Tipe: Koran
Tanggal: 1983-04-16
Halaman: 09
Konten
Berita Yudha Sabtu, 16 April 1983 Pakailah Prinsip Sederhana Agar Mudah Dimengerti Masyarakat Desa Kulonprogo, April (BY). Sebagian besar jumlah pengang- guran di wilayah Ditjen Binaguna DIY terdapat di pedesaan, sebab dari jumlah penduduk yang ada 80% ber- mukim di pedesaan. Oleh sebab itu tepatlah apabila ditiap kabupaten ditempatkan kantor binaguna untuk mendekatkan pada masyarakat yang masih belum mendapat pekerjaan. Namun hal ini Janganlah Ditjen Binaguna yang ada didaerah salah langkah sehingga mengurangi fungsi pokok sebagai tugasnya. Ka. Kanwil Ditjen Binaguna DIY Drs. Haryono Jati dalam rangka peresmian gedung baru Ditjen Binaguna Wates Kulon Progo selan- jutnya mengatakan masyarakat pede- saan sampai saat ini masih awam akan tugas Binaguna sehingga keawaman janganlah dengan masyarakat pedesaan ini dipergunakan oleh petugas untuk menakut-nakuti, tetapi pakaialah prinsip yang sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat desa. Di Kabupaten Kulonprogo dari jumlah penduduk yang 450.000 jiwa ini 50% nya sudah termasuk angkatan kerja atau 200.000 orang yang butuh kerja. Sedang untuk DIY sendiri jumlah pengangguran yang terlihat pada tahun 1983 ini ada 14.000 orang dimana yang lainnya atau penganggur yang tak kelihatan dan setengah penganggur kebanyakan ada dipedesaan. Pembangunan gedung Binaguna Wates kabupaten Kulonprogo ini dibeayai dari dana pembangunan fisik kanwil Binaguna DIY tahun 1981/1982 anggaran sebesar Rp.19.040.000,- yang terdiri Rp.10.000.000,- untuk pembelian tanah seluas 1.207 m2 dan yang Rp.9.040.000,- untuk pembangunan gedungnya diatas tanah 100 m2 sedang untuk perluasan gedung yang 150m2 ini telah diambilkan dari DIP proyek PKGB tahun 1981/1982 sebesar Rp.12.213.500,- Bukannya kesejahteraan hidup disini hanya dikenyam seorang saja dirasakan oleh tetapi telah masyarakat luas di desa ini. Contoh, pak" dul;unya jalan desa disini mleat mleot pak, tetapi dengan PKGB ini bapak bisa lihat sendiri kan enak tho pak selain itu kami dengan PKGB ini dapat beli barang alat rumah tangga tetapi bukannya barang2 lux hanya keperluan rumah tangga yang Mereka Yg Berumah Dan Bersanding Dengan Mesin Surabaya adalah kota nomor dua di Indonesia setelah Jakarta dan mempunyai jumlah kepadatan pen- duduk yang hampir menyamai dengan Jakarta walau masih dibawahnya, juga segala macam pro- blematik kota yang dihadapi cukup membuat sang Wali kota tidak bisa nyenyak tidur. Musim hujan yang belum reda di kota yang mendapat predikat sebagai kota pahlawan ini, membuat Achmad dengan dibantu seorang pemban- tunya Sukianto, ayah dari keempat anak menjadi sibuk. Tidak ada orang yang tahu akan kesibukan mereka berdua itu, karena air sudah menun- jukan pada angka 0,10 meter dari keadaan normalnya 0,70. Mumpung belum terlanjur naik, mereka berdua bergegas gegas mem- buka tutup yang terbuat papan tebal ukuran dua kali dua meter, tang- gapun langsung diturunkan kebawah karena kedalamannya mencapai tiga meter dan galah-pun tak lupa dibawanya, tak ada alat lain yang dibawa mereka kecuali masing- masing memegang satu galah yang panjangnya dua meter dan diu- jungnya