Tipe: Koran
Tanggal: 1994-05-15
Halaman: 09
Konten
AT" HALAMAN 8 MINGGU WAGE 15 MEI 1994 (4 BESAR 1926) Gejala Teater di Sragen Naik rya-karya yang dalam ndang seni tiada harga ti karya-karya pop picis ntara perlakuan terha a yang bernilai justru pasungkan, inilah sebe- ang terjadi di negeri ini seni budaya manca kian la sedangkan para seni- budayawan bangsa k mampu mencuatkan karena iklim belum kinkan. Dengan ditam- komunikasi yang mende lengkaplah sudah po- hatinan itu. eorang Rendra, protes tan agar memurahkan unjukkannya adalah se- ghinaan terhadap profe- nematok harga pantas k, sebagaimana seorang awyer (pengacara dsb) ukang cukur, seniman kis dan yang lain, yang hi juga punya hak dan h mendapat protes. Ni- ngan, katanya, tak lur murah-mahalnya tarif atok. Semisal Bagong ardjo, Affandi, Amri uga Buyung Nasution pandangan pemrotes, macam Rendra justru dekat dengan mereka, i mereka dalam per- an kepahitan hidup. Se- ok pahlawan semacam ra dianggap mengkhia- bila untuk menikmati annya harus membayar arga yang terjangkau. ata lain sosok Rendra ur yang tidak direlakan t-ikutan jauh dari jang kecil. Jika kemudian di- heninggalkan mereka, dipahami mereka pun enarik semacam itulah ngkupi dunia seni bu- saat ini. Peristiwa di , barangkali tak lebih u ke permukaan, seba- Bersambung hal 9 ya spresi Pamor Teater Sragen Naik Lagi? SUS S "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 9 Para Punakawan mBarang Jantur untuk Memberi Makan Arjuna Seputar.. Sambungan hal & Kasihan. gaimana cerminan yang ada pada peristiwa Nasib kesen- ian kita barangkali masih pantas dikasihani. Untuk menyatukan kutub-kutub semacam itu bukan barang yang mudah, sebab ada persoalan hakiki yang mesti dile- wati jika ingin menuju ke mahli- gai penciptaan seni dan berkeseni BELUM tuntas Arjuna berbin- cang dengan Ki Lurah Semar Ba- dranaya, ba-tiba muncul seke- lompok raksasa dari Tirtakanda- san. OLEH: an secara ideal. Iklim semacam itu tak semudah membalik ta- HARDJONO ngan, apalagi jika masih ada pi- bawakan empat judul drama, me- hak-pihak yang saling bertentan- mang ingin menggiring penonton gan kepentingan, yang satu me untuk menemukan' jati diri te- nuju ke Utara yang lain ke Sela- (Legowo/Sumanto)-b. ater Sragen. Ada perkembangan yang menggembirakan setelah sekian lama 'pause' dan istirahat. tan. Sambungan hal 8 OLEH: KI SOEWARTONO desa yang tak be- memberikan jalan keluar, muncul kembali dan rohnya bang Sekarang kembalilah ke tempat silat mengambil posisi di depan da Semar: una bertanya kepa- tapi jangan buah-buahan." Siapa tahu ada gitu jauh dari rimba. Usul Petruk ditentang Gareng dengan alasan perbuatan macam itu berarti me- Gerak-geriknya mengerikan, ketika. atu yang aneh pada bendaranya. ngemis. Lebih baik mati kelapar gayanya mengkhawatirkan. Arjuna memang sudah terbiasa Karena itu Gareng dan Petruk an dari pada minta-minta di sepa- "Kakang Semar, Gareng dan menghadapi raksasa, namun ti- usul agar momongannya dicari- njang pedesaan. Petruk, menjauhlah! Gerombolan dak seperti biasanya, kali ini sete kan buah-buahan saja, sayang "Jangan mengemis begitu ta. itu nampak sangat membahaya- lah membereskan penghalang ja- Arjuna tak menghendaki: Lebih mulia kita menjual suara. kan!" Ajuna bersiaga. Sesaat ke- lan, tubuhnya terasa lemas se- "Aduh kakang Semar, aku tak Ini laku yang tidak hina." Celetuk mudian terlihatlah raksasa kurus kali. Keringat keluar deras, perut- kuat lagi menahan badan. Seka- Gareng yang amat lincah dan trengginas. nya keroncongan. Lapar. Tanpa rang juga aku carikan pangan te- Mendengar ungkapan jual sua- Dengan gaya seperti pendekar malu-malu ra, Petruk terbuka pikirannya Yang bingung tak hanya Se- bahwa yang paling pas bagi pana- mar, Gareng dan Petruk pun disebut lapar? seperti ini yang cau pikirannya. Arjuna dimohon lah sekedar tarik suara tetapi bertahan dan berjalan sedikit un- mesti tuk mencapai dusun terdekat. mbarang jantur. Para panakawan Namun Arjuna menyatakan tetap itu memang memiliki keahlian tidak mampu. Akhirnya Petruk seperti itu, hanya sayang jarang mengajukan usul untuk meminta diperagakan selama ini. nasi kepada penduduk terdekat. Namaku. Greget perteateran di Sragen kit lagi. Secara kualitasnya, un- tuk para pelakunya. meng- yang bud Sragen, ambil setting pe- Di Salah satu magis kem- yang di Gedung Kembali mukan jati kekuasaan an oleh anak-anak paknya kan tangan satria Aku berusaha tegar mendapat dipegang-pegang, Sragen, parade teater ini cukup "vonis" yang begitu membanggakan, tidaklah Namun seluruh hatiku, darahku, Dialah Kala Praceka koman- "E, Ihaeeeee, lhae! Tumben sebaik dan sebanyak di tahun 80- dagingku, jantungku dan nyawa- tul paduka sampai merasa lapar. dan regu raksasa penjaga rimba. an. Ada ide-ide yang 'hidup' dan ku memberikan dukungan agar Para raksasa itu menghendaki Biasanya sampai berbulan-bulan ini menyangkut isi naskah (lakon) aku menolak mentah-mentah ta- agar Arjuna tidak meneruskan tak bersantap tetap tenang dan itu sendiri maupun kreataifitas waran boss. perjalanannya. Sebaliknya Sang mantap!" Semar merasakan sesu- panggung dan penataannya. Karena penuh penasaran, aku Permadi tetap pada pendiriannya beberapa yang kurang di sana si- karena hutan itulah kawasan cari info mengenai Parinten. ni, tapi sebagai gebrakan pertama Ternyata dia telah hamil dua bu- yang harus dilalui untuk kembali wajar sama, jika alur alur peng- lan karena hampir tiap malam di- ke Mandaraka. garapan