Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1983-01-08
Halaman: 04

Konten


Berita Yudha - Sabtu, 8 Januari 1983 Keterangan Suasana sidang paripurna DPR RI untuk mendengarkan keterangan Pe- merintah tentang RAPBN 1983/84 yang disampaikan oleh Presiden Soe- harto (R-4). Saudara Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Dewan Perwakilan Rak- yat yang saya hormati; Hadirin yang berbahagia; Dengan diiringi panjatan rasa syukur yang sedalam-dalamnya ke hadirat TU- han Yang Maha Esa, hari ini saya ingin melaksanakan tugas konstitusional Pre- siden Republik Indonesia untuk menyam palkan Rancangan APBN kepada De- wan yang terhormat. Pada hari-hari yang masih diliputi sua- sana pergantian tahun baru, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 1983 kepada Saudara Ketua, para Wakil Ketua dan segenap Anggota De- wan yang terhormat. Secara bersama- sama marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa ka- rena bangsa kita telah dapat melampaui tahun 1982 yang baru lewat dengan ke- selamatan dan kesentosaan. Dengan be- lajar dari segala pengalaman dalam ta- hun yang lewat itu, dengan bekerja le- bih keras dan lebih bersemangat, den- gan menrohon bimbingan Tuhan Yang Maha Esa, mudah-mudahan dalam ta- hun 1983 ini kita dapat meraih kemajuan-kemajuan baru demi kesejah- teraan dan kebahagiaan kita semua. Dan pada hari-hari yang juga masih diliputi oleh suasana perayaan Natal saya juga ingin menggunakan kesempatan ini un- tuk menyampaikan Selamat Natal kepa- da para Anggota Dewan yang terhormat yang beragama Kristen. Semoga seman- gat dan pesan Natal memberi kekuatan baru bagi Saudara-saudara semua dalam bersama-sama mengabdi kepada bang- sa dan negara yang sedang kita bangun ini. Sidang Dewan yang terhormat, Rancangan APBN dan Nota Keuan- gannya yang saya ajukan hari ini kepa- da Dewan yang terhormat adalah untuk tahun anggaran 1983/84, tahun terak- hir Repelita III. Dalam APBN tercermin kegiatan na- sional kita untuk tahun yang bersangku- tan. Di dalamnya tergambar apa yang dapat kita kerjakan dan apa yang ingin kita capai untuk masa satu tahun yang akan datang. Semua yang ingin kita ca- pai itu tidak dapat hanya kita tentukan berdasarkan keinginan-keinginan kita saja, melainkan harus memperhitungkan dengan cermat kemampuan apa yang dapat kita kembangkan di masa datang. Hal ini perlu kita sadari,sebab pada ak- hirnya segala kegiatan dan segala hara- pan kita akan tergantung pada kemam- puan kita sendiri. Dengan kata lain, be- tapapun bes keinginan kita untuk membangun, betapapun besar hasrat ki- ta untuk mencapai kemajuan-kemajuan yang besar, maka sikap yang harus kita ambil adalah sikap yang realitis. Tanpa sikap yang realistis, harapan-harapan muluk yang tidak terwujud hanya akan mendatangkan kekecewaan. Dan bera- pa besar kemampuan yang akan dapat kita kembangkan di waktu yang akan datang, antara lain juga ditentukan oleh apa yang dapat kita capai hingga seka- rang. Karena itulah, sering saya ingat- kan, bahwa pembangunan merupakan suatu proses sejarah yang berangkai. Tahap yang satu harus dapat menjadi landasan yang kuat bagi kemajuan tahap berikutnya. Sedangkan tahap yang sa- tu juga harus merupakan kelanjutan, pe- ningkatan dan perbaikan dari tahap se- belumnya. Dengan demikian pembangu- nan sebagai proses akan merupakan rangkaian peningkatan, perluasan dan perbaikan sehingga kita akan terus men- capai kemajuan demi kemajuan menuju masyarakat sejahtera yang kita cita- citakan. laksanakan pembangunan itu kita seca- ra hati-hati mengembangkan dinamika masyarakat dengan memelihara stabili- tas nasional. Kita merasa lega, karena dalam tahun 1982 yang menjadi landasan bagi kehi- dupan dan pembangunan kita untuk ta- hun 1983 ini dan untuk tahun terakhir Repelita III- kita telah dapat mengem- bangkan kehidupan sosial politik, kea- manan dan segi-segi lain dari kehidupan kita dengan kemantapan yang lebih kokoh. Dalam kehidupan politik dan kenega- raan kita telah merampungkan tugas dan karya nasional yang besar, ialah pe- laksanaan Pemilihan Umum dalam tahun 1982 yang lalu. Seperti biasanya bah- wa dalam menghadapi Pemilihan Umum itu suhu politik naik dan terjadi berbagai ekses, tetapi pelaksanaan Pemilihan Umumnya sendiri hari pemungutan sua- ra telah berlangsung dengan sebaik- baiknya, berlangsung