Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-20
Halaman: 07
Konten
g, 20 Agustus 1997 SEKILAS A-Pemain basket kon- haq) tiba di Manila, Fi- arin. Bintang NBA asal Manila dalam rangkai- yang disponsori salah internasional. Dengan kan Shaq memperlihat- a yang sangat terkenal ebut. Sebelumnya pekan ng NBA lainnya yakni bit Pistons juga melaku- a ini. (pal/afp) ON-Presiden Rusia Boris rin memberikan ucapan kepada Presiden AS, Bill san yang dikeluarkan pi- mendoakan agar Clinton eltsin (66), menggambar- abat yang baik. Kedua bertemu di Moskow, bu- (pal/afp) BEBASKAN- Pasukan embebaskan tiga war- dera selama lebih tiga nyelamatan yang me- ari pasukan keamanan ka, kata Kantor Berita nya, Selasa (19/8) kema- ban di pihak pasukan era itu juga menderita dan Keamanan Nasio- tygov yang dikutip kan- emberikan keterangan kan, tiga wartawan itu, gatyrev dan Vladislav ibebaskan Minggu lalu, ipun disandera selama (ant/afp) NMAR-Wakil Menteri ertemu dengan para yanmar dan mendesak atkan pembicaraan de- mpinan Aung San Suu an Besar Jepang, Selasa tu mengatakan, Wakil ra bertemu dengan Se- Pemulihan Hukum dan ORC), Letnan Jenderal Koumura menyatakan pertemuan Khin Nyunt sional bagi Demokrasi lalu dan mendesaknya emacam itu," kata sum- mangi lebih dari 80 pers- 90, namun SLORC me- milu itu. Koumura, yang s, meninggalkan Myan- (ant/rtr/dpa) ІН ΜΙΑ AAN RI, TUS '97 a 20 Th. ra. -7 MATI AK MILIK" a Dua. a Dua RGARANSI TV, Kulkas, n. Ball ta BPLP bawan an Bispa Klas I cana Putri Bali Patra Jasa Seri Partha mudra Besar Dua Beach RES Badung intaidam A una Raharja rasi lainnya RA PADA: AH mlak, Denpasar 2128 n dari tgl. 25 rtu coklat/bukti ngan membawa: ang sama. Rabu Paing, 20 Agustus 1997 C 81232 Harian untuk Umum Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila Terbit Sejak 16 Agustus 1948 Tajuk Rencana Penegasan Presiden tentang Peningkatan Kualitas Pemilu PENEGASAN Presiden Soeharto tentang pentingnya dan kontrol masyarakat lebih bersifat konstruktif. Oleh karena peningkatan pelaksanaan pemilu kita pada waktu mendatang itu, pemerintah tidak perlu terlalu khawatir dan bercuriga rasanya patut untuk kita garis bawahi. Pernyataan yang kepada masyarakat, sebab berkat dukungan dan disampaikan dalam pidato kenegaraan, Sabtu (16/8) itu kepercayaan rakyatlah mereka berkuasa. bukan hanya menunjukkan komitmen Presiden terhadap pertumbuhan bangsa Indonesia, tetapi juga merupakan tekad seluruh bangsa untuk meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa mereka. Pemilu sekadar pemilu tidak lagi bisa membuat mereka puas. Bangsa kita menginginkan adanya upaya peningkatan kualitas hidup mereka, termasuk di dalamnya kualitas pelaksanaan pemilu. Pemilu yang tidak jurdil, dengan demikian tidak berkualitas sebagai pemilu, merupakan praktik pemaksaan terhadap rakyat. Penguasa yang muncul bukan penguasa yang dipercaya dan didukung rakyat, tetapi kekuatan politik yang berhasil memaksakan kemauannya terhadap rakyat. Pemilu semacam ini tidak menghasilkan kesejahteraan yang merata kepada rakyat, karena penguasa yang terbentuk memang tidak berniat menciptakannya. Sebaliknya, pemilu hasil main paksa akan menciptakan kesenjangan sosial-politik antara pihak elite penguasa dan rakyat kecil. Pemilu paksaan memang tidak menjadikan rakyat subjek bernegara, tetapi objek penyelenggaraan kekuasaan. Dari sini bisa dimengerti apabila pemilu tak jurdil akan gagal