yang sempurna. Intrik jadikan jaket" oleh bossku. Jan- berlanjut dengan adu kesaktian. sosial ada di dalamnya yang mesti gan mau......., pekik hatiku. Setelah perang tanding cukup nya lebur dalam menggarap la- Salahsatu grup yang pentas. Kanan: Sosiawan baca sajak dengan penuh semangat. (KR-S Harjono). Namaku Ibrahim. Aku baru lama, akhirnya Kala Praceka te- kon, sehingga sindiran halus itu tahu akan makna namaku, yang was di PARADE Teater Sragen ber- ban. Namun korban-korban keku- gal mengemasnya dalam bentuk belum mencuat ke permukaan ternyata mengandung arti yang Kala Pragalba memeluk koman- langsung di Gedung KNPI Sragen asaan itu sudah tidak manusiawi wayang. Panggung sudah ditata (ketika teater Dialog). dalam sekali. Bapak dan simbok dannya yang tewas. Setelah mer- berlangsung dua hari 29 s/d 30 lagi, ketika adanya otoritasi, pele dengan Kelir wayang Kulit. Pang- Secara keseluruhan ke empat memberi nama itu tidak lain atapi tuannya, bermaksud mem- April 1994 lalu, berkat upaya ke- cehan, pemaksaan, perampasan gung atas untuk pertunjukan wa- kelompok menampilkan 'kekhas- adalah agar aku dapat mencontoh balaskannya: ras GATRA (Gabungan Pekerja hak asasi, dll. Kekuasaan telah yang sedang panggung bawah annya masing-masing. Corak keteladanan Ibrahim yang nabi- Teater Sragen) dan pihak Depdik- melibas harkat kemanusiaan kita Tabir khas dan berbeda satu de- "Hai satria! Jangan sampai ka- Pentas bersama (pa- dalam fenomena sosial kita, saat saat-saat awal ngan lainnya kita temukan dalam ullah itu. Sebenarnya, dalam ke- mu mati tanpa ma, katakanlah siapa namamu bingunganku menghadapi vonis rang Bharata Yuda, ketika Karna parade kali ini. rade teater) yang nampaknya ini. bossku itu aku hampir mau dan dari mana asalmu!" baru pertama terselenggara sepa- Setelah lakon pisau pentas te- berdialog dengan ibunya, Kunthi. "Namaku Raden Permadi ya njang masa 'pause' selama 4-5 ta- akhir parade dimeriahkan menikahi Parinten demi jaba- ater dilanjutkan dengan menam- sudut peristiwa yang pula dengan pembacaan sajak tanku, dan lalu Parinten kucerai. Raden Arjuna, satria hun kehidupan teater Sragen ini, pilkan Teater Dialog dari Sum- terjadi di kancah medan Kuruse- oleh penyair Solo Sosiawan Tapi aku takut dosa, sebab sama Sebaliknya raksasa, aku pun ing- tra yang menawarkan nilai-nilai Leak. Pada akhir pementasan di- berjalan sukses dan meriah. Em- berlawang. Teater Dialog meng- saja artinya aku mempermainkan in mengetahui siapakah pat grup (kelompok) Teater Sra- ambil lakon 'PUNDEN WAROK kehidupan dilematik yang dapat akhiri dengan dialog terbuka/dis perempuan. Sehingga akhirnya Arjuna balik bertanya. gen yang ikut berparade ada-lah SURO GROGOL' yang mengam- direnungkan. Antara hak dan ke- kusi bersama kelompok teater alternatif yang secara lahiriah "Akulah Kala Pragalba, abdi KPSS (Kelompok Pecinta Sastra bil setting sekitar konflik peng- wajiban, tugas dan cinta dipintal dari Solo, (Gidag - Giding) dan be- lebih pahitlah yang kupilih. Ka- tercinta Prabu Kurandageni dari Sragen); Teater Dialog; Teater Ga gusuran vs megaproyek, antara menjadi tabir. Keangkaramurka berapa rekan pekerja seni dari lau Ibrahim yang Nabiyullah itu Tirtakandasan. Satria, sebelum lang Tunggal, dan Teater Lugu. warga desa vs megalomaniak. an kadang terasa dekat dengan daerah lainnya, Yogya. menyembelih anaknya demi terlanjur hancur, sebaiknya kau Selama dua malam Gedung KNPI Lakon ini karya Bambang Herya- kekuasaan (dua kubu Kurawa vs Sragen sebagai kota kecil per- lebih dicintai yaitu Allah, maka mundur!" yang megah di pusat kota Sragen di, terasa lebih 'kena situasinya, Pandawa). Sedang kekuasaan itu batasan Jawa Tengah bagian Ti- sekarang aku pun harus "me- Arjuna tak menanggapi perin- diguncang pentas teater. begitu magis dan berbau mistis sendiri dekat dengan memiliki. mur telah bangkit kembali, me- nyembelih" jabatan kekaryawan- tah Pragalba. Perang tanding ke- Suasana hidup dan bisa dicapai. Apalagi set- Ini menggiring manusia alpa asal naikkan pamornya kembali. Mam anku demi gengsi dan eksistensi dua meledak, namun anak buah bali dapat kita temukan disana. tingnyapun di desa tertinggal di- usul kita. Ini misteri yang diha- pukah berperan dalam dunia te- wong-wong 'dhu'afa' sekelasku. Kala Praceka ini mengalami na- Setelah sekian lama masa pan- mana nilai tradisional masih ku- langi 'tabir' dan disini perlu disi- ater di Jawa Tengah ?. Ini masih Barangkali Anda heran, tapi itu- sib sama. Sekali tertusuk keris, jang masa 'pause' kembali teater at. Yakni sebuah potret tradisi bak. Sutradara berusaha meng- tanda tanya panjang bagi Sragen. lah kenyataannya. Lebih baik tewaslah raksasa gemuk itu se- Sragen punya 'roh' kembali. Seti- warok yang keras dan kasar tapi hadirkan situasi Barathayudha Setidaknya gebrakan pertama mundur dengan kepala tegak ap kelompok didukung tidak ku- mengandung nilai kejujuran ting dengan musik kecapi, drum dan dari tidur panjangnya y yang daripada tetap bertahan tapi tan- Kaum rang 20-an personil yang datang gi. Mereka mempertahankan ta- gender dengan beberapa penari, menggembirakan disyukuri. pa kepala. KNPI untuk berpentas nah leluhur yang akan dikotori wayang-wayang; enghadirkan le- Setidaknya teater Sragen akan Yah...... barangkali Anda punya menemukan jati dirinya yang lain??????*** dan dua malam selama pentas itu hirukpikuk proyek megaproyek genda manusia dari zaman ke za- Gedung KNPI dihadiri penonton seorang konglomerat ambisus, man. Didukung lebih dari 30an khas dan aksen daerahnya yang Brongkol, 2 Mei 1994.