Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-05
Halaman: 04

Konten


Senin, 5 Januari 1998 Penerbit Pemimpin Umum/Pendiri Wakil Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Perusahaan Managing Editor Sekretaris Redaksi Redaktur Anggota Redaksi Terbit Tarip Iklan Alamat Telepon Perwakilan Jakarta SIUPP Dicetak Oleh : : : : : : : : : : : analisa Yayasan SIKAP PRESS. Harta Susanto. Supandi Kusuma. H. Soffyan. H. Ali Soekardi. Joeli Salim. Paulus M. Tjukrono. H. War Djamil. H. Amir Siregar, H. Kaharudin, H. Bahari Effendy, H. Naswan Effendi, Usman Alie, H. War Djamil, Mulyadi Franseda, H. Ismail Lubis, H. Basyir Ahzar, Buoy Harjo, Agus Salim, H. Azmi Majid (foto). M. Hatta Lubis, Mac. Reyadi MS, A. Rivai Siregar, Hasan Basri Ns, Timbul O. Simarmata, Johan Jambak, Ismugiman, Idris Pasaribu, M. Sulaiman, Ali Sati Nasu- tion, Samil Chandra, M. Nur, Hermansyah, Aswadi, Faisal Fardede, Kwa Tjen Siung, Hendar Tusmin, Anthony Limtan. Seminggu 7 kali. Rp. 5.000,- per mm/kolom (umum). Rp. 3.500,- per mm/kolom (keluarga). Jalan Jend. A. Yani No. 35-43 Medan. Perlu Penyuluhan dan Pembinaan Pengemudi Beca Kotak Pos: 1481. Telex No. : 51326 ANALIS IA. Fax: (061)-514031, Telegram: ANALISA MDN. Redaksi: 556655 (2 saluran)/511256. Tata Usaha: 554711 (3 saluran)/513554. Frans Tandun, Jln. K.H. Hasyim Ashari. No. 43-A Jak, Pusat Tel. 3446609/3844339/3453912 Fax.: (021)- 363388. SK. Menpen No. 023/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1985. Tanggal 24 Desember 1985. P.T. KUMANGO Medan (Isi di luar tanggung jawab pencetak). Tajukrencana Tahun Seni dan Budaya PRESIDEN Soeharto mencanangkan tahun 1998 sebagai Tahun Seni dan Budaya. Dalam tahun 1998 ini kita harus menon- jolkan seni dan budaya bangsa. Melalui seni dan budaya tersebut, kita dapat memperkokoh jatidiri sebagai bangsa, dan sekaligus juga kita akan dapat menarik wisatawan mancanegara ber- datangan ke Indonesia. Dewasa ini kita sedang bergulat melawan gejolak moneter. Tapi, jangan kita terpaku hanya pada kesulitan itu. Masih banyak yang harus kita kerjakan, dan memang dapat dikerjakan. Salah satunya adalah kepariwisataan. Sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat terus menjaga warisan budaya tetap utuh dan lestari. Penetapan tahun 1998 sebagai Tahun Seni dan Budaya, jelas sangat menggembirakan kita semua. Mengapa? Karena biasanya yang menjadi fokus utama hanyalah politik, ekonomi, industri dan tehnologi. Seni dan budaya barulah menyusul kemudian, walaupun kita mengetahui, bahwa pembangunan nasional meliputi semua bidang,baik yang bersifat material maupun spiritual. Padahal seni dan budaya juga memegang peranan pen- ting, dan adakalanya menentukan, dalam kehidupan ber- masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bahkan tidak jarang diplomasi di luar negeri adakalanya lebih berhasil dilakukan lewat bidang seni dan budaya. Hal ini telah dibuktikan oleh Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH ketika menjadi menlu. Betapa pun penetapan tahun 1998 sebagai Tahun Seni dan Budaya, bukan saja menggembirakan tetapi juga merupakan tantangan yang harus dijawab positip oleh kaum budayawan dan seniman dari semua bidang (tari, lagu, musik, sastra, lukis, teater, dan lain sebagainya). Walaupun Tahun Seni dan Budaya ini difokuskan untuk pariwisata, namun jelas para budayawan d'an seniman harus mampu berkarya dengan kualitas yang lebih baik. Dalam istilah populernya, karya-karya seni budaya yang "laku dijual". Tetapi harus diingat, meskipun harus "laku dijual" namun karya-karya seni budaya dimaksud bukanlah barang kelontong yang dibuat hanya asal dapat laku dijual. Apalagi kalau barang palsu, tiruan! Tidak demikian yang dimaksud. Karya-karya seni budaya yang diinginkan adalah karya seni yang bermutu, berkualitas tinggi yang bukan saja dapat menan- dingi karya seni budaya dari mancanegara, tetapi juga menim- bulkan rasa kagum mereka sehingga mampu membangkitkan minat mereka untuk datang ke negeri zamrud di khatulistiwa ini. Mereka harus dibuat terpesona oleh hasil karya seni budaya Indonesia yang harus dapat kita lestarikan, tetapi juga gaung dan semangatnya adalah semangat