menciptakan kesejahteraan menyeluruh bagi rakyat. Pemilu memiliki berbagai makna bagi proses pertumbuhan sebuah bangsa modern. Kesadaran ini membuat hampir tiap bangsa di dunia dewasa ini memiliki mekanisme pemilu untuk menentukan kepemimpinan nasional mereka. Walaupun demikian, banyak pemilu yang justru dilakukan sekadar untuk menunjukkan adanya demokrasi di dalam tubuh bangsa itu. Bermunculanlah istilah semacam "pemilu sebagai alat untuk mempertahankan status quo", "pemilu sebagai lipstick demokrasi" dan "pemilu sebagai formalitas". Pemilu yang dilaksanakan dengan jujur dan adil akan menghasilkan kepemimpinan nasional yang diakui sah dan diterima, dengan demikian juga didukung seluruh bangsa. Kemenangan sebuah orsospol tanpa dicurigai sebagai hasil rekayasa atau praktik kecurangan, diterima secara terbuka sebagai sebuah kemenangan wajar. Pihak yang kalah tidak akan memiliki alasan valid untuk menuduh pihak yang menang melakukan kecurangan. Kalau toh terdapat tuduhan semacam itu, tuduhan tersebut akan batal dengan sendirinya karena tidak ditopang kebenaran. Pemilu jurdil juga merupakan pertanda kualitas suatu bangsa. Bangsa yang berjiwa besar dan ksatria akan mengutamakan kejujuran dan keadilan di atas kepentingan individu dan kelompok. Bangsa yang berjiwa kerdil cenderung menghalalkan semua cara demi meraih kemenangan dan keuntungan sendiri. Demikian juga, elite penguasa yang terbentuk lewat pemilu jurdil akan merupakan elite yang berjiwa besar dan berbudi luhur dan menempatkan rakyat dan bangsa sebagai acuan dan titik pusat semua kegiatannya. Elite yang berjiwa kerdil menempatkan kepentingan pribadi, keluarga dan kelompok di atas kepentingan rakyat. Elite semacam itu hanya bisa muncul lewat pemilu yang tidak jurdil. Pemilu jurdil juga akan menciptakan stabilitas nasional yang mantap, baik di bidang politik, bidang moneter, maupun Dari sini kita bisa memahami, makna nasionalisme dan bidang yang lain. Pemilu yang jurdil membatasi munculnya jiwa kepahlawanan suatu bangsa sangat ditentukan oleh rasa frustrasi di kalangan rakyat, karena kepemimpinan pelaksanaan pemilunya. Nasionalisme dan kepahlawanan nasional tercipta atas dasar pilihan mereka. Dalam suasana kita akan diuji dalam pemilu kita mendatang. Mampukah kita semacam ini kritik atau kontrol yang dilakukan rakyat muncul mewujudkan jiwa kepahlawanan kita dengan menyelenggarakan dari landasan iktikad baik, bukan bermotif mencari kesalahan pemilu yang benar-benar jurdil, tanpa rekayasa dan tanpa pihak penguasa sebagai upaya untuk menjatuhkannya. Kritik paksaan dalam bentuk dan dengan alasan apa pun? Iktikad Baik Gubernur Jateng untuk Anggota Dewan MENDENGAR keluh-kesah anggota dewan tentang mata anggaran pengeluaran Pemda. Penetapan sebuah beratnya angsuran mobil Timor, Gubernur Jawa Tengah mata anggaran tentu diambil melalui prosedur yang ada. Soewardi menyatakan iktikad baiknya dengan menandaskan Sebaliknya, tidak bisa dinyatakan begitu saja oleh seorang keinginan Pemda untuk membantu membereskannya. pejabat, walaupun dalam kapasitas seorang gubernur. Kita Sangat menarik apa yang dikatakannya mengenai masalah masih ingat betapa kebijakan Presiden Soeharto tersebut. "Soal Timor tidak usah khawatir. Pokoke beres. Nanti mengalihkan dana reboisasi ke IPTN mendapat kritik pedas akan dibantu Pemda. Ora usah dipikir repot-repot. Sing dari banyak pihak. penting digawe