secara Luber dan diikuti oleh 92% dari jumlah yang ber- hak memilih. Hal lain yang perlu kita perhatikan ia- lah, bahwa berdasarkan pola pembangu- nan kita, walaupun kita memberikan tekanan kepada pembangunan ekonomi, tetapi pembangunan yang kita lakukan sekarang bukanlah semata-mata hanya masalah ekonomi. Pembangunan me- rupakan proses yang utuh dan menye- luruh dari usaha suatu bangsa untuk memperbaiki mutu kehidupan lahir dan betin. Karena itu pembangunan merupa- kan pembangunan seluruh kehidupan bangsa tadi: baik pembangunan sosial politik, pembangunan sosial ekonomi pembangunan sosial budaya maupun pembangunan pertahanan keamanan. Dengan membangun secara utuh dan menyeluruh seperti itu dan akan terus ki- ta lanjutkan tanpa henti, kita akan tum- buh menjadi bangsa yang kokoh dan memiliki daya tahan, sentosa dan jaya. Kita dapat banyak belajar dari penga- laman pembangunan bangsa lain, dan lebih-lebih pada pengalaman kita sendi- ri, bahwa pembangunan yang hanya memperhatikan satu sisi dari kehidupan manusia, akhirnya mendatangkan kesu- litan dan tidak jarang malahan meletus- kan pergolakan-pergolakan. Itulah sebabnya dalam melaksanakan pembangunan ini maka yang kita ban- gun adalah manusia Indonesia seutuh- nya dan masyarakat Indonesia keseluru- hannya. Itulah pula sebabnya dalam me- I Dan yang juga menggembirakan ialah bahwa suhu politik itu segera kembali normal setelah Pemilihan Umum berja- lan dengan tertib dan selamat, hampir- hampir tanpa meninggalkan bekas- bekas ketegangan dan ekses yang telah terjadi sebelumnya. Normalnya kembali dan ketenangan suhu politik itu jauh le- bih cepat dari keadzan setelah Pemilihan pemilihan Umum yang terdahulu. Ini me- rupakan tanda-tanda sangat penting, yang menunjukkan bahwa sikap politik bangsa kita bertambah matang dan sta- bilitas nasional bertambah kokoh dan mantap. Pemilihan Umum yang lalu te- lah memperkaya pengalaman kita dalam menjalankan demokrasi. Pengalaman itu akan makin memperbaiki pelaksanaan Pemilihan Umum di masa-masa yang akan datang, yang akan terus memper- kuat dan menyehatkan kehdiupan poli- tik kita. Dengan selesainya Pemilihan Umum 1982 yang berjalan tertib, lancar dan bergairah maka stabilitas politik te- lah bertambah mantap. Stabilitas yang mantap ini meruapkan landasan yang kokoh dan sekaligus kekuatan yang pen- ting untuk mendorong lajunya pembangunan. Seperti yang diisyaratkan oleh Undang-undang Dasar, Pemilihan Um- um yang kita lakukan sekali dalam lima tahun itu dimaksudkan untuk menyegar- kan lembaga-lembaga perwakilan rak - yat kita, untuk menampung pikiran dan aliran-aliran baru yang berkembang da- lam masyarakat kita. Dengan cara demikian maka secara ber- kala dan teratur kita sebagai bangsa akan mendapatkan kesegaran- kesegaran baru yang tercermin dalam lembaga-lembaga perwakilan rakyat ta- di. Dengan kesegaran baru ini bangsa ki- ta terus bergerak maju, mengatasi sega- la hambatan yang menghadang dan membuat karya-karya baru, untuk seca- ra bertahap mendekati cita-cita kemer- dekaan kita, ialah masyarakat sejaktera yang maju dan berkeadilan sosial berda- sarkan Pancsila. Dengan kesegaran ba- ru yang meliputi Dewan Perwakilan Rak yat yang terbentuk setelah selesainya Pemilihan Umum yang lalu saya per- caya, bahwa Dewan bersama-sama Pe- merintah akan dapat merampungkan pe- nyusunan APBN ini sebagai APBN tahun terakhir Repelita III tepat pada waktu- nya, sehingga kita dapat memelihlara kelanjutan dan peningkatan pembangu- nan yang menjdi tumpuan harapan rak - yat bagi kemajuan dan kesejahteraan mereka. Pemerintah yang dalam tahun-tahun terakhir ini di- tingkatkan, menambah mantapnya sta- bilitas nasional yang mutlak diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan. Dalam pemantapan stabilitas nasio- nal ini saya perlu menyebut pentingnya peranan pers yang bebas dan bertang- gung jawab, yang akhir-akhir ini telah mencapai banyak kemajuan-kemajuan. Secara keseluruhan, kesadaran politik rakyat jelas meningkat, yang antara lain merupakan hasil penataran P4, Undang- Undang Dasar '45 dan GBHN yang te- rus kita lakukan dan meluas sejak bebe- rapa tahun terakhir ini. Kesadaran poli- tik ini telah juga berkembang kearah yang positif, sebab tidak hanya meny- angkut kegiatan politik praktis, melain- kan telah berkembang