Tipe: Koran
Tanggal: 1991-06-10
Halaman: 04
Konten
2cm Color Rendition Chart 4.SENIN, 10 JUNI 1991 OPINI Ubah Komposisi Kenaikan Gaji SUATU usul dilontarkan Mendagri Rudini selaku Ketua Dewan Pembina Korpri, sehubungan dengan akan dinaikkannya gaji pegawai negeri sipil (PNS) mulai 1 Juli mendatang. Untuk keperluan itu ia akan segera bertemu dengan Menkeu JB Sumarlin untuk membicarakan gagasannya tentang kenaikan gaji PNS. Rudini akan minta supaya kenaikan gaji tersebut tidak disamaratakan 15 persen untuk semua golongan. Untuk eselon I cukup naik 2,5 persen saja. Eselon II 5 persen, eselon III 10 persen. Dan untuk golongan I justru dinaikkan 30 persen. Masalah ini sudah pernah diajukan kepada Menpan dan menteri menyetuyui, tegas Rudini (Bernas 9/6). Sangat menarik sekali dan bisa diterima oleh nalar gagasan Mendagri/Ketua Dewan Pembina Korpri ini. Pegawai golongan rendah golongan II ke bawah hanya akan menerima kenaikan sekitar Rp 7.500. Sedang golongan IV, jika gaji bersihnya/gaji yang diterimanya (take home pay) sebanyak Rp 500.000. akan menerima tambahan Rp 90.000. Di lingkungan departemen tertentu selain gaji pokok dan tunjangan yang lazim diterima oleh semua PNS, ada tunjangan fungsional. mulai dari Rp 75.000. sampai Rp 250.000. Kalau menduduki jabatan struktural, tambah lagi pendapatannya. Hingga kalau dikatakan oleh Rudini ada yang gajinya Rp 500.000.. itu suatu kenyataan, bahkan bisa lebih. Ada yang mencapai Rp 750.000. mungkin merambat mendekati Rp 1 juta. Malah ada satu departemen, tunjangan-tunjangan yang diterimanya masuk yang tertinggi. Sehubungan dengan kenaikan gaji yang diberlakukan oleh pemerintah, dinilai oleh wakil-wakil rakyat dan para pengamat, kurang menjamin peningkatan kesejahteraan PNS dan anggota ABRI, Menkeu Sumarlin seusai raker dengan Komisi APBN DPR RI menegaskan bahwa pemerintah sedang memikirkan dan berusaha memperbaiki struktur gaji, yang meliputi gaji pokok dan tunjangannya. Jika ini tidak diubah bila mereka sudah pensiun, penerimaannya cenderung tetap mengecil. Mengenai perbaikan struktur gaji ini sudah dibicarakan dengan Menpan dan BAKN. Di negara-negara kaya dan maju penerimaan pensiun tetap 100 persen. Di sini hanya 80 persen. Malah dalam masyarakat yang sudah tergolong makmur itu (Uberflussgesellschaft). pensiunan dapat kemudahan-kemudahan. Naik bus, kereta api, sakit hanya bayar 50 persen. Dalam kesempatan yang sama -hari Jumat lalu- Menkeu menjelaskan bahwa kenaikan gaji tersebut tidak ada kaitannya dengan rencana pemerintah yang akan menaikkan tarif listrik dan harga BBM. Sumarlin berkata pula supaya sasaran kenaikan gaji itu mencapai tujuan, pemerintah akan menekan kenaikan harga. Caranya dengan menyediakan barang yang mencukupi kebutuhan, melancarkan distribusi barang dan menciptakan efisiensi ekonomi. Deregulasi sektor riil (Pakjun-red) yang baru dilakukan pemerintah akan membantu tujuan ini. Anggapan bisa timbul situasi inflatoir. dihilangkan dengan kebijaksanaan ini. Bilamana langkah ini berhasil, maka kekhawatiran tingkat inflasi melebihi dua digit (10 persen) tidak perlu ada. Dengan demikian inflasi akan tetap seperti direncanakan pemerintah ialah pada tingkat lima persen dalam Pelita V ( tahun 1990/19991, mencapai angka 9.1 persen). Begitu tegas Sumarlin pula. Jika demikian keadaannya (dengan terkendalinya inflasi). rupiah tidak akan terlalu overvalued terhadap dolar AS. Tingkat inflasi yang baik, menurut para pakar termasuk Menkeu sendiri, bila sama dengan partner dagang kita. Pakjun 1991 ini berisikan pula kebijakan impor yang memberikan kemudahan bea masuk. Barang-barang impor. termasuk bahan baku menjadi lebih murah. Pada gilirannya harga barang yang dibuat dari komponen yang murah, dengan sendirinya akan turun pula harganya. Di samping itu akan terjadi peningkatan daya saing ekspor komoditi non- migas (sebagai dampak dari Pakjun), hingga diperkirakan akan memperbesar perolehan devisa. KENAIKAN GA TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN KENAIKAN LISTRIK DAN BBM Kita harapkan supaya Pakjun ini berjalan baik, dan cepat. Selain rasa khawatir masyarakat tentang kenaikan harga akan hilang, juga bisa mengundang peluang kerja yang lebih besar lagi. Yang penting dalam waktu dekat ini, usaha Menteri Rudini bisa berhasil dan dalam jangka waktu panjang terdapat penyempurnaan struktur gaji, hingga kesejahteraan pegawai dan pensiunan bisa meningkat. DARI ANDA Pengirim rubrik ini harap melampirkan fotokopi KTP atau identitas lainnya Patung Pak Polisi Sejak beberapa bulan yang lalu di perempatan Korem Yogyakarta (pasnya di depan pos Poltas) dipasang patung pak Polisi Lalulintas. Karena besar patungnya dibuat sama dengan postur tubuh