kepenak." Kebaikan hati Gubernur Soewardi ini mendapat tanggapan pakar ilmu politik dari Fisipol UGM Dr. Riswanda Himawan. Menurutnya, langkah semacam itu bisa saja merupakan upaya untuk membungkam anggota dewan. Bantuan tersebut oleh anggota dewan akan dilihat sebagai hadiah dari Gubernur dan selanjutnya mereka bersikap lebih jinak dengan tidak melakukan tindakan maupun mengeluarkan pendapat yang berlawanan dengan Gubernur. Barangkali, yang dimaksud Riswanda adalah apa yang oleh masyarakat kita disebut sebagai rasa berutang budi atau dalam bahasa Jawa dikatakan, wis kadhung nampa becike, sudah telanjur menerima kebaikannya. Itulah yang biasa disebut sebagai perasaan ewuh pakewuh. Oleh karena itu iktikad baik Gubernur Soewardi tadi pantas dituang dalam keputusan resmi dan diwujudkan sebagai fasilitas resmi pula bagi para anggota dewan. Untuk itu iktikad baik tadi tidak perlu baru keluar setelah adanya keluhan anggota dewan. Seharusnya, iktikad baik tersebut merupakan antisipasi pemerintah terhadap kebutuhan wakil rakyat untuk dapat bekerja dengan sebaik-baiknya demi mereka yang diwakili. Riswanda Himawan dengan cukup gamblang menyoroti hal tersebut dari sisi politiknya. Kita ingin mencoba mengkajinya dari sejumlah sisi yang berbeda. Pertama, dari penegasan Soewardi tidak kita peroleh pengertian yang jelas apakah uluran tangan itu berasal dari Pemda atau dari Soewardi pribadi. Walaupun demikian, dari ucapan, "Nanti akan dibantu Pemda", kita bisa memahami bahwa tombokan pembelian mobil Timor itu akan dikucurkan dari anggaran Pemda. Kalau benar demikian, tombokan itu bersifat resmi, atau dilakukan melalui keputusan resmi. Kedua, pengeluaran uang secara resmi dalam jumlah yang begitu besar tentu ada prosedurnya. Pengeluaran semacam ini tentu sudah harus diputuskan jauh sebelumnya sebagai Surat Pembaca Persyaratan: Sertakan Fotokopi KTP atau SIM Hindu dan Kasta Membaca buku "Kasta tuk menjalankan ajaran- dan Hindu, Kesalahpaha- ajaran murni dari agama man yang Berabad-abad" Hindu. karangan Bapak Wiana, serta beberapa artikel bela- kangan ini menyangkut hal tersebut, terakhir "Tentang Pasek" dari Bapak Sulasa Jaya (Bali Post, 10/8), saya pribadi sangat setuju bah- wa agama Hindu tidak me- ngenal adanya sistem kas- ta, namun yang ada hanya- lah Catur Warna yang dise- suaikan/bertitik tolak dari profesi/jabatan seseorang. Misalnya seseorang yang berpangkat jenderal, sudah tentu bagi generasi pene- rusnya tidak akan diperta hankan dengan memakai gelar jenderal. Indra Badung Perubahan Jalur di Jalan Sahadewa & US $ Untuk tidak terjebak dalam antrean panjang terse- but dimohon instansi ber- wenang untuk mengubah jalur yang sekarang menjadi sebaliknya yaitu dari selatan ke utara atau dari Jl. Melas- ti menuju Jl. Padma. Ketiga, tampaknya, dalam budaya kita dewasa ini, masih ada eigenarisme atau menganggap milik lembaga administrasi sebagai milik sendiri. Sikap semacam itu umumnya hanya bisa berjalan secara gayung bersambut. Di pihak pejabat, terdapat kewenangan yang begitu besar tanpa adanya kontrol dari masyarakat. Di pihak masyarakat, ada anggapan bahwa yang semacam itu wajar-wajar saja, karena itu mereka tidak perlu melakukan gugatan atau kontrol. Kalau toh ada pihak masyarakat tertentu yang melakukannya, gugatan itu akhirnya akan mentok ditolak pengadilan. Dari ucapan Gubernur tadi kita melihat betapa masalah pengeluaran uang sebesar itu