Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1983-04-16
Halaman: 11

Konten


Berita Yudha Sabtu, 16 April 1983 Ridwan Muis Lolos Seleknas Renang SEA Games XII Jakarta, April (BY). ditembus adalah 100 m gaya punggung. Seleksi KU; Perenang putera asal Sumut Rid- wan Muis menyusul rekan rekannya yang sudah lolos seleksi SEA Games XII masing-masing John D Item (DKI Jaya), Catur Sugiarto (Jatim). Elfira Rosa Nasution (Jambi) dan Ratna L Pradipta (DKI Jaya), setelah berhasil menembus limit 2 menit 11,20 detik un- tuk nomor 200 m gaya kupu-kupu putra dengan waktu 2 menit 10,95 detik. Seleksi untuk KU kemarin tercatat satu lagi perenang putera berhasil menembus limit waktu yang ditentukan. Troy Pangemanan dari Jabar menembus limit 1 menit 3 detik untuk nomor 100 Im gaya bebas KU III dengan waktu 1 menit 2,87 detik. Sedangkan untuk nomor 50 m gaya punggung KU IV puteri tiga perenang berhasil menembus limit 38,41 detik, masing masing Lingling Susanti (DKI) dengan waktu 37,35 detik, Maya Masita Nasution (Jambi) dengan waktu 38,06 detik dan Irina S Karyono (DKI) dengan waktu 38,12 detik. Ridwan Muis merupakan satu satunya perenang yang berhasil lolos pada seleksi hari ketiga di Stadion Renang Senayan Jumat sore kemarin. John D Item yang sudah lolos pada hari pertama untuk nomor 200 m gaya kupu kupu putera ini hanya menempati urutan ketiga dengan waktu 2 menit 14,38 detik. John juga gagal menembus limit waktu 2 menit 15,82 detik pada nomor 200 m gaya ganti perorangan meskipun ia keluar sebagai perenang pertama yang menyentuh dinding finish dengan waktu 2 menit 17,58 detik. UNH 11 Semarang, April (Antara). Suasana gembira, dibarengi bendera PSIS warna putih biru berkibar di tengah-tengah penonton yang mencapai sekitar 15.000 nampak, ketika dua gol Heru Heryanto dan sebuah gol Syaiful Amri menghancurkan kemenangan mutlak 3-0 atas lawan bebuyutannya, Persib Bandung dalam pertandingan semifinal "16 Besar" PSSI di stadion Diponegoro, Semarang, Rabu petang. Ridwan Muis (tengah) perenang asal Sumut yang kemarin berhasil menem- bus limit waktu 2 menit 11,20 detik untuk nomor 200 m gaya kupu-kupu putera dengan waktu 2 menit 10,95 detik: Tampak Ridwan sesaat setelah mencapai dinding finish, di kiri Mustamsikin (Kalsel) urutan kedua dengan waktu 2 menit 14,38 dan John D Item (membelakangi lensa, DKI) menem- pati urutan ketiga dengan waktu juga 2 menit 14,38 detik. (Foto R 38). Kemenangan ini merupakan hadiah bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya Semarang, yang selalu setia memberikan dukungan kepada kesebelasannya (PSIS). "Kami tidak memberikan resep khusus buat kemenangan PSIS lawan Bandung kali ini. Anak-anak bertanding dengan kepala dingin dan tak dibebani apa-apa. Yang penting saya melihat ketenangan dan kebulatan tekad serta Sementara itu perenang puteri Selowati Hadi Sujono (DKI Jaya) hanya berselisih waktu 0,15 detik saja dengan limit waktu 2 menit 28,11 detik untuk nomor 200 m gaya kupu kupu puteri, namun demikian belum diketahui apakah dengan catatan waktu 2 menit 28,27 detik ia juga bisa ikut ke Singapura. Bandung, April (Antara). Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Lawn Tennis Indonesia (Pelti) Jawa Barat minta ketua umum PB. Pelti Jonosewojo turun tangan dalam kasus seleksi nasional (Seleknas) ulang yang mengundang tanda-tanya besar khususnya bagi pembina2 tennis di daerah. Ketua bidang pembinaan Pelti Jabar, Drs. Iwan Syarif yang didampingi Atet Wijono mengatakan di Bandung Kamis, Pelti Jabar yakin, putusan adanya seleksi nasional itu di luar pengetahuan ketua umum, namun merupakan kehendak segelintir oknum pengurus. Dalam seleknas di Surabaya Januari yl, Atet Wijono dan Hadiman menempati urutan teratas sehingga sekaligus berhak mendampingi Yustedjo Tarik dan Tintus mewakili Indonesia ke Pesta Olahraga se Asia Tenggara itu. Perenang puteri Elfira Nasution yang sudah pasti ikut ke SEA Games XII kemarin juga gagal menembus limit waktu 1 menit 11,85 detik untuk nomor 100 m gaya punggung, catatan waktunya 1 menit 13,72 detik. Namun entah bagaimana, tiba2 mun- cul putusan PB. Pelti yang di-sebut2 Ratna L Pradipta yang sudah lolos seleksi pada hari kedua, kemarin di nomor ini hanya menempati urutan ke 5 dengan waktu 1 menit 16,24 det. Nomor 200 m gaya ganti perorangan puteri dengan limit 2 menit 35,21 det. jika tidak seorangpun perenang berhasil menembusnya, Elfira Rosa Nasution dalam nomor ini mencatat waktu 2 menit 35,94 detik. Nomor untuk putera lainnya yang gagal Seleknas Penembak Ke SEA Games XII Jakarta, April (BY). Seleknas menembak bagi atlet-atlet yang dipersiapkan ke SEA Games XII/1983 di Singapura, Jumat pagi kemarin dimulai dengan mempertan- dingkan dua nomor bertempat di lapangan tembak Senayan dan akan berlangsung hingga tanggal 20 April mendatang. Dua nomor yang dipertandingkan hari pertama kemarin adalah Air Pistol putera-puteri dan Air Rifle Macth putera- puteri. Untuk Air Pistol puteri diikuti 10 penembak masing-masing 7 atlet DKI Jaya, Jatim (1) dan Jabar (2) sedangkan untuk Air Rifle Match diikuti 15 penem- bak masing-masing DKI Jaya 11 peser- ta, Jateng (2), Jatim (1) dan Jabar (1). Di bagian puteri hari pertama kemarin belum terdapat pemecahan rekor, Penembak Selviana Sofyan untuk Air Ri- fle mengumpulkan angka 369 dan keluar sebagai pemenang, sementara Erni Sukarno Fuddin dari Jatim di tempat kedua dengan skor 368 dan tempat ketiga diduduki Afi Suyudi dengan skor 365, sementara Hermin Gunadi keluar sebagai juara untuk nomor Air Rifle Match dengan skor 368, Wulandari dari Jateng di tempat kedua dengan skor 363, sedangkan Sri Suharti dari DKI Jaya di tempat ketiga dengan skor 355. Kedua nomor yang dipertandingkan untuk putera hingga petang kemarin belum diketahui hasilnya dan masih dalam perhitungan. Hari ini akan diper- tandingkan dua nomor yaitu Free Pistol dan Small Bore Free Rifle Prone. (R. 17). Sekitar Kemenangan PSIS Dan Kekalahan Persib rasa percaya diri para pemain PSIS sore ini," tutur team manager Ir.Andi Chaeruddin di stadion Diponegoro Semarang, Rabu petang. la menyatakan sangat puas. Juga pelatih PSIS, Halilintar yang dengan terbata-bata menumpahkan kegem- biraannya. "Saya puas sekali", katanya singkat. Demikian pula ketua umum PSIS, T.Sofyan Ali,SH. Dengan kemenangan mutlak PSIS atas Persib itu, membuat wajah Sofyan Ali benar-benar cerah. Sambil membalas salam beberapa war- tawan Semarang dan ibukota yang meliput jalannya pertandingn antara PSIS-Persib ini. "Anak-anak berhasil mematikan per- mainan lawan. Dengan demikian kemungkinan kita akan revanche dengan Persema Malang di final, jika Malang bisa mengatasi PSP Padang, sebagai anjuran KONI Pusat, Seleknas harus diulang tanpa menyebutkan alasannya. Pelti Jabar Mempertanyakan Seleknas Ulang "Karena mungkin ada oknum2 yang menghendaki kita mundur, ya lebih baik