-h yang rindu melihat pentas teater terjangkiti megalomanika yang pelaku, menyuguhkan konflik kental. Ini menjadi modal awal kotanya. Terobati sudah kerindu- akan membeli tanah warga desa. yang memang apik untuk di- mengemas teater daerah dengan an malam itu di gedung KNPI. menggali nilai-nilai budaya Sra- Konflik terjadi manakala tangan nikmati. Di babak sebelumnya ditampil gen akan terasa lebih komuni- Gedung KNPI mene- turut membumbui de- jam per kilogram. Hanya saya ac- sa itu. Teater Dialog mengemas kan anak-anak SMA yang berga- katif bagi penontonnya. Judul- dirinya', suasananya cu jenis ini hanya bisa bekerja pa- an. Mereka orang yang da keindahan. Dan melalui kein- konflik antara Warok Joyolobo se- bung dalam bendera Teater Lugu. judulnya yang komunikatif dan yang penuh wibawa' sebagai are- da suhu 300 derajat celcius. menggunakan kecendekiawanan dahan, mereka mencoba memper- na kawula muda kota Sragen ber bagai wakil tradisi warga desa, Teater Lugu ini bisa dikatakan merangsang asumsi penonton. dengan Demang sebagai wakil bi- teater Tiban' atau lahirnya dadak Dengan idiom kedaerahan, tam- Jenis lain yang sedang dikem- atau tepatnya gelar-gelar akade- juangkan kebenaran dan keadi- bangkan adalah accu lithium, miknya untuk tujuan-tujuan prib- lan serta nilai-nilai luhur lain rokrat dan Den Mas Maruto seba- SMA MAN mereka ingin menonjol yang bentuknya mirip karton adi dan tujuan politis sempit. Ke- yang bersifat universal. gai wakil konglomerat. Keadilan Sragen. Walau teknik penggara- kesan daerah disamping ing- Seniman juga agak menging- yang bisa dilengkung-lengkung pentingan memajukan kehidupan yang dikalahkan pada kahirnya pannya yang terlihat masih men- in 'sampai kepada penonton. kan sesuai keinginan sehingga Warok mengadakan 'demonstrasi tah dan terasa dipaksakan 'grusa- Dari parade teater Sragen ini menghemat ruang. ala Warok. Sutradara menggiring grusu' Teater ini punya potensi inungkinkah akan mengembali- Penggunaan lithium sendiri kan pamor teater Sragen di masa nya dengan aksi reyog sebagai ak- untuk dikembangkan di masa de- mengandung banyak kombinasi, si demonstrasi, dengan menari pan. Teatrikalisasi malam ini Te- tahun 80-an. Ataukah setiap gen- antara lain lithium aluminium erasi memiliki zamannya sendiri- ater Lugu mengambil judul : ferosufida. Lithium aluminium kudalumping para Warok berak- pan Sukma Wijaya yang juga kan awal gebrakan baru berikut si. Suara musik modern semacam Bimbang - bimbang Luka' gara- sendiri?. Mungkinkah ini merupa kuantitas maupun kerjamu". perteateran di kota memojokkan. dielus lalu Arjuna, Madukara terkadang itu "Kakang Badranaya, apakah dibengkak bengkok perut berbunyi walau kan. be- Ada Bentrok mulut tangan Arjuna. Datanglah meninggalkan na- Madukara. kamu. yang sikap Sambungan hal 4 manusia secara luas sudah diting- otomatis mereka telah menging- kari kecendekiawanannya. Apala galkannya. gi bila mereka lebih mementing Cendekiawan sesungguhnya kan upaya mempertahankan sta- tak jauh berbeda dengan seni- tus quo, berorientasikan kedu- man. Mereka bisa diibaratkan dukan dan materi, maka sudah dua sisi dari keping mata uang. musnahlah ciri kecendekiawan- Bedanya, seniman mengabdi pa- hanyalah Mobil.. Sambungan hal 7 ka- kawan seperti diri mereka bukan- dengan main sulap alias (Bersambung)-k. Mul.94 TOYO (KR-Rep). lukis 1980, memicu per lai penciptaan. Dari ori- i murni ke seni praktis show). Akibatnya, ke- seni rupa Indonesia umumnya cenderung pasar. Seni rupa In- asa kini semakin jauh asalahan struktur dan tal dalam penciptaan. Indonesia masa kini ghiraukan buah adanya pen- g sangat menentukan titas atau jatidiri seba- penciptaan. rungan lain. Akan hal- mbuhan dan perkem- ni rupa modern di In- lam dasawarsa '60 dan ya-karya lukisan Wah- dalam paket 'Dimensi rupakan alternatif lain miliki kecenderungan tnya, dimensi ketiga mensi sepiritual yang konsentrasi, kontem- meditasi. Anggapan itu yentuh ke permasala- penciptaan, yang se- melekat sebagai tema an penciptaan estetik. askan sikap kreativ. yang mendukung si- fitasnya ialah membu- pan tradisional bahwa ktif yang berlaku sela- ak hanya cat dan kan- akan, karya-karya luk- bangun dengan materi otongan-potongan ka- kropos, bambu, topeng- yang kulit, kuda lump- mase, dan lain-lain. gkapi dengan sapuan an warna-warni. Hasil ri penggarapan materi a antara lain, ialah eruntuhan becak, Di- ng ada topeng, wayang dalang, dan lain-lain. keseluruhan, lukisan- am pameran itu lebih an adanya improvisasi idak menggarap misi curkan tema, juga ti- varkan faham, seperti ebuah penciptaan luk- ngkali suasana sema- yang ingin dibangun jaya dalam menyata- aan kreatifitasnya. a benar, sikap dan tin- atifitas semacam itu rupakan salah satu a sepercik perlawanan erkembangan seni ru- gemoni Eropa-Ameri- mengakui konteks, au latar belakang bu- hususnya perkemban- pa modern di Indone- abene mendambakan ar. Wahyoe Wijaya aliknya; karya-karya menunjukkan adanya -alistik. visualitas semacam yang penting dicatat pang kreatifitas, ada- esenimanan Wahyoe selalu konsisten; ti- dengan sistem atau eseran nilai pencip- Muryotohartoyo, pengamat seni rupa Jakarta 6 Mei 1994 kreatifitas seni seperti masa-ma- sa tahun 80-an. Ketika tumbuh dan pesatnya serta maraknya ke- hidupan grup-grup teater yang bermunculan saat itu, seperti Te- ater Krotog, Teater