oleh sebuah lembaga resmi pemerintahan bisa diputuskan dengan santai, seolah-olah sebuah keputusan pribadi. Merta Pemecutan Klod Keempat, pengeluaran uang oleh Pemda pada dasarnya adalah pengeluaran uang rakyat. Oleh karena itu, semestinyalah apabila semua pengeluaran dari lembaga administratif tersebut ditujukan untuk kepentingan rakyat dan dipertanggungjawabkan secara jujur kepada rakyat. Pengeluaran uang semacam itu untuk meringankan beban utang anggota dewan, sementara mereka telah menerima imbalan yang amat besar dibandingkan penghasilan rakyat umumnya, jelas tidak sesuai dengan akal sehat. Tiap anggota dewan diharapkan berlaku dan bertindak sebagai wakil dan dengan bersungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun dengan menerima kemudahan itu, mereka telah menempatkan diri sebagai warga bangsa istimewa. Langkah Gubernur Soewardi, yang mungkin muncul dari iktikad baiknya, justru mendorong wakil rakyat kehilangan kepekaan mereka akibat diterimanya fasilitas. Namun kita tetap yakin bahwa anggota dewan tersebut tidak akan gampang dibungkam oleh pemberian fasilitas. Walaupun demikian apa yang dinyatakan Riswanda Himawan tadi patut dijadikan peringatan. Sejak diadakan perubah- an jalur lalu lintas di Jl. Sa- Ketika para raksasa itu hadewa, Legian, Kuta, men- kian lahap mencaplok tanah jadi satu arah dari utara ke rakyat, merabas aturan, dan selatan atau dari Jl. Padma memandang sebelah mata ke Jl. Melasti, karyawan ho- nilai-nilai sosial budaya ma- tel di Jl. Padma Utara dan syarakat setempat, gonjang- Bagus Taruna kalau datang ganjing pun berkecamuk. Ada dari airport dan Kuta sering yang terlupa bahwa uang, mo- menemui antrean panjang dal, dan kecerdikan semata (kemacetan). Kadang-kadang tidak cukup untuk melicinkan Kita maklum bahwa tra- sepanjang Jl. Melasti, kare bisnis pariwisata. Biaya sosial disi kasta adalah produk na karyawan hotel harus yang harus dipikul pelaku bis- penjajahan. Tetapi dalam melewatitraffic light di ujung nis pariwisata cukup banyak; praktik keseharian, kita Jl. Melasti dan tikungan sem- dan hal ini justru kerap terabai- masih jumpai ada suatu pit Jl. Legian masuk Jl. Pad- kan. sikap yang terkesan "dis- ma sehingga harus mengam- kriminatif" pengistime- bil jalur kanan agar bisa ma- waan antara sesama warga suk Jl. Padma. Hindu antara yang (kata- kan saja) berkasta lebih tinggi dan lebih rendah. Hal ini sudah tentu akan menghambat peningkatan penghayatan dan perkem- bangan agama Hindu. Apa lagi kita akan memasuki derasnya arus globalisasi dan abad ke-21. Seharus- nya kita makin mantap un- SATU lagi pelajaran berharga diperoleh pe- laku bisnis pariwisata dan masyarakat Bali. Se- telah empat hari beroperasi, sebuah sarana ke- pariwisataan Planet Bali yang menjanjikan ber- bagai kenikmatan terancam tutup. Mengapa sampai terjadi? Pariwisata belakangan ini perkara operasionalnya me- memang telah menjadi ladang nyimpang itu urusan belaka- bisnis yang menggiurkan. Bah- ngan. Apalagi jika ternyata kan pariwisata telah mampu untuk memperoleh izin prinsip menjadi "rezim" bisnis yang itu tidak terlalu sulit. mampu membungkam lemba- ga sosial, politik, dan lembaga adat. Pariwisata pun cenderung melahirkangiantism, raksasa- raksasa bisnis pariwisata. Dukungan Sosial Ada beberapa hal menarik untuk diamati dari kasus Planet Bali. Pertama, berda- sar temuan dan inspeksi mendadak (sidak) Tim Yus- tisi