Tipe: Koran
Tanggal: 1998-03-04
Halaman: 03
Konten
4cm on, 4 Maret 1998 mas Kebudayaan Bali ali Post di Denpasar, antan Sekwilda Bule gembangkan diri jika Haerah lain, termasuk ai salah satu kandidat m. "Kalau memang di- paparnya. Mungkin aya yang dulunya to- an cepat beradaptasi nsi yang kini dipimp- angan baru ini. Sebab wan, saya harus bela- esenian. Dan ini sung- sehingga saya tidak Biro Humas Pemda (tra) Tekitarnya ipan antor, dinas, kabag dan pasar mengikuti sosial- ng DPRD Kodya. Sosial- pusat dari Biro Umum ah Jateng dan Jatim. PP (011) isi pamong praja (Satpol rin dipusatkan di GOR mpatan tersebut Wagub a Tingkat I Bali. Hadir atpol PP dari kabupaten umas (011) Bali membahas Peluang si dan Tantangan Bagi kemarin di aula Kanwil dibuka Ketua Bakohu- gai pembicara Kakanwil man Perambah Hutan I a, pengembangan usaha dunia usaha yang mem- pasar. "Dengan dukun- h transmigrasi dapat erlogo (bud) endapatkan obat generik Propinsi Bali telah me- Tersedia Obat Generik matan Propinsi Bali, dr. I hal tersebut, Selasa (3/3) ai tindak lanjut SK Dirjen tersebut dipasang di sem- ediakan obat generik ber- masing-masing kabupat kyang juga menyediakan angan (08) Co, Selasa (3/3) kemarin kepada ahli waris Ida ngidap penyakit perut kantor Bali Post oleh -nilai Rp 824.306. Pada an terima kasih kepada gan nasib istrinya. Den- maka sumbangan un- (gus) yang beristrikan Sri yu Ningsih ini menjabat gai bupati tahun 1985- Dia dikenal memiliki mimpinan yang tegas lurus. Gebrakannya paling dirasakan rakyat h pembangunan jalan aya di Badung. alam kepemimpinan- dia punya pekerjaan cukup berkesan dan adi kenangan tersendi- kni ruilslag Lapangan mbingan yang kini men- Kompleks pertokoan Di- goro Megah. telah melepas jabatan Bu- Badung (digantikan IGB "utra tahun 1990-red.) La- tarik kembali ke indukn- amanya kembali muncul adia terpilih sebagai Wak- ua DPD Golkar Bali tahun Belakangan dia juga dita- kan sebagai "kuda hitam" a DPD MKGR menyusul hnya musda organisasi itu. olkar, memberi keper- an kepada Latra sebagai satu kader terbaik un- memasuki suprastruk politik, sebagai anggota CD Bali 1997-2002. Di aga perwakilan itu dia peroleh kedudukan se- í Ketua Komisi A yang ra lain membidangi hu- dan pemerintahan. ini, Kol. Inf. (Pur) Pande Latra yang juga "petani" perintis sekaligus pengge grobisnis itu dimasukkan gai calon pemimpin Bali mbursa yang kian ramai mengalirnya aspirasi. aimana nasibnya kelak? t sajalah. (kos) Rabu Pon, 4 Maret 1998 Bali Post Halaman 3 Dua Restoran di Kintamani Tutup * Diduga akibat Menurunnya Kunjungan Wisatawan Bangli (Bali Post) - Menurunnya kunjungan wisatawan ke kawasan Kin- tamani, Bangli, beberapa bulan terakhir ini, diduga menyebabkan persaingan bisnis di kawasan itu makin ketat. Akibatnya, banyak restoran yang mulai kesulitan menjaring tamu, bahkan dua dari 16 restoran besar, se- jak bulan lalu telah menghentikan usahanya. Restoran Rama dan Restoran Tri Guna Jaya, yang masing-masing berkapasitas di atas 300 seat (tempat duduk), kini tak lagi beroperasi. I Wayan Korlat, pemilik Restoran Tri Guna Jaya, ketika diminta konfirmasi membenar kan pihaknya telah menutup usahanya dan merumahkan sekitar 25 karyawan. Alasan penghentian operasi itu lebih banyak akibat pengaruh intern (manajemen), sedangkan faktor luar terkait de-ngan krisis ekonomi-relatif kecil. "Kalau soal persaingan itu hal wajar, dan kami juga merasakan dam- pak gejolak moneter dan krisis ekonomi. Namun alasan men- dasar adalah pembenahan manajemen," kata Korlat seraya mengakui, belum melaporkan penutupan usahanya itu secara resmi. Mengenai alasan ditutup- nya Restoran Rama, belum dike tahui secara pasti, karena pemi- lik restoran I Gede Sastrawan belum berhasil diminta konfir- masi. Sumber berdekatan me- ngatakan, restoran yang memi- liki kapasitas 400 seat itu sudah tak melayani tamu terhitung sejak 10 Februari lalu. Diduga, penutupan itu selain akibat ketatnya persaingan se- jalan dengan menurunnya