Tipe: Koran
Tanggal: 1998-04-08
Halaman: 07
Konten
4cm 2cm Pon, 8 April 1998 sia Pertama aran Global itulah terobosan rokok A ertama yang dirancang dan njadi kebanggaan bangsa pasar internasional. Oleh nasan hingga pemasaran- a. kok kretek pertama tanpa erobosan sistem large stem tembakau yang halus dan n dalam yang tipis tetapi A International lembut di- ing dan percik api. Kertas berkualitas tinggi agar r dari bercak kuning, ba- ah patah. as flavor trap ini ditandai edua membuat aroma A m terkondensi agar dapat nya, aromanya tetap utuh sapan terakhir. Bisnis Promosi (*) ariwisata Indonesia secara irways merencanakan akan ra-negara lain untuk mem- ingan wisatawan mancane- ry Manager British Airways di Jakarta. "Indonesia mia, dan kami optimis akan arnya. Komitmen British Air- an dari misi perusahaannya iwisataan. Saat ini British 90 negara di seluruh dunia. engembangkan paket-paket untuk dapat memudahkan dunia. Dia mencontohkan, ari lalu kepada masyarakat s dan Eropa. Paket libur mu- dapat respons dari masyar- G-EMAS il 1998 piah) JUAL TV 10.000,00 6.250,00 4.575,00 6.150,00 15.250,00 1,550,00 4.585,00 6.455,00 1.350,00 5.675,00 7.800,00 2.550,00 550,00 280,00 5.425,00 (jml) 1 1998 dari: TV (Tarukan Valas). ini telpon 263598 Tarukan Valas. a Jakarta, di PT.Central Inter- m (beli) dan Rp 73.000/gram (jual). Rp 76.750/gram (beli), Rp 81.750/- 000/gram (beli), Rp 70.000/gram 0/gram, 23 karat Rp 54.350/gram. Rp 42.700/gramul reb ned KAN VALAS EY CHANGER 63598 - 756302 are Blok D-33, JL. Bakung Sari Kuta. Osito Bejangka 6bln SP.2318 12bln 24bin thn 18%/Thn 17%/Thn hn 27%/Thn 24%/Thn hn 14%/Thn 14% Thn 14% thn 16%/Thn TAN sa...! alam RTA TIONAL $98 E OF GIFT, ACCESORIES -28 дет DIA 820 062-21) 830 6158 rekka@rekkamedia.com Host: my for Development of Small Industry, Ministry of Industry and Trade, Republic of Indonesia cial Airline: da Indonesia Supported Publication: retail B.80 Rabu Pon, 8 April 1998 BIAS BALI Memberi Makna Turunnya Kekuatan Suci Tuhan SASIH kadasa (bulan kesepuluh) pada awal Tahun Baru Çaka 1920 memiliki makna penting bagi umat Hindu. Pada sasih (bulan) ini dilaksanakan piodalan Batara Turun Kabeh sebagai simbol turunnya seluruh kekuatan suci Tuhan untuk memberi keselamatan dan kesejahteraan bagi umat manusia. Piodalan Batara Turun Kabeh di Pura Besakih yang jatuh pada hari Purnama Kadasa, Minggu 12 April 1998, diyakini sebagai turunnya kekuatan Sanghyang Widi Wasa sesuai dengan arah Asta Loka Pala. Turunnya selu ruh kekuatan Tuhan tersebut se bagai restu bagi hidup dan ke- hidupan manusia dan alam se- mestà. Pemerhati agama Sri Empu Jaya Rekanda dari Griya Nata- ran Kayumas Klod Denpasar, mengatakan, urutan piodalan Batara Turun Kabeh yang pun- caknya tanggal 12 April 1998 adalah satu rangkaian upacara. Pada 10 April diadakan upacara melasti dan 11 April upacara mapedada. Upacara ini bagi umat Hindu sangat disucikan, sama halnya pentingnya dengan upacara Eka Dasa Rudra dll Secara niskala, makna pi- odalan-yakni bakti umat un- tuk kesejahteraan semua mak- hluk di muka bumi. Seluruh kekuatan Sang Hyang Widi Wasa turun pada saat itu. Semua diberi kan kekuatan. Tidak saja me- nyangkut bidang ekonomi (kese- jahteraan), tetapi menyangkut semua aspek kehidupan, sosial, budaya, politik dll. Dikatakan, upacara Batara Turun Kabeh sesungguhnya le- bih berorientasi pada masya- rakat agraris. Namun saat se- karang persoalan lebih komple- ks, menyangkut tatanan sosial dan menyangkut semua aspek kehidupan. Maka sangatlah be rarti, jika pemaknaan piodalan ini diberi penafsiran ulang