Pemda Badung terdapat penyalahgunaan izin prinsip. Temuan ini pada dasarnya dapat menciptakan gamba- Sementara ada pula yang ran buruk seputar perizinan melihat tindakan Tim Yusti- bisnis pariwisata. Pelaku bis- si itu dengan sikap kritis dan nis akan berpikir yang pen- sinis. Apa yang dilakukan ter- ting memperoleh izin prinsip, hadap Planet Bali dianggap Anggota Redaksi Denpasar: Agustinus Dei, Dwi Yani, Legawa Partha, Nikson, Palgunadi, Pasma, Srianti, Sri Hartini, Bali Post ADANYA penyuluhan terhadap puluhan gadis belasan tahun kare- na diduga melakukan praktik pros- titusi di balik kedok sebagai pengan- tar tamu" makin memperkuat duga- an bahwa kepariwisataan di Pulau Bali tidaklah terbebas dari wisata seksual seperti apa yang kerap disampaikan oleh aparat terkait. Bukan tidak mungkin kalau apa yang terlihat merupakan puncak dari sebuah gunung es". Pada per- mukaan tampak hanya beberapa orang yang kebetulan terjaring, namun jika ditelusuri dari losmen ke hotel berbintang, dari kafe sam- pai diskotek, atau dari kawasan wisata satu sampai kawasan wisa- ta lain, barangkali orang yang ter- libat langsung maupun tidak lang- sung dalam bisnis seks komersial, berlipat dua, tiga atau mungkin puluhan kali. Sutarya, Kasubmahardi, Martinaya, Mas Ruscitadewi, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi. Bangli: Karya, Buleleng: Tirthayasa, Gia-nyar: Alt Sumertha, Jembrana: Edy Asri, Karangasem: Dira Arsana, Klungkung: Daniel Fajry, Tabanan: Alit Purnatha, Jakar- ta: Wisnu Wardana, Muslimin Hamzah, Bambang Hermawan, Darmawan, Sahrudi, Dadang Sugandi, Alosius Widiyatmaka, Suyadnya, Djamilah, Rudiyanti, Suharto Oli, NTB: Agus Tallino, Nur Handin, Riyanto Rabbah, Raka Akriyani, Siti Husnin, Izzul Kairi, Syamsudin Karim, Ruslan Effendi. Surabaya: Endy Poerwanto, Bambang Willarto. NTT: Harus Laba. Yogyakarta: Suharto. Wartawan Foto: Arya Putra, Djoko Moeljono. Kenyataan seperti ini merupakan suatu pembenaran terhadap ungka- pan, bahwa kendatipun kepariwi- sataan tidak mengeluarkan asap, polusi muncul dalam berbagai ben- tuk. Tidaklah benar kalau ada yang menyatakan, kepariwisataan meru- pakan industri bebas pencemaran. Dalam kasus ini, polusi mental atau pun polusi sosial paling mudah di identifikasi. Yang lebih memprihatinkan lagi, justru yang terlibat adalah insan- insan manusia yang berdasarkan perkembangan psikobiologinya masih tergolong anak-anak. Menu- rut para pakar, banyak alasan yang menjadikan pria hidung belang do- yan menggauli gadis ingusan. Kese- garan, keluguan, karena ketidak- tahuan atau pun kurangnya pe- ngalaman merupakan daya tarik sendiri bagi pria kelompok demiki- an. Ada pula anggapan, bahwa melakukan hubungan badan de- ngan anak perawan diperlukan un- tuk memperkuat tubuh atau mema tangkan ilmu kekebalan tertentu. Meskipun tanpa didukung hasil penelitian yang valid, anggapan se- Bali Post budaya Bali. Karenanya, peru- sahaan apa pun yang si di suatu daerah patut mem- perhitungkan common value yang ada di masyarakat. Tan- pa upaya semacam itu opini Oleh Chusmeru reaktif. Padahal semua me- publik yang favorable sangat juga memerlukan jaminan mahami bahwa kegiatan sulit diperoleh; betapa pun keamanan (secure). pariwisata perlu dibarengi mahalnya biaya untuk kegi- langkah-langkah proaktif atan kehumasan. oleh berbagai komponen agar dampak negatifnya dapat diantisipasi sedini mungkin. Ketiga, promosi dan