Tipe: Koran
Tanggal: 1991-06-10
Halaman: 02
Konten
2cm Color Rendition Chart 2. SENIN, 10 JUNI 1991 BERNAS Prof Dr Muladi SH : YOGYAKARTA Sarjana Hukum Jangan Sekadar Siap Pakai Pengurus PKK Kaltim Kunjungi Depok BERAN- Aspirasi, pengembangan cakrawala serta pe- mikiran kaum wanita sangat dituntut dalam era pem- bangunan dewasa ini, terutama kepekaan terhadap gejala dan perubahan sosial. Hal itu dikatakan Sekwilda Kabupaten Sleman, KMT Sukarnadípraja mewakili bupati Sleman, ketika menerima 24 pengurus PKK Provinsi Kalimantan Timur, yang mengadakan kunjungan kerja studi banding ke Kecamatan Depok, Sleman, Sabtu. Rombongan PKK Kaltim itu dipimpin Ny.Warsana. Sekwilda mengatakan, saat ini Pemda Sleman terus ber- usaha mengintegrasikan kaum wanita dalam pembangunan, sebagai upaya mengangkat wanita sebagai mitra sejajar dengan kaum pria. Salah satu wujud integrasi tersebut, melalui pengembangan gerakan PKK. Hingga Juli 1990, di Sleman sudah terdapat 1.216 kelompok penggerak PKK di pedusunan, yang diharapkan mampu merangsang dan memotivasi serta memberi ketrampilan terhadap 380.031 wanita pedusunan di Kabupaten Sleman, agar mandiri dan berwawasan luas untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.(bsl) SMA Piri I Meluluskan 302 Siswa YOGYA- Tahun ajaran 1990/1991 SMA Piri 1 Disamakan Yogyakarta kembali meluluskan 302 siswa, dari 310 siswa yang diikutkan dalam ujian. Acara wisuda berlangsung Ming- gu pagi di Aula Asrama Darmaputra Yogya. Peraih NEM ter- tinggi 50,47 Trayudi, selanjutnya Suripto 45,79, Etik Kurniawati 45,05 dan Aris saptono 49,74. Masih dalam rangkaian itu, Kepala Sekolah Drs. Harijono mengatakan bahwa untuk lebih menunjang kegiatan siswa- siswa SMA Piri I, tahun ini akan menambah 10 buah kom- puter, juga akan mengembangkan drum band menjadi mar- ching band. (eni) Di Mana Ratna Sundari JAKE Seorang Sundari, wanita bernama Ratna umur 26 tahun, alamat Penumping Jt III/3, Yogyakarta, sejak hari Minggu tanggal 19 Mei 1991 sekitar pukul 05.00 telah meninggalkan rumah tanpa memberitahu ke mana ia Sundari pergi. Sampai hari ini, Ratna belum pulang. Kepada siapa saja yang mengetahui di mana Ratna berada, mohon memberitahu secepatnya pada Yohanes Sawabi, alamat Penumping Jt III/282, Kelurahan Gowongan Yogyakarta, atau pada Kantor Polisi terdekat. Kejadian ini sudah dilaporkan pada Polsek Jetis pada tanggal 21 Mei 1991.(*) Becak dan Andong Tidak Digusur YOGYA- Walikotamadya Yogya Djatmikanto D menegas- kan, tidak ada niat sedikit pun pada dirinya untuk menggu- sur becak dan andong dari lalu lintas Kodya Yogya, sekalipun sampai saat ini banyak dilontarkan keluhan permasalahan lalu-lintas yang salah satunya menganggap perilaku tukang becak dan kusir andong sebagai penyebab. Hal itu diung- kapkan Walikota ketika menerima Panitia Pelaksana Konfe- rensi Cabang III DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indo- nesia (Permahi) Yogya, Rabu pekan lalu di ruang kerjanya. Koncab III Permahi Yogya yang akan berlangsung 29 Juni-1 Juli mendatang disamping akan memilih pengurus periode 1991-1992 juga menyusun program kerja. Menurut Ketua Presidium Permahi Yogya, Agung Santosa, Permahi Yogya yang berdiri sejak April 1982 itu kini menghimpun 600 ang- gota, yang aktif sekitar 300 orang. Mereka berasal dari mahasiswa fakultas hukum dari berbagai PTN dan PTS. Koncab tersebut akan dibuka di Gedung Kejaksaan Tinggi DIY dan dilanjutkan di Kaliurang. (*) Bernas/eta PAMITAN-Jumat (7/6) malam lalu, bertempat di kediaman GBPH Prabukusumo, diadakan pengajian sehubungan akan berangkatnya GBPH Prabukusumo bersama istri menunaikan ibadah haji. Pengajian dihadiri pejabat dan tokoh masyarakat, juga Sri Sultan Hamengku Buwono X Nampak dalam gambar, GBPH Prabukusumo ketika menggandeng KH.AR Fachruddin, sesaat setelah memberi