jum- lah kunjungan wisa-tawan ke Penelokan, pemilik-nya juga te lah membuka usaha yang sama di tempat lain. "Mungkin pe- milik ingin konsentrasi ke tem- pat yang baru," ujar sumber ber- dekatan. Namun, lanjut sumber tadi, penutupan ini tak sampai merumahkan karyawan, kare- na sudah dialihkan ke usaha se jenis di tempat lain. Ketua I PHRI Bangli Drs. I Wayan Gunawan membenar kan kedua restoran itu tak beroperasi lagi. Sedangkan su- rat resmi tentang pengunduran diri kedua pemilik restoran, pi- haknya sama sekali belum me- nerimanya. Terhadap kasus menurunnya kunjungan wisa- tawan ke Kintamani, Ketua Yayasan Bintang Danu itu membenarkan. Menurutnya, penurunan kunjungan wisa- tawan ke kawasan Kintamani berkisar 30-35 persen dari bu- lan sebelumnya yang mencapai 2.000 -2.500 orang/hari.Menyi- asati kondisi demikian itu, Gunawan mengharapkan selu- ruh anggota PHRI berupaya memperta-hankan kualitas tan- pa mengabaikan etika bisnis yang berlaku. "Misalnya, hen- daknya jangan sampai mem- berikan komisi yang berlebihan sehingga investasi lain dan kese- jahteraan karyawan terabai- kan," ujarnya sembari berharap pada masa mendatang semua anggota PHRI tetap dapat men- jalankan usaha de-ngan baik. Menurut Wayan Gunawan, penurunan kunjungan wisa- tawan ke Kintamani bukan se- mata-mata akibat krisis mo- neter, melainkan disebabkan faktor yang sulit ditebak. Logi- kanya, dengan terjadinya depre- siasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, justru merupakan kesem- patan bagi wisa-tawan man- canegara berkunjung. "Seka- rang kondisinya berbeda, seh- ingga saya tak menyebut penu- runan itu akibat krisis eko- nomi," katanya seraya optimis dalam beberapa bulan kondi- sinya akan kembali stabil. Di tempat terpisah Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Bangli Drs. Sang Made Suryawan mengatakan pihaknya memang belum me- nerima surat resmi tentang penutupan kedua restoran di Penelokan itu. "Hanya secara lisan dan berdasarkan fakta di lapangan, memang benar tak beroperasi," katanya. Dia me- ngakui, setidaknya hal itu akan berpengaruh terhadap peneri- maan daerah, terutama yang bersumber dari PB I. Mengingat untuk kedua restoran tersebut telah diberlakukan pungutan PB I melalui sistem bill. Pasar Senggol Semarapura Batal Pindah Semarapura (Bali Post) - Pasar senggol di kota Sema- rapura akhirnya batal pindah. Sebab, pedagang yang ter- gabung dalam Persatuan Peda- gang Pasar Senggol (P3S) Sema- rapura menyatakan keberatan jika dagangannya harus dipin- dahkan ke pasar lama yang te- lah rampung dibangun. Alasan- nya, selain faktor krisis ekonomi, lokasi pasar lama juga tak cukup menampung mereka. Itu dikemukakan Ketua P3S M. Harun kepada Bali Post, Selasa (3/3) kemarin sehubun- gan rencana pemda memindah- kan pedagang pasar senggol dari lokasi subterminal lama ke pasar lama. Menurut dia, saat petugas mendata para peda- gang menjelang Lebaran, ba- nyak yang mudik sehingga han- ya tercatat 41 orang. Anggota kami seluruhnya 96 pedagang, sementara tempat yang disedi- akan untuk tiap pedagang berukuran 2,5 m X 3 m," ujar Harun. Selanjutnya dijelaskan, uku- ran tempat berdagang tak cu- kup, sebab pedagang makanan yang memakai rombong dorong memerlukan tempat 5 mX6m, kecuali pedagang rokok. "Kalau disediakan tempat seluas itu, jelas tak memadai untuk berda- gang," ujarnya. Alasan lain, para pedagang sudah betah menetap di subterminal lama, sebab lokasinya sangat strategis ser- ta didukung areal parkir yang teratur. "Kalau kami berjualan di sana, siapa yang mau berbelan- ja. Lokasi dagangan kami sekarang persis di jalur Den- pasar - Karangasem yang pasti disinggahi pengunjung pada malam hari, termasuk mereka yang mau bersembahyang ke Besakih," ujar salah seorang pedagang sate kambing. Dikemukakan, seandainya pedagang pindah, konsekuen- sinya mulai nol lagi dalam men- cari pelanggan, apalagi mereka Aksi Corat-coret di Desa Candikusuma Negara (Bali Post) - Diduga tidak puas dengan