Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-20
Halaman: 13
Konten
Bali Post S BALI Rabu Paing, 20 Agustus 1997 nsi Tanaman, dari Konsep ke Realitas makna lain di balik itu, se- myadarkan manusia akan ek- an/lingkungan yang ikut ser eksistensi manusia itu sendi- enting ia ada dan mengada musia, dalam arti berdaya dan sekaligus bisa diberdayakan sasi kehidupan manusia. Up Uduh, karenanya, tidak ber ivitas sembahyang yang terk abstrak untuk dipahami apa, ntuk apanya. Tetapi menjadi mal sebagai cara berterima tika "pergaulan" sesama ma Sejalan dengan peningkatan kualitas hidup yang kini berorientasi ke iptek, sudah seharusnya upacara Tumpek Uduh dikaitkan dengan pemberdayaan tanaman produktif bertujuan bisnis. Karenanya, perlu dipertim- bangkan masifikasi tanaman yang berorien- tasi pada optimalisasi mutu hasil. Eksisten- si tanaman tidak lagi dikaitkan dengan pem- berdayaan kecil-kecilan dan sporadis untuk memenuhi rutinitas hidup dan yadnya sep- erti di masa lalu. Melainkan harus diberday- akan sesuai dengan iklim industri dan bis- nis. Pemberdayaan tanaman sec masif dalam iklim industri akan mendukung ke- an masih agraris dan tanah- hidupan orang Bali yang kini digerakkan um begitu menjadi komoditi pola-pola industri pariwisata. Katakanlah al-belikan, upacara Tumpek misalnya, tanaman diberdayakan sebagai k salah satu upacara yang ter, wisata agro. Ini di samping merupakan pen- rangkat dari realitas, kehidu- gayaan sumber penghasilan, barangkali juga tumpu secara ekonomis pada bisa menjadi alternatif bagi pasar pariwisa luktif kala itu. Meski belum yang terkadang kelewat memancing orang sebagai produktivitas dalam. Bali mengorek-ngorek "peti-peti sakral" dari semacam agrobisnis yang ada kebudayaan dan agamanya. tidak, di era agraris sesungguh- buh pola pikir agrobisnis. Kare- an kala itu lazimnya dimanfaat- pentingan-kepentingan bersifat ara lain untuk kelangsungan ari, perdagangan, di samping ndukung aktivitas yadnya: an sebelumnya an seluruhnya 00 untuk Wayan Gimbar, ah Pelir Membesar unung Karang No. 9A Denpasar Denpasar Rp 5.000 tin, Jl. Wonosaren Rp4.829.650 Pura Eka Cita di Kapitan Ampenan, Pura Manik GeniArya Pengalasan di Tulikup, Rp 5.011.650 Pura Tirta Gangga Karang Baru di Narunda Lombok, Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Sebudi di Karangasem, Pura Andekasa di Karangasem, Pura Raksa Wira Bengkalis di Riau, Pura Desa Puseh di Denpasar, Pura Ranget di Lobar, Pura Dhali Agrahita di Malang, Pura Kerthi Bhuwana di Lampung, Pura Aditya Rawa- mangun di Jakarta, Pura Gelap di Besakih, Pura Jati Pramana di Cirebon, Pura Rp Indra Lokha di Jambi, Pura Dalem Wana Pralina di Narmada Lombok, Pura Sedale- man Karanganyar di Jateng, Pura Jagat Natha di Jembrana, Pura Sono Panca Giri di Surabaya, Pura Gunung Pengsong di Lobar, Pura Giri Kusuma di Bogor, Pura Pucak Sangkur di Tabanan, Pura Agung Segara Suci di Jawa Tengah, Pura Pagesengan di Mataram, Pura Melanting di Buleleng, PuraAnanta Tirta Dharma di Sragen-Jateng, Pura Maospahit di Canggu, Pura Adya Dharma di Salatiga, Pura Pucak Giri Raung di Banyuwangi, Pura Agung Kertha Bhuwana di Kediri Jatim, Pura Agung Utara Segara