ceramah. SERBANEKA FKY III 7 Juni - 7 Juli 1991 Balon Suradji Menyelamatkan Panitia PENJUAL balon di pertigaan Alun-alun Utara Yogya semula gelisah. Tak seorang pun membeli balon dagangan Suradji (53), penduduk Klaten yang sedang menadah rezeki sore itu bersama anaknya Sudi (11), kendati acara pembukaan Festi- val Kesenian Yogya III, Jumat (7/6), didatangi cukup banyak penonton. Tiba-tiba, seorang lelaki berbaju batik mendatangi. Dengan tergesa, lelaki itu membeli seratus balon miliknya. Usut pu- nya usut, ternyata lelaki itu anggota panitia FKY. Konon, pa- nitia tak berhasil mendapatkan balon jumbo untuk upacara pembukaan. Akhirnya kreativitas harus muncul di tengah situasi mendesak. Meski dengan balon Suradji, upacara pem- bukaan itu berjalan lancar. Dan panitia pun lega. (bon) "Aduh. Tiwas Dandan!" HENDRAWATI (37), seniwati ketoprak, sejak sore telah ber- siap diri. Malam itu, Jumat (7/6) ia akan tampil sebagai primadona ketoprak "Alam Budaya" pimpinan Azwar.AN. Tepat pukul 20.30 ia datang di panggung kesenian. Satu jam lagi acara ketoprak dimulai. Dengan kecepatan seorang artis, ia segera mengenakan kain dan kebaya. Selesai. Sayang, ia harus kecewa, sebab yang tampil malam itu bukan grup "Alam Budaya" melainkan ketoprak "Among Budaya" IKIP PGRI, pimpinan Drs. Suparno. "Aduh... tiwas dandan!" gerutu Hendrawati kepada pria yang mengantarnya dari Condongcatur sampai ke Alun-alun Utara. (bon) Umbulharjo, DI sekitar terminal bus akhir tahun Yogya, Bernas Fakultas hukum bukan bermodel pendidikan politek- nik, sehingga lulusan sarjana- nya tidak sekadar dididik untuk siap pakai. Meskipun demikian, rencana pembaru- an kurikulum konsorsium il- mu hukum mempunyai orien- tasi labour market (pasar ker- ja) dan legal profession (profe- sionalisme) yang mengandung unsur ilmu pengetahuan. Demikian diungkapkan Prof. Dr. Muladi SH, Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, dalam ceramah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jumat. Untuk menghasilkan lulus- an yang siap pakai, menurut Muladi, ditentukan oleh faktor kualitas dosen, kualitas ma- hasiswa, kualitas kurikulum dan peranan pendidikan hu- kum dalam melayani konsu- men. Muladi mengharapkan ada standar tertentu untuk mem- bentuk karakteristik sarjana hukum. Karena itu, kuriku- lum nasional di bidang pendi- dikan hukum yang direncana- kan mencakup mata kuliah dasar tentang pengetahuan yang tidak sama jenisnya un- hukum, mata kuliah lokal tuk setiap perguruan tinggi, serta mata kuliah kekhusus- an. Jurusan dihapus Muladi sepakat apabila penjurusan di fakultas hu- kum dihapuskan. Ide ini juga Yogya, Bernas Kecenderungan rumah sa- kit menjadi lembaga bisnis yang cenderung mengkomersi- alkan jasa pelayanan kesehat- an, harus segera dikendali- kan. Hal ini penting bukan saja untuk menjaga citra lem- baga kesehatan, tapi juga menjaga keselamatan masya- rakat secara menyeluruh. Demikian sambutan Ketua Umum Dewan Pengurus Yak- kum, Dr Ir Kasumbogo Un- tung, pada pelantikan Pengu- rus Yakkum (Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum) Ca- bang Yogyakarta, periode 1991-1994 di Aula Asrama Putri RS. Bethesda, Sabtu. Acara itu dihadiri antara Beran, Bernas ketahui jumlah bantuan dana Sampai saat ini belum di- dari Bank Dunia untuk pro- "yek Pembangunan Desa (Bangdes) II tahun anggaran kringa 1991/92 di Kecamatan Cang- Sleman. Hal itu dijelaskan staf Hu- mas Pemda Sleman, Drs. Ru- djito kepada Bernas, di Beran, Sabtu siang. berkembang dalam pemba- hasan kurikulum nasional oleh Panitia Konsorsium yang diketuai Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja. Karena, demikian Muladi, dengan adanya penjurusan seperti yang berlaku di Undip dan UGM serta PT yang lain, membuat mahasiswa hanya bergelut dengan bidang jurus- annya saja. "Sedang