Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Harian Neraca
Tipe: Koran
Tanggal: 1988-12-01
Halaman: 05

Konten


Kamis, 1 Desember 1988 PERTANIAN KONSTRUKSI Sektor Pertanian Harus Berkembang Menuju Sistem yang Mandiri Jakarta, NERACA - PADA saat tinggal landas nanti, sektor pertanian harus berkembang menuju sistem yang mandiri dan tangguh, tanpa subsidi dalam sega- la bentuk. "Sektor ini juga harus tanggap terhadap perubahan dan dinamika permintaan pasar," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembang- an Deptan, Dr.Ir. Soe tatwo Hadi- wegono. Dalam dengar pendapat dengan Komisi X DPR-RI yang dipimpin Wakil Ketua Ir. Hanoch Eliezer Mackbon (F-KP) di Sena yan, Ra- bu, Soe tatwo mengingatkan bahwa penelitian pertanian harus diarah- kan untuk menjawab antisipasi perubahan sistem pertanian itu. Ia mengatakan, untuk mewujud- kan pertanian tangguh seperti itu diperlukan pembangunan Balit- bang yang tanggap dan mampu mengantisipasi masa depan. Tapi upaya ini harus pula dibare- ngi dengan tenaga penelitian yang profesional disertai dengan sarana dan prasarana penelitian. Menurutnya, pembangunan dan pengembangan komponen-kompo- nen tersebut dilakukan secara sera- si sehingga pemanfaatannya bisa optimal. "Penelitian masa kini pada prin- sipnya merupakan upaya mencari teknologi untuk diterapkan di ma- sa depan," kata Soetatwo. Habau, Kecamaan Banua Lawas. Dalam panen perdana itu telah membuahkan hasil yang sangat me- muaskan dengan ubinan rata-rata 0,8 hektar serat kering/m2 atau 8.000 kg per hektar. Guna merealisir hal itu ia me- minta kepada para peneliti agar langgap dan mampu mengantisi- pasi tentang realita yang mungkin terjadi di masa mendatang. Sebab, menurutnya, jika upaya ini bisa dicapai, maka teknologi yang dihasilkan akan selalu tepat dan bermanfaat. tara sektor industri dengan sektor Dikatakan, ketergantungan an- perta nia na kan semakin nyata, baik dalam kegiatan pra panen maupun pasca panen dan pengolahan hasil- nya. Di pihak lain, kesadaran ma- syarakat akan kualitas komoditi semakin besar pula. Kondisi itu berarti bahwa pene- muan semakin penting, di samping pengembangan dan penggunaan teknologi mutakhir agar sistem pro- duksi pertanian benar-benar direka serta dirancang mengikuti segala pra syarat pengembangan industri dan persyaratan yang diinginkan konsumen. Tabalong Panen Perdana Tanaman Serat Karung Menjawab pertanyaan tentang penelitian pada tanaman pangan, Soe tatwo mengatakan, penelitian diprioritaskan kepada usaha untuk melestarikan swasembada pangan melalui diversifikasi: Banjarmasin, NERACA DALAM musim ta nam 1988- 89 sampai November ini, Kabu- paten Tabalong, Kalimantan Sela- Para petani yang kini sudah me-, tan berhasil mengembangkan ta- libatkan dalam pengembangan se- naman serat karung seluas 63,81 hektar, dan pekan lalu daerah ini rat karung tersebut sebanyak 237 AGUS Supangat, 42, pen- duduk Desa atau Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyu- mas, mempunyai "jalan te- ngah tentang kerja di Jakarta. la tidak setuju generasi muda yang ingin kerja di Jakarta untuk selamanya begitu lulus SMTA. Tetapi ia juga tidak setuju anjuran agar kita tidak kerja di Jakarta. Penelitian diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang ber- sifat spesifik lokasi yang dikaitkan dengan agro-ekosistem tertentu. Sikap hidupnya itu ditempa pengalamannya. Ia pernah hi- dup di Jakarta dan bekerja di sana, tepatnya sebagai karya- wan PT All Sampas. PADI SUBUR: Tanah merupakan kunci pokok yang membuat tanaman padi dapat tumbuh subur. Seperti dalam gambar di atas, tanaman padi di Rangkapan Jaya Lama, Jabar, bisa menghasilkan padi sekitar 12 ton per hektar. (Foto: AA/NERACA) la belajar bagaimana orang berusaha, Kerja di Jakarta pen- ting karena orang bisa belajar bagaimana berusaha. Selain itu "keganasan" ibu kota yang ba- nyak dikatakan lebih