Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1983-01-08
Halaman: 05

Konten


Berita Yudha - Sabtu, 8 Januari 1983 RAPBN 1983/84 dari bantuan proyek sebesar Rp 2,7 trilyun dan bantuan program sebesar Rp 5 milyar. perkiraan-perkiraan yang seksama, maka dapatlah disusun Rancangan APSN tahun 1983/04 yang berimbeng dengan jumlah Rp. 16,5 trilyun lebih, atau angkat tepatnya 16 trilyun 585,4 milyar ruplah. Dari penerimaan tadi, penerimaan dalam negeri akan ber- jumlah Rp. 13,8 trilyum lebih, sedangkan sisanya, sekitar Rp. 2,7 trilyun berupa penerimaan pembangunan, yang berasal dari bantuan luar negeri yang berupa bantuan proyek den bantuan progam. Dari penerimaan tadi sekitar Rp. 7.2 trilyun akan kita gunakan untuk pengeluaran rutin. Dengan demikian Tabungen Pemerintah akan sebesar Rp. 3,5 trilyun lebih, yang akan kita gunakan untuk membiayai pembangunan. Ditem- bah dengan penerimaan pembangunan sebesar Rp. 2,7 trilyun lebih, maka seluruh pengeluaran pembangunan kita akan mencapai hampir Rp. 9,3 trilyun, masih dapat meningkat 7,9% jika diban- ding dengan anggaran pembangunan tahun 1982/83. Dengan memperhatikan angka-angka tadi, maka Rancangan APBN 1983/84 secara keseluruhan, meskipun secara terbatastetsp mengalami kenaikan, ialah sebaser 6,1% Jika kita banding dengan anggaran negara yang sekarang. Penerimsen dalam negeri sebesar Rp. 13,8 trilyun seperti yang saya kemukakan tadi, aken terdiri dari pajak langsung sebesar Rp. 11 trilyun lebih, pajak tidak langsung sebesar Rp. 2,2 trilyun lebih dan penerimaan bukan pa- jak Rp. 502 milyar. Dengan tetap berpegang pada tujuan, prioritas dan kebijaksanaan umum yang telah digariskan delem REPELITA III, maka seseran penerimaan dalam negeri diarahkan untuk meningkatkan peneri- maan negara dari sumber di luar minyak. Memang, dari seluruh penerimaan negara yang bersumber dari delam negeri, maka penerimaan dari sektor minyak masih tetap merupakan sumber yang penting untuk tahun 1983/84 yang akan datang. Namun, seperti yang telah saya kemukakan tadi, penerimaan dari sektor minyak ini tidak dapat men- ingkat seperti halnya yang pernah kita alami dalam tahun-tahun sebelum ini. Untuk tahun 1983/84 ini bahkan diperkirakanakanmengalami penurunen. Kebijaksanaan penerimaan dalam negeri juga diarahkan untuk pemerataan beban pembangunan dan perwujudan dari kesederhanaan hidup sesuai dongen tuntutan bagi bangsa yang sedang bergulat dalam perjoangan pem- bangunan. Di samping itu, diarahkan pula untuk terus mendorong terciptanya lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi pada umumnya dan dengan tetap menunjang kestabilan ekonomi. Untuk melesenakan kebijaksanaan- kebijskeaneen tadi akan dilanjutkan usaha peningkatan penerimaan dari pa- jak, bea cukai dan penerimaan bukan pajak... Dalam kesempatan ini saya ingin untuk kesekian kalinya menyerukan kepada para wajib pajak ager benar-benar menyadari kewajibannya membayar pa- jak kepada negara. Kesadaran ini perlu kita tumbuhkan sebagal cermin dari tanggung jawab kita sebagai warga negara kepada negaranya. Jangan kita lupaken, betapapun majunya usah kita, betapapun besaroye penghasilan kita, semuanya itu dapat terjadi karena adanya negara dan masyarakat kita ini juga. Seperti yang ditunjukkan oleh Pedoman Penghayatan dan Pengemalen Panceella, sebagai manusia kita semua adalah makhluk individu dan makhluk sosial. Kita hanya dapat hidup, berkarya dan mempunyai arti dalam kebersamaan kita dengan manusia-manusia berkarya dan mempunyai arti dalam kebersamaan kita dengan manusia- manusia lainnya. Apapun yang kita capei, sedikit banyak tentu karena juga adanya orang lain, adanya masyarakat kita. Karena itu, secera moral di samping karena hukum --, kita wellb memberikan sebagian dari yang kita miliki kepada kito melalui Negara. Damikianlah hendaknya kita meman- dang kewajiban kita dalam membayar pajak. Dengan sikap demikian, mem- bayar pajak tidak akan kita rasakan sebagai baban yang dipeksakan, akan tetapi sebagai kowallban yang kha dengen sader memenuhinya. Negara memang tidak akan memberi ban yang bukan-buken kepada warga negarenya. Negara hanya meminte egar yang lebih, memberi lebih banyak pula kapada negara malalui perpajakan ini. Namun kepada mereka yang dengan sengaja melawan hukum tidak mau membayar pajak secara semestinya, maka pasti akan diambil tindakan hukum tanpa ragu-ragu dan tanpa pandang bulu. sesama Hal ini lebih-lebih harus