Tipe: Koran
Tanggal: 1988-12-01
Halaman: 03
Konten
Kamis, 1 Desember 1988 PERHUBUNGAN - PARPOSTEL Satu Km Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok Diblokir Purwanto SH mengatakan kepada Neraca, tindakan tersebut untuk mencegah meluasnya rusa knya der- maga akibat amblasnya dermaga PARA ROMBONGAN PERSATUAN ATLIT VETERAN INDONESIA "SEAGA YSES" Jakarta, NERACA dang, Selasa. pelabuhan di lokasi itu yang terjadi di depan gudang 202 dan 203 sela tan sepanjang 260 meter. SATU kilo meter dermaga pe- labuhan Tg. Priok yang terdiri enam buah gudang laut di pelabu- han II sebelah barat diblokir oleh Perum Pelabuhan tidak boleh di- Dermaga pelabuhan yang amb- las di bagian tengahnya itu kini telah diikat oleh tali baja dan di- Dibangun Th 1912 Selama ini, kata Bondan, ba- KASUBDIT Tehnik Sipil Per- um Pelabuhan-II Ir. Lino menje- nyak permintaan wisatawan manca laskan, pelabuhan Tg. Priok mulai negara untuk mengunjungi obyek an akan meningkat, juga akan ter- wisata potensial yang tersebar di jadi kepadatan pada trayek poten- tahun 1912 oleh Belanda sandari kapal-kapal berukuran be- urug dengan batu kolar supaya pada itu dipindahkan ke dermaga lain dan 1915. Berarti usia dermaga pela- tidak bisa terpenuhi, karena keter- dilakukan bukan dengan cara "ban- diharapkan tidak ambruk. sar maupun kecil dalam batas waktu yang tidak ditentukan. batasan sarana angkutan pelayar- "Isi gudang yang terdiri dari rat- usan ton barang impor diperin- buhan yang amblas tersebut sudah an laut. Kepala Humas Cabang Perum Pelabuhan II Tg. Priok Bambang tahkan kepada pemilik barang buhan belum menimbulkan keluh- hampir 73 tahun, katanya. atau PBM supaya segera dikeluar- kan untuk mengurangi beban yang mempengaruhi dermaga," katanya, Dermaga pelabuhan yang diblo- Kendari, NERACA PENINGKATAN fungsi koor- dinasi, pembinaan pelayanan yang baik kepada pemakai jasa perhu- bungan dan penggalangan opera- sional ke arah pertumbuhan meru- pakan aspek teramat penting dari terbentuknya instansi baru Kanwil Departemen Perhubungan di dae- rah Sulawesi Tenggara. Betapa pentingnya ketiga aspek tersebut dijadikan landasan opera- sional bagi pelaksanaan daerah, ujar Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ir. H. Alala pada acara pengukuhan, Soegito, SH sebagai pejabat Kakanwil Perhubungan Sultra. di Kendari belum lama ini. Menurut Gubernur Sultra, un- tuk mencapai hasil guna dan daya guna optimal di bidang perhubung an, sebenarnya tidak hanya peja- bat baru Kakanwil Perhubungan yang secara aktif meningkatkan fungsi kordinatif antar instansi, te- tapi semua pihak justru diminta terus membina kerjasama sebaik- baiknya dalam menghadapi ber- bagai tantangan pembangunan di daerah ini yang makin berat. Pembinaan pelayanan terhadap para pengusaha dan pemakai jasa perhubungan serta penggalangan MENPARPOSTEL dan PAVI: 45 orang anggota Persatuan Atlet Veteran Indonesia (PAVI) yang akan mengikuti Kejuaraan Atletik Veteran Asia V mulai 3-5 Desember di Tainan, kota tertua di Taiwan bergambar bersama Menparpostel Soesilo Soedarman selaku Pembina Utama PAVI di Jakarta, Senin malam, sebelum meninggalkan Indonesia Rabu (30/11) (FOTO: ANTARA) PELABUHAN Makasar ter- masuk satu-satunya pelabuhan dikawasan Timur Indonesia yang hingga saat ini terus mem- benahi diri, untuk menunjang pembangunan nasional khusus- nya disektor Ekspor-Impor. Koordinasi dan Pembinaan Pelayanan Penting Sejak tahun 1511 pelabuhan Makasar ini telah menjadi pu- sat perniagaan di Indonesia, terutama perdagangan hasil bumi, seperti Cengkeh, Pala, Lada dan Kopra dari daerah- daerah di Indonesia timur. Pe- labuhan Makasar waktu itu di- miliki keterkaitan sejarah de- ngan pelabuhan Sunda Kelapa, dan beberapa pelabuhan lain- nya di Indonesia. Masa kejayaan pelabuhan Makasar pada jaman kerajaan Gowa dahulu, secara perlahan- lahan mengalami pasang surut, akibat perang dan ulah pen- jajah yang menerapkan politik memecah belah dan kuasai. Se- hingga pelabuhan Makasar yang pernah berjaya itu terus mengalami kelesuan sampai Revolusi Kemerdekaan tahun 1945. Tantangan beruntun ser- ta perang yang berkepanjangan