sebagai rasa tanggung jawab terhadap masalah- masalah yang dihadapi oleh bangsa dan negara secara keseluruhan. Masalah be- sar bangsa dan negara telah dirasakan sebagai masalah bersama, yang memer- lukan pemecahan dan tanggung jawab bersama pula. Di samping itu, juga te- lah berkembang kesadaran masyarakat untuk menyalurkan dan mengusahakan pemecahan masalah-masalah yang di- hadapi melalui jalur-jalur hukum dan konstitusi. Masa depan yang membawa kema- juan dan kesejahteraan rakyat itu akan ditentukan arahnya, prioritasnya dan sasaran-sasarannya dalam GBHN yang- dalam bulan Maret nanti akan diputus- kan oleh Majelis Permusyawaratan Rak yat yang tersusun dari hasil Pemilihan Umum yang baru lalu itu, yang seba- gian, ialah separoh anggotanya adalah seluruh anggota Dewan yang terhormat ini. Adalah kewajiban kita semua untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban nasional agar lembaga negara tertinggi pemegang kedaulatan rakyat itu dapat mengambil keputusan yang terbaik ba- gi bangsa kita. Adalah juga kewajiban moral kita semua untuk memberi dukun- gan yang penuh kepada Majelis ini, ka- rena pembentukannya telah ditentukan oleh suara rakyat sendiri yang dinyatakan dalam Pemilihan Umum. Penyelesaian Rancangan APBN ini tepat pada waktu- nya yang akan membulatkan pelaksa- naan dari Repelita III diharapkan akan merupakan landasan yang terpadu dan serasi untuk memperlancar pelaksanaan GBHN yang akan diputuskan oleh Si- dang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat yang akan datang. Sementara itu suasana keamanan dan ketertiban umum cukup baik, wa- laupun disana-sini ada gangguan keama- nan berupa tindak tanduk kejahatan dengan menggunakan kekerasan yang mengusik rasa tenteram rakyat. Hal ini perlu benar-benar medapatkan perhatian dari alat keamanan dan dari kita semua. Kemanunggalan ABRI dan Rakyat Dalam pada itu cita-cita dan tekad ki- ta untuk terus menerus memperkokoh persatuan dan kesatuan Indonesia men- dapatkan kekuatan baru, ialah dengan diakuinya Negara Nusantara oleh hukum internasional dengan ditandatanganinya Konvensi Hukum Laut baru-baru ini. Dis amping mempunyai arti penting dari su- dut politik, maka pengakuan atas prinsip-prinsip Negara Nusantara oleh dunia internasional itu mempunyai arti ekonomi bagi kita. Dengan pengakuan itu wilayah laut kita bertambah dengan tidak kurang dari 3 juta kilometer perse- gi, yang memberikan kemungkinan dan kelulasaan pengembangan potensi laut yang demikian luas untuk kesejahteraan dan kemakmuran bersama bagi bangsa kita. Walaupun pertumbuhannya tidak se- tinggi tahun 1981 yang menacpai 7,6% namun tahun 1982 ekonomi kita tetap mengalami pertumbuhan dalam suasa- na resesi ekonomi dunia yang telah ber- langsung bertahun-tahun. Dalam meneliti pertumbuhan ekono- mi ktia itu, yang sangat membesarkan hati adalah kenalkan-kenaikan produksi beras. Sejak kita memusatkan diri pada pembangunan bidang pertanian dalam Repelita I, yang kita lanjutkan dalam Re- pelita II dan Repelita III sekarang, maka pembangunan bidang pertanian -- khu- susnya produksi beras -- telah mencapai hasil yang membesarkan hati. Dengan produksi beras yang diperki- rakan melampaul 23 juta ton dalam ta- hun 1982 yang lalu, maka praktis kita telah memasuki tingkat swasembada beras. Apabila kita dalam tahun 1982/83 ini masih melakukan impor be- ras, itu semata-mata untuk memperko- koh persediaan (stock) dan juga dikait- kan dengan usaha untuk memelihara dan mengembangkan kerjasama ekono- mi dengan negara-negara sahabat, se- sama negara berkembang. Secara singkat, perkembangan sosial politik dan keamanan kita sampai seka- rang memberikan landasan yang dapat diandalkan untuk kelanjutan pembangu- nan kita merampungkan Repelita III. Perlombaan senjata antara kekuatan Di bidang ekonomi, stabilitas ekono- mi dapat kita kendalikan. Selama tahun 1982 laju inflasi kita adalah 9,7% ham- pir setingkat dengan laju inflasi di nega- ra negara industri maju, yang biasa di- kenal sebagai negara-negara yang san- gat stabil ekonominya dan lebih rendah u.. dari laju inflasi negara negara yang besar dunia belum ada tanda-tanda sedang membangun secara keseluruhan.dmmereda, sebaliknya, diam-diam terus Pergolakan dan Ini menunjukkan bahwa keadaan ekono-amberlangsung. mi nasional kita telah memiliki