Indonesia yang dinamis dan mampu mengglobal, sesuai dengan era yang sedang dihadapi yaitu era globalisasi. Jelas, ini semua bukan pekerjaan yang mudah dan murah. Tetapi pekerjaan berat penuh tantangan bukan saja bagi para pekerja budaya dan seni, tetapi juga kita semua sebagai bangsa Indonesia. Artinya tidak sekedar mencanangkan Tahun Seni dan Budaya saja, tetapi yang terpenting adalah kebijakan tindaklan- jut, adanya langkah-langkah yang nyata membantu dan men- dorong para budayawan dan seniman bekerja dan berkarya. Bukan itu saja, tetapi juga harus ada suasana dan situasi yang mendukung bagi terciptanya karya-karya seni dan budaya yang berkualitas dan "laku dijual" tersebut. Surat Pembaca. JUMLAH beca di kota Medan baik dayung maupun bermesin semakin hari semakin banyak sa- ja. Walaupun beberapa tahun lalu sudah pernah ada usul usul untuk menghapuskan saja beca berme sin karena sangat mengganggu lingkungan. Apakah karena ke bisingannya maupun karena asap polusinya, namun usul itu tak tentu ujungnya. Bahkan jumlah beca bermesin semakin hari bertambah saja. Begitu juga dengan beca da yung tak berbeda dengan beca mesin, walaupun untuk lingku ngan seperti asap atau suara sama sekali cukup aman. Meskipun sekali sekali kita mendengar petugas penertiban kota mengamankan beca beca tanpa surat ijin ini, namun tetap saja ada yang baru. Atau mung kin mereka gunakan pribahasa : " Patah tumbuh hilang bergan- Yang jelas kita rasakan selama ini, kehadiran kedua jenis beca ini menambah kesemrawutan lalulin- tas di kota Medan. Jalan yang sememangnya sudah selalu ma cat, semakin bertambah macat dengan ulah penarik beca yang terkadang semaunya sendiri saja. Apalagi beca dayung, seolah- olah rambu rambu jalan tidak berlaku untuk mereka. Jalan yang "verboten" (dilarang masuk) mereka terobos, lampu merah juga dianggap berwarna hijau sa- ja. Pokoknya tak ada jalan yang tidak bisa mereka masuki. Bebas merdeka, seolah-olah mereka itu hanya berjalan kaki. Andaikan beca beca ini memang tidak dihapuskan dan perlu dilestarikan, baik karena alasan mengurangi pengangguran atau juga untuk alasan wisatawan asing yang ingin menikmati ang Nama dan alamat harus jelas Sertakan Fotokopi KTP Semua abang beca.. diharap kan menyadari hal ini dengan serius, guna menjaga tertib lingkungan, khususnya lalulintas umum. BASTIAN K. Jl.Aksara Medan *** Dari Redaksi PARA penyumbang tulisan/artikel dimintakan perhatiannya sebagai beri ANALISA Pelestarian Hutan Bakau HUTAN Bakau merupakan kawasan hutan yang vegetasinya hidup di muara sungai, daerah pasang surut dan tepi laut. Hutan bakau sering juga dise but dengan istilah Hutan Mang rove. Penggunaan istilah "mang rove" semata-mata hanya untuk menghindari kemungkinan salah pengertian dengan hutan yang melulu terdiri dari pohon bakau Rhizophora spp. (Ekologi Eko sistem Sumatera, 1984). mana. 5. Sertakan alamat terbaru yang jelas, dan jangan lupa sertakan fotokopi KTP yang masih berlaku. Keberadaannya dalam kehi dupan sehari-hari memang ku rang begitu populer, karena tum- buhnya di lingkungan berpayau yang tidak mudah dijamah setiap saat. Salah satu ciri khas hutan bakau adalah pepohonannya yang selalu berdaun rimbun sepanjang tahun, serta perairan- nya berlumpur tebal dan kaya akan detritus organik. Menurut ekolog Chapman, hu tan bakau yang baik terdiri dari 500 hingga 1.000 pohon per hek tar. Adapun vegetasi bakau yang cukup dikenal, diantaranya : pohon bakau (Rhizophora spp.), pedada (sonneratia), tanjang (Bruguiera) dan api-api (Avicen nia). Di Indonesia, vegetasi hutan bakau berkembang sangat baik dan memiliki kekayaan spesies yang tinggi. Jumlah tumbuhan di hutan bakau yang telah tercatat mencapai 202 spesies, terdiri dari 89 spesies pohon, 5 palem, 19 liana, 44 herba tanah, 44 epifit dan 1 sikas. Namun demikian hanya 47 yang benar-benar spe sifik tumbuhan hutan bakau. Selain keanekaragaman vege tasi, hutan bakau juga memiliki keanekaragaman fauna. Secara garis besar potensi fauna tersebut terbagi menjadi 2 kelompok, yai tu kelompok fauna aquatik, seperti ikan, kepiting, udang, kerang dan lain-lain, serta kelom- pok fauna terestrial, seperti