bidang lain dilupakan," ujarnya. Selain itu, kata Muladi, sar- jana hukum dirugikan konsu- men, karena tidak bebas men- cari lapangan kerja. "Akibat- nya, sarjana hukum banyak yang bekerja di bidang lain. Bahkan pernah dijumpai, sarjana hukum mengajar ilmu fisika pada sebuah SMA di Lampung," ujar Muladi. Jika jurusan dihilangkan, menurutnya akan lebih baik dibentuk kelompok-kelompok profesional seperti ahli hu- kum pegawai pemerintah (birocratic lawyers), ahli hu- kum yang praktek (professio- nal lawyers) dan ahli hukum yang bekerja di bidang kon- sultan (corporate lawyers). Selain penghapusan jurus- an, kewajiban mahasiswa hukum membuat skripsi akan mengalami perubahan menda- sar. Skripsi harus dibuat oleh mahasiswa dengan sistem ju- dicial preview (tinjauan hu- kum). Sifat skripsi lebih pada case study (studi kasus), se- hingga skripsi memuat perso- alan yang ada di masyarakat, Harus Dikendalikan Kecenderungan Bisnis Rumah Sakit ekonomi, golongan, suku dan agama. Hal ini menurutnya, menjadi salah satu sasaran RS. Bethesda. lain Kakanwil Depkes DIY, dr HM. Rochjat Sutarmo SKM, Kakanwil Depnaker, Drs Tata Suwita, Direktur RS. Bethes- da, dr R. Noegroho Hadi Poer- wowidagdo dan Direktur Lip- pobank Cabang Yogyakarta, GBPH. Hadiwinoto. "Masyarakat yang lemah secara ekonomi, juga harus mendapatkan pelayanan yang bermutu," lanjutnya. kasumbogo Untung mene- gaskan, kecenderungan meng- komersialkan jasa kesehatan sudah mulai nampak. "Kalau hal ini tidak segera dikendali- kan, mutu pelayanan menjadi tergeser oleh kepentingan bis- nis," tegasnya. Munculnya organisasi tu- kang ojek, yang pertama kali beranggota lima orang itu, ternyata tidak semulus yang mereka bayangkan. Menurut Harjono ketika ditemui Ber- Menurutnya, hendaknya rumah sakit lebih mementing- kan kebutuhan pelayanan ke- sehatan masyarakat, tanpa membedakan kelas sosial, Yogya, Bernas Bernas/eta PANGKALAN OJEK- Di sinilah pangkalan para tukang ojek yang tergabung dalam CCC (Condong Catur Club) Yogya. Dikatakan, belum diketa- huinya jumlah dana tersebut, karena sedang direvisi oleh tim yang terdiri beberapa instansi dan dari pihak Bank Dunia sendiri. "Yang jelas, tahap pertama sudah dipastikan di empat kelurahan yang terdapat di Cangkringan," jelasnya. Keempat kelurahan terse- but, Umbulharjo, Kepuharjo, Glagaharjo dan Argomulyo. Rudjito menjelaskan, tim Bank Dunia yang terdiri tiga orang, pekan lalu sudah me- Yogya, Bernas ninjau lokasi Bangdes, dan nyak mengalol Masyarakat Yogya lebih ba- ikan penda- memastikan bahwa daerah patannya untuk keperluan tersebut sudah memenuhi 10 pendidikan dan kesehatan kriteria sebagai ajang Ban- sehingga kurang tertarik ter- gdes. hadap barang mewah atau belanja yang neko-neko (aneh- aneh). Meski beberapa kali digere- bek polisi, namun penjual dolopan (pedagang kaki lima yang menipu pembeli dengan kedok lelang) di Malioboro masih juga beroperasi. Kor- ban yang dirugikan pun ma- kin banyak, meski jumlah uang hanya berkisar seribu sampai puluhan ribu rupiah. Sumber Bernas di Polresta Yogyakarta, Minggu mengata- kan, jumlah pedagang dolo- pan ini cukup banyak. Mereka umumnya beroperasi di ka- wasan Jalan Urip Sumohardjo dan Malioboro, dengan modus operandi yang sama, yakni menjual dagangan mirip sis- tem lelang tapi sesungguhnya mengelabuhi pembeli. Korban yang umumnya orang awam baru merasakan Dana Bangdes "Dolop" Masih Beroperasi di Malioboro dari Bank Dunia Belum Diketahui tertipu setelah tiba di rumah dan mencek barang yang baru dibelinya. "Tadinya saya me- nganggap harganya murah, tapi ternyata palsu. Bahkan teman saya yang beli kain jarik, setelah dicek ternyata hanya separoh, tidak utuh," kata seorang korban yang keberatan, disebut namanya kepada Bernas. "Ada beberapa aspek yang akan dibangun, diantaranya pembangunan fisik dan