ketaha- ketegangan di berbagai kawasan dunia masih berlangsung. Timur Tengah tetap nan yang memadai terhadap gejolak dan goncangan ekonomi internasional dan merupakan kawasan yang rawan, karena masalah Palestina belum juga telah memiliki landasan yang cukup un- terselesaikan. Dalam kesempatan ini tuk tumbuh dan berkembang dengan sekali saya ingin menegaskan sikap kita mengandalkan kemampuan dalam yang berdiri di pihak negara-negara Arab negeri. dalam agresi dan ekspansi Israel. Kita berpendapat, bahwa perdamaian Timur Tengah hanya akan terwujud jika wilayah negara Arab yang diduduki Israel dikembalikan kepada negara yang bersangkutan dan rakyat Palestina diakui haknya untuk merdeka di atas tanah aimya sendiri. Sementara masalah Palestina belum terselesaikan, kita tetap prihatin, karena perang Iran-Irak yang tidak kunjung selesai. Sekali lagi bangsa dan Pemerintah Indonesia menyerukan kepada sahabat-sahabat Iran dan Irak agar dapat menyelesaikan sengketa mereka secara damai dan terhormat dengan semangat ukhuwah Islamiah. Di kawasan Asia Selatan tetap terdapat sumber kerawanan, karena adanya ten- tara asing di Afghanistan. Indonesia memberikan simpati dan mendukung rakyat Afghanistan yang memper- juangkan kebebasan untuk menentukan pemerintahan yang mereka kehendaki sendiri dan turut memperjuangkan agar kekuatan asing itu menarik diri dari Afghanistan. Hasil-hasil dalam bidang pertanian itu jelas tidak boleh membuat kita lengah, karena produksi pertaniah banyak ter- gantung pada musim. Di masa-masa yang akan datang perhatian kita kepa- da produksi bahan pangan yang terpen- ting ini tidak boleh mengendor. Di tahun- tahun mendatang kita masih harus me- mantapkan dan meningkatkan pemban- gunan di bidang pertanian ini -- terma- suk bidang bidang di luar beras -- bukan saja dalam rangka terus meningkatkan pendapatan para petani yang merupa- kan lapisan terbesar masyarakat kita, ju- ga bukan saja untuk memantapkan ke- mampuan swasembada di bidang pan- gan, tetapi dalam rangka sasaran jang- ka panjang, mencapai landasan bagi ter- capainya masyarakat yang adil dan mak- mur, menyiapkan struktur ekonomi yang seimbang: struktur ekonomi dengan in- dustri yang kuat yang didukung oleh bi- dang pertanian yang tangguh. Peningkatan produksi pertanian da- lam arti yang luas masih tetap merupa- kan tantangan besar kita; seperti pem- bangunan bidang perkebunan, perika- nan, peternakan, hortikultura, pengem- bangan dan pemanfaatan secara lestari kehutanan dan sebagainya. DI bidang Industri juga telah dicapai kemajuan-kemajuan yang besar, baik yang dilakukan oleh Pemerintah mau- pun swasta dalam rangka penanaman modal. Setelah cukup berkembangnya Industri hilir berupa aneka industri, se- jak Repelita I dahulu, maka semenjak Re- pelita III hingga sekarang kita telah me- ningkatkannya dengan memberi kedala- man pada struktur dan pola industri na- sional dengan membangun industri da- sar, yang lazim disebut sebagai industri hulu atau industri kunci. Bersamaan den- gan itu kita bangun pula industri antara. Industri dasar dan industri antara ta- di telah mulal kita bangun menjelang ak- hir Repelita II, kemudian kita tingkatkan pada Repelita III. Industri ini meliputi in- dustri besi baja, Industri aluminium, in- dustri semen, Industri pupuk, industri se- rat buatan, Industri pulp, industri karet, industri kimia dasar, industri kendaraan bermotor dan alat-alat berat serta Indus tri dengan teknologi tinggi seperti pe- sawat terbang dan perkapalan dan se- bagainya. Sampai sekarang lebih dari 50 proyek industri kunci yang telah kita siapkan yang meliputi industri kimia da- sar, Industri logam dan perluasan sejum- lah unit produksi aneka industri. Seba- gian besar dari industri-industri itu kita rencanakan akan selesal dibangun dan mulal berproduksi dalam tahun terakhir Repelita III atau tahun-tahun pertama Repelita IV yang akan datang. Bersamaan dengan itu pula digerak- Disampaikan Oleh Presiden Soeharto tersebut tidak terjadi kenaikan harga ekspor minyak bumi lagi. Bahkan akhir- nya pada bulan Nopember 1982 harga ekspor minyak bumi Indonesia juga mengalami penurunan, karena keadaan pasaran minyak bumi di dunia yang semakin lesu. Sementara itu harga minyak bumi negara-negara lain telah menurun secara drastis. Melemahnya pasaran minyak