rata- rata kita, maka orang yang belum tahu atau tidak pernah lewat perempatan itu me- nyangka itu pak Polisi bener-, bersikap hati-hati an. Keberadaan patung pak tas. Terimakasih. Polisi disitu memang bisa membuat geragapan pengen- dara lalulintas yang tidak mematuhi aturan, dan kebe- tulan tidak tahu kalau itu cuma patung. Akan tetapi di sisi lain. menurut saya penempatan patung di tempat itu rasanya kurang tepat. Figur polisi selalu dikaitkan dengan sikap trampil, trengginas dan cepat bertindak untuk mengatasi sesuatu yang menjadi beban tanggungjawabnya. Padahal di tempat itu sering terjadi lalu- lintas agak ruwet kalau kebe- tulan listrik padam sehingga lampu lalulintas tidak ber- fungsi. Juga kadang pula ter- jadi serempetan sesama pe- maka jalan sehingga ada yang terjatuh dan perlu sege- ra ditolong. Dalam kondisi seperti itu, rasanya jadi jang- gal kalau di sana ada "Pak Polisi tetapi hanya diam saja. Sementara pak polisi beneran yang tempatnya lebih jauh yakni di Pos Poltas atau di Bagian Kecelakaan Polresta yang letaknya di belakang pos Poltas yang kemudian lari mengatasi. G.M.Wiyono Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta. Salut untuk Imaniar Munculnya Imaniar sebagai wakil Indonesia dalam Inter- national Midnight Sun Song 91 di Lachty Finlandia ternyata cukup membanggakan. Meng- ikuti siaran langsung lewat TVRI, kita bisa menyaksikan bersama bahwa Imaniar tidak kalah dengan yang lain. Pe- nampilannya mantap, lincah. Apalagi Imaniar menarik. memang cantik. Dengan Lachty City Prize yang diraihnya, maka sema- kin banyaklah deretean pe- nyanyi Indonesia yang menca- tat prestasi di forum interna- sional. Setelah sebelumnya Hetty Koes Endang, Harvey Malaiholo, Vina Panduwinata, Yoppie Latul, Nola Tilaar (al- marhumah) bersama Euis Darliah Titik Hamzah dan tung dari besarnya gaji pokok. tetapi didasarkan atas jumlah penerimaan bersih yang diba- wa pulang ke rumah (take home pay). Jika demikian halnya maka, secara sepintas. penyesuaian ini menyebabkan penambahan yang cukup besar pada jumlah penerima- an bersih para pegawai. Paling tidak secara absolut jumlah penghasilan yang hendak diterima dapat dirasakan BERNAS Gaji Naik, untuk Apa? ri silam, tanda-tanda untuk dipenuhinya permintaan ter- sebut tak terlihat sama sekali. Lebih jelas lagi, ketika tanggal 1 April juga tak ada kabar Bahkan secara Suwarsono perubahannya. lebih penting lagi, secara psikologis akan lebih terasa. Peristiwa yang semestinya memberikan rasa gembira ini ternyata diumumkan kepada masyarakat pada momentum yang sama sekali tak memiliki nilai historis dan makna sim- bolis yang khas, yakni tanggal 3 Juni 1991. Waktu kenaikan gaji tersebut hendak dimulai. tanggal 1 Juli 1991, juga tak memiliki keunikan dan makna kultural yang mencekam. Da- lam sejarah Indonesia, khu- susnya sejarah Orde Baru dan terlebih khusus lagi da- lam sejarah Orde Ekonomi kedua momentum tersebut 3 Juni dan 1 Juli sekali tak istimewa. T Tak ada peristiwa sejarah yang besar yang terjadi tepat pada tanggal-tanggal tersebut. sama untuk GAJI pegawai negeri, ABRI dan pensiunan (selanjutnya disebut dengan pegawai) naik juga 1 April yang merupakan 15 persen. Mengagetkan. Ba- gaimana tidak? Ada beberapa sebab yang menjadikannya sebagai peristiwa yang cukup mengejutkan. Pertama, renca- na penyesuaian yang 15per- sen itu ternyata tidak dihi- saat dimulainya tahun ang- garan. Oleh karena itu sulit untuk mencoba memberikan tafsir politis dan kultural yang mengitarinya. Sepertinya ha- nya tafsir ekonomis semata yang mungkin dapat menje- laskan latar belakang kemun- culannya. Aspek inilah yang akan mendapatkan porsi yang paling besar dalam tulisan ini. dengan tentu saja tak perlu meninggalkan pentingnya analisis politik. Ekonomi dan politik memang selalu bergan- dengan tangan bahkan terli- hat bermesraan, apalagi pada masa-masa derasnya pemba- ngunan, seperti yang seka- rang ini sedang berlangsung. Peristiwa ini juga menga- getkan karena terjadi ketika semua pegawai negeri, ABRI dan pensiunan (pegawai) -- paling tidak sebagian besar dari mereka sepertinya sudah hampir tak lagi meng- harapkan adanya kenaikan gaji, sampai dimulainya tahun anggaran baru yang akan datang, 1 April 1992. Sejak akhir tahun 1990 yang lalu, sesaat sesudah secara agak pasti pemerintah menerima limpahan rejeki lebih dari minyak sebagai akibat dari adanya Krisis dan Perang Teluk, para wakil rakyat ber- sama-sama dengan berbagai pihak yang lain dengan nya- ring menyuarakan perlunya penyesuaian gaji. Namun de- mikian, ketika pemerintah menyampaikan RAPBN dan nota keuangan pada 7 Janua- HARI-hari belakangan ini. perhatian media massa dan perbincangan di masyarakat banyak tercurah pada