di pasang kawat yang melengkung. Di bawah, ditariknya satu persatu kemudian dinaikan keatas, hasilnya langsung didekap dan dimasukan ke kotak berwarna kuning yang sudah nongkrong tiap harinya di sebelah rumahnya, rasa gatal dan jijik sudah tak terasa lagi biarpun mereka hanya mengenakan celana pendek dan kaos oblo saja. Biarpun mereka sudah pegawai negeri, tapi pada waktu menjalankan tugasnya baju dan celana panjangnya mau tak mau harus dilepas, karena sayang dipakai buat bekerja gantinya belum ada, ucap Achmad memelas. Ia menggumam sendiri dibawah kantor dan juga tempat tinggalnya yang mempunyai ukuran tujuh kali empat belas meter dan terbuat dari di dinding tembok, berlantai beton cor tanpa tegel peninggalan zaman bahola. Tetapi penduduk se kecamatan pun juga tak kalah umpat- nya, hanya semuanya itu tak pernah keluar, seolah olah mereka semua itu sudah pasrah kepada yang maha kuasa, kapan semua ini akan berakhir. Dua sosok manusia bertubuh ker- dil inipun mempercepat kerjanya, karena air sudah berada pada angka 1,20 yg terlihat pada papan ber cat Dewi Sulastri MASIH KELUARGA ARJUNA Semua yang diceritakan kepada Srikandi oleh Rarasati ternyata benar. Waktu pengantin baru Srikandi tiba di Madukara Sumbadra Pada penutupan proyek PKGB tahun 1981/1982 dan penutupan kursus2 ketrampilan kwartal IV tahun 1982/1983 telah dilaksanakan di kalurahan Glagah dengan peman- dangan ombak laut samodra selatan yang indah di Pantai Glagah, maka pada akir acara hari ini bertempat di gedung baru Ditjen Binaguna Jl. Khodori Wates dengan pemandangan panoramanya bukit Menoreh yang in- dah membentang dari barat daya ke Oleh: Sigit Pr. Koresponden "BY" Ditjen Binaguna Wates Kulonprogo Supadi. TS. proyek PKGB tahun 1982/1983 didaerah kebupaten telah Kulonprogo dapat derealisasikan fisik seluruhnya untuk 8 proyek PKGB reguler sepanjang 39,5 km dengan lebar 6 m dan pengerasan 4 m serta mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1.928 orang per hari selama 5 bulan atau 218.344 HOK (hari orang ker- ja) sedang dana yang direalisasikan sebesar telah menelan utara yang didalamnya terpendam banyak kekayaan alamnya seperti guo Kiskendo, guo si kidang, guo seplawan dan banyak lagi guo2 kecil lainnya yang penuh dengan ceritera sejarah, atau yang terkenal dengan "Api di bukit Menoreh". Sehingga dengan kekayaan alam yang melimpah ini pemerintah daerah kabupaten Kulonprogo telah banyak usaha untuk mengintensifkan daerahnya. Seperti apa yang dikatakan leh bupati bupaten Kulonprogo Drs. KRT Wijoyo Hadiningrat dengan kekayaan alam di bukit Menoreh ini perlu adanya keterpaduan usaha bersama antar in- stansi yang ada disertai ikutnya par- tisipasi yang besar bagi masyarakat- nya sendiri. Sebab pengelolaan sumber alam yang banyak ada di pegunungan menoreh ini nantinya akan juga dirasakan hasilnya oleh masyarakat dalam peningkatan kese- jahteran hidupnya.. Sekarang tinggal bagaimana kita harus menempuhnya dari sudut pokok menuju pengelolaan itu kita perlu adanya jalan yang baik, maka dengan adanya proyek2 dari PKGB ini akan merupakan perintisan menu- ju jalan yang sehat. Arti sehat ini adalah sehat yang diartikan dapat putih yang