di Kodya Bitung, Pura Jagat Natha di Sumatra Barat Padang, Pura Dharma Djati di Jatim, Pura Lingkuk Bune di Mataram, Buku SD se- Bali, Pura Segara Tawangalun di Banywangi, Pura Dalem Tengkulung di Nusa Dua, Pura Giri Shanti Bunana di Nganjuk Jatim, Pura Tanah Lot di Tabanan, Pura Hulun Danu Songan di Bangli, Pura Penataran Ped di Nusa Penida, Pura Payogan kad Pancoran Gg. 4b No. 15 Rp 5.000 Agung Mulawarman di Kutai, Pura Wisnu Murti di Desa Menden Klaten, Pura Bukit Amerta di Banyuwangi, Pura Hargo Lokha di Jateng, Pura Satya Bhakti Yoga di Kab. Pekalongan, Pura Luhur Siwa Pakusari di Kedampal Penebel Tabanan, Pura Agung Setya Darma di Dompu, Pura Pucak Tinggah Dusun Angsri, Kec. Baturiti, Tabanan, Pura Jagat Natha di Riau, Pura Lempuyang di Jatim, Pura Argha Bhadra Dharma di Surakarta, Pura Pengubengan di Besakih, Pura Dalem Kusha Arga di Mataram, Pura Jagat Hita Karana di Samarinda, Pura Sekartaji di Kediri Jatim, Pura Pucak Mangu, Pura Melanting Pesanakan Pura Agung Pulaki di Buleleng, Pura Agung Weri di Larantuka. eng Rp 20.000 wat hari ini Rp 75.000 an sebelumnya Rp 1.139.500 an seluruhnya Rp 1.214.500 5.500 untuk IGP Cakra, nderita Kaki Gajah Denpasar Rp 5.000 jaya, Sanur Rp 5.000 anyar Rp 25.000 at hari ini Rp 40.000 an sebelumnya Rp 1.766.500 an seluruhnya Rp 1.806.500 ANA PUNIA di Sumba Barat, Pura di Irian Jaya, Pura eru Agung di Jatim, Pura Dalem Siwa Rp m, Pura Peti Tenget di Kerobokan, Pura up Gianyar, Pura Ujung Desa di Mat Ny. Sri Dewi & Son ng Agung di Jakarta Selatan, Pura In naik VESPA mencoba !!! Rp. karta, Pura Blambangan di Banyuwan di Mataram, Pura Dang Kahyangan. Jumlah yang dimuat hari ini Baluk, Negara, Pura Bukit Indrakila di Jumlah penerimaan sebelumnya intamani, Kab. Bangli, Pura Bukit Dhar. Jumlah penerimaan seluruhnya Gianyar, Pura Dharma Sari di Mataram, GIO 0. in a saja njadi milik Anda 12 GI BURUAN DEH!!! .Surapita Unitrans *** Dengan pemahaman mendalam mengenai konsep penghargaan dan penghormatan lingkungan sebagaimana disimbolkan upac- ara Tumpek Uduh, serta penyadaran inten- sif akan eksistensi tanaman dalam kehidu- 2247 C 80077 595.500 untuk Pura Dalem Siwa Prasti di Mataram Seriat Mhs. Fak. Teknik Unud Gede Diartha, Jl. Noja G. Srirama 1/1 Dps. Rp 8.387.800 untuk Pura Desa/Puseh Ny. Sri Asmi Mudana, Jl. Tukad Yeh Aya 32 Denpasar. Made Agus Ariana, Jl. Catur Warga No. 33 Mataram Ny Sri Devi & Son Senat Mhs. Fak. Teknik Unud Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya Dana Punia pan manusia, orang Bali sesungguhnya bisa menjadi pelaku industri pertanian. Tak mesti ramai-ramai mengubah pola hidup industri kerajinan dan perhotelan, misalnya, yang relatif "asing" itu. Melalui inovasi-inovasi pertanian yang dibawakan perkembangan iptek, para petani Bali bisa mengubah "pe- nampilan" pertanian era agraris menjadi Pura Waikabubak di Sumba Barat, wajah pertanian era industri, sehingga men- Pura di Irian Jaya, Pura Mandara- jadi petani industri pertanian tak mesti giri Semeru Agung di Jatim, Pura kalah bersanding dan bersaing dengan pel- Dalem Siwa Prasta di Mataram, aku industri lainnya. Pura Peti Tenget di Kerobokan, Pura Persoalannya kemudian, ketika