pada tatanan sekarang. Empat Tantangan Pemerhati agama Putu Alit Bagiasna, Sm.Hk. menegaskan, jika dikaitkan dengan persoalan yang dihadapi umat manusia sekarang, piodalan Batara Turun Kabeh dengan konsep kesejahte- raan bagi umat itu perlu ditafsir kan ulang, dengan mengaitkan nya dengan masalah-masalah dan tantangan yang dihadapi umat. manusia dulu merupakan dasar keberadaannya. Tiap aspek ke- hidupan manusia berorientasi pada alam sekitarnya. Jika sifat spiritual manusia kuat, pasti ada kesatuan antara manusia dan bangsa. Dewasa ini tidak hanya aspek spiritual (kejiwaan) manu- sia yang lemah, tetapi dalam banyak hal eksistensi jiwa manu- sia sendiri diragukan. 'Setelah kita menyadari keem- pat tantangan yang dihadapi manusia ini, kita harus bertan- ya, apa yang dapat kita perbuat untuk mengatasi tantangan itu? Jawabannya, kepercayaan pada diri-sendiri. Sederhana sekali. Jika orang tidak mempunyai rasa percaya diri, ia akan diliputi perasaan dengki, benci dan ama- rah. Maka ciptakan rasa ked amaian dan kasih sayang," kat anya. Menurut Ketua IPHI Bali itu, ada empat tantangan yang di hadapi umat Hindu. Pertama, persoalan ekonomi. Bangsa Indo- nesia sekarang ini menghadapi krisis moneter yang berkepanjan- gan. Di mana-mana orang sa ngat sulit memenuhi kebutuhan nya. Sudah tentu, beberapa daer ah di Indonesia lebih menderita daripada yang lainnya. Resesi ekonomi, neraca pembayaran luar negeri dan upah yang tidak memadai menjadi pembicaraan dan topik di lingkungan kampus, wartawan, dan di tiap rumah tangga. Penghasilan dan gaji sese orang masih tetap, sedangkan harga-harga kebutuhan pokok sehari-hari di masyarakayt ter-, sebaiknya yang menciptakan us melambung. Kapan krisis moneter ini berhenti, adalah per tanyaan masyarakat awam, yang sulit dicari jjawabannya, kecuali memang manusia memiliki ke percayaan diri. Tantangan kedua ialah kese hatan. Walaupun bangsa Indone sia mencapai kemajuan menak jubkan di bidang ilmu penge- tahuan dan kedokteran, penyak- it baru bermunculan, banyak di antaranya yang belum ditemu- kan obatnya. Manusia dilanda penyakit jasmaniah maupun ro- haniah. Kapan masalah keseha- tan manusia tersebut akan bera- khir, juga belum bisa diramalkan. Tantangan ketiga ialah tan- tangan intelektual. Dikatakan selama berabad-abad manusia telah memperoleh ilmu yang se- lalu bertambah maju. Para ilmu- wan telah banyak mengungkap rahasia alam. Dengan kemajuan teknologi, ia bukannya memper oleh keuntungan, tetapi sebalikn- ya makin banyak kehilangan. Tantangan keempat ialah kerohanian. Segi kerohanian babad Oleh Jro Mangku Gde Ktut Soebandi Rubrik ini dimaksudkan untuk menampung segala pertanyaan me- ngenai asal-usul keluarga, leluhur kawitan, tanpa dimaksudkan "me- ngotak-ngotakkan" umat ke dalam arogansi-arogansi wangsa. Le- wat konsultasi ini justru diharapkan muncul kemantapan rohani dalam menjalankan swadharma sebagai manusia. Jika Anda ingin berta- nya mengenai babad leluhur, kawitan, silakan tulis surat dengan ringkas, jelas, dan langsung ke pokok persoalan. Tujukan kepada pengasuh "babad" Jro Mangku Gde Ktut Soebandi, dengan alamat Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar. Jika Anda kurang puas dan ingin berkonsultasi lebih lanjut, silakan berhubu- ngan dengan pengasuh, Jro Mangku Gde Ktut Soebandi, Jl. Plawa Gg. XIII/1 Denpasar. Warga Kayuputih 1. Bagaimanakah sejarah leluhur kami yang menurunkan adanya warga Kayuputih? 2. Mohon dijelaskan di mana Pura Kawitan/Merajan, Da- dia Agung dari warga Kayuputih. 