in- sekta, ular, monyet, dan burung. MANFAAT Secara ekologis, hutan bakau memainkan peranan yang sangat kompleks, antara lain berfungsi sebagai penahan gempuran om- bak. Jaringan akar-akarnya mam pu menangkal amukan gelom- bang laut yang tidak jarang mengundang erosi. Berarti pula hutan bakau ini mengantisipasi (mencegah) terjadinya erosi pan- tai (abrasi). kutan khas kota Medan, namun perlu harus di tertibkan. Baik penertiban dalam jumlahnya maupun keamanan dari polusi. Misalnya bagi beca bermesin harus menggunakan mesin yang tidak bising seperti mesin yang digunakan hampir semua beca bermesin di Medan sekarang ini, dan jangan mengeluarkan asap tebal. Badan (body) becak pun harus terawat baik, bersih dan aman. Jangan badan becak yang sudah lapuk, dan sudah "te tanus" masih dipakai juga, padahal bisa membahayakan. Dan yang paling penting di lakukan oleh pemerintah daerah dan pihak terkait adalah mem berikan penyuluhan dan membina para pengemudi agar mereka benar benar mematuhi peraturan pai kepada meninggalnya seorang pengusaha terkenal di Indonesia bahkan di Asia. lalu lintas, mematuhi rambu ram- bu jalan sehingga tidak selalu menimbulkan (menjadi biang) da ri kesemrawutan lalulintas. Selain itu, hutan bakau di butuhkan oleh hampir 80% dari seluruh jenis ikan laut yang di konsumsi oleh manusia. Ratusan spesies flora dan fauna berlin- dung di bawah rimbunnya hutan bakau. Sebagai nursery ground JANJI bagi anak-anak meru- pakan hutang yang harus ditepati. Sementara di kelompok dewasa/ orang tua suatu hal yang meng- ambang, kecuali janji itu sudah pasti adanya. Belakangan ini walaupun su- dah ditentukan waktu dan tang- galnya suatu janji dapat meleset. Sebab itu karena takut akan ter- makan janji, dia selalu mengata- kan, mudah-mudahan. Yang paling menyedihkan be- lakangan ini ialah suatu ikatan perjanjian dapat tidak terealiser sesuai dengan perjanjian karena satu pihak ingkar janji. Seperti halnya kredit bank yang macet de- mikian juga kredit barang dari per usahaan. Ini terjadi tergantung dari moralitas dari kreditor ter sebut. PEMBAYARAN HUTANG Terjadinya kemelut ekonomi belakangan ini ada yang mengata- kan akibat karena pembayaran hutang luar negeri banyak yang jatuh tempo menjelang akhir ta- hun 1997. Akibatnya kreditor mengharuskan banyak memerlu- kan uang dolar sesuai dengan per- janjian yang disepakati yakni pem bayaran melalui dolar. Ada juga yang mengatakan ka rena pelaku ekonomi khawatir akan adanya perubahan politik yang mendadak di Indonesia. Ber- macam ragam isu itu muncul sam (tempat asuhan), daerah bakau merupakan tempat ideal untuk makan dan berlindungnya kepi ting, nenar, bandeng dan udang, berbagai jenis tiram dan ikan kecil. Di lingkungan tersebut hewan-hewan tadi sekaligus ber telur serta berkembang biak. Mereka dilindungi akar-akar keras pohon bakau yang simpang siur dalam air. Dipandang dari sudut ekosis tem, bakau berperan sebagai pe nyerap energi yang ditimbulkan badai, sebagai pelindung dan sta bilisator garis pantai serta me nyerap berbagai bahan pencemar lingkungan dari limbah. Yang perlu diingat bahwa hu tan bakau tidak membentuk la han, tetapi memainkan peranan yang penting dalam kolonisasi beting-beting lumpur yang sedang muncul, yang memadatkan en dapan-endapan, dan dalam pada itu mempercepat proses perluasan lahan. karena terjadinya berbagai musibah, semisal kebakaran hutan, jatuhnya pesawat, kelaparan di Irian Jaya, skandal dana Jamsostek, dan berbagai bentuk musibah sosial dan kemanusiaan lainnya. Namun rasa keprihatinan pa- ling mendalam adalah akibat kut: 1. Panjang tulisan/artikel minimal empat dan mak adanya krisis moneter, yang simal tujuh halaman/folio diketik dengan spasi rang kap dan tidak timbal balik. 2. Bukan tindasan, serta bukan fotokopi. 