tanah- Tengkulak di Tulikup Gianyar, Pura tanah Bali kian hilang dan bukan lagi men- Ujung Desa di Mataram, Pura Len- jadi milik petani Bali, bagaimana harus teng Agung di Jakarta Selatan, Pura memberdayakan tanaman? Bahkan, bagaim- Indraprasta di Surakarta, Pura ana harus menjadikan momentum upacara Blambangan di Banyuwangi, Pura Tumpek Uduh sebagai wahana penyadaran Pancaka di Mataram, Pura Dang akan eksistensi tanaman, jika di lingkungan Kahyangan Majapahit di Ds. Baluk, sekitar tanaman bukan lagi milik kita. Be- Negara, Pura Bukit Indrakila di Ds. nar memang, tiap bentuk upacara pada es- Dausa, Kec. Kintamani, Kab. Ban- ensinya ditujukan sebagai pemujaan kegi, Pura Bukit Dharma Durga Kutri hadapan Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi Mataram, Pura Eka Cita di Kapitan di Gianyar, Pura Dharma Sari di nenek moyang orang Bali sesungguhnya Ampenan, Pura Manik Geni Arya sudah sedemikian arif, senantiasa men- Pengalasan di Tulikup, Pura Tirta gaitkan upacara dengan realitas hidup. Seh- Gangga Karang Baru di Narunda ingga mempermudah dalam penghayatan Lombok, Pura Kahyangan Jagat nilai dan kandungan maknanya. Jika reali- Pasar Agung Sebudi di Karangas- tas hidup tak lagi terkaitkan dengan konsep em, Pura Andekasa di Karangasem, upacara, jangan-jangan upacara kemudian Pura Raksa Wira Bengkalis di Riau, simbol kosong belaka. Álit S. Rini Rp Rp Rp Rp Rp 222222 Rp Rp Rp Rp Denpasar Rp Rp Rp Rp Rp 2.000 3.000 10.000 50.000 2.000 3.000 70.000 Rp 8.317.800 Rp Rp 8.387.800 15.000 580.500 595.500 Rp 58.000 untuk Pura Tirta Gangga, Narmada Lombok Ny. Made Sudiri Kerta, Jl. Sakura IV/3 Dps. Senat Mhs. Fak. Teknik Unud Rp Rp Rp Rp Rp Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 420.000 untuk Pura Agung Utara Segara, di Bitung STT Sadharana Dharma, Br. Pelasa Kuta da Bagus Ngurah Oka, Gatot Subroto IV Blok I No. 1 Dps. Rp Ibu Trijata, Singaraja Rp 25.000 3.000 28.000 30.000 58.000 100 R. Putra, Puri Jehem Bangli Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 2.639.500 untuk Pura Waikabubak di Sumba Barat 10.000 25.000 35.000 385.000 420.000 Senat Mhs. Fak. Teknik Unud Ny. Sri Devi & Son 25.000 10.000 Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya PERUBAHAN Menurut Drs. I Ketut Wi- manan. Menurut pengamat aga- ma dan sejarawan Dr. Pu- tra Agung, makna dan filosofi upacara Tumpek Bubuh merupakan bentuk kepercayaan yang di dalam- nya terkandung konsep har- Bagaimana memberday- monisasi, keseimbangan akan lahan yang sempit? antara manusia dan alam, Menurut Putra Agung, pro- manusia dan Sang Pencip- gram pemerintah daerah ta, manusia dan manusia. dan pemerintah pusat per- Kepercayaan ini disimbol- lu direncanakan secara kan dengan pemujaan Dewi jelas dan terarah, serta ber- Sri. Artinya, kesuburan dan daya guna bagi kemakmuran bukannya di masyarakatnya. Apa yang ukur dari nilai materi dikenal dengan program (kekayaan berlimpah- terpadu, harus dilaksana- limpah), tetapi menyangkut kan secara konsekuen oleh etika dan moral umat masyarakatnya. Jika tidak manusia. Bagaimana dilakukan dengan konsis- manusia mensyukuri dan ten maka terjadi ketidakse- menghargai alam yang te- imbangan