membuat pelabuhan Makasar hampir-hampir terlupakan da- lam roda perdagangan interna- tional. Tantangan demi tantangan yang dialami negara, seperti pemberontakan DI/TII, peng- hia na tan G.30.S/PKI, serta ke- kacauan lainnya, secara lang- sung melumpuhkan roda per- ekonomian nasional dan dae- rah, termasuk melumpuhkan aktivitas perniagaan di pelabu- han samudra Makassar khusus nya, serta Sulawesi Selatan umumnya. Diera Orde Baru dan memasuki pase Pelita demi Pelita, hingga pada Pelita IV saat ini, pembangunan terus digalakkan disemua sektor ter- masuk sektor Ekonomi. la menegaskan, pelaksanaan aspek-aspek mendasar tersebut ti- dak dapat ditawar-tawar lagi, ka- rena hal itu sangat besar dukung- annya dengan kebijaksanaan peme- rintah daerah yang telah menetap- kan pembangunan pedesaan ter- padu sebagai basis pemba- ngunan daerah Sultra, bercirikan dimensi keterlibatan semua instru- men pelaksana secara terpadu. Pembangunan sektor eko- nomi yang dititik beratkan pa- da peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rakyat, serta untuk mengimbangi merosot- nya pendapatan negara dari sektor Migas, maka potensi (ko- moditas) perekonomian diarah- kan untuk pengembangan dan peningkatan Ekspor. Peningkat- Ujungpandang, NERACA Menurut Bondan Nurdiyanto PAKET Kebijaksanaan 21 No- vember 1988 tentang pelayaran laut akan menjawab tantangan wi- sata bahari yang selama ini sulit terjangkau, kata Wakil Ketua Aso- siasi Biro Perjalanan Wisata Indo- nesia (Asita) Sulawesi Selatan, yang juga pimpinan Biro Perjalan- an Umum (BPU), Pacto Ujung- vember 1988 itu akan berdampak pandang, kebijaksanaan 21 No- kir tersebut bisa disandari kapal- but dianggap sebagai force mayor. Bondan Nurdiyanto di Ujungpan- menjamanya persaingan antar se- sama perusahaan pelayaran, kare- na selain akan tumbuh perusahaan pelayaran baru serta status keagen- kapal samudera yang membong- kar muatan barang impor dalam jumlah besar serta bahan pokok beras, semen dan lain-lain. bisa san- operasional ke arah pertumbuhan an daerah Sultra dengan skala prio- yang dinamis antar para pengusa- ritas pada bidang ekonomi melalui ha angkutan darat, laut, udara, program pembangunan sektor per- swasta, BUMN dan koperasi, me- rupakan tugas berat instansi per- hubungan di daerah ini mengha- dapi pelaksanaan datang, kata Alala. Pelita V men- hingga saat ini tindakan pemblo- kiran yang dilakukan Perum Pela- an Ekspor, harus pula ditun- jang dengan berbagai sarana, termasuk tersedianya Pelabuh- an yang memenuhi syarat dan memiliki sarana yang lengkap. Ketergantungan KETERGANTUNGAN ko- moditas di daerah lain di Indo- nesia Timur perlu segera di- an dari para pemakai jasa baik dari kalangan pelayaran dan PBM se- bagai operator gudang. Sebab am- blasnya dermaga pelabuhan terse- ngembangan komoditas sendiri. Komoditas yang perlu dikem- bangkan di Sulsel, adalah ko- moditas Pertanian, Perikanan, Perkebunan, serta komoditas Industri. Industri yang perlu dikembangkan, adalah Industri menengah yang terkait dengan komoditas pertanian sebagai bahan bakunya. Program dan dana-dana yang dilokasikan ke pedesaan dari ber- bagai sumber anggaran pemba- ngunan dan dikelola melalui kon- sep strategi "GERAKAN DESA MAKMUR MERATA", selama Pelita IV ini pelaksanaannya dikor- dinasikan dan dipadukan bagi pe- ningkatan kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat pedesaan. tra yang selama ini dijabat BM. Pembangunan pedesaan dengan Siahaan, sedang Soegito, SH sebe- pendekatan konsep tersebut menu- lumnya menjabat sebagai Kakan- rut Gubernur Sultra, merupakan wil Perhubungan Darat Sumatera penjabatan kebijakan pembang un- Barat (Sumbar). Pembentukan instansi baru ter- sebut sekaligus pula sebagai wujud nyata peningkatan status perwakil- an Departemen Perhubungan Sul- Gubernur Sulsel H. Achmad Amirudin dengan gagasan peng wilayahan dan pengem- bangan Komoditas Ekspor, se- cara langsung merangsang se- mua pihak, termasuk Kadin, serta pengusaha lainnya untuk mengembangkannya. Beberapa Investor dari luar, mulai ter- tarik dengan potensi yang ada di daerah ini, seperti Pertam- bakan Udang, Pabrik