3. Tidak atau belum dikirim kan ke media massa lain nya. 4. Pada akhir/ujung tulisan sebutkan identitas, profesi penulis serta alumnus dari diawali dengan dilikuidasinya 16 bank swasta. Gejolak di sektor moneter ini selain berdampak pada melonjaknya harga barang kebutuhan sehari-hari di pasar, juga berimplikasi pada terancam pailitnya beberapa perusahaan. Konsekuensinya pihak perusa haan terpaksa melakukan ber- bagai langkah efisiensi yang ber- buntut pada tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK). PHK berarti menambah jumlah kaum pengangguran. Pada suasana hidup serba sulit dan amat Oleh: Evansus Renandi Manalu Disamping manfaat/peranan hutan bakau dari segi ekologis dan sudut ekosistem sebagaimana diuraikan di atas, hutan bakau ini juga mempunyai peranan lain yang tidak kalah penting/berhar ga, seperti : 1. menyediakan berbagai hasil kehutanan misalnya kayu ba kar, alkohol, gula, bahan penyemak kulit, bahan atap, bahan perahu, dan lain-lain. 2. mempunyai potensi wisata (Ekowisata). Bagi para pelan- cong yang mempunyai kesena ngan memancing, berkemah, melukis, memotret alam, dan lain-lain, hutan bakau beser- ta segala isinya merupakan tempat yang luas dan indah. GANGGUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan hutan NO. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Tabel: Luas, Lokasi dan Kondisi Hutan Mangrove di Prop. Sumatera Utara. LOKASI/ KABUPATEN HUTAN REGIS- TER 2 Langkat Deli Serdang Asahan Labuhan Batu Tapanuli Selatan Tapanuli Tengah Nias 3 24.810 11.800 11.870 1.700 2.900 LUAS HUTAN MANGROVE (HA) HUTAN RAKYAT (NON REGISTER) 53.080 Bagi pencari uang bukan peng usaha, setiap kesempatan diguna- kannya untuk mencari keuntung- an. Keinginannya, terjadi gejolak yang dapat dimanfaatkannya un- tuk mencari keuntungan. Bahkan sering juga mereka itu sendiri yang menghembuskan isu, agar masyarakat gelisah. bakau terluas di dunia, kemudian disusul oleh Nigeria, Mexico dan Membuat gejolak ekonomi ti- dak dapat dilakukan seorang pe- kerja, buruh, terlebih petani. Ha- nya pelaku ekonomi yang mampu membuat gejolak itu. Seperti hal- nya, tidak mungkin terjadi keru- suhan di lingkungan sekolah ka- lau tidak orang di sekolah itu. Pa- ling tidak yang terkait dengan se- kolah tersebut. Australia. Kawasan hutan bakau yang luas di Indonesia terdapat di Sumatera (19%), Kalimantan (16%) dan Irian Jaya (58%) dan terutama tersebar di pantai-pan tainya. Menurut perkiraan, luas hutan bakau di Indonesia men- capai luas 4,25 juta hektar. Na mun saat ini luas tersebut telah menyusut akibat berbagai penga lihan lahan menjadi pertam- bakan, lahan pertanian atau pemukiman (Ekosistem Lahan Ba sah, 1996). Karena gejolak ekonomi seka- rang akibat pembayaran hutang yang jatuh tempo, tentu ini terkait dengan pelaku ekonomi. Jatuh tempo tentu sudah disepakati saat dilakukan perjanjian pemin- jaman. Pengusaha sudah tau de- ngan demikian uang untuk itu su- dah dipersiapkan, bukan menda- dak mencari uang untuk pemba- yaran hutang tersebut. Kecuali ti- dak sistem angsur, harus dibayar sekaligus pada saat jatuh tempo. Ada banyak permasalahan yang dihadapi oleh hutan bakau di Indonesia, beberapa dian- taranya adalah : 1. Pemanfaatan yang berle bihan. Tekanan pertumbuhan penduduk menyebabkan hutan ba kau ditebang secara berlebihan untuk kayu bakar, bahan ba ngunan dan bahan baku kertas. 2. Polusi. Berbagai jenis polusi yang terjadi di daerah bakau antara lain polusi minyak, pestisida dan materi dapat tersus pensi. Memang diakui puluhan ta- hun belakangan ini semakin bera- ni orang untuk berutang, namun belum pasti dia mampu untuk membayarnya. Yang penting ada- lah kredit dapat diperoleh walau- pun dengan berbagai usaha di luar peraturan. Harus pula diakui pemerintah 3. Erosi. Perusakan bakau atau perubahan (konversi) bakau menjadi tambak, menyebabkan garis pantai langsung terkikis arus dan ombak sehingga menimbul kan erosi di daerah sekitarnya. 4. Pembersihan dan pengering an rawa-rawa sekitar bakau un- tuk lahan pertanian. Khusus untuk Propinsi Suma tera Utara, kondisi hutan ba kaunya sangat memprihatinkan. Dari luas keseluruhan yang men- capai sekitar 85.393 Ha, ternyata hanya 31.173 Ha saja yang kon- disinya baik. Selebihnya sekitar 54.220 Ha dinyatakan rusak (lihat tabel berikut ini). SEPANJANG tahun 1997, ha- rus diakui bangsa kita berada dalam suasana prihatin. Keprihatinan dimaksud tak saja kompetitif saat ini, status penganggur sudah barang ten- dibenci sangat dan ditakuti setiap orang. tu 4 10.190 8.200 2.253 1.800 9.570 JUMLAH 32.013 5 JUMLAH BWBT Sumber: Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Propinsi Sumatera Utara. 