pendi- dikan masyarakat yang ting- gal di perbukitan. Penanga- nannya dilakukan oleh Bap- peda, PU, dan instansi lain- nya," tambah Rudjito. Kabupaten Sleman sebagai ajang Bangdes II di DIY. Se- dang Bangdes I di Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo. pertahankan Hal ini dikemukakan pro- movendus Ir Sugeng Kartodi- hardjo ketika mempertahan- kan disertasinya guna meraih derajat doktor dalam Ilmu Ekonomi di Balai Senat UGM, Sabtu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum DIY itu berhasil mem- disertasinya (bsl) berjudul Penerapan Sistem MENUNGGU. memang Di Yogya, ternyata jasa 1982 dibentuk organisasi nas baru-baru ini, ada bebe- membosankan. Tapi tidak tukang ojek tak dapat kita tukang ojek yang bernama rapa pihak yang merasa tersa- bagi tukang ojek. Profesi seba- abaikan. "Potar" (Persatuan Ojek Termi- ing. gai tukang ojek, memang diwarnai dengan aktifitas me- nal). Hal itu atas inisiatif Har- jono (34) warga Kalurahan nunggu dan mengantar. Pandean, Kecamatan Umbul- Berkembangnya sektor harjo Yogyakarta. perhubungan darat, ternyata tur, maupun di pasar-pasar, seirama dengan menjamurnya itu adalah tempat mangkal ojek (pengantar penumpang para tukang ojek. atau barang dengan sepeda Jika kita melihat sepeda motor yang berjajar di Termi- nal Umbulharjo, Stasiun Tugu, Terminal Condong Ca- ... motor), di pelosok desa mau- pun tengah kota. Dengan ramainya penum- pang yang menggunakan jasa ojek, maka jumlah anggota Potar bertambah. Mereka datang dari berbagai kalang- an, misalnya mahasiswa, guru, karyawan negeri/swas- ta, maupun orang yang me- mang memilih kerja sebagai tukang ojek. Lebih jauh lagi, pihak Kalu- rahan Pandean ikut mengelo- lanya. Sehingga nama Potar diganti dengan Persatuan Ojek Usaha Karang Taruna LKMD "Dengan keanggotaan mereka Kalurahan Pandean Yogya. (para tukang ojek) dalam LKMD, jika ada masalah da- pat diselesaikan bersama. Orang-orang seperti kami bisa ikut menyelesaikan," kata Alipar (46) yang juga Lurah di Pandean. dianalisis berdasar teori, ke- mudian dirumuskan permasa- lahannya, pemecahannya dan akhirnya diberikan proyek- sinya ke masa depan. Di samping itu, mahasiswa perlu diberi mata kuliah fil- safat profesi dan kode etik profesi. Bagi Muladi, sarjana hu- kum harus bersifat confidens, sama halnya dengan profesi dokter, yang bisa dipercaya begitu saja oleh konsumen. Apalagi, persoalan yang diaju- kan kepada sarjana hukum biasanya bersifat untestable, atau tak dapat begitu saja dipahami oleh konsumen. "Adanya organisasi ini, kesejahteraan kami terjamin, dan penumpang juga lebih terjamin keselamatannya," kata Hery Purwanto (23) yang sejak tahun 1987, mengaku sebagai tukang ojek Dengan demikian, diharap- kan setiap sarjana hukum menghayati posisinya yang altruistik dan berkeyakinan mempunyai keahlian yang mumpuni. Asosiasi Pengajar Sementara itu, di hari yang sama, Muladi juga melantik pengurus Assosiasi Pengajar Hukum Pidana, Hukum Acara Pidana dan Kriminologi (Aspe- hupiki) Wilayah DIY periode 1991-1996 di kampus Atma Jaya Yogyakarta. Menurut para tukang ojek, perolehan memang lebih ramai malam har. "Sebab siang hari kami kalah bersa- pendirian assosiasi ini untuk Muladi menegaskan, tujuan mempromosikan hubungan erat dan kerja sama antara dosen hukum pidana dengan kriminologi. Aspehupiki Wila- yah DIY periode ini, diketuai oleh Prasetyo Sidi Purnomo SH MS dari Universitas Atma Jaya. (rin/dan) Menurut Noegroho, sasaran lain yang hendak dicapai RS. Bethesda adalah, menjadi puslitbang Yakkum. Pelantikan sebelas personal pengurus baru Yakkum Ca- bang Yogyakarta periode 1991-1994 yang diketuai Dr Fonali Lahagu, dilantik oleh Ketua Umum Yakkum disak- sikan Kakanwil Depkes serta pendeta dari GKI dan GKJ. (nun) an. Penjual beroperasi menggu- nakan temannya yang berla- gak