hampir menyentuh garis merah batas ketinggian air maksimum, rupa rupanya mereka berdua hari itu cukup mujur, panenannya sudah empat gerobak dalam waktu yang relatif singkat. Kemudian mereka berdua mencoba kembali menghidupkan mesin disel buatan Indra yang dari tadi ngadat tidak mau di start, akhirnya mesin- pun mau diajak kompromi dan mau mengeluarkan air, dengan kemam- puan maksimum pada waktu mesin masih baru tujuh setengah meter kubik per menit untuk segera dialirkan ke bo'venstrooms atau hulu sungai Morokrembangan yang berada di komplek AKABRI bagian laut. Hasil panenan Achmad dan Sukianto sebanyak empat gerobak itu adalah hanya onggokan sampah yang membuat pompa air pesapen kali menjadi macet tak mau meyedot air karena tersumbat sampah di bagian bawahnya, karena ram-ram besi yang berfungsi sebagai filter sudah tak kuasa menahan sampah-sampah rumah tangga yang dibuang pen- duduk se mena-mena tanpa mau menghiraukan akibatnya. Akhirnya pada siang hari tadi turun hujan yang dibarengi dengan sedikit badai yang cukup kencang membuat penduduk se kecamatan Krembangan menjadi kelabakan karena air sudah mulai masuk kerumah rumah tanpa permisi dan daerah kecamatan Krembangan ini- lah yang menjadi langgangan banjir apabila turun hujan, tapi rupanya masih ada sebagian penduduk yang belum jera juga menghadapi banjir setinggi tiga perempat meter setiap kali turun hujan. Di rumah pompa Pesapen Kali ter- dapat dua buah pompa air semuanya bertenaga disel, yang besar ber merk Fairbanks Morse Pumps buatan Amerika dan sekarang sudah tidak berfungsi, sedangkan yang satu lebih kecil yang hanya berkapasitas tujuh setengah meter kubik per menit adalah buatan PT Indra Surabaya, tetapi kedua-duanya sudah mem- puyai umur di akhir senja. Ke dua pompa tersebut di tunggu oleh dua orang senior dan seorang menerimanya sebagai adik kan- dungnya sendiri. Semua urusan rumah tangga di Madukara diserahkan kepada Srikan- di yang membawahkan Rarasati dan Sulastri. Srikandi merasa bersyukur. Ia melihat kenyataan bahwa Dewi Wara Sumbadra berjiwa besar, berlapang dada. melancarkansaranaperhubungan an- tar desa dan kecamatan untuk memperlancar roda ekonomi desa karena daerah pegunungan menoreh di sini merupakan daerah produktif. Kita lihat sendiri masih banyak sumber alam di bukit pegunungan menoreh ini yang belum dikelola, maka daya tarik untuk pengelolaan itu sendiri tergantung pada kita2 sendiri. Dalam laporannya kepala kantor Oleh: Rienekso, Koresponden "BY" dengan diberi penyekat triplek yang di cat warna biru dan putih. Sumbadra menyatakan ia sudah merasa puas kalau ia dianggap sesepuh atau yang dituakan diantara semua istri Arjuna. Ia akan men- curahkan perhatian mendidik Angkawijaya dan melayani suami tercinta. Rarasati bermata jaitan, berhidung mancung dan bermuka mendongak. Ia bersanggul gede dengan sebagian rambut terurai. Ia berjamang dan bersunting waderan. Ia berkalung bulan sabit, bergelang dan berpon- toh. Ia berselendang dan mengenakan kain dodot putren. Dewi Sulastri adalah istri selir Arjuna sesudah Dewi Rarasati. Ia sangat can- Rp.134.848.500,- Pandangan masyarakat desa Giripurwo akan adanya PKGB ini dikatakannya kepada