bumi di karena dunia disebabkan berkurangnya permintaan akan minyak bumi. Keadaan ini adalah akibat dari ber- bagai hal. Resesi ekonomi dunia, yang berarti menurunnya kegiatan ekonomi dunia, mengakibatkan berkurangnya keperluan akan minyak bumi. Sementara itu berbagai negara yang semula banyak menggunakan energi telah berhasil mengambil langkah- langkah penghematan energi, sehingga berkurang pula keperluannya akan minyak bumi. Selanjutnya di banyak negara pemakaian minyak bumi diganti dengan sumber-sumber energi lainnya, terutama batu bara dan tenaga nuklir. Dalam pada itu berbagai negara berhasil menemukan minyak bumi dan men- ingkatkan produksinya, bukan saja un- tuk keperluan dalam negeri melainkan juga dijual di pasaran dunia. Selanjutnya banyak negara industri, yang selama beberapa tahun memupuk cadangan minyak bumi, telah melepaskan sebagian dari cadangan tersebut ke pasaran dunia. Kesemuanya ini mengakibatkan berkurangnya permin- taan minyak bumi oleh negara-negara konsumen dari negara-negara penghasil dan pengekspor minyak bumi. Dalam menghadapi keadaan menurunnya pasaran minyak bumi di dunia, maka negara-negara OPEC bersepakat untuk membatasi produksi masing-masing guna mencegah semakin merosotnya harga minyak bumi. Sebagai sesama negara OPEC, yang menganggap OPEC sebagai salah satu wadah perjuangan negara-negara yang sedang membangun, kita pun se- jak bulan Maret 1982 menurunkan pro- duksi minyak kita. Jadi selama bagian terbesar 1981 jumlah produksi minyak bumi Indonesia masih tetap tinggi, akan tetapi harga ekspor minyak bumi Indonesia sudah tidak lagi meningkat. Dalam tahun 1982 keadaan menjadi semakin lebih sulit. Tingkat produksi menurun, sedang harga tidak meningkat dan akhirnya bahkan menurun. Dengan demikian dalam tahun 1982 terjadi penurunan produksi dan juga penurunan harga. kan moderenisasi seluruh sektor Industri untuk meningkatkan efisiensi dan pro- duktivitas, lebih-lebih mengingat besar- nya peranan sektor Industri dalam Rene- lita IV dan Repelita V yang akan datang. Pertumbuhan ekonomi dan gerak pembangunan yang meningkat tadi dapat terwujud karena kita telah berhasil membangun dan memperluas urat-urat nadi perekonomian kita, pembangunan prasarana ekonomi yang memadai. Se- muanya itu lah yang telah menggerak- kan pembangunan dan mendorong la- junya pertumbuhan ekonomi kita serta memperbaiki tingkat kesejahteraan umum. Stabilitas politik dan stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan terus bergeraknya pembangunan yang terjadi tahun terakhir dalam tahun '82 itu merupakan landasan yang memadai bagi pelaksanaan tahun terakhir REPELITA III yang akan kita mulai pada 1 April yang akan datang. Sementara itu kemantapan dan pertumbuhan ekonomi kita telah dapat tetap merangsang investasi-investasi pihak swasta, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri, yang tampak jelas dari mengalirnya permintaan-permintaan baru dalam penanaman modal selama tahun '82 itu. Dari kunjungan saya ke berbagai negara baru-baru ini, juga dari kunjungan para Kepala Pemerintahan negara- negara sahabat yang silih berganti datang ke mari, saya mendapat kesan yang kuat bahwa kepercayaan dunia luar terhadap masa depan kita cukup besar. Kepercayaan dunia luar kepada kita ini sangat bermanfaar bagi pengem- bangan kerjasama di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi untuk kelancaran kelanjutan pembangunan kita. Saudara Ketua yang terhormat; Perkembangan dunia tahun-tahun terakhir ini dan mungkin masih akan tetap demikian dalam tahun-tahun yang akan datang tidak selamanya sejalan dengan kepentingan pembangunan kita. Keamanan dan ketentraman dunia terasa tetap tidak terjamin. Ekonomi dunia pun masih lesu dan tampak suram. Di kawasan sekitar kira masalah Kam- puchea juga masih menjadi sumber kerawanan. Sikap kita sangat jelas, ialah diakuinya hak dan kesempatan yang bebas bagi rakyat Kampuchea untuk menentukan pemerintahan dan masa depan mereka sendiri. Indonesia bersama-sama dengan negara-negara ASEAN lainnya secara kompak memberikan dukungan kepada Pemerin- tahan Koalisi Nasional Kampuchea dalam memperjuangkan hak-haknya yang sah. pn Saudara-saudara yang terhormat; Dunia yang penuh gejolak kerawanan itu makin mencemaskan lagi karena resesi ekonomi dunia yang tidak kunjung reda dan