Tipe: Koran
Tanggal: 1983-01-08
Halaman: 02
Konten
Berita Yudha Sabtu, 8 Januari 1983 - Tajuk Rencana Rakyat Menerima Kenaikan Harga BBM Dengan Penuh Pengertian Duabelas jam setelah pidato Presiden Soeharto di DPR, Pemerintah lewat Keputusan Presiden No. 1 Tahun 1983 menetapkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikannya berkisar antara 11,11 persen sampai 70,58 persen. Jauh sebelum pidato Presiden di DPR berbagai kalangan pejabat sudah mengisyaratkan perlunya Pemerintah menyesuaikan harga BBM mengingat ber- bagai faktor seperti resesi yang masih berkecamuk, tidak tercapainya kouta ekspor minyak kita, dll. Untuk mengamankan momentum pembangunan sumber- sumber dana harus makin dikembangkan. Salah satunya adalah menghapuskan subsidi-subsidi yang dinilai tidak perlu lagi. Sumber subsidi yang cukup besar saat ini adalah untuk BBM. Dan alternatif ini terpaksa diambil Pemerintah. Tetapi pelaksanaannya tidak mungkin secara sekogus. Semua itu telah dijelaskan secara gamblang oleh Presiden Soeharto di depan DPR ketika menyampaikan RAPBN 1983/1984 beserta Nota Keuangannya. Dengan cara penyampaian yang begini kita melihat sangat efektip. Sebab dengan cara tsb. rakyat ikut menghayati serta memahami tindakan yang diambil Pemerintah tsb. Meskipun tindakan menaikkan harga BBM itu tidak populer, namun kalau masalahnya benar- benar dipahami serta dihayati, rakyat pasti akan bisa menerimanya. Dan ini terbukti dari tindakan Pemerintah dalam menyesuaikan harga BBM tanggal 7 Januari kemarin. Dari hasil pengamatan serta monitor wartawan kita, seluruh rakyat bisa menerima tindakan Pemerintah tsb. Begitu pula para wakil rakyat dan tokoh-tokoh masyarakat, tidak ada seorangpun yang menilai tindakan Pemerintah tsb. sebagai tindakan keliru. Yang menggembirakan lagi usaha-usaha spekulasi yang biasanya muncul setiap ada tindakan penyesuaian harga tidak lagi nampak. Harga-harga baik barang-barang kebutuhan pokok, maupun barang-barang keperluan lain tidak terjadi gejolak. Memang pada beberapa barang ter- jadi kenaikan, namun kenaikannya masih pada batas- batas yang wajar. Dan hal ini adalah normal. Sebab bagaimanapun kenaikan harga BBM akan menimbulkan kenaikan harga pada barang-barang ataupun sektor-sektor lain. Namun pengaruh kenaikan itu tidak akan sebesar dari kenaikan harga BBM itu sen- diri. Itu tergantung dari faktor seberapa besar peranan BBM terhadap komponen pembentukan harga dari barang-barang yang bersangkutan. Tetapi faktor-faktor lain seperti tersedianyang yang cukup, distribusi yang lancar dan tidak adanya usaha spekulasi sangat mempengaruhi terjadinya gejolak harga suatu barang. Faktor-faktor tsb. diatas sudah lebih dulu diamankan oleh Pemerintah dengan menyediakan stok bahan pangan yang melimpah, barang-barang kebutuhan lain- nya serta meningkatkan pelayanan angkutan dan sektor- sektor distribusinya. Dan ini cukup berhasil, terbukti tidak ada gejolak harga pada hari-hari pertama seperti yang biasa terjadi pada masa-masa lalu. Dari apa yang kita saksikan dalam tindakan Pemerin- tah menyesuaikan harga BBM kali ini, kita menilai bahwa rakyat Indonesia saat ini makin dewasa dan kritis dalam pemikiran. Tidak lagi mudah dipengaruhi oleh dorongan-dorongan spekulatif dan emosional. Kalau memang masalahnya dipahami, rakyat cukup mau mengerti dan bahkan bersedia ikut mengamankan. Kesadaran yang demikian baik ini wajib kita pupuk dan pelihara, karena kita masih banyak menghadapi berbagai kesulitan akibat dari ekonomi dunia yang belum