3. Di mana Pura Padharman kami di kompleks Pura Pena- taran Agung di Besakih, dan terdapat di mana saja adanya warga Kayuputih? Putu Gde Suwardika, Lingkungan Klodkangin, Kelurahan Beng, Kec. dan Kab. Gianyar. Dapat diinformasikan bahwa sering ditemukan peng- gunaan sebutan atau gelar atau nama yang sama atau ham- pir sama, dan mereka itu bukan berasal dari satu sumber (kawitan). Seperti misalnya mereka yang menyandang nama Kayuputih. Setidak-tidaknya ada dua warga (ke- lompok keturunan) Kayuputih yaitu Kayuputih dan Pasek Kayuputih. Mereka yang menyebut diri Kayuputih adalah salah se- orang keturunan Mpu Dryakah alias Mpu Kamareka. Se- dangkan yang menyebut diri Pasek Kayuputih ialah ketu- runan dari Pasek Gobleg, dan Pasek Gobleg adalah salah seorang keturunan I Gusti Pasek Gelgel di Banjar Pe- gatepan, Desa Gelgel, Kecamatan dan Kabupaten Klungkung. Karena terbatasnya ruangan mustahil dapat diungkap asal-usul Kayuputih secara mendetail, namun dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Mpu Sumeru alias Mpu Mahameru nyukla brahma cari dan mempunyai putra dharma, yang sesudah pudgala (dwijati) bergelar Mpu Dryakah alias Mpu Kamareka. Ke- mudian Mpu Dryakah menurunkan sang catur sanak (em- pat orang bersaudara) yaitu Kayuselem, Celagi, Tarunyan dan Kayuan. Selanjutnya Sang Catur Sanak inilah menu- runkan keturunan di antaranya bernama Kayuputih yang kini keturunannya menyebut diri Kayuputih. 2. Adapun Pura Kawitan keturunan Sang Catur Sanak termasuk Kayuputih adalah Pura Tampurhyang Desa Ba- tur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Di samp- ing itu Kayuputih juga berkewajiban nyungsung Pura dan Merajan, yaitu Pura Jati Desa Batur, Pura Kayuselem di Peradi Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. 3. Pura Catur Lawa Ratu Pasek yang berlokasi di kom- pleks Pura Besakih bekas parhyangan Mpu Sumeru alias Mpu Mahameru, merupakan Pura Padharman Kayuputih bersa ma-sama warga Pasek (Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi). Demikian secara singkat dan pada garis besarnya da pat diungkap dan diuraikan, Kayuputih adalah salah seo rang keturunan dari Sang Catur Sanak, dan Sang Catur Sanak yaitu Kayuselem, Celagi, Tarunyan dan Kayuan adalah keturunan Mpu Dryakah alias Mpu Kamareka. Walaupun uraiannya cukup singkat mudah-mudahan da- pat dipahami dan ada faedahnya. Menurut dia, semua orang bertanggung jawab dan berkewa- jiban menciptakan rasa kedama- ian, termasuk pemimpin dan rakyatnya. Namun yang paling penting, kata Alit Bagiasna karena kita sebagai orang Timur rasa kedamaian dan cintah kasih dimulai dari para pemimpin. Kalau sudah pemimpinnya yang menciptakan rasa kedamaian dan cinta kasih, rakyat pasti mengikuti. Bagaimana caranya? Mahatma Gandhi dalam perjua- ngan politiknya menerapkan kon- sep satya, dharma dan ahimsa. Ternyata ajaran itu, sangat am- puh dalam menyatukan rakyat India yang tadinya tercerai berai. Penyatuan ini mendatangkan rasa damai di hati rakyat. Selain itu, seorang pemimpin dalam memimpin haruslah tan- pa kekerasan (ahimsa). Itu berar- ti pemimpin, tidak boleh menya- kiti atau melukai diri sendiri dan orang lain (rakyat). Untuk men- capai tujuan tanpa kekerasan perlu melaksanakan empat nilai kemanusiaan. Pertama, melihat yang baik-baik, mendengar yang positif, berkata-kata yang baik dan melakukan pengabdian. Kedua, yaitu kebenaran. Apa yang kita perbuat kepada orang lain juga mengenai diri kita sendi- ri. Karena kekuatan hidup yang sama ada di semua benda. Keti- ga, untuk meningkatkan perilaku tanpa kekerasan kita harus bek- erja demi kedamaian. Kedama- ian adalah