kita mundur saja", ucapnya dalam per- cakapan lewat telepon kepada Atet Wi- jono di Bandung. Usaha2 untuk menyingkirkan mereka, menurut Atet jauh sebelumnya sudah nampak. Sebelum Seleknas di Surabaya berlangsung nama Wailan dan Hawin justru sudah disodorkan kepada KONI Pusat. Begitu pula setelah Seleknas berakhir, bukannya Atet dan Hadiman yang terdaftar sebagai pendamping Yustedjo dan Tintus. Keharusan untuk mengikuti Seleknas ulang bagi kedua pemain yang sebelum- nya terpilih itu, sangat mengejutkan Atet dan Hadiman yang selama ini giat berlatih sambil menunggu panggilan masuk Pelatnas. Pengda Pelti Jabar juga minta PB. Pelti konsekuen dengan putusan pro- gramnya dan tidak merubah-rubah pro- gram hanya menuruti kehendak segelin- tir oknum pengurus yang berusaha me- nyingkirkan Atet dan Hadiman. "Kami mohon PB. Pelti tidak terlalu gampang mengatasnamakan KONI Pusat, masa untuk mengurusi kedua pe- main saja KONI harus turun tangan", ujar Iwan. Nomor nomor lain dari KU yang gagal ditembus limit waktunya, 100 m gaya bebas KU III puteri, 100 m gaya bebas KU II putera puteri, 100 m gaya bebas KU I putera puteri, 200 m gaya kupu kupu KU Il puteri, 200 m gaya kupu KU I putera puteri, 50 m gaya punggung KU IV putera, 100 m gaya punggung KU III putera puteri, 100 m gaya punggung KU Il putera puteri dan 100 m gaya pung- Dia menekankan, jika PB. Pelti menghendaki pemain2 muda yang diberangkatkan ke Singapura itu, mengapa mesti repot2 mengadakan Seleknas seperti di Surabaya itu. "Alasan karena Atet dan Hadiman sibuk, jangan dipakai dalih dong", tambahnya. Semarang, April (BY). Kesebelasan Persib Bandung mengobati kegagalan mereka ke final dalam pertandingan memperebutkan tempat ketiga Kejuaraan Nasional Perserikatan PSSI melawan PSP-Padang Jum'at sore di Stadion Diponegoro Semarang menang menyolok 5-1 setelah turun minum unggul 2-0. Dalam pertandingan yang tidak berim- bang, pemain-pemain Padang untuk kedua kalinya kebanjiran gol di gawang mereka, setelah Kamis sore dicukur Persema-Malang dengan jumlah gol yang sama seperti melawan Bandung. Dan ini merupakan kekalahan kedua kali buat PSP dari Persib, setelah dalam per- tandingan perempat final di Stadion Siliwangi Bandung mereka dikalahkan 0-2. Ketika melepas team Jumat siang ketua umum PB. ISSI Harry Sapto memesankan agar anggota team melaksanakan tugas dengan sebaik- baiknya. "Saudara-saudara tidak saja 16 Besar Perserikatan PSSI Persib Juara Ketiga Adjat diperolehnya melalui tendangan penalti yang diberikan wasit Yanwar Arifin untuk Persib. Sedangkan dua gol lainnya buat Ban- dung dibuat Ajib Irwan ketika pertan- dingan baru berlangsung sepuluh menit dan Yana Rusdiana menjelang pluit terakhir dibunyikan wasit. Satu-satunya gol balasan PSP terjadi di menit ke-77 melalui Amna Rachim. Adjat Sudrajat Penyerang andalan Persib, Adjat Sudrajat yang ketika menghadapi PSIS- Semarang di final gagal menunjukkan kebolehannya dan Bandung harus menelan kekalahan pahit 0-3, ketika menghadapi PSP-Padang kembali menemukan bentuk permainannya. Dalam pertandingan itu, Adjat benar- benar membuat porak poranda daerah pertahanan Padang dan berhasil mencip- takn "hattrick' ketika ia mencetak gol di menit ke-32, 47 dan 80. Gol ketiga Kamis petang", katanya. Apakah pemain PSIS akan diberi perangsang, Sofyan Ali yang terkenal supel pada setiap wartawan itu menyatakan, "ah, jangan dulu diberitakan. Anak2 sudah mengerti dan sadar