menen- tu. Dengan dukungan rakyat yang penuh kesadaran serta kritis terhadap permasalahan yang kita hadapi, kita sangat yakin bangsa Indonesia mampu mencapai kemakmuran seperti yang kita cita-citakan. Kembali mengenai tindakan penyesuaian harga BBM, kita juga mempunyai kepercayaan, bahwa tindakan Pemerintah itu benar-benar telah dibarengi oleh tindakan- tindakan pengamanan yang mampu mengatasi agar pengaruh kenaikan tsb. tidak menimbulkan beban berat bagi rakyat khususnya rakyot kecil. Misalnya terhadap tarip angkutan umum, tarip listrik, air minum, dll. Kita percaya penyesuaian tarip yang tentunya segera menyusul pada sektor-sektor jasa tsb. akan ditetapkan serendah dan sewajar mungkin. Adanya kebijaksanaan penyesuaian tarip yang wajar dan adil dimana diterapkan yang kuat harus membantu (memberi subsidi) yang lemah, jelas akan menambah tingginya kesadaran dan pengertian dari rakyat terhadap masalah-masalah yang dihadapi Pemerintah dalam tahun-tahun sulit sekarang ini.* POJOK * Berita Yudha Dikabarkan bahwa fungsi pengawasan DPR makin berat. Wajar, memang menjadi wakil 145 juta rakyat itu sendiri sudah berat. Maka tanggung jawab kontrolnya ya harus berat. Dikira enak apa?! -Ibukota DKI Jakarta mulai digenang air lagi. * Ibarat penyakit, ini banjir masuk penyakit tahunan. Kambuhnya seta- hun sekali mungkin perlu dukun. Gubernur yang akan habis masa jabatannya diperiksa. Yang diperiksa itu hasil kerjanya, sesuai bestek apa tidak. Ini istilah pem- borong lho! mang Bidik Jakarta, Januari (BY). Di dalam menangani masalah BBM (Bahan Bakar Minyak) hendaknya ditangani secara biasa-biasa saja, tidak perlu dengan situasi yang tegang, minyak sehingga tidak merupakan barang pecah belah yang tersentuh sedikit saja pecah. Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Fraksi Karya Pem- bangunan (FKP) DPR Drs.Jacob Tobing MPA dalam suatu per- cakapan dengan wartawan Jumat siang digedung DPR Senayan. Dalam kesempatan itu Jacob Tobing didampingi oleh anggota FKP yang lain Drs. Jony Siman- juntak dan Drs. Riwai Siata yang keduanya menjabat Wakil Komisi APBN. Dikatakan, minyak memang merupakan barang yang strategis, tetapi tingkat penangannya harus biasa-biasa saja. Toh barang strategis lain seperti beras, gula dan lain sebagainya bisa ditangani secara biasa-biasa juga. Memang dalam masa-masa yang lalu keadaannya membutuhkan penanganan yang demikian. Menurut tokoh muda Golkar Kenaikan harga BBM yang sudah lama ditiupkan menyebabkan orang bersiap-siap. Biasanya di Jakarta pada malam terakhir harga lama, di hampir semua pompa bensin mobil-mobil antri panjang. Tapi kejadian hari Kamis malam, tak seperti biasanya. Motorpun ramai-ramai ikut antri. (Photo : Yahya). Makin banyak diketahui masyarakat mengenai persoalan internasional dalam hubungan timah khususnya dan komoditi pada umumnya, makin banyak paedahnya masyarakat mengerti terhadap kesulitan2 atau problem-problem yang dihadapi oleh perusahaan timah pada waktu ini. Salah satu akibat dari resesi ekonomi dunia mengakibatkan penurunan konsum- si timah dalam percaturan internasional. Tetapi disamping itu perusahaan2 pe- nambangan timah pada umumnya diseluruh dunia mengalami juga suatu periode dimana substitusi itu secara lambat laun mengambil alih peranan timah, khususnya dalam canning. Pelacakan Terhadap Para Wajib Pajak Dan Petugas Pajak ini, daya dongkrak politik dari BBM ini memang besar, namun juga bisa diperkecil. Untuk itu tidak para pejabat yang berwenang di bidang perlu menahan diri