bahkan sulit diramalkan kapan akan berakhirnya. Kelesuan ekonomi dunia yang diakibatkan oleh resesi itu jelas merupakan hambatan bagi gerak maju pembangunan kita. Resesi dunia ini mau tidak mau pasti berpengaruh terhadap perekonomian kita, karena kita memang mengadakan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan dunia luar. Resesi itu telah mengakibatkan kelesuan ekonomi negara-negara in- dustri maju, mendorong tingginya inflasi dan menambah jumlah pengangguran. Kelesuan ekonomi itu mengakibatkan menurunnya permintaan mereka terhadap barang-barang ekspor dari negara-negara yang sedang mem- bangun, terutama bahan mentah hasil pertanian dan sejumlah barang hasil in- dustri dan bahkan akhir-akhir ini juga permintaan akan minyak bumi. Kesulitan dan kelesuan ekonomi negara-negara in- dustri maju telah mendorong mereka un- tuk mengetrapkan proteksionisme, yang menambah sulitnya penjualan barang- barang kita ke negeri negeri itu. Resesi ekonomi dunia yang demikian tadi, secara langsung mempunyai pengaruh terhadap kita. Pengaruh itu lebih-lebih makin terasa sekarang dan dalam tahun 1983 ini. Pengaruh resesi yang tidak mengun- tungkan terhadap penerimaan negara adalah lesunya permintaan dunia akan minyak bumi akhir-akhir ini. Seperti kita ketahui penerimaan dalam negeri kita untuk bahagian terbesar berasal dari pa- jak perseroan minyak bumi. Selama dasawarsa tujuk puluhan harga minyak bumi di pasaran dunia telah meningkat beberapa kali Kenaikan-kenaikan harga tersebut, ditambah dengan meningkatnya pro- duksi ekspor min k bumi In- donesia, menyebabka bertambah besarnya penerimaan dev sa dan peneri- maan negara dari tahun tahun. Akan tetapi selama bagian terbesar tahun 1981 dan tahun 1982 harga minyak bumi Indonesia di pasaran dunia tidak lagi meningkat. Selama hampir 2 tahun Tentang Meskipun penurunan harga tersebut adalah kecil dibanding dengan turunnya harga minyak bumi negara-negara lain, namun mempunyai akibat yang besar bagi penerimaan devisa dan penerimaan negara. Hal ini disebabkan karena bagian terbesar---sekitar 70%-dari penerimaan devisa dan penerimaan negara berasal dari minyak bumi. 1704 Dalam rangka melaksanakan keputus- an OPEC untuk menurunkan produksi minyak mentah, maka agar penurunan produksi tadi membawa pengaruh yang seringan mungkin bagi kita, maka kita memproduksi lebih banyak minyak yang bermutu tinggi, karena minyak yang ber- mutu tinggi lebih banyak diminta oleh pasaran minyak dan harganya juga lebih tinggi. Namun ini juga mengakibatkan bahwa bagian minyak mentah untuk Pertamina yang diolah menjadi BBM harganya lebih mahal daripada harga minyak mentah yang bernilai rendah, sehingga ongkos produksi BBM rata-rata menjadi lebih tinggi. Ini menyebabkan pada gilirannya menaiknya atau bertambah besarnya subsidi harga BBM yang disediakan dalam pengeluaran negara, sekiranya harga BBM yang sekarang tidak disesuaikan. Demikian juga untuk tahun anggaran 1982/83 pengeluaran subsidi BBM akan sangat besar sekali sean- dainya harga BBM sekarang tetap diberlakukan. Jika di satu pihak penerimaan negara dari minyak turun, sedang di lain pihak subsidi harga BBM nalk, maka akibatnya adalah makin kecilnya jumlah dana yang 11 dapat kita sediakan untuk membangun. Padahal pembangunan harus kita lan- jutkan dan bahkan kalau mungkin kita tingkatkan. Jika kita telah bertekad untuk terus membangun, padahal dana yang tersedia dalam APBN terbatas, maka satu-satunya jalan adalah menggunakan dana yang tersedia dalam APBN yang terbatas itu seoptimal mungkin untuk mendukung pembangunan, dengan mengurangi dan menekan sedapat mungkin pengeluaran-pengeluaran yang bersifat konsumtif. Dalam hal ini adalah dapat dipertanggung jawabkan untuk mengurangi pengeluaran untuk subsidi, terutama subsidi harga BBM yang terlalu besar. Memang, pilihan itu bukannya pilihan yang menyenangkan. Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengatakan bahwa bagi bangsa yang sedang mem- bangun, yang kemampuannya masih terbatas seperti kita ini, acapkali harus dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Pilihan itu bukannya harus di- jatuhkan pada pilihan yang terbaik di an- tara sederetan pilihan lain yang baik. Akan tetapi, pilihan itu harus dicari yang paling dapat dipertanggung jawabkan, meskipun kurang menyenangkan di an- tara pilihan lain yang lebih kurang menyenangkan. Karena itu, demi kelanjutan pem- bangunan yang akan membawa kema- juan bangsa kita semua, maka Pemerin- tah bermaksud untuk menaikkan harga BBM pada waktu yang tepat. Pemerin- tah mengambil keputusan yang berat ini dengan pertimbangan yang masak dan rasa tanggung jawab yang mendalam. Jika subsidi harga BBM membengkak, maka pengeluaran rutin negara akan bertambah besar. Dan karena pen- ingkatan penerimaan negara akan ter- batas, maka hal itu berarti dana untuk membangun akan kecil, yang selanjut- nya berarti menurunnya laju pem- bangunan kita dengan segala akibatnya yang lebih buruk. Dalam pada itu bahan bakar minyak dijual di dalam negeri dengan harga yang rendah, sehingga memerlukan subsidi yang sangat besar dari Anggaran Pen-heakibat resesi ekonomi dunia adalah yang dapatan dan Belanja Negara. Jadi di satu menyangkut cadangan devisa kita. pihak penerimaan negara dari minyak u Turunnya ekspor minyak bumi dan bumi turun, sedang di lain pihak subsidi belum meningkatnya ekspor di luar gas harga BBM merherlukan dana yang dan minyak bumi telah menyebabkan besar antara lain sebagai akibat dari menurunnya cadangan devisa kita, naiknya biaya produksi BBM. Akibatnya meskipun untuk dewasa ini cadangan adalah makin kecilnya jumlah dana yang devisa kita masih dalam batas cukup dapat kita sediakan untuk membangun. aman untuk kelancaran pembangunan. Padahal pembangunan harus tetap kita Tantangan kita sekarang adalah lakukan dan bahkan kita tingkatkan. mengusahakan agar di satu pihak Ac sebab-sebab pokok penerimaan devisa kita dapat kita menaiknya biaya produksi BBM itu an- tingkatkan sesuai dengan peningkatan tara lain adalah sebagai berikut. Seperti kebutuhan impor kita, sedang di lain diketahui, di samping yang dikerjakan pihak kita harus benar-benar berhemat oleh Pertamina sendiri, maka bahagian dan secara efisien menggunakan devisa terbesar produksi minyak mentah kita yang kita miliki itu. dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing dengan sistem bagi hasil dan kotrak karya. Sebagai gambaran, jika harga BBM tidak dinaikkan maka subsidi harga BBM itu untuk tahun 1983/'84 akan men- capai Rp. 2,1 trilyun lebih. Ini akan berarti menghabiskan lebih dari 1/6 penerimaan negara yang direncanakan dalam tahun anggaran yang akan datang. Untuk meningkatkan penerimaan devisa, maka berbagai langkah akan kita kerjakan, di samping meneruskan ber- bagai kebijaksanaan dan langkah yang telah kita lakukan selama ini. Ekspor barang-barang di luar minyak akan terus kita kembangkan, dengan memperbaiki mutu yang lebih sesuai dengan permin- taan pasaran serta meningkatkan efi- siensi produksi sehingga harganya makin mampu bersaing. Di samping itu kita terus berusaha memperlancar pengakutan serta prosedur-prosedur ekspor. Pemerintah juga tetap akan melanjutkan kebijaksanaan imbal beli (counter purchase) bagi pembelian- pembelian impor dari Pemerintah dengan persyaratan-persyaratan seper- ti yang telah berlaku selama ini. Langkah penting lainnya adalah pen- ingkatan arus wisatawan dari luar negeri ke Tanah Air kita. Untuk itu Pemerintah segera akan mengeluarkan kebijaksa- naan dan langkah-langkah guna mempermudah dan memperlancar arus wisatawan asing ke negeri kita, seperti kelancaran pemberian visa, peningkatan pelayanan wisatawan selama di In- donesia, memberi kemudahan dan ker- inganan bagi usaha-usaha kepariwisa- taan dan lain sebagainya. Halaman IV gunaan devisa. Memang, dewasa ini sekitar 90% nilal Impor kita telah terdiri dari mesin-mesin dan bahan baku serta barang-barang esensial lainnya, sedang yang 10% merupakan Impor barang- barang konsumal, Pemerintah menyadari bahwa kenalkan harga BBM itu akan membawa pengaruh pada kenaikan harga barang-barang danexi jasa-jasa lainnya. Untuk itu Pemerintah segera setelah Kebijaksanaan dasar yang ditempuh oleh Pemerintah adalah berusaha terus menggerakkan kegiatan ekonomi dan melanjutkan pembangunan, dengan mengerahkan daya dan dana yang tersedia dan mungkin dikerahkan. Sudah barang tentu dalam menggerakkan pem- bangunan kita harus bersikap realistis. Jelasnya pembangunan itu harus kita lakukan sesuai dengan kemampuan kita. ditetapkan kenalkan snuo Pembangunan tidak mungkin dilaksanakan dengan berhasil apabila harga BBM nanti