proses pemilihan Kadus (kepa- la Dusun) Tirta Kusuma, Kan- tor Kepala Desa (Kades) Can- dikusuma menjadi sasaran aksi protes corat-coret Senin (2/3). Hingga Selasa (3/3) kemarin, belum diketahui siapa yang ber- tanggung jawab dalam aksi tersebut. Corat-coret menggunakan cat warna merah mencolok itu, isinya mengkritik tindakan Kades dalam proses pemilihan Kadus Tirta Kusuma yang dia nilai kurang terbuka. Salah satu kata-kata yang ditulis, menye- butkan, dalam proses pemilihan kadus telah terjadi kolusi, dan sang kadus terpilih sudah mem- bayar Rp 750.000. Selain itu, juga ada kata-kata jorok yang ditujukan untuk Kades Candi- sukuma. ma. Ketika masih dalam tahap persiapan (belum definitif-red), yang ditunjuk sebagai kadus adalah Ali Fatayani. Selama sembilan tahun memimpin dusun persiapan itu, Fatayani dinilai mas-yarakat setempat cukup berhasil. Oleh karena Dusun Tirta Kusuma tahun ini telah defini- tif, masyarakat berharap Ali Fatayani diberikan kesempatan sebagai pejabat kadus definitif. Namun, diduga Kades meng- hendaki lain, sehingga ketika menghadap Bagian Sospol dan Bupati sekitar Desember 1997, Ali Fatayani dilaporkan memi- liki banyak kekurangan seperti istrinya tidak mendukung, saat Pemilu 1997 gagal, sulit dicari sewaktu-waktu ada keperluan mendadak dan sederet keku- rangan lainnya. Yang mengecewakan warga, Para tokoh masyarakat di menurut Warsi, belum ada pen- Dusun Tirta Kusuma, Selasa (3/ gumuman resmi yang diterima 3) kemarin menyebutkan, mun- warga tentang hasil testing ca- culnya aksi tersebut diduga lon kadus di tingkat kecamatan karena ketidakpuasan sekelom--calonnya ada dua terdiri atas pok warga terhadap proses pe- Ali Fatayani dan Edi Purwan- milihan kadus. Proses pemili- to. Tiba-tiba saja, kata dia, Edi han kadus kurang terbuka, dan Purwanto ditetapkan sebagai masyarakat tidak dilibatkan kadus dan pelantikannya akan secara langsung," ujar Pak War- diadakan Rabu (4/3) hari ini. si yang juga ketua RT I Anehnya lagi, pelantikan itu tidak diselenggarakan di Dusun Tirta Kusuma, tetapi di dusun tetangga yaitu Dusun Moding. Selama berstatus dusun persia- Selanjutnya dijelaskan, Dusun Tirta Kusuma sebe- narnya merupakan pengem- bangan dari Dusun Candikusu- pan, Ali Fatayani sudah bisa mengkoordinasikan pemba- ngunan balai dusun setempat. Kenapa pelantikannya tidak di- laksanakan di balai dusun sendiri, kok malah di dusun o- rang lain," tanya Warsi yang mengaku segera akan mundur dari jabatan ketua RT Ali Fatayani saat diminta konfirmasinya, tidak banyak berkomentar. Dia yang akan ikut menunaikan ibadah haji 17 Maret mendatang, menyerah kan permasalahannya kepada warga setempat. Sedangkan ter- hadap laporan kepala desanya kepada Bupati, Ali Fatayani se cara tegas menyatakan akan di- lanjutkan dengan jalur hukum. Menurut Fatayani, laporan yang disampaikan Kades Can- dikusuma kepada Bupati Jem- brana termasuk fitnah dan bisa mencemarkan nama baiknya. Semua yang dilaporkan Kades, menurut para pengamat setem- pat, adalah tidak benar, terbuk- ti istri Fatayani mendukung sua- minya sebagai kadus. Begitu juga saat Pemilu 1997-Golkar di TPS I (Dusun Tirta Kusuma). 'Oleh karena saya akan naik haji, masalah ini saya tunda dulu sampai datang dari Mekah," ka- tanya. Kades Candikusuma Drs. AA Eka Jaya dan Camat Melaya Drs. Sukanada belum sempat ditemui untuk diminta konfir- masinya. (032) umumnya menyajikan jenis da- gangan masak-jika tak laku malam hari pasti esoknya basi dan perlu mencari modal lagi. "Upaya meramaikan pasar lama, jelas tak bisa sinkron, karena pedagang di pasar lama buka siang hari sementara kami malam hari," katanya. Selain itu, krisis ekonomi menyebabkan harga sembako melambung, di sisi lain pihak- nya tak berani menaikkan har ga makanan. Kalau ditarik agak mahal, pasti pelanggan kabur," katanya. Dia menyatakan ber- terima kasih kepada Bupati Klungkung Drs. Ida Bagus Oka yang memahami kondisi se- (kar) karang ini. Bahkan dalam tatap muka baru-baru