruan Presiden kepada salah seorang kepala suku di Irian Jaya, agar jangan beralih ke beras. Tetaplah pada sagu!. Contoh lain tape, Semua orang tahu proses tape itu dengan peragian. Namun setiap orang yang makan tape, akan melihat dan merasakan ada tape yang berair banyak, ada yang kering, ada yang manis, kurang manis dan ada pula yang masam. Beberapa tahun yang lalu ada demam sorghum. Sorghum mem- punyai nilai gizi yang tinggi. Mana yang bermutu dan apa Tidak mempunyai tuntutan ba- yang menentukan mutu itu belum. nyak terhadap tanah maupun air, diketahui. Demikian pula tape sehingga baik sekali untuk mena- ketan, seberapa jauh pengolahanand nami tanah kering di musim kemarau. ketannya hingga siap menerima ragi. Lecture pilsband Dalam hubungan ini, yang menjadi tangtangan besar bagi ahli teknologi pangan adalah mencip- takan bahan makanan dari sagu ini yang dapat diterima rakyat Indonesia di manapun dan yang dapat berfungsi sebagai makanan utama. Tapi sekarang sorghum sudah ditinggalkan. Pasarnannya disam- ping pengolahannya belum diketa- hui para petani, sehingga tidak dapat dimanfaatkan sendiri. Di- Jawa Tengah dinilai lebih tinggi dib tambah lagi rasanya tidak manis seperti varietas rakyat. BERAS PULEN DAN WANGI Menyinggung beras ia menga- takan, beras rojolele mutunya di dari yang lain. Beras Sukabumi dianggap terbaik. Mengapa ada anggapan itu, jawabnya hanya: karena pulen dan wangi. sungai. la Demikian pula dengan air limbah atau buangan rumahtangga lainnya, tanpa diproses mengalir melalui selokan ke sungai. Seba- tidak gian masyarakat yang memiliki WC membuang tinja di kali atau selokan menyebabkan bau yang kurang sedap. Untuk meroba cara hidup masyarakat menurut Ir, Bianpun Di sini pula tantangan bagi ahli teknologi pangan untuk me- ngolah sorghum agar dapat dikon- sumsi sendiri. WARTAWAN "SUARA KARYA" Selain itu masalah lingkungan erat sekali hubungannya dengan masyarakat. Pembuangan sampah, sisa-sisa dari industri dan rumah tangga tidak teratur. Ibu-ibu rumah tangga sering setelah menyapu halamannya mengum- pulkan sampah itu di tepi kali atau selokan. Lama-lama sampah itu menggunung di tempat tersebut. Mungkin karena peman- tersebut begitu mengganggu akhir- dangan dan bau dari sampah harus melalui pendidikan. Kalau nya disorong bagitu saja ke mereka tahu bahwa air sungai tersebut merupakan bahan baku 2159 dari air minum dan air untuk keperluan industri tentu mereka tidak mau membuang tinja dan kotoran buangan sisa-sisa rumah- tangga ke sungai. Hal ini yang dikatakan sangat perlu untuk menciptakan lingku- longan hidup yang baik ialah lapangan pekerjaan yang produk- udas bubnag gaus aquied tip. Kalau ada pekerjaan yang produk tip, tentu tidak ada yang mau bekerja mengorek-ngorek sampah, Pencemaran air sungai Cideng dekat Pasar Tanah Abang Ikan resipien dan donor Dalam proces pemijahan rang- sangan ini ada ikan yang berfungsi sebagai resipien dan ada yang ber- fungsi sebagai donor. Resipien adalah ikan-ikan baik betina maupun jantan yang akan disuntik dengan hormon hypophysa. Resipien ini telur atau spermanya harus banar-benar matang. Donor ialah ikan-ikan yang akan diambil hypophysenya untuk disuntikkan kepada resipien. Ikan yang ber- tindak sebagai donor, hormon hypophysanya harus dalam ke- adaan menghasilkan gonadotropin aktif. Sebagai tanda, pada jantan keluar carian putih sedangkan pada betina keluar cairan kuning kecok- lat-coklatan bila alat kelaminnya di tekan ke arah bagian anus. Bila dilihat fungsinya sebagai donor, ada 2 golongan ikan. Perta- ma adalah golongan donor univer- sal, yaitu donor yang hypophysenya dapat dipergunakan untuk me- nyuntik ikan dari jenis yang ber- beda, misalnya ikan mas. Kedua, adalah donor biasa yang hypophysenya hanya dapat diper- gunakan untuk menyuntik ikan jenis yang sama, misalnya ikan nilem dan tawes. (Foto SK/Suyono. M) Perbandingan antara resipien dan donor dalam berat ialah 