ganas di- banding ibu tiri ternyata bisa menempa semangat hidup. Tetapi jangan terus-terus hi- dup di Jakarta. Setelah penga- laman dan pengetahuan praktis didapat, kita harus tinggalkan Jakarta. "Kalau tidak", katanya me- neruskan, "kita bisa digilas dan terjerat pada rutinitas". Kalau itu terjadi, kita hampir tidak bisa keluar blunder (kesalahan) itu. lam tiga setahun. Se- Bupati Tabalong, Dand ung Suc- hruwardi mengemukakan itu da- Kalsel, Ir. H. Muhammad Said yang mengunjungi Desa Pasar Pa- nas Kecamatan Banua Lawas awal pekan ini. Tiga kecamatan lainnya, di ka- bupaten ini tidak dimasukkan da lam program Iskara, sebab para pelaninya sudah melakukan pena- dangkan delapan kecamatan ini tidak tiga kali setahun masih de- ngan sistem tradisional yakni se- kali setahun, dalam musim sela te) tersebut, berdasarkan program intensifikasi serat karung rakyat (Iksa ra), melalui pembiayaan pe- ngembangan sub sektor perkebun- án yang pada 1988/1989 memper- oleh alokasi dana sebesar Rp 31,582 juta dan Rp 4,777 juta diharapkan digunakan untuk pe- ngembangan tanaman jute. Tunggu Musim Dana tersebut digunakan untuk pengembangan, sedang benih dan pupuk diberikan PTP XVII selaku petani jute yang kini, sudah me- SUKRAN (30) salah seorang perusahaan yang ditunjuk menge- metik hasilnya, kepada Gubernur delapan kecamatan, seperti Keca- matan Tanta, Tanjung, Banua La- was, Muara Uya, Kalera, Haruai, Muara Haus, dan Upau. menjelaskan, mereka bertanamju- le hanya sebagai pekerjaan me- nunggu musim tanam, karena ma- sih bertani sekali setahun. Menurut mereka, menanam jute ternyata lebih mudah dibanding bertanam padi, karena tidak me- merlukan pemeliharaan khusus cu- kup dengan pemupukan teratur. lola tanaman serat di Indonesia. Sementara itu untuk kegiatan di lapangan dilakukan swadaya ma- Hasilnya setelah tiga setengah bu- syarakat. lan sudah bisa dipetik. Gubemur Kalsel pada kesem- patan itu mengharapkan agar pi- hak PTP "Sampai saat ini masih terlihat jelas adanya senjang hasil yang cukup besar antara wilayah satu dengan lainnya," katanya. petani benar-benar mengembang- kan usaha tanaman jute ini, supaya benar-benar mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Penanganan pasca panen akan mendapat perhatian yang lebih be- sar. Ini dimaksudkan untuk mene- kan kehilangan hasil serta mening- katkan nilai tambah. Sementara penelitian sistem usa- agro-ekosistem akan lebih dikem- ha tani yang dikaitkan dengan bangkan, sehingga dapat lebih ce- pat diterapkan oleh petani. Seperti halnya sekolah, maka hidup di Jakarta juga kadang tidak menambah semangat atau pengetahuan kepada setiap orang. Hal ini ia temui banyak con- toh. Ada seorang pemuda lu- lusan SMA yang berasal dari tempat yang sama dengan dia, yakni Tegal, sudah 10 tahun tetap saja sebagai kuli bangun- an di Jakarta. "Penelitian rintisan, termasuk bioteknologi akan mendapat per- hatian pula untuk mendukung pe- nelitian yang bersifat terapan dan adaptif," ucapnya. Dalam Repelita V mendatang, pemerintah juga telah menempat- kan diversifikasi pangan pada uru- tan utama dalam menuju perta- nian yang tangguh. Melalui diversifikasi pangan di- harapkan swasembada pangan da- pat dilestarikan dan keterjaminan pangan dapat dipertahankan. Setelah dua tahun ia bekerja di Jakarta ia merasa sudah cuk up. Selama bekerja di Jakarta ia membantu salesman mengangkat barang-barang da- gangan. la tidak hanya membantu mengangkat barang-barang te- tapi ia belajar bagaimana cara seorang salesman menjual ba- rang-barang itu. Belajar seperti itu tidak perlu biaya dan tidak memerlukan meraih ijazah, walaupun ujian tetap diperlukan. la mengatakan, pengertian diver- sifikasi pangan meliputi diversifi- kasi produksi pangan, penyediaan, dan konsumsi pangan. Ketiga as- pek ini saling berkait, sehingga penanganannya pun perlu dilaku- kan secara menyeluruh. Dalam menunjang usa