wartawan BY kami sangat berterima kasih sekali kepada pemerintahan orde baru sekarang ini dibawah pimpinan pak Harto sebab telah banyak dirasakan oleh masyarakat disini akan pen- ingkatan kesejahteraan hidupnya. lagi yang masih baru namun masa kerjanya sudah lebih dari lima tahun. Achmad lah yang paling setia menunggu pompa itu karena ia sejak tahun 1961 sudah merawat pompa yang berada di Pesapen ini. Ke tiga petugas penjaga pompa Pesapen Kali ini rumah tempat ting- galnya juga menjadi satu di dalam bangunan rumah pompa, yang menempati ruangan kosong sebelah bagian barat, di bagi menjadi tiga petak kecil untuk tiga keluarga Jarak antara rumah tempat tinggal dengan ke dua mesin pompa tidak lebih dari empat meter, pada waktu musim penghujan otomatis ke dua pompa harus dijalankan semua, sedangkan tiap harinya cukup pom- pa yang kecil yang dihidupkan, karena letak geografisnya daerah kecamatan Krembangan lebih rendah dari hulu sungainya, supaya air bisa di angkat dan dialirkan ke hulu. Kalau pada waktu mesin hidup sederhana. Kok bisa beli2 itu pak? tanya BY bayangkan saya kerja hanya 7 jam kerja pagi kami sudah makan dirumah jadi tak perlu beli jajan siangnya juga makan dirumah". Un- tuk makan se-hari-hari ibunya anak sambil jualan sayuran di pasar walaupun dengan keuntungan yang kecil ini sekarang ibunya anak kalau ke pasar sudah bisa naik kendaraan bermotor bayangkan dulunya kami harus jalan kaki sejauh 10 km dari rumah sampai pasar. Proyek2 ini an- tara lain pembuatan jalan baru 4,5 km dan rehab 2 km di kalurahan Donomulyo Manggulan dari dukuh Jambon lewat balai desa Donomulyo, Lengkong, Donomarto sampai gunung Kinjeng. 4 km rehab dan 400 m pembuatan jalan baru di desa Gulurejo kecamatan Lendah, di Kalurahan Kedung kecamatan Pengasih telah diselesaikan pembuatan jalan baru 1.350 m dan rehab 3 km, di Kalurhan desa Plumbon, Kalidengen dan Glagah kecamatan Temon telah diselesaikan 5 km saluran pem- buangan air, di desa Banjararum kec. Kalibawang telah diselesaikan rehab jalan 3 km dan pembuatan jalan baru 1.800 m, untuk kalurahan Hargowilis kecamatan Kokap telah selesai dibuat jalan baru sepanjang 4 km, kalurahan Giripurwo, Jatisarono, Wijimulyo dan Purwosari juga telah diselesaikan jaringan tersier untuk oncoran sawah seluas 383 ha, kalurahan Kebonhar- jo, Kembang, Jatisarono oleh proyek PKGB dibuatkan jaringan tersier un- tuk oncoran sawah seluas 399 ha. Seperti apa yang dilakukan oleh Bupati Kulonprogo dalam peresmian proyek ini di desa Donomulyo kec. Nanggulan dimana diharapkan pem- bangunan yang sudah selesai digarap ja biarkan begitu saja namun bagaimana untuk melestarikannya, memang kebanyakan masyarakat masih kurang mengerti dari pada tu- juan pembangunan tersebut sehingga getarannya terasa sekali dalam dada masing-masing penghuni rumah pom- pa ini. "Tapi bagaimana lagi pak, kulo dereng gadah griyo piyambak rumiyin nate ngangge arto .....?" (saya belum punya rumah sendiri dulu pernah mengajukan ke Perum- nas sampai dua kali tapi tidak dapat, apa harus dengan uang), kata Achmad yang kelahiran Bojonegoro dalam bahasa jawa lirih. Tiga rumah petak yang ada di rumah pompa Pesapen Kali itu dihuni