1 : 1½. Artinya apabila resipien yang akan dipijahkan secara rangsangan ini beratnya 1 Kg, maka donor yang Corong dipergunakan seberat 1½ kg. Cara pengambilan hypophyse Hypophyse terletak di bagian kepala ikan. Tepatnya dibawah otak ikan. Setelah kepala ikan di- potong, bagian kepala ini di- dirikan, kemudian disayat sehingga terlihat bagian otaknya. Otak di- buang, pada bagian bawah otak akan terlihat hypophyse sebesar butir beras berwarna putih. Cara pangambilan harus hati-hati, sedapat mungkin jangan pecah dan bercampur dengan darah. Ambillah dengan pinset, kemudian hypophyse ini dimasukkan ke dalam tabung penggerus dan diberikan cairan aquadest. Setelah digerus, hypophyse di endapkan dengan sentrifuge selama lebih kurang 5 menit agar jaring- jaringan dan kotoran yang ter- bawa, mengendap. Bila penyun- tikan tidak segera dilaksanakan, hypophyse yang masih utuh dapat disimpan dalam cairan alkohol absolut. Dengan cara ini hypophyse masih dapat dipergu- nakan sampai lebih kurang 6 bulan masa penyimpanan. Cara penyuntikan Dosis untuk penyuntikan ialah 1½ dosis (1 dosis sama dengan 1 kelenjar hypophyse dari donor yang sama beratnya dengan resipien) Atau 2 - 4 miligram ke- lenjar hypophyse untuk setiap kg Corong penetasan diletakkan dalam kolam bagian atas tergantung. Bagian bawah terendam 3/4 bagian dalam kolam katanya. Berbagai macam penelitian Usaha perbaikan lingkungan hidup di wilayah DKI Jakarta tidak terlepas dari kualitas air limbah. Apabila kemampuan sua- tu badan air untuk mengolah sendiri sudah terlampaui, maka saluran tersebut mencapai tingkat pencemaran yang tinggi sehingga menjadi berbau, berwarna hitam dan membahayakan manusia yang menggunakan air tsb. Sebagai sumber air rumahtangga. Untuk mengatasi hal tersebut, telah dilakukan berbagai macam penelitian dan studi antara lain oleh Ditjen Cipta Karya dengan Konsultan Nikon Suido Jepang. Untuk mengatasi masalah air limbah, dalam kesimpulan peneli- tian tsb, antara lain disebutkan perlunya rencana jangka pendek PAGI itu desa Sumber Manjing tampak biasa-biasa saja. Tak ada hal yang istimewa. Hanya di rumah pak Carik desa tersebut, Soekisno; dan penduduk desa yang sama, bu Tipto Utomo yang agak sibuk. Paling tidak mereka Wiliaton Jutaan bedrot dan jangka panjang. Penanggula- ngan masalah air limbah tersebut dalam Repelita III, dibuat dengan sistim makro drainase, seperti saluran drainase di daerah Tebet yang dilaksnakan dalam Repelita II. Menyusun pintu air pengontro- lan untuk memperbaiki kualitas air di sungai. Rencana tersebut dilaksanakan sesuai dengan peneli- tian prioritas pengotoran saluran, Daerah yang tingkat pengotoran salurannya tinggi didahulukan. Selain itu dibuat peraturan dan pelaksanaan yang sistimatis bagi tempat-tempat industri dan gedung bertingkat untuk mengo- lah air buangan mereka sebelum dibuang ke kali. Kepada real estate atau tempat pemukiman baru pun harus diharuskan memiliki sistim pembuangan air sisa-sisa rumahtangga yang tera- tur, penetasan WILT Dalam Pelita III tahun perta ma diprioritaskan perbaikan pintu air penggelontoran dengan biaya Rp. 150 juta, disampaing itu melalui program yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Ditjen Cipta Karya akan dibangun saluran air kotor di daerah Setia Budi dengan biaya Rp. 900 juta. Dewasa ini LIPI memang (Foto: Humas LIPI). sedang mengembangkan beberapa TUNGKU RUMAH TANGGA: jenis Teknologi Tepat Guna Isteri Carik Sumber Manjing, (TTG) di beberapa desa di Jawa. TTG yang Malang Adapun Selatan, proyek Jawa Timur LIPI tersebut sedang menggoreng pisang dengan ditangani oleh menggunakan tungku rumah tang- antara lain berupa alat pengering- ga buatan LIPI, sementara an brambang (bawang), kincir Soekirno memasukkan kayu ba- angin untuk mengairi sawah, dan kar ke dalam tungku, Tembok tungku rumahtangga untuk me- hitam di belakangnya akibat asap masak. Kesemua alat itu hasil ketika mereka masih