kebalikan dari ama- rah, kebencian, kedengkian, kecemburuan dan keterikatan. Akhirnya, yang paling penting, membina rasa cinta kasih. Cinta kasih yang sejati melahirkan ked- amaian di dalam dan di luar, se dangkan cinta kasih dalam per buatan adalah kebajikan dan cin- ta kasih dalam hati sanubari melahirkan sesuatu tanpa kek- erasan. Purnama Kadasa Purnama Kadasa yang di- yakini umat Hindu sebagai pur- nama paling bersih" (kedas, ba- hasa Bali), adalah saat kondi- si bulan bulat penuh, sedikit berbeda dengan kedudukan bulan pada saat purnama lain. nya. Umat menggunakannya sebagaiuger-uger hari baik un- tuk melaksanakan upacara dalam kehidupannya, seperti Dewa Yadnya (pemujaan ke hadapan Tuhan). Salah satu di antaranya adalah pelaksana- an upacara Batara Turun Ka- beh di Pura Besakih. Bali Post na alit lewat tawur, melasti dan Nyepi. Menu- rut Jro Mangku Soebandi, ini berarti pada sasih Kadasa umat sudah mulai melakukan subha karma (hal-hal yang baik), kesucian dan demi kesejahteraan umat bersama. Sifat-sifat jelek, durhaka, sejak Nyepi sudah dikurangi sehingga pada sasih Kadasa manusia benar-benar ber- sih dan menekan sifat-sifat rajas dan tamas. Pada Purnama Kadasa, lanjut Jro Mangku Ketut Soebandi, Tuhan memberi kesejahter aan bagi umat manusia. Hanya, dikatakan Jro Mangku, kesejahteraan itu tidak akan muncul dengan sendirinya, melainkan atas usaha manu- sia. Tuhan sudah memberikan jalan, tinggal manusia melaksanakannya," ujarnya. Kesan Bahagia Pengamat agama Hindu, IB Putu Suamba mengatakan, dalam ajaran Hindu (Jyotisa) di- sebutkan, posisi benda-benda bersinar di ang kasa seperti matahari, bulan dan bintang mem- pengaruhi kehidupan manusia. Ini juga erat kaitannya dengan hukum alam (rta). Saat itulah, kata dia, manusia harus mampu menempatkan dirinya secara serasi, harmonis dan seimbang de ngan alam semesta agar perjalanan hidupnya se- lamat hingga ke alam moksha. Pengaruh benda-benda alam itu bisa dirasa- kan lewat budhi (akal). Hari purnama, misalnya, membawa kesan bahagia, cerah dan suci serta hening, sehingga sangat bagus untuk melakukan pemujaan ke hadapan Ida Hyang Widhi Wasa. Karena itu pula, saat purnama pasangan suami istri dilarang melakukan hubungan badan. Se- mentara itu pada tilem (bulan mati) memberi ke- san menakutkan, seram dan mengerikan sehing ga membuat manusia cenderung tinggal di rumah. Pada Purnama Kadasa ini, menurut IB Oka Abiana dari Griya Buruan, Sanur, umat Hindu biasanya melakukan pemujaan terhadap Hyang Sunia Amrta. Artinya, umat memohon kepada Tuhan agar dilimpahkan jalan yang benar untuk kesejahteraan bersama. Umat hadir di hadapan Tuhan-merasakan diri bersih-setelah segala mala (kotoran) dihanyutkan saat melasti, tawur agung dan Nyepi. Bhuana agung pun dalam keadaan bersih. Karena itu pula ia menyebut pada Purnama Kadasa sebagai purnama penuh ber- kah. Saatnya manusia memohon kesejahteraan dan berbuat untuk kesejahteraan diri dan orang (sut/sue) lain. DANA PUNIA Halaman 7 Purnama Kadasa Simbol Pencapaian PURNAMA kadasa (bulan kesepuluh) biasanya dirayakan dengan sangat meriah. Di hampir sebagian besar desa adat di Bali, diadakan upacara yang lazim disebut "ngadasa" atau "ngusaba". Di Pura yang bersta tus Kahyangan Jagat, seperti Batur dan Besakih bi asanya juga diadakan upacara tahunan yang dihadiri ribuan umat Hindu. Purnama dan tilem merupakan tonggak bagi umat Hindu. Tilem merupakan akhir sebuah aktivitas dalam sebulan, karena bulan mati ini dijadikan hari terakhir oleh umat Hindu dalam hitungan bulan. Sedangkan purnama merupakan pertengahan