Sulastri adalah putri Prabu Dar- mawicitra raja negeri atau pulau Rarajapeti. Arjuna menyayanginya seperti sayang terhadap adik kandung sendiri. Ia berada di Madukara karena- ingin dekat dengan kakak-kakaknya, yaitu Dewi Kanastren yang diperistri oleh Semar dan Sucitra yang men jadi patih Madukara. Karena ikut Arjuna sejak kecil maka Sulastri paling mengetahui watak Arjuna, kesukaannya, kebia- saannya, makanan yang disukainya oleh 14 anak-anak yang masih sekolah di SD Inpres Pesapen yang letaknya tidak jauh dari tempat ting- galnya, namun anak anak selalu mengeluh kalau sedang turun hujan mesin bekerja mereka tidak bisa mengerjakan PR. Fungsi rumah pompa Pesapen ini cukup banyak, selain sebagai rumah tinggal, dapur, tempat cuci pakaian, menjemur pakaian disamping mesin, juga berfungsi sebagai bengkel reparasi apa bila mesin sedang rusak. Dan kalau mau buang hajat besar LAPORAN DAERAH Proyek pengairan yang dibangun oleh PKGB Donomulyo, Nanggulang kini airnya mampu mengairi persawahan disekitarnya. (Pho- to: Sigit.Pr.).- kurang memperhatikan pemeliharaannya maka perlu dibuat suatu organisasi pemakai air dengan tujuan untuk memelihara kelangsungan dari saluran tersier ini. Disini terdapat lahan 147 ha sawah dan telah dibuka 98 ha karena kurang air. Memang betul apa yang dikatakan itu kata penduduk setempat kepada BY, sebelum dibuatkan jaringan ter- sier ini kami belum dapat menanam padi namun setelah adanya jaringan tersier ini kami mengharapkan agar bisa panen 3 kali se tahun, masalah apa yang dikatakan oleh itu benar, pak Bupat sebab tanpa adanya organisasi pemakai air biasanya akan menim- bulkan rebutan air seperti disini yang dulu belum ada air sekarang sudah ada air. telah meminta tali pengikat berupa keris Pulanggeni dan Dewi Sulastri. Sri Kresna sendiri menyadari bahwa barang siapa memiliki keris Pulanggeni akan menurunkan raja- atau kecil katanya tinggal buka papan saja karena nantinya juga akan tersedot. Achmad yang bekerja sejak tahun 61 ini sekarang sudah mempunyai nomor induk pegawai dengan golongan I-B, sebagaipegawaipemda Kotamadya Surabaya. Setiap bulan- nya bisa menerima gajih empat puluh ribu rupiah setelah dipotong uang beras dan ditambah dengan uang lem- bur. Lemburannya empat jam hanya dihitung satu jam dengan upah Rp.150,- per jamnya dan sebulan bisa terkumpul Rp.4.000,-. Uang sebanyak itu dipergunakan sebagai biaya se hari-hari, biaya kesehatan ketujuh anaknya dan juga untuk membayar sekolah anak-anak. Dua buah mesin disel yang tidak jauh tempatnya dari tempat tinggal penghuni rumah, (Photo: Rienekso).- SWARGA BANDANG Tahun ini salah satu dari tujuh anaknya ada yang akan mengikuti ujian SD dan rencana selanjutnya ia belum tahu mau disekolahkan kemana anak itu karena biayanya setelah dikalkulasikan tidak men- cukupi, sedangkan ia sama sekali tidak mempunyai penghasilan tam- bahan, tiap bulannya hanya makan gaji buta. Yok opo rek enake, kata cak Muhadji. (rie).. tik. Ia ikut Arjuna sejak masih kecil, raja di Jawa. Tetapi yang ia tidak dan dianggap anak atau adik kan Oleh: Sunardi D.M. (26) mengerti mengapa adiknya itu dung sendiri oleh Arjuna. meminta Sulastri, apakah karena ia ingin