mengguna. penemuan dan penelitian ahli ahli kan tungku tradisional. fisika LIPI yang dilakukan sejak 1979. Teknologi tepat guna di pedesaan Tungku rumahtangga buatan LIPI perlu dikembangkan Oleh Sumarsana D PERO arah pengurutan waktu pengeluaran telur Tujuan proyek TTG itu untuk mencapai hasil maksimal dengan penggunaan alat-alat yang sangat sederhana yang dapat dijangkau dan dilakukan oleh penduduk desa sendiri yang umumnya berpendidikan rendah dan bereko nomi lemah. Alat-alat tersebut tidak menggunakan sumber- sumber energi komersial seperti misalnya minyak bumi yang harus dibeli, melainkan cukup memakai energi sinar matahari atau angin. Saya dan Soebekti dari Sinar Harapan beberapa hari yang lalu diajak oleh Kepala Bagian Pene- rangan LIPI Drs. J. Soediono melihat dari dekat proyek tungku DFAZ resipien. Tempat penyuntikan adalah bagian tubuh ikan yaitu pangkal leher, rongga perut dan rongga otak. Yang paling mudah ialah pada bagian rongga perut. Penyuntikan dilakukan pada bagian antara dua sirip perut menembus rongga perut. Cara penyuntikan dapat dila- kukan sekaligus atau dua sampai tiga kali. Jika sekaligus, dosis yang disuntikan seluruhnya. Tetapi jika dilakukan dua kali, maka penyun- tikan pertama dosisnya - bagian dari dosis seluruhnya. Sisanya disuntikkan setelah 6-12 jam dari penyuntikan pertama. Agar tidak bergerak, pada waktu penyuntikan ikan dibungkus dalam jaring atau net dan dipegang bagian kepala dan ekornya. Setelah disun- tik ikan di tampung ke dalam tempat yang airnya mengalir dan mudah di tangkap. Biasanya diper- gunakan "Happa" yaitu jaring nylon yang berbentuk seperti kolam biasa. Bagian kepala setelah disayat Bila penyuntikan berhasil, selang waktu 9 14 hari setelah pe- nyuntikan kedua, telur sudah dapat dikeluarkan dangan jalan mengu- rut bagian perut ikan ke arah anus. Telur yang dikeluarkan ditampung dalam piring panci kemudian dicampur dengan sperma jantan WARTAWAN "SUARA KARYA" SENIN, 5 MEI 1980 cerobong). Tinggi tungku kurang lebih 1 meter, sedang lebarnya 0,75 meter. Sementara di atas tungku ada dua lubang untuk tempat panci atau penggorengan. Di bawah ada dua lubang. Yang pertama untuk tempat bahan telur yang (Foto: DaD/Otto Hahn) GENTENG MATAHARI: Otto Hahn dari Bopfingen, dekat Stuttgart, sejak tahun 1968 telah berusaha membuat genteng kaca acrylic dengan sel-sel silicium matahari yang menimbulkan tenaga tidak saja pada waktu terik matahari tetapi juga pada waktu cuaca berawan, turun salju atau es. Ketika dipertunjukkan pada Pameran Hannover tahun ini, setiap genteng itu menimbulkan setengah volt apabila dihadapkan pada cahaya. Tenaga listrik dari genteng dapat digunakan untuk penerangan dan pemanasan tergantung pada jala-jala elektriknya. Cocok dipakai di rumah-rumah tempat berlibur akhir pekan, dangau-dangau di gunung, mercu suar dan setasiun-setasiun radar. keluar ditampung dalam panci Hormon M $10 R NAMA Ibuka ARMELIAN 0389 BTOTAL nam n taq melab gal nin math cla med va thingedee hypophysaloq letagnom no lidmalb Melo gaue nomeno dari ikan sejenis. Agar pembuahan merata, lakukan pengadukan. secara hati-hati dengan bulu ayam atau benda lunak lainnya. Pe ngadukan berlangsung selama 1 menit. Selanjutnya 0,5 liter telur tersebut (berisi 10.000 - 15.000 butir) di tampung dalam corong penetasan yang tingginya 40 cm dan berdiameter 50 cm. Corong penetasan ini terbuat dari kain Nylon. Air bersih dengan debit 1,3-2,D liter/menit dialirkan melalui bagian bawah corong. HABER Pembuatan tungku itu mene- lan biaya Rp.13.000, dengan Perincian Rp. 10,000,- untuk batu bata, semen merah dan semen blawu serta Rp. 3.000,- untuk seng cerobong. Biaya bisa diper- kecil, tetapi mutu dengan sendiri- nya juga turun. Dan akibatnya tungku itu cepat rusak. Bila dibandingkan dengann tungku tradisional yang biasanya b dibuat dari tanah liat, menyiapkan minuman dan ma- kanan ringan. rumahtangga di desa Sumber Manjing, Malang