dan ketidakhar- lah memberi mereka hidup. monisan. Oleh karena itu, lanjutnya, untuk menghar- moniskan manusia dengan alam/tanaman dan Tuhan- nya, perlu perencanaan pro- gram terpadu yang ma- tang.' dari Agung mengatakan, makna harmonisan, yang pada gi- masyarakat agraris ke filosofis di balik upacara lirannya akan menimbul- ana, yadnya pada hakikat- masyarakat industri bisa Tumpek Uduh harus tetap kan keamanan dan kenya- nya merupakan proses membawa perubahan pola dipakai sebagai acuan penyucian diri dan alam. pikir masyarakatnya. Mun- dalam kehidupan sekarang. Dengan yadnya, manusia culnya istilah tumpek Di dalam meningkatkan Penyucian Diri dan Alam dan alam diharapkan dap- dalam hal ini Tumpek produksi tanaman misaln- Sebagai salah satu hari at seimbang, sehingga alam Bubuh-juga tak terlepas ya, masyarakat tidak harus profesi, Tumpek Uduh atau dapat berputar sesuai me- dari budaya dan memiliki lahan yang luas Tumpek Bubuh atau Tum- kanisme. Melalui yadnya, masyarakat Bali agraris tetapi bagaimana mereka pek Wariga, menurut Drs. manusia juga diajarkan un- sejak ratusan abad silam. menguasai teknologi. Jika I Gde Sura, menunjukkan tuk tulus ikhlas dalam per- tidak belajar teknologi, umat Hindu sudah tertata buatannya. Bahkan masyarakatnya sendiri dengan baik, yang sudah Bhagawad Gita mendefi- yang akan tergilas teknolo- mengenal profesi seperti nisikan yadnya sebagai per- gi itu. Masyarakat akan layaknya masyarakat mod- buatan yang berdasarkan menjadi penonton," katan- ern. Ajaran Hindu sendiri darma dan dilakukan den- ya. sangat menghargai profesi, gan tulus ikhlas. "Jadi, tiap sehingga dalam ajaran Hin- aktivitas kehidupan asal di- du ada diamanatkan agar lakukan dengan semangat selalu berkarya demi terca- darma dan tulus ikhlas painya tujuan masyarakat (tidak berpamrih) disebut Hindu, yaitu Mokshartam yadnya. Sedangkan kalau Jagadhita (kebahagian du- berpamrih namanya berda- nia dan akhirat). gang," katanya sembari menyebut petani yang tekun bekerja di sawah da- pat juga disebut ber-yadn- va. Dalam mencapai tujuan hidup ini, menurut Sura, umat Hindu sudah ten' harus menekuni profe dengan etos kerja yan gi. Bhagawad Gita banya mengamanatkan hal ini. Bahkan kitab suci yang sering disebut Pancama Weda (Weda Kelima) ini mengamanatkan umat Hin- du bekerja sebagai pelayan- an Tuhan tanpa memikir- kan hasilnya. Dari pemiki- ran ini lahirlah etos kerja masyarakat Hindu yang berpola kewidhian. Alam atau tanaman, oleh masyarakat agraris selalu dilindungi, karena menurut kepercayaan, tanaman bisa mendatangkan kemakmu- ran (materi) bagi manusia. Sebagai ucapan syukur ke- pada Sang Pencipta (Tuhan) lahirlah yadnya berupa up- acara Tumpek Uduh. Program terpadu, menu- rut sejarawan ini, men- yangkut aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, Mengantisipasi makin Hankamnas. Keterpaduan menipisnya lahan, Putra itu akan menimbulkan ke Luh Gede Sudeni, Jl. Gunung Merbabu 1/5 Nymn. Mudana, Jl. T. Yeh Aya 32 Dps Ny. Sri Devi & Son Senat Mhs. Fak. Teknik Unud Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya Kepercayaan, Dewi Sri dan Etos Kerja Sivam Narayanam Denpasar Ny. Sri Devi & Son