ha diver- sifikasi pangan, katanya, peningka- tan produksi pangan perlu diarah- Apa ujiannya? Suatu hari salesman sakit. Ia menawar- Kerja di Jakarta itu Perlu tetapi Jangan Selamanya Kapan kita merasa selesai belajar dari ibu kota?. "Itu sa- ngat relatif, tidak bisa diukur dengan waktu, namanya saja sekolah dalam masyarakat," ja- wabnya. Hasil jute tersebut, mereka jual dengan harga patokan kualitas baik tas sedang Rp 350 per kg dan kualitas rendah Rp 250 per kg. Hasil penanaman jute tersebut, menurut Sukran cukup memuas- kan sebagai hasil tanaman selain berta ni. Hasil per hektar rata-rata 1,7 sampai dua ton serat kering, yang bila diuangkan mencapai Rp 700.000 per hektar. Sementara itu Kepala Dinas Per- Pada 1989 direncanakan dikem- bangkan lagi menjadi 200 sampai 500 ha, ka tarya seraya menjelas- kan bahwa lahan yang berpotensi Tabalong mencapai 7.000 ha. untuk tanaman jute di Kabupaten (Ant) kan diri untuk mewakilinya. Majikannya menertawakan, karena ijazahnya hanya SD. padahal untuk menjadi sales- man perlu ijazah SMA. Tetapi ia bersikeras, ternyata ia berhasil. Majikan yang se- mula menertawakan menjadi kagum dan memberikan gaji yang lebih dan kini ia diangkat menjadi salesman. kan kepada diversifikasi secara horizontal dan vertikal. Setelah ia memperoleh gaji yang lumayan, ia justru minta keluar, Majikannya heran. Ia menerangkan ibarat orang seko- lah ia sudah lulus ujian dan ia ingin menjadi majikan dirinya sendiri. Majikannya kagum. la memilih Kalibagor, tem- pat asal usul isterinya. Apa. yang dilakukan di sana? la membuka usaha pembuatan meja karambol. la mempelajari pasar dan kegemaran masyarakat. Ia me- nemukan keganjilan. Semangat masyarakat berolah raga ka- rambol tinggi, tetapi banyak pengusaha meja karambol bangkrut. Menurutnya, penelitian yang mendukung usa ha diversifikasi pa- ngan telah banyak dilakukan, baik penelitian yang bersifat pendeka- tan maupun pola tanam atau sis- tem usaha tani. Apa sebabnya "la menemu- kan sebabnya karena pengusa- ha itu tidak tahu pasar. Mereka membuat meja karambol yang baik dari kayu jati harganya "Penelitian-penelitian ini dikait- tan pendapatan dan keunggulan kan pula dengan usaha peningka- komparatif dan teknologi yang di- hasilkan," tuturnya. Dikatakan, hasil penelitian yang menonjol saat ini adalah tersedia- nya varietas unggul palawija yang berdaya hasil tinggi, tahan terha- dap hama, berumur genjah, dan cara bercocok tanam, lainnya. Berdasarkan penelitian di lahan petani, penggunaan varietas unggul tersebut dapat memberi hasil lebih tinggi dari hasil rata-rata nasional saat ini, katanya. (7). Sudah Diversifikasi Karet Masih Dominan Jambi, NERACA WALAUPUN telah dilakukan diversifikasi tanaman perkebunan seperti kopi, cengkeh, caseavera, namun tanaman karet masih tetap sangat dominan di Kabupaten Sa- rolangun Bangko (Sakro), Propinsi Jambi. Menurut Sekwilda Tingkat II Sarko, Ali Ibrahim BA, sekitar 40 persen wilayahnya berada di datar- an tinggi, sedangkan selebihnya berada pada dataran rendah. Dengan kondisi wilayah seperti itu, maka banyak ragam jenis ta- naman dapat dikembangkan. Se- mentara itu juga berkembang ber- bagai jenis satwa liar. Oleh sebab itu, kata Sekwilda, untuk melindungi kelestarian flora dan fauna, Pemda setempat telah menetapkan Taman Nasional se- luas 1,3 juta hektar. harga cengkeh di kabupaten ini. Bupati Buol Toli-Toli, M. Sulai mandalam percakapannya dengan menerima harga yang wajar. tani, dan petani aslipun akan saat ini pem- kan, penertiban harga cengkeh itu Rp 5.750/kg yaitu di bawah stan- Antara awal pekan ini mengata- belian KUD kepada petani hanya dimulai dari kelurahan, kecamatan dar Rp 6.500/kg. Hal ini dikarena- sampai ke tempat pelelangan di kan pembelian KUD kepada pe- tanian Tabalong dalam laporan- tani tidak menggunakan sortir nya menyebutkan, penanaman jute Penertiban dikeluarkan