Gema, Teater Kuadrat, T. Galang Tunggal, Te- ater Duta. Begitu pun ketika para penggerak dan motornya masih aktif disana seperti: Didiek Teha, Sri Hardjanto Sahid, Hardjuno Toto, Kenthut Haryadi, Ripto Ha- di, Pine Wiyatmo dll. drum membuat hentakan yang berani. Banyak kritik dan ungkapan Kembali suasana 'magis' dan yang hangat ditemukan disini suasana 'hidup'nya gedung KNPI seputar: desa tertinggal, katab- kembali terasakan seolah mene- elece dllnya yang mana walau se- mukan dung gempa jati dirinya sebagai ge- tingnya di desa tertinggal tetapi berkumpulnya seniman Sra akan menggiring pada situasi gen berkiprah seni di era 80-an. sosial kita saat ini. Intelektual Parade Teater Sragen di- sang penulis lakon begitu muncul dan terlihat di sini. Semua kejadi- adakan dua malam. Malam perta- ma KPSS menggelar lakon 'PI- an bisa direfleksikan/diplesetkan SAU karya Pine Wiyatno, sekali pada situasi sosial sekarang ini. gus sutradaranya. Lakon 'Pisau' Solusi dan sebagai ending cerita kita kembali diajak flasback di za- naskah atau lakon ini adalah man Majapahit dan Masa masa bumi. Gempa bumi mung- kerajaan Jayanegara. Sorot cerita kin dijadikan jawaban sebagai ku- yang bersetting beberapa abad sil- tu Kankah dari arwah Suro Gro- am itu, lebih merupakan konflik- gol? Tragik memang, suasana konflik psikologis sebuah lanskap gempabumi sangat 'kena' ketika kemanusiaan. Di dukung tem- lampu mati, suara drum keras, peramen watak-watak yang jelas gerak orang yang bingung, suara antar pelakunya lakon Pisau ini sebutan Allahuakbar dikuman- menjadi sesuatu yang lain, dan dangkan, begitu pula dengan su- masih tetap dikemas nilai-nilai ara ayat kursi di ending cerita, be- tradisionalistik. Lakon Pisau ini gitu pula lampu senter yang me- siswa SMA MAN itu. Dari empat teater yang mem- Penggugatan. dalam Dan, penulis sangat yakin, kri- tikan ataupun gugatan Emha 2 tahun lalu, sekali lagi, WS Rendra perkecualian karena per- timbangan karya yang berkuali- tas. Akan menjadi lain kalau pe- nyair ataupun Seniman yang kap- asitasnya belum diakui keber- adaannya itu mengaku-aku seba- gai (seperti) Pahlawan kemudian mengemis-ngemis kemerdekaan kepada kekuasaan politik. Se- hingga Kerinduan penyair atau- pun Seniman menyambut Pahla- wan yang hilang sepanjang ku- run waktu 15 tahun tidak pulang ke tanah kelahirannya keseni- manannya dengan kerinduan yang mendalam adalah sebuah kewajaran. Sebab karya-karya yang dipentaskan/dibacakan se- sungguhnya bukan karya-karya rang raja Jayanegara yang tragis ini pas sebagai suasana gempa. yang baru lagi, karena sudah di- merupakan hari-hari akhir seo- diujung nyorot sana sini di bawa berlarian Apa akhirnya jauh-jauh hari dalam Potret Pembangunan dalam Pu- isi. Kerinduan pecinta atau se- sama seniman menganggap seba- gai keluarga sendiri yang lama hi- lang. Sekaligus juga barangkali lewat pementasan itu ada sesuatu yang baru dari WS Rendra. Dan ternyata kerinduan itu tidak ha- nya milik seniman/Penyair atau siapapun yang merasa memiliki Rendra. pisau. Yaitu pisau den- lakon ini lakon antologikan dam, dan pisau pengkhianatan. menarik yang sayang sekali jika Kematian Jayanegara di ujung tidak ditonton. pisau pengkhianatan, kebencian, Pada malam kedua yang yang siap memotong kekuasaan tampil Teater Galang Tunggal de- Jaya negara. Pisau itu telah mem- ngan membawakan lakon: Tabir otong kekuasaan, memotong ti- (Kurusetra). Kisah epos Mahab- ang-tiang kekuasaan. Ketajaman harata ini tak henti henti dan pisau seperti ketajaman waktu habisnya untuk digali dan diton- yang memotong kehidupan tanpa ton. Galang Tunggal dengan mem kompromi. Maka disinilah 'pisau bawa lakon: Tabir (Kurusetra). menjadi kunci akhirnya. Sebuah Kisah epos Mahabharata ini tak lanskap yang manusiawi, ketika henti henti dan habisnya untuk kekuasaan yang membawa kor- digali dan ditonton. Galang Tung. Perawan. Bersama Bibi Fong (Hung Sin) yang bawel, Yung-chun membuka Sambungan hal 6 Keharuan itu juga milik WS Rendra sehingga yang terjadi ada melatarbelakangi sehingga sadar lah keharuan yang mendalam. Agaknya fenomena itulah yang ataupun tidak sadar dapat 'meny- kan 'Rendra Back to Yogya', lebih- lebih didampingi Emha Ainun Nadjib, nya, atau justru yang terakhir? Kita tunggu saja. -h. Sambungan hal 8 kerinduan WS Rendra yang pada dasarnya 'penggugatan' yang me- nyehatkan nurani kita atas reali- ta yang ada agar terjadi harmoni. Sekaligus datang menyaksikan "Rendra Back to Yogya" untuk bi- sa belajar menghargai karya seni berkualitas (mahal tapi berkuali- tas) akhirnya itu menjadi aksi, reaksi dan berkontemplasi seba- gai warga komunitas masyarakat yang berbudaya. Menjadi warga budaya yang memiliki kesadaran yang tinggi untuk bisa menghar- gai kesenian, seperti kerinduan' WS Rendra dalam puisinya : Ke- sadaran adalah matahari/Kesa- baran adalah bumi/perjuangan adalah melaksanakan kata-kata. (*) Penulis, mahasiswa bahasa dan Sastra Indonesia, Sarjanawiyata-Tamansiswa Yogyakarta.