Tipe: Koran
Tanggal: 1998-03-04
Halaman: 07
Konten
4cm on, 4 Maret 1998 isnis rkotaan PN) Kamadhuk RSUP inti perkotaan. Pertim KKodya Denpasar kare sebut terungkap dalam Camadhuk, Sabtu (28/2). SUP, Drs. Ketut Nadra, usaha (SHU) mencapai dikelola. Modal yang I sendiri yang digabung an anggota. Keberhasi a meningkatnya keper an berbelanja maupun ng itu, dukungan Direk an aktif. Direktur RSUP (3/3) kemarin, menga- epet dalam urusan sem- akan disarankan mem- bako (08/sug) Bali Postist Hosat Bali Mukti Bus- in temu mitra bisnis dan Staf di RM Sari Bustam, temu mitra ngah krisis moneter 1998 ) EMAS JUAL TV 9.800,00 6.200,00 5.500,00 6.250,00 16.000,00 1.640,00 5.025,00 6.975,00 1.425,00 5.905,00 8.620,00 2.475,00 550,00 280,00 5.500,00 98 dari: TV (Tarukan Valas). ini telpon 263598 Tarukan rta, di PT.Central Intervest dan Rp 73.000/gram (jual). Di 0/gram (beli), Rp 81.750/gram (beli), Rp 70.000/gram (jual), 23 karat Rp 54.350/gram, 22 MARS792 700/gram mib sim ancua N VALAS CHANGER B-756302 Blok D-33, JI Bakung Sari Kuta ito Bejangka SP.2318 6bln 12bin 24bln 18%/Thn 17%/Thn 20%/Thn 16%/Thn 16% 14%/Thn 14%Thn 14% 16%/Thn ES TO BALI Maret 1998 erkirakan ada 12 kali erbangan yang ghubungkan Perth-dan asar dalam satu minggu, dan an waktu penerbangan kurang 3,5 jam. Dengan demikian makanan berkualitas yang bisa diperoleh dari pasar dapat dengan cepat dikirim a teratur dan ekonomis dari alia Barat ke Bali. Tak heran Australia Barat merupakan er barang dan jasa yang dapat njang reputasi Bali sebagai mwisata" jelas juru bicara but. mi punya komitmen yang kuat da pasar Bali dan partisipasi pada pameran Bali Food Tourism dan seminar gratis kami selenggarakan akan perkuat komitmen kami Out" lanjutnya. (*) al Seminar: s, 5 Maret 1998 & , 7 Maret 1998. wanan Prima Berawal Dari siapan Yang Terbaik. mdalikan Bakteri dan gkatkan Keuntungan Anda. , 6 Maret 1998. minan Kualitas Makanan. uk informasi lebih lanjut hubungi: ern Australia Trade Office World Trade Center. Jl. Pemuda 27-31 Surabaya 60275 Tel. No (031) 531 9123 Fax No (031 531 9118 Mail: nalu@det.wa.gov.au Asp. 11682 Rabu Pon, 4 Maret 1998 BIAS BALI Kebijakan Pembangunan Berbenturan dengan Nilai Agama Pemerintah Perlu Penasihat Spiritual? DI zaman kerajaan, raja-raja lazimnya didampingi penasihat spiritual dalam menjalankan roda pemerintahan. Di dalam me- mutuskan sesuatu atau mengeluarkan kebijakan, seorang Brahmana, penasihat spiritual raja terlibat aktif, sehingga segala keputusan raja tidak melenceng dari ajaran agama dan nilai-nilai moral. Ketika sistem pemerintahan tidak lagi kerajaan, keberadaan penasihat spiritual ini tidak lagi termasuk di dalam lingkaran pemegang kekuasaan. Maka ketika kebijakan-kebijakan penguasa banyak dinilai tak mencerminkan landasan religius-bahkan cenderung merusak tatanan religiusitas yang ada, ada suara-suara yang menganggap perlunya kehadiran penasihat spiritual di samping penguasa/ pemegang pemerintahan. Menurut Ketua Forum Pe- merhati Hindu Dharma Indo- nesia IDG Swastha, S.H., di dalam memantapkan dan pengembangan pola dasar pembangunan Bali, Pemda Bali, idealnya memang perlu penasihat. Penasihat yang di- maksud ini hendaknya dari berbagai disiplin ilmu dan me- lihat juga aspek-aspek praktis yang diperlukan. Dia menilai, dalam sepuluh tahun terakhir, masalah masalah pembangunan di Bali, baik di tingkat kebijaksanaan maupun praktiknya, berbentu- ran dengan nilai-nilai agama. Benturan nilai-nilai agama itu mencapai 90 persen. Jika ada penasihat spiritual maka masalah itu akan bisa dielemi- nasi sampai ke titik yang tidak ada masalah atau titik netral," kata Swastha. Jika mengacu kepada se- jarah raja-raja dan bangsa, mulai dari zaman kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Mat- aram dll., penasihat-penasihat kerajaan/pemerintahan itu sangat diperlukan. Tidak saja penasihat pemerintahan dan politik, akan tetapi di sana sangat dipentingkan penasihat spiritual dari aspek agamanya atau religiusnya. Dalam perkembangan sekarang, jika dibandingkan dengan zaman Majapahit masalah yang dih- adapi makin besar dan kom- pleks. Pada zaman Majapahit saja, ketika masalah sosial dan