kebi- jaksanaan ekonomi yang be- runtun dikeluarkan pemerin- tah, serta perkiraan akan "kebijaksanaan" yang akan dikeluarkan berikutnya. Sete- Bukan 1 Maret, bukan 11 Ma- ret, tak juga 1 Oktober. Tidak beritanya. intervensi untuk mengantisi- pasi kenaikan harga ini secara vokal juga sudah dikeluarkan oleh para politisi dan ekonom. Kekhawatiran akan naiknya tingkat harga ini terutama dikaitkan dengan kebijaksa- naan kenaikan gaji dan renca- na penyesuaian harga BBM lah "energi" para pengambil dan tarif listrik. Sejauh mana keputusan banyak dikeluar- kan melaksanakan deregulasi moneter, dan mun- kemungkinan itu terjadi, me- mang banyak faktor yang mempengaruhi dan kait-me- ngait sehingga apakah harga anak naik, dan seberapa be- sar naiknya memang menarik untuk dikaji. Tulisan ringkas berikut ini mencoba mengkaji kemungkinan-kemungkinan Sari LPK Budya Wacana Jl. Gayam 11 Yogyakarta. Mengapa berbagai kebijak- sanaan dan rencana kebijak- sanaan ini menarik perhatian masyarakat, adalah sangat mudah dipahami, Berbagai paket kebijaksanaan tersebut akan mempengaruhi tingkat harga. Kekhawatiran naiknya tingkat harga sudah bermun- culan, dan harapan agar pe- merintah melakukan berbagai lain-lain. Selamat untuk Imaniar. Jalur untuk Bis Kota culnya "tuntutan" sementara kalangan bisnis dan pakar ekonomi tentang perlu segera diambilnya langkah deregulasi sektor riil, maka pemerintah memulainya dengan Paket 3 Juni 1991. Kemudian, sehari setelah Fenurunan harga diumumkan paket 3 Juni Sebagaimana diketahui. 1991 (selanjutnya disebut Pakjun menyangkut Pakjun), diumumkan pula kebijaksanaan (yang kali ini aspek tata niaga yang disederhana- penurunan hambatan kan, tarif bea masuk dan bidang dinilai betul-betul bijak) ten- tang kenaikan gaji pegawai negeri dan ABRI sebesar 15 persen mulai 1 Juli 1991. Dan bersamaan itu, diisyaratkan pula (jika ini bukan suatu "alat" politik dengan menggu- nakan variabel ekonomi) ten- tang kebijaksanaan lainnya yang segera diambil berupa penyesuaian harga bahan bakar minyak domestik dan tarif listrik. tersebut. investasi yang untuk bebera- pa sektor kini semakin terbu- ka dan diperlunak persyarat- annya. Secara teoritis, Pakjun ini akan berakibat terjadinya penurunan tingkat harga untuk sektor atau komoditi yang terkena deregulasi terse- but. Dalam kaitan dengan ting- kat bea masuk (import tariff). sebanyak 887 pos tarif komo- diti yang diperdagangkan (diimpor Indonesia, atas dasar SITC 7 digit level), diturun- kan. Ini berarti pengurangan proteksi yang berupa hambat- an tarif (tariff barrier). Dan ini sebenarnya juga sudah dila- kukan, bahkan lebih luas, 28 Mei 1990 yang lalu, di mana lebih banyak komoditi yang diturunkan tarif bea masuk- Menurut pendapat saya, a- langkah baiknya apabila pa- tung Pak Polisi tersebut tem- patnya tidak di sana. Tetapi lebih cocok di jalan raya antar Malam Hari kota, ramainya. Bagus sekali kalau sehingga keberadaan Kota Yogyakarta semakin patung pak polisi lebih bisa padat, mobilitas semakin Demangan memberikan pengaruh psiko- tinggi. Siang dan malam sama logis kepada pengendara agar bersikap lebih hati-hati. Še- Puskopkar punya rencana perti halnya di jalan raya beroperasi malam hari. Yogyakarta - Solo, di berbagai tempat terdapat patung Pol- wan, berikut anjuran untuk Jl. Kalau bis Damri beroperasi Bayangkara - Samsat - Jl. dari daerah utara. berlalulin- pada jalur 14 dan 15 sampai Magelang. Ini contoh untuk malam hari, tentunya Puskop- kar tidak mengambil jalur yang sama karena dapat me- nimbulkan banyak masalah. Kalau memakai jalur 12 atau 13, tidak cocok untuk berope- rasi sampai malam hari, kare- na jalan yang dilewati kurang ramai atau pada malam hari mobilitasnya kecil. Paling ideal adalah memin- Demikian salah satu ide saya. Semoga jalur bis kota tidak hanya 17 jalur, namun selalu bertambah. ta jalur / rute baru yang me- lewati daerah atau jalan-jalan penting seperti pertokoan, Polres, PUPN supermarket, tempat hiburan, Agus Budi Nugroho Blok M-31 Lanud Adisutjipto Yogyakarta. tegas dinyatakan pemerintah. limpahan rezeki yang bersisa Rp 2 trilyun itu dinyatakan sebagai Cadangan Anggaran Pembangunan (CAP). yang merupakan pos anggaran ba- ru yang bukan dicanangkan untuk pengeluaran gaji pega- wai yang bersifat rutin itu. Jiką demikian halnya, ma- ka bukan sesuatu yang berle- bihan jika kemudian ditanya- kan untuk apa kenaikan gaji yang 15 persen itu. Adakah penambahan ini memberikan akibat finansial (ekonomi mikro) bagi yang hendak me- nerimanya dan ekonomi ma- kro buat ma-syarakat Indone- sia secara ke-seluruhan de- ngan takaran yang memadai? Bahkan masih dalam batas kewajaran jika pertanyaan tentang siapa yang diuntung- kan juga dipersoalkan. Juga