apa yang harus mereka lakukan. Pokoknya jika Semarang dalam final nanti muncul sebagai juara, Halilintar dan para pemain ada sedikit hadiah terimakasih dari kami", katanya. Sementara, kapten kesebelasan, Djoko Yogianto, mengatakan rasa terima kasih kepada para penonton yang memberikan dukungan pada teman- temannya. "Kami akan berjuang keras di final, apakah akan menghadapi Malang atau PSP Padang", ucapnya. MEMPRIHATINKAN Bagi Persib Bandung dalam kompetisi "16 Besar" PSSI Perserikatan 1983 ini "Kami malah didaftarkan sebagai pe- main cadangan, bukankah ini aneh bin lucu?" tanya Atet, seraya menam- bahkan, kalau para pemain lainnya sudah dibagi training spak, anehnya kita malah tidak". Atet sependapat dengan Iwan Syarif, jika PB. Pelti menghendaki kedua pemain yang sempat berlatih di Amerika itu pihaknya tidak keberatan. "Kami malah menyambut baik dalam upaya memberikan kesempatan kepada pe- main muda, namun caranya itu harus fair", kata Atet. Sementara Atet Wijono ketika dimin- ta pendapatnya tentang adanya Seleknas ulang itu langsung berucap, "kalau melihat caranya yang sudah tidak sportif ini saya tidak bergairah lagi ikut Seleknas itu. Malah lebih baik saya mengundurkan diri". Bahkan bukan Atet saja yang kecewa, Hadiman petennis dari Jakarta yang menempati ranking kedua setelah Atet juga menyatakan keluhan serupa. Indonesia Ikuti Pembalap2 Lomba Balap Sepeda Di Korsel Jakarta, April (BY). Team nasional Balap Sepeda In- donesia terdiri dari lima pembalap Sab- tu pagi ini bertolak ke Korea Selatan un- tuk lomba balap sepeda Tour Korea yang akan berlangsung tanggal 19-30 April mendatang. mewakili masyarakat olahraga In- donesia, tetapi juga mewakili bangsa dan negara. Sasaran utama mengikuti tour Korea adalah menambah pengalaman bertanding karena disadari bahwa lawan-lawan yang dihadapi bukannya ringan. "Sasaran kita adalah kejuaraan Asia XI di Manila bulan Desember mendatang. Kelima pembalap yang didampingi tiga ofisial adalah Fanny Gunawan dari PBS Semarang, Sudaryanto, Respati Priyono, Jajat Wijaya, lan Nuralim, keempatnya dari PBS Tunas Inti, sedangkan tiga ofisial yang mengiringi adalah manager Eddy Soewanto, assisten manager So- fyan Rusian dan pelatih Denny Gumulya. Tour Korea menempuh jarak 1562 km terbagi dalam 10 ettape akan diikuti pembalap-pembalap terbaik Asia. Dia mengatakan, untuk men- ingkatkan prestasi tidak hanya cukup berlatih sebulan, sekalipun di Amerika. Baik Atet maupun Hadiman menyatakan siap bertanding asalkan dalam rangka Pelatnas dan bukannya Seleknas ulang. gung KU I putera puteri. Untuk nomor 200 m gaya kupu kupu KU Il putera perenang Whilton Leo yang sudah dipastikan lolos pada seleksi hari kedua, kemarin juga berhasil menembus limit 2 menit 23,50 detik untuk nomor ini dengan waktu 2 menit 21,58 detik. Sementara itu Ketua Bidang Tehnik PRSI Zainal Arifin mengatakan untuk seleksi "Overseas Invitational Age Group Swimming Competition 1983" di Hongkong kemungkinan besar hanya juara pertama tiap nomor yang berhasil menembus limit waktu yang akan terpilih. Dalam Seleknas di Surabaya, Hawin dan Wailan berada di urutan ketiga dan keempat, kemudian di bawahnya Suharyadi dan Sulistiono. Sedangkan perenang urutan kedua maupun ketiga dari tiap nomor yang berhasil menembus limit waktu masih akan dibicarakan lagi apakah mereka akan diikut sertakan atau tidak, hal ini mengingat dana yang tersedia terbatas. Untuk seleksi