-h. Penyair. nia kepenyairan sudah lama saya tinggalkan sejak hengkang dari Yogya: 1985). Sehingga saya me- rasa mendapat beban yang sa- ngat berat jika harus mencipta puisi sekarang ini. Kata-kata gu- ru mahaguru Suminto "mampu- kah penyair membuka pintu ra- menjenguk ke dalamnya?" kem- hasia di mana pembaca dapat bali mengiang di telingaku. Pak Trisman sebenarnya ber- arakan kekhasan daerahnya - (ba- harap penyair yang tampil nanti nya membawa puisi yang menyu- ca puisi tematis). Tetapi para pe- itu. Masalahnya sekarang, nama Kedu yang terdiri beberapa dati II memang punya fisi yang berbeda- besa, tetapi jika seorang penyair polymer dllnya. Tetapi yang seka- rang dikembangkan pabrik-pa- brik accu di AS jenis lithium alu- minium ferosufida, karena lebih kecil, lebih ringan, lebih berdaya tahan dibanding accu timah hi- tam. Pilihan lain pada accu nikel metal hidride yang merupakan campuran 10 jenis metal untuk menyimpan zat air yang cukup. Accu jenis terakhir ini bisa menje- lajah sampai 20 kilometer dan waktu ngecasnya hanya 20 menit. Keistimewaan lainnya adalah ac- cu ini bisa dipakai selama 10 tahun, jauh lebih lama dari accu biasa dan setelah itu bahannya bisa didaur ulang. Selama ini panel surya mau- pun jenis accu baru harganya ma- hal, tetapi jika pada suatu saat diproduksi secara massal, har- ganya akan lebih murah. Namun di Indonesia yang negara tropik, perhatian terhadap mobil berte- naga surya nampaknya sangat kurang. (AP Sudjito-Archeologi UGM)-k. Sambungan hal 8 harus memasuki dunia visualnya secara paksa, saya pikir juga ku- rang memperoleh hasil yang baik. Bagaimanapun jadinya dunia pu- isi adalah dunia yang bebas. Seti- ap orang tidak menyangsikan ke- hebatan penyair Korrie Layun Rampan. "Kakang Badranaya, apakah perut berbunyi seperti ini yang disebut lapar?", tanya Arjuna. (KR-MuD). Julia Roberts Kini Bisa Bertepuk Dada Julia yang tegar. (KR-Rep). JULIA ROBERTS makin ber- kibar saja namanya dan kini ter- catat sebagai salah satu bintang film dengan honorarium tertinggi, tak mau kalah dengan bintang mahal yang ganteng Tom Cruise. Dan Julia yang dikenal dalam film 'Pretty Woman' itu menyata- kan makin selektif memilih per- an. "Saya ingin main dalam peran yang berkarakter dan menan- tang," katanya. Dan ini memang terus menjadi cita-citanya selagi masih muda, setelah beberapa kali digosipkan Atmosfer. memaksakan diri memasuki du- Tetapi ketika seorang Korrie nia anak-anak yang menampilkan berulang kali. kan local color berbagai propinsi yang muncul di majalah-majalah. berbagai kota puisinya menjadi sejajar dengan puisi anak-anak Sehingga kumpulan puisi Nyanyi alik, OTV pun dapat dimanfaat- Antar Jemput Menurut rencana, OTV kelak dik melakukan tugas antar jem- bakal digunakan untuk hilir mu- put berbagai peralatan ilmiah, an- tara pesawat ulang alik dalam or- dan berbagai satelit yang menem- pati orbit tahap tinggi di pihak gagal dalam percintaan itu. Ter- akhir, Julia Roberts kena jepret wartawan Woman's Day' lagi asyik berpeluk cium dengan di doi nya, Lyle Lovett. Bahkan dalam menikmati pacarannya itu Julia berkomentar "Rasanya bersama berbulan madu yang tak habis- Lyle Lovett ini seperti sedang habisnya," kata Julia yang ketika narik kari kesenimanannya kalau su- da halnya dengan yang terjadi di dah mulai mengkotak-kotakkan kalangan cendekiawan. Pengko- diri dalam kelompok-kelompok tak-kotakan di kalangan kaum eksklusif. Seniman yang betul-be- cendekiawan justru sedang 'nge- tul seniman biasanya anti peng trend'. Mengapa kaum cendeki- kotak-kotakan diri secara ek- awan kini berbeda jauh dengan sklusif. Mereka bisa bergaul de- kaum seniman? Mereka agaknya ngan seniman yang kebetulan kini sudah bukan lagi dua sisi se- berbeda latar belakang kesukuan- buah mata uang. Bisa jadi, jauhnya cendekiawan nya, rasanya golongan politiknya, agamanya dan keturunannya. dengan seniman saat ini berkai- Bahkan mereka juga bisa bersatu tan dengan kegagalan sistem pen- pandangan dengan seniman dari didikan dalam melahirkan cen- cabang seni lain. dekiawan. Yang dilahirkan oleh sistem pendidikan kita - dalam arti luas, bukan sekedar lembaga persekolahan - kebanyakan ada- lah manusia bertitel, bergelar akademik. Titel atau gelar aka- demik adalah pengejawantahan feodalistik baru. Oleh gelar-gelar f karena itu mereka kebanyakan tidak memiliki ciri-ciri dan sifat- sifat kecendekiawanan, melain- kan bak kaum feodalis yang mem- buru kekuasaan, kedudukan dan materi. Mereka sesungguhnya lebih cocok bergiat di dunia politik praktis, sebagai politikus maupun sebagai birokrat, dan kurang layak menamakan dirinya cen- dekiawan. (HR Santoso)-b. Sesudah G 30 S/PKI meletus (1965) di kalangan seniman boleh dikata sudah tidak ada pengko- tak-kotakan lagi berdasarkan ide- ologi maupun agama. Kalaupun masih ada, sifatnya fungsional dan temporer, bukan dikoordi- nasikan dalam organisasi secara meluas. Kaum seniman Indonesia agaknya sadar betul bahwa peng kotak-kotakan secara eksklusif hanya akan menjadikan kaum seniman alat penguasa, sekaligus akan membunuh kreativitas itu sendiri. Bila di kalangan seniman In- donesia kini pengkotak-kotakan sudah tidak 'ngetrend' lagi, berbe- Power. era pasaran. Tapi kami tidak akan terbawa arus, kami tetap akan mencari konsep musik ka- mi, karena kami memang dalam proses pencarian jati diri kami. Kami juga mempunyai prinsip, rekaman bukan merupakan tu- juan akhir kami, tapi ini meru- pakan langkah awal dari per- jalanan Power Slaves. Maka dari ca- Sambungan hal 6 musik cadas ini. "Perjalanan kami selama ini memang tidak selalu mulus, berbagai cobaan dan aral menghadang kami, dan memang cukup melelahkan, namun de- ngan penuh keyakinan kami mencoba untuk tetap bereksisten- si pada musik cadas," ungkap An- war Fatahilah. berpeluk cium itu tak pernah melepas kacamata hitamnya. Padahal, Julia baru saja meng hempaskan suaminya yang telah mendampingi hanya lima bulan. Digambarkan