tak kalah pentingnya diperlu- kan jawaban atas pertanyaan tentang siapa yang dirugikan, jika sekiranya ada. Dua yang terakhir ini merupakan aspek politisnya. Bagi pegawai, penyesuaian gaji ini tentu saja memberikan akibat berupa naiknya peng- hasilan absulut mereka. Take home pay-nya menjadi lebih bengkak. Saku celana terasa lebih penuh. Jika sebelumnya menerima gaji bersih setelah dipotong pajak misalnya sebe- sar Rp 75.000,- setiap bulan. maka sejak 1 Juli yang akan datang mereka akan meneri- ma dalam jumlah lebih dari itu. Persisnya entah berapa, silakan hitung sendiri, tetapi Pemimpin Umum: Kusfandi Wakil: Mamak Sutamat nya. Kemudian bentuk pro- teksi yang kedua, non-tariff barriers (NTB) juga muncul dalam Pakjun ini. Importir umum kini mempunyai ke- sempatan lebih luas untuk melaksanakan impor (yang berarti mengurangi kekuasa- an importir khusus dan mem- beri kemungkinan lebih besar untuk persaingan). Pelarang- an impor atau import prohibi- tions (dan juga ekspor) untuk beberapa jenis komoditi juga dihilangkan. Walaupun penu- runan NTB ini juga "dikom- pensasi" dengan TB (tariff barriers) berupa kenaikan bea masuk dan bea masuk tam- bahan atas 74 pos tarif, na- mun diperkirakan dampak pengurangan tingkat protek- sinya lebih kuat. Pemimpin Redaksi: Abdurrachman Wakil Mamak Sutamat, R. Subadhi BERNASE Redaktur Pelaksana: Pramono BS, J. Roestam Afandi Wakil: Bambang Sigap Sumantri, Y.B. Margantoro, Yusran Pare Sekretaris Redaksi: Ny. Arie Giyarto. Redaktur Tamu: Emha Ainun Nadjib, Rizal Mallarangeng. Suwarsono Mohon Perhatian penipuan tanah dan rumah daerah Bantul. Kami sebagai yang pasti lebih besar dari waktu-waktu Pemimpin Perusahaan: A. Kardjono Wakil Bimo Sukarno sebelumnya. Lebih penting lagi, hal yang demikian diharapkan akan membawa akibat bertambah nya rasa gembira dan bahagia mereka, beserta anak cucu- nya, sekalipun mungkin tak harus berlangsung lama. Syukur-syukur agak panjang. Paling tidak inilah yang diha- rapkan oleh pemerintah. Namun demikian, jika kita bersedia berpikir ekonomis sejenak saja, maka persoalan yang perlu mendapatkan per- hatian bukan pada jumlah absolut itu, tetapi pada jum- lah relatifnya. Dengan kalimat yang lebih jelas. orang akan bertanya tentang daya beli efektif dari jumlah penghasil- an yang mereka terima. Ada- kah sejumlah uang yang seca- ra nominal bertambah banyak itu juga memiliki daya beli yang lebih besar? Siapa pun tentu saja berha- rap mendapatkan jawaban positif dari pertanyaan terse- but. Hanya saja untuk yang demikian ini memang diperlu- kan syarat tambahan. Jika tak mau susah-susah, maka jawab saja bahwa syarat ter- sebut akan mudah dipenuhi. Tetapi jika ada kesediaan untuk sedikit melihat bebera- pa indikator ekonomi Indone- sia dalam lima bulan pertama tahun 1991 ini, maka nam- paknya agak sulit untuk me- ngatakan bahwa syarat-syarat tersebut akan terpenuhi de- ngan mudah. BANK: Lippo Bank Sudirman Yogyakarta AC 787.30.0386.5, Bank Niaga AC 211.2078.2 BANK BNI '46 Rek No. 008561001 Yogyakarta, Rekening Dinas & Giro Pos: J 11848 Percetakan : PT Muria Baru Offset Yogyakarta. Isi di luar tanggung jawab percetakan Secara berturut-turut ting- kat inflasi dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei sebesar 0,76 persen; 0,30 per- sen: 0.03 persen; 1,83 persen dan 0, 18 persen. Dengan kata lain selama lima bulan dalam Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl Jend. Sudirman 52, Yogyakarta 55224 Telepon (0274) 61211, 61488, 64061, 64063, Fax: (0274) 64062 Biro Semarang: Jl. Menteri Supeno No. 30 Telp. 319659 Biro Solo: Jl. Slamet Riyadi No. 284 Telp. 42767 Kenaikan harga Kebijaksanaan yang dikelu- arkan hari berikutnya, yakni kenaikan gaji pegawai negeri dan ABRI. lebih cenderung berakibat sebaliknya, yakni meningkatnya harga. Karena pegawai negeri merupakan Sebagai pribadi yang tak ada kaitan keluarga dengan para korban, kecuali keterka- Tiga hari berturut-turut, itan kemanusiaan, saya mungkin masih berkelanjutan menghimbau pihak Polres. Bernas memberitakan kasus PUPN serta BRI agar menun- di taskan masalah tersebut demi keadilan hukum dan perike- manusiaan. Kepada para ahli hukum, intelektual serta ma- hasiswa, tak ada jeleknya bisa urun rembug demi tuntasnya masalah tersebut. dan keadilan yang dari dulu selalu didengung-dengung- kan. bioskop menuju atau dari dan BRI daerah permukiman. Contoh rute misalnya diberi nama jalur 18: Condongcatur - De- mangan - Jl. Urip Sumohardjo Jl. Jendral Sudirman - Tugu Mangkubumi Malioboro Shopping Centre ( kembali lewat) Purosani - Jl. Mataram Kewek Kotabaru - Pengok - Condongcatur. Jalur 19: Mlati (Sleman) pembaca merasa bersyukur dan berterimakasih pada ha- rian ini, yang paling