kita perhatikan justru pada saat kita semua sedang dalam suasana keprihatinan untuk dapat terus melanjutkan dan meningkatkan pembangunan nasional. Sidang Dewan yang terhormat' Sama halnya dengan tahun-tahun yang terdahulu, maka penerimaan delam negeri terdiri dari penerimaan pajak langsung, pajak tidak langsung dan penerimaan bukan pajak. Penerimaan pajak langsung terdiri dari penerimaan pajak pandepatan, pajak perseroan, MPO, peda, lain-lain pajak langsung dan penerimaan pajak perseroan minyak. Di bidang pajak pendapatan, usaha untuk menambah jumlah wajib pajak terus ditingkatkan. Dalam pada itu se- jak 15 Nopember 1982 telah dimabil kebijaksanaan bahwa setiap orang yang berpergian ke luar negeri harus mem- bayar pajak pendapatan sebesar Rp 150.000,-. Kebijaksanaan ini terutama dimaksudkan untuk membatasi kepergian penduduk ke luar negeri, sehingga penggunnen devisa dapat dihomat. Salah satu usaha ke arah pemungutan pajak yang lebih adil dan morata adalah dengan meringankan beban pajak kepada golongan yang berpendapatan rendah. Usaha untuk meningkatkan peneri- maan pajak perseroan juga harus men- "dapat perhatian. Dalam tahun 1983/84 akan dilanjutkan dan ditingkatkan serangkaian kebijaksanaan yang bertu- juan untuk mendorong kegiatan in- vestasi dan kegairahan usaha, dl sam- ping untuk meningkatkan penerimaan pa- jak perseroan. Sejalan dengan meningkatnya jumlah perusahaan yang memiliki modal yang makin besar, sistem manajemen dan pemaseran yang semakin baik, maka dapat diharapkan jumlah penerimaan pa- jak perseroan akan meningkat pula. Un- tuk menanggulangi menipulasi pajak akan ditingkatkan kerjasama antara eperat perbankan dengan aparat perpa- jakan, sehingge depet lobih terjamin kebenaren perhitungen pajaknya. Di samping itu, bertambahnya jumlah perusahsen delem rengka PMA dan PMDN yang telah habla masa bebas pa- jaknya, akan menambah besarnya penerimaan pajak perseroan. Dalam tahun anggaran 1983/84 penerimaan pajak perseroan direncanakan sebesar Rp 875 milyar lebih. Ella dibandingkan dengn jumlah yang direncanakan dalam APBN 1982/83 sebesar Rp 822,5 milyar, maka penerimaan pajak perseroen torsebut menunjukkan pe- ningkaten hamph Rp 53 milyar. Sementara itu berbagai langkah yang telah diambil elama ini diperkirakan akan dapat meningkatkann penerimaan MPO. Dalam Rancangan APBN 1983/84 penerimaan pajak melalui MPO direncanakan sebesar Rp 741 milyar lebih, yang naik jumlahnya jika dibanding dengan penerimaan MPO sebesar Rp 680 milyar lebih dalam tahun anggaran yang sekarang. Sejalan dengan kegiatan pem- bangunan daerah yg makin meningkat, diperkirakan penerimaan Ipeda dapat bertambah bosar. Pemungutan Ipeda terus diusahakan agar terasa makin adil den mudah pelaksanaanya. Khusus un- tuk Ipeda sektor perkotaan telah diadakan penyesuaian tarif, yang mulai berlaku dalam tehun takwim 1983 ini. Penyesuaian tarif tersebut disesuaikan dengan perkembangan nilal sewa atau nilai jual tanah dan bangunan. Dalam tahun 1983/84 penerimaan Ipeda diren- canakan berjumlah Rp 130 milyar lebih, yang jika dibandingkan dengan APBN yang sekarang, maka terdapat kenaikan sekitar Rp 21 milyar. Dalam rangka memperbesar peneri- maan dalam negeri, diusahakan pula peningkatan penerimaan lain-lain pajak langsung, yang terdiri: dari penerimaan pajak atas bunga, dividen dan royalty, pajak kekayaan dan lain-lain. Usaha ini sekaligus diarahkan untuk mendorong perkembangan tebungen dan investasi masyarakat. Untuk menggairahkan agar masyarakat lebih banyak menabung dan untuk mendorong investasi yang pro- duktif, pemerintah telah memberikan berbagal kelonggaran fiskal. Demikian pula, untuk mendorong ikut sertanya modal nasional dalam usaha patungan, maka sejak tahun '80, kepada pengusaha nasional yang memperbesar penyertaan modalnya, telah diberikan keringanan pajak atas perolehan dividen. Di lain pihak guna mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan, maka dalam bulan Januari '81 telah dikeluarkan ketentuan tentang ke- ringanan perpajakan atas pembelian model. Sementara itu sejak bulan obligast oleh masyarakat melalui pasar Februari 91 kepada perusahaan dalam rangke P.M.A. maupun P.M.D.N. yang dapat memperluas kesempatan kerja dalam jumlah yang besar dan kopada perusahaan yang dapat menghasilkan devise ekspor yang besar atau berlokasi di daerah yang perlu dikembangkan, diberikan berbagai tambahan kelong- garan pajak. Dalam pada itu untuk terus