pembangunan yang dihadapi sangat sederhana, diperlukan penasihat spiritual, apalagi di zaman sekarang. Di zaman Kali ini, di mana cobaan dan tantangan sangat berat, degra- dasi moral dan krisis moral me- warnai kehidupan, pemerintah daerah dalam memantapkan aspek pembangunan perlu memberikan porsi yang luas kepada penasihat spiritual. Dikatakan oleh Swastha, zaman sekarang penasihat spiritual mutlak diperlukan. "Itu mutlak dan jangan sampai tidak ada, apakah untuk men- dampingi pemimpin negara atau pemimpin daerah. Lebih lebih Bali yang mengandalkan pembangunan dari sektor pari wisata, maka penasihat spiri- tual mutlak ada," katanya. Menurut dia, ini karena Bali mengembangkan pariwi- sata budaya. Pariwisata agrarisnya orang Bali yang diji- wai oleh nilai-nilai agama Hin- du kemudian dikongkretkan lagi dalam konsep Tri Hita Karana. Tampak sekali aspek keagamaan menjadi pertim bangan yang sangat penting. Di sini aspek keagamaan (Hindu) sangat ditonjolkan dan me- megang peranan dominan atau sebagai acuan pembangunan. "Oleh karena itu, kalau hal ini diabaikan sudah barang tentu antara ide dan pelaksanaan akan menyimpang. Untuk itu, penasihat spiritual sangat penting bagi pemerintah dae- rah Bali. Ia sangat mutlak harus ada." Lebih lanjut dia mengata- kan, sekarang memang sudah ada dari unsur-unsur Parisada di Bappeda (Badan Peren- canaan Pembangunan Daerah). "Saya kira porsi maupun kuan titasnya perlu ditambah. Jum- lah orangnya yang ada sekarang sangat tidak mema- dai. Dengan jumlah satu orang ini, apakah sudah dianggap cukup?" tanyanya. Menurutnya, memang ada lembaga MPLA, namun itu tidak banyak berfungsi untuk memberikan nasihat. Bisa saja pemerintah (Pemda) dalam praktiknya mendengar Parisa- da dan MPLA Yang perlu digarisbawahi, lanjut Swastha, penasihat ini mendapat perhatian dalam bentuk tunjangan dan diang- garkan. Itu semua harus tertu- ang di dalam suatu aturan for- Bali Post mal. Misalnya, Bappeda struk turnya lebih dikembangkan. Kemudian di sana ada khusus penasihat keagamaan. Jum- lah penasihat ini harus lebih banyak daripada penasihat ekomoni, pemerintahan, dan politik," ujar Swastha. Dia be- ralasan, pembangunan di Bali ini bertumpu kepada nilai-nilai agama Hindu. Selain itu, masyarakat Bali sangat re- ligius. Selain itu, ia menyarankan membentuk penasihat secara formal yang independen di bidang kajian spiritual keag. amaan untuk segala aspek pembangunan. Jika mengelu- arkan kebijakan harus menda- pat rekomendasi atau suatu pertimbangan dari penasihat khusus ini. Jika satu orang penasihat, tentu hasilnya tidak objektif. Karena bagaimana pun kualitas satu orang tidak akan mendalam dan lengkap, terutama pada soal-soal dan kajian agama. Ini bukan soal agama saja. Acuannya tetap agama, akan tetapi me- nyangkut berbagai aspek pem- bangunan," tambahnya. Menurut dia, banyak aspek pembangunan harus dikaji dan dianalisis dari segi agama; apa- kah cocok atau tidak. Di sini masalahnya. "Kalau hanya menghapal ayat-ayat suci Weda banyak orang yang bisa, tetapi kalau menganalisis ayat Weda, kemudian diterjemah- kan ke dalam pembangunan untuk dikaji, apakah cocok atau tidak. Di sini memerlukan tim. Karena itu, perlu banyak orang yang duduk sebagai penasihat spiritual," ujarnya. Mengapa harus ada banyak penasihat spiritual? Tujuan- nya untuk menghindari pena- sihat spiritual dari kelompok tertentu saja. Mari kita kemba- li kepada konsep brahmana menurut warna. Ini akan meng- hasilkan suatu kajian objektif, di mana hasilnya bisa dipakai sebagai acuan oleh pemerin- tah daerah menentukan garis kebijaksanaan," katanya. Skup Nasional Kalau diperluas skupnya, menurut Swastha, Indonesia jauh lebih kompleks masalah- nya jika dibandingkan de- ngan Bali. Misalnya, di mana- Sulinggih di Sisi Pemimpin MENGAPA rakyat zaman dulu sangat setia dengan raja dan kerajaannya? Semua per- encanaan raja dituntaskan oleh rakyat. Jawabannya, karena di sisi raja ada sulinggih kerajaan atau sering disebut purohita. Purohita ini merangkap tugas memimpin upacara persem- bahyangan di istana kerajaan, sebagai penasihat raja, baik dalam hal keamanan (perang) maupun menghadapi rakyat- nya. Jika