pula dalam kolom 'Hot Gossip' di majalah terbitan Australia itu bahwa di muka umum, bahkan sang pacar, Lyle tak segan-segan bersikap atraktif, langsung mengangkat T-shirt ketika mencium Julia, tangannya Tak mudah memang menyatu- yang dikenakan bintang film ter- itu Power Slaves mohon doa restu kan konsep musik mereka, kare- kenal itu. Jadilah tontonan me- dari segenap pencinta musik na memang anggota dari group dan jadi sasaran empuk je- das di Jateng dan DIY," ungkap ini masih dapat dibilang berusia pretan kamera. Namun, kini, Julia boleh Anwar Fatahhilah sang pembetot muda dan juga masih berstatus menepuk dada, karena bisa main bass yang baru saja menyele- mahasiswa yang masih mempun- cukup bagus memerankan maha- saikan studynya di FISIP UN- yai emisi dan ego yang tinggi. Na- siswa Fakultas Hukum dalam TAG Semarang ini. mun mereka kini telah membuk- film adaptasi novel terlaris 'Peli- Dengan keberhasilan Power tikannya dan mampu meny- can Brief, bersama aktor Denzel Slaves rekaman ini, maka telah atukan konsep musik mereka. Washington. Dalam film yang mengaburkan persepsi bahwa Se- baru beredar di Indonesia ini, Ju- marang kota yang mandul akan grup musik cadas. Power Slaves lia mampu mencekam penonton. memang punya nilai plus diban- ding kelompok-kelompok musik cadas se daerahnya. Kekompakan personil dan kekuatan vokal Hay- ddy P memberikan corak ter-sen- diri bagi power Slaves. (Ronnie)-b. Sambungan hal 7 ilmuwan telah memperhitungkan bahwa jumlah bahan bakar yang dibutuhkan OTV akan dapat di- kurangi sepertiganya. warung kembang tahu. Sebagai yang terpikat pada janda muda ihir' penonton untuk menyaksi- nyair merasa tidak siap dengan an Tanah Air karya Korrie me bit tahap rendah di satu pihak mungkin bisa digunakan untuk seorang perawan yang usianya terus merambat, Yung-chun tak juga dilamar lelaki. Kepandaian- nya berkungfu menjadikan Yung- chun kian disegani lelaki. Untuk mengisi kekosongan hatinya, Yung-chun terus memperdalam ilmu bela dirinya. Yen-niang ternyata tak bisa menolong suaminya. Suaminya Padahal meninggal dunia. Jadilah Yen-ni- usianya masih relatif muda, dan ang seorang janda. wajahnya sangat cantik. Untuk menutup biaya pemakaman sua- minya, Yen-niang berniat men- jual diri. Yung-chun menolong- nya, bahkan bersedia menam- pungnya Kehadiran janda Yen-niang di warung milik Yung-chun men- jadikan warung tersebut kian laris. Pria-pria berdatangan mem- beli kembang tahu sambil melihat Sharon Stone. wwwwwww Mungkin latar belakang inilah Sambungan hal 6 yang menyebabkan Sharon Stone Stallone sendiri sempat berko- dibilang aktris punya ego besar. mentar," Kalau ada yang menarik pada Sharon adalah karena dia punya ego yang lebih besar dari ego saya. Apakah berarti nanti- menjadi bintang besar yang lan nya Sharon Stone akan berhasil sutradara dan skenario unuk be- taran sukses menolak perintah kan, tentunya. Yang pasti, sampai radegan seronok? Sulit diramal lima tahun mendatang Sharon Stone masih akan memperton- tonkan tubuhnya. Kenapa bisa begitu? Jangan lu- pa, Sharon Stone bukan wanita is- honor 10-15 juta dollar untuk timewa yang mampu menolak bermain dalam sebuah film setipe Basic Instinct. Lagi pula dia kan pernah berkata," Orang, laki-laki terutama, amat suka mencintai perempuan dalam penampilan (Musmad)-h palsunya!" dan berdekatan dengan janda cantik Yen-niang. Salah seorang cantik tersebut adalah sastrawan Huang Sieh-chou yang kaya raya. Sayang, keinginan sastrawan ter- sebut dihalang-halangi oleh bibi Fong. Karena melariskan warung kembang tahu, Yen-niang dijulu- ki Nona Kembang Tahu, kendati sesungguhnya sudah tak nona la- gi Yan) datang dari jauh. Liang se- Pemuda Liang Po-tao (Donnie sungguhnya ketika kecil pernah dijodohkan dengan Yung-chun oleh orang tuanya. Maka ketika sampai di warung Yun-chun, Li- ang mengira bahwa Yen-nianglah kan Yung-chun yang kalah cantik yang pernah dijodohkan. Sedang- justru dianggap pria saingannya. Para penyamun yang dikoman- dani si Kera Terbang berniat menculik Yen-niang. Yung-chun bersama Liang menyatroni para penyamun tersebut dan berhasil mengalahkannya. Si Kera Ter- bang mengadu pada kakak seper guruannya, si Gorila Terbang (Shi Shao-chiang). Si Gorila Ter- bang tentu saja membela Si Kera Yung-chun menemui kesulitan Terbang. dalam menaklukkan Gorila Ter- bang. Gorila Terbang yang memi- liki ilmu perut karet selalu mam- pu menyedot pukulan dan ten- dangan lawannya. Dalam rangka mencari tahu kelemahan Si Gorila Terbang Bu-Mei Suthay. Berkat biksuni Yung-chun mendatangi bhiksuni ini, Yung-chun berhasil memiliki ilmu hebat untuk menaklukkan Si Gorila Terbang. Ilmu hebat ter- sebut sesungguhnya hanya beru- Yung-chun berduel lagi dengan pa kelembutan. Si Gorila Terbang. Tepukan tan- gannya yang halus berhasil meng hancurkan ilmu perut karet dan kekebalan yang dimiliki Gorila hasil membubarkan kelompok pe- mun. Yung-chun akhirnya ber- Terbang yang menjadi raja penya- nyamun tersebut. Ia turun gu- nung bersama Liang. (Yadi)-h. lain. Penggugatan Emha ataupun Antara.. atu yang berbau utopian atau polesan berlebihan atas realita. Tetapi hal itu bukan berarti film film Indonesia sama sekali anti realita, karena film film ten- tang percintaan, rumah tangga, remaja, sejarah dll yang selama ada juga menonjolkan realita sosial yang terbatas. Dalam kaitan dengan serbuan film film Hollywood, realita ter- batas atau tidak terbatas, keny. ataan film Indonesia menghadapi masalah