mendorong terwujudnya pola hidup sederhana, maka tarif pajak kekayaan yang comula sebasar lima permil telah dinaikkan mer.jad 1 persen, yang mulai berlaku untuk perhitungan pajak kekayaan tahun 1983. em Dengan kebijaksanaan tadi, penerimaan lain-lain pajak langsung dalam tahun 1983/84 direncanakan sebesar Rp 135 milyar lebih, veng berarti meningkat sebesar Rp 12 milyar bila dibandingkan dengan tahun annggaran yang sokerang. Kebijaksaneen pajak tidak langsung juga tetap diarahkan untuk menghimpun dana yang diperlukan bagi pem- bangunan. Di samping itu juga diarahkan untuk mendorong perluasann kesem- patan kerja, membatasi pola konsumsi mewah, mendorong perkembangan pro- duksi alam negeri, memberi perlin- dungan terhadap barang tertentu yang sudah dapat dan cukup diproduksi di dalam negeri serta memantapkan stabilitas harga. Seperti tahun-tahun terdahulu, pajak tidak langsung ini terdiri dari; pajak pen- jualan, pejak penjualan impor, cukai, bea masuk, pajak ekspor dan lain-lain pajak tidak langsung. Penerimaan pajak tidak langsung dalam tahun anggaran 1993/84 diperkirakan dapat mencapai Rp. 2,23 lyun, sedikit dari atas angka tahun yang sekarang. Jenis penerimaan berikutnya adalah penerimaan dari sektor minyak. Seperti telah saya singgung di muka, resesi ekonomi duro yang telah menurunkan permintaan minyak dunia, peda giliran- nya berakibat menurunnya pula peneri- maan negara dari pajak perseroan minyak. Sehubungan dengan itu dalam tahun anggaran 1983/'84 penerimaan negara dari sektor minyak diperkirakan hanya akan mencapai Rp 8,3 trilyun. Jika dibandingkan dengan rencananya dalam tahun anggaran yang sekarang, maka bererti penurunan tidak kurang dari Rp 252 milyar. Kelompok penerimaan dalam negeri yang terakhir adalah penerimaan bulan pajak, yang berupa penerimaan departemen/lembaga pemerintah non departemen seperti penerimaan jasa, uang hasil pendidikan, has!! penjualan barang, bagian pemerintah atas laba badan usaha nagara, biaya konsuler, juran hasil hutan, iuran hak pengusshaan huten, donda-denda dan lain sebagainya. Dalam tahun anggaran 1983/84 penerimaan buken pajak direncanakan sebesar Rp 502 milyar, atau Rp 109 milyar lebih tinggi bila dibandingkan dengan rencananya dalam tahun ang- garan yang sekarang. Dalam perkem- bangannya penerimaan bukan pajak pada umumnya mengalami peningkatan setiap tahun. Dalam rangka meningkatkan peneri- maan bukan pajek, Pemerintah akan terus melakukan usaha intensifikasi dan peningkatan penyetorannya. pengawasan Di samping penerimaan dalam negeri, maka seperti tahun-tahun yang lalu, dalam Rancangan APBN 1983/84 ini ada penerimaan pembangunan, ialah penerimaan yang berasal dari dana ban- tuan luar negeri, yang berbentuk ban- tuan proyek dan bantuan program. Penggunaan dana bantuan luar negeri tersebut senantiasa diusahakan agar seefektif dan seefisien mungkin sesuai dengan kebutuhan pembangunan kita yang mendesak untuk membiayai proyek-proyek pembangunan. Dalam tahun anggaran 1983/84 peneri- maan pembangunan itu direncanakan sebesar Rp 2,7 trilyun lebih, yang terdiri Bila dibandingkan dengan bantuan proyek dan bantuan program yang telah direncanakan dalam tahun anggaran sekarang yang masing-masing sebesar Rp 1,8 trilyun dan Rp 25 milyar, maka berarti terjadi kenaikan sebesar Rp 911 milyar bagi bantuan proyek dan penurunan sebesar Rp 20 milyar bagi bantuan program. Sidang Dewan yang terhormat; Sekarang, Izinkan saya memberikan penjelasan mengenal pengeluaran. Se- perti telah dikatakan dimuka, maka ka- rena itu kita tetap berpegang pada ang garan berimbang,maka besamya pe- ngeluaran itu akan sama dengan besar- nya penerimaan, ialah sebesar lobih dari Rp. 16,5 trilyun lebih. Dengan jumlah pengeluaran sebesar itulah Pemerintah akan berusaha bekerja sebaik-baiknya dalam tahun anggaran 1983/84, baik untuk pengeluaran rutin, maupun untuk pengeluaran pembangunan. Seperti telah saya kemukakan tadi, pengeluaran rutin akan mencapai lebih dari Rp. 7,2 trilyun. Pengeluaran rutin ta- di yang hanya naik sebesar 3,9% jika di- banding dengan anggaran rutin tahun 1982/83, akan kita gunakan untuk be- lanja pegawal, belanja barang, subsidi daerah otonom, pembayaran bunga dan cicilan hutan serta lain-lain pengeluaran rutin. Jumlah anggaran rutin ini memang sangat terbatas kenaikannya. Karena- nya kita Pemerintah dengan seluruh aparatnya harus menggunakannya sebaik-baiknya, disertai langkah-langkah nyata