dibandingkan dengan era sekarang ini, purohita ini bertindak sebagai penasihat dalam bidang hankam, spiritu- al umat serta sosiolog sekaligus. Jika konteks ini dihubung- kan dengan kedudukan pemimpin (raja dulu) seharus- nya ada yang menjabat sebagai penasihat pemimpin. Menurut pengamat agama Hindu dan budaya Bali, Prof. Dr. Tjok. Rai Sudharta, seorang pemimpin, seorang gubernur di daerah atau bupati di tingkat dua atau pre- siden di pusat, baik secara in- formal maupun formal harus memiliki keinginan meman- Pada saat harga barang melonjak naik COLUMBIA luas melalui angsuran dengan bunga tetap ringan * Dididik Pola Ashram faatkan lembaga yang ada se- bagai penasihat. Ini penting, mengingat kemauan baik sendi ri saja belum bisa mengalahkan tantangan material yang sa- ngat dahsyat. Jika dulu purohita juga ber- fungsi sebagai bagian dari Rad Kertha (pengadilan di kerajaan), kata dia, sangatlah tepat jika pemimpim-pemimpin kita sekarang memanfaatkan lem- baga yang bisa disebut "purohi- ta". Menurut Tjok. Rai Sudhar- ta, yang paling tepat mengem- ban tugas "purohita" era sekarang untuk umat Hindu adalah PHDI. Apakah tugas itu sudah di- lakukan PHDI? Menurut dia teorinya benar tapi pelaksa- naannya yang belum. Ini sekali lagi disebabkan kedudukan PHDI di daerah tidak mandiri, masih tergantung kepada pe- nguasa sehingga sedikit demi sedikit harus minta bantuan kepada penguasa. Jelas, kata dia, tidak bisa berfungsi sebagai penasihat yang netral. "Mu- ngkin mereka juga jarang dipa- DAPATKAN & BUKTIKAN III PAKET RINGAN kai oleh pemimpin," ujarnya. Mengapa demikian? Tjok. Rai Sudharta menegaskan karena sebagian pengurus PHDI sering ditentukan oleh pemimpin yang berkuasa, bagaimana mungkin ia bisa ber- sikap netral? Makanya, jangan heran kalau terjadi kasus di masyarakat, PHDI berpendap- at tidak pernah dilibatkan dan sebagainya. Pada zaman kerajaan, 'puro hita" ini bebas memberikan kri- tik dan nasihat kepada raja, baik diminta maupun tidak. Kebebasan ini pun semestinya dimiliki oleh lembaga formal yang bertindak sebagai penasi hat di pusat atau di daerah. Tapi ia menambahkan, bisa jadi lem- baga ini sudah bertindak demikian, namun sang raja alias pemimpin sering juga tak mau mendengarkan. Ini berarti kemauan dan kepentingan pri- badi masih dominan mengalah kan pertimbangan orang ba- nyak. Disumpah Pengamat agama lainnya ANGSURAN RINGAN 24 COLUMBIA COMPO Rp. 2.133 per hari PHILIPS, TAMASHI VCD Rp. 2.283, TAMASHI FUJITEC per hari SISIHKAN BULAN Rp. 1.650,- per hari CTV Fujitec POMPA AIR Rp. 985,- MITSUBISHI per hari KURSI TAMU Rp.2.100, 630+ MEJA per hari MEJA MAKAN ABSTRAK SEGI + 4 KURSI MAKAN BESI 1 Bulan 30 hari, dari harga berlaku 10/2/98 KAROTEXT IQRA AKARI 14" Grundig Rp. 985,- Per hari LEMARI ES Rp. 3.250,- SANKEN MITSUBISHI per hari KOMPOR GAS Rp. 817, SANKEN per hari Rp. 975,- SPRING BED FUJI STANDARD 160 per Rp. 1.000 COLUMBIA ELEKTRONIKA & FURNITUR hari hari TUNAI & KREDIT Prof. dr. I Gusti Ngurah Nala, M.Ph. mengatakan, pemimpin yang bermoral semestinya tingkat dharmaning negaranya tinggi. Karena, menurut Nala, pemimpin ini selain dilantik juga disumpah. Satu syaratnya adalah mengutamakan kepen- tingan bangsa. Lain dengan raja zaman dulu, ia hanya dilantik sebagai raja, tidak ada upacara penyumpahan untuk raja. Ini disebabkan raja zaman dulu diwarisi secara turun-temurun. Departemen Agama, PHDI, dan sejenisnya menurut Nala, sekarang ini bisa bertindak se- bagai "purohita"-nya pemimpin. Namun ia melihat peran itu se- cara sama-samar dilakoni ke- dua lembaga ini disebabkan strukturnya tidak kuat. Lemba- ga ini seolah-olah sebagai bawa- han saja. Maka menurut Ngurah Nala diperlukan pemimpin yang bermoral den- gan tingkat spiritual tinggi se- hingga bisa mengerem godaan yang sifatnya materialistis. Jika diambil contoh di pusat, di mana presiden adalah men- jalankan pola dasar pemba- ngunan nasional yang disusun MPR atau gubernur sebagai pi- hak yang menjalankan pola dasar pembangunan dearah, semestinya dalam lembaga wakil rakyat itu ada unsur puro hitanya dalam agama dan bidang lain. Di samping pemimpin secara pribadi harus teguh dan kuat dalam