bulan, yang sering diartikan sebagai puncak. Karena ketika itu, bulan se- dang terbit sempurna, mencapai puncaknya. Dalam kondisi seperti itu, umat Hindu mengharapkan hadir nya kesempurnaan dalam kehidupannya. Di antara tilem dan purnama dalam setahun, umat juga memilih purnama dan tilem yang paling sempur- na. Tilem dan purnama yang dianggap paling sempurna sesuai kondisi manusia adalah tilem dan purnama yang bertepatan dengan posisi matahari di garis katulisti wa. Matahari berada pada garis katulistiwa pada seki- tar sasih kapat-kalima (bulan keempat-kelima) dan kasanga-kadasa (bulan kesembilan-kesepuluh). Kare- na itu purnama pada bulan-bulan ini sering dipilih se- bagai hari baik untuk melaksanakan upacara. Pada bulan-bulan seperti itu, kondisi alam sedang sangat baik. Pada sasih kapat, bunga-bunga biasanya sedang mekar. Pada sasih kadasa biasanya masyarakat sedang panen. Buah-buah sedang ranum dan bunga- bunga juga sedang menunjukkan keindahannya yang sempurna. Jadi saat-saat seperti ini adalah saat-saat yang indah. "Umat Hindu selalu memilih saat-saat yang indah tersebut untuk melaksanakan kegiatan ritual dan spiritual," kata Drs. I Gde Sura, Ketua II PHDI Pusat, Sura yang juga mantan Ketua PHDI Bali ini menga- takan, dalam tradisi agraris, masyarakat Bali biasa nya menanam tanaman pangan pada sekitar sasih kal- ima dan kaenem. Jadi, pada sasih kadasa, biasanya sudah panen. Sehabis panen, diadakan perayaan yang istimewa. Tradisi seperti ini berlaku pada tiap masyarakat agraris. "Jadi, tradisi perayaan pada sasih kadasa ini adalah tradisi pra-Hindu yang kemudian di lanjutkan pada zaman Hindu," paparnya. Ketika agama Hindu masuk, jelasnya, tradisi ini diperkaya dengan makna-makna filsafat. Purnama ka- Rp 36.231.500 untuk Pura Gelap di Besakih Ngurah Leo, JI. Nangka 95 Denpasar Diva T. Sanjaya, Dps Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya Menurut pengamat agama dan babad Bali, Jro Mangku Gde Ketut Soebandi, pada za- man lampau Purnama Kadasa dan Purnama Kapat dijadikan hari baik oleh Raja Majapahit untuk mengangkat adipati ker- ajaan. Pada saat ini tepat di- lakukan penghormatan agar pejabat yang dilantik diberkati kecerahan hati. Saat ini juga Ida Batara (Tuhan) diyakini turun ke dunia melimpahkan berkah kesejahteraan. Maka- nya, patutlah pada Purnama Kadasa, umat Hindu melaku- IB Widja, S.H., Perumahan MA, kan penyucian diri. Karena itu pula, Jro Mangku Ketut Soebandi mengatakan, Purnama Kadasa tak bisa di- pisahkan dari rangkaian Nye- pi sebelumnya. 운문운운운 dasa diartikan sebagai simbol kesempurnaan. Sasih kadasa dalam bahasa Sanskerta disebut Waisaka. Pada purnama di bulan Waisaka ini, banyak rsi yang menda- patkan kesempurnaan kesadaran. Sang Buddha yang juga diakui sebagai salah satu awatara dalam agama Hindu, mencapai kesempurnaannya pada purnama ini. "Jadi, ini merupakan lambang pencapaian dalam usa- ha manusia," paparnya. Kesempurnaan spiritual, lanjutnya, dalam masyarakat kebanyakan bisa diterjemahkan menjadi kemakmuran. Sebab, makna kebahagian sangat berbe- da antara masyarakat kebanyakan dan masyarakat intelektual. Pada masyarakat kebanyakan, terpenuhi- nya segala keperluan hidup sudah merupakan sebuah kebahagiaan. Sedangkan masyarakat intelektual dan para yogi tentu memiliki makna yang lebih luas lagi tentang kebahagian. Karena itu, konsep kesempurnaan para maharsi yang mengambil tonggak pada purnama kadasa bisa diterjemahkan menjadi tercapainya kemak- muran pada masyarakat. Karena itu, perayaan purna- ma kadasa yang bertepatan dengan panen merupakan