SEA Games XII jelas mereka yang menembus limit waktu akan memperkuat team renang In- donesia ke SEA Games XII, sedangkan mereka yang mempunyai catatan waktu cukup baik dalam arti mendekati limit akan dipikirkan kemungkinan lainnya dengan melihat prestasi mereka. (R 26). Sementara itu manager Eddy Soewan- to mengatakan bertolak ke Korea memang tanpa dibebani target terutama pendeknya persiapan dan beratnya ke- juaraan yang akan diikuti. Namun demikian yang pasti para pembalap akan memetik pengalaman berharga, terutama peta kekuatan utama balap sepeda Asia ini ada di Korea. Dari segi pertandingan, tehnis maupun organisasi penyelenggaraan akan sangat berman- faat dijadikan pelajaran, kata Eddy Soewarto. (R.17). PSIS-Persema. Pertandingan final yang akan disiarkan secara langsung oleh TVRI memang sulit diramalkan, karena kedua perserikatan punya peluang menjadi juara. Persema- Malang sudah membuktikan kemam- puan mereka dengan mengalahkan PSIS di perempat final dengan jumlah gol yang meyakinkan 2-0, dan hal ini bisa terulang kembali di pertemuan mereka hari ini. Sebaliknya PSIS-Semarang jelas akan tampil dengan bentuk permainan yang lain. ditambah semangat ekstra dukungan penonton di kota tersebut yang sangat mengharapkan perserikatan mereka bisa menjadi juara PSSI. Persema-Malang pernah berbicara ketika pemain nasional Waskito yang dapat penghargaan dari PSSI dalam acara peringatan HUT PSSI ke-53, masih bermain untuk perserikatan dari kota se- juk itu. (R.23). sudah memenuhi target yang ditetapkan, masuk '10 Besar', tetapi kekalahan Persib atas PSIS 3-0 langsung di semifinal di stadion Diponegoro Semarang Rabu petang cukup memprihatinkan. Anak-anak dalam melancarkan serangan banyak memiliki peluang emas untuk membuahkan gol namun tak satupun berhasil menyelesaikannya, demikian wakil Komtek sekaligus pelatih Persib Risnandar, di Semarang, Kamis. "Kekalahan pemain 2 Persib menghadapi PSIS kelihatan sekali, yakni pemain depan kurang memiliki tem- bakan jitu. Kelemahan ini akan saya per- baiki dimasa mendatang melalui latihan secara teratur dan banyak try out maupun try in", ucapnya. Diakuinya, pemain-pemain tuan rumah PSIS tampil dengan penuh semangat tinggi, serta lebih baik diban- ding ketika melawan Persema Malang dan pemain depannya memiliki kemam- puan penyelesaian serangan yang hebat, kata Risnandar. Ditanya mengenai pergantian team manager Persib dari H.M.Yayat Ruhyat kepada Achwani pelatih Bandung itu secara tegas mengatakan, absennya Yayat Ruhyat kali ini karena pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. "Tidak ada hal-hal yang lain, tuturnya yang selanjutnya mengemukakan pergantian ini tidak berarti mempengaruhi permainan bagi anak- anak Persib", sedang mengenai Maret Jonata tidak dipecat. Dia sekarang kem- bali ke bidangnya yang lama namun tidak dijelaskan jabatan apa. Kejuaraan Bilyard Piala Kartini VI Jakarta, April (BY). Kejuaraan Bilyard memperebutkan Piala Kartini VI yang pesertanya seluruhnya terdiri dari wanita akan diselenggarakan di Jakarta selama 5 hari dan pertandingannya dilakukan setiap hari Minggu mulai tanggal 17 April - 15 Mei mendatang. Diperkirakan sekitar 75 pemain dari 19 perkumpulan di Jakarta akan ikut berpar- tisipasi dalam kejuaraan yang diseleng- garakan setiap tahun ini. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Erfan di samping untuk menggalakkan olahraga bilyard kejuaraan ini juga dimaksudkan sebagai memasyarakatkan bilyard di kalangan wanita. Undian bari ke-75 peserta sudah dilakukan dan dibagi dalam lima pool dengan pertandingan mempergunakan sistim gugur. Dari lima juara pool akan diambil unggulan yang otomatis maju ke babak semi final, sedangkan dua juara pool lainnya akan bertanding untuk menentukan semi finalis. Juara bertahan Undurina yang akan turun dari perkumpulan barunya Paripur- na Bilyard juga turut ambil bagian dengan pemain-pemain terbaiknya Mistina dan Dede. Vera Runtu salah seorang pemain bilyard terbaik wanita di Jakarta dari NIG, Diece dari Sabana dan Nunung dari Blora juga akan tampil. Perkumpulan Bilyard Wira yang kini memiliki 300 anggota akan menurunkan 5 atlet. Dalam usaha membina pemain- pemain bilyard wanita menurut Erfan yang juga adalah Ketua Bidang organisasi POBSI Jaya dalam tahun ini akan dilakukan kompetisi antar perkum- pulan di wilayah Jakarta. Sistim pertan- dingan bagi setiap perkumpulan peserta adalah home and away yaitu sekali ber- tanding di kandang lawan dan sekali ber- tanding di kandang sendiri. (R.17). 131 Adeira Kitira PED OLAH RAGA Jakarta, April (BY). Arseto-Jakarta menjadi klub ketiga yang mampu mengalahkan UMS 80, ketika mereka unggul 2-1 dalam pertan- dingan yang berlangsung di Stadion Utama Senayan Jum'at malam, setelah turun minum unggul 1-0. Kemenangan Arseto tersebut mem- buat mereka naik setingkat ke tempat ke-7 dan menggeser turun Tunas Inti. Sedangkan UMS 80, meskipun tetap berada di tempat kedua, namun tersebut merupakan kekalahan penghalang untuk menjadi juara kompetisi. UMS 80 sudah kehilangan 15 angka dan sama banyaknya dengan yang dialami Indonesia Muda, sedangkan juara bertahan Niac Mitra baru kehilangan 12 angka. Niac dan In- donesia muda masih memiliki 4 pertan- dingan sisa, sedangkan UMS 80 tinggal tiga pertandingan lagi. Klasemen sementara sampai pertan- dingan ke-181, Niac Mitra 24-15- 6- 3-(49-17)-36 UMS 80 25-13--9-3-(38-17)-35 IM 24-15- 3- 6-(41-24)-33 Pardedetex 24-13- 6- 5-(31-18)-32 Warna Agung24-12-6-6-(39-20)-30 Perkesa 78 23-10- 8- 5-(21-16)-28 Arseto 25- 8-11- 6-(38-32)-27 RAMAI-RAMAI MENCARI BOLA. Sekumpulan pemain dari UMS 80 dan Arseto berusaha mencari bola di dae- rah pertahanan Arseto. Pemain UMS 80 Haryanto Hadi berusaha menyundul bola (tengah) sementara kiper Ed- dy Harto gagal menyergap bola dan di belakangnya tiga pemain Arseto Nur Hasan, Tony Ho dan Edward Tjong serta pemain UMS 80 Robby Maruanaya yang tak terlihat wajahnya. Airseto unggul 2-1 dalam pertandingan Jum'at malam di Stadion Utama Senayan. (Foto.R.38). 14200 Com RHE KOMPETISI GALATAMA KETIGA Arseto Halangi Ambisi UMS 80 dari belakang terlalu keras ketika Harry berusaha menggiring bola ke daerah per- tahanan Arseto. UMS'80 memang pro- duktip dalam melakukan serangan dengan kordinasi Sofyan Hadi. Back kiri Roby Maruanaya yang juga ikut mem- bantu serangan ke depan sesekali melepaskan tembakan keras dari jarak jauh namun tendangan-tendangan yang di lakukan terlalu mudah dibaca oleh penjaga gawang Eddy Harto sehingga tidak terlalu membahayakan. Harry Santoso beberapa kali berhasil melepaskan diri dari penjagaan pemain- pemain bawah Arsetomamun tembakan-tembakannya, kalau tidak. melenceng melambung ke atas mistar gawang. Di pihak Arseto yang sekali-kali melakukan serangan cukup tajam melalui Syaiful Ramadhan atau Ricky Yacob kurang berhasil membuka per- tahanan UMS'80. Namun pada