berda- seperti yang ditetapkan dalam atu- ini sudah dimulai musim tanam sarkan pengalaman beberapa wak- ran tata niaga cengkeh. Selisih Rp 1987/1989 sebagai percobaan se- tu terakhir ini sebagian besar ceng- 750 dari harga dasar cengkeh itu pintu Pengembangan seratkarung (ju- ta nam itulah mereka bertanam banyak 10 hektar. Namun luas pa- keh petani tidak bisa ikut lelang oleh KUD digunakan untuk proses jute. nenan yang dapat dipetik cuma berbagai kajian dari Pemda setem- 0,25 hektar. Tetapi setelah adanya pat tentang pengembangan jute maka pada 1988 diperluas menca- pai 63,81 hektar. Hutan ini merupakan yang ter- luas di Asia Tenggara, setelah Ama- zone di Amerika Selatan. Apalagi Taman Nasional Kerinci merupa- kan sumber air, penelitian penge- tahun dan Daerah Tujuan Wisata. Dewasa ini di Kabupaten Sarko peninggalan sejarah Sriwijaya. Menurut hasil penelitian dari para ahli Amerika Serikat, salah satu gua yang terdapat di Kabu- paten Sarko (Gua Tiangko) me- rupakan bekas tempat tinggal ma- nusia purba Banyak lagi objek pariwisata yang merupakan potensi daerah. Akan tetapi potensi ini belum ber- kembang, karena tidak digarap se- cara serius. HARIAN NERACA KERJA KERAS: Jika seseorang dapat bekerja dengan keras, seperti dengan tampak dalam gambar di atas, maka apa pun jenis pekerjaan itu akan membawa hasil yang memadai. Misalnya, pandai besi yang tampak dalam gambar di atas di Kampung Cadas Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Tangerang. (Foto: Syam/NERACA) Target Perumnas Turun Sekitar 13,50% sediaan tanah yang telah dibebas- kan seluas 1.757 Ha. dibangun oleh Perum Perumnas Jadi, rumah yang masih harus dalam Pelita V sedikitnya 90.000 unit yang memerlukan tanah se- 1.463 Ha. Dengan demikian selama Pelita bahkan sampai 2 tahun pertama Pelita VI tidak diperlukan lagi pem- belian ta ha-tanah baru. Jakarta, NERACA TARGET Repelita V Perum Perumnas turun sekitar 13,50 per- sen dari target Pelita IV dalam pembangunan perumahan. Akan te ta pi untuk realisasinya diperkira-Juas kanakan naik sekitar 60,50 persen. karena belum waktu lelang stok di bukan dari hasil pembelian kepada KUD sudah menumpuk, tetapi petani. Hal itu dikemukakan Direktur Utama Perum Perumnas dalam acara dengar. pendapat dengan komisi V DPR-RI di Jakarta, Se- nin malam. Setelah ditelusuri suatu tim, ter- nyata cengkeh tersebut bukan mi- lik petani tetapi diduga milik para tengkulak yang berlagak seperti petani cengkeh. Dijelaskan, Perum Perumnas da- lam Pelita V berusaha akan me- nyelesaikan pembangunan rumah sebanyak 121.000 unit, yang ter- diri dari rumah sederhana type kecil dan besar 96.000 unit, rumah susun 100.000 unit dan kapling siap bangun 15.000 unit. TINGKAT kebutuhan rumah untuk daerah perkotaan dalam se- tiap tahunnya diperkirakan men- capai 950.000 unit. Perkiraan ini berdasarkan pertambahan pendu- duk dan arus urbanisasi sampai (OT/10) tahun 1992. Untuk mengatasi masalah ter- sebut, Bupati mengeluarkan suatu instruksi yang isinya antara lain bahwa setiap cengkeh yang akan Sementara itu juga dijelaskan, dalam Pelita IV target untuk Per- um Perumnas adalah 140.000 unit rumah, tetapi dalam realisasinya diperkirakan hanya menyelesai- kan 75.367 unit rumah. Demikian Kantor Berita Nasional Indonesia melaporkan. sampai Rp 15.000. Masyarkat ekonomi lemah tidak kuat membeli. Harganya tidak terjangkau. Oleh karena itu ia mempro- duksi meja karambol yang har- ganya Rp 3.000 dari kayu putih (kayu suren). Memang meia karambolka- Dikemukakan, pada bulan per- ada "Carry Over" Rumah Siap tama Pelita V diperkirakan akan Huni (RSH) sebanyak 16.000 unit rumah dan sudah tersedia per Petani Cengkeh Toli-Toli Mulai Nikmati Harga 950.000 Unit per Tahun Jakarta, NERACA banyak wisa- yang sifatnya memer- ha nyeri dapat bek-objek dan Kebutuhan Rumah di Kota lukan pemecahan antar instansi Tetapi jika likwiditas mengizin- kan, maka