pu- blikasi Planet Bali sudah cu- kup maksimal. Meski demi- kian upaya itu belum mam- pu menciptakan citra positif. Promosi dan publikasi ha nyalah alat bagi kegiatan ke- humasan yang dapat mem- bentuk citra perusahaan se- Terlebih, tersirat kesan bahwa tidak ada upaya un- tuk melakukan pemantauan terhadap izin yang telah dike- luarkan sebuah instansi. Tin- dakan Tim Yustisi dilakukan setelah publikasi besar-be- saran Planet Bali serta in- struksi Gubernur Bali dan Bupati Badung. Barangkali cara sesaat. Untuk mencipta- kasus Planet Bali bukan kan citra positif yang kokoh satu-satunya, sehingga kalau dan langgeng diperlukan pe- pariwisata akan diperoleh Lewat kajian ulang bisnis Pemda mau konsisten perlu rencanaan dan strategi kehu- paradigma baru yang mem- dilakukan pemantauan ter- masan menyeluruh. perhitungkan biaya sosial hadap seluruh izin prinsip bagi bisnis pariwisata yang bisnis pariwisata justru akibat wisata. Mencermati kasus- Planet Bali menjadi kasus dalam tiap usaha bisnis pari- telah dikeluarkannya. strategi promosi dan publikasi kasus di bidang kepariwi- an Tim Yustisi muncul sikap lik yang berkembang justru abel ekonomi bukan satu-sa- Kedua, terhadap tindak- yang disfungsional. Opini pub- sataan, tampak bahwa vari- pro dan kontra. Mereka yang menggambarkan tiadanya tunya penyebab. Variabel so- respek terhadap tindakan itu dukungan sosial terhadap Perspektif ekonomi yang sial budaya turut memberi memandang bahwa Pemda usaha hiburan dan kenikma- kapitalistik itu selanjutnya kontribusi terhadap berbagai Bali cukup tegas terhadap ke tan tersebut. Padahal duku- akan membentuk kerangka kasus. bijaksanaan yang telah ngan sosial merupakan sya- berpikir pelaku bisnis, bahwa dibuatnya. Selain itu, ada rat terpenting bagi keberha- pariwisata itu identik dengan GWK, dan sebagainya bukan Kasus Planet Bali, BNR, rasa tenteram dari masya- silan kegiatan kehumasan. pemanfaatan waktu luang dipicu faktor modal, uang, rakat terhadap bahaya han- Tanpa dukungan sosial, (leisure) dan keinginan bersu- profit atau efisiensi. Kasus- curnya budaya daerah oleh strategi dan teknik kehu- ka-riang (pleasure). Padahal kasus tersebut lebih dipe- bisnis pariwisata. masan hanya akan mengak- masyarakat sebagai salah ngaruhi oleh munculnya opi- ibatkan efek bumerang. satu komponen pariwisata ni publik yang mencemaskan Meraih dukungan sosial memang tidak gampang. Opini publik yang berkembang sepu- tar Planet Bali datang dari ka- langan yang sangat mengkha- watirkan kelestarian nilai dan give itu lebih bersifat ekono- Lantaran proses take and mis, maka variabel-variabel ekonomilah yang paling mendapat porsi untuk diper- benefit ratio pun cenderung kap- hatikan. Perhitungan cost and italistik yang senantiasa meli- ktif besarnya modal, profit, hat pariwisata dalam perspe- dan efisiensi. Kolom Wisata Seksual perti itu membuat sementara orang hibur ini tidak akan menyelesaikan tidak takut merogoh jutaan uang- persoalan. Justru karena pernah ter- nya hanya untuk mendapatkan ke- jaring, mereka menjadi makin pin- perawanan seorang gadis. Masih se- tar menghindari petugas hingga gar dalam ingatan kasus penjualan kian sulit dipantau keberadaannya. keperawanan seorang anak seharga Kalau kemudian pamer kemewah- dua juta rupiah di Bandung oleh ibu an dijadikan model keberhasilan kandungnya sendiri, yang kemudi- bagi penduduk lain di desanya, da- an berbuntut