tidak mampu mengangkat kasus tersebut di tengah-tengah ma- Jl. Magelang Jl. Diponegoro syarakat. Hal tersebut akan Jl. oboro Jl. KHA Dahlan Mangkubumi - Jl. Mali- sangat bermanfaat bagi pelak- sanaan keadilan yang sebe- narnya. Minimal masyarakat luas ikut mengerti dan bisa menilai bagaimana selanjut- nya hukum seharusnya dilak- sanakan. Itu kiranya harapan Tiket FKY masyarakat luas maupun me- reka yang terkena musibah. Kasus tersebut dirangkum secara jelas, sehingga boleh jadi setiap pembaca jelas. dan demikian pula kira-kira seha- rusnya yang menangani. Ka- sus ini merupakan salah satu penguji pelaksanaan hukum SMA Pleret Bantul. Wahono Semoga kepedulian terha- dap masyarakat kecil sema- cam ini menjadikan Bernas berkharisma. Pakjun, Kenaikan Gaji, dan Tingkat Harga Edy Suandi Hamid lebih bebas. Ini akan mening- katkan output yang beredar di Indonesia, yang berarti juga akan meningkatkan persaing- an. Adanya persaingan akan memaksa produsen dalam negeri untuk meningkatkan efisiensinya, dan tak lagi bisa "santai" dengan ekonomi bia- ya tinggi (high cost economy)- nya. Adanya tambahan output dan peningkatan efisiensi pada akhirnya akan menu- runkan tingkat harga riil. Dari sisi investasi, yang kini diperlonggar, secara teo- ritik akan memberikan rang- sangan bagi para investor untuk berinvestasi pada bi- dang yang kini diperlonggar tersebut. Perluasan bisa da- tang dari investor lama yang meningkatkan investasinya. dan investor baru yang terdo- rong masuk pasar karena adanya "undangan dari kebi- jaksanaan dalam Pakjun ter- sebut. Meningkatnya investasi berarti akan meningkatkan output nasional, dan persa- investor juga Penurunan proteksi ini akan mempunyai dampak positif pada tingkat efisiensi dan tingkat harga. Sebagai- mana diketahui Indonesia sudah acapkali dikecam seba- gai negara yang proteksionis- ingan antar tis. dan di ASEAN tingkat akan lebih mendorong terjadi- nya peningkatan efisiensi. Kembali dua kondisi ini akan mengarah pada penurunan tingkat harga riil. Jadi secara keseluruhan, proteksinya paling tinggi (lihat Ooi Guat Tin, Non Tariff Barri er to Expanding Intra-Asean Trade, 1987). Dan karena proteksi ini pula tingkat efisi- ensi nasional di sektor indus- tri menurun. Perhitungan Nurimansyah Hasibuan dan Muchtar humaidy (1988) me- nunjukkan tingkat efisiensi ini selama 1974-1988 dilihat dari rasio nilai tambah de- ngan biaya madyanya menu- run dari 57.6 persen menjadi 53.9 persen. Pakjun ini dapat dikatakan kebijaksanaan yang tepat untuk memacu produksi, meningkatkan efisiensi dan sekaligus mengendalikan inflasi yang kini menjadi "mo- mok" dalam perekonomian kita. Penurunan proteksi kita katakan mempunyai dampak positif atas efisiensi dan ting- kat harga, karena pengen- doran proteksi akan memung- kinkan barang impor masuk Nama dan alamat ada pada Redaksi. Saya ingin menyaksikan berbagai atraksi yang digelar di pendopo SMKI Bugisan Yogya dalam rangka FKY. Di mana mendapatkan tiketnya? Manajer Sirkulasi: Sugeng Hari Santoso, Manajer Iklan: Bimo Sukarno Penerbit: PT Bernas ISSN: 0215-3343 Langganan: Rp 7.500/bulan (7x seminggu) Tarip iklan Umum Rp 2.000/mmk, Keluarga Rp 1.300/mmk, Kolom Rp 2.000/mmk (minimum 1x30 mm, maksimum 1x150 mm) Mini Rp 1.500/baris (minimal 3 baris, maksimal 15 baris). Semua ditambah PPN 10% SIUPP: SK Menpen No 110/Menpen/SIUPP/A.7/1986, tanggal 22 Maret 1986. Redaktur: Agoes Widhartono, A.Tavip Pancoro, Giyarno MH, Hari Budiono, Indra Tranggono, Ireng Laras Sari, Nurhadi, Putut Wiryawan, Rs Rudatan, Sulaiman Ismail, Tatang Suherman. Staf Redaksi: Anggit Nugroho, Basili, Baskoro Muncar, Bambang Sukotjo, Daniel Tatag, Dedi H Purwadi, Dodi Kuskridho, Endah Saptorini, En Jacob Ereste, Yuliana Kusumastuti, Mantoro FX, Nuruddin, Rr. Susilastuti, Reni Rohmawati, Suroso, Suryanto Sastroatmodjo, Sugeng Prayitno, Tertiana Kriswahyuni, T. Poerya Langga, Tarko Sudiarno, Waris S Haroen, Wineng Endah Winarni, Biro Jakarta: Ant. Bramantara, Arlita Primasanti, Budi Prasetyo, Drajat Wibawanto, Herlambang Jati L., Heroe Baskoro, J. Sutarjo, Korano Nicholas, LN. Indriyastuti, P. Sulasdi, Ries Mariana, Tonnio Imawan, Yan Supriatna. Semarang: Urip Daryanto (Koordinator), Yupratomo Dwi P. Suherdjoko, Solo: Krisno Wibowo (Koordinator), RHR. Sarjana BS. Purwokerto: Heru Prasetya Magelang: Mulyanto. Dengan demikian, tidak terlalu keliru jika misalnya tulisan ini kemudian menya- takan bahwa naiknya gaji pegawai tersebut belum mem- bawa akibat yang berarti pada perubahan daya beli efektif mereka. Penyesuaian tersebut tak akan menaikkan dan juga tak akan menurunkan daya beli efektif dari penghasilan yang mereka terima. Kalaulah naik, tak seberapa besar. bagian penting dan punya peran