35.000 20.000 14.123 2. Kegiatan pembinaan daerah penyangga dalam bentuk Em- pang Paluh yang dilaksanakan oleh Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara di Kabupaten Langkat Peran aktif masyarakat mela lui lembaga swadaya yang ada, juga tidak dapat diabaikan. Sebut saja misalnya YAPESDA (Yaya san Pengembangan Sumber Daya Pedesaan) yang ikut serta dalam 3. Rehabilitasi dan dan Deli Serdangindungan program Konservasi Mangrove di Kabupaten Deli Serdang, YASI Membayar Hutang dan Moralitas Manusia Oleh Paganding Tua 1.700 2.900 1.800 9.570 KONDISI (HA) BAIK 6 RUSAK 7 10.000 25.000 5.603 14.697 1.500 12.623 500 200 230 970 1.200 2.700 1.570 8.600 85.393 31.173 54,220 Membuka usaha baru dan per- luasan perusahaan. Terkadang eks pansi perusahaan itu belum wak- tu sesuai dengan perkembangan perusahaan itu. Akibatnya mem- buka kredit atau tepatnya ber- utang ke bank. Membuka usaha baru di berbagai tempat, semen- tara kredit lama belum dilunasi se- cara baik. Bahkan ada perusa- haan minta kredit untuk menu- tupi kredit yang sudah diterima. Tentu timbul pertanyaan, ke- mana keuntungan perusahaan la- ma itu dilakukan ? Mengapa me- reka dapat meminta kredit, yang lama belum selesai dilunasi? Ini- lah liku-liku kehidupan perekono- mian belakangan di Indonesia. Berutang di berbagai bank, jika tak diberi lagi, pergi ke luar ne- geri untuk meminjam. Pada tahun 1992 Team NESPP (North East Sumatera Prawn Project) melakukan survey ke rumah tangga penduduk per kampungan di sub distrik Secang- gang dan Pangkalan Susu di Wila yah Langkat, Sumatera Utara. Walaupun survey ini hanya meng hasilkan sedikit informasi me ngenai pemanfaatan hutan mang rove untuk nafkah, hasil survey tersebut dapat benar-benar men- jelaskan besarnya tingkat keter gantungan masyarakat perkam- pungan dekat pantai terhadap hutan mangrove serta terhadap hasil produksi hutan mangrove tersebut (Didim S. Ilyas, dan kawan-kawan, 1994). Survey dimaksud bukan ber arti menutup kemungkinan ada nya pihak-pihak lain yang berpe ran dalam menggerogoti kawasan bakau tersebut. Karena berdasar kan data empiris adanya kegiatan pertambakan maupun kilang-ki lang arang (yang diusahai oleh oknum yang berbajukan "Pengu saha") justru mempunyai andil yang jauh lebih besar. Namun yang pasti, pemanfaat an hutan bakau secara berlebihan dan kurang bijaksana ini menim- bulkan dampak/akibat, seperti : 1. perikanan laut yang menurun. 2. sumber mata pencaharian bagi penduduk setempat akan ber kurang. 3. spesies tumbuhan dan hewan terancam (akan) hilang. memberi kesempatan seluas-luas- syarakat. nya untuk meminjam ke bank de- ngan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di In donesia. Inilah yang digunakan sebagian warga negara yang me- mang sudah ada uang dan banyak kenalannya. 4. tenggelamnya beberapa tem- pat akibat proses abrasi, seper ti Pulau Bokori di Sulawesi Tenggara dan Desa Tapak Ku da Lama di Kabupaten Lang kat. 5. Di beberapa daerah telah pula terjadi intrusi air laut. PELESTARIAN Mengingat pentingnya sumber daya hutan bakau, baik dilihat dari aspek ekologi dan lingkung an, maupun dari aspek sosial dan ekonomi, maka teramat penting mempertahankan kelestarian ka wasan tersebut. Ada beberapa usaha-usaha pe lestarian hutan bakau di Propin- si Sumatera Utara yang sudah dilaksanakan, misalnya saja : 1. Reboisasi dan penghijauan yang dilakukan oleh Balai Re habilitasi Lahan dan Konser- vasi Tanah Wilayah I Medan di Kabupaten Langkat, Deli Serdang dan Asahan. Anehnya ada pula yang men- jamin di dalam negeri. Diakui mengenai jamin-menjamin ini su- dah semakin mudah asalkan ada saling pengertian. Sebab, jika ti- dak beres nanti, sesuai dengan perjanjian, penjamin tidak merasa malu akan kemacetan ini walau- pun sudah diketahui umum/ma Komitmen Bersama Pelihara Tatkala perjuangan memper- tahankan kehidupan (survival of the fittest) sudah demikian berat dan keras, maka tidak meng- herankan pula manakala banyak manusia terpaksa menempuh dan atau menghalalkan segala cara. Kecenderungan seperti ini ten- tunya tidak kita