rotan, Pabrik kayu lapis, kayu gerga- jian, dan kayu Olahan, Industri makanan dan minuman. Ma- kanan ternak, pengolahan rum- put laut, sari buah markisa, pabrik Udang beku, Ikan beku, dan sektor perikanan lainnya. Gagasan atau program peng- wilaya han dan pengembangan komoditi yang dicanangkan Gubernur Sulsel H. Achmad Amirudin, hasilnya baru dapat dirasakan 5 hingga 10 tahun mendatang. Ini sesuai dengan upaya untuk penanaman mo- dal yang diupayakan para pe- milik modal dari luar Sulsel. Menurut Tanri Abeng, investor itu untuk menanamkan modal- nya pada satu sektor usaha, Dikatakan, pembangunan prasa- rana perhubungan dalam Pelita V mendatang akan lebih dikembang- kan pula agar semakin mampu berperan memperlancar arus trans portasi dan distribusi dari pedesa- an ke perkotaan dan sebaliknya sebagai upaya membina wilayah daerah Sultra ke dalam satu kesatu- an wilayah terpadu. Dijelaskan pertumbuhan ekono- mi daerah Sultra yang dinyatakan dalam PDRB (Produk Domes- tik Regional Bruto) berdasarkan harga konstan tahun 1984-1987 rata-rata mencapai 7,86 persen per- tahun dari target tujuh persen. Jauh lebih tinggi dibanding per- tumbuhan rata-rata nasional sebe- sar 3,9 persen pertahun, ujar Alala. terlebih dahulu harus menghi- tung ruginya dan prosesnya 5 hingga 10 tahun baru jadi men- didikan Usaha. Jadi tidak begitu kita tawar- kan, mereka lalu datang dan membangun pabrik dan seba- gainya, tegas Tanri Abeng. Pro- gram peng wila ya han dan pe- ngembangan komoditas Ekspor yang digalakkan Pemda Sulsel, sudah tepat dan pasti berhasil. Sebab program itu sendiri arah- nya dari bawah (masyarakat) sebagai produsen, setelah pro- dusen ini menghasilkan komo- ditas, baru pengusaha dan inves- tor lainnya turun tangan, kata Tanri Abeng. Ia bahkan meni- lai, bahwa masa depan pereko- nomian Sulsel cukup cerah. Sebab kejadian tersebut kini te- ngah diselidiki oleh suatu tim ahli dari ITB dibawah pimpinan Dok- tor Ir. Taha MSc. Dia mengakui, pemeriksaan terhadap dermaga yang usianya sudah tua tersebut terutama terhadap penunjangnya (Break Water) yang ada di dalam air belum pernah dilakukan. Setelah diketahui penyebabnya yang pasti baru kemudian dilaku- kan perbaikan. Desain pelabuhan sebagai petunjuk letak bangunan pelabuhan yang asli sudah didapat oleh Perum Pelabuhan sejak tahun 1972, ujar Lino. Program peng wilayah dan pengembangan Komoditi Eks- por Sulsel dua tahun terakhir ini, mengalami peningkatan yang menggembirakan. Tahun 1987 volume Ekspor Sulsel se- banyak 230.044.354 ton de- ngan nilai US$ 184.510.705.79. Hingga September 1988 ini naik menjadi 180.930.039 ton dengan nilai US$ 295.749.798. Ternyata sektor pertanian me- nempati urutan teratas dengan 35.346.515 ton senilai USS. 90.682.404.22. Sektor Industri 127.107.050 ton senilai USS. 44.260.451.11, dan sektor Tambang di luar Migas 18.476. 474 ton senilai US$. 160.806. 942.68. Kapal dan Barang LALULINTAS kapal dan perahu di pelabuhan Makasar setiap tahunnya mengalami pe- ningkatan. Tahun 1986 kapal masuk dan keluar di pelabuha Makassar seluruhnya 3.464 buah, terdiri kapal Samudra 241 buah, kapal Nusantara 1.142 buah, kapal khusus 366 buah, kapal lokal 307 buah, dan kapal Pelra sebanyak 1.408 HARIAN NERACA Pelayanan Wisatawan Laut Terpenuhi MENURUT keterangan yang diperoleh dari kalangan pelayaran, dermaga pelabuhan yang sudah tua itu selama ini hanya dipupuri dengan aspal hotmix supaya keli- hatan mulus dan baik. Ubin der- maga yang beratnya tonan dan dapat dibongkar-pasang sebagai lu- bang untuk pasir supaya tahan rem- Penyuluhan besan air laut malah dibongkar Sadar Wisata oleh Perum, katanya. Perlu bagi Aparat Pemerintah Sulsel Butuh Kapal Berpangkalan Tetap di Pelabuhan Makasar buah: Tahun 1987 naik menjadi 4.258 buah, dengan perincian Kapal Samudra 214 buah, ka- pal Nusantara 1.174 buah, ka- pal khusus 367 buah, kapal lokal 288 buah, dan kapal Pel- ra 2.154 buah. Hingga Sep- tember 1988 baru tercatat 2.852 kapal, terdiri dari kapal Samudra 157 buah, Kapal Nu- santara 788 buah, kapal khusus 271 buah, kapal lokal 923 buah, dan kapal Pelra 713 buah. Jenis wisatawan laut (cruiser) dari beberapa negeri pusat pasar wisatawan dunia mengincar pulau- pulau di Indonesia, karena memi- liki pesona khas yang tidak ditemui pada daerah wisata lain di dunia, tutur Bondan tanpa merinci keisti- mewaan itu. Paket 21 November 1988 mem- Sementara lalulintas barang non migas tahun 1986 seba- nyak 2.318.463 ton, dan tahun 1987 sebanyak 2.592.751 ton. Hingga September 1988 non migas tercatat 2.519.238 ton. Bongkar muat peti kemas ta- hun 1987 bongkar 1.981 buah. muat 1.932 buah total 3.913 buah. Penumpang naik dan tu- run di pelabuhan Makassar 1988 ini sebanyak 275.324 orang. Bongkar muat non mi- gas sebanyak 256.947 ton, Eks- por 203.775 ton dan antar pu- lau 837.014 ton. berikan kemudahan/pilihan bagi usaha pelayaran untuk menentu- kan trayek tersendiri. Sedangkan bagi jalur kurang potensial akan dilayani perusahaan pelayaran na- sional (Pelni), sehingga pada tahun- tahun mendatang seluruh jalur eko- nomi dan pariwisata akan terla- yani. Secara teoritis ketebalan derma- ga dapat menjamin kelancaran bongkar-muat barang dari dan ke atas kapal. Namun secara teknis nampak- nya pihak Perum Pelabuhan tidak memperhitungkan daya standar dermaga yang memang sudah tua itu selalu dilalui oleh barang-ba- rang yang kapasitasnya melebihi tiga ton per meter persegi sebagai- mana ketentuan yang berlaku. Jakarta, NERACA APARAT Pemerintah dalam menghadapi tahun sadar wisata (1989-1990) perlu mendapat pe- Pada waktu kapasitas bongkar- nyuluhan. Karena keberadaan apa- muat barang baru hanya mencapai rat tersebut menjadi panutan bagi lima sampai tujuh juta ton per masyarakat dalam menjalankan se- tahun memang tidak begitu meng- gala sesuatu. Dengan demikian un- khawatirkan. Tetapi sekarang se- tuk mencapai masyarakat sadar jak terjadi kemajuan perdagangan wisata maka aparat pemerintah dan pembangunan, kapasitas pela- harus memberikan contoh yang buhan hampir dua kali lipat yaitu lebih baik. sebesar 12 juta ton per tahun. Ini menyebabkan pula daya gan- dar atau gaya tekan dermaga sema kin besar sedangkan perawatan Hal tersebut dikatakan Kepala Humas Ditjen Pariwisata Drs. Wi- narno Sudjas kepada Neraca, kemarin di ruang kerjanya. nya hanya dilakukan dari atas permukaan saja dengan dipupuri aspal hotmix saja. Sedangkan kerangka besinya yang menjadi tiang pancang dan penunjang ke- dap air laut tidak diperhatikan. Dikatakan, untuk sadar wisata harus dilihat cakupannya. Karena cakupan tersebut sangat luas. Apa- bila cakupan sadar wisata itu di- terapkan di hotel-hotel maka pi- hak hotel harus menerapkan 7 K (sapta pesona). Faktor-faktor inilah yang me- mungkinkan terjadinya perembes- an air laut dari dalam dermaga. Pemeliharaan dermaga pelabuhan ini seharusnya disertai dengan pe- meriksaan kerangka besi beton da- lamnya dengan cara disounding de- ngan menambah atau menguruk dengan pasir dari ubin dermaga yang bisa dibongkar pasang kem- bali. Pihak Ditjen Perhubungan Laut ketika dihubungi mengatakan, ke- khawatiran terhadap amblasnya dermaga pelabuhan di Tg. Priok itu telah menjadi pembicaraan di kalangan Dinas Kepanduan. Sebab semakin banyaknya ka- Sedangkan untuk Jakarta, demi- pal-kapal besar sandar di pelabuh- kian Winarno, sebagai Ibukota an utama di Indonesia itu cepat negara Indonesia tumbuh secara atau lambat dapat mempengaruhi modern. Di mana semua suku daya tahan tiang dermaga didalam yang ada di Indonesia sebagian air akibat getaran propuler kapal besar ada di Jakarta. Oleh karena (K.24) ketika akan merapat. (F) itu dengan sendirinya Jakarta Kendala yang dihadapi pela- buhan Makassar, antara lain ka- rena tidak adanya Kapal Samu- dra dan Nusangara yang ber- pangkalan di pelabuhan ini. Dibandingkan pelabuhan Tan- jung Perak Surabaya, Tanjung Emas Semarang, dan Belawan Medan. Kapal-kapal Samudra dan Nusantara baru datang bila dicarter langsung, pada hal di Sulsel ini, banyak Eksportir yang mengekspor barangnya se- ring kesulitan untuk mendapat- kan kapal. Pada hal di pelabu- han Makassar ini, biasa tambat kapal, pengurusan surat-surat, serta kebutuhan kapal seperti air, bahan bakar, lebih murah dan mudah mengurusnya, di- bandingkan