sebagai calon pembeli. Mereka inilah yang nantinya bertugas membujuk calon korban agar mau membeli. Menurut sumber Bernas, meski digerebek beberapa kali, tindakan yang diambil baru sebatas peringatan agar mereka tak merugikan orang lain. (ria) Dalam penelitiannya, Su- geng menggunakan data re- gional tahun 1979. Tujuan- nya, membuat peta ekonomi daerah, menyusun kerangka- kerja Leontief-Keynesian dan mencari alternatif kebijaksa- naan pelaksanaan trilogi pem- bangunan daerah. Akibat serangan tersungkur seketika, pinggang Hery mengaku tidak kebe- ratan dengan setoran 10 per- 'sen itu, karena setiap hari tiga senti meter dan malam itu korban juga dilarikan ke RS Bethesda Yogyakarta. CERIA TAPI BAHAYA- Dengan sebuah papan dari kayu yang diberi beroda batang pohon kelapa dipotong-potong bulat, anak-anak di Desa Selopamioro, Imogiri Kabupaten Bantul ini bermain dengan ceria memanfaatkan jalan aspal yang menurun Seorang Mahasiswa Ditikam di Jalan Solo Yogya, Bernas membuat keempat pemuda sela kerumunan masyarakat. tersebut menjadi kalap. Masyarakat yang menyaksi- Ciri-ciri pelaku kan kejadian itu secepatnya Karena membela istrinya, Gunadi Widyatmoko, seorang mahasiswa IAIN Sunan Kalija- ga Yogyakarta, menjadi kor- ban penusukan oleh seke- lompok pemuda tak dikenal di depan Toko Gardena Jalan Urip Sumoharjo Yogyakarta, Sabtu (8/6) lalu, sekitar pu- kul 20.30. "Saya waktu itu langsung membalas. Tetapi, salah satu di antara mereka ada yang menyekap dari belakang dan menusuk pinggang saya de- ngan senjata tajam," ujar Gu- nadi sambil menahan sakit, saat ditemui di RS Bethesda. melarikan korban ke Rumah Sakit Bethesda. Kasus penu- sukan tersebut telah dilapor- kan kepada pihak yang ber- wajib guna pengusutan lebih lanjut. Gunadi yang dijumpai Ber- nas di RS Bethesda malam itu menuturkan, saat itu ia ber- sama istrinya, Asni Supianti (26) sedang berbelanja di Toko itu, korban istrinya diperlakukan Ketua Fraksi Karya Pem- bangunan Dirjasuwarno BA didampingi Sekretaris DPRD Kulonprogo Drs. Nano Sukar- no, ketika ditemui Sabtu, minta agar para wartawan bersabar. "Sekarang ini calon masih di tangan DPD, fraksi di DPRD Kulonprogo belum me- nerima penyaluran bakal ca- lon dari DPD," ujar Nano Su- karno. Bersamaan munculnya isu pencalonan Suratijo, juga ter- dengar isu jadwal pendaftaran akan berlangsung sekitar tanggal 16 hingga 22 Juni nanti. Munculnya isu tersebut menyusul diselenggarakannya rapat khusus yang dipimpin Ketua DPD Golkar DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Masyarakat Yogya Tidak Suka Barang Mewah Neraca Sosial Ekonomi Untuk Analisis Penyebaran Pembagi an Pendapatan :Kasus DIY dengan hasil sangat memuas- kan. Ia merupakan doktor ke- 180 yang menempuh ujian promosi di UGM. Dalam ujian promosi kali ini juga hadir Gubernur DIY Paku Alam VIII. pendapatan masyarakat Yog- yakarta dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan, menyebabkan harga barang DIY jauh lebih rendah di ban- dingkan daerah lain. la beranggapan, untuk me- pertumbuhan ningkatkan laju ekonomi DIY diperlukan im- por barang modal dan input antara dari luar daerah. Na- mun demikian, Pemda hen- daknya lebih menekankan pa- sektor da pada pengembangan industri/pariwisata, pendidik- an, perdagangan, impor/eks- por dan lainnya. Agar menikmati Dikatakannya, mengingat Di bagian lain alumnus Fa- *** Calon Kuat Bupati Kulonprogo Wates, Bernas Ràpat itu sendiri menurut Sekretaris Daerah hanya berupa Kabupaten Gunungkidul Drs. pengarahan tentang pencalon Belum Sungguh-sungguh an itu. kini menjadi cangan dan isu sebagai bakal calon kuat bupati Kulonprogo. Namun demikian, sumber- sumber Bernas di Pemda Ku- lonprogo belum bersedia memberi penjelasan lanjut. itu mencatat identitas Anda. "Hal itu dilakukan demi kea- manan dan keselamatan pe- numpang sendiri," tutur Har- oleh para penumpang bus yang datang ke terminal dan sudah kemalaman. ... 