Rp 781.000 untuk Pura Lingkuk Bune di Lobar Senat Mhs. Fak Teknik Unud Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya MASIH PERLU DANA Rp Rp 3.000 2.000 Rp 40.000 Rp 3.155.500 Rp 3.195.500 Rp 533.500 untuk Pura Giri Kusuma di Bogor I Gst. Gde Getas/Sekeluarga, Penatih Dps Gus Putra, Denpasar Senat Mhs. Fak. Teknik Unud Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 2.000 Rp 15.000 Rp 2.000 Rp 3.000 Rp 22.000 Rp 759.000 Rp 781.000 15.000 ARTI SEBUAH KETELITIAN 222222 Rp 5.000 2.000 Rp Rp 3.000 Rp 10.000 Rp 823.500 Rp 833.500 Rp 10.500 untuk Pura Puncak Manggu, di Tabanan Rp 5.000 2.500 Rp Rp 3.000 10.500 10.500 Rp Rp Teliti sebelum membeli, itulah kiat yang dipakai orang dalam membeli barang atau jasa. Demikian halnya, apabila anda ingin memilih suatu lembaga pendidikan. Telitilah lembaga kami sebelum anda memutuskan untuk bergabung bersama kami. Produk/program yan kami tawarkan adalah: D1 Yunior Sistem Analis D1 Komputer Akuntansi Privat MS-Office 97 Privat Webpage Design Kursus MS-Office reguler Database Multiuser Kuliah Gelombang Il dimulai: 7 September 1997 Kelebihan dari program Di kami adalah pada sistem pendidikan catur wulan dimana setiap hari anda akan belajar selama 4-5 jam ditambah praktek bebas, 5 hari dalam seminggu, dan paling sedikit 12 bulan dalam satu tahun. Sistem ini ditunjang oleh kiat kami yaitu Total Quality Service, pelayanan/konsultasi 14 jam sehari. PPKIA Pusat Pendidikan Komputer Indonesia Amerika Jl. Teuku Umar 275 Tlp. 243805-243806 E-Mail: ppkia@denpasar.wasantara.net.id Homepage: http://www.balinetwork.com We are the best one in Bali C. 81764 Pura Ranget di Lobar, Pura Dhali Pura Desa Puseh di Denpasar, Agrahita di Malang, Pura Kerthi Bhuwana di Lampung, PuraAditya Rawamangun di Jakarta, Pura Ge- lap di Besakih, Pura Jati Pramana di Cirebon, Pura Indra Lokha di Jambi, Pura Dalem Wana Pralina di Narmada Lombok, Pura Sedaleman Karanganyar di Jateng, Pura Jagat Natha di Jembrana, Pura Sono Pan- ca Giri di Surabaya, Pura Gunung Pengsong di Lobar, Pura Giri Kusu- ma di Bogor, Pura Pucak Sangkur di Tabanan, Pura Agung Segara Suci di Jawa Tengah, Pura Page- ing di Buleleng, Pura Ananta Tirta sengan di Mataram, Pura Melant- Dharma di Sragen-Jateng, Pura Maospahit di Canggu, Pura Adya Dharma di Salatiga, Pura Pucak Giri Raung di Banyuwangi, Pura Agung Kertha Bhuwana di Kediri Jatim, Pura Agung Utara Segara di Kodya Bitung, Pura Jagat Natha di Punia Buku untuk SD Se-Bali Kegairahan mendalam ajaran agama Hindu akhir-akhir ini terlihat bukan saja di perkotaan. Di pelosok desa pun umat, terutama kalangan muda, memperlihatkan kecenderungan demikian. Sayangnya, kegairahan belum diimbangi penyediaan buku-buku agama Hindu meski data empiris menunjukkan penerbitan buku Hindu pun mengalami peningkatan dari sebelumnya. Kondisi ini diperburuk oleh kenyataan masih relatif mahalnya harga buku. Di samping itu, terlihat budaya baca masyarakat masih belum menggembirakan. Untuk menggairahkan budaya baca buku agama Hindu ini kami mengetuk hati Anda untuk mulai menyisihkan punia yang selama ini telah dilakukan, baik itu untuk pembangunan pura,, upakara, maupun lainnya dengan