bertemu "jaka-lara" dengan Permadi. dan lain-lain. Itulah dulu yang men- jadi sebab mengapa menjelang perkawinannya dengan Arjuna Dewi Wara Sumbadra meminta paningset atau tali pengikat perkawinan berupa keris Pulanggeni dan Dewi Sulastri. Sri Kresna sendiri waktu itu merasa Dugaan Sri Kresna ternyata meleset. Dewi Rara Ireng meminta Sulastri waktu itu karena ia ingin mengetahui banyak mengenai diri calon suaminya, seperti kebiasaan- heran siapa yang telah memberi nya, kesukaannya dan lain-lain. petunjuk pada adik gadisnya itu yang Dari Sulastrilah Sumbadra kemu- dian mengetahui bahwa makanan yang paling disukai oleh Permadi adalah pecel, ayam bakar, sambal terasi, lalap kemangi, nasinya pulen dari beras Rajalele. Permadi sendiri waktu itu terkejut Maka dengan terbentuknya organisasi pemakai air ini dapat merata pembagian airnya serta kami sanggup apabila dimintai iuran untuk dana perbaikan tersebut asal betul2 untuk itu. Pengamatan BY ketika dibukanya saluran tersier itu disawah sawah yang sebelumnya kering ketika mulai diresmikan pemakaiannya petani2 saling gotong royong dalam bercocok tanamnya dengan bergem- bira ia menanamkan benih padinya walaupun didaerah Kulonprogo sekarang menjelang musim panen. Untuk PKGB jaringan tersier 2 lokasi tersebut telah menelan beaya sebesar Rp.37.536.000,- serta menyerap enaga sebanyak tenaga sebanyak 525 orang tiap harinya atau 61.788 HOK (hari orng kerja) Jumlah CIANJUR, April (BY) Desa Rakyat Selagedang Kecamatan Pagelaran sejak lama mendambakan ingin memiliki jalan yang mampu dilalui kedaraan ber- motor. Selama ini rakyat setempat untuk berkomunikasi dengan daerah lain terpaku oleh keadaan alam. Mereka pergi ke Kota atau ke Desa lain menjajakan hasil pertanian atau menjenguk keluarganya cukup ber- jalan kaki puluhan kilometer jauhnya menyelusuri semak belukar, pematang sawah kemudian jalan setapak milik desa. Rakyat Pagelaran Gotong Royong Bangun Jalan Berkembang dan meningkatnya pembangunan disegala bidang meng- gugah masyarakat pedesaan bangkit dari rasa keterbelakangan apalagi dengan didengung dengungkannya adanya pemerataan pembangunan. dengan segala hasilnya. Berbagai usaha masyarakat pedesaan mem- bangun daerahnya kendati dilaksanakan secara swadaya murni. Namun demikian jerih payah rakyat tidak sia2 karena mereka membangun tidak memikirkan untung ruginya. Yang penting kesejahteraan rakyat pedesaan meningkat. Desa Selagedang Kecamatan Pageran berbatasan dengan Kecamatan Kadupandak Cianjur Selatan dalam 3 minggu belakangan ini dengan memanfaatkan potensi masyarakat berhasil membuat jalan setapak menjadi lebar. Jalur jalan PRESTOL Bupati Cianjur Ir.H.Sudradjat sedang menyerahkan sumbangan kepada Desa Selagedang yang diterima oleh Lurah Atang. (Photo:017).