pelabuhan lainnya di Indonesia. Pihak pariwisata di Sulsel me- nyambut baik kebijaksanaan itu sebagai upaya mendorong pertum- buhan kepariwisataan di daerah 20 "Dengan diterapkannya 7K ini, wisatawan mancanegara maupun nusantara akan lebih merasakan kenyamanan dalam menikmati kunjungan wisatanya. Karena wi- satawan di sini telah mendapatkan pelayanan yang lebih," lanjutnya. Jakarta kalah oleh Bali dalam menarik wisatawan mancanegara, karena produk pariwisata Bali ti- dak ada duanya di dunia. "Keberadaan Bali merupakan satu kesatuan alam, budaya, agama dan masyarakatnya yang hampir semua kegiatannya menjadi obyek wisata," ujarnya. Rencana Pembangunan KONDISI pelabuhan Samu- dra Makassar yang dibangun ratusan tahun silam itu, tampak- nya sudah tidak mampu untuk menjawab tantangan pemba- ngunan. Untuk menyiapkan pe- labuhan Makassar ini, menjadi pelabuhan perdagangan inter- nasional, pihak Pemda Sulsel sudah programkan untuk me- ngembangkan pelabuhan ini secara bertahap, sesuai kemam- dana yang ada. puan Rencana pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Ma- kassar dimulai tahun 1989 hing- ga tahun 1991. Pembangunan Dermaga Hatta baru, seluas 5.5 ha, untuk dermaga 360 meter, gudang laut 4 buah 65 x 40 m seluas 10.400 m, lapang- an penumpukan 8.100 m2, dan Service area seluas 1.000 m2. Proyek ini memanfaatkan dana dari DIP murni dan dana bantu- an teknik luar negeri. Data yang diperoleh "Nera- ca" pada kantor Perumpel IV Cabang Makassar, bahwa se- lain pembangunan Dermaga Hatta, juga pembangunan pin- tu Gerbang Dermaga Soekarno selebar 12 m menuju terminal Container, pembangunan jalan 450 m dari pintu gerbang di Jl. Satando menyambung ke As- kes road. Pembangunan CFS di Dermaga Soekarno seluas 4.000 m2. ini, terutama karena propinsi ini banyak memiliki obyek wisata po- yang tersebar di pulau- tensial pulau. Pelabuhan Makasar memi- liki peranan penting dalam menunjang pembangunan Eko- nomi regional dan nasional. Itulah sebabnya Pimpinan Pe- rumpel IV Cabang Makassar Oetji Sanusi bersama Adpel Makassar Syamsul Bachri, serta jajarannya terus berbenah diri dan memberikan kemudahan serta pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat pemakaija- ting harga" melainkan persaingan melalui "peningkatan kualitas pe- layanan". Banting harga berdampak ku- rang sehat bagi usaha bidang pe- layaran. Tetapi bila persaingan di- lakukan melalui peningkatan mutu pelayanan, dia yakin, angkutan laut akan semakin disenangi, baik pelaku ekonomi lainnya, wisata- wan mancanegara maupun wisata- wan nusantara, tuturnya. Selama ini arus kunjungan wisa- tawan mancanegara dan nusantara ke Sulsel terbanyak dilakukan me- lalui jalur angkutan udara. Oleh karena itu melalui Paknov 21 akan terjadi keseimbangan dua jalur angkutan tersebut. Khusus mengenai angkutan laut, lama tinggal dan devisa yang di- hasilkan lebih banyak dibanding jalur lain, demikian Bondan Nur- diyanto. (Ant) mempunyai corak yang beragam. Namun, ia optimis menjadikan Jakarta sebagai tujuan wisata (DTW) karena potensi yang ada di Jakarta sangat besar untuk digali, dan tak perlu kawatir Jakarta ha- nya sebagai daerah transit saja. Oleh karena itu untuk menarik para wisatawan agar menengok Jakarta lebih dulu sebelum Bali menurutnya ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu bagaimana mempromosikan Jakarta ke selu- ruh penjuru dunia. dirapikan untuk bisa menjadi tuan Di samping itu Jakarta harus rumah sebagai tamu-tamu negara lain. Jika hal ini telah diterapkan yang jelas jumlah wisatawan yang datang ke Jakarta semakin mening- kat bila dibandingkan dengan tem- pat-tempat lain. Sementara itu hingga kini telah kan untuk menerima kedatangan ada 17 DTW yang siap dipromosi- para wisatawan. Namun langkah selanjutnya pemerintah tnenca- nangkan agar tiap tiap Propinsi nantinya menjadi Daerah Tujuan Wisata. (Ret) Angkutan Laut Siap Hadapi Badai Medan, NERACA ANGKUTAN laut di wilayah Perhubungan Lauta (hubla)-I yang mencakup kawasan Sumatera Uta- ra dan Aceh, sudah sejak awal mempersiapkan diri untuk kese- lamatan pelayaran di laut, teru- tama angkutan penumpang