spiritu- al. "Ini yang saya lihat masih dikesampingkan," ujarnya. Tjok. Rai Sudharta menilai, pembangunan agama dan ekonomi masa sekarang juga harus dibarengi dengan penan- aman budi pakerti. Tidak saja untuk pemimpin melainkan untuk semua orang. Dulu, pemimpin (raja) bisa belajar budi pakerti dari cerita Tantri -tentang ulah binatang seper ti manusia yang sarat dengan makna budi pakerti. Bagaima- na seekor binatang saja bisa berbuat kebaikan kepada manusia, mengapa manusia yang diberikan kelebihan cara berpikir tidak mau melakukan hal itu? • dengan membangun pemuki- man dan kota di daerah pinggir sungai yang dekat dengan jalur transportasi. "Pada era sekarang bukan soal kehidupan beragama. Yang paling berbahaya jika rakyat tahu agama, tapi tidak berbudi pakerti," katanya. Pola Ashram Dr. Somvir, dosen tamu asal India di Fakultas Sastra Uni- versitas Udayana mengatakan, di India kebanyakan tokoh poli- tik memiliki guru spiritual. Tokoh-tokoh politik ini biasa- nya datang seminggu atau se- bulan sekali untuk memohon nasihat guru spiritualnya. Tra- disi ini memang cukup lama. Pada zaman Weda, raja-raja juga selalu memiliki guru spiri- tual. Bali juga demikian. Menurut I Putu Alit Bagias- na, Sm.Hk., raja-raja di Bali se- lalu memiliki guru spiritual. Bahkan masyarakat pun memi- likinya. Mereka sangat kental dengan tradisi "masiwa" kepa- da salah seorang brahmana. Tetapi tradisi yang begitu baik ini ternyata sudah berbelok arahnya. Tradisi "masiwa" sekarang, hanya berfungsi pada saat upacara. Pendalaman ag- ama sama sekali tidak ada. Brahmana-brahmana, lan- jut Putu, akhirnya hanya pan- dai memimpin upacara. "Bila hanya pandai seperti itu, tentu akan sulit bisa memberikan pencerahan kepada pemegang kekuasaan. Jika mereka sulit memberikan pencerahan kepa- da pemegang kekuasaan, ini akan berimbas kepada rakyat. Karena itu, umat Hindu harus bisa menggarap" pendeta yang bisa melakukan pencerahan seperti itu," ujarnya. Hal ini, tambahnya, hanya bisa dilakukan dengan meng- galakkan sistem ashram. Ca- lon-calon pendeta harus dididik di ashram, sehingga dapat dibentuk dengan disiplin yang baik. Bila sistem ini tidak me- mungkinkan, PHDI harus me- nemukan sistem baru yang bisa menghasilkan pendeta berkual- itas, misalnya dengan sistem pendidikan formal. Karena kedudukan manusia Akan tetapi, dia lebih sepa- -terutama pemimpin-dili- kat menggalakkan sistem put oleh kegelapan dan selalu ashram. Bila ashram-ashram dibayang-bayangi oleh kesera dapat berdiri, sebagian kecil kahan, menurut Tjok. Rai dari murid ashram ini pasti akan Sudharta, seharusnya ia tidak mampu menjadi pendeta yang bekerja sendirian. Sebelum berkualitas. Lama kelamaan bertindak dengan kekuatan ini akan terus berkembang. Jika spiritual sendiri, sebaiknya ia para pendeta ini berhasil minta nasihat kepada purohi- menunjukkan kualitasnya, tanya (penasihat) entah itu su- umat dari berbagai kalangan, linggih, atau lembaga yang bisa seperti politikus akan mende- memberi jalan baik untuk ke katkan diri pada 'guru'yang se- pentingan orang banyak. perti itu," katanya. Dalam ajaran Hindu juga Langkah-langkah seperti ini, dikenal, bahwa jika ada lanjutnya, sangat jarang dipikir- pemimpin yang tidak baik, kan. Sehingga, PHDI masih pengikutnya bisa meninggalkan berkutat pada pola tradisional. sang pemimpin itu. Pola ini memang cukup bagus, Kedua pengamat agama tetapi seringkali tidak efektif. Hindu ini setuju, pembangunan Beberapa orang begitu mudah sektor ekonomi tak melupakan menjadi pendeta, karena hanya pembangunan dalam bidang hubungan kekerabatan. Hal ini agama. Pada zaman kerajaan tidak akan baik bagi pendidi- kuno, katanya, pembangunan kan agama kita," katanya. C.9264 sektor ekonomi itu diwujudkan (sue/tar) BALI Sudirman Agung Blok A2, 56-55, Jl. Jend. Sudirman, (0361) 241056-59 Jl. Diponegoro No. 150, Blok B 14-15, Kompleks IDT, Genteng Biru, (0361) 222329, 229902, 239926 Jl. H.O.S. Cokroaminoto 18 C, Denpasar, (0361) 423208 Jl. Achmad Yani No. 15, Kediri, Tabanan, (0361) 810568 Jl. Raya Kuta Tuban No. 85 C (Depan Apotik Karya), (0361) 761908 Jl. Brata No. 18, Gianyar, (0361) 941550 Jl. Gajah Mada No. 35 