ini, Bupati Oka ingin langsung mendengar suara pedagang, bukan melalui staf atau aparat pemda. Di bagian lain, Bupati Oka seusai melantik Drs. Nyoman Sukantra sebagai Kakandepkop dan Pembinaan Pengusaha Kecil (PPK) Klungklung pekan silam di Balai Budaya me- ngakui, pihaknya ingin mene- rapkan iklim keterbukaan dalam tiap kebijakan. "Oleh karena saya memaklumi kea- daan pedagang pasar senggol Semarapura saat ini, peminda- han pasar senggol saya urung- (022) kan," ujarnya singkat. PMI tak Pilih Kasih Berikan Bantuan Tabanan (Bali Post) - Palang Merah Indonesia (PMI) tidak pilih kasih dalam memberikan bantuan kepada korban bencana. "Itu prinsip, karena sasaran kegiatan PMI, membantu meringankan pen- deritaan sesama manusia yang tertimpa bencana, baik ben- cana alam maupun akibat ulah manusia," ujar Ketua PMI Cabang Tabanan dr. I Gusti Nyoman Tamba ketika mem- buka pelatihan dan pendidikan bagi pembina Palang Me- rah Remaja (PMR) se-Kabupaten Tabanan di aula Kantor Deppen Tabanan, Selasa (3/3) kemarin. Selanjutnya dijelaskan, dalam tugas-tugas operasional di lapangan, kesukarelaan masyarakat membantu dan ber- gerak di bidang kepalangmerahan masih perlu ditumbuh- kembangkan. Kepedulian itu merupakan inti keberadaan PMI yang terdiri atas tiga kelompok tenaga sukarela. Di samping PMR juga ada korps sukarela (KSR) dan tenaga sukarela (TSR). Sedangkan PMR, kata dia, adalah anggota remaja dari PMI yang mendapat pendidikan keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pengungsian sampai masalah dapur umum. Dalam tugasnya, PMR melaksana- kan kegiatan kepalangmerahan di tengah masyarakat. Ketua Panitia Pelatihan Drs. I Made Raganata Giri menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan lima hari itu di- ikuti 42 peserta. Para peserta dari guru-guru SLTP 28 o- rang dan guru SMU 14 orang. Para peserta itu, kata dia, setelah diklat akan menjadi pembina PMR di sekolahnya masing-masing serta mampu memberi informasi yang tepat dan benar kepada masyarakat tentang PMI. Sedangkan materi pelatihan terdiri 16 mata pelajaran, dari pengenalan sejarah PMI sampai praktik ten- danisasi. Ketua PMI Cabang Tabanan dr. Tamba mengemukakan, selama ini pihaknya sudah mendidik pelatih 57 orang ter- diri atas pelatih cabang 45 orang, pelatih daerah 10 orang, dan pelatih pusat dua orang. Sedangkan PMR tercatat 1.210 orang yang berasal dari 44 sekolah di Tabanan. Genta dan Getar di Buleleng Himpun Rp 39,8 Juta lebih dan Emas 106,6 Gram Singaraja (Bali Post) - Gerakan cinta tanah air (genta) dan gerakan cinta ru- piah (getar) hanya digelar se- lama satu jam di Gedung Athiti Wisma Singaraja, ko- mpleks Kantor Bupati Bule- leng, Selasa (3/3) kemarin. Dalam waktu singkat, ter- himpun uang tunai Rp 39,8 juta lebih dan barang perhi- asan emas 106,6 gram, belum termasuk 45 ton beras. Apa- bila barang perhiasan emas sejumlah itu dan beras di- uangkan, seluruhnya menja- di Rp 93,1 juta, belum terma- suk uang sumbangan dari DPRD Buleleng Rp 4,5 juta. Genta yang diprakarsai Bupati Drs. I Ketut Wirata Sindhu itu dihadiri Ketua DPRD Gede Dharmadi, Mus- pida serta pimpinan dinas/in- stansi maupun Ketua Dhar- ma Wanita Nyonya Mas Wirata Sindhu, serta kala- ngan pengusaha di Buleleng, termasuk pengusaha terke- nal di Bali-Putu Adiguna yang juga pembina umat Bud- dha ini, secara khusus datang dari Denpasar. Di antara sejumlah pe- ngusaha yang hadir pagi itu, tidak seorang pun tampak dari unsur Gapensi Buleleng "Kami sangat terharu dan bangga melihat antusias dan spontanitas masyarakat menyukseskan genta dan getar ini," ujar Wirata Sindhu yang berbaur dengan para pengusaha. Begitu genta dan getar di- buka, diawali dengan pembe- SBW, Kajari, maupun Ketua memasukkan uang tunai Rp 22 DPRD Buleleng dan Kepala Daerah, kemudian para pe- mimpin dinas/instansi, serta Ketua Dharma Wanita beserta pengurus lainnya. Selain uang tunai dalam amplop tertutup kemudian di- masukkan ke dalam kotak (be kas kotak pemilu 