kehendaki merebak di tengah masyarakat In- donesia yang amat teguh memegang nilai moral dan agama. MENINGKATNYA jumlah angka pengangguran di negara mana pun, termasuk Indonesia, tentulah merupakan keadaan yang tidak menguntungkan serta amat rentan terhadap kemungkinan ter- jadinya berbagai kekisruhan yang berakibat pada munculnya ketidak nyamanan di tengah masyarakat. Betapapun kita tidak meng- inginkan kompetisi material tadi berakibat pada hilangnya rasa Keadaan perut yang lapar dan kemanusiaan seseorang. Bagai- kehidupan serba kekurangan manapun sulit dan terjalnya pen- niscaya akan menyebabkan dakian kehidupan hendaknya seseorang gampang tersinggung setiap orang tetap berpegang serta tak jarang berbuat nekad teguh pada petunjuk agama, demi memperjuangkan eksistensi dirinya. Di tengah suasana sedemikian itu, perjuangan komunitas sosial dan individual mengarah pada bagaimana agar tetap survive. bahwa segala sesuatunya mesti tetap dikembalikan kepadaNya. Manusia boleh-boleh saja ber- buat apa pun demi meraih kemapanan hidup, namun tetap jangan dilupakan bahwa pada MORALITAS Belakangan ini sedang ditun- tut untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkua litas tinggi. Arti manusia berkua- litas tentu tidak dilihat hanya dari ilmunya yang diperoleh di pergu- ruan tinggi. Dalam kata lain pu- nya titel berbagai macam sampai kepada profesor. Stabilitas Nasional Oleh Agus Salim Ujung Kualitas manusia itu tentu se- suai dengan dirinya yakni di ma- na manusia itu berbangsa dan ber negara. Kualitas manusia di Cina dan Russia tentu tidak tepat ber- laku di Indonesia. Sebab punya perbedaan tujuan hidup dan kema syarakatannya. Bahkan yang berwarga nega- ra di Eropa dan Amerika Serikat masih berbeda juga karena berbe- da pola pikir dan kemasyarakatan nya. Manusia berkualitas tinggi di Indonesia, selain ilmu tentu ter- kait dengan moralitas yang sesuai dengan agama. Tinggi pendi- dikan, kalau mau menggunakan setiap kesempatan untuk mengun- tungkan diri tanpa memikirkan kerugian orang lain, tidak diingin kan. Yang menyedihkan lagi sudah duduk dalam satu jabatan yang di percayakan negara, mau menyele- wengkan tugas dan tanggungja- wabnya demi teman dan dirinya. akhirnya hanya Dia (Allah Swt) lah yang berhak menentukan apakah seseorang akan diberikan Nya rezeki (keberhasilan) atau malah sebaliknya ditimpakan musibah, dengan tujuan untuk memberikan ujian sejauh mana selaku hamba Allah, ia tetap memiliki kepatuhan tanpa reserve atas segala kehendakNya. Di tengah kesulitan hidup yang terus menerpa, selayaknya kita tetap tak kehilangan arah dan pegangan. Jangan sampai seseorang yang mengaku dirinya beriman dan beragama, ternyata cenderung bersifat fatalis (putus asa) hingga kurang optimal dalam melakukan gebrakan untuk memberdayakan dirinya. ✰✰✰ DULU KAU BERCITA CITA INGIN JADI HAKIM, KOK SEKARANG JADI KULI BANGUNAN? PADA masa-masa sebelumnya, faktor kemajemukan masyarakat kita lebih sering menjadi penyebab terjadinya chaos (kekacauan) an- tar kelompok dan individu. Dalam pada itu faktor kema- jemukan agama juga kerap pula hutan bakau dengan pola em- pang parit/empang paluh oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Langkat. 4. Konservasi mangrove oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Deli Serdang beker jasama dengan Lantamal I Be lawan. Kebanyakan dari kegiatan ter sebut diarahkan pada upaya peles tarian dengan pola empang pa luh/empang parit. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara yang dituangkan dalam Surat Ke putusannya Nomor : 522/1206/ K/Tahun 1994 tanggal 14 Juni 1994, mengatur tentang Keten- tuan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Perlindungan Hutan Bakau dengan Pola Empang Parit di Propinsi Sumatera Utara. Inikah yang disebut pejabat yang SDM nya berkualitas tinggi? Ten- tu tidak, hanya masih ada yang demikian. Paling menyedihkan tahun 1997, tiga orang mantan direktur di Bank Indonesia diperiksa ka- rena sangkaan melakukan korup- si. Suatu perilaku yang keterla- luan. Sebab sesuai dengan keten- tuan apakah tertulis atau tidak, manusia yang sudah duduk di ja- batan tinggi Bank Indonesia sela- ku Bank