A, Klungkung, (0366) 22307 Jl. Diponegoro 93, Singaraja, (0362) 22004 24045 Jl. Letjen Suprapto No. 40, Seririt, Singaraja, (0362) 93295 Jl. Suropati 12, Singaraja, (0362) 21191 mana terjadi kolusi, korupsi, dan manipulasi. Semua be- rasal dari krisis moral. Aga- ma Hindu sudah memperi- ngati umat manusia, bahwa pada zaman Kali memang akan timbul masalah masalah demikian. "Walau pun kita tahu seperti itu, bu- kan berarti kita pasrah men- erimanya. Kita kembali ke- pada Pembukaan UUD 45 dan Pancasila sebagai lan- dasan ideologi bangsa. Di situ ditunjukkan, negara dan bangsa kita menjunjung ting- gi Ketuhanan. Seluruh aspek pelaksanaan pembangunan mulai dari kebijaksanaan maupun di tingkat praktik, global, dan khusus itu tidak boleh menyimpang dari kai- dah-kaidah agama. Dari ke- lima agama yang ada di Indo- nesia, pesan-pesan religius- nya sama," ujarnya. Dia melanjutkan, "Saya tidak pernah melihat ada per- bedaan pesan moral. Yang berbeda adalah tata cara sembahyang. Begitu juga pe- san moral terhadap pemban- gunan," katanya. Jika demikian, sudahkah saatnya pemimpin negara didampingi oleh penasihat spiritual yang datang dari unsur kelima agama? Persoalan sekarang, apa- DANA PUNIA Halaman 7 5.000 15.000 I Wayan Sujana, Werkudara Gg 1/12 Denpasar Rp Jumlah yang dimuat hari ini Rp Pura Waikabubak di Sumbawa Barat, pura di Irian Jaya, Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 23.598.305 Pura Mandaragiri Semeru Agung di Jatim, Pura Dalem Siwa Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 23.603.305 Prasta di Mataram, Pura Peti Tenget di Kerobokan, Pura Tengkulak di Tulikup Gianyar, Pura Ujung Desa di Mataram, Rp 461.000 untuk Pura Surakarta, Pura Blambangan di Banyuwangi, Pura Pancaka I Wayan Sujana, Werkudara Gg V12 Lempuyang di Karangasem Mataram, Pura Dang Kahyangan Majapahit di Ds. Baluk, Denpasar Negara, Pura Bukit Indrakila di Ds. Dausa, Kec. Kintamani, Gede Kusuma Hariawan, Bangli, Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Gianyar, Pura Dhar- Denpasar Pura Lenteng Agung di Jakarta Selatan, Pura Indraprasta di di Rp 5.000 Rp 50.000 Ap 10.000 65.000 396.000 461.000 Rp 6.999.700 untuk Pura Petitenget Kerobokan Kuta Rp 10.000 Rp 5.000 Rp 5.000 Rp 20.000 ma Sari di Mataram, Pura Eka Cita di Kapitan Ampenan, Pura Made Sudarmi, Manik Geni Arya Pengalasan di Tulikup, Pura Tirta Gangga J. Hayam Wuruk 4 Denpasar Karang Baru di Narunda Lombok, Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Sebudi di Karangasem, Pura Andekasa di Karan- Jumlah yang dimuat hari ini Rp gasem, Pura Raksa Wira Bengkalis di Riau, Pura Desa Puseh Jumlah penerimaan sebelumnya Rp di Denpasar, Pura Ranget di Lobar, Pura Dhali Agrahita di Jumlah penerimaan seluruhnya Rp Malang, Pura Kerthi Bhuwana di Lampung, Pura Aditya Raw- amangun di Jakarta, Pura Gelap di Besakih, Pura Jati Pra- mana di Cirebon, Pura Indra Lokha di Jambi, Pura Dalem Wana Pralina di Narmada Lombok, Pura Sedaleman Karang P. Adi - Denpasar anyar di Jateng, Pura Jagat Natha di Jembrana, Pura Sono Made Darma, Jl. Sekar Tunjung Panca Giri di Surabaya, Pura Gunung Pengsong di Lobar, 38 Gatsu Timur banan, Putu Nadiasih Pura Giri Kusuma di Bogor, Pura Pucak Sangkur di di Dua, Pura Giri Shanti Bunana di Nganjuk Jatim, Pura Tanah 6.999.700 SIMPATI ANDA Pura Agung Segara Suci di Jawa Tengah, Pura Pagesengan Jumlah yang dimuat hari ini Mataram, Pura Melanting di Buleleng, Pura Ananta Tirta Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 6.979.700 Dharma di Sragen-Jateng, Pura Maospahit di Canggu, Pura Adya Dharma di Salatiga, Pura Pucak Giri Raung di Banyu- Jumlah penerimaan seluruhnya Rp wangi, Pura Agung Kertha Bhuwana di Kediri Jatim, Pura Agung Utara Segara di Kodya Bitung, Pura Jagat Natha di Sumatra Barat Padang, Pura Dharma Djati di Jatim, Pura Lingkuk Bune di Mataram, Buku SD se-Bali, Pura Segara Tawangalun di Banyuwangi, Pura Dalem Tengkulung di Nusa Lot di Tabanan, Pura Hulun Danu Songan di Bangli, Pura Penataran Ped di Nusa Penida, Pura Payogan Agung Mula- warman di Kutai, Pura Wisnu Murti di Desa Menden Klaten, Pura Bukit Amerta di Banyuwangi, Pura Hargo Lokha di Jateng, Pura Satya