pada tahun ke IV Pelita- V akan dimulai pembelian tanah untuk mengamankan program Peli- ta VI. cengkeh dari petani sehingga siap dilelang. Menurut Sulaiman, kebijakan- nya mengenai harga cengkeh di daerah Buol Toli-Toli memang mendapat tantangan berat karena pedagang antar pulau tidak dapat lagi mengadakan pembelian se- enaknya dengan mempermainkan petani. "Namun demikian, saya tetap menjalankan kebijaksanaan itu demi kepentingan petani," katanya. Program pertahanan selama 3. tahun Pelita V akan dikonsentra- sikan pada survey pencarian lokasi yang cocok untuk program peru- mahan dan pemukimandalam Re- pelita VI. yu jati awet, bisa sampai 7 tahun tidak apa-apa, tetapi meja karambol kayu putih ha- nya bisa bertahan paling lama 1,5 tahun lalu "ngulet" (meng- keliat). Tetapi justru itu lebih meng- untungkan. Artinya pasar selalu terbuka, sementara harga ter- Demikian sambutan tertulis Menpera dalam seminar Studi Ke- bijaksanaan Perumahan Rakyat di Jakarta, pekan ini. Di samping itu rumah penduduk yang memerlukan pemugaran ber- jumlah 275.000 unit per tahun. Namun pembangunan perumahan dalamPelita V dengan dukungan fasilitas KPR-BTN hanya ditarget- kan 450.000 unit dengan dana yang terbatas Rp 2,3 triliun. Pemerintah sekarang berupaya memobilisasi dana-dana masyara- kat agar terhimpun dalam jumlah nan perumahan, katanya. yang memadai untuk pembangu- Perumusan upaya tersebut perlu TENAGA KERJA Hasil Penelitian Biro Pusat Statistik 56,2 Persen Angkatan Kerja Cari Nafkah di Pertanian Jakarta, NERACA DARI 72,6 juta penduduk yang memasuki usia kerja, maka 56,2 persen diantaranya mencari naf- kah (bekerja) di Sektor Pertanian atau 40,8 juta orang. Data tersebut dikeluarkan Biro Pusat Statistik (BPS) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Kendari, NERACA KEPALA Sekolah Dasar (SD) Negeri Kemaraya Timur, wilayah Kotif Kendari, Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), WELIMA, mela- por kepada Gubernur tingkah laku BPS juga mengemukakan pula bahwa penduduk usia kerja (Ber- usia 10 tahun dan lebih) di Indo- nesia pada awal tahun 1988 men- capai 128,1 juta orang. Kriteria BPS dalam menentu- kan seseorang dianggap sudah "Be- kerja" ialah, seseorang yang mela- kukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu mem- peroleh pendapatan/keuntungan paling sedikit 1 jam dalam seming- gu, sebelum pencacahan dilakukan. SUSENAS Okt. 82 (2) 31.593.314 (54,66) 6,021.929 (10,42) 8.553.919 (14,80) 7.125.419 (12,33) 4.508.220 (7,79) LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA Palu, NERACA dilelang harus mempunyai surat PARA petani cengkeh di Kabu- desa dan diketahui oleh kepala paten Buol, Toli-Toli, Sulawesi wilayah kecamatannya masing- keterangan dari kepala melakukan panen perdana di Desa orang, tersebar di 32 desa dengan Rp 380 per kg serat kering, kuali- Tengah, kini mulai menikmati har- masing. Dengan demikian tidak memperhatikan berbagai aspek fikuti 65 peserta, antara lain pakar rapkan pula dapat perperan aktif rena lembaga pendidikan sifatnya jangkau. Belajar dari pengalamannya, ia menganjurkan generasi muda pergi ke Jakarta, tetapi setelah tiga tahun harus memperoleh ilmu praktis untuk kehidupan dan segera tinggalkan Jakarta. (Ny. Margaretha/DNI) Pertanian T Industri JAKARTA, Kota Jakarta memang banyak menjanjikan lapangan pekerjaan yang suatu ketika dapat membuat seseorang maju dan berkembang dalam kariernya. Tapi tidak selamanya seseorang itu bisa berhasil. Sehingga, jangan sampai seseorang dengan ketrampilan, pendidikan dan keahlian yang rendah akan berhasil. Oleh sebab itu, boleh di Jakarta, tapi hanya untuk sementara, misalnya bekerja pada konstruksi seperti di lokasi yang terlihat dalam gambar. (Foto: Fan/NERACA) Perdagangan Jasa (1) Lainnya Tak Terjawab Jumlah 57.802.801 (100,00) Demikian siaran pers yang dike- luarkan konsorsium Perusahaan pe- 