sebuah simbol kesempurnaan juga bagi masyarakat kebanyakan. "Jadi tidak salah jika umat Hindu di Bali mengadakan ngusaba pada purnama ini," kata Sura. Ngusaba, kata dosen APGAH ini, berasal dari kata "Utsawa" yang artinya pesta. Pesta seperti ini tentu sa- ngat tepat jika dilakukan saat masyarakat mencapai kemakmuran, kesejahtraan dan kesempurnaan hidup. Akan tetapi, pesta dalam masyarakat religius tentu tidak sama dengan pada masyarakat sekuler. Pada masyarakat religius seperti Bali, pesta diartikan sebagai ungkapan puji syukur ke hadapan Tuhan karena anuge- rahnya yang begitu besar kepada manusia. Umat Hindu di Bali, lanjutnya, biasanya mengucap- kan puji syukur pada aspek-aspek Tuhan. Kalau pada masyarakat agraris, puji syukur tersebut disampaikan pada "sakti", kekuatan Tuhan sebagai Laksmi atau Dewi Sri (Dewi Kesuburan). Pedagang biasanya mengucap- kan puji syukur pada Dewi Melanting yang dianggap juga sebagai nama lain Dewi Laksmi. Karena itu, pada masyarakat Bali sering disebutkan adanya upacara "ngu- saba nini", yang bisa berarti pesta puji syukur untuk Dewi Sri. "Jadi, purnama ini juga merupakan simbol dari pencapaian usaha masyarakat dalam pertanian," katanya. Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 2.101.500 (tar) Ong Adriyanti, JI. Kartini Gg. XVI/2 Denpasar lyan Denpasar Rp 10.000 Rp 10.000 Rp Rp Rp Rp 5.000 5.000 10.000 36.221.500 Rp 36.231.500 Rp 105.819.607 untuk Pura Mandharagiri Semeru Agung di Jatim Ngurah Leo, JI. Nangka 95 Denpasar Rp 5.000 5.000 Rp Putu Nadiasih IB Widja, S.H., Perumahan MA, Kemanggisan Ilir, Jakarta Barat Rp 50.000 Jumlah yang dimuat hari ini Rp 60.000 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp105.759.607 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 105.819.607 Moortenie, Belah Luwus Rp. 10.000 Gd. Ari Subrata, Blahbatuh, Gianyar Rp 20.00 Ngurah Leo, JI. Nangka 95 Denpasar Rp 5.000 5.000 Rp Rowin Hikari, Denpasar 110.000 Jumlah yang dimuat hari ini Rp Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 1.709.500 1.819.500 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp Rp 1.706.600 untuk Wayan Mubagia, Penderita Kepala Membesar Ong Adriyanto, JI. Kartini Gg. XVI/2 Denpasar Rp Gd & Nn, Suwung Denpasar Rp 10.000 5.000 lyan Denpasar Rp 10.000 Wy Reti, Blahbatuh, Gianyar Rp 20.000 Rowin Hikari, Denpasar Rp 5.000 IB Widja, S.H., Perumahan MA, Kemanggisan Ilir, Jakarta Barat Jumlah yang dimuat hari ini Rp 50.000 Rp 50.000 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 1.656.600 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 1.706.600 Rp 792.500 untuk Pura Segara Tawangalun di Banyuwangi Kade Puspa, Taman Geriya Nusa Dua Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya Rp Rp Rp Rp 2.101.500 untuk Pura di Irian Jaya Kemanggisan Ilir, Jakarta Barat Rp Rp Rp Rp Kade Puspa, Taman Geria Nusa Dua Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Pada Hari Raya Nyepi, bu- lan, mataharai dan bumi bera- da pada posisi paling sejajar dibandingkan dengan pada purnama lainnya. Umat Hin- du saat itu melakukan pember-ri sihan bhuana agung dan bhua- ACHO Pasek Asti Dalam beberapa tulisan Jro Mangku mengenai babad yang sempat saya ikuti, Jro Mangku selalu menyebutkan Mpu Drya- kah mempunyai keturunan Catur Sanak tanpa menyebut-nye- but Pasek Asti. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana sebenarnya silsilah (singkat) dari Pasek Asti serta keturunannya, sehingga berkembang sampai sekarang? Bagaimana asal muasal dan penyebarannya, sampai keturunan Pasek Asti ada yang menetap di Kelurahan Kubu, Bangli? Apakah pada waktu mengembara ke daerah Bang- li, tempat menetap terakhirnya di Desa Buungan dan kemudian dari sana baru ke Kelurahan Kubu? Di mana Pura Padharman/ Pura warga Pasek Asti yang terbesar? Ketut P.Swastha Mpu Semeru alias Mpu Mahameru penganut agama Çiwa dan menjalani hidup nyukla brahmacari (seumur hidup tidak kawin). Namun Mpu Šumeru alias Mpu Mahameru mempu- nyai putra dharmma" seorang lelaki dan sesudah pudgala (dwi- jati) bergelar Mpu Dryakah alias Mpu Kamareka, berparhya- ngan di Tampurhyang dan kawin dengan Dadari Kuning. Dari perkawinannya ini Mpu Dryakah berputra 2 orang laki perem- puan; yang laki-laki bernama Ki Kayu Ireng dan yang perem- puan bernama Ni Kayu Cemeng. Kemudian Mpu Dryakah alias Mpu Kamareka lagi berputra 3 orang laki-laki, masing-masing bernama Made Celagi, Nyoman Tarunyan, dan Ktut Kayuselem. Selanjutnya mereka sama-sama "Mbhujanggain" (menjadi su- linggih) melalui upacara pudgala; Made Celagi bergelar Mpu Kayuan, Nyoman Tarunyan bergelar Mpu Tarunyan dan Ktut Kayuan bergelar Mpu Badengan. Seterusnya mereka inilah yang menurunkan Sang Catur Sa- nak (empat orang bersaudara) masing-masing bernama Ki Ka- yuselem, Ki Celagi, Ki Tarunyan dan Ki Kayuan yang lazim disebut Pasek Kayuselem, Pasek Celagi dan lain-lainnya. Salah seorang keturunannya kemudian memperoleh kedudukan se- bagai "Pacek" yang kemudian berubah menjadi "Pasek" yaitu nama jabatan pemimpin, dan mereka lazimnya memper gunakan jati diri (identitas) berdasarkan tempat tinggal atau daerah kekuasaannya. Keturunan Mpu Dryakah alias Mpu Kamareka yang menjabat sebagai Pasek di Desa Hasti (Karang- asem) disebut Pasek Asti, demikian pula keturunannya secara tradisigugon tuwon menyebut diri Pasek Hasti, walaupun mere- ka tidak lagi menjabat Pasek di Desa Hasti, dan tidak mema- kai jati diri (identitas) Pasek Kayuselem atau Pasek Celagi dan lain-lainnya. Tatkala kerajaan Karangasem diserbu oleh pasukan kera- jaan Buleleng, beberapa penduduk dari desa-desa yang berha- sil ditundukkan oleh pasukan kerajaan Buleleng meninggal- kan kampung halamannya. Termasuk penduduk Desa Hasti bersama Pasek Hasti mengungsi ke daerah kerajaan Bangli; di sana mereka memohon kepada Raja Bangli agar diperkenankan bertempat tinggal di daerah Kerajaan Bangli. Oleh Raja Bangli mereka diberikan tempat yang kemudian menjadi Desa Buu- ngan, sekarang Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Lama- kelamaan penduduk Desa Buungan ini ada yang berpindah tem- pat, antara lain ke Banjar Kayuambua, Desa Tiga dan lain-lain- nya di daerah Kecamatan Susut, dan ke Desa Bayungcerik, Keca- matan Kintamani. Kecuali itu ada pula yang pindah ke Hyang Waringin dan seterusnya di sana mereka, termasuk keturunan Pasek Hasti, membangun "kubu" sebagai pemukimannya. "Kubu" Hyang Waringin ini sesudah menjadi desa diberi nama Desa Kubu, sekarang kecamatan dan Kabupaten Bangli. Oleh karena mereka yang menyebut diri Pasek Hasti adalah keturunan Sang Catur Sanak (Kayuselem, Celagi, Tarunyan dan Kayuan) dan Sang Catur Sanak adalah keturunan dari Mpu Dryakah alias Mpu Kamareka, maka Pura Kawitan dari ketu- runan Pasek Hasti ini adalah di Pura Tampuryang, wilayah Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Se- dangkan Pura Padharmannya yang berlokasi di kompleks Pura Besakih adalah Pura Catur Lawa Ratu Pasek bersama-sama dengan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi, yaitu bekas par- hyangan Mpu Sumeru alias Mpu Mahameru. Kecuali itu se- mua keturunan Mpu Dryakah alias Mpu Kamareka berkewa- jibannyungsung di Pura Kayuselem, Peradi, Desa Songan, Pura Jati Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Uraian mengenai Bhujangga Wesnawa dan warga Karangbuncing dapat diikuti di Mingguan Prima, be- redar Sabtu, 11 April 1998. 