besar dalam perekono- mian masyarakat kita, maka naiknya gaji berarti akan mendorong peningkatan kon- sumsi masyarakat. Naiknya konsumsi berarti mendorong terjadinya kenaikan perminta- an (yang secara grafis dalam analisis mikro-ekonomi dicer- minan dengan pergeseran kurva permintaan ke ka- nan/ke atas). Dan ini berarti akan mendorong terjadinya kenaikan harga. tahun takwin 1991 ini tingkat inflasi telah mencapai angka yang 3.16 persen. Sebuah angka yang belum tinggi memang. tetapi juga bukan angka yang begitu menjanjikan. terakhir ini terjadi karena. dalam waktu dekat ini bukan Yang mustahil tingkat inflasi akan bertambah tinggi karena naik- nya harga sejumlah barang. sebagai akibat (rencana) kena- ikan gaji pegawai, sekali pun mungkin nanti pemerintah hendak melakukan operasi pasar. Dalam sejarahnya amat jarang operasi pasar dapat berjalan secara efektif. Naiknya harga barang ini mungkin akan lebih dahsyat lagi setelah pemerintah nanti mengumumkan rencana ke- naikan tarif listrik dan BBM, jika misalnya kedua hal terse- but atau salah satu darinya akan terjadi pada tahun ini. Untuk perkara ini, sekiranya logis jika diperkirakan, akan terjadi setelah tanggal 1 Juli, dan paling lambat akan terja- di akhir bulan September 1991. Namun demikian, per- nyataan ini tak harus kemudi- an diartikan bahwa naiknya gaji pegawai tersebut diputus- kan semata-mata hanya un- tuk persiapan kenaikan tarif listrik dan pengurangan sub- sidi BBM. Memang naiknya gaji, yang berarti meningkatnya penge- luaran pemerintah, juga akan merangsang peningkatan produksi, dan meningkatkan penawaran, yang berarti da- pat memperlunak efek kenaik- an harga akibat bergesernya permintaan ke atas tersebut. Namun demikian, sektor pro- duksi biasanya bergerak lebih lamban, dan dari kenyataan empirik yang ada, kenaikan gaji selalu diikuti dengan kenaikan harga tersebut. Adalah sulit bagi kita untuk melihat kenyataan pada bu- lan-bulan awal kenaikan gaji nanti tidak diikuti oleh naik- Kenaikan harga ini akan lebih terdorong lagi manakala tarif listrik dan harga BBM betul-betul dinaikkan. Dua komoditi ini merupakan input yang mempunyai peran relatif tinggi dalam setiap produksi nya harga. masyarakat. Dengan demiki- yang kan bukan tak mungkin an, naiknya harga dua input ini cenderung berakibat pada terjadinya cost-push inflation (inflasi dorongan harga), yang akan mempengaruhi tingkat kemampuan produsen mem- beli input (atau paling tidak mengurangi laju pertumbuh- annya), sehingga harga pun meningkat. beli efektifnya juga bertambah besar. Bagi mereka ini me- mang benar-benar kenaikan. Sepertinya alternatif yang pada golongan bawah meneri- sebaliknya memiliki peluang ma kenaikan dalam jumlah yang lebih besar untuk terja- persentase yang relatif lebih dí, jika apa yang diuraikan tentang besar. Yang atas dan sudah kecenderungan ting- lebih mapan membantu dan kat inflasi hendak benar-be- memberi subsidi kepada yang lebih bawah yang masih ba- Di samping efek finansial nyak membutuhkan penyesu- perlu dipertanyakan aian. Hanya melalui cara nar terjadi. seperti yang telah dibahas demikian, nampaknya penye dalam bagian pertama dari suaian ini mampu memberi- tulisan ini, kenaikan yang kan akibat ekonomis dan lebih besar sama rata sebesar 15 persen psikologis itu mengandung kesan ku- rang adil. Bagi pegawai yang selama ini telah menerima gaji an". Sebuah bersih lebih besar misalnya masih sedikit berpeluang yang termasuk pada eselon I. untuk mewujud. II dan III serta para menteri -- kenaikan ini memberikan aki- Jika kenaikan gaji tersebut sepertinya kurang memberi- kan manfaat finansial kepada bat yang jauh lebih besar. pegawai dan terasa berkesan dibanding akibat yang diteri- ma oleh pegawai yang berada pada golongan I dan II. kurang menjunjung tinggi prinsip keadilan, lantas untuk pegawai apa penyesuaian itu diada- Bagi kelompok yang disebut pertama, jumlah kan? Jawabannya nampaknya penerimaan absolut mereka terletak pada faktor psiko- akan naik dengan jumlah logís. Secara psikologis, orang cukup besar, dan bah- daya toh tetap merasakan ada se suatu yang berubah, setelah sekian lama menunggu de- ngan cemas terjadinya peru- bahan tersebut. Merasakan Bagi dua golongan pegawai ada manfaatnya, sekali pun nya orang bersedia untuk diajak terus menerus berpikir prinsip ekonomi. yang disebut terakhir jumlah mungkin untuk waktu yang perubahan absolut penghasil- tak terlalu lama. Tak selama- an mereka pasti tak seberapa, sementara perubahan relatif nya lebih menjadi persoalan rasional mengikuti prinsip- Bagi pemerintah, efek psi- kologis yang demikian ini merupakan sumber timbulnya akibat politik yang positif yang memang sedang ditung- gu-tunggu, apalagi