Bhakti Yoga di Kab. Pekalongan, Pura Luhur Siwa Pakusari di Kedampal Penebel Tabanan, Pura Agung Setya Darmadi di Dompu, Pura Pucak Tinggah Dusun Angsri, Kec. Baturiti, Tabanan, Pura Jagat Natha di Riau, Pura Lempuy- ang di Jatim, Pura Argha Bhadra Dharma di Surakarta, Pura Pengubengan di Besakih, Pura Dalem Kusha Arga di Mataram, Pura Jagat Hita Karana di Samarinda, Pura Sekartaji di Kediri Jatim, Pura Pucak Mangu, Pura Melanting Pesanakan Pura Rp 1.144.900 untuk Pura Andekasa di Karangasem Dwipayana dan Yuliana, JI. P. Sayang 22 Denpasar Rp Gusti Gede Getas, Penatih Denpasar Made Darma, Jl. Sekar Tunjung | 38 Gatsu Timur I Wayan Sujana, Werkudara 1/12 Denpasar Kadek Agus Suarbawa Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Rp Jumlah penerimaan seluruhnya Rp Kadek Wiliawan penderita kanker tulang, Dewa Ayu Ketut Erawati penderita usus buntu; Dayu Sudarti penderita perut membesar, Wayan Mertani dan Ko- mang Mardika penderita tumor mata; Ni Ketut Raka penderita tangan puntung, IGP Cakra penderita kaki gajah, Lusy Parwati, Ariyanti, Bp Mangku Sura, Maul- ana, Wayan Mubagia dan Kade Pande Yasa pender- ita kepala membesar, Wayan Gimber penderita buah pelir membesar, lin Kho-diyah dan Komang Eli Sapu- tra penderita kulit bersisik; Nyoman Rapa penderita perut mengeras; Gde Wardana penderita tumor, Sum- bangan Perseden; PHDI tingkat Desa Karya Makmur, Musibah Gunung Semeru masih membutuhkan ulu- ran tangan para pembaca. Sumbangan Anda dapat dikirim ke giro post no. DPR 02.343. Rp 1.434.500 untuk Kade Pande Yasa, kepala membesar 5.000 lyan - Denpasar Rp 10.000 Rp 5.000 Kadek Agus Suarbawa Rp 5.000 WR-Denpasar Rp 5.000 Gd & Nn, Suwung Denpasar Rp 5.000 Rp 5.000 Giri Suryanto, Jl. Ksatria 32 Tuban Rp 10.000 Rp 5.000 Ny. Sukaji, Kencana Garment Kuta Rp. 10.000 Jumlah yang dimuat hari ini Rp Rp 5.000 25.000 1.119.900 1.144.900 Rp Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 1.389.500 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 45.000 1.434.500 Rp 2.379.150 untuk Ni Ketut Raka, tangan puntung P. Adi Denpasar Rp 10.000 WR - Denpasar Rp 5.000 Rp 5.000 Gd & Nn, Suwung Denpasar Rp 5.000 Jumlah yang dimuat hari ini Rp 20.000 Rp 5.000 5.000 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 2.359.150 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 2.379.150 kah pemimpin daerah dan Agung Pulaki di Buleleng, Pura Agung Werl di Larantuka. pemimpin nasional merasa memerlukan penasihat spi- ritual di dalam menjalankan roda pemerintahannya? Me- mang kita lihat secara formal ada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Ada Menteri Agama. Namun di tingkat menteri, orang yang mendal- ami spiritual jumlahnya tidak banyak. Kalau di depar- temen-departemen, jarang ada penasihat spiritual. Yang sudah ada, presiden memili- ki penasihat khusus bidang ekonomi. "Sesungguhnya Luh Putu Nadiasih tidak jadi masalah karena pemerintah membutuhkan 38 Gatsu Timur yang demikian. Jadi DPA per- lu penasihat khusus. Selain itu perlu ada penasihat spiritual yang diwakili oleh masing-ma- sing agama," kata Swastha, sembari menambahkan, jika ada penasihat spiritual, di- | Gusti Putu Suastana, harapkan moralitas Pancasila Jl. Kenanga No. 6 Tabanan bisa dilihat secara mendasar | Made Darma, Jl. Sekar Tunjung pada setiap kebijaksanaan 38 Gatsu Timur pembangunan. (sut) Gusti Putu Suastana Rp 1.477.100 untuk Pura Tanah Lot di Tabanan Made Darma, Jl. Sekar Tunjung Putu Nadiasih Rp Rp Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Rp Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 15.000 1.462.100 1.477.100 Rp 23.603.305 untuk Pura Pasar Agung Jagat Sebudi Karangasem abad Oleh Jro Mangku Gde Ktut Soebandi Rubrik ini dimaksudkan untuk menampung segala pertanyaan me- ngenai asal-usul keluarga, leluhur kawitan, tanpa dimaksudkan "me- ngotak-ngotakkan" umat ke dalam arogansi-arogansi wangsa. Le- wat konsultasi ini justru diharapkan muncul kemantapan rohani dalam menjalankan swadharma sebagai manusia. Jika Anda ingin berta- nya mengenai babad leluhur, kawitan, silakan tulis surat dengan ringkas, jelas dan langsung ke pokok persoalan. Tujukan kepada pengasuh "babad" Jro Mangku Gde Ktut Soebandi, dengan alamat Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar. Jika Anda kurang puas dan ingin berkonsultasi lebih lanjut, silakan berhubu- ngan dengan pengasuh, Jro Mangku Gde Ktut Soebandi, Jl. Plawa Gg. XIII/1 Denpasar. Ki Bandesa Sibangkaja Menurut keterangan para orang tua saya, saya sewarga adalah keturunan dari Ki Bandesa Sibangkaja, yang kini ber- tempat tinggal di Kuri Bintang Aring, Banjar Tegal di Singa- raja. Mohon penjelasan: 1. Di manakah tempat Pura Dadya Agung bagi keturunan Ki Bandesa Sibangkaja? 