1714 LAIN lagi di terminal Con- dong Catur. Ada dua organi- sasi ojek yang beroperasi di daerah itu, ialah Condong Catur Club (CCC) yang mela- yani dari terminal Condong Catur masuk ke Perumahan Condong Catur dan Parikesit yang melayani rute sebalik- nya. Gardena. Ketika keduanya hendak beranjak dari toko tersebut, mereka dihadang oleh pemuda tidak dikenal. Satu di antaranya berbuat usil, men- colek tubuh istri korban. Mendapat perlakuan demi- kian, Asni, istri korban, terke- jut dan menjerit. Mengetahui Sekretaris CCC Th. Kun- menjelaskan, CCC diben- jono tuk 1983 dengan anggota te- tidak senonoh. Gunadi mencoba menanyakan mengapa istri- nya diganggu, pada pemuda tersebut. tap berjumlah 17 dan anggota tidak tetap 24 orang. "Setiap Tetapi, jawaban yang diper- olehnya di luar dugaan. la justru dipukul pemuda terse- but. Korban naik pitam serta berusaha mengadakan perla- wanan. Akibatnya, hal itu memberi penjelasan tentang pengarahan tersebut. Bahkan rapat itu menjadi sangat me- narik karena setiap orang yang kebetulan berada di dekat Gedung Joglo, tempat rapat itu berlangsung, diusir agar pergi. Di samping munculnya nama Suratijo, konon untuk mengisi jabatan Bupati Kulon- progo menggantikan Drs. KRT. Wijoyohadiningrat, Provinsi DIY telah mengirim ke pusat sebanyak 16 bakal calon. Ter- masuk nama beberapa Sek- wilda di DIY. Mereka Selalu Siap Mengantar Anda ing dengan angkutan umum," penghasilan bersihnya rata- anggota, bila tiap hari bila lanjut Hery, mahasiswa STIE rata antara Rp 3.000 sampai jalan, wajib setor kas dua Jurusan Manajemen semester VIII itu. ratus rupiah," kata Kunjono Rp 5.000. yang mengaku setiap hari Organisasi ojek di Terminal BILA Anda menggunakan rata-rata berpenghasilan an- Umbulharjo, kini anggotanya jasa ojek di terminal bus Um- tara Rp 7.000 sampai Rp mencapai 50 orang. Setiap bulharjo, jangan terkejut bila 8.000. tukang ojek yang terorganisir orang memiliki kartu tanda anggota yang juga memuat identitas diri serta tata tertib. Untuk menjadi angggota ha- rus membayar uang pendaf- taran Rp 6.000,00. Menurut Harjono, uang pendaftaran itu digunakan untuk kesejahteraan anggota sendiri, misalnya untuk sum- bangan bila ada anggota dan keluarga yang mengalami musibah atau punya punya hajat. Di samping itu, masih kata Harjono, bila setiap ang- gota mendapat penumpang, maka diwajibkan menyetor 10 persen dari setiap tarikan untuk kas. Uang kas digunakan untuk membeli seragam kaos, mau- pun biaya servis kendaraan anggota. Dengan uang kas itu pula, tiap tanggal 17 Agustus, Syawalan, Tahun Baru, 1 Syuro, mereka mengadakan pertemuan semacam syukur- Berita tentang pencalonan Suratijo di Kulonprogo sebe- narnya telah muncul sejak pertengahan Mei lalu. Ketika di Sekretariat DPRD Kulon- progo datang surat "kesasar" berasal dari Gubernur DIY ke Mendagri. Surat itu berisi usulan bakal calon Bupati Kulonprogo, yaitu Sekwilda Gunungkidul dan Sekwilda Bantul. (wid) ghasilan kultas Teknik Bagian Sipil UGM melihat. masyarakat Yogyakarta ter- nyata berasal dari sewa, bu- nga dan deviden. Sedangkan rumah tangga golongan ter- bawah pendapatannya sebagi- an besar berasal dari transfer. Identitas anggota ojek CCC ini terlihat. Karena mereka selalu mengenakan kaos me- rah berlengan biru bertulis- kan Condong Catur Club. Damam (29), tukang ojek, jono yang juga sebagai penge- lola organisasi ojek itu, sambil warga Gejayan menyatakan rasa puasnya atas adanya menambahkan, semua kenda- raan anggota harus lengkap surat-suratnya. organisasi ojek CCC. "Nek wonten urusan dados gampil. Manfaat adanya ojek di Kita puniko ugi dilindungi terminal itu, juga dirasakan Polsek. (Bila ada masalah, urusannya jadi mudah. Kita juga dilindungi