menit ke-42 serangan balik yang cepat mem- buahkan gol pertama bagi Arseto setelah umpan pendek Effendy berhasil di selesaikan, dengan baik oleh Ricky Yacob, 1-0 hanya beberapa menit sebelum turun minimuma lutal Babak kedua berball Arseto (Ke halaman XII) itu. Tunas Inti 24-9-8-7-(34-29)-26 Makasar Utm.25 8- 7-10-(20-20)-23 Mercu Buana 25- 4-12- 9-(17-24)-20 SBR 23- 5- 7-11-(19-30)-17 Jaka Utama 23- 7- 3-13-(23-37)-17 Angkasa 24- 3- 8-13-(15-40)-14 Jayakarta 24 0-12-12-( 8-35)-12 Bintang Timur25- 3- 6-16-(19-53)-12 Pertandingan selanjutnya, hari Sabtu Warna Agung-Perkesa 78 pukul 15.30 di Stadion Pluit Jakarta. Hari Minggu Pardedetex-Indonesia Muda pukul 15.30 di Stadion Teladan Medan, Jayakarta Jaka Utama pukul 19.00 di Stadion Menteng Jakarta. Halaman XI Lamban Bermain lamban dengan diwarnai per- mainan keras babak pertama UMS lebih banyak melakukan tekanan kegawang Arseto, namun penyelesaian terlalu lemah sehingga peluang-peluang yang terbuka tidak dapat membuahkan gol. Permainankeras mengakibatkan wasit Jopie de Fretes mengeluarkan kartu kuning bagi gelandang kanan Arseto Tony Ho yang mengambil Harry Santoso Sketsa Olahraga 唐玄 Beid nich regn Bulutangkis Kalah Dua Kali Ketika Mandor Senayan tiba di kantor, sudah menunggu seorang tamu dari Surabaya, Tjak Bedjo, teman lama saya ketika tinggal di kota pahlawan. leared in some "Wah, makin gemuk saja Bung Mandor ini, apa uang yang bekal badan jadi besar" kata kawan saya dengan bicara terbuka gaya Jawa Timur. "Tjak Bedjo, Tjak Bedjo ...., masih seperti dulu saja, tidak berubah, kumis makin tebal dan suara menggelegar seperti guntur" dan kami berdua jadi tertawa lepas membuat orang-orang di kantor saya melihat kepada kami berdua. "Bagaimana klub bulutangkisnya Tjak, apa masih terus dibina dengan baik?" tanya saya. "Ya terus berjalan, habisnya sudah mendarah daging membina bulutangkis. Meskipun sebagai pecinta bulutangkis terus terang saya sangat kecewa terhadap prestasi PB.PBSI sekarang ini." kata rekan dari Surabaya "Bayangkan Bung Mandor, meskipun mungkin saya ini dalam struktur PBSI eselon paling bawah, hanya seorang pengurus klub, tetapi menurut pendapat saya bapak-bapak di PB.PBSI sekarang ini sudah benar-benar mem- bawa perbulutangkisan kita mundur jauh. Bukankah semua orang sudah mengetahui, tak satupun pemain In- donesia bisa mencapai pertandingan semi final di All England, padahal kita pernah membawa empat gelar juara dari turnamen elite internasional itu? Bukankah demikian Bung Mandor?". Saya mengangguk setuju dengan jalan pikiran rekan dari Surabaya itu. "Lebih lucu lagi, di kampung saya di daerah Jawa Timur bapak yang terhormat P. Sumarsono mengatakan, sebagian kegagalan sekarang merupakan kesalahan pengurus PB. PBSI yang lampau. Apakah bapak itu tidak tahu atau lupa, justru masa lalu dia itu Ketua Bidang Pembinaan PB.PBSI, berarti Sumarsono menyalahkan Sumar- sono sendiri. Kalau tahu sudah salah kok ia tidak menyadari kesalahan itu dan masih betah sebagai pengurus PB.PBSI?. Wong keleru kok masih bertahan juga"ujar Tjak Bedjo. "Barangkali bapak kita itu ingin memperbaiki kesalahannya yang dulu Tjak Bejo" kata saya. "Wah bisa saja, tetapi kenyataan kok mangkin keliru Bung Mandor. Sampean harus menyadari betul kea- daan perbulutangkisan di negeri ini. Kita bukan hanya kalah sekali, tetapi kalah dua kali" katanya lagi. "Bukan dua kali, tetapi sudah lebih dari beberapa kali pemain-pemain