2. Jika memungkinkan tolong buatkan silsilah leluhur atau keturunan dari Ki Bandesa Sibangkaja. Jawaban: I Ketut Poetra, Jl. Gunung Agung II/14 Singaraja. Mereka yang menyebut diri keturunan Ki Bandesa Sibangkaja, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabu- paten Badung, yang sekarang terdapat di beberapa tempat atau desa, berasal dari Pasek Gelgel di Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Termasuk juga mere- ka yang sekarang bertempat tinggal di Kuri Bintang Aring Banjar Tegal Singaraja, Kecamatan dan Kabupaten Buleleng, berasal dari Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabu- paten Badung. Untuk lebih jelasnya dapat diungkap dan di- uraikan sebagai berikut: Rp 2.020.500 untuk IGP Cakra, penderita kaki gajah Gd & Nn, Suwung Denpasar Rp 5.000 lyan - Denpasar Rp 10.000 Ny. Sukaji, Kencana Garment Kuta Rp 10.000 Giri Suryanto, Jl. Ksatria 32 Tuban Rp 10.000 Rp 2.500 AA Ngr. Saptawibawa Rp 10.000 Jumlah yang dimuat hari ini Rp $45.000 Rp Rp 5.000 2.500 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 1.979.500 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 2.020.500 Arya Kenceng - Arya Tegeh Kori Kami dari keluarga yang nyungsung Kawitan Arya Tegeh Kori di Benculuk, Denpasar, banyak yang belum memahami antara lain: 1. Keluarga kami nyungsung Kawitan Arya Tegeh Kori di Benculuk, tetapi juga menyungsung ke Padharman Arya Ken- ceng di Besakih. Apa hubungan Arya Kenceng dengan Arya Tegeh Kori? 2. Di Besakih ada 2 Padharman Arya Kenceng: Padharman Arya Kenceng dan Padharman Arya Kenceng Sapta Sanak. Apa hubungan keduanya? 3. Di mana Padharman yang benar untuk keturunan Arya Tegeh Kori? Kalau memang antara Arya Kenceng dan Arya Tegeh Kori ada hubungan keluarga, yang mana disebut Kawitan, se- hubungan ada 2 Kawitan: 1. Kawitan Arya Kenceng di Pura Bontingguh, Tabanan, 2. Kawitan Arya Tegeh Kori di Benculuk, Denpasar. 4. Mohon juga kami diberikan sedikit silsilah dari Arya Ken- ceng di Tabanan sampai Arya Tegeh Kori di Benculuk, sehingga ada banyak keturunannya, terutama di Desa Pengastulan, Bule- leng. Jawaban: Putu Surantika, Jl. Padang Indah VIII/14 Denpasar. Tradisi gugon tuwon sudah saatnya harus ditinggalkan, karena sering tidak mempunyai dasar hukum, dan hanya ke- biasaan dengan motto: mula keto atau suba ketampi uli para lingsir (memang demikian atau sudah begitu diterima dari orang tua). Perlu diinformasikan bahwa di Benculuk Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Madya Denpasar, tidak ada pura Kawitan, dan yang ada di sana adalah Mera- jan Agung/Dadya Agung penyungsungan keturunan I Gusti Tegeh Kori yang bergelar I Gusti Benculuk. Di Benculuk terda- pat nama yang hampir sama atau sama, yaitu I Gusti Bencu- luk, salah seorang putra dari I Gusti Tegeh Kori, dan I Gusti Ngurah Pinatih atau I Gusti Ktut Benculuk, keturunan Arya Wang Bang Pinatih. Selanjutnya secara singkat dan pada garis besarnya dapat dijelaskan demikian: 1. Seperti disebutkan tadi di Benculuk Desa Tonja, Keca- matan Denpasar Timur, Kota Madya Denpasar, bukan pura Kawitan, melainkan Merajan Agung/Dadya Agung penyung- sungan keturunan I Gusti Tegeh Kori yang bergelar I Gusti Benculuk. Mereka ini berkewajiban nyungsung pura Padhar man yang berlokasi di kompleks pura Besakih yaitu pura Pa- dharman Arya Kenceng. Tidak ada Arya Tegeh Kori dan yang ada ialah I Gusti Tegeh Kori, salah seorang putra dari Arya Kenceng di Pucangan. 