memberikan punia bagi pengadaan buku Hindu Bali Post bersama Yayasan Dharma Naradha merencanakan memberi bantuan buku-buku terbitannya, yang tahap pertama kepada perpustakaan-perpustakaan Sekolah Dasar (SD) di seluruh Bali. Untuk mendistribusikan masing-masing 25 judul buku tersebut kepada 2.663 SD negeri dan 32 SD swasta, seluruhnya diperlukan 67.375 eksemplar buku. Diperkirakan dana yang diper- lukan Rp 350.000.000. Kepada Anda yang ingin medana punia untuk pengadaan buku ini, bisa melalui Rekening Bali Post di BRI Denpasar no: 31-45.1065.4, melalui wesel pos atau datang langsung ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A, perwakilan Bali Post di Jakarta, Surabaya, Mataram, Biro Bali Post se-kabupaten di Bali, atau lewat Radio Suara Widya Besakih Jl. Diponegoro 99 Karangasem. Dana punia Anda kecil apa pun akan sangat berarti bagi pembangunan manu- sia Hindu di masa depan. (Redaksi) GEBYAR HUT PROKLAMASTR KE-52 TOTAL SERBA RINGAN Ke Ubung Dalam Purana dikisah- kan, ketekunan Rsi Narada dalam yoga ternyata bisa dikalahkan oleh ketekunan seorang petani yang beker- ja di sawah. Karena itu, kata Wiana, etos kerja manusia Hindu terdapat dalam konsep yadnya. "Karena ada yadnya-lah, maka manusia Hindu harus bekerja," katanya. Ia sependapat dengan angga- Konsep ini, lanjutnya, pan bahwa Tumpek Uduh yang menyebabkan umat ini terkait sekali dengan Hindu selalu mengadakan etos kerja masyarakat pet- upacara puji syukur ter- ani di Bali. hadap Tuhan. (sut/tar) Sumatra Barat Padang, Pura Dhar- Agung Weri di Larantuka. ma Djati di Jatim, Pura Lingkuk Bune di Mataram, Buku SD se-Bali, Simpati Pura Segara Tawangalun di Bany- Kadek Wiliawan penderita kanker Nusa Dua, Pura Giri Shanti Bunana penderita usus buntu; Dayu Sudar- wangi, Pura Dalem Tengkulung di tulang; Dewa Ayu Ketut Erawati di Nganjuk Jatim, Pura Tanah Lot di ti penderita perut membesar, Way- Tabanan, Pura Hulun Danu Songan an Mertani dan Komang Mardika di Bangli, Pura Penataran Ped di penderita tumor mata; Ni Ketut Nusa Penida, Pura Payogan Agung Raka penderita tangan puntung, Mulawarman di Kutai, Pura Wisnu IGP Cakra penderita kaki gajah, Murti di Desa Menden Klaten, Pura Lusy Parwati, Ariyanti, Bp Mangku Bukit Amerta di Banyuwangi, Pura Sura, Maulana, Wayan Mubagia Hargo Lokha di Jateng, Pura Satya dan Kade Pande Yasa penderita ke- Bhakti Yoga di Kab. Pekalongan, pala membesar; Wayan Gimber Pura Luhur Siwa Pakusari di penderita buah pelir membesar, lin Kedampal Penebel Tabanan, Pura Khodiyah dan Komang Eli Saputra Agung Setya Darma di Dompu, penderita kulit bersisik; Nyoman Pura Pucak Tinggah Dusun Angsri, Rapa penderita perut mengeras; Kec. Baturiti, Tabanan, Pura Jagat Gde Wardana penderita tumor, Jatim, Pura Argha Bhadra Dharma tingkat Desa Karya Makmur, Way- Natha di Riau, Pura Lempuyang di Sumbangan Perseden; PHDI di Surakarta, Pura Pengubengan di an Mubagia penderita kepala mem- Besakih, Pura Dalem Kusha Arga besar, Musibah Gunung Semeru, di Mataram, Pura Jagat Hita Kara- Nengah Suntri kepala membesar na di Samarinda, Pura Sekartaji di masih membutuhkan uluran tangan Kediri Jatim, Pura Pucak Mangu, para pembaca. Sumbangan Anda Pura Melanting Pesanakan, Pura dapat dikirim ke giro post no. DPR Agung Pulaki di Buleleng, Pura 02.343. KAMI BERIKAN Uang Muka Hanya : Rp. 50.000,- Pulang Pasti! bawa Suzuki... Shogun FD 110 4 LANGKAH Bedahulu Lokasi BUKTIKAN Hadiah Langsung : TAPE COMPO/ KOMPOR GAS JL. OT. SUBROTO 44 ditambah Extra BONUS... 