Sentral, harus manusia berkualitas tinggi. Sudah jauh berbeda dengan pejabat lain. Rupanya sudah ada perbedaan belakangan ini, bukan lagi kuali- tas yang menentukan naiknya se- seorang ke jenjang yang lebih tinggi, tapi sudah ada hal lain. Atau setelah ditempat duduk em- puk itu, lupa diri siapa dia dalam kedudukannya. Moral pengendali manusia da- lam segala tindak tanduknya. Mo- ral ini dibina sejak kecil apakah di sekolah melalui pendidikan bu- di pekerti dan agama atau di ru- mah diteladani orang tua dan ke- luarga lain. Hanya yang sering diperta- nyakan, manusia berkualitas ting- gi itu apakah dihargai atau hanya sebagai simbol belaka seperti ser- tifikat saja? Akibat tidak adanya lagi pen- didikan budi pekerti di sekolah termasuk di masyarakat dan ru- mah tangga, orang muda kurang menghargai/menghormati orang tua. Hanya orang tuanya yang di- menjadi pemicu munculnya kesalah pahaman dan kekisruhan antarumat beragama. Namun pada saat ini, kedua faktor tadi (primordialisme dan agama) tak lagi menjadi faktor utama penyebab terjadinya disintegrasi sosial. Kini persoalan ketidak pastian hidup atau kesulitan ekonomi lebih dominan menjadi pendorong merebaknya gejolak sosial. Oleh karena itu sudah selayaknya segenap komunitas sosial dan individual mampu ber- satu padu untuk memberikan dukungan moral dan material terhadap langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dalam rangka menyiasati krisis moneter yang terjadi saat ini. Inisiatif Pak Harto memanggil para pengusaha nasional supaya ikut berperan serta memberikan kontribusinya dalam mengatasi keprihatinan nasional tersebut, sepatutnyalah segera ditindak lan- juti para pengusaha besar itu dengan cara mematuhi imbauan Pak Harto agar investasi dan modal yang sempat "diparkirkan" di mancanegara kiranya segera dialokasikan di dalam negeri. Harapan Pak Harto kepada kalangan pengusaha besar itu TIDAK APALAH.. TOH KERJANYA SAMA SAMA PAKAI CON Ⓒ WiWiD -97.- KA (Yayasan Indonesia untuk Kemajuan Desa) dengan kegiatan berkebun bakaunya di Desa Ta pak Kuda Kabupaten Langkat, dan beberapa kelompok pencin- ta alam serta KSM (kelompok swadaya masyarakat) lainnya. Yang justru menjadi masalah, bahwa peningkatan upaya peles tarian ini pada kenyataannya se- jalan pula dengan peningkatan kerusakan hutan bakau tersebut. Sinyalemen ini mengindikasi kan bahwa upaya perlindungan dan pengamanan terhadap keutuh an hutan bakau belum dilakukan secara optimal. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu untuk kita cermati bersama, yaitu : PALU? 1100 Pertama, perlu adanya law enforcement (penegakan hukum) terhadap pelaku perambahan ataupun perusakan hutan bakau dengan memberikan sanksi yang tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. — Kedua, meningkatkan operasi perlindungan dan pengamanan kawasan yang melibatkan instan si-instansi terkait.dste nuinc takuti. Sudah semakin banyak murid sekolah tidak mau tau ter- hadap guru di sekolahnya kalau ti- dak ikut mengajar di sekolahnya. Termasuk di masyarakat, ge- nerasi yang lebih muda, jika su- dah memakai pakaian seragam, namun tidak pakai pangkat, su- dah menganggap dirinya berkua- sa di jalan umum itu. Aturan dan peraturan lalu lintas sudah tidak diperdulikan. Menakut-nakuti orang tua pun sudah mau. Apa- lagi kalau orang tua datang ke kantor karena sesuatu urusan, su- dah dianggap yang tidak perlu di- ladeni lagi, kecuali diberi uang pelicin. Mengenai moral ini sudah sa- ngat mendesak untuk diselesaikan mulai tahun 1998 terlebih Indone- sia yang akan memasuki dunia per dagangan bebas. Manusia tidak menghargai bangsa dan negaranya, termasuk uangnya adalah manusia yang su- dah mengkhianati bangsa dan ne- garanya. Dia ibarat benalu yang tumbuh di pohon, dia subur po- honnya mati diisapnya. Kalau pohonnya mau tumbuh baik, be- nalunya harus di cabut atau dipin- dahkan ke tempat lain. Pada saat terjadinya gejolak ekonomi belakangan ini sudah nampak dan dapat diketahui sia- pa sebenarnya yang setia kepada perjuangan bangsa dan rakyatnya. Tidak ikut merusuhkan keadaan satu perbuatan baik. Tapi siapa yang memborong dolar karena ke- merupakan hal yang wajar, karenanya menjadi