dengan peralatan pelampung penyelamat. Humas Kanwil Hubla-I di Me- dan, Nasrun, Bc. Hk. ketika dihu- bungi ANTARA hari Senin, men- gisyaratkan bahwa dewasa ini angin kencang sering terjadi di Kawasan Perairan pantai Timur, sementara di Pantai barat masih cukup tenang. (Ant). sa pelabuhan Makassar. Ter- masuk 9 Perusahaan PBM dan 31 EMKL yang aktif. Kalau ada pengusaha yang mengatakan pelayanan aparat pelabuhan Makassar tidak baik, itu tidak benar, ujar salah pe- tugas EMKL kepada "Neraca" di pelabuhan Makassar. Yang jelas di Ujung Pandang dan beberapa Eksportir yang lebih senang barangnya dikapalkan dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Inikan merugikan daerah, serta tenaga kerja di pelabuhan Makassar. Pemda Sulsel perlu memberikan per- hatian kepada Eksportir Sulsel yang senang kalau barangnya. di kirim dari Surabaya. Sebab jika mereka itu dibiarkan, apa- lah artinya pelabuhan Makas- sar ini. Wakil ketua Bappeda Sulsel Drs. H.A. Dachlan Maulana, menghadapi Pelita V menda- tang sektor pembangunan Eko- nomi dan Industri, terus akan dipacu. Disamping terus meng- galakkan peningkatan pemba- ngunan sektor pertanian, khu- susnya peningkatan pengadaan Pangan nasional. Menurutnya, Sulsel sekarang menjadi sasar- an investor untuk pembangun- an Industri. Pulau Jawa seka- rang sudah padat, baik manusia- nya maupun pembangunan, khususnya Industri-industri be- sar dan menengah. Saya opti- mis, Sulsel 5 tahun mendatang akan menjadi pusat Industri diluar Pulau Jawa. Itulah sebabnya, pelabuhan Samudra Makassar diupaya kan untuk terus dikembangkan agar mampu menjawab tantang- an pembangunan. Bahkan terus diperjuangkan untuk pening- katan peranan dan status pela- buhan tertua ini, menjadi pintu gerbang perdagangan interna- sional. Yang penting sekarang, kapal-kapal Samudra, dan Nu- santara jangan cuma dipusat- kan di Tanjung Perak Sura- baya, tapi untuk pelayanan di Indonesia Timur sudah perlu tersedianya kapal di pelabuhan Makassar. Sekedar usul untuk Menteri Perhubungan Ir. H. Azwar Anas. (YAMIN LAMALESE) Jakarta, NERACA DUA film Indonesia "Kar- tini" dan "Kejarlah Daku Kau Kutangkap" akan diputar da- lam pekan film ASEAN per- tama di Tokio, Jepang pada 3 sampai 9 Desember mendatang. HIBURAN & REKREASI "Kartini" dan "Kejarlah" Ikut Pekan Film di Jepang "Kartini" yang diperankan Yenny Rachman dan Wisnoe Wardhana adalah film gara pan sutradara Syuman Djaya se- dangkan "Kejarlah Daku Kau Kutangkap" yang dibintangi Deddy Mizwar dan Lydia Kandouw adalah film garapan Chaerul Umam. Kedua film nasional ini, da- lam khazanah perfilman Indo- nesia memang mendapat tem- pat yang baik dan mendapat sambutan yang memadai dari masyarakat maupun kritisi film nasional. Negara-negara anggota ASE- AN hinnya, Malaysia, Filipi- na, Singapura, dan Thailand (Brunei absen) juga mengirim- kan filmnya dalam festival ini. Festival akan diselenggara- kan di teater Seiyu, Ginza, To kio dengan karcis 800 Yen (Rp 10.000) setiap pertunjukan. Kehidupan PANITIA penyelenggara pe- kan film ASEAN ini mengata- kan, tujuan penyelenggara pe- kan film ASEAN adalah untuk memperkenalkan kehidupan dan kebudayaan bangsa-bang- sa Asia Tenggara kepada ma- syarakat Jepang. Selama ini, masyarakat Je- pang lebih mengenal kehidu- pan dan kebudayaan masyara- kat Eropa dan Amerika mela- lui film filmnya yang banyak diputar di gedung-ge- dung bioskop Jepang. "Oleh karena itu penyeleng- garaan festival film ASEAN di, Jepang ini patut disambut ba- ik," kata Hassan Alaydrus, wa kil kepala perwakilan RI ke pa- da Antara di Tokio. Malaysia dalam FFA di To- kio ini akan mengirimkan film berjudul "Ranjau sepanjang ja- PEMBAJAKAN film mela- lui kaset video semakin hari semakin merajalela. Ruang ling- kup pembajakan bukan hanya terbatas pada film nasional, teta- pi juga terhadap film impor. Asosiasi Importir Rekaman Video (Asire vi) minta agar apa- rat negara segera turun tangan. Petugas kemudian melangkah dengan dasar hukum pasal 12 Undang-undang No 1 Pnps ta- hun 1964. Pasal dalam undang-undang Pembinaan Perfilman tersebut berbunyi Barang siapa me- langgar ketentuan tersebut