untuk tidak memberikan keterangan masalah ini. industri dan lain sebagainya. Berbicara masalah penerimaan pajak, Jacob Tobing mengatakan, kalau kita berfikir mengenai masalah penghapusan pajak ekspor, memang tidak dilihat cara memungutnya lebih gampang. Artinya terkumpul dipelabuhan-pelabuhan dan mudah diambil. Ia mengharapkan agar pemungutan pajak ekspor ini dihapuskan saja, dengan harapan usaha di dalam negeri dapat lebih berkembang, yang pajak pen- dapatannya, pajak perseroannya dan pajak penualannya dapat dipungut, meskipun secara ad- ministrasi lebih rumit. Aluminium dan plastik kelihatannya secara lambat laun mengambil alih peranan timah didalam packaging. "Jadi pada waktu sekarang timah mengalami dua problem: satu akibat substitusi kedua akibat resesi ekonomi dunia." Sehingga terdapat angka statistik menurut Dewan Timah Dunia, pada waktu ini kelebihan produksi atas konsum- si sebesar antara 70.000 ton-80.000 ton. Jumlah antara 70-80.000 ton itu merupakan akumulasi dari surplus selama (sekitar) tiga tahun. Sepanjang mengenai resesi itu bukan hanya timah yang menderita, mineral lain- pun menderita. Antara lain: tembaga, emas mengalami penurunan harga. Tetapi andaikata nanti resesi ekonomi itu berkurang dan terdapat suatu situasi dimana ekonomi dunia itu kembali ke situasi sebelum resesi ekonomi, mungkin mineral lain seperti aluminium, tembaga, perak akan kembali ketingkat konsumsi sebelum resesi ekonomi. "Kalau timah, kita ragukan bahwa konsumsi itu nanti akan berimbang dengan produksi, katakanlah dalam tempo 2-3 th. Karena, rupa, Disebutkan sebagai contoh, setelah ada pernyataan seorang pejabat masalah berkembang sedemikian seolah-olah masalah minyak ini maha hebat. Biasa-biasa sajalah dalam menangani masalah minyak ini, malah nantinya hilangkan saja subsidi terhadap BBM ini. Kalau perlu subsidi untuk keperluan-keperluan kemasyarakatan tidak usah di BBM, tetapi langsung ditingkat service, ditingkat buskota dan lalin sebagainya, kata Jacob Tobing. Ia menyarankan agar pemerin- tah di dalam situasi yang sulit, yang prihatin dan dalam situasi mengencangkan ikat pinggang ini, justru dapat digunakan un- tuk melakukan penyempurnaan- Perlu pelacakan. penyempurnaan yang lebih Sementara itu Jony Siman- konsepsional, baikam pena- taan eksport, penataan kembali jutak mengatakan, di dalam kea- Selain kunjungan-kunjungan yang dilakukan oleh kedua Kepala Pemerin- tahan tersebut diatas, telah pula dilaksanakan kunjungan-kunjungan oleh para pembesar Kanada dan Indonesia lain- nya, para pengusaha serta pihak swasta na B6449XH Banyak sekali kemajuan dari lembaga ini tetapi didalam organ tin pada umum- nya dan tehnik penggunaan timah (pro- sesnya), sehingga timah itu boleh dikatakan lebih competative dalam arti kata cost. Tapi sudah ada bahasan bagi produsen timah untuk meningkatkan kegiatan dari Internasional Tin Research Institute den harapan mempertahankan penggunaan yang ada sekarang. Sehingga in route yang tadinya sudah kelihatan oleh substitut itu bisa dihentikan, kedua untuk menemukan penggunaan baru yang continue-nya agak besar. Itu akan menyangkut suatu penilaian kembakli dari aktivitas ITRI dan kebetulan saja baru-baru ini ITRI itu telah selesai mengadakan suatu studi yang ter- diri dari: satu, evaluasi dari hasil peker- jaannya selama 50 th itu dan kedua, mengadakan suatu rekomendasi kepada pemerintah anggauta untuk mengadakan suatu can reserve yang baru bagi ITRI. Sayangnya anggauta dari ITRI ini hanya lima anggauta yakni