'ngerahan Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI) ini dalam kunjungan ker- naga Kerja untuk melihat kesiapan ja yang dilakukan Departemen Te- Balai Latihan Kerja (BLK) yang dimilikinya. Konsorsium Binawan Gunakan Peralatan Modern untuk TKI Jakarta, NERACA BLK konsorsium tersebut terle- Kalau dikaji lebih mendalam, KONSORSIUM Binawan tak di Jakarta, Purwakarta, Cian- target 121.000 unit rumah selama menggunakan peralatan modern jur dan Sukabumi. Kesemua BLK Pelita V ditetapkan dengan asumsi guna melengkapi saranalatihan, un- ini telah dilengkapi dengan perala- sebanyak 36 orang sarjana psiko- Kemudian juga mengerahkan Perum Perumnas mampu mening- tuk pengiriman tenaga kerja ke tan modern yang mengeluarkan logi yang diangkat sebagai tim katkan kapasitasnya tiap tahun se- luar negeri. biaya sekitar Rp 600 juta. Biaya ini seleksi awal. kurang-kurangnya 10 persen. belum termasuk investasi tanah dan bangunan. Maka, apabila Perum Perumnas mampu mengatasi hambatan-ham- batan yang dialami selama Pelita V Pelita akan dapat dicapai. Demi- harapan cukup besar bahwa target kian Direksi Perum Perumnas. (10) sehubungan dengan fungsi-fungsi penggunaannya tambahnya. Menurut Menpera hasil-hasil pe- nelitian yang terkait dengan segi- segi teknis konstruksi serta perhi- tungan kebutuhan akan perumah- an relatif masih terbatas. Hal itu perlu disadari dan peneli- tian-penelitian selanjutnya perludi- laksanakan agar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan peru- mahan dapat ditangani sebaik- baiknya tanpa menimbulkan masa- lah. Permasalahan utama yang harus terus dihadapi secara terpadu jus- tru segi-segi non teknis yang men- cakup sosial ekonomis, budaya, lingkungan dan pertanahan, ujar nya. uang/modal kelembagaan dan sis- pera, Dep. PU, Keuangan, Depda- tem perkreditannya baik melalui gri, Bappenas, BI, BTN, UI, REI mekanisme yang sudah berjalan. penciptaan, mekanisme mobilisasi dan Papan Sejahtera. (10/Ant). yang baru peningkatan Selain masalah pembiayaan, per- masalahan lain yang sering mem- bawa berbagai dampak negatif da- lam penanganan pembangunan pe- rumahan itu adalah masalah tanah, tambahnya. Masalah tanah itu merupakan Seminar yang diselenggarakan 28 dan 29 November 1988 itu di- Kepala SD Melaporkan Nasibnya ke Gubernur Jakarta, NERACA PIHAK DPD Organisasi Ang- kutan Darat (ORGANDA) DKI Jakarta tidak akan mentolerir pe- mogokan yang dilakukan oleh para pengemudi Metro Mini jalur Blok M sejak Senin kemarin. oknum pegawai Dinas P & K kabu- paten Kendari yang belum menge- luarkan uang subsidi. Padahal, ia dan beberapa rekan kepala SD telah menanda tangani kwintasi dengan nilai Rp 310- 000,-. Oleh sebab itu dari seluruh jum- 5,9 juta atau 8,8 persen seluruh penduduk yang bekerja, turun men- jadi 4,6 juta (6,4%) pada awal tahun 1987 dan menjadi 3,5 juta (4,9%) pada awal 1988 ini. lah penduduk dewasa ini sebesar 53,4 juta jwia tidak dapat dika- Lagorikan sebagai angkatan kerja. Mereka yang tidak termasuk da- lam angkatan kerja itu kegiatan- nya ialah; bersekolah, mengurus rumahtangga, pensiun atau tidak melakukan sesuatu kegiatan eko- nomi karena cacat atau apatis dan sebagainya. Hasil penelitian BPS juga meli- hat adanya kecenderungan terjadi- nya penurunan yang drastis dalam kurun waktu 2 tahun terakhir dari jumlah mereka yang bekerja da- lam kelompok "Lainnya" yaitu: pertambangan, listrik-gas-air, kon- struksi dan angkutan/perhubung- an. Melapor dalam temu wicara de- ngan Gubernur Sultra tersebut juga hadir unsur kepala-kepala sekolah SD, SMTP dan SMTÀ negeri dan swasta se Kotif Kendari yang ber- langsung sekitar dua jam di ruang rapat Gubernur, belum lama ini. Dijelaskan, kalau pada awal-ta- hun 1986 jumlahnya masih sekitar Welima mengatakan, sehubung- an adanya rekan se profesi sebagai kepala SD no. 7 Kendari ditahan gajinya dan dikeluarkan menjadi kepala SD tanpa surat