da- lam pasal 6, 7 dan 8 Undang- undang ini dihukum dengan hukuman kurungan selama-la- manya satu tahun atau denda setinggi-tingginya Rp 50.000. Ancaman hukuman yang re- latif sangat ringan pada Un- dang-undang tersebut tampak- nya dimanfaatkan orang-orang yang ingin mengeruk keuntung- an besar atas karya orang lain. Undang-undang perfilman yang merupakan satu-satunya di Indonesia itu, sudah tidak mampu lagi melaksanakan misi yang diembannya seperti pada saat materi Undang-undang di- bentuk 24 tahun lalu. Sebagai akibatnya, gairah di bidang produksi film di dalam negeri menurun. Frustasi tim- bul karena kenyataan bahwa se- bagian besar film Indonesia yang baru saja diputar di bios- kop mewah, ternyata video ba jakannya sudah banyak ber- edar di palwa-palwa. Malahan film yang belum beredar di bioskop sekarang juga makin banyak disewakan di palwa. MILIK MONUMEN PERS NASIONAL Pengaruh yang sama juga dirasakan di bidang usaha film impor, terutama oleh Asosiasi Importir Film Eropa - Amerika yang mengeluh akibat jumlah rekaman video film impo ba- jakan tidak terkendalikan lagi. Tidak mustahil bahwa dam- pak pegatif dari pengaruh film bajakan yang diputar tanpa sen- sor itu melanda generasi muda yang mungkin belum siap me- nerima isi cerita maupun akh- lak pelaku dari film yang di- tontonnya. Pengaruh buruk dari isi ceri- ta asing juga dapat merongrong kewibawaan negara. Selain itu citra penegakan hukum pada negara hukum seperti Indones- lan" (Thomy Foottpath) yang disutradarai Jamil Sulong de- ngan bintang Sarimah dan Ah- mad Mahmud, dan "Puteri" film garapan sutradara Rahim Razali dengan bintang Fauziah Achmad Doud dan Emman Maman. Singapura mengiriman sebu- ah film berjudul "Reincarna- tion" hasil karya sutradara Wong Gue Hong dengan bin- ta ng Lee Boon Hai. Filipina mengirimkan dua film berjudul "Baby Tsina" ha- sil garapan sutradara Marilou SURAKART Halaman III SUATU kegiatan budaya be- rupa festival Walter Spies akan berlangsung di Bali, 16 Febru- ari 1989 mendatang, bertujuan untuk mengenang pelukis besar asal Jerman Walter Spies yang pernah berdomisili di desa Ubud tahun 1927-1940. Festival Walter Spies 1989 di Bali Sekretariat Yayasan Walter Spies Bali, doktor, Made Ban- dem kepada wartawan di Den- pasar, mengatakan, tema festi- val adalah "Taksu sebagai Ke- kuatan di Belakang Topeng Topeng Bali," dan diharapkan dapat memberikan masukan ba- gi perkembangan topeng di dae- rah ini. Ia menjelaskan, festival itu akan berlangsung selama tiga hari, dimulai pada malam hari, dan akan mengetengahkan pen- tas kesenian, seperti barong be- rutuk, legong topeng, telek, wa- yang wong, barong landung dan topeng pajegan. Semua kegiatan akan dipu- satkan di ruangan Walter Spies di taman budaya Denpasar, dan sebagai puncak acara pada malam terakhir dipentaskan pu- la drama tari topeng modern yang akan disuguhkan maha- siswa Sekolah Tinggi Seni Indo- nesia (STSI) Denpasar. Pembajakan Kaset Video Merajalela ia juga dapat tercemar akibat lemahnya hukum serta pene- gakan hukum dalam penerap- annya. Moral SELAIN sebagai peluang ba- gi masuknya ideologi asing, pembajakan di luar negeri, di- kaitkan dengan kelama han pe- laksanaan Undang-undang Hak Cipta yang telah diubah dari delik aduan menjadi tindak pi- da na kriminil. Selain kritik menyangkut Undang-undang Hak Cipta No. 6 tahun 1982 yang telah diganti dan diperberat ancaman de- ngan Undang-undang Hak Cip- ta No 7 tahun 1987, pihak luar akan mengecam negeri Indonesia atas pelanggaran Konvensi Bern, walaupun Indo- nesia bukan anggota. Gairah kalangan perfilman untuk membuat film yang ber- mutu guna diekspor menero- bos pasar internasional tentu akan meningkat apabila jami- nan keamanan terhadap hasil produksinya dilindungi hukum, dalam arti penegakan hukum dilaksanakan dengan konse- kuen. Keuntungan yang diperoleh dari usaha mengekspor film, seperti yang telah dirintis ke negara-negara tetangga, bukan hanya dari segi promosi pari- wisata dan nama baik Indone- sia di mata asing, tetapi juga dari segi pajak. Kerugian negara USAHA pembajakan re- kaman video berarti merugi- kan keuangan negara