ke arah penyederhanaan dan penghematan serta penentuan prioritas penggunaannya, agar jalannya admini- strasi rutin pemerintah dapat tetap ber- jalan lancar. Mengenal belanja barang, Saudara Ketua, pengeluarannya akan mencapal Rp. 1,1 trilyun lebih, suatu kenalkan le- bih dari Rp. 81 milyar atau hanya 7,6%-, ka dibanding dengan angga- ran yang sekarang. Dari jumlah tadi Rp. 1 trilyun lebih akan digunakanuntuk be- lanja barang dalam negeri dan yang Rp. 50 milyar untuk belanja barang luar ne- geri. Saya menyadari bahwa jumlah ini dirasakan sangat terbatas, tetapi saya berharap dan yakin bahwa apabila kita gunakan sebaik-baiknya diserta! langkah-langkah nyata penghematan, masih akan dapat mencukupi kebutuhan guna kelancaran penyelenggaraan rutin pemerintahan. Dalam kesempatan ini sekell lagi saya instruksikan kepada se- mua pimpinan Departemen dan instan- si, semua pimpinan jawatan dan kantor pemerintah termasuk perusahaan- perusahaan milik negara untuk mengam- bil langkah-langkah nyata untuk menga- dakan penghematan, seperti pemakaian listrik dan tilpun; demikian pula perjalanan-perjalanan peninjauan ke luar negeri dan ke daerah agar dibatasi pada yang ponting-penting dan juga dibatasi jumlah rombongannya. Selah satu pengeluaran rutin yang be- sar jumlahnya adalah biaya pemeliha- raan untuk kendaraan bermotor. Dalam magka penghematan dan meningkatka- ne fisiensi pengeluaran rutin, untuk ta- hun anggaran yang akan datang dan se- terusnya Pemerintah tidak lagi akan me- nyediakan kendaraan dinas perorangan untuk pegawai negeri. Kendaraan dinas untuk perorangan ha- nya disediakan secara terbatas bagi pe- jabat pejabat negara yang memang benar-benar memerlukannya. Kenaikan ini dimungkinkan, karena ki- ta mengadakan efisiensi pengeluaran ru- tin, ialah pengurangan subsidi BBM dengan adanya kenaikan harga BBM. Arah pembangunan tetap bertumpu pada Trilogi Pembangunan, ialah me- numbuhkan ekonomi dan bersamaan dengan itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta makin meratakan pembangunan, dengan tetap memeliha- ra kemantapan stabilitas ekonomi. Ka- rena dana yang dapat kita himpun un- tuk membangun itu terbatas, maka pe- nentukan proyek-proyek pembangunan perlu makin dipertajam dan terarah. Yang penting dan mendesak kita-kerja- kan, sedangkan yang masih dapat ditun- da harus kita tunda. Dari seluruh pengeluaran rutin tadi -- seperti halnya tahun-tahun yang lalu -- belanja pegawai akan merupakan pe - ngeluaran yg paling besar; dengan jum- lah hampir Rp. 2,6 trilyun, hanya naik 4,2% jika dibanding dengan belanja pe- gawai dalam anggaran tahun 1982/8993. Dan dari belanja pe- Dalam rangka efisiensi penggunaan gawai itu maka pengeluaran untuk gaji dan pembangunan, maka dalam tahun dan pensiun akan mencapai lebih dari Rp. anggaran 1983/84 kita tidak akan mam- 1,8 trilyun atau naik denganiebih rendah bangun gedung-gedung baru untuk kan- dari Rp. 50 milyar jika dibanding dengan tor atau perumahan Departemen atau pengeluaran untuk tahun anggaran yang Instansi. Demikian pula, seperti telah sekarang. Kenalkan itu disediakan untuk saya uraikan di depan, Pemerintah tidak menampung kenaikan tunjangan beras akan lagi menyediakan kendaraan dinas dan penambahan pegawai baru yang di- perorangan bagi pejabat-pejabat peme- perlukan untuk kelancaran tugas-tugas rintah dan pegawai negeri. Kendaraan. pemerintahan maupun pelaksanaan dinas perorangan hanya disodiakan ba- pembangunan. Sedangkan besamya gajiemgi pejabat-pejabat negara tertentu saja. Dalam pembangunan sektor perta- nian ini kita juga meningkatkan pemban- gunan peternakan dengan jalan mening- katkan jumlah temak, meningkatkan po- nyuluhan dan lain sebagainya, antara lain untuk mencukupi kebutuhan konsumsi daging masyarakat kita yang meningkat terus dari tahun ke tahun sebagai hasil kemajuan pembangunan, Jika tidak ki- tetap seperti yang sekarang, tidak ada Dalam rangka efisiensi ini pula, dalam Si-ta imbangi dengan penambahan jumlah kenalkan. Dalam hubungan ini saya min-nerdang Kabinet Paripuma tiga hari yang la-citernak, maka kelak kita akan mengha- ta pengertian segenap pegawai negerilu saya telah memberi petunjuk kepada tedapi kesulitan-kesulitan yang besar. Un- dan anggota ABRI, bahwa walaupun Pe-de-semua Menteri untuk mengurangi rapat- merintah secara sungguh-sungguh sela-arapat kerja, seminar-seminar, lokakarya lu memperhatikan perbaikan kesejahte- raan pegawai negeri dan