1. Oleh karena yang disebut Bandesa Sibangkaja adalah salah seorang putra I Gusti Pasek Gelgel di Desa Aan, Keca- matan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, kini keturunan- nya dikenal dengan Pasek Gelgel Aan, maka Merajan Agung Dadya Agung mereka ialah Merajan Agung/Dadya Agung di Banjar Pasek Desa Aan. Demikian pula mereka yang sekarang 2. Di kompleks pura Besakih terdapat 2 buah pura Padhar menyebut diri keturunan Ki Bandesa Sibangkaja, di mana pun mereka berada, juga Merajan Agung/Dadya Agung mere- ka di Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung man, yaitu Pura Padharman Arya Kenceng dan Pura Padhar- man Arya Kenceng Sapta Sanak. Kedua buah pura Padhar man ini berkaitan erat, karena dari penyungsung kedua pura Padharman ini ada hubungan kekerabatan dari purusa (laki- laki). Bagi I Gusti Tegeh Kori (bukan Arya Tegeh Kori) dan keturunannya harus nyungsung di pura Padharman Arya Ken- ceng, karena I Gusti Tegeh Kori adalah salah seorang putra dari Arya Kenceng, seperti sudah dijelaskan tadi. 2. Oleh karena ruangan rubrik babad ini terbatas, sedang- kan persoalannya cukup kompleks dan bervariasi serta ber kaitan dengan berbagai peristiwa, maka tidak mungkin saya dapat mengungkap dan menguraikan asal-usul dari Ki Bande- sa Sibangkaja, secara mendetail. Namun secara singkat dan 3. Oleh karena I Gusti Tegeh Kori adalah salah seorang pada garis besarnya dapat dijelaskan, bahwa mereka yang putra dari Arya Kenceng, maka keturunan Arya Kenceng, apa secara tradisi gugon tuwon menyebut diri keturunan Ki Bande- pun sebutan atau gelarnya dan di mana pun mereka berada, sa Sibangkaja, adalah Pasek Gelgel, keturunan I Gusti Pasek pura kawitannya di pura Bontingguh Desa Buahan, Kecama- Gelgel di Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten tan dan Kabupaten Tabanan. Sedangkan pura yang berlokasi Klungkung. Sedangkan I Gusti Pasek Gelgel di Desa Aan ada di Benculuk Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Timur, Kota lah salah seorang putra dari Kyayi Gusti Agung Pasek Gelgel, Madya Denpasar bukan pura Kawitan, melainkan Merajan yang pernah berkuasa di Bali sebagai raja dari tahun saka Agung/Dadya Agung penyungsungan keturunan I Gusti Tegeh 1265 sampai dengan 1272 (1343 sampai dengan 1350 M). Kori yang bergelar I Gusti Benculuk. Kemudian I Gusti Pasek Gelgel di Desa Aan kawin dengan Ni 4. Karena terbatasnya ruangan, mustahil dapat diuraikan Luh Putu Giri dari Tista, dan dari perkawinannya berputra 7 mengenai silsilah dari Arya Kenceng sampai kepada I Gusti orang laki-laki. Putranya itu masing-masing bernama I Wa- Tegeh Kori dan keturunannya di Benculuk. Adapun keturunan yan Gde Pasek Aan, I Made Gde Katerangan, I Komang Gde I Gusti Benculuk bukan saja ada di Desa Pengastulan, Keca- Teguh Timbul, I Ktut Gde Tuwungkuning, I Wayan Putu Pasek matan Seririt, Kabupaten Buleleng, melainkan juga ada di Kereni, I Gde Pasek Batu Melumut dan I Gde Pasek Sumer beberapa tempat atau desa yang tidak mungkin disebutkan tha. Kemudian I Wayan Putu Pasek Kereni pindah dari Desa satu per satu. Apabila silsilah tersebut diperlukan, harus di- Aan ke Desa Sibangkaja, sekarang Kecamatan Abiansemal, adakan konsultasi khusus, sehingga di samping masalah sil- Kabupaten Badung, dan memperoleh kedudukan sebagai silah itu juga dapat didialogkan hal-hal yang berkaitan den- Bandesa bergelar Ki Bandesa Sibangkaja. Seterusnya ketu- gan asal-usul Arya Kenceng, baik ketika masih di Kahuripan runan Ki Bandesa Sibangkaja, menyebut diri Bandesa atau di Singhasari Jawa Timur, maupun setelah berada di Sibangkaja dan tidak memakai jatidiri (identitas) Pasek Gel- Bali. Dapat ditambahkan bahwa keturunan Arya Kenceng gel. Sebutan ini secara turun-temurun dipakai, dan sekarang sekarang memakai sebutan atau gelar berbeda sesuai dengan keturunan Ki Bandesa Sibangkaja terdapat di beberapa tem- hukum Catur Warna dan beberapa faktor penyebab atau la- pat atau desa dan selalu menyebut diri keturunan Ki Bandesa tar belakang. Sibangkaja, termasuk mereka yang kini bertempat tinggal di Ulasan mengenai asal-usul Desa Gobleg dan Padhar- Kuri Bintang Aring Banjar Tegal, Singaraja, Kecamatan dan man di kompleks Pura Besakih dapat diikuti pada "Ba- Kabupaten Buleleng. bad" Prima edisi Jumat, 6 Maret 1998. 2cm Color Rendition Chart