1997-red), pada umumnya para pejabat dari unsur pimpinan daerah (muspida) ini merogoh saku mengeluarkan perhiasan emas, termasuk ibu-ibu istri pejabat setempat. Ketua DPRD Bule leng Gede Dharmadi juga menyodorkan nama-nama penyumbang dari anggota leg. islatif yang nilai uangnya Rp 4,5 juta. Sementara Herry Winanto, mewakili jajaran pengusaha, juta serta menyerahkan secara simbolis 45 ton beras diterima Bupati Wirata Sindhu. Khusus bantuan beras itu, menurut Bu- pati Buleleng, akan dimanfaat- kan untuk menunjang pelak- sanaan pasar murah yang juga dimotori para pengusaha. Paket yang berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir dan 5 bungkus Supermi yang harganya Rp 10.000, akan dijual kepada masyarakat kurang mampu dengan harga Rp 5.000. Herry Winanto di tempat terpisah mengharapkan, kegiatan pasar murah setengah harga dengan pengadaan 1.100 paket ini bisa menjangkau seluruh kecama- tan di Buleleng Sebagai awal dari pasar mu- rah dengan penjualan paket se- (020) tengah harga ini, rencananya di- S.H. untuk diteruskan kepa- laksanakan di Singaraja, Kamis da Bank Indonesia. Sedang- (5/3) besok khusus untuk ribuan kan perhiasan emas dengan pegawai negeri sipil (PNS) berat 106,6 gram itu, menu- golongan satu serta pegawai rut Ny. Mas Wirata Sindhu, honor daerah (Honda) yang ada akan menyusul disetor ke di Buleleng, Pemda Bali. Kakandepkop dan PPK Buleleng Ketut Nentra, S.H. mengemukakan, awal pasar murah setengah harga ini dise diakan 7 ton beras, 1,4 ton gula pasir serta 7.000 bungkus Su- permi. Ketua Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Bule leng Ny. Mas Wirata Sindhu menyatakan, sumbangan perh- iasan emas yang sudah disetor ke Pemda Bali, 75 gram. Sumbangan sukarela kepa- da negara itu diserahkan Bupati Buleleng kepada Direktur BPD Cabang Singaraja Sukabeh, Bali Post/033 rian sumbangan oleh Kapol- GENTA DAN GETAR- Gerakan cinta tanah air (genta) dan gerakan cinta rupi res Letkol Pol. Drs. M. Nass- ah (getar), Selasa (3/3) kemarin berlangsung di Gedung Athiti Wisma Kantor Bu- er Amir, Dandim Buleleng, pati Buleleng. Dalam satu jam terkumpul Rp 39,8 juta, perhiasan emas 106,6 gram Kepala SPN (Sekolah Kepoli- dan 40 ton beras. Gambar: Ketua Dharma Wanita Buleleng Nyonya Mas Wirata sian Negara), Danyonif 741/ Sindhu menimbang perhiasan emas sumbangan masyarakat. Bupati Buleleng didam- pingi Sekwilda Drs. Rikadipu- tra mengemukakan, genta dan getar akan terus ber- kelanjutan. Anggota mas- yarakat yang belum sempat menyalurkan sumbangan bisa langsung ke bank peme- rintah dan juga ke Kantor Pe- gadaian Singaraja. "Silakan sumbang untuk meringan- kan beban negara agar cepat terhindar dari krisis moneter ini," ujarnya. Dia yakin, pemerintah akan segera mampu men- gatasi gejolak moneter dan krisis ekonomi yang merupa- kan keprihatinan secara na- sional. Dengan memahami keadaan perekonomian saat ini, dia mengharapkan, lebih meningkatkan rasa persatu- an dan kesatuan. Jangan jus- tru sebaliknya membuat diri angkuh dan hura-hura, teta- pi harus hidup hemat untuk mewujudkan kesederhanaan. Kakanwil Depkop dan PPK Propinsi Bali IGB Pus- panegara, S.H. yang kebetu- lan mampir di sana menilai, kegiatan genta dan getar merupakan hal yang mem- banggakan sebagai antisipa- si dampak keprihatinan. De- ngan terpilihnya kabinet yang baru nanti hendaknya kondi- si keprihatinan ini segera da- pat diatasi. Dia juga menge- mukakan, pengadaan semba- ko di Bali masih relatif men- cukupi. (033) Ball Post/031 GAJAH - Objek wisata gajah di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang yang kini makin banyak dikunjungi wisatawan, ditinjau Bupati Gianyar Tjokorda Gde Budi Suryawan, S.H. baru-baru ini. Gianyar terus Kembangkan Wisata Satwa Gianyar (Bali Post) - Objek wisata satwa akan terus dipacu pengembangan- nya karena memiliki peluang cerah bagi pembangunan daerah serta membawa dam- pak positif bagi masyarakat. Pengembangan objek satwa burung, reptil, dan gajah tersebut