anggota ABRI, namun kali ini pun negara belum dapat menaikkan gaji, karena keadaan keuang an negara yang belum memungkinkan. Dari korps pegawai Republik Indonesia dan anggota ABRI sungguh diharapkan kesadarannya untuk justru dalam kea- daan yang kurang menguntungkan ini, terus meningkatkan pongabdian tetap berjalan lancar. an Kendaraan-kendaraan dinas perorang yang sekarang telah ada akan 1 dijual kepada pejabat pemegangnya de- ngan pembayaran mengang sur. Dengan domlklan Pemerintah mulal tahunang. geran 1983/84 Ini tidak perlu lagi me- nyediakan biaya pemeliharaan untuk kenderaan dinas perorangan itu. Pengeluaran rutin selanjutnya adalah untuk subsidi daerah otonom, yang akan mencapai RP. 1,38 trilyun. Dalam Jum- lah tadi termasuk penyediaan biaya un- tuk penambahan pegawai daerah oto- nom, penambahan guru guru SD Inpres dan penambahan Jumlah tenaga medis di Puskesmas Puskesmas. Dalam jum- lah subsidi daerah otonom tadi, lebih dari Rp. 43 milyar disediakan untuk daerah Irian Jaya dan Rp., 12 milyar untuk dae- rah Timor Timur. Pada han bakar minyak, sedangkan alsanya sebesar Rp. 25 milyar disediakan untuk pengeluaran lain lain. Jelaslah bahwa untuk tahun ang- garan 1983/84 kita tidak lagi menyedia- kan anggaran untuk subsidl pangan dan juga untuk pemilu. Sedangkan untuk subsidi BBM dapat disediakan anggaran yang lebih kecil jika dibanding dengan tahun anggaran 1982/83, karena telah diperhitungkan adanya kenalkan harga BBM seperti yang saya uralkan dimuka. Demikianlah, Saudara ketua yang ter- hormat, penjolasan saya mengenal pe- ngeluaran rutin. Selanjutnya saya akan menguraikan mengenal pengeluaran pembangunan yang di dalamnya meng- gambarkan apa yang ingin kita bangun dalam tahun terakhir Repelita III ini. Dengan berpegang teguh pada petunjuk GBHN dan sasaran yang telah kita tetap- kan dalam Repelita Ill maka dalam garis besamya kita akan melanjutkan dan me- ningkatkan semua yang telah kita ba- ngun dan kita hasilkan sampai saat ini. Di samping itu kita akan terus memusat- kan usaha pada pemeretean pem- bangunan. Untuk itu penentuan dan pe- milihan prioritas kegiatan program dan proyek perlu makin dipertajam. Tadj telah saya kemukakan, bahwa pengeluaran pembangunan akan menca- pai hampir Rp. 9,3 trilyun. Ini berarti ada kenaiken 7,9% jika dibanding dengan anggaran pembangunan tahun 1982/83. Pengeluaran rutin berikutnya adalah untuk pembayaran bunga dan cicilan hu- tang, yang akan berjumlah Rp. 1,4 trilyun. Pengeluaran ini memang nalk cu- kup besar dibanding dengan rencana pengeluaran untuk hal yang sama dalam tahun anggaran 1982/83 sebesar Rp. 976 milyar lebih. Dari jumlah ini Rp. 30 milyar digunakan untuk membayar bu- nga dan cicllen hutang dalam negeri dan Rp. 1,38 trilyun untuk membayar bunga dan cicilan hutang luar negerl. Kelompok terakhir dari pengeluaran rutin berupa pengeluaran rutin lain-lain, yang terdiri dari subsidi pangan, subdisi BBM, Pemilu dan lain-lain, jumlahnya akan mencapai sekitar Rp. 723 milyar. Dibandingkan dengan lain-lain penge- luaran rutin dalam tahun anggaran yang sekarang, jumlah tadi berarti ada penge- luaran rutin dalam tahun anggaran yang sekarang, jumlah tadi berarti ada penu- runan hampir Rp. 427 milyar atau 37% Dari jumlah tadi sejumlah Rp. 698.5 milyar akan digunakan untuk subsidi ba Upacara-upacara peresmian proyek harus dibatasi, sebab memang yang penting bukan upacaranya melainkan manfaat proyek itu bagi rakyat dan pem- bangunan. Selain untuk efisiensi dana, maka langkah-langkah tadi perlu untuk menciptakan suasana keprihatinan, yang harus diberikan contohnya oleh pejabat-pejabat dan aparatur pemerinta- han sendiri. Sekali lagi, hanya dengan efisiensi dan sikap prihatin, kita tetap akan dapat me- ningkatkan pembangunan. Dengan me- najamkan prioritas-prioritas, pembangu- nan kita pusatkan pada sektor-sektor yang dapat terus menggerakkan pem- bangunan kita, kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan rak yat pada proyek-proyek yang dapat memperluas kesempatan kerja dan me- ningkatkan pendapatan lapisan terbesar masyarakat. Demikianlah, dengan sikap tadi, ma- ka dalam tahun terakhir REPELITA III nanti ada 4 sektor yang biaya pemban- gunannya melalui Rp. 1 trilyun. Yang terbesar adalah sektor pendidikan den- gan anggaran pembangunan lebih dari Rp. 1,3 trilyun, yang kedua adalah sek- tor pertanian dan Irigasi dengan angga- ran sebesar RP.1,3 trilyun lebih, yang ketiga