Polsek, Mas!," Sementara itu, Djohan (28) katanya. juga mengatakan hal yang sama. "Kami mendapat pem- bagian penumpang secara adil, tidak perlu berebut. Padahal dulu sebelum ada OPJ (Organisasi Penjual Jasa) CCC kami harus berebut dengan sesama tukang ojek, akibatnya sering berantem," akunya. Bahkan, subsidi yang dibe- rikan pemerintah sebagian besar hanya dinikmati golong- an menengah. Sistem Neraca Sosial Eko- nomi yang digunakan Sugeng merupakan metode penelitian yang relatif baru. Secara na- sional telah digunakan untuk data makro di Indonesia. (sus/rin) Bernas/saf untuk berpacu. Mereka memang kadang tak menghiraukan bahaya yang mengintai, karena jalan itu sering dilalui kendaraan bermotor. Begitu juga bagi Bu Mar (35), pemilik warung di Peru- mahan Condong Catur. "Mere- ka banyak yang makan di si- ni," ujarnya.(ksb/jsy) Dalam perkelahian yang tidak seimbang itu akhirnya korban jatuh tersungkur sete- lah pinggangnya ditusuk de- ngan belati oleh salah seorang kawan pemuda yang menco- lek istri korban. Mengetahui korban jatuh tersungkur tidak berdaya, ke- empat pemuda tersebut lang- sung melarikan diri disela- Dalam Menyelesaikan Kasus Lingkungan Tingkat Kepedulian Aparat Hukum b Yogya, Bernas Tingkat kepedulian aparat penegak hukum untuk me- nyelesaikan kasus-kasus lingkungan, khususnya akibat dampak limbah industri seca- ra profesional --cepat, tuntas dan tegas-- masih belum su- ngguh-sungguh Pendapat tersebut diung- kapkan Ketua LBH Yogya, Nur Ismanto, SH ketika berbicara pada sarasehan "Masyarakat dan Pengendalian Dampak Limbah Industri" di kampus Universitas Kristen Duta Wa- cana Yogyakarta, Sabtu. Sarasehan dalam rangka memperingati Hari Lingkung- an Hidup Sedunia 5 Juni 1991 dan Hari Jadi Kodya Yogya itu diadakan oleh Se- kretariat Bersama Perhimpu- nan Pecinta Alam DIY bekerja- sama dengan Pemda Kodya Yogyakarta. Nur Ismanto yang mengu- pas kendala-kendala yang dihadapi masyarakat dalam kasus lingkungan, khususnya oleh dampak limbah industri itu lebih mengatakan, dari sendiri anggota masyarakat masih ragu-ragu untuk me- nuntut. "Termasuk dari para LSM/- LPSM juga masih sebatas ke- pedulian belum sampai ke ta- raf dukungan operasional maksimal, termasuk pula du- kungan dari tokoh masya- rakat, intelektual yang masih sepi pada kasus-kasus pence- maran limbah industri," kata- Menurut penuturun kor- ban, ciri-ciri pemuda yang berbuat usil mencolek istri- nya, berbadan kecil, kulit sawo matang, rambut lurus. Sedangkan yang melakukan penusukan tinggi sekitar 165 Cm, kulit agak hitam. Sampai Minggu siang ke- marin, korban masih dalam perawatan intensif di zaal D RS Bethesda.(**/jok) nya. Nur Ismanto mengatakan, tidak sedikit para pengusaha baik yang bertaraf kecil, se- dang ataupun raksasa yang sering hanya mengejar keun- tungan semata dan tanpa adanya upaya memperhatikan akan aspek lingkungan. Rendahnya kesadaran hu- kum pengusaha tersebut, ka- rena adanya berbagai peluang yang terkait, sehingga hal itu dapat tercapai, yang tampak- nya "saling menguntungkan antara pengusaha dengan ins- tansi yang terkait di lain pi- hak Sementara itu, Presidium Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogya, Ir. Mardi Yatmo Hutomo mengatakan, masya- rakat harus dilibatkan sepe- nuhnya dalam merencanakan, mengawasi dan mengontrol penggunaan sumber daya alam, "Karena, merekalah sebenarnya yang mempunyai," ujarnya. "Konservasi lingkungan hidup tanpa menempatkan masyarakat sebagai subyek. hanya akan membawa mala- petaka yang lebih besar," kata staf pengajar Universitas Wangsa Manggala Yogya itu. Tampil pula sebagai pembi- cara pakar hukum Lingkung- an Prof.Dr. Koesnadi Hardja- soemantri, SH; Prof.dr. Pramono Ahmad, MPA; dan Ir.Sugeng dari Tim Koordinasi Penang- gulangan Pencemaran Ling- kungan Hidup DIY. (ros) SEKOLAH TINGGI TEKNIK LINGKUNGAN (STTL) SK MENDIKBUD: 045/0/1988 ALAMAT: JL. JANTI, GEDONGKUNING YOGYAKARTA Bahasa Indonesia PMP PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM STRATA I (S1) TAHUN AKADEMIK 1991/1992 A. Jurusan (Program Studi): 1.Teknik Lingkungan 2.Manajemen Teknik Lingkungan B. Pendaftaran & Test Masuk: Kualifikasi SLTA semua jurusan, SAA, SMEA, dan STM semua jurusan dengan nilai rata-rata STTB minimal 6. 