kewajiban para pengusaha besar nasional tersebut untuk melaksanakannya. Kalangan pengusaha tadi bisa meraih kesuksesan saat ini pada dasarnya juga tak terlepas dari kontribusi pemerintah dalam memberikan proteksi serta ber- bagai fasilitas. Proteksi dan fasilitas yang selama bertahun-tahun dicicipi para pengusaha rsebut, kini "ditagih" pemerintah melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Apabila para pengusaha ternyata enggan memenuhi permintaan tersebut, berarti para pengusaha itu masih kurang pandai berterimakasih. Dalam suasana prihatin seka rang ini, tidak pada tempatnya lagi jika kalangan pengusaha, demikian pula aparat pemerintah, hanya berpikir dalam konteks kepentingan pribadi dan kelom- pok semata. Kini yang mesti dipikirkan dan diperjuangkan adalah kepentingan bersama (nasional). Negara kita merupakan negara kekeluargaan alias milik bersama. Karenanya setiap permasalahan yang dihadapi pun sudah selayaknya pula diatasi secara Halaman 4 Ketiga, oleh karena selama ini masalah tata batas yang tidak jelas juga menjadi persengketaan dengan masyarakat sekitar ka wasan maka perlu adanya pena- taan batas permanen serta pene gasan batas-batas kawasan dimak sud. Keempat, meningkatkan kepe dulian masyarakat untuk turut serta menjaga dan mengamankan kawasan hutan bakau. Ini hanya dimungkinkan apabila pengeta huan dan pemahaman masyara kat ikut meningkat. Untuk itu peningkatan kwalitas sumber da ya masyarakat melalui sarana pendidikan dan pelatihan serta penyuluhan merupakan kebutuh an yang sangat mendesak. Dengan merujuk kepada po kok pikiran diatas, diharapkan nantinya upaya pelestarian yang dilakukan terhadap hutan bakau tidak sia-sia, sebaliknya mem berikan manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan maupun bagi ling kungan hidup dalam arti luas. Penulis adalah pemerhati masalah lingkungan. 5 ade1sm udsensi kayaannya dan tak percaya pada uang negaranya, inilah termasuk musuh pembangunan di Indone sia. Dapatkah keadaan selama be- berapa bulan ini dijadikan seba- gai alat saringan kepada warga ne- gara siapa kawan dan lawan? Ji- ka tidak sampai demikian akan terjadi lagi yang lebih berat, sebab mereka itu ketagih mencari uang dengan jalan cepat namun dia tau secara moral Indonesia dia sudah salah. PENUTUP Berani berutang harus pula bertanggung-jawab membayar- nya. Jika dulu ada istilah hutang diujung tombak, ini perbuatan masa darurat dan dilakukan orang yang sudah luntur moral- nya. Penundaan pembayaran hu- tang boleh dilakukan, yang terpen ting ada itikad baik membayar nya. Moral adalah pengendali se- mua perilaku manusia. Terjadi ko- rupsi, penyelewengan dan tidak mau membayar hutang karena mo ral sudah luntur dan tidak mau menghargai dirinya. Terjadi keru- suhan di pabrik, tentu karena mo- ral di kedua pihak mulai melun- tur. Tidak mau membayar kewa- jibannya dan pekerja terlalu me- nuntut yang belum haknya. Moral sangat terkait dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena itu sangat mende sak moral itu diteladani orang tua di rumah, pimpinan di kantor dan pejabat di negara. Tidak tepat lagi atasan itu hanya menuntut dari bawahan kebaikan, sementara di- rinya tidak demikian. bersama-sama (kekeluargaan) dan jangan ada yang merasa tidak ikut bertanggung jawab atas terjadinya krisis moneter tersebut. neh DALAM pada itu segenap potensi bangsa, utamanya mereka yang kini berada di luar sistem dan cenderung memilih jalan berseberangan dengan pemerintah hendaknya dalam situasi agak rawan saat ini dapat mengurangi intensitas kegiatan dan pem- bicaraannya yang dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sah-sah saja jika berbagai kalangan, apakah itu pakar politik, ekonomi, sosial-budaya, dan lain sebagainya melontarkan kritik dan mengungkapkan ber- bagai faktor penyebab terjadinya krisis moneter. Akan tetapi yang perlu disadari bersama, yang lebih dibutuhkan saat ini bukanlah komentar seputar penyebab terjadinya ge- jolak ekonomi atau mengungkap biang keladi lahirnya berbagai masalah krusial lainnya, melainkan yang lebih mendesak ialah apa dan bagaimana solusi terbaik dalam mengatasi (Bersambung ke hal 15) CD.CO