adalah sektor perhubungan dan pariwisata dengan anggaran sekitar Rp. 1,3 trilyun dan yang keempat adalah sektor pertambangan dan energi dengan anggaran sebesar Rp. 1,1 trilyun lebih. Dalam tahun anggaran yang sekarang baru ada tiga sektor dengan penyedia- an dana melebihi Rp. 1 trilyun, yaitu sek- tor pendidikan, sektor pertanian dan iri- gasi serta sektor perhubungan dan pariwisata. tuk mengembangkan peternakan itu an- plokakarya dan lain sebangsanya. Perja-Mbitan besar-besaran, termasuk bibit ter- tara lain kita akan melanjutkan pembi- lanan dinas ke luar negeri dan ke daerah supaya dibatasi, dan jumlah rombongan pun harus sekecil mungkin. Peningkatan-peningkatan anggaran pembangunan itulah yang menunjukkan tekad kita untuk terus membangun. Seperti pada tahun-tahun terdahulu, kegiatan pembangunan akan terbagi da- lam 18 sektor. Pada kesempatan ini saya tidak akan menjelaskan satu per- satu sektor-sektor tadi, melainkan akan saya kemukakan berbagai hal yang pokok-pokok saja, Sidang Dewan yang saya hormati: Kita memberi perhatian yang sangat besar pada sektor pendidikan, karena ki- ta sadar bahwa manusia yang terdidik - akan menjadi kekuatan utama pemban- gunan. Di samping itu, sejalan dengan kemajuan pembangunan yang kita capai sampal sekarang, maka pendidikan te- lah berkembang menjadi kebutuhan dasr manusia. Melalu! pendidikan, kita akan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan mutu kehidupan ini dapat kita tingkatkan. Dalam tahun terakhir REPELITA HI nanti kita akan membangun lagi lebih dari 13.000 gedung sekolah dasar ba- ru. Dangan demikian, sejak kita mulai mengembangkan Proyek SD Inpres mu- lal tahun terakhir REPELITA | dahulu- sampai akhir REPELITA III nanti, kita membangun lebih dari 136.000 buah gedung sekolah dasar. Dalam tahun te- rakhir REPELITA III nanti kita juga akan mslanjutkan penambahan ruang kelas baru sojumlah 15.000 buah, sehingga untuk seluruh REPELITA III akan diban- gun lebih dari 110.000 buah. Halaman V MONUMENS MASIONAL Sidang DPR RI dan Guru. Sementara itu untuk mening- katkan mutu pendidikan akan dicetak ti- dak kurang dari 32 juta buah buku ba- caan. Hal ini akan merangsang kreativi- tas para pengarang dan memberi kesem- patan bekerja yang besar bagi dunia pe- nerbitan dan percetakan kita. Usaha me- ningkatkan kecerdasan anak didik akan diimbangi dnegan kesegaran jasmani. Untuk itu akan disediakan tidak kurang dari 96.000 paket alat olahraga. Dengan demikian kita akan memperluas usaha memasyarakatkan olah raga dan meng olahragakan masyarakat. Semua langkah-langkah pembangunan di bi- dang pendidikan dasar tadi kita maksud- kan untuk memantapkan wajib belajar yang akan kita laksanakan dalam REPELITA IV nanti. Ini berarti kita maju selangkah lagi dalam melaksanakan pesan Pembukaan Undang-Undang Dasar, agar dalam alam kemerdekaan kita meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa ini. Juga akan kita rehabilisasi gedung se kolah dasar, termasuk sekolah-sekolah dasar swasta dan madrasah ibtidaiyah swasta sebanyak 21.000 buah dalam tahun terakhir REPELITA III, sehingga dalam keseluruhan REPELITA !! akan berjumlah 106.000 buah yang direhabilisasi. Untuk memberi ketenangan bekerja bagi para pendidik anak anak bangsa yang mengabdikan dirinya di daerah daerah terpencil, kita akan membangun 50.000 rumah untuk Kepala Sekolah Penanganan kita terhadap masalah pendidikan dasar di tahun-tahun yang telah lalu, mengharuskan kita mening- katkan pula langkah kelanjutannya, ia- lah menampung mereka untuk memasu- ki tingkat pendidikan selanjutnya. Kare- na itu kita pun akan terus membangun gedung-gedung sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah lanjutan tingkat atas. Bersamaan dengan itu mutu pendidi- kan kita usahakan agar makin mening- kat, dengan menambah berbagai fasili- tas pendidikan, laboratorium- laboratorium dan lain-lain keperluan. Perhatian yang besar juga kita berikan pada peningkatan jumlah dan mutu sekolah-sekolah kejuruan. 