keputusan, mengakibatkan rekannya itu "kena syaraf. la juga melaporkan bangunan sekolah yang dipimpinnya akan roboh, ulah tingkah laku kontrak- tor mengerjakan gedung rehabili- tasi tersebut tidak memenuhi bes- tek. "Saya sudah berkali-kali hen- dak menghubungi kontraktornya, tapi tidak pernah ketemu. Selalu "menghindar. Mana ada pak, reha- bilitasi hanya beberapa hari saja dikerjakan sudah akan roboh. Jelas ini tidak memenuhi bestek," ujar Welima kepada Gubernur Sultra, Ir. H. Alala. SUPAS Okt. 85 (3) 34.141.809 (54,66) 5.795.919 (9,28) 9.345.210 (14,96) 8.317.285 (13,32) 4.797.973 (7,69) 58.942 (0,09) 62.457.138 (100,00) la memohon kepada Gubernur Sultra agar memperhatikan hal ini. Bila hal ini tidak mendapat perha- tian, banyak bangunan SD Inpres bernasib tidak baik nantinya. Gubernur Sultra Ir. Alala di- dampingi Wagub Sodjatmiko dan Kakanwil P&K Sulira, Zua Fa- sihu, BA menyatakan salut dan terima kasih atas perhatiannya. "Saya akan tangani langsung dan saya akan panggil atasan lang- sungnya. Proyek-proyek itu tidak boleh rusak demikian", ujar Alala. (K-24) ga yang wajar setelah keluarnya akan terjadi penyusupan dari pe- yang terkait, mobilisasi itu sendiri perumahan dari sembilan instansi instruksi bupati tentang penertiban dagang yang berlagak sebagai pe- seperti integrasinya dengan pasar yang terkait seperti Kantor Men- mempersiapkan tenaga-tenaga te- non formal, pembinaannya harus Halaman V SAKERNAS FEBR. 86 FEBR. 87 (4) (5) 37.045.589 40.002.805 (55,28) (56,19) 5.105.582 5.713.405 (7,62) (8,02) 9.456.435 10.039.608 (14,11) (14,10) 9.264.042 10,871.685 (13,83) (15,27) 5.909.404 4.569.503 (8,82) (6,42) 228.687 1.270 (0,35) (0,00) 67.009.739 71.198.276 (100,00) (100,00) penduduk yang bekerja meningkat Padahal, menurut BPS, jumlah dari 67,0 juta pada awal 1986 menjadi 72,6 juta pada awal 1988 atau meningkat rata-rata sekitar 4 persen setahun. Demikian Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kadit Sos- pol, Budi Permana dalam Musda II Hillsi Sulsel yang berlangsung, baru-baru ini. angkatan kerja di sektor pertanian Menurut BPS, meningkatnya sebanyak 3,75 juta sejak awal 1986 dan sektor jasa sebanyak 2,36 juta, diduga datang dari angkatan kerja baru ditambah limpahan dari sek- tor "Lainnya". Masalah ketenagakerjaan bu- kan hanya tanggung jawab peme- rintah, tapi merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan HILLSI sebagai wadah lem- baga latihan Swasta Indonesia. Data penduduk berumur 10 ta- hun ke atas yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama sebagai berikut : Sebagai mitra pemerintah da- lam pembangunan, HILLSI diha- kirakan mampu menampung sis- Keempat BLK tersebut diper- itar 1.200 orang dalam berbagai wa untuk dilatih keterampilan sek- jenis pekerjaan. Jenis keterampilan itu misalnya; BLK. FEBR. 88 (6) 40.791.113 (56,17) 5.863.436 (8,07) 10.818.925 (14,90) 11.619.074 (16,00) 3.527.529 (4,86) 6.374 (0,01) 72.626.451 (100,00) (10) tata rias, tata boga, tata busana, governess (pengasuh anak di ba- wah 5 tahun) dan tata graha. Di samping itu, untuk menyiap-- kan latihan tenaga kerja semi ter- ampil, Konsorsium Binawan telah ru sebagai karyawan sebanyak 210 mengerahkan tambahan tenaga ba- orang. Hillsi Diminta Siapkan Tenaga Sesuai Permintaan Ujung Pandang, NERACA HIMPUNAN Lembaga Latih- an Swasta Indonesia diminta agar melatih tenaga siap pakai yang sesuai dengan permintaan pasar kerja. Para sarjana psikologi tersebut akan ditempatkan di 7 propinsi : teng, DIY, Jatim dan NTB. Mere- Lampung, Jabotabek, Jabar, Ja- sebelum seleksi administrasi dan ka bertugas untuk seleksi awal, kesehatan sebelum memasuki (10). bahwa HILLSI sebagai wadah pen- didikan/latihan, harus berwawas- an luas guna menunjang pemba- ngunan. Menurutnya, tinggal landas da- pat dicapai, bila diduk ung manusia- manusia pekerja yang berkualitas dan berdedikasi unggi