Indonesia, Malaysia, Muangthai, Zaire dan Mauritia dan lainnya. Wakil Presiden Adam Malik pada tanggal... Desember 1982 juga telah berkunjung ke Ottawa. Tetapi mempunyai efek positip khususnya dalam bidang kesem- patan kerja, di dalam pembinaan adminstrasi perpajakan dan di dalam bidang pemasukan melalui pajak penjualan dan pajak perseroan. Di dalam hal inilah FKP mengharapkan adanya secara Kunjungan Perdana Menteri Kanada ke Indonesia pada bulan Januari 1983 men- datang akan merupakan titik penting dari kunjungan-kunjungan kedua negara yang dilakukan akhir-akhir ini dan akan men- jamin perkembangan selanjutnya dari hubungan persahabatan Kanada dan In- donesia. Kunjungan ini akan memberi kesempatan bagi pembicaraan- pembicaraan mengenai persoalan- persoalan internasional yang sangat pen- ting dan juga persoalan-persoalan politik dan ekonomi untuk kepentingan kedua negara (bilateral). Bagi Kanada, Indonesia merupakan suatu negara yang sangat penting dipan- dang dari berbagai bidang. Ini terbukti juga dengan adanya sokongan dan ker- jasama Kanada pada Indonesia (dan pada negara-negara ASEAN lainnya) dalam hal mencari penyelesaian damai di Kamboja dan juga dalam hal mencarikan negara un- tuk pemukiman para pengungsi Vietnam. Hubungan Kanada dan Indonesia juga terasa sangat penting karena adanya per- samaan kedua negara, yaitu Kanada dan Indonesia keduanya merupakan negara- negara Lautan Teduh dan tumbuhnya suatu masyarakat Lautan Teduh (Pacific Community) akan mengembangkan suatu hubungan khusus yang jika diumpamakan sebagai hubungan kekeluargaan modern, didasarkan pada rasa saling menghormati penyempurnaan konsepsional. Tahun Ujian Bagi Timah Internasional pertama tadi itu, akibat substitusi." Jadi kalau kita gambarkan resesi ekonomi itu melanda seluruh mineral komodity, lebih sulit lagi bagi timah yang sekarang itu harus berusaha merebut kem- bali penggunaan atau pemakaian timah yang selama ini telah diambil aliholeh aluminium dan plastik. sebagai observer: Australia. Bolivia yang selama ini anggauta, malah sebenarnya termasuk anggauta pendiri, tahun yang lalu mengundurkan diri karena kesulitan ekonomi dalam negeri. Oleh karena jumlah anggautanya sedikit dan pengeluaran untuk suatu riset, riset yang basic dan bukan hanya application, memerlukan beaya yang besar, negara- negara penghasil timah ini harus bersedia mengganggarkan sesuatu percentage dari produksinya untuk riset. Salah satu yang akan menjadi bahan pemikiran bagi penghasil timah ialah men- ingkatkan riset. Seperti di ketahui di Lon- don ada International Tin Research In- stitute yang sudah berusia 50 th. Selama ini boleh dikatakan lembaga ini sebenar- nya belum menghasilkan suatu pemakaian baru yang basic dan jumlah besar akan timah. Dibanding aluminium- dengan umpamanya- budget yang disediakan presentage dari produksi untuk riset jauh ketinggalan. Aluminium kalau tidak salah sampai 4% dari total revenue dikesam- pingkan untuk riset. Sedang timah hanya antara 1%-2%. Disamping itu aluminium di tangan multinasional yang sudah mem- punyai pengalaman research and develop- ment dan keuangan yang kuat. Disamping promosi secara coordinated effort, in- dividual aluminium company itu mem- punyai riset sendiri. Dan risetnya itu ver- tical mulai dari oxy-nya sampai ke peng- gunaan akhir. Sedang produsen sekarang itu baru dalam tahap riset di ASEAN, di South East Asian Research Center yang di sup- port oleh United Nation dari Bangkok yang sekarang bermarkas besar di