475 Selanjutnya, Sidang Dewan yang ter- hormat, pembangunan sektor pertanian akan tetap memperoleh perhatian dan prioritas yang tinggi. Meskipun telah ba- nyak memperoleh kemajuan-kemajuan, namun masih sangat banyak yang harus kita lakukan dalam membangun lapang -an pertanian ini. Agar produksi beras dan palawija kita makin mantap, kita akan melanjutkan usaha-usaha intensi- fikasi dan ekstensifikasi. Untuk itu akan kita teruskan pembangunan dan perbai- kan jaringan-jaringan irigasi, termasuk jaringan irigasi tersier, hingga makin luas tanah yang dapat pengairan teratur. mak yang kita datangkan luar dari negeri. Di bidang perkebunan akan kita lan- jutkan peningkatan produksi gul den- gan membangun dan merehabilisasi pabrik-pabrik gula serta memperluas ta- naman tebu, terutama di luar Jawa. Meskipun produksi gula kita terus me- naik setiap tahun, namun sampai seka- rang kita masih harus mengimpor gula, karena konsumsi gula masyarakat kita juga terus naik. Kita juga akan melanjutkan rehabili- sasi perkebunan-perkebunan kita. ter- masuk di dalamnya perkebunan perkebunan rakyat. Dengan langkah- langkah itu, kita harapkan komoditi ini, kita telah siap untuk memasuki pasaran dunia. Sementara itu, untuk tetap mendu- kung pertumbuhan ekonomi maka pem- bangunan sektor perhubungan harus te tap kita lanjutkan. Untuk itulah kita akan melanjutkan perbaikan lintas-lintas kere- ta api dalam rangka memenuhi permin- taan angkutan penumpang dan barang yang bertambah besar. Untuk mendu- kung pembangunan parkereta-aplan ini, dan juga untuk melangkah lebih lan- jut dalam usaha-usaha memenuhi kabu- tuhan sendiri, kita akan melanjutkan- pembangunan bengkel kereta api di Ma- diun dan dikembangkan menjadi industri gerbong kereta api yang memadai. Di bl- dang perhubungan laut kita lanjutkan peremajaan kapal-kapal armada samu- dera, dan kapal-kapal nusantara. Kita juga akan memperluas dan mem- bangun pelabuhan-pelabuhan. Pelayaran perintis dan penerbangan perintis juga kita lanjutkan pengembangannya. Peningkatan-peningkatan juga kita usa- hakan dalam pengembangan kemam- puan perhubungan udara. Sementara itu juga akan terus kita perluas jaringan dan palayanan pos, telekomunikasi dan telepon. Anggaran besar juga tersedia untuk pembangunan sektor pertambangan den energi, yang akan kita gunakan untuk menangani masalah sumber-sumber energi seperti minyak bumi, geotermal, batubara, tanaga air dan berbagal pana- litian mengenai sumber-sumber daya energi yang penting sekall untuk panga- nekaragaman penggunaan sumber daya energi itu. Bagian terboser anggaran di sektor ini akan kita gunakan untuk me- lanjutkan pembangunan parteriken un- tuk mendukung pembangunan industri yang akan meningkat dalam REPELITA 7 EK MILIK 1 Presiden Soeharto sedang menyampaikan keterangan Pemerintah pada DPR RI (R-33). IV nanti dan untuk memperluas pelaya- nan kepada masyarakat. Kegiatannya akan meliputi penyelesaian dan pelanju- tan pembangunan puluhan pusat-pusat pembangkit tenaga listrik yang besar maupun yang kecil, perluasan jaringan listrik dan Isitrik pedesaan. Untuk memelihara momentun pem- bangunan, maka perhatian besar juga terarah pada sektor industri, baik mela- lui penyediaan anggaran oleh negara maupun dengan mendorong kegairahan pengembangan industri oelh dunia usa- ha swasta. Anggaran pembangunan sektor industri disediakan sekitar Rp.448 milyar, yang berarti naik dengan 22% dari anggaran yang direncanakan dalam tahun anggaran yang sekarang. 20 Pengembangan sektor industri kecil te- tap akan mendapat perhatian besar, dengan terus memberi bimbingan tek- nis, bimbingan organisasi dan manaje- ment, pembinaan ketrampilan dan wi- raswasta, pemberian pendidikan dan la- tihan, bantuan peralatan dan bahan ba- ku, bantuan tenaga ahli dan sebagainya. Sementara itu akan kita selesaikan pem- bangun pabrik-pabrik di bidang industri dasar maupun petrokimia, demikian ju- ga pembangunan kilang-kilang minyak. Pembangunan yang langsung mem- perbaiki kesejahteraan rakyat juga terus kita lanjutkan, seperti pembangunan pe- rumahan rakyat dan perbaikan lingku- ngan. Biaya yang tersedia sekitar Rp 297 milyar. Dalam tahun 1983/84 nan- ti, melalui Perumnes dan non Perumnes, kita akan melanjutkan pembangunan pa- Akhirnya Inpres Penghijauan dan Re- rumahan rakyat yang tersebar berba- boisasi, yang penting artinya untuk pe- gai kota, sehingga sasaran pembangu-ngendalian banjir dan pemeliharaan ke- na porumahan yang ditetapkan dalam REPELITA II! sebanyak 150.000 unit akan dapat dicapai dalam tahun terak- hir REPELITA III. Bersamaan dengan itu juga kita lanjutkan pembangunan pem- bangunan lain untuk perbaikan kesejah- teraen rakyat, seperti peningkatan transmigrasi, peningkatan kemampuan koperasi dan kegiatan-kegiatan lainnya. Usaha-usaha pomerateen pembangu- nan yg sangat penting adalah pemba- ngunan daerah dan pedeseen terutama