ke meja pengadilan. pat dipastikan gadis ingusan yang Konsumennya adalah seorang pria terlibat sebagai penjaja seksual beranak empat yang mau membayar makin banyak. Apalagi kalau ada mahal karena alasan demi mema- jaringan kerja, yang mengatur mu- tangkan ilmu yang tengah dipela- lai dari perekrutan dari kampung, jarinya. penampungan, pencarian pelanggan sampai negosiasi dengan petugas kalau terjadi penangkapan. Ketakutan akan tertular penya- kit akibat hubungan kelamin, ter- istimewa AIDS menyebabkan ba- nyak pria mata keranjang lebih memilih gadis hijau karena dinilai kecil kemungkinan menularkan penyakit. Jika hal itu sampai terjadi di pu- lau ini, citra kepariwisataan Bali tak ada bedanya dengan citra kepariwi- sataan Thailand atau pun Filipina. Kedua destinasi telanjur dikenal se- Di balik keuntungan dan kenik- bagai kawasan tempat memperda- matan bagi segelintir orang, keterli- gangkan gadis usia belasan tahun batan anak-anak sebagai wanita sebagai servis sekaligus daya tarik penghibur banyak menimbulkan bagi wisatawan. Kepariwisataan " persoalan. Misalnya perkembangan organ genitalia yang belum matang, ditambah pula oleh tingkat penge- tahuan seksual yang rendah menye- babkan anak bersangkutan besar kemungkinan tertimpa risiko kese- hatan. Tetapi dekadensi moral yang terjadi dapat menimbulkan efek gan da berupa terbentuknya berbagai problem sosial seperti meninggalkan ajaran agama, mendewa-dewakan kekayaan material, dan kawin cerai. Sekali seorang anak dapat me- rasakan betapa nikmatnya hidup berkecukupan tanpa bekerja terlalu Menghindarkan Bali agar tidak berat, mereka akan sukar sekali di- tercoreng oleh kepariwisataan seksu- suruh meninggalkan pekerjaannya. al, diperlukan berbagai langkah Lebih-lebih kalau penghasilan terse- yang lebih kongkret. Melakukan pe- but dapat diperoleh dari wisatawan, nindakan terhadap wanita peng- yang telah telanjur dikonotasikan hibur perlu, tetapi menindak para berduit banyak, maka tindakan pe- mucikari, cukong dan oknum- nangkapan, penyuluhan dan pemu- oknum yang berperan dari belakang langan bagi wanita-wanita peng- layar praktik-praktik prostitusi sa- Kajian Ulang Pariwisata sampai saat ini memang masih selalu dilihat sebagai proses take and give. Wisatawan datang membawa duit dan menginginkan pela- yanan. Pelaku bisnis memberi sarana akomodasi dan trans- portasi, masyarakat menampil- kan atraksi wisata. Sangat se- derhana memang proses semacam itu. RP seksual membuat citra turisme Bali kian berkabut, berubah menjadi ke- pariwisataan mozaik, cenderung tanpa wujud yang jelas, tanpa tu- juan yang nyata serta bukan musta- hil dapat menuju kebangkrutan. Mengingat kepariwisataan seksual merupakan bara yang dapat menyu- lut timbulnya transaksi obat terla- rang, penyelundupan, pencurian, perampokan dan berbagai tindakan kekerasan lain sehingga menyebab- kan turis tidak mau datang lagi ke Bali. Biaya Sosial Bisnis Pariwisata terlambat; bahkan diragukan iktikad baiknya. Aparat pe- merintah dipandang bersifat ambruknya nilai sosial bu- bagian arsip. daya Bali. Terabaikannya bi- aya sosial dalam perenca- naan bisnis pariwisata jus- tru akan meminta biaya ekonomi lebih banyak. Ada yang terlupa bahwa proses take and give dalam pariwisata juga dapat dilihat dari perspektif sosial budaya. Karenanya diperlukan kajian ulang terhadap segala bentuk bisnis pariwisata. Apalagi jika diamati, tidak