10 Kig. Oli Gasali, 1 Th, Service Gratis, Jam Dinding, T.Shirt dan hadiah lainnya... Kredit 5 Tahun .... SUZUKI GATSU BENSIN CASANOVA POM RADIO L. Nangka Nangka KE TOMPHATI POS POLISI Kontak langsung ke : PT. PRIMAUTAMA JAYABALI SUZUKI GATSU Jl. Gatot Subroto 25 (333). Telp. 424542, 424544 Fax. 434961 Denpasar INOVASI TIADA HENTISUZUKI- C90320 **** LOKASI L Patas BONDRES "Jalikan" JALIKAN" (bahasa Bali), artinya tungku. Maksudn- ya, tungku api tempat menanak. Walaupun jalikan sama dengan tungku, tetapi tidak tiap tungku memenuhi syar- at disebut jalikan. Syarat yang dimaksudkan misalnya, padewasan (hari atau waktu yang tepat) untuk meran- cang jalikan. Ini berkaitan dengan kepercayaan. Sebagi- an masyarakat yakin bahwajalikan yang dibuat pada hari dan waktu yang tepat sesuai padewasan, akan memper- lancar proses memasak. Sebaliknya jika jalikan diran- cang secara sembarangan, diyakini berpengaruh buruk terhadap proses memasak. Katakan misalnya, nasi yang dimasak tak cepat matang, dll. Jl. Raya Kesambl Syarat lain, menyangkut material yang digunakan. Ma- terial yang paling ideal untuk jalikan adalah perpaduan antara batu bata dan citakan (bahan mentah batu bata). Bahan perekatnya juga bukan semen, melainkan luluh tanah (adonan tanah yang halus). Yang lainnya men- yangkut bentuk. Bentuk jalikan, benar-benar khas. Di bagian depan, tempat kayu api dimasukkan disebut cangkem jalikan atau cangkem paon atau di beberapa tem- pat ada yang menyebutnya bungut paon. Cangkem artin- ya mulut. Paon, sama dengan dapur. Lalu, apakah cangkem paon bisa disamasebangunkan dengan mulut dapur? Secara harfiah, bisa saja, tetapi sebenarnya yang dimaksud lain. Sebaiknya tidak dijelaskan, karena san- gat sulit untuk mendefinisikan. Jl. G. Tangkuban Perahu Dalam satu jalikan, ada beberapa tempat yang disiap- kan untuk menaruh periuk, penggorengan dan sebang- sanya. Yang utama, disebut arep/di arep. Tempat utama atau arep ini diapit rirun/ di rirun. Tidak dikenal adanya rirun kanan dan rirun kiri. Yang ada adalah rirun kaja dan rirun kelod ataurirun kangin dan rirun kauh, tergan- tung dari letak jalikan yang dimaksud. Rirun dibuat untuk mendukung kegiatan di arep. Artin- ya, begini, kegiatan memasak yang utama atau yang harus didahulukan, akan ditempatkan di arep. Maksudnya, agar lebih cepat matang, karena api arep, selalu lebih besar daripada api yang di rirun. Memasak nasi, biasanya di arep. Sementara untuk memanaskan air, menggoreng sambal, membuat sayur, dll., tempatnya di rirun. Den- gan penjelasan singkat di atas, mungkinkah dibuat defi- nisi tentang jalikan? Sulit dan sangat sulit. P-E-R-U-M-A-H-A-N PERMATA ARSANDI Br. Tegal Buah Kesulitan serupa juga akan dirasakan generasi tua, untuk menjelaskan perangkat lain yang biasanya di- gunakan mendukung aktivitas jalikan. Coba bayangkan, bagaimana harus menjelaskan