운운운운 10.000 782.500 792.500 50.000 10.000 60.000 2.041.500 SIMPATI ANDA Rp 1.819.500 untuk Kadek Wiliawan, Penderita Kanker Tulang CARA TERJANGKAU BISA PUNYA RUMAH PAKET "SI AMPERA PLUS" (Simpanan Anggota Membangun Perumahan Rakyat) Membantu Rakyat Kecil dan Anggota Koperasi Bisa Punya Rumah CUKUP DENGAN Rp. 100.000/BULAN ANDA BISA PUNYA RUMAH DI PERUMAHAN RAKYAT KARYA SAMIA ANDA JUGA BISA MEMILIH SESUAI KEMAMPUAN : 1. Paket ATUM (Angsuran Ringan, Tanpa Uang Muka) 2. Paket UMR (Uang Muka Ringan) 3. Paket SI UMI RAMUANKU (Rumah Anda Miliki Uang Anda Kembali Utuh) LOKASI BISA DIPILIH SESUAI KEDEKATAN TEMPAT KERJA/ASAL ANDA * Penatih * Ungasan * Batubulan * Sanur Canggu * Kerobokan * Dalung Dikembangkan Bersama Oleh: * * Sesetan Kepaon Gatsu Barat Sading KOP KARYA SAMIA & GRUP Misi :" Bekerja Bersama untuk Meningkatkan Kesejahteraan Bersama " "KPN Pradnya Kerti Kopertis KPN Dwi Karya D. Kehakiman KPN Pengayoman Bispa Klas I KPN Karya Kencana KOPKAR Hotel Grand Bali Beach KOPKAR Hotel Bintang Bali KOPKAR Hotel La Taverna *KOPKAR PT Samudra Besar *KOPKAR Aeroboga PRIMKOPAD Denma PRIMKOPABRI Badung KSP Wisuda Guna Raharja Sanggraha Kriya Asta KPN Bina Sejahtera Pemda TK. II Kabupaten Badung KPN Kamadhuk RSUP Sanglah KPN Satya Dana SMUN 5 Dps KPN Univ. Udayana KPN Anggara Sakti KOPKAR Hotel Grand Hyatt KOPKAR Hotel Sanur Aerowisata KOPKAR Mitra Seri Partha "KOPKAR PT Nindya Karya KOPKAR Nusa Dua Beach PRIMKOPPOLRES Badung PRIMKOPAL Sional Benoa KSU Perogan KOP Pasar Serba Guna (Negara) KOPERASI Swadarma Bank BNI *KPN Darma Wiguna Pemda TK. II Kodya Denpasar KPN Sekar Tani "KPN Warga Rimbawan KPN Imigrasi *KPN Mertha Usadha KOPKAR Hotel Bounty KOPKAR Hotel Sahid Bali KOPKAR Kresna Karya KOPKAR PT CIP *KOPKAR Matahari PRIMKOPPAD Kesdam PRIMKOPPAD Vijaya Kusuma KSU Sedana Graha *KOPEG Depot Logistik KOPERASI Guna Sejahtera PLN KOWAKI Gapensi Badung KPN Werdi Wisata BPLP KPN Karya Sejahtera Depnaker KPN Taman Budaya Propinsi Bali KPN Gapura Karya *KOPKAR Hotel Putri Bali *KOPKAR Hotel Club Med KOPKAR PT Hutama Karya KOPKAR Golden Kris Tour KOPKAR Widhya Guna Arta *PRIMKOPAD Paldam *KSU Kuta Mimba *KOP. Taxi Ngurah Rai *KOPEG Telkom KPK Kadin Bali . KPN Praja Pemda TK. I Bali KPN Wahana Lestari KPN Kota Dewata Taspen KPN Salya Dharma KOPKAR Hotel Bali Hyatt KOPKAR Garuda Indonesia "KOPKAR Hotel Four Seasons KOPKAR PT Waskita Karya KOPKAR PD Pasar Kodya Dps PRIMKOPPOL Polda Bali PRIMKOPAD Bintaldam KSU Sidi Graha Canti Sanur *KOP. Purnalis PLN KOPPAS Wira Guna Ubung "Koperasi-Koperasi lainnya DATANG SEGERA LEBIH CEPAT LEBIH BANYAK PILIHAN! Mohon Maaf Bila Telepon Sibuk, Datang Langsung ke Kantor Pusat KOP KARYA SAMIA & GRUP Kompleks Gedung Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Jln. Rampai No. 1 Kereneng Denpasar, Telp. (0361) 232128/ 229131/081 139 2289, Fax. (0361) 232128 UNTUK MEWUJUDKAN (MISI GERAKAN KOPERASI): "MASA DEPAN BERSAMA YANG LEBIH BAIK" KOP KARYA SAMIA MEMBERIKAN "JAMINAN KESEJAHTERAAN MASA DEPAN (JAMKESRA MAPAN) SENILAI MINIMAL Rp. 102.400.000. BAGI SETIAP PEMBELI PAKET PERUMAHAN RAKYAT KARYA SAMIA Kesempatan Training Langsung Kerja ! Peminat datang langsung membawa lamaran paling lambat tanggal 4 April 1998 BAGI KONSUMEN LAMA UNTUK MENDAPATKAN "JAMKESRA MAPAN" AGAR DATANG LANGSUNG KE KANTOR PUSAT KOP. KARYA SAMIA C.16272 Color Rendition Chart