kita kalah" ucap saya ingin membetulkan ucapan kawan lama itu. "Sampean benar Bung, tetapi maksud saya bukan demikian. Yang saya maksudkan, kalah dua kali artinya, kita kalah di lapangan pertandingan dan kalah dalam lobbyng-lobbyng di pertemuan-pertemuan internasional bulutangkis. Apakah Bung tidak menyadari, Indonesia sekarang ini semakin tidak diperhitungkan orang dalam pertemuan-pertemuan di Asia maupun dunia?" perkataan Tjak Bedjo kembali saya jawab dengan mengangguk. "Dalam percaturan organisasi bulutangkis internasional semua orang tahu Indonesia punya peranan penting dalam penggabungan kembali dua badan dunia, WBF dan IBF di Tokyo bulan Mei tahun 1981. Ini berarti In- donesia tetap disegani negara-negara anggota WBF dari Asia, dan Indonesia merupakan anggota IBF yang punya pengaruh besar, sehingga gembong-gembong IBF memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk berperan dalam mempersatukan organisasi bulutangkis dunia. Tetapi hal itu tinggal kemauan saja. Sekarang kita sudah tidak dianggap lagi, karena bobot utusan negeri ini ke pertemuan-pertemuan bulutangkis internasional tidak seberat para pendahulunya. Utusan PBSI selalu kalah dalam adu argumentasi khabarnya karena tidak menguasai bahasa Inggris, bahasa yang dipergunakan dalam pertemuan itu dengan baik. Bahkan pernah, utusan PBSI tidak hadir atau terlambat datang dalam suatu pertemuan penting, yang melahirkan perubahan sistim pertandingan Piala Thomas dan Piala Uber". Tjak Bedjo terdiam sejenak, menghirup kopi di depannya, lalu kembali angkat bicara. "Saya ini memang orang daerah Bung, tetapi mengikuti dan tahu apa yang sudah dilakukan utusan-utusan kita. Mereka hanya galak ber- bicara kepada wartawan dalam negeri, tetapi sesampai di pertemuan menjadi kelinci yang manis. Buat apa bicara untuk mentargetkan diri duduk sebagai Wakil Presiden ABC, itu bukan jabatan luar biasa. Tanpa perjuanganpun akan datang dengan sendiri dan kita bukan hanya pernah jadi Wakil Presiden ABC, tetapi juga Presiden WBF. Kok begitu bangga dengan jabatan Wakil Presiden ABC". "Lalu, kalau Tjak Bedjo jadi salah seorang pengurus PB. PBSI apa sebaiknya yang harus diperbuat?" tanya saya. "Wah Bung Mandor ini bagaimana tokh, saya bukan kepingin atau ambisi jabatan semacam itu. Saya punya pekerjaan terlalu banyak, dan bulutangkis hanya sebagai hobby, bukan untuk tempat cari makan lho bung. Apalagi masih banyak orang yang lebih mampu mengurus hal yang demikian, kita ini hanya batu-batu kecil penyanggah bangunan raksasa perbulutangkisan Indonesia. Masih banyak bapak-bapak yang lebih berbobot dalam mengurus organisasi dan keadaan ekonominya jauh lebih baik dari saya yang hanya pengurus kecil" jawab Tjak Bejo. "Dan keinginan Tjak Bedjo sekarang ini apa?" tanya saya. "Jelas kita harus menebus dua kekalahan itu, kekalahan di bidang prestasi dan organisasi, Saya lihat sebaiknya bapak yang sangat saya hormati Ferry Sounneville serta bapak-bapak pengurus PB PBSI lainnya mundur saja. Jiwa besar perlu, gagal berarti harus mundur dengan terhormat. Jangan sampai harus dipaksa mundur. Berikanlah kesempatan kepada orang lain, itu jalan terbaik dari pada mempertahankan jabatan yang akan lebih menghan- curkan prestasi dan prestise negeri ini". Pembicaraan menarik jadi terputus ketika Tjak Bedjo melihat jam, rupanya ada keperluan lainsehinggarekan yang menarik itu harus meninggalkan kantor saya.**** Mandor Senayan