menjelang pelaksanaan pemilu yang akan segera datang. Pemerin- lagi. Bisa jadi daya beli efek- tifnya malahan berkurang. Bagi mereka ini memang be- nar-benar "penyesuaian". Di sinilah letak biasnya. Bahkan belum terasa adanya pemi- hakan. tah yakin benar bahwa stabili- tas dan kelancaran pembang- unan tak bakal terganggu. tetapi toh ganjaran psikologis dan ekonomis tetap perlu un- tuk selalu secara teratur di- alirkan. Penafsiran tentang kemungkinan munculnya efek politik yang berganda (political Bersambung ke hal 11 Oleh karena itu, jika seki- ranya masih ada peluang. sekali pun mungkin hanya kecil toh 1 Juli masih be- lum datang akan lebih tera- sakan adil jika penyesuaian gaji ini lebih didasarkan pada sistem subsidi silang antar kelompok pegawai. Yang bera- da pada eselon atas menerima penyesuaian dengan jumlah persentase yang relatif lebih kecil, sementara yang berada Jadi, untuk sisi kenaikan gaji dan kenaikan harga BBM dan tarif listrik akan lebih bersifat inflatoir. Dengan kata lain bertolak belakang dengan kebijaksanaan yang diumum- kan sehari sebelumnya. narnya pemerintah mampu dan sudah Berkaitan Jadi dua kebijaksanaan pemerintah yang diambil da- lam waktu berdekatan (dan juga rencana kebijaksanaan berikutnya) merupakan satu paket yang tak terpisahkan satu dengan lainnya. Skenario tampaknya sudah disusun rapi oleh para pengambil kebi- jaksanaan untuk melakukan suatu tindakan yang dapat lebih meriilkan ekonomi dan mencegah terjadinya ketidak- stabilan dalam perekonomian. Adanya proteksi (dan juga subsidi) membuat ekonomi dan tingkat harga domestik menjadi tidak riil dan kurang mencerminkan harga yang sebenarnya, serta membuat konsumen membayar harga lebih mahal dari yang sewa- jarnya. Sementara, kenaikan gaji pegawai negeri/ABRI juga tampaknya tak bisa ditunda. Sejak tahun lalu, ketika harga BBM dunia meningkat, sebe- sudah berhasrat menaikkan gaji tersebut. Na- mun ekonomi yang diliputi tingkat inflasi tinggi, telah memaksa untuk menunda niat baik itu. Sekarang tampaknya mo- mentum dianggap tepat, di samping inflasi sudah relatif terkendali, beberapa industri di sektor riil sudah dianggap siap untuk di "deregulasi". Sehingga berbagai kebijaksa- naan ini dapat saling meleng- kapi satu dengan lainnya dalam mendorong laju per- tumbuhan ekonomi dan seka- DEBAT MAHASISWA Bus Besar Winardi Mahasiswa Sastra UGM YOGYA adalah sebuah bus besar. Di dalamnya terdapat bermacam-macam penumpang dengan penam- pang kultural yang beragam. Dari budaya pesisir yang lugas dan "kasar". sampai budaya pedalaman yang "halus" dan penuh unggah- ungguh. Termuat juga dida- lamnya, penumpang yang bersaku tebal dengan jun- taian asesorisnya, tetapi juga terdapat penumpang yang kere-kere. Ada penum- yang pada sebagian besar pegawai, khususnya pegawat rendah- harapan yang Yang paling mudah me- mang hanya mempertahan- kan bangunan fisik -- meski- pun makin lama makin terdesak arsitektur modern. Tapi itu belumlah cukup. Barangkali forum-forum macam FKY. pelembagaan workshop seni dan teater, dan sejenisnya perlu dise- lenggarakan secara perma- nen dan lebih intensif, serta massif. Ini yang ideal. Kalau tidak begitu, Yogya tetap akan menjadi bus besar yang kelihatan tua. Dan tersendat-sendat jalan- nya: tanpa ada sesuatu yang baru tapi khas. *** Lutfi Al Haromain Mahasiswa Teknik Sipil Ull UNTUK mempertahankan identitas kultural komunitas atau daerah, ada satu ung- kapan yang pas untuknya. Kulit boleh-boleh saja beru- bah, tapi isi haruslah tetap sama. Lalu bagaimana de- ngan Yogyakarta? Apa yang menjadi inti budaya Yogya- karta yang tak boleh beru- bah itu? Dan mana pula yang boleh diubah mengi- kuti arus zaman? ligus mengendalikan stabilitas harga. halaman rusan Rubrik ini mengundang mahasiswa untuk berpendapat tentang tema aktual. Tulisan maksimal satu kwarto spasi rangkap. Dimuat setiap Senin dan Kamis. dengan sejumlah dung pertemuan besar, bah- bangunan fisik masa silam. kan bus kota, selalu ditulis- la meliputi kekhasan pola kan dengan dua jenis huruf. kultural yang teraktualisasi- Yang atas dengan huruf kan. latin, sedangkan yang ba- wah dengan huruf Jawa.. khas Yogya. Lho ini kan kulitnya yang kita pelihara. Mirip dengan itu, kita lihat pula bangunan-bangunan baru dengan bentuk arsitek- tur joglo. pang yang berbaju safari. ada juga penumpang tak bersafari. Lalu bagaimana Yogya yang ideal? Apakah penum- pang-penumpang yang bera- sal dari Yogya -- karena Kulit yang Tetap jumlahnya terbanyak boleh memaksakan bahasa- nya untuk dipakai sebagai alat komunikasi yang bersi- fat tunggal, untuk seluruh penumpang? Toh, orang- orang Yogya ini berkepen- tingan dengan pelestarian identitasnya. Kalau itu tidak diperbolehkan, lalu