yang sama dengan film film Prancis dan negara negara Eropa. Ironisnya, selama ini orang Indonesia memandang Ero pa adalah negara barat, Amerika juga negara barat, tetapi di kalan- gan masarakat Eropa muncul ke- sadaran untuk memandang bu- daya Amerika sebagai ancaman dan upaya membendungnya di- lakukan dengan usaha diplomasi yang bertele-tele. Sambungan hal 6 tidak tertandingi lagi dan pen- stasiun stasiun TV merasa ku- gusaha bioskop Eropa maupun rang peminat kalau tidak memu- tar film Amerika dan hal ini berlanjut sampai sekarang, se- hingga orang orang Prancis ja- rang bisa melojat film produksi bangsanya sendiri, orang Jerman hampir tidak pernah tahu sejauh nya, begitu pula orang Inggris, Italia dilnya. mana kehebatan sineas sineas- Apa yang dialami Indonesia se- karang persis sama dengan yang dialami negara negara Eropa. Yang berbeda adalah antisipasi nya untuk menghidupkan film film negeri sendiri. Saat ini festi- val film Cannes sedang berlang sung dan film Amerika hanya sedikit ikut serta, walaupun ket- yaitu Clint Eastwood. rut saya merupakan puisi yang tidak mewakili Korrie seba- gai seorang penyair besar, Berda- sarkan pengalaman dan kenyata an itu, penyair memang tidak bisa dipaksa dan tidak bisa memak- sakan diri memasuki dunia yang pun kemudian memasukinya, ka- tidak menjadi tujuannya. Kalau rena memang saat telah menen- tukannya. Meski demikian, warna kedaer- ahan (local color) tidak bisa lepas dari penyair. Cuma dalam hal ini penyair tidak menyadari sebe- lumnya. Yang jelas sebuah karya kekat, Fungsi sosial sebuah karya seni selalu punya fungsi dan ha- seni karena ada kaitannya de- Dengan jalan menggunakan at- mosfir bumi untuk mengerem atau justru memperlambat laju kecepatannya, sebelum alat peng- angkutan itu mulai dapat bergan- deng, saling bertumpuan dengan pesawat ulang alik tersebut, para CPAS.. Bicara soal kelemahan CPAS, Sambungan hal 7 Inspektur Jim Lillie dari North: umbria, yang juga membantu pe- wujudan CPAS, mengatakan, pro- gram dari perangkat ini bersifat Kelompok ilmuwan Australia tadi selama ini giat menguji jenis pesawat yang berbentuk kerucut kembar sebagai bentuk yang menciptakan pesawat menuju Ti- tan dan planet Saturnus tadi. Bentuk kerucut kembar ini dis- arankannya pula sebagai bentuk yang cocok bagi pembuatan OTV, sesuai pertimbangan mereka me- ngenai penerapan aerocapture ber dasar prinsip pemanfaatan at- mosfir planet. Kelompok tersebut sibuk me- nyelidiki berbagai macam masa- lah yang bertalian dengan segi yang bertalian dengan laju ke- aerodinamika, thermodinamika suhu yang ditimbulkannya yaitu cepatan terbang daya tinggi dan sekitar 10.000°C yang kelak ba- kal dialami oleh sebuah pesawat Sebagai group pendatang baru di dunia rekaman, Power Slaves telah mempunyai jam terbang di panggung panggung yang cukup lama. Lebih kurang 5 tahun me- reka telah eksis diatas panggung Antara... terminal, laboratorium. Sehingga sebagai kota laboratorium, ia tem- pat menemukan suatu eksperi- men atau percobaan. Melihat argumentasi bahwa Yogya kota laboratorium maka tepat kalau ciri musik eksperi- mental seharusnya menjadi khas Induksi... Sambungan hal 7 bila berada terus-menerus diba- ngan kekuatan sebesar 735 kilo wah jaringan saluran listrik de- volt pada kapasitasi lebih Power Slaves kini dipunggawai oleh lima personil, yaitu Hedy P, Vokal, Anwar F, membetot bass, Widy penabuh drum, Wiwiet pe- mecet Keybot dan Andre (Jebolan Trktor Jogja) pencabik Guitar. Mereka untuk sementara bermar- kas di kediaman penabuh Dram kelompok Adegan, Gilang Ra- mandan, di Jl Deplu Raya Nomor 10 Bintaro Jakarta. Dan sekali la- gi Power Slaves mohon doa restu dari masyarakat Jateng dan DIY. (A Sanyoto)-h. Sambungan hal 6 permusikan Yogyakarta. Menge- nai perkembangannya kelak, ter- gantung bagaimana si musisi meramu notasi-notasi dari hasil eksperimen tadi ke dalam bentuk musik keberaturan. Kita tahu, Sapto Rahardjo ada lah seniman musik kampus dan banyak melakukan eksperimen- tasi, juga keluarga seni. Semen- tara itu yang hampir kita tahu, jaduk Ferianto adalah putra seni- man tari dan lukis kondang Ba- gong Kusudiarjo. Kesimpulan ki- ta, Jaduk memiliki aliran seni gamelan dan seni perasaan yang kuat juga. Pertanyaan mendasar yang ngan nilai-nilai hidup dan nilai statis, jadi masih memerlukan antariksa bila memasuki atmosfir baik, untuk penelitian lebih lanjut lantas perlu diungkapkan, ada- keterlibatan seorang programer itu, salah satu unit dari CPAS me- Hasil penelitian meru- pakan suatu langkah awal cukup mengenai pengaruh medan elek- Segalanya memerlukan penela- tromagnetik pada binatang ma- planet. kah suatu perekat kekuatan- itu, sehingga kekuatan mereka miliki kekuatan menahan predik- gelombang sentakan, pembagian chardz, ketua peneliti dari Uni- mengekspresikan diri lewat me- tekanan dan laju peralihan panas. versitas Bonn yang mahasiswa ju- dia musik memiliki kekentalan? Demikian pula memerlukan pe- rusan fisika semester akhir pada Juga memiliki dan menjadi khas nelahan terinci atas waktu ber- universitas tersebut, mengajukan blantika musik Yogyakarta. bulkan oleh pemisahan berbagai proposal pada GNRC untuk men- langsungnya reaksi yang ditim- Ada pendapat, mereka biarlah untuk menganalisa. Disamping ahan terinci atas bentuk-bentuk malia di masa datang. Javier Bur- kekuatan' diantara kedua musisi ua panitianya bintang Amerika, hasilan penyair menyuarakan kan program prediksi pencegatan jenis