Ipoh, Malaysia. Dan ia menyangkut exchange of use dan technology dalam produksi dan explorasi. Mengenai konsumsi, negara penghasil timah tidak punya fasilitas sendiri, lem- baga itu didirikan di negara konsumen yaitu di London. Nah, timbul suatu peranyaan apakah ini suatu frame yang betul-betul akan memperjuangkan kepen- tingan produsen? Karena secara sendiri- sendiri, negara produsen itu tidak mam- 500 A dan juga pada kepentingan-kepentingan ekonomi antar negara anggotanya. Kepentingan-kepentingan bersama ini terutama terletak pada sebelas negara dari kawasan itu yang telah mengambil langkah-langkah pertama untuk memben- tuk suatu sistem konsultasi dan tindakan- tindakan bersama atau yang telah disetu- jui bersama. Negara-negara itu terdiri dari apa yang disebut negara-negara berkem- bang (Kanada, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru dan Jepang) dan negara-negara ASEAN serta Korea Selatan.--- 84538 VP Disamping negara-negara tersebut diatas ada negar-negara Lautan Teduh lainnya yang sangat mungkin ingin men- jadi anggota masyarakat Lautan Teduh karena melihat adanya kepentingan- kepentingan mereka dalam masyarakat tersebut. Seperti telah dituliskan diatas kerja sama Kanada-Indonesia berada dalam rangkaian-rangkaian bermacam-macam projek dalam bidang perdagangan, ban- tuan pengembangan, pertanian, energi, mineral, sumber-sumber alam dan teknologi. Perdagangan antara Kanada dan In- donesia telah melonjak dari $3.000.000.- sepuluh tahun yang lalu menjadi lebih dari $240.000.000.- dalam tahun 1980. Tahun lalu ada kenaikan besar-besaran dalam bidang ekspor Kanada ke Indonesia, terutama akibat penjualan sejumlah besar minyak dan tiga buah kapal semi- Drs. Jacob Tobing MPA daan yang sulit akibat resesi dunia ini khususnya di dalam meningkatkan atau menjaga momentum pembangunan dan untuk meningkatkan peneri- maan, pemerintah di samping meningkatkan efektifitas dan produktifitas perlu melakukan pelacakan. Pelacakan yang dimaksudkan adalah pelacakan terhadap para wajib pajak dan para petugas pa- jak. Sebab, selama ini telah terungkapkan bahwa para wajib pajak yang tidak memenuhi A Hubungan Persahabatan Kanada-Indonesia Sudah menjadi kenyataan bahwa hubungan kedua negara Kanada dan In- donesia semakin berkembang dengan baik. Suatu faktor yang sangat penting dalam hubungan ini ialah kunjungan timbal balik kedua negara. Kunjungan-kunjungan ini terutama ditekankan pada hubungan per- sahabatan dan dari hubungan-hubungan persahabatan ini timbul hubungan- hubungan yang membuahkan kegiatan- kegiatan dibeberapa sektor penting, an- taranya perdagangan, bantuan pengem- bangan, pertanian, energi, mineral, sumber-sumber alam dan teknologi. Kunjungan timbal balik para pemimpin kedua negara telah dilaksanakan sejak lama. Sebenarnya Perdana Menteri Kanada Pierre Trudeau telah menaruh perhatian pada Indonesia sejak lebih dari tiga puluh tahun yang lampau, tatkala Per- dana Menteri Trudeau sebagai warga negara biasa mengunjungi Bali pada tahun 1949. Kemudian beliau kembali berkun- jung ke Indonesia ditahun 1971 sebagai Perdana Menteri Kanada untuk menyam- paikan rasa persahabatan rakyat Kanada pada rakyat Indonesia. Pada tahun 1975 persahabatan kedua negara lebih dipererat lagi dengan terlaksananya kunjungan balasan Presiden Suharto ke Kanada. 