melalui program-program inpres. Walou- pun dana yang tersedia umumnya seme besar atau hanya meningkat sedikit di- banding dengan tahun anggaran yang sekarang, namun proyek yang langsung bermanfaat bagi kemajuan dan kesalah- teraan rakyat ini tetap kita lanjutkan. Untuk Inpres Dess aken torsedia da- na sekitar Rp.91 milyar lebih. Jumlah bantuannya tetap sebesar Rp. 1,25 ju- ta untuk tiap desa termasuk Rp 250.000,- yang disediakan untuk PKK, ialah wadah kegiatan pembangunan kaum ibu di desa-desa, yang selama ni telah menunjukkan hasil yang besar. Se lanjutnya untuk Inpres Kabupaten terse- dia dana sekitar Rp. 197 milyar. Beser- nya bantuan juga tetap Rp.1.150,-cs- tiap jiwa. Bantuen minimum untuk se- tlap Kabupaten totep seperti yang dite- rima sekarang, ialah Rp 160 juta. Salen- jutnya, anggaran untuk Inpres Daerah Tingkat I disediakan dana sebesar Rp 253 milyar, sama besarnya dengan ang- garan yang sekarang, dengan bantuan minimum juga tetap sebesar Rp 9 milyar. Walaupun dana yang tersedia torba- tas, namun perhatian yang besar harus tetap tertuju pada usaha peningkatan kesejahteraan rakyat. Karena itu Inpres Kesehatan juga tetep kita lanjutkan, dengan anggaran lebih dari Rp 93 mil- yar. Setiap jiwa tetap memdapat ban- tuan obat-obatan seperti yang sekarang diterima, ialah Rp 250,-. Sementara itu, dengan anggaran yang tersedia tadi, kita akan membangun 200 buah Puskesmas baru, 1.250 buah Pus- kesmas Pembantu, 500 buah Puskes- mas Keliling, dan 660 buah rumah un- tuk dokter dan tenaga paramedis. Disam ping itu kita akan merehabilisasi 2.500 buah Puskesmas dan Puskesmas Pem- bantu, dan membangun tidak kurang dari 94.000 buah tempat penyediaan air bersih di pedesaan. Dalam rangka melanjutkan pembi- naan golongan ekonomi lemah dan te- rus memperbaiki penghasilan mereka, maka tetap tersedia bantuan dalam ben- tuk Inpres Pasar, yang jumlahnya akan mencapai lebih dari Rp 10 milyar. Perlu saya tambahkan bahwa anggaran sebe- sar itu hanya merupakan subsidi bunga kredit Inpres Pasar yang disediakan oleh bank-bank Pemerintah kepada Pemerin- tah Daerah yang memerlukannya, se- hingga dana kredit yang tersedia untuk- membangun pasar-pasar tersebut ada- lah jauh lebih besar. Kemudian untuk menunjang perbaikan prasarana jalan yang sangat diperlukan oleh daerah-daerah juga disediakan ang- garan bantuan kepada Daerah Tingkat II sebesar lebih dari Rp. 80 milyar. Dengan anggaran ini diperkirakan dapat diban- gun tidak kurang dari 7.500 kilometer ja- lan dan 19.000 meter jembatan yang terbesar di semua Kabupaten. Kegiatan ini sangat penting untuk terus menggiat- kan kehidupan ekonomi dan pembangu- nan di semua daerah. suburan tanah akan disediakan anggaran yang sama besamya dengan anggaran yang sekarang, ialah lebih dari Rp. 87 milyar. Demikianlah gambaran umum me- ngenai pembangunan yang akan kita la- kukan. Banyak sektor lain yang akan te- rus kita bangun, tetapi tidak saya jelas- kan satu persatu pada kasempatan ini. Para Anggota Dewan yang terhormat ki- ranya nanti dapat meneliti semuanya itu dalam Rancangan APBN dan Nota Keu- angannya yang saya ajukan kepada De- wan yang terhormat. Sidang Dewan yang terhormat; Dernikianlah Rancangan APBN 1983/84. Rancangan APBN ini mempu- nyai arti yang khusus, sebab di dalam- nya tercermin apa yang kita kerjakan dan apa yang ingin kita capai dalam ta- hun terakhir REPELITA III. Dan seperti yang pernah saya katakan empat tahun yang lalu, REPELITA III ini merupakan ta- hap yang penting dalam pembangunan jangka panjang bangsa kita, sebab tahap pembangunan ini merupakan pertenga- han jalan dalam perjalanan bangsa kita untuk mencapai landasan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Namun, sepert yang saya gambarkan tadl, tahun terakhir REPELITA ilitu tor- nyata penuh dengan hambatan yang di- sebabkan oleh resesi ekonomi dunia. Ji- ka diukur dengan jumlah anggaran, ma- ka anggaran itu tidak lagi menunjukkan kenaikan-kenaikan yang cukup tinggi ji- ka kita banding dengan tahun-tahun se- bolum ini. Kita tidak perlu berkecil hati mengha- dapi kenyataan itu. Dalam resesi ekono- mi dunia sekarang ini tidak ada satu ne- geri pun di dunia ini yang tidak terkena akibatnya. (Bersambung) Pimpinan MPR/DPR dalam sidang paripurna dari kiri kekanan: Wk. Ketua H. Amir Murtono SH, Wk. Ketua M. Kharis Suhud, Ketua H. Amirmachmud, Wk. Ketua M. Nuddin Lubis den Wk. Ketua Drs. Hardjanto Sumo- disastro. (R-33).