melalui modus pelestarian yang bagaimana agar Yogya te- taplah menjadi Yogya. Se- hingga ia bukanlah Sura- baya, Jakarta, Bandung atau Ujung Pandang. Inilah sulitnya: memper- tahankan kekhasan Yogya sembari sekaligus memberi- kan hak yang sepadan bagi sesama penumpang. Soal- nya, bagi saya, Yogya yang ideal tak semata-mata beru- Tapi rupanya pikiran kita sering terbalik. Kulitnya kita pelihara, sementara lupa isinya sudah berubah tak karuan. Kita lihat jalan-jalan protokol Yogya, gedung-ge- Topik dema berikutnya: Seleksi UMPT Pertanyaan yang pasti tim- bul adalah: manakah yang lebih kuat antara dua kebijak- sanaan yang punya efek ber- lawanan tersebut? Dari sisi teori, maka hasil akhir meru- pakan kenaikan atau penu- runan harga riil setelah kebi- jaksanaan ini berjalan adalah sama-sama mungkin. Namun demikian, jika ditelusuri lebih dalam. maka kemungkinan untuk terjadinya inflasi, wa- laupun dalam batas-batas terkendali, akan lebih besar proporsinya untuk mewujud. Dalam jangka pendek, kenaik- an harga hampir bisa dipasti- kan akan terjadi sebagai ikut- an kebijaksanaan kenaikan gaji (dan juga penyesuaian harga BBM dan tarif listrik nantinya). *** Pakjun tidak bisa diharap- kan hasilnya secara langsung. Sebagaimana biasanya, dere- gulasi sektor riil ini memakan waktu. Peningkatan produksi menuntut waktu yang lebih lama. Penyesuaian (adjust- ment) dari proses produksi dan restrukturisasi ongkos produksi, tidak bisa dilaku- kan secara cepat. Apalagi jika dilihat dari Pakjun ini ternya- ta hanya sebagian kecil komo- diti yang dideregulasi yang menyangkut komoditi yang dikonsumsi rakyat banyak. Dalam jangka yang relatif lebih lama, dampak Pakjun ini baru dirasakan dalam perekonomian kita. Dus, kita pun harus sudah siap meneri- ma kenyataan merambatnya harga-harga dalam waktu dekat ini. •) Penulis adalah kepala la- boratorium Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FE UII dan Peneliti P3PK UGM. Persoalannya, sejauh mana kita tahu bahwa ten- tang filsafat yang termuat dalam alfabet jawa dan ba- ngunan joglo? Kalau kita berbicara ten- tang Yogya yang ideal seba- gai kota budaya, biasanya kita terjebak pada dua per- soalan. Pertama kita cende- rung berbicara yang muluk- muluk, sehingga mengabai- kan realitas sosial-ekonomi- politik sudah berkembang jauh. Karena itu kita berbi- cara secara utopis. Kedua. kita mengelus-elus warisan masa silam yang sebetulnya sudah kehilangan ruh kultu- ralnya. Ya semacam pema- kaian huruf Jawa di atas. Barangkali, tinggal peta pena garis lurus sitihinggil - alun- alun Malioboro tugu sampai puncak Merapi itu saja yang bisa kita pelihara. Inilah konfigurasi tatanan kota yang mencerminkan kosmologi nilai-nilai Jawa. Idealnya. Yogya mampu membuat modus-modus baru dari interaksi sosial modern yang diilhami oleh nilai-nilai Jawa. Yang ideal sih, yang se- perti itu, tinggal formatnya diubah.... BISI JAKARTA Me mengharapkan P tidak mematikan Menteri menga batu pertama pe beton pratekan d "Saya tekankam riil 3 Juni itu r konsumen, namu jangan mati," kat VALUTA Shilling Austria Dolar Australia France Belgia Dolar Brunei Darusal Dolar Kanada Franc Swiss Mark Jerman Kron Denmark Franc Perancis Poundsterling Inggris Dolar Hongkong Lira Italia Yen Jepang Ringgit Malaysia Gulden Belanda Krone Norwegia Dolar Selandia Baru Peso Philipina Krone Swedia Dolar Singapura Bath Thailand Dolar AS BTN BPD Bank Summa Bank Jakarta BII BBI Lippo Bank Danamon Bank Niaga BNI 46 BCA BTPN Bukopin BDN BHS Bapindo BDNI 4cm Daftar K di Ba SUKU BU BBD BRI Bank Pasar Bank Duta No. NAMA SAHAM 1. ALUMINDO 2. ASTRA GRAPHIA 3. ASTRA INT 4. BANK DUTA 5. Bil 6. BANK NIAGA 7. BRANTA MULIA 8. BUN 9. BUMI MODERN 10. CHAROEN P 11. CP. PRIMA 12. DANKOS LAB 13. DUTA ANGGADA 14. ERATEX JAYA 15. FICORINVEST 16. GAJAH SURYA GAL Informas 17. GAJAH TUNGGAL 18. GUDANG GARAM 19. HM. SAMPOERNA 20. HERO SUMA 21. HADTEX 22. INCO 23. INDAH KIAT 24. INDOCEMENT 25. INDOSPRING 26. INTER PASIFIC 27. INDO RAYON 28. JIH 29. JAPFA 30. LIPPO BANK 31. MAYATEXDIAN 32. METRODATA 33. METROPOLITAN 42. SUMARECON 43. SOEDARPO 44. TEMBAGA MULIA 45. TJIWI KIMIA 49. 50. UNILEVER 46. TRAFINDO P 47. TRIAS SENTOSA 48. TJILATJAP P UNGGUL INDAH 1 TUN- TAS. 2 2 25 2 34. PAN BROTHERS 35. PANIN BANK 36. PDFCI 37, PETROSEA 38, PRIMA ALLOY E 39, RIG TENDERS 2 40. SEMEN CIBINONG 10 41. SUCACO 6 26 22 24 23 24 16 25 1 1 6 5 14 9 9 11. 8 17. 3. Sent Alam DENGAN SEKALI SENTE BAU BADAN TETAF. AND SA RENDAH DIRI DALA TAF DAPAT MENGHILAN DENGAN SEMPURNA DA DIBAWAH LENGAN AND BUKAN WANGINYA, TETAPI HILANG BAU BA- DANNYA SECARA Produksi P.T. TENAGA TANI FA Banda Aceh DAPAT DIBELI DI TOKO MASUKKAN PERANGKO DAN ALAMATKAN P.O. B KAMI AKAN MENGIRIM