dari sek- tor pajak. Kerugian negara itu melalui bea masuk, biaya sen- sor, dana sertifikat produksi, biaya pengandaan, pajak per- tambahan nilai (PPN), pajak barang mewah dan pajak ton- tonan (PTO) yang secara rinci dapat digambarkan sebagian berikut : Apabila para pelaku pem- bajakan diperkirakan memba- jak dan mengedarkan sekitar 60 judul film dan rekaman video impor setiap bulan, ber- arti dalam satu tahun jumlah hasil bajakan mencapai 720 judul film, Diaz-A baya dan dibintangi vil- ma Santos dan Phillip Salva- dor, serta film "Himala" karya Ishmael Bernal dengan bintang gigi Duenos dan Nora Aunor. Sedangkan Thailand mengirim- kan film berjudul "Phree Kao" (Scars) hasil karya sutradara. Chead Songsir dan "Namphu," gara pan sutradara Euthana Mu- kudasnit dan Patra wadee Srit- rairat. Dengan 720 judul film dan rekaman video resmi yang diba- jak berarti negara telah dirugi- Beberapa sutradara, produser dan bintang film-film ASEAN tersebut diharapkan hadir da- lam festival: Melalui festival Walter Spies itu diharapkan dapat mengeta- hui perkembangan jenis topeng di Bali, baik jenis topeng sa kral, topeng kuno maupun topeng sekuler. "Kegiatan itu dimaksudkan pula sebagai usaha mencari krea- si baru untuk penggarapan sen- dratari topeng yang akan ditam- pilkan dalam setiap pementa- san kesenian tradisional di ma- sa mendatang,"kata Bandem. Made Bandem yang juga di- rektur STSI Denpasar menam- bahkan, yayasan Walter Spies di Bali didirikan 19 Mei 1981, dimaksudkan untuk mengenang pelukis Walter Spies. Walter Spies pernah tinggal di perkampungan seniman, Ubud dari tahun 1927 sampai tahun 1940, ia sangat berjasa dalam memunculkan kreasi ba- ru seni Bali modern serta sangat menyatu dengan kehidupan ma- syarakat pulau dewata. "Kegiatan yayasan antara la- in membantu menumbuhkan apresiasi seni dan menciptakan kreativitas seni terhadap parase- niman muda di Bali agar mere- ka siap dalam mengikuti setiap pementasan seni di manca nega- ra atau di nusantara," kata Ban- tem. kan Rp 7.454.590.000 yang rinciannya masing-masing bea masuk rata-rata Rp 70.000 se- tiap judul, total Rp 50.400.000 dan 720 judul. Biaya sensor pertama Rp 300 setiap menit dan biaya sen- sor teks juga Rp 300 setiap menit. Setiap judul rata-rata 100 menit sehingga 100 x 600 x 720=Rp 191.520.000. Setiap judul dikenakan pula biaya Rp 100.000 untuk dana sertifikat produksi yang berarti jumlah keseluruhan Rp 720.- 000.000. Biaya pengadaan res- mi 2.128 copy perjudul a Rp 800 yang dengan demikian bia- ya total Rp 1.225.728.000. Pengadaan liar 500 copy per judul a Rp 800 yang dengan demikian secara keseluruhan berjumlah Rp 2.800.000.000. Untu setiap kaset baru yang direkam di TVRI dikenakan bea barang mewah (BBM) sebe- sar Rp 700 dan PPN Rp 700. Dengan demikian masing- masing bbm dan ppn bernilai Rp 1.072.510.000 untuk setiap judul. Jumlah desa keseluru- han 720 judul mencapai Rp 7.454.592.000. Jumlah Rp 7,5 miliar keru- gian negara pertahun tersebut dalam termasuk perhitungan bea masuk untuk kaset kosong yang digunakan pembajak. Kerugian lain termasuk pula yang diderita produser film na- sional, termasuk artis, karya- wan, para importir film, para importir rekaman video kaset, pengusaha bioskop dan Peme- rintah Daerah yang kehilangan pajak tontonan. Khusus menyangkut dam- pak negatif kepada generasi mu- da atas beredarnya kaset vidoe bajakan yang beredar tidak me- lalui sensor itu baik dalam kait- annya dengan seks, pornogra- phy dan sadisme serta hal-hal yang mengacam ideologi nega- ra, perlu lebih diwaspadai seca- ra dini. Aparat penegak hukum, se- bagai pemangkukewajiban uta- ma dalam menangani pelang- garan yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab tersebut, hendaknya le- bih memberi perhatian terha- dap penegakan keadilan khu- susnya menyangkut pembajak- (Johny Tarigan). an film. -FISHER BV BAJAKAN: kaset kaset video yang beredar di rental renal sebagian ada yang berasal dari bajakan. Adakalanya kaset kaset tersebut umumnya kaset Barat banyak yang belum disensor sehingga dapat merusak mental lebih lebih bagi anak dibawah umur. (Foto: Neraca/Komar)