- dan berkata kepada nakula yang menyampaikan permintaan Sum- badra tersebut. Arjuna berkata, "Kalau keris Pulanggeni yang dimin- ta silahkan dinda terima sekarang juga. THDAY Halaman IX Tetapi Sulastri, mengapa ia ikut diminta. Kasihan sekali Sulastri, yang kakanda pelihara sejak ia masih kecil sebagai anakku sendiri dengan penuh kasih sayang. Kakanda bawa ia dari negeri Ra- japeti waktu ia masih kecil, karena ia ingin sekali hidup dekat kakak- kakaknya, yaitu Dewi Kanastren yang diperistri oleh Kakang Semar, sedangkan yang pria Sumitra kakan- da angkat menjadi patih Madukara. Kakanda pelihara Sulastri sampai menjadi dewasa. nampaknya ia tidak dapat berpisah lagi dari kakanda. Kakanda condong untuk memulangkannya pada ayahnya yaitu Prabu Darmawicitra raja pulau Rajapeti". at dana seluruhnya untuk pembeayaan dalam PKGB ini sebesar termasuk Rp.201.313.875,- pembelian bahan2 bangunn, alat2 kerja lapangan dan administrasi. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa proyek PKGB ini merupakan pekerjaan terpadu dengan instansi tehnis yang berwenang dan pemerin- tah daerah setempat mulai dari survey, penunjukan lokasi, pem- buatan desein sampai dengan penyusunan Dure terakhir. JipAjszill Dari hasil evaluasi yang ada akhir2 ini banyak para drop aut dari sekolah2 di Kulonprogo masih belum bisa ditampung bekerja di in- stansi maupun diperusahaan dll. Hal TETELL netesing (Ke halaman X) Demikianlah Sulastri di mata Per- madi yang akhirnya dengan rasa 1090 SMERTE -9000kmsx neinsiems priemes tsb.sepanjang kl 6 Km lebar antara 3-6 meter dari Coblong bibir jalan Propinsi menerobos beberapa Kepun-du duhan tembus dengan perbatasan Sukasari Kecamatan Desa 2811261 Kandupandak. udo swine lis Pembuatan jalan tsb dipimpin langsung Kepdes Selagedang Atang dibantu aparat Desa. Camat Pegelaran R.Sofyan Kartajumena BA, Danrami, Dansek tiap saatin mengontrol pelaksanaan serta d memberikan petunjuk2 kepada rakyat. Sistim kerja gotong royong merupakan ciri khas daerah itu828) dilaksanakan secara kelompok per-nol kepunduhan, sehingga setiap hari se yang bekerja terus berlangsung, i Mereka benar2 tenaga sukarela tan- pa mendapatkan upah. Namun bagi pekerjaan berat seperti pada lokasi 10 coblong yang harus membobok te-b bing batu cadas disediakan upahendil perangsang. Setelah jalan tsb. dibuka ternyata dib didaerah tsb. selain potensil akan ini hasil pertanian, perkebunan serta 92 palawija lainnya juga adanya obyek wisata yang belum tergali yaitu dengan adanya situ atau danau alam b Rawakalong guna dijadikan tempat d wisata memancing ikan, berselayar 19 perahu dan camping. Kini jalur jalan i tsb. walau belum diperkeras, sudah di mampu dilalui motor2 ojegelisash (Ke halaman X)92 berat diserahkan juga kepada calon istrinya yang tercinta di dunia, masih terhitung kakak sepupunya sendiri, yaitu Dewa Wara Sumbadra atau Rara Ireng (baca Arjuna Krama). Sulastri sangat manja kepada Ar- juna. Kalau tiba di Madukara dari bepergian jauh ia tentu meminta oleh- oleh, dan ia memanggil "kakangmas" kepada satria Madukara tersebut. 61111910 620 891 Sulastri sangat setia kepada Ar- juna, kepada Sumbadra, kepada Srikandi dan kepada Rarasati. Ia menempatkan dirinya sebagai yang termuda. Sulastri bermata jaitan, berhidung mancung, bermuka men- dongak, tanda bahwa seperti halnya Srikandi ia bersuara dencing. Ia bersanggul gede (nama bentuk sanggul), berjamang dengan garuda membelakang. Sebagian rambut terurai berbentuk polos dan berkalung bulan sabit. la mengenakan kain dodot putren, yaitu pakaian putri di dalam istana. (bersambung). Tielid 23