semprong, kepada generasi yang lahir sekitar tahun delapan puluhan. Kemudian ada yang namanya, dangdang, keren, kekeb, kuskusan, pen- yanyan, siut, pengedangan dan jambangan. Di samping itu, ada pula lumpian, tempeh, ngiu, gemblang. Ada lagi, gebeh, cedok, lenggatan. Untuk kayu api sebenarnya bisa dikembangkan menjadi saang kandikan, danyuh, kelop- ing, ketampalan, dll. Sejalan dengan kemajuan tingkat pendidikan, teknologi dan kemajuan zaman, ditambah lagi dengan nafsu manusia yang begitu menyala-nyala untuk jalikan beserta keluarganya", bukan saja makin terde- senantiasa mengikuti mode dan gengsi, menyebabkan sak, bahkan lenyap sama sekali. Tergusur perangkat dapur yang lebih modern, seperti kompor gas beserta ke- lengkapannya yang dianggap lebih memungkinkan buat mengangkat gengsi pemiliknya, selain memang lebih praktis. TINGGAL BEBERAPA UNIT .... BR. TEGAL BUAH Tulisan ini dibuat tidak dengan maksud mengkam- panyekan penggunaan alat-alat tradisional semacam ja- likan untuk memasak, kepada ibu-ibu rumah tangga. Sama sekali tidak. Sebab, kampanye semacam ini akan sia-sia. Biarpun sampai tanggal semua gigi berteriak ten- tang penggunaan jalikan, yakinlah seyakin-yakinnya, tidak akan membuahkan hasil. Apa yang sebenarnya in- gin saya katakan adalah tawaran untuk melestarikan jalikan beserta keluarganya". Alat-alat tradisional itu, telanjur pernah berjasa bagi kehidupan dan penghidupan manusia. Oleh karena itu, dia tak boleh lenyap secara paripurna. Barangnya hilang dan sebutannya juga makin jauah dari rangkaian kosa kata yang ada. Bagaimana caranya? Jika kita sepakat untuk melestarikan barang antik se- jenis jalikan, setidaknya ada dua jalan yang dapat ditem- puh. Pertama, dengan jalan mendirikan semacam muse- um alat-alat tradisional. Gelanggang, penatapan, bandut, boki beserta "saudara kandungnya" keren, dll, ditempat- kan di museum ini. Dengan cara ini, suatu ketika, manaka- la alat-alat tradisional tersebut telah benar-benar lenyap dari muka bumi ini, tak akan terlalu sulit bagi generasi selanjutnya untuk mengenalinya kembali. Datang saja ke museum, maka segala persoalan yang menyangkut jalikan, pasti selesai. Cara kedua, dengan jalan menuangkannya dalam ka- mus visual. Dalam kamus ini, alat-alat tersebut digam- bar seutuhnya, disertai penjelasan masing-masing bagi- an secara terperinci. Cara yang mana pun dipilih, akan membutuhkan dana yang memadai. Bagaimana menda- patkan dana? Tak tahu. Kalau saja ada yang tertarik akan tawaran ini, kemu- dian siap menjadi penyandang dana, saya pun akan ber- siap-siap melamar menjadi field worker. Kalau tak mu- ngkin menjadi field worker, karena something wrong, menjadi bendahara atau pimpro juga boleh. Wayan P. Windia Pondok Polres Asri Badung SPBU Bumbues MILIKI RUMAH IDAMAN DENGAN LOKASI STRATEGIS DI DENPASAR TERSEDIA T 36/100 T 36/120 ● T 45/150 Halaman 21 SPBU JALAN NANGKA JI. Nangka BRI RUKO 1 UNIT JL. Sull Jl. Kenyerl JI. Nangka COCA COLA JI. Seroja NO.006/SK-JIN/DPD-REV/VII/97 NPA REI: 13.00156 LOKASI HUBUNGI KANTOR PEMASARAN PT. ARSANDI BANGUN PERSADA JL. BELIMBING 60 TELP. 244262 DENPASAR RUMAH SUDAH DIBANGUN C 80892 4cm Color Rendition Chart