dalam pem- bangunan. tar 60 lembaga latihan yang ber- Di Sulsel saat ini terdapat seki- naung dibawah HILLSI. Terdiri dari lembaga Kursus Mengetik, montir, menjahit, Akutansi, menye- ir mobil, Service radio/TV, Kap- salon, pertukangan, dan sebagai- nya. Kendala yang dihadapi, karena Kepres 136 tahun 1972 belum ditaati oleh pihak Depdikbud. Ka- berada dibawah Departemen Tena- rampil dan siap kerja. Penyelenggaraan Latihan Kerja ga Kerja. harus berpedoman pada Trilogi Latihan; yakni Latihan kerja harus H. Abdul Rasjid Pawelleri, meng- Kakanwil Sulsel Drs. senantiasa mutakhir sesuai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. ingatkan bahwa dengan terbatas- nya dana pemerintah untuk melak- sa na kan Latihan kerja, maka dengan kebutuhan pasar/konsu- harus mampu meningkatkan vo- Latihan kerja harus disesuaikan HILLSI sebagai mitra Depnaker, men. Kemudian latihan kerja ada- lume Latihannya. lah kegiatan yang bersifat terpadu, baik dalam proses maupun dalam Disamping itu HILLSI juga di- pelaksanaannya. tuntut mendukung kebijaksanaan Pemda Sulsel dalam menyiapkan Gubernur Sulsel menegaskan tenaga kerja siap kerja. (K-25/10) Selintas TIDAK selamanya kesempatan kerja itu sulit dicari tena- ga kerja. Buktinya di Kabupaten Tanah Karo, kesempatan kerja itu mudah, tapi bagi pengusaha yang akan mencari tenaga kerja malah mengalami kesulitan. Di Kabupaten yang terkenal dengan hasil pertaniannya ini, si tenaga kerja tidak sembarangan menerima penawaran kesem- patan kerja. Salah satu diantara persyaratan minimal yang dikehendaki si tenaga kerja adalah mengenai upah. Untuk ini standard upah minimal harus Rp 5.500/hari. Kalau tidak sejumlah ini maka si tenaga kerja akan menolak lapangan pekerjaan yang ditawar- kan. Bukan hanya mengenai upah, akan tetapi juga mengenai jenis pekerjaan. Kalau hanya menjadi buruh biasa (kuli) agak sulit diterima si tenaga kerja. Mereka umumnya mau bekerja sebagai mandor atau yang tidak terlalu mengandalkan kekuatan fisik. Sehingga sangat jarang dijumpai penduduk asli Tanah Toraja, Sumatera Utara bekerja di suatu perusahaan industri atau perkebunan. Misalnya, di sebuah perusahaan patungan Indonesia Belanda yaitu PT. Bibit Baru yang memproduksi tanaman palawija dan hortikultura (khussunya bunga), tenaga kerja yang berasal dari penduduk asli Karo hanya berjumlah 5 orang dari 600 lebih tenaga kerja yang ada. Sekbihnya adalah tenaga kerja yang berasal dari daerah luar Tanah Karo. Bahkan ada yang berasal dari luar pulau Sumatera. Kesulitan tenaga kerja ini, membuat tingkat pertumbuhan investasi daerah Tanah Karo agak seret. Para investor umum- nya enggan untuk menanamkan modalnya, karena sulit mem- peroleh tenaga kerja. "Masalah ini merupakan masalah yang cukup pelik diha- dapi Pemda Kabupaten Tanah Karo," ujar Bupatinya, Ir. H. Meneth Ginting kepada NERACA, ketika sedang bersamanya mengikuti kunjungan kerja Menteri Tenaga Kerja, Drs. Cosmas Batubara. Menurut Meneth Ginting, banyak lahan pertanian potensial yang bisa dikembangkan. Hasilnya juga tidak terlalu sulit untuk dipasarkan, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Sulimya memperoleh investor untuk mengembangkan lahan potensial yang ada, maka banyak tanah-tanah hanya diguna- kan untuk produksi yang kurang memiliki tingkat produktivi- tas yang memadai. Akan tetapi juga cukup aneh keadaan lahan potensial di Tanah Karo ini. Menurut keterangan yang berhasil diperoleh NERACA, pemilikan tanah yang ada sekitar 90 persen lebih sudah dikuasai oleh orang-orang di luar Tanah Karo. Mengenai masalah pemilikan tanah ini, memang belum dikaji secara mendalam terhadap dampaknya bagi masyara- kat setempat. Barangkali ada kaitannya dengan sulitnya masyarakat bekerja pada perusahaan-perusahaan yang bukan miliknya. Yang jelas, lahan potensial dan sulit mencari tenaga kerja untuk menggarapnya. Inilah masalah Tanah Karo. (10)