1. Waktu pendaftaran & Test Masuk: - Gel. Il: 20 Mei - 22 Juni 1991; -Gel. III: 24 Juni-27 Juli 1991; Test: 25 & 26 Juni 1991 Test: 30 & 31 Juli 1991 - Gel. IV: 28 Juli - 24 Agts 1991; Test 27 & 28 Agts 1991 2. Syarat Pendaftaran: Foto Copy STTB/Surat Keterangan yang disyahkan 1 lb. - Pas foto (3 x 4) Cm = 4 lb. - Amplop & Perangko kilat 2 lb. - Uang Pendaftaran = Rp 20.000,- 3. Tempat Pendaftaran: -Kantor Pusat "GAMA" 81, Jl. Cik Di Tiro 40 Telp. 63920 Yk - Kampus STTL Yogyakarta, Jl. Janti, Gedongkuning 4. Materi Testing - Matematika Bahasa Inggris - Pengetahuan IPA & IPS berkaitan dengan Lingkungan C. Keterangan Calon Mhs. rangking 1-5 dgn rekomendasi Kepsek bebas test. Yogyakarta, 10 Juni 1991 Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta t.t.d Ir. KRT. Tjokrokusumo Ketua AGEN 4cm AGENDA ANGKUTAN DARAT Kereta Api Yogyakarta KA Bima l-Jkt. Kota (KT. Rp 45.000, Ekt. A KA Fajar Utama Gbr. (Kis. Ekt. Rp 27.500, K KA Senja Utama Yogya (Kis. Il Rp 12.500) KA Senja Eko Lpy. G (Kis. III Rp 6.100) KA Senja Eko Slo-T.. (Kis. Ill 6.100) KA Gaya Baru Malam - (Kis. III Rp 5.500) KA Cepat Slo- Ps. Ser (Kis, III Rp 4.500) Jurusan Yogyakarta - E Mutiara Selatan (Kis I Rp 16.500, Kls. I KA Cepat Yogya (Kis III Rp 3.500) KA Ekspres Siang Sby (Kis. Il Rp 7.000, Kis. Il Jurusan Yogyakarta - S KA Bima ll (KT. Rp 45.000 Ekf. A KA Mutiara Selatan (Kis. I Rp 16.500, Kls. I KA Ekspres Siang Bdg- (Kis. Il Rp 7.000, Kis. Il KA Cepat Purbaya (Kis. III Rp 2.900) KA Gaya Baru Malam (Kis. III Rp 4.200) Jurusan Yogyakarta - P KA Argopuro (Kis. ll Rp 2.000) TAXI Centris 2548, 4877-In- 61717, Puskoveri 63551 kilometer kemudian Rp- ANGKUTAN UDARA Garuda Indonesia seluruh DIY. Yogyakarta Jakarta GA 10.30) GA 435 (12.00 17.25) GA 429 (khusus Ekonomi Rp 99.500,- Ek Jakarta-Yogyakarta GA 1 (10.00-11.05) GA 436 (1 Senin, Kamis, Minggu Eksekutif Rp 124.800,- Yogyakarta - Denpasar C 634 (16.10-18.30) GA Witeng. Denpasar Yog 11.25) GA 635 (15.15-15 jam tiba WIB. Harga tike Sempati Air Yogyakarta - Jakarta Jakarta - Yogyakarta Merpati Nusantara Dari Yogyakarta (berang (11.10 R Banjarmasin Palangkaraya (11.40 Rp 1 (12.50-Rp 330.600,-), V 280.300,-), Mataram (13.4 ), Kendari (Senin, Kamis, 276.400,-), Bouraq Indonesia Tarakan (16. Dari Yogyakarta (berang Rp Balikpapan (12.30 Palangkaraya (14.35 - F yakarta Bandung (14.15 TELEPON Penolong Bahaya Kebaka Kodya Yogya 5865- PMI Gangguan Telepon 117-0 Tugu 2870-Garuda Indorm -Terminal Bus Umbulharj - Polresta Yogyą 2511 - Wirobrajan 2832- Kraton Umbulharjo 3916-Kotage -Danurejan 3709-Gedor Dr. Sardjito 87333-RS. B Muhammadiyah 2653-R - RS. Khusus Bedah Patm Yap 62054 - RS. Syaraf F Akibat Jebol Petani Bantul, Bernas Kabupaten Sleman Akibat jebolnya be Grembyangan yang t pekan lalu, petani E wilayah Piyungan mengubah pola tan- selama ini sudah ber Semula, pola tanam dua kali tanaman P sekali tanaman palau menjadi sebaliknya sekali tanaman padi kali tanaman palawi bahan ini di wilayah s sering disebut seba rendengan. Demikian diung Kepala Diperta (Dinas an) Bantul. Ir. Suka Bernas, Jumat di ruan 19.00 21.00 LOGE Mataram -DOLBY & CENTRAL AC 10.00-15.00-1700 Rp. 2000 BALKON Rp 2500 Rp. 2250 RICHARD GERE ANDY GARCIA SEBAGAI KONGLOMERAT ROM OLM PRETTY WOMAN RICHA MEMBUAT PENONTON JATUHE KINI DIA AKAN MEME ANDA TERTEGUN & SUP CHANG MAN YI HARI Empire INI & CENTAL AT 19 Sister C Cynthia Khan