akan menetapkan hanya didasarkan pada keinginan- kenaikan berbagai tarif angkutan, tarif listrik dan biaya produksi barang-barang keinginan belaka yang tidak didukung tertentu lainnya, yang akan diusahakan 1898) oleh perhitungan dan kemungkinan sumber pembiayaannya. agar tidak terlalu memberatkan kon- Dalam merancang APBN 1983/84 sumen. Khususnya untuk bis kota, yang Pemerintah tetap berpegang pada prin- merupakan angkutan umum dalam kota-ive sip anggaran berimbang yang dinamis, kota besar, Pemerintah akan b sehingga seperti halnya dalam tahun menetapkan tarif khusus yang tidak sebelumnya, jumlah pengeluaran sama terlalu memberatkan masyarakat luas. Sidang Dewan yang terhormat; besamya dengan jumlah penerimaan. Segi lain yang harus kita atasi sebagai Prinsip ini tetap kita pegang teguh. Kita tidak ingin menggunakan prinsip ang- garan defisit, karena kita tidak ingin kem- bali pada situasi ekonomi dilanda inflasi, yang mengakibatkan tidak adanya kestabilan ekonomi, yang pada giliran- nya akan menghambat pelaksanaan pembangunan. Karena kita bertekad un- tuk terus melanjutkan kegiatan pem- bangunan, maka kita juga berusaha un- tuk meningkatkan penerimaan peneri- dan mengusahakan agar tabungan pemerintah yang kita gunakan untuk membiayai kegiatan pem- bangunan tetap memadai. maan, Untuk itu, --seperti halnya yang kita lakukan selama ini--di satu pihak kita harus meningkatkan penerimaan dalam negeri, terutama penerimaan di luar sektor minyak, dan dilain pihak kita harus mempertajam prioritas pada sektor pengeluaran negara, baik untuk pengeluaran rutin maupun untuk pengeluaran pembangunan. Dengan kata lain, seperti yang saya kemukakan dalam Pidato kenegaraan 16 Agustus tahun yang lalu, kita harus meningkatkan disiplin pembangunan. Artinya: segenap dana dan daya harus kita gunakan dengan baik, efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pem- bangunan. Disiplin pembangunan yang demikian itu berlaku bagi seluruh tubuh bangsa kita, baik pada segenap aparatur pemerintahan maupun bagi masyarakat Seperti saya katakan tadi, kita harus menghemat dan mengefisiensikan peng- Namun penggunaan devisa yang 10% Itu pun harus kita hemat dan kita efisien- sikan lagi. Sebab itu beberapa hari yang lalu Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi, menangguhkan dan mengendalikan pelaksanaan impor barang-barang yang tidak esensial seperti makanan, minuman, buah-buahan, minuman keras, bawang putih, tepung taploka, kacang tanah dan sebagainnya. Langkah ini disamping untuk menghemat penggunaan devisa, juga diharapkan dapat mendorong pengusaha-pengusaha dan petani-petani kita untuk meningkatkan produksi dan pemasaran bahan makanan, minuman dan buah-buahan heall produkcal dalam negeri sendiri. Sebagal negara agrarla yang memd beraneka ragam buah-buahan yang lezat-lezat, Idta mestinya dapat menjadi negara pengekspor buah- buahan, bukan malahan mengimpor buah-buahan yang seharusnya dapat diproduksi di dalam negeri seperti jeruk, apel dan sebagainya. Demikian pula akan dilanjutkan pengendalian yang ketat terhadap impor barang-barang yang telah dapat diproduksi di dalam negeri, seperti bahan pakaian dan barang-barang in- dustri lainnya. Sementara itu kita akan terus men- dorong dan mengerahkan modal sektor swasta dan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat dan koperasi, agar ekonomi nasional dapat terus tumbuh dan momentum pembangunan tidak akan mengendor. Demikianlah, Saudara Ketua yang terhormat, gambaran umum keadaan kita dewasa ini, langkah yang perlu kita ambil serta kemungkinan dan keter- batasan kita dalam melaksanakan tahun terakhir REPELITA III nanti. Semuanya itu menjadi pertimbangan-pertimbangan bagi Pemerintah dalam penting Rancangan menyiapkan APBN 1983/84. luas. Dalam pada itu usaha meningkatkan penerimaan dan meningkatkan efisien- si pengeluaran tadi harus kita lakukan dengan tetap memperhatikan kemam- puan masyarakat dan sekaligus diarahkan untuk mendorong pertum- buhan ekonomi serta untuk memperluas pemerataan. Prinsip-prinsip itulah antara lain yang digunakan oleh Pemerintah dalam menyususn Rancangan APBN 1983/84. Atas dasar prinsip-prinsip tadi, serta (Ke halaman V) Tampak para Menteri dan anggota DPR sedang mengikuti pidato Presiden Soeharto dalam sidang DPR hari. Kamis lalu (R-4). T- 37