sangat positif kare- na memberikan manfaat be- sar. Bupati Gianyar Tjokorda Gde Budi Suryawan, S.H. mengatakan hal itu, Selasa (3/ 3) kemarin. Selanjutnya dijelaskan, kontribusi dari pengemba- ngan objek wisata tambahan tersebut sudah tampak. Selain mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), juga berman- faat bagi ekonomi masyarakat sekitarnya dan pengetahuan, sebab satwa yang dikembang- kan di objek tersebut merupa- kan binatang langka sehing- ga bermanfaat bagi pendidi- kan anak-anak sekolah. Dengan manfaat ganda tersebut, Suryawan mengata- kan, objek wisata tersebut akan terus dikembangkan. Kami dukung pengembangan objek tersebut karena ikut me- lestarikan isi alam," katanya. Gianyar saat ini memiliki tiga objek wisata satwa di antara- nya taman burung dan taman reptil di Batubulan (Sukawati), dan kini objek wisata gajah di Desa Taro, Tegallalang. Menurut Kadiparda Gianyar Ir. Muter Mulyawati, objek wisa- ta satwa yang relatif masih baru di Gianyar itu cukup banyak di- minati wisatawan dari berbagai negara. Kunjungan wisatawan ke objek-objek tersebut tiap tahunnya terus me-ningkat. Pengelola reptil, Duncan, ke- tika peresmian taman reptil di Batubulan mengakui, tidak saja wisatawan, masyarakat umum- nya menyukai satwa langka ane ka reptil yang jarang dilihat. Dia me-ngatakan optimis objek sat- wa itu akan banyak menyerap para pengunjung. Kunjungan wisatawan ke objek wisata gajah di Taro yang belum setahun beroperasi, menunjukkan peningkatan cu- kup tinggi. "Rata-rata tiap hari suplai dari penduduk setem- 50 wisatawan menyaksikan pat. atraksi gajah," ujar Ir. Muter. Naiknya kunjungan wisatawan ke objek tadi memberikan kon- tribusi yang meningkat bagi kas daerah. Dari objek wisata gajah Taro saja tiap bulan masuk Rp 8 juta ke kas Pemda Gianyar. Angka itu diperkirakan akan me- ningkat, mengingat pengem- bangan fasilitas di objek terse but terus ditambah. Petugas di objek Taro me- ngatakan, gajah dari Waikam- bas, Lampung yang ada di ob- jek tersebut kini sudah menca- pai 18 ekor, naik dua kali dari sebelumnya. Penambahan itu sejalan dengan perkembangan objek yang dikelola PT Gajah Perdana Jakarta itu. Bagi masyarakat sekitarnya, kehadiran objek wisata gajah di areal 2 hektar itu selain mem- perkaya objek yang telah ada se belumnya yakni lembu putih Taro, juga memberikan tambah- an penghasilan bagi mas- yarakat. Sebab, pakan gajah di- Yang penting pula, keha- diran gajah-gajah itu ikut mendukung kas desa adat. Sebab pemasukan yang dite- rima PT Gajah Perdana, se- bagian harus disetorkan ke daerah dan desa adat. Menurut Kadiparda Gia- nyar, daerah menerima 15 persen dari pemasukan ber- sih, sedangkan untuk desa adat 5 persen. Pengembangan objek wisata baru itu, kata dia, merupakan tambahan dan pelengkap dari objek wisata yang telah ada sebe- lumnya. Gianyar saat ini me miliki sekitar 50 objek wisata dari berbagai jenis, tetapi baru 13 yang dikembangkan dan berjalan dengan baik. Mengenai potensi masing- masing objek, Kadiparda Ir. Muter Mulyawati mengata- kan, tiap objek memiliki ke- khasannya seperti objek wisa- ta alam, budaya dan sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan selama ini. (031) Toko Perhiasan Kebobolan Rp 10 Juta Negara (Bali Post) - Toko perhiasan emas Sari Mulia di Jalan Pahlawan, Nega- ra, Senin (2/3) dini hari kebobo- lan dengan kerugian sekitar Rp 10 juta. Para pengamat setem- pat menilai, pencuri tergolong berani dan nekat, karena TKP (Tempat Kejadian Perkara) ja- raknya hanya sekitar 300 meter dari Mapolres Jembrana. Bah- kan di bagian timur-sekitar 200 meter-juga ada pos penja- gaan keamanan, yang dilakukan secara swadaya antarpemilik toko. Pemilik Toko Sari Mulia Haji Abdurahman, Selasa (3/3) ke- marin mengaku tidak habis pikir dengan kenekatan sang pencuri. Oleh karena tidak bisa masuk melalui pintu depan, pencuri diduga masuk lewat belakang dengan memanjat tembok untuk kemudian masuk melalui atap. Berbagai jenis perhiasan dari emas 23 karat seperti gelang, kalung, dan cincin yang masih berada di etalase disikat habis. Di antara perhiasan yang hilang, ada beberapa yang merupakan pesanan yang belum diambil pe- miliknya. Total berat perhiasan yang hilang sekitar 150 gram. Se lain perhiasan, uang kontan Rp 200.000 yang tersisa di etalase di- boyong maling, sehingga keru- gian seluruhnya diperkirakan mencapai Rp 10 juta. Untungnya, menurut Hajah Rohayah (istri Haji Abdurah- man), sebagian perhiasan lain- nya dimasukkan ke dalam bran- kas sebelum tutup toko pada Minggu (1/3) malam. Kalau tidak, niscaya semuanya disikat habis. "Sebagian perhiasan ada yang saya masukkan ke dalam brankas sehingga luput dari jara- han pencuri," tuturnya. perhiasan yang ada di etalase sudah ludes," kata Rohayah dan menambahkan, kasus tersebut sudah dilaporkan kepada polisi. Rohayah sebelumnya men- Pemantauan Bali Post, gaku curiga terhadap enam le- akhir-akhir ini mulai banyak laki yang datang ke tokonya pada kasus pencurian terutama yang Minggu sore menjelang Magrib. berlokasi dekat jalan raya. Pada Keenam lelaki yang tidak jelas Sabtu (28/2), rumah Ketut Sug- identitasnya itu, bermaksud arba di Desa Banyubiru juga di- menjual emas lantakan. Namun masuki pencuri. Selain kompor saat ditanya alamatnya, mereka gas dan tabungnya, magic jar tidak mengatakan secara jelas. (pemanas nasi) dan termos air Di antara mereka, ada yang ikut dibawa kabur. Dua pekan mengatakan dari Singaraja, sebelumnya, rumah Ketut San- Dlangu Jatim, dan juga ada yang dra, di Desa Tuwed juga dikun- mengaku dari Madura. Karena jungi tamu tak diundang terse- alamatnya tidak jelas, Hajah but. Pencuri yang diperkirakan Rohayah dan suaminya curiga lebih dari seorang, selain men- sehingga tidak berniat membeli gambil beras satu kuintal, ketan emas lantakan yang ditawarkan. 40 kg, juga rokok, ayam, Rinso Keesokan harinya saat saya dan barang-barang keperluan membuka toko, ternyata seluruh sehari lainnya. Safari Kamtibmas Keliling di Karangasem Amlapura (Bali Post) - Safari kamtibmas keliling dan dialog multiarah dengan mas- yarakat, belakangan ini digelar jajaran Polres Karangasem. Pro- gram rintisan ini diharapkan le- bih mendekatkan polisi dengan masyarakat. Kapolres Karanga- sem Letkol Pol. Drs. IB Wirama mengatakan hal itu, Selasa (3/3) kemarin dalam upaya menanggu- langi kamtibmas termasuk sabungan ayam yang ditengarai belakangan ini masih digelar di bebe-rapa lokasi. Dikatakan, aparat di Mapol- res saat ini terus mengadakan kontak dengan jajaran Polsek untuk mendapatkan informasi detail tentang per-kembangan suatu wilayah. Safari kamtib- mas, an-tara lain diisi tatap muka antara muspika, mas- yarakat, tokoh pemuda serta anggota legislatif. Masukan-ma- sukan untuk me-ningkatkan ki- nerja jajaran Polisi juga diharap kan datang dari masyarakat. Kegiatan tersebut digelar per- tama kali 24 Februari 1998 di Ke- lurahan Subagan, Karangasem dan Rabu (4/3) hari ini rencana- nya akan digelar di Kecamatan Abang. Safari kamtibmas keliling ini, kata dia, merupakan penja- baran lebih lanjut petunjuk Kapolda Bali Brigjen Pol. Drs. Bi- mantoro untuk menekan dan mengatisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Dampak kegiatan ini cukup positif, terbukti adanya kesada- ran masyarakat untuk memberi kan informasi kepada polisi jika ditemukan adanya tanda-tanda yang mencurigakan. Laporan digelar-nya sabungan ayam di satu lokasi juga datang dari masyarakat. Selanjutnya dijelaskan, kasus tindak kriminal yang menjadi in- dikasi kerawanan kambtimas, se- cara kuantitas dapat ditekan. "Rata-rata satu kasus dalam se hari, sudah termasuk laka lan- tas," ujar Kapolres tanpa meme- rinci kasus yang dita-ngani sela- ma ini. Namun, kasus yang pal- ing menonjol, masih berupa pen- curian de-ngan pemberatan (cu- rat). Sebulan terakhir ini, ter- catat 27 kali kejadian, dua di an- taranya telah ditangani tuntas. Mengenai penggerebekan ju- dian sabungan ayam, jajaran Pol- res Karangasem telah meringkus (032) sejumlah pelaku di kawasan Desa Bukit dan Tianyar. Sedangkan pelaku yang sempat ditangkap di Tenganan, Manggis diberi peri- ngatan karena pelaksanaannya berkaitan dengan upacara keag- amaan. Judi sabungan ayam, kata dia, sulit ditindak tuntas mengingat pelakunya masih ku- cing-kucingan dengan petugas. Jika memungkinkan, saya perintahkan petugas menang- kap bandarnya. Polisi yang gagal menangkap sesuai perintah, sem- pat saya ancam akan dimasukkan sel," ujarnya seraya meminta masya-rakat meningkatkan pe- ran sertanya bersama aparat keamanan menciptakan situasi kamtibmas yang mantap dan terkendali. (dir) Anggota DPRD Tabanan Tinjau Pasar Murah gusaha serta para pemuka Rp 200/butir, gerang 100 Lebih baik padi disimpan un- masyarakat lainnya," katanya. bungkus (Rp 500/bungkus), gula tuk stok pangan keluarga dari- Pasar murah di Nyambu satu ton (Rp 1.500/kg) dan pada nantinya membeli beras tersebut merupakan yang keti- bawang habis terjual satu jam dengan harga tinggi," kata se- ga kalinya setelah dibuka Bu- pertama. orang petani. pati Tabanan I Komang Wijana Dalam dialog Bupati Wijana Biasanya, kata warga setem- di Desa Angseri Baturiti, Kamis dengan masyarakat setempat, pat, sehabis panen, padi lang- (26/2). dikemukakan, beras kurang sung dijual kepada saudagar. laku disebabkan petani sudah Bahkan dijual secara borongan/ panen padi. Menurut Kepala ditebas, sehingga petani cukup Desa Nyambu Ida Bagus Putu pulang membawa uang setelah Suamba, para petani mulai panen, "Dengan harga beras mengerem menjual padi usai cukup baik, petani mulai meny- panen. Mereka lebih menguta impan padi untuk stok keluar- makan menyimpan padi untuk ga seperti dilakukan waktu- berjaga-jaga, karena harga be waktu dulu," petani tadi me- (020) ras belakangan cukup tinggi, nambahkan. Akan halnya pasar murah sebelumnya di Angseri dan Desa Payangan Marga, kegiatan di Desa Nyambu juga diserbu pembeli. Selain menjual beras dan gula, pasar yang dihadiri Bupati Komang Wijana tersebut juga menjual gerang (ikan teri), bawang, telur, pakaian jadi, dan juga alat-alat sekolah. "Ini kesempatan masyarakat men- dapatkan berbagai keperluan dengan harga lebih murah," ujar Ketua Tim Penggerak PKK se- tempat Ny. Wijana. Tabanan (Bali Post) - Para wakil rakyat-anggo ta DPRD Tabanan ramai-ramai meninjau pasar murah yang digelar ibu-ibu PKK, gabungan organisasi wanita (GOW) dan pengusaha setempat. Seperti pasar murah di Desa Nyambu, Selasa (3/3) kemarin, sekitar 10 orang anggota DPRD dari ko- misi B, C dan D hadir membaur dengan masyarakat setempat. Ketua DPRD Tabanan I Made Tustha ketika dihubungi usai pasar murah mengemuka- kan, hal itu sebagai wujud ker ja sama yang baik antara pihak eksekutif, legislatif dan juga pe- ngusaha di Tabanan. Kehadiran anggota DPRD itu lebih ditekan- kan untuk memberi motivasi, mendukung, dan mendorong kegiatan yang sangat mulia itu. Dalam situasi ekonomi sulit Ibu-ibu rumah tangga yang dewasa ini, kata Tustha, datang terutama untuk mem- kepedulian pengusaha yang beli gula, gerang, dan bumbu mau menyisihkan sebagian ke lainnya. Ternyata beras yang di untungannya sangatlah baik. tempat lain diserbu pembeli, Semua itu patut didorong dan justru di Nyambu peminatnya didukung. "Saya lihat peran ser- kurang. Dari dua ton beras Do- ta suasta/pengusaha di sini san- log dan 340 kg jenis C4, hanya gat baik. Terbukti ketika dilaku- laku sebagian saja. Hal itu diper kan kegiatan gerakan cinta tanyakan Bupati Komang Wija- tanah air (genta), berhasil suk- na, karena barang lain seperti ses berkat dukungan para pen- telur 1.000 butir dengan harga A Beach Resort in Nusa Dua Bali invite Applicant for following position : RESIDENT MANAGER We looking for young professional, must have 3 to 5 years experience in similar position, Good Command of English. Please send application & CV to General Manager P.O. Box.43 Nusa Dua - Bali U.11712 2cm Color Rendition Chart