Selatan, Jawa Timur; serta proyek pengeringan brambang dan kincir angin di desa Tetapi itu bukan karena kedatang- karena kami, melainkan kedatangan beberakan pisanggota Pakijangan, Brebes, Jawa Tengah, tungku rumahtangga buatan LIPb DPR dari Komisi X yang sebelumnya telah memberitahu, Tungkul rumahtangga buatan LIPI dibuat dari batu bata, semen merah, semen dan seng (untuk memang lebih baik dan efisien. Ini diakui oleh pak Soekisno, meski- pun ia juga mengatakan kekurang- 13150 CS elu mub Desa Sumber Manjing saat ini mempunyai 2 buah tungku rumahtangga buatan LIPI (Lem- baga Ilmu Pengetahuan Indone- sia), satu tungku berada di rumah pak Soekisno dan yang satu lagi di rumah bu Tjipto Utomo. Kedua tungku tersebut merupakan tung- ku percontohan yang nantinya diharapkan bisa dikembangkan pada rumahtangga-rumah tangga lainnya dipedesaan. Hanya tungku yang berada di rumah bu Tüpto Utomo kelihatan kalah rapih dan bersih bila dibandingkan tungku yang berada di rumah pak Soekisno, karena kurang perawa- tan, Detail dari Tungku Rumahtangga. bis nom Foreimus solisinom ito urib me Larva-larva ikan dibiarkan dalam corong penetasan ini selama 2 hari. Setalah itu di pindahkan kes dalam "happa" yang disimpan dalam bak/kolam yang telah diabl persiapkan. Selama dalam happa, na benih ikan yang diberi makan cairan kuning telur ayam yang direbus sebanyak 1 butir/100.000 ekor benih. Setelah 4-7 hari, benih ikan dapat ditebarkan ke dalam kolam pendederan yang telah di- siapkan. 212 DE bisa keras. 151 151 Sebagai penutup, perlu diketahui sekali lagi cara pembiakan dengan teknik hypophyse ini sebaiknya.x hanya dilakukan pada ikan-ikan.q yang sulit dibiakan secara alami saja karena tujuannya hanyalah.m untuk mempercepat proces penge ag luaran telur saja. ans uns que 001 Angat lib th ils nadin bakarnya yaitu kayu dan lubang, dan yang satu lagi untuk tempat abu, Di dalamnya terdapat saluran dan ruang yang mengatur energ panas, call mond magnso Ignodmem nutmagist slidin ib need ore arego gnsbu synonen Brugman 1902 1 of delmun Fool leted el neb ki grusburg aslid use 2mganod By word srivdaleq an-kekurangan tungku rumah tangga buatan LIPI antara lain bisa memberikan panas dua kali lipat dari pada tungku tradisional; menghemat bahan bakar; bisa lebih menjamin soal kebersihan. bisa lebih Bisa memberikan panas dus kali lipat dari pada tungku tradisional karena tungku rumah- tangga buatan LIPI panasnya diarahkan/diatur sedemikian rups hingga panasnya tidak menyebar/ meluas. Sedang tungku tradisional panasnya tidak diatur, oleh karenanya panasnya menyebar dan meluas. SYS mit igns izall 1 nebs8 ti Xics10 1585 Bisa lebih menghemat bahan bakar, ini terbukti menurut pak Soekisno dengan tungku rumah- tangga buatan LIPI dalam satu bulan hanya menghabiskan bahan bakar sekitar 1m3 kayu, Sedang dengan tungku tradisional satu bulan bisa menghabiskan sekitar 6m3 kayu. Bisa lebih menjamin kebersi- han karena begitu tempat abu tungku rumahtangga buatan LIPI sudah penuh abu langsung dibuang. Tetapi bila dengan tungku tradisional, setelah ber- tumpuk dan menjadi gunung anakan abu baru dibuang. Salahsatu hal yang mungkin bisa dianggap kelemahan tungku rumagtangga buatan LIPI yakni bahan bakar tungku tsb. Harus kayu-kayu yang keras. Padahal tidak semua penduduk desa mempunyai kayu-kayu keras. Bahkan kalau dihitung penduduk desa yang bisa mengusahakan kayu-kayu keras lebih sedikit bila dibandingkan dengan yang tidak mengusahakan kayu-kayu SENI Sementara dengan tungku tra- disional penduduk desa bisa menggunakan bahan bakar baik yang berasal dari kayu-kayu keras maupun kayu-kayu lurak. Bahkan dengan daun kelapa atau bambu keringpun bisa jadi. Memang Lihat halaman V kol. 7 Luas Bahas Peme Kepal Kerja Lagu Perek seme kapa tekst Mata N yang Dulu dact nam men hun Rak ngal pok Ban bag yan dip nal per cab tup ora un sek pu me na de na be ter AY ka da ha m ka W di ik m k b b f I