1 HAIM BE pu dan tak mepunyai pengalaman untuk mengadakan research dalam penggunaan- nya. Hanya sekarang itu explorasi dan produksi. Sekarang memang ada kemajuan diantara produsen. Kita itu merasa tidak bisa completion, dalam arti kata bahwa penggunaan timah itu tidak akan dapat serangan dari substitusi. Yang sekarang agak sulit ialah bagaimana merumuskan strategi untuk melawan substitusi, disam- ping tentunya kebutuhan akan personalia. Sebab riset, itu memerlukan grade khusus, manusia-manusianya itu mesti dedikasi untuk riset dan orangnya itu memang suka di laboratorium dan soal keuangan." Takin Peranan Timah di Indonesia Peranan timah didalam perekonomian Halaman II Gudang penimbunan Timah di Mentok siap diekspor. (Foto: R-10) container. Ekspor lain yang penting ke In- donesia melaiputi aliminium, sulfur, asbes, kertas, pulp kayu dan rayon. Nampak juga perkembangan penting dalam penjualan barang-barang jadi dan ini merupakan hampir sepertiga dari penjualan barang- barang Kanada ke Indonesia tahun lalu. Drs. Jony Simanjuntak Disebutkan kewajibannya. sebagai contoh ditemuinya kasus pembukuan ganda baru-baru ini yang dilakukan oleh perusahaan tertentu. Program bantuan pengembangan Kanada mempunyai pengaruh besar dalam bentuk ekspor Kanada ke Indonesia dalam dasawarsa yang lalu, tetapi hal ini sekarang telah berubah dan kita sekarang melihat adanya kemajuan dalam penjualan-penjualan dalam jumlah besar yang melalui jalur perdagangan biasa. Sebaliknya ekspor Indonesia ke Kanada terutama karet, teh dan kelapa sawit dan baru-baru ini ditambah dengan tekstil dan pakaian jadi. Dalam sektor sumber alam, upamanya, terasa sangat penting partisipasi Kanada dalam pembangunan tambang batubara Ombilin dan operasi-operasi perusahaan- perusahaan Kanada dalam industri minyak dan gas, dan juga operasi dari suatu perusahaan Kanada dalam pengembangan besar-besaran tambang nikel di Sulawesi. Dalam sektor energi, perusahaan- perusahaan Kanada secara aktif mencari kesempatan-kesempatan dalam pengem- bangan dua buah projek, yaitu projek Tenaga di Suralaya di Sulawesi dan pro- jek batubara di Bukit Asam, Sumatera Selatan. Batubara Bukit Asam akan memberi tenaga Stasiun Pembangkit Suralaya dari mana listrik akan disalurkan Memang untuk melacak wajib pajak perlu dilakukan, sehingga para wajib pajak ini sadar di dalam memenuhi kewajibannya. Kemudian para petugas pajak ini perlu dilacak moralnya, sehingga apa yang bisa masuk ke kas negara bisa masuk ke kas negara dengan utuh. Demikian Jony Simanjuntak (R-28). Indonesia akan tetap besar seperti yang sudah-sudah. Pada suatu saat timah per- nah merupakan penghasil devisa nomor dua di Indonesia, dan sekarang ini nomor empat atau lima tergantung dari harga kayu, karet dan kopi bahkan ikan. Pada suatu waktu kita pernah dilewati [timah] oleh ikan. Penghasilan ikan pada th 1980 mencapai sekitar US$600 juta/tahun. Sedang timah pada th 1981-an hasilnya baru mendekati US$500 juta/tahun. Pernah pada suatu saat kopi juga melewati timah. Tapi sekarang dengan harga kopi anjlok maka pada akhir tahun '82 kita lihat penghasilan negara dari timah lebih besar dari kopi. (Bersambung) Pierre Trudeau ke Jakarta dan seterusnya ke Jawa Tengah. Para konsultan Kanada telah melasanakan langkah-langkah pertama kedua projek ini yang telah dibiayai oleh Bank Dunia. Pengerjakan Projek Suralaya tahun lalu telah dimenangkan oleh Marubeni dari Jepang dan oleh Babcock Wilcox dari On- tario, Kanada, yang berati penjualan alat- alat perlengkapan dari Kanada sebesar $75.000.000.- Persetujuan pembicaraan-pembicaraan proyek Bukit Asam sedang berlangsung dan persetujuan terakhir akan diambil sebelum kunjungan Perdana Menteri (Ke halaman X)