gas dalam kondisi sehebat dapatkan dukungan dan dana ba berekspresi sesuai tingkat apresi- itu. gi penelitian selanjutnya. Jika Hollywood menohok In- ka yang diikutkan dalam festival jak pembaca untuk meraih hake- but, mereka berharap agar nanti yang didapati dalam atmosfir magnetik yang kedua yang dilak- dapat lain muncul bahwa keku- tekstil, Eropa digilas Hollywood donesia dengan persoalan ekspor dengan pelbagai komoditi yang dipertahankan Eropa sendiri ya- itu subsidi pertanian. Amerika se- lalu mendesak Eropa menghapus atau menghilangkan subsidi per- tanian, tetapi Eropa selalu meno- lak. Ketika Eropa bersedia men- gurangi subsidi pertanian, Ameri- ka segera medesakkan agar pro- duk audio visualnya longgar ma- suk Eropa, padahal kesediaan Eropa mengurangi subsidi perta- nian juga dengan mengharap ke relaan Amerika mengurangi ek- spor audio visual ke Eropa. Amerika sehingga keperkasaan Tetapi akhirnya Eropa gagal membendung, ekspor audio visual Hollywood dalam membanjiri pa- sar film di negara negara Eropa Keadaan lingkungan kimiawi pertimbangkan pula dalam pe- yang berbeda-beda, harus ikut di- nyelidikan tersebut, dan tabung sentakan tadi akan mampu men- ciptakan kembali segalanya itu. (Murti B.S)-b. peradaban. Sedangkan pada ha- kekatnya sebuah karya seni ada- lah menerangi akal budi (Mu- hammad Ali). Namun semua itu si. Tapi saya tidak tahu, jika ini terserah pada pembaca. Kemam merupakan suatu sistem. Dari sikon demikian itu, kini puan pemahaman pembaca puisi Han karsa pembaca serta keber. kannya, kini tengah mengembang ditentukan oleh ketajaman rasa David Wugh bersama rekan-re- obyek. Seperti kata Carl Send- pencoleng mobil yang lebih mum Sedikitnya jumlah film Ameri- burg, mampukah penyair menga- puni. Dalam proyek baru terse- gaimanapun juga penyair tetap ja secara lebih luas. Dengan pe- kat kenyataan? Pendek kata ba- nya programnya lebih bisa beker akan dipengaruhi oleh keadaan ngertian, bisa mengantisipasi per- sosial dan kenyataan yang ada. luasan maupun perpanjangan ja- Cuma yang mengatakan hal ini lan, dari kehari yang semakin adalah pembaca! Kalau kita ten- panjang dan lebar. (Arief HN)-h. gok, penyair-penyair besar tempo yang ada pada saatnya. Bahkan dulu puisinya tidak bisa lepas da Pengkotak-kotakan.. ri keadaan sosial dan kenyataan sebagai seorang seniman, penyair tak ingin membuat karya yang Akhirnya, kita nantikan saja anacronisme. eksis perdana para penyair Kedu dan dengan berbagai ragam. Saya ini dengan segala macam cara ikut menentukan laik tidaknya kira, pada saatnya pembaca akan penyair Kedu eksis ke level di atasnya. Salam Saya. Q-b. politik Prancis khususnya dan Cannes, tentunya merupakan Masyarakat Eropa umumnya, se- hingga pemenang festival yang bukan film Amerika akan memili- ki kans untuk diborong para bro- ker Eropa, sehingga film Prancis Indonesia tidak memiliki ke- atau negara Eropa lainnya punya kesempatan naik pamor. sempatan semacam Cannes yang berwibawa itu. Kalaupun Indone- sia ikut festival Cannes belum tentu mampu menerobos pasar dalam dan luar negeri, jika pro- dusernya tidak melakukan upaya serius ke arah itu. Yah, keterbukaan dalam perfil donesia berbeda, tetapi dalam man antara Eropa dengan In- menghadapi Hollywood bernasib agak sama. (Heroe)-h. dalam kotak-kotak, agaknya me- mang benar. Beberapa masalah besar seperti kasus Nipah, Ke- dungombo justru mendapat per- hatian besar dari cendekiawan yang tidak masuk dalam organ- isasi tertentu. Pada situasi di mana cendeki awan sudah sangat berdekatan memang sulit lagi dibedakan sia- dengan pusat-pusat kekuasaan, pa cendekiawan dan siapa pen- guasa. Situasi yang demikian itu- ...Sambungan hal 4 lah yang oleh Gus Dur harus di- hindari. "Pengorganisasian cen- dekiawan jangan sampai meny- Pertanyaannya sekarang ada eret kekuasaan," tandasnya. lah mampukan para pendiri atau pemrakarsa berdirinya ICKI mampu menjaga jarak dengan elit politik? Kalau tidak, maka bahwa ICKI juga sebagai "alat apa yang menjadi kekhawatiran politik" bakal menjadi kenyataan. (lad/Usy/Gow)-k. Pembuatan kandang elektro- asi musiknya. Sementara itu, pen- sanakan di Rusia, atas permin- atan eksperimental Sapto dan taan pemerintah Rusia, dengan Jaduk sudah sangat tinggi sehing- menggunakan sapi-sapi lokal, ter ga sesuatu yang aneh bila mana nyata berjalan tidak cukup lancar eksperimen dibiarkan terus mene karena hasil-hasil yang mereka rus tanpa mencari satu kesimpu- dapatkan menunjukkan bina- lan, tanpa mencari sebuah solusi? Nampaknya, sudah waktunya tang-binatang mamalia itu tetap eksperimental musik dibudaya- memproduksi susu secara nor- mal. Juga tidak terjadi peruba- kan menjadi sebuah pencarian han-perubahan lain, seperti ka terhadap gagasan dan bentuk ser- missi, terhadap sebuah bentuk baru musik kita. dar kandungan hormon dan ka- dar kimia dalam darah. Tetapi sapi-sapi dari Jerman, ada pe- pada saat mereka mendatangkan rubahan seperti pada penelitian mereka yang terdahulu. "Mung- kin sapi-sapi disini sedang terke- na depresi akibat kacaunya situ asi ekonomi di negara ini", ko- mentar Burchardz.-b. Dian Suharsono, Geofisika Sem. VI UGM. Sementara itu Jaduk dan Sapto harus sudah mencari jati diri dan mengokohkan dirinya bukan saja terus menerus berkutat pada musik eksperimental. Sebab mere ka adalah fenomena musik kita, sebab mereka adalah khas dan wajjah blantika musik Indonesia; yang sedang mencari bentuk dan menggugat. (Taufik Ridwan)-h. 2CM 4cm