ada satu pun nilai sosial budaya masyarakat yang kebal terhadap perubahan. Halaman 7 ngat penting. Mereka ini sebetulnya berperan sangat vital dalam mem- bina bidang usaha yang kerap diju- luki bisnis daging mentah". Pe- nindakan tidak cukup kalau hanya dilakukan pada kategori "kaki lima" namun juga hendaknya sampai pada diskotek dan hotel-hotel berbin- tang. Hanya melakukan tindakan terhadap kaki lima, selain menim- bulkan kecemburuan dan ketidak- adilan, juga merupakan pekerjaan mubazir yang tidak menyelesaikan persoalan. Langkah yang tidak kalah pen- ting untuk menghindari kepariwi- sataan seksual adalah memahami pokok persoalan sebagai faktor do- minan keterlibatan gadis-gadis kecil dalam praktik prostitusi. Dikabar- kan, gadis-gadis yang dicurigai men- jual tubuhnya sendiri sebagai pe- muas nafsu seksual wisatawan di balik kedok sebagai pengantar tamu berasal dari kecamatan ter- miskin di Bali. Berdasarkan berita itu, mudah ditebak, kemiskinan merupakan faktor terpenting yang mendorong orangtua rela melepas- kan anak-anaknya mencari peker- jaan, walaupun para orangtua mungkin menyadari kalau anak- anaknya masih tergolong usia sekolah. variew nabi Dengan demikian, pengentasan penduduk miskin seharusnya mem- peroleh prioritas penanganan, ten- tu saja pekerjaan itu tidak sepenuh- nya tugas pemerintah melainkan menjadi semacam pekerjaan bersa- ma, terutama bagi mereka yang merasa mencicipi kue kepariwi- sataan secara berlebih. Bagaimana pun penduduk pada kecamatan ter- miskin tersebut adalah pembina adat-istiadat dan keagamaan se- bagai aset utama kepariwisataan Bali. Pemerataan pendapatan merupakan satu terapi esensial un- tuk menghindari kebangkrutan ke- pariwisataan budaya. Kaler Surata Ada yang terlupa bahwa proses take and give dalam pariwisata juga dapat dilihat dari perspektif sosial budaya. Karenanya diperlukan kajian ulang terhadap segala bentuk bisnis pariwisata. Apalagi jika diamati, tidak ada satu pun nilai sosial budaya masyarakat yang kebal terhadap perubah- Pariwisata adalah suatu realitas sosial, ekonomi, poli- tik, budaya, dan moral yang terjalin dalam satu sistem. Oleh karenanya sekolah pari- Harus diakui bahwa kom- wisata bukan hanya di lem- ponen-komponen yang terli- baga-lembaga pendidikan bat dalam bisnis pariwisata pariwisata. Belajar pariwisa- masih harus belajar banyak, ta yang paling baik justru le- termasuk calon-calon SDM wat respons sosial masyara- pariwisata yang masih bera- kat terhadap bisnis pariwisa- da dalam proses pendidikan ta tersebut. dan pelatihan. Literatur pari- wisata bukan semata buku- Penulis, staf pengajar Pro- an. Pelaku bisnis pariwisata buku tebal di perpustakaan gram Studi Pariwisata Uni- harus dapat memberi jami atau tumpukan peraturan di versitas Udayana. nan keselamatan kepada sistem nilai sosial budaya suatu masyarakat. Catatan Gubernur Bali Ida Bagus Oka merasa aneh, ada pejabat mengizinkan berdirinya pusat hiburan Pla- net Bali. Kiranya tidak aneh semua bisa diatur. Pakar ekonomi senior Sumitro Djojohadikusumo mengatakan, kita sedang melalui periode berge- jolak, tetapi kita mampu menghindari kejatuhan. - Seperti ujian dan cobaan meniti buih kehidupan, Pak. S Menaker Abdul Latief